-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Minggu, 06 September 2026

Maulid Kemenag Soppeng Satukan Lintas Agama, Andi Ibrahim Bawa Pesan Persaudaraan


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Minggu (6/9/2026), menjadi momentum memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Tidak hanya dihadiri kalangan umat Islam, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur lintas agama. Kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk duduk bersama, membangun komunikasi dan merawat persaudaraan.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, menekankan pentingnya menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, Maulid seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.

“Meneladani akhlak beliau di era modern ini tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan bagaimana kita mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam menjadi karya nyata yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan ummat,” kata Andi Ibrahim.

Ia menyebut empat sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh dan fathonah, sebagai nilai penting yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika peringatan Maulid dikemas dengan melibatkan berbagai unsur agama.

Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, menilai keterlibatan lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat harmoni dan toleransi di Kabupaten Soppeng.

“Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang Rasulullah, tetapi juga bagaimana nilai akhlak beliau dapat memperkuat hubungan antarsesama,” menjadi semangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Andi Ibrahim juga mengingatkan prinsip khairunnas anfahum linnas, bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam konteks kehidupan masyarakat yang beragam, pesan tersebut tidak berhenti pada hubungan sesama umat, tetapi juga dapat menjadi landasan untuk membangun kepedulian, saling menghormati dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Rangkaian Maulid turut diisi peluncuran miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur, penyerahan bantuan UPZ Kemenag Soppeng kepada mustahik, sirah Rasulullah serta Hikmah Maulid oleh Ketua IKA DDI, Dr. KH. Arham Basid, Lc., M.A.

Dari Kantor Kemenag Soppeng, pesan yang ingin ditegaskan bukan sekadar tentang kemeriahan Maulid, tetapi tentang bagaimana keteladanan Rasulullah dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

(Red)

Sabtu, 05 September 2026

Tiga Figur di Balik Mesin IAS, Nurmal Idrus: Komposisinya Punya Kekuatan Berbeda


Makassar, Sigapnews.com, Struktur baru Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menarik perhatian. Tiga nama disebut menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi strategis Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara.

Mereka adalah Supriansa, Rahman Pina, dan Amirullah Nur Saenong.

Supriansa disebut diproyeksikan sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, sementara Amirullah Nur Saenong diarahkan mengisi posisi Bendahara.

Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menilai munculnya tiga nama tersebut menunjukkan adanya kalkulasi organisasi dan politik yang cukup matang.

Menurutnya, ketiganya mempunyai kekuatan berbeda sehingga dapat saling menopang dalam menjalankan kepengurusan Golkar Sulsel.

“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 

Nurmal melihat Supriansa memiliki kapasitas politik yang dibutuhkan untuk mengisi posisi Ketua Harian.

Posisi tersebut, kata dia, akan menjadi sangat penting karena IAS membutuhkan figur yang dapat membantu menggerakkan organisasi sekaligus menjembatani berbagai kepentingan di internal partai.

“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.

Menurut Nurmal, Ketua Harian harus mampu menjadi penggerak ketika Ketua DPD I sedang menjalankan aktivitas politik di luar urusan teknis organisasi.

“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Rahman Pina dinilai mempunyai pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan posisi Sekretaris.

Pengalamannya dalam organisasi politik dan sebagai pimpinan DPRD disebut menjadi modal penting untuk mengelola kerja organisasi.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” kata Nurmal.

Ia menilai Sekretaris harus memiliki kemampuan menerjemahkan arah politik Ketua menjadi agenda organisasi.

“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” tambahnya.

Untuk posisi Bendahara, Amirullah Nur Saenong dinilai membawa fungsi yang tidak kalah penting.

Nurmal menyebut keberhasilan sebuah organisasi politik juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan secara profesional.

“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” jelasnya.

Ia menilai Golkar Sulsel membutuhkan tata kelola keuangan yang kuat dan transparan agar seluruh agenda organisasi dapat berjalan secara efektif.

“Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” katanya.

Jika ketiga nama tersebut benar-benar ditetapkan, Nurmal menilai IAS sudah memiliki fondasi awal yang cukup kuat.

Namun, menurut dia, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah KSB terbentuk.

Struktur di bawahnya harus mampu mengakomodasi kekuatan-kekuatan yang ada di Golkar Sulsel agar tidak muncul kembali sekat internal.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat,” ujarnya.

Nurmal mengingatkan bahwa Golkar Sulsel memiliki banyak figur dengan kapasitas politik masing-masing. Tantangannya adalah menempatkan seluruh kekuatan tersebut dalam satu garis organisasi.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai empat posisi teratas dalam struktur organisasi harus menjadi simpul yang mampu menjaga komunikasi dan soliditas seluruh kelompok.

“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.

Munculnya tiga nama tersebut sekaligus membuka babak baru dalam dinamika internal Golkar Sulsel. Setelah komposisi KSB mulai terbaca, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana IAS menyusun struktur lengkap tanpa meninggalkan kekuatan-kekuatan yang selama ini menjadi bagian dari mesin politik Golkar di Sulawesi Selatan.

(Red)

GITA MANESA Tampil di BRISIK Soppeng, Kepala MAN 1 Ikut Naik Panggung


Soppeng, Sigapnews.com, Kreativitas pelajar MAN 1 Soppeng mendapat ruang di panggung BRISIK (BRI Bermusik) yang digelar BRI Cabang Watansoppeng, Sabtu malam (5/9/2026).

Kelompok ekstrakurikuler musik GITA MANESA MUSIK tampil di hadapan pengunjung dan menunjukkan kemampuan bermusik mereka dalam ajang yang rutin digelar setiap Sabtu malam tersebut.

Penampilan para siswa MAN 1 Soppeng berlangsung penuh energi. Panggung BRISIK yang menjadi ruang bagi musisi dan talenta lokal Soppeng malam itu dipenuhi suasana hiburan sekaligus kreativitas anak muda.

Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., turut hadir memberikan dukungan langsung kepada para siswa.

Menurut Musmuliadi, kesempatan tampil di ruang publik menjadi pengalaman penting bagi peserta didik. Selain mengembangkan bakat, kegiatan semacam ini dapat melatih keberanian, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan bekerja dalam tim.

“Madrasah harus memberi ruang seluas-luasnya bagi siswa. Ada yang menonjol di bidang akademik, riset, keagamaan, olahraga, hingga seni. Semua potensi ini wajib kita fasilitasi dan arahkan ke hal yang positif,” ujar Musmuliadi.

Ada kejutan ketika Musmuliadi kemudian ikut naik ke panggung.

Ia menerima tantangan untuk menyumbangkan suara dan memilih membawakan lagu dangdut karya Rhoma Irama, “Boleh Saja”.

Penampilan tersebut langsung mengundang respons meriah dari penonton. Kehadiran kepala madrasah di atas panggung bersama para siswa menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat.

Musmuliadi mengatakan, seni dan musik dapat menjadi sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat selama tetap berada dalam koridor nilai yang baik.

“Bermusik itu boleh saja, asal membawa manfaat, tidak melupakan kewajiban, dan tetap di dalam koridor nilai yang baik. Seni justru bisa jadi media dakwah dan pesan kemanusiaan yang lebih santai dan mudah diterima masyarakat,” katanya.

Ia menilai keberadaan BRISIK menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda Soppeng untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka.

Karena itu, Musmuliadi menyampaikan apresiasi kepada BRI Cabang Watansoppeng yang telah memberikan kesempatan kepada GITA MANESA untuk tampil.

Ia berharap kolaborasi antara dunia perbankan, madrasah dan generasi muda tersebut dapat terus berjalan sehingga semakin banyak talenta pelajar yang mendapat kesempatan untuk tampil dan berkembang.

Malam itu, GITA MANESA tidak hanya membawa musik ke panggung BRISIK. Mereka juga membawa pesan bahwa bakat anak muda akan tumbuh ketika diberikan ruang untuk tampil dan diapresiasi.

(Yund)

Bupati Soppeng Ingatkan Warga: Persatuan Adalah Kekuatan Membangun Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Di hadapan jamaah, Suwardi mengajak masyarakat tidak memaknai Maulid hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, termasuk dalam membangun persatuan di tengah perbedaan.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ujar Suwardi.

Suwardi kemudian menyinggung Piagam Madinah sebagai salah satu contoh keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun tatanan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurut Suwardi, nilai persatuan tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan. Semangat tersebut dinilai menjadi modal sosial untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Pembangunan Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Suwardi menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sosial.

Bagi Suwardi, persatuan bukan hanya nilai dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menjadi energi bersama untuk membangun Soppeng agar semakin maju dan berdaya saing.

“Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar pembangunan di Bumi Latemmamala dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menggelar peringatan Maulid sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus ruang mempererat silaturahmi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lilirilau bersama unsur Forkopimcam, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah serta jamaah.

(Red)

345 Mustahik Terima ZIS, Bupati Soppeng Dorong Kemandirian Ekonomi


Soppeng, Sigapnews.com, Sebanyak 345 mustahik menerima bantuan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng. Bantuan senilai total Rp131 juta tersebut disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta.

Penyaluran berlangsung di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (5/9/2026), dan dihadiri langsung Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE.

Turut hadir Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus, unsur Forkopimda, perwakilan Kemenag, perwakilan Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, Camat, Kepala Desa dan lurah dari tiga kecamatan, serta para muzakki dan penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi menyampaikan bahwa penyaluran ZIS kali ini menyasar 342 penerima manfaat dengan berbagai bentuk bantuan.

Selain bantuan untuk fakir miskin dan siswa kurang mampu, BAZNAS mulai memberikan perhatian pada sektor pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” kata Satturi.

Adapun bantuan yang diberikan sekitar Rp300 ribu untuk fakir miskin, Rp250 ribu bagi siswa kurang mampu disertai tas sekolah, serta Rp1,5 juta bagi pelaku UMKM.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng mengapresiasi langkah BAZNAS yang mulai mengarahkan sebagian bantuan ZIS untuk kegiatan produktif.

Menurutnya, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi dalam membantu mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” ujar Suwardi.

Ia meminta para mustahik memanfaatkan bantuan yang diterima secara bijak. Bantuan untuk kebutuhan pokok diharapkan dapat meringankan beban keluarga, sementara bantuan modal usaha dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Suwardi berharap pola pemberdayaan tersebut mampu membuat penerima manfaat secara perlahan keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

Bagi Suwardi, keberhasilan program ZIS bukan hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada kehidupan penerima.

Ia berharap para mustahik yang saat ini menerima bantuan dapat berkembang menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Jangan melihat bantuan ini hanya dari nominalnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah melalui sesama umat Muslim,” pesannya.

Ia kemudian mengajak penerima bantuan untuk menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan dan, bagi yang memiliki usaha, menjadikannya sebagai modal produktif.

“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng yang dinilainya masih dapat ditingkatkan.

Suwardi menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar. Ia membandingkannya dengan Kabupaten Barru yang disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.

Menurutnya, Soppeng memiliki potensi besar karena jumlah masyarakat dan pelaku usaha yang cukup banyak.

Karena itu, ia mengimbau ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab agar menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.

Suwardi juga meminta masyarakat yang memberikan zakat secara langsung kepada keluarga atau pihak yang berhak tetap melaporkannya kepada BAZNAS agar dapat dicatat sebagai bagian dari potensi zakat daerah.

“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” ujarnya.

Suwardi menegaskan pentingnya pengelolaan dana ZIS secara transparan, amanah dan tepat sasaran. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meningkatkan penghimpunan zakat.

Jika dana yang dihimpun semakin besar, ia berharap nilai bantuan yang diberikan kepada masyarakat juga dapat meningkat.

“Kalau nanti meningkat, bisa menjadi Rp1 juta per orang bagi fakir miskin dan siswa-siswi,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng berakhir pada September. Pemerintah daerah akan membentuk panitia rekrutmen dan membuka pendaftaran pengurus secara transparan dan terbuka.

Kegiatan penyaluran ZIS tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.

Suwardi berharap bantuan yang bersumber dari dana umat tersebut benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup dan membangun kemandirian ekonomi.

(Red)

Jumat, 04 September 2026

RSUP Wahidin Turun Langsung Cek Layanan RSUD La Temmamala, Kanker hingga Stroke Jadi Perhatian


Soppeng, Sigapnews.com,– Bukan sekadar kunjungan biasa. Tim RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar turun langsung menelusuri kesiapan sejumlah layanan di RSUD La Temmamala Soppeng dalam rangka memperkuat jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Visitasi dan advokasi tersebut berlangsung di RSUD La Temmamala, Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan jajaran manajemen rumah sakit, tenaga medis, dokter serta kepala ruangan yang berkaitan dengan pelayanan KJSU-KIA.

Ketua Tim Visitasi, dr. Abdul Muis, Sp.S(K), mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

“Visitasi ini dalam rangka mendukung penguatan RS Jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan KIA,” ujarnya.

Direktur RSUD La Temmamala, dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, menyambut kedatangan tim RSUP Wahidin. Ia berharap proses visitasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Visitasi atas kesediaannya datang di RSUD La Temmamala untuk penguatan RS Jejaring. Kami berharap melalui visitasi ini dapat memperoleh masukan, arahan dan saran terkait pengembangan pelayanan di RS,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur juga memaparkan dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD La Temmamala.

Salah satunya adalah bantuan CT-Scan yang diterima pada 2026. Alat tersebut telah diresmikan Bupati Soppeng dan kini telah difungsikan untuk menunjang pelayanan medis.

Kehadiran CT-Scan menjadi salah satu penguatan penting bagi rumah sakit, terutama dalam mendukung proses diagnosis berbagai penyakit secara lebih cepat dan akurat. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menyebut fasilitas CT-Scan tersebut sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di RSUD La Temmamala.

Usai pemaparan, Tim Visitasi RSUP Wahidin tidak hanya berada di ruang pertemuan. Tim langsung melakukan telusur lapangan ke sejumlah unit pelayanan.

IGD Umum, IGD PONEK, Poliklinik, ruang rawat inap dan kamar bersalin menjadi beberapa lokasi yang ditinjau.

Penelusuran kemudian berlanjut ke sejumlah fasilitas penunjang dan layanan khusus, yakni Radiologi, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, Cathlab Jantung, Rehabilitasi Medik Neurologi hingga Kamar Operasi.

Tim juga melihat secara langsung layanan Hemodialisa, ICU, CVCU dan NICU.

Telusur tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia serta pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit yang berkaitan dengan pengampuan KJSU-KIA.

Bagi RSUD La Temmamala, proses tersebut menjadi momentum untuk mendapatkan gambaran objektif sekaligus masukan dari rumah sakit rujukan tingkat lebih tinggi.

Setelah seluruh rangkaian penelusuran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Exit Conference.

Dalam agenda tersebut, Tim Visitasi memaparkan hasil temuan dan evaluasi selama proses telusur. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi bersama jajaran RSUD La Temmamala untuk menyusun rencana tindak lanjut.

Penguatan jejaring ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan RSUD La Temmamala dalam menangani berbagai kasus prioritas, sekaligus memperkuat sistem rujukan sehingga masyarakat Soppeng memiliki akses pelayanan kesehatan yang semakin lengkap tanpa harus selalu mencari layanan ke luar daerah.

Dengan dukungan fasilitas baru, termasuk CT-Scan, serta pendampingan melalui jejaring KJSU-KIA, RSUD La Temmamala diharapkan terus meningkatkan mutu pelayanan dan kapasitas tenaga kesehatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Visitasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Direktur RSUD La Temmamala beserta jajaran manajemen, Ketua Komite Medik, para dokter spesialis, dokter umum serta kepala ruangan yang terlibat dalam pelayanan.

Sumber: Humas RSUD La Temmamala

Gemilang di Cadika Gowa, MTsN Soppeng Rebut Juara Umum I Penggalang


Gowa, Sigapnews.com,– Kontingen MTs Negeri Soppeng menunjukkan kelasnya di ajang Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Bertanding di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, para penggalang MTsN Soppeng sukses mengunci Juara Umum I Tingkat Penggalang.

Capaian tersebut diraih melalui penampilan konsisten di sejumlah kategori lomba. Dua gelar juara pertama berhasil diamankan pada kategori Tapak Perkemahan Putra dan Tapak Perkemahan Putri.

Tak berhenti di sana, kontingen MTsN Soppeng juga meraih Juara II Yel-Yel Tingkat Penggalang.

Perolehan prestasi tersebut menjadi gambaran kuatnya kedisiplinan dan kekompakan para siswa selama mengikuti kegiatan. Ketelitian dalam mengelola tapak perkemahan berpadu dengan kreativitas serta semangat saat tampil dalam lomba yel-yel.

Di balik keberhasilan itu, terdapat persiapan dan latihan yang dilakukan secara serius. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina dan pendamping, sementara dukungan keluarga besar MTsN Soppeng menjadi energi tambahan bagi kontingen selama berada di arena perlombaan.

Slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” akhirnya menemukan pembuktiannya di Cadika Gowa.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, mengaku bangga atas perjuangan para siswa yang mampu membawa nama madrasah sekaligus Kabupaten Soppeng bersaing di tingkat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” kata Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya. Para siswa didorong untuk tidak berhenti berlatih dan terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang kepramukaan maupun bidang lainnya.

Menurutnya, kemenangan bukan semata-mata soal piala. Lebih dari itu, proses mengikuti kegiatan pramuka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama.

Dengan raihan Juara Umum I Penggalang, MTsN Soppeng sukses membawa pulang kebanggaan dari Cadika Gowa sekaligus mempertegas kiprahnya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Datang membawa semangat, bertanding dengan kekompakan, dan pulang dengan prestasi. MTsN Soppeng kembali mengharumkan nama Soppeng di level Sulsel.

(Yund)

Dari Soppeng, Rahmaningsi Taklukkan 148 Peserta BCKS dan Rebut Predikat Terbaik


Makassar, Sigapnews.com, Siapa sangka, peserta dari Kabupaten Soppeng justru tampil paling menonjol dalam persaingan ketat Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik setelah bersaing dengan 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Capaian itu diumumkan setelah seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari resmi berakhir di Makassar, Jumat (4/9/2026).

Sejak 24 Agustus 2026, para peserta ditempa melalui berbagai tahapan untuk mengukur kesiapan mereka menjadi calon pemimpin satuan pendidikan.

Rahmaningsi berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan hasil yang mengantarkannya sebagai peserta terbaik.

10 Hari Ditempa, Hasilnya Tak Main-main

Pelatihan BCKS yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar pelatihan di dalam ruangan.

Peserta dibekali materi kepemimpinan dan pengelolaan sekolah, sekaligus dihadapkan pada praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati langsung bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, mengelola sekolah, mengambil keputusan, serta menghadapi persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan kebijakan pendidikan juga diberikan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi.

Dengan pola pembelajaran tersebut, peserta dituntut bukan hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan kapasitas sebagai calon pemimpin sekolah.

Soppeng Punya Cerita

Keberhasilan Rahmaningsi menjadi peserta terbaik membawa cerita tersendiri bagi Kabupaten Soppeng.

Di tengah 148 peserta dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, kepala SDN 202 Walennae mampu menunjukkan kualitasnya hingga mendapatkan predikat terbaik.

Prestasi itu sekaligus memperkuat rekam jejak Rahmaningsi sebagai pendidik dan kepala sekolah yang aktif mendorong pengembangan pendidikan serta inovasi di daerah.

Bagi Soppeng, capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah kebutuhan menghadirkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas, kemampuan manajerial, dan keberanian menghadapi tantangan pendidikan.

148 peserta datang membawa kemampuan masing-masing. Namun dari pelatihan itu, nama Rahmaningsi dari Soppeng yang akhirnya mencuri perhatian.

Predikat peserta terbaik BCKS tingkat Sulsel kini menjadi buah dari 10 hari proses pembelajaran, praktik, dan evaluasi yang dijalaninya.

(Yund)

Kamis, 03 September 2026

Nyaris Terbang ke Jakarta, 928 Gram Sabu Diselipkan di Selangkangan Digagalkan di Kualanamu


Deli Serdang, Sigapnews.com, Nyaris lolos ke Jakarta, seorang pria berinisial SAL alias AL (50) harus berurusan dengan polisi setelah membawa 928 gram bruto sabu ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sabu hampir satu kilogram itu disembunyikan dengan cara diselipkan di bagian selangkangan. Modus tersebut terungkap setelah personel Subnit I Unit I Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) dan melakukan pengawasan di area pintu masuk bandara, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Informasi awal diterima polisi sekitar pukul 04.30 WIB terkait dugaan adanya pengiriman sabu melalui Bandara Kualanamu.

Sekitar pukul 05.00 WIB, petugas bergerak. Seorang pria yang identitasnya sesuai dengan data pada boarding pass kemudian dicurigai dan diperiksa.

Kecurigaan polisi terbukti.

Dari pemeriksaan, SAL mengakui membawa sembilan bungkus plastik bening berukuran besar yang diduga berisi sabu dengan berat total 928 gram bruto. Paket tersebut diselipkan di bagian selangkangannya.

Dijanjikan Rp30 Juta untuk Bawa Sabu ke Jakarta

Dalam pemeriksaan awal, SAL mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengambilan barang itu disebut dilakukan atas arahan seseorang berinisial AMI, yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Paket diduga diserahkan di kawasan underpass Jalan Ring Road.

Untuk membawa hampir satu kilogram sabu dari Sumatera Utara menuju Jakarta, SAL disebut dijanjikan upah Rp30 juta.

Polisi kini tidak berhenti pada penangkapan sang kurir. Modus pengiriman secara estafet tersebut tengah didalami untuk membongkar siapa pemasok dan pengendali jaringan di balik paket sabu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kasatres Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan komitmen jajarannya memberantas peredaran gelap narkotika.

Menurut Fery, informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang telah membantu Polri dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Deli Serdang dalam memberantas peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Ia menegaskan, tertangkapnya seorang kurir bukan berarti kasus selesai. Polisi akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang berada di belakang pengiriman tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun pihak-pihak lain yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika,” ujarnya.

Fery juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan imbalan besar untuk menjadi kurir narkotika.

“Jangan sampai besarnya imbalan menghancurkan masa depan, karena kehancuran itu saya pastikan nyata,” tegasnya.

SAL beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Hampir satu kilogram sabu gagal terbang ke Jakarta. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa Bandara Kualanamu bukan jalur aman bagi jaringan narkotika. Polisi kini memburu mata rantai lain di balik pengiriman tersebut.

(RZ)

Bupati Soppeng: Maulid Nabi Jangan Sekadar Seremonial, Jadikan Teladan dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Polres Soppeng menjadi momentum bagi Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng untuk menyampaikan pesan penting tentang keteladanan, integritas, dan pentingnya menjaga kedamaian daerah.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, serta sejumlah unsur Forkopimda, Suwardi mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan Maulid sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Budi Haryanto, serta unsur Forkopimda lainnya.

Suwardi mengapresiasi pelaksanaan Maulid yang digelar Polres Soppeng. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menelusuri perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat manusia.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan,” kata Suwardi.

Ia kemudian mengingatkan empat sifat Rasulullah SAW yang dinilai sangat penting diterapkan dalam pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sifat siddiq mengajarkan kejujuran, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh menekankan pentingnya menyampaikan dan berkomunikasi dengan baik, sementara fathanah bermakna kecerdasan.

Bupati menilai keempat sifat tersebut merupakan modal penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang prima, serta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

“Ketika seluruh masyarakat, pemerintah dan aparat mampu mengintegrasikan ketakwaan dan akhlak mulia ini ke dalam sanubari, maka tugas menjaga keamanan bukan lagi sekadar profesi, melainkan ladang ibadah yang bernilai pahala jariah,” ujarnya.

Menurut Suwardi, menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran yang sama dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, sekaligus menjaga komunikasi dan sinergi antarelemen masyarakat.

Bupati berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi energi bersama dalam membangun Soppeng yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.

“Mari kita teladani keluhuran budi pekerti Nabi Besar Muhammad SAW dalam memelihara kedamaian di bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” pungkas H. Suwardi.

(Yund)

Patroli Malam Satlantas Soppeng Bikin Pengendara Brong Tak Berkutik, 31 Motor Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Aksi penggunaan knalpot brong di wilayah Kota Watansoppeng kembali menjadi sasaran penertiban aparat kepolisian. Dalam patroli malam yang digelar Kamis (3/9/2026), 31 unit sepeda motor ditemukan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penertiban dilakukan Satlantas Polres Soppeng melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli dimulai sekitar pukul 21.00 Wita dan menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polres Soppeng.

Puluhan kendaraan tersebut ditertibkan setelah personel mendapati penggunaan knalpot yang menghasilkan suara bising dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Kegiatan dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng IPDA Fahril Nurdin, S.H. bersama sejumlah personel Satlantas.

Bukan sekadar razia, patroli tersebut menjadi langkah kepolisian untuk mengantisipasi gangguan ketertiban sekaligus menciptakan suasana berkendara yang lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan, penertiban knalpot brong dilakukan bukan hanya untuk memberikan tindakan kepada pelanggar, tetapi juga menjaga kenyamanan masyarakat.

“Penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi bukan semata-mata persoalan penindakan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menjaga ketertiban, keselamatan dan kenyamanan bersama. Suara kendaraan yang terlalu bising juga dapat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan harus tetap memperhatikan ketentuan teknis dan aturan lalu lintas yang berlaku.

Kapolres pun mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Mari kita sama-sama menjaga Soppeng tetap aman, tertib dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara,” ujarnya.

Dengan diamankannya 31 kendaraan dalam satu kali patroli, kepolisian menunjukkan bahwa penggunaan knalpot brong masih menjadi perhatian dalam upaya menjaga Kamseltibcarlantas di Kabupaten Soppeng.

Polres Soppeng memastikan patroli dan penertiban akan terus dilakukan secara terukur guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

(Yund)

Semarak Maulid di Dishub Soppeng, Pesan Al-Amin Jadi Bekal ASN dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Nuansa religius sekaligus kebersamaan terasa kuat di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Soppeng, Kamis (3/9/2026). Jajaran pegawai berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Mengangkat tema “Meneladani Etos Kerja Sang Al-Amin”, kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WITA tersebut tidak hanya diisi dengan tausiyah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya amanah dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Hikmah Maulid disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra, KM. Sulaiman, S.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jajaran Dishub Soppeng meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama sifat Al-Amin yang berarti dapat dipercaya.

Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dengan tugas ASN yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kepentingan dan pelayanan masyarakat.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang melaksanakan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menjaga amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan dan tugas yang diberikan kepada seorang aparatur merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab serta integritas.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari jajaran Dishub Soppeng yang menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum evaluasi sekaligus memperkuat semangat pengabdian.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp, mengatakan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan seluruh pegawai.

“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita berharap seluruh jajaran dapat mengambil hikmah dan keteladanan Rasulullah untuk diterapkan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” kata Ihsan.

Ia menegaskan bahwa semangat keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi diterjemahkan dalam budaya kerja di lingkungan Dishub.

“Semoga momentum ini semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Menariknya, suasana Maulid juga semakin meriah dengan adanya lomba menghias pohon telur antarbidang.

Kreativitas dan kekompakan masing-masing bidang terlihat dalam kegiatan tersebut. Dari hasil penilaian, Bidang Sarana dan Prasarana berhasil meraih juara pertama, disusul Bidang Lalu Lintas.

Bagi jajaran Dishub Soppeng, peringatan Maulid tahun ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di dalamnya terdapat pesan agar setiap pegawai mampu membawa nilai Rasulullah SAW ke dalam pekerjaan.

Amanah dalam menjalankan tugas, jujur dalam bekerja, bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dan tulus dalam memberikan pelayanan menjadi nilai yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan Dishub Soppeng.

Dengan semangat Al-Amin, jajaran Dishub Soppeng diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

(Yund)

Rabu, 02 September 2026

Bupati Soppeng Resmikan Dua Fasilitas RSUD La Temmamala, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE meresmikan dua fasilitas baru di RSUD La Temmamala, yakni Gedung Unit Pengelolaan Darah (UPD) dan fasilitas CT Scan, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan peresmian berlangsung di area depan IGD Malaka RSUD La Temmamala dan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng.

Dua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis yang lebih lengkap.

Gedung UPD dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,9 miliar. Bangunan dua lantai tersebut mengusung tagline “Setetes Darah, Sejuta Harapan” dan dilengkapi 20 ruangan untuk mendukung pelayanan pengelolaan darah.

Sebanyak 12 ruangan berada di lantai satu, di antaranya ruang tunggu pendonor, ruang konseling, ruang pemeriksaan dokter dan ruang pengambilan darah. Sementara lantai dua terdiri atas delapan ruangan yang digunakan untuk kebutuhan staf dan Kepala UPD.

Setelah meresmikan gedung, Bupati Suwardi Haseng bersama jajaran RSUD La Temmamala meninjau sejumlah fasilitas di dalam Gedung UPD.

Pada hari yang sama, Bupati Soppeng juga meresmikan fasilitas CT Scan baru RSUD La Temmamala.

Pengadaan perangkat tersebut menelan anggaran sekitar Rp15 miliar. Jika digabung dengan pembangunan Gedung UPD, total investasi untuk kedua fasilitas kesehatan tersebut mencapai sekitar Rp17,9 miliar.

Peresmian fasilitas CT Scan turut didampingi Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle. Setelah diresmikan, perangkat tersebut langsung menjalani uji coba.

Jurnalis senior Andi Baso Petta Karaeng menjadi salah satu pasien yang mengikuti uji coba berdasarkan arahan Bupati Soppeng. Andi Baso yang lahir pada 1949 disebut sebagai pasien tertua dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan RSUD La Temmamala, Amrullah, mengatakan perangkat CT Scan tersebut masih memungkinkan untuk ditingkatkan atau di-upgrade sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng menjelaskan bahwa pembangunan ruangan CT Scan membutuhkan pengerjaan khusus karena harus memperhatikan aspek keamanan radiasi.

Selain peresmian fasilitas kesehatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp74 juta.

Santunan diserahkan kepada perwakilan almarhumah Yusriani, anggota Koperasi Konsumen Ajjappangi Bumi Latemmamala Non-ASN RSUD Latemmamala Soppeng.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bentuk manfaat nyata program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi keluarga peserta yang ditinggalkan.

Program perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan sendiri menjadi salah satu perhatian Pemkab Soppeng. Pemerintah daerah sebelumnya juga menjalankan sejumlah program perlindungan pekerja rentan dan informal melalui skema SIBALIPERI dan SUTASOMA.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Soppeng didampingi Direktur RSUD La Temmamala dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, Amrullah, S.Farm., Apt., M.Si, Dewan Pengawas RSUD serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Humas RSUD Hj. Rahmamawati, SKM., MM.

Turut hadir Kepala BPKPPD Drs. Dipa, M.Si., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Drs. M. Evinuddin, M.PA., serta Kabid Humas Kominfo, Unsur Manajemen RSUD dan Para Kepala Ruangan dan Kepala Instalasi. 

Dengan diresmikannya Gedung UPD dan fasilitas CT Scan, RSUD La Temmamala kini memiliki tambahan sarana untuk mendukung pelayanan darah dan pemeriksaan diagnostik.

Pemerintah daerah berharap penambahan fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, lengkap dan berkualitas, sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat Soppeng untuk mencari layanan tertentu di luar daerah.

(Red)

Dua Alat Bukti Jadi Dasar, 8 Orang Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan eksploitasi seksual, pelecehan seksual fisik, dan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Penetapan tersebut bukan dilakukan tanpa dasar. Penyidik Polres Soppeng menyatakan telah menemukan sedikitnya dua alat bukti sebelum menetapkan status hukum terhadap delapan orang tersebut.

Kedelapan tersangka masing-masing berinisial A, AS, AT, B, AR, AN, H dan R.

Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husain mengungkapkan, gelar perkara telah dilakukan pada 25 Agustus 2026. Dari gelar perkara tersebut, penyidik menyimpulkan terdapat dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan kedelapan orang sebagai tersangka.

“Delapan tersangka telah dilakukan gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti sehingga ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Agustus 2026,” ujar Husain dalam konferensi pers di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng, Rabu malam (2/9/2026).

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan rangkaian tindak pidana tersebut berlangsung selama empat hari, yakni sejak 20 hingga 23 Agustus 2026.

Lokasi kejadian diduga berada di sebuah hotel di Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Soppeng.

Perkara tersebut disebut bermula pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Tersangka A diduga membawa korban dari sekolah menuju hotel.

Di tempat tersebut, A diduga melakukan persetubuhan terhadap korban.

Penyidik kemudian menemukan adanya dugaan komunikasi antara A dengan pihak lain. Polisi juga menemukan dugaan pengiriman video yang berkaitan dengan korban melalui aplikasi WhatsApp.

Dari hasil pendalaman, polisi menduga korban kemudian ditawarkan kepada sejumlah pihak. Beberapa tersangka lainnya diduga melakukan persetubuhan terhadap korban pada waktu berbeda dengan memberikan uang atau bentuk imbalan lainnya.

Rangkaian dugaan perbuatan tersebut berlangsung hingga Minggu (23/8/2026).

Sekitar pukul 09.00 Wita, A diduga kembali melakukan persetubuhan terhadap korban sebelum mengantarkannya ke rumah nenek korban.

Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban, uang tunai sebanyak 22 lembar dengan berbagai pecahan, delapan unit telepon seluler, serta satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih bernomor polisi DP 1926 LI.

Barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana serta peran masing-masing pihak.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, termasuk Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan huruf g.

Selain itu, penyidik juga menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP.

Meski delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidikan perkara ini belum berhenti.

Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan dua orang lainnya. Selain itu, terdapat satu anak yang penanganannya dilakukan secara khusus berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait anak.

Iptu Firman menegaskan, peluang munculnya tersangka baru masih terbuka apabila penyidik menemukan bukti yang cukup.

Masyarakat yang mengetahui adanya pihak lain yang diduga terlibat juga diminta menyampaikan informasi kepada kepolisian.

Namun, informasi tersebut tidak serta-merta menjadi dasar penangkapan. Polisi tetap akan melakukan penyelidikan dan pendalaman berdasarkan alat bukti.

“Kalau ada indikasi terduga pelaku baru, silakan dilaporkan. Tetapi tidak serta-merta langsung ditangkap, semuanya melalui proses penyelidikan dan berdasarkan bukti-bukti yang ada,” ujarnya.

Hingga konferensi pers digelar, delapan orang telah berstatus tersangka, sementara dua orang lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Polres Soppeng memastikan perkara tersebut terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

(Yund)

Kapolres Soppeng Hadiri Syukuran Kejaksaan ke-81, Tekankan Pentingnya Kolaborasi


Soppeng, Sigapnews.com, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri syukuran Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Soppeng itu mengusung tema “Menguatkan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas”.

Syukuran tersebut dihadiri Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, jajaran Kejaksaan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Soppeng menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kejaksaan. Ia menilai momentum tersebut penting untuk memperkuat hubungan dan koordinasi antarpenegak hukum di Kabupaten Soppeng.

Hari Budiyanto mengatakan, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu hal yang harus terus dijaga oleh institusi penegak hukum. Hal itu dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Penegakan hukum bukan hanya tentang proses hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa keadilan dan kepercayaan di tengah masyarakat,” ujar Hari.

Ia menegaskan Polri akan terus memperkuat sinergi dengan Kejaksaan dan unsur Forkopimda dalam menjalankan tugas masing-masing.

Menurutnya, koordinasi yang baik antarlembaga diperlukan agar setiap persoalan hukum maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat dapat ditangani secara tepat dan proporsional.

“Perbedaan tugas dan kewenangan bukan menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Hari berharap hubungan kelembagaan yang telah terjalin selama ini semakin solid. Sinergi tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya situasi Kabupaten Soppeng yang aman, tertib, dan kondusif.

“Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Semoga Kejaksaan semakin kuat, profesional dan senantiasa menjadi bagian penting dalam menghadirkan keadilan serta kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Yund)

Selasa, 01 September 2026

Bukan Cuma Bisa Pakai AI, Pelajar SMA 2 Cangadi Soppeng Didorong Jadi Pengguna yang Cerdas


Soppeng, Sigapnews.com, Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Teknologi yang mampu membantu mencari informasi hingga menghasilkan berbagai karya digital itu dinilai perlu diimbangi dengan literasi dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi AI yang digelar Polres Soppeng di SMA Negeri 2 Soppeng di Cangadi, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Kegiatan dipimpin Kabag SDM Polres Soppeng Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., bersama tim edukasi AI. Tujuh personel Polres Soppeng dilibatkan untuk memberikan materi kepada siswa kelas XII.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan pada perkembangan AI sekaligus berbagai potensi pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan.

Namun, Polres Soppeng tidak ingin pelajar hanya berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis, memilah informasi, memahami risiko penggunaan AI serta tetap bertanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh dari teknologi tersebut.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan perkembangan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan, bukan ketakutan.

“Anak-anak kita akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan rasa takut terhadap teknologi, tetapi kemampuan untuk memahami, mengendalikan dan menggunakannya dengan benar,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Menurutnya, AI dapat menjadi sarana yang membantu pelajar belajar dan mengembangkan potensi. Namun, kemudahan teknologi tidak boleh menghilangkan proses berpikir yang menjadi bagian penting dalam pendidikan.

“Kami ingin para pelajar melihat AI sebagai alat untuk membantu mereka belajar dan berkembang, bukan sebagai jalan pintas untuk menggantikan proses berpikir. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan karakter tetap menjadi hal utama,” tegasnya.

Kapolres juga berharap pelajar mampu menggunakan AI untuk kegiatan yang produktif, mulai dari mendukung pembelajaran hingga mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri.

Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026, khususnya Indikator 9.1 dan 9.2, yang menyasar pelajar SMA, SMK, MA dan sederajat.

Bagi Polres Soppeng, literasi teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman. Sebab, generasi yang melek teknologi tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga harus memahami etika, risiko dan tanggung jawab di ruang digital.

Kehadiran personel kepolisian di sekolah juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kalangan pelajar. Peran Polri diharapkan tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi yang menyentuh kebutuhan generasi muda.

Kegiatan di SMA Negeri 2 Soppeng berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Para siswa kelas XII mengikuti materi yang disampaikan tim trainer Polres Soppeng mengenai pemanfaatan AI secara positif, cerdas dan bertanggung jawab.

(Yund)

SPPG Polres Soppeng Dipantau Langsung, Wakapolres Tekankan Proses Tak Boleh Luput dari Pengawasan


Soppeng, Sigapnews.com, Pelaksanaan program pemenuhan gizi di Soppeng kembali mendapat perhatian dari jajaran Polres Soppeng. Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., turun langsung melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Soppeng, Selasa (1/9/2026).

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tidak hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dari kesiapan personel hingga setiap tahapan proses pelayanan.

Didampingi sejumlah personel, Kompol Tamar meninjau sejumlah bagian di lingkungan SPPG. Ia juga melihat langsung aktivitas yang tengah berlangsung serta proses pelayanan yang dilakukan.

Bagi jajaran Polres Soppeng, pengawasan menjadi bagian penting untuk menjaga agar pelaksanaan program tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Kompol Tamar menegaskan, setiap tahapan harus mendapat perhatian. Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan proses menjadi salah satu kunci agar hasil pelayanan tetap memenuhi standar.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses dapat berjalan dengan baik, tertib dan konsisten. Setiap tahapan harus diperhatikan agar hasil yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujarnya.

Kapolres Minta Personel Tidak Abai

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program harus dilakukan secara berkesinambungan.

Ia meminta personel yang terlibat untuk bekerja secara profesional, disiplin dan bertanggung jawab. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga dinilai penting untuk mencegah persoalan di lapangan berkembang menjadi kendala pelayanan.

Kapolres bahkan mengingatkan agar setiap temuan, sekecil apa pun, tidak dianggap remeh.

“Laksanakan tugas dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Hal-hal kecil yang ditemukan di lapangan jangan diabaikan, tetapi segera dikoordinasikan dan dicarikan solusinya,” tegasnya.

Pengecekan tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal Polres Soppeng terhadap pelaksanaan SPPG.

Dengan pengawasan langsung di lapangan, jajaran Polres Soppeng berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal, tertib dan konsisten, sehingga tujuan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai.

(Yund)

Senin, 31 Agustus 2026

Krisis Air di Tengah Kemarau, Kapolres Soppeng Turun Langsung Siapkan Sumur Bor di Appanang


Soppeng, Sigapnews.com, Persoalan air bersih di tengah kemarau panjang tak hanya menjadi perhatian pemerintah. Polres Soppeng bersama Baznas dan pemerintah setempat mulai menyiapkan langkah konkret dengan pembangunan sumur bor untuk warga Jampuserenge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bahkan turun langsung meninjau lokasi yang akan menjadi titik pengeboran, Selasa (1/9/2026).

Lokasi yang berada di kediaman Per. Hasnah, 86 tahun, tersebut dicek langsung untuk memastikan kesiapan sebelum proses pengeboran dilakukan.

Kapolres tidak datang sendiri. Peninjauan turut dihadiri PJU Polres Soppeng, Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., M.M., Ketua Baznas Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd.I., M.Pd.I., Lurah Appanang Andi Najamuddin, S.Sos., personel Polsek Liliriaja serta warga.

Di lokasi, rombongan melakukan pengecekan dan menentukan titik yang akan digunakan untuk pengeboran. Koordinasi dengan pemerintah setempat juga dilakukan agar proses pembangunan nantinya berjalan lancar.

Kapolres: Jangan Biarkan Warga Kesulitan Air

AKBP Hari Budiyanto mengatakan kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang harus mendapat perhatian, terlebih ketika masyarakat menghadapi kemarau berkepanjangan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap upaya yang dapat membantu warga mendapatkan akses air harus kita dukung dan kawal bersama,” ujarnya.

Menurut Kapolres, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan rencana bantuan tidak berhenti pada tahap wacana.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk melihat lokasi, tetapi memastikan prosesnya dapat berjalan dengan baik, aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pembangunan sumur bor ini menjadi bentuk kolaborasi antara Baznas, Polres Soppeng, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan akses air bersih.

Bantuan Harus Tepat Sasaran

Kapolres menekankan pentingnya koordinasi seluruh pihak dalam pelaksanaan pengeboran. Ia ingin proses pembangunan berjalan tertib dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

“Yang paling utama adalah bagaimana bantuan ini benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin setiap langkah yang dilakukan memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi warga, khususnya dalam menghadapi keterbatasan air bersih,” tegasnya.

Untuk memastikan proses berjalan aman, jajaran Polsek Liliriaja bersama Bhabinkamtibmas dan Unit Intelkam akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi di lapangan.

Peninjauan berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA. Seluruh kegiatan berjalan aman dan terkendali.

Sumur bor yang dipersiapkan di Jampuserenge diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi warga menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kepolisian, Baznas dan pemerintah setempat mengambil peran bersama dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

(Yund)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bupati Suwardi Haseng Turun ke Bendung Passemmeng, Lihat Warga Kerja Swadaya dan Minta PUPR Bergerak


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turun langsung melihat kondisi Bendung Passemmeng di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (29/8/2026).

Kedatangan Bupati terjadi saat warga tengah bergotong royong memperbaiki bendung yang mengalami kerusakan. Masyarakat bergerak secara swadaya dengan peralatan yang tersedia agar fasilitas pengairan tersebut tetap bisa dimanfaatkan.

Suwardi Haseng tidak hanya melihat aktivitas warga. Didampingi staf Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, ia mengecek kondisi bendung sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan kondisi Bendung Passemmeng dan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian untuk perbaikan. Bendung tersebut memiliki fungsi penting bagi pengairan lahan pertanian masyarakat sekitar.

Mendengar langsung aspirasi warga, Bupati kemudian meminta jajaran Dinas PUPR untuk menindaklanjuti kondisi Bendung Passemmeng.

Suwardi ingin persoalan yang menyentuh kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada keluhan, tetapi segera ditindaklanjuti oleh instansi teknis.

Langkah Bupati itu mendapat perhatian warga yang sejak awal berinisiatif memperbaiki bendung secara gotong royong.

Bagi masyarakat, perbaikan Bendung Passemmeng menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan dengan kelancaran pengairan lahan pertanian. Kerusakan yang tidak segera ditangani dapat mengganggu pemanfaatan air bagi aktivitas pertanian.

Kegiatan gotong royong warga menjadi bukti bahwa masyarakat ikut menjaga fasilitas yang digunakan bersama. Sementara kehadiran Bupati menunjukkan pemerintah daerah hadir melihat langsung persoalan tersebut.

Kini, tindak lanjut berada di tangan Dinas PUPR. Setelah Bupati melihat langsung kondisi lapangan dan mendengar aspirasi warga, masyarakat berharap perbaikan Bendung Passemmeng dapat segera mendapat penanganan yang lebih optimal.

Bupati sudah melihat langsung. Aspirasi sudah disampaikan. PUPR diminta bergerak.

(Yund)

HUT ke-62 PERADIN, Madiun Raya Serukan Penguatan Profesi dan Pengabdian kepada Masyarakat


Madiun, Sigapnews.com, Memasuki usia 62 tahun, Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) terus mendorong penguatan profesi advokat agar tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Malam Tirakatan dan Sarasehan HUT ke-62 PERADIN yang digelar BPC PERADIN Madiun Raya, Jumat (29/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga 21.30 WIB itu dihadiri jajaran pengurus dan anggota BPC PERADIN Madiun Raya. Suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat dengan nuansa kekeluargaan.

Ketua BPC PERADIN Madiun Raya, Kuatno, mengatakan peringatan HUT ke-62 harus dimaknai sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan ke depan.

PERADIN sendiri memiliki sejarah panjang. Organisasi tersebut lahir dari semangat para advokat yang mendirikan PERADIN di Solo pada 30 Agustus 1964. Semangat perjuangan itu, kata Kuatno, harus terus diwariskan kepada generasi advokat berikutnya.

"62 tahun adalah usia yang matang. PERADIN lahir dari keprihatinan para advokat terhadap penegakan hukum. Hari ini tugas kita melanjutkan semangat itu: menjadi advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada rakyat," ujar Kuatno.

Rangkaian acara kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan PERADIN selama lebih dari enam dekade.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi internal organisasi. Melalui sarasehan, para anggota diberikan ruang menyampaikan kritik, evaluasi dan gagasan terkait masa depan PERADIN di wilayah Madiun Raya.

Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kekompakan antaranggota, regenerasi advokat, hingga penguatan komunikasi organisasi.

Selain penguatan internal, PERADIN Madiun Raya juga menaruh perhatian terhadap aspek pengabdian sosial. Bantuan hukum prodeo dan penyuluhan hukum dinilai perlu semakin diperluas, termasuk menyentuh kalangan pelajar, pesantren dan masyarakat desa.

Forum juga menyoroti pentingnya menjaga kode etik advokat. Penegakan kode etik dipandang sebagai salah satu fondasi untuk menjaga kehormatan profesi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik.

"Melalui malam tirakatan ini, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga merenung dan meneguhkan kembali komitmen sebagai advokat pejuang keadilan. Masukan dari anggota adalah bahan bakar untuk PERADIN semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Kuatno.

BPC PERADIN Madiun Raya juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan BPW PERADIN Jawa Timur dan DPP PERADIN Pusat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat program organisasi serta mendukung terwujudnya standar profesi advokat yang semakin baik.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk para pendiri PERADIN, keberlanjutan organisasi dan tegaknya supremasi hukum di Indonesia.

Memasuki usia ke-62, PERADIN Madiun Raya menegaskan tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat. Advokat tidak hanya dituntut memahami hukum, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari perjuangan masyarakat dalam memperoleh keadilan.

(Redho)

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved