Jumat, 19 Juni 2020
Jumat, 12 Juni 2020
Admin
Bamsoet Berikan Bantuan Ribuan Alat Rapid Test ke Pemprov Jawa Barat
Minggu, 15 Januari 2023
Admin
Lembaga Survei Nasional : Capres Prabowo Subianto di Banten Masih Unggul 48,6 Persen
Jakarta, Sigapnews.com, – Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei terkait persaingan elektabilitas calon presiden (Capres) di daerah battlegrounds utama, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.
Hasilnya, menunjukkan hegemoni Prabowo Subianto di provinsi Jawa Barat tidak tergoyahkan dan ia tetap unggul dibandingkan Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan.
“Berdasarkan hasil survei LSN ternyata Provinsi Jawa Barat alias Tatar Sunda masih menjadi lumbung suara utama Prabowo Subianto sebagaimana pada Pilpres 2014 dan 2019. Dugaan bahwa Anies Baswedan berhasil menggerus kantong-kantong suara Prabowo di tanah Sunda (Provinsi Jabar), tidak terbukti dalam survei LSN kali ini,” ungkap Direktur Eksekutif LSN, Gema N. Bakry dalam konferensi pers LSN, Sabtu (14/1/2023).
Gema menambahkan saat responden ditanya jika Pilpres dilaksanakan saat ini, sebanyak 58,4% responden di Jawa Barat menyatakan mereka akan memilih Prabowo sebagai Presiden.
Kemudian, disusul dengan suara Anies Baswedan sebanyak 24,8% dan 13,2% suara untuk Ganjar Pranowo.
Untuk itu, dalam kesimpulannya, LSN menyebut bahwa masyarakat Jawa Barat masih menjadi pemilih loyal (loyal voters) bagi Prabowo sekaligus Partai Gerindra.
Selain Jawa Barat, keunggulan serupa juga terjadi di Provinsi Banten, di mana LSN menyebut Prabowo tetap unggul dari Ganjar dan Anies dengan 48,6%.
Itu berarti sosok Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan masih tidak tergoyahkan di Provinsi Jawa Barat dan Banten, sebagai dua lumbung suara utamanya.
"Prabowo Subianto masih belum tergoyahkan hegemoninya di Jawa Barat. Dugaan bahwa Anies Baswedan berhasil menggerus kantong-kantong suara Prabowo di tanah Sunda, tak terbukti dalam survei LSN kali ini. Masyarakat Jawa Barat tetap menjadi pemilih loyal (loyal voters) bagi Prabowo sekaligus juga bagi Partai Gerindra," kata Direktur Eksekutif LSN Gema N Bakry, dalam konferensi pers virtual, Sabtu (14/1/2023).
Sementara, pada wilayah Jawa Timur, elektabilitas Prabowo dan Ganjar bersaing ketat. Namun, Prabowo tetap berada teratas dengan angka 42,1% dan Ganjar 41,9%. Lalu disusul Anies sebanyak 13,5% dan belum memilih 2,5%.
Untuk diketahui, survei LSN dilakukan pada 2-11 Januari 2023 di enam provinsi yang ada di seluruh Pulau Jawa dengan total responden sebanyak 810. Sampel diambil secara acak bertingkat (multistage random sampling).
Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka.
(Hendra/**)
Minggu, 13 September 2026
Admin
LDII Jatim-Dinkes Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Pusat Pelaksanaan
Gresik, Sigapnews.com, Kolaborasi antara Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menghadirkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).
Peluncuran program tersebut dipusatkan di Ballroom DPD LDII Kabupaten Gresik yang menjadi studio utama pelaksanaan kegiatan secara hybrid. Dari lokasi tersebut, rangkaian launching terhubung dengan jajaran DPD LDII kabupaten dan kota se-Jawa Timur secara daring.
Launching dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono dan Ketua DPW LDII Jawa Timur Ir. KH. M. Amrodji Konawi, S.E., M.T., IPM.
Sekitar 350 peserta mengikuti kegiatan secara langsung di Gresik. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan turut melibatkan 20 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebomas, Manyar, Duduk Sampeyan, dan Benjeng.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., bersama sejumlah kepala puskesmas yang terlibat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik KH. Khusnul Hamidi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap sinergi LDII Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis bukan sekadar memberikan akses layanan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat membangun kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini.
“Kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pemeriksaan kesehatan secara dini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak awal,” ujarnya.
KH. Khusnul Hamidi juga menegaskan bahwa LDII Gresik siap mendukung keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan launching.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada launching saja, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. LDII siap bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Antusiasme warga terlihat selama pelaksanaan pemeriksaan. Peserta mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh dan melakukan deteksi dini.
Program tersebut sekaligus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami keluhan, tetapi mulai menjadikan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Kolaborasi LDII Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini diharapkan menjadi model sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam memperluas akses edukasi serta pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Dengan pelaksanaan serentak di berbagai daerah, program CKG diharapkan mampu memperkuat budaya preventif dan deteksi dini, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
(Redho)
Senin, 07 April 2025
Admin
Pasca Hari Raya Idul Fitri Capaian Rekor Pangan Indonesia: Prabowo Subianto Puji Upaya Petani di Panen Raya Majalengka
Jumat, 11 Oktober 2019
Admin
Kadis Kominfo Sulsel Sebut Akan Pertajam Layanan Publik Yang Ada di SPBE Dengan Regulasi Smart Province
Minggu, 08 Januari 2023
Admin
Salurkan Sembako Untuk Warga Terdampak Banjir di Jateng, Ahmad Muzani: Ini Tidak Seberapa Mudah-Mudahan Dapat Diterima dan Dimanfaatkan
Jawa Tengah, Sigapnews.com, - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok di sejumlah titik di wilayah Jawa Tengah, Minggu (8/1/2023). Ribuan paket sembako disalurkan.
Daerah yang dikunjungi antara lain Desa Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, dan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, serta Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, penyaluran bantuan 15 ribu paket sembako ini adalah wujud simpati dan empati Partai Gerindra kepada korban banjir di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Kegiatan ini juga bagian dari arahan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar kader-kadernya turun ke bawah membantu masyarakat yang terkena musibah.
"Pak Prabowo menyampaikan salam hormat kepada ibu dan bapak sekalian. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban bapak ibu semua.
"Pak Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir, tapi beliau mengutus kami-kami untuk langsung memberikan bantuan ini.
"Ini adalah wujud simpati dan empati Partai Gerindra untuk membantu rakyat yang sedang kesulitan.
"Mudah-mudahan kehadiran kami bisa memberi semangat untuk bisa melewati masa-masa sulit ini," kata Ahmad Muzani.
Dikatakan Muzani, Prabowo selaku pimpinan Partai Gerindra selalu memberi pesan kepada kadernya agar terus berbuat baik untuk masyarakat.
"Terutama kepada masyarakat yang kesusahan akibat terdampak bencana alam seperti banjir di sejumlah wilayah di Jawa Tengah ini.
"Pak Prabowo selalu berpesan kepada kami untuk selalu berbuat baik kepada masyarakat terutama rakyat kecil yang terkena musibah dan sangat membutuhkan bantuan.
"Jika tidak bisa berbuat baik untuk bangsa dan negara, minimal berbuat kebaikan untuk masyarakat sekitar.
"Jika tidak bisa berbuat baik untuk masyarakat, minimal berbuat baik untuk keluarga.
"Jika tidak bisa juga, ya paling tidak jangan menyusahkan orang lain. Itulah pesan Pak Prabowo yang selalu beliau sampaikan kepada kader-kadernya," jelas Muzani.
Wakil Ketua MPR itu mengaku, bantuan yang diberikan kepada masyarakat Jawa Tengah ini berasal dari urunan internal kader Gerindra. Namun demikian, Muzani mengingatkan bahwa bantuan ini bukan bagian dari agenda politik untuk 2024.
"Jangan pernah berpikir bahwa bantuan yang diberikan berkaitan dengan politik. Jangan pernah ada pikiran pilih apa mereka pada 2019 dan jangan berpikir bantuan ini diberikan dengan harapan terkait dengan 2024.
"Bantuan yang diberikan semata-mata karena memang mereka memerlukan dan membutuhkan ini. Itulah kehadiran kami sebagai partai, sehingga partai bisa menjadi penenang dan penyelamat masyarakat disaat mereka membutuhkan bantuan," jelas Muzani yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPR itu.
Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono mengatakan, mudah-mudah ada pelajaran yang bisa diambil dari musibah banjir yang dialami masyarakat Jawa Tengah.
Karena ujian sejatinya datang terkadang untuk menguji rasa kebersamaan dan kesetiakawanan antar sesama manusia itu sendiri.
"Semoga ujian ini bisa kita lewati bersama-sama dan pada akhirnya kebersamaan kita meningkat dan semakin kuat.
"Tidak banyak yang bisa kami berikan oleh DPP Gerindra dan mudah-mudahan diterima baik dan bermanfaat untuk bapak ibu semua," ujar anggota DPR RI Dapil Jateng I meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kudus dan Salatiga.
Pada kesempatan ini Muzani didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Ketua OKK Prasetyo Hadi, Bendahara Fraksi Gerindra DPR Novita Wijayanti, Ketua DPP Jamal Mirdad dan Anggota DPR RI Sudewo, serta Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wachid dan sejumlah anggota DPRD Gerindra Jawa Tengah.
(Edil Rauf)
Senin, 22 Juli 2024
Admin
Insan Pers Jatim Gelar Demo Tuntut KLB Organisasi PWI Pusat
Surabaya, Sigapnews.com- Insanpers dari berbagai media di Jawa Timur melakukan demontrasi di halaman depan Gedung PWI Jawa Timu di Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, Senin (22/07/2024) siang.
Sambil membentangkan poster bertuliskan hujatan terhadap kepengurusan PWI Pusat, massa juga menunutut segera digelar KLB (Kongres Luar Biasa).
Massa yang hadir dalam aksi tersebut juga meminta Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim untuk segera bersikap, supaya kemelut yang terjadi di kepengurusan PWI Pusat segera berakhir.
Pasalnya, dalam kongres di Bandung beberapa waktu lalu, pemegang mandate suara untuk melakukan pemilihan Ketua Umum PWI Pusat ada di pundak Ketua PWI Jawa Timur.
“Kami di daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur merasa malu sebagai anggota PWI, karena kemelut di kepengurusan PWI Pusat justru membuat marwah organisasi semakun terpuruk,” ujar Ita, peserta aksi.
Menurutnya, pengurus PWI Pusat seharusnya memberi tauladan kepada seluruh anggotanya, bagaimana berorganisasi yang beretika, bermartabat dan terhormat.
“Tidak malah merusak serta mencoreng organisasi PWI,” ujarnya.
Karena itulah, sesuai tuntutan para peserta aksi, PWI Jawa Timur harus cepat bersikap, meminta segera digelar KLB, sehingga organisasi bisa segera terselamatkan.
“Segera lakukan KLB, supaya marwah PWI tidak semakin terpuruk di mata publik.”
Aksi damai yang dihadiri kurang lebih 50 wartawan dari berbagai media, yang menjadi anggota PWI, lalu menyampaikan tuntutan kepada Ketua PWI Jatim.
Perwakilan aksi demo para wartawan ini diterima Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan pengurus, serta dari Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko dan Sekretaris Ferry Ismirza.
Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim saat menerima tuntutan peserta aksi berjanji akan menyampaikan tututan ke PWI Pusat.
Sedang Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim menambahkan, mendukung dan mendorong Pengurus Harian PWI Jatim, meneruskan dan bertanggung jawab atas aspirasi anggota PWI ke PWI Pusat.
"Kami akan mengusulkan Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat mendampingi Zulmansyah Sekedang yang ditunjuk untuk menjalankan roda organisasi sampai Kongres Luar Biasa (KLB) berlangsung," tambah Joko Tetuko.
(Redho)
Senin, 27 Juli 2020
Admin
Bamsoet: Marak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Jangan Paksakan Pola Hidup Baru
Selasa, 30 Juli 2024
Admin
Ada Komunitas Media Lokal di Kabupaten Sampang Bakal Berurusan Dengan Polisi
Surabaya, Sigapnews.com, Komunitas media lokal di Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan KOMPAK'S (Komunitas Media Penegak Keadilan' Sampang) 'meradang' bakal dilaporkan polisi.
Nama KOMPAK'S tersiar di Kota Pahlawan Surabaya, komunitas itu dengan sengaja mencatut nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam surat audensi yang ditujukan kepada Polres Sampang.
Tidak hanya KJJT yang dicatut, ada beberapa nama organisasi/perkumpulan pers lainya juga dibubuhkan di dalam isi surat audensi itu.
Terlihat ada nomer surat, sifat penting, perihal permohonan audensi. Setelah rujukan, terbaca isinya menjelaskan pasal demi pasal bak layaknya sang pembuat surat audensi itu adalah seorang ahli hukum. Perkap Polri pun disebut.
Belum sampai disitu, surat itu juga berbunyi, perihal penegakan hukum (keadilan) dan penanganan perkara yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kinerja kasie propam serta mendalilkan tidak ada transparasi dan keterbukaan publik isi dari surat itu.
KOMPAK'S yang mengaku ada beberapa asosiasi pegiat berita di dalamnya, ada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang namanya cukup tersohor, Aliansi Jurnalis Madura (AJM), Pewarta Online Sampang (POS).
Tujuannya audensi dengan Kapolres dan Kasat Reskrim, Kasie Propam dan Sie Hukum Polres Sampang, Madura. Membahas Dinamika Penegakan Hukum. Akunya.
Cara kerjanya pun hampir sama. Profesional seperti kerja Advokat, menerima kuasa kepada seseorang yang berperkara. Tanda tangan dan title SH dibelakang namanya.
Bergening position, untuk meyakinkan calon pemberi kuasa, dengan menggunakan profesi ganda terkesan mengambil alih organisasi/komunitas pers yang dikendalikan oknum-oknum yang pastinya pemegang atau pemilik kartu pers.
Ada lima (5) oknum, namanya jelas membubuhkan tandatangan di dalam surat itu, ada setampel media masing-masing, jabatan gak tanggung - tanggung kepala biro dari nama media masing-masing.
Yang lebih ironisnya, mengetahui KJJT Pusat geram namanya dicatut tanpa ijin dalam surat audensi KOMPAK'S. Mereka bergegas membuat surat permohonan maaf kemudian di share ke setiap group WhatsApp. Tanpa klarifikasi atau menjelaskan kepada Komunitas Jurnalis Jawa Timur.
Waspada dan lebih hati-hati, itulah kata-kata yang terucap dari Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, hati-hati bila ada oknum-oknum mengatasnamakan solidaritas seprofesi tapi berujung pemanfaatan.
Tidak salah, sebelumnya Dewan Pers melarang wartawan/jurnalis memiliki profesi ganda. "Disaat sepi job, tidak mendapatkan income jadi profesi, beralih menjadi anggota ormas atau lembaga-lembaga lain, kemudian ada kerjaan yang berbau hukum title SH nya digunakan," kata Ade.S Maulana dalam rilisnya, pada Selasa (30/07/2024).
Organisasi pers, seolah-olah dibuat untuk kepentingan pribadi atau sengaja dibuat kendaraan yang melebihi kewenangan tugas awak media atau pers itu sendiri. Artinya ini sudah di luar rambu-rambu.
Adanya dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik. Meskipun sama-sama cara kerjanya sebagai kontrol sosial.
"Tapi tolong bedakan, mana organisasi/perkumpulan pers, mana pekerja pers. Setahu saya," ucap Ade.
Tidak mudah memang menjaga marwah profesi ini, jurnalis/wartawan tugasnya menulis pastinya terikat dengan kode etik jurnalistik UU Nomor 40. Tahun 1999.
"Kami tidak ingin profesi ini terpecah ataupun diacak-acak dan kami lebih menghargai yang beradab, dari pada yang biadap," ungkapnya.
Ade juga menyampaikan, hari ini KJJT akan berkordinasi dengan pihak Polres Sampang terkait dugaan tindak pidana dalam surat audensi yang mencatut nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur.
"Segera akan kami lakukan, demi menjaga marwah organisasi dan profesi," ucapnya.
Sementara saat dikonfirmasi terkait surat audensi KOMPAK'S, Kapolres Sampang melalui selulernya (30/07/2024). Kepada komunitas jurnalis jawa timur membenarkan atas surat itu. Ada empat (4 ) organisasi termasuk KJJT.
"Namun anggota kami tetap melayani segala keluhan atau aduan dari masyarakat," terangnya.
AKBP Hendro Sukmono juga menyampaikan, pihaknya selalu bersinergi kepada rekan-rekan jurnalis ataupun organisasi pers lainya. Terkait nama adanya dugaan pencatutan nama KJJT.
"Itu sudah bukan kewenangan kami, kami tidak ingin intervensi atau mendukung pihak-pihak tertentu," kata mantan kasat reskrim Polrestabes Surabaya.
Reporter : Redho Fitriyadi
Rilis Resmi : Divisi Humas Komunitas Jurnalis Jawa Timur
Kamis, 23 Juli 2020
Admin
Ketua MPR RI Dorong Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan Komite Penanganan Covid-19 Berkoordinasi dengan Kepala Daerah
Jumat, 29 April 2022
Admin
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Lepas Ribuan Pemudik Secara Gratis
Minggu, 15 Maret 2026
Admin
Tol Jakarta–Cikampek Terpantau Lancar, Bersama Dirgakkum Korlantas Polri, Wakapolri Pantau Langsung Pergerakan Pemudik
Jakarta, Sigapnews.com,– Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemantauan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama mudik.
Pemantauan tersebut dilakukan pada Sabtu (14/3/2026) dengan menggunakan jalur udara untuk melihat secara langsung kondisi arus kendaraan dari wilayah Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Setelah melakukan pemantauan dari udara, Wakapolri melanjutkan kegiatan dengan meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, yang menjadi salah satu pusat pemantauan lalu lintas dalam Operasi Ketupat tahun ini.
Dalam kegiatan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi oleh Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, S.I.K. yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kasatgas Kamseltibcarlantas) dalam Operasi Ketupat 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan dari udara, arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju arah timur mulai mengalami peningkatan volume. Namun demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar tanpa adanya kepadatan yang signifikan.
Wakapolri menyampaikan bahwa situasi tersebut menunjukkan kesiapan aparat di lapangan dalam mengelola pergerakan kendaraan para pemudik.
“Secara umum saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar. Meskipun sudah ada peningkatan volume kendaraan, namun masih dalam kategori sangat lancar,” ujar Dedi saat memberikan keterangan kepada awak media di Command Center KM 29.
Ia menjelaskan, sejumlah jalur strategis yang menjadi lintasan utama para pemudik masih dapat dilalui dengan baik. Mulai dari ruas Tol Jakarta–Cikampek, jalur menuju Cirebon, hingga kawasan perbatasan Jawa Tengah di Kalikangkung, arus kendaraan masih bergerak dengan normal.
Tidak hanya wilayah Jawa Tengah, pemantauan juga dilakukan hingga jalur yang mengarah ke wilayah Jawa Timur. Menurut laporan yang diterima dari petugas di lapangan, pergerakan kendaraan menuju kawasan Ngawi juga masih dalam kondisi lancar.
Kondisi ini dinilai sebagai hasil dari berbagai strategi pengaturan lalu lintas yang telah diterapkan oleh aparat kepolisian bersama instansi terkait selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
Berbagai skema rekayasa lalu lintas serta kesiapan personel di titik-titik rawan kemacetan dinilai mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang mulai melakukan mudik lebih awal.
Selain jalur mudik menuju Pulau Jawa, perhatian juga diberikan terhadap jalur transportasi yang mengarah ke Pelabuhan Merak, Banten. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu titik penting bagi masyarakat yang akan menyeberang menuju Pulau Sumatra.
Berdasarkan laporan petugas, arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan juga masih terpantau lancar. Meski demikian, langkah-langkah antisipatif tetap disiapkan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pengalihan kendaraan berat bersumbu tiga keluar dari jalan tol menuju jalur arteri di wilayah Cilegon.
Langkah tersebut diambil untuk mengurangi beban kendaraan di jalan tol sehingga arus kendaraan pemudik dapat tetap terjaga kelancarannya.
“Untuk kendaraan sumbu tiga sudah dilakukan pengalihan keluar tol menuju jalur arteri. Ini bagian dari langkah antisipasi agar arus kendaraan pemudik tetap lancar,” jelas Dedi.
Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri juga memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi melalui Command Center yang terintegrasi dengan berbagai perangkat pengawasan lalu lintas.
Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau kondisi jalan secara real time di berbagai titik jalur mudik nasional.
Dengan sistem pemantauan tersebut, aparat dapat segera mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan volume kendaraan atau potensi gangguan lalu lintas di lapangan.
Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan operasi juga dilakukan secara rutin melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dilaksanakan setiap hari.
Menurut Wakapolri, hasil evaluasi pada hari pertama dan kedua pelaksanaan Operasi Ketupat menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih berada dalam kondisi kondusif.
“Dari hasil Anev hari pertama dan hari kedua ini, secara umum situasi kamtibmas dalam kondisi sangat kondusif dan arus lalu lintas masih bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.
Polri memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.
Dengan dukungan personel di lapangan, rekayasa lalu lintas, serta pemantauan teknologi dari command center, diharapkan potensi kemacetan maupun gangguan keamanan selama periode mudik dapat diminimalkan.
(Yunandar)
Sabtu, 04 Juni 2022
Admin
Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 Menggema di Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
Admin
Duta Anti Narkoba Siti Rafika Hardhiansari Hadiri Undangan Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba
Surabaya, Sigapnews.com, Dalam Rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2026 dengan tema Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda, Generasi sehat tanpa Narkoba, GMDM DPD Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Talkshow di The Central Mall Gunawangsa Tidar, Jl. Tidar 350 Surabaya
Kegiatan Talkshow ini merupakan Sinergitas dengan Korwil Madas Nusantara Jawa Timur, terkait dengan PenandaTanganan PKS dengan Bakornas GMDM DPD Provinsi Jawa Timur sehubungan dengan Edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN), dengan memberikan sosialisasi/ penyuluhan di lingkungan Masyarakat dan lingkungan sosial.
Kegiatan dihadiri Bakesbangpol Kota Surabaya, yang diwakili Drs. Ridwan Mubarun, M.Si. menjabat sebagai Sekretaris Badan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Ketua GMDM DPD Provinsi Jatim, Yayuk Sri Wahyuni ngsih, ST. SH, beserta jajaran pengurus DPD Provinsi Jatim maupun DPW Kota Surabaya, DPW Kota Blitar, DPW Kab.Gresik, DPW Kab. Malang, Korwil Madas Nusantara,H.Romlan, Duta Anti Narkoba Jawa Timur Siti Rafika Hardhiansari S,Si & Pegiat Anti Narkoba Garda Semeru, Forum Pers Independent (FPII), Komunitas JJ Angels Line Dance dan Ratusan Siswa SMP/ SMA/ SMK di Kota Surabaya.
Hadir pula di Lokasi Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba yaitu Duta Anti Narkoba Jawa Timur yang juga Seorang Aktivis Perempuan & Mitra Polri sekaligus Mitra BNN Siti Rafika Hardhiansari
Talk show P4GN selaku moderator, Ketua DPW Kota Blitar,Joko Nurbatin.
- Pemateri pertama, Bahaya Dampak Narkoba dan Solusinya dari Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya,Rahmatika Ramadhan, S.Sos., M.I.Kom.
- Pemateri ke dua, Aspek Hukum dalam P4GN disampaikan Ipda Gatot Supriyanto, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.
Mbak Rafika sapaan akrabnya hadir dan mendukung penuh kegiatan Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba sesuai arahan Bapak Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto untuk kita semua bersatu untuk Berantas Peredaran Narkoba & sesuai Asta Cita no 7 Bapak Presiden Prabowo yaitu tentang Pemberantasan Narkoba.
Di tengah tengah kesibukannya Mbak Rafika hadir untuk memberi Suport Semangat kepada adik2 SMP SMA & Mahasiswa yang hadir untuk bersama berani mengatakan tidak pada Narkoba.
Tema Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada tanggal 28 Oktober 2026, Generasi Sehat Tanpa Narkoba harus terus kita gaungkan agar Generasi muda kita paham betapa Bahayanya Peredaran Gelap Narkoba dan Penyalahgunaan Narkoba, tutur Mbak Rafika Hardhiansari yang Hari Lahirnya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.
BNNK Surabaya mempunyai Program Salam Manis yang sangat bagus yaitu Sadar Lapor Mandiri, Akses Mudah, Aman & Humanis. Artinya jika pengguna/ pemakai narkoba sadar & lapor secara Mandiri ke BNNK Surabaya insyaAllah tidak akan ditahan (tidak dipenjara) dan akan direhabilitasi sampai sembuh secara Gratis (tanpa dipungut biaya). Karena sesungguhnya mereka (pemakai) adalah korban penyalahgunaan narkoba.
Di hadapan awak media sebelum pamit untuk berkegiatan Jumat Berkah mbak Rafika menyampaikan, Mari kita sukseskan Program Salam Manis dari Kepala BNNK Surabaya KombesPol Heru Prasetyo untuk Generasi Sehat Tanpa Narkoba dan Mewujudkan Surabaya, Jatim & Indonesia Bersinar (Bersih Dari Narkoba) ucap Rafika Hardhiansari
(Redho)
Senin, 06 Juni 2022
Admin
Relawan Deklarasi Nasional Erick Thohir for President 2024 di Surabaya, Ketum Partai UKM Indonesia Ucapkan Selamat
Jumat, 12 Juni 2020
Admin
Polres Majalengka Rintis Pesantren Tangguh Jawa Barat
Minggu, 06 Juni 2021
Admin
Tekan Sebaran Covid di Kudus Jateng, Ini Penyampaian Kapolri, Panglima dan Kepala BNPB
Selasa, 14 November 2023
Admin
Inovasi Polrestabes Semarang dan Polresta Surakarta Dapat Apresiasi dari Kompolnas
Semarang, Sigapnews.com,- Kompolnas mengapresiasi Polrestabes Semarang Polda Jawa Tengah atas penerapan pola pengamanan berbasis digital. Hal itu disampaikan saat Kompolnas melakukan kunjungan kerja ke Polda Jawa Tengah pada 13-14 November 2023.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Kompolnas Irjen. Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar dan didampingi anggota Kompolnas H. Mohammad Dawam. Kemudian, diterima oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen. Pol. Abiyoso Seno Aji, S.I.K. dan PJU, serta Kapolrestabes Semarang, Kombes. Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar memulai pertemuan dengan memaparkan penggunaan sistem digitalisasi dalam rangka meminimalisir tindakan kriminalitas di Kota Semarang. Kemudian, Ketua Tim Kerja Kompolnas memandang, inovasi yang dibuat oleh Polrestabes Semarang adalah role model Polri yang bagus untuk penegakan hukum berbasis scientific.
“Hal ini sangat positif dan perlu dikembangkan role model penegakan hukum berbasis IT ini sebagai aplikasi Program LIBAS (Polisi Hebat Semarang) Polrestabes Semarang dengan kerjasama yang terbangun antara masyarakat, Pemerintah Kota dan Polri dalam pemasangan CCTV sampai pada gang-gang terkecil diseluruh wilayah hukum Polrestabes Semarang,” jelasnya, Selasa (14/11/23).
Tak hanya Polrestabes Semarang, Kompolnas juga melakukan kunjungan ke Polresta Surakarta yang diterima Kapolresta, Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si dan PJU. Saat kunjungan itu, Kompolnas mendapat paparan persiapan pengamanan Pemilu 2024.
Anggota Kompolnas Mohammad Dawam menambahkan, seluruh anggota Polri harus terus meningkatkan kualitas profesionalitas dan netralitas sebagaimana perintah dan arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Di sisi lain, ia memandang inovasi positif jajaran Polres di Jawa Tengah dalam memastikan Kamtibmas dan Penegakan Hukum melalui Aplikasi Digital perlu diapresiasi. Ia menekankan, inovasi menjadi hal penting yang harus dilakukan jajaran Polri.
“Ini hal baik, inovasi dengan membangun semacam Rumah Deradikalisasi Napiter di Kota Surakarta maupun di Karanganyar ataupun Rumah Edukasi Bahaya Narkoba dengan bentuk kerja sama bersama BNPT, Pemerintah Daerah dan semua pihak terkait,” ungkapnya.
Published : Alamsyah Rauf
Kamis, 22 Oktober 2026
Admin
Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School Perkuat Kompetensi Profesional Hadapi Tantangan Hukum Bisnis
Surabaya, Sigapnews.com, Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Pengembangan Kompetensi dalam Dinamika Perkembangan Hukum Bisnis” secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu malam (21/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Surabaya tersebut diikuti hampir 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini juga mendapat dukungan dari sembilan tokoh nasional lintas sektor sebagai bentuk apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis antara LKHAI dan JIMLY School.
Webinar ini menjadi ruang edukasi dan diskusi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan hukum bisnis sekaligus mendorong peningkatan kompetensi profesional dalam menghadapi perubahan regulasi, kemajuan teknologi, serta dinamika dunia usaha yang semakin kompleks.
Didukung Sembilan Tokoh Nasional Lintas Sektor
Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari unsur dunia usaha, KADIN, akademisi, hingga tokoh musik nasional. Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan pendidikan hukum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Sembilan tokoh yang menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi tersebut yakni:
Dr. H. Edi Purwanto, S.TP., M.M., Direktur PT Brawijaya Multi Usaha (PT BMU).
H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP., Ketua Umum KADIN Jawa Timur.
Roy Jeconiah, penyanyi dan musisi rock Boomerang.
Dr. Agus Andi Subroto, S.TP., M.M., Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan.
Dhian Satria Yudha, S.Kom., M.Kom., Direktur Eksekutif Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya (AMN Surabaya).
Prof. Dr. Suparji, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Teknik UNESA.
Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR).
Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., Wakil Rektor III Universitas Widya Gama Malang.
Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., Ketua LPJK Kementerian Pekerjaan Umum.
Para tokoh tersebut berharap kerja sama LKHAI dan JIMLY School dapat melahirkan berbagai program pendidikan hukum, pelatihan kompetensi tersertifikasi, serta seminar strategis yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas profesional di Indonesia.
Hampir 200 Peserta dari Berbagai Instansi
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan hampir 200 orang yang berasal dari beragam latar belakang instansi pemerintah, perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, praktisi hukum, hingga pelaku usaha.
Peserta di antaranya berasal dari sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Bhayangkara Surabaya.
Selain itu, kegiatan ini diikuti perwakilan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan RS Menur Surabaya, para praktisi hukum, pelaku dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Pancasila.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa pemahaman hukum bisnis menjadi kebutuhan lintas profesi, tidak hanya bagi advokat dan praktisi hukum, tetapi juga bagi aparatur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan aktivitas ekonomi.
Pembina LKHAI: Kompetensi Menjadi Kebutuhan Mutlak
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia sekaligus Pembina LKHAI, R. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan penting di tengah perubahan regulasi dan perkembangan dunia usaha.
“Pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan penting di tengah dinamika perkembangan hukum dan dunia usaha. Melalui kegiatan webinar seperti ini, kita berharap para peserta dapat memperluas wawasan, meningkatkan pemahaman, serta mengikuti perkembangan regulasi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman hukum bisnis tidak hanya diperlukan oleh kalangan praktisi hukum, tetapi juga oleh pelaku usaha dan berbagai pihak yang berperan dalam kegiatan ekonomi.
“Pemahaman hukum bisnis tidak hanya dibutuhkan oleh praktisi hukum, tetapi juga oleh pelaku usaha dan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, ruang diskusi dan edukasi seperti ini perlu terus dikembangkan,” tambahnya.
Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Lutfil Hakim, pemerhati ekonomi dan bisnis sekaligus Ketua PWI Jawa Timur, serta Prof. Dr. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., Direktur LSP JIMLY sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana Rachmatika Ramadhani, S.Psi., yang juga menjabat Direktur Utama PT Forjasi Lentera Indonesia.
Sementara itu, jalannya diskusi dipandu Direktur Eksekutif LKHAI, Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., dengan dukungan notulis Rouli D. Marbun, S.H., M.H., dan Siti Julaicha, S.E., MSA., M.H.
LKHAI Dorong Edukasi Hukum Berkelanjutan
R. Mohammad Ali Zaini berharap webinar tersebut menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan program edukasi hukum yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu webinar saja. Ke depan, LKHAI dapat terus menghadirkan berbagai forum edukasi, baik melalui webinar, talk show, maupun kegiatan lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.
Penyelenggaraan webinar secara daring dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas akses pendidikan dan diskusi hukum bagi masyarakat di berbagai wilayah tanpa terkendala batas geografis.
Melalui kolaborasi LKHAI dan JIMLY School, penguatan kompetensi profesional di bidang hukum bisnis diharapkan dapat terus dikembangkan melalui sinergi akademisi, praktisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan demikian, peningkatan pemahaman hukum diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga mendukung terciptanya aktivitas bisnis yang lebih profesional, adaptif, dan berlandaskan kepastian hukum.
(Redho Fitriyadi)





















FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram