-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Kamis, 03 September 2026

Nyaris Terbang ke Jakarta, 928 Gram Sabu Diselipkan di Selangkangan Digagalkan di Kualanamu


Deli Serdang, Sigapnews.com, Nyaris lolos ke Jakarta, seorang pria berinisial SAL alias AL (50) harus berurusan dengan polisi setelah membawa 928 gram bruto sabu ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sabu hampir satu kilogram itu disembunyikan dengan cara diselipkan di bagian selangkangan. Modus tersebut terungkap setelah personel Subnit I Unit I Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) dan melakukan pengawasan di area pintu masuk bandara, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Informasi awal diterima polisi sekitar pukul 04.30 WIB terkait dugaan adanya pengiriman sabu melalui Bandara Kualanamu.

Sekitar pukul 05.00 WIB, petugas bergerak. Seorang pria yang identitasnya sesuai dengan data pada boarding pass kemudian dicurigai dan diperiksa.

Kecurigaan polisi terbukti.

Dari pemeriksaan, SAL mengakui membawa sembilan bungkus plastik bening berukuran besar yang diduga berisi sabu dengan berat total 928 gram bruto. Paket tersebut diselipkan di bagian selangkangannya.

Dijanjikan Rp30 Juta untuk Bawa Sabu ke Jakarta

Dalam pemeriksaan awal, SAL mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengambilan barang itu disebut dilakukan atas arahan seseorang berinisial AMI, yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Paket diduga diserahkan di kawasan underpass Jalan Ring Road.

Untuk membawa hampir satu kilogram sabu dari Sumatera Utara menuju Jakarta, SAL disebut dijanjikan upah Rp30 juta.

Polisi kini tidak berhenti pada penangkapan sang kurir. Modus pengiriman secara estafet tersebut tengah didalami untuk membongkar siapa pemasok dan pengendali jaringan di balik paket sabu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kasatres Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan komitmen jajarannya memberantas peredaran gelap narkotika.

Menurut Fery, informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang telah membantu Polri dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Deli Serdang dalam memberantas peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Ia menegaskan, tertangkapnya seorang kurir bukan berarti kasus selesai. Polisi akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang berada di belakang pengiriman tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun pihak-pihak lain yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika,” ujarnya.

Fery juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan imbalan besar untuk menjadi kurir narkotika.

“Jangan sampai besarnya imbalan menghancurkan masa depan, karena kehancuran itu saya pastikan nyata,” tegasnya.

SAL beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Hampir satu kilogram sabu gagal terbang ke Jakarta. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa Bandara Kualanamu bukan jalur aman bagi jaringan narkotika. Polisi kini memburu mata rantai lain di balik pengiriman tersebut.

(RZ)

Bupati Soppeng: Maulid Nabi Jangan Sekadar Seremonial, Jadikan Teladan dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Polres Soppeng menjadi momentum bagi Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng untuk menyampaikan pesan penting tentang keteladanan, integritas, dan pentingnya menjaga kedamaian daerah.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, serta sejumlah unsur Forkopimda, Suwardi mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan Maulid sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Budi Haryanto, serta unsur Forkopimda lainnya.

Suwardi mengapresiasi pelaksanaan Maulid yang digelar Polres Soppeng. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menelusuri perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat manusia.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan,” kata Suwardi.

Ia kemudian mengingatkan empat sifat Rasulullah SAW yang dinilai sangat penting diterapkan dalam pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sifat siddiq mengajarkan kejujuran, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh menekankan pentingnya menyampaikan dan berkomunikasi dengan baik, sementara fathanah bermakna kecerdasan.

Bupati menilai keempat sifat tersebut merupakan modal penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang prima, serta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

“Ketika seluruh masyarakat, pemerintah dan aparat mampu mengintegrasikan ketakwaan dan akhlak mulia ini ke dalam sanubari, maka tugas menjaga keamanan bukan lagi sekadar profesi, melainkan ladang ibadah yang bernilai pahala jariah,” ujarnya.

Menurut Suwardi, menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran yang sama dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, sekaligus menjaga komunikasi dan sinergi antarelemen masyarakat.

Bupati berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi energi bersama dalam membangun Soppeng yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.

“Mari kita teladani keluhuran budi pekerti Nabi Besar Muhammad SAW dalam memelihara kedamaian di bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” pungkas H. Suwardi.

(Yund)

Patroli Malam Satlantas Soppeng Bikin Pengendara Brong Tak Berkutik, 31 Motor Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Aksi penggunaan knalpot brong di wilayah Kota Watansoppeng kembali menjadi sasaran penertiban aparat kepolisian. Dalam patroli malam yang digelar Kamis (3/9/2026), 31 unit sepeda motor ditemukan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penertiban dilakukan Satlantas Polres Soppeng melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli dimulai sekitar pukul 21.00 Wita dan menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polres Soppeng.

Puluhan kendaraan tersebut ditertibkan setelah personel mendapati penggunaan knalpot yang menghasilkan suara bising dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Kegiatan dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng IPDA Fahril Nurdin, S.H. bersama sejumlah personel Satlantas.

Bukan sekadar razia, patroli tersebut menjadi langkah kepolisian untuk mengantisipasi gangguan ketertiban sekaligus menciptakan suasana berkendara yang lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan, penertiban knalpot brong dilakukan bukan hanya untuk memberikan tindakan kepada pelanggar, tetapi juga menjaga kenyamanan masyarakat.

“Penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi bukan semata-mata persoalan penindakan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menjaga ketertiban, keselamatan dan kenyamanan bersama. Suara kendaraan yang terlalu bising juga dapat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan harus tetap memperhatikan ketentuan teknis dan aturan lalu lintas yang berlaku.

Kapolres pun mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Mari kita sama-sama menjaga Soppeng tetap aman, tertib dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara,” ujarnya.

Dengan diamankannya 31 kendaraan dalam satu kali patroli, kepolisian menunjukkan bahwa penggunaan knalpot brong masih menjadi perhatian dalam upaya menjaga Kamseltibcarlantas di Kabupaten Soppeng.

Polres Soppeng memastikan patroli dan penertiban akan terus dilakukan secara terukur guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

(Yund)

Semarak Maulid di Dishub Soppeng, Pesan Al-Amin Jadi Bekal ASN dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Nuansa religius sekaligus kebersamaan terasa kuat di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Soppeng, Kamis (3/9/2026). Jajaran pegawai berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Mengangkat tema “Meneladani Etos Kerja Sang Al-Amin”, kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WITA tersebut tidak hanya diisi dengan tausiyah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya amanah dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Hikmah Maulid disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra, KM. Sulaiman, S.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jajaran Dishub Soppeng meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama sifat Al-Amin yang berarti dapat dipercaya.

Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dengan tugas ASN yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kepentingan dan pelayanan masyarakat.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang melaksanakan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menjaga amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan dan tugas yang diberikan kepada seorang aparatur merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab serta integritas.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari jajaran Dishub Soppeng yang menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum evaluasi sekaligus memperkuat semangat pengabdian.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp, mengatakan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan seluruh pegawai.

“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita berharap seluruh jajaran dapat mengambil hikmah dan keteladanan Rasulullah untuk diterapkan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” kata Ihsan.

Ia menegaskan bahwa semangat keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi diterjemahkan dalam budaya kerja di lingkungan Dishub.

“Semoga momentum ini semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Menariknya, suasana Maulid juga semakin meriah dengan adanya lomba menghias pohon telur antarbidang.

Kreativitas dan kekompakan masing-masing bidang terlihat dalam kegiatan tersebut. Dari hasil penilaian, Bidang Sarana dan Prasarana berhasil meraih juara pertama, disusul Bidang Lalu Lintas.

Bagi jajaran Dishub Soppeng, peringatan Maulid tahun ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di dalamnya terdapat pesan agar setiap pegawai mampu membawa nilai Rasulullah SAW ke dalam pekerjaan.

Amanah dalam menjalankan tugas, jujur dalam bekerja, bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dan tulus dalam memberikan pelayanan menjadi nilai yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan Dishub Soppeng.

Dengan semangat Al-Amin, jajaran Dishub Soppeng diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

(Yund)

Rabu, 02 September 2026

Bupati Soppeng Resmikan Dua Fasilitas RSUD La Temmamala, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE meresmikan dua fasilitas baru di RSUD La Temmamala, yakni Gedung Unit Pengelolaan Darah (UPD) dan fasilitas CT Scan, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan peresmian berlangsung di area depan IGD Malaka RSUD La Temmamala dan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng.

Dua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis yang lebih lengkap.

Gedung UPD dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,9 miliar. Bangunan dua lantai tersebut mengusung tagline “Setetes Darah, Sejuta Harapan” dan dilengkapi 20 ruangan untuk mendukung pelayanan pengelolaan darah.

Sebanyak 12 ruangan berada di lantai satu, di antaranya ruang tunggu pendonor, ruang konseling, ruang pemeriksaan dokter dan ruang pengambilan darah. Sementara lantai dua terdiri atas delapan ruangan yang digunakan untuk kebutuhan staf dan Kepala UPD.

Setelah meresmikan gedung, Bupati Suwardi Haseng bersama jajaran RSUD La Temmamala meninjau sejumlah fasilitas di dalam Gedung UPD.

Pada hari yang sama, Bupati Soppeng juga meresmikan fasilitas CT Scan baru RSUD La Temmamala.

Pengadaan perangkat tersebut menelan anggaran sekitar Rp15 miliar. Jika digabung dengan pembangunan Gedung UPD, total investasi untuk kedua fasilitas kesehatan tersebut mencapai sekitar Rp17,9 miliar.

Peresmian fasilitas CT Scan turut didampingi Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle. Setelah diresmikan, perangkat tersebut langsung menjalani uji coba.

Jurnalis senior Andi Baso Petta Karaeng menjadi salah satu pasien yang mengikuti uji coba berdasarkan arahan Bupati Soppeng. Andi Baso yang lahir pada 1949 disebut sebagai pasien tertua dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan RSUD La Temmamala, Amrullah, mengatakan perangkat CT Scan tersebut masih memungkinkan untuk ditingkatkan atau di-upgrade sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng menjelaskan bahwa pembangunan ruangan CT Scan membutuhkan pengerjaan khusus karena harus memperhatikan aspek keamanan radiasi.

Selain peresmian fasilitas kesehatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp74 juta.

Santunan diserahkan kepada perwakilan almarhumah Yusriani, anggota Koperasi Konsumen Ajjappangi Bumi Latemmamala Non-ASN RSUD Latemmamala Soppeng.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bentuk manfaat nyata program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi keluarga peserta yang ditinggalkan.

Program perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan sendiri menjadi salah satu perhatian Pemkab Soppeng. Pemerintah daerah sebelumnya juga menjalankan sejumlah program perlindungan pekerja rentan dan informal melalui skema SIBALIPERI dan SUTASOMA.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Soppeng didampingi Direktur RSUD La Temmamala dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, Amrullah, S.Farm., Apt., M.Si, Dewan Pengawas RSUD serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Humas RSUD Hj. Rahmamawati, SKM., MM.

Turut hadir Kepala BPKPPD Drs. Dipa, M.Si., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Drs. M. Evinuddin, M.PA., serta Kabid Humas Kominfo, Unsur Manajemen RSUD dan Para Kepala Ruangan dan Kepala Instalasi. 

Dengan diresmikannya Gedung UPD dan fasilitas CT Scan, RSUD La Temmamala kini memiliki tambahan sarana untuk mendukung pelayanan darah dan pemeriksaan diagnostik.

Pemerintah daerah berharap penambahan fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, lengkap dan berkualitas, sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat Soppeng untuk mencari layanan tertentu di luar daerah.

(Red)

Dua Alat Bukti Jadi Dasar, 8 Orang Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan eksploitasi seksual, pelecehan seksual fisik, dan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Penetapan tersebut bukan dilakukan tanpa dasar. Penyidik Polres Soppeng menyatakan telah menemukan sedikitnya dua alat bukti sebelum menetapkan status hukum terhadap delapan orang tersebut.

Kedelapan tersangka masing-masing berinisial A, AS, AT, B, AR, AN, H dan R.

Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husain mengungkapkan, gelar perkara telah dilakukan pada 25 Agustus 2026. Dari gelar perkara tersebut, penyidik menyimpulkan terdapat dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan kedelapan orang sebagai tersangka.

“Delapan tersangka telah dilakukan gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti sehingga ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Agustus 2026,” ujar Husain dalam konferensi pers di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng, Rabu malam (2/9/2026).

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan rangkaian tindak pidana tersebut berlangsung selama empat hari, yakni sejak 20 hingga 23 Agustus 2026.

Lokasi kejadian diduga berada di sebuah hotel di Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Soppeng.

Perkara tersebut disebut bermula pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Tersangka A diduga membawa korban dari sekolah menuju hotel.

Di tempat tersebut, A diduga melakukan persetubuhan terhadap korban.

Penyidik kemudian menemukan adanya dugaan komunikasi antara A dengan pihak lain. Polisi juga menemukan dugaan pengiriman video yang berkaitan dengan korban melalui aplikasi WhatsApp.

Dari hasil pendalaman, polisi menduga korban kemudian ditawarkan kepada sejumlah pihak. Beberapa tersangka lainnya diduga melakukan persetubuhan terhadap korban pada waktu berbeda dengan memberikan uang atau bentuk imbalan lainnya.

Rangkaian dugaan perbuatan tersebut berlangsung hingga Minggu (23/8/2026).

Sekitar pukul 09.00 Wita, A diduga kembali melakukan persetubuhan terhadap korban sebelum mengantarkannya ke rumah nenek korban.

Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban, uang tunai sebanyak 22 lembar dengan berbagai pecahan, delapan unit telepon seluler, serta satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih bernomor polisi DP 1926 LI.

Barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana serta peran masing-masing pihak.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, termasuk Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan huruf g.

Selain itu, penyidik juga menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP.

Meski delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidikan perkara ini belum berhenti.

Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan dua orang lainnya. Selain itu, terdapat satu anak yang penanganannya dilakukan secara khusus berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait anak.

Iptu Firman menegaskan, peluang munculnya tersangka baru masih terbuka apabila penyidik menemukan bukti yang cukup.

Masyarakat yang mengetahui adanya pihak lain yang diduga terlibat juga diminta menyampaikan informasi kepada kepolisian.

Namun, informasi tersebut tidak serta-merta menjadi dasar penangkapan. Polisi tetap akan melakukan penyelidikan dan pendalaman berdasarkan alat bukti.

“Kalau ada indikasi terduga pelaku baru, silakan dilaporkan. Tetapi tidak serta-merta langsung ditangkap, semuanya melalui proses penyelidikan dan berdasarkan bukti-bukti yang ada,” ujarnya.

Hingga konferensi pers digelar, delapan orang telah berstatus tersangka, sementara dua orang lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Polres Soppeng memastikan perkara tersebut terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

(Yund)

Kapolres Soppeng Hadiri Syukuran Kejaksaan ke-81, Tekankan Pentingnya Kolaborasi


Soppeng, Sigapnews.com, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri syukuran Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Soppeng itu mengusung tema “Menguatkan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas”.

Syukuran tersebut dihadiri Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, jajaran Kejaksaan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Soppeng menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kejaksaan. Ia menilai momentum tersebut penting untuk memperkuat hubungan dan koordinasi antarpenegak hukum di Kabupaten Soppeng.

Hari Budiyanto mengatakan, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu hal yang harus terus dijaga oleh institusi penegak hukum. Hal itu dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Penegakan hukum bukan hanya tentang proses hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa keadilan dan kepercayaan di tengah masyarakat,” ujar Hari.

Ia menegaskan Polri akan terus memperkuat sinergi dengan Kejaksaan dan unsur Forkopimda dalam menjalankan tugas masing-masing.

Menurutnya, koordinasi yang baik antarlembaga diperlukan agar setiap persoalan hukum maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat dapat ditangani secara tepat dan proporsional.

“Perbedaan tugas dan kewenangan bukan menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Hari berharap hubungan kelembagaan yang telah terjalin selama ini semakin solid. Sinergi tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya situasi Kabupaten Soppeng yang aman, tertib, dan kondusif.

“Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Semoga Kejaksaan semakin kuat, profesional dan senantiasa menjadi bagian penting dalam menghadirkan keadilan serta kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Yund)

Selasa, 01 September 2026

Bukan Cuma Bisa Pakai AI, Pelajar SMA 2 Cangadi Soppeng Didorong Jadi Pengguna yang Cerdas


Soppeng, Sigapnews.com, Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Teknologi yang mampu membantu mencari informasi hingga menghasilkan berbagai karya digital itu dinilai perlu diimbangi dengan literasi dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi AI yang digelar Polres Soppeng di SMA Negeri 2 Soppeng di Cangadi, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Kegiatan dipimpin Kabag SDM Polres Soppeng Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., bersama tim edukasi AI. Tujuh personel Polres Soppeng dilibatkan untuk memberikan materi kepada siswa kelas XII.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan pada perkembangan AI sekaligus berbagai potensi pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan.

Namun, Polres Soppeng tidak ingin pelajar hanya berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis, memilah informasi, memahami risiko penggunaan AI serta tetap bertanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh dari teknologi tersebut.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan perkembangan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan, bukan ketakutan.

“Anak-anak kita akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan rasa takut terhadap teknologi, tetapi kemampuan untuk memahami, mengendalikan dan menggunakannya dengan benar,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Menurutnya, AI dapat menjadi sarana yang membantu pelajar belajar dan mengembangkan potensi. Namun, kemudahan teknologi tidak boleh menghilangkan proses berpikir yang menjadi bagian penting dalam pendidikan.

“Kami ingin para pelajar melihat AI sebagai alat untuk membantu mereka belajar dan berkembang, bukan sebagai jalan pintas untuk menggantikan proses berpikir. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan karakter tetap menjadi hal utama,” tegasnya.

Kapolres juga berharap pelajar mampu menggunakan AI untuk kegiatan yang produktif, mulai dari mendukung pembelajaran hingga mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri.

Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026, khususnya Indikator 9.1 dan 9.2, yang menyasar pelajar SMA, SMK, MA dan sederajat.

Bagi Polres Soppeng, literasi teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman. Sebab, generasi yang melek teknologi tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga harus memahami etika, risiko dan tanggung jawab di ruang digital.

Kehadiran personel kepolisian di sekolah juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kalangan pelajar. Peran Polri diharapkan tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi yang menyentuh kebutuhan generasi muda.

Kegiatan di SMA Negeri 2 Soppeng berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Para siswa kelas XII mengikuti materi yang disampaikan tim trainer Polres Soppeng mengenai pemanfaatan AI secara positif, cerdas dan bertanggung jawab.

(Yund)

SPPG Polres Soppeng Dipantau Langsung, Wakapolres Tekankan Proses Tak Boleh Luput dari Pengawasan


Soppeng, Sigapnews.com, Pelaksanaan program pemenuhan gizi di Soppeng kembali mendapat perhatian dari jajaran Polres Soppeng. Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., turun langsung melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Soppeng, Selasa (1/9/2026).

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tidak hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dari kesiapan personel hingga setiap tahapan proses pelayanan.

Didampingi sejumlah personel, Kompol Tamar meninjau sejumlah bagian di lingkungan SPPG. Ia juga melihat langsung aktivitas yang tengah berlangsung serta proses pelayanan yang dilakukan.

Bagi jajaran Polres Soppeng, pengawasan menjadi bagian penting untuk menjaga agar pelaksanaan program tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Kompol Tamar menegaskan, setiap tahapan harus mendapat perhatian. Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan proses menjadi salah satu kunci agar hasil pelayanan tetap memenuhi standar.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses dapat berjalan dengan baik, tertib dan konsisten. Setiap tahapan harus diperhatikan agar hasil yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujarnya.

Kapolres Minta Personel Tidak Abai

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program harus dilakukan secara berkesinambungan.

Ia meminta personel yang terlibat untuk bekerja secara profesional, disiplin dan bertanggung jawab. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga dinilai penting untuk mencegah persoalan di lapangan berkembang menjadi kendala pelayanan.

Kapolres bahkan mengingatkan agar setiap temuan, sekecil apa pun, tidak dianggap remeh.

“Laksanakan tugas dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Hal-hal kecil yang ditemukan di lapangan jangan diabaikan, tetapi segera dikoordinasikan dan dicarikan solusinya,” tegasnya.

Pengecekan tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal Polres Soppeng terhadap pelaksanaan SPPG.

Dengan pengawasan langsung di lapangan, jajaran Polres Soppeng berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal, tertib dan konsisten, sehingga tujuan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai.

(Yund)

Senin, 31 Agustus 2026

Krisis Air di Tengah Kemarau, Kapolres Soppeng Turun Langsung Siapkan Sumur Bor di Appanang


Soppeng, Sigapnews.com, Persoalan air bersih di tengah kemarau panjang tak hanya menjadi perhatian pemerintah. Polres Soppeng bersama Baznas dan pemerintah setempat mulai menyiapkan langkah konkret dengan pembangunan sumur bor untuk warga Jampuserenge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bahkan turun langsung meninjau lokasi yang akan menjadi titik pengeboran, Selasa (1/9/2026).

Lokasi yang berada di kediaman Per. Hasnah, 86 tahun, tersebut dicek langsung untuk memastikan kesiapan sebelum proses pengeboran dilakukan.

Kapolres tidak datang sendiri. Peninjauan turut dihadiri PJU Polres Soppeng, Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., M.M., Ketua Baznas Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd.I., M.Pd.I., Lurah Appanang Andi Najamuddin, S.Sos., personel Polsek Liliriaja serta warga.

Di lokasi, rombongan melakukan pengecekan dan menentukan titik yang akan digunakan untuk pengeboran. Koordinasi dengan pemerintah setempat juga dilakukan agar proses pembangunan nantinya berjalan lancar.

Kapolres: Jangan Biarkan Warga Kesulitan Air

AKBP Hari Budiyanto mengatakan kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang harus mendapat perhatian, terlebih ketika masyarakat menghadapi kemarau berkepanjangan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap upaya yang dapat membantu warga mendapatkan akses air harus kita dukung dan kawal bersama,” ujarnya.

Menurut Kapolres, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan rencana bantuan tidak berhenti pada tahap wacana.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk melihat lokasi, tetapi memastikan prosesnya dapat berjalan dengan baik, aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pembangunan sumur bor ini menjadi bentuk kolaborasi antara Baznas, Polres Soppeng, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan akses air bersih.

Bantuan Harus Tepat Sasaran

Kapolres menekankan pentingnya koordinasi seluruh pihak dalam pelaksanaan pengeboran. Ia ingin proses pembangunan berjalan tertib dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

“Yang paling utama adalah bagaimana bantuan ini benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin setiap langkah yang dilakukan memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi warga, khususnya dalam menghadapi keterbatasan air bersih,” tegasnya.

Untuk memastikan proses berjalan aman, jajaran Polsek Liliriaja bersama Bhabinkamtibmas dan Unit Intelkam akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi di lapangan.

Peninjauan berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA. Seluruh kegiatan berjalan aman dan terkendali.

Sumur bor yang dipersiapkan di Jampuserenge diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi warga menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kepolisian, Baznas dan pemerintah setempat mengambil peran bersama dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

(Yund)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bupati Suwardi Haseng Turun ke Bendung Passemmeng, Lihat Warga Kerja Swadaya dan Minta PUPR Bergerak


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turun langsung melihat kondisi Bendung Passemmeng di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (29/8/2026).

Kedatangan Bupati terjadi saat warga tengah bergotong royong memperbaiki bendung yang mengalami kerusakan. Masyarakat bergerak secara swadaya dengan peralatan yang tersedia agar fasilitas pengairan tersebut tetap bisa dimanfaatkan.

Suwardi Haseng tidak hanya melihat aktivitas warga. Didampingi staf Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, ia mengecek kondisi bendung sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan kondisi Bendung Passemmeng dan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian untuk perbaikan. Bendung tersebut memiliki fungsi penting bagi pengairan lahan pertanian masyarakat sekitar.

Mendengar langsung aspirasi warga, Bupati kemudian meminta jajaran Dinas PUPR untuk menindaklanjuti kondisi Bendung Passemmeng.

Suwardi ingin persoalan yang menyentuh kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada keluhan, tetapi segera ditindaklanjuti oleh instansi teknis.

Langkah Bupati itu mendapat perhatian warga yang sejak awal berinisiatif memperbaiki bendung secara gotong royong.

Bagi masyarakat, perbaikan Bendung Passemmeng menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan dengan kelancaran pengairan lahan pertanian. Kerusakan yang tidak segera ditangani dapat mengganggu pemanfaatan air bagi aktivitas pertanian.

Kegiatan gotong royong warga menjadi bukti bahwa masyarakat ikut menjaga fasilitas yang digunakan bersama. Sementara kehadiran Bupati menunjukkan pemerintah daerah hadir melihat langsung persoalan tersebut.

Kini, tindak lanjut berada di tangan Dinas PUPR. Setelah Bupati melihat langsung kondisi lapangan dan mendengar aspirasi warga, masyarakat berharap perbaikan Bendung Passemmeng dapat segera mendapat penanganan yang lebih optimal.

Bupati sudah melihat langsung. Aspirasi sudah disampaikan. PUPR diminta bergerak.

(Yund)

HUT ke-62 PERADIN, Madiun Raya Serukan Penguatan Profesi dan Pengabdian kepada Masyarakat


Madiun, Sigapnews.com, Memasuki usia 62 tahun, Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) terus mendorong penguatan profesi advokat agar tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Malam Tirakatan dan Sarasehan HUT ke-62 PERADIN yang digelar BPC PERADIN Madiun Raya, Jumat (29/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga 21.30 WIB itu dihadiri jajaran pengurus dan anggota BPC PERADIN Madiun Raya. Suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat dengan nuansa kekeluargaan.

Ketua BPC PERADIN Madiun Raya, Kuatno, mengatakan peringatan HUT ke-62 harus dimaknai sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan ke depan.

PERADIN sendiri memiliki sejarah panjang. Organisasi tersebut lahir dari semangat para advokat yang mendirikan PERADIN di Solo pada 30 Agustus 1964. Semangat perjuangan itu, kata Kuatno, harus terus diwariskan kepada generasi advokat berikutnya.

"62 tahun adalah usia yang matang. PERADIN lahir dari keprihatinan para advokat terhadap penegakan hukum. Hari ini tugas kita melanjutkan semangat itu: menjadi advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada rakyat," ujar Kuatno.

Rangkaian acara kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan PERADIN selama lebih dari enam dekade.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi internal organisasi. Melalui sarasehan, para anggota diberikan ruang menyampaikan kritik, evaluasi dan gagasan terkait masa depan PERADIN di wilayah Madiun Raya.

Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kekompakan antaranggota, regenerasi advokat, hingga penguatan komunikasi organisasi.

Selain penguatan internal, PERADIN Madiun Raya juga menaruh perhatian terhadap aspek pengabdian sosial. Bantuan hukum prodeo dan penyuluhan hukum dinilai perlu semakin diperluas, termasuk menyentuh kalangan pelajar, pesantren dan masyarakat desa.

Forum juga menyoroti pentingnya menjaga kode etik advokat. Penegakan kode etik dipandang sebagai salah satu fondasi untuk menjaga kehormatan profesi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik.

"Melalui malam tirakatan ini, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga merenung dan meneguhkan kembali komitmen sebagai advokat pejuang keadilan. Masukan dari anggota adalah bahan bakar untuk PERADIN semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Kuatno.

BPC PERADIN Madiun Raya juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan BPW PERADIN Jawa Timur dan DPP PERADIN Pusat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat program organisasi serta mendukung terwujudnya standar profesi advokat yang semakin baik.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk para pendiri PERADIN, keberlanjutan organisasi dan tegaknya supremasi hukum di Indonesia.

Memasuki usia ke-62, PERADIN Madiun Raya menegaskan tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat. Advokat tidak hanya dituntut memahami hukum, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari perjuangan masyarakat dalam memperoleh keadilan.

(Redho)

Maulid di Masjid Al Kautsar 86 Soppeng, Alumni IKA SMAN 200 Tekankan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Kautsar 86, Pajalele, Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, berlangsung penuh khidmat, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Ukhuwah Islamiyah” tersebut dihadiri sekitar 300 orang. Hadir dalam kegiatan itu Camat Donri-Donri, jajaran BKMT dan KUA Donri-Donri, Majelis Ta’lim Desa Kessing, Tottong dan Leworeng, Kepala Desa Leworeng, Alumni 86 IKA SMAN 200 Watansoppeng, serta masyarakat sekitar.

Maulid tersebut digelar melalui kerja sama Panitia Pembangunan Masjid dan Majelis Ta’lim Al Kautsar 86 bersama Alumni 86 IKA SMAN 200 Watansoppeng.

Ketua Panitia, Ir. Erman Asnawi, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk tahun kedua di Masjid Al Kautsar 86.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara alumni, pengurus masjid, majelis ta’lim dan masyarakat sekitar.

“Maulid ini merupakan tahun kedua dilaksanakan di masjid ini. Kami bekerja sama dengan Alumni 86 IKA SMAN 200 Watansoppeng, pengurus masjid, Majelis Ta’lim Al Kautsar 86 dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemilihan tema “Membangun Ukhuwah Islamiyah” diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, penceramah Ustaz Dr. Musriadi, yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan sesama umat Islam.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan ukhuwah Islamiyah, keimanan dan ketakwaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan serta persoalan kehidupan.

Menurutnya, semangat persaudaraan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW menjadi nilai penting yang perlu terus dipelihara di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita perlu membangun dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah atau mempererat persaudaraan sesama umat Islam,” pesannya.

Ketua Alumni 86 IKA SMAN 200 Watansoppeng, Ir. Natsir Azis, mengatakan kegiatan Maulid merupakan salah satu program kerja organisasi alumni.

Ia menyebut, kegiatan sosial dan keagamaan juga telah dilakukan Alumni 86 dalam berbagai bentuk. Di antaranya membantu sarana dan prasarana pondok pesantren, bantuan sembako bagi santri dan kaum duafa, Jumat berbagi nasi kuning, Jumat berbagi sembako, serta membantu pembangunan sejumlah masjid.

“Termasuk bantuan pembangunan Masjid Al Furqon, pembangunan Al Haq, bantuan sound system masjid, bantuan karpet masjid dan berbagai kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Natsir, kiprah alumni tidak hanya diarahkan untuk mempererat hubungan sesama alumni, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua Pembangunan Masjid Al Kautsar 86, Mursalin, SH, MH, menjelaskan sejarah pembangunan masjid tersebut.

Ia mengatakan Masjid Al Kautsar 86 dibangun oleh Alumni 86 IKA SMAN 200 Watansoppeng bersama partisipasi masyarakat sekitar pada 2023.

Pembangunan masjid itu berdiri di atas tanah wakaf keluarga salah satu alumni, yakni Ibu Hj. Rosmawati Laupe Kasse dan Bapak Firman.

“Masjid ini dibangun pada tahun 2023 dan dirampungkan kurang dari setahun. Harapannya, masjid ini dapat terus dimanfaatkan oleh kaum muslimin,” jelasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas kelompok masyarakat. Kehadiran alumni, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi keagamaan, majelis ta’lim serta masyarakat memperlihatkan semangat kebersamaan yang sejalan dengan tema yang diusung, yakni membangun ukhuwah Islamiyah.

(Red) 

Gunung Sewo Terbakar 18 Hektare, Polisi Mulai Cari Biang Api


Soppeng, Sigapnews.com, Kebakaran melanda kawasan hutan lindung Gunung Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Areal yang terdampak diperkirakan mencapai 18 hektare.

Peristiwa tersebut terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Sehari berselang, Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Soppeng turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kawasan sekaligus menelusuri penyebab kebakaran.

Polisi tidak bekerja sendiri. Tim berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Soppeng dan melibatkan personel UPTD KPH Walanae dalam pengecekan kawasan.

Peninjauan dipimpin Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Rahman, S.Pd., bersama Kasat Intelkam AKP Ahmad, Kapolsek Lalabata AKP Aseb Sibli, Kasat Reskrim IPTU Firman, S.H., M.H., personel Satgas Karhutla dan Tim Pengendalian Kebakaran Hutan UPTD KPH Walanae.

Dari hasil pengecekan, lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung pada koordinat S 04°21′25,2″ dan E 119°51′41,9″.

Yang membuat situasi semakin mendapat perhatian, lokasi kebakaran hanya sekitar 200 meter dari lahan atau kebun milik masyarakat.

Kondisi itu mendorong petugas memperketat pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi kemungkinan kebakaran merembet ke lahan warga.

Polisi Telusuri Titik Awal Kebakaran

Sat Reskrim Polres Soppeng mulai bergerak mengumpulkan bahan keterangan dari warga yang mengetahui kejadian.

Ketua RT Lingkungan Bila, Kelurahan Bila, Warda, yang memiliki lahan berdekatan dengan lokasi kebakaran, turut dimintai keterangan terkait kondisi sebelum dan saat kebakaran terjadi.

Petugas juga melakukan identifikasi terhadap kawasan terdampak. Sejumlah aspek ditelusuri, mulai dari titik awal api, pola penyebaran hingga aktivitas yang berada di sekitar lokasi.

Namun sampai saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

Kapolres: Jangan Anggap Remeh Sumber Api

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan penanganan Karhutla tidak sebatas memadamkan api.

Menurutnya, setiap kejadian kebakaran harus mendapat perhatian serius, termasuk upaya mengetahui penyebabnya agar kejadian serupa tidak berulang.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api, khususnya pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan jauh lebih penting, karena satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan Polres Soppeng bersama BPBD, KPH Walanae, pemerintah setempat dan masyarakat akan terus memperkuat pengawasan terhadap wilayah yang rawan Karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemantauan kawasan Gunung Sewo tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api baru yang kembali muncul.

18 hektare sudah terdampak. Kini polisi memburu jawaban: siapa atau apa yang menjadi pemicu kebakaran Gunung Sewo?

(Yund)

Borong 4 Medali, SDN 3 Lemba Juara Umum Perkemahan Kwarran Lalabata


Soppeng, Sigapnews.com, SDN 3 Lemba sukses mengunci posisi teratas pada kelompok penggalang SD/MI dalam Perkemahan Kwarran Lalabata 2026. Kontingen sekolah tersebut tampil konsisten dengan mengoleksi dua medali emas dan dua medali perak.

Perolehan empat medali itu membuat SDN 3 Lemba keluar sebagai Juara Umum I, sekaligus mengungguli kontingen lainnya setelah seluruh rangkaian perlombaan rampung digelar, Jumat, 29 Agustus 2026.

SDN 21 Mattabulu harus puas berada di posisi kedua dengan raihan dua emas dan satu perunggu. Sedangkan SDN 16 Liangeŋ menempati posisi ketiga dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Persaingan antar-kontingen berlangsung ketat selama perkemahan yang digelar pada 26–29 Agustus 2026 tersebut. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan, kedisiplinan dan kekompakan untuk mengumpulkan poin terbaik.

Pada kategori penggalang SMP/MTs, SMPN 2 Watansoppeng tampil sebagai juara umum dengan torehan empat emas, dua perak dan satu perunggu.

Sementara pada kategori penegak SMA/SMK/MA, SMKN 1 Soppeng menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan empat emas dan tiga perak.

Perkemahan Kwarran Lalabata 2026 dibuka Ketua Kwarcab Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M. dan ditutup Mabiran Kecamatan Lalabata Risqun, S.STP., M.Si.

Kegiatan ini dikoordinasikan Kwarran Lalabata di bawah kepemimpinan Muhammad Husni, S.Pd., M.Pd., dengan Asrianto, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua panitia.

Raihan dua emas dan dua perak menjadi bukti ketangguhan kontingen SDN 3 Lemba. Mereka bukan hanya mengumpulkan medali, tetapi juga berhasil menempatkan nama sekolah sebagai kontingen terbaik tingkat SD/MI pada Perkemahan Kwarran Lalabata tahun ini.

(Yund)

Legislator Golkar Andi Wahda Hadir di Tengah Keceriaan Merdeka Sport Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Kehadiran Legislator Partai Golkar, Hj. Andi Wahda Adam, SE, memberi warna tersendiri dalam kegiatan Komunitas Merdeka Sport (MS) di Taman Kalong Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026).

Andi Wahda Adam yang akrab disapa AW hadir di tengah puluhan anggota komunitas yang didominasi kaum ibu. Bukan sekadar menyaksikan, kehadirannya menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang dibangun Merdeka Sport dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan diawali dengan senam bersama. Setelah itu, suasana Taman Kalong berubah semakin meriah saat peserta mengikuti sejumlah permainan rakyat.

Lomba jalan lurus, duduk di kursi hingga goyang bola membuat suasana penuh tawa. Para peserta saling memberikan semangat, sementara aksi spontan dalam setiap permainan menjadi hiburan tersendiri.

Di tengah keceriaan tersebut, AW memberikan apresiasi terhadap kekompakan anggota Merdeka Sport. Menurutnya, keberadaan komunitas olahraga seperti MS memiliki nilai positif karena tidak hanya mendorong masyarakat menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi.

AW berharap aktivitas seperti ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

Semangat berolahraga, menurutnya, tidak semestinya hanya muncul ketika ada momentum tertentu. Kegiatan olahraga secara rutin justru dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Sementara itu, instruktur Merdeka Sport Andi Baji Hasan mengatakan permainan rakyat sengaja dihadirkan untuk memberikan suasana berbeda dalam kegiatan komunitas.

“Lomba jalan lurus, lomba duduk di kursi, goyang bola menjadi permainan yang mengasyikkan dan penuh tantangan,” kata Andi Baji Hasan.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Andi Wahda Adam yang dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi anggota komunitas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Andi Wahda. Kehadirannya tentu memberikan semangat bagi kami,” ujarnya.

Tak berhenti pada kegiatan olahraga dan permainan rakyat di Taman Kalong, Merdeka Sport kini mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.

Komunitas tersebut dijadwalkan ambil bagian dalam lomba senam di Kabupaten Pangkep.

Andi Baji Hasan mengatakan, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Merdeka Sport untuk mengukur kemampuan sekaligus membawa nama Soppeng di tingkat yang lebih luas.

Ia pun berharap seluruh anggota tetap disiplin berlatih dan menjaga kekompakan menjelang perlombaan.

“Semoga anak-anak tetap semangat latihan, kompak dan bisa memberikan yang terbaik saat mengikuti lomba di Pangkep,” harapnya.

Kehadiran Andi Wahda Adam di tengah kegiatan Merdeka Sport menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas olahraga masyarakat. Dari Taman Kalong, semangat itu terus dibangun melalui olahraga, silaturahmi dan kebersamaan.

(Yund)

BPKPD Soppeng Gerak Cepat Usai Disorot, LSM Sidik: Jangan Berhenti di Bersih-Bersih


Soppeng, Sigapnews.com, Sorotan LSM Sidik terhadap kondisi lantai 3 Pusat Pertokoan Kota Soppeng mendapat respons cepat dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Sejumlah personel BPKPD turun melakukan kerja bakti membersihkan area lantai 3 pada Jumat sore. Tanaman liar yang tumbuh di sejumlah bagian kawasan dibersihkan, termasuk lumut yang mulai menutupi dinding.

Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, mengapresiasi respons cepat tersebut. Namun, ia meminta pemerintah tidak berhenti pada persoalan kebersihan.

Menurut Mahmud, yang lebih penting saat ini adalah bagaimana pemerintah mengubah area tersebut menjadi ruang yang produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

“Gerak cepat ini kami apresiasi. Tetapi jangan berhenti pada bersih-bersih. Setelah bersih, harus ada konsep pemanfaatan yang jelas,” ujar Mahmud. Sabtu (29/8/2026). 

Ia menilai lantai 3 Pusat Pertokoan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Mahmud juga meminta pemerintah segera memanfaatkan sejumlah los yang masih kosong.

“Daripada kosong, lebih baik dibuka ruang bagi pelaku UMKM. Banyak masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berjualan dan mengembangkan usahanya,” katanya.

Meski demikian, Mahmud mengingatkan dinas terkait agar tidak keliru dalam menerapkan pola pemanfaatan los.

Ia meminta pemerintah memastikan ruang tersebut benar-benar diberikan kepada pelaku UMKM dan tidak menjadi objek sewa kembali.

“Harus tegas. Jangan hanya atas nama pemanfaatan, kemudian dipersewakan kepada pelaku UMKM. Kalau memang untuk masyarakat dan UMKM, berikan akses yang jelas dan transparan kepada mereka,” tegasnya.

Mahmud berharap pemerintah daerah segera menyusun terobosan untuk menghidupkan kembali lantai 3 Pusat Pertokoan.

Baginya, membersihkan kawasan hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah membuat fasilitas tersebut kembali ramai, produktif, dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Soppeng.

(Yund)

Bupati Soppeng Sapa 270 Siswa SRT, Tak Hanya Cek Kesehatan, Asrama dan Air Bersih Ikut Disorot


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyapa langsung para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) saat meninjau pelaksanaan registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Bupati di tengah para siswa menjadi bagian dari peninjauan langsung untuk memastikan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar.

Sebanyak 270 siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan didampingi kepala desa, lurah, serta keluarga masing-masing.

Mereka terdiri dari 76 siswa SRD, 130 siswa SRMP, dan 64 siswa SRMA.

Suwardi menyapa dan melihat langsung kondisi para siswa yang akan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu. Dari total tersebut, terdapat enam siswa yang belum mengikuti registrasi karena sedang sakit, masing-masing dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.

Tak hanya menyapa siswa, Bupati kemudian mengecek fasilitas asrama yang nantinya menjadi tempat tinggal mereka.

Sapa Siswa, Bupati Langsung Cek Asrama

Dalam peninjauan tersebut, Suwardi meminta sejumlah pekerjaan finishing di asrama segera diselesaikan.

Ia menekankan pentingnya memastikan tempat tinggal siswa aman dan nyaman sebelum digunakan.

Menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang layak, tetapi juga tempat tinggal yang mampu memberikan rasa aman selama mereka menjalani pendidikan.

Perhatian Bupati kemudian tertuju pada ketersediaan air bersih.

Suwardi meminta pihak penyedia, Waskita, memastikan kebutuhan air bersih seluruh siswa tetap tercukupi selama asrama digunakan.

Masjid SRT Dinilai Sudah Sangat Baik

Bupati juga menyempatkan diri meninjau masjid yang berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terpadu.

Setelah melihat kondisi bangunan dan fasilitasnya, Suwardi menilai masjid tersebut sudah sangat baik dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas siswa.

Dengan peninjauan tersebut, Bupati ingin memastikan SRT tidak hanya siap dari sisi pendidikan, tetapi juga mampu memberikan fasilitas kehidupan yang aman, nyaman dan layak bagi para siswa.

Bupati menyapa siswanya, mengecek kesehatannya, melihat tempat tinggalnya, hingga memastikan air bersih tersedia. Pesannya jelas: anak-anak SRT harus mendapatkan fasilitas yang benar-benar siap digunakan.

(Red)

Jumat, 28 Agustus 2026

Bupati Soppeng Pasang Alarm Keras: Data TORA Jangan Dimanipulasi, Hak Masyarakat Jangan Jatuh ke Korporasi


Soppeng, Sigapnews.com, Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Kabupaten Soppeng memasuki tahap penting. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta seluruh aparat mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga kelurahan tidak main-main dalam menyiapkan data masyarakat dan objek tanah yang masuk dalam program tersebut.

Pesannya tegas, data harus benar, proses harus transparan, dan hak masyarakat tidak boleh dibajak oleh kepentingan tertentu.

Penegasan itu disampaikan Suwardi Haseng saat membuka Sosialisasi dan Pendataan Awal Kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan dan Tanah Objek Reforma Agraria (PPTPKH-TORA), Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII tersebut berlangsung di Ruang Rapat Triple 8 The Riverside Resort, Watansoppeng, sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional.

Suwardi menegaskan, PPTPKH-TORA tidak boleh dipahami sekadar sebagai program pembagian tanah negara.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan keadilan sosial, kepastian hukum atas tanah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini hidup dan mengelola lahan di sekitar kawasan hutan.

“Saya tidak ingin ada manipulasi data yang dapat melahirkan konflik horizontal baru akibat proses pendataan yang tidak transparan,” tegas Suwardi.

Bagi Suwardi, tahap inventarisasi dan verifikasi merupakan titik paling krusial. Sebab, akurasi data akan menentukan siapa yang berhak dan tanah mana yang masuk dalam penyelesaian program TORA.

Karena itu, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan diminta tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi.

Mereka harus memastikan data subjek penerima maupun objek tanah di lapangan benar-benar sesuai kondisi sebenarnya, akurat, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati bahkan memberikan penekanan khusus agar proses tersebut tidak ditunggangi kepentingan segelintir orang.

Aparat diminta mengawal program berdasarkan kepentingan masyarakat yang memang berhak, bukan untuk kepentingan penguasa, orang berpengaruh maupun kelompok tertentu.

Lebih jauh, Suwardi mengingatkan agar lahan yang nantinya memperoleh kepastian hak tidak justru berujung pada penguasaan korporasi melalui proses peralihan hak yang menyimpang dari tujuan awal reforma agraria.

Suwardi menyebut keterbatasan ruang hidup dan ketidakpastian hukum atas tanah selama bertahun-tahun dapat menjadi sumber persoalan sosial.

Masyarakat yang telah mengelola lahan namun tidak memiliki kepastian hukum berpotensi menghadapi persoalan di kemudian hari. Kondisi tersebut juga dapat menghambat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Karena itu, program penataan kawasan hutan diharapkan mampu menjadi jalan keluar melalui proses yang adil, objektif dan transparan.

“Siapkan data dan diri untuk mengikuti proses ini dengan baik. Aparat di kecamatan, desa dan kelurahan harus memahami apa yang harus disiapkan sehingga proses inventarisasi dapat berjalan dengan baik,” kata Suwardi.

Secara khusus, Bupati meminta OPD terkait, camat, kepala desa dan lurah yang wilayahnya masuk dalam usulan TORA untuk membantu dan memfasilitasi Tim Terpadu serta Satgas yang bekerja di lapangan.

Mereka juga diminta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai mekanisme maupun persyaratan program.

Pengawalan harus dilakukan secara objektif dan terbuka.

Jangan sampai ketidakjelasan informasi justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengklaim lahan, mengubah data atau memunculkan konflik antar warga.

“Program PPTPKH-TORA bukan sekadar kegiatan bagi-bagi lahan Tanah Negara, akan tetapi merupakan salah satu Program Prioritas Nasional yang menjadi amanat penting pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suwardi.

Dalam kegiatan tersebut, BPKH Wilayah VII memaparkan teknis inventarisasi dan verifikasi, kebijakan PPTPKH, mekanisme pengajuan permohonan hingga pengisian formulir pendukung.

Tahapan awal pelaksanaan mencakup Kecamatan Citta dan Desa Citta, Kecamatan Donri-Donri dan Desa Pesse, serta Kecamatan Marioriwawo dan Kelurahan Tettikenrarae.

Peserta juga mendapat kesempatan mengikuti diskusi dan coaching clinic untuk memahami tahapan pelaksanaan serta dokumen yang harus dipersiapkan.

Pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi mengacu pada Peta Indikatif PPTPKH TORA berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 2216 Tahun 2026.

Kegiatan turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng, Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng, UPTD KPH Walanae serta unsur pemerintah provinsi.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program ini pada akhirnya bukan hanya soal berapa luas lahan yang berhasil ditata.

Lebih penting dari itu, siapa yang memperoleh hak, bagaimana prosesnya, dan apakah hak tersebut benar-benar tetap berada di tangan masyarakat yang menjadi sasaran reforma agraria.

Pesan Bupati pun jelas: data jangan dimainkan, proses jangan ditutup-tutupi, dan lahan masyarakat jangan sampai beralih kepada korporasi dengan cara yang bertentangan dengan tujuan program.

(Yund)

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin Tegas: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Api Bisa Jadi Bencana


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 Masehi di Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Jumat (28/8/2026), dimanfaatkan Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos., untuk menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat terkait ancaman kebakaran.

Mahmuddin meminta warga tidak mengambil jalan pintas dengan membakar saat membuka atau membersihkan lahan. Di tengah musim kemarau, cara tersebut dinilai berisiko memicu api yang sulit dikendalikan.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Mahmuddin di hadapan masyarakat yang hadir dalam kegiatan Maulid.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun. Puntung rokok yang dibuang sembarangan di kawasan kering, rumput dan semak belukar dapat menjadi pemicu kebakaran.

Menurut Mahmuddin, pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai kelalaian kecil berubah menjadi kebakaran besar yang merusak lingkungan, mengancam permukiman dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Kalau melihat ada titik api atau kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar,” pesan Kapolsek.

Mahmuddin menegaskan bahwa menjaga wilayah dari ancaman kebakaran bukan hanya tanggung jawab kepolisian maupun pemerintah. Masyarakat harus ikut mengambil peran dengan meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Peringatan itu disampaikan usai Mahmuddin menghadiri rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Rajut Silaturahmi, Tebar Kepedulian, Tingkatkan Kebersamaan.”

Dalam kegiatan tersebut, Mahmuddin juga memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Liliriaja yang baru. Sebelumnya, ia pernah dipercaya menjabat Kapolsek Lalabata dan Kasat Intelkam Polres Soppeng.

Hikmah Maulid disampaikan Al Ustadz Sudarmin Pattola Palallo, S.Pd.I. Kegiatan dihadiri Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., MM., Danramil 1423-04/Liliriaja, Kepala KUA Kecamatan Liliriaja Ahlidin, S.Ag., M.A., Kepala Desa Pattojo, Ketua BPD Desa Pattojo bersama anggota, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim serta jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

Peringatan Maulid berlangsung aman dan lancar. Namun, pesan Kapolsek jelas, di tengah musim kemarau, jangan bermain-main dengan api.

(Yund)

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved