-->

Rabu, 22 Juli 2020

Optimalisasi Program Ketapang dan Kesmas, Konstratani Gandeng Muspida Wajo Kembangkan Tanaman Porang



Wajo (Sulsel), Sigapnews.com, Penanaman Perdana Porang Kerjasama Kodim 1406 Wajo dan Pemerintah Kabupaten Wajo di Lokasi Kelompok Tani Pemuda Tani Desa Ajuraja Kec. Takkalalla Kab. Wajo berlangsung, Rabu (22/7/2020). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Dandim 1406 Wajo Letkol Inf. Utsman Abdul Ghoifr, S.Sos, Camat Takkalalla Sandi Borahim, S.STP, Danramil 07 Takkalalla Letda Inf Jumain, Pemimpin Pertanian Kec. Takkalalla Guspiani Ibnur, S.Pt, M.Si, Kepala Desa Ajuraja Miharuddin, PPL, Babinsa, Persit dan Anggota Kelompok Tani serta Masyarakat Desa Ajuraja. 

Dalam kegiatan ini dirangkaikan juga pemberian bibit porang kepada pemerintah Desa Ajuraja.

Sandi Borahim menyatakan bahwa guna mengoptimalkan program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat (Ketapang dan Kesmas) di wilayah Kecamatan Takkalalla, maka salah satunya adalah pemanfaatan lahan tidur untuk kembangkan budidya porang, kata Camat Takkalalla dan ini sangat didukung oleh Kepala Desa Ajuraja untuk memulai penanaman perdana ini di wilayahnya.

Dandim 1406 Wajo sangat mengapresiasi budidaya Porang ini karena memiliki potensi sebagai tanaman ekspor, yang sampai saat ini bahan bakunya masih sangat kurang.  Menurut Dandim ekspor terhadap porang terbuka lebar saat ini.  Untuk sementara yang diekspor itu berbentuk chips dan tepung dan berharap komoditi ini menjadi sumber ekonomi baru bagi petani.  

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk bahan pembuat lem ramah lingkungan.

Kegiatan ini disambut baik oleh Pemimpin Pertanian Kecamatan Takkalalla beserta PPL.” Kami  selaku penyuluh pertanian memberikan informasi mengenai budidaya porang ini kepada Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Takkalalla dengan memanfaatkan potensi lahan. 

Kami juga berharap Kelompok Tani bisa mengembangkan komoditi lain, selain tanaman padi yang dapat menambah pendapatan petani beserta keluarganya dan untuk selanjutnya semoga ada bantuan bibit porang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Wajo dalam rangka pengembangan budidaya porang ini”, tutur Guspiani.

Penanaman tanaman porang di Kabupaten Wajo dengan harapan dapat melakukan ekspor ke luar negeri mendukung salah satu program Menteri Pertanian saat ini, yaitu program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor ( GraTiEks). 

Dengan tingginya permintaan porang dari luar negeri, semoga menjadi motivasi para petani untuk membudidayakan tanaman ini dengan bimbingan para penyuluh pertanian. 

“Walau masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum tau kapan akan berakhir, kami Penyuluh Pertanian sebagai salah salah satu insan pertanian tetap aktif beraktivitas, tentu saja dengan tetap memperhatikan protocol pencegahan Covid-19,” papar Guspiani. 

Hal ini sejalan dengan pesan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursamsi bahwa yang menganjurkan kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan”, tegas beliau.

Penulis : Guspiani Ibnur (PPK Takalala)
Editor : Risna Ardhayanti

Kamis, 25 Juni 2020

Hebat, Syamsul Bahri Raih Gelar Doktor predikat CUM LAUDE



Sigapnews.com,Makassar - Syamsul Bahri meraih Gelar Doktor di bidang akademik dengan predikat Tertinggi CUM LAUDE di Universitas Hasanuddin Makassar.

Sidang promosi doktor Syamsul Bahri Dilaksanakan di Ruang senat Fakultas ilmu sosial dan politik unhas.kamis (25/6/2020).

Pelaksanaan sidang secara terbatas dan dapat disaksikan langsung melalui live streming link youtube fisip Unhas.

Setelah pelaksanaan ujian, Sidang dilanjutkan dengan prosesi yudisium oleh pimpinan sidang Dekan Fisipol Unhas, prof.Dr.H.Armin Arsyad, M.Si dengan promotor dan Penguji terdiri dari beberapa Guru Besar dan Doktor bidang Administrasi Publik.

Al Hasil,...! Mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri dinyatakan lulus dan berhak menggunakan gelar Doktor pada bidang akademik dengan predikat tertinggi CUM LAUDE.

Syamsul Bahri mengaku sangat senang atas Hasil yang diraihnya, dirinya sangat Berterima Kasih kepada Keluarganya, Sahabat dan para dosen dan pembimbingnya yang selalu memberikan Support.

"Makasih atas Do'a dan support seluruh sahabat, keluarga dan para dosen, sehingga saya bisa melaluinya dan sampai pada pencapaian ini" kata Mantan Camat Bola, Syamsul Bahri(red/twj)

Senin, 22 Juni 2020

Bupati Amran Mahmud Resmikan Pilot Project Kampung Tangguh" Balla Ewako" Lawan Covid 19



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Dalam upaya memerangi Covid -19, Pemerintah Kabupaten Wajo, meresmikan 12 Desa dan  2 Kelurahan di Kabupaten Wajo sebagai ‘Pilot Project Kampung Tangguh"Balla Ewako" lawan Covid 19. Peresmian itu dilakukan Bupati bersama Wakil Bupati Wajo dan Forkopimda Kab. Wajo di kantor Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Senin 22 Juni 2020.

Desa dan kelurahan untuk pencanangan kampung tangguh "Balla Ewako" Lawan Covid - 19 yakni desa Patila, desa Pakkanna, desa Arajang, desa Lawesso, desa Keera, desa Pasaka, desa Botto Tanre, desa Desa Allewadeng, desa Mattiro Walie, Desa Leweng, dan Desa Bola dan desa Buriko. Sementara dua Kelurahan yakni Teddaopu dan Kelurahan Maccero.

Bupati Wajo Dr.H. Amran Mahmud.S.Sos,.M.Si, dalam sambutannya mengatakan, pilot project Kampung Tangguh Covid-19 ini, patut diapresiasi, sebagai sebuah langkah inovatif dalam  upaya memerangi penyebaran Covid-19.

Menurut Bupati. Adanya Pandemic Virus Corona yang melanda dunia tidak hanya berdampak pada sector kesehatan namun juga berdampak kepada, kehidupan masyarakat dan perekonomian. Untuk itu menurutnya, lounching kampung tangguh merupakan gerakan positif untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat di era new normal, seperti sekarang ini.

"Semua ini sebagai langkah baik, upaya kuat Desa dan Kelurahan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, dan kami sangat mengapresiasi itu, “Ujarnya.

Nantinya Kata Ketua DPD Partai Amanat Nasional ini, dengan adanya kampung Tangguh "Balla Ewako" lawan Covid bisa menjadi titik untuk melakukan pencegahan secara signifikan, terukur dan terarah.

"Jadi kampung tangguh, bukan hanya sebagai desa tangguh melawan dan melakukan pencegahan dalam menghadapi covid - 19 namun juga diharapkan menjadi kampung tangguh dalam hal pangan sehingga ditengah pandemic virus covid 19 masyarakat tidak kekurangan pangan," ujar Bupati Wajo.

Menurutnya meski hanya 14 Desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai kampung tangguh balla ewako namun diharapkan menjadi role model yang bisa diaplikasikan pada seluruh desa dan kelurahan di kabupaten Wajo.

"Dengan begitu, solidaritas sosial dan modal sosial akan menjadi kekuatan yang besar  bagi seluruh kompenen masyarakat dan bagi kita semua untuk bersama sama membangun komitmen menghentikan penyebaran covid 19 di Kabupaten Wajo ini,"jelasnya

Bupati mengharapkan semua pihak untuk mendukung keberadaan kampung tangguh dalam menekan dan melawan virus covid 19, karena menurutnya tanpa dukungan masyarakat untuk memutus mata rantai covid 19 tidak akan berhasil maksimal.

"Untuk itu mari kita bersama sama mencegah penyebaran covid 19 ini dengan saling peduli dengan mengedepankan semangat gotong royong, berdisiplin serta tetap menerapkan protokol kesehatan,"Harapnya.

Launching ‘Pilot Project Kampung Tanggap Covid 19, di desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo ini dihadiri Wakil Bupati Wajo, Wakapolres Wajo, Dandim 1406, ketua DPRD dan Kajari serta unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah lainnya termasuk Sekretaris daerah Kabupaten Wajo, Pimpinan OPD, Camat Tanasitolo, Danramil, Kapolsek lurah dan Kepala Desa sekecamatan Tanasitolo. (Red).

Rabu, 03 Juni 2020

Rabat Beton Di Wajo, Bahayakan Pengguna Jalan



Sigapnews.com,Wajo- Jalan Beton penghubung Desa Wage dan Desa Pasaka Kecamatan Sabbangparu Sudah Retak dan menbahayakan Pengguna Jalan.Rabu (3/6/2020).

Keretakan Jalan Beton yang sudah berlangsung cukup Lama kini ditumbuhi Rumpuk di cela Keretakan Jalan Beton tersebut.

Menurut Salah Satu Pengendara, Sehan mengaku bahwa sudah ada Korban Lakalantas akibat jalan Beton tersebut.

"Bahaya Pak, apa lagi kalau kita melintas pada malam Hari"kata Sehan

Sehan berharap pemerintah bisa memperhatikan jalan tersebut sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan akibat kondisi jalan yang bisa merenggut nyawa.

Laporan : Tri Wulan Jaya





Selasa, 02 Juni 2020

Delapan Sampel Swab Wajo di Kirim Ke Labkesda Soppeng, Ini Hasilnya


ILLUSTRASI Pemeriksaan Swab (foto dokumen)

Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Hasil Swab untuk 8 orang yang dikirim ke Labkesda Soppeng sudah diterima oleh dinas kesehatan kabupaten Wajo, diantaranya 3 orang positif hasil Swab pertama dan kedua sementara 1 orang positif Swab pertama namun negatif pada Swab kedua, sementara 4 orang lainnya negatif hasil Swab pertama dan kedua, Hari ini Selasa 02 Juni 2020. 

4 orang dengan hasil swab yg positif berasal dari kecamatan tempe, 2 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 2 lainnya berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG), 3 orang yang positif masih satu keluarga sementara yang satunya berstatus OTG.

"Untuk itu kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi semua himbauan pemerintah dan jujur dalam memberikan keterangan, diminta juga kepada keluarga, rekan kerja dan yang pernah kontak dengan pasien positif, agar segera melaporkan diri untuk dilakukan pemeriksaan lebih awal, serta melakukan isolasi Mandiri, ujar Jubir Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 kabupaten Wajo.

"Tingkatkan kewaspadaan, jangan terlena, mari bersatu melawan Covid 19, masyarakat dan dunia usaha agar menerapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin, utamakan keselamatan masyarakat dan keluarga. Hindari dan tunda dulu kegiatan yg dapat menimbulkan kerumunan, imbuh Supriadi Jubir.

"Tetap melakukan physical distancing, menjaga kebersihan, dan pola hidup sehat, semoga wabah Covid 19 cepat berlalu sehingga kita bisa hidup normal kembali, pungkasnya.(Red).

Pemkab Wajo Kembali Lakukan Mutasi



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Mutasi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, Sulawesi Selatan, kembali bergulir. Kali ini ada 5 eselon III dan 15 eselon 4 mendapat giliran menduduki jabatan baru, hari Selasa, 02 Juni 2020

20 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan kesempatan menduduki jabatan baru dilantik dan diambil sumpahnya langsung oleh Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo Jl Rusa Sengkang Kecamatan Tempe, Wajo.

Eselon III yang dilantik adalah Andi Muhammad Alfatih menjabat Camat Gilireng sebelumnya menjabat Camat Keera dan posisinya digantikan oleh Ahmad Ridha dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Surahman menjabat Inspektorat Pembantu Wilayah II di Inspektorat Daerah, Aswan Nur Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Dan Syamsu Alam menjabat Kepala Bidang Pembangunan dan Usaha Ekonomi dan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Sementara ASN yang dimutasi di Eselon 4 yakni:

1. Asriyadi jabat Lurah Macanang Kecamatan Majauleng.
2. Hendry Rustan jabat kepala UPT Pengelolaan Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup.
3. Andi Nur Akbar jabat Kepala Seksi Terminal dan Perparkiran Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan
4. M Susandi jabat Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan Sekretariat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
5. Musdalifah jabat Kepala Seksi Tanaman Rempah dan Penyegaran Bidang perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
6. Abdul Razak Halimi Kepala Subbidang  Perencanaan dan Pendanaan Bidang Pengendalaian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappelitbangda.
7. Muhammad Aris jabat Kepala Seksi Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat  Kantor Kecamatan Majauleng
8. Andi Erwin jabat Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kelurahan Salomenraleng Kecamatan Tempe.
9. Andi Hasnawati jabat Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Balai benih Ikan Maniangpajo
10. Ambo Angka jabat Kepala Seksi Pembangun dan Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kelurahan Anabbanua Kecamatan Maniangpajo
11. Andi Dirwan jabat Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kelurahan Tancung kecamatan Tanasitolo
12. Nuraieni jabat Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kelurahan Pincengpute Kecamatan Tanasitolo
13. Siti Rosani jabat Sekretaris Kelurahan Maddukelleng Kecamatan Tempe
14. Andi Sahrul jabat Kepala Subbagian Tata USaha UPT Pengelollan Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup
15. Hasna M jabat Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kelurahan Maddukelleng Kecamatan Tempe
  
Bupati Wajo Dr H Amran dalam kesempatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 20 ASN lingkup Pemkab Wajo mengatakan, seluruh ASN yang dilantik agar kiranya membangun sinergitas dan menjaga kekompakan ditempat yang baru.

"Kami berharap semua ASN yang baru saja dilantik dan disumpah dapat menyesuaikan diri sehingga terbangun sinergitas dan terus menjaga kekompakan antar pegawai demi mewujudkan program Pemerintah Kabupaten Wajo. (Red).

Rabu, 27 Mei 2020

Poktan Rirennuang Desa Tanrongi Siwa Buat Demplot Uji Coba Pupuk Super Tani, Ini Kata Penyuluh



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Pertanian harus tetap jalan dan tidak berhenti, usai produksi lanjut tanam seperti yang di lakukan oleh petani di kabupaten Wajo dalam mengahadapi kemarau panjang dari prediksi BMKG sehingga penyuluh dan petani tetap turun kelapangan melakukan kegiatan pendampingan, meskipun masih dalam situasi pandemi Covid 19.

Saat ini masyarakat Indonesia bukan hanya dihadapkan pada masalah covid 19, tetapi juga permasalahan kemarau panjang yang diprediksi akan melanda beberapa daerah.

Dampak dari kemarau panjang ini terutama bagi sektor pertanian adalah keterbatasan dalam ketersediaan air terutama di lahan-lahan pertanian.

Berkaitan dengan prediksi akan adanya kemarau panjang, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa para petani akan diminta segera menanam kembali setelah panen raya selesai bulan ini.

"Panen raya kita Mei ini, sesudah panen akan dilakukan upaya penanaman. Percepatan musim tanam ini akan dilakukan dengan memanfaatkan sisa curah hujan sebelum memasuki kemarau panjang. Selain itu, hal ini dilakukan untuk memanfaatkan sisa air tanah di lahan-lahan persawahan,” ujar SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa Ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karenanya, dibutuhkan percepatan tanam agar kebutuhan pangan terus terpenuhi, termasuk pasca Covid-19 nanti.  Untuk itu dibutuhkan penyuluh yang berkualitas agar proses ini tetap berjalan.

“Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tutur Dedi.

Sesuai dengan instruksi dari Menteri Pertanian, penyuluh pertanian Nurmiati, SP dari BPP Siwa Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pendampingan kegiatan demplot pertanaman padi menggunakan uji coba pupuk super Tani di kelompok tani Rirennuang, yang berlokasi di Desa Tanrongi Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Menurut Nurmiati, kegiatan ini di laksanakan Tanggal 26 Mei 2020 kemarin di lahan seluas 0,5 Ha dengan menggunakan varietas Inpari 42.

Kata Nurmiati, Varietas Inpari 42 ini memiliki kelebihan karena tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yakni hama tungro, wereng batang coklat (WBC), dan hawar daun bakteri.

"Demplot ini di buat agar dapat memotivasi petani untuk melakukan percepatan tanam dalam rangka mendukung ketahanan pangan walau di tengah wabah corona.

“Dengan adanya wabah covid 19 ini sebaiknya sebagian masyarakat bekerja dirumah saja, biar kami bersama petani yang bekerja dilahan demi ketersediaan pangan kedepan,”ujar Nurmiati. Rabu (27/5/2020).

“Kalau produksi petani meningkat maka kami penyuluh merasa puas karena itu bukti kerja tulus dan ikhlas kami berhasil, kata Nurmiati.

"Semoga kedepannya wabah corona ini bisa segera lenyap, dan kita semua bisa bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan Pertanian Indonesia”, imbuh Penyuluh berhijab ini menutup.

Penulis : Rezky Yulianti
Sumber : Nurmiati,SP (Penyuluh dari BPP Siwa Kabupaten Wajo)
Editor : Jamaluddin Al Afgani

Rabu, 20 Mei 2020

Begini Cara Alumni Sertifikasi Fasilitator Tanaman Organik Bina Petani Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Pertanian adalah salah satu bidang yang dituntut harus tetap produktif di tengah mewabahnya covid 19. Pertanian harus terus berjalan, demikianlah ungkapkan Menteri Pertanian yang sering digaungkan dalam memotivasi seluruh insan pertanian di negeri ini. Salah satu tumpuan besar dalam memajukan pertanian di negeri ini adalah generasi muda yang biasa disebut petani milenial.

Ambo Tang  yang biasa dipanggil Tang adalah salah satu alumni sertifikasi fasilitator organik tanaman yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) BBPP Batangkaluku yang berasal dari Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelum  mengikuti sertifikasi profesi, Tang sudah mengikuti lebih awal Pelatihan Fasilitator Organik Tanaman (Faston) yang dilaksanakan oleh P4S Alam Hijau Lestari.

Menurut Tang, sejak mengikuti pelatihan Fasilitator organik tanaman, dia semakin termotivasi untuk membangun kesadaran petani agar bertani secara organik.

"Minimal masyarakat paham dulu tentang pertanian organik, mudah-mudahan setelah paham mereka beralih secara perlahan untuk melakukan budidaya secara sehat tanpa menggunakan pestisida kimia sintesis," tutur Tang. Rabu (20/5/2020).

Meskipun wabah covid 19 sedang melanda, Tang tetap semangat turun ke lapangan  melakukan pembinaan ke petani. "Kami turut memotivasi agar petani melakukan pemeliharaan dengan baik sehingga kelak bisa diperoleh hasil yang maksimal," tuturnya.

"Kami selalu mencoba mencari teknologi organik yang tepat guna, hal ini agar produksi tetap terjaga dan lambat laun petani mulai menghilangkan ketergantungannya dengan bahan kimia," jelas Tang.

Sejalan dengan perkembangan Petani Milenial, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman mereka," ujar SYL.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia," tegas Dedi.(BBPP-BK).

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Senin, 18 Mei 2020

Penyuluh Pertanian Kec. Takkalalla Kab.Wajo Tetap Setia Dampingi Petani Percepat Tanam Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Untuk menjaga ketersediaan ketahanan pangan sesuai anjuran Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) tentang Gerakan Tanam Padi dan Jagung serentak di seluruh Indonesia dan dalam rangka menjaga ketahanan pangan khususnya mengantisipasi dampak Covid -19.

Kelompok Tani Makkita Pole, Desa Ceppaga, Kec. Takkalalla, Kab. Wajo Prov. Sulawesi Selatan melakukan penanaman padi varietas Inpari 42 dilahan seluas 1,30 Hektar yang dilaksanakan pada Tanggal 14 Mei 2020. 

Kegiatan tersebut melibatkan Ketua Kelompok Tani Makkita Pole (Muh. Jafar), anggota kelompok tani, Penyuluh Pertanian (Muh. Fadly, S.ST), dan Pemimpin Pertanian Kec. Takkalalla (Guspiani Ibnur, S.Pt.,M.Si) dengan tetap memperhatikan ketentuan social distancing untuk menghindari penularan Covid-19.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang menghimbau penyuluh pertanian untuk terus aktif mendampingi petani berproduksi. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Kepala BPPSDMP juga mengingatkan insan pertanian untuk menjaga kesehatan diri dan mematuhi protocol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, sering mencuci tangan serta menghindari kerumunan, saat beraktivitas di lapangan.

Anjuran untuk tetap bekerja dari rumah bagi ASN lain sepertinya tidak berlaku bagi Penyuluh Pertanian. “Disaat ASN lain dapat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) namun tidak bagi kami Penyuluh Pertanian, kami tetap turun ke lapangan dengang  semangat  mendampingi para kelompok tani untuk tetap berproduksi. Tentu saja dengan menerapkan protocol kesehatan,” papar Guspiani.

Pada kegiatan penanaman di kelompok tani Makkita Pole  varietas yang di tanam adalah Inpari 42.  Menurut penyuluh pertanian lapangan Muh. Fadly, S.ST dari BPP Manyili yang mendampingi kelompok tani saat melakukan penanaman, bahwa varietas inpari 42 ini masih tergolong baru digunakan oleh petani serta masih banyak yang belum diketahui dan perlu disosialisasikan ke petani.

“Varietas inpari 42 ini keunggulannya diantaranya produksi tinggi, rendemen 58-60 persen, daun bendera tegak menutupi malai sehingga sulit dimakan hama burung pipit, Inpari 42 memiliki umur tanaman 112 HSS (hari setelah semai), tahan rebah serta tekstur nasi pulen,” ungkap Fadly, Senin (18/5/2020).

Pemimpin pertanian Kec. Takkalalla (Guspiani Ibnur), mengungkapkan bahwa percepatan tanam padi selalu kami sampaikan kepada petani demi menjaga ketersediaan pangan saat pandemi Covid-19 ini. Kondisi ini juga ditunjang oleh adanya potensi air yang tersedia.

Ketua kelompok tani Makkita Pole, Muh. Jafar sangat mengapresiasi dengan adanya Penyuluh Pertanian yang langsung terjun ke lapangan untuk memberikan petunjuk dan arahan. “Kami berharap dari instansi setempat dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Wajo dapat memberikan bantuan benih unggul baru di musim tanam berikutnya,” kata Jafar.

Penulis : Guspiani Ibnur (PPL Kab. Wajo)
Editor : Risna Ardhayanti

Minggu, 17 Mei 2020

Ketua WPP PPP Sulsel Berbagi Sembako di Wajo



Sigapnews.com, Makassar - Ketua Pimpinan Wilayah Wanita Persatuan Pembangunan (PW WPP) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nurhidayati Zainuddin menyerahkan bantuan paket sembako di Kabupaten Wajo, Minggu (17/5/2020).

Bantuan paket sembako sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diserahkan langsung Andi Etti sapaannya kepada masyarakat di Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo.

Ketua WPP Wajo, Marlina turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.



"Alhamdulillah, di bulan ramadhan di tengah pandemi Covid-19 Kami menyerahkan bantuan paket sembako bersama WPP di Kabupaten Wajo, " ujar Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini berharap paket bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak wabah Covid-19 di Kabupaten Wajo.

"Nilainya tidak seberapa namun kami ingin turut membantu masyarakat di tengah kondisi yang menyulitkan seperti saat sekarang ini. Dan saatnya kita bersama dan saling membantu, " ujarnya.

Sementara, Marlina menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Ketua WPP Sulsel kepada masyarakat Wajo. Menurutnya, Andi Etti adalah figur yang memang tidak diragukan kepeduliannya kepada masyarakat.

"Selama ini, Pung Etti memang sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dan semoga beliau diberikan kesehatan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di Sulawesi Selatan khususnya di Wajo dan Soppeng," ujar Anggota DPRD Kabupaten Wajo dua periode ini.(Red/Rhm).

Sabtu, 16 Mei 2020

Bagi Ratusan Paket Sembako, Andi Etti : Penyuluh Agama Harus Mengedukasi Masyarakat Terkait Covid-19



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel)  - Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin kembali membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, Minggu (17/5/2020).

Setelah pekan lalu, Andi Etti sapaannya memberikan bantuan kepada penyuluh Agama di Kabupaten Soppeng, kali ini giliran ratusan penyuluh Agama dari 14 Kecamatan di Kabupaten Wajo provinsi Sulawesi Selatan yang mendapatkan paket sembako.

"Alhamdulilah, hari ini Kami kembali menyalurkan paket sembako ke penyuluh agama. Pekan lalu di Soppeng, hari ini di Kabupaten Wajo. Semoga ini cukup membantu teman-teman penyuluh yang juga terkena dampak Covid-19," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini juga menitipkan pesan kepada para penyuluh agama di Kabupaten Wajo untuk terus mengedukasi masyarakat agar mentaati keputusan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Peran penyuluh agama sangat penting untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat khususnya di Majelis Taklim binaanya masing-masing terkait himbauan pemerintah misalnya beribadah di rumah saja dan meniadakan untuk sementara salat di Masjid," jelasnya.

Salah satu penyuluh Agama Kabupaten Wajo, Zulkifli menyampaikan apresiasi atas perhatian Angggota DPRD Sulsel dari Soppeng dan Wajo ini kepada penyuluh agama yang juga merasakan dampak wabah Covid-19.

"Kami atas nama pribadi dan teman-teman penyuluh menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Andi Nurhidayati atas perhatiannya. Jujur, selama wabah Covid-19 ini aktifitas penyuluh sangat terbatas, baik untuk kegiatan keagamaan maupun aktifitas lainnya," ujarnya.

Ratusan paket sembako, Wakil Ketua PPP Sulsel ini berisi 5 Kg beras premium, Gula 2 Kg, Minyak 1 Liter dan 1 kaleng susu. (Red/Rhm).

Rabu, 06 Mei 2020

Begini Cara Penyuluh Pertanian BPP Tancung Tingkatkan Kompetensi Ditengah Pandemi Covid 19


Sigapnes.com, Pandemi covid 19 di Indonesia yang saat ini masih berlangsung, bukan hanya memberikan dampak negatif tetapi juga dampak positif di sektor pertanian terutama bagi penyuluh pertanian.

Profesi penyuluh pertanian yang menjadi garda terdepan di sektor pertanian, sampai saat ini masih aktif mendampingi petani dilapangan.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, semua insan pertanian harus tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh untuk mewujudkan kemandirian pangan.

“Kita membutuhkan tenaga ekstra keras, pemikiran-pemikiran out of the box, serta kerjasama yang semakin erat. Saatnya para petani, penyuluh, peneliti, akademisi, swasta, dan pelaku sektor pertanian lainnya untuk menjadi pahlawan bagi bangsa dan negeri ini dengan semangat kebersamaan,” ujar SYL.

Sejalan dengan himbauan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi menganjurkan kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

Untuk bekerja mendampingi petani demi menunjang tugas pokok dan tanggung jawab di lapangan, kompetensi penyuluh pertanian juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek).

Dengan pemberlakuan social distancing ditengah covid 19, menyebabkan pelatihan dan bimtek yang biasanya dilakukan melalui tatap muka secara langsung, saat ini dilakukan secara online.

Pembelajaran online adalah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer ataupun Hand Phone dan jaringan internet yang memungkinkan peserta belajar tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelatihan di kelas.

Penyuluh pertanian yang berlokasi kerja di BPP Tanjung Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Selasa tanggal 05 Mei 2020 mengikuti Safari Bimtek Online melalui aplikasi zoom yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian.

Untuk peserta yang berasal dari BPP Tancung, sebanyak 7 orang penyuluh pertanian yang mengikuti bimtek online ini. Salah satunya adalah Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Tancung Andi Asrizal Idris,SP, M.Si dan Penyuluh pertanian Indrawati Husni, SP.

Sebagai koordinator penyuluh, jauh hari sebelum pelaksanaan bimtek online, Asrizal senantiasa mengingatkan kepada rekan penyuluh pertanian yang ada di BPP Tancung untuk mengikuti kegiatan bimtek ini.

Ada 3 (tiga) materi yang disajikan diantaranya adalah materi Pengendalian Hama Lalat Buah dan Penyakit Antraknosa Tanaman Cabai, materi Budidaya Ayam Kampung dan materi Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao. Disela pemaparan materi juga dilakukan proses diskusi antara narasumber dan peserta.

Menurut Indrawati, wabah covid 19 ini tidak hanya memberikan dampak negatif tapi juga memberikan dampak positif terutama bagi dirinya sebagai penyuluh pertanian yang dapat mengikuti pelatihan dan bimtek online tanpa harus meninggalkan lokasi dan pendampingannya kepada petani di wilayah kerjanya.

“Kalau kami sebagai penyuluh dengan adanya bimtek online ini memberikan manfaat, bukan hanya menambah ilmu pengetahuan tapi juga mengajari kami untuk mampu memanfaatkan teknologi yang ada. Apalagi BPP Tancung sebagai BPP Kostratani mewajibkan kami untuk bisa menggunakan aplikasi zoom maupun aplikasi lainnya terkait dengan Kostratani,” tutur Indrawati. Rabu (6/5/2020).

“Bimtek online ini juga memiliki nilai plus yaitu kompetensi meningkat tanpa harus pergi meninggalkan lokasi kerja dan juga sertifikat sebagai pemenuhan angka kredit dapat tercapai. Jadi, meskipun di tengah pendemi covid ini tidak mematikan langkah kami sebagai penyuluh untuk tetap berkinerja positif,” tegas Indrawati.(QQ) BBPP-BK.

Sabtu, 02 Mei 2020

Ditengah Pandemi Covid 19, Penyuluh Kab.Wajo Aktif Dampingi Petani Penangkar Benih Kerjasama Taiwan dan Unhas



Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Kementerian Pertanian memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat serta melindungi ekonomi di sektor pertanian agar tidak melemah selama proses pengendalian penyebaran Covid 19 di Indonesia. 

Tentu saja jika berbicara mengenai sektor pertanian tidak terlepas dari peran penyuluh dan petani dilapangan.  Kebutuhan bahan pokok tersedia, jika pelaku utama sektor pertanian tidak berhenti untuk melaksanakan kegiatan bercocok tanam, perlu pendampingan secara aktif dari penyuluh kepada petani walaupun ditengah penyebaran covid 19 ini. 


Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menuturkan wabah Covid-19 menjadi catatan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kemampuan petani di dalam negeri. Sebab, peran petani amat strategis dalam penyediaan pangan dalam negeri, terlebih saat banyaknya berbagai pembatasan sosial yang diterapkan saat ini. 

Hal sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi bahwa pejuang Covid-19 bukan hanya dokter dan para tenaga medis. Namun juga petani yang setiap hari berada di sawah untuk menanam, mengolah tanah, dan memanen hasil taninya.


Ia menuturkan, pertanian merupakan garda terdepan untuk pencegahan Covid-19. Sebab, dengan ketersediaan pangan yang cukup, masyarakat bisa menjaga imunitas tubuh. Oleh karena itu pihaknya pun meminta dukungan publik agar terus mendukung petani untuk terus menjaga produksi pangan dalam negeri.

Dukungan terhadap petani dibuktikan dengan kerja yang nyata dilapangan oleh Penyuluh Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo.


Kerjasama yang dilakukan antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Taiwan International Cooperation And Development Fund (ICDF). Kerjasama dalam bentuk kegiatan perbenihan padi dilahan persawahan kelompok tani. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan benih padi yang baik yang sesuai dengan kondisi alam yang berada di Sulawesi Selatan, melakukan penangkaran benih padi dengan target benih padi berkualitas, unggul dan bermutu. 

Dari hasil kerjasama kegiatan perbenihan padi ini, hari Kamis tanggal 30 April 2020 dilakukan kegiatan panen dilahan penangkaran benih Kelompok Tani Adil Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, luas lahan panen mencapai 60 Ha dengan varietas Inpari 32, produktivitas mencapai 8,2 Ton/ha.

Kegiatan panen dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo Ir.Muhammad Ashar, Kabid Tanaman Pangan, Camat Tanasitolo, Kapolsek Tanasitolo, Danramil Tanasitolo, Lurah Mappadaelo, Koordinator BPP Tancung, penyuluh pertanian Kecamatan Tanasitolo dan Ketua Kelompok Tani Adil. 

“Dari awal kegiatan kerjasama ini, kami terus mendampingi petani, walaupun kami tahu mereka sudah dilatih sebelumnya oleh Unhas. Namun, sudah jadi tugas dan tanggungjawab kami untuk mendampingi mereka mulai dari awal kegiatan persiapan lahan sampai pada panen saat ini, "Ujar A.Asrizal. 


Begitu pula dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, yang sangat bersemangat mengetahui bahwa Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah yang terpilih mendapatkan bantuan kegiatan pengembangan benih padi.

“Alhamdulillah, petani kami mendapatkan kesempatan untuk menerima bantuan kegiatan pengembangan benih padi yang merupakan bentuk kerjasama antara Unhas dan ICDF. Saya selalu memberikan mereka motivasi dan semangat untuk tetap ke sawah walaupun ditengah merebaknya covid 19. Kami juga menghimbau kepada penyuluh untuk tetap aktif dampingi petani dan selalu memperhatikan social distancing," Ungkap Ashar, Sabtu (2/5/2020).

“Melalui kerjasama ini petani didorong untuk mampu memproduksi benih padi unggul untuk dijual dan meningkatkan ekonomi masyarakat, selain itu tugas kami sebagai insan pertanian untuk menjaga ketahanan pangan ditengah wabah covid 19 sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian. "Tandasnya.(QQ) BBPP-BK.

Jumat, 24 April 2020

Petani Kec.Takkalala Kab. Wajo Panen Jagung Perdana di Masa Pendemi Covid-19


Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab dari presiden untuk memastikan stok pangan cukup untuk 267 juta masyarakat Indonesia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa ditengah pandemi covid 19, pejabat daerah beserta jajarannya diharapkan secara langsung memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing, Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersedian pangan nasional aman dan terkendali.

Sektor lain mungkin mengalami penurunan bahkan terhenti sebagai imbas dari pendemi covid-19. tapi sektor pertanian harus terus berjalan karena berkaitan dengan pangan yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus  selalu terpenuhi.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Salah satu insan pertanian yang tetap aktif ditengah pandemi Covid-19 adalah para anggota kelompok tani Berkah yang diketuai oleh Samsu Rijal. Didampingi penyuluh Pertanian lapangan Muh. Fadly S.ST, saat melakukan panen perdana jagung varietas Bisi-18 pada lahan sawah tadah hujan seluas 1,5 Ha milik anggota Kelompok, di Desa Ceppaga, Kecamatan Takkalalla, Kab. Wajo sejak hari kamis, 22/04/2020. Jumat. 22/04.

Pada panen perdana ini juga hadir  Camat Takkalalla, Sandi Borahim, S.STP, Pemimpin Pertanian Kecamatan Takkalalla, Guspiani Ibnur, S.Pt, M.Si,  dan Kapolsek Takkalalla Bambang Purwanto, SH.

“Sesuai arahan Mentan, pejabat daerah juga diharapkan untuk turun langsung memastikan ketersediaan pangan di daerah masing-masing, untuk itulah kami hadir di sini,” kata Sandi Borahim.

“Dari hasil ubinan diperoleh provitas 4,6 ton/Ha, angka ini relatif masih kecil, namun dapat dimaklumi karena komoditi jagung ini baru pertama kali di tanam di kelompok tani ini, sehingga masih membutuhkan bimbingan dalam hal teknis budidaya jagung, dan ini tugas kami untuk melakukan pembimbingan” ungkap Guspiani.

Saat ini harga jagung kering Pipilan Rp. 2.000/Kg.  Meskipun harga jagung anjlok turun, ini tidak memupus harapan Ketua Kelompok Tani bersama anggotanya untuk tetap menanam jagung di musim tanam berikutnya. Mereka berharap bantuan benih jagung bisa datang  tepat waktu dan juga ada bantuan corn sheller dari instansi setempat dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo. 

“ini diharapkan kiranya dapat menjadi pendorong dan pemompa semangat petani di Kecamatan Takkalalla untuk dapat terus meningkatkan produksi tanaman jagung. Apalagi semakin banyaknya peternakan ayam petelur yang berkembang di wilayah ini yang hasil jagung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” tutur Samsu Rijal. 

"Kami berharap harga jagung bisa stabil, minimal sama dengan harga dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah, minimal dikisaran harga Rp. 3000/Kg," ungkap Samsu Rijal. (GUS-RSN) BBPP-BK.

Senin, 20 April 2020

Kades di Wajo aktif lakukan pencegahan Covid-19

Sigapnews.com,Wajo - Nurdin Sentere Kepala Desa Wele Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, memimpin langsung penyemprotan untuk antisipasi mencegah rantai penularan virus Corona (covid-19) di sejumlah rumah warga,baik itu tempat Ibadah, maupun sarana pendidikan.

Nurdin Sentere menjelaskan bahwa penyemprotan desinfektan dilakukan demi memutus Mata Rantai Wabah Covid-19 serta bentuk Wujud kepedulian Pemerintah desa terhadap Warganya.

“saya Harap kita bisa bersatu melawan covid-19 di Wajo dengan cara meningkatkan langkah langkah pencegahan” terang Nurdin Sentere.

Selain penyemprotan desifektan Nurdin Sentere juga telah membagikan masker Gratis kepada Warga yang di pimpinnya.

Rusli

Sabtu, 18 April 2020

Pakai Alsintan Saat Panen, Produksi Jagung di Desa Malakke Cukup Memuaskan


Sigapnews.com, Wajo - Di tengah wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas, tak serta merta menurunkan semangat para petani.

Bagi petani di Desa Malakke, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, mereka tetap harus turun ke lahan untuk melakukan kegiatan panen jagung demi menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kegiatan panen menggunakan Combine Harvester yang dinilai efektif, apalagi ditengah suasana pandemi Covid-19, pertanian harus tetap produktif.

"Hasilnya cukup memuaskan pada panen yang dilakukan dengan Varietas Bisi 18 yang dibudidayakan seluas 75 Ha, sementara panen 30 Ha dengan provitas 9,2 ton/Ha.

Jika diakumulasi maka potensi produksi yang diperoleh totalnya mencapai 2.760 Ton untuk areal 30 Ha.

"Kami berharap ada kenaikan harga jagung," ungkap Muhammad Yunus Ketua Kelompok Tani  Karya Bersama.

Ketua Kelompok Tani tersebut menjelaskan bahwa mereka didampingi oleh PT. Multi Sarana Indotani (PT. MSI) dalam hal teknologi budidaya jagung mulai dari penyiapan bibit, pupuk dan pestisida yang digunakan.

"Kami tetap semangat untuk turun ke lahan," terang Muhammad Yunus.

"Setelah panen ini, kami bersama anggota sepakat untuk turun ke lahan dengan memulai pengolahan lahan untuk percepatan tanam kembali, tandas Yunus.

Semangatnya petani ini tidak lepas dari pesan dan motivasi yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa dalam kondisi pendemi Covid-19, masyarakat harus tetap bersatu dan saling menjaga situasi negara agar stabilitasnya tetap terjaga. Salah satunya  adalah pada sektor pertanian yang harus tetap terjaga produktivitasnya untuk menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan Pertanian tidak berhenti. (HPY/AL Az/JML) BBPP - BK.

Selasa, 14 April 2020

Didampingi Penyuluh, Poktan Lapeco Panen Jagung Dengan Alsintan Memudahkan Proses Pemanenan di Wajo


Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) -Kementerian Pertanian terus bergerak untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia walaupun di tengah wabah Covid 19 sebagaimana dalam
himbauan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan harus menjadi salah satu tugas utama ditengah situasi penyebaran wabah Covid-19 saat ini.

Menyikapi himbauan dari Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menghimbau bahwa seluruh pelaku pertanian agar senantiasa menjaga roda pembangunan pertanian untuk tetap bergerak.

Ditegaskan Dedi Nursyamsi "Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan".

Saat ini, pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis, tetapi juga seluruh insan pertanian, baik itu penyuluh ataupun petani serta tenaga lainnya, dengan bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Kepala BPPSDMP Kementan.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BPPSDMP, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Ir.Muhammad Ashar juga senantiasa memberikan motivasi kepada para penyuluh dan petani di Kabupaten Wajo untuk tetap beraktivitas di lapangan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dari arahan, pernyataan dan himbauan tersebut, pada tanggal 12 April 2020 telah dilaksanakan panen jagung di wilayah Kelompok Tani Lapeco, Desa Lowa Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulsel pada luasan 25 Ha dengan Varietas jagung yang dipanen adalah Hibrida Bisi 2, dengan Provitas 5,5 Ton/Ha.

Pada kegiatan panen tersebut didampingi langsung oleh Penyuluh kostratani dari BPP Tancung Kecamatan Tanasitolo, Andi Asrizal Idris,SP, M.Si selaku Koordinator Penyuluh BPP Tancung dan Indrawati Husni,SP selaku penyuluh di desa Lowa tersebut.

Untuk memudahkan dan mempercepat proses panen di tengah wabah Covid 19, maka di lakukan dengan bantuan alat panen jagung.

Kesigapan penyuluh kostratani sebagai ujung tombak pertanian menjadi bukti bahwa penyuluhan dan pendampingan tetap berjalan ditengah wabah covid 19 ini.

Di kesempatan itu Abdul Kadir selaku Ketua kelompok tani Lapeco menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian Pertanian atas program-program bantuannya, baik dalam bentuk bantuan benih, pupuk dan alsintan serta pendampingan kepada mereka.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pihak kementerian pertanian atas program-programnya begitupun dengan bantuan-bantuanya baik berupa benih, pupuk ataupun alat mesin pertanian yang memudahkan kami dalam mengelola pertanian untuk tetap bekerja demi ketersediaan pangan atau kebutuhan pangan masyarakat, ujar Abdul Kadir.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada penyuluh yang tetap semangat mendampingi mereka turun ke lahan walaupun ada kekhawatiran karena pelaksanaannya di tengah wabah covid-19. 

"Begitupun kami ucapkan terima kasih kepada pihak dinas pertanian dan PPL yang senantiasa mendampingi kami walaupun saat ini penuh dengan resiko dengan adanya wabah virus Corona namun karena dengan komitmen bersama untuk tetap bekerja demi pemenuhan kebutuhan pangan, tandas Ketua Poktan Lapecco.

Sementara itu Koordinator Penyuluh BPP Tancung megatakan “Sebagai penyuluh, Kita tidak boleh berhenti untuk selalu memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani dilapangan dalam situasi apapun," jelas  Andi Asrizal.

Selain itu ia mengatakan "Panen kali ini, kami menggunakan mesin panen jagung sebab penggunaan mesin panen jagung sangat bermanfaat bagi petani dan paling tidak ditengah wabah covid 19 ini, dapat meminimalisir interaksi dengan orang dilahan, tutur Andi Asrizal.

Dalam pelaksanaan pemanenan tetap mengikuti protokoler kesehatan dengan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya dapat terlaksana.

Dikatakannya "Dengan melakukan kegiatan panen  dilahan, menjaga badan tetap sehat dan bugar dengan berjemur sambil bekerja,” ujar Andi Asrizal.(QQ/JML) BBPP-BK.


#pertaniantetapbergerak

Senin, 06 April 2020

Hindari Pengaruh Covid 19 Terhadap Pasokan Pangan, Klp Tani Mattirowalie Panen Padi di Wajo

Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Kelompok Tani Mattirowalie Desa Mannagae Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo di dampingi koordinator BPP Tanjung Andi Asrizal Idris,SP,M.Si melakukan panen varietas mekongga yang nampaknya tidak menyurutkan langkahnya sebagai pahlawan pangan di tengah pandemi covid 19, Senin (6/4/2020).

Kelompok Tani Mattirowakie melakukan panen dilahan sawah irigasi teknis dengan luasan 9 Ha, dan produksi mencapai 7 ton/ha. Proses pelaksanaan panen ini yang  memanfaatkan mesin pertanian yaitu combine harvester.

Pelaksanaan panen kelompok tani tersebut didampingi langsung oleh Koordinator BPP Tanjung, Andi Asrizal Idris,SP,M.Si yang tetap bekerja secara produktif melakukan pendampingan ke petani wilayah binaannya.

Menurutnya, Walaupun Covid 19 meresahkan masyarakat sekitar, namun hal tersebut tidak menghentikan kegiatan pendampingan dan proses panen petani yang menjadi binaannya, oleh sebab  kebutuhan pangan yang tetap harus terpenuhi dan demi menjaga kualitas dari hasil panen kelompoknya, yang juga sesuai hasil telekonference Kementan yang mengharuskan Pertanian dan petani berlanjut dalam aktivitas walaupun di tengah pandemi covid 19, ungkap Koordinator BPP Tanjung.

"Pelaksanaan panen ini sebagai tindak lanjut surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No 1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid-19 tentang penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia.

Selain itu, ini juga dilakukan sebagai langkah untuk mengamankan pengaruh covid 19 yang dapat saja mengganggu ketersediaan pasokan pangan nasional sesuai prediksi FAO.

"Begitupula sesuai harapan kementan tentang di tengah Pandemi Covid 19 untuk tidak mematikan semangat Pahlawan pangan baik petani ataupun para penyuluh agar tetap termotivasi melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan yang diramalkan oleh FAO, pungkas Koordinator BPP Tanjung.((QQ).

Rabu, 18 Maret 2020

Tangani Virus Corona, Bupati Wajo Minta Susun Langkah Taktis

Sigapnews.com, Wajo - Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Kewaspadaan dan Kesiapan Penanganan Virus Corona atau Covid 19, di ruang pimpinan Kantor Bupati Wajo, Rabu, 18/3/2020.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Wajo, H.Amran Mahmud yang dihadiri oleh Wakil Bupati Wajo, H.Amran,SE, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H.Amiruddin serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Wajo.

Pada rapat pimpinan itu telah membahas secara komprehensif berbagai upaya dan langkah langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona.

Bupati H.Amran Mahmud mengatakan, "untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, sangat dibutuhkan upaya luar biasa dari semua pihak.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wajo ingin membuat formulasi dalam mengantisipasi virus corona agar tidak masuk ke Wajo, Maka dari itu berbagai langkah penanganannya perlu disiapkan, diantaranya melalui upaya promotif dan preventif dalam bentuk sosialisasi yang intens dan masif kepada masyarakat dalam mencegah virus corona sehingga tidak timbul kepanikan di masyarakat.

"Kami berharap agar hari ini kita semua dapat merumuskan dan membuat langkah taktis terkait penanganan Corona, intinya adalah kita ingin mendeteksi diantara manusia di Wajo, siapa yang mencurigakan maka itu yang harus ditangani, " ujar Bupati.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, Jika ada warga yang mencurigakan terdampak Virus Corona agar segera ditangani dan dikomunikasikan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Terkait layanan publik, Bupati meminta agar BKPSDM Kabupaten Wajo membuat petunjuk tekhnis mengenai tata kerja ASN, yang mana bisa bekerja di rumah dan yang mana harus tetap di kantor agar layanan publik tidak terganggu.

Sementara itu, Wakil Bupati Wajo, H.Amran,SE  meminta agar semua OPD terkait melakukan sosialisasi  dan meluruskan isu-isu terkait penangangan Corona di daerah ini.

"Tantangan kita adalah bagaimana menjawab berita-berita hoax terkait penanganan Corona, termasuk kita di Wajo, "ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah berita atau isu yang muncul terkait penanganan Corona di Wajo. Salah satunya isu mengenai pelarangan shalat jum'at dan peringatan Isra Miraj. Ini harus dijawab secara bijak.

"Pemkab tidak pernah mengeluarkan larangan tersebut, tetapi kami hanya menghimbau agar dalam pelaksanaan ibadah dan peringatan Isra Miraj agar menjaga kebersihan tempat ibadah agar potensi penyebaran virus menjadi kecil, "jelasnya.

Sebelumya, terkait penanganan Virus Corona Pemkab Wajo telah mengeluarkan rekomendasi diantaranya meliburkan PAUD/MDA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Perguruan tinggi dg melakukan aktivitas belajar di rumah masing-masing mulai tgl 17 Maret s d. 2 April 2020,  Meniadakan atau menunda sementara waktu segala bentuk event atau kegiatan baik indoor maupun outdoor baik yg dilaksanakan pemerintah maupun swasta yang melibatkan banyak orang sampai batas waktu yang kondusif, Meniadakan atau menunda sementara waktu kegiatan Car Free Day, Meniadakan sementara waktu kegiatan apel dan upacara hari kesadaran nasional bagi ASN, menjaga lingkungan tetap hygienis dan menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat umum lainnya, mengurangi aktivitas di luar rumah yabg dianggap tidak penting,  pelaksanaan khutbah dipersingkat sepanjang terpenuhi rukunnya. (Ddy_Humas).

Jumat, 21 Februari 2020

Bupati Wajo Hadiri Musrenbang dan Bantu Pesantren Hafids di Belawa


Sigapnews.com, Wajo - Pemerintah Kecamatan Belawa melaksanakan Musrenbang kecamatan yang di langsungkan di gedung Permai, Jumat 21 Februari 2020. 


Bupati Wajo dalam sambutannya menyatakan  musrenbang kali  ini berbeda dengan musrenbang sebelumnya.  

"Kami bersama DPRD sudah komitmen tidak ada pergantian usulan dan tidak ada usulan titipan," ucap Amran Mahmud.

Tahun 2019, walaupun dalam kondisi defisit 67 milyar. Kita masih mampu meningkatkan  anggaran infrastruktur yang kurang 100 m pada anggaran pokok menjadi 213 pada anggaran perubahan. 

Tahun  ini jalan ujung kessi tembus macero. Jembatan macero kita perbaiki sehingga tidak perlu lagi berputar putar kalau mau ke Sengkang. 

Anggraan infrastruktur tahun  ini 240 M. Dan kami tetap upayakan di anggaran perubahan bisa tembus 300 M. 


Dalam bidang pemerintahan telah dilakukan reformasi birokrasi dan tidak menutup kemungkinan kita jadi pilot proyek untuk tata kelola pemerintahan. Kita sudah melakukan perampingan OPD, orang lain baru berwacana kita sudah melakukan. 

Bantuan hibah mesjid tembus 4 M. Anggaran beasiswa sekitar 3 M. Hal ini belum pernah terjadi dalam APBD Kab.Wajo. 

Kita berharap APBD kita berpihak ke rakyat. Insya ALLAH sampai tahun 2024 semua ruas ruas jalan sudah kita kerja.

Selesai memberi sambutan, bapak bupati memberikan. sumbangan pribadi kepada  salah satu pesanteren Hafids di belawa.
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved