-->

Rabu, 08 Desember 2021

Dinilai Berpotensi Terjadi Bencana, Kades Paroto Pindahkan 2 Rumah Warga


Soppeng, Sigapnews.com,-Akibat insentitas hujan yang sangat tinggi sehingga sejumlah wilayah khususnya di kecamatan Lilirilau kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan terendam air sebagai akibat dari meluapnya sungai WalanaE.

Termasuk di wilayah Desa Paroto kecamatan Lilirilau sebagian pemukiman warga juga dipenuhi genangan air meski tak begitu tinggi hingga ke dasar lantai rumah penduduk berupa rumah panggung tersebut.


Namun dengan kondisi demikian, kekwatiran pemerintah Desa Paroto dengan pemikiran bakal berpotensi terjadi bencana khususnya rumah warga di sekitar bantaran Sungai sehingga dengan inisiatif Kepala Desa Paroto Makmur, S.IP mengkomunikasikan hal itu kepada kepala Dusun dan Babinsa bersama warga yang berada di kampung Cempa.

Kepala Desa Paroto Makmur mengungkapkan, "Kemarin, hari Selasa 7 Desember arus air sungai walanaE meluap deras dan hari ini Alhamdulillah sudah surut, ucapnya.


Dengan kondisi yang sudah surut maka kami pemerintah Desa bersama Babinsa Sertu Herianto yang dibantu warga mengevakuasi 2 rumah penduduk yang berada di pinggir sungai yang sangat berpotensi terjadi bencana, tutur Makmur.

"Iya, 2 rumah warga tersebut dipindahkan ke lokasi lain, dan hal itu dilakukan karena sudah hampir jatuh di sungai yang di kwatirkan ketika air sungai terus tak terelakkan dan mengikis daratan sekitar rumah warga akan menimbulkan bencana bagi warga, tandasnya.

Selain itu di kwatirkan akan terjadi banjir susulan, terang Kades Paroto.

Olehnya itu dengan gerak cepat kami mengambil langkah bersama Babinsa dan warga bergotong royong pindahkan rumah warga, pungkas Kades Paroto.

Published : Edil Rauf

Rabu, 03 November 2021

Ini Detik-Detik Ketua DPRD Bangka Babel Iskandar Diterkam Buaya

Illustrasi

Bangka (Babel), Sigapnews.com,-Kasus serangan buaya kembali terjadi di Bangka Belitung, kali ini
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Iskandar menjadi korban serangan buaya.

Kaki kiri Iskandar sempat digigit buaya, namun, Iskandar dapat melepaskan gigitan buaya tersebut dan selamat, meski menderita luka kecil.

Peristiwa ini terjadi saat Iskandar sedang mencuci tangan di selokan air yang berada di kebun sawit miliknya di Merawang, Bangka, pada Senin (1/11/2021), sekitar pukul 17.00 WIB.

Tiba-tiba, buaya sepanjang 2 meter menyerang dan menggigit kaki kiri Iskandar.

“Buaya berhasil menggigit kaki kiri, tetapi tidak terlalu parah, ujar Iskandar.

Kaki Iskandar yang digigit buaya (Ist).

"Kejadiannya saat saya hendak mencuci tangan di selokan air, setelah selesai menebar pupuk kelapa sawit,” ungkap Iskandar dikutip dari Antara, Selasa (2/11/2021).

Iskandar sempat berteriak meminta tolong, namun, gigitan buaya berhasil lepas setelah Iskandar berusaha mengibaskan kakinya.

“Saya berteriak minta tolong saat buaya berusaha menggigit kaki, akibatnya terdapat luka di bagian kaki dengan celana sobek akibat gigitan buaya,” ulas dia.

Setelah terjadi serangan buaya, Iskandar langsung mendapat perawatan dari tim medis di Rumah Sakit Depati Bahrin Sungailiat.

Iskandar berencana memanggil pawang buaya untuk menangkap binatang buas tersebut.

“Saya sudah mengundang pawang buaya untuk melakukan penangkapan sore ini dan diperkirakan buaya di selokan itu lebih dari satu ekor,” Pungkas Iskandar.

Senin, 30 Agustus 2021

Terbukti Langgar Etik, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dijatuhi Sanksi Pemotongan Gaji 40 Persen

Sidang Dewa Pengawas KPK, Wakil Ketua Kapak Lili Pintauli dijatuhi Sanski pemotongan gaji 40 % selama setahun (Ist).

Jakarta, Sigapnews.com,- Dewas KPK membacakan vonis terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Ada dua perbuatan Lili Pintauli Siregar yang terbukti melanggar etik, yakni yang pertana adalah menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi.

Kedua, berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial, padahal saat itu statusnya adalah orang yang berperkara di KPK. 

Penyalahgunaan Pengaruh untuk Kepentingan Pribadi
Dalam paparannya, Dewas KPK memaparkan bahwa Lili Pintauli Siregar mengenal Syahrial pada saat satu pesawat pada Februari-Maret 2020. 

Wakil ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Ist).

Saat itu, Lili Pintauli dan Syahrial dalam perjalanan dari Kualanamu Medan ke Jakarta.

Syahrial yang mengetahui Lili Pintauli pimpinan KPK mengenalkan diri dan sempat swafoto.

Usai pertemuan itu, Lili menceritakan kepada Syahrial soal masalah adik iparnya yang merupakan eks Direktur Utama PDAM Tanjung Kualo, Tanjungbalai, Ruri Prihatini Lubis.

Adiknya saat itu belum mendapatkan uang jasa pengabdian dari PDAM dan Syahrial pun berjanji akan mengecek kepada Direktur PDAM yang sedang menjabat.

Belakangan, uang jasa pengabdian Ruri pun cair dengan dicicil yang totalnya Rp 53,3 juta sebelumnya tersendat 8 bulan.

Namun, sebelumnya ternyata Lili pernah menyarankan Ruri menyurati Direktur PDAM Tirta Kualo dengan menembuskannya ke KPK.

Akan tetapi Dewas KPK menyatakan hal itu berlebihan dan tidak ada hubungannya dengan tugas dan kewenangan KPK.

Komunikasi dengan M. Syahrial
Lalu, sekitar bulan Juli 2020, Lili menghubungi saksi M. Syahrial ketika dia melihat berkas jual beli jabatan di Tanjungbalai atas nama saksi M. Syahrial di atas mejanya.

“Ini ada namamu di mejaku, bikin malu Rp 200 juta masih kau ambil,” ujar anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menirukan percakapan Lili ke M. Syahrial dikutip dari kumparan.

Pada bulan Oktober, Syahrial kembali menghubungi Lili Pintauli untuk menanyakan informasi adanya penyidik KPK yang sedang menggeledah di Labuhanbatu Utara.

Lili Pintauli menyarankan Syahrial untuk berkonsultasi dengan pengacara Arif Aceh (sebelumnya disebut Fahri Aceh) ketika dia meminta bantuan.

Dewas KPK menyebut bahwa Lili Pintauli bisa menolak permohonan bantuan Syahrial. 

Namun, ia malah membantu dengan cara mencarikan pengacara.

Atas perbuatan tersebut, Lili terbukti melanggar prinsip Integritas yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Berikut bunyinya: ‘Insan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui perkaranya sedang ditangani oleh Komisi kecuali dalam rangka pelaksanaan tugas dan sepengetahuan Pimpinan atau atasan langsung‘.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean akhirnya menghukum Lili dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40% selama 12 bulan.

KPK OTT Bupati Probolinggo dan Suami, Begini Kronologisnya

KPK saat konferensi pers terkait penangkapan Bupati Probolinggo dan Suami (Ist).

JAKARTA, Sigapnews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 10 orang di Kabupaten Probolinggo pada Senin (30/8/2021).

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin. Hasan merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Nasdem.

Mereka diduga terlibat dalam kasus suap terkait jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada 2019.

Selain Bupati dan suaminya, KPK juga mengamankan Camat Krejengan Doddy Kurniawan, Kepala Desa Karangren Sumarto, dan Camat Kraksaan Ponirin.

Kemudian, Camat Banyuayar Imam Syafi’i, Camat Paiton Muhamad Ridwan, Camat Gading Hary Tjahjono, serta dua orang Ajudan bernama Pitra Jaya Kusuma dan Faisal Rahman.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, OTT bermula dari laporan masyarakat pada 29 Agustus 2021 soal dugaan suap yang dilakukan Doddy Kurniawan dan Sumarto kepada Hasan.

Sebelumnya, menurut Alex, Doddy dan Sumarto telah menyiapkan proposal usulan nama calon pejabat kepala desa serta menyepakati sejumlah uang untuk diserahkan kepada Hasan.

Uang tersebut diduga merupakan suap terkait seleksi dan pembubuhan paraf sebagai tanda bukti persetujuan yang mewakili Puput selaku Bupati.

"Saat diamankan oleh Tim KPK, DK (Dody Kurniawan) dan SO (Sumarto) membawa uang sejumlah Rp 240 juta dan proposal usulan nama untuk menjadi pejabat kepala desa yang diduga berasal dari para ASN di Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang menginginkan posisi kepala desa di beberapa wilayah,” ujar Alex dalam konferensi pers, Selasa (31/8).

Sementara itu, Alex menuturkan, KPK mengamankan Muhamad Ridwan dan uang sejumlah Rp 112,5 juta di kediaman pribadinya, wilayah Curug Ginting, Kecamatan Kanigarang.

Kemudian, KPK menangkap Hasan, Puput, Hary Tjahjono, dan dua orang ajudan bernama Fasial Rahman dan Pitra Jaya Kusuma di sebuah rumah.

Selanjutnya mereka dibawa ke Polda Jawa Timur untuk dimintai keterangan dan diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Adapun barang bukti, yang saat ini telah diamankan, di antaranya berbagai dokumen dan uang sejumlah Rp 362,5 juta," ucap Alex.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Puput Tantriana Sari, Hasan Aminudin, Doddy Kurniawan, dan Muhamad Ridwan sebagai tersangka penerima suap.

Selanjutnya, terdapat 18 tersangka pemberi suap, yakni Sumarto, Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im dan Akhmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Samsuddin.

Para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Adapun tersangka yang diduga menerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. (Edil Rauf).

Rabu, 12 Mei 2021

Hindari Pengendara Motor, Mobil Rush Tabrak Pohon, Kapolsek Pammana langsung Ke TKP.

Hindari Pengendara Motor, Mobil Rush Tabrak Pohon, Kapolsek Pammana langsung Ke TKP (foto ope)

Wajo (Sulsel). Sigapnews.com - Mobil Toyota Rush Dengan No Pol DW 1016 LD warna Hitam Menabrak Pohon Kayu Cina usai menghindari sepeda motor dari arah berlawanan di jalan poros Sengkang Wajo tepatnya di Depan Islami Center Ulugalung Desa Lempa Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. Rabu 12/05/2021 Siang.

Diketahui Pengendara Mobil Toyota Rush Tersebut Berinisial H. Muhammad Arsyad S.Pd. beralamat Desa Welado Kecamatan Ajangale Kab.Bone sedangkan pengendara sepeda motor tidak diketahui identitasnya karena langsung pergi meninggalkan lokasi  kejadian. 

Kapolsek Pammana Iptu Andi Amiruddin saat di temui di TKP  membenarkan kejadian tersebut bermula lelaki Muh Rasyad S.Pd mengendarai mobilnya dari arah sengkang ke Bone.

"Tiba-tiba dari arah depan datang sepeda motor sehingga Lelaki Muh.Arsyad membanting mobilnya kearah kanan untuk menghindari tabrakan yang mengakibatkan mobil menabrak pohon kayu cina dan membuat mobil rusak berat pada bagian depan”.tandas Kapolsek.

Kapolsek Menambahkan atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa “pengendara mobil selamat dan hanya mengalami luka ringan , tutup Kapolsek.

Rabu, 28 April 2021

Penyaluran Bantuan Masjid Al-Furqan Jera'E Tahap II, Tim Amal BKKS dan Kitabisa.Com


Tim Amal BKKS saat penyaluran (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Sigapnews.com,-Lembaga Kemanusiaan Tim Amal BKKS bekerja sama Kitabisa.com
menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Furqan JeraE yang ada di Kelurahan Bila Kec. Lalabata Kab. Soppeng, Rabu ( 28/04/2021)

Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang terkumpul melalui platform penggalangan dana Kitabisa.com bersama Tim Amal BKKS

Ketua Lembaga Kemanusiaan Tim Amal BKKS Umar Boi, ST menyampaikan bahwa dana yang disalurkan sebelumnya Rp. 100.000.000 sedangkan Tahap ke-2 ini dana terkumpul lewat penggalangan Dana secara online Rp.50.086.085 sedangkan dana yang masuk lewat Rekening dan Amplop di Tim Amal BKKS Rp.1.677.000

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Furqan Jera'e, Muhammad Arsyad Makmur, M.Pd menerima langsung bantuan yang diserahkan Abdul Rasyid selaku Penasehat Tim Amal BKKS serta mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. "Semoga ukhuwah antar sesama umat semakin terjalin". Kami mendoakan untuk para donatur yang telah menginfaqkan sebagian rezekinya akan menjadi amal ibadah dan semoga rezekinya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Amin

Turut hadir dalam Penyaluran bantuan Masjid Al-Furqan Soppeng Penasehat dan Pembina Tim Amal BKKS, Pengurus Masjid dan Tokoh Masyarakat.

Sumber : Humas Tim Amal BKKS

Dituduh Meludahi dan Menghina Anggota BPD, Kepala Desa Kombikuno: Itu Tidak Benar


La Ode Rifin Kepala Desa Musdin kabupaten Muna Barat Sultra (Foto Istimewa)

Muna Barat (Sultra), Sigapnews.com, - Setelah beredar di media sosial  mengenai Kepala Desa Kombikuno menghina salah seorang anggota BPD atas nama La Ode Rifin, Kepala Desa kombikuno angkat suara, "saya juga heran bagaimana mungkin saya mau melakukan penghinaan itu kepada mitra pemerintah desa, kalau salah paham itu benar, tapi kalau hinaan itu tidak benar, ujarnya Rabu (28/4/2021)

Jadi apa yang berkembang di media sosial, itu tidak benar, ungkap kepala desa kombikuno saat diwawancarai.

Selanjutnya mengenai informasi disalah satu media online bahwa saya  meludahi  dan menghina salah satu anggota BPD itu tidak benar, kepala desa dan BPD adalah mitra mana mungkin saya lakukan itu, dan apa yang terjadi dimasyarakat kalau hal itu terjadi, tandasnya.

"Memang benar kami berdebat dengan salah satu anggota  BPD tetapi persoalan saya menghina atau meludahi itu tidak benar, kami hanya adu pendapat sehingga percikan air liur mungkin kena tampiasnya karna jarak antara saya dengan dia dekat sekali, jelasnya.

Kepala Desa Kombikuno La Ode Musdin mengatakan, "Saya juga heran karena persolan perdebatan rapat didesa dibesar besarkan sampai dilaporkan polisi, apa dasarnya mereka laporkan, bukti apa mengenai menghina dan meludahinya. Tutur Kades Kombikuno dengan wajah keheranan.

Kemudian Kepala desa 2 periode ini menyampaikan, "Memang benar saya memanggil BPD untuk rapat internal dulu, sebelum kita rapat dengan masyarakat,
namun belum kita bicara apa apa salah satu anggota BPD menyampaikan bahwa Kepala desa ada yang dia sembunyikan sehingga terjadi perdebatan, akhirnya rapatpun tertunda sekitar 1 jam karena salah satu anggota BPD melapor polisi.

Anehnya setelah melapor polisi BPD kembali di Balai Desa melanjutkan rapat, ini kan aneh !! ungkap  La Ode Musdin.

Dirinya berharap kejadian tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi saat ini masih dalam momen bulan ramadhan 1442, Imbuhnya.

"Karena jika BPD dan Kepala Desa selalu saling menyalahkan dan mencari kesalahan, maka yang hancur adalah masyarakat di dalam desa, Pungkasnya.


Reporter: Kardono

Minggu, 25 April 2021

KRI Nanggala 402 Ditemukan Terbelah Tiga Bagian


KRI Nanggala 402 (Foto Istimewa)

Jakarta, Sigapnews.com,-KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan Bali dan seluruh awaknya dinyatakan gugur. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah menjadi 3.

Yudo mulanya menyampaikan pencarian KRI Nanggala-402 dilakukan oleh KRI Rigel dengan menggunakan multibeam echosounder untuk mendeteksi citra bawah air.

Pendeteksian itu juga dibantu oleh MV Swift Rescue dari Singapura. MV Swift Rescue mengeluarkan ROV untuk menindaklanjuti kontak bawah air.


“ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur yaitu yang tepatnya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter,” ujar Yudo dalam konferensi pers di Bali, Minggu (25/4/2021).


Ditemukan bagian-bagian dari KRI Nanggala-402. Yudo memastikan KRI Nanggala-402 terbelah.

“Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi 3 bagian,” jelas Yudo.(Edil Rauf)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved