-->

Rabu, 15 Juli 2026

Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi, Digitalisasi, dan Fokus pada Mutu Belajar dalam Forum K3SD Lalabata


Soppeng, Sigapnews.news, Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Lalabata yang digelar di SDN 5 Mattiropole, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum penyampaian sejumlah arah kebijakan pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alim menyoroti keikutsertaan perdana Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng dalam forum K3SD. Menurutnya, kehadiran SRT menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman antarsatuan pendidikan.

"Semakin banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman, semakin besar peluang kita meningkatkan mutu pendidikan bersama," ujarnya.

Dr. Nur Alim juga meluruskan persepsi terkait penerapan sistem absensi digital SETARA. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut bukan bertujuan mempersulit guru maupun aparatur sipil negara (ASN), melainkan untuk membangun budaya disiplin serta memastikan efektivitas waktu kerja.

Selain itu, ia menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Menurutnya, pemanfaatan laptop dan berbagai perangkat teknologi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar sekolah mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Nur Alim mengajak seluruh sekolah membenahi lingkungan masing-masing, mulai dari membersihkan halaman, memperbaiki pagar, hingga menata taman demi menciptakan suasana belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkarnain, mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi hingga melupakan esensi pendidikan.

"Saat ini tantangan pendidikan bukan lagi kekurangan aturan, tetapi bagaimana memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak," katanya.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, serta perubahan karakter peserta didik menuntut para kepala sekolah untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.

Andi Zulkarnain juga mendorong K3SD menjadi wadah berbagi praktik-praktik baik antarsekolah, bukan sekadar forum penyampaian informasi.

"Tidak ada sekolah yang sempurna. Tetapi setiap sekolah pasti memiliki praktik baik. K3SD harus menjadi tempat saling belajar, bukan sekadar tempat menyampaikan informasi," ujarnya.

Menutup penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya rapat atau laporan administrasi, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan peserta didik.

"Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat atau laporan yang disusun, tetapi ketika anak-anak pulang dari sekolah membawa ilmu, karakter yang baik, dan semangat untuk terus belajar. Itulah tujuan utama pendidikan," pungkasnya.

(Yund)

Selasa, 14 Juli 2026

Kepala Bank Sulselbar Soppeng Besuk Istri Andi Mull Makmun di RSUD Latemmamala, Wujud Nyata Kepedulian dan Eratnya Ikatan Kekeluargaan


Soppeng, Sigapnews.com,– Di tengah padatnya aktivitas memimpin Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Kepala Cabang Bank Sulselbar Soppeng, Andi Yusri Nur Alam, yang akrab disapa Andi Riri, menyempatkan diri mengunjungi Hj. Andi Herawati Tahir, istri dari tokoh pers Soppeng sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng dan Pendiri Pena Jurnalis Nusantara (PJN), Andi Mull Makmun, yang saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng, Selasa (14/7).

Kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk silaturahmi, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian dan nilai-nilai kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan salah satu lembaga perbankan daerah.

Dalam kesempatan itu, Andi Yusri Nur Alam hadir bersama sejumlah anggota keluarga besarnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga pasien yang telah beberapa hari mendampingi Hj. Andi Herawati selama menjalani perawatan medis.

Suasana penuh keakraban tampak menyelimuti ruang perawatan. Selain memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga, rombongan juga memanjatkan doa bersama agar Hj. Andi Herawati segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.

Kedatangan Andi Yusri memiliki makna tersendiri. Diketahui, hubungan antara dirinya dengan Hj. Andi Herawati bukan hanya sebatas hubungan pertemanan, melainkan juga masih memiliki ikatan keluarga yang cukup dekat. Hubungan kekeluargaan tersebut menjadi salah satu alasan kuat untuk hadir memberikan dukungan secara langsung.

Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Soppeng. Di tengah berbagai kesibukan dan tuntutan pekerjaan, perhatian terhadap keluarga yang sedang menghadapi cobaan tetap menjadi prioritas.

Bagi keluarga pasien, kunjungan tersebut menjadi penyemangat yang sangat berarti. Kehadiran sanak keluarga diyakini mampu memberikan energi positif bagi pasien untuk tetap optimistis menjalani masa perawatan.

Andi Mull Makmun menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Andi Yusri Nur Alam bersama keluarga besarnya. Menurutnya, dukungan yang datang dari keluarga dan sahabat merupakan kekuatan besar yang membantu mereka menghadapi situasi tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Andi Yusri Nur Alam beserta keluarga yang telah meluangkan waktu untuk datang membesuk dan memberikan doa. Perhatian seperti ini memiliki arti yang sangat besar bagi kami. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah SWT dan silaturahmi keluarga senantiasa terjaga," ujar Andi Mull Makmun.

Ia menambahkan bahwa perhatian yang diberikan menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan tidak hanya terjalin dalam suasana suka, tetapi juga semakin kuat ketika salah satu anggota keluarga sedang menghadapi ujian.

Kunjungan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan sebelum akhirnya rombongan berpamitan setelah memberikan semangat kepada Hj. Andi Herawati beserta keluarga yang mendampingi.

Momen itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya diwujudkan melalui capaian profesional di lingkungan kerja, tetapi juga melalui kepedulian, empati, dan kemampuan menjaga hubungan sosial yang harmonis dengan keluarga maupun masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Yund)

Kepala MAN 1 Soppeng Jenguk Istri Sahabat di RSUD Latemmamala, Pimpin Doa Kesembuhan


Soppeng, Sigapnews.com,– Di tengah kesibukannya memimpin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menunjukkan kepedulian dan empati dengan menjenguk Hj. Herawati Tahir, istri dari sahabatnya, Andi Mull Makmun, yang sedang menjalani perawatan di RSUD Latemmamala Soppeng, Selasa malam (14/07/2026).

Dr. Musmuliadi yang akrab disapa Ustadz Musmuliadi datang langsung ke ruang perawatan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga. Mengenakan kopiah yang menjadi ciri khasnya, ia memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar Hj. Herawati segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.

Suasana ruang perawatan pun berlangsung khidmat saat doa dipanjatkan, menghadirkan ketenangan dan harapan bagi keluarga yang mendampingi pasien.

Persahabatan antara Dr. Musmuliadi dan Andi Mull Makmun telah terjalin sejak lama. Keduanya dikenal memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung dalam berbagai kesempatan.

Andi Mull Makmun, yang dikenal sebagai tokoh pers, pemilik media sulselinfo.com, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng, sekaligus pendiri dan Ketua Pena Jurnalis Nusantara (PJI), menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan sahabatnya tersebut.

"Kehadiran beliau di saat seperti ini menjadi penyemangat yang sangat berarti bagi kami sekeluarga. Beliau bukan hanya seorang pimpinan dan tokoh agama, tetapi juga sahabat yang selalu hadir memberikan dukungan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa dan kepedulian beliau," ujar Andi Mull Makmun.

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata nilai-nilai persaudaraan dan silaturahmi, sekaligus mengingatkan pentingnya saling menguatkan dan mendoakan ketika menghadapi ujian kehidupan.

(Yund)

Senin, 13 Juli 2026

Hari Pertama Sekolah, Wakil Bupati Soppeng Beri Semangat Siswa di Desa Goarie


Soppeng, Sigapnews.com,– Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, mengawali tahun ajaran baru dengan mengunjungi salah satu sekolah di Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Senin (13/7/2026). Kehadirannya pada hari pertama masuk sekolah disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan para siswa.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap dunia pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta didik agar memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan optimisme.

Dalam arahannya, Selle KS Dalle mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

"Hari ini kita kembali membuka lembaran baru. Jadikan setiap hari di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan meraih cita-cita yang lebih tinggi," ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter sebagai fondasi utama menuju kesuksesan.

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati turut didampingi oleh salah seorang kepala dusun di Desa Goarie yang juga merupakan imam masjid di lingkungan sekitar sekolah. Kehadiran tokoh masyarakat tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda.

Tak hanya menyapa para siswa, Selle KS Dalle juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang kembali menjalankan tugas mendidik pada awal tahun ajaran baru.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, hingga masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh guru yang terus mengabdikan diri mendidik anak-anak kita. Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap lahir generasi Soppeng yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," katanya.

Suasana penuh keakraban tampak selama kunjungan berlangsung. Para siswa terlihat antusias mengikuti arahan dan motivasi yang disampaikan Wakil Bupati, sementara para guru menyambut baik perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah untuk memulai proses belajar mengajar dengan penuh semangat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle Takziah ke Rumah Duka Ramlan Kadir, Wujudkan Kepedulian dan Empati kepada Masyarakat


Soppeng, Sigapnews.com,– Komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle. Di sela-sela padatnya agenda pemerintahan, ia menyempatkan diri melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Ramlan Kadir, alumni SMAN 1 Soppeng Angkatan 1990, yang beralamat di Ujung, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, tepatnya di depan SMP Negeri 2 Soppeng, Senin (13/7/2026).

Kedatangan Wakil Bupati disambut langsung oleh Lurah Lemba, Andi Dewa Lestari, S.IP., bersama keluarga besar almarhum serta para pelayat yang telah lebih dahulu memenuhi rumah duka. Suasana haru tampak menyelimuti lokasi saat Selle KS Dalle menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati tampak berbincang dengan keluarga almarhum sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap tabah menghadapi musibah. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang mengalami masa kehilangan.

Turut hadir dalam takziah itu Kepala Desa Paroto, Makmur, bersama sejumlah tokoh masyarakat, kerabat, sahabat almarhum, serta warga sekitar yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan masih kuatnya nilai gotong royong, persaudaraan, dan solidaritas sosial yang menjadi karakter masyarakat Kabupaten Soppeng.

Di hadapan para pelayat, Ir. Selle KS Dalle mengajak seluruh masyarakat menjadikan setiap musibah sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Menurutnya, takziah bukan sekadar tradisi sosial, melainkan juga bentuk kepedulian, silaturahmi, sekaligus momentum untuk saling menguatkan di tengah ujian.

"Di setiap rumah duka, kita diingatkan bahwa hidup hanyalah persinggahan. Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan waktunya dipanggil menghadap Sang Pencipta. Karena itu, mari kita senantiasa memperbanyak amal kebaikan dan menjaga silaturahmi. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum, melapangkan kuburnya, serta memberikan kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ujar Selle KS Dalle.

Ucapan belasungkawa tersebut diamini oleh seluruh pelayat yang hadir. Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa ketika para pelayat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Bagi keluarga besar almarhum, kehadiran Wakil Bupati menjadi perhatian yang sangat berarti. Mereka mengaku merasa terhibur dan mendapatkan kekuatan moril karena di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, pimpinan daerah masih meluangkan waktu untuk hadir secara langsung menyampaikan belasungkawa.

Keluarga almarhum pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Wakil Bupati Soppeng beserta rombongan yang telah datang bertakziah. Menurut mereka, perhatian yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam urusan pembangunan, tetapi juga dalam momentum kemanusiaan yang dirasakan masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati di rumah duka juga menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Di berbagai kesempatan, jajaran pemerintah daerah terus berupaya hadir tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi juga ketika warga menghadapi musibah maupun kesulitan.

Diketahui, pada hari yang sama Ir. Selle KS Dalle melaksanakan takziah di tiga rumah duka yang berbeda di wilayah Kabupaten Soppeng. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus wujud empati kepada masyarakat yang tengah kehilangan anggota keluarga tercinta.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi saling menguatkan ketika ada warga yang berduka merupakan warisan budaya yang hingga kini tetap hidup dan menjadi kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Soppeng.

Melalui kehadiran secara langsung di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap hubungan antara pemerintah dan warga semakin erat, sehingga semangat kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan dapat terus terjaga dalam setiap kondisi, baik saat masyarakat merasakan kebahagiaan maupun ketika menghadapi duka.

(Yund)

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Minggu, 12 Juli 2026

3 Hari Digembleng, 35 Kader BKPRMI Soppeng Resmi Siap Pimpin Gerakan Dakwah Masjid


Soppeng, Sigapnews.com,– Sebanyak 35 kader muda Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Soppeng resmi menyelesaikan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 setelah menjalani proses pengkaderan intensif selama tiga hari. Kaderisasi yang berlangsung di Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge, Kecamatan Marioriawa, pada 10–12 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis BKPRMI dalam menyiapkan regenerasi pemimpin gerakan dakwah berbasis masjid.

Diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, kegiatan ini mempertemukan peserta dari unsur DPD BKPRMI, utusan DPK BKPRMI se-Kabupaten Soppeng, serta remaja masjid yang diproyeksikan menjadi penggerak organisasi di wilayahnya masing-masing.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi tentang manajemen dakwah dan keorganisasian, tetapi juga ditempa melalui berbagai sesi kepemimpinan, diskusi kelompok, Forum Group Discussion (FGD), simulasi penyusunan program kerja, hingga pembiasaan ibadah berjamaah. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan memimpin organisasi sekaligus menjaga semangat dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dr. Syamsuddin, S.S., M.Si., mengatakan LMD 1 merupakan pintu masuk bagi lahirnya kader-kader yang siap membawa perubahan positif di lingkungan masjid dan masyarakat.

"LMD 1 ini adalah kawah candradimuka bagi pemuda masjid di Soppeng agar siap menghadapi tantangan zaman dengan manajemen dakwah yang modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai Islami," ujar Syamsuddin.

Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan Islam saat ini semakin kompleks. Karena itu, kader BKPRMI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional, menyusun program yang terarah, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan umat.

Ia berharap seluruh alumni LMD 1 menjadi motor penggerak kegiatan masjid yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pembinaan generasi muda, serta mengembangkan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M.. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari meriahnya pelaksanaan kegiatan, melainkan dari sejauh mana alumni mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

"Kami berharap alumni LMD 1 ini langsung mengaktifkan program-program kreatif di masjid masing-masing setelah kembali dari sini. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan kreativitas generasi muda," kata Asri Said.

Ia menambahkan, BKPRMI membutuhkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi dalam dakwah, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan LMD 1 juga datang dari Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Darwis, S.Ag.. Menurutnya, pembinaan pemuda berbasis masjid merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

"Pemerintah sangat mengapresiasi langkah BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembinaan dari perwakilan Polres Soppeng yang memberikan penguatan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menjelang penutupan, panitia melaksanakan evaluasi akhir dan pembaiatan kader sebagai penanda resmi berakhirnya proses LMD 1. Sertifikat kelulusan diserahkan secara simbolis kepada peserta terbaik, sementara BKPRMI Soppeng memberikan plakat penghargaan kepada Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge atas dukungan dan kontribusinya sebagai lokasi penyelenggaraan.

Melalui LMD 1, BKPRMI Kabupaten Soppeng menargetkan lahirnya generasi baru pemimpin masjid yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta semangat dakwah yang inklusif dan adaptif. Ke-35 kader yang telah dinyatakan lulus diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghidupkan masjid melalui program-program pembinaan, pemberdayaan umat, dan aktivitas kepemudaan yang kreatif di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Wastra Soppeng Bersinar di Panggung Nasional, Bupati Suwardi Apresiasi Karya Perajin Daerah


Makassar, Sigapnews.com,– Kebanggaan kembali dirasakan Kabupaten Soppeng. Wastra khas daerah bermotif "Lagosi Caddi Kalong" tampil memikat pada penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Momen istimewa itu berlangsung saat selendang wastra karya perajin Soppeng dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, pada acara penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan HUT Dekranas dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dekranas menjadi wadah penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan Indonesia sekaligus mendorong produk-produk daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, dan craft Otti Dituta. Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya Hj. Nurlela, didesain oleh Mijel Soppeng, dan diperagakan oleh Riska Nasrika.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, tampilnya wastra khas Soppeng pada ajang nasional menjadi bukti bahwa hasil karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu menarik perhatian dan layak bersaing di tingkat yang lebih luas.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Ia berharap momentum HUT Dekranas menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk terus berinovasi, sehingga kekayaan budaya dan kerajinan khas Soppeng semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

(Yund)

Jumat, 10 Juli 2026

Jalan Sehat Sulsel Anti Mager, Bupati Soppeng Perkuat Semangat Kebersamaan Bersama TP PKK


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turut memeriahkan kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026). Bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta rombongan TP PKK dan Dekranasda, Bupati tampak berbaur dengan ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Para peserta menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulsel hingga Lapangan Hasanuddin, Makassar.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah. Ribuan peserta berjalan bersama sambil menikmati kebersamaan dalam semangat hidup sehat yang diusung melalui gerakan "Sulsel Anti Mager". Berbagai layanan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata, turut disediakan panitia, disertai doorprize dengan hadiah utama satu unit mobil.

Bagi rombongan Kabupaten Soppeng, keikutsertaan dalam jalan sehat ini menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar. Sebelumnya, mereka mengikuti syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, hingga fashion show Wastra Nusantara yang menampilkan beragam karya kerajinan khas Kabupaten Soppeng.

Usai kegiatan, Bupati H. Suwardi Haseng menyempatkan diri berfoto bersama anggota TP PKK dan jajaran Dekranasda Kabupaten Soppeng. Momen tersebut mencerminkan kekompakan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung program PKK, pelestarian budaya, dan pengembangan produk unggulan daerah.

Keikutsertaan Bupati Soppeng bersama rombongan tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap gerakan masyarakat hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah dalam momentum HKG PKK dan HUT Dekranas tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

(Red)

Suwardi Haseng Bongkar Pembahasan Internal Golkar Sulsel, Singgung Bocoran Musda DPD II


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengungkap adanya pembahasan penting di balik Rapat Konsultasi Persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar, Jumat (10/7/2026) malam.

Suwardi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, mengaku tidak mengikuti jalannya rapat sejak awal karena masih menghadiri agenda di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Meski datang setelah rapat utama selesai, Suwardi mengungkap dirinya masih sempat bergabung dalam pembahasan bersama jajaran pimpinan partai di ruang Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.

"Saya telat dan sudah bubar rapat baru saya tiba karena sebelumnya saya ikut acara di rumah jabatan gubernur. Tetapi saya masuk di ruangan Pak Ketua bersama Armin dengan yang lain. Banyak hal yang dibahas, termasuk bocoran mengenai Musda DPD II nantinya," kata Suwardi kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa selain membahas kesiapan pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, pertemuan itu juga menyinggung agenda Musda DPD II Partai Golkar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Namun, Suwardi belum bersedia mengungkap lebih jauh isi pembahasan maupun "bocoran" yang dimaksud. Ia juga belum menjelaskan apakah pembicaraan tersebut berkaitan dengan jadwal pelaksanaan, mekanisme pemilihan, ataupun dinamika politik internal menjelang Musda DPD II.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Persiapan Musda XI berdasarkan Surat Undangan Nomor 03/DPD-I/PG/VII/2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muhidin Moh. Said bersama Plt Sekretaris Rahman Pina.

Rapat tersebut dihadiri Pengurus Harian, Panitia Pengarah Musda XI, serta Panitia Pelaksana Musda XI dengan agenda utama melakukan konsultasi dan pemantapan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musda XI.

Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan menjadi momentum strategis karena akan menentukan kepemimpinan partai untuk periode berikutnya sekaligus menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi. Setelah Musda tingkat provinsi digelar pada tanggal 18 Juli 2026, agenda selanjutnya diperkirakan akan berlanjut pada pelaksanaan Musda DPD II di seluruh kabupaten dan kota.

Hingga berita ini diterbitkan, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil rapat konsultasi.

(AJS)

Rabu, 08 Juli 2026

Mutasi Perdana Era Suwardi Haseng, 222 Pejabat Pemkab Soppeng Resmi Dilantik, Penataan Birokrasi Dimulai


Soppeng, Sigapnews.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng memulai langkah besar dalam penataan birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 222 pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026).

Mutasi ini menjadi yang pertama dalam masa pemerintahan Bupati H. Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle. Selain sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pelantikan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Ratusan pejabat yang dilantik berasal dari berbagai perangkat daerah. Mereka terdiri atas 66 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, enam Kepala UPTD Puskesmas, serta 37 kepala sekolah yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Setelah pembacaan Surat Keputusan Bupati oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), seluruh pejabat mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal yang memimpin doa, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta keluarga pejabat yang dilantik.

Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang harus dipandang sebagai proses pembinaan karier aparatur sipil negara. Menurutnya, perpindahan jabatan tidak hanya bertujuan mengisi kekosongan posisi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak ada yang nonjob. Ada yang mendapat promosi jabatan dan ada pula yang bergeser. Ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pejabat tidak terlalu lama berada pada posisi yang sama," tegas Suwardi di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Bupati juga menjelaskan bahwa lima pejabat yang menjadi perwakilan dalam pengambilan sumpah merupakan aparatur yang sebelumnya berstatus nonjob. Kini mereka kembali memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan baru sesuai kebutuhan organisasi.

Menurut Suwardi, setiap mutasi telah melalui proses evaluasi yang mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, integritas, dan kebutuhan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pejabat dapat segera bekerja, beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, serta menunjukkan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja, membangun komunikasi yang baik, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas," ujarnya.

Salah satu hal yang menarik dalam pelantikan kali ini adalah kehadiran para kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Bupati sengaja mengundang mereka agar dapat mengenal pejabat-pejabat yang akan bertugas di wilayah masing-masing sehingga koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa maupun kelurahan dapat berjalan lebih efektif.

Mutasi perdana ini masih difokuskan pada pejabat administrator dan pengawas atau eselon III dan IV. Sementara jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II belum mengalami perubahan.

Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian. Untuk tingkat kecamatan, Andi Lukman Saransi dipercaya sebagai Camat Liliriaja, Andi Ahmad Masykur sebagai Camat Marioriwawo, A. Massalangka Raya sebagai Camat Marioriawa, Andi Nurhadi Hatang sebagai Camat Donri-Donri, Nurul Azmi sebagai Camat Ganra, dan Hasnawati sebagai Camat Citta.

Pada lingkungan Sekretariat Daerah dan OPD, Jumiar dipercaya sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Fajar Mu'min Arafah sebagai Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Sudirman sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat, Nur Inaya sebagai Sekretaris Bappelitbangda, Andi Zulkarnain sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol, serta Nasyithah Usman sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di sektor kesehatan, enam pejabat memperoleh amanah memimpin UPTD Puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sementara di sektor pendidikan, sebanyak 37 kepala sekolah mulai dari jenjang TK Negeri, SD Negeri hingga SMP Negeri juga dilantik untuk mengisi jabatan baru sebagai bagian dari peningkatan kualitas manajemen pendidikan.

Usai prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara sumpah jabatan, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Para pejabat satu per satu menerima ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, rekan kerja, hingga anggota keluarga yang hadir memberikan dukungan.

Pelantikan ini menandai dimulainya penataan birokrasi pada masa pemerintahan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle. Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru mampu menunjukkan kinerja terbaik, memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan disiplin aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan komposisi pejabat yang telah diperbarui melalui mutasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis roda pemerintahan akan berjalan lebih efektif, adaptif terhadap tantangan pembangunan, dan mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Lurah Botto H Munadir Nurdin Naik Jabatan Jadi Sekcam Lalabata: "Saya Tidak Pergi Jauh dari Masyarakat"


Soppeng, Sigapnews.com,– Perjalanan pengabdian H. Munadir Nurdin, S.Sos., di Kelurahan Botto resmi memasuki babak baru. Setelah 3 tahun 3 bulan memimpin kelurahan tersebut, sosok yang akrab disapa Lurah Metro itu kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Lalabata.

Pelantikan Munadir berlangsung dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi mutasi perdana dalam skala besar pada masa kepemimpinan Bupati Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle. Sebanyak 222 pejabat dilantik, terdiri atas 66 pejabat administrator, 113 pejabat pengawas, serta 37 kepala sekolah.

Turut menghadiri kegiatan itu Wakil Bupati Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah H.A. Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, para kepala OPD, camat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Bagi Munadir, pelantikan tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan. Amanah baru yang diterimanya menjadi kelanjutan dari pengabdian sebagai aparatur sipil negara yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

"Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga saya dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya usai pelantikan.

Namun, di balik rasa syukur itu tersimpan kenangan yang tidak mudah dilupakan. Selama lebih dari tiga tahun memimpin Kelurahan Botto, Munadir mengaku banyak belajar dari masyarakat. Menurutnya, berbagai program pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh elemen warga.

"Selama menjabat sebagai Lurah Botto, saya banyak belajar dari masyarakat. Dukungan dan kebersamaan mereka menjadi kekuatan bagi kami dalam menjalankan berbagai program pemerintah," ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan berbagai program di Kelurahan Botto bukanlah hasil kerja seorang lurah semata, melainkan buah dari kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga seluruh warga.

Karena itu, menjelang mengakhiri masa tugasnya sebagai lurah, Munadir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama dirinya mengemban tugas.

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh aparatur Kelurahan Botto, para kepala lingkungan, ketua RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh mitra pemerintah yang selama ini bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan wilayah.

Sebelum resmi berpindah tugas, Munadir bahkan telah berpamitan kepada seluruh staf kelurahan beserta para kepala lingkungan, RT, dan RW saat apel pagi. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan pengabdian yang telah dilalui bersama selama lebih dari tiga tahun.

Di mata masyarakat, Munadir dikenal sebagai pemimpin yang mudah dijumpai. Ia tidak hanya hadir dalam kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga kerap turun langsung mengikuti kerja bakti, gotong royong, hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Ia juga aktif membangun sinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan lingkungan maupun mendukung berbagai program kemasyarakatan.

Kedekatan itulah yang kemudian membuat warga memberikan julukan "Lurah Metro" kepada dirinya. Julukan tersebut tidak hanya menjadi sapaan akrab, tetapi juga mencerminkan hubungan yang telah terjalin erat antara dirinya dengan masyarakat.

Menariknya, usai dilantik sebagai Sekcam Lalabata, Munadir sempat melontarkan candaan yang mengundang senyum orang-orang di sekitarnya.

"Saya sebenarnya tidak pergi jauh. Masih tetap di wilayah metro," katanya sambil tersenyum.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Kantor Kecamatan Lalabata yang kini menjadi tempat tugas barunya masih berada di pusat Kota Watansoppeng, sehingga dirinya tetap dapat berinteraksi dengan masyarakat yang selama ini telah dikenalnya.

Meski kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Camat Lalabata, Munadir berharap tali silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Botto tidak akan pernah terputus.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto atas dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama ini. Mohon doa dan dukungannya agar saya dapat menjalankan amanah baru sebagai Sekretaris Camat Lalabata dengan baik, penuh tanggung jawab, serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Munadir berharap Kelurahan Botto terus berkembang di bawah kepemimpinan yang baru. Ia juga berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun tetap terjaga sehingga Botto semakin maju, aman, harmonis, dan kompak dalam mendukung pembangunan Kabupaten Soppeng.

Perpindahan tugas tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian Munadir sebagai Lurah Botto. Namun, bagi masyarakat yang mengenalnya sebagai "Lurah Metro", kedekatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun diyakini tidak akan berakhir hanya karena berganti jabatan. Sebab, baginya, jabatan boleh berubah, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

(Yund)

Senin, 06 Juli 2026

Daeng Raja Nyatakan Siap Maju di Pilkades Mattabulu, Fokus Benahi Infrastruktur dan Pertanian


Soppeng, Sigapnews.com,– Bursa bakal calon Kepala Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, semakin ramai. Setelah beberapa nama lebih dulu beredar di tengah masyarakat, kini Arifin yang akrab disapa Daeng Raja menyatakan kesiapannya untuk ikut bertarung pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mattabulu.

Kehadiran Daeng Raja menambah daftar figur yang digadang-gadang akan meramaikan kontestasi. Sebelumnya, sejumlah nama seperti Andi Fandi Adam, Udin Jahe Merah, Aris, Andi Samsu Rijal, Andi Saha, serta tiga tokoh dari kalangan pendidik telah lebih dahulu menjadi perbincangan warga.

Di kalangan masyarakat, Daeng Raja dikenal sebagai sosok yang aktif membangun komunikasi dengan warga, khususnya para petani. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan desa.

Saat ditemui di Soppeng, Arifin mengaku keputusan maju dalam Pilkades lahir dari dorongan masyarakat yang menginginkan pemerataan pembangunan di Desa Mattabulu.

"Saya sering turun dan berdialog langsung dengan masyarakat. Banyak aspirasi yang saya dengar, mulai dari persoalan infrastruktur, pertanian hingga pengembangan potensi desa. Dari situ muncul tekad untuk ikut mengambil bagian dalam membangun Mattabulu," katanya, Senin (6/7).

Menurutnya, salah satu program prioritas yang akan diperjuangkan apabila dipercaya memimpin desa adalah peningkatan akses jalan menuju Corowali. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian.

Selain itu, Daeng Raja juga berkomitmen mengembangkan potensi wisata desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai sektor pariwisata dapat memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat.

Di bidang pertanian, ia berencana memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan kelembagaan petani di wilayah Ale Tellue, Corowali, hingga Tempoe.

"Bagi saya, petani adalah kekuatan utama Desa. Karena itu, peningkatan kualitas SDM petani harus menjadi perhatian agar produktivitas dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," ujarnya.

Sementara itu, kemunculan nama Daeng Raja mendapat respons positif dari sejumlah warga. Mereka menilai Arifin sebagai sosok yang sederhana, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat.

"Ia sering hadir di tengah masyarakat dan dekat dengan petani. Itu menjadi modal sosial yang cukup baik," ujar salah seorang warga.

Apresiasi juga datang dari Ketua LSM Sidik, Mahmud. Menurutnya, semakin banyak putra daerah yang ikut berpartisipasi dalam Pilkades, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik bagi Desa Mattabulu.

Dengan bertambahnya figur yang menyatakan siap maju, persaingan menuju Pilkades Mattabulu diperkirakan akan semakin menarik. Masyarakat berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung aman, damai, dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa Desa Mattabulu menuju pembangunan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

(Yund)

Kamis, 02 Juli 2026

Kontingen Soppeng Tampil Memukau di Defile PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026, Bupati Ikut Berjalan Bersama Guru


Sidrap, Sigapnews.com, Kontingen Kabupaten Soppeng tampil memukau pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Dengan kekuatan 2.513 peserta defile, Soppeng menjadi salah satu kontingen terbesar yang ikut memeriahkan pembukaan ajang tersebut.

Penampilan kontingen semakin mencuri perhatian saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memilih berjalan bersama para guru di tengah barisan defile. Kehadirannya mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap insan pendidikan.

Sepanjang memasuki arena stadion, kontingen Soppeng tampil kompak dan penuh semangat. Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya, sementara sejumlah peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kebersamaan melalui foto.

Identitas Kabupaten Soppeng juga ditampilkan melalui kostum kalong dan kakatua putih yang dikenakan peserta di barisan depan. Kalong yang telah lama menjadi ikon daerah semakin mempertegas ciri khas kontingen saat melintas di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026, terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Selain mengikuti defile, Kontingen Soppeng juga ambil bagian pada seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya. Kehadiran Bupati dalam barisan defile menjadi suntikan semangat bagi seluruh kontingen yang membawa nama Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Rabu, 01 Juli 2026

Tutup Bhayangkara Cup, Bupati Suwardi Dorong Pembinaan Atlet Muda Soppeng


Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi momentum penting untuk membangkitkan sepak bola di Kabupaten Soppeng melalui pembinaan atlet usia muda yang berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).

Menurut Suwardi, turnamen sepak bola di tingkat desa tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana efektif menjaring bibit-bibit pesepak bola berbakat yang dapat dibina hingga mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.

"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," ujar Suwardi.

Ia berharap Bhayangkara Cup dan Ganra Cup dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun agar semakin banyak talenta muda Soppeng memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.

Bupati juga mengapresiasi Polres Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, pemerintah desa, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan turnamen dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Suwardi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi yang aman dan kondusif sehingga berbagai kegiatan olahraga dan aktivitas kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.

Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."

Pada laga final kategori umum, Ganra FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC dari Kabupaten Barru menempati posisi juara ketiga bersama. Di kategori usia madya, Ganra All Star berhasil menjadi juara usai menundukkan Wajo All Star di partai final.

Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang turut dihadiri Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.

(Yund)

Selasa, 30 Juni 2026

Terima Cicilan Nasabah tapi Tak Disetor ke Bank, Eks Mantri di Soppeng Jadi Tersangka Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com, Dugaan korupsi di salah satu bank milik negara di Kabupaten Soppeng akhirnya memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menetapkan seorang mantan mantri bank berinisial E sebagai tersangka setelah diduga menyalahgunakan kewenangannya saat masih bertugas.

Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (30/6/2026). Tak lama berselang, sekitar pukul 15.30 WITA, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap E untuk kepentingan proses hukum.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada hasil penyidikan yang menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pembayaran kredit nasabah.

Modus yang digunakan tersangka diduga dengan menerima langsung uang cicilan, angsuran, hingga pelunasan kredit dari para nasabah. Namun, uang tersebut diduga tidak pernah disetorkan ke rekening kas bank.

Agar aksinya tidak terungkap, tersangka disebut memberikan bukti transaksi yang seolah-olah sah, baik berupa slip setoran manual maupun bukti transaksi melalui aplikasi Brispot. Dengan cara itu, nasabah diyakini tetap percaya bahwa pembayaran mereka telah diproses sesuai prosedur.

Padahal, berdasarkan hasil penyidikan, dana yang diterima dari para nasabah diduga justru dialihkan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, uang yang semestinya menjadi pemasukan resmi bank tidak pernah tercatat dalam kas.

Hasil audit dan penyidikan mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp303.370.876.

Untuk memperlancar proses penyidikan, Kejari Soppeng menahan tersangka selama 20 hari, terhitung sejak 30 Juni hingga 19 Juli 2026, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng.

Tersangka dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

Kejari Soppeng menegaskan penyidikan belum berhenti. Aparat masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap seluruh fakta hukum dan memastikan pertanggungjawaban pidana dalam kasus ini.

(Yund) 

Resmi Bertugas, Kepala BPN Soppeng Langsung Bertemu Bupati Bahas Program Pertanahan Strategis


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima kunjungan audiensi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan Agustini setelah resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Dalam kunjungan itu, ia didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama sejumlah pejabat dan jajaran BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan kelembagaan, audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam mendukung berbagai program strategis di bidang pertanahan.

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya percepatan pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan guna mendukung Program Strategis Nasional (PSN), serta penguatan sinergi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng, diharapkan berbagai program pertanahan dapat terlaksana secara optimal. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(AJS)

Bupati Soppeng Jamu Mahasiswa Internasional dalam Program NISC-PH 2026 FKM Unhas




Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026. 

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional. 

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya. 

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang. 

(Silviana) 

Senin, 29 Juni 2026

Satreskrim Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Bersubsidi, Tiga Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Jaksa


Soppeng, Sigapnews.com, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar kini telah dinyatakan selesai.

Sebagai tindak lanjut, penyidik resmi melaksanakan pelimpahan tahap II dengan menyerahkan tiga orang tersangka beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses hukum selanjutnya.

Penanganan perkara tersebut berada di bawah koordinasi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., sementara proses penyidikan dilakukan oleh Unit Tipidter yang dipimpin Kanit Tipidter Ipda Alfian.

Ipda Alfian menjelaskan bahwa pelimpahan tahap II dilakukan setelah seluruh persyaratan formil dan materiil dinyatakan lengkap.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," kata Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Ketiga tersangka yang dilimpahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Dalam perkara ini, penyidik turut menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, dan lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana dalam praktik pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi secara melawan hukum.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi perhatian aparat penegak hukum karena berpotensi menghambat distribusi energi yang telah disubsidi pemerintah. Praktik tersebut dinilai dapat mengurangi hak masyarakat yang seharusnya menerima BBM bersubsidi sesuai ketentuan.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ketentuan itu mengatur bahwa setiap orang yang terbukti menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dikenai pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Dengan dilaksanakannya pelimpahan tahap II, proses penyidikan oleh Satreskrim Polres Soppeng resmi berakhir dan perkara selanjutnya menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk memasuki tahap penuntutan hingga persidangan.

Polres Soppeng menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga distribusi energi bersubsidi agar tetap tepat sasaran sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap setiap pelanggaran yang merugikan negara dan masyarakat.

(Yund)

Usai Raih WTP Ke-12, Bupati Soppeng Ajukan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD


Soppeng, Sigapnews.com, Setelah kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Penyerahan Ranperda tersebut merupakan bagian dari mekanisme pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibahas bersama DPRD sebelum mendapatkan persetujuan bersama.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng H. Nasfiding dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, tenaga ahli DPRD, pimpinan BUMD, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Ranperda yang diajukan telah dilengkapi laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit oleh BPK, ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bagian dari dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Soppeng kembali berhasil mempertahankan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekaligus hasil sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif.

"Keberhasilan pencapaian Opini WTP atas LKPD tersebut tak terlepas dari sinergitas yang baik antara legislatif dan eksekutif selama ini. Peran DPRD dalam fungsi pengawasan, budgeting, dan regulasi berjalan dengan baik sehingga pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas kinerja yang efisien dan efektif," ujar Suwardi.

Bupati juga memaparkan kinerja APBD Tahun Anggaran 2025. Pendapatan daerah berhasil melampaui target dengan realisasi sebesar Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar merupakan SiLPA yang bersifat terikat untuk mendanai kembali kegiatan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terealisasi pada tahun anggaran sebelumnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Suwardi Haseng meminta seluruh kepala perangkat daerah agar aktif mengikuti pembahasan Ranperda bersama DPRD. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal sehingga Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 segera memperoleh persetujuan bersama sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat.

(Yund) 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved