-->

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Minggu, 12 Juli 2026

Wastra Soppeng Bersinar di Panggung Nasional, Bupati Suwardi Apresiasi Karya Perajin Daerah


Makassar, Sigapnews.com,– Kebanggaan kembali dirasakan Kabupaten Soppeng. Wastra khas daerah bermotif "Lagosi Caddi Kalong" tampil memikat pada penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Momen istimewa itu berlangsung saat selendang wastra karya perajin Soppeng dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, pada acara penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan HUT Dekranas dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dekranas menjadi wadah penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan Indonesia sekaligus mendorong produk-produk daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, dan craft Otti Dituta. Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya Hj. Nurlela, didesain oleh Mijel Soppeng, dan diperagakan oleh Riska Nasrika.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, tampilnya wastra khas Soppeng pada ajang nasional menjadi bukti bahwa hasil karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu menarik perhatian dan layak bersaing di tingkat yang lebih luas.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Ia berharap momentum HUT Dekranas menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk terus berinovasi, sehingga kekayaan budaya dan kerajinan khas Soppeng semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

(Yund)

Sabtu, 27 Juni 2026

Ketika Politik Bertemu Realitas


William dan Marisa duduk di sebuah kafe sambil membaca kembali beberapa momen menarik dalam sejarah Pilpres Amerika Serikat 2020. Mereka bukan sedang memperdebatkan siapa yang benar atau salah, melainkan melihat bagaimana perjalanan politik terkadang menghadirkan kejadian yang tidak pernah direncanakan.

William:

"Marisa, salah satu hal menarik dari sejarah adalah bahwa kenyataan sering memiliki cara sendiri untuk menciptakan cerita yang tidak terduga."

Marisa:

"Maksudmu kejadian konferensi pers di Four Seasons Total Landscaping?"

William:

"Iya. Saat sebuah acara politik besar direncanakan, banyak orang membayangkan tempat yang sesuai dengan nama besar seperti 'Four Seasons'—sebuah tempat elegan dengan suasana formal."

Marisa:

"Tetapi yang terjadi justru berbeda. Lokasinya adalah sebuah usaha lansekap. Bukan tempat yang buruk, hanya sebuah tempat biasa yang tiba-tiba menjadi panggung untuk salah satu momen politik yang paling banyak dibicarakan."

William:

"Di situlah letak sisi satirenya. Bukan tentang tempatnya, melainkan tentang kontras antara harapan dan kenyataan. Dunia politik sering dibangun dengan simbol besar, tetapi terkadang sebuah detail kecil justru menjadi bagian yang paling diingat sejarah."

Marisa:

"Seolah mengingatkan bahwa manusia bisa menyusun rencana dengan sangat hati-hati, tetapi selalu ada kemungkinan munculnya kejutan yang tidak masuk dalam perhitungan."

William:

"Benar. Kadang sebuah pidato tidak hanya dikenang karena kata-katanya, tetapi juga karena suasana dan keadaan yang mengelilinginya."

Marisa:

"Ada juga momen lain seperti seekor lalat yang muncul saat debat wakil presiden. Seekor serangga kecil yang tidak memiliki maksud apa pun, tetapi akhirnya menjadi bagian dari budaya meme karena situasinya dianggap simbolis oleh banyak orang."

William:

"Itulah daya tarik satire. Ia tidak perlu merendahkan seseorang. Satire hanya menunjukkan bahwa manusia, termasuk mereka yang berada di panggung besar, tetap bisa mengalami kejadian sederhana yang tidak dapat mereka kendalikan."

Marisa:

"Jadi sejarah politik bukan hanya tentang keputusan besar dan peristiwa penting."

William:

"Ya. Kadang sejarah juga tentang momen kecil yang menunjukkan sisi manusiawi di balik jabatan, citra, dan kekuasaan."

Mereka tersenyum. Bagi William dan Marisa, politik bukan hanya kumpulan perdebatan serius, tetapi juga rangkaian kisah manusia yang terkadang penuh ironi—mengingatkan bahwa di balik panggung besar, selalu ada realitas sederhana yang ikut menulis sejarah.

(HSW/27/6/2026) 

Jumat, 26 Juni 2026

Kolaborasi Indonesia–Australia Kembangkan Agrivoltaics guna Perkuat Energi dan Ekonomi Desa


Bandung, Sigapnews.com, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset dari Indonesia serta Australia memperkuat kolaborasi pengembangan agrivoltaics sebagai solusi transisi energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan serta pulau-pulau terpencil di Indonesia Timur.

Kolaborasi tersebut ditandai melalui kegiatan Kick-off Meeting dan Simposium Bilateral "Agrivoltaics and Energy Challenge in Rural and Remote Islands in Eastern Indonesia" yang digelar di Gedung Rekayasa Molekuler dan Material Fungsional (Labtek XV) ITB, Bandung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama KONEKSI LPDP Indonesia–Australia.

Ketua tim sekaligus peneliti utama program, Dr. Acep Purqon, dosen Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks FMIPA ITB, mengatakan transisi energi membuka peluang besar bagi pengembangan riset multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.

"Transisi energi menghadirkan begitu banyak peluang bagi riset, teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi ruang kolaborasi multidisiplin yang mempertemukan bidang pertanian, kehutanan, teknik, bisnis, hingga manajemen untuk bersama-sama menjawab tantangan krisis energi melalui konsep bridging transisi energi," ujar Acep.

Program ini melibatkan peneliti dari Murdoch University dan Griffith University, Australia, serta sejumlah institusi di Indonesia, yakni ITB, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, Universitas Cenderawasih, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Politeknik Negeri Fakfak, IAIN Sorong, dan Purnomo Yusgiantoro Center.

Simposium juga menghadirkan akademisi dari kedua negara yang membahas berbagai aspek pengembangan agrivoltaics, mulai dari teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi implementasi di wilayah terpencil.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menyampaikan bahwa ITB terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan krisis energi nasional.

"ITB mendorong berbagai pendekatan untuk menghasilkan solusi krisis energi, termasuk pengembangan agrivoltaics agar diperoleh formulasi yang optimal sesuai karakteristik wilayah-wilayah unik di Indonesia," katanya.

Selain itu, Deputi Investasi dan Pendanaan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), M. Irfan Saleh, memaparkan peluang investasi sekaligus tantangan penerapan agrivoltaics di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur, termasuk pentingnya dukungan regulasi untuk membuka ruang kegiatan ekonomi baru berbasis energi terbarukan.

Menurut Acep, keberhasilan implementasi agrivoltaics tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga sinergi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

"Kerja sama pentahelix menjadi kunci keberhasilan transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Program ini juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transisi energi. Pendekatan yang dikembangkan mengintegrasikan inovasi ilmiah dengan pengetahuan lokal serta mendorong partisipasi perempuan, generasi muda, dan kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam sektor pertanian, perikanan, dan energi terbarukan.

Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia–Australia, Parana Ari Santi, menyambut baik pelaksanaan kolaborasi tersebut. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang kuat antara peneliti Indonesia dan Australia menjadi faktor penting dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini ditutup oleh Erlin Puspaputri yang mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pengembangan agrivoltaics dinilai sejalan dengan arah kebijakan energi nasional. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sekitar 69,5 gigawatt (GW), dengan sekitar 61 persen atau lebih dari 42 GW berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Porsi EBT dalam bauran kelistrikan nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 15–16 persen pada 2025 menjadi sekitar 21 persen pada 2030, dan mencapai sekitar 34 persen pada 2034. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dalam konteks tersebut, agrivoltaics dipandang sebagai model pembangunan yang mengintegrasikan produksi energi surya dengan aktivitas pertanian sehingga desa tidak lagi hanya menjadi lokasi terdampak pembangunan energi, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis dalam penyediaan energi bersih sekaligus penggerak ekonomi lokal.

(Red) 

Rabu, 24 Juni 2026

Dr Nurmal Idrus: Diskresi DPP Golkar Perkuat Posisi IAS Jelang Musda Sulsel


Makassar, Sigapnews.com,– Terbitnya surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dinilai menjadi perkembangan penting dalam dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Pengamat politik dan Direktur Nurani Strategic Consulting, Nurmal Idrus, menilai diskresi yang diberikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memiliki makna politik yang jauh lebih besar dibanding sekadar penyelesaian persoalan administratif.

Menurut Nurmal, keputusan tersebut mengirimkan pesan yang jelas kepada seluruh pemilik suara mengenai arah kebijakan dan preferensi elite partai di tingkat pusat.

“Diskresi ini bukan hanya menyelesaikan persoalan administratif yang sebelumnya menjadi perdebatan. Ini juga merupakan sinyal politik yang kuat dari DPP kepada seluruh pemilik suara menjelang Musda,” kata Nurmal, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam tradisi politik partai, keputusan yang datang langsung dari pimpinan pusat umumnya memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan dukungan di tingkat daerah.

Sebelum keluarnya diskresi, IAS disebut menghadapi tantangan terkait pemenuhan persyaratan pencalonan. Namun setelah kebijakan khusus dari DPP diterbitkan, hambatan tersebut dinilai telah terselesaikan secara organisatoris maupun politis.

“Kalau dianalogikan, IAS sudah melewati pintu utama. Tahapan yang paling menentukan telah dilalui. Setelah ini, yang dibutuhkan adalah konsolidasi dukungan dan komunikasi politik dengan para pemilik suara,” ujarnya.

Mantan Ketua KPU Makassar itu menilai langkah DPP tidak lahir secara tiba-tiba. Menurutnya, terdapat pertimbangan strategis terhadap kapasitas dan pengalaman IAS yang telah lama berkiprah di Partai Golkar serta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang dikenal di Sulawesi Selatan.

Karena itu, ia meyakini terbitnya diskresi akan dibaca sebagai bentuk kepercayaan politik dari pimpinan pusat kepada IAS untuk ikut dalam kontestasi Musda.

“Dalam politik, sinyal dari elite sering kali lebih kuat dibandingkan pernyataan formal. Ketika Ketua Umum memberikan diskresi, maka pesan yang muncul adalah bahwa figur tersebut mendapatkan ruang dan legitimasi untuk maju,” jelasnya.

Nurmal menambahkan, para pemegang hak suara tentu akan mempertimbangkan keputusan tersebut dalam menentukan pilihan politik mereka.

“Bagi para voters, ini adalah sinyal yang sangat jelas. Saya melihatnya sebagai pesan politik langsung dari Ketua Umum kepada seluruh pemilik suara bahwa IAS mendapatkan restu untuk bertarung. Tentu kondisi ini membuat posisi politik IAS semakin kuat,” katanya.

Meski demikian, Nurmal menegaskan bahwa Musda tetap merupakan forum demokrasi internal yang memberikan hak kepada seluruh pemilik suara untuk menentukan pilihan secara independen.

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam praktik politik partai, dukungan dan arah kebijakan dari DPP sering kali menjadi faktor yang berpengaruh dalam pembentukan peta dukungan di daerah.

“Musda tetap demokratis. Tetapi kita juga harus melihat realitas politik bahwa keputusan strategis dari DPP biasanya memiliki dampak yang besar terhadap konfigurasi dukungan di tingkat daerah,” ujarnya.

Ia memprediksi dinamika menuju Musda Golkar Sulsel akan semakin menarik dalam beberapa pekan ke depan. Konsolidasi politik antar-kelompok diperkirakan akan semakin intens seiring menguatnya posisi IAS pasca keluarnya diskresi.

“Yang jelas, diskresi ini telah mengubah peta kontestasi. IAS kini berada pada posisi yang lebih kompetitif dan memiliki modal politik yang kuat untuk melangkah menuju kursi Ketua Golkar Sulawesi Selatan, pungkasnya.

(Yund)

Diskresi DPP ke IAS adalah Sinyal 'Perintah' untuk Voters


Makassar, Sigapnews.com,– Tokoh senior Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengantongi surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Surat yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, itu diserahkan langsung kepada IAS di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Terbitnya surat diskresi tersebut langsung memunculkan spekulasi kuat terkait arah kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang akan datang. Sejumlah kalangan menilai keputusan DPP itu menjadi penanda kuat dukungan pusat terhadap mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut.

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. H. Nurmal Idrus, SE., MM., menilai diskresi yang diberikan DPP merupakan tahapan paling menentukan dalam proses pencalonan IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

"Diskresi itu ibarat jalan tol bagi IAS menuju kursi Ketua Golkar Sulsel. Bahkan bisa disebut sebagai tahapan paling krusial yang berhasil ia lewati. Sebab secara administratif dan organisatoris, IAS sebelumnya berada pada posisi yang memerlukan pengecualian atau izin khusus dari DPP untuk dapat maju sebagai calon ketua," ujar Nurmal.

Menurut mantan Ketua KPU Makassar itu, keputusan DPP bukan sekadar menyelesaikan persoalan syarat pencalonan, tetapi juga mengandung pesan politik yang kuat kepada seluruh pemilik suara atau voters dalam Musda.

"Diskresi itu bukan hanya dokumen administratif. Dalam tradisi politik partai, terutama partai yang memiliki struktur komando kuat seperti Golkar, diskresi dari Ketua Umum adalah sinyal politik yang sangat jelas. Bahkan dapat dimaknai sebagai pesan langsung kepada para voters bahwa pilihan Jakarta berada pada IAS," jelasnya.

Nurmal menilai, dengan keluarnya diskresi tersebut, peta persaingan menuju Musda Golkar Sulsel berpotensi berubah signifikan. Para pemilik suara diperkirakan akan menjadikan sikap DPP sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pilihan mereka.

"Ketika Ketua Umum telah memberikan ruang dan legitimasi politik kepada seorang figur, maka itu akan dibaca oleh para pemilik suara sebagai arah kebijakan organisasi. Karena itu, saya melihat peluang IAS kini semakin terbuka dan semakin kuat dibanding sebelumnya," katanya.

Ia menambahkan, dinamika politik menjelang Musda tentu masih memungkinkan terjadinya komunikasi dan konsolidasi antarkandidat. Namun, dari perspektif politik organisasi, keluarnya diskresi merupakan momentum penting yang sulit diabaikan.

"Musda tetap forum demokratis dan keputusan akhir berada di tangan voters. Tetapi secara politik, diskresi ini telah mengirimkan pesan yang sangat kuat bahwa IAS mendapatkan kepercayaan dari tingkat pusat. Karena itu, ruang manuver politik para pemilik suara kini akan semakin dipengaruhi oleh sinyal yang telah diberikan DPP," pungkas Nurmal.

(Yund) 

Senin, 15 Juni 2026

Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Emas, Pemda Diminta Libatkan UMKM dan Komunitas Lokal


Jakarta, Sigapnews.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026 yang meminta seluruh pemerintah daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut diumumkan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta Penandatanganan Surat Edaran Bersama dan Penyerahan Sampul Peringatan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Melalui surat edaran tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta menyiapkan lokasi-lokasi strategis dan ruang publik sebagai tempat penyelenggaraan nobar agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama.

Mendagri menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 perlu dimanfaatkan sebagai momentum nasional untuk menghadirkan hiburan yang sehat dan positif bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan nobar diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Tito mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui partisipasi UMKM dan berbagai elemen masyarakat," demikian semangat yang disampaikan Mendagri dalam arahannya.

Pemerintah daerah juga diminta aktif melakukan sosialisasi agar kegiatan nobar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat serta berlangsung tertib, aman, dan memberi manfaat sosial maupun ekonomi.

Gagasan penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 sebelumnya telah disampaikan Tito Karnavian saat menerima kunjungan Direktur Utama TVRI, Tb. Fiki Chikara Satari, di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Tito menilai euforia Piala Dunia dapat menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui aktivitas masyarakat yang terpusat di ruang-ruang publik.

Menurut Tito, antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu perlu difasilitasi secara baik oleh pemerintah daerah sehingga tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Atas dasar itu, Kemendagri kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

(Yund)

Sabtu, 13 Juni 2026

Hadiri Rapimnas LMP 2026, Sahar Bawa Misi Ketahanan Pangan dan Kemajuan Daerah


Jakarta, Sigapnews.com, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Laskar Merah Putih yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Rapimnas tahun ini mengusung tema “Laskar Merah Putih Bersama Pemerintah Rawat NKRI Membangun Negeri”, yang mencerminkan semangat organisasi untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, serta kader Laskar Merah Putih dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan kuatnya soliditas organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tokoh yang hadir dalam Rapimnas adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, upaya menjaga NKRI tidak hanya dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga dengan mendukung program-program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu program prioritas pemerintah saat ini adalah swasembada pangan.

Amran menilai ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader Laskar Merah Putih untuk turut mengawal program swasembada pangan hingga ke tingkat daerah.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, dan organisasi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Macab LMP Soppeng, Sahar. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Menteri Pertanian dan menggerakkan seluruh potensi organisasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurut Sahar, swasembada pangan merupakan agenda strategis yang harus mendapat dukungan seluruh elemen bangsa. Ia menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang besar sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan target tersebut.

“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani harus didukung bersama,” kata Sahar.

Ia menegaskan bahwa LMP Soppeng siap mengawal program swasembada pangan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan negara melalui sektor pangan.

Selain itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Kader-kader LMP juga akan didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Sahar menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, LMP akan terus hadir membantu menyosialisasikan berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga berharap Rapimnas 2026 semakin memperkuat soliditas organisasi dari tingkat pusat hingga daerah sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

“Rapimnas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami berharap seluruh kader LMP semakin solid dan terus berkontribusi dalam menjaga NKRI serta mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Rapimnas Laskar Merah Putih 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, berbagai program strategis, termasuk swasembada pangan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Yund)

Jumat, 05 Juni 2026

Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

 

Oleh Dr. Mismubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG

Misi utama katauhidan islam yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah misi kemanusiaan yang luhur yaitu budi pekerti, moral dan akhlakul karimah. Dengan prinsip kitab suci, maka lahirlah konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Qs. Al-Anbiyah 107). 

Melalui ayat ini, Tuhan menggambarkan kepribadian Muhammad untuk ditegaskan kepada setiap generasi bahwa Risalah kenabian adalah rahmat yang akan membawa kedamaian jasmani dan rohani. Bukan sebaliknya yang melahirkan amarah, perpecahan dan saling menghina. 

Ajaran mula setiap periode kenabian adalah keselamatan jasmani dan rohani. Manusia telah mengambil langkah penting untuk menduduki posisi khalifah untuk tidak berbuat kerusakan didarat dan dilaut. Yaitu kerusakan yang di akibatkan oleh ulah tangan manusia dan atau mulutnya yang kotor untuk menyakiti. 

Islam menghendaki selamat bukan sebatas menjalankan perintah wajib lalu menghindari interaksi lahirnya kewajiban. Contoh melaksanakan shalat bukan karena kewajiban, karena antara kewajiban sebagai manusia sudah ditakdirkan sejak awal penciptaan yaitu sebagai Khalifatu Fil Ardhi (Qs. Al-Baqarah 30). 

Menjaga amanah Allah untuk tidak berbuat kerusakan atas kelalaian yang berlebihan, syahwat dunia, khilaf diri dan saling menghina dan merendahkan (berbuat kerusakan didarat dan di laut, yaitu jasmani dan rohani).

Keterlibatan unsur jasmani pada unsur rohani yang saling mengikat adalah bagian terpenting untuk merawat kelestarian (penghijauan) yakni harmonisasi disetiap masa, generasi atau lintas zaman. Kelestarian adalah wajah penghijauan di muka bumi yang berarti tumbuh dirawat dan dijaga tanpa pamrih. Setiap masa kenabian adalah proses penghijauan untuk tumbuh dengan kebahagiaan, yaitu senyum dan tawa. 

Dalam perspektif agama dan tawa, islam menawarkan prinsip universal, lakum dinukum waliyadin. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Namun, prinsip ini dijalankan dengan syari’at dan ketentuan untuk tidak memecah belah generasi. Solusi yang ditawarkan adalah menikmati setiap keadaan tanpa amarah dan beban. Yaitu senyum dan tawa (wajah bahagia) atau keindahan. 

Wajah bahagia adalah karunia Tuhan. Insan kamil. Tidak banyak yang bisa menawarkan wadah untuk bahagia. Manusia adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan itu. Karena ada unsur jasmani dan rohani. 

Terciptanya Senyum dan tawa melalui respon cerdas dari keterlibatan jasmani dan rohani pada tubuh. Respon jasmani atau fisiologis melibatkan kontraksi otot diafragma dan otot-otot pernapasan. Perubahan wajah adalah manifestasi fisik. 

Sedangkan respon Rohani atau Psikis/mental dipicu oleh stimulus kognitif, seperti humor, kejutan atau rasa senang. Aspek rohani melibatkan interpretasi situasi yang melahirkan keadaan emosional positif seperti kegembiraan atau euforia. 

Stand Up Comedy adalah seni pertunjukan seorang komika yang berdiri diatas panggung untuk menciptakan tawa kepada penonton melalui humornya secara langsung maupun personal dan seringkali kritis. Sementara Tawa adalah hasil dari interaksi dinamis antara proses mental (unsur rohani) dan ekspresi fisik (Unsur jasmani).

Melalui stand up codemy terbuka ruang bagi siapapun untuk menikmati indahnya tawa melalui humor. Seorang stand up comedian menurut pengalaman penulis adalah bagian dari proses menumbuhkembangkan bakat, membuka diri dan menerima apa adanya. 

Jika ingin menjadi penampil terbaik yang menciptakan tawa dari penonton harus rela menceritakan siapa dirimu dengan asumsi negatif. Artinya tanpa keterlibatan yang maha kuasa untuk membuka aib, melalui stand up comedy, ada ruang untuk membuka itu selama berdamai dengan diri sendiri. 

Islam tidak pernah melarang tawa. Islam adalah ruang untuk mewujudkan kebahagiaan melalui ekspresi. Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan tawa dengan prinsip tertawa yang baik. Tidak merendahkan prinsip rukun dalam beragama. Komedi melalui kebiasaan. Tawa yang baik adalah yang terkendali, tidak mengandung kebohongan. Sehingga seorang komika yang tampil di ajang stand up comedian menyampaikan materi dengan penulisan yang rapi dan observasi yang akurat dengan sering open mic (ajang pentas panggung seorang komika untuk menguji materinya) Tujuannya melihat berapa titik tawa yang diciptakan dari materi atau joke (candaan) yang disampaikan.

Islam membolehkan tawa sebagai bagian dari kehidupan yang ceria, bahagia. 

Dengan sering tertawa maka terbiasa untuk bahagia dari kekurangan. Sehingga menurut pendapat dan keyakinan penulis, Melalui stand up comedy maka potensi untuk bersyukur dan bersabar lebih baik lagi. 

Dengan melihat dan belajar dari komik-komik yang menyampaikan materi melalui joke nya. Penulis sendiri mengakui, bahwa menjadi komika memang tidak mudah dan harus ditempuh bukan hanya sebagai makhluk sosial tapi juga sebagai makhluk spiritual. Ditempah dengan proses sabar menjalani dan tetap bersyukur dengan keadaan. 

Penulis adalah Lulusan S3 Ilmu Al-Quran & Tafsir

Senin, 25 Mei 2026

Soppeng Kembali Bikin Bangga! Pemkab Raih WTP 2025, Bupati Suwardi: Ini Hasil Kerja Bersama


Soppeng, Sigapnews.com, Soppeng kembali mencuri perhatian di tingkat Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Soppeng sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Tak tanggung-tanggung, Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah pertama di Sulsel yang menerima opini WTP tahun ini bersama Makassar.

Penyerahan opini bergengsi tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Senin (25/5/2026), dan diterima langsung oleh Suwardi Haseng bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Suwardi Haseng tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, opini WTP bukan sekadar penghargaan biasa, melainkan bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Soppeng berjalan dengan baik dan transparan.

“Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Disiplin, integritas, dan komitmen menjadi kunci utama,” ujar Suwardi.

Bupati Soppeng itu juga mengingatkan seluruh OPD agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga profesionalisme dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu, menjelaskan bahwa opini WTP diberikan melalui proses pemeriksaan ketat terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.

Menurutnya, ada empat indikator penting yang menjadi penilaian utama BPK, mulai dari kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap aturan, hingga kecukupan pengungkapan laporan keuangan.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini semakin memperkuat citra Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan terbaik di Sulawesi Selatan.

Kini masyarakat berharap capaian tersebut bisa sejalan dengan peningkatan pembangunan dan pelayanan publik yang semakin dirasakan langsung oleh warga.

(Yund)

Minggu, 24 Mei 2026

Heboh di Seoul! Tiga Mahasiswa S3 Unesa Wakili Indonesia di Forum Pendidikan Dunia ICETT 2026

Tiga Akademisi Muda Indonesia Tampil Percaya Diri di Panggung Global (ist). 

Korsel, Sigapnews.com, Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di dunia akademik internasional. Kali ini, tiga mahasiswa Program Doktor (S3) Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil tampil dalam forum pendidikan dunia bergengsi bertajuk 2026 12th International Conference on Education and Training Technologies (ICETT 2026) yang berlangsung pada 22–24 Mei 2026 di Skypark Kingstown Hotel Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Muldiyana, Muhammad Hanif, dan Asmaul Husnah. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar peserta konferensi biasa, tetapi menjadi simbol meningkatnya kualitas akademik dan riset pendidikan Indonesia di tingkat internasional.

Konferensi ICETT 2026 dikenal sebagai salah satu forum akademik global yang mempertemukan para peneliti, profesor, praktisi pendidikan, pengembang teknologi pembelajaran, hingga inovator digital dari berbagai negara. Tahun ini, konferensi mengangkat tema besar “Educate. Train. Innovate.” yang berfokus pada masa depan pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.

Di tengah persaingan akademik dunia yang semakin kompetitif, mahasiswa doktoral Unesa mampu berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai universitas ternama dunia. Mereka aktif berdiskusi, berbagi ide, serta mengikuti berbagai sesi ilmiah terkait perkembangan teknologi pendidikan modern.

Keikutsertaan mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan bahwa akademisi muda Indonesia mampu bersaing dalam forum internasional yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis pendidikan global menjadi topik utama pembahasan. Mulai dari transformasi digital pendidikan, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran, pengembangan media pembelajaran interaktif, hingga model pelatihan berbasis teknologi yang kini menjadi kebutuhan utama dunia pendidikan modern.

Banyak peserta konferensi mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka terkait inovasi pembelajaran digital, virtual learning environment, adaptive learning system, hingga integrasi AI dalam proses pendidikan.

Di tengah arus perkembangan teknologi yang sangat cepat, kehadiran mahasiswa Indonesia dalam forum tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kualitas riset pendidikan nasional semakin diperhitungkan di mata dunia.

Tidak hanya membawa nama kampus, ketiga mahasiswa tersebut juga membawa perspektif pendidikan Indonesia ke hadapan komunitas akademik internasional.

Salah satu peserta mengungkapkan rasa bangga dan antusiasmenya bisa menjadi bagian dari forum dunia tersebut.

“Kami merasa sangat bangga bisa berada di forum internasional ini. Banyak wawasan baru yang kami dapatkan terkait perkembangan teknologi pendidikan dunia. Ini menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Pengalaman mengikuti konferensi internasional juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana negara-negara lain mengembangkan sistem pendidikan berbasis teknologi secara lebih efektif dan inovatif.

Partisipasi mahasiswa doktoral Unesa di Korea Selatan menjadi sinyal kuat meningkatnya eksistensi perguruan tinggi Indonesia di level global.

Dalam beberapa tahun terakhir, internasionalisasi kampus memang menjadi salah satu strategi penting yang terus didorong oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat reputasi riset di tingkat dunia.

Keikutsertaan dalam konferensi internasional seperti ICETT membuka peluang besar bagi mahasiswa maupun dosen untuk membangun kolaborasi penelitian lintas negara.

Selain itu, forum semacam ini juga menjadi ruang pertukaran ide dan pengalaman antarnegara dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital.

Melalui keterlibatan aktif dalam konferensi internasional, mahasiswa Indonesia juga memiliki kesempatan untuk memperluas akses terhadap publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Hal tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas akademik perguruan tinggi di era globalisasi pendidikan.

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat membuat dunia pendidikan mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Artificial intelligence, virtual learning, big data education, hingga adaptive learning system kini mulai menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan global.

Banyak institusi pendidikan di dunia mulai memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, efektif, dan personal.

Transformasi ini juga mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan berbasis digital yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa doktoral memiliki peran strategis sebagai peneliti dan pengembang inovasi pendidikan.

Mereka dituntut tidak hanya mampu menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga menciptakan solusi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.

Keikutsertaan mahasiswa Unesa dalam ICETT 2026 menjadi bukti bahwa akademisi muda Indonesia siap ikut berkontribusi dalam membangun masa depan pendidikan dunia.

Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam konferensi ICETT 2026 adalah pemanfaatan artificial intelligence dalam pendidikan.

AI dinilai mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan personal sesuai kebutuhan setiap peserta didik.

Teknologi ini juga memungkinkan guru dan institusi pendidikan untuk melakukan analisis data pembelajaran secara lebih cepat dan akurat.

Selain AI, berbagai inovasi lain seperti gamification learning, augmented reality (AR), virtual reality (VR), serta learning analytics juga menjadi topik hangat dalam forum tersebut.

Para peserta konferensi berdiskusi tentang bagaimana teknologi dapat membantu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Bagi mahasiswa Indonesia, pengalaman mengikuti diskusi global semacam ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus memahami arah perkembangan pendidikan dunia di masa depan.

Perjalanan tiga mahasiswa doktoral Unesa menuju Seoul menjadi simbol semangat generasi muda Indonesia dalam membawa perubahan melalui pendidikan.

Mereka membuktikan bahwa perjuangan akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga harus mampu hadir di forum internasional untuk berbagi gagasan dan inovasi.

Pengalaman, wawasan global, serta jejaring internasional yang diperoleh dari konferensi ICETT 2026 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia.

Khususnya di lingkungan Universitas Negeri Surabaya, pengalaman tersebut diyakini dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi pembelajaran di tanah air.

Dengan semangat kolaborasi global dan inovasi berkelanjutan, mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa menunjukkan bahwa akademisi muda Indonesia mampu tampil maju, modern, dan kompetitif di mata dunia.

Dari Surabaya menuju Seoul, mereka membawa mimpi besar pendidikan Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di era global.

Keberhasilan mahasiswa doktoral Unesa tampil di forum pendidikan internasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya.

Partisipasi aktif dalam konferensi global bukan hanya meningkatkan pengalaman akademik, tetapi juga membuka peluang besar untuk membangun kerja sama internasional yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan nasional.

Di era transformasi digital saat ini, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa.

Karena itu, dukungan terhadap riset, inovasi pendidikan, dan pengembangan teknologi pembelajaran perlu terus diperkuat.

Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang mampu tampil di panggung akademik internasional dan membawa nama bangsa menjadi lebih diperhitungkan di dunia.

Dengan semangat belajar, inovasi, dan kolaborasi global, pendidikan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang menuju masa depan yang lebih maju.

(Red)

Sabtu, 23 Mei 2026

Dakwah Masuk Babak Baru, SDI dan AYANA Integrasikan Agama, Ekonomi, dan Lingkungan


Ciputat, Sigapnews.com, Peran dakwah dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama dalam Workshop Dakwah Ekologis dan Rapat Kerja yang diselenggarakan Syiar Dai Indonesia (SDI) bersama Amanah Daya Nusantara (AYANA) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI, Ciputat, Sabtu (23/5/2026).

Mengusung tema “Implementasi Dakwah SDI dan AYANA dalam Mewujudkan Kesalehan Ekologis dan Kesejahteraan Umat”, kegiatan tersebut dihadiri para dai, tokoh agama, akademisi, aktivis sosial, pegiat lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Workshop ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pendekatan dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan-pesan keagamaan, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Direktur Program Amanah Daya Nusantara, Rully N. Amrullah, mengatakan bahwa perubahan iklim saat ini telah berkembang menjadi tantangan multidimensi yang dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral semata karena telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

“Dakwah ekologis bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan, memperkuat masyarakat, dan melindungi generasi masa depan,” kata Rully saat menyampaikan materi di hadapan peserta workshop.

Ia menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim telah memengaruhi sektor pertanian, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga meningkatkan kerentanan kelompok miskin terhadap berbagai krisis. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual agar pesan-pesan keagamaan dapat menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Rully, dakwah memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat. Dengan jaringan tokoh agama yang tersebar hingga tingkat akar rumput, pesan-pesan tentang pelestarian lingkungan dapat disampaikan secara lebih efektif dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, AYANA memperkenalkan pendekatan yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni teologi, ekonomi, dan ekologi. Ketiga aspek tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menempatkan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam setiap tindakan, penguatan ekonomi masyarakat sebagai instrumen pemberdayaan, serta pelestarian lingkungan sebagai upaya menjaga keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Melalui integrasi ketiga pilar tersebut, aksi iklim tidak hanya dipahami sebagai upaya mengurangi emisi karbon atau melakukan penghijauan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi.

Para peserta juga diperkenalkan dengan konsep Faith-Based Climate Action atau aksi iklim berbasis nilai-nilai agama. Konsep ini dinilai memiliki relevansi tinggi di Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan modal sosial dan spiritual yang kuat melalui keberadaan berbagai organisasi dan lembaga keagamaan.

Melalui pendekatan tersebut, para tokoh agama diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang mendorong peningkatan literasi iklim, membangun kesadaran lingkungan, serta menggerakkan aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyoroti meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan berbagai bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dan membutuhkan respons bersama dari berbagai pihak.

Para peserta menilai tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan melalui berbagai forum keagamaan yang selama ini menjadi rujukan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, dakwah diyakini dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

Selain membahas konsep dan strategi dakwah ekologis, workshop tersebut juga memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dikembangkan dalam gerakan bersama SDI dan AYANA. Program-program tersebut meliputi Climate Leadership Lab bagi tokoh agama dan dai, pengembangan materi dakwah berbasis lingkungan, penguatan aksi komunitas, kampanye publik, serta perluasan kemitraan dengan media.

Penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Para peserta menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, lembaga filantropi, komunitas lingkungan, dunia usaha, serta media massa untuk memperluas dampak gerakan.

Menurut peserta, kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat perubahan sosial dan membangun gerakan yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai konsep dakwah ekologis merupakan pendekatan yang relevan dengan tantangan zaman karena mampu menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Sejumlah peserta mengaku memperoleh perspektif baru mengenai hubungan antara ajaran agama dan tanggung jawab menjaga lingkungan. Mereka menilai upaya pelestarian lingkungan tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh umat manusia.

Melalui workshop ini, SDI dan AYANA berharap dapat melahirkan gerakan dakwah ekologis yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Gerakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan umat, ketahanan pangan, serta kelestarian lingkungan hidup.

Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global, para peserta sepakat bahwa dakwah masa depan harus mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai agama dan kebutuhan masyarakat. Menjaga bumi tidak hanya dipandang sebagai upaya melestarikan lingkungan, tetapi juga sebagai langkah menjaga kehidupan dan masa depan generasi yang akan datang.

(Red)

Selasa, 19 Mei 2026

Polemik Absennya Bupati Soppeng, Supriansa: Jangan Diperbesar karena tidak ada masalah


Soppeng, Sigapnews.com, Pelaksanaan Kegiatan Konsolidasi DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan II yang dipusatkan di Soppeng pada Sabtu, 16 Mei 2026, menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Agenda tersebut dinilai berlangsung sukses, meriah, dan penuh semangat kekeluargaan antar kader Partai Golkar.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Ketua DPD II dari sembilan kabupaten/kota itu bahkan disebut memiliki atmosfer layaknya Musyawarah Daerah (Musda). Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh H. Muhiddin M. Said saat memberikan sambutan dalam kegiatan konsolidasi tersebut.

Namun di balik suksesnya acara, muncul polemik terkait ketidakhadiran H. Suwardi Haseng. Sejumlah pihak menyayangkan absennya kader Partai Golkar tersebut dalam agenda penting partai.

Menanggapi hal itu, politisi senior Golkar, Supriansa, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Pak Muhiddin sudah menjelaskan bahwa Pak Bupati Soppeng meminta izin karena ada kegiatan dinas di Jakarta,” ujar Supriansa, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, komunikasi terkait ketidakhadiran Bupati Soppeng juga telah dilakukan sebelum kegiatan berlangsung.

“Malam sebelumnya juga Pak Bupati Soppeng menelepon kepada saya dan menyampaikan kemungkinan tidak sempat hadir pada kegiatan konsolidasi, dan hal itu sudah saya sampaikan kepada Plt Ketua Golkar Sulsel,” ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI Komisi III periode 2019–2024 itu menilai, substansi utama dari kegiatan tersebut adalah keberhasilan Golkar Sulsel dalam memperkuat soliditas dan kebersamaan kader.

“Kita ini harus melihat substansi kegiatan. Konsolidasi berjalan sukses, kader hadir, semangat kebersamaan juga terlihat sangat kuat. Jadi jangan lagi persoalan ini diperbesar,” tegasnya.

Supriansa juga mengingatkan seluruh kader agar tidak membangun asumsi yang dapat memicu kesalahpahaman di internal partai. Ia berharap seluruh elemen Golkar tetap menjaga kekompakan dan fokus menghadapi agenda politik ke depan.

“Ini untuk kepentingan Golkar. Jangan sampai hal-hal kecil justru memunculkan tafsir yang tidak perlu. Kita harus tetap solid,” tambahnya.

Kegiatan Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel II di Soppeng sendiri menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai salah satu agenda strategis partai setelah sebelumnya dilaksanakan di Takalar dan Pinrang.

Atmosfer kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan dinilai menunjukkan bahwa Golkar Sulsel tengah berada dalam momentum konsolidasi yang kuat menjelang agenda politik mendatang.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Golkar tetap besar, solid, dan terus hadir untuk masyarakat,” tutup Supriansa.

(Yund)

Senin, 18 Mei 2026

Apalah Saya ?” Pernyataan Merendah Supriansa Gegerkan Konsolidasi Golkar Sulsel di Soppeng, Publik Tersentuh!


Soppeng, Sulawesi Selatan, Sigapnews.com, Suasana politik internal Partai Golkar Sulawesi Selatan Partai Golkar mendadak menjadi sorotan nasional setelah kegiatan konsolidasi DPD I yang digelar di Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026), berubah menjadi panggung perhatian terhadap seorang tokoh senior partai.

Acara yang semula hanya dijadwalkan sebagai agenda rutin konsolidasi organisasi justru memunculkan dinamika emosional dan politik yang tak terduga. Sejumlah kader bahkan menyebut suasana forum tersebut “lebih hangat dari Musda”, karena dipenuhi gestur penghormatan dan momen kebersamaan yang kuat antar elite partai.

Namun sorotan utama publik tertuju pada satu nama: Dr. Supriansa, SH, MH Supriansa.

“Datang tak menambah, tak datang pun tak mengurangi, apalah Saya?”

Pernyataan sederhana Supriansa usai acara justru menjadi viral dan memicu diskusi luas di kalangan kader maupun publik.

Dengan nada rendah hati, ia mengatakan:“Apalah saya ini. Datang tak menambah, tak datang pun tak mengurangi. Apalah saya!”

Ucapan itu sontak menjadi bahan perbincangan karena dianggap mencerminkan sikap politik yang tidak biasa: rendah hati, merendahkan diri, namun tetap menegaskan loyalitas terhadap organisasi.

Bagi sebagian peserta, kalimat tersebut justru menjadi simbol keteguhan seorang kader yang tidak lagi berada di kursi kekuasaan, tetapi tetap hadir dalam barisan partai.

Dalam forum tersebut, Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin M. Said Muhiddin M. Said, disebut memberikan apresiasi terbuka kepada Supriansa.

Ia menilai kehadiran Supriansa yang datang langsung dari Jakarta merupakan bentuk loyalitas moral yang jarang ditunjukkan oleh kader pasca menjabat.

Momen ini membuat suasana forum semakin hangat, bahkan beberapa peserta menyebut atmosfernya seperti “mini Musda” karena tingginya intensitas interaksi politik di dalam ruangan.

Supriansa sendiri diketahui pernah duduk sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Meski kini tidak lagi aktif di parlemen, kehadirannya dalam konsolidasi ini dianggap sebagai sinyal bahwa loyalitas politik tidak berhenti ketika jabatan berakhir.

Dalam pernyataan lanjutannya, ia menegaskan:“Apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Partai Golkar kepada saya.”

Pernyataan ini menegaskan posisi dirinya sebagai kader yang tetap merasa memiliki hutang moral kepada partai berlambang pohon beringin tersebut.

Konsolidasi ini juga menjadi ajang pertemuan kader dari sembilan wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yakni Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan Bulukumba.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi politik yang mempertemukan kembali tokoh-tokoh daerah dalam satu forum besar.

Suasana hangat, saling sapa antar kader, hingga diskusi informal di sela acara memperkuat kesan bahwa konsolidasi ini lebih dari sekadar agenda formal partai.

Di balik kesederhanaan pernyataan Supriansa, sejumlah pengamat internal menilai ada pesan politik yang cukup kuat: Loyalitas kader tidak ditentukan oleh jabatan, Soliditas organisasi menjadi kunci kekuatan politik, Figur senior masih memiliki peran moral dalam partai

Supriansa sendiri menegaskan bahwa kekuatan partai hanya dapat terjaga melalui kebersamaan.

“Karena yakinlah, kebersamaan dan kekompakan akan melahirkan kekuatan,” ujarnya.

Konsolidasi Partai Golkar Sulsel di Soppeng akhirnya tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi berkembang menjadi sorotan publik nasional karena satu momen yang sederhana: sebuah pernyataan rendah hati dari seorang kader senior.

Di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif, peristiwa ini menunjukkan bahwa gestur kecil dalam dunia politik dapat memiliki resonansi besar, terutama ketika menyentuh isu loyalitas, kerendahan hati, dan kebersamaan dalam partai besar seperti Partai Golkar Partai Golkar.

(Aswan JS)

Minggu, 17 Mei 2026

Wabup Soppeng: Kopdes Merah Putih Maccile Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Desa Berkelanjutan

Soppeng, Sigapnews.com, Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, resmi menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam agenda launching nasional Program Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran desa ini dalam program strategis nasional tersebut menjadi perhatian publik sekaligus menandai langkah besar dalam penguatan ekonomi berbasis desa di Indonesia.

Desa Maccile kini diproyeksikan menjadi salah satu model implementasi koperasi desa modern yang terintegrasi dengan sistem distribusi kebutuhan pokok, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor ekonomi lokal lainnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi berbasis desa yang lebih modern, profesional, dan memanfaatkan teknologi digital. Program ini dirancang untuk memangkas rantai distribusi barang kebutuhan pokok yang selama ini panjang, sehingga harga di tingkat masyarakat dapat lebih stabil dan terjangkau.

Dalam peluncuran program tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dimulai dari desa sebagai pusat pertumbuhan baru.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih Maccile bukan hanya sekadar program formalitas, melainkan harus menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menargetkan koperasi tersebut sudah dapat beroperasi dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat pada bulan Agustus mendatang. Menurutnya, koperasi desa harus dikelola dengan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

Wabup juga menekankan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga harus berperan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta wadah pengembangan usaha kecil di tingkat desa. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Sebagai langkah awal operasional, telah ditetapkan struktur kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih Maccile sebagai berikut:

Pengurus:

Ketua: Irwan Ardiansa
Wakil Ketua Bidang Usaha: Muh. Syahrul
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan: Andi Ilham
Sekretaris: Fatma Rahma
Bendahara: Saidatul Rohma

Pengawas:

Ketua: Suherman
Anggota: Sudirman
Anggota: Andi Besse Ekasari

Struktur ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi koperasi agar berjalan sesuai prinsip good governance serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara langsung.

Pemerintah menilai bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, koperasi diharapkan mampu menciptakan efisiensi distribusi barang kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan petani, nelayan, serta pelaku UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor produksi dan distribusi.

Selain itu, keberadaan koperasi desa juga dipandang dapat memperkuat ekonomi berbasis komunitas, di mana masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi lokal.

Meski memiliki potensi besar, implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kesiapan sumber daya manusia, kemampuan manajerial pengurus koperasi, serta pengawasan yang ketat agar koperasi tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menyimpang dari tujuan awal.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan, baik dalam aspek pelatihan manajemen koperasi, digitalisasi sistem, maupun penguatan kelembagaan agar program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Masyarakat Desa Maccile menyambut baik kehadiran program ini dan berharap dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan mereka. Harapan terbesar tertuju pada stabilitas harga kebutuhan pokok, meningkatnya peluang usaha, serta terbukanya lapangan kerja baru di tingkat desa.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Kopdes Merah Putih Maccile diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi desa berbasis koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa, sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

(Yund)

Sabtu, 16 Mei 2026

Menuju Jakarta, Supriansa Tinggalkan Jejak Politik Keteduhan di Bumi Latemmamala

Soppeng, Sigapnews.com, Langkah politik Supriansa menuju Jakarta kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Soppeng. Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak dan berbagai agenda penting yang kini dijalankannya di tingkat pusat, masyarakat Bumi Latemmamala ternyata masih menyimpan ruang ingatan tersendiri terhadap sosok yang selama ini dikenal dengan gaya politik yang teduh dan elegan.

Bagi sebagian masyarakat Soppeng, Supriansa bukan hanya dipandang sebagai figur politik semata. Ia dinilai sebagai tokoh yang mampu menjaga komunikasi lintas kalangan dengan pendekatan yang lebih cair, santun, dan mengedepankan suasana kebersamaan di tengah kerasnya persaingan politik daerah.

Karakter politik yang merangkul itu menjadi salah satu alasan mengapa namanya hingga kini masih sering diperbincangkan dalam berbagai ruang diskusi masyarakat. Mulai dari warung kopi, pertemuan komunitas, hingga percakapan santai di tengah masyarakat, jejak politik Supriansa masih menjadi bagian dari cerita politik lokal yang terus dikenang.

Di tengah situasi politik yang mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Soppeng, nama Supriansa kembali beberapa kali muncul dalam berbagai pembicaraan publik.

Menariknya, penyebutan nama tersebut bukan dalam konteks pertarungan politik secara terbuka, melainkan lebih sebagai simbol dari gaya kepemimpinan yang dianggap mampu menjaga keseimbangan dan keteduhan di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif.

Sejumlah kalangan masyarakat menilai bahwa dalam perjalanan politik daerah, keteduhan sering kali menjadi sesuatu yang mahal. Politik bukan sekadar soal perebutan posisi dan kemenangan sesaat, tetapi juga bagaimana seorang tokoh meninggalkan kesan baik dan mampu menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Politik itu bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat,” ujar seorang warga Soppeng dalam sebuah perbincangan santai. Minggu (17/5/2026).

Pernyataan tersebut seolah menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat masih memandang perjalanan politik Supriansa hingga hari ini. Sosoknya dinilai mampu menghadirkan suasana politik yang tidak terlalu gaduh, namun tetap memiliki pengaruh dalam menjaga ritme komunikasi di tengah masyarakat.

Di Soppeng sendiri, budaya politik masyarakat memang memiliki warna tersendiri. Nilai sipakatau, saling menghargai, dan menjaga hubungan sosial masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, publik cenderung lebih menyukai pendekatan politik yang tidak terlalu konfrontatif dan tetap mengedepankan etika dalam perbedaan pilihan politik.

Dalam berbagai momentum politik sebelumnya, Supriansa kerap dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani komunikasi lintas kelompok. Pendekatan yang lebih fleksibel dan suasana komunikasi yang cair menjadi ciri yang masih diingat oleh banyak kalangan hingga saat ini.

Meski kini aktivitas politiknya lebih banyak berlangsung di Jakarta, sebagian masyarakat menilai bahwa pengaruh moral dan jejak komunikasinya masih terasa di daerah. Tidak sedikit yang menyebut bahwa politik keteduhan seperti itu mulai dirindukan di tengah suasana politik yang belakangan cenderung lebih keras dan penuh persaingan terbuka.

Pengamat sosial dan politik lokal juga melihat bahwa fenomena munculnya kembali nama Supriansa dalam ruang-ruang diskusi masyarakat menunjukkan bahwa figur politik tidak selalu dikenang karena jabatan semata. Ada tokoh yang tetap hidup dalam ingatan publik karena cara mereka membangun hubungan sosial dan menjaga suasana politik tetap nyaman untuk semua pihak.

Menjelang dinamika internal Golkar Soppeng yang diprediksi akan semakin dinamis, masyarakat tampaknya tetap menikmati irama politik daerah dengan cara yang khas. Elegan, penuh tafsir, namun tetap menjaga nilai kebersamaan dan etika sosial.

Sebab bagi masyarakat Soppeng, perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar. Namun menjaga hubungan baik dan meninggalkan suasana yang teduh sering kali menjadi nilai yang jauh lebih lama dikenang dibanding riuhnya persaingan politik sesaat.

Kini, ketika langkah menuju Jakarta terus berlanjut, Bumi Latemmamala tetap menyimpan ruang ingatan tersendiri terhadap sosok Supriansa.

Karena bagi sebagian masyarakat, ada tokoh yang dikenang bukan hanya karena jabatan dan pengaruhnya, tetapi karena cara ia menjaga suasana agar politik tetap terasa teduh untuk semua.

(Red)

Minggu, 10 Mei 2026

Ketua DPW A-PPI Sumut Kunjungi DPP A-PPI, Hardep Dinilai Layak Duduki Jabatan Sekjen Pusat


Medan, Sigapnews.com,– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Sumatera Utara, Hardep yang akrab disapa Raju, bersama Pembina, Wakil Ketua Roymansyah Nasution, serta sejumlah pengurus inti A-PPI Sumut melakukan kunjungan kerja resmi ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) A-PPI di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (09/06/2026).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua DPP A-PPI, Ade Dzulhaidir, dan Sekretaris Jenderal DPP A-PPI, Agus Dwirahmadji, S.H., M.H., dalam suasana hangat penuh kekeluargaan dan semangat membangun organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP A-PPI, Ade Dzulhaidir, menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlangsungan dan kemajuan organisasi di masa mendatang. Ia mengaku telah melakukan penilaian terhadap kinerja seluruh Ketua DPW A-PPI di Indonesia dan melihat potensi besar dalam diri Hardep.

“Setelah mengamati kinerja dan dedikasi para pemimpin daerah, saya menilai Ketua DPW A-PPI Sumut, Bapak Hardep, memiliki kapasitas dan keberanian yang layak untuk naik ke tingkat nasional serta menduduki jabatan Sekretaris Jenderal DPP A-PPI.

Langkah pembaruan ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke pelosok desa serta mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah demi kesejahteraan bangsa,” tegas Ade Dzulhaidir.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Hardep menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi dan amanah yang diberikan oleh pimpinan pusat.

“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ketua DPP A-PPI Bapak Ade Dzulhaidir dan Sekjen DPP A-PPI Bapak Agus Dwirahmadji atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan jajaran pengurus Sumatera Utara.

Penghargaan ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh kader A-PPI di Sumatera Utara yang terus berjuang menegakkan kebenaran dan kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar Hardep.

Ia juga menegaskan kesiapannya apabila dipercaya mengemban amanah di tingkat pusat.

“Apabila diberikan tanggung jawab di tingkat pusat, saya siap mengabdi demi memajukan A-PPI menjadi organisasi pers yang terhormat, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Bersama pimpinan pusat, kami siap memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat bawah serta menjadi mitra kritis sekaligus pendukung pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP A-PPI, Agus Dwirahmadji, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas kinerja DPW A-PPI Sumatera Utara yang dinilai sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya dalam kedisiplinan organisasi dan advokasi terhadap wartawan.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari strategi besar organisasi dalam memperkuat eksistensi A-PPI di tengah masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan diskusi santai dan komitmen bersama untuk terus mempererat sinergi antara pengurus pusat dan daerah demi mewujudkan A-PPI yang semakin maju, profesional, dan bermanfaat bagi dunia pers serta kemajuan Indonesia.

(Tim)

Minggu, 15 Maret 2026

Tol Jakarta–Cikampek Terpantau Lancar, Bersama Dirgakkum Korlantas Polri, Wakapolri Pantau Langsung Pergerakan Pemudik


Jakarta, Sigapnews.com,– Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemantauan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama mudik.

Pemantauan tersebut dilakukan pada Sabtu (14/3/2026) dengan menggunakan jalur udara untuk melihat secara langsung kondisi arus kendaraan dari wilayah Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Setelah melakukan pemantauan dari udara, Wakapolri melanjutkan kegiatan dengan meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, yang menjadi salah satu pusat pemantauan lalu lintas dalam Operasi Ketupat tahun ini.

Dalam kegiatan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi oleh Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, S.I.K. yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kasatgas Kamseltibcarlantas) dalam Operasi Ketupat 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dari udara, arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju arah timur mulai mengalami peningkatan volume. Namun demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar tanpa adanya kepadatan yang signifikan.

Wakapolri menyampaikan bahwa situasi tersebut menunjukkan kesiapan aparat di lapangan dalam mengelola pergerakan kendaraan para pemudik.

“Secara umum saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar. Meskipun sudah ada peningkatan volume kendaraan, namun masih dalam kategori sangat lancar,” ujar Dedi saat memberikan keterangan kepada awak media di Command Center KM 29.

Ia menjelaskan, sejumlah jalur strategis yang menjadi lintasan utama para pemudik masih dapat dilalui dengan baik. Mulai dari ruas Tol Jakarta–Cikampek, jalur menuju Cirebon, hingga kawasan perbatasan Jawa Tengah di Kalikangkung, arus kendaraan masih bergerak dengan normal.

Tidak hanya wilayah Jawa Tengah, pemantauan juga dilakukan hingga jalur yang mengarah ke wilayah Jawa Timur. Menurut laporan yang diterima dari petugas di lapangan, pergerakan kendaraan menuju kawasan Ngawi juga masih dalam kondisi lancar.

Kondisi ini dinilai sebagai hasil dari berbagai strategi pengaturan lalu lintas yang telah diterapkan oleh aparat kepolisian bersama instansi terkait selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Berbagai skema rekayasa lalu lintas serta kesiapan personel di titik-titik rawan kemacetan dinilai mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang mulai melakukan mudik lebih awal.

Selain jalur mudik menuju Pulau Jawa, perhatian juga diberikan terhadap jalur transportasi yang mengarah ke Pelabuhan Merak, Banten. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu titik penting bagi masyarakat yang akan menyeberang menuju Pulau Sumatra.

Berdasarkan laporan petugas, arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan juga masih terpantau lancar. Meski demikian, langkah-langkah antisipatif tetap disiapkan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pengalihan kendaraan berat bersumbu tiga keluar dari jalan tol menuju jalur arteri di wilayah Cilegon.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi beban kendaraan di jalan tol sehingga arus kendaraan pemudik dapat tetap terjaga kelancarannya.

“Untuk kendaraan sumbu tiga sudah dilakukan pengalihan keluar tol menuju jalur arteri. Ini bagian dari langkah antisipasi agar arus kendaraan pemudik tetap lancar,” jelas Dedi.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri juga memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi melalui Command Center yang terintegrasi dengan berbagai perangkat pengawasan lalu lintas.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau kondisi jalan secara real time di berbagai titik jalur mudik nasional.

Dengan sistem pemantauan tersebut, aparat dapat segera mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan volume kendaraan atau potensi gangguan lalu lintas di lapangan.

Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan operasi juga dilakukan secara rutin melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dilaksanakan setiap hari.

Menurut Wakapolri, hasil evaluasi pada hari pertama dan kedua pelaksanaan Operasi Ketupat menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih berada dalam kondisi kondusif.

“Dari hasil Anev hari pertama dan hari kedua ini, secara umum situasi kamtibmas dalam kondisi sangat kondusif dan arus lalu lintas masih bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.

Polri memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

Dengan dukungan personel di lapangan, rekayasa lalu lintas, serta pemantauan teknologi dari command center, diharapkan potensi kemacetan maupun gangguan keamanan selama periode mudik dapat diminimalkan.

(Yunandar)

Sabtu, 07 Maret 2026

Safari Ramadhan di Soppeng, Nurdin Halid dan Bupati Suwandi Haseng Berbagi Sembako, Perkuat Hubungan dengan Warga Lilirilau


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar, Nurdin Halid, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan kepedulian sosial dengan menggelar Safari Ramadhan dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, di Cabbenge, Minggu (8/3/2026).

Acara yang dihadiri sekitar 500 warga ini menjadi momen penting bagi warga Lilirilau untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional sekaligus kader Partai Golkar.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian paket sembako Ramadhan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nurdin Halid.

Menurut Suwardi, NH adalah sosok yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam membina kader serta memperhatikan masyarakat.

“Salah satu buktinya adalah hari ini beliau datang bersilaturahmi dengan masyarakat Lilirilau,” ujar Suwardi Haseng di hadapan warga yang antusias.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa Nurdin Halid merupakan salah satu tokoh yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024.

Dukungan ini, menurut Suwardi, menjadi kunci kesuksesannya hingga kini.

“Pak NH adalah salah satu orang yang mendorong saya menjadi calon kepala daerah, mengurus partai, dan membantu sampai berhasil,”terang Suwardi yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Nurdin Halid dalam sambutannya juga berbagi cerita mengenai proses awal dukungan terhadap Suwardi Haseng sebelum Pilkada Soppeng 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan internal keluarga dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pilkada untuk menentukan kesiapan Suwardi maju sebagai calon kepala daerah.

“Setelah melalui pembicaraan, diputuskan beliau maju dan kita dukung tidak setengah-setengah,” kata Nurdin Halid, menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mendukung kader Partai Golkar.

Selain itu, Nurdin Halid menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjunginya dalam berbagai agenda tahun ini. “Itu karena saya bersaudara dengan bupatinya,” ujar Nurdin disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi dan peran sebagai anggota DPR RI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia bahkan meminta Bupati Soppeng mengumpulkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memaparkan rencana pembangunan, agar peluang penganggaran bisa dioptimalkan.

“Supaya kami bisa melihat peluang penganggaran melalui tugas kami di DPR RI,” ujarnya.

Acara silaturahmi ditutup dengan penyerahan sembako Ramadhan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain itu, penyerahan Buku Koperasi Merah Putih dari anggota DPR RI Komisi VI dari dapil Sulawesi Selatan II.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas bagi Nurdin Halid dan Bupati Suwardi Haseng, sekaligus memperkuat hubungan antara kader partai dengan konstituen.

Dengan agenda seperti ini, diharapkan hubungan antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat Soppeng semakin erat, mendukung terciptanya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Yund)

Kamis, 05 Februari 2026

Syiar Da’i Indonesia Gelar Pelantikan dan Dialog Kebangsaan Bertema Persatuan NKRI


Jakarta, Sigapnews.com, Pengurus Pusat Syiar Da’i Indonesia (SDI) periode 2026–2029 akan menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan bertema “Meneguhkan Peran Da’i dalam Merawat Persatuan dan Keutuhan NKRI”.

Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Graha Mental Spiritual Lantai 8, Jalan H. Mas Mansyur/Awaluddin II, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Agenda pelantikan dan dialog kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi Syiar Da’i Indonesia untuk mempererat silaturahmi, menghidupkan kembali spirit perjuangan dakwah, serta memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan para da’i dan da’iyah di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Syiar Da’i Indonesia, Usman Syafruddin, menegaskan bahwa seorang pendakwah harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar dakwah yang disampaikan tidak mengarah pada sikap radikal maupun ujaran kebencian.

“Da’i harus memiliki nasionalisme yang cukup, sehingga dakwahnya membawa pesan persatuan, bukan perpecahan. Dakwah harus mengedepankan ukhuwah dan persatuan bangsa, serta semata-mata mengharap ridho Allah SWT, bukan menjadikan dakwah sebagai profesi untuk mencari keuntungan materi,” tegas Usman. Jum'at (6/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi para pendakwah untuk menanamkan kembali mindset kebangsaan, bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathon minal iman).

Selain pelantikan dan dialog kebangsaan, Syiar Da’i Indonesia juga akan mencanangkan program kerja organisasi sebagai acuan kegiatan strategis ke depan.

Program-program tersebut diharapkan mampu mempererat solidaritas antar pengurus, memperkuat koordinasi, serta menciptakan kerja sama yang solid dalam menjalankan misi dakwah kebangsaan.

“Pelantikan dan dialog kebangsaan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum strategis untuk menyatukan visi dan misi, memperluas jejaring, serta mewujudkan kepengurusan Syiar Da’i Indonesia yang solid, berjiwa nasionalis, dan religius,” tutup Usman.

Senada dengan hal tersebut, M. Nurul Syaifudin, selaku Sekretaris Jenderal Syiar Da’i Indonesia, menegaskan bahwa da’i memiliki peran strategis dalam menjaga dan merawat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, para da’i tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan dalam membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, menyerap aspirasi kebangsaan melalui dialog nasional, serta mempererat silaturahmi antar da’i dan para tokoh bangsa.

“Melalui dialog kebangsaan ini, kami ingin mendorong kolaborasi seluruh elemen, baik ulama, pemerintah, maupun masyarakat, untuk bersama-sama merawat persatuan dan membina umat,” ujar Nurul.

Dialog kebangsaan ini akan menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, di antaranya:

Dr. KH. Rusli Efendi, M.Si – Tenaga Ahli Utusan Khusus Presiden RI

Rully N. Amrullah – Direktur Amanah Daya Nusantara

KH. Jamaludin Faisal Hasyim, M.Hi – Ketua KODI DKI Jakarta

Melalui kegiatan ini, Syiar Da’i Indonesia berharap dapat memperkuat peran da’i sebagai penjaga moral bangsa, perekat persatuan umat, serta mitra strategis negara dalam mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat, dan berkeadaban.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved