-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Senin, 10 Agustus 2026

Wabup Selle Serahkan KUA-PPAS Perubahan 2026, Belanja Soppeng Tembus Rp1,04 Triliun


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyerahkan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Selasa (11/8/2026).

Penyerahan dokumen tersebut menjadi langkah awal pembahasan perubahan anggaran daerah yang akan menentukan arah kebijakan fiskal Pemerintah Kabupaten Soppeng hingga penghujung tahun anggaran.

Dalam rancangan perubahan tersebut, belanja daerah Soppeng diproyeksikan mencapai Rp1.041.956.265.676 atau sekitar Rp1,04 triliun.

Selle menyampaikan dokumen tersebut di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Soppeng, jajaran Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Pj. Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta kepala SKPD lingkup Pemkab Soppeng.

Menurut Selle, perubahan KUA-PPAS bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen anggaran. Penyesuaian dilakukan sebagai respons terhadap dinamika selama pelaksanaan APBD 2026.

“Perubahan KUA dan PPAS dilakukan sebagai respons terhadap berbagai perkembangan yang terjadi selama pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026,” kata Selle.

Ia menyebut sejumlah faktor menjadi pertimbangan, mulai dari perubahan asumsi ekonomi makro, kebijakan pemerintah pusat, evaluasi program dan kegiatan, hingga kemampuan keuangan daerah.

Pendapatan Dipatok Rp975,7 Miliar

Pada sisi pendapatan, Pemkab Soppeng memproyeksikan penerimaan daerah dalam perubahan 2026 sebesar Rp975.729.265.202.

Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp211.706.780.963, sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp764.022.484.239.

Selle mengingatkan bahwa target tersebut belum bersifat final. Angka pendapatan masih dapat mengalami perubahan selama pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS bersama DPRD berlangsung.

“Target pendapatan tersebut masih berpotensi mengalami penyesuaian selama proses pembahasan Perubahan KUA-PPAS berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp86.268.408.338 yang bersumber dari SiLPA Tahun 2025.

Untuk pengeluaran pembiayaan, pemerintah daerah mengalokasikan Rp20.041.407.864 untuk pembayaran cicilan pokok utang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Enam Target Makro Disesuaikan

Perubahan anggaran juga dibarengi penyesuaian sejumlah indikator makro pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi Soppeng tahun 2026 ditargetkan 4,92 persen. Angka kemiskinan diproyeksikan berada pada kisaran 6,19 persen hingga 5,29 persen.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan 3,15 persen, PDRB per kapita Rp75,59 juta, Gini Rasio 0,368, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 73.

Selle menjelaskan, penyesuaian tersebut mengacu pada sasaran pembangunan jangka menengah dalam RPJMD Soppeng 2025–2029, sekaligus mempertimbangkan perkembangan ekonomi domestik dan nasional.

Wabup Dorong Pembahasan Segera

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap DPRD segera membahas dan menyepakati rancangan perubahan KUA-PPAS tersebut.

Langkah itu dinilai penting agar penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap agar perubahan KUA-PPAS ini dapat segera dilakukan pembahasan dan disepakati bersama DPRD, agar proses penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dilakukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku,” tutur Selle.

Rapat paripurna turut dihadiri para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Soppeng, kepala bagian Setda, serta insan pers.

Selanjutnya, DPRD Soppeng akan membahas dokumen tersebut bersama pemerintah daerah sebelum nantinya menjadi pijakan dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

(Red)

Wabup Selle Buka Pesona Baru Lejja, Nginep di Glamping Bisa Lanjut Berendam di Air Panas VIP


Soppeng, Sigapnews.com, TWA Lejja tak lagi sekadar tempat berendam air panas. Destinasi wisata alam andalan Kabupaten Soppeng itu kini mulai menawarkan pengalaman menginap di tengah alam melalui fasilitas camping ground dan glamour camping (glamping).

Fasilitas tersebut diperkenalkan Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, Senin (10/8/2026), saat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di TWA Lejja.

Yang membuat konsep ini menarik, lokasi glamping berada cukup dekat dengan kolam air panas VIP.

Wisatawan bisa bermalam dalam suasana alam, kemudian menikmati air panas tanpa harus keluar dari kawasan wisata.

Dari Wisata Sehari Jadi Tempat Menginap

Kehadiran glamping memberi warna baru bagi TWA Lejja.

Selama ini, wisatawan umumnya datang untuk menikmati air panas kemudian kembali pulang. Dengan adanya camping ground dan glamping, pengunjung memiliki pilihan untuk memperpanjang waktu tinggal.

Keluarga dapat menikmati suasana malam bersama, komunitas bisa menggelar kegiatan, sementara pencinta alam mendapat ruang untuk menikmati Lejja dengan cara yang berbeda.

Fasilitas pendukung juga mulai disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Camping ground dilengkapi toilet serta fasilitas barbecue yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dan bersantai.

Dekat Kolam VIP, Pengalaman Wisata Makin Lengkap

Konsep glamping yang berada dekat kolam air panas VIP menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan.

Pengunjung dapat menikmati suasana alam pada malam hari, lalu melanjutkan aktivitas dengan berendam di air panas.

Perpaduan antara menginap di alam dan menikmati air panas membuat TWA Lejja memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam.

Tak hanya menjadi destinasi untuk berkunjung, Lejja mulai memiliki konsep wisata yang mendorong pengunjung untuk tinggal lebih lama.

Diperkenalkan Saat HKAN 2026

Pengenalan fasilitas tersebut berlangsung di tengah rangkaian HKAN 2026 yang dihadiri Forkopimda Soppeng, BBKSDA Sulawesi Selatan, KPH Walanae, anggota DPRD Soppeng, kelompok pencinta alam, Sispala dan tokoh masyarakat.

Selain memperkenalkan potensi wisata, kegiatan HKAN juga diisi aksi penanaman pohon.

Pesan yang dibawa cukup jelas: pengembangan wisata di kawasan konservasi harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Selle Dorong Lejja Jadi Destinasi Lebih Lama

Dengan hadirnya camping ground dan glamping, TWA Lejja memiliki modal baru untuk memperluas daya tariknya.

Wisatawan kini tidak hanya ditawarkan air panas, tetapi juga pengalaman bermalam, menikmati suasana alam, barbecue hingga berkumpul bersama keluarga dan komunitas.

Lejja perlahan mengubah pola wisata: bukan lagi sekadar datang, berendam, lalu pulang tetapi datang, menikmati alam, menginap, dan kembali menikmati air panas keesokan harinya.

(Yund)

Ompung Lomok Tuding Forkopimda Madina Bermuka Dua Tertibkan PETI. Rakyat Kecil Jadi Korban, Modal Besar Dianggap "Aman"




Mandailing Natal Sigapnews.com Ketua Persatuan Marga Pulungan Sedunia Cabang Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Sitimbul Pulungan alias Ompung Lomok, melontarkan kritik pedas kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat terkait penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Ia menilai aparat menerapkan standar ganda yang merugikan masyarakat kecil yang menambang secara sederhana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, mereka yang lemah menjadi sasaran utama, sementara aktivitas skala besar dengan modal kuat justru dibiarkan beroperasi.

Sesama warga masyarakat merasa terpanggil untuk angkat bicara karena adanya ketimpangan yang kian terasa menyakitkan. Sikap pihak berwenang terkesan bermuka dua dan penuh kemunafikan, ujar Ompung Lomok dalam pernyataannya dikutip Senin (10/8/2026) .

Ompung Lomok menyoroti bahwa penertiban hanya menyasar rakyat kecil dengan penyitaan alat dan penutupan akses. Di sisi lain, pihak bermodal besar yang membawa alat berat dari luar daerah, melakukan pengerukan sungai hingga merusak kawasan hutan lindung, justru dapat beroperasi dengan tenang.

Apakah hukum di Mandailing Natal hanya berlaku bagi masyarakat yang miskin dan lemah. Ini yang harus dijelaskan, tegasnya .

Ia meminta pemerintah untuk tidak menyamakan penambangan rakyat dengan PETI berskala besar. Jangan sembunyikan pelaku besar dengan alasan semua sama ilegal, imbuhnya .

Ompung Lomok juga mengungkit informasi yang beredar mengenai dugaan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari oknum ASN, aparat penegak hukum, kepala desa, hingga anggota legislatif, dalam aktivitas PETI. Ia meminta proses hukum dilakukan secara transparan jika terbukti ada pelanggaran .

Selain penegakan hukum, ia meminta DPRD dan Pemerintah Kabupaten Madina mencari solusi ekonomi alternatif bagi ribuan warga yang menggantungkan hidup dari sektor tambang. Jika hanya melarang tanpa solusi, mereka akan kehilangan mata pencaharian dan berpotensi menambah angka pengangguran, pungkasnya .

Kemarau Mengintai, Wagub Fatmawati dan Wabup Selle Bawa “Senjata” untuk Petani Ganra


Soppeng, Sigapnews.com, Musim kemarau mulai menjadi ancaman bagi lahan pertanian. Namun petani di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, kini mendapat tambahan amunisi untuk menghadapi persoalan pengairan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyerahkan 10 paket mesin pompa air kepada lima kelompok tani di Kampung Kenari Bakke, Dusun Bakke, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena datang saat petani menghadapi tantangan ketersediaan air akibat musim kemarau.

Bukan sekadar mesin pompa, setiap paket dilengkapi satu unit mesin pompa air Shark 8 PK, selang pengisapan sepanjang 6 meter dan selang pembuangan sepanjang 100 meter.

Lima kelompok tani yang menerima bantuan yakni Kelompok Tani Lakelling, Labotto Ulu, Mallanroe dan Lapallempa dari Desa Ganra serta Kelompok Tani Mallitutue dari Desa Donri-Donri.

Fatmawati dan Selle hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Keduanya melihat dukungan sarana pengairan menjadi salah satu kebutuhan penting petani agar aktivitas pertanian tidak terganggu ketika pasokan air mulai terbatas.

Bagi petani Ganra, keberadaan pompa air ini diharapkan menjadi solusi praktis untuk menjaga pengairan lahan. Terlebih, sektor pertanian menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Wabup Selle: Jangan Sampai Petani Berhenti Gara-gara Air

Pendampingan Wabup Selle dalam agenda tersebut mempertegas perhatian Pemkab Soppeng terhadap kebutuhan petani di daerah.

Bantuan dari Pemprov Sulsel diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani, bukan hanya untuk menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi pertanian.

Penyerahan pompa air sekaligus menjadi agenda penutup kunjungan kerja Wagub Fatmawati Rusdi di Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya, Fatmawati menyerahkan bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras kepada 40 perempuan di Soppeng. Setelah itu, ia melakukan monitoring penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di UPTD Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata.

Tiga agenda tersebut menyasar persoalan yang langsung dirasakan masyarakat: membuka peluang ekonomi bagi perempuan, memperkuat penanganan stunting, dan menjaga produktivitas petani.

Dalam kegiatan di Ganra, Fatmawati dan Selle didampingi Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muh. Taufan, anggota DPRD Fraksi NasDem, Penjabat Sekda Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., jajaran pimpinan SKPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Soppeng, Camat Ganra Nurul Azmi, S.IP., M.M., Kapolsek Ganra Ipda Muhtadi, S.Sos., M.M., para kepala desa, unsur BPP dan penyuluh pertanian.

Dengan 10 paket pompa air tersebut, petani Ganra kini memiliki tambahan peralatan untuk menghadapi musim kemarau. Tinggal bagaimana bantuan itu dikelola dan dimanfaatkan bersama agar benar-benar berdampak pada produktivitas lahan dan pendapatan petani.

(Yund)

Wabup Selle KS Dalle: Stunting Tak Bisa Diselesaikan Hanya dengan Angka


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali menegaskan pentingnya kerja nyata dalam penanganan stunting. Menurutnya, persoalan stunting tidak boleh berhenti pada angka statistik dan laporan administratif.

Selle menekankan bahwa pemerintah harus mengetahui secara jelas kondisi anak-anak di lapangan agar setiap intervensi benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.

“Jangan hanya melihat angka. Kita harus tahu kondisi riil anak-anak di lapangan,” tegas Selle, saat mendampingi Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi di Puskesmas Sewo, Senin (10/8/2026). 

Bagi Wabup, data menjadi pijakan penting dalam menentukan langkah pemerintah. Namun, data tersebut harus menggambarkan kondisi sebenarnya, termasuk anak yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi gizi, kesehatan, pola asuh dan lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan pekerjaan satu instansi. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai pemerintah desa dan kecamatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga keluarga.

Selle menilai keberhasilan penanganan stunting akan sangat menentukan kualitas generasi Soppeng ke depan.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi dan berat badan anak. Ini menyangkut masa depan mereka,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tidak bekerja sekadar memenuhi target program, tetapi memastikan setiap intervensi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Soppeng memperkuat percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis data dan kondisi faktual di lapangan.

Sikap Selle ini sebelumnya juga terlihat saat membuka Rembuk Tematik Stunting Kabupaten Soppeng. Saat itu, ia meminta kecamatan dan desa berani menyampaikan laporan faktual mengenai anak-anak yang telah mendapatkan penanganan serta progres penanganan stunting di wilayah masing-masing.

Wabup Selle ingin satu hal: jangan sampai data terlihat bagus, tetapi masih ada anak yang luput dari penanganan.

(Yund)

Wabup Selle Buka Peluang Bantuan Tambahan, 40 Perempuan Soppeng Ditantang Buktikan Mesin Bisa Menghasilkan


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memberikan suntikan semangat kepada 40 perempuan penerima bantuan peralatan menjahit di Kabupaten Soppeng.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Selle juga membuka peluang adanya tambahan bantuan jika para penerima mampu menunjukkan hasil dari program tersebut.

Hal itu disampaikan Selle saat menghadiri kegiatan Piloting Ruang Bersama Indonesia bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi di Soppeng, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 20 mesin jahit dan 20 mesin obras diberikan kepada 40 perempuan dari Kelurahan Jennae dan Desa Ganra. Masing-masing wilayah mendapat jatah 20 penerima.

Di hadapan peserta, Selle menyampaikan bahwa keberhasilan memanfaatkan bantuan dapat membuka jalan untuk mendapatkan dukungan berikutnya.

“Kalau ini berhasil, Ibu Wagub akan tambah lagi. Insya Allah,” ujar Selle.

Pernyataan tersebut sontak menjadi kabar menggembirakan bagi para peserta. Namun, di balik peluang itu terdapat pesan yang jelas: bantuan harus benar-benar dimanfaatkan.

Selle Ingin Mesin Segera Berproduksi

Selle mendorong para penerima tidak berhenti pada pelatihan. Mesin yang sudah berada di tangan harus segera digunakan untuk membuat produk yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, keterampilan menjahit yang telah diperoleh akan lebih berarti apabila mampu dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan.

Para penerima dapat mengembangkan usaha secara mandiri maupun membentuk kelompok produksi.

Dengan demikian, bantuan pemerintah tidak hanya menjadi fasilitas sesaat, tetapi bisa menjadi modal awal untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Fatmawati Ingatkan Jangan Dijual

Wakil Gubernur Sulsel Hj. Fatmawati Rusdi turut mengingatkan para penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya.

“Perempuan harus berdaya dan mandiri, minimal membantu ekonomi keluarga. Alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar produktif, jangan sampai dijual,” tegas Fatmawati.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa mesin jahit dan mesin obras yang diberikan bukan sekadar bantuan barang.

Ada target yang lebih besar: melahirkan perempuan yang produktif, mandiri, dan mampu membantu ekonomi rumah tangga.

Kini perhatian tertuju kepada 40 penerima bantuan di Jennae dan Ganra. Jika mesin mulai berproduksi dan usaha berkembang, bukan tidak mungkin bantuan berikutnya kembali mengalir ke Soppeng.

Wabup Selle sudah membuka peluang. Kini giliran para penerima membuktikan hasilnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj. Sekda Soppeng H. Andi Haeruddin, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Hj. Suarni Suwardi, Kepala DP3AP2KB Soppeng Hj. Andi Husniati, S.Sos., M.M., serta sejumlah pejabat lainnya.

(Yund)

Minggu, 09 Agustus 2026

HKAN 2026 di Lejja, Wabup Soppeng Tegaskan: Jangan Kejar Wisata, Tapi Korbankan Alam


Soppeng, Sigapnews.com, Taman Wisata Alam (TWA) Permandian Air Panas Lejja, Kabupaten Soppeng, menjadi pusat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026).

Penunjukan Lejja sebagai lokasi peringatan HKAN bukan sekadar seremoni. Kawasan seluas sekitar 1.318 hektare itu menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan kepentingan konservasi.

Pesan itu ditegaskan Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, saat menghadiri rangkaian HKAN yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan.

Selle mengapresiasi kepercayaan BBKSDA Sulsel yang memilih TWA Lejja sebagai lokasi peringatan HKAN tingkat provinsi. Menurutnya, Lejja memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun pengembangannya tidak boleh menggeser fungsi utama kawasan sebagai wilayah konservasi.

“Pariwisata itu penting, tetapi jauh lebih penting menjaga lingkungannya. Menanam itu penting, tetapi jauh lebih penting memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik, bukan hanya sekadar seremonial,” tegas Selle.

Lejja Dikunjungi Sekitar 100 Ribu Orang per Tahun

Potensi wisata Lejja terbilang besar. Berdasarkan data yang disampaikan pihak BKSDA, kawasan tersebut mampu menarik sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun.

Selle menilai angka tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula tanggung jawab semua pihak dalam menjaga kawasan.

Apalagi pengelolaan TWA Lejja saat ini melibatkan BUMD melalui PT Perseroda Lamataesso Mattappa.

Menurut Selle, pengelolaan berbasis BUMD harus mampu mempertemukan kepentingan ekonomi daerah dengan tanggung jawab ekologis.

Bukan Sekadar Tanam Pohon

Rangkaian HKAN di Lejja diisi dengan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak, aksi bersih-bersih sampah, serta penanaman pohon secara simbolis.

Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa konservasi tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak masyarakat Soppeng dan Sulsel untuk bersama-sama menjaga hutan, air, dan satwa. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Penanaman pohon secara massal akan dilanjutkan setelah memasuki musim penghujan. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman yang ditanam memiliki peluang tumbuh lebih baik.

“Penanaman pohon dilakukan secara simbolis hari ini. Untuk penanaman secara serentak akan dilakukan setelah memasuki musim penghujan,” kata Hasnawir.

Komunitas Pencinta Alam Turun Langsung

HKAN 2026 di Lejja juga melibatkan puluhan komunitas pencinta alam, Sispala, komunitas pejalan, organisasi pemuda hingga konten kreator.

Rangkaian kegiatan bahkan telah dimulai sehari sebelumnya melalui camping. Sebelumnya, para komunitas mengikuti rapat persiapan bersama PT Perseroda Lamataesso Mattappa pada 6 Agustus 2026.

Selain kegiatan konservasi, peserta mengikuti live music dan diskusi mengenai konservasi alam serta masa depan TWA Lejja.

Plt Direktur PT Perseroda Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan.

“Sebagai pengelola TWA Lejja, kami mempunyai tanggung jawab menjaga fungsi konservasi kawasan. Pada saat yang sama, kawasan ini juga harus bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dengan tetap memperhatikan kelestarian alam,” katanya.

Ia menilai komunitas pencinta alam tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengawasan sosial terhadap kawasan.

Lejja, Antara Wisata dan Konservasi

TWA Lejja berada di Desa Bulu'e, Kecamatan Marioriawa, dengan luas sekitar 1.318 hektare. Kawasan ini ditetapkan sebagai taman wisata alam berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 169/Kpts-II/2000.

Selain terkenal dengan sumber air panasnya, Lejja menyimpan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan kekayaan flora dan fauna.

Karena itu, peringatan HKAN di Lejja menjadi momentum penting untuk mempertegas posisi kawasan tersebut: wisata boleh berkembang, tetapi konservasi tidak boleh dikorbankan.

Pesan Wabup Selle menjadi relevan di tengah meningkatnya aktivitas wisata di kawasan tersebut. Ukuran keberhasilan pengelolaan Lejja bukan hanya berapa banyak wisatawan yang datang atau berapa besar pendapatan yang dihasilkan, tetapi juga sejauh mana hutan, air, flora dan fauna tetap terjaga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. H. Nurdin Abdullah selaku tokoh masyarakat, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kepala BBKSDA Sulsel Hasnawir, jajaran Forkopimda Soppeng, Kepala Resort Pulhut TWA Lejja Andi Ahmad, S.H., jajaran pengelola TWA Lejja, jajaran PT Perseroda Lamataesso Mattappa, serta berbagai komunitas pencinta alam.

HKAN 2026 di Lejja pun meninggalkan pesan yang lebih besar dari sekadar kegiatan tanam pohon: menjaga alam bukan kegiatan seremonial, melainkan memastikan kawasan tetap lestari ketika pariwisata terus berkembang.

(Yund)

Rumah Ludes Terbakar di Rompegading, Bupati Soppeng Suwardi Haseng Datang Bawa Bantuan dan Santunan Pribadi

 


Soppeng, Sigapnews.com, Tiga keluarga di Dusun Paddempung, Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, masih harus menghadapi duka setelah rumah mereka ludes terbakar.

Sehari setelah kejadian, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng langsung mendatangi para korban, Minggu (9/8/2026) malam.

Suwardi datang bukan sekadar melihat kondisi warga. Ia membawa bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan santunan pribadi kepada tiga kepala keluarga yang kehilangan rumah dan harta benda dalam musibah tersebut.

Bantuan yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Soppeng di antaranya sembako, beras, pakaian, kasur, terpal dan kebutuhan harian lainnya.

Di hadapan korban, Suwardi meminta keluarga tetap kuat menghadapi musibah. Ia juga memastikan pemerintah akan membantu sesuai kemampuan.

“Tidak ada yang mau kena musibah seperti ini. Yang penting sekarang tetap sabar, tetap semangat. Kita hadapi bersama-sama. Insyaallah ada jalan dan pemerintah akan membantu sesuai kemampuan,” ujar Suwardi.

Suwardi kemudian menyerahkan santunan pribadinya kepada tiga kepala keluarga korban.

“Ini sekadar untuk meringankan beban keluarga. Semoga bermanfaat untuk kebutuhan sementara. Sabarki,” katanya.

Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Bupati terlihat berbincang langsung dengan korban dan mendengarkan kondisi mereka setelah kehilangan tempat tinggal.

Dalam kunjungan itu, Suwardi didampingi Kepala Dinas Sosial Soppeng Taufik Ramli, S.Sos., M.M., Plt. Kepala Dinas Pertanian, pejabat BPBD serta Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi.

Tiga Rumah Panggung Hangus

Kebakaran terjadi Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Api diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu rumah.

Api kemudian dengan cepat merambat ke dua rumah panggung yang berada di sekitarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga rumah beserta sejumlah harta benda milik warga hangus terbakar.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kehadiran Bupati sehari setelah kejadian menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga korban. Di tengah kehilangan yang mereka alami, bantuan pemerintah dan santunan pribadi Suwardi diharapkan dapat sedikit meringankan beban tiga keluarga tersebut untuk melewati masa sulit.

(Yund)

Bupati Suwardi Haseng Apresiasi Ribuan Petani, Gerak Jalan Indah Gapoktan Semarakkan HUT RI ke-81


Soppeng, Sigapnews.com– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengapresiasi antusiasme ribuan petani yang ambil bagian dalam Gerak Jalan Indah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Anjungan I Mangkawani, Minggu (9/8/2026), tersebut diikuti 56 Gapoktan dari delapan kecamatan. Para peserta tampil dengan beragam kostum, atribut pertanian hingga atraksi kreatif yang menyedot perhatian masyarakat.

Bupati Suwardi Haseng secara langsung melepas peserta dengan pengibaran bendera start.

Bagi Suwardi, kehadiran ribuan petani dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menunjukkan semangat menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Soppeng.

“Petani merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Suwardi.

Ia mengatakan, Gerak Jalan Indah Gapoktan menjadi ruang bagi para petani untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, nasionalisme dan kekompakan.

Suwardi berharap semangat yang ditampilkan para peserta tidak berhenti di arena perlombaan. Menurutnya, kreativitas, kedisiplinan, ketertiban dan kebersamaan harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Antusiasme masyarakat, khususnya para petani, menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya memiliki kekuatan ekonomi, tetapi juga kekuatan sosial dan budaya yang mampu menyatukan masyarakat,” ujarnya.

Selain melepas kegiatan, Bupati Soppeng juga memberikan perhatian khusus kepada peserta yang tampil kreatif. Suwardi memberikan tambahan hadiah pembinaan secara pribadi kepada peserta yang dinilai memiliki penampilan dan kreativitas terbaik.

Sementara itu, hasil perlombaan menempatkan Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri sebagai Juara I. Juara II diraih Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, sedangkan Desa Paroto, Kecamatan Lilirilau, berhasil meraih Juara III.

Untuk kategori juara harapan, Kelurahan Bila meraih Harapan I, Kelurahan Labessi Harapan II dan Desa Umpungeng Harapan III.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, S.Hut., M.Si., menyebut kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan.

“Gerak Jalan Indah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kekompakan para petani,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Wakapolres Soppeng, jajaran kepala SKPD dan bagian Setda, para camat, Pimpinan BRI Cabang Soppeng, koordinator BPP, penyuluh pertanian serta ribuan petani.

Bagi Bupati Suwardi Haseng, semarak HUT RI menjadi momentum untuk menegaskan bahwa petani bukan hanya penggerak sektor pertanian, tetapi juga bagian penting dalam membangun kekuatan sosial dan ketahanan pangan daerah.

(Red)

Sabtu, 08 Agustus 2026

Gelar Syukuran HUT IWO ke-14 IWO Soppeng Siapkan Acara Puncak Istimewa pada 25 Agustus




SOPPENG Sigapnews.com Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng menggelar acara syukuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IWO ke-14 tingkat nasional. Kegiatan ini berlangsung hangat di Kantor Sekretariat PD IWO Soppeng, Jalan Pemuda, Soppeng, Sabtu (8/8/2026).

Peringatan HUT ke-14 ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) IWO di seluruh Indonesia. Secara nasional, pusat kegiatan dipusatkan di Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO, Dwi Cristianto.

Di Soppeng, momentum syukuran ini dikemas secara bersahaja namun penuh keakraban. Peringatan tersebut dihadiri oleh Drs. Kanaruddin. M.S.i Kadis Kominfo Kabupaten Soppeng, Dr. Musmuliadi. S.Ag, Kepala MAN 1 Soppeng sekaligus pembaca doa syukuran, para kerabat media, serta komunitas Warkop Olleng.

Ketua PD IWO Soppeng, Andi Mull Makmun, menyampaikan bahwa momen ini merupakan bentuk rasa syukur atas dedikasi dan kiprah organisasi IWO selama 14 tahun mengabdi di belantara pers Indonesia.

Hari ini kami sengaja mengundang kawan-kawan terdekat sebagai ungkapan rasa syukur bahwa IWO telah hadir selama 14 tahun mengabdi untuk bangsa, khususnya dalam menyajikan informasi yang terpercaya, ujar Andi Mull.

Ia juga menambahkan bahwa acara hari ini merupakan partisipasi PD IWO Soppeng dalam mendukung agenda puncak peringatan HUT IWO secara nasional. Sementara itu, untuk tingkat daerah, IWO Soppeng telah merancang perayaan khusus.

Secara resmi, PD IWO Soppeng baru akan menggelar puncak perayaan HUT ke-8 tingkat daerah pada 25 Agustus mendatang secara lebih istimewa, pungkasnya.

Suasana kebersamaan dan ramah tamah menutup rangkaian acara syukuran sederhana tersebut, menandai komitmen IWO Soppeng untuk terus memperkuat peran jurnalisme digital yang profesional dan independen di daerah.

(Humas IWO)

Rayakan HUT ke-14, PP IWO Salurkan Beasiswa untuk 8 Siswa SD Muhammadiyah 16 Jakarta Selatan




Jakarta Sigapnews.com Memasuki usia ke-14 pada 8 Agustus 2026, Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) tidak hanya menggelar perayaan internal, tetapi juga menebar manfaat melalui kegiatan sosial yang menyentuh dunia pendidikan.

Salah satu rangkaian acara yang digelar adalah kunjungan dan bakti sosial di SD Muhammadiyah 16, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/8/2026). Dalam kegiatan bertajuk "Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat" ini, PP IWO menggandeng PCM Bukit Duri untuk berbagi kebahagiaan dengan para siswa.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini diisi dengan penyerahan beasiswa pendidikan kepada 8 siswa yang membutuhkan. Tak hanya itu, panitia juga membagikan makanan bergizi dan menggelar permainan edukatif berupa kuis pengetahuan umum yang menghadirkan 8 hadiah spesial sebagai simbolisasi tanggal lahir organisasi.

Ketua Umum PP IWO, H. Teuku Yudhistira Adi Nugraha, menyampaikan bahwa momen HUT ke-14 ini menjadi pijakan bagi IWO untuk terus berkontribusi nyata kepada masyarakat.

Di hari Jumat yang penuh berkah ini, kami sangat senang bisa hadir dengan sambutan meriah di SD Muhammadiyah 16. Ini adalah wujud komitmen kami untuk berbuat bagi generasi cerdas bangsa, ujar Yudhistira.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan IWO terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Yudhistira menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Majelis Kehormatan IWO, Agus Andrianto, yang juga menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Beliau turut menyampaikan salam hangat kepada pihak sekolah dan adik-adik generasi penerus bangsa yang kelak akan menyukseskan cita-cita Indonesia Emas 2045, tandasnya.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bukit Duri, Husnul Yaqin. Ia mengapresiasi kepedulian IWO terhadap proses pendidikan di sekolah tersebut.

Kami sangat berterima kasih atas dukungan IWO yang telah membantu biaya pendidikan siswa-siswa kami yang kurang beruntung. Semoga ke depan IWO semakin besar, jaya, dan terus berkembang. Aamiin, ucapnya.

Puncak acara dimeriahkan dengan pemotongan kue tart sebagai simbol perayaan HUT IWO ke-14, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari IWO kepada PCM Bukit Duri, dan diakhiri dengan santap siang bersama menu makanan bergizi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wasekjen Sainudin Mahyudin, Bendahara Umum Adrika Willial, Ketua Bidang Humas Aqmarul Akhyar, pengurus PP IWO Hengky Lumbantoruan, serta Wartawan Senior Carlos Pardede. Sementara dari pihak Muhammadiyah hadir Wakil Ketua Bidang Pendidikan Syamsudin beserta jajaran guru SD Muhammadiyah 16 Bukit Duri.

(Yund)

Jumat, 07 Agustus 2026

PN Watansoppeng Minta Maaf dan Tegaskan Komitmen Perbaiki Pelayanan ke Insan Pers



SOPPENG Sigapnews.com Ketua Pengadilan Negeri (PN) Watansoppeng menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh insan pers di Kabupaten Soppeng, khususnya wartawan yang tergabung dalam Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Soppeng, menyusul kesalahpahaman yang terjadi di ruang tunggu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) saat awak media menunggu jalannya persidangan.

Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Juru Bicara PN Watansoppeng, Muh. Yusril Yusuf, mewakili pimpinan pengadilan. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang telah menjadi perhatian serius institusi.

Fasilitas pengadilan adalah milik masyarakat. Karena itu, hak akses awak media yang menjalankan tugas jurnalistik harus dihormati, dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di PN Watansoppeng, ujar Yusril.

Sebagai tindak lanjut, PN Watansoppeng telah memberikan pembinaan kepada petugas keamanan yang terlibat sebagai bentuk evaluasi dan perbaikan pelayanan.

Anggota keamanan yang terlibat telah kami lakukan pembinaan secara tegas,katanya.

PN Watansoppeng berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga peradilan dan insan pers dalam menjaga transparansi, profesionalisme, serta kepercayaan publik.

Permohonan maaf tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pengadilan untuk terus meningkatkan pelayanan yang terbuka, humanis, dan berintegritas.

(The Yund)

Kamis, 06 Agustus 2026

Ketua IWO Soppeng Kritik PN Watan Soppeng. Klarifikasi Ke Media Lain Di Nilai Cederai Etiika Transparansi



Soppeng Sigapnews.com Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Soppeng menyoroti sikap Pengadilan Negeri (PN) Watansoppeng yang dinilai tidak profesional dalam menyikapi pemberitaan dugaan pengusiran wartawan di lingkungan pengadilan

Ketua IWO Soppeng, Kamaruddin, mengkritik keras langkah lembaga peradilan tersebut yang justru menyampaikan klarifikasi melalui media lain, bukan kepada media yang pertama kali memuat berita pada Rabu (5/8/2026). Menurutnya, tindakan ini menyalahi etika keterbukaan informasi publik dan berpotensi menimbulkan preseden buruk dalam relasi antara pers dan institusi penegak hukum.

Jika terdapat pemberitaan yang perlu diluruskan, mekanisme yang benar adalah memberikan hak jawab atau klarifikasi kepada media pemuat berita, bukan memilih media lain. Cara seperti ini rawan menimbulkan penafsiran bahwa ada perlakuan berbeda atau bahkan upaya memecah belah antarinsan pers, tegas Kamaruddin dalam pernyataannya, Jumat (7/8/2026).

Kamaruddin mengkhawatirkan pola komunikasi semacam itu dapat mengganggu harmoni di kalangan wartawan dan mencederai prinsip kemitraan yang setara antara pers dan lembaga negara. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah mengatur secara jelas mekanisme hak jawab dan hak koreksi yang harus dihormati oleh semua pihak.

Kritik ini bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai pengingat keras agar lembaga publik, termasuk pengadilan, mau tidak mau harus menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan kemitraan yang sehat. Klarifikasi yang bias hanya akan mengurangi kepercayaan publik terhadap transparansi institusi hukum itu sendiri, ujarnya.

Lebih lanjut, IWO Soppeng mengingatkan bahwa hubungan antara pers dan lembaga negara harus dibangun di atas fondasi saling menghormati fungsi masing-masing. Pers memiliki amanat kontrol sosial, sementara lembaga publik berkewajiban menyediakan informasi yang akurat melalui saluran yang benar dan terbuka bagi semua.

Kami berharap ke depan tidak ada lagi sikap diskriminatif terhadap media. Semua insan pers memiliki kedudukan yang sama dalam memperoleh akses informasi dan pelayanan, sesuai amanat Undang-Undang Pers,pungkas Kamaruddin.

(Yund)

Silaturahmi Perdana dengan Bupati, Kapolres Soppeng Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi


Soppeng, Sigapnews.com,– Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melakukan silaturahmi perdana dengan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal mempererat sinergi antara Polres Soppeng dan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pembangunan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi AKBP Hari Budiyanto kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setelah resmi menjabat sebagai Kapolres Soppeng. Sebelum bertemu Bupati, ia terlebih dahulu mengunjungi Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng sebagai bentuk penguatan koordinasi antar-aparat penegak hukum.

Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Suwardi Haseng dan Kapolres Hari Budiyanto berdiskusi mengenai pentingnya membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Keduanya sepakat bahwa sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang berjalan optimal, pelayanan publik yang berkualitas, serta situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi Kapolres Soppeng. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan.

"Sinergi yang baik tentu akan mendukung kelancaran program-program pembangunan di daerah. Di sisi lain, koordinasi yang kuat juga penting untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Soppeng agar tetap aman dan kondusif," ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, AKBP Hari Budiyanto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng serta seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak.

"Polres Soppeng siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi Kabupaten Soppeng tetap aman, damai, dan kondusif," ujarnya.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng. Diharapkan, kolaborasi yang semakin erat ini mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Ketua Kwarcab Soppeng Tutup Perkemahan, Gudep SMAN 1 Soppeng Raih Juara Umum Tingkat Penegak




Soppeng Sigapnews.com Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Soppeng, Syahruddin M. Adam, secara resmi menutup kegiatan perkemahan yang diselenggarakan oleh Kwarcab Soppeng. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 dan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Perkemahan ini mengusung tema Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045 Tema tersebut diharapkan mampu memperkuat peran generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam mendukung pembangunan nasional. Rabu (05/08/2026) 

Dalam kegiatan tersebut, piala bergilir juara umum Tingkat Penegak berhasil diraih oleh Gugus Depan (Gudep) SMAN 1 Soppeng. Prestasi ini sekaligus menandai keberhasilan Gudep SMAN 1 Soppeng mempertahankan gelar juara untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Pembina Gudep SMAN 1 Soppeng, Andi Muliyadi, menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta didiknya. Ia mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan mempertahankan piala bergilir tersebut.

Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang membanggakan karena kami mampu mempertahankan piala bergilir untuk kedua kalinya. Harapan kami, pada perkemahan berikutnya piala ini dapat menjadi piala tetap pada tahun 2027, ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan perkemahan ini bertujuan untuk memupuk rasa persatuan dan persaudaraan di antara anggota Pramuka, baik penggalang maupun penegak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menguji dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan pembinaan peserta didik di masing-masing gugus depan dalam lingkup Kwartir Cabang Soppeng


 (The Yund)

Rabu, 05 Agustus 2026

Pecah Rekor! Siswa SMAN 1 Soppeng Jadi Satu-satunya Wakil Sulsel di Semifinal OSN Ekonomi 2026


Soppeng, Sigapnews.com,– Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Soppeng. Seorang siswanya, Andi Jo Karim Mappatunru, sukses menembus babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang SMA/MA/SMK Tahun 2026 bidang Ekonomi. Yang lebih membanggakan, ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan yang berhasil lolos pada bidang tersebut. Rabu (5/8/2026).

Nama Andi Jo tercantum dalam pengumuman resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu dari 100 peserta terbaik nasional yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak semifinal OSN bidang Ekonomi.

Siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng itu merupakan putra ketiga pasangan H. Andi Zulkarnain dan Hj. Zulhidayah Baharuddin. Berasal dari Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Andi Jo kini menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, sekaligus masyarakat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi ketat pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) yang digelar pada 27–29 Juli 2026. Dari 13.542 peserta yang mengikuti OSN-P di seluruh Indonesia, hanya 900 peserta yang dinyatakan lolos ke semifinal nasional, atau masing-masing 100 peserta untuk sembilan bidang lomba.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dengan siswa-siswa terbaik di Indonesia. Capaian Andi Jo juga memperkuat reputasi SMAN 1 Soppeng sebagai salah satu sekolah yang konsisten melahirkan peserta didik berprestasi di tingkat nasional.

Babak semifinal OSN Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Seluruh masyarakat Soppeng pun menaruh harapan besar agar Andi Jo kembali menorehkan prestasi dan melangkah hingga babak final, membawa nama Sulawesi Selatan semakin bersinar di kancah nasional.

(Yund)

Minggu, 02 Agustus 2026

Bupati Soppeng Ajak Pramuka Perkuat Karakter saat Buka Perkemahan HUT RI ke-81


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus memperkuat karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Perkemahan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-65 di Kawasan Wisata Alam (KWA) Waduk Ompo, Minggu (2/8/2026).

Menurut Suwardi Haseng, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama.

"Perkemahan bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi sarana membentuk kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat persaudaraan antarsesama anggota Pramuka," ujar Bupati.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, degradasi moral, hingga penyebaran informasi yang tidak benar harus dihadapi dengan penguatan karakter sejak dini.

Karena itu, Suwardi menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus terus menjadi wadah pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, dan semangat gotong royong.

"Pramuka harus mampu melahirkan generasi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, cinta lingkungan, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Perkemahan yang berlangsung selama 2–5 Agustus 2026 tersebut diikuti Pramuka Penggalang tingkat SD/MI dan SMP/MTs serta Pramuka Penegak tingkat SMA/SMK/MA dari gugus depan se-Kabupaten Soppeng. Beragam kegiatan edukatif dan kompetitif disiapkan untuk mengasah keterampilan, kreativitas, kerja sama, serta membangun mental dan karakter peserta.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ia meminta peserta menjaga kesehatan, keselamatan, serta kebersihan lingkungan selama berada di lokasi perkemahan.

Kepada para pembina dan pelatih, Suwardi berharap pendampingan yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Soppeng juga melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Soppeng yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII di Cibubur.

Ia berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga nama baik Kabupaten Soppeng dengan menunjukkan sikap disiplin, sportif, dan semangat kebersamaan selama mengikuti kegiatan tingkat nasional.

"Jadilah duta terbaik Kabupaten Soppeng. Tunjukkan bahwa Pramuka Soppeng memiliki karakter yang kuat, semangat kebersamaan, serta mampu bersaing dengan kontingen dari seluruh Indonesia," pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Sulo Parma, M.Si menjelaskan, perkemahan tahun ini mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045."

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antargugus depan, mengevaluasi hasil pembinaan peserta didik, sekaligus memperkuat persatuan dan persaudaraan di lingkungan Gerakan Pramuka.

Upacara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, staf ahli, para asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, camat, Ketua Kwartir Ranting beserta jajaran pengurus, serta kepala sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan bersama para pembina Pramuka.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap Gerakan Pramuka terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, berdaya saing, nasionalis, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

(Yund)

Sabtu, 01 Agustus 2026

Jelang HUT ke-14 IWO, Kabag Humas IWO Soppeng Ajak Wartawan Perkuat Profesionalisme dan Solidaritas



SOPPENG Sigapnews.com Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) yang akan diperingati pada 8 Agustus 2026, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pengurus Daerah (PD) IWO Kabupaten Soppeng  Jalan Pemuda  Kelurahan  Lalabata  Rilau  kecamatan Lalabata  menyampaikan pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, serta memperkuat solidaritas di kalangan insan pers.

Momentum peringatan HUT ke-14 IWO diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut wartawan media online untuk mampu menyajikan informasi secara cepat, akurat, berimbang, serta tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Memasuki usia ke-14 tahun, IWO diharapkan semakin matang dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kecepatan dalam menyampaikan informasi harus tetap dibarengi dengan ketelitian, verifikasi, dan tanggung jawab, ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota IWO Soppeng untuk menjadikan peringatan HUT ke-14 sebagai momentum memperkuat kebersamaan serta membangun organisasi yang semakin profesional, solid, dan berintegritas.

Selain itu, Kabag Humas IWO Soppeng menegaskan bahwa wartawan memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik melalui penyajian informasi yang benar, edukatif, dan bermanfaat.

Wartawan bukan hanya menyampaikan informasi tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap media, katanya.

Dengan mengusung semangat “Profesionalisme Berdampak”, IWO diharapkan terus memperkuat perannya dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, menangkal penyebaran hoaks, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Menjelang puncak peringatan HUT ke-14, PD IWO Soppeng mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga marwah profesi, mempererat persaudaraan dan bersama-sama menghadirkan jurnalisme yang profesional, independen serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Yund)

Jumat, 31 Juli 2026

Bakal Gelar Aksi Sosial, IWO Soppeng Siap Semarakkan HUT ke-14 Ikatan Wartawan Online





SOPPENG Sigapnews.com Ikatan Wartawan Online (IWO) bersiap menyambut momentum bersejarah. Organisasi profesi pers media siber ini secara resmi akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 pada 8 Agustus 2026. Menjelang hari jadi tersebut, jajaran Pengurus Daerah IWO Kabupaten Soppeng telah merancang serangkaian kegiatan bermakna untuk memeriahkan perayaan tahun ini.

Menginjak usia ke-14 tahun, IWO mengusung tema nasional Profesionalisme Wartawan IWO, Berdampak Bagi Kebaikan Bangsa. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan landasan moral bagi seluruh wartawan yang bernaung di bawah bendera IWO untuk terus menjunjung tinggi etika jurnalistik, mengedepankan akurasi berita, serta merawat independensi dalam setiap karya jurnalistiknya.

Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun, menyambut HUT ke-14 ini dengan pesan mendalam. Ia meminta seluruh jajaran pengurus dan anggota IWO Soppeng untuk terus memegang teguh kode etik jurnalistik dan independensi pers dalam menjalankan tugas di lapangan.

Perjalanan 14 tahun IWO secara nasional, dan 8 tahun keberadaan IWO di Kabupaten Soppeng, bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti konsistensi kita dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang bertanggung jawab melalui peningkatan kualitas jurnalisme online di Indonesia,ujar Andi Mull Makmun, dalam keterangan persnya. Sabtu (1/8/26)

Jejak perjalanan IWO di Bumi Latemmamala (Soppeng) memiliki catatan sejarah tersendiri. Organisasi ini resmi dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO saat itu, Jodhi Yudono, dalam prosesi pelantikan Pengurus IWO Kabupaten Soppeng di TWA Lejja pada Sabtu, 25 Agustus 2018.

Hingga kini, IWO Soppeng tetap eksis dan kokoh menaungi 42 media online. Sosok Andi Mull Makmun yang juga menjabat sebagai Pemilik Media Sulselinfo.com sekaligus pendiri organisasi pers Pena Jurnalis Nusantara (PJN) menyadari bahwa dinamika organisasi pasti diwarnai tantangan.

Ia tidak menampik adanya riak-riak kecil sepanjang perjalanan organisasi. Namun, riak tersebut justru dipandang sebagai proses pendewasaan yang semakin memperkokoh struktur IWO Soppeng.

Prinsip Utama, Komitmen seluruh anggota untuk tetap "Satu Komando" menjadikan organisasi ini tetap solid, menjunjung kebersamaan.

Ia berharap seluruh pewarta IWO Soppeng terus menjadi jurnalis yang edukatif, konstruktif, serta mampu menyajikan informasi yang sejuk dan berdampak positif bagi masyarakat.

Menandai 14 tahun kiprah IWO di tanah air, IWO Soppeng tidak hanya menggelar seremonial belaka. Sejumlah aksi kepedulian sosial telah dirancang untuk menyentuh langsung lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Di antara agenda yang disiapkan meliputi. Anjangsana dan kunjungan ke panti asuhan. Penyaluran bantuan sembako bagi warga kurang mampu.

Rangkaian kegiatan sosial ini menjadi sarana pembuktian bahwa keindahan jurnalisme tidak hanya tertuang dalam barisan kata di media online, tetapi juga terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kebaikan masyarakat dan daerah.

(Yund)

Kamis, 30 Juli 2026

Camat dan Sekcam Lalabata Ajak Warga Perkuat Budaya Gotong Royong Lewat Kerja Bakti


Soppeng, Sigapnews.com,– Komitmen membangun lingkungan yang bersih dan sehat terus diperkuat Pemerintah Kecamatan Lalabata melalui kegiatan kerja bakti bersama di Lorong Perintis, Kelurahan Lemba. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Camat Lalabata, Risqun, S.STP., M.Si., didampingi Sekretaris Kecamatan Lalabata, H. Munadir Nurdin, S.Sos.

Kerja bakti melibatkan berbagai unsur, di antaranya jajaran Kantor Kecamatan Lalabata, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng, Koramil Lalabata, Polsek Lalabata, Kantor Urusan Agama (KUA) Lalabata, Pemerintah Kelurahan Botto dan Kelurahan Lemba, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Nasional Indonesia ASRI yang mendorong terciptanya kawasan permukiman yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan melalui semangat gotong royong.

Camat Lalabata, Risqun, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa memiliki terhadap wilayah tempat kita tinggal. Kami berharap budaya gotong royong terus tumbuh dan menjadi kebiasaan masyarakat," ujarnya. Jum'at (31/7/2026). 

Sementara itu, Sekcam Lalabata, H. Munadir Nurdin, menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih semakin meningkat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga budaya kerja bakti terus terpelihara dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kecamatan Lalabata.

Melalui aksi bersama tersebut, Pemerintah Kecamatan Lalabata kembali menegaskan bahwa pembangunan lingkungan yang bersih dan asri hanya dapat terwujud melalui sinergi dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

(Yund)

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved