-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Minggu, 12 Juli 2026

3 Hari Digembleng, 35 Kader BKPRMI Soppeng Resmi Siap Pimpin Gerakan Dakwah Masjid


Soppeng, Sigapnews.com,– Sebanyak 35 kader muda Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Soppeng resmi menyelesaikan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 setelah menjalani proses pengkaderan intensif selama tiga hari. Kaderisasi yang berlangsung di Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge, Kecamatan Marioriawa, pada 10–12 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis BKPRMI dalam menyiapkan regenerasi pemimpin gerakan dakwah berbasis masjid.

Diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, kegiatan ini mempertemukan peserta dari unsur DPD BKPRMI, utusan DPK BKPRMI se-Kabupaten Soppeng, serta remaja masjid yang diproyeksikan menjadi penggerak organisasi di wilayahnya masing-masing.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi tentang manajemen dakwah dan keorganisasian, tetapi juga ditempa melalui berbagai sesi kepemimpinan, diskusi kelompok, Forum Group Discussion (FGD), simulasi penyusunan program kerja, hingga pembiasaan ibadah berjamaah. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan memimpin organisasi sekaligus menjaga semangat dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dr. Syamsuddin, S.S., M.Si., mengatakan LMD 1 merupakan pintu masuk bagi lahirnya kader-kader yang siap membawa perubahan positif di lingkungan masjid dan masyarakat.

"LMD 1 ini adalah kawah candradimuka bagi pemuda masjid di Soppeng agar siap menghadapi tantangan zaman dengan manajemen dakwah yang modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai Islami," ujar Syamsuddin.

Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan Islam saat ini semakin kompleks. Karena itu, kader BKPRMI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional, menyusun program yang terarah, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan umat.

Ia berharap seluruh alumni LMD 1 menjadi motor penggerak kegiatan masjid yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pembinaan generasi muda, serta mengembangkan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M.. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari meriahnya pelaksanaan kegiatan, melainkan dari sejauh mana alumni mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

"Kami berharap alumni LMD 1 ini langsung mengaktifkan program-program kreatif di masjid masing-masing setelah kembali dari sini. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan kreativitas generasi muda," kata Asri Said.

Ia menambahkan, BKPRMI membutuhkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi dalam dakwah, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan LMD 1 juga datang dari Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Darwis, S.Ag.. Menurutnya, pembinaan pemuda berbasis masjid merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

"Pemerintah sangat mengapresiasi langkah BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembinaan dari perwakilan Polres Soppeng yang memberikan penguatan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menjelang penutupan, panitia melaksanakan evaluasi akhir dan pembaiatan kader sebagai penanda resmi berakhirnya proses LMD 1. Sertifikat kelulusan diserahkan secara simbolis kepada peserta terbaik, sementara BKPRMI Soppeng memberikan plakat penghargaan kepada Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge atas dukungan dan kontribusinya sebagai lokasi penyelenggaraan.

Melalui LMD 1, BKPRMI Kabupaten Soppeng menargetkan lahirnya generasi baru pemimpin masjid yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta semangat dakwah yang inklusif dan adaptif. Ke-35 kader yang telah dinyatakan lulus diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghidupkan masjid melalui program-program pembinaan, pemberdayaan umat, dan aktivitas kepemudaan yang kreatif di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Wastra Soppeng Bersinar di Panggung Nasional, Bupati Suwardi Apresiasi Karya Perajin Daerah


Makassar, Sigapnews.com,– Kebanggaan kembali dirasakan Kabupaten Soppeng. Wastra khas daerah bermotif "Lagosi Caddi Kalong" tampil memikat pada penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Momen istimewa itu berlangsung saat selendang wastra karya perajin Soppeng dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, pada acara penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan HUT Dekranas dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dekranas menjadi wadah penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan Indonesia sekaligus mendorong produk-produk daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, dan craft Otti Dituta. Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya Hj. Nurlela, didesain oleh Mijel Soppeng, dan diperagakan oleh Riska Nasrika.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, tampilnya wastra khas Soppeng pada ajang nasional menjadi bukti bahwa hasil karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu menarik perhatian dan layak bersaing di tingkat yang lebih luas.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Ia berharap momentum HUT Dekranas menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk terus berinovasi, sehingga kekayaan budaya dan kerajinan khas Soppeng semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

(Yund)

Jumat, 10 Juli 2026

Jalan Sehat Sulsel Anti Mager, Bupati Soppeng Perkuat Semangat Kebersamaan Bersama TP PKK


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turut memeriahkan kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026). Bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta rombongan TP PKK dan Dekranasda, Bupati tampak berbaur dengan ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Para peserta menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulsel hingga Lapangan Hasanuddin, Makassar.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah. Ribuan peserta berjalan bersama sambil menikmati kebersamaan dalam semangat hidup sehat yang diusung melalui gerakan "Sulsel Anti Mager". Berbagai layanan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata, turut disediakan panitia, disertai doorprize dengan hadiah utama satu unit mobil.

Bagi rombongan Kabupaten Soppeng, keikutsertaan dalam jalan sehat ini menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar. Sebelumnya, mereka mengikuti syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, hingga fashion show Wastra Nusantara yang menampilkan beragam karya kerajinan khas Kabupaten Soppeng.

Usai kegiatan, Bupati H. Suwardi Haseng menyempatkan diri berfoto bersama anggota TP PKK dan jajaran Dekranasda Kabupaten Soppeng. Momen tersebut mencerminkan kekompakan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung program PKK, pelestarian budaya, dan pengembangan produk unggulan daerah.

Keikutsertaan Bupati Soppeng bersama rombongan tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap gerakan masyarakat hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah dalam momentum HKG PKK dan HUT Dekranas tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

(Red)

Suwardi Haseng Bongkar Pembahasan Internal Golkar Sulsel, Singgung Bocoran Musda DPD II


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengungkap adanya pembahasan penting di balik Rapat Konsultasi Persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar, Jumat (10/7/2026) malam.

Suwardi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, mengaku tidak mengikuti jalannya rapat sejak awal karena masih menghadiri agenda di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Meski datang setelah rapat utama selesai, Suwardi mengungkap dirinya masih sempat bergabung dalam pembahasan bersama jajaran pimpinan partai di ruang Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.

"Saya telat dan sudah bubar rapat baru saya tiba karena sebelumnya saya ikut acara di rumah jabatan gubernur. Tetapi saya masuk di ruangan Pak Ketua bersama Armin dengan yang lain. Banyak hal yang dibahas, termasuk bocoran mengenai Musda DPD II nantinya," kata Suwardi kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa selain membahas kesiapan pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, pertemuan itu juga menyinggung agenda Musda DPD II Partai Golkar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Namun, Suwardi belum bersedia mengungkap lebih jauh isi pembahasan maupun "bocoran" yang dimaksud. Ia juga belum menjelaskan apakah pembicaraan tersebut berkaitan dengan jadwal pelaksanaan, mekanisme pemilihan, ataupun dinamika politik internal menjelang Musda DPD II.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Persiapan Musda XI berdasarkan Surat Undangan Nomor 03/DPD-I/PG/VII/2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muhidin Moh. Said bersama Plt Sekretaris Rahman Pina.

Rapat tersebut dihadiri Pengurus Harian, Panitia Pengarah Musda XI, serta Panitia Pelaksana Musda XI dengan agenda utama melakukan konsultasi dan pemantapan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musda XI.

Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan menjadi momentum strategis karena akan menentukan kepemimpinan partai untuk periode berikutnya sekaligus menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi. Setelah Musda tingkat provinsi digelar pada tanggal 18 Juli 2026, agenda selanjutnya diperkirakan akan berlanjut pada pelaksanaan Musda DPD II di seluruh kabupaten dan kota.

Hingga berita ini diterbitkan, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil rapat konsultasi.

(AJS)

Rabu, 08 Juli 2026

Mutasi Perdana Era Suwardi Haseng, 222 Pejabat Pemkab Soppeng Resmi Dilantik, Penataan Birokrasi Dimulai


Soppeng, Sigapnews.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng memulai langkah besar dalam penataan birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 222 pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026).

Mutasi ini menjadi yang pertama dalam masa pemerintahan Bupati H. Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle. Selain sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pelantikan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Ratusan pejabat yang dilantik berasal dari berbagai perangkat daerah. Mereka terdiri atas 66 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, enam Kepala UPTD Puskesmas, serta 37 kepala sekolah yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Setelah pembacaan Surat Keputusan Bupati oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), seluruh pejabat mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal yang memimpin doa, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta keluarga pejabat yang dilantik.

Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang harus dipandang sebagai proses pembinaan karier aparatur sipil negara. Menurutnya, perpindahan jabatan tidak hanya bertujuan mengisi kekosongan posisi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak ada yang nonjob. Ada yang mendapat promosi jabatan dan ada pula yang bergeser. Ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pejabat tidak terlalu lama berada pada posisi yang sama," tegas Suwardi di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Bupati juga menjelaskan bahwa lima pejabat yang menjadi perwakilan dalam pengambilan sumpah merupakan aparatur yang sebelumnya berstatus nonjob. Kini mereka kembali memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan baru sesuai kebutuhan organisasi.

Menurut Suwardi, setiap mutasi telah melalui proses evaluasi yang mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, integritas, dan kebutuhan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pejabat dapat segera bekerja, beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, serta menunjukkan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja, membangun komunikasi yang baik, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas," ujarnya.

Salah satu hal yang menarik dalam pelantikan kali ini adalah kehadiran para kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Bupati sengaja mengundang mereka agar dapat mengenal pejabat-pejabat yang akan bertugas di wilayah masing-masing sehingga koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa maupun kelurahan dapat berjalan lebih efektif.

Mutasi perdana ini masih difokuskan pada pejabat administrator dan pengawas atau eselon III dan IV. Sementara jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II belum mengalami perubahan.

Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian. Untuk tingkat kecamatan, Andi Lukman Saransi dipercaya sebagai Camat Liliriaja, Andi Ahmad Masykur sebagai Camat Marioriwawo, A. Massalangka Raya sebagai Camat Marioriawa, Andi Nurhadi Hatang sebagai Camat Donri-Donri, Nurul Azmi sebagai Camat Ganra, dan Hasnawati sebagai Camat Citta.

Pada lingkungan Sekretariat Daerah dan OPD, Jumiar dipercaya sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Fajar Mu'min Arafah sebagai Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Sudirman sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat, Nur Inaya sebagai Sekretaris Bappelitbangda, Andi Zulkarnain sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol, serta Nasyithah Usman sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di sektor kesehatan, enam pejabat memperoleh amanah memimpin UPTD Puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sementara di sektor pendidikan, sebanyak 37 kepala sekolah mulai dari jenjang TK Negeri, SD Negeri hingga SMP Negeri juga dilantik untuk mengisi jabatan baru sebagai bagian dari peningkatan kualitas manajemen pendidikan.

Usai prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara sumpah jabatan, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Para pejabat satu per satu menerima ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, rekan kerja, hingga anggota keluarga yang hadir memberikan dukungan.

Pelantikan ini menandai dimulainya penataan birokrasi pada masa pemerintahan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle. Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru mampu menunjukkan kinerja terbaik, memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan disiplin aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan komposisi pejabat yang telah diperbarui melalui mutasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis roda pemerintahan akan berjalan lebih efektif, adaptif terhadap tantangan pembangunan, dan mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Lurah Botto H Munadir Nurdin Naik Jabatan Jadi Sekcam Lalabata: "Saya Tidak Pergi Jauh dari Masyarakat"


Soppeng, Sigapnews.com,– Perjalanan pengabdian H. Munadir Nurdin, S.Sos., di Kelurahan Botto resmi memasuki babak baru. Setelah 3 tahun 3 bulan memimpin kelurahan tersebut, sosok yang akrab disapa Lurah Metro itu kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Lalabata.

Pelantikan Munadir berlangsung dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi mutasi perdana dalam skala besar pada masa kepemimpinan Bupati Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle. Sebanyak 222 pejabat dilantik, terdiri atas 66 pejabat administrator, 113 pejabat pengawas, serta 37 kepala sekolah.

Turut menghadiri kegiatan itu Wakil Bupati Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah H.A. Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, para kepala OPD, camat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Bagi Munadir, pelantikan tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan. Amanah baru yang diterimanya menjadi kelanjutan dari pengabdian sebagai aparatur sipil negara yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

"Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga saya dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya usai pelantikan.

Namun, di balik rasa syukur itu tersimpan kenangan yang tidak mudah dilupakan. Selama lebih dari tiga tahun memimpin Kelurahan Botto, Munadir mengaku banyak belajar dari masyarakat. Menurutnya, berbagai program pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh elemen warga.

"Selama menjabat sebagai Lurah Botto, saya banyak belajar dari masyarakat. Dukungan dan kebersamaan mereka menjadi kekuatan bagi kami dalam menjalankan berbagai program pemerintah," ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan berbagai program di Kelurahan Botto bukanlah hasil kerja seorang lurah semata, melainkan buah dari kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga seluruh warga.

Karena itu, menjelang mengakhiri masa tugasnya sebagai lurah, Munadir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama dirinya mengemban tugas.

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh aparatur Kelurahan Botto, para kepala lingkungan, ketua RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh mitra pemerintah yang selama ini bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan wilayah.

Sebelum resmi berpindah tugas, Munadir bahkan telah berpamitan kepada seluruh staf kelurahan beserta para kepala lingkungan, RT, dan RW saat apel pagi. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan pengabdian yang telah dilalui bersama selama lebih dari tiga tahun.

Di mata masyarakat, Munadir dikenal sebagai pemimpin yang mudah dijumpai. Ia tidak hanya hadir dalam kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga kerap turun langsung mengikuti kerja bakti, gotong royong, hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Ia juga aktif membangun sinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan lingkungan maupun mendukung berbagai program kemasyarakatan.

Kedekatan itulah yang kemudian membuat warga memberikan julukan "Lurah Metro" kepada dirinya. Julukan tersebut tidak hanya menjadi sapaan akrab, tetapi juga mencerminkan hubungan yang telah terjalin erat antara dirinya dengan masyarakat.

Menariknya, usai dilantik sebagai Sekcam Lalabata, Munadir sempat melontarkan candaan yang mengundang senyum orang-orang di sekitarnya.

"Saya sebenarnya tidak pergi jauh. Masih tetap di wilayah metro," katanya sambil tersenyum.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Kantor Kecamatan Lalabata yang kini menjadi tempat tugas barunya masih berada di pusat Kota Watansoppeng, sehingga dirinya tetap dapat berinteraksi dengan masyarakat yang selama ini telah dikenalnya.

Meski kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Camat Lalabata, Munadir berharap tali silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Botto tidak akan pernah terputus.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto atas dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama ini. Mohon doa dan dukungannya agar saya dapat menjalankan amanah baru sebagai Sekretaris Camat Lalabata dengan baik, penuh tanggung jawab, serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Munadir berharap Kelurahan Botto terus berkembang di bawah kepemimpinan yang baru. Ia juga berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun tetap terjaga sehingga Botto semakin maju, aman, harmonis, dan kompak dalam mendukung pembangunan Kabupaten Soppeng.

Perpindahan tugas tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian Munadir sebagai Lurah Botto. Namun, bagi masyarakat yang mengenalnya sebagai "Lurah Metro", kedekatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun diyakini tidak akan berakhir hanya karena berganti jabatan. Sebab, baginya, jabatan boleh berubah, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

(Yund)

Senin, 06 Juli 2026

Daeng Raja Nyatakan Siap Maju di Pilkades Mattabulu, Fokus Benahi Infrastruktur dan Pertanian


Soppeng, Sigapnews.com,– Bursa bakal calon Kepala Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, semakin ramai. Setelah beberapa nama lebih dulu beredar di tengah masyarakat, kini Arifin yang akrab disapa Daeng Raja menyatakan kesiapannya untuk ikut bertarung pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mattabulu.

Kehadiran Daeng Raja menambah daftar figur yang digadang-gadang akan meramaikan kontestasi. Sebelumnya, sejumlah nama seperti Andi Fandi Adam, Udin Jahe Merah, Aris, Andi Samsu Rijal, Andi Saha, serta tiga tokoh dari kalangan pendidik telah lebih dahulu menjadi perbincangan warga.

Di kalangan masyarakat, Daeng Raja dikenal sebagai sosok yang aktif membangun komunikasi dengan warga, khususnya para petani. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan desa.

Saat ditemui di Soppeng, Arifin mengaku keputusan maju dalam Pilkades lahir dari dorongan masyarakat yang menginginkan pemerataan pembangunan di Desa Mattabulu.

"Saya sering turun dan berdialog langsung dengan masyarakat. Banyak aspirasi yang saya dengar, mulai dari persoalan infrastruktur, pertanian hingga pengembangan potensi desa. Dari situ muncul tekad untuk ikut mengambil bagian dalam membangun Mattabulu," katanya, Senin (6/7).

Menurutnya, salah satu program prioritas yang akan diperjuangkan apabila dipercaya memimpin desa adalah peningkatan akses jalan menuju Corowali. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian.

Selain itu, Daeng Raja juga berkomitmen mengembangkan potensi wisata desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai sektor pariwisata dapat memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat.

Di bidang pertanian, ia berencana memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan kelembagaan petani di wilayah Ale Tellue, Corowali, hingga Tempoe.

"Bagi saya, petani adalah kekuatan utama Desa. Karena itu, peningkatan kualitas SDM petani harus menjadi perhatian agar produktivitas dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," ujarnya.

Sementara itu, kemunculan nama Daeng Raja mendapat respons positif dari sejumlah warga. Mereka menilai Arifin sebagai sosok yang sederhana, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat.

"Ia sering hadir di tengah masyarakat dan dekat dengan petani. Itu menjadi modal sosial yang cukup baik," ujar salah seorang warga.

Apresiasi juga datang dari Ketua LSM Sidik, Mahmud. Menurutnya, semakin banyak putra daerah yang ikut berpartisipasi dalam Pilkades, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik bagi Desa Mattabulu.

Dengan bertambahnya figur yang menyatakan siap maju, persaingan menuju Pilkades Mattabulu diperkirakan akan semakin menarik. Masyarakat berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung aman, damai, dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa Desa Mattabulu menuju pembangunan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

(Yund)

Resmi DPRD Dan Bupati Soppeng Kukuhkan Pertanggung Jawaban APBD 2025




SOPPENG Sigapnews.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Persetujuan tersebut dihasilkan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Soppeng, Senin (6/7/2026).

Rapat paripurna yang menjadi puncak pembahasan tingkat II ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfiding. Sebelum mengambil keputusan, seluruh fraksi DPRD menyampaikan pandangan akhir mereka terhadap Ranperda yang diajukan oleh pemerintah daerah, sebagai bagian dari mekanisme pembahasan yang telah berlangsung.

Berita acara persetujuan bersama kemudian dibacakan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkifli, S.H. Dokumen tersebut memuat kesepakatan antara Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dengan pimpinan DPRD yang terdiri dari Ketua DPRD Andi Muhammad Farid, Wakil Ketua I H. Nasfiding, dan Wakil Ketua II Muhammad Taufan.

Setelah pembacaan, Bupati Soppeng bersama pimpinan DPRD menandatangani berita acara persetujuan bersama sebagai tahapan akhir pembahasan di tingkat legislatif. Dalam sambutannya, Bupati H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD atas sinergi dan kerja sama yang terjalin selama proses pembahasan.

Menurutnya, persetujuan ini mencerminkan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari seluruh fraksi, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.


(Yun)

Sabtu, 04 Juli 2026

Warga Liliriaja Serbu Apotek AK Health Care,Bupati Suwardi Resmikan Langsung Layanan Cek Kesehatan Gratis



SOPPENG Sigapnews.com Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Apotek AK Health Care yang berlokasi di Appalaringe, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, pada Sabtu (4/7/2026).

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng dan disambut dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Puluhan warga terlihat memadati lokasi sejak pagi untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar bersamaan dengan acara peresmian.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyatakan bahwa kehadiran Apotek AK Health Care merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat.

Pemerintah daerah tentu mendukung hadirnya fasilitas seperti ini karena dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat dan terjangkau, ujar Suwardi Haseng saat meninjau langsung jalannya layanan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Abdul Kadir, SP, yang juga merupakan pemilik apotek'Direktur RSUD Latemmamala, dr. Siti Mudirusnia, Sp.KJ' Camat Liliriaja, Andi Lukman Saransi serta tokoh masyarakat Andi Mapparewe Akbar Singke dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Liliriaja, A. Abdul Razak. Turut hadir pula anggota PKK Liliriaja yang ikut memeriahkan kegiatan.

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan laboratorium, hingga konsultasi langsung dengan dokter. Masyarakat terlihat sangat terbantu dengan adanya layanan gratis ini.

Dengan diresmikannya Apotek AK Health Care, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi penopang utama layanan kesehatan di wilayah Liliriaja dan sekitarnya, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan akses kesehatan yang mudah dan terjangkau.

(YUND)

Kamis, 02 Juli 2026

Kontingen Soppeng Tampil Memukau di Defile PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026, Bupati Ikut Berjalan Bersama Guru


Sidrap, Sigapnews.com, Kontingen Kabupaten Soppeng tampil memukau pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Dengan kekuatan 2.513 peserta defile, Soppeng menjadi salah satu kontingen terbesar yang ikut memeriahkan pembukaan ajang tersebut.

Penampilan kontingen semakin mencuri perhatian saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memilih berjalan bersama para guru di tengah barisan defile. Kehadirannya mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap insan pendidikan.

Sepanjang memasuki arena stadion, kontingen Soppeng tampil kompak dan penuh semangat. Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya, sementara sejumlah peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kebersamaan melalui foto.

Identitas Kabupaten Soppeng juga ditampilkan melalui kostum kalong dan kakatua putih yang dikenakan peserta di barisan depan. Kalong yang telah lama menjadi ikon daerah semakin mempertegas ciri khas kontingen saat melintas di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026, terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Selain mengikuti defile, Kontingen Soppeng juga ambil bagian pada seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya. Kehadiran Bupati dalam barisan defile menjadi suntikan semangat bagi seluruh kontingen yang membawa nama Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Rabu, 01 Juli 2026

Tutup Bhayangkara Cup, Bupati Suwardi Dorong Pembinaan Atlet Muda Soppeng


Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi momentum penting untuk membangkitkan sepak bola di Kabupaten Soppeng melalui pembinaan atlet usia muda yang berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).

Menurut Suwardi, turnamen sepak bola di tingkat desa tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana efektif menjaring bibit-bibit pesepak bola berbakat yang dapat dibina hingga mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.

"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," ujar Suwardi.

Ia berharap Bhayangkara Cup dan Ganra Cup dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun agar semakin banyak talenta muda Soppeng memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.

Bupati juga mengapresiasi Polres Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, pemerintah desa, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan turnamen dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Suwardi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi yang aman dan kondusif sehingga berbagai kegiatan olahraga dan aktivitas kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.

Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."

Pada laga final kategori umum, Ganra FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC dari Kabupaten Barru menempati posisi juara ketiga bersama. Di kategori usia madya, Ganra All Star berhasil menjadi juara usai menundukkan Wajo All Star di partai final.

Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang turut dihadiri Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.

(Yund)

Sinergi Solid Terjaga, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng Ramaikan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80




SOPPENG Sigapnews. com Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar oleh Polres Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian penutup dari serangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Soppeng, setelah sebelumnya dilaksanakan upacara parade di halaman Kantor Bupati Soppeng.

Acara syukuran tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dan Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap sinergi dengan Kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung iklim pembangunan daerah yang kondusif.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Soppeng, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, purnawirawan Polri, pengurus Bhayangkari Cabang Soppeng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Praditya, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai sarana evaluasi dan introspeksi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondusivitas keamanan di Kabupaten Soppeng tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh adat, serta insan pers yang selama ini konsisten memberikan dukungan dan masukan konstruktif bagi kemajuan kinerja Polri. Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta pendekatan humanis dalam setiap pelayanan kepada publik.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas delapan dekade pengabdian Polri, tetapi juga memperkokoh komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng. Sinergi yang solid ini diharapkan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Soppeng.

(Yund) 

239 Jemaah Haji Kloter 41 dan 43 Kembali ke Soppeng, Bupati Suwardi Sambut dengan Haru



SOPPENG Sigapnews.com Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar penyambutan resmi bagi jemaah haji asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kloter 41 dan Kloter 43 Embarkasi Makassar Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Serbaguna Lapatau, Rabu (1/7/2026). Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai kepulangan para jemaah setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Acara penyambutan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., didampingi Wakil Bupati Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, para camat se-Kabupaten Soppeng serta keluarga dan masyarakat yang telah menantikan kepulangan para jemaah.

Jemaah haji asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kloter 41 dan Kloter 43 Embarkasi Makassar berjumlah 241 orang. Kloter 41 terdiri atas 234 jemaah, sedangkan Kloter 43 berjumlah tujuh jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 239 jemaah telah kembali ke Tanah Air. Sementara itu, dua jemaah lainnya meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, yakni Darmina Sikki binti Kulasse, warga Pajalesang, Kecamatan Marioriwawo, dan Suhara binti Raufe, warga Labessi, Kecamatan Marioriwawo. Keduanya tergabung dalam Kloter 41.

Sebanyak 11 jemaah dijemput langsung oleh keluarga di Makassar, sedangkan 228 jemaah lainnya tiba di Kabupaten Soppeng dan mengikuti penyambutan resmi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan para jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah di Tanah Suci. Ia berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama berhaji dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Latemmamala. Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dalam kehidupan bermasyarakat, ujar Suwardi.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan dua jemaah asal Kabupaten Soppeng yang wafat di Tanah Suci agar mendapat ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Ia menambahkan, kemabruran haji hendaknya tercermin melalui akhlak yang baik, sikap yang bijaksana, serta meningkatnya kepedulian terhadap sesama, sehingga para jemaah dapat menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses pemberangkatan, pelayanan, pendampingan hingga pemulangan jemaah ke Kabupaten Soppeng. Ia berharap seluruh pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT.

(Yund) 

Selasa, 30 Juni 2026

Terima Cicilan Nasabah tapi Tak Disetor ke Bank, Eks Mantri di Soppeng Jadi Tersangka Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com, Dugaan korupsi di salah satu bank milik negara di Kabupaten Soppeng akhirnya memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menetapkan seorang mantan mantri bank berinisial E sebagai tersangka setelah diduga menyalahgunakan kewenangannya saat masih bertugas.

Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (30/6/2026). Tak lama berselang, sekitar pukul 15.30 WITA, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap E untuk kepentingan proses hukum.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada hasil penyidikan yang menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pembayaran kredit nasabah.

Modus yang digunakan tersangka diduga dengan menerima langsung uang cicilan, angsuran, hingga pelunasan kredit dari para nasabah. Namun, uang tersebut diduga tidak pernah disetorkan ke rekening kas bank.

Agar aksinya tidak terungkap, tersangka disebut memberikan bukti transaksi yang seolah-olah sah, baik berupa slip setoran manual maupun bukti transaksi melalui aplikasi Brispot. Dengan cara itu, nasabah diyakini tetap percaya bahwa pembayaran mereka telah diproses sesuai prosedur.

Padahal, berdasarkan hasil penyidikan, dana yang diterima dari para nasabah diduga justru dialihkan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, uang yang semestinya menjadi pemasukan resmi bank tidak pernah tercatat dalam kas.

Hasil audit dan penyidikan mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp303.370.876.

Untuk memperlancar proses penyidikan, Kejari Soppeng menahan tersangka selama 20 hari, terhitung sejak 30 Juni hingga 19 Juli 2026, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng.

Tersangka dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

Kejari Soppeng menegaskan penyidikan belum berhenti. Aparat masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap seluruh fakta hukum dan memastikan pertanggungjawaban pidana dalam kasus ini.

(Yund) 

Resmi Bertugas, Kepala BPN Soppeng Langsung Bertemu Bupati Bahas Program Pertanahan Strategis


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima kunjungan audiensi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan Agustini setelah resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Dalam kunjungan itu, ia didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama sejumlah pejabat dan jajaran BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan kelembagaan, audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam mendukung berbagai program strategis di bidang pertanahan.

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya percepatan pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan guna mendukung Program Strategis Nasional (PSN), serta penguatan sinergi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng, diharapkan berbagai program pertanahan dapat terlaksana secara optimal. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(AJS)

Bupati Soppeng Jamu Mahasiswa Internasional dalam Program NISC-PH 2026 FKM Unhas




Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026. 

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional. 

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya. 

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang. 

(Silviana) 

Senin, 29 Juni 2026

Terancam 6 Tahun Penjara, 3 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di Soppeng Dilimpahkan ke Kejaksaan




Soppeng Sigapnews. com Penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang ditangani Satreskrim Polres Soppeng resmi memasuki tahap penuntutan. Tiga tersangka bersama barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Soppeng dalam proses Tahap II, Senin (29/6/2026).

Pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa peneliti. Ketiga tersangka masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Kanit Tipidter Polres Soppeng, Ipda Alfian, mengatakan selain menyerahkan para tersangka, penyidik juga melimpahkan barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi.

Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada Tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi, ujar Ipda Alfian kepada wartawan.

Menurutnya, pelaksanaan Tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan oleh Polres Soppeng. Selanjutnya, proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng hingga memasuki tahap persidangan.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Ipda Alfian menegaskan Polres Soppeng akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan akan terus dilakukan agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan negara dan masyarakat,tegasnya.
 
(Yund) 

Satreskrim Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Bersubsidi, Tiga Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Jaksa


Soppeng, Sigapnews.com, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar kini telah dinyatakan selesai.

Sebagai tindak lanjut, penyidik resmi melaksanakan pelimpahan tahap II dengan menyerahkan tiga orang tersangka beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses hukum selanjutnya.

Penanganan perkara tersebut berada di bawah koordinasi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., sementara proses penyidikan dilakukan oleh Unit Tipidter yang dipimpin Kanit Tipidter Ipda Alfian.

Ipda Alfian menjelaskan bahwa pelimpahan tahap II dilakukan setelah seluruh persyaratan formil dan materiil dinyatakan lengkap.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," kata Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Ketiga tersangka yang dilimpahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Dalam perkara ini, penyidik turut menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, dan lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana dalam praktik pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi secara melawan hukum.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi perhatian aparat penegak hukum karena berpotensi menghambat distribusi energi yang telah disubsidi pemerintah. Praktik tersebut dinilai dapat mengurangi hak masyarakat yang seharusnya menerima BBM bersubsidi sesuai ketentuan.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ketentuan itu mengatur bahwa setiap orang yang terbukti menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dikenai pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Dengan dilaksanakannya pelimpahan tahap II, proses penyidikan oleh Satreskrim Polres Soppeng resmi berakhir dan perkara selanjutnya menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk memasuki tahap penuntutan hingga persidangan.

Polres Soppeng menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga distribusi energi bersubsidi agar tetap tepat sasaran sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap setiap pelanggaran yang merugikan negara dan masyarakat.

(Yund)

Usai Raih WTP Ke-12, Bupati Soppeng Ajukan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD


Soppeng, Sigapnews.com, Setelah kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Penyerahan Ranperda tersebut merupakan bagian dari mekanisme pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibahas bersama DPRD sebelum mendapatkan persetujuan bersama.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng H. Nasfiding dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, tenaga ahli DPRD, pimpinan BUMD, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Ranperda yang diajukan telah dilengkapi laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit oleh BPK, ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bagian dari dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Soppeng kembali berhasil mempertahankan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekaligus hasil sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif.

"Keberhasilan pencapaian Opini WTP atas LKPD tersebut tak terlepas dari sinergitas yang baik antara legislatif dan eksekutif selama ini. Peran DPRD dalam fungsi pengawasan, budgeting, dan regulasi berjalan dengan baik sehingga pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas kinerja yang efisien dan efektif," ujar Suwardi.

Bupati juga memaparkan kinerja APBD Tahun Anggaran 2025. Pendapatan daerah berhasil melampaui target dengan realisasi sebesar Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar merupakan SiLPA yang bersifat terikat untuk mendanai kembali kegiatan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terealisasi pada tahun anggaran sebelumnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Suwardi Haseng meminta seluruh kepala perangkat daerah agar aktif mengikuti pembahasan Ranperda bersama DPRD. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal sehingga Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 segera memperoleh persetujuan bersama sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat.

(Yund) 

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved