-->

Jumat, 27 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Wali Kota Makassar: Peran Besar Putra-Putri Soppeng di Balik Pembangunan Kota


Makassar, Sigapnews.com,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dalam sebuah forum silaturahmi warga Soppeng di Kota Makassar.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Makassar selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari kontribusi besar putra-putri asal Kabupaten Soppeng.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3/2026).

Acara itu dihadiri ratusan warga Soppeng perantauan, termasuk Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar lahir dari kontribusi pemikiran para akademisi asal Soppeng.

Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga intelektual, khususnya guru besar, yang berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Soppeng adalah daerah yang paling banyak menyumbangkan guru besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar. Banyak kebijakan yang saya ambil berasal dari masukan para akademisi asal Soppeng,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran para akademisi ini tidak hanya memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas keputusan yang diambil pemerintah.

Tidak hanya dalam ranah pemikiran, Munafri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya lima figur muda berdarah Soppeng yang dipercaya mengisi posisi penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Kelima figur tersebut menempati jabatan eselon II atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ia menilai kinerja mereka sangat profesional dan berdampak signifikan terhadap efektivitas jalannya pemerintahan.

“Saat ini saya dibantu oleh lima sosok muda asal Soppeng di posisi eselon II. Mereka memiliki kinerja yang luar biasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kita bersama,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku merasa bangga sekaligus terharu atas pengakuan tersebut.

Ia menilai keberhasilan warga Soppeng di perantauan menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia daerahnya.

Menurut Suwardi, momentum halalbihalal ini menjadi simbol kuatnya solidaritas warga Soppeng, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mereka mampu memberikan dampak positif di daerah lain.

“Kami memerlukan dukungan kuat dari seluruh warga Soppeng, termasuk yang berada di perantauan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah. Kontribusi bapak dan ibu sekalian sangat kami harapkan,” tuturnya.

Suwardi juga berharap hubungan antara Makassar dan Soppeng dapat terus terjalin dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Acara halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah, khususnya melalui peran diaspora, mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. 


(Yunandar) 

Monopoli Terselubung di Soppeng, Pembatasan Gabah Kecam Petani Untungkan Penggilingan

Soppeng, Sigapnews.com, Kabar dugaan tentang pembatasan distribusi gabah yang beredar secara tidak resmi di Kabupaten Soppeng memicu gelombang kecurigaan. Kebijakan yang belum jelas payung hukumnya ini dinilai tidak hanya mengganggu stok pangan, tetapi justru menjadi celah bagi praktik monopoli terselubung yang menguntungkan segelintir pengusaha penggilingan sekaligus menelikung petani.

Pemerhati pertanian setempat, Andi Mallingkara, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai kebijakan mengunci gabah di satu wilayah merupakan bentuk perampasan hak petani untuk memperoleh harga terbaik di pasar.

"Kalau gabah tidak boleh keluar, petani kehilangan pilihan. Mereka terpaksa menjual ke pembeli lokal, dan di situlah posisi tawar mereka melemah. Ini bukan distribusi, ini soal siapa yang menguasai harga, tegasnya kepada media ini, Jumat (27/3/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Andi Malik, peniadaan kompetisi antar daerah akan membuka lebar celah bagi segelintir penggilingan untuk membentuk kartel harga. Petani tidak memiliki alternatif, sementara penggilingan dapat leluasa menekan harga di tingkat petani.

Mereka yang punya modal dan infrastruktur akan menjadi satu-satunya pintu pembeli. Itu bukan lagi pasar sehat, itu monopoli, imbuhnya.

Andi Malik juga menyoroti bahwa selama ini mekanisme distribusi lintas daerah justru menjadi penjaga utama stabilitas harga. Jika akses tersebut ditutup, petani Soppeng akan terperangkap dalam ekosistem yang seluruh aturan mainnya ditentukan oleh segelintir pemodal.

Ia pun mengingatkan risiko jangka panjang dari kebijakan yang tidak berpihak pada petani. Jangan sampai kebijakan yang dilahirkan justru melahirkan kartel lokal. Ini berbahaya bagi ekosistem pertanian kita. Petani yang seharusnya dilindungi, justru menjadi korban, ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Soppeng maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dasar hukum dan urgensi wacana pembatasan distribusi gabah tersebut. Namun, polemik ini telah meruncing di kalangan petani yang mulai resah, bahwa kepentingan mereka bisa dikorbankan demi menjaga pasokan bagi penggilingan lokal.

"Kebijakan harus berpihak pada petani. Kalau petani dirugikan, sektor pertanian kita akan melemah dalam jangka panjang, pungkas Andi Mallingkara.

(Yunandar) 

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Soppeng Manfaatkan PSBM 2026 untuk Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HJS ke 765 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Yunandar)

Selasa, 24 Maret 2026

Perkuat Kepastian Hukum, Perseroda Lamataesso Mattappaa Gandeng Kejari Soppeng



Soppeng, Sigapnews.com PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda) Kabupaten Soppeng resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Nota kesepahaman ditandatangani di Aula Kejari Soppeng, Rabu (25/3/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kejari Soppeng, Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., dan Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman. Turut hadir jajaran dari kedua instansi, antara lain Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Nurfatimah Ahmad, S.H., M.H., serta para direktur dan komisaris Perseroda.

Dalam kerja sama ini, Kejari Soppeng akan memberikan pendampingan hukum yang mencakup bantuan hukum litigasi, pertimbangan hukum (legal opinion), review kontrak, konsultasi regulasi, penagihan piutang, penyelamatan aset, pendampingan kegiatan usaha dan investasi, serta penyelesaian sengketa melalui mediasi dan negosiasi.

Kajari Soppeng, Sulta D. Sitohang, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Perseroda yang secara proaktif mengajukan pendampingan hukum.

Kami siap mendampingi agar setiap langkah usaha Perseroda optimal, aman, dan memberi manfaat bagi daerah serta masyarakat, ujarnya.

Ia juga menyinggung keterlibatan PT Lamataesso Mattappaa dalam program Kejari Soppeng sebelumnya, seperti Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) pada Pasar Ramadhan SUKSES 2026.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

Dalam waktu dekat kami akan menghadapi proses penghapusan aset akibat beban neraca keuangan dan penyusutan aset yang tidak lagi produktif. Begitu pula dengan rencana pengembangan usaha ke depan, semua membutuhkan bimbingan hukum agar tetap sesuai ketentuan, jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola perusahaan dan mitigasi risiko hukum di lingkungan PT Lamataesso Mattappaa sebagai badan usaha milik daerah.

Metamorfosis Soppeng Masuki Usia ke 765 Tahun, Dari Jalan Berlumpur Menjadi Denyut Perkotaan Modern di Kaki Pegunungan


Soppeng, Sigapnews.com Dalam balutan pesona alam pegunungan yang diselimuti hamparan pelangi, Kabupaten Soppeng menorehkan babak baru dalam sejarahnya. Di usianya yang ke-765 tahun, 23 Maret 2026, daerah ini telah bertransformasi signifikan, dari kawasan dengan akses jalan berlumpur yang menyusahkan menjadi pusat denyut perekonomian dan gaya hidup perkotaan yang modern.

Perubahan paling nyata terlihat pada infrastruktur jalan. Jika dulu warga harus berjuang melintasi lintasan becek dan licin ditemani tiupan angin sepoi-sepoi, kini jalan berkelok di kaki gunung telah dilapisi aspal dan beton kokoh. 

Kemudahan akses ini secara langsung menghubungkan perkampungan terpencil dengan pusat kota, meruntuhkan batas geografis yang sebelumnya membatasi mobilitas warga.

Peningkatan infrastruktur ini turut berdampak pada geliat ekonomi. Hamparan hijau pertanian yang masih asri kini berpadu dengan semaraknya sektor perdagangan dan pariwisata. Deretan pedagang kaki lima serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat mengalami peningkatan omzet, menjadikan roda ekonomi di Bumi Latemmamala semakin berdenyut kencang. Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi lokal pun tercatat kian ramai, menambah semarak perayaan hari jadi ke-765 Soppeng.

Salah satu warga, H.OLLENG yang beraktivitas sebagai wirausaha dan owner Warkop Olleng di jln Pemuda no 2 turut menyuarakan optimisme di momen bersejarah ini. 

Ia menyampaikan ucapan selamat untuk Ultah Soppeng seraya mengamini perubahan besar yang terjadi di daerah kelahirannya.

Dulu jalannya sungguh menyusahkan karena berlumpur. Sekarang, semuanya mudah dilalui. Warga pegunungan kini bisa berbaur dengan gaya dan irama perkotaan, ujar pak aji Olleng saat ditemui di Kediamannya.

Meski mengalami modernisasi, Soppeng tetap menjaga ikon uniknya. Di jantung kota, pemandangan langka masih bisa disaksikan. kelelawar bergelantungan di pohon asam tua yang berada tepat di pusat keramaian.sebuah harmoni antara pertumbuhan kota dan kelestarian alam yang sulit ditemukan di wilayah lain.

Dari kaki pegunungan membentang pelangi hingga pusat kota yang modern, Soppeng mencatatkan Metamorfosis yang membanggakan di usianya yang ke-765 tahun, menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif mampu berjalan selaras dengan akar budaya dan keindahan alam.

Soppeng, dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala, terus berkomitmen mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

(Yunandar) 

Senin, 23 Maret 2026

Soppeng di Puncak Usia ke-765 Tahun Mengukuhkan Tradisi, Menyongsong Kejayaan Agropolitan



SOPPENG, Sigapnews.com
Soppeng  genap berusia 765 tahun. Lebih dari sekadar angka, perjalanan panjang ini menjadi bukti ketangguhan masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai luhur sekaligus melompat menuju kemajuan yang berkelanjutan. dipadukan dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas daerah berjuluk Tana Iddengngeng ini. Senin 23-3-2026

Tema Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berpijak pada kearifan lokal dan potensi pertanian modern.

Bupati Soppeng H Suwardi Haseng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yang telah mengakar kuat. 

Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata. Artinya, kerja keras, ketekunan dan keikhlasan adalah kunci utama untuk meraih keberkahan serta kemajuan bersama.

Momentum bersejarah ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Bumi La Temmamala dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. 

"Kami tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga membangun karakter yang berakar pada budaya kita, ujar Bupati

Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menggenjot program unggulan berbasis agropolitan, sebuah konsep pembangunan yang menjadikan pertanian sebagai motor penggerak ekonomi perkotaan. 

Dengan wilayah yang didominasi lahan produktif, Soppeng bertransformasi menjadi kawasan yang tidak hanya mandiri pangan tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Semoga di usia ke-765 Tahun ini, Soppeng semakin sejahtera, unggul, dan tetap menjaga persatuan demi masa depan yang lebih gemilang. Bersama kita wujudkan Soppeng yang lebih baik, sehat, maju dan berdaya saing berbasis agropolitan,tandas Bupati

Suasana kebersamaan masyarakat soppeng begitu terasa, mencerminkan semangat (SOPPENG SETARA) yang terus dijaga hingga tujuh setengah abad lebih perjalanan negeri ini.

(Yunandar) 

Pohon Asam dan Ribuan Kelelawar, Saksi Bisu Transformasi Soppeng di Tengah Perayaan Ulang Tahun ke-765


Soppeng, Sigapnews.com Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang kini memadati jalanan, sebuah pemandangan klasik masih bertahan di jantung Kota Soppeng. Pohon asam tua yang menjulang dengan ribuan kelelawar bergelantungan di dahan-dahannya tetap menjadi ikon yang sulit ditandingi daerah lain. Senin 23 Maret 2026.

Fenomena itu bagaikan detak jantung kota yang tak pernah berhenti, menjadi saksi bisu perjalanan panjang Soppeng dari kota kecil yang sunyi hingga wilayah yang terus berbenah menuju modernitas, tepat di momen perayaan ulang tahun daerah ini.

Memasuki ibu kota Kabupaten Soppeng, pengunjung disambut bentang alam yang dramatis. Dikepung jajaran pegunungan, jalan berkelok yang membelah perbukitan menyuguhkan panorama memukau. Namun di balik keindahan topografis tersebut, denyut pembangunan terasa semakin kencang.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Soppeng ke-765, suasana kampung halaman terasa berdenyut dengan energi baru. Bagi para perantau yang pulang, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan perjumpaan dengan realitas baru. Dahulu kota ini dikenal dengan lengangnya jalanan yang hanya berbisik di sore hari. Kini, suara klakson dan deru mesin kendaraan menjadi latar sehari-hari.

Data di lapangan menunjukkan, volume kendaraan di kota ini melonjak signifikan seiring geliat ekonomi dan mobilitas penduduk yang tak terbendung.

Dulu jalannya lengang, nyaris tanpa suara. Sekarang padat merayap, apalagi di jam sibuk. Ini bukti Soppeng makin maju, tapi kami juga berharap infrastruktur dan manajemen lalu lintas bisa terus ditingkatkan, ujar Herwan Dalam kesibukannya meliput perkembangan soppeng, matanya menyorot tajam dinamika kota kelahirannya.

Namun di tengah gempuran modernitas yang ditandai membludaknya kendaraan dan pusat keramaian, pemerintah daerah setempat berupaya keras untuk tidak melupakan akar budaya dan alam. Pemerintah menyadari modernitas yang tak terkendali bisa menjadi pisau bermata dua.

Di usianya yang kian matang ke 765 tahun, Soppeng menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan. Ikon kelelawar di pohon asam yang menjadi ciri khas kota ini harus terus dijaga habitatnya. 

Demikian pula keindahan pegunungan yang menjadi paru-paru kota harus tetap lestari di tengah derasnya arus pembangunan.

Perayaan ulang tahun kali ini pun menjadi momen refleksi, bahwa kemajuan sejati bukan hanya soal beton dan kendaraan, tetapi juga kemampuan menjaga warisan yang selama ini menjadi identitas Soppeng di mata dunia.

(Yunandar) 

Minggu, 22 Maret 2026

Udara Sejuk dan Air Panas Jadi Magnet, 4.334 Wisatawan Padati TWA Lejja Saat Lebaran


Soppeng, Sigapnews.com Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Kabupaten Soppeng kembali membuktikan posisinya sebagai destinasi unggulan saat libur Lebaran 2026. Pada puncak kunjungan, Minggu (22/3/2026), sebanyak 4.334 wisatawan tercatat memasuki kawasan wisata alam tersebut hingga pukul 17.00 WITA.

Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada jumlah pengunjung, tetapi juga volume kendaraan. Manajemen TWA Lejja mencatat sebanyak 513 kendaraan roda dua dan 465 kendaraan roda empat memadati area parkir dan ruas jalan menuju lokasi.

Manajer TWA Lejja, Andi Zulqibral Yusari, mengungkapkan bahwa data akurat diperoleh melalui sistem Dashboard Point of Sale (POS) yang terintegrasi di pintu masuk kawasan. Sistem ini mencatat setiap transaksi tiket masuk secara real-time, sehingga memberikan gambaran akurat mengenai tingginya minat masyarakat.

Data ini menunjukkan minat masyarakat terhadap Lejja masih sangat tinggi, khususnya di momen libur Lebaran. Kami melihat antusiasme keluarga untuk menghabiskan waktu bersama di alam terbuka sangat besar, ujar Andi Zulqibral, Senin (23/3/2026).

Manajemen menyebut dua faktor utama menjadi daya tarik TWA Lejja: udara pegunungan yang sejuk dan sensasi berendam di pemandian air panas alami. 

Kombinasi ini dinilai sulit ditemukan di destinasi wisata lain di Sulawesi Selatan, menjadikan Lejja pilihan utama bagi wisatawan lokal yang ingin berlibur tanpa harus keluar daerah.

Anak-anak senang bermain air, sementara orang tua bisa menikmati relaksasi di kolam air panas. 

Ditambah lagi pemandangan alam yang hijau, ini paket lengkap untuk liburan keluarga, tambahnya.

Dari data yang dihimpun, tren kunjungan tahun ini diproyeksikan meningkat dibanding periode Lebaran tahun lalu yang berada di kisaran 6.000 pengunjung selama masa libur. 

Dengan masih tersisanya beberapa hari dalam masa libur Lebaran 2026, manajemen optimistis total kunjungan dapat melampaui capaian sebelumnya.

Andi Zulqibral menilai tingginya minat ini tidak terlepas dari sistem promosi yang efektif. Selain mengandalkan reputasi lokal, pengelola gencar memanfaatkan media digital, termasuk media sosial dan jejaring informasi berbasis komunitas, untuk menjangkau wisatawan dari berbagai wilayah.

"Kami terus memperkuat promosi digital karena pola perjalanan wisatawan sekarang banyak dipengaruhi oleh konten dan rekomendasi daring. Efeknya terasa pada lonjakan kunjungan saat long weekend seperti ini, jelasnya.

Menyikapi lonjakan pengunjung, manajemen TWA Lejja menerapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari penambahan petugas kebersihan, pengaturan arus kendaraan, hingga penambahan loket pembelian tiket untuk mengurangi antrean. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kendala signifikan yang mengganggu kenyamanan wisatawan.

Manajemen mengimbau pengunjung yang akan datang pada sisa hari libur untuk memanfaatkan jam kunjungan pagi hingga siang hari guna menghindari kepadatan puncak. 

Data jumlah pengunjung dan kendaraan tersebut bersifat sementara berdasarkan pencatatan internal per pukul 17.00 WITA, Minggu (22/3/2026), dan dapat mengalami pembaruan sesuai rekapitulasi akhir pengelola.

(Yun)

Sabtu, 21 Maret 2026

Antara Dikenal dan Terkenal. Saat Suara Tenang Dibungkam, yang Vokal Justru Mendapat Panggung


Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi digital, muncul sebuah ironi yang kian terasa namun jarang dibahas secara terbuka. 

Mereka yang memilih untuk bekerja dalam senyap, fokus pada kualitas dan substansi, justru perlahan tersingkir. Sebaliknya, kelompok yang vokal, kritis, bahkan kerap menciptakan kontroversi, justru lebih mudah mendapatkan ruang, perhatian dan peluang.

Fenomena ini bukan sekadar persepsi. Sejumlah pegiat literasi digital yang selama ini terlibat dalam ekosistem binaan pemerintah mengaku merasakan adanya ketimpangan dalam distribusi ruang dan kesempatan, khususnya di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta lembaga terkait.

Kami memilih jalan untuk cukup dikenal, bukan terkenal. Tapi di mata pejabat yang berwenang, pilihan itu tampaknya tidak relevan. Kami justru diabaikan, bahkan ruang kami terasa semakin dipersempit, ujar seorang pegiat literasi digital yang enggan disebutkan namanya, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, selama menjadi bagian dari program pembinaan, terlihat adanya kecenderungan bahwa kelompok yang lebih vokal terutama yang sering melontarkan kritik atau protes, justru lebih diprioritaskan.

Mereka kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mendapatkan akses terhadap sumber daya, serta diundang sebagai pihak kerjasama publikasi.

Sebaliknya, kelompok yang konsisten bekerja tanpa banyak sorotan publik justru merasa terpinggirkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka menilai adanya pembatasan ruang secara tidak langsung yang membuat kontribusi mereka sulit berkembang.

Praktik pemberian ruang yang dinilai tidak proporsional ini memunculkan pertanyaan mendasar, apakah ekosistem komunikasi saat ini masih menghargai kualitas dan kedalaman, atau justru lebih terpikat pada kebisingan dan sensasi?

Sejumlah pengamat komunikasi menilai, kecenderungan aparatur untuk mendekati kelompok vokal dapat dipahami sebagai strategi untuk meredam kritik atau membangun citra responsif di mata publik.

Namun di sisi lain, pendekatan ini berisiko menciptakan ketimpangan yang berdampak pada menurunnya motivasi kelompok yang lebih produktif namun tidak reaktif.

Jika yang mendapat ruang hanya mereka yang paling keras bersuara, maka kita sedang membentuk budaya di mana keriuhan menjadi syarat utama untuk diakui. Padahal, kontribusi jangka panjang seringkali lahir dari mereka yang bekerja tanpa pamrih dan tanpa perlu menjadi tren, ujar seorang pengamat komunikasi.

Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran nilai dalam ekosistem digital, di mana visibilitas seringkali lebih dihargai dibandingkan substansi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan dapat melemahkan kualitas diskursus publik serta menghambat pertumbuhan komunitas yang berbasis pada kerja nyata.

Kelompok yang merasa terpinggirkan ini tidak menuntut perlakuan istimewa.

Mereka hanya berharap adanya keadilan dalam distribusi ruang, kesempatan, serta pengakuan terhadap kontribusi yang selama ini mereka berikan.

Kami tidak meminta diistimewakan. Kami hanya ingin ada keadilan dalam pemberian ruang dan peluang.

Jangan sampai mereka yang memilih diam justru dianggap tidak ada, padahal seringkali merekalah yang menjaga stabilitas dan kualitas, ungkap seorang jurnalis di Soppeng.

Menurut mereka, para pengambil kebijakan perlu melihat lebih dalam, tidak hanya pada kelompok yang terlihat dan terdengar, tetapi juga pada mereka yang bekerja secara konsisten di balik layar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika belum memberikan tanggapan resmi terkait isu tersebut. Namun, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa evaluasi terhadap pola pembinaan komunitas dan pemberian ruang tengah dilakukan.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah evaluasi tersebut akan menghasilkan perubahan signifikan terhadap ketimpangan yang selama ini dikeluhkan.

Di tengah situasi ini, satu hal menjadi jelas: tanpa keseimbangan antara suara yang lantang dan kerja yang senyap, ekosistem komunikasi berisiko kehilangan fondasi utamanya yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan.

(Yund)

Idul Fitri Bukan Sekadar Ibadah Tapi Energi Kebersamaan, Bupati Soppeng : Kebersamaan Jadi Fondasi Kemajuan


Soppeng, Sigapnews.com, Pagi itu, langit di atas Masjid Agung Darussalam Watansoppeng tampak cerah meski diawali hujan gemercik, seolah memberi ruang bagi ribuan doa yang akan terangkat bersamaan.

Sejak fajar belum sepenuhnya meninggi, arus manusia sudah mulai bergerak menuju satu titik: rumah ibadah yang menjadi pusat perayaan Idul Fitri di Kabupaten Soppeng.

Sabtu, 21 Maret 2026, bukan sekadar penanda 1 Syawal 1447 Hijriah. Ia menjelma menjadi momentum kolektif tentang pulang, tentang pertemuan, dan tentang makna kebersamaan yang terasa semakin nyata setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng, masyarakat datang berbondong-bondong. Ada yang berjalan kaki, ada yang beriringan dengan kendaraan, dan tak sedikit pula perantau yang kembali dari kota besar, membawa rindu yang akhirnya menemukan tempatnya pagi itu.

Masjid tak lagi cukup menampung. Jamaah meluber hingga ke halaman, memenuhi Lapangan Gasis, menjangkau Gedung Lapatau, bahkan merentang ke ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Pengayoman serta pelataran Masjid Agung..

Saf-saf panjang terbentuk rapi, menciptakan lanskap spiritual yang sulit diabaikan, sebuah “lautan umat” dalam arti yang sesungguhnya.

Namun yang paling terasa bukan hanya jumlahnya, melainkan suasananya, Hening.
Khidmat dan penuh kesadaran.

Di tengah ribuan manusia yang berdiri sejajar, perbedaan menjadi tak lagi relevan. Semua kembali ke satu titik yang sama: fitrah.

Dalam khutbahnya, Dr. Musmuliadi mengingatkan bahwa Ramadan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Bahwa nilai-nilai yang dibangun selama sebulan terakhir, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, tidak boleh berhenti saat takbir usai.

“Ramadan melatih kita menjadi manusia yang lebih baik. Tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankannya setelah hari ini,” pesannya, yang menggema di antara jamaah.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara tentang makna spiritual Idul Fitri, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, Idul Fitri adalah ruang refleksi tentang bagaimana hubungan antar manusia bisa diperbaiki, bagaimana kepedulian sosial bisa diperkuat, dan bagaimana kebersamaan bisa menjadi fondasi kemajuan.

“Ini bukan hanya soal kembali suci secara individu, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan sebagai masyarakat,” ujarnya.

Di balik suasana religius itu, ada narasi lain yang ikut mengemuka: perkembangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025. Angka harapan hidup juga naik menjadi 74,21 tahun. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dengan PDRB tumbuh dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,65 persen.

Capaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi indikator bahwa ada proses yang berjalan bahwa pembangunan di Soppeng bergerak, meski tidak tanpa tantangan.

Sejumlah penghargaan nasional turut mengiringi, mulai dari Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan hingga UHC Award kategori Madya di sektor kesehatan. Bahkan, survei dari Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan skor 80,48—masuk dalam zona hijau.

Namun, pemerintah tidak menutup mata.

Keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi pekerjaan rumah. Tantangan tetap ada, dan justru di situlah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah semua itu, satu hal menjadi benang merah: kebersamaan.

Idul Fitri tahun ini di Soppeng bukan hanya tentang salat berjamaah. Ia adalah ruang pertemuan, antara masa lalu dan masa depan, antara individu dan komunitas, antara harapan dan realitas.

Ketika takbir terakhir berkumandang dan jamaah mulai saling bersalaman, yang tersisa bukan hanya rasa lega setelah Ramadan. Tapi juga energi baru, energi untuk melanjutkan kehidupan dengan semangat yang lebih utuh.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari Idul Fitri: bukan hanya kembali ke fitrah, tetapi juga melangkah ke depan dengan kesadaran yang lebih dalam tentang arti menjadi bagian dari satu sama lain.

(Yunandar)

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua JOIN Bersama Anggota Pers Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Jaga Kedaulatan Pemerintahan Soppeng



SOPPENG Sigapnews.com Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti momen silaturahmi yang digelar oleh Jurnalis Online Indonesia (JOIN) bersama sejumlah awak media yang tergabung dalam organisasi tersebut. Mereka kompak mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, seraya mengajak seluruh elemen pers untuk terus bersinergi dengan pemerintah 21-3-2026

Dalam suasana penuh khidmat, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) kabupaten Soppeng Herwan, SH, M. Si beserta anggota pers jajaran yang hadir mengulurkan kedua tangan, memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami sekeluarga besar Jurnalis Online Indonesia dan rekan-rekan pers mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. 

"Semoga ke depannya kita semua menjadi lebih baik, lebih profesional dan tetap bersatu, ujar Ketua JOIN saat menyampaikan pesan kebersamaan itu.

Ia juga menyampaikan harapan besar kepada Dewan Pers agar tetap bersemangat dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan. 

Menurutnya, sinergi yang solid antara pers, Dewan Pers dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga kondusifitas serta kedaulatan pemerintahan, khususnya di Kabupaten Soppeng.

"Kami berharap Dewan Pers lebih semangat lagi dalam membimbing insan pers. Mari kita bersinergi dengan pemerintah dan bersama-sama menjaga kedaulatan pemerintahan di Soppeng. 

"Kolaborasi yang baik akan melahirkan pemberitaan yang konstruktif bagi pembangunan daerah, tambahnya.

Momen halal bihalal tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpelaku jurnalistik di Soppeng. 

Mereka berkomitmen untuk terus mengedepankan kode etik jurnalistik serta mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan dan berdaulat melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

(Yunandar)Join

Kamis, 19 Maret 2026

Domino di Soppeng. Bukan Sekadar Permainan Tapi Perekat Persahabatan Antar Generasi



Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah hiruk-pikuk perkembangan teknologi dan gempuran permainan digital, permainan tradisional domino tetap memegang tempat istimewa di hati masyarakat Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Jauh dari sekadar arena adu strategi dan trik, permainan kartu bergambar ini telah menjadi ritual sosial yang mempertemukan berbagai kalangan, dari generasi muda hingga dewasa.

Pantauan di  warkop OLLENG, gelak tawa dan suara gemerisik kartu domino masih menjadi pemandangan akrab. Aktivitas ini bukan hanya tentang mencari pemenang, melainkan tentang membangun dan merawat tali silaturahmi.

Salah seorang penggemar berat domino yang akrab disapa Mas Boy menegaskan sisi sosial dari permainan ini. Menurutnya, di meja domino lah persahabatan sejati seringkali diuji dan ditempa.

Ini adalah ajang yang mempertemukan dalam dunia persahabatan. Bukan soal menang atau kalah tapi canda tawa itulah yang selalu kami rasakan di sela-sela permainan, ujar Mas Boy kepada awak media SIGAPNEWS.COM 20-3-2026

Lebih lanjut, Mas Boy menjelaskan bahwa popularitas domino yang tak pernah pudar juga disebabkan oleh fleksibilitasnya dalam menciptakan strategi. Setiap pemain memiliki gaya dan trik tersendiri, mulai dari membaca kartu lawan, menggertak, hingga mengatur tempo permainan. Hal inilah yang membuat domino terus menarik minat dan tidak pernah membosankan.

Domino itu berbagai macam strategi bisa diciptakan. Itu yang membuat banyak peminatnya. Setiap pertemuan selalu ada dinamika baru, tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, permainan tradisional seperti domino masih mampu bertahan dan menjadi oase kebersamaan. Masyarakat Soppeng membuktikan bahwa sebuah permainan sederhana bisa menjadi wadah yang efektif untuk menjaga keakraban dan solidaritas sosial, menjembatani perbedaan usia, serta melestarikan budaya nongkrong yang positif dan penuh kehangatan.

(YUND) Join

Polsek Lalabata Kerahkan Personil, Amankan Shalat Isya dan Tarawih di Malam Terakhir Ramadan 1447 H


Soppeng, Sigapnews.com, Personel Polsek Lalabata melaksanakan pengamanan Shalat Isya dan Shalat Tarawih di sejumlah masjid dalam wilayah Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis malam, 19 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus untuk memastikan pelaksanaan ibadah pada malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan rumah ibadah menjadi salah satu fokus utama Polsek Lalabata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pada malam terakhir pelaksanaan Shalat Tarawih, kehadiran personel kepolisian di sejumlah masjid diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jemaah yang datang untuk beribadah.

Sejumlah personel diterjunkan ke beberapa masjid yang menjadi sasaran pengamanan. Masjid Babul Jannah Sentral di Kelurahan Lapajung diamankan oleh Aipda Ibrahim. Sementara itu, Masjid Al Aqsa Lompo di Kelurahan Lemba diamankan oleh Aiptu Budiaman, dan Masjid Taqwa diamankan oleh Aiptu Suherman. Penempatan personel ini dilakukan untuk memastikan situasi di sekitar area masjid tetap kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Selain melakukan penjagaan di lingkungan masjid, personel Polsek Lalabata juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan masjid guna mencegah terjadinya kemacetan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat pada waktu pelaksanaan Shalat Isya dan Tarawih, terutama pada malam terakhir Ramadan yang biasanya dihadiri lebih banyak jemaah. Dengan pengaturan lalu lintas yang baik, para jemaah dapat datang dan pulang dengan lebih aman serta tertib.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan kendaraan yang diparkir selama pelaksanaan shalat. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya di sekitar tempat ibadah. Polisi mengingatkan warga agar memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan diparkir di lokasi yang aman.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Lalabata turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dari Kapolres Soppeng kepada masyarakat. Warga diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan, termasuk pada malam terakhir pelaksanaan Shalat Tarawih. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Kapolsek Lalabata AKP Mahmuddin mengatakan bahwa kegiatan pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama kegiatan keagamaan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk melakukan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan Polri dengan warga. Dengan hadir langsung di lokasi kegiatan ibadah, polisi diharapkan mampu memberikan rasa tenang sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

“Pengamanan ini kami laksanakan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk, terutama pada malam terakhir Ramadan. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan lingkungan serta memperhatikan keamanan kendaraan saat beribadah,” ujar AKP Mahmuddin.

Ia menambahkan, keterlibatan personel dalam pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk nyata komitmen Polsek Lalabata dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Pelaksanaan Shalat Tarawih di wilayah hukum Polsek Lalabata pun berjalan tertib tanpa adanya gangguan keamanan yang menonjol. Kondisi ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat berjalan dengan baik dalam menjaga suasana tetap nyaman di penghujung Ramadan.

Dengan adanya pengamanan tersebut, masyarakat diharapkan semakin merasa tenang dalam menjalankan aktivitas ibadah. Di sisi lain, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Lalabata tetap terjaga dengan baik hingga akhir Ramadan, sejalan dengan harapan bersama untuk menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan penuh kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.

(Yunandar/JOIN)

Polres Soppeng Apresiasi Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026, Tekan Balap Liar dan Bangun Semangat Sportivitas


Soppeng Sigapnews.com Kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 yang berlangsung di Jalan Letjenribali, tepatnya di depan Warkop Dg. Sija, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, sukses digelar pada Rabu malam 18 Maret 2026.

Event yang diselenggarakan selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Maret 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

Perlombaan sprint dengan jarak tempuh sekitar 50 meter tersebut mempertandingkan kategori laki-laki berdasarkan tinggi badan serta kategori perempuan tanpa pembagian tinggi badan.

Dalam perlombaan tersebut, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap race yang diikuti oleh dua orang pelari. Adapun para pemenang berhasil diraih oleh Emon sebagai Juara I kategori laki-laki tinggi badan 150–164 cm, serta Asdar Men sebagai Juara I kategori laki-laki tinggi badan 165–175 cm. Sementara itu, pada kategori perempuan,
Juara I diraih oleh Satriani.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race ini karena mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minatnya di bidang olahraga secara positif. Selain itu, kegiatan ini juga efektif dalam menekan aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama bulan
Ramadhan, ujar Kapolres Soppeng.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada aspek olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan di tengah masyarakat.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat diterima dengan baik. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, tambahnya.

Kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 sendiri berakhir pada Kamis dini hari (19/3/2026) sekitar pukul 00.40 WITA dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara dapat menciptakan aktivitas positif yang mendukung keamanan serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Soppeng.

Yund

Rabu, 18 Maret 2026

Dari Senyap Menjadi Riang. Kemacetan Malam Hari Jadi Penanda Ekonomi Bumi Temmamala Menggeliat


TEMMAMALA KAB. SOPPENG Sigapnews.com Senyap malam yang biasa menyelimuti ruas-ruas jalan di Bumi Temmamala perlahan berubah menjadi riuh rendah cahaya lampu dan deru mesin. Fenomena tahunan arus mudik Lebaran telah mengubah wajah kota kecil yang dikenal tenang ini menjadi episentrum aktivitas, di mana kemacetan lalu lintas bukan lagi sekadar pemandangan biasa, melainkan menjadi barometer baru bagi geliat ekonomi warga.

Jika biasanya hiruk pikuk kendaraan roda dua dan empat hanya terdengar di siang hari, malam hari di Bumi Temmamala kini menceritakan kisah berbeda. Ratusan kendaraan dengan plat nomor dari berbagai penjuru perantauan terlihat memadati jalan-jalan utama, menciptakan antrean panjang yang menguji kesabaran sekaligus membawa berkah tersendiri.

H-3 Lebaran ini volumenya meningkat drastis, hampir tiga kali lipat dari hari biasa. Arus kendaraan dari arah timur mulai merayap padat sejak pukul 19.00 WITA,  ujar Bahistuta, seorang warga yang rumahnya berada di tepi jalur utama, ditemui di sela-sela kesibukannya,Rabu (18/03/2026) malam. Dulu macet sepertinya hanya terjadi di kota besar, sekarang jadi pemandangan langganan kami saat para perantau pulang kampung, tambahnya, menyebut suasana yang jauh berbeda dari sepinya malam-malam biasa.

Di balik kemacetan yang tercipta, terdapat denyut nadi ekonomi yang kian terasa. Lonjakan kendaraan tidak hanya membawa dampak pada padatnya lalu lintas tetapi juga menggerakkan sektor-sektor kecil di sekitarnya.

Para pedagang musiman bermunculan di pinggir jalan, menjajakan makanan ringan, minuman, hingga petang dan perlengkapan kendaraan. Warung makan dan tempat pencucian motor pun kebanjiran pelanggan.

Alhamdulillah laris manis  dgn dana semangat. Yang berhenti bukan cuma untuk istirahat tapi juga karena macet jadi punya banyak waktu untuk ngopi di pinggir jalan, ujar sitti, seorang pedagang dadakan yang memanfaatkan momen mudik untuk menambah penghasilan keluarganya. Ia mengaku omzetnya naik hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

Kebisingan klakson dan deru mesin yang memecah keheningan malam diakui sebagian warga sebagai harga yang harus dibayar atas berkah ekonomi yang masuk. Para perantau yang pulang tidak hanya membawa kendaraan tetapi juga daya beli yang menyuntikkan semangat baru bagi roda perekonomian lokal.

(The Yund)

Selasa, 17 Maret 2026

Pasar Lolloe Tetap Kondusif, Polsek Lalabata Intensifkan Pengamanan


Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Polsek Lalabata meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik keramaian. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Pasar Rakyat Lolloe, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (18/3/2026).

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, S.Sos, bersama sejumlah personel kepolisian. Patroli dimulai sekitar pukul 10.15 WITA hingga menjelang siang hari, menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar selama bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, pasar tradisional menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang mengalami lonjakan signifikan selama bulan puasa. Masyarakat memanfaatkan waktu pagi hingga siang hari untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, baik untuk konsumsi harian maupun persiapan berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan aktivitas jual beli di pasar berjalan dengan lancar dan tertib. Ini merupakan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek keamanan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok di pasar. Hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan yang signifikan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Para pedagang di Pasar Lolloe pun menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitas jual beli, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengunjung selama bulan Ramadhan.

“Kami merasa lebih aman dengan adanya patroli polisi. Pembeli juga lebih tertib, jadi suasana pasar tetap kondusif,” ungkap salah seorang pedagang.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Situasi di Pasar Rakyat Lolloe terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga kegiatan berakhir.

Polsek Lalabata menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan patroli rutin selama bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah hukum Polsek Lalabata.

Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadhan di Kabupaten Soppeng dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

(Yund)

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Soppeng Undang Ratusan Anak Yatim dan Santri Buka Puasa di Rumah Jabatan



SOPPENG Sigapnews.com  Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu, 15 Maret 2026.

Sebanyak 125 anak yatim dan santri dari berbagai pondok pesantren serta rumah tahfidz di Kabupaten Soppeng diundang langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, untuk berbuka puasa bersama di rujab bupati. Mereka hadir didampingi 25 pembina dari sejumlah lembaga pendidikan keagamaan.

Para santri dan anak yatim tersebut berasal dari beberapa lembaga, di antaranya Pondok Pesantren Yasrib Lapajung, Darunnain Pesse, DDI Pattojo, Hidayatullah Ganra, Siratal Mustaqim, Darussalihin, As’adiyah Kebo, Pondok Tahfidz Welongnge, serta MI Pergis Ganra.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berbagi kebersamaan dengan para santri dan anak yatim di bulan suci Ramadan.

Saya merasa sangat bahagia sore ini. Bukan karena saya seorang bupati, tetapi karena rumah jabatan ini dipenuhi anak-anak hebat yang sedang menempuh jalan mulia sebagai penjaga Al-Qur’an. Saya memahami perjalanan hidup anak-anakku kadang tidak selalu mudah. Namun percayalah, kalian tidak pernah sendiri. Ada guru, pembina, masyarakat, dan pemerintah daerah yang selalu mendoakan serta mendukung langkah kalian, ujarnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh KH Sulaiman Usman. Dalam tausiah tersebut, ia mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak amal, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Setelah itu, zikir dan doa bersama dipimpin oleh Ustads Junaidi.

Menjelang waktu magrib, seluruh hadirin berbuka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Suasana kebersamaan terasa kental saat para santri, pembina, dan jajaran pemerintah daerah duduk bersama menikmati hidangan makan malam.

Pada akhir kegiatan, Bupati Soppeng menyerahkan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu serta para pembina dan pendamping dari pondok pesantren dan rumah tahfidz yang hadir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di bulan Ramadan.


-(Yund)

Sabtu, 14 Maret 2026

Di Usia 41 Tahun, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra Tuai Apresiasi dari LSM SIDIK


Soppeng, Sigapnews.com, – Momentum ulang tahun ke-41 Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., yang jatuh pada 14 Maret 2026 mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat. Ucapan selamat dan doa pun mengalir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas di institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Salah satu ucapan tersebut datang dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK), Mahmud Cambang. Ia menyampaikan selamat ulang tahun sekaligus memberikan apresiasi atas kinerja AKP Dodie Ramaputra selama menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng.

Menurut Mahmud Cambang, sosok AKP Dodie Ramaputra dikenal sebagai perwira polisi yang memiliki komitmen kuat dalam menegakkan hukum serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Soppeng.

Ia menilai, kepemimpinan dalam satuan reserse kriminal memiliki peran yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan penanganan berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

“Selamat ulang tahun kepada AKP Dodie Ramaputra. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng,” ujar Mahmud Cambang.

Ia juga berharap agar di usia yang ke-41 tahun ini, AKP Dodie Ramaputra semakin sukses dalam perjalanan kariernya serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Mahmud menilai bahwa di bawah kepemimpinan AKP Dodie Ramaputra, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Soppeng mampu menjalankan tugasnya secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan prinsip penegakan hukum yang berkeadilan.

Menurutnya, kinerja aparat penegak hukum yang profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat guna menciptakan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, Mahmud Cambang juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara aparat penegak hukum dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.

Ia mengatakan bahwa sinergitas antara masyarakat dan aparat penegak hukum merupakan faktor penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang transparan, objektif, serta akuntabel.

“Hubungan sinergis antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan penegakan hukum yang bersih dan berkeadilan,” jelasnya.

Mahmud juga menegaskan bahwa LSM memiliki peran penting sebagai pengawas sosial sekaligus mitra strategis dalam mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami dari LSM SIDIK tentu berharap sinergitas antara lembaga masyarakat dan kepolisian terus terjalin dengan baik. Kami siap mendukung setiap upaya penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berpihak kepada keadilan,” tambahnya.

Sementara itu, AKP Dodie Ramaputra sendiri dikenal sebagai sosok perwira polisi yang memiliki pengalaman cukup panjang dalam bidang kepolisian. Sebelum menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng, ia pernah mengemban amanah sebagai Kapolsek Barebbo di Kabupaten Bone.

Selama bertugas di wilayah tersebut, AKP Dodie dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan berbagai elemen sosial.

Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah tugasnya saat itu.

Pengalaman bertugas di tingkat kepolisian sektor tersebut kemudian menjadi bekal penting bagi AKP Dodie Ramaputra dalam menjalankan tugasnya saat ini sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng.

Dengan pengalaman lapangan yang dimilikinya, ia dinilai memahami secara langsung dinamika sosial masyarakat serta berbagai tantangan dalam proses penegakan hukum di daerah.

Di bawah kepemimpinannya, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Soppeng diharapkan terus meningkatkan kinerja dalam mengungkap berbagai kasus serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Mahmud Cambang juga menilai bahwa sosok AKP Dodie Ramaputra merupakan contoh aparat kepolisian yang memiliki dedikasi tinggi serta komitmen kuat dalam menjalankan tugas negara.

Ia berharap di usia yang bertambah ini, AKP Dodie Ramaputra senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Kami berharap beliau terus menjadi teladan bagi anggota kepolisian lainnya,” tutup Mahmud.

Ucapan selamat ulang tahun tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi dari berbagai elemen masyarakat terhadap kinerja aparat kepolisian yang dinilai telah bekerja secara maksimal dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum di daerah.

Dengan bertambahnya usia, diharapkan AKP Dodie Ramaputra dapat terus memberikan pengabdian terbaiknya bagi masyarakat serta semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

(Yund/JOIN)

Kamis, 12 Maret 2026

Polres Soppeng Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers, Pererat Sinergi di Bulan Ramadhan


Soppeng Sigapnews.com Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan media, Polres Soppeng menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 Masehi. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng dan dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers yang ada di Kabupaten Soppeng.

Acara buka puasa bersama yang digelar pada hari ke-21 Ramadhan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana didampingi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra dan Kasi Humas AKP Husain, Kasat Lantas polres Soppeng AKP H Alwi. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan insan pers, tetapi juga dirangkaikan dengan konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencurian material yang terjadi di salah satu toko di Kota Watansoppeng.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak Polres Soppeng memaparkan kronologi singkat terkait kasus pencurian yang berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Soppeng. 

Selain itu, sejumlah barang bukti hasil kejahatan turut diperlihatkan kepada awak media sebagai bentuk transparansi penegakan hukum kepada masyarakat.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut di antaranya berupa tabung gas LPG 3 kilogram dan dua unit mesin genset yang diduga merupakan hasil tindak pencurian. 

Barang-barang tersebut diperlihatkan langsung kepada awak media yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. 

Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husein dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjalin kerja sama yang baik dengan Polres Soppeng dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam membantu menyebarkan informasi yang akurat dan berimbang terkait kegiatan kepolisian maupun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Soppeng.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan insan pers yang selama ini telah menjadi mitra Polres Soppeng dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. 

"Sinergi dan kerja sama ini sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKP Husein.

Ia juga berharap momentum Ramadhan ini dapat semakin mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan para jurnalis sehingga komunikasi dan koordinasi dapat terus terjalin dengan baik.

Setelah rangkaian konferensi pers selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara jajaran Polres Soppeng dan para awak media yang hadir. 

Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan.

Di akhir acara, Polres Soppeng juga menyerahkan paket Idul Fitri kepada masing-masing ketua organisasi pers dan anggota yang hadir sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap para jurnalis yang selama ini aktif menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Soppeng.

Adapun organisasi pers yang menerima paket tersebut di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Forum Komunikasi Jurnalis (FKJ), Ikatan Jurnalis Soppeng (IJS), serta Ikatan Wartawan Online (IWO).

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polres Soppeng dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung terciptanya penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

(Red)

Rabu, 11 Maret 2026

Bupati Soppeng Buka Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2027 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanah dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang disusun setiap tahun dengan berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.

RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 sendiri merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng 2025–2029.

Menurutnya, Musrenbang yang dilaksanakan saat ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran melalui penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

“Musrenbang menjadi momentum penting untuk menyepakati agenda pembangunan strategis daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD. Melalui forum ini pula masyarakat diberikan ruang partisipasi untuk terlibat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Dukungan juga akan diperkuat pada sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana guna meningkatkan nilai tambah produksi.

Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat dibiayai oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, serta kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh dukungan pembiayaan dari APBN maupun APBD Provinsi.

“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan.

(Yunandar)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved