-->

Sabtu, 16 Mei 2026

Menuju Jakarta, Supriansa Tinggalkan Jejak Politik Keteduhan di Bumi Latemmamala

Soppeng, Sigapnews.com, Langkah politik Supriansa menuju Jakarta kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Soppeng. Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak dan berbagai agenda penting yang kini dijalankannya di tingkat pusat, masyarakat Bumi Latemmamala ternyata masih menyimpan ruang ingatan tersendiri terhadap sosok yang selama ini dikenal dengan gaya politik yang teduh dan elegan.

Bagi sebagian masyarakat Soppeng, Supriansa bukan hanya dipandang sebagai figur politik semata. Ia dinilai sebagai tokoh yang mampu menjaga komunikasi lintas kalangan dengan pendekatan yang lebih cair, santun, dan mengedepankan suasana kebersamaan di tengah kerasnya persaingan politik daerah.

Karakter politik yang merangkul itu menjadi salah satu alasan mengapa namanya hingga kini masih sering diperbincangkan dalam berbagai ruang diskusi masyarakat. Mulai dari warung kopi, pertemuan komunitas, hingga percakapan santai di tengah masyarakat, jejak politik Supriansa masih menjadi bagian dari cerita politik lokal yang terus dikenang.

Di tengah situasi politik yang mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Soppeng, nama Supriansa kembali beberapa kali muncul dalam berbagai pembicaraan publik.

Menariknya, penyebutan nama tersebut bukan dalam konteks pertarungan politik secara terbuka, melainkan lebih sebagai simbol dari gaya kepemimpinan yang dianggap mampu menjaga keseimbangan dan keteduhan di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif.

Sejumlah kalangan masyarakat menilai bahwa dalam perjalanan politik daerah, keteduhan sering kali menjadi sesuatu yang mahal. Politik bukan sekadar soal perebutan posisi dan kemenangan sesaat, tetapi juga bagaimana seorang tokoh meninggalkan kesan baik dan mampu menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Politik itu bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat,” ujar seorang warga Soppeng dalam sebuah perbincangan santai. Minggu (17/5/2026).

Pernyataan tersebut seolah menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat masih memandang perjalanan politik Supriansa hingga hari ini. Sosoknya dinilai mampu menghadirkan suasana politik yang tidak terlalu gaduh, namun tetap memiliki pengaruh dalam menjaga ritme komunikasi di tengah masyarakat.

Di Soppeng sendiri, budaya politik masyarakat memang memiliki warna tersendiri. Nilai sipakatau, saling menghargai, dan menjaga hubungan sosial masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, publik cenderung lebih menyukai pendekatan politik yang tidak terlalu konfrontatif dan tetap mengedepankan etika dalam perbedaan pilihan politik.

Dalam berbagai momentum politik sebelumnya, Supriansa kerap dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani komunikasi lintas kelompok. Pendekatan yang lebih fleksibel dan suasana komunikasi yang cair menjadi ciri yang masih diingat oleh banyak kalangan hingga saat ini.

Meski kini aktivitas politiknya lebih banyak berlangsung di Jakarta, sebagian masyarakat menilai bahwa pengaruh moral dan jejak komunikasinya masih terasa di daerah. Tidak sedikit yang menyebut bahwa politik keteduhan seperti itu mulai dirindukan di tengah suasana politik yang belakangan cenderung lebih keras dan penuh persaingan terbuka.

Pengamat sosial dan politik lokal juga melihat bahwa fenomena munculnya kembali nama Supriansa dalam ruang-ruang diskusi masyarakat menunjukkan bahwa figur politik tidak selalu dikenang karena jabatan semata. Ada tokoh yang tetap hidup dalam ingatan publik karena cara mereka membangun hubungan sosial dan menjaga suasana politik tetap nyaman untuk semua pihak.

Menjelang dinamika internal Golkar Soppeng yang diprediksi akan semakin dinamis, masyarakat tampaknya tetap menikmati irama politik daerah dengan cara yang khas. Elegan, penuh tafsir, namun tetap menjaga nilai kebersamaan dan etika sosial.

Sebab bagi masyarakat Soppeng, perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar. Namun menjaga hubungan baik dan meninggalkan suasana yang teduh sering kali menjadi nilai yang jauh lebih lama dikenang dibanding riuhnya persaingan politik sesaat.

Kini, ketika langkah menuju Jakarta terus berlanjut, Bumi Latemmamala tetap menyimpan ruang ingatan tersendiri terhadap sosok Supriansa.

Karena bagi sebagian masyarakat, ada tokoh yang dikenang bukan hanya karena jabatan dan pengaruhnya, tetapi karena cara ia menjaga suasana agar politik tetap terasa teduh untuk semua.

(Red)

Kamis, 21 Desember 2023

Dinilai Ada Gerakan Mengarah Ke Politik Identitas, Ini Pesan Aktivis Lidik Pro


Makassar, Sigapnews.com, Gabungan Mahasiswa Bersama Rakyat Selamatkan Demokrasi Indonesia yang melakukan aksi mimbar demokrasi di halaman kampus STIE AMKOP, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (17/12) lalu. 

Dalam aksinya, mereka menggunakan topeng Guy Fawkes yang menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap telah menindas kebebasan berdemokrasi dengan menabrak konstitusi di Indonesia. Mereka mengemas acara ini dalam bentuk panggung rakyat.

Menyikapi hal tersebut diatas, beberapa elemen kelompok LSM menilai tindakan ini perlu pemahaman lebih kompleks dan tentunya mempertimbangkan kondisi politik serta kondisi munculnya potensi penyebaran covid 19, dimana diketahui saat ini dari data yang berhasil dihimpun, kasus saat ini terdata 2.548 kasus. 

Tak hanya itu, tentunya bersama kita menginginkan terciptanya pemilu yang damai dan bebas dari berita hoax, politik identitas, politik uang, dan ujaran kebencian sangat penting untuk menjaga keutuhan demokrasi dan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam proses politik. 

Pemilu yang damai memastikan bahwa suara rakyat didengar secara benar. Ketika berita hoax menyebar luas, itu dapat mengaburkan fakta dan mendorong pemilih untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang salah. Hal ini bisa merusak integritas pemilu dan merugikan proses demokrasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan menyebarluaskan informasi yang benar dan akurat sangat penting untuk memastikan pemilih dapat membuat keputusan yang tercerahkan.

Munculnya sebuah gerakan yang dinilai ada unsur mengarah ke politik identitas dalam pemilu adalah untuk memastikan bahwa setiap warga negara dipandang sebagai bagian dari satu komunitas yang lebih besar. 

Politik identitas dapat memecah belah masyarakat berdasarkan perbedaan agama, suku, atau latar belakang lainnya. Ini dapat merugikan upaya untuk menciptakan kesatuan dan solidaritas dalam masyarakat. Pemilu yang bebas dari politik identitas memungkinkan pemilih untuk memilih berdasarkan gagasan, visi, dan rencana tindakan para kandidat, bukan berdasarkan faktor-faktor identitas yang tidak relevan.

Politik uang seringkali menjadi penghalang bagi calon-calon yang berpotensi berkualitas untuk bersaing dalam pemilu. Pemilu yang bersih dari politik uang dapat memastikan bahwa setiap calon memiliki kesempatan yang adil untuk memperjuangkan visi dan gagasan mereka tanpa terganggu oleh kekuatan finansial. 

Ujaran kebencian dalam konteks politik dapat memecah belah masyarakat dan memicu konflik yang merugikan bagi keamanan dan stabilitas negara. Pemilu yang damai memerlukan komunikasi yang penuh rasa hormat dan beradab antara para kandidat dan pendukungnya. Menghindari ujaran kebencian membantu menciptakan lingkungan politik yang lebih inklusif dan mempromosikan dialog yang konstruktif di antara berbagai pihak.

Dengan kemasan menyelamatkan Indonesia dari dinasti politik, dianggap ini jangan dibesar-besarkan karena alur yang terjadi tidaklah melabrak regulasi yang ada di Indonesia sehingga munculnya menggandeng indikasi gerakan massa yang bisa mengarah ke politik identitas. 

Maka dari itu, kami mewakil LSM/NGO yang ada di Makassar mengganggap semua pihak terkait dalam rencana gerakan mimbar selamatkan Demokrasi Indonesia diharapkan lebih tenang dan arif menyikapi persoalan ini agar lebih mengekedepankan kondusifitas di Makassar khususnya lebih terjaga dan damai, sehingga harapan kita bersama untuk terciptanya pemilu yang damai 2024 mendatang. Jangan sampai gerakan itu disusupi oleh kepentingan tertentu bahkan disusupi oleh politik identitas, jelasnya. 

Sekjend DPN LSM LIDIK PRO M. Darwis yang didampingi oleh Ketua DPP LIDIK PRO Sulsel saat berada di Makassar 20/12/, mengatakan bahwa gerakan ini adalah bahagian dari bumbu demokrasi, akan tetapi gerakan ini jangan sampai disusupi kepentingan-kepentingan sepihak  yang bisa menciderai perjuangan yang berakibat terciptanya keresahan di Masyarakat, khususnya di Sulsel ini, tegas Darwis. (*)

Sabtu, 25 April 2026

Langkah Senyap Tapi Pasti, PSI Soppeng Tancap Gas Perkuat Mesin Politik dari Akar Rumput


Soppeng, Sigapnews.com, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Soppeng mulai memanaskan mesin politiknya dari daerah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Soppeng bergerak cepat menindaklanjuti arahan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan dengan menggelar konsolidasi internal secara masif di tingkat kecamatan.

Pada tahap awal, konsolidasi langsung difokuskan di tiga wilayah strategis, yakni Kecamatan Marioriawa, Kecamatan Liliriaja, dan Kecamatan Ganra.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PSI Soppeng mulai membangun kekuatan politik sejak dini menghadapi kontestasi politik nasional 2029.

Kegiatan konsolidasi tersebut digelar pada Sabtu, 25 April 2026, masing-masing di Kelurahan Batu-Batu (Marioriawa), Kelurahan Jenna'e (Liliriaja), serta Desa Belo (Ganra).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas internal partai sekaligus mempercepat pembentukan struktur hingga tingkat ranting di desa dan kelurahan.

Konsolidasi dipimpin langsung oleh Ketua Harian DPD PSI Soppeng, Adi Mannahawu, didampingi Sekretaris DPD Ashari Assaad serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran pengurus inti tersebut menunjukkan keseriusan PSI dalam membangun fondasi politik dari bawah secara sistematis dan terstruktur.

Adi Mannahawu menegaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan DPW PSI Sulawesi Selatan.

Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi prioritas utama sebelum memasuki tahapan politik nasional mendatang.

"Ini adalah bagian dari tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan yang kita lakukan secara bertahap. Kita ingin memastikan struktur partai solid sampai ke tingkat bawah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam menyiapkan mesin partai secara menyeluruh. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan kesiapan organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.

"Tujuan konsolidasi internal ini untuk menguatkan struktur organisasi dan sistem kerja partai dalam menghadapi kontestasi politik 2029. Kita mulai dari sekarang, supaya kesiapan kita lebih matang," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Soppeng, Ashari Assaad, menyampaikan bahwa gerakan konsolidasi akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya. Ia menilai penguatan struktur hingga akar rumput menjadi kunci utama dalam memperbesar basis dukungan partai di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, konsolidasi ini juga menjadi momentum percepatan pembentukan ranting-ranting baru di setiap desa dan kelurahan. Struktur tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun kekuatan politik yang berkelanjutan.

"PSI Soppeng akan terus bergerak dan memaksimalkan kekuatan inti partai. Kita perkuat struktur sampai ke akar rumput. Ini penting untuk membesarkan partai dan memperluas basis dukungan," jelas Ashari.

Ia juga mengungkapkan capaian sementara dari proses konsolidasi di tiga kecamatan yang telah dikunjungi. Hingga saat ini, perekrutan struktur di wilayah tersebut disebut telah mencapai lebih dari 80 persen.

"Sampai hari ini, kami sudah menjalankan konsolidasi pada tiga kecamatan. Alhamdulillah, perekrutan sudah mencapai di atas 80 persen. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari kader dan simpatisan," ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, pengurus tingkat kecamatan di Marioriawa, Liliriaja, dan Ganra optimistis mampu mempercepat pembentukan ranting-ranting baru dalam waktu dekat. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut memiliki struktur PSI yang aktif dan siap bergerak.

Selain memperkuat struktur organisasi, kegiatan konsolidasi juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar kader. Hal ini dinilai penting untuk membangun kekompakan sekaligus menyatukan visi dalam membesarkan partai di tingkat lokal.

Langkah konsolidasi ini disebut sebagai awal dari gerakan yang lebih besar. PSI Soppeng bertekad terus memperluas jaringan dan memperkuat mesin politik sejak dini menjelang kontestasi nasional 2029 yang diprediksi semakin kompetitif.

Strategi membangun kekuatan dari bawah ini dinilai menjadi langkah taktis. Ketika sebagian partai masih fokus pada konsolidasi tingkat atas, PSI justru mulai membangun fondasi dari akar rumput. Jika dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin PSI akan menjadi kekuatan politik baru yang patut diperhitungkan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Soppeng.

DPD PSI Soppeng juga memastikan bahwa agenda konsolidasi berikutnya akan menyasar kecamatan lainnya secara bertahap. Fokusnya tetap sama, memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan kader, serta memastikan mesin partai siap bergerak menghadapi dinamika politik mendatang.

Gerakan ini sekaligus menandai keseriusan PSI dalam membangun kekuatan jangka panjang. Dengan struktur yang kuat hingga tingkat desa, partai berharap mampu meningkatkan elektabilitas sekaligus memperbesar peluang dalam kontestasi politik 2029.

(Yund)

Senin, 18 Mei 2026

Apalah Saya ?” Pernyataan Merendah Supriansa Gegerkan Konsolidasi Golkar Sulsel di Soppeng, Publik Tersentuh!


Soppeng, Sulawesi Selatan, Sigapnews.com, Suasana politik internal Partai Golkar Sulawesi Selatan Partai Golkar mendadak menjadi sorotan nasional setelah kegiatan konsolidasi DPD I yang digelar di Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026), berubah menjadi panggung perhatian terhadap seorang tokoh senior partai.

Acara yang semula hanya dijadwalkan sebagai agenda rutin konsolidasi organisasi justru memunculkan dinamika emosional dan politik yang tak terduga. Sejumlah kader bahkan menyebut suasana forum tersebut “lebih hangat dari Musda”, karena dipenuhi gestur penghormatan dan momen kebersamaan yang kuat antar elite partai.

Namun sorotan utama publik tertuju pada satu nama: Dr. Supriansa, SH, MH Supriansa.

“Datang tak menambah, tak datang pun tak mengurangi, apalah Saya?”

Pernyataan sederhana Supriansa usai acara justru menjadi viral dan memicu diskusi luas di kalangan kader maupun publik.

Dengan nada rendah hati, ia mengatakan:“Apalah saya ini. Datang tak menambah, tak datang pun tak mengurangi. Apalah saya!”

Ucapan itu sontak menjadi bahan perbincangan karena dianggap mencerminkan sikap politik yang tidak biasa: rendah hati, merendahkan diri, namun tetap menegaskan loyalitas terhadap organisasi.

Bagi sebagian peserta, kalimat tersebut justru menjadi simbol keteguhan seorang kader yang tidak lagi berada di kursi kekuasaan, tetapi tetap hadir dalam barisan partai.

Dalam forum tersebut, Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin M. Said Muhiddin M. Said, disebut memberikan apresiasi terbuka kepada Supriansa.

Ia menilai kehadiran Supriansa yang datang langsung dari Jakarta merupakan bentuk loyalitas moral yang jarang ditunjukkan oleh kader pasca menjabat.

Momen ini membuat suasana forum semakin hangat, bahkan beberapa peserta menyebut atmosfernya seperti “mini Musda” karena tingginya intensitas interaksi politik di dalam ruangan.

Supriansa sendiri diketahui pernah duduk sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Meski kini tidak lagi aktif di parlemen, kehadirannya dalam konsolidasi ini dianggap sebagai sinyal bahwa loyalitas politik tidak berhenti ketika jabatan berakhir.

Dalam pernyataan lanjutannya, ia menegaskan:“Apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Partai Golkar kepada saya.”

Pernyataan ini menegaskan posisi dirinya sebagai kader yang tetap merasa memiliki hutang moral kepada partai berlambang pohon beringin tersebut.

Konsolidasi ini juga menjadi ajang pertemuan kader dari sembilan wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yakni Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan Bulukumba.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi politik yang mempertemukan kembali tokoh-tokoh daerah dalam satu forum besar.

Suasana hangat, saling sapa antar kader, hingga diskusi informal di sela acara memperkuat kesan bahwa konsolidasi ini lebih dari sekadar agenda formal partai.

Di balik kesederhanaan pernyataan Supriansa, sejumlah pengamat internal menilai ada pesan politik yang cukup kuat: Loyalitas kader tidak ditentukan oleh jabatan, Soliditas organisasi menjadi kunci kekuatan politik, Figur senior masih memiliki peran moral dalam partai

Supriansa sendiri menegaskan bahwa kekuatan partai hanya dapat terjaga melalui kebersamaan.

“Karena yakinlah, kebersamaan dan kekompakan akan melahirkan kekuatan,” ujarnya.

Konsolidasi Partai Golkar Sulsel di Soppeng akhirnya tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi berkembang menjadi sorotan publik nasional karena satu momen yang sederhana: sebuah pernyataan rendah hati dari seorang kader senior.

Di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif, peristiwa ini menunjukkan bahwa gestur kecil dalam dunia politik dapat memiliki resonansi besar, terutama ketika menyentuh isu loyalitas, kerendahan hati, dan kebersamaan dalam partai besar seperti Partai Golkar Partai Golkar.

(Aswan JS)

Jumat, 11 April 2025

Strategi Merangkul Lawan Politik, Antara Sinergi dan Musuh dalam Selimut

Ilustrasi. 

Soppeng, Sigapnews.com, Dunia politik kerap diwarnai dinamika persaingan yang kompleks. Di tengah perbedaan pendapat dan kepentingan, muncul trik-trik taktis untuk merangkul lawan politik, Namun di balik upaya kolaborasi itu, tidak jarang terselip musuh dalam selimut yang justru mengancam dari belakang. Minggu (12/3/2025). 

Merangkul Lawan Strategi atau Jebakan?  

Politik adalah seni merangkul bahkan terhadap pihak yang berseberangan. 

Beberapa tokoh politik mengaku menggunakan pendekatan diplomasi dan lobi untuk menciptakan sinergi. 

Kita harus bisa bekerja sama meski berbeda pandangan,asalkan tujuan akhirnya untuk kemaslahatan rakyat, ujar salah satu politikus senior.  

Namun tidak semua upaya merangkul lawan berakhir harmonis.Ada kalanya pendekatan tersebut justru dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingan terselubung.

Dalam politik Anda harus waspada. Bisa saja orang yang hari ini Anda ajak berunding, besok justru menusuk dari belakang ungkap seorang analis politik. 

"Kadang yang paling berbahaya bukanlah lawan di depan mata tapi mereka yang berada di sebelah kita, kata seorang politikus yang enggan disebutkan namanya. 

Ke depan, politik akan terus berkembang dengan strategi baru, namun satu hal yang pasti, kewaspadaan dan kecerdikan membaca situasi tetap menjadi kunci bertahan di tengah gelombang persaingan.

(Red/Yun) 

Rabu, 24 Desember 2025

Kepemimpinan Tanpa Hiruk Pikuk, Suwardi–Selle Memilih Bekerja, Bukan Berjanji


Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah iklim politik yang kerap diwarnai oleh retorika berlebihan, janji populis, dan pencitraan, Pemerintah Kabupaten Soppeng justru menampilkan wajah kepemimpinan yang berbeda.

Di bawah komando Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, roda pemerintahan dijalankan dengan pendekatan yang tenang, minim polemik, namun berorientasi pada hasil nyata.

Bagi duet Suwardi–Selle, politik tidak berhenti pada kemenangan elektoral atau sekadar pemenuhan janji kampanye.

Kepemimpinan dimaknai sebagai amanah untuk bekerja, melayani, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Prinsip tersebut tercermin dalam filosofi yang kerap digaungkan secara sederhana namun bermakna: politik boleh berjanji, tetapi kepemimpinan wajib menepati.

Bekerja dalam Senyap, Hasil yang Berbicara

Alih-alih membangun narasi besar melalui kata-kata, Suwardi–Selle memilih membangun kepercayaan publik lewat kerja konkret.

Program-program pembangunan dirancang secara terukur, dilaksanakan bertahap, dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Pendekatan ini membuat banyak capaian pemerintah daerah berbicara dengan sendirinya tanpa perlu dikemas dalam euforia berlebihan.

Dalam praktiknya, berbagai kebijakan diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga upaya menjaga stabilitas sosial dan tata kelola pemerintahan yang sehat.

“Kami memilih bekerja dalam diam. Biar hasil yang berbicara lantang,” menjadi pesan moral yang menggambarkan karakter kepemimpinan keduanya: fokus, tenang, dan bertanggung jawab.

Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Kolaborasi

Salah satu ciri menonjol kepemimpinan Suwardi–Selle adalah kemampuan menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika sosial dan politik.

Hubungan antara eksekutif dan legislatif dijaga tetap harmonis, sementara koordinasi lintas sektor, baik dengan perangkat daerah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat terus diperkuat.

Kolaborasi dipandang sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Soppeng membuka ruang dialog dan partisipasi publik, sehingga kebijakan yang lahir tidak bersifat elitis, melainkan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Pendekatan ini juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program-program pemerintah, karena mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bagian dari prosesnya.

Pelayanan Publik yang Lebih Responsif dan Berkelanjutan

Dalam bidang pelayanan publik, Suwardi–Selle mendorong perubahan paradigma birokrasi dari sekadar melayani secara administratif menjadi melayani secara solutif.

Aparatur pemerintah dituntut lebih responsif, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya.

Pelayanan tidak lagi berhenti pada pemenuhan prosedur, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Setiap kebijakan dan program pembangunan dirancang agar tidak bersifat jangka pendek, melainkan memiliki dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Soppeng.

Politik Dewasa, Kepemimpinan Berintegritas

Pendekatan kepemimpinan yang dijalankan Suwardi–Selle menegaskan bahwa politik yang dewasa adalah politik yang menghadirkan solusi, bukan sensasi.

Di tengah tuntutan publik akan pemerintahan yang bersih dan efektif, model kepemimpinan seperti ini menjadi relevan dan dibutuhkan.

Tanpa hiruk pikuk pencitraan, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus diarahkan untuk tetap berpijak pada nilai integritas, kerja nyata, dan keberlanjutan pembangunan.

Tujuan akhirnya jelas: menghadirkan kesejahteraan yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Kepemimpinan Suwardi–Selle menjadi pengingat bahwa dalam politik dan pemerintahan, kepercayaan publik tidak dibangun dari janji yang lantang, melainkan dari kerja yang konsisten dan hasil yang nyata.

(Red)

Minggu, 08 Januari 2023

Demi Bangsa dan Negara Prabowo Subianto Siap Bekerja Sama Dengan Kekuatan Politik Lainnya

 

Prabowo Subianto Ketum DPP Partai Gerindra saat meresmikan kantor pemenangan Capres 2024 (Ist).

Jakarta, Sigapnews.com, - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Djojohadikusumo (PSD) meminta kepada seluruh kader agar tidak saling menjelek-jelekan, tidak saling menyakiti sesama warga. 

Pada kesempatan ini Prabowo didampingi Sekjen Ahmad Muzani, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran DPP Partai Gerindra. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra ini usai meresmikan kantor Badan Pemenangan Presiden di wilayah Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2023). 

“Saya ingatkan mari kita koreksi diri, mari kita mawas diri, mari kita kurangi hal-hal yang mungkin tidak bagi orang lain, mari menghimpun kekuatan positif, selalu berani selalu setia, selalu gembira, jangan menipu jangan curang, jangan mencuri” tutur Prabowo. 

Apalagi Partai Gerindra adalah partai besar olehnya itu Gerindra harus semakin waspada, bijak dan arif dalam bersikap bahkan harus menahan diri apalagi diperhadapkan dengan keragu-raguan.

“Kalau kita ragu-ragu kita cari jalan yang baik, tutur kata yang baik, saran yang baik, jangan saran yang negatif jangan pemikiran yang negatif,” terangnya.

Prabowo juga menyampaikan, peresmian kantor ini merupakan aspirasi dari bawah (grass root). 

Namun demikian Prabowo menegaskan bahwa kesiapan Partai Gerindra untuk mengikuti kontestasi Pemilu 2024 sudah sangat baik. 

Partai Gerindra, kata Prabowo, siap membangun kerja sama dengan partai manapun. 

"Saya gariskan kembali, saya tekankan kembali, negara yang besar ini memerlukan dan mempunyai ruangan yang besar. 

"Sehingga kita harus bisa bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan politik lainya, dengan partai-partai politik lainnya. 

"Dan saya katakan terang-terangan, Partai Gerindra menghormati semua parpol yang ada di indonesia. Gerindra bisa bekerja sama dan mau bekerja sama dengan siapapun asal untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," ungkap Prabowo. 

Prabowo kemudian meminta kader Gerindra untuk tetap menjaga semangat perjuangan. Partai Gerindra siap bersaing dan persaingan adalah hal biasa dalam kontestasi politik. 

"Karena dengan adanya persaingan, rakyat bisa melihat alternatif-alternatif yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia. 

"Bahwa dalam kehidupan harus ada persaingan, itu benar. Persaingan adalah sehat, rakyat butuh persaingan, rakyat butuh pilihan, rakyat butuh melihat alternatif-alternatif. 

"Kita tidak usah malu-malu, kita tidak usah rendah diri, rendah hati boleh, rendah diri jangan, kita harus terang-terangan, ini sikap kita, ini keyakinan kita, ini pegangan kita, kita harus yakin dan percaya pada UUD 1945 dan Pancasila," jelas Menteri Pertahanan itu. 

"(Melaksanakan) UUD 1945 dan Pancasila secara utuh, jangan sepotong-sepotong. Jangan pura-pura tidak tahu isi UUD dan Pancasila. 

"Jangan milih pasal, dan pasal yang lain nggak mau dihormati," imbuhnya. 

Prabowo menyadari bahwa dalam politik terkadang ada negosiasi dan ada yang harus mengalah. 

"Partai Gerindra harus luwes tapi tetap dalam pendirian dan nilai-nilai perjuangan partai. 

"Politik kadang-kadang harus ada apa itu (istilahnya) negosiasi, ada yang mengalah. Kita nggak bisa zero sum game.

"Harus luwes, Luwes tapi tetap dalam pendirian, core value, nilai-nilai hakiki, nilai-nilai inti tidak boleh kita korbankan dengan segala risiko. 

"Kita bersahabat dengan semua kekuatan politik tapi kita punya core, nilai-nilai hakiki kita, dan kita siap untuk luwes, fleksibel dan saling bekerja sama," ujar Prabowo. 

Prabowo kemudian menyampaikan sebuah pepatah yang berbunyi 'kesetiaan kepada partai berhenti begitu kesetiaan kepada bangsa mulai'. 

"Oleh karena itu setiap kader Partai Gerindra ketika sudah berjuang di jalur politik, maka kesetian kepada rakyat, bangsa, dan negara adalah hal yang utama. 

"Gerindra harus berjuang di atas jalan yang benar. Gerindra harus selalu membela keadilan, kebenaran, kejujuran. 

"Gerindra harus selalu membela rakyat yang miskin, yang lemah, dan tertindas. 

"Dan Gerindra selalu akan mengutamakan kebaikan, dan hal-hal yang positif. Ini nilai-nilai luhur nenek moyang kita. nilai-nilai luhur bangsa kita. Mikul duwur, mendem jero," terang Prabowo.

(Red/**)

Jumat, 06 Mei 2022

Prabowo Silaturahmi Idul Fitri Bersama Puan dan Megawati, Ini Kata Pengamat


Jakarta, Sigapnews.com,-Nama Prabowo Subianto belakangan sering dihubungkan dengan sosok Ketua DPR RI Puan Maharani.

Penampilan kedua tokoh ini di depan publik, selalu menarik untuk diperbincangkan, baik oleh masyarakat sederhana, maupun para analis atau pengamat politik.

Nama Prabowo kembali dikaitkan dengan Puan Maharani, saat Menhan RI itu bersilaturahmi ke kediaman Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri saat momen Idulfitri 1443 Hijriah, beberapa hari lalu.

Dalam konteks Idulfitri, kunjungan Prabowo itu hanya silaturahmi biasa, sama seperti yang dilakukan masyarakat pada umumnya.
Akan tetapi, di mata pengamat politik, kunjungan itu dibaca bisa saja sebagai simbol peta politik di Pilpres 2024.

Khoirul Umam, misalnya. Pengamat politik dari Universitas Paramadina menilai, kunjungan Prabowo ke kediaman Megawati sebagai sinyal kuat yang menggambarkan prospek duet Prabowo-Puan, yang semakin menguat untuk pemilu 2024.

Pandangan Umam tentu sah-sah saja, mengingat nama kedua tokoh itu, belakang ini muncul di antara sejumlah nama lain yang diprediksi akan bertarung dalam pilpres 2024.

Sejumlah nama yang disebut-sebut akan bertarung di pemilu 2024, antara lain Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono dan Puan Maharani.

Nama-nama tersebut juga telah masuk dalam survei yang dilakukan sejumlah lembaga.
Dalam sejumlah survei, nama Prabowo selalu mengungguli Anies dan Ganjar.

Sementara Puan Maharani, meski jauh di bawah ketiga sosok itu, tetapi ia memiliki posisi tawar tinggi karena memegang kunci kekuatan di PDI Perjuangan.

Posisi kunci itu tentu menjadi daya tarik kuat bagi siapapun yang akan menggandeng cucu Bung Karno untuk berduet di Pilpres 2024.

Menurut Umam, jika Prabowo menggandeng Puan, duet itu akan menjadi pasangan terkuat yang memiliki kans besar memenangi pemilu 2024.

Masih menurut Umam, Megawati tentu memiliki rencana besar melakukan regenerasi kepemimpinan di dalam tubuh PDI Perjuangan sendiri.

Regerasi itu, lanjut Umam, dimulai dengan mendorong Puan bertarung dalam pilpres 2024, entah sebagai capres atau cawapres.

Puan Maharani, kata Umam, memiliki bekal kekuatan politik besar. Karena itu, wajar jika pasangan Prabowo-Puan tergolong cukup prospektif untuk diajukan dalam bursa Pilpres 2024.

Doktor Ilmu Politik dari The University of Queensland, Australia ini menilai basis elektabilitas dan kekuatan mesin partai yang solid, membuat pasangan Prabowo – Puan, dinilai cukup menjanjikan untuk tampil sebagai pemenang Pilpres 2024.

"Basis elektabilitas dan kekuatan mesin partai yang solid, cukup menjanjikan mesin politik yang efektif untuk menyukseskan pasangan Prabowo-Puan dalam Pilpres 2024," Tutup Umam.

Published : Hila

Rabu, 06 Desember 2023

Tunjukkan Dedikasi dan Minat Yang Kuat Dalam Urusan Politik dan Pemberitaan, Ilham Rais Kini Maju Caleg Partai Nasdem Dapil Lilirilau-Ganra


Soppeng, Sigapnews.com, ILHAM RAIS, salah satu jurnalis di Kabupaten Soppeng yang ikut dalam kontestan 5 tahunan, Pemilihan Legislatif.


Pria kelahiran Soppeng pada 41 tahun silam tersebut, merupakan wartawan politik yang bertugas selama 10 tahun di Kabupaten Soppeng. Selama bertugas, Ia diketahui menunjukkan dedikasi dan minat yang kuat dalam urusan politik dan pemberitaan. 


Ia juga diketahui sudah membangun jaringan yang luas dan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu politik di tingkat lokal. 


Disamping itu, Perubahan haluan profesi menjadi seorang calon legislatif menunjukkan bahwa Ilham Rais memiliki semangat untuk membawa perubahan positif melalui politik.


Kini, sebagai seorang calon legislatif dari Partai NasDem, Ia dapat menggunakan pengalaman dan pengetahuan tersebut untuk mewakili suara masyarakat dan memperjuangkan kepentingan mereka di tingkat legislatif.


Personal branding Ilham Rais dapat mencerminkan kualitas-kualitas seperti kejujuran, ketegasan, keterbukaan, dan kemampuan untuk bekerja sama lintas partai. 


Sebagai wartawan politik yang beralih haluan menjadi calon legislatif, Ilham Rais  dapat menunjukkan bahwa dirinya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat dan komitmen yang kuat untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan mereka. 


Ini merupakan fondasi yang kuat untuk membangun personal branding yang meyakinkan sebagai seorang calon legislatif, kemampuan komunikasi dan analisis untuk mendengarkan dan memahami masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.


Mengusung Tagline Satukan Suara untuk Kebaikan, Nomor urut 6 dapil III, Kecamatan Liliriau-Ganra diyakini bisa mewakili semua golongan dan bisa membawa perubahan positif melalui politik.

Jumat, 15 Mei 2026

“Politik Belah Bambu” Meledak di FB, Pernyataan Agus Setiawan PH Rauf Picu Gelombang Reaksi Publik


Soppeng, Sigapnews.com, Jagat Facebook mendadak panas setelah Agus Setiawan melontarkan sindiran keras soal dugaan praktik “politik belah bambu” yang disebut-sebut sedang bermain dalam dinamika kekuasaan daerah.

Kalimat “mengangkat yang satu, menginjak yang lain” langsung menyentak perhatian publik. Banyak warganet menilai ungkapan tersebut bukan sekadar kritik biasa, melainkan tamparan terbuka terhadap pola politik yang dianggap mulai memecah barisan dan menimbulkan kecemburuan di kalangan pendukung maupun masyarakat bawah.

Kolom komentar Facebook pun dipenuhi reaksi beragam. Ada yang menyebut pernyataan itu “mewakili suara hati rakyat”, ada pula yang menilai sudah lama publik merasakan adanya perbedaan perlakuan antara kelompok yang dekat dengan kekuasaan dan pihak yang dianggap tidak lagi sejalan.

“Jangan sampai politik hanya jadi panggung untuk mengangkat kroni dan menyingkirkan yang lain pelan-pelan,” tulis salah satu akun yang ikut ramai berkomentar.yang terpantau Media ini, Sabtu (16/5/2026). 

Situasi ini memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Publik mulai mengaitkan istilah “belah bambu” dengan isu mutasi, distribusi jabatan, arah dukungan politik, hingga kedekatan elit tertentu yang dinilai makin dominan.

Pengamat menilai, jika pola komunikasi politik tidak segera dibenahi, kondisi seperti ini berpotensi memperlebar jarak emosional di akar rumput. Sebab di tengah masyarakat, kesan adanya “anak emas” dan “kelompok yang ditinggalkan” merupakan isu yang sangat sensitif dan mudah memantik gejolak opini.

Kini bola panas itu telanjur bergulir di media sosial. Satu per satu komentar bermunculan, menandakan publik tidak lagi sekadar menonton, tetapi mulai berani membaca dan menilai arah permainan politik yang sedang berlangsung.

Minggu, 06 Juni 2021

Surya Paloh Bakal Jadi Rival Berat Prabowo di Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat

Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem (Ist)

Jakarta, Sigapnews.com,-Surya Paloh adalah nama besar dalam kancah politik di tanah air, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu diprediksi akan maju jadi calon Presiden Republik Indonesia pada pemilu 2024, tulis Tarmizi Age lulusan AMU Nordjylland, Aalborg, Denmark, Minggu (6/6/2021),

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bakal menjadi rival berat Prabowo Subianto dalam Pemilihan presiden 2024 mendatang.

Siapa yang tak kenal bang Surya Paloh, namanya akrab terdengar dimana-mana,”

Secara politik dan ekonomi Surya Paloh dinilai cukup layak dan mampu menjadi calon presiden, Ia punya partai dan merupakan salah seorang pengusaha sukses, serta di kenal di seantero Indonesia, ujar Tarmizi Age.

Kalau ditanya siapa pasangan yang paling cocok mendampinginya, saya yakin Surya Paloh dekat dengan semua kalangan tokoh di Indonesia, artinya Ia cocok dengan siapa pun, sebut Tarmizi Age,

Yang penting tokoh politik tersebut maju, itu utamanya.

“Kali ini Bang Surya harus maju sebagai Capres, dan prediksi saya Ia memang akan maju”, kata Tarmizi Age, putra Aceh yang kini menetap di Banten,

"Kita tunggu saja perkembangannya, apa lagi dalam politik itu bisa memunculkan hal-hal yang tidak diduga.

"Sebagai ketua partai, Surya Paloh bisa melakukan lobi-lobi politik.

Belakangan ini telah ramai lembaga survei merilis nama-nama yang potensial untuk maju di Pilpres 2024.

Sementara itu pakar politik Muhammad Mualimin menyampaikan, "Sederat nama yang beredar, Surya Paloh bisa menambah kekuatan jika berpasangan dengan Anies Baswedan atau Muhaimin Iskandar.

“Anies punya popularitas dan Muhaimin punya partai,” ujar Muhammad Mualimin, baru-baru ini.

Mualimin menambahkan, bergabungnya Nasdem dengan PKB bakal lebih menguntungkan bagi Surya Paloh.

“Bisa jadi koalisi yang kuat. Muhaimin dan PKB sudah malang melintang di dunia politik,” pungkasnya. (Syarif).

Jumat, 10 Juni 2022

Erick Thohir Center (ETC), Kedepankan Edukasi, Sosial Ekonomi dan Budaya

Aksi Sosial Erick Thohir Center (ETC).

SIGAPNEWS.COM, Jakarta - Tepat  Rabu 2 Juni 2022 jam 10.15 WIB satu hari setelah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 organisasi nirlaba organisasi perkumpulan Erick Thohir Center (ETC) resmi didirikan di Hotel Elmi Surabaya. Dimana pendiri awal yaitu, Aria Duta SH, Edi Prastio SH, MH, CLA dan Syafrudin Budiman SIP.

Selanjutnya para pendiri ditambah 2 orang lagi menyusul, AW Yudi dan Novaldan, SH. Dimana diputuskan pengurus inti adalah Aria Duta, SH sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Erick Thohir Center (DPP ETC), Edi Prastio, SH, MH, CLA sebagai Sekretaris Jenderal DPP ETC dan Novaldan, SH sebagai Bendahara Umum DPP ETC.

Erick Thohir Center (ECT) adalah organisasi berbasis kader dengan sebutan kader intelektual organik. Dimana para pengurus dan anggotanya adalah kader-kader yang lahir dari akar budaya dan tradisi masyarakat yang diharapkan mampu melihat realitas yang ada. Sehingga bisa dan mampu memecahkan problematika atau persoalan yang ada di masyarakat bawah.

"Kami para pendiri sengaja merekrut para cendikiawan, budayawan, advokat, dokter, seniman, mahasiswa, pekerja profesional, pengusaha dan pelaku UMKM. Problematika bangsa ini harus diselesaikan secara bersama-sama dengan kaum terdidik yang kita sebut intektual organik," kata Aria Duta, SH Ketua Umum DPP ETC, Jumat (10/06/2022) di Surabaya usai bagi-bagi nasi kotak Jumat Berkah di Depan Masjid Al-Falah.

Asas Perkumpulan Erick Thohir Center (ETC) yaitu berasaskan Pancasila dan UUD 1946 sebagai pedoman dalam bernegara, bermasyarakat dan beragama. Sehingga asas ini menjadi pandangan hidup atau nilai-nilai kehidupan (living education) dalam kehidupan sehari-hari dan berkegiatan organisasi.

Adapun Visi Erick Thohir Center (ETC) sebagai perkumpulan masyarakat atau organisasi masyarakat (ormas) yaitu, "Mewujudkan Indonesia Bergembira dan Berbahagia, untuk meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan sesuai Pancasila dan UUD 1945."

Selanjutnya Misi dari Erick Thohir Center (ETC) yaitu, Memperjuangkan Pendidikan, Memperjuangkan Sosial Ekonomi, Memperjuangkan Budaya dan Memperjuangkan Politik Indonesia, yang merdeka sebenar-benar Negara Republik Indonesia Merdeka.

"Kami ingin menciptakan dan mewujudkan politik Indonesia yang bergembira dan berbahagia. Terutama dalam memperjuangkan Pendidikan Sosial Ekonomi, Budaya dan Politik, agar kita sebagai warga negara yang merdeka bisa menikmati dan mengisi cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Bung Aria sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Erick Thohir Center (ETC) bertujuan mewujudkan dan memperjuangkan persamaan hak, penegakan hukum, keadilan sosial, kesetaraan ekonomi, ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan sebagai jalan menuju kemajuan ekonomi.

Dimana Erick Thohir Center (ETC) memiliki fungsi, memperkuat dan memperkokoh ideologi Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar bernegara, bermasyarakat dan beragama, Memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan di Negara Republik Indonesia dan Memperkuat dan memperkokoh nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan sebagaimana tercantum dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu Mewujudkan negara kesejahteraan untuk terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Mewujudkan sistem politik pastisipatif, demokratis dan menjunjung nilai-nilai moral politik dan Mewujudkan sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berkeadilan, terbuka dan transparan.

Bahkan juga, Mewujudkan sistem perekonomian yang bersumber pada ekonomi kerakyatan, kesetaraan ekonomi dan kemajuan ekonomi, Menciptakan kader-kader bangsa yang bermoral, beradab, beretika dan memahami perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan Membangun karakter bangsa yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan etika universal.

"Kami ETC berharap bisa mewujudkan dan memperjuangkan cita cita sosial, yaitu persamaan hak, penegakan hukum, keadilan sosial, kesetaraan ekonomi, ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan sebagai jalan menuju kemajuan ekonomi. Dimana juga memiliki tujuan yang ideal dan progresif kedepannya," jelas Bung Aria.

Erick Thohir Center (ETC) akan mengkampanyekan dan mensosialisasikan sosok figur Erick Thohir sebagai tokoh muda brilian di Indonesia. Yang mana kapasitas dan kapabilitas Erick Thohir dinilai sangat mumpuni dan memiliki kemampuan yang handal membangun Indonesia hari ini dan kedepannya.

"Bapak Erick Thohir layak maju ke Pilpres 2024. Erick Thohir sangat pantas dan bisa memegang tongkat estafet dari Bapak Jokowi. Erick Thohir bisa menjadi penerus dan pengganti Presiden Jokowi kedepannya. Dimana kepemimpinan beliau (red-Erick Thohir) terbukti sebagai pengusaha nasional dan internasional, menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan berhasil menjadi Menteri BUMN,” jelas Bung Aria.

Katanya, Erick Thohir Center (ETC) juga mengajak masyarakat dari yang tua dan muda sama-sama satu Visi dan Misi untuk menjadikan Indonesia semakin maju bersama Erick Thohir kedepannya. Dimana Erick Thohir Center memohon doa, semoga tongkat estafet kepemimpinan pak Jokowi bisa berlanjut kepada dirinya.

"ETC terus melakukan kegiatan sosial, sebagai bentuk aksi sosial kepedulian bersama dan sekaligus untuk melakukan sosialisasi perkenalkan figur dan sosok Erick Thohir. Kami terus bergerak dan sosialisasi untuk menguatkan dan meningkatkan elektabilitas Bapak ET (red-Erick Thohir) di seluruh Indonesia," ucap Bung Aria.

Menurut Bung Aria, saat ini banyak visi – misi Erick Thohir yang sudah tercapai di BUMN dengan menerapkan manajemen AHLAK dan penyatuan BUMN lewat Holding Company. Hal inilah yang harus kita dukung bersama dengan politik Kegembiraan

"Kami akan hadir di masyarakat untuk terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan sosok Erick Thohir lewat progam-program pendidikan, sosial ekonomi, budaya dan politik," pungkas Bung Aria didampingi Edi Prastio, SH, MH, CLA Sekjen DPP ETC dan Novaldan, SH Bendahara Umum DPP ETC. (red)

Penulis: Gus Din
Editor : hamdani

Senin, 09 Mei 2022

Pengamat : Silaturahmi Itu Penting Jaga Stabilitas Bangsa


Jakarta, Sigapnews.com,-Momen lebaran dimanfaatkan sejumlah elit politik untuk saling berkunjung, bersilaturahmi. Yang terbaru, Presiden Jokowi menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati di Teuku Umar, kemarin. Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi Prabowo dan Prabowo bertemu Presiden Joko Widodo.

“ Para elit ini harus selalu bertemu, baik Pak Jokowi, Ibu Megawati, Pak Prabowo, bertemu untuk untuk kemudian membicarakan persoalan-persoalan kebangsaan.

"Silaturahmi ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas bangsa” kata Pengamat politik dari UPN Veteran Danis TS Wahidin. Bukan cuma ‘tiga serangkai’, tersebut, namun elit politik lain dari partai politik yang berbeda namun merupakan mitra strategis pemerintah.

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Megawati, seperti yang disebutkan Puan Maharani dalam unggahan instagramnya, membahas hal-hal yang strategis. Harapannya, bukan sekedar basa-basi politik, namun pertemuan ini diharapkan bisa membawa kebaikan dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih saat ini Indonesia masih dilanda berbagai permasalahan.

“Pak Jokowi lebih memunculkan diri sebagai seorang presiden yang akomodatif dan menyelesaikan permasalahan kebangsaan, ekonomi, misalnya minyak, dan permasalahan yang lainnya.” sebut pria yang juga menjabat sebagai Direktur lembaga survei, Indodata ini. Jika pemerintah kompak dengan elit politik, ke depan pemerintah perlu lebih lagi mendengar suara rakyat.

“Memang harus mendengar aspirasi masyarakat, permasalahan yang ada dan menciptakan kebijakan yang akomodatif tidak diskriminatif, lalu fokus pada masalah kita, yaitu, masalah ekonomi, pendidikan, stabilitas, keamanan dan lain sebagainya. “ tutup Danis.

Published : Hila

Minggu, 23 Februari 2020

Diah Warih Anjari atau Diwa Srikandi Solo, Kandidat Calon Wakil Walikota Solo 2020-2025


Diah Warih Anjari Ketua Umum Relawan Brigade 01 mendatangi panti Rehabiltasi Mental Jati Adulam Ministry di Kampung /Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah (30/12/2018). Foto: Brigade 01/Dok.

Sigapnews.com, Solo - Diah Warih Anjari perempuan muda milenial berusia 39 tahun ini adalah sosok Srikandi Surakarta (red-Solo) yang memiliki talenta yang luar biasa. Selain sebagai pengusaha sukses di bidang konstruksi dan properti, Diah Warih (red-Diwa) sapaan akrabnya juga seorang dermawan, aktifis dan pegiat sosial.


Popularitasnya mulai diperhitungkan, setelah Diah Warih berkiprah di bidang politik. Yang diawali sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Relawan Brigade 01 pendukung Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin  (Jokowi-Amin) saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Dengan yang pendekatan yang terus menerus untuk berkeliling kampung. Direktur CV. Diwa Kota Surakarta itu, dapat menggalang suara yang signifikan untuk memenangkan pasangan Jokowi-Amin 01 di Kota Solo saat Pilpres 2019 dengan meraih suara maksimal mencapai 82 persen. Hal itu salah satunya, tidak lepas atas peran dan kerja Diah Warih dalam melakukan berbagai aktifitas politik praktis di lapangan.


"Saya pengagum dan pendukung Pak Jokowi. Kepemimpinan beliau sudah teruji sejak menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI dan Presiden periode pertama 2014-2019. Karena itu saya sebagai warga Solo, harus berjuang memenangkan Pak Jokowi di periode kedua ini," ujar Diah Warih yang bangga bisa berjuang memenangkan Jokowi-Amin.

Perempuan berparas cantik berbalut hijab ini berasal dari Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Solo. Namanya semakin moncer dan dikenal banyak kalangan bukan berasal dari kalangan partai politik, namun karena aktifitasnya diberbagai bidang.


Selain sebagai pengusaha konstruksi dan property, Diah Warih aktif di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dengan cara mendirikan Diwa Center. Yakni sebuah lembaga yang membidangi masalah sosial budaya, pendidikan, ekonomi dan kemasyarakatan sebagai kaum hawa.

"Saya senang beraktifitas sosial dan mengabdi pada masyarakat. Saya punya visi-misi ngin meningkatkan peran dan partisipasi bagi kaum perempuan dalam berbagai bidang," terang Diah Warih yang memiliki kedekatan emosianal dengan Ibu-Ibu dan Perempuan Muda Milenial.


Langkah yang sudah ditempuh Diah Warih selama ini sudah menggandeng sejumlah organisasi masyarakat (ormas) perempuan di Kota Solo. Hal itu menjadi keinginanannya untuk memperjuangkan, meningkatkan peran dan partisipasi kaum perempuan diberbagai bidang, sebagaimana jargonnya.

Apa yang selama ini dilakukannya tersebut menjadi pusat perhatian berbagai pihak, sebab sosok srikandi asli Solo itu, setiap sepak terjangnya dapat mencuri perhatian masyarakat luas dan dapat merangkul semua pihak.

"Saya terus optimis dan penuh semangat untuk membangun Kota Solo lebih baik. Melalui Diwa Center saya turun ke masyarakat untuk mengabdikan diri pada sesama. Khususnya orang-orang tidak mampu, berkebutuhan khusus dan para manula," ucapnya.


Memilih Jalur Politik Pilkada demi Mengabdi pada Warga Solo

Diah Warih Anjari, sangat yakin perjuangannya membantu sesama tidaklah cukup. Oleh karena itulah dirinya memilih jalur politik Pilkada untuk menjadi Wakil Walikota Solo 2020-2025.

Diah Warih kemudian, dengan dukungan banyak pihak, baik kolega, rekan dan sahabat-sahabatnya. Ia memantapkan diri dengan mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota (bacawawali) untuk Pilkada Solo ke markas DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).


Kini, Diah pun siap naik ke level yang lebih atas. Pengusaha properti itu siap maju sebagai Cawawali Kota Solo mendamping Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra sulung Jokowi.

“Saya tergerak untuk ikut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada. Hari ini saya ambil formulir sebagai bakal calon wakil wali kota Solo,” kata Diah saat dijumpai wartawan seusai mengambil formulir di Panti Marhaen atau Kantor DPD PDIP Jateng, Kota Semarang, Rabu (11/12/2019) sore, kepada awak media.

Diah optimistis akan mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Ia bahkan berharap bisa disandingkan dengan Gibran yang rencana mendaftar sebagai Cawali Kota Solo melalui DPD PDIP Jateng, Kamis (12/12/2019).

“Kalau dipasangkan dengan siapa, kan itu sepenuhnya kita serahkan pada kebijakan partai. Kan partai (DPP PDIP) yang memberikan rekomendasi. Tapi, kalau boleh memilih inginnya ya dipasangkan dengan yang sama-sama muda,” ujar Diah.

Meski berlatar belakang pengusaha, Diah sebenarnya tidak nihil pengalaman dalam berpolitik. Ketua Umum Generasi Anak Bangsa (GAN) ini juga berpengalaman dalam menggalang massa dan blusukan untuk memenangkan Jokowi-Amin pada Pilpres 2019.

“Saya dan kandidat lainnya siap mengabdi, secara lahir batin dan moril maupun materil, apabila diberikan kesempatan. Insya Allah jika ditakdirkan sebagai calon wakil walikota, saya siap memenangkan pertarungan demokrasi ini, bersama calon walikota yang ditunjuk DPP PDIP," pungkasnya. (red)

Penulis: Syafrudin Budiman SIP (Pemerhati Sosial Politik dan Media)

Senin, 27 Juli 2020

Bupati Boltim : Orang yang Ngomong Dinasti Itu Tidak Pernah Jadi Pemimpin




JAKARTA,Sigapnews.com, - Sebanyak 270 Kabupaten Kota bakal menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Banyak cerita menarik dari momen lima tahunan kali ini, bahkan majunya putra dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution pada Pilkada 2020 dihubungkan dengan dinasti politik.

Menanggapi hal itu, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar mengaku heran lantaran di era demokrasi saat ini, pemimpin atau kepala daerah dipilih oleh rakyat, bukan ditunjuk langsung.

Sehingga, jika masuknya sejumlah anak dan kolega kepala daerah sebagai kontestan di Pilkada dinilai hal yang wajar.

"Yang dikatakan dinasti itu adalah kepemimpinan yang diturunkan atas penunjukan, sekarang ini pada posisi demokrasi yang menentukan siapa? siapapun yang mau jadi pemimpin (kepala daerah) yang menentukan adalah rakyat. Jadi bukan dinasti namanya," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu 26 Juli.

"Kecuali ditunjuk langsung, misalnya Presiden menunjuk langsung anaknya jadi kepala daerah, inikan tidak," sambungnya.

Sehan Salim Landjar juga menuturkan bahwa jabatan kepala daerah seperti Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden merupakan jabatan politis. Sehingga, jika ada anak kepala daerah atau Presiden yang juga terjun ke dunia politik merupakan hal yang wajar.



Jadi, katanya, kalau anak seorang politisi terjun ke dunia politik itu wajar, kecuali bukan politisi.  Sedangkan ASN itu bukan politisi jadi jangan masuk ke area ini. itu bukan cuman dinasti tetapi itu keliru.

"Nah kalau ada anak Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden mengikuti jejak langkah orang tuanya wajar dan tidak boleh disebut sebagai dinasti. Orang yang ngomong dinasti itu adalah orang yang tidak pernah jadi pemimpin. Coba kalau dia jadi pemimpin anaknya juga pasti dong," katanya lagi.

Bupati Boltim itu juga mencontohkan di era Presiden BJ Habibie, beberapa anak BJ Habibie disebut melakukan KKN karena menduduki sejumlah jabatan. Kemudian pada akhirnya anak BJ Habibie diambil oleh perusahaan asing karena kemampuan dan kecerdasannya.

"Indonesian memang begitu, dulu di masa Habibie anaknya disebut KKN akhirnya anaknya diambil oleh perusahaan asing yang tinggal cuman orang yang bobrok cara berpikirnya. Yang bisa disebut KKN itu kalau kita menempatkan saudara kita kolega kita yang tidak pantas, tapi kalau orang yang sesuai dengan kemampuannya dan mampu bukan disebut KKN. Loh kita tempatkan orang yang wajar, yang mampu bukan KKN," pungkasnya.

Oleh karena itu, Bupati Boltim meminta isu politik dinasti tidak perlu dibahas lagi sepanjang pemilihan kepala daerah dilakukan secara demokrasi. Sehingga majunya sejumlah anak kepala daerah sebagai kontestan Pilkada itu wajar karena darah dan denyut jantungnya adalah politik.

"Jadi jangan ngomong dinasti, dinasti itu kerajaan, turun temurun garis keturunan. Ada juga anak-anak kepala daerah anaknya tidak mau jadi politisi, karena memang karakternya bukan politisi," urainya.

Menurutnya, sebagian masyarakat di Indonesia ketika memasuki musim Pilkada berbagai macam isu menjadi trending. Seperti halnya musim layangan ketika lagu musim, semua orang beli layangan, saat musim batu cincin semua membeli batu cincin.

"Kecuali musim korban semua berlagak pilon (pura-pura tidak tahu/masa bodoh), Jadi kalau ada anak pejabat anaknya mencalonkan kepala daerah yah sah-sah saja, karena tidak ada jaminan anak kepala daerah yang mencalonkan dipastikan menang, bahkan incumbent (petahana) saja banyak yang kalah," tegasnya.

Selain itu, pada pilkada sebelumnya, beberapa daerah bahkan ada petahana atau incumbent kalah. Kemudian pada Pilkada selanjutnya dilanjutkan oleh anaknya dan menang, itulah demokrasi.

"Jadi siapapun calonnya baik itu anaknya pak Jokowi, Gubernur, Bupati semua tergantung rakyat. Sekali lagi yang ngomong ini orang-orang yang belum pernah memegang jabatan politis, bahkan saya pernah tawarkan istri saya maju tidak mau, anak pertama saya dia juga tidak mau, justru anak saya yang kedua tanpa saya tawarkan dia mau karena dia berkeinginan," pu

Kamis, 07 April 2022

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Pada Tanggal 14 Juni 2022


Jakarta, Sigapnews.com, - Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri Imran menyatakan, tahapan Pemilu 2024 dimulai pada tangal 14 Juni 2022.

Imran mengungkapkan, penghitungan ini didasarkan pada kesepakatan antara pemerintah, DPR, serta penyelenggara pemilu yang menentikan pemungutan suara Pemilu 2024 digelar pada 14 Februari.

"Pemilu pemungutan suara akan dilaksanakan pada 14 Februari tahun 2024 yang akan datang. Maka, kalau kita menghitung dua puluh bulan tahapan penyelenggaraan pemilu itu akan jatuh pada tanggal 14 Juni 2022 yang akan datang," kata Imran dalam sosialisasi rancangan PKPU pendaftaran, verifikasi, dan penetapan partai politik peserta pemilu yang digelar daring, Kamis, 7 April.

Dengan sosialisasi ini, Imran berharap pemahaman para peserta pemilu mendapat informasi yang jelas bahwa proses pemilu dimulai pada 14 Juni. Sehingga, mereka tidak mengalami kendala yang berarti saat mengurus berkas kepemiluan.

"Dengan proses yang berlangsung terkait pemilu dan pilkada serentak ini, pada bagian akhir kita berharap Indonesia akan semakin kuat di dalam menerapkan sistem presidensial," ucap dia.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menyusun rancangan peraturan KPU (PKPU) tentang pendaftaran, verifikasi, dan penetapan partai politik peserta pemilu Anggota DPR dan DPRD.

PKPU ini masih dimatangkan setelah adanya uji publik yang digelar KPU. Dalam regulasi ini, KPU mengatur persyaratan partai politik menjadi peserta pemilu, persiapan pendaftaran, pendaftaran, verifikasi administrasi, verifikasi faktual, hingga penetapan, pengundian nomor urut, dan pengumuman partai politik peserta pemilu.

Presiden Jokowi sebelumnya sudah memerintahkan para menterinya untuk fokus bekerja. Mereka diminta untuk setop membicarakan urusan penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.

"Jangan menimbulkan polemik di masyarakat. Fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 6 April.

"Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan. Enggak," tegasnya.

Dia mengingatkan para menterinya harus memiliki sikap sensitif atau sense of crisis terhadap kesulitan yang dialami masyarakat saat ini. Menurut Jokowi, lebih penting para menterinya menjelaskan kepada masyarakat terkait situasi global yang sedang sulit.


Sumber voi

Sabtu, 08 Januari 2022

Ketum Partai UKM Indonesia Syafrudin Budiman Sambut Baik Hasil Survey SMRC


Jakarta, Sigapnews.com,- Partai UKM Indonesia secara mengejutkan pada hasil rilis survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) masuk nama partai yang memiliki angka survei 0,1 persen. Partai berbasis kalangan pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang, serta milenial ini fokus menggarap kalangan usaha kecil menengah.

Dimana sejajar PSI 0,5 persen, Partai Emas 0,3 persen, Partai Buruh 0,2 persen, PBB 0,1 persen, PID 0,1 persen, Partai Garuda 0,1 persen, Partai Gelora 0,1 persen, Partai Masyumi 0,1 persen dan Partai Ummat 0,1 persen. Sementara lainnya, Partai Berkarya, PKP, Pinter, Pandai, Partai Nusantara malah dapat 0 persen.

Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia menyambut gembira hasil survei SMRC sebagai langkah gerakan awal. Bagaimanapun katanya, Partai UKM Indonesia partai yang baru berdiri sejak 8 bulan lalu, pada 7 Mei 2021 di Senen, Jakarta Pusat.

"Dibandingkan PSI, PBB, Garuda, PKP, Berkarya dan Partai Buruh jauh pendiriannya. Mereka partai politik yang malah sudah pernah ikut pemilu. Jika dibandingkan Partai Gelora, Partai Ummat, Partai Emas, dan PID mereka sudah berdiri 2 tahun lalu. Jadi ini spektakuler dan tanda-tanda lebih progresif kedepannya," kata Syafrudin Budiman SIP saat diwawancarai di JCo Jl. Jatiwaringin, Kota Bekasi, Sabtu (08/01/2021).

Katanya, selama ini Pengurus DPP Partai UKM Indonesia bekerja efektif lewat media digital teknologi dan informasi komunikasi. Selain menggarap kalangan UMKM dan Milenial, Partai UKM Indonesia juga menggarap basis perempuan, disabilitas dan kalangan media.

"Kenapa kami semakin populer dan sudah mendapat elektabilitas politik? Karena kita menggarap basis yang jelas dan segmen yang jelas. Apalagi partai ini adalah partai kader yang militan dan tangguh di lapangan," terang pria lulusan Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini.

Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman mengatakan, Partai UKM Indonesia terus menyelesaikan susunan kepengurusan di 34 Propinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Pembentukan ini menggunakan jaringan-jaringan relawan Jokowi, relawan Prabowo dan pelaku UMKM se Indonesia.

"Kami selain didukung para relawan politik juga didukung kalangan UMKM. Yang lebih mantap kita didukung oleh para pelaku media, baik Pimpred, Redaktur dan Wartawan se-Indonesia. Jadi jangan kaget, kalau Partai UKM Indonesia partai paling populer di google indeks dan google news," ucap Gus Din tersenyum.

Kata Gus Din, Partai UKM Indonesia berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Sementara Visinya adalah Menuju Indonesia Bahagia untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bersama. Adapun Misinya adalah Keadilan Sosial, Ekonomi Kerakyatan, Kesejahteraan, Kesetaraan Ekonomi, Kemajuan Ekonomi, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum.

"Partai UKM Indonesia adalah partai Sosial Demokrasi Kerakyatan (Sosdemkra). Dimana menginginkan negara Indonesia menjadi negara kesejahteraan (walfare state), dengan konsep pemerintahan yang mengambil peran penting dalam perlindungan dan pengutamaan kesejahteraan ekonomi dan sosial warganya," pungkas Mantan Aktivis Mahasiswa 98 asal Surabaya ini.

6 Parpol Diprediksi Lolos Parlementary Threshold

Sejumlah partai politik diprediksi tak akan lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dalam perhelatan Pileg 2024 mendatang.

Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) hanya ada enam partai yang masih berada di atas ambang batas parlemen atau bisa mengirimkan kadernya untuk duduk sebagai anggota legislatif di Senayan.

Survei SMRC menunjukkan, elektabilitas PDIP berada di peringkat teratas dengan nilai 25,2 persen. Posisi kedua ditempati Partai Golkar dengan angka 11,2 persen, diikuti Partai Gerindra dengan 10,8 persen.

Selanjutnya, posisi keempat ditempati oleh PKB dengan elektabilitas 8,4 persen, ditempel Partai Demokrat 6,2 persen dan PKS menjadi partai keenam yang lolos ke Senayan dengan nilai 5,1 persen.

Kemudian, Partai Nasdem dengan elektabilitas 3,4 persen, PPP 2,7 persen, Perindo 2,0 persen, PAN 1,8 persen dan Hanura 0,6 persen.

Selain itu, ada PSI 0,5 persen, Partai Emas 0,3 persen, Partai Buruh 0,2 persen, PBB 0,1 persen, PID 0,1 persen, Partai Garuda 0,1 persen, Partai Gelora 0,1 persen, Partai Masyumi 0,1 persen, Partai Ummat 0,1 persen, Partai UKM Indonesia 0,1 persen, Berkarya, PKP, Pinter, Pandai, Partai Nusantara 0 persen.

Sementara, untuk responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 20,9 persen.

"Masih ada waktu untuk berubah. Banyak faktor yang bisa memengaruhi perubahan itu. Salah satunya, untuk partai besar seperti PDIP adalah calon presiden yang diusungnya," kata kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas dalam pemaparan survei secara daring, Selasa (28/12/2021) kepada media. (red)

Sabtu, 04 Juni 2022

Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 Menggema di Surabaya


Loyalis Erick Thohir (Letho)

Sigapnews.com, Surabaya - Sekitar 500 Relawan Loyalis Erick Thohir (Letho) menggelar Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 di Hotel Mercure Surabaya, Sabtu (04/06/2022). Acara yang dikemas meriah ini juga dibacakan Ikrar Dukungan Relawan Erick Thohir for President 2024.

Semua peserta menggunakan kaos bergambar wajah Erick Thohir dengan membawa poster-poster dukungan layaknya kampanye Pilpres. Bahkan para peserta Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 ini meneriakkan Yel Yel Erick Thohir Presiden RI dan juga dihibur Tarian Flash Mob dari Perempuan Relawan Loyalis Erick Thohir.

Hadir Anshar Ilo Ketua Umum DPP Loyalis Erick Thohir (Letho) dan jajarannya, serta Edy Torana SH, MH, M.Kn, CLA Ketua DPD Letho Jawa Timur. Selain itu hadir juga Aria Duta SH Sekretaris DPW Letho Jawa Timur, Tarigan Wakil Ketua DPD Letho Jawa Timur dan AW. Yudi Wakil Sekretaris DPD Letho Jawa Timur. Tampak juga Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia dan Baehaki Purnawan ST Ketua Relawan Erick Thohir NTB.

Edy Torana, SH, MH, M.Kn, CLA Ketua DPD Letho Jawa Timur mengatakan, dirinya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mensukseskan acara ini. Dimana sudah banyak berkorban waktu, tenaga, pikiran dan biaya.

"Alhamdulillah acara Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 berlangsung sukses sesuai rencana. Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut berjuang bersama," kata Bung Etor sapaan akrab pengacara muda ini.

Dalam sambutanya, ia mengaku belum pernah terlibat dalam kegiatan dunia politik apapun, baik itu relawan ataupun partai politik. Bung Etor merasa terpanggil ketika melihat sosok Erick Thohir tampil di kancah politik dan pemerintahan.

"Di usia saya yang 50 tahun ini baru kali ini saya terjun ke dunia politik. Akan tetapi setelah melihat sosok dan visi Erick Thohir di pemerintahan sebagai Menteri BUMN, saya jadi tertarik dan mendukung beliau untuk maju di Pilpres 2024 mendatang," ucapnya.

Menurutnya, Erick Thohir sangat kredibel dan prestasi beliau tidak usah diragukan, baik itu dalam dan luar negeri. Beliau (red-Erick Thohir) kata Bung Etor, orangnya berakhlak, humble, religius, humanis, dan beliau adalah harapan di masa depan.

"Itulah yang membuat saya selama 50 tahun hidup di muka bumi, ngak pernah cawe-cawe dan bergerak secara aktif di dunia politik. Untuk itu kita mengajak dan mendorong serta mensosialisasikan Erick Thohir maju sebagai Capres 2024," tegasnya 

Bung Etor juga mendoakan, semoga Allah SWT sebagai pemilik kerajaan langit dan bumi ini meridloi dan memberikan restunya. Agar Bapak Erick Thohir menjadi Presiden RI selanjutnya penerus Bapak Jokowi yang akan membawa Indonesia Emas.

"Yang akan memimpin Indonesia menjadi pemimpin bangsa-bangsa di dunia yang penuh dengan peradaban yang lebih baik dan modern," sambungnya.

Oleh karena itu kata Bung Etor, kami mengharapkan dukungan kawan-kawan semua Bapak dan Ibu sekalian, untuk terus mensosialisasikan dan menggelorakan tekad dan semangat ini. Ia mengajak, marilah sama-sama kita viralkan, kita sosialisasikan, kita naikkan, kita bantu beliau Erick Thohir dalam usaha dan cita-cita mulia.

"Saya yakin percaya, seandainya Allah SWT meridloi beliau memimpin Indonesia, kita akan menuju dan bisa Indonesia Emas 2045," tambahnya.

"Kenapa saya kok percaya? Ya tentu saya harus percaya diri, kalau saya tidak percaya diri saya tidak akan menjadi Ketua Relawan Erick Thohir, dan saya berdiri disini," kata Bung Etor penuh semangat.

Terakhir ia meminta kepada semua relawan-relawan setelah pulang dari acara Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 untuk mensosialisasikan di daerah masing-masing. Marilah kita kibarkan Panji Erick Thohir for President ke seantero Sabang sampai Merauke.

"Kalau perlu bukan seantero negeri, tapi ke seantero dunia. Karena dengan teknologi canggih tidak ada kata susah, hanya tinggal kemauan dan tekat kita bersama, kegotongroyongan kita bersama. Terima kasih," pungkas pengusaha media bidang Show Biz dan pertunjukan ini.

Acara ditutup dengan doa dan hiburan musik elektone dengan penyanyi Yani Banyu Urip. Tampak juga para relawan bernyanyi dan berjoget bersama sambil meneriakkan Erick Thohir for President 2024. (red)

Penulis: Gus Din 

Sabtu, 11 Juli 2020

Pengamat Politik: Partai Golkar Sumut Harus Berikan Bantuan Hukum kepada Yasir Ridho Lubis



Sigapnews.com, Medan - Rabu (03/07/2020) Wakil Ketua DPRD Sumut, Yasir Ridho Lubis telah mengembalikan uang sirup senilai Rp 17.500.000 ke penyidik KPK. Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara diduga tersangkut dan terlibat kasus gratifikasi atau suap kepada anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Pengamat Komunikasi Politik, RB. Syafrudin Budiman, SIP menilai demi menjaga marwah dan martabat Partai Golkar khususnya Sumatera Utara, Yasir Ridho Lubis harus menonaktifkan diri sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumatera Utara dan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara secara legowo.

"Sebaiknya Saudara Yasir Ridho Lubis mengajukan diri untuk non-aktif di Partai Golkar, baik sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumatera Utara dan Wakil DPRD Sumetera Utara yang mewakili Fraksi Partai Golkar. Langkah ini sangat tepat, agar Yasir Ridho Lubis bisa berkonsentrasi menyelesaikan kasus hukumnya dan demi menghindari interes politik," kata Gus Din saat dihubungi, Sabtu pagi (11/07/2020).

Direktur Andalan Institute (Analisa Media dan Sosial Politik) ini mengatakan, Saudara Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku Ketua Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara harus memberikan advokasi dan pendampingan hukum kepada Yasir Ridho Lubis. Kata Gus Din, bagaimanapun sosok Yasir Ridho Lubis adalah sosok pejuang dan kader militan di Partai Golkar yang harus didampingi.

"Partai Golkar Sumatera Utara tetap harus memandang kasus yang menimpa Yasir Ridho Lubis, secara praduga tak bersalah. Apabila pada nantinya tidak terbukti secara hukum atau dinyatakan tidak terlibat, maka nama baiknya harus dipulihkan," tukas Sarjana Ilmu Politik lulusan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini.

Terakhir kata Gus Din, sudah sepantasnya Yasir Ridlo Lubis untuk fokus pada masalah hukum yang menimpanya dan tidak perlu mencalonkan diri lagi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, yang akan digelar pada akhir bulan Juli 2020 di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta. Sebab katanya, ada 9 syarat Calon Ketua Partai Golkar Sumut yang harus dimiliki para kandidat, sebagaimana tertuang di AD/ART Partai Golkar.

"Salah satunya seorang kandidat harus memiliki prestasi, dedikasi, dispilin, loyalitas dan tidak tercela (red-PD2LT). Tentu dengan adanya kasus hukum ini, akan bisa mengganjal Yasir Ridho Lubis sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara," pungkasnya.

Sebelumnya sebagaimana dikatakan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (03/06/2020), Yasir Ridho Lubis telah mengembalikan uang sirup senilai Rp 17.500.000 ke penyidik KPK.

"Iya benar (duitnya dikembalikan) oleh Yasir Ridho Lubis Wakil Ketua DPRD Propinsi Sumatera Utara," katanya.

Selanjutnya kata Ali Fikri, uang tersebut akan disita oleh KPK, setelah izin penyitaan akan diminta kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Penyidik telah menerima slip bank yang uangnya sudah disetorkan ke rekening KPK. Penyidik KPK akan meminta izin penyitaan dari dewas. Untuk selanjutnya penyidik akan menyita uang tersebut dari yang bersangkutan," tuturnya.

Saat dihari yang sama, penyidik KPK juga memeriksa sejumlah mantan anggota DPRD Sumut. Pemeriksaan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni markas Polda Sumut dan Lapas Kelas I Tanjung Gusta.

Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang dilakukan tersangka RN dan kawan-kawan. KPK memeriksa enam mantan anggota DPRD Sumut yakni Dermawan Sembiring, Enda Mora Lubis, Ferry Suando Tanuray Kaban, Yusuf Siregar, Ida Budiningsih, dan Brillian Moktar, 

"Hari ini dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk para tersangka anggota DPRD Sumut. Mereka saksi untuk tersangka RN, dkk, yang juga mantan anggota DPRD Sumut," pungkasnya. (red)
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved