-->

Minggu, 27 Desember 2020

Kopabone Tutup Tahun 2020 Dengan Ekspedisi Jelajah Puncak Bawakaraeng

 

Bone, Sigapnews.com, -
Berbagai aktivitas dilakukan komunitas pemuda dan tokoh masyarakat sambut kedatangan tahun 2020 yang lalu, ada dengan ngumpul bersama- teman teman dan keluarga sambil bakar ikan dan makan bersama ,ada yang memutar musik dihalaman masing masing.

Namun dalam penyambutan tahun baru kali ini, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang penuh dengan aneka macam kegiatan, baik dengan menghadirkan penyanyi ibu kota , atau sekedar menonton panggung hiburan Musik elekton dan layar tancap.

Tahun ini akan menjadi sejarah yang akan menjadi kenangan pahit bukan hanya warga masyarakat, komunitas Pemuda dan elemen pemerintah karena adanya wabah pandemic yang sudah berlangsung hampir setahun melanda berbagai belahan Dunia dan Indonesia bahkan sampai ke Desa Desa terpencil.

Himbauan Pemerintah dan Kepolisian demi keselamatan bersama seluruh warga masyarakat Indonesia ,guna memutus Mata Rantai penyebaran virus Covid-19 , perayaan malam tahun baru ditiadakan sesuai Himbauan Kapolda Sulsel, tak ada Izin untuk kegiatan perayaan malam tahun baru.

Menyikapi hal itu Komunitas Pemuda Pencinta Alam Bone ( Kopabone) akan merayakan momen pergantian tahun jauh dari keramaian dan kerumunan.

Kopabone yang beranggotakan pendaki senior dan junior tersebut akan melakukan ekspedisi pendakian dan jelajah puncak Gunung Bawakaraeng yang terkenal dengan mistik dan eksotis.

Ketua Umum Kopabone Musmulyadi, S. Pd ketika di temui di sekretariat Kopabone menjelaskan " Kegiatan ini sebagai ajang pengambil nomor registrasi anggota untuk anggota muda Kopabone dan Juga untuk pembekalan bagi anggota baru yang belum pernah mendaki di Salah satu puncak tertinggi di Sulawesi Selatan ini , ungkapnya, Minggu, (27/12/ 2020).

Lanjut, Insya Allah anggota akan kami lepas pemberangkatannya selasa,29 Desember 2020 pagi ,dan akan melalui jalur Tassosso Gunung Perak kabupaten Sinjai, mudah mudahan cuaca bersahabat dan semua pendaki yang terlibat tetap fit hingga sampai puncak Bawakaraeng untuk mengikuti lepas sambut 2020 - 2021 bersama rekan Komunitas Pecinta Alam lainnya, tutupnya.

Avril salah satu anggota Muda Kopabone menuturkan ,ikut kegiatan jelajah puncak gunung Bawakaraeng Kopabone 2020-2021 Ini, sebagai bentuk pembelajaran Lanjutan Setelah mengikuti great Camping bulan Agustus lalu. (IH/JJ).

Selasa, 01 Desember 2020

Koramil 13/Sibulue Kodim 1407/Bone Gelar Apel Pagi, Intip Kegiatan Setelahnya




Bone, Sigapnews.com, - Anggota Koramil 13/Sibulue melaksanakan apel pagi dilanjutkan senam pagi dan laksanakan korvei di depan Makoramil 13/Sibulue Kodim 1407/Bone Rabu. (02/12/2020).

Kegiatan di pimpinan langsung oleh Bati Tuud Serka Ismail, seperti biasa sebelum memulai aktifitas kegiatan di wilayah binaan semua anggota Koramil 13/Sibulue melaksanakan Apel pagi dilanjutkan senam pagi dengan tujuan agar kondisi badan tetap sehat sehingga dapat melaksanakan aktifitas di lapangan dapat berjalan dengan lancar, karena dengan kondisi badan yang sehat maka semua pekerjaan dapat di lakukan dengan baik.

Kesehatan itu sangat penting dan mahal harganya itu kata – kata yang di utarakan Bati Tuud Serka Ismail kepada seluruh anggota ketika sedang mengambil apel dan di lanjutkan dengan senam pagi, karena dengan badan yang sehat segala aktivitas tidak akan terhalang dan semua program yang di rencanakan oleh Komando atas juga akan terlaksana dengan baik." Pungkas Serka Ismail.

Setelah pelaksanaan tersebut dilanjutkan Korvei untuk menjaga kebersihan dan keindahan di sekitar markas Koramil 13 Sibulue.(IH/JJ).

Sabtu, 06 Juni 2020

Sosok Mantan Sekprov Sulsel Andi Muallim di Mata Bupati Bone


Bupati Bone A.Fashar M Padjalangi (kiri pakai Kopiah) dan Mantan Sekprov Sulsel Andi Muallim (foto red)

Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Kepergian mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim Mattangkilang untuk selama-lamanya, meninggalkan rasa dukacita mendalam. Tak terkecuali, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini menghaturkan rasa duka yang mendalam, baik sebagai Pemerintah maupun sebagai pribadi dan keluarga.

Fahsar bercerita, almarhum merupakan sosok orang baik. Seorang birokrat sejati yang selalu membantu dan memberikan kemudahan kepada semua orang.

"Almarhum adalah sosok pimpinan, guru, dan orang tua yang berkharisma tentu akan selalu dikenang. Selamat jalan Puang Allim semoga amal ibadah dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat mengantar untuk mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," ujar Fahsar, Sabtu (6/6/2020) malam.

Andi Muallim, mengembuskan napas terakhir di RS Mitra Husada, Sabtu (6/6/2020) pukul 19.30 Wita.

Jumat, 29 Mei 2020

Mutasi Di Tubuh Polda Sulsel Kembali Digelar, Kasat Reskrim Polres Bone Pindah Tugas



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Gerbong mutasi di lingkup Kepolsian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali bergulir. Jumat (29/5/2020).

Informasi yang dihimpun Sigapnews.com, mutasi kali ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bone, AKP Mohamad Pahrun resmi diganti.

Mantan Kanit Tipikor Polres Bone ini selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Kasubbagkum BagSumda Polres Bone.

"Iya betul dinda (Diganti-red)," singkat Pahrun saat dihubungi melalui pesan WhastApp, Jumat malam.

Selanjutnya AKP Ardy Yusuf yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Palopo ditunjuk untuk menduduki jabatan Kasat Reskrim Polres Bone.

Mutasi Kasat Reskrim Polres Bone ini berdasarkan telegram Kapolda Sulsel nomor STR/376/V/2020 tanggal 29 Mei 2020.

Adapun AKP H Risal yang sebelumnya menjabat sebagai KabagSumda Polres Bone akan menempati jabatan baru sebagai KabagSumda Polres Luwu.

Sementara itu, posisi Kasat Reskrim Polres Palopo akan dijabat AKP Andi Aris Abu Bakar yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 1 Unit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sulsel.

Hingga berita ini dirilis, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Ibrahim Tompo, belum berhasil dikonfirmasi perihal mutasi tersebut. (Red).

Petani Bone Percepat Olah Lahan Jagung Antisipasi Kekeringan



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Isu terkait ancaman kekeringan di tengah wabah Covid-19 membuat petani semakin bersemangat memanfaatkan ketersediaan air dengan mempercepat pengolahan lahan untuk ditanami. Salah satunya seperti yang dilakukan anggota Kelompok Tani Buhung Patu, yang beralamat di Desa Arallae Kec. Kahu, Kab. Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Andi Sofyan, Ketua Kelompok Tani Buhung Patu  yang melakukan penanaman bersama anggota kelompok dan petugas, luas lahan kelompok tani Buhung Patu yang digunakan untuk  Kegiatan Pengembangan Perbenihan Jagung (Penangkaran Benih) Varietas Nasa 29 adalah 50 Ha. Ketersediaan air yang bersumber dari air hujan perlu disikapi dengan bersegera melakukan pengolahan. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya musim hujan.

"Kami terus berusaha memberikan motivasi ke anggota kelompok agar semangat dalam melakukan pengolahan lahan, apalagi ada potensi kekeringan yang sudah diprediksi oleh BMKG, maka kami sebagai ketua kelompok harus ikut berkontribusi dengn melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman di tingkat petani, salah satunya dengan mempercepat pertanaman," tutur Sofyan.Jumat (29/5/2020).

"Sebagai petani, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kelompok kami untuk menjadi penangkar benih jagung. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok," tuturnya.

Apa yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Bone sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL. Menurut SYL, dalam kondisi apapun, termasuk saat Wabah Covid-19, petani dan penyuluh harus terus bergerak untuk mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.

“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” tegas SYL.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi.

Motivasi ini disampaikan oleh Kepala BPPSDMP untuk memastikan bahwa pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun demi mengamankan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani
Sumber Informasi : Andi Baso Kresna

Rabu, 27 Mei 2020

Staf Ahli Kementan RI Bersama Wabup Bone Tanam Padi di Desa Tulungeng



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Dalam rangka penerapan program percepatan tanam melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Staf Ahli Mentan RI H. Lutfi Halide dan H. Firdaus Hasan didampingi Wakil Bupati (Wabub) Bone H. Ambo Dalle melaksanakan tanam padi di Desa Talungeng, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Rabu (27/5/2020).

Kegiatan tanam oleh Staf Ahli Mentan RI tersebut merupakan agenda pertama dalam kunjungannya, meskipun dalam suasana hujan gerimis.

Dihari yang sama usai melaksanakan kegiatan tanam padi di Desa Talungeng, bertempat di aula kantor BPP Barebbo Desa Kampuno digelar rapat koordinasi percepatan tanam padi Kabupaten Bone musim tanam April – September 2020 dipandu langsung oleh Staf Ahli Mentan RI H. Lutfi Halide dan H. Firdaus Hasan.

Agenda kedua dari kunjungan staf ahli Mentan RI dan rombongan diawali dengan pemaparan oleh beberapa pembicara tentang langkah strategis percepatan tanam dalam masa pandemi Covid-19.

Serta target yang harus dicapai dalam pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Bone termasuk membahas beberapa permasalahan yang ada.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Sulsel Andi Ardin Tjatjo, Kadis Pertanian Bone H. Sunardi Nurdin, Kepala BPTP Sulsel Abd Wahid, Danramil Barebbo Kapten Kav R Junaidi dan Camat Barebbo Muh.Ikbal, Ketua KTNA Sulsel H. Muh.Yunus serta unsur PPK, Kordinator BPP, dan POPT.

Usai kegiatan tersebut Kepala BPP Barebbo Erni Bayani kepada wartawan menyampaikan rasa syukur dari segenap keluarga besar BPP Barebbo dan Pemerintah Kecamatan Barebbo atas kunjungan staf Mentan RI bersama rombongan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone dan Pemerintah Kecamatan Barebbo amat sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan ini, ini merupakan motivasi bagi kami dan kalangan petani untuk lebih jauh lagi berbuat dalam pengembangan disektor pertanian,” papar Erni Bayani. (Al-Az).

Kamis, 21 Mei 2020

Tim Supriansa Terus Bergerak Salurkan Bantuan, Warga Bone : Terima Kasih Pak Supri Atas Keprihatinannya Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) -Tim Supriansa Peduli memasuki hari kesembilan dalam upaya meringankan beban warga kurang mampu di Dapil Sulawesi II di tengah pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan Sembako dan Masker. Kamis (21/5).

Tim yang di koordinir A. Wahyu Aco tiba di Kab. Bone sekitar pukul 17.15 dan langsung lakukan penyerahan sembako dan masker ke Emmang selaku koordinator Tim Supriansa Peduli untuk wilayah Kab. Bone.

Tepat pukul 17.00 wita, Emmang menerima Sembako dan Masker yang akan diserahkan di beberapa titik di Kab. Bone.

Melalui Ketua Tim Supriansa Peduli di kabupaten Bone, Warga mengucapkan Terima Kasih kepada Bapak Supriansa anggota DPR RI Komisi III dari partai Golkar atas keprihatinannya menyalurkan bantuan di tengah pandemi covid 19.

“Terima kasih Pak Supri telah mewujudkan kepedulian diri sebagai wakil rakyat terhadap warga kurang mampu di Bone yang saat ini memang tengah berjuang melawan Covid-19, hari ini karena jelang buka puasa kita serahkan sebagian dan akan kita lanjutkan besok”, tutur Emmang.

Penyerahan sembako ke warga kurang mampu dilakukan di Kecamatan Tanete Riattang, Kelurahan Watampone.

“A. Wahyu Aco sangat bersyukur karena Sahabat Super di Bone bersedia bahu-membahu menyalurkan Sembako dan Masker bantuan Pak Supri, sehingga tali kasih antara Pak Supri dan warga di tengah Pandemi Covid-19 tetap terjalin”, ujar Aco saat salurkan bantuan. (Red).

Kamis, 14 Mei 2020

Guna Amankan Stok Pangan, Petani Bone Lakukan Percepatan Tanam Usai Panen



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Sektor pertanian tak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Kita harus pastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.” Itulah kalimat yang memotivasi Poktan Sipatollong, Desa Lontara, Kecamatan Tanenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Ditengah pandemi ini Kelompok Tani Sipatokkong terus semangat melakukan kegiatan pertanian. Kamis. (14/05/2020). 


Puasa dibulan Ramadhan ini merupakan tantangan lebih setelah wabah Covid-19 yang masih mengancam negara kita. Tapi petani tetap bekerja dan harus sehat demi melindungi pangan. 

Seperti arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada seluruh insan pertanian harus tetap melakukan pekerjaannya di tengah Pandemi Covid 19, khususnya mencegah terjadinya krisis pangan.

“Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh kekurangan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan,” tegas SYL.

Senada arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Prof Dr Dedi Nursyamsi M.Agr  menyatakan bahwa masyarakat Indonesia semua butuh pangan.

"Dari pangan yang sehat dan bergizi akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Karena itulah pertanian tidak boleh berhenti,” tegas Dedi.

Di tengah kondisi pendemi Covid-19, penyuluh dan petani sebagai garda terdepan pertanian diminta selalu siap untuk tetap berproduksi dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


“Meski besok kiamat, hari ini kita tetap tanam," tandas Dedi.

 Antusias poktan ini terlihat oleh penyuluh pendamping, Fatmawati karena mereka selalu siap kerja, memiliki semangat yang tinggi dan menerima tantangan ditengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi ketersediaan pangan di daerahnya.


Fatmawati mengatakan saat ditemui dilahan bahwa beberapa waktu yang lalu petani kami sudah lakukan panen padi, dan saat ini sudah melakukan olahan lahan dan segera tanam, hal itu agar lahan tidak nganggur terlalu lama, selagi ketersediaan air tercukupi kami lakukan penanaman, sehingga ketersediaan pangan khususnya dikecamatan Tanenete Riattang ini tetap terjaga. 

"Luas lahan penanaman saat ini sekitar 25 Hektar dengan varietas mekongga, mengingat sedang masa wabah virus corona petani menggunakan mesin transplanter untuk mempercepat proses tanam, namun kami tetap bekerja sesuai protokol pencegahan Covid-19, yaitu menjaga jarak aman, pakai masker, dan selalu menjaga kebersihan tangan serta kesehatan," ujarnya. 


Mudah-mudahan protokol pencegahan tersebut dapat diterapkan tidak hanya Poktan Sipatollong, tapi juga poktan-poktan lainnya di seluruh Indonesia agar petani kita tetap bekerja dan sehat sehingga pertanian tidak berhenti. Ayo genjot terus produksi pertanian.  (BBPP-BK).

Penulis : Al AzIz
Sumber : Fatmawati (Penyuluh Pertanian Kab. Bone) / Terkelin Pinem

Rabu, 13 Mei 2020

Kelompok Tani Siamasei Bone Mulai Tanam Padi



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Wabah pandemi Covid-19 masih  mengancam stabilitas kehidupan, meskipun demikian pertanian berjalan terus. Kegiatan olah lahan, tanam, dan panen hampir terjadi secara merata di seluruh penjuru Negara Indonesia. Salah satu buktinya adalah kegiatan tanam dan panen yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Bone. Setelah dilakukan panen raya oleh Bupati Bone (12/05/2020) di Desa Barebbo, Kec. Barebbo, di lokasi terpisah pada desa yang sama sudah dilaksanakan tanam dengan Sistem Tanam Pindah menggunakan Transplanter dan Tanam Benih Langsung.

Tanam padi dilaksanakan oleh Kelompok Tani Siamasei Desa Barebbo, Kec. Barebbo, Kab.Bone pada lahan seluas 13 ha dengan menggunakan varietas inpari 42. Pelaksanaan tanam didampingi oleh Penyuluh Pertanian Erni Bayani, SP.,MP. Menurut Erni, ketersediaan air yang bersumber dari air hujan dan irigasi perlu disikapi dengan bersegera melakukan pengolahan lahan. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya musim hujan. 

"Kami terus berusaha memberikan motivasi ke petani agar semangat dalam melakukan pengolahan lahan, apalagi ada potensi kekeringan yang sudah diprediksi oleh BMKG, maka kami sebagai penyuluh harus melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman di tingkat petani, salah satunya dengan mempercepat pertanaman," tutur Erni. Rabu (13/5/2020).

Apa yang dilakukan oleh penyuluh dan petani di Kabupaten Bone sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL. Menurut SYL, dalam kondisi apapun, termasuk saat Wabah Covid-19, petani dan penyuluh harus terus bergerak untuk mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.

“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” tegas SYL.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. 

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani
Editor : Risna/Resky

Bupati Bone, "Produksi Pangan di Bone Sangat Menggembirakan



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone melaksanakan panen raya di Desa Samaelo Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Hadir dalam acara Panen raya, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama Forkopimda Kabupaten Bone. 

Menurut Bupati Bone, satu kesyukuran karena di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), petani di Bone tetap bersemangat bekerja memanen padi musim tanam Oktober-Maret.


Setelah melakukan panen, Bupati Bone melaksanakan teleconference dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Pada pelaksanaan teleconference, Bupati Bone melaporkan terkait kesiapan pangan Kabupaten Bone di tengah pandemi Covid-19.

Fahsar menyampaikan, kondisi Kabupaten Bone sangat menggembirakan. Khususnya produksi pertanian. Hal ini sejalan dengan harapan Mentan selalu surplus. Produksi rata-rata yang dihasilkan sangat menggembirakan. Hal ini berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian diperoleh provitas 8.5 ton/ha, dan untuk produksi padi 2019 hingga April 2020 mencapai 1.543.684 ton

"Kami melaporkan, di Bone baru saja melaksanakan panen raya sebelum vicon. Kurang lebih 100 hektare,” jelas Fahsar.

Sementara itu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin berujar, bahwa ada penambahan luas lahan sawah.

Diketahui, lahan sawah petani di Kabupaten Bone terdiri atas sawah irigasi seluas 42.000 hektare, tadah hujan 70.159 hektare, rawa pasang surut 5.479 hektare, dan rawa lebak seluas 924 hektare. Untuk produksi padi 2019 hingga April 2020 mencapai 1.543.684 ton.

“Saat ini kondisi di Kabupaten Bone Tiada hari tanpa panen dan tanam," ujar Sunardi. Rabu (13/5/2020).

Kegiatan Panen di Kabupaten Bone sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL. Menurut SYL, dalam kondisi apapun, termasuk saat Wabah Covid-19, petani dan penyuluh harus terus bergerak untuk mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.

“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” tegas SYL.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. 

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi. (BBPP-BK).

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Kamis, 07 Mei 2020

Mentan Tegaskan Pejuang Pangan Tetap Produksi, Poktan Sipakalebbi Panen Jagung



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Penyuluh dan Petani yang ada di Kecamatan Dua Boccoe semangat panen jagung meskipun dalam suasana puasa rhamadhan, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan pantauan dilapangan , penyuluh dan Petani masih aktif turun ke lahan, termasuk yang dilakukan oleh kelompok tani Sipakalebbi  yang ada di Desa Laccori Kecamatan Dua Boccoe, kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan didampingi penyuluh, petani semangat bekerja melakukan panen untuk menjaga ketersedian pangan tetap stabil.

Dalam kegiatan Panen jagung tersebut yang didampingi Penyuluh Pertanian Taswin dari BPP Kostratani Dua Boccoe, dilakukan oleh Poktan Sipakalebbi  dengan potensi panen 15 Ha dengan Produktivitas 7 Ton/ Ha .

Dikesempatan itu penyuluh pendamping Taswin  mengatakan, " penyuluh siap dukung program kostratani dengan selalu mendampingi petani.

"Kami penyuluh tetap bekerja seperti biasa dilapangan, memotivasi dan memberikan bimbingan kepada petani untuk menjaga ketersediaan pangan serta memberikan arahan kepada petani agar tetap waspada dengan adanya pendemi ini untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, tandas Taswin.


Masyarakat  semakin gelisah dengan pendemi covid 19 , khususnya dalam memenuhi ketersedian pangan , Namun Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah tetap menjamin stok pangan  termasuk stok jagung.

Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan menegaskan pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Apalagi panen raya serentak dilakukan untuk mengamankan pangan jutaan masyarakat Indonesia .  Sebelas komoditas strategis telah dipastikan aman menjelang puasa dan Idul Fitri.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pertanian,  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama , masalah hidup matinya suatu bangsa.

"Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid 19, tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah, dan semangat panen, Ini membuktikan pertanian tidak berhenti, " tukas Dedi.

Ditengah kondisi pendemi Covid -19 Penyuluh dan Petani sebagai garda terdepan pertanian diminta selalu siap untuk tetap berproduksi dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19.

Penulis : Erma Dewi
Sumber  data : Taswin/ BPP Dua Boccoe, Kabupaten Bone

Sabtu, 02 Mei 2020

Kiat Petani Jagung Gapoktan Mattiro Bulu Laccori Kab. Bone Tetap Bekerja dan Produktif Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Jagung merupakan tanaman kedua yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia setelah padi. Kadar karbohidrat  jagung cukup tinggi yaitu 72,4 gram/100 gram jagung dan bila dibandingkan dengan kadar karbohidrat padi sebesar 78,9 gram/100 gram beras maka tidak terdapat perbedaan yang terlalu besar dan dapat dipertimbangkan menjadi bahan pengganti beras. 

Menteri pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menyampaikan pada penyuluh pertanian, petani dan seluruh insan pertanian tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Dalam bekerja memperjuangkan ketersedian pangan diharapkan tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal demikian ditegaskan kembali oleh Kepala badan penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan keberlangsungan hidup suatu bangsa.

Untuk memenuhi harapan tersebut, meski di tengah ancaman wabah virus corona, panen jagung masih tetap dapat dilakukan. Para petani mulai memetik buah hasil kerja keras selama tiga bulan terakhir. Guna memenuhi ketersediaan pangan.

Kegiatan panen didampingi penyuluh pertanian Taswin yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mattiro Bulu Laccori Desa Laccori Kecamatan  Dua Boccoe Kabupaten Bone dengan Varietas NK 212 yang dibudidayakan seluas 8-10 Ha sementara panen 1 Ha dengan hasil panen 7 ton. 


Taswin sebagai pendamping selalu mengingatkan petani agar tetap bekerja dan produktif di tengah pandemi covid 19 dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak dan mengenakan masker sebagai pencegahan dari penyebaran virus.


Dahlan (Ketua Gapoktan) juga mengungkapkan bahwa panen kali ini berbeda dengan panen sebelumnya karena petani harus mengenakan masker, jaga jarak dan tidak terlalu berdekatan, namun hal ini tidak menurunkan semangat kami untuk tetap turun ke lahan. 

"Setelah panen ini, kami bersama anggota sepakat untuk  memulai pengolahan lahan guna percepatan tanam kembali."Pungkasnya.

Penulis : Heppy Sinaga
Sumber Data : Taswin /Penyuluh Pertanian

Kamis, 30 April 2020

Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) Turut Berpartisipasi Penyaluran Beras Ke Masyarakat Terdampak Covid- 19


Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Harga dan pasokan pangan merupakan indikator-indikator strategis yang saling terkait dan sering digunakan untuk mengetahui status distribusi pangan, permasalahan yang disebabkan oleh rantai distribusi pangan dan ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah. Permasalahan utama yang terjadi selama ini adalah tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha. Harga yang tinggi di tingkat konsumen tidak menjamin petani (produsen) mendapatkan harga yang layak, sehingga diperlukan keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun tingkat konsumen.

Sebagai solusi permanen dalam mengatasi disparitas harga pangan, Pemerintah dan Kementerian Pertanian melakukan terobosan melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Kegiatan ini  dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis dan efisiensi rantai distribusi pemasaran dengan memperpendek rantai pasok. Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang dibuat Pemerintah untuk menahan gejolak harga pada saat suplai melimpah maupun kurang ditengah pandemi Covid-19 ini. Kamis (30/4/2020).

Saat ini Gapoktan Lontara melakukan panen di area 235 Ha, dengan Provitas 8 Ton/Ha yang berlokasi di Kecamatan Tanette Riattang. Kelompok Tani ini ikut berpatisipasi aktif dengan menyalurkan beras produk hasil pertaniannya kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura  dan Perkebunan Kabupaten Bone serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, kegiatan ini dapat berdampak positif kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Kepala Dinas Sunardi Nurdin ikut mendukung kegiatan tersebut. Karena dengan kegiatan itu kita juga membantu strategi sektor pertanian dalam membantu menghadapi Covid-19. Medsos BBPP-BK.

Senin, 27 April 2020

Meski Wabah Covid-19, Petani di Kab. Bone Terus Lakukan Panen Padi



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Ketersediaan pangan, khususnya beras yang merupakan makanan pokok masyarakat kita menjadi penting untuk tetap selalu ada di tengah mewabahnya virus covid-19. 

Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan. 

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

"Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi. 

Dedi menambahkan pula bahwa,"untuk dapat terus aktif bekerja, insan pertanian harus selalu sehat dan menjaga kesehatan diri dan keluarga dan lingkunganya.

Pesan inilah yang selalu memotivasi para petani dan penyuluh untuk tetap beraktivitas di lahan, sama seperti sebelum mewabahnya virus covid-19. 

“Kami tetap turun mendampingi petani dalam kegiatan budidaya dan panen, ini tupoksi kami sebagai penyuluh. 


"Ke-khawatiran ada, namun ini di tepis dengan cara menerapkan protokol kesehatan saat turun ke lapangan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan, “ Kata Andi Sepalawan yang kerap di sapa Asep Penyuluh Pertanian Desa Awang Cenrana saat ditemui mendampingi petani di wilayah binaannya melakukan panen padi, Senin (27/4/2020).

Saat ini musim panen masih berlangsung di beberapa daerah di Sulawesi Selatan,  salah satunya di Kabupaten Bone, tepatnya di Kelompok Tani Mappideceng, Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana. 

Informasi dari Pak Asep selaku penyuluh pendamping,  luas panen di wilayah kelompok tani Mappideceng adalah 40 Ha. Varietas yang ditanam adalah ciherang dengan produktivitas kurang lebih 6 ton / Ha. 


Pemanenan dilakukan dengan menggunakan Combine Harvester, sehingga pekerjaan pemanenan lebih cepat selesai dan tingkat kehilangan hasil lebih kecil serta jumlah orang yang dibutukan untuk kegiatan panen tidak banyak sehingga meminimalkan interaksi orang-orang di lahan.

Hasil panen petani ini biasanya sebagian disimpan untuk konsumsi rumah tangga, sebagian dijual ke pedagang pengumpul. 

Saat ini harga gabah Rp. 4.300 /kg. “Insya Allah setelah panen akan dilakukan penanaman padi lagi oleh petani. Ini sesuai arahan pak Mentan agar jangan sampai ada lahan yang menganggur lama,” tutur Asep.(RSN) BBPP-BP.

Rabu, 22 April 2020

Kasdar : Pengusaha Tani Millenial Berharap Usaha Meningkat dan Tak Ada Kendala Ditengah Covid 19



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Indonesia yang merupakan negara agraris yang kaya akan sumberdaya alam membuat sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam.

Saat ini, peran generasi muda dibidang pertanian sangat dibutuhkan, terlebih persepsi kebanyakan orang mengenai pertanian yang kotor, menguras tenaga dan penghasilan kecil harus segera diubah. 

Saat ini pertanian sudah berkembang, sudah banyak inovasi teknologi yang berkembang dan memudahkan petani dan banyak petani berdasi yang sukses dengan penghasilan yang tinggi sehingga melahirkan petani muda milenial yang keren dan kekinian serta menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda lainnya.  

Peran penting generasi muda saat ini mendorong Kementerian Pertanian untuk menarik minat anak muda untuk terlibat dalam program petani milenial.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan. 

Wabah covid 19, bagi petani dan penyuluh tidak menyurutkan langkah mereka untuk menjadi garda terdepan bidang pertanian untuk tetap bekerja memenuhi kebutuhan pangan bangsa Indonesia. 

Mengutip Pernyataan Menteri Pertanian “saat pandemi covid 19 yang masih dihadapi sejumlah negara termasuk Indonesia, sektor pertanian semakin dibutuhkan untuk memenuhi ketahanan pangan. Pertanian seperti apa yang dibutuhkan, pertanian yang efektif, efisien dan transparan yang dapat dilakukan melalui petani milenial yang modern, ” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi melalui aplikasi zoom dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, menambahkan, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. 

"Sumberdaya Manusia Pertanian merupakan penggerak utama pembangunan pertanian. Untuk itu kita harus mampu mencetak generasi muda dibidang pertanian yang maju, mandiri dan modern, " tegas Kepala BPPSDMP. 

Petani muda milenial tersebar diseluruh pelosok Indonesia, dan salah satunya adalah Kasdar, petani milenial dari Kabupaten Bone tepatnya di Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko dan merupakan Ketua kelompoktani Tanah Litae. 

Diusianya yang menginjak 29 tahun, Kasdar telah memiliki beberapa usaha dibidang pertanian. Usaha yang dimilikinya adalah penggilingan padi dan jasa dalam membantu pemanenan padi. Usaha penggilingan padi sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu dan dirintis oleh orangtuanya. 

Namun karena keterbatasan usia yang sudah tua, usaha ini dilanjutkan olehnya sedangkan usaha bidang jasa pemanenan padi dengan menggunakan Combine Harvester sebanyak 2 unit sudah dirintis sendiri oleh beliau sejak tahun 2018. 

Untuk pemasaran beras dari usaha penggilingannya, sejak Bulan Februari Tahun 2020 sudah dikirimkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 400 ton dan biasanya pada bulan Agustus, pemasarannya sampai pada wilayah NTT, Surabaya, Sorong dan Papua. 


Dari hasil wawancara via telepon dengan Ismail,SP, penyuluh pertanian sekaligus Koordinator PPL-BPP Salomekko Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Prov.Sulsel berujar bahwa “Penyuluh sebagai pendamping dan motivator bagi petani terutama petani muda milenial untuk bisa menjadi pengusaha  muda dibidang pertanian”, Rabu (21/4/2020).

“Motivasi selalu kami berikan kepada petani binaan kami, untuk tetap produktif dan bekerja memenuhi kebutuhan pangan dan memenuhi pendapatan mereka. Bentuk pendampingan yang kami lakukan saat ini adalah membantu mereka dalam menyusun dan menghitung analisa usahataninya dan membantu petani sekitar untuk mendapatkan harga yang layak dan menguntungkan kedua belah pihak saat transaksi dengan pak Kasdar. Selain pak Kasdar, masih banyak lagi petani milenial lainnya yang punya tekad untuk memenuhi kebutuhan beras baik dalam daerah Bone sendiri maupun untuk skala Nasional,” ujar Ismail. 

Harapan Kasdar sendiri sebagai petani milenial, berharap semoga kedepannya usahanya ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala walau ditengah covid 19. 

“Terimakasih kami ucapkan kepada penyuluh dan Pak Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, yang telah banyak memberikan bantuan dan motivasi kepada kami. Semoga kedepannya, usaha kami ini bisa membantu masyarakat dan memenuhi kebutuhan beras baik dalam Provinsi Sulawesi Selatan maupun diluar Provinsi Sulawesi Selatan,” tutur Kasdar. (QQ/Al -Az) BBPP-BK.

Jumat, 17 April 2020

Penyuluh Produktif Ditengah Pandemi Covid 19


Sigapnew.com, Bone (Sulsel) - Oryza sativa atau lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dengan nama Padi, merupakan tanaman primadona yang oleh masyarakat kita dijadikan sebagai pangan pokok dan mayoritas lahan petani digunakan untuk membudidayakan tanaman ini.

Kepopuleran tanaman padi ini, menjadikannya sebagai salah satu program utama Kementerian Pertanian yaitu untuk meningkatkan produksi padi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang selalu menyampaikan untuk tetap produktif ditengah pandemi covid-19.

"Sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Kita harus pastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,"kata Mentan.

Dalam berbudidaya padi, langkah kegiatan yang harus dilakukan mulai dari memilih varietas benih, melakukan pengolahan tanah, penyemaian sampai pada proses panen diharapkan senantiasa didampingi oleh penyuluh.

Hal senada dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi senantiasa mengingatkan bahwa Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. "Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” tegasnya mengingatkan.

Dari ketegasan tersebut, salah satu Penyuluh Pertanin yang tetap aktif mendampingi petani di tengah Wabah Covid-19 adalah Fatmawati, SP, penyuluh dari BPP Tanete Riattang, Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Fatmawati melakukan pendampingan pada saat kegiatan Penyemaian kepada Kelompok Tani Sipatokkong yang ada di Desa Lontara, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Adapun Varietas padi yang di semaikan tersebut yakni jenis Varietas Mekongga dengan luas tanam 25 ha.

"Dari himbauan Bapak Kepala BPPSDMP bahwa penyuluh pertanian harus aktif mendampingi petani agar pangan tetap berjalan, sehingga meskipun di tengah menyebarnya virus Corona, tak menghalangi kami bersama petani untuk tetap melakukan penyemaian padi," tandas Fatmawati.

"Dengan melihat kondisi petani yang tetap aktif justru menjadi penyemangat bagi kami untuk selalu aktif mendampingi mereka yang tentunya dengan tetap memperhatikan himbauan protokoler pencegahan covid 19 pada saat turun kelahan,” pungkas Fatmawati. (Pinem/QQ/JML) BBPP-BK.

Minggu, 12 April 2020

Meskipun Penuh Resiko, PPL dan Petani di Bone Kompak Panen Padi di Tengah Covid 19

Pemanenan dilakukan dengan menggunakan Combine Harvester (Foto Al-Az)

Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Ketersediaan pangan, khususnya beras yang merupakan makanan pokok masyarakat kita menjadi penting untuk tetap selalu ada di tengah mewabahnya virus covid-19.

Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan.

Pesan ini dipertegas kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, bahwa petani dan penyuluh harus terus bekerja dan untuk bisa terus bekerja, harus selalu menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran protokol dari Kementeria Kesehatan.

Pesan inilah yang selalu memotivasi para petani dan penyuluh untuk tetap beraktivitas di lahan,  seperti halnya sebelum mewabahnya Covid-19.

Musim panen masih berlangsung di beberapa daerah di Sulawesi Selatan,  salah satunya di Kabupaten Bone, tepatnya di Kelompok Tani Mappideceng, Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana.

Informasi dari Penyuluh Pertanian Desa Awang Cenrana, Andi Sepalawan yang biasa dipanggil Asep bahwa luas panen di wilayah Kelompok Tani Mappideceng adalah seluas 40 Ha, Senin (13/4/2020). 

Menurutnya, Varietas yang ditanam adalah jenis padi Ciherang dengan produktivitas kurang lebih 6 ton / Ha.

Pemanenan dilakukan dengan menggunakan Combine Harvester, sehingga pekerjaan pemanenan lebih cepat selesai dan tingkat kehilangan hasil lebih kecil.

Semangat PPL dan Petani nampak terlihat dalam pemanenan demi ketersediaan pangan, walaupun penuh resiko di tengah wabah Covid 19.

“Kami tetap turun ke lapangan untuk memantau kegiatan pertanian, meskipun penuh dengan resiko di tengah wabah virus Corona, ujar Asep.

"Ini adalah tupoksi kami, bersama-sama petani  untuk menjaga ketersediaan pangan, doakan kami selalu sehat,” pungkasnya. (RSN-JML) BBPP-BK.

Sabtu, 11 April 2020

PPL Hasanuddin : Panen Kedelai Varietas Argomulyo di Kab.Bone Untuk Memenuhi Ketersediaan Pangan Tradisional Dagri


Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Kedelai adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang merupakan bahan dasar pembuatan makanan tradisional yang menjadi makanan favorit bagi keluarga Indonesia. 

Pangan tradisional tersebut yang merupakan pangan sehat antara lain  tahu, tempe dan kecap sebagai olahannya. 

Disamping itu kedelai juga merupakan sumber protein nabati dan minyak nabati dunia. 

Di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan pembuatan panganan tradisional yang berbahan dasar kedelai tersebut, sebagian besar kebutuhan dalam negeri masih diimpor langsung dari negara Amerika. 

Sementara saat ini di tengah terpaan Wabah Virus Corona untuk memenuhi kebutuhan dalalam negeri (Dagri), Kelompok Tani Anugrah telah melakukan panen komoditas Kedelai sejak tanggal 6 April 2020 lalu yang bertempat di Kelurahan Mattirowalie Kecamatan Tanete Riatang Barat Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Menurut Penyuluh Pertanian yang membina DI wilayah kelurahan Mattirowalie, Hasanuddin, S.TP bahwa kedelai yang ditanam oleh masyarakat tani ini adalah Varietas Argomulyo dengan luasan penanaman sekitar 10 hektar dengan Produksi yang dihasilkan rata-rata 1,76 ton/ ha. 

Dikatakannya, "Walaupun kita dilanda musibah Wabah Corona namun pertanian harus terus maju, tidak tinggal diam dan pantang menyerah, tegasnya.

Ini dilakukan sambungnya, Sebagaimana himbauan Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo, agar para Penyuluh Pertanian, Petani, dan seluruh insan pertanian  tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan Rakyat Indonesia dan dalam bekerja memperjuangkan ketersediaan pangan supaya tetap menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ungkap Hasanuddin, Ahad (12/4/2020).


Selain itu Hasanuddin menuturkan bahwa, panen kedelai yang di lakukan oleh kelompok tani Anugrah ini salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan tradisional dalam negeri (Dagri), tandasnya.

"Semoga Pertanian akan terus berkesinambungan untuk menjaga ketahanan pangan Nasional ditengah cobaan yang melanda dunia, pungkas Hasanuddin. (BDP/ERM/JML) BBPP - BK.

Selasa, 07 April 2020

Tingkatkan Produksi Pangan, Klp Tani di Salomekko Kab.Bone Lakukan Panen Jagung



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya Kabupaten Bone menjadi pioner produsen benih jagung hibrida di kawasan timur. 

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir.H.Sunardi Nurdin, M.Si .


Dalam pengembangan komoditas jagung hibrida di kabupaten Bone Kadis Pertanian dan Holtikultura dan perkebunan dengan senantiasa memberikan motivasi kepada petani untuk giat melakukan penanaman jagung hibrida. 

Covid 19 tidaklah mempengaruhi aktivitas petani dan penyuluh dilapangan untuk tetap melakukan panen. 


Dua kelompok tani di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone melakukan panen Jagung. Rabu. (08/04).

Kelompok tani tersebut diantaranya adalah kelompoktani Samaenre, Desa Gattareng dengan varietas jagung Bisi-18, dengan luas lahan 9 Ha, dan produktivitas mencapai 9 Ton/Ha untuk jagung pipil kering.

Sedangkan untuk kelompok tani Batu Pute Desa Gattareng dengan varietas jagung Bisi 228, dengan luas lahan 8 Ha, dan produktivitas mencapai  7 Ton/Ha. 

Panen jagung tersebut didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Muh. Anis dan Koordinator PPL-BPP Salomekko Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Prov. Sulsel yaitu Ismail, SP. Selaku Koordinator Penyuluh.

“Sebagai petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Salomekko tidak ada kata lelah untuk senantiasa mendampingi petani beraktivitas dilapangan agar produksi pangan terus meningkat sekalipun ditengah bencana Covid 19. 

PPL dan petani adalah tulang punggung Negara sebagai garda terdepan dibidang pangan untuk menjamin kualitas maupun kuantitas pangan Negara”, ungkap Ismail, Rabu 8/4/2020).

Ismail juga mengingatkan kepada PPL dan petani untuk tetap waspada dengan adanya Pandemi Covid 19 ini, agar selalu menjaga kesehatan dengan jalan konsumsi vitamin dan menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan dan kebersihan lingkungan sekitar. 

Kementerian Pertanian senantiasa mendampingi dan menggerakkan pelaku utama dilapangan untuk tetap  semangat menyediakan pangan bagi Bangsa Indonesia. 

Kita tak boleh kalah karena wabah, mari kita saling menjaga. Menjaga pangan kita untuk selalu tersedia bagi 267 juta jiwa masyarakat Indonesia, dan menjaga kesehatan diri dan lingkungan kita.(QQ-Al Az) BBPP-BK.

Selasa, 17 Maret 2020

BBPP Batangkaluku Bersama P4S KWT An-Nisa Ghoniy Bone Selenggarakan Pemagangan Budidaya Bawang Merah Bagi Petani


Sigapnews.com, Gowa (Sulsel) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) KWT An-Nisa Ghoniy yang berlokasi di Kabupaen Bone menyelenggarakan Pemagangan Budidaya Bawang Merah Bagi Petani. Selasa 17/3.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh 20 peserta yang masing-masing berasal dari perwakilan Kelompok Tani dari Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kecamatan Palakka, Kecamatan Dua Buccoe, Kecamatan Barebbo dan Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone.

Pemagangan tersebut berlangsung selama dua hari ini yakni dari tanggal 16 hingga 17 Maret yang di buka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone Ir. H. Sunardi Nurdin, M.Si. 

Menurut Kadis Pertanian Kabupaten Bone pada kesempatan itu mengatakan bahwa " pemagangan ini di anggap penting oleh pemerintah daerah setempat, karena langsung fokus terhadap permasalahan yang di hadapi oleh petani bawang merah di kabupaten Bone mengingat komoditi Bawang Merah di Kabupaten Bone perlu di kembangkan lagi, katanya saat menyampaikan sambutan.


Dikatakannya bahwa Pemerintah Daerah berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bagi kelompok tani yang telah mendapatkan ilmu saat ini dapat menyebarkan ilmu yang didapatkan ke kelompok/petani lainnya khususnya di Kecamatan Awangpone, imbuh H.Sunardi Nurdin. 

“Tentunya kami sangat senang mengikuti kegiatan permagangan seperti ini karena mendapatkan informasi – informasi terbaru tentang budidaya bawang merah hingga pengendalian hama,” kata Muh. Junaid salah satu peserta.

“Semua ini didukung oleh fasilitator yang ahli dibidangnya masing – masing, Mudah – mudahan apa yang disampaikan selama pemagangan ini bisa diserap oleh peserta dan bisa menjadi tolak ukur peningkatan hasil bawang merah di Kabupaten Bone sehingga dapat mendukung program gratieks yang dicanangkan Mentan, harap Bunyamin salah satu petani sukses komoditi bawang merah.(Al-Az).
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved