-->

Rabu, 08 April 2026

Hari Bersejarah di HJS ke-765. Gubernur Sulsel Gelontorkan Dana Jalan, Apresiasi Bupati Temukan Sumber Air


SOPPENG Sigapnews.com  Euforia pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765 berubah menjadi momen bersejarah. Di hadapan ribuan warga yang memadati Gedung Pertemuan Kebanggaan Masyarakat Soppeng, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi mendeklarasikan kebangkitan ekonomi daerah melalui penggelontoran anggaran besar-besaran untuk proyek jalan provinsi di Bumi Latemmamala, Rabu (8/4/2026).

Proyek jalan provinsi di wilayah ini menjadi prioritas utama tahun ini. Demi kelancaran logistik dan ekonomi warga, tegas Gubernur dengan suara lantang, disambut gemuruh tepuk tangan yang menggema di seluruh ruangan.

Deklarasi ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur penghubung antar kecamatan. Kehadiran Gubernur bersama Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi menjadi penegas bahwa pemerintah provinsi serius membenahi aksesibilitas di Soppeng.

Tak hanya infrastruktur jalan, Gubernur Andi Sudirman juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, atas keberhasilannya menemukan sumber mata air baru. Temuan ini dipastikan akan meningkatkan layanan PDAM secara signifikan.

Bayangkan, ribuan rumah tangga yang selama ini kesulitan air bersih kini mulai bernapas lega. Ini terobosan luar biasa, ujar Gubernur.

Bupati Suwardi Haseng dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan HJS ke-765 bukan sekadar seremoni tahunan.

Ini refleksi nyata kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan. Mewakili Pemerintah dan Masyarakat Soppeng, kami ucapkan terima kasih tak terhingga. Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa Soppeng tidak sendiri, ucap Bupati

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran tokoh penting.Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle,Kepala BPK Perwakilan Sulsel,Para bupati tetangga,Jajaran Forkopimda,DPRD Kabupaten Soppeng serta Ribuan warga yang kompak mengenakan pakaian adat khas Soppeng.

Puncak acara ditutup dengan penyerahan bantuan strategis dari Gubernur dan Wakil Gubernur kepada Pemkab Soppeng serta jajaran TP-PKK, yang diterima langsung oleh Bupati Suwardi Haseng dan Ketua TP-PKK Kabupaten Soppeng.

(YUND)

Selasa, 07 April 2026

SIJAPEDA Resmi Diluncurkan, Dorong Transformasi Digital Layanan Publik Desa di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com– Upaya percepatan transformasi digital di tingkat desa di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu langkah konkret ditandai dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Kejaksaan Peduli Desa (SIJAPEDA) yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Soppeng.

Aplikasi tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, pada Selasa (7/4/2026) di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perangkat desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penguatan tata kelola desa berbasis digital.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta Donna Sitohang, menjelaskan bahwa SIJAPEDA merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang sempat tidak aktif.

Melalui pembaruan dan optimalisasi teknologi, aplikasi ini kini dirancang agar dapat digunakan secara maksimal oleh seluruh desa di wilayah Kabupaten Soppeng.

Ia menegaskan bahwa kehadiran SIJAPEDA menjadi wujud komitmen kejaksaan dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Aplikasi ini kami hadirkan secara gratis untuk seluruh desa tanpa biaya apapun. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan pelayanan publik yang lebih efektif dan transparan,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat desa masih menghadapi berbagai kendala dalam mengakses layanan publik, mulai dari keterbatasan informasi administrasi, akses layanan yang terbatas, hingga belum tersedianya sistem evaluasi pelayanan yang terintegrasi.

Melalui SIJAPEDA, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara digital, seperti memperoleh informasi desa secara real-time, berkomunikasi langsung dengan aparat desa, serta memberikan penilaian terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Fitur-fitur tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain menyediakan platform aplikasi, Kejaksaan Negeri Soppeng juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis serta pelatihan kepada operator desa. Hal ini dilakukan guna memastikan implementasi SIJAPEDA berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh desa.

Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dalam menghadapi era digital.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Soppeng. Ia menilai SIJAPEDA sebagai bentuk nyata kolaborasi antar lembaga dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya dalam sektor pelayanan publik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan terima kasih atas inovasi ini. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peluncuran SIJAPEDA sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah digalakkan secara nasional.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi juga dinilai mampu mengatasi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan jarak dan waktu dalam memperoleh layanan administrasi.

“Dengan aplikasi ini, pelayanan tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik aparatur desa. Masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja dan di mana saja,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan data dalam pengelolaan sistem digital. Seluruh pihak yang terlibat diminta untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi guna mencegah potensi kebocoran informasi.

Peluncuran SIJAPEDA turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua APDESI, para kepala desa, serta operator desa yang akan menjadi garda terdepan dalam pengoperasian aplikasi tersebut.

Dengan hadirnya SIJAPEDA, seluruh desa di Kabupaten Soppeng diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

(Red)

Senin, 06 April 2026

Suasana Tegang! Aparat Gabungan Serbu Lapas Soppeng, Hasil Razia Bikin Kaget!


Soppeng, Sigapnews.com, Aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan petugas lembaga pemasyarakatan menggelar patroli sekaligus razia di Lapas Kelas II Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA tersebut dipimpin oleh IPDA Zainandar Zain, S.H., sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Soppeng.

Patroli sebelumnya menyasar sejumlah titik rawan di wilayah perkotaan. Namun, fokus utama kegiatan diarahkan ke lembaga pemasyarakatan yang berada di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata.

Setibanya di lokasi, petugas gabungan langsung melakukan razia secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di beberapa blok hunian warga binaan.

Petugas memeriksa setiap kamar tahanan secara detail, termasuk tempat tidur, barang pribadi, serta sudut-sudut ruangan yang berpotensi digunakan untuk menyimpan barang terlarang.

Razia ini menyasar sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan, seperti narkotika, senjata tajam, dan telepon genggam ilegal yang kerap disalahgunakan untuk mengendalikan aktivitas dari dalam lapas.

Namun, dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkotika maupun telepon genggam ilegal.

Meski demikian, petugas mengamankan sejumlah barang lain yang dianggap berpotensi membahayakan, di antaranya kaleng, gelas kaca, piring, korek gas, botol parfum, serta benda berbahan logam.

Barang-barang tersebut disita untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan yang dapat mengganggu keamanan di dalam lapas, baik terhadap sesama warga binaan maupun petugas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan arahan dan peringatan kepada warga binaan agar tetap mematuhi aturan yang berlaku di dalam lembaga pemasyarakatan.

Pengawasan di dalam lapas, menurut petugas, akan terus diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di masa mendatang.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa patroli tidak hanya difokuskan pada lembaga pemasyarakatan, tetapi juga menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah Soppeng.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keluhan masyarakat terkait aktivitas balap liar dan penggunaan kendaraan yang meresahkan di jalanan.

“Patroli ini akan terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di lokasi dengan tingkat kerawanan tertentu seperti lembaga pemasyarakatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.15 WITA. Razia berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan tanpa insiden berarti.

Situasi di dalam lapas maupun di wilayah sekitar dilaporkan tetap terkendali.

(Yunandar)

KKG Gugus 1 Lalabata Bahas Ketimpangan Guru dan Optimalisasi Digitalisasi Pendidikan


Soppeng, Sigapnews.com,– Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Lalabata menggelar pertemuan rutin yang berlangsung di SD Negeri 13 Palakka, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam membahas berbagai persoalan pendidikan, mulai dari distribusi tenaga pendidik hingga efektivitas penerapan digitalisasi di sekolah.

Pertemuan tersebut diikuti oleh para guru dari 14 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di wilayah Gugus 1 Lalabata. Selain itu, sejumlah pemangku kepentingan pendidikan turut hadir memberikan pandangan dan arahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Gugus 1 Abdul Azis, Pengawas Satuan Pendidikan Gugus 1 Sudirman, Sekretaris Dewan Pendidikan H.M. Zulkarnain, serta Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Nurmal Idrus.

Dalam arahannya, Nurmal Idrus menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng, yakni ketimpangan distribusi tenaga pendidik. Ia mengungkapkan bahwa secara umum jumlah guru di daerah tersebut sebenarnya mencukupi, bahkan cenderung berlebih. Namun, penyebarannya belum merata di setiap satuan pendidikan.

“Secara keseluruhan, guru kita ini sebenarnya tidak kekurangan. Tapi ada sekolah yang kelebihan, sementara yang lain justru kekurangan. Ini menunjukkan perlunya pemetaan dan redistribusi guru yang lebih tepat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan penataan ulang distribusi guru agar lebih proporsional sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Selain persoalan distribusi tenaga pendidik, forum tersebut juga menyoroti perkembangan digitalisasi pendidikan yang saat ini mulai masif diterapkan di berbagai sekolah. Meski demikian, implementasinya dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Penggunaan platform digital oleh guru, kata Nurmal, masih didominasi untuk kepentingan administratif, seperti penginputan data, penyusunan laporan, hingga absensi. Hal ini dinilai justru menyita waktu guru yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk kegiatan pembelajaran di kelas.

“Digitalisasi sudah berjalan, tapi belum optimal untuk pembelajaran. Guru masih lebih banyak tersita pada urusan administrasi digital,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya mengarahkan pemanfaatan teknologi digital tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan efektif.

Sementara itu, kegiatan KKG ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi bagi para guru dan pemangku kepentingan dalam menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Gugus 1 Kecamatan Lalabata.

Meski berbagai isu strategis telah mengemuka dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin masih membutuhkan pembahasan lanjutan dan kajian yang lebih mendalam agar dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang lebih konkret dan implementatif di lapangan.

(Yunandar)

Jumat, 03 April 2026

Soppeng Melangkah Maju, Pengeboran Sumber Air Bersih sebagai Bukti Kepedulian Pemerintah Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan krisis air bersih yang telah lama membayangi masyarakat. Pada Jumat (3/4/2026), Bupati Suwardi Haseng memimpin langsung pengeboran perdana sumber air bersih di kawasan sekitar Rumah Jabatan Bupati, menandai dimulainya babak baru penyediaan air bersih yang berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar warga Watansoppeng, terutama saat musim kemarau.

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Suwardi Haseng memulai proses pengeboran yang disaksikan jajaran pejabat dan masyarakat setempat.

Pemilihan lokasi di dataran tinggi merupakan keputusan visioner. Selain memiliki potensi cadangan air yang menjanjikan, lokasi ini memungkinkan distribusi air lebih efisien ke wilayah permukiman sekitar.

Langkah ini menegaskan pendekatan pemerintah daerah yang tidak hanya fokus pada penyediaan layanan, tetapi juga pada strategi jangka panjang yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Bupati Suwardi Haseng menekankan bahwa air bersih adalah fondasi utama kehidupan. “Ini bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini akan diekspansi ke berbagai wilayah lain yang mengalami persoalan serupa, disesuaikan dengan hasil pengeboran tahap awal.

Selama ini, layanan air bersih di Kabupaten Soppeng masih sangat bergantung pada PDAM yang belum menjangkau seluruh wilayah secara optimal. Krisis air kerap terjadi saat musim kemarau, menurunkan pasokan dan menimbulkan dampak pada aktivitas sehari-hari.

Melalui program pengeboran ini, pemerintah daerah menghadirkan solusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber air terbatas.

Bupati Suwardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan kualitas hidup warganya secara menyeluruh.

Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kesehatan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, serta terciptanya layanan publik yang lebih merata.

Langkah cepat dan terukur ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang modern, sehat, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng kini membuktikan bahwa melalui visi, strategi, dan kolaborasi, tantangan lama dapat diubah menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat.

Proyek pengeboran sumber air bersih ini menjadi simbol nyata keberhasilan dan arah pembangunan yang terus bergerak maju.

(Yunandar)

Polisi Bekuk Terduga Pelaku Narkoba di Area SPBU Takalala, 4,48 Gram Sabu Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Soppeng kembali menunjukkan hasil signifikan. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan mengamankan dua orang terduga pelaku dalam operasi yang dilakukan pada Rabu malam, 1 April 2026.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 22.00 WITA di kawasan SPBU Takalala, Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo.

Lokasi tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian aparat kepolisian setelah adanya laporan masyarakat yang menyebutkan area itu kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba yang dipimpin oleh Kanit I langsung melakukan penyelidikan intensif.

Petugas melakukan pemantauan selama beberapa waktu guna memastikan kebenaran informasi serta mengidentifikasi target yang dicurigai.

Setelah memastikan keberadaan terduga pelaku di lokasi, aparat segera melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial A.A.L (43). Proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

Dalam penggeledahan yang dilakukan di tempat kejadian, petugas menemukan lima sachet plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Barang bukti tersebut memiliki berat bruto sekitar 4,48 gram dan ditemukan dalam penguasaan pelaku.

Dari hasil interogasi awal di lokasi, A.A.L mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya. Pengakuan ini kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pengembangan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Hasil pengembangan tersebut membuahkan hasil. Polisi kembali berhasil mengamankan satu orang lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama.

Pria kedua berinisial S kini juga telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Selanjutnya, kedua terduga pelaku bersama barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Soppeng untuk menjalani proses penyidikan lebih mendalam.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Selain itu, keduanya juga berpotensi dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkoba.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika di Kabupaten Soppeng. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkotika dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika,” tambahnya.

Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Soppeng.

(Yunandas S)

Rabu, 01 April 2026

Anggaran Terbatas, Komitmen Tak Surut, Bupati Soppeng Serahkan LKPJ 2025


Soppeng, Sigapnews.com,  Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Rabu (1/4/2026).

Dokumen LKPJ tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, disaksikan oleh anggota dewan, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2025 merupakan laporan strategis yang menggambarkan capaian kinerja pada tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Ia menyebutkan, laporan tersebut tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi refleksi awal terhadap pelaksanaan visi pembangunan daerah, yakni “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.”

“LKPJ ini menjadi gambaran awal bagaimana arah pembangunan mulai dijalankan, sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kinerja ke depan,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Soppeng dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam keterbatasan,” tegas Suwardi.

Ia menambahkan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi tantangan untuk meningkatkan efektivitas program dan kegiatan pemerintah.

Dalam pemaparan LKPJ, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Soppeng tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp1,149 triliun.

Rinciannya meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp191,96 miliar. 

Pendapatan transfer: Rp953,71 miliar
Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp3,82 miliar

Data tersebut menunjukkan bahwa pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, peningkatan PAD terus menjadi fokus untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari Rp1,142 triliun, yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis pembangunan.

Adapun rinciannya:

Belanja operasi: Rp907,44 miliar
Belanja modal: Rp114,68 miliar
Belanja tidak terduga: Rp3,18 miliar
Belanja transfer: Rp117,21 miliar

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain mengandalkan APBD, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menjalankan program tugas pembantuan dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng menerima alokasi dana sebesar Rp49,23 miliar dari Kementerian Pertanian.

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan konsep pembangunan berbasis agropolitan.

Rapat paripurna penyerahan LKPJ merupakan bagian penting dari mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

Melalui forum ini, DPRD memiliki peran strategis dalam melakukan pembahasan, evaluasi, serta memberikan rekomendasi terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, LKPJ Tahun Anggaran 2025 akan dibahas melalui mekanisme internal DPRD, termasuk pembentukan panitia khusus (pansus) untuk melakukan kajian mendalam.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.

(Yunandar)

Jumat, 27 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Wali Kota Makassar: Peran Besar Putra-Putri Soppeng di Balik Pembangunan Kota


Makassar, Sigapnews.com,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dalam sebuah forum silaturahmi warga Soppeng di Kota Makassar.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Makassar selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari kontribusi besar putra-putri asal Kabupaten Soppeng.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3/2026).

Acara itu dihadiri ratusan warga Soppeng perantauan, termasuk Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar lahir dari kontribusi pemikiran para akademisi asal Soppeng.

Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga intelektual, khususnya guru besar, yang berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Soppeng adalah daerah yang paling banyak menyumbangkan guru besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar. Banyak kebijakan yang saya ambil berasal dari masukan para akademisi asal Soppeng,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran para akademisi ini tidak hanya memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas keputusan yang diambil pemerintah.

Tidak hanya dalam ranah pemikiran, Munafri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya lima figur muda berdarah Soppeng yang dipercaya mengisi posisi penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Kelima figur tersebut menempati jabatan eselon II atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ia menilai kinerja mereka sangat profesional dan berdampak signifikan terhadap efektivitas jalannya pemerintahan.

“Saat ini saya dibantu oleh lima sosok muda asal Soppeng di posisi eselon II. Mereka memiliki kinerja yang luar biasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kita bersama,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku merasa bangga sekaligus terharu atas pengakuan tersebut.

Ia menilai keberhasilan warga Soppeng di perantauan menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia daerahnya.

Menurut Suwardi, momentum halalbihalal ini menjadi simbol kuatnya solidaritas warga Soppeng, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mereka mampu memberikan dampak positif di daerah lain.

“Kami memerlukan dukungan kuat dari seluruh warga Soppeng, termasuk yang berada di perantauan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah. Kontribusi bapak dan ibu sekalian sangat kami harapkan,” tuturnya.

Suwardi juga berharap hubungan antara Makassar dan Soppeng dapat terus terjalin dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Acara halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah, khususnya melalui peran diaspora, mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. 


(Yunandar) 

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Soppeng Manfaatkan PSBM 2026 untuk Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HJS ke 765 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Yunandar)

Selasa, 24 Maret 2026

Perkuat Kepastian Hukum, Perseroda Lamataesso Mattappaa Gandeng Kejari Soppeng



Soppeng, Sigapnews.com PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda) Kabupaten Soppeng resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Nota kesepahaman ditandatangani di Aula Kejari Soppeng, Rabu (25/3/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kejari Soppeng, Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., dan Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman. Turut hadir jajaran dari kedua instansi, antara lain Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Nurfatimah Ahmad, S.H., M.H., serta para direktur dan komisaris Perseroda.

Dalam kerja sama ini, Kejari Soppeng akan memberikan pendampingan hukum yang mencakup bantuan hukum litigasi, pertimbangan hukum (legal opinion), review kontrak, konsultasi regulasi, penagihan piutang, penyelamatan aset, pendampingan kegiatan usaha dan investasi, serta penyelesaian sengketa melalui mediasi dan negosiasi.

Kajari Soppeng, Sulta D. Sitohang, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Perseroda yang secara proaktif mengajukan pendampingan hukum.

Kami siap mendampingi agar setiap langkah usaha Perseroda optimal, aman, dan memberi manfaat bagi daerah serta masyarakat, ujarnya.

Ia juga menyinggung keterlibatan PT Lamataesso Mattappaa dalam program Kejari Soppeng sebelumnya, seperti Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) pada Pasar Ramadhan SUKSES 2026.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

Dalam waktu dekat kami akan menghadapi proses penghapusan aset akibat beban neraca keuangan dan penyusutan aset yang tidak lagi produktif. Begitu pula dengan rencana pengembangan usaha ke depan, semua membutuhkan bimbingan hukum agar tetap sesuai ketentuan, jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola perusahaan dan mitigasi risiko hukum di lingkungan PT Lamataesso Mattappaa sebagai badan usaha milik daerah.

Metamorfosis Soppeng Masuki Usia ke 765 Tahun, Dari Jalan Berlumpur Menjadi Denyut Perkotaan Modern di Kaki Pegunungan


Soppeng, Sigapnews.com Dalam balutan pesona alam pegunungan yang diselimuti hamparan pelangi, Kabupaten Soppeng menorehkan babak baru dalam sejarahnya. Di usianya yang ke-765 tahun, 23 Maret 2026, daerah ini telah bertransformasi signifikan, dari kawasan dengan akses jalan berlumpur yang menyusahkan menjadi pusat denyut perekonomian dan gaya hidup perkotaan yang modern.

Perubahan paling nyata terlihat pada infrastruktur jalan. Jika dulu warga harus berjuang melintasi lintasan becek dan licin ditemani tiupan angin sepoi-sepoi, kini jalan berkelok di kaki gunung telah dilapisi aspal dan beton kokoh. 

Kemudahan akses ini secara langsung menghubungkan perkampungan terpencil dengan pusat kota, meruntuhkan batas geografis yang sebelumnya membatasi mobilitas warga.

Peningkatan infrastruktur ini turut berdampak pada geliat ekonomi. Hamparan hijau pertanian yang masih asri kini berpadu dengan semaraknya sektor perdagangan dan pariwisata. Deretan pedagang kaki lima serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat mengalami peningkatan omzet, menjadikan roda ekonomi di Bumi Latemmamala semakin berdenyut kencang. Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi lokal pun tercatat kian ramai, menambah semarak perayaan hari jadi ke-765 Soppeng.

Salah satu warga, H.OLLENG yang beraktivitas sebagai wirausaha dan owner Warkop Olleng di jln Pemuda no 2 turut menyuarakan optimisme di momen bersejarah ini. 

Ia menyampaikan ucapan selamat untuk Ultah Soppeng seraya mengamini perubahan besar yang terjadi di daerah kelahirannya.

Dulu jalannya sungguh menyusahkan karena berlumpur. Sekarang, semuanya mudah dilalui. Warga pegunungan kini bisa berbaur dengan gaya dan irama perkotaan, ujar pak aji Olleng saat ditemui di Kediamannya.

Meski mengalami modernisasi, Soppeng tetap menjaga ikon uniknya. Di jantung kota, pemandangan langka masih bisa disaksikan. kelelawar bergelantungan di pohon asam tua yang berada tepat di pusat keramaian.sebuah harmoni antara pertumbuhan kota dan kelestarian alam yang sulit ditemukan di wilayah lain.

Dari kaki pegunungan membentang pelangi hingga pusat kota yang modern, Soppeng mencatatkan Metamorfosis yang membanggakan di usianya yang ke-765 tahun, menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif mampu berjalan selaras dengan akar budaya dan keindahan alam.

Soppeng, dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala, terus berkomitmen mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

(Yunandar) 

Senin, 23 Maret 2026

Soppeng di Puncak Usia ke-765 Tahun Mengukuhkan Tradisi, Menyongsong Kejayaan Agropolitan



SOPPENG, Sigapnews.com
Soppeng  genap berusia 765 tahun. Lebih dari sekadar angka, perjalanan panjang ini menjadi bukti ketangguhan masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai luhur sekaligus melompat menuju kemajuan yang berkelanjutan. dipadukan dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas daerah berjuluk Tana Iddengngeng ini. Senin 23-3-2026

Tema Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berpijak pada kearifan lokal dan potensi pertanian modern.

Bupati Soppeng H Suwardi Haseng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yang telah mengakar kuat. 

Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata. Artinya, kerja keras, ketekunan dan keikhlasan adalah kunci utama untuk meraih keberkahan serta kemajuan bersama.

Momentum bersejarah ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Bumi La Temmamala dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. 

"Kami tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga membangun karakter yang berakar pada budaya kita, ujar Bupati

Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menggenjot program unggulan berbasis agropolitan, sebuah konsep pembangunan yang menjadikan pertanian sebagai motor penggerak ekonomi perkotaan. 

Dengan wilayah yang didominasi lahan produktif, Soppeng bertransformasi menjadi kawasan yang tidak hanya mandiri pangan tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Semoga di usia ke-765 Tahun ini, Soppeng semakin sejahtera, unggul, dan tetap menjaga persatuan demi masa depan yang lebih gemilang. Bersama kita wujudkan Soppeng yang lebih baik, sehat, maju dan berdaya saing berbasis agropolitan,tandas Bupati

Suasana kebersamaan masyarakat soppeng begitu terasa, mencerminkan semangat (SOPPENG SETARA) yang terus dijaga hingga tujuh setengah abad lebih perjalanan negeri ini.

(Yunandar) 

Pohon Asam dan Ribuan Kelelawar, Saksi Bisu Transformasi Soppeng di Tengah Perayaan Ulang Tahun ke-765


Soppeng, Sigapnews.com Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang kini memadati jalanan, sebuah pemandangan klasik masih bertahan di jantung Kota Soppeng. Pohon asam tua yang menjulang dengan ribuan kelelawar bergelantungan di dahan-dahannya tetap menjadi ikon yang sulit ditandingi daerah lain. Senin 23 Maret 2026.

Fenomena itu bagaikan detak jantung kota yang tak pernah berhenti, menjadi saksi bisu perjalanan panjang Soppeng dari kota kecil yang sunyi hingga wilayah yang terus berbenah menuju modernitas, tepat di momen perayaan ulang tahun daerah ini.

Memasuki ibu kota Kabupaten Soppeng, pengunjung disambut bentang alam yang dramatis. Dikepung jajaran pegunungan, jalan berkelok yang membelah perbukitan menyuguhkan panorama memukau. Namun di balik keindahan topografis tersebut, denyut pembangunan terasa semakin kencang.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Soppeng ke-765, suasana kampung halaman terasa berdenyut dengan energi baru. Bagi para perantau yang pulang, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan perjumpaan dengan realitas baru. Dahulu kota ini dikenal dengan lengangnya jalanan yang hanya berbisik di sore hari. Kini, suara klakson dan deru mesin kendaraan menjadi latar sehari-hari.

Data di lapangan menunjukkan, volume kendaraan di kota ini melonjak signifikan seiring geliat ekonomi dan mobilitas penduduk yang tak terbendung.

Dulu jalannya lengang, nyaris tanpa suara. Sekarang padat merayap, apalagi di jam sibuk. Ini bukti Soppeng makin maju, tapi kami juga berharap infrastruktur dan manajemen lalu lintas bisa terus ditingkatkan, ujar Herwan Dalam kesibukannya meliput perkembangan soppeng, matanya menyorot tajam dinamika kota kelahirannya.

Namun di tengah gempuran modernitas yang ditandai membludaknya kendaraan dan pusat keramaian, pemerintah daerah setempat berupaya keras untuk tidak melupakan akar budaya dan alam. Pemerintah menyadari modernitas yang tak terkendali bisa menjadi pisau bermata dua.

Di usianya yang kian matang ke 765 tahun, Soppeng menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan. Ikon kelelawar di pohon asam yang menjadi ciri khas kota ini harus terus dijaga habitatnya. 

Demikian pula keindahan pegunungan yang menjadi paru-paru kota harus tetap lestari di tengah derasnya arus pembangunan.

Perayaan ulang tahun kali ini pun menjadi momen refleksi, bahwa kemajuan sejati bukan hanya soal beton dan kendaraan, tetapi juga kemampuan menjaga warisan yang selama ini menjadi identitas Soppeng di mata dunia.

(Yunandar) 

Minggu, 22 Maret 2026

Udara Sejuk dan Air Panas Jadi Magnet, 4.334 Wisatawan Padati TWA Lejja Saat Lebaran


Soppeng, Sigapnews.com Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Kabupaten Soppeng kembali membuktikan posisinya sebagai destinasi unggulan saat libur Lebaran 2026. Pada puncak kunjungan, Minggu (22/3/2026), sebanyak 4.334 wisatawan tercatat memasuki kawasan wisata alam tersebut hingga pukul 17.00 WITA.

Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada jumlah pengunjung, tetapi juga volume kendaraan. Manajemen TWA Lejja mencatat sebanyak 513 kendaraan roda dua dan 465 kendaraan roda empat memadati area parkir dan ruas jalan menuju lokasi.

Manajer TWA Lejja, Andi Zulqibral Yusari, mengungkapkan bahwa data akurat diperoleh melalui sistem Dashboard Point of Sale (POS) yang terintegrasi di pintu masuk kawasan. Sistem ini mencatat setiap transaksi tiket masuk secara real-time, sehingga memberikan gambaran akurat mengenai tingginya minat masyarakat.

Data ini menunjukkan minat masyarakat terhadap Lejja masih sangat tinggi, khususnya di momen libur Lebaran. Kami melihat antusiasme keluarga untuk menghabiskan waktu bersama di alam terbuka sangat besar, ujar Andi Zulqibral, Senin (23/3/2026).

Manajemen menyebut dua faktor utama menjadi daya tarik TWA Lejja: udara pegunungan yang sejuk dan sensasi berendam di pemandian air panas alami. 

Kombinasi ini dinilai sulit ditemukan di destinasi wisata lain di Sulawesi Selatan, menjadikan Lejja pilihan utama bagi wisatawan lokal yang ingin berlibur tanpa harus keluar daerah.

Anak-anak senang bermain air, sementara orang tua bisa menikmati relaksasi di kolam air panas. 

Ditambah lagi pemandangan alam yang hijau, ini paket lengkap untuk liburan keluarga, tambahnya.

Dari data yang dihimpun, tren kunjungan tahun ini diproyeksikan meningkat dibanding periode Lebaran tahun lalu yang berada di kisaran 6.000 pengunjung selama masa libur. 

Dengan masih tersisanya beberapa hari dalam masa libur Lebaran 2026, manajemen optimistis total kunjungan dapat melampaui capaian sebelumnya.

Andi Zulqibral menilai tingginya minat ini tidak terlepas dari sistem promosi yang efektif. Selain mengandalkan reputasi lokal, pengelola gencar memanfaatkan media digital, termasuk media sosial dan jejaring informasi berbasis komunitas, untuk menjangkau wisatawan dari berbagai wilayah.

"Kami terus memperkuat promosi digital karena pola perjalanan wisatawan sekarang banyak dipengaruhi oleh konten dan rekomendasi daring. Efeknya terasa pada lonjakan kunjungan saat long weekend seperti ini, jelasnya.

Menyikapi lonjakan pengunjung, manajemen TWA Lejja menerapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari penambahan petugas kebersihan, pengaturan arus kendaraan, hingga penambahan loket pembelian tiket untuk mengurangi antrean. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kendala signifikan yang mengganggu kenyamanan wisatawan.

Manajemen mengimbau pengunjung yang akan datang pada sisa hari libur untuk memanfaatkan jam kunjungan pagi hingga siang hari guna menghindari kepadatan puncak. 

Data jumlah pengunjung dan kendaraan tersebut bersifat sementara berdasarkan pencatatan internal per pukul 17.00 WITA, Minggu (22/3/2026), dan dapat mengalami pembaruan sesuai rekapitulasi akhir pengelola.

(Yun)

Sabtu, 21 Maret 2026

Antara Dikenal dan Terkenal. Saat Suara Tenang Dibungkam, yang Vokal Justru Mendapat Panggung


Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi digital, muncul sebuah ironi yang kian terasa namun jarang dibahas secara terbuka. 

Mereka yang memilih untuk bekerja dalam senyap, fokus pada kualitas dan substansi, justru perlahan tersingkir. Sebaliknya, kelompok yang vokal, kritis, bahkan kerap menciptakan kontroversi, justru lebih mudah mendapatkan ruang, perhatian dan peluang.

Fenomena ini bukan sekadar persepsi. Sejumlah pegiat literasi digital yang selama ini terlibat dalam ekosistem binaan pemerintah mengaku merasakan adanya ketimpangan dalam distribusi ruang dan kesempatan, khususnya di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta lembaga terkait.

Kami memilih jalan untuk cukup dikenal, bukan terkenal. Tapi di mata pejabat yang berwenang, pilihan itu tampaknya tidak relevan. Kami justru diabaikan, bahkan ruang kami terasa semakin dipersempit, ujar seorang pegiat literasi digital yang enggan disebutkan namanya, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, selama menjadi bagian dari program pembinaan, terlihat adanya kecenderungan bahwa kelompok yang lebih vokal terutama yang sering melontarkan kritik atau protes, justru lebih diprioritaskan.

Mereka kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mendapatkan akses terhadap sumber daya, serta diundang sebagai pihak kerjasama publikasi.

Sebaliknya, kelompok yang konsisten bekerja tanpa banyak sorotan publik justru merasa terpinggirkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka menilai adanya pembatasan ruang secara tidak langsung yang membuat kontribusi mereka sulit berkembang.

Praktik pemberian ruang yang dinilai tidak proporsional ini memunculkan pertanyaan mendasar, apakah ekosistem komunikasi saat ini masih menghargai kualitas dan kedalaman, atau justru lebih terpikat pada kebisingan dan sensasi?

Sejumlah pengamat komunikasi menilai, kecenderungan aparatur untuk mendekati kelompok vokal dapat dipahami sebagai strategi untuk meredam kritik atau membangun citra responsif di mata publik.

Namun di sisi lain, pendekatan ini berisiko menciptakan ketimpangan yang berdampak pada menurunnya motivasi kelompok yang lebih produktif namun tidak reaktif.

Jika yang mendapat ruang hanya mereka yang paling keras bersuara, maka kita sedang membentuk budaya di mana keriuhan menjadi syarat utama untuk diakui. Padahal, kontribusi jangka panjang seringkali lahir dari mereka yang bekerja tanpa pamrih dan tanpa perlu menjadi tren, ujar seorang pengamat komunikasi.

Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran nilai dalam ekosistem digital, di mana visibilitas seringkali lebih dihargai dibandingkan substansi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan dapat melemahkan kualitas diskursus publik serta menghambat pertumbuhan komunitas yang berbasis pada kerja nyata.

Kelompok yang merasa terpinggirkan ini tidak menuntut perlakuan istimewa.

Mereka hanya berharap adanya keadilan dalam distribusi ruang, kesempatan, serta pengakuan terhadap kontribusi yang selama ini mereka berikan.

Kami tidak meminta diistimewakan. Kami hanya ingin ada keadilan dalam pemberian ruang dan peluang.

Jangan sampai mereka yang memilih diam justru dianggap tidak ada, padahal seringkali merekalah yang menjaga stabilitas dan kualitas, ungkap seorang jurnalis di Soppeng.

Menurut mereka, para pengambil kebijakan perlu melihat lebih dalam, tidak hanya pada kelompok yang terlihat dan terdengar, tetapi juga pada mereka yang bekerja secara konsisten di balik layar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika belum memberikan tanggapan resmi terkait isu tersebut. Namun, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa evaluasi terhadap pola pembinaan komunitas dan pemberian ruang tengah dilakukan.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah evaluasi tersebut akan menghasilkan perubahan signifikan terhadap ketimpangan yang selama ini dikeluhkan.

Di tengah situasi ini, satu hal menjadi jelas: tanpa keseimbangan antara suara yang lantang dan kerja yang senyap, ekosistem komunikasi berisiko kehilangan fondasi utamanya yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan.

(Yund)

Idul Fitri Bukan Sekadar Ibadah Tapi Energi Kebersamaan, Bupati Soppeng : Kebersamaan Jadi Fondasi Kemajuan


Soppeng, Sigapnews.com, Pagi itu, langit di atas Masjid Agung Darussalam Watansoppeng tampak cerah meski diawali hujan gemercik, seolah memberi ruang bagi ribuan doa yang akan terangkat bersamaan.

Sejak fajar belum sepenuhnya meninggi, arus manusia sudah mulai bergerak menuju satu titik: rumah ibadah yang menjadi pusat perayaan Idul Fitri di Kabupaten Soppeng.

Sabtu, 21 Maret 2026, bukan sekadar penanda 1 Syawal 1447 Hijriah. Ia menjelma menjadi momentum kolektif tentang pulang, tentang pertemuan, dan tentang makna kebersamaan yang terasa semakin nyata setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng, masyarakat datang berbondong-bondong. Ada yang berjalan kaki, ada yang beriringan dengan kendaraan, dan tak sedikit pula perantau yang kembali dari kota besar, membawa rindu yang akhirnya menemukan tempatnya pagi itu.

Masjid tak lagi cukup menampung. Jamaah meluber hingga ke halaman, memenuhi Lapangan Gasis, menjangkau Gedung Lapatau, bahkan merentang ke ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Pengayoman serta pelataran Masjid Agung..

Saf-saf panjang terbentuk rapi, menciptakan lanskap spiritual yang sulit diabaikan, sebuah “lautan umat” dalam arti yang sesungguhnya.

Namun yang paling terasa bukan hanya jumlahnya, melainkan suasananya, Hening.
Khidmat dan penuh kesadaran.

Di tengah ribuan manusia yang berdiri sejajar, perbedaan menjadi tak lagi relevan. Semua kembali ke satu titik yang sama: fitrah.

Dalam khutbahnya, Dr. Musmuliadi mengingatkan bahwa Ramadan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Bahwa nilai-nilai yang dibangun selama sebulan terakhir, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, tidak boleh berhenti saat takbir usai.

“Ramadan melatih kita menjadi manusia yang lebih baik. Tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankannya setelah hari ini,” pesannya, yang menggema di antara jamaah.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara tentang makna spiritual Idul Fitri, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, Idul Fitri adalah ruang refleksi tentang bagaimana hubungan antar manusia bisa diperbaiki, bagaimana kepedulian sosial bisa diperkuat, dan bagaimana kebersamaan bisa menjadi fondasi kemajuan.

“Ini bukan hanya soal kembali suci secara individu, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan sebagai masyarakat,” ujarnya.

Di balik suasana religius itu, ada narasi lain yang ikut mengemuka: perkembangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025. Angka harapan hidup juga naik menjadi 74,21 tahun. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dengan PDRB tumbuh dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,65 persen.

Capaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi indikator bahwa ada proses yang berjalan bahwa pembangunan di Soppeng bergerak, meski tidak tanpa tantangan.

Sejumlah penghargaan nasional turut mengiringi, mulai dari Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan hingga UHC Award kategori Madya di sektor kesehatan. Bahkan, survei dari Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan skor 80,48—masuk dalam zona hijau.

Namun, pemerintah tidak menutup mata.

Keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi pekerjaan rumah. Tantangan tetap ada, dan justru di situlah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah semua itu, satu hal menjadi benang merah: kebersamaan.

Idul Fitri tahun ini di Soppeng bukan hanya tentang salat berjamaah. Ia adalah ruang pertemuan, antara masa lalu dan masa depan, antara individu dan komunitas, antara harapan dan realitas.

Ketika takbir terakhir berkumandang dan jamaah mulai saling bersalaman, yang tersisa bukan hanya rasa lega setelah Ramadan. Tapi juga energi baru, energi untuk melanjutkan kehidupan dengan semangat yang lebih utuh.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari Idul Fitri: bukan hanya kembali ke fitrah, tetapi juga melangkah ke depan dengan kesadaran yang lebih dalam tentang arti menjadi bagian dari satu sama lain.

(Yunandar)

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua JOIN Bersama Anggota Pers Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Jaga Kedaulatan Pemerintahan Soppeng



SOPPENG Sigapnews.com Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti momen silaturahmi yang digelar oleh Jurnalis Online Indonesia (JOIN) bersama sejumlah awak media yang tergabung dalam organisasi tersebut. Mereka kompak mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, seraya mengajak seluruh elemen pers untuk terus bersinergi dengan pemerintah 21-3-2026

Dalam suasana penuh khidmat, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) kabupaten Soppeng Herwan, SH, M. Si beserta anggota pers jajaran yang hadir mengulurkan kedua tangan, memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami sekeluarga besar Jurnalis Online Indonesia dan rekan-rekan pers mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. 

"Semoga ke depannya kita semua menjadi lebih baik, lebih profesional dan tetap bersatu, ujar Ketua JOIN saat menyampaikan pesan kebersamaan itu.

Ia juga menyampaikan harapan besar kepada Dewan Pers agar tetap bersemangat dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan. 

Menurutnya, sinergi yang solid antara pers, Dewan Pers dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga kondusifitas serta kedaulatan pemerintahan, khususnya di Kabupaten Soppeng.

"Kami berharap Dewan Pers lebih semangat lagi dalam membimbing insan pers. Mari kita bersinergi dengan pemerintah dan bersama-sama menjaga kedaulatan pemerintahan di Soppeng. 

"Kolaborasi yang baik akan melahirkan pemberitaan yang konstruktif bagi pembangunan daerah, tambahnya.

Momen halal bihalal tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpelaku jurnalistik di Soppeng. 

Mereka berkomitmen untuk terus mengedepankan kode etik jurnalistik serta mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan dan berdaulat melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

(Yunandar)Join

Kamis, 19 Maret 2026

Domino di Soppeng. Bukan Sekadar Permainan Tapi Perekat Persahabatan Antar Generasi



Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah hiruk-pikuk perkembangan teknologi dan gempuran permainan digital, permainan tradisional domino tetap memegang tempat istimewa di hati masyarakat Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Jauh dari sekadar arena adu strategi dan trik, permainan kartu bergambar ini telah menjadi ritual sosial yang mempertemukan berbagai kalangan, dari generasi muda hingga dewasa.

Pantauan di  warkop OLLENG, gelak tawa dan suara gemerisik kartu domino masih menjadi pemandangan akrab. Aktivitas ini bukan hanya tentang mencari pemenang, melainkan tentang membangun dan merawat tali silaturahmi.

Salah seorang penggemar berat domino yang akrab disapa Mas Boy menegaskan sisi sosial dari permainan ini. Menurutnya, di meja domino lah persahabatan sejati seringkali diuji dan ditempa.

Ini adalah ajang yang mempertemukan dalam dunia persahabatan. Bukan soal menang atau kalah tapi canda tawa itulah yang selalu kami rasakan di sela-sela permainan, ujar Mas Boy kepada awak media SIGAPNEWS.COM 20-3-2026

Lebih lanjut, Mas Boy menjelaskan bahwa popularitas domino yang tak pernah pudar juga disebabkan oleh fleksibilitasnya dalam menciptakan strategi. Setiap pemain memiliki gaya dan trik tersendiri, mulai dari membaca kartu lawan, menggertak, hingga mengatur tempo permainan. Hal inilah yang membuat domino terus menarik minat dan tidak pernah membosankan.

Domino itu berbagai macam strategi bisa diciptakan. Itu yang membuat banyak peminatnya. Setiap pertemuan selalu ada dinamika baru, tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, permainan tradisional seperti domino masih mampu bertahan dan menjadi oase kebersamaan. Masyarakat Soppeng membuktikan bahwa sebuah permainan sederhana bisa menjadi wadah yang efektif untuk menjaga keakraban dan solidaritas sosial, menjembatani perbedaan usia, serta melestarikan budaya nongkrong yang positif dan penuh kehangatan.

(YUND) Join

Polsek Lalabata Kerahkan Personil, Amankan Shalat Isya dan Tarawih di Malam Terakhir Ramadan 1447 H


Soppeng, Sigapnews.com, Personel Polsek Lalabata melaksanakan pengamanan Shalat Isya dan Shalat Tarawih di sejumlah masjid dalam wilayah Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis malam, 19 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus untuk memastikan pelaksanaan ibadah pada malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan rumah ibadah menjadi salah satu fokus utama Polsek Lalabata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pada malam terakhir pelaksanaan Shalat Tarawih, kehadiran personel kepolisian di sejumlah masjid diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jemaah yang datang untuk beribadah.

Sejumlah personel diterjunkan ke beberapa masjid yang menjadi sasaran pengamanan. Masjid Babul Jannah Sentral di Kelurahan Lapajung diamankan oleh Aipda Ibrahim. Sementara itu, Masjid Al Aqsa Lompo di Kelurahan Lemba diamankan oleh Aiptu Budiaman, dan Masjid Taqwa diamankan oleh Aiptu Suherman. Penempatan personel ini dilakukan untuk memastikan situasi di sekitar area masjid tetap kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Selain melakukan penjagaan di lingkungan masjid, personel Polsek Lalabata juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan masjid guna mencegah terjadinya kemacetan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat pada waktu pelaksanaan Shalat Isya dan Tarawih, terutama pada malam terakhir Ramadan yang biasanya dihadiri lebih banyak jemaah. Dengan pengaturan lalu lintas yang baik, para jemaah dapat datang dan pulang dengan lebih aman serta tertib.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan kendaraan yang diparkir selama pelaksanaan shalat. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya di sekitar tempat ibadah. Polisi mengingatkan warga agar memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan diparkir di lokasi yang aman.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Lalabata turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dari Kapolres Soppeng kepada masyarakat. Warga diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan, termasuk pada malam terakhir pelaksanaan Shalat Tarawih. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Kapolsek Lalabata AKP Mahmuddin mengatakan bahwa kegiatan pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama kegiatan keagamaan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk melakukan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan Polri dengan warga. Dengan hadir langsung di lokasi kegiatan ibadah, polisi diharapkan mampu memberikan rasa tenang sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

“Pengamanan ini kami laksanakan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk, terutama pada malam terakhir Ramadan. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan lingkungan serta memperhatikan keamanan kendaraan saat beribadah,” ujar AKP Mahmuddin.

Ia menambahkan, keterlibatan personel dalam pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk nyata komitmen Polsek Lalabata dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Pelaksanaan Shalat Tarawih di wilayah hukum Polsek Lalabata pun berjalan tertib tanpa adanya gangguan keamanan yang menonjol. Kondisi ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat berjalan dengan baik dalam menjaga suasana tetap nyaman di penghujung Ramadan.

Dengan adanya pengamanan tersebut, masyarakat diharapkan semakin merasa tenang dalam menjalankan aktivitas ibadah. Di sisi lain, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Lalabata tetap terjaga dengan baik hingga akhir Ramadan, sejalan dengan harapan bersama untuk menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan penuh kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.

(Yunandar/JOIN)

Polres Soppeng Apresiasi Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026, Tekan Balap Liar dan Bangun Semangat Sportivitas


Soppeng Sigapnews.com Kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 yang berlangsung di Jalan Letjenribali, tepatnya di depan Warkop Dg. Sija, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, sukses digelar pada Rabu malam 18 Maret 2026.

Event yang diselenggarakan selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Maret 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

Perlombaan sprint dengan jarak tempuh sekitar 50 meter tersebut mempertandingkan kategori laki-laki berdasarkan tinggi badan serta kategori perempuan tanpa pembagian tinggi badan.

Dalam perlombaan tersebut, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap race yang diikuti oleh dua orang pelari. Adapun para pemenang berhasil diraih oleh Emon sebagai Juara I kategori laki-laki tinggi badan 150–164 cm, serta Asdar Men sebagai Juara I kategori laki-laki tinggi badan 165–175 cm. Sementara itu, pada kategori perempuan,
Juara I diraih oleh Satriani.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race ini karena mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minatnya di bidang olahraga secara positif. Selain itu, kegiatan ini juga efektif dalam menekan aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama bulan
Ramadhan, ujar Kapolres Soppeng.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada aspek olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan di tengah masyarakat.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat diterima dengan baik. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, tambahnya.

Kegiatan Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 sendiri berakhir pada Kamis dini hari (19/3/2026) sekitar pukul 00.40 WITA dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara dapat menciptakan aktivitas positif yang mendukung keamanan serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Soppeng.

Yund

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved