-->

Senin, 26 September 2022

Mentan SYL Minta Mahasiswa PEPI Ikut Bangun Sektor Pangan Nasional Yang Lebih Kuat


Tangerang, Sigapnews.com, – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) ikut membangun sektor pangan nasional yang jauh lebih kuat. Dia ingin, mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama membangun bangsa dan negara.

“Kita berharap mahasiswa PEPI lebih berkualitas di bidang pertanian dan enjiniring pertanian. Tentu saja mereka harus mampu mengenergi pertanian dimasa yang akan datang,” ujar SYL saat meresmikan Asrama Politeknik PEPI di Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin, 19 September 2022.

SYL percaya kemampuan intelektual mahasiswa PEPI dapat berkembang dengan baik sesuai materi perkuliahan yang ada. Namun lebih dari itu, yang terpenting adalah menentukan langkah dan konsep ke depan agar lebih tertata, terstruktur dan terprogram.

“Salah satu konsep di pertanian adalah menghadirkan petani milenial kita agar demografis dari bangsa ini bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin melalui anak-anak muda yang besok memiliki ilmu pertanian lebih baik dan tentu saja etos kerja mereka, manajemen konsepsi mereka akan lebih terstruktur,” katanya.

SYL mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang terbukti mampu menjadi tumpuan ekonomi bangsa. Selaras dengan hal itu, pemerintah melalui Kementan juga sudah menyiapkan berbagai program dan kebijakan yang bisa diakses oleh semua petani muda di seluruh Indonesia.

Kita harus terus dorong anak-anak milenial ini berkreasi. Yang paling penting ada kemauan dan semangat, dan paham bangsanya ini bangsa besar yang memiliki alam luar biasa. Oleh karena itu, pendidikan ini diharapkan menjadi bagian-bagian yang besok bisa lahir di PEPI ini,” katanya.

Yang pasti, menurut SYL, keilmuan PEPI tidak boleh kalah dari ilmu pertanian di negara lain. Pertanian harus menjadi harapan semua orang dalam memperbaiki ekonomi kebangsaan. Karena itu, mengelola pertanian harus dimulai dari kebersamaan dan networking yang kuat.

“Saya kira banyak petani milenial kita yang menunjukkan hasil yang lebih baik, karena dunia pertanian itu menjanjikan bagi kita. Karena itu tanam sebanyak-banyaknya apa yang ada di depan kita, pertanian itu penting bagi bangsa ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di tiga tahun terakhir tumbuh meyakinkan. Produksi meningkat dan ekapor melesat. Terbaru, Indonesia dinyatakan swasembada oleh lembaga penelitian beras Internasional IRRI.

Pada saat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengapresiasi penuh kerja keras seluruh pihak dalam menghadirkan PEPI dengan gedung perkuliahan dan asrama yang sudah berdiri, Dormitori dengan 8 lantai yang terdiri dari 64 kamar dengan kapasitas daya tampung 384 orang ini harapnya dapat memacu semangat para generasi muda sehingga menghasilkan lulusan – lulusan yang Profesional.

“Dengan Penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian yang ada di PEPI komposisi beban SKS mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Sehingga Profil lulusan PEPI sendiri adalah sebagai qualified job creators dan qualified job seekers di bidang enjiniring pertanian dapat terpenuhi”ujar Kabadan.

Saat ini Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengelola tiga (3) program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan jumlah mahasiswa sebanyak 265 yang berasal dari putra putri terbaik dari seluruh wilayah Indonesia. (red)

Kamis, 22 September 2022

Dikonfirmasi Soal Hak Pendidikan Adikpas Kadisdik Sulsel Bumkam


Setiawan Aswan, kadisdik Sulsel
sumber dok.foto media Sulsel.com

Sigapnews.com||Sulsel,
Pasca SMA Negeri 5 Sinjai Demo. Disana dilakukan penyegaran melalui kebijakan disdik Sulsel. (22/9)

Sebelumnya Aliyudin, S.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Sinjai, ditarik berkantor di Disdik prov. Sulsel.

Sedang Jabatan PLH, kepala sekolah SMA Negeri 5 Sinjai di jabat oleh Sabri.

Sabri mengembang amanah sejak sekitar sepekan setelah peristiwa Demonstrasi terjadi.

Perlu diketahui saat aksi demonstrasi berlangsung selama dua hari, aktifitas belajar, ikut lumpuh total.

Menurut Andi Baso Pangeran ketua OSIS SMA Negeri 5 Sinjai, pergerakan siswa murni.

"tidak ada unsur lain", jelasnya saat dimintai keterangan berita, Rabu (21/9)

Lantas terkait hak pendidikan Anak didik lapas (Adikpas). yang sebelumnya diklaim sebagai pemicu aksi demonstrasi siswa SMA Negeri 5 Sinjai membuat sejumlah kalangan penasaran.

Publik butuh kejelasan sehubungan peranan aktif Dinas P3AP2KB Sinjai, dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan.

Sabri, PLH Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Sinjai, menerangkan, bahwa pihak sekolah dan stakeholder terkait, sudah berupaya mencarikan solusi.

Untuk itu, Sabri berharap agar semua pihak "saling membantu mencari solusi", harapnya

Sementara, Andi Aryani Djalil, Kepala Bidang (Kabid), P3AP2KB kabupaten Sinjai menyebut semua pihak terkait, perlu menyikapi persoalan Adikpas dengan serius.

Hal tersebut memang perlu disikapi serius termasuk Dinas P3AP2KB sangat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait status pemenuhan hak Pendidikan 6 Adikpas tersebut.

Dikatakan Adikpas tetap didampingi memperoleh jaminan perlindungan anak dan pendidikan formal sesuai dengan harapan dalam pemenuhan hak pendidikan anak.

"Soal status Pendidikan saya tegaskan hal tersebut sangat penting", tandasnya, Kamis sore, saat dijumpai di kantornya.

Terpisah, Andi Tenri Rawe Baso, ST., M.Si, kepala Dinas P3AP2KB Sinjai menanggapi konfirmasi, Supriadi Buraerah, pimred sniperjurnalis.com. Kamis malam (23/9/2022).

Terkait hak pendidikan anak yang sebelumnya pernah belajar di sekolah SMA Negeri 1 Sinjai 5 orang dan SMA Negeri 5 Sinjai, 1 orang. Lantas kini sedang berada dalam pembinaan lapas anak di Maros, menurut Andi Tenri Rawe Baso, pihaknya tetap melakukan kegiatan pendampingan.

Berjumlah 6 andikpas, dapat disampaikan 3 diantaranya sudah mendapat sekolah untuk melanjutkan pendidikan. 3 orang lagi, kami masih menunggu konfirmasi dari cabang dinas", demikian penjelasan, Andi Tenri Rawe Baso.

Menurut informasi dihimpun, bersumber dari keterangan orang tua, Adikpas, menurutnya, belum semua Adikpas memperoleh jaminan Pendidikan formal, sampai saat ini.

"Ada sekolah siap menerima Adikpas, akan tetapi saya diminta untuk membayar dengan besaran jutaan rupiah. sebab sekolah tersebut berstatus swasta. Jadi saya belum menempuh jalur tersebut karena kurang biaya", katanya

Kadis pendidikan, Dr.setiawan Aswad, M.Dev. Plg dimintai tanggapan sayangnya Kadisdik enggan memberi tanggapan, (22/9/2022).

Kendati demikian dapat diketahui lebih lanjut ungkapan seorang mengerti UUD tentang perlindungan dan hak anak menerangkan pemprov Sulsel wajib menuntaskan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak secara umum termasuk hak Adikpas.

"Soal hak pendidikan Adikpas dapat dilihat dalam aturan undang-undang no 23 tahun 2002 Pasal 1 ayat 15 dan Pasal 9 ayat 1", kuncinya

Laporan : Supriadi Buraerah

Sabtu, 10 September 2022

Mentan SYL Bahas Kekuatan Nalar dan Gengsi Kultural Wujudkan Unhas di KTI Jadi Pilar Menuju Indonesia Maju Modern Ditengah Krisis


Makassar, Sigapenews.com ,-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta perguruan tinggi untuk ikut merespons persoalan pangan yang menjadi krisis dalam beberapa waktu terakhir.

Mentan SYL mengatakan, perguruan tinggi mesti menciptakan ekosistem bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi, ikut mendorong percepatan hilirisasi pertanian.

Hal itu diungkapkan saat melakukan orasi ilmiah di acara Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) ke-66 dengan judul Menjaga Kekuatan Nalar dan Gengsi Kultural, Mewujudkan Unhas di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Menjadi Pilar Menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Modern di Tengah Krisis Global yang dilangsungkan mulai pukul 09.00 Wita di Gedung Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar, dan terhubung secara daring melalui zoom meeting dan youtobe Unhas, Sabtu (10/09)..

Dalam kesempatan itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa nalar merupakan basis kekuatan sebuah perguruan tinggi termasuk Universitas hasanuddin.

"Perguruan tinggi seperti Unhas diisi oleh insan akademik yang berkualifikasi tinggi.

"Kekuatan nalar bermakna sebagai kekuatan untuk melihat suatu realitas dalam basis kebenaran ilmiah.

"Kebenaran ini menurut SYL adalah kaidah koherensi, korespondensi dan pragmatis,. katanya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa, "Salah satu tanggungjawab perguruan tinggi adalah membangun dan menghasilkan benih nalar yang paripurna.

"Nalar yang paripurna hadir dari hati yang bersih dan memiliki idealisme kuat dan mendasar.

"Perguruan tinggi harus menjadi pengemudi yang menumbuhkan visi dan misi sosial sebagai landasan kehidupan masyarakat.

Selain kemampuan nalar, SYL juga menekankan pada penguatan kebudayaan.

Ia menjelaskan, masyarakat Sulsel yang merupakan lingkungan terdekat Unhas memiliki sistem nilai dan norma atau karakter budaya yang menjadikannya disegani oleh suku bangsa lain di Indonesia, bahkan dunia.

Pada tantangan yang semakin berat, SYL menyakini Unhas mampu tampil membangkitkan kekuatan nalar dan gengsi kultural sebagai landasan menuju Indonesia maju, mandiri dan modern guna menjawab tantangan global.

"Unhas sebagai perguruan tinggi pada kawasan timur Indonesia telah menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang terbukti mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas dengan bingkai akademi intelektual mumpuni.

"Unhas juga telah berkiprah melahirkan sosok yang mempunyai kemampuan berkiprah memajukan ekonomi dan menata politik kebangsaan," jelas SYL.

Menurutnya, banyak SDM pada kawasan timur Indonesia yang mampu mengisi posisi strategi nasional.

"Hal ini terlihat dari memimpinnya di lembaga tinggi negara, bahkan menteri hingga presiden dan wakil presiden.

"Dengan berbagai potensi akademik, inovasi dan infrastruktur yang dimiliki, Unhas sebagai pendidikan tinggi terkemuka mampu mewarnai KTI menjadi salah satu penopang utama pembangunan nasional wilayah timur, sebut SYL.

Mentan SYL menegaskan bahwa, "Dalam menghadapi krisis global yang berdampak langsung pada pangan, telah melakukan sejumlah mitigasi dan beberapa bentuk upaya guna mengurangi bahkan menghapus kemungkinan kerugian yang akan terjadi akibat krisis.

"Salah satunya terus mendorong tumbuhnya peningkatan kemampuan adaptasi staf Kementan dan masyarakat luas, terutama petani, agar adaptif dengan perubahan lingkungan yang ada.

"Untuk itu pendekatan yang saya gunakan adalah melalui penguatan jejaring kerja (network,- red) dan kolaborasi.

"Penguatan jejaring kerja (network) dengan pemangku kepentingan, melibatkan semua komponen antara lain pemerintah daerah, swasta, BUMN, UMKM, pelaku usaha pangan dan pertanian lainnya bahkan lembaga pembiayaan dan lembaga pendidikan untuk penguatan ekosistem pangan dan pertanian," katanya.

"Oleh karena itu, penting kita dorong perguruan tinggi untuk membentuk Badan Usaha Pertanian Kampus.

"Badan usaha ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok komoditi pangan sekaligus instrumen penguatan ekosistem pangan dan pertanian.

"Program KUR akan menjadi pilihan bagi badan-badan ini untuk permodalannya," tuturnya.

Mentan SYL menuturkan ke depan tantangan pembangunan pertanian makin besar, sebab sudah terjadi di berbagai negara, yakni terjadi kenaikan harga energi, pupuk, gangguan iklim global dan kebijakan pembatasan ekspor negara eksportir makin meningkatkan risiko tersebut.

"Hal itu untuk mengantisipasi agar ancaman krisis pangan tidak terjadi di Indonesia, tandasnya.

Ditempat terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa dalam kondisi apapun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak boleh berhenti, katanya.

"Oleh sebab itu, petani dan penyuluh selalu turun ke lapangan untuk memastikan produksi pertanian bisa tetap berjalan.

"Penyedia sentral pangan telah melakukan restriksi, beberapa negara mengalami inflasi dan harga beberapa komoditas pangan yang melejit.

"Tidak itu saja, tingkat inflasi luar biasa. Kondisi saat ini menuntut kerja yang luar biasa," ujar Dedi.

"Kita harapkan dapat saling bersinergi dengan konsep pentahelix atau multipihak, termasuk perguruan tinggi, badan atau pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta masyarakat, dalam menciptakan lumbung pangan baru dan mencapai ketahanan pangan nasional, Pungkas Dedi.

Penta helix merupakan perluasan dari strategi triple helix dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga-lembaga non profit dalam rangka mewujudkan inovasi.

Melalui kolaborasi sinergis tersebut diharapkan terwujud suatu inovasi yang didukung oleh berbagai sumberdaya yang berinteraksi secara sinergis.

(Tim humas bbpp-bk/ Ilham. AL)

Minggu, 10 Juli 2022

Wakil Bupati Monitoring di SMP Negeri 3 Watan Soppeng





SIGAPNEWS.COM, SOPPENG - Dalam rangka Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PMLS) tahun ajaran 2022-2023 Wakil Bupati Soppeng Ir.Lutfi Halide,MP melakukan monitoring di SMP Negeri 3 Watan Soppeng,Senin 11 Juli 2022 (pagi).

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Ir. Lutfi Halide menyemangati para siswa baru untuk terus menuntut ilmu sampai ketingkat yang lebih tinggi sehingga cita cita Siswa Siswi dan harapan kedua orang tua dapat tercapai.


“Kita bersyukur karena apapun yang kalian-kalian ini bisa diterima di SMP Negeri 3. Jadi SMP Negeri 3 Soppeng ini tidak main-main. Lulusan-lusan orang hebat salah satunya berasal dari SMP Negeri 3 . Jadi adek-adek yang sekarang diterima di sini insyaallah bisa menjadi calon orang-orang hebat, calon orang sukses di masa yang akan datang,” kata Wakil Bupati Lutfi Halide.


Wakil bupati tak lupa juga mengingatkan kepada Siswa siswi disaat cuaca sekarang yang tidak menentu dan masih pandemi saya berharap anak anakku sekalian tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan.

red

Minggu, 03 April 2022

Kadis Pendidikan Soppeng Hadiri Raker KKPS


Soppeng, Sigapnews.com,-Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) jenjang Sekolah Dasar Kabupaten Soppeng menggelar Rapat Kerja yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Alam Permandian Citta Kecamatan Citta Selasa, 29 Maret 2022.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng dan seluruh Pengawas SD se Kabupaten Soppeng.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng Andi Sumangerukka S, SE.,S.Sos.,M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa, pengawas tangguh itu ada beberapa hal yang harus dipenuhi di antaranya, memahami regulasi, selalu meng-update ilmu, bekerja sesuai tupoksi, menyusun program kerja, membuat laporan, dan menyampaikan semua program Disdikbud ke sekolah-sekolah.

"Kami sangat mengapresiasi, mendukung dan menginginkan kegiatan seperti ini, kekompakan dan kerjasama bapak ibu yang maksimal kami apresiasi. Kami juga menunggu inovasi-inovasi baru dari pengawas sekolah.

"Karena kita ketahui bersama Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memaksa kita semua pihak untuk terus mengadakan inovasi-inovasi dalam bidangnya, terlebih-lebih pada pengelola dan penanggung jawab pendidikan dalam hal ini termasuk Pengawas Satuan Pendidikan.

Lanjut beliau mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Soppeng, Pengawas diberi tugas, tanggung jawab dan berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan dan sekaligus berfungsi sebagai mitra guru dan kepala sekolah dalam rangka pembinaan sekolah dengan melakukan monitoring dan evaluasi serta menerima keluhan keluhan dari mitra tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Andi Sumangerukka berharap Kegiatan supervisi manajerial meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan manajemen sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas satuan pendidikan dengan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya, serta kegiatan ini dilaksanakan di sekolah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten.

Sementara itu, Koordinator Pengawas (Korwas) jenjang SD Kab. Soppeng Hasanuddin, S.Pd.,M.Pd disela kegiatan berlangsung mengatakan bahwa kegiatan rapat kerja KKPS yang secara rutin dilaksanakan ini bertujuan untuk membahas beberapa program program berikutnya, manajerial terhadap layanan di wilayah binaan sekolah masing-masing, saling berbagi informasi terkini yang berkaitan dengan kinerja pengawas, meningkatkan hubungan kerjasama, dan sebagai ajang silaturahmi antar pengawas.


Pada kesempatan Rapat kerja kali ini, kami juga menyajikan salah satu informasi kepada teman teman pengawas mengenai penyamaan presepsi dalam hal Akreditasi Sekolah dalam hal ini dipandu sebagai narasumber Idham, S.Pd.,M.Si selaku dan salah satu team Assesor Badan Akreditasi Nasional.

(Edil Rauf)

Rabu, 09 Maret 2022

DPP3APPKB Gelar Sosialisasi Pengarusutamaan Gender Pastikan Hak-HaK Terpenuhi


Soppeng, Sigapnews.com,-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Soppeng menggelar
Sosialisasi kebijakan pelaksanaan PUG termasuk PPRG yang dilangsungkan di ruang pertemuan DP3APPKB kab soppeng, Rabu 10 Maret 2022.

Kadis PP3APPKB Hj. A. husniati, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini yakni agar anggaran yang responsif gender dimasukkan dalam RKA  dalam rangka untuk meningkatkan dan mewujudkan kesetaraan dan keadailan gender  dalam pembangunan daerah, ujarnya.

"Pengarusutamaan gender, kata Dia, merupakan isu lintas sektoral, artinya tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya diemban oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dak KB  akan tetapi juga oleh pemerintah, baik pusat terlebih daerah, katanya.

"Dalam pengarustamaan gender, lanjut Dia, " kita memastikan bahwa setiap orang haknya terpenuhi, baik itu laki – laki, perempuan, anak dan penyandang distabilitas serta kelompok rentan lainnya, dengan mengintegrasikannya kedalam perencanaan program pembangunan, tandas Andi Husniati.

Dia berharap jadikan pengarustamaan gender sebagai kepentingan daerah dengan memenuhi 7 ( tujuh ) prasyarat awal pelaksanaan Pengarustamaan Gender, jelasnya.

Sementara itu, Ir. SUCIATI SAPTA MARGANI, M. Si perencana ahli madya dalam materinya menyampaikan bahwa Instruksi Presiden No. 9 tahun 2000 telah berjalan lebih kurang 15 (lima belas) tahun dan berbagai payung hukum telah diterbitkan dalam rangka mendorong keberhasilan Pengarusutamaan Gender (PUG) baik di tingkat pusat maupun daerah, namun dalam hal pelaksanaan maupun hasilnya belumlah maksimal, sehingga masih ada kesenjangan gender di berbagai sektor pembangunan, papar Dia.

Dikatakannya, "Salah satu faktor belum berhasilnya pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak disebabkan keterbatasan pengertian dan pemahaman para pemangku kepentingan, OPD dan masyarakat tentang konsep gender dan aplikasinya.

"Oleh karena itu diperlukan dukungan dan political will dari pemangku kepentingan, pengetahuan dasar serta analisis gender untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada, hal ini tentang Perda Kabupaten Soppeng Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah dan bersinergi dengan salah satu program prioritas pemerintah yaitu Program Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, pungkasnya.

(Red/Edil Rauf).

Rabu, 16 Februari 2022

Pimpinan Lembaga Pendidikan Nabigh Respon Literasi Pendidikan Melalui Perpustakaan Ceria



Soppeng, Sigapnews.com,-Pagelaran Perpustakaan Ceria yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng dengan mengangkat tema "Cerdas dan Ceria bersama Perpustakaan".

Kegiatan tersebut sudah berlangsung mulai hari ini selama 7 hari kedepan dari tanggal 16 hingga 22 Februari 2022 yang dibuka oleh Kepala Dinas Perpusdarsip kabupaten Soppeng.

Kepala Dinas Perpusdarsip Soppeng Hamzah Hola, S.Sos.,M.Si sebelum menyampaikan sambutannya ia terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bidang Perpustakaan yang telah merancang kegiatan perpustakaan ceria yang melibatkan perserta didik PAUD dan SD beserta orang tua dalam rangka menumbuhkan dan memasyarakatkan budaya baca.

Kepala Perpustakaan Soppeng Hamzah Hola saat memberikan sambutan (Ist).

Ia berharap, semoga dengan kegiatan ini bisa berlanjut dan menjadi kegiatan rutin yang terus berupaya untuk menumbuhkan minat baca anak serta menggali potensi anak, terang Hamzah Hola dalam sambutannya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Perpustakaan Dr. Drs. Nur Alim, M.Pd mengatakan, dengan pagelaran perpustakaan ceria ini kami dari pihak instansi berusaha keras untuk lebih kreatif dan lebih memotivasi masyarakat maupun peserta didik untuk bagaimana membangkitkan minatnya dalam menekuni dan membudayakan literasi serta memanfaatkan sarana yang sudah disiapkan oleh pemerintah.


Dr. Nur Alim, mengatakan kegiatan yang dilakukan selama 7 hari kedepan ini, peserta yang sudah ikut andil dituntun dan dilatih untuk dapat tampil di depan umum dengan bercerita tentang apa yang sudah mereka baca untuk berbagi cerita dengan teman-temannya.

"Bagi anak yang yang berani untuk tampil menceritakan kembali apa yang sudah dibaca di buku yang disiapkan oleh panitia kami, maka akan diberikan bingkisan sebagai wujud penghargaan kepada mereka, itu salah satu aksi dari kegiatan yang kami laksanakan, tandasnya.


Diakhir sambutannya, Dr. Nur Alim berharap bahwa dari kegiatan ini diharapkan agar anak-anak lebih aktif dan gemar membaca buku, apalagi melihat pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya tayangan-tayangan yang kurang mendidik di media sosial yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, dan Alhamdulillah kegiatan ini sangat disambut baik oleh anak-anak.

Sementara salah satu pimpinan Lembaga Pendidikan Nabigh Kabupaten Soppeng, Andi Hermiyati, S.Pd., M.Si mengatakan, kami sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Soppeng dimana anak-anak bisa mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga hari ini.

Pengalaman berharga tersebut dapat dirasakan mulai dari latihan bersabar menunggu giliran masuk ruang, berbagi buku dengan teman, serta melatih percaya diri untuk tampil berdoa dan membaca buku cerita dengan bahasa mereka.


Disamping itu, anak anak juga difasilitasi media gambar untuk diwarnai yang membuat suasana di perpustakaan betul-betul ceria sesuai nama kegiatan yang diusung oleh Perpusda Soppeng.

"Insya Allah setelah ini ayah bunda akan mengajak anakda tercinta untuk selalu berkunjung ke perpustakaan daerah, karena selain buku cerita ternyata juga ada buku elektronik yang bisa diakses disini, Seru,..pungkas Andi Hermiyati.

(Red/AJS).

Sabtu, 27 November 2021

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Menggelar Sosialisasi Desa Wisata, Al Rahman: Mari Kita Kembangkan Potensi Desa Wisata


Mubar (Sultra), Sigapnews.com- Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar sosialisasi Desa wisata bertempat di Hotel Dina, Desa Wapae Jaya. Sabtu (27/11/2021).

Sosialisasi dengan tema "Membangun Desa, Memakmurkan Rakyat" tersebut dibuka langsung oleh Bupati Mubar, Achmad Lamani dan didampingi langsung oleh Sekda, LM. Husein Tali, dan Plt. Kadisparbud, Al Rahman.

Bupati Achmad Lamani mengatakan, Desa-desa di Mubar hampir semuanya punya potensi untuk dijadikan Desa wisata  dan tidak kalah dengan daerah-daerah lain.

"Daerah kita punya potensi, tinggal butuh kesadaran dan kearifan dari kita semua dan dukungan dari Pemerintah, dan saya sudah katakan tadi, saya akan dukung sepenuhnya karena saya sadar bahwa dengan pariwisata ini maka akan terbuka semua potensi, makanya saya berharap sosialisasi ini betul-betul akan menciptakan Desa wisata nantinya," kata Mantan Sekda Mubar tersebut.

Sementara itu, Plt. Kadisparbud Mubar Al Rahman menyebutkan pihak- pihak yang terlibat dalam sosialisasi tersebut adalah  desa-desa yang punya potensi besar dalam membangun daerah pariwisata.

"Yang terlibat dalam sosialisasi ini tentunya camat dari 11 kecamatan yang ada di Mubar dan kurang lebih 26 desa yang memiliki potensi-potensi dalam pariwisata. Kami juga menghadirkan praktisi kepariwisataan langsung dari pusat. Dan insya Allah sosialisasi akan berlangsung selama dua hari mulai hari ini (27/7) sampai besok (28/11)," terangnya.

Al Rahman juga menambahkan, dengan sosialisasi ini, pihaknya berharap agar terbentuknya gagasan dan harapan dari para Kepala-kepala Desa yang dimaksud agar benar-benar membangun wisata di daerahnya.

"Semoga Desa wisata ini bisa terbentuk dan dibangun, karena arah program Pemerintah saat ini adalah pariwisata desa, itu juga adalah program unggulan dan prioritas kita saat ini," harap Al Rahman.

"Saya juga berharap pada desa-desa yang memiliki potensi wisata ini, dengan dana desa mereka bisa memprogramkan itu, kami (Disparbud) hanya menunjukkan arah, mendampingi, memfasilitasi , kemudian bagaimana mencari peluang-peluang entah dari bantuan pemerintah pusat, maupun perusahaan-perusahaan BUMN melalui dana CSR nya", pungkasnya.

Reporter: Don
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved