-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Senin, 15 Juni 2026

Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Emas, Pemda Diminta Libatkan UMKM dan Komunitas Lokal


Jakarta, Sigapnews.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026 yang meminta seluruh pemerintah daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut diumumkan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta Penandatanganan Surat Edaran Bersama dan Penyerahan Sampul Peringatan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Melalui surat edaran tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta menyiapkan lokasi-lokasi strategis dan ruang publik sebagai tempat penyelenggaraan nobar agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama.

Mendagri menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 perlu dimanfaatkan sebagai momentum nasional untuk menghadirkan hiburan yang sehat dan positif bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan nobar diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Tito mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui partisipasi UMKM dan berbagai elemen masyarakat," demikian semangat yang disampaikan Mendagri dalam arahannya.

Pemerintah daerah juga diminta aktif melakukan sosialisasi agar kegiatan nobar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat serta berlangsung tertib, aman, dan memberi manfaat sosial maupun ekonomi.

Gagasan penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 sebelumnya telah disampaikan Tito Karnavian saat menerima kunjungan Direktur Utama TVRI, Tb. Fiki Chikara Satari, di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Tito menilai euforia Piala Dunia dapat menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui aktivitas masyarakat yang terpusat di ruang-ruang publik.

Menurut Tito, antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu perlu difasilitasi secara baik oleh pemerintah daerah sehingga tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Atas dasar itu, Kemendagri kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

(Yund)

Diskominfo Soppeng Terima Kunker DPRD Pangkep, Bahas Integrasi Satu Data Indonesia


Soppeng, Sigapnews.com, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Lounge Kantor Bupati Soppeng, Senin (15/6/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim, H. Mantiri Mashud Hadade, SH, tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi sekaligus bertukar pengalaman terkait pengelolaan pusat data, sistem informasi, serta strategi komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pusat data, informasi, dan komunikasi publik,” ujar Mantiri.

Kepala Diskominfo Kabupaten Soppeng, Drs. Kanaruddin, M.Si, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital dan keterbukaan informasi publik.

Dalam pemaparannya, Kanaruddin menjelaskan bahwa Diskominfo Soppeng menjalankan tugas dan fungsi melalui tiga bidang utama, yakni Bidang Humas dan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Bidang Aplikasi dan Informatika, serta Bidang Statistik dan Persandian.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses mengenai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Penyebarluasan informasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi pemerintah daerah, media massa, layanan live streaming kegiatan pemerintahan, hingga pemanfaatan videotron,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Statistisi Ahli Muda Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Soppeng, Wettoing, SE., M.Si, memaparkan perkembangan Portal Satu Data Kabupaten Soppeng yang telah terbentuk sejak Desember 2025.

Ia menyampaikan bahwa portal tersebut saat ini tengah dalam proses integrasi dengan Satu Data Indonesia. Untuk mendukung proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyampaikan surat kepada Bappenas dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, rombongan Komisi I DPRD Pangkep bersama jajaran Diskominfo Soppeng meninjau langsung ruang server dan Soppeng Command Center (SCC).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta melihat berbagai fasilitas pendukung pengelolaan data dan teknologi informasi, termasuk sistem jaringan serta pusat pemantauan CCTV yang menjadi bagian dari upaya penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Soppeng.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah dalam pengembangan teknologi informasi, pengelolaan data yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital.

(Yund)

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Soppeng, Bupati Jadi Contoh Responden Pertama


Soppeng, Sigapnews.com,– Pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai pada Senin (15/6/2026). Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menjadi responden pertama dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng.

Pendataan perdana berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng dan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat. Kegiatan tersebut menandai dimulainya proses pencacahan ekonomi secara menyeluruh yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Soppeng hingga akhir Agustus mendatang.

SE2026 merupakan program nasional yang bertujuan mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Muhammad Rismat menjelaskan, BPS Kabupaten Soppeng telah menyiapkan 243 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah. Seluruh petugas tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan teknis guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai standar dan menghasilkan data yang berkualitas.

“Pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi yang ada,” ujarnya.

Keterlibatan Bupati Soppeng sebagai responden pertama dinilai menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya saat pencanangan SE2026, Suwardi Haseng menegaskan bahwa data yang akurat memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun program dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Suwardi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas lapangan.

Sebagai informasi, sebelum pendataan dimulai, BPS Kabupaten Soppeng telah melaksanakan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Grand Saota, Soppeng, pada 11 Juni 2026. Secara keseluruhan, BPS Sulawesi Selatan menurunkan 8.776 petugas untuk menyukseskan pelaksanaan sensus di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

(Yund)

Kunjungan Kedua. Wakil Bupati soppeng Selle Ks Dalle ke Sekolah Rakyat. Apresiasi Percepatan PT Waskita Karya


Soppeng Sigapnews.com Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng, Senin (15 06/2026). Kunjungan kedua ini dinilai tepat dan membangkitkan semangat baru bagi para pekerja PT Waskita Karya di lapangan.

Kedatangan Wakil Bupati disambut langsung perwakilan PT Waskita Karya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pencapaian progres pembangunan serta langkah-langkah percepatan. Hasil menggembirakan terlihat dari laporan kemajuan fisik proyek yang telah mencapai 80 persen dari target keseluruhan.

Wakil Bupati Selle KS Dalle mengaku kagum dengan kecepatan kerja kontraktor pelaksana. Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa dari PT Waskita Karya. Capaian 78 persen ini membuktikan komitmen dan profesionalisme mereka. Ini kunjungan kedua saya dan setiap kali datang, saya selalu melihat loncatan progres yang signifikan,ujarnya di sela-sela tinjauan.

Tak hanya membahas progres, pertemuan itu juga menyoroti kelengkapan perabot (furniture dan fasilitas pendukung) yang akan dipasang pasca pembangunan. Wakil Bupati menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana internal sekolah harus sejalan dengan rampungnya konstruksi, agar gedung tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.

Perwakilan PT Waskita Karya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kunjungan pimpinan daerah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi seluruh pekerja yang terus berupaya menyelesaikan sisa kurang lebih 20 persen pekerjaan tepat waktu, ucapnya.

Dengan capaian saat ini, Sekolah Rakyat Soppeng ditargetkan dapat beroperasi penuh pada awal tahun ajaran mendatang. Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi yang terjalin dan berharap penyelesaian akhir proyek berlangsung mulus tanpa kendala berarti.

(YUND)

Minggu, 14 Juni 2026

Program Kebun LMP di Daerah Jadi Bahasan Bersama Mentan Amran, Sahar: Model Kolaborasi Ormas dan Pemerintah


Jakarta, Sigapnews.com, Pengembangan sektor pertanian berbasis komunitas menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara jajaran pengurus Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Sulawesi Selatan dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut membahas peluang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam mendorong pembangunan pertanian di daerah. Minggu (14/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan usai seluruh rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LMP yang digelar di Jakarta. Rombongan LMP Sulawesi Selatan dipimpin langsung oleh Ketua Mada Sulsel, Irwan R. Adnan, didampingi sejumlah pengurus daerah dan cabang, termasuk Sekretaris Daerah Kahar Gani, Ketua Harian Pamil Abbas, Bendahara Umum Kamaruddin Yusuf, Ketua Macab LMP Soppeng Syaharuddin, serta Ketua Macab LMP Bone Andi Romal.

Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan itu dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai program yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menekankan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian yang hingga kini masih menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah di Indonesia.

Menurut Amran, organisasi yang memiliki jaringan luas hingga tingkat kabupaten dan desa memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mendorong LMP untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan, tetapi juga mengambil peran dalam pengembangan sektor ekonomi produktif.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan program “Kebun LMP” di berbagai kabupaten dan kota. Program ini dirancang sebagai wadah bagi anggota organisasi untuk mengelola lahan pertanian secara produktif, sekaligus menciptakan peluang usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Amran menjelaskan bahwa pengembangan kebun berbasis organisasi dapat dimulai dari skala kecil sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Ia menilai keberhasilan program tidak ditentukan oleh luas lahan semata, melainkan oleh komitmen dan konsistensi dalam pengelolaannya.

“Yang terpenting adalah kemauan untuk bergerak dan memanfaatkan potensi yang ada. Jika dikelola dengan baik, lahan pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan terhadap program-program yang memiliki orientasi pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa bantuan bibit, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan hasil produksi.

Ia menilai bahwa model kolaborasi seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menggabungkan kekuatan pemerintah dengan jaringan sosial yang dimiliki organisasi kemasyarakatan. Dengan demikian, program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran pengurus LMP Sulawesi Selatan. Mereka menilai konsep Kebun LMP sejalan dengan semangat organisasi untuk menghadirkan program yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ketua Mada LMP Sulsel, Irwan R. Adnan, mengapresiasi perhatian dan arahan yang diberikan Menteri Pertanian kepada pengurus daerah. Menurutnya, kesempatan berdialog secara langsung dengan Dewan Pembina organisasi menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kader LMP di daerah.

Irwan mengatakan bahwa berbagai masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan pembahasan internal organisasi guna merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan di Sulawesi Selatan. Ia berharap konsep Kebun LMP dapat diwujudkan melalui program konkret yang melibatkan seluruh jajaran organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, Ketua Macab LMP Soppeng, Syaharuddin yang akrab disapa Sahar, menilai pertemuan tersebut memberikan perspektif baru mengenai bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurut Sahar, Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk mendukung pengembangan program tersebut. Ia meyakini bahwa keterlibatan organisasi dalam sektor pertanian dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program seperti Kebun LMP memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena mampu menghubungkan semangat gotong royong organisasi dengan kebutuhan masyarakat akan kegiatan ekonomi yang produktif, ini adalah model kolaborasi antara Ormas dan pemerintah” ujarnya.

Sahar menambahkan bahwa keberhasilan program akan sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pengurus daerah, pengurus wilayah, dan pemerintah. Karena itu, ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui pertemuan tersebut dapat terus berlanjut hingga tahap implementasi di lapangan.

Menurutnya, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Kebun LMP tidak hanya akan memberikan manfaat bagi anggota organisasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat secara luas. Program tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.

Selain membahas pengembangan pertanian, pertemuan itu juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pengurus daerah dan Dewan Pembina di tingkat nasional. Suasana yang santai dan penuh kekeluargaan mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi dan membangun sinergi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Agenda silaturahmi kemudian ditutup dengan makan siang bersama dan diskusi ringan yang berlangsung dalam suasana akrab. Bagi jajaran LMP Sulawesi Selatan, pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda penting pasca-Rapimnas yang membawa semangat baru dalam merancang program-program organisasi yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan adanya dorongan untuk membentuk Kebun LMP di berbagai daerah, organisasi diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional. Tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial dan kebangsaan, LMP juga diharapkan mampu menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Ke depan, konsep Kebun LMP dinilai berpotensi menjadi model kolaborasi yang efektif antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah. Jika berhasil diterapkan secara luas, program tersebut dapat menjadi contoh bagaimana sinergi antara masyarakat dan negara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Yunandar/JOIN)

Sabtu, 13 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Angkat Suara Terkait Banyaknya Plt Kepsek di Soppeng Sebut Warisan Pemerintahan Sebelumnya


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Suwardi Haseng akhirnya angkat suara terkait masih banyaknya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang memimpin sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Soppeng. Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah persoalan yang muncul pada masa pemerintahannya saat ini, melainkan merupakan kondisi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Soppeng disebut terus melakukan langkah-langkah pembenahan secara bertahap guna memastikan seluruh sekolah nantinya dipimpin oleh kepala sekolah definitif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Dikutip dari media Kabartujuhsatu.news, pada Minggu (14/6/2026), Suwardi menjelaskan bahwa keberadaan Plt kepala sekolah dalam jumlah yang cukup banyak merupakan kondisi yang telah diwarisi dari periode pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan penataan sesuai prosedur serta regulasi yang berlaku.

“Banyaknya Plt kepala sekolah yang ada saat ini merupakan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Namun demikian, kami terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan bahwa sejak dirinya bersama jajaran pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan, proses penataan dan pengisian jabatan kepala sekolah terus menjadi perhatian serius. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepemimpinan di setiap sekolah dapat berjalan secara efektif, profesional, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi, pengisian jabatan kepala sekolah bukanlah proses yang dapat dilakukan secara instan. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh setiap calon kepala sekolah, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi, kompetensi, hingga ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Karena itu, pemerintah daerah harus berhati-hati dalam melakukan penetapan kepala sekolah agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia menekankan bahwa kualitas dan kompetensi calon kepala sekolah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam setiap proses pengangkatan.

“Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menetapkan sekitar 40 kepala sekolah definitif. Ini merupakan bagian dari upaya yang terus kami lakukan untuk memperkuat tata kelola pendidikan di daerah,” ungkapnya.

Penetapan puluhan kepala sekolah definitif tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepemimpinan di lingkungan sekolah sekaligus mendorong peningkatan kinerja lembaga pendidikan. Dengan adanya kepala sekolah definitif, berbagai program pengembangan sekolah dapat dijalankan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Suwardi juga menjelaskan bahwa jabatan kepala sekolah pada dasarnya merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, proses penunjukannya harus melalui mekanisme yang jelas dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

“Perlu dipahami bahwa status kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru sesuai regulasi yang ada. Jadi seluruh proses penetapannya harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Selain melakukan penataan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta mutu layanan pembelajaran bagi peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian khusus terhadap berbagai kebutuhan dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Di akhir keterangannya, Suwardi berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses pengisian jabatan kepala sekolah membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah diatur oleh peraturan perundang-undangan. Ia optimistis bahwa kebutuhan kepala sekolah definitif di seluruh sekolah akan dapat terpenuhi secara bertahap.

Dengan langkah-langkah pembenahan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap sistem pendidikan di daerah semakin kuat, tata kelola sekolah semakin baik, dan kualitas pendidikan dapat terus meningkat demi menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

(Yunandar/JOIN)

Diananda Djiwa Mustika, Putri Selle KS Dalle, Rayakan Kelulusan dengan Meluncurkan Buku “Wisuda Impian”


Makassar, Sigapnews.com, Momen kelulusan sekolah dasar menjadi lebih istimewa bagi Diananda Djiwa Mustika. Putri Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, tidak hanya berhasil menuntaskan pendidikan dasarnya, tetapi juga meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Wisuda Impian.

Peluncuran buku tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Akhirussanah Al-Biruni Mandiri School yang digelar di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (13/6/2026). Di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan, Diananda memperkenalkan karya tulisnya sebagai bagian dari capaian akademik dan literasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Karya tersebut lahir melalui program unggulan Al-Biruni Mandiri School, yakni “Satu Siswa Satu Buku”. Program ini mendorong setiap siswa yang akan menyelesaikan pendidikan untuk menghasilkan karya tulis berupa cerpen, novel, atau bentuk tulisan lainnya sebagai hasil proses pembelajaran mereka.

Diananda menjadi salah satu dari 32 siswa yang berhasil menyelesaikan program tersebut. Pencapaiannya menerbitkan buku di usia 12 tahun menjadi bukti bahwa semangat literasi dapat ditanamkan sejak dini dan berkembang melalui lingkungan pendidikan yang mendukung.

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang hadir bersama istrinya, dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., mengaku bangga dan terharu menyaksikan putrinya merayakan kelulusan sekaligus meluncurkan buku pertamanya.

“Hati kami dipenuhi syukur dan haru. Menyaksikan putri tercinta menuntaskan pendidikan dasarnya sekaligus meluncurkan buku pertamanya adalah kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata,” ujarnya.

Menurut Selle, budaya menulis yang diterapkan sekolah merupakan langkah penting dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak-anak. Ia menilai keterampilan menulis tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian dalam menyampaikan ide kepada publik.

“Saya kira momen ini sungguh luar biasa. Kita patut bangga dan mengapresiasi Al-Biruni Mandiri School yang telah mendorong anak-anak untuk berkarya sejak dini. Para pendidik memfasilitasi dan mendampingi anak-anak untuk berani menuangkan ide-idenya dalam sebuah karya tulis,” katanya.

Ia juga berharap model pendidikan berbasis literasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Selle menyampaikan pesan penuh harapan kepada putrinya agar terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan karya yang dihasilkan.

Program “Satu Siswa Satu Buku” selama ini menjadi salah satu identitas Al-Biruni Mandiri School dalam membangun budaya literasi. Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan jejak intelektual berupa karya tulis yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Keberhasilan Diananda Djiwa Mustika meluncurkan buku Wisuda Impian menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah hambatan untuk berkarya. Kelulusannya dari sekolah dasar sekaligus menjadi langkah awal sebagai penulis muda yang diharapkan terus melahirkan karya-karya bermanfaat di masa depan.

(Yunandar/JOIN)

Hadiri Rapimnas LMP 2026, Sahar Bawa Misi Ketahanan Pangan dan Kemajuan Daerah


Jakarta, Sigapnews.com, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Laskar Merah Putih yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Rapimnas tahun ini mengusung tema “Laskar Merah Putih Bersama Pemerintah Rawat NKRI Membangun Negeri”, yang mencerminkan semangat organisasi untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, serta kader Laskar Merah Putih dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan kuatnya soliditas organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tokoh yang hadir dalam Rapimnas adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, upaya menjaga NKRI tidak hanya dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga dengan mendukung program-program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu program prioritas pemerintah saat ini adalah swasembada pangan.

Amran menilai ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader Laskar Merah Putih untuk turut mengawal program swasembada pangan hingga ke tingkat daerah.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, dan organisasi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Macab LMP Soppeng, Sahar. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Menteri Pertanian dan menggerakkan seluruh potensi organisasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurut Sahar, swasembada pangan merupakan agenda strategis yang harus mendapat dukungan seluruh elemen bangsa. Ia menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang besar sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan target tersebut.

“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani harus didukung bersama,” kata Sahar.

Ia menegaskan bahwa LMP Soppeng siap mengawal program swasembada pangan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan negara melalui sektor pangan.

Selain itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Kader-kader LMP juga akan didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Sahar menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, LMP akan terus hadir membantu menyosialisasikan berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga berharap Rapimnas 2026 semakin memperkuat soliditas organisasi dari tingkat pusat hingga daerah sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

“Rapimnas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami berharap seluruh kader LMP semakin solid dan terus berkontribusi dalam menjaga NKRI serta mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Rapimnas Laskar Merah Putih 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, berbagai program strategis, termasuk swasembada pangan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Yund)

Kamis, 11 Juni 2026

Tak Hanya Asuransi, Kerja Sama Pemkab Soppeng–Askrindo Juga Jamin Kelancaran Proyek Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus memperkuat upaya pengelolaan risiko pembangunan daerah melalui kerja sama dengan PT Askrindo Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penjaminan Suretyship dan Asuransi Umum yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Soppeng, Kamis (11/6/2026).

Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Branch Manager Class I Makassar PT Askrindo, Danny Supriyanto Aditya.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng membuka ruang bagi perusahaan asuransi untuk berkontribusi dalam memberikan layanan penjaminan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seluruh perusahaan asuransi untuk membantu masyarakat Soppeng dalam bidang penjaminan dan asuransi umum,” ujarnya.

Kerja sama tersebut mencakup layanan penjaminan suretyship yang berfungsi memberikan jaminan atas pelaksanaan kontrak pekerjaan, khususnya dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Skema ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kegagalan pelaksanaan kontrak oleh penyedia jasa sekaligus meningkatkan kepastian penyelesaian proyek pembangunan daerah.

Selain penjaminan proyek, kesepakatan itu juga mencakup layanan asuransi umum yang memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko, seperti kerusakan aset, kebakaran, kecelakaan, hingga risiko lain yang dapat memengaruhi jalannya program pembangunan dan pelayanan publik.

Dari pihak Askrindo, kegiatan tersebut turut dihadiri Corporate Secretary Syafruddin, Regional Head 7 Makassar Ceri Fertiliawan, Technical Head Branch Office Makassar Andi Zaiful, Business Head Branch Office Makassar Fery Antho, serta Nurafni dari Askrindo Connect Bosowasi.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng yang hadir antara lain Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Soppeng.

Sebelumnya, pada April 2026, Askrindo juga menyerahkan bantuan Mobil Pintar (MoPi) kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan literasi dan pendidikan anak.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Soppeng berharap pengelolaan risiko pembangunan dapat semakin kuat, pelaksanaan proyek pemerintah lebih terjamin, serta akses masyarakat terhadap layanan penjaminan dan asuransi semakin luas.

(Yund) 

Pesan Tegas Bupati Soppeng Saat Lepas Petugas Sensus Ekonomi: Data Menentukan Masa Depan Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menyediakan data yang akurat dan komprehensif guna mendukung pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan pada kegiatan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng di Aula Grand Saota, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, jajaran BPS Kabupaten Soppeng, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para petugas sensus yang akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran sangat penting dalam memotret kondisi perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut akan menjadi landasan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.

Menurutnya, keberadaan data yang valid dan akurat menjadi kebutuhan mendasar bagi pemerintah dalam menyusun program yang tepat sasaran. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi ekonomi yang dimiliki daerah, sekaligus mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha.

“Data hasil sensus bukan sekadar angka statistik. Data tersebut menjadi fondasi dalam merancang kebijakan pembangunan yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Kita tidak bisa membangun daerah ini dengan mengira-ngira. Kita membutuhkan basis data yang riil untuk mendongkrak sektor-sektor potensial dan memajukan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Bupati menilai bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat erat kaitannya dengan kualitas data yang dimiliki pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan sensus. Mulai dari pimpinan OPD, camat, lurah dan kepala desa, kepala dusun hingga ketua RT/RW diminta memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarinstansi guna memastikan seluruh proses pendataan dapat berlangsung tanpa hambatan. Dukungan pemerintah di tingkat wilayah dinilai sangat penting untuk membantu petugas sensus menjangkau seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi yang ada di masyarakat.

Selain dukungan dari pemerintah, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam memberikan data akan sangat menentukan kualitas hasil sensus yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Bupati memastikan bahwa data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh petugas sensus.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan akurat. Informasi yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Kepada para petugas sensus, Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta menjaga profesionalisme selama berada di lapangan. Ia berharap setiap petugas mampu mengumpulkan data secara objektif sehingga hasil sensus memiliki tingkat validitas yang tinggi.

Selain itu, para petugas juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas pendataan yang akan berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Di akhir sambutannya, Bupati Suwardi Haseng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad dan memperkuat kolaborasi demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan pembangunan daerah yang lebih baik.

Dengan tersedianya data ekonomi yang lengkap dan akurat, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, serta meningkatkan daya saing Kabupaten Soppeng di masa mendatang.

Mengusung semangat “Sensus Akurat, Kebijakan Tepat”, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat basis data pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng secara berkelanjutan.

(Red)

Rabu, 10 Juni 2026

Ekonomi Soppeng Melejit 9,39%, LAKI Ingatkan Transparansi Anggaran Harus Diperketat


Soppeng, Sigapnews.com, Lompatan impresif pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng yang menembus angka 9,39% pada Triwulan I 2026 memantik respons positif dari berbagai elemen masyarakat sipil. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kabupaten Soppeng.

​Ketua DPC LAKI Soppeng, Hamka, memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng. Menurutnya, angka pertumbuhan yang jauh melampaui rata-rata Provinsi Sulsel (6,88%) dan Nasional (5,61%) ini merupakan bukti nyata dari efektifnya akselerasi infrastruktur dan optimalisasi sektor pertanian.

​"Angka 9,39 persen ini adalah prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Soppeng di awal tahun 2026. Kami dari DPC LAKI melihat bahwa kebijakan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan produktivitas tani dan geliat UMKM di bawah komando H. Suwardi Haseng sudah mulai menampakkan hasil yang konkret," ujar Hamka saat dimintai tanggapannya, Rabu (10/6/2026).

​Meski demikian, sebagai lembaga pengawas instansi publik dan pemberantasan korupsi, LAKI Soppeng juga memberikan catatan penting agar pertumbuhan ekonomi yang meroket ini dibarengi dengan transparansi anggaran yang ketat.

​Hamka menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur yang merata dan program bantuan pertanian harus dijaga dari segala potensi kebocoran anggaran agar asas kemanfaatannya benar-benar tepat sasaran.

​"Sesuai dengan pernyataan optimisme dari lingkungan Pemkab Soppeng bahwa kesejahteraan ini harus dirasakan langsung di dapur-dapur warga, maka kuncinya ada pada transparansi dan pengawasan. 

Kami di LAKI akan terus mengawal jalannya roda pemerintahan ini agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi berbanding lurus dengan tata kelola keuangan daerah yang bersih (good governance)," tegasnya.

​Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan kuat Soppeng yang dipicu oleh beberapa sektor utama, termasuk iklim usaha yang kondusif yang berhasil menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. 

Posisi Soppeng bahkan sukses mengungguli sejumlah kota besar di Sulawesi Selatan seperti Makassar yang berada di angka 6,61% dan Parepare di angka 5,82%.

​Dengan sinergi antara kerja keras pemerintah daerah dan pengawasan yang ketat dari elemen masyarakat, Kabupaten Soppeng diprediksi akan terus menjadi motor penggerak utama perekonomian di jazirah Sulawesi Selatan. (**)

Selasa, 09 Juni 2026

Bupati dan Dandim 1423 Tinjau Gedung Koperasi Merah Putih di Ganra, Siap Operasi 100 Persen





SOPPENG Sigapnews.com Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, telah rampung 100 persen. Hal ini dipastikan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Komandan Kodim (Dandim) 1423/Soppeng, Letkol Inf. Eko Yulianto, dalam kunjungan peninjauan pada Selasa (9/6/2026).

Kunjungan yang turut didampingi Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., serta Babinsa setempat tersebut, memastikan bahwa bangunan sudah siap mendukung program penguatan ekonomi masyarakat desa.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, mengapresiasi percepatan penyelesaian pembangunan gedung koperasi. Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih adalah bagian vital dari upaya memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung program strategis nasional dalam pengembangan koperasi berbasis desa.

Saya berharap koperasi ini segera beroperasi dan menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat, peningkatan produktivitas ekonomi desa, serta penguatan kesejahteraan warga setempat, ujar Bupati.

Sementara itu, Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf. Eko Yulianto, menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Termasuk penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih, tegasnya.

Dengan selesainya pembangunan gedung tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama TNI dan pemerintah desa berharap Koperasi Desa Merah Putih Desa Ganra dapat segera memulai operasionalnya demi kesejahteraan warga.

(Yun)

Bupati Soppeng dan Dandim 1423/Soppeng Pastikan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Komandan Kodim (Dandim) 1423/Soppeng, Letkol Inf. Eko Yulianto, melakukan peninjauan pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan koperasi yang telah rampung dikerjakan dan dipersiapkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dalam kegiatan itu, Bupati dan Dandim turut didampingi Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., serta Babinsa Desa Ganra.

Rombongan meninjau sejumlah bagian gedung dan memastikan fasilitas yang tersedia telah siap digunakan untuk menunjang operasional koperasi. Gedung yang menjadi salah satu sarana penguatan ekonomi masyarakat desa tersebut kini telah mencapai tahap penyelesaian penuh.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih telah selesai 100 persen. Menurutnya, keberadaan gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus wadah pengembangan berbagai usaha produktif yang dikelola secara bersama oleh warga desa.

“Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih telah rampung sepenuhnya dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program penguatan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memberikan apresiasi atas percepatan penyelesaian pembangunan gedung tersebut. Ia menilai keberadaan koperasi desa memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang terorganisasi dan berkelanjutan. Selain itu, program tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan koperasi berbasis desa sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif,” kata Bupati.

Sementara itu, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, dukungan terhadap penguatan kelembagaan ekonomi desa merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga.

“TNI siap mendukung program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan gedung tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap Koperasi Desa Merah Putih Desa Ganra dapat segera beroperasi dan menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi desa, memperluas peluang usaha warga, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra juga menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana pendukung ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat dan mandiri.

(Yund)

Bupati Soppeng Terima Audensi BKKBN Sulsel Bahas Percepatan Penurunan Stunting


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima audiensi Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, S.T., M.Eng., bersama rombongan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Fatmawati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng, Hj. Andi Husniati, S.Sos., M.M., beserta jajaran terkait.

Audiensi tersebut dilaksanakan usai kegiatan pembinaan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang digelar di Kabupaten Soppeng. Kegiatan pembinaan tersebut bertujuan memperkuat peran penyuluh dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).

Kegiatan yang diikuti para PKB dan PLKB se-Kabupaten Soppeng itu juga menjadi wadah penguatan kapasitas penyuluh dalam mendampingi keluarga berisiko stunting, sekaligus mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. 

Selain itu, para peserta didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyebarluasan informasi program pembangunan keluarga kepada masyarakat.

Bupati Soppeng menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan terhadap berbagai program pembangunan keluarga di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga penyuluh, dan seluruh elemen masyarakat agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng menyambut baik berbagai program yang dijalankan BKKBN dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas. Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting di daerah,” ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, Dr. Fatmawati menegaskan pentingnya peran penyuluh KB sebagai ujung tombak pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat terus diperkuat guna mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan itu berlangsung di tengah komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung program pembangunan keluarga. 

Sebelumnya, Kabupaten Soppeng menerima penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas dukungan dan komitmennya dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga pada peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2025.

(Yund) 

Minggu, 07 Juni 2026

Hadiri Tasyakuran Brigjen Faizal, Suwardi Haseng: Kekompakan Masyarakat Kunci Kemajuan Kabupaten Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara tasyakuran dan silaturahmi yang digelar Brigjen Pol Faizal di kediaman keluarganya di Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Minggu malam (7/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban itu dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, para alumni sekolah, sahabat, hingga keluarga besar Brigjen Faizal. Kehadiran para tamu dari berbagai latar belakang mencerminkan eratnya hubungan sosial yang selama ini terjalin antara Brigjen Faizal dan masyarakat Kabupaten Soppeng.

Tasyakuran tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur setelah Brigjen Faizal menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya memiliki nilai religius sekaligus sosial yang sangat penting.

Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu kekuatan yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat dan memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Momentum seperti ini sangat baik untuk menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antar sesama. Persatuan dan kekompakan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun daerah,” ujar Suwardi Haseng dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan dukungan program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat yang dilandasi semangat persatuan dan gotong royong. Karena itu, kegiatan yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwardi juga menyampaikan rasa bangga terhadap Brigjen Faizal yang dinilai sebagai salah satu putra terbaik Kabupaten Soppeng. Kiprah dan prestasinya di institusi Kepolisian Republik Indonesia hingga mencapai jenjang perwira tinggi dianggap menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

“Pak Brigjen Faizal adalah salah satu putra terbaik Soppeng yang berhasil mengharumkan nama daerah. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Soppeng,” katanya.

Menurut Suwardi, keberhasilan tokoh-tokoh daerah yang mampu berkiprah di tingkat nasional merupakan aset penting yang dapat memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus berupaya meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi positif bagi daerah asalnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tasyakuran dan silaturahmi tersebut dapat terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia meyakini bahwa hubungan sosial yang harmonis akan menjadi energi positif dalam mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Soppeng yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sementara itu, suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertukar kabar, mempererat hubungan persaudaraan, serta memperkuat jaringan silaturahmi yang selama ini telah terjalin.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan masih tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Melalui momentum tasyakuran tersebut, diharapkan semangat persatuan dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh sebagai fondasi dalam membangun Kabupaten Soppeng yang lebih baik di masa mendatang.

(Yund)

Sekolah-Sekolah Mulai Beralih ke Lereng Hijau? Fenomena Ini Bikin Peta Wisata Edukasi Soppeng Jadi Perbincangan


Soppeng, Sigapnews.com, Wisata Alam Lereng Hijau belakangan ini semakin sering menjadi tujuan kegiatan rekreasi dan pembelajaran luar kelas bagi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Soppeng. Fenomena tersebut menarik perhatian publik setelah beberapa sekolah dari Kecamatan Lalabata diketahui memilih destinasi wisata alam tersebut sebagai lokasi kegiatan bersama peserta didik.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, sekolah-sekolah seperti SDN 7 Salotungo, SDN 9 Mallanroe, hingga SDN 13 Palakka tercatat menggelar kegiatan wisata edukasi di kawasan Lereng Hijau. Minggu (7/6/2026).

Kehadiran rombongan pelajar yang datang secara bergantian membuat destinasi tersebut semakin ramai diperbincangkan masyarakat.

Meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Banyak pihak mulai mencoba membaca fenomena ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar tren wisata biasa. Sebab, selama ini terdapat sejumlah destinasi lain yang dikenal memiliki dukungan dan perhatian yang lebih besar dari berbagai pihak, namun justru tidak terlihat menjadi pilihan utama bagi sebagian sekolah.

Lereng Hijau sendiri berkembang sebagai destinasi yang menawarkan suasana alam terbuka dengan lingkungan yang masih asri. Hamparan pepohonan, udara yang sejuk, serta ruang yang luas menjadi daya tarik tersendiri bagi kegiatan yang melibatkan banyak peserta didik.

Bagi sekolah, faktor kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi kegiatan luar ruangan. Selain itu, suasana yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan alam dinilai memiliki nilai edukatif yang tidak bisa diperoleh sepenuhnya di dalam ruang kelas.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pilihan sekolah sering kali menjadi indikator menarik untuk membaca tren sebuah destinasi wisata. Berbeda dengan kunjungan individu yang dapat dipengaruhi banyak faktor sesaat, keputusan sekolah biasanya melalui proses pertimbangan yang lebih matang, mulai dari fasilitas, aksesibilitas, hingga kenyamanan peserta didik selama berada di lokasi.

“Ketika sekolah memilih sebuah tempat, biasanya mereka mempertimbangkan banyak hal. Jadi kalau sebuah destinasi mulai sering dipilih, tentu ada nilai tambah yang dirasakan,” ungkap seorang pemerhati pariwisata lokal.

Fenomena ini kemudian melahirkan diskusi yang cukup hangat di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah popularitas Lereng Hijau merupakan efek viral sesaat atau justru tanda bahwa preferensi masyarakat terhadap wisata edukasi sedang berubah.

Di era digital saat ini, pengalaman pengunjung memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sebuah destinasi wisata. Satu pengalaman positif dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial, grup percakapan, hingga rekomendasi dari mulut ke mulut. Efek inilah yang sering kali membuat sebuah tempat berkembang tanpa promosi besar-besaran.

Banyak pihak menilai bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam industri pariwisata. Ketika pengunjung merasa puas, mereka akan dengan sukarela menjadi promotor yang memperkenalkan destinasi tersebut kepada orang lain. Sebaliknya, fasilitas yang besar sekalipun tidak selalu menjamin tingginya minat pengunjung apabila pengalaman yang diberikan tidak sesuai harapan.

Karena itu, meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau dianggap sebagai fenomena yang layak dicermati. Terlebih, sekolah merupakan kelompok pengunjung yang cukup selektif dalam menentukan tujuan kegiatan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada data resmi yang dapat memastikan apakah telah terjadi pergeseran besar dalam peta wisata edukasi di Kabupaten Soppeng. Namun satu hal yang sulit dibantah adalah semakin seringnya nama Lereng Hijau muncul dalam berbagai aktivitas sekolah.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Lereng Hijau akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi yang diperhitungkan di daerah tersebut. Pada akhirnya, pilihan para sekolah mungkin sedang menyampaikan pesan sederhana bahwa kualitas pengalaman pengunjung tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

Kini pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat Soppeng adalah: ketika sekolah diberikan kebebasan untuk memilih tujuan wisatanya sendiri, mengapa nama Lereng Hijau semakin sering muncul dibandingkan sebelumnya? Jawaban atas pertanyaan itulah yang tampaknya akan terus menjadi bahan diskusi menarik dalam perkembangan dunia pariwisata lokal.

(Yund)

Sabtu, 06 Juni 2026

Bupati Soppeng Beri Pesan Khusus kepada Pensiunan Guru, Isinya Jadi Sorotan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya dalam menjaga hubungan dan sinergi dengan para insan pendidikan yang telah memasuki masa purnabakti. Hal tersebut terlihat saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan silaturahmi Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Soppeng di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (6/6).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan para purnakaryawan pendidikan yang selama puluhan tahun telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi IPPK Kabupaten Soppeng untuk memperkenalkan eksistensi organisasi yang menjadi wadah resmi para purnakaryawan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Organisasi ini menghimpun para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari guru, dosen, hingga tenaga administrasi dan struktural yang pernah mengabdi dalam dunia pendidikan.

Ketua IPPK Kabupaten Soppeng, H. Andi Asis, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Menurutnya, para anggota IPPK masih memiliki semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pendidikan di daerah meskipun telah memasuki masa pensiun.

“Kami ingin IPPK tetap aktif, produktif, dan memberi manfaat meskipun para anggotanya telah memasuki masa purnabakti. Silaturahmi ini menjadi ruang bagi kami untuk bertukar gagasan serta memperoleh masukan demi kemajuan pendidikan di Soppeng,” ujarnya.

Andi Asis menambahkan bahwa pengalaman panjang yang dimiliki para purnakaryawan pendidikan merupakan modal penting yang dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng. Karena itu, pihaknya berharap hubungan baik dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin sehingga berbagai gagasan dan pemikiran yang dimiliki para anggota IPPK dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh anggota IPPK atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi Haseng, keberhasilan pembangunan pendidikan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari peran besar para guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mendidik generasi muda.

“Pengabdian Bapak dan Ibu guru serta tenaga kependidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan kita. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa para purnakaryawan pendidikan bukanlah sosok yang berhenti berkontribusi setelah memasuki masa pensiun. Sebaliknya, pengalaman, wawasan, serta pemikiran yang mereka miliki masih sangat dibutuhkan dalam memberikan masukan dan inspirasi bagi generasi penerus maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik.

Ia berharap semangat pengabdian yang selama ini melekat pada diri para pendidik tetap terjaga dan terus menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan para purnakaryawan pendidikan merupakan aset berharga yang memiliki nilai strategis bagi kemajuan Kabupaten Soppeng.

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan para anggota IPPK terkait berbagai isu pendidikan, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, serta peluang kolaborasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Sebagai organisasi yang menaungi para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, IPPK memiliki peran penting dalam menjaga semangat kebersamaan serta menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pandangan dan masukan konstruktif terkait pengembangan pendidikan.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan para purnakaryawan pendidikan dapat terus terjalin dengan baik. Sinergi yang dibangun tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas jasa-jasa para pendidik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan mereka untuk mendukung kemajuan pendidikan serta pembangunan daerah di masa mendatang.

(Yund)

Malam Mencekam di SPBU Kemakmuran, Satresnarkoba Polres Soppeng Tangkap Pengedar Sabu, Pria 53 Tahun Dicokok 7 Bungkus Narkoba dan Bong


SOPPENG Sigapnews.com Sebuah operasi senyap namun dahsyat dilancarkan Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng Jumat malam (5/6/2026). Sekitar pukul 20.50 Wita, di area SPBU Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lalabata Rilau, seorang pria paruh baya berinisial S (53), warga Jerae, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, diringkus tanpa perlawanan berarti.

Operasi yang dipimpin langsung Kanit II Satresnarkoba Polres Soppeng, IPDA Ibrahim Rahman, S.E., ini berawal dari laporan intelijen masyarakat yang menyebut SPBU tersebut kerap dijadikan sarang transaksi sabu. Tanpa membuang waktu, tim melakukan pengintaian, lalu bergerak cepat mengunci target.

Saat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang mencengangkan: tujuh saset plastik bening berisi narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto mencapai 1,73 gram. Tak berhenti di situ, polisi juga menyita tujuh tabung plastik kecil berbentuk peluru yang diduga sebagai tempat penyimpanan sabu, plus satu set alat hisap (bong) yang masih utuh.

Di hadapan penyidik, S mengakui semua barang haram itu miliknya. Ia pun langsung digelandang ke Mapolres Soppeng beserta seluruh barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam pernyataan tegasnya mengapresiasi aksi cepat personelnya. Kami akan kejar dan hancurkan setiap jaringan narkotika di Soppeng. Masyarakat jangan takut melapor. Ini perang total dan kami butuh sinergi rakyat untuk selamatkan generasi muda dari racun narkoba, ujarnya.

Terduga pelaku kini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup mengintainya. Penyidik saat ini masih memburu kemungkinan adanya jaringan lain yang lebih besar di balik kasus ini.

(Yund)

Jumat, 05 Juni 2026

Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

 

Oleh Dr. Mismubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG

Misi utama katauhidan islam yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah misi kemanusiaan yang luhur yaitu budi pekerti, moral dan akhlakul karimah. Dengan prinsip kitab suci, maka lahirlah konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Qs. Al-Anbiyah 107). 

Melalui ayat ini, Tuhan menggambarkan kepribadian Muhammad untuk ditegaskan kepada setiap generasi bahwa Risalah kenabian adalah rahmat yang akan membawa kedamaian jasmani dan rohani. Bukan sebaliknya yang melahirkan amarah, perpecahan dan saling menghina. 

Ajaran mula setiap periode kenabian adalah keselamatan jasmani dan rohani. Manusia telah mengambil langkah penting untuk menduduki posisi khalifah untuk tidak berbuat kerusakan didarat dan dilaut. Yaitu kerusakan yang di akibatkan oleh ulah tangan manusia dan atau mulutnya yang kotor untuk menyakiti. 

Islam menghendaki selamat bukan sebatas menjalankan perintah wajib lalu menghindari interaksi lahirnya kewajiban. Contoh melaksanakan shalat bukan karena kewajiban, karena antara kewajiban sebagai manusia sudah ditakdirkan sejak awal penciptaan yaitu sebagai Khalifatu Fil Ardhi (Qs. Al-Baqarah 30). 

Menjaga amanah Allah untuk tidak berbuat kerusakan atas kelalaian yang berlebihan, syahwat dunia, khilaf diri dan saling menghina dan merendahkan (berbuat kerusakan didarat dan di laut, yaitu jasmani dan rohani).

Keterlibatan unsur jasmani pada unsur rohani yang saling mengikat adalah bagian terpenting untuk merawat kelestarian (penghijauan) yakni harmonisasi disetiap masa, generasi atau lintas zaman. Kelestarian adalah wajah penghijauan di muka bumi yang berarti tumbuh dirawat dan dijaga tanpa pamrih. Setiap masa kenabian adalah proses penghijauan untuk tumbuh dengan kebahagiaan, yaitu senyum dan tawa. 

Dalam perspektif agama dan tawa, islam menawarkan prinsip universal, lakum dinukum waliyadin. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Namun, prinsip ini dijalankan dengan syari’at dan ketentuan untuk tidak memecah belah generasi. Solusi yang ditawarkan adalah menikmati setiap keadaan tanpa amarah dan beban. Yaitu senyum dan tawa (wajah bahagia) atau keindahan. 

Wajah bahagia adalah karunia Tuhan. Insan kamil. Tidak banyak yang bisa menawarkan wadah untuk bahagia. Manusia adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan itu. Karena ada unsur jasmani dan rohani. 

Terciptanya Senyum dan tawa melalui respon cerdas dari keterlibatan jasmani dan rohani pada tubuh. Respon jasmani atau fisiologis melibatkan kontraksi otot diafragma dan otot-otot pernapasan. Perubahan wajah adalah manifestasi fisik. 

Sedangkan respon Rohani atau Psikis/mental dipicu oleh stimulus kognitif, seperti humor, kejutan atau rasa senang. Aspek rohani melibatkan interpretasi situasi yang melahirkan keadaan emosional positif seperti kegembiraan atau euforia. 

Stand Up Comedy adalah seni pertunjukan seorang komika yang berdiri diatas panggung untuk menciptakan tawa kepada penonton melalui humornya secara langsung maupun personal dan seringkali kritis. Sementara Tawa adalah hasil dari interaksi dinamis antara proses mental (unsur rohani) dan ekspresi fisik (Unsur jasmani).

Melalui stand up codemy terbuka ruang bagi siapapun untuk menikmati indahnya tawa melalui humor. Seorang stand up comedian menurut pengalaman penulis adalah bagian dari proses menumbuhkembangkan bakat, membuka diri dan menerima apa adanya. 

Jika ingin menjadi penampil terbaik yang menciptakan tawa dari penonton harus rela menceritakan siapa dirimu dengan asumsi negatif. Artinya tanpa keterlibatan yang maha kuasa untuk membuka aib, melalui stand up comedy, ada ruang untuk membuka itu selama berdamai dengan diri sendiri. 

Islam tidak pernah melarang tawa. Islam adalah ruang untuk mewujudkan kebahagiaan melalui ekspresi. Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan tawa dengan prinsip tertawa yang baik. Tidak merendahkan prinsip rukun dalam beragama. Komedi melalui kebiasaan. Tawa yang baik adalah yang terkendali, tidak mengandung kebohongan. Sehingga seorang komika yang tampil di ajang stand up comedian menyampaikan materi dengan penulisan yang rapi dan observasi yang akurat dengan sering open mic (ajang pentas panggung seorang komika untuk menguji materinya) Tujuannya melihat berapa titik tawa yang diciptakan dari materi atau joke (candaan) yang disampaikan.

Islam membolehkan tawa sebagai bagian dari kehidupan yang ceria, bahagia. 

Dengan sering tertawa maka terbiasa untuk bahagia dari kekurangan. Sehingga menurut pendapat dan keyakinan penulis, Melalui stand up comedy maka potensi untuk bersyukur dan bersabar lebih baik lagi. 

Dengan melihat dan belajar dari komik-komik yang menyampaikan materi melalui joke nya. Penulis sendiri mengakui, bahwa menjadi komika memang tidak mudah dan harus ditempuh bukan hanya sebagai makhluk sosial tapi juga sebagai makhluk spiritual. Ditempah dengan proses sabar menjalani dan tetap bersyukur dengan keadaan. 

Penulis adalah Lulusan S3 Ilmu Al-Quran & Tafsir

Selasa, 02 Juni 2026

Kakak, Besok Kami Mencari Kalian di Sekolah, Tapi Kalian Sudah Tidak Ada...” Tangis Bilqis Pecah di Pelepasan Kelas VI SD Negeri 118 Ujung


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana haru menyelimuti acara pelepasan siswa Kelas VI SD Negeri 118 Ujung yang digelar dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Acara yang seharusnya menjadi momen perayaan kelulusan itu berubah menjadi lautan emosi ketika seorang siswi kelas V, Bilqis Tiffani Tafeng, menyampaikan sambutan perpisahan yang begitu menyentuh hati. Selasa (2/6/2026).

Di hadapan para guru, orang tua siswa, tamu undangan, dan seluruh siswa yang hadir, Bilqis berdiri dengan penuh keberanian. Mengenakan seragam sekolah yang rapi, siswi kecil itu awalnya tampak tenang saat menggenggam naskah sambutannya. Namun tak lama kemudian, suaranya mulai bergetar ketika menyampaikan pesan kepada kakak-kakak kelas yang akan meninggalkan sekolah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka.

"Kakak, hari ini kami tersenyum melihat kakak memakai pakaian yang indah. Kami ikut bangga karena kakak sudah lulus. Tapi di dalam hati kami, ada sedih yang tidak bisa kami sembunyikan," ucap Bilqis.

Kalimat pembuka itu langsung membuat suasana ruangan menjadi hening. Para siswa yang semula bercengkerama mulai memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Bilqis. Para guru yang duduk di deretan depan tampak menyimak dengan penuh perhatian.

Bilqis kemudian menatap satu per satu siswa kelas VI yang duduk mengikuti prosesi pelepasan. Matanya mulai berkaca-kaca ketika membayangkan hari-hari sekolah yang akan berbeda setelah kakak-kakak kelasnya tidak lagi hadir di lingkungan sekolah.

"Besok pagi saat kami datang ke sekolah, kami mungkin masih melihat kelas kakak. Kami masih melihat kursi tempat kakak duduk. Kami masih melihat halaman tempat kakak bermain. Tapi kami tidak akan melihat kakak lagi."

Ucapan tersebut sontak membuat banyak siswa terdiam. Beberapa siswa kelas VI terlihat menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya mulai mengusap mata yang mulai basah oleh air mata.

Dalam sambutannya, Bilqis mengungkapkan bahwa selama ini kakak-kakak kelas VI bukan sekadar siswa yang lebih tua. Mereka adalah sosok yang setiap hari hadir dalam perjalanan masa kecil adik-adik kelas di sekolah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kenangan yang akan terus tersimpan.

"Kami sedih karena mulai besok tidak ada lagi kakak yang menyapa kami di gerbang sekolah. Tidak ada lagi kakak yang kami lihat saat upacara. Tidak ada lagi kakak yang kami kagumi ketika tampil di depan sekolah."

Kata-kata sederhana tersebut justru menjadi bagian yang paling menyentuh. Banyak orang tua siswa yang hadir tampak mulai mengusap air mata. Sebagian guru bahkan terlihat menundukkan kepala karena larut dalam suasana haru.

Bilqis kemudian mengungkapkan bahwa selama ini dirinya dan teman-temannya sering menjadikan kakak-kakak kelas VI sebagai panutan. Mereka melihat sosok kakak kelas sebagai gambaran diri mereka di masa depan.

"Kakak mungkin tidak tahu, tapi kami sering ingin menjadi seperti kakak. Kami ingin pintar seperti kakak. Kami ingin berani seperti kakak. Kami ingin suatu hari nanti bisa berdiri di tempat kakak hari ini."

Kalimat itu kembali disambut keheningan. Tak sedikit siswa kelas VI yang mulai menangis karena merasa dihargai dan dikenang oleh adik-adik kelas mereka.

Menurut sejumlah guru yang hadir, momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan sepanjang pelaksanaan acara pelepasan siswa di sekolah itu. Sambutan yang disampaikan Bilqis dianggap mewakili perasaan banyak siswa yang harus berpisah dengan teman, kakak kelas, dan lingkungan yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun.

Tidak berhenti sampai di situ, Bilqis juga menyampaikan harapan besar bagi masa depan para lulusan SD Negeri 118 Ujung. Dengan penuh ketulusan, ia mendoakan agar seluruh kakak kelasnya dapat meraih cita-cita yang selama ini mereka impikan.

"Kalau nanti kakak sudah besar, sudah menjadi dokter, guru, polisi, tentara, pengusaha, atau apa pun cita-citanya, tolong jangan lupa bahwa dulu kakak pernah berlari-lari di halaman sekolah ini. Pernah belajar di kelas ini. Pernah dipanggil namanya oleh guru-guru yang sangat sayang kepada kakak."

Ucapan tersebut membuat suasana semakin emosional. Beberapa orang tua siswa tampak tidak mampu lagi menahan tangis. Momen yang awalnya dipenuhi senyum kebahagiaan berubah menjadi ruang penuh kenangan dan rasa syukur.

Bilqis lalu berhenti sejenak untuk menenangkan dirinya. Dengan suara yang lirih dan sesekali terputus karena menahan tangis, ia menyampaikan doa terakhir untuk kakak-kakak kelasnya.

"Kakak, kami tidak punya hadiah yang mahal untuk diberikan. Kami hanya punya doa. Semoga Allah menjaga setiap langkah kakak. Semoga kakak berhasil meraih semua cita-cita. Dan semoga suatu hari nanti kakak kembali ke sekolah ini untuk bercerita kepada kami tentang mimpi yang sudah menjadi kenyataan."

Tepuk tangan panjang langsung menggema di seluruh ruangan setelah kalimat tersebut selesai diucapkan. Banyak siswa, guru, dan orang tua berdiri memberikan apresiasi atas keberanian dan ketulusan Bilqis dalam menyampaikan pesan perpisahan.

Pada bagian akhir sambutannya, Bilqis menyampaikan satu kalimat yang menjadi puncak emosi acara tersebut.

"Kalau rindu punya suara, mungkin hari ini suara itu adalah suara kami. Suara adik-adik yang belum siap berpisah dengan kakak-kakak yang kami sayangi."

Kalimat itu seolah menjadi representasi perasaan seluruh siswa yang hadir. Tidak sedikit yang terlihat menangis haru, termasuk beberapa guru yang selama ini mendampingi perjalanan para siswa sejak awal masuk sekolah.

Kepala sekolah dan para guru mengaku bangga melihat ketulusan yang ditunjukkan para siswa. Menurut mereka, pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, rasa hormat, kasih sayang, dan hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Acara pelepasan Kelas VI SD Negeri 118 Ujung akhirnya berlangsung dengan penuh kenangan. Para siswa saling bersalaman, berpelukan, dan mengabadikan momen bersama guru serta teman-teman mereka.

Hari itu, Bilqis Tiffani Tafeng tidak sekadar menyampaikan sambutan perpisahan. Ia menyampaikan suara hati yang mewakili kerinduan banyak adik kelas kepada kakak-kakak yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Sebuah pesan sederhana yang mengingatkan bahwa setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan.

Bagi keluarga besar SD Negeri 118 Ujung, momen tersebut akan dikenang sebagai salah satu peristiwa paling menyentuh yang pernah terjadi dalam perjalanan sekolah. Sebab di balik kelulusan dan perpisahan, tersimpan cerita tentang persahabatan, keteladanan, dan kasih sayang yang tumbuh di antara generasi-generasi siswa yang pernah belajar di tempat yang sama.

(Red)

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved