-->

Kamis, 05 November 2026

Bupati Suwardi Haseng Lepas 276 Kontingen PORPROV, Tiga Pesan Jadi Bekal Atlet Soppeng Menuju Arena


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan atlet sekaligus mengukir prestasi di tingkat provinsi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., secara resmi melepas 276 personel kontingen Kabupaten Soppeng dalam sebuah prosesi pelepasan yang berlangsung di Soppeng, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Suwardi tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh atlet yang akan berlaga di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo pada 7–14 November 2026.

Bupati meminta para atlet menjadikan perjuangan meraih prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik daerah sebagai prinsip selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam PORPROV bukan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus menunjukkan potensi putra-putri terbaik Kabupaten Soppeng.

"Saudara-saudara sekalian bukan sekadar peserta pertandingan, tetapi membawa nama daerah, kehormatan daerah, serta harapan masyarakat Kabupaten Soppeng," ujar Suwardi.

Tiga Pesan Bupati untuk Atlet

Pesan pertama, Bupati meminta seluruh atlet berjuang sungguh-sungguh dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan atlet dari daerah lain.

Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat, melainkan juga disiplin, latihan, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus berjuang.

Pesan kedua, seluruh atlet diminta menjaga sportivitas dan kehormatan daerah. Bertandinglah secara jujur, hormati lawan, patuhi keputusan wasit dan juri, serta terima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Menang dengan terhormat adalah kebanggaan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada adalah bagian dari jiwa seorang olahragawan sejati," tegasnya.

Pesan ketiga, menjaga nama baik Kabupaten Soppeng di mana pun berada. Bupati berharap para atlet menunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, serta mampu menghargai sesama, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Suwardi juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang dan pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, PORPROV diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Kabupaten Soppeng agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Soppeng, pelatih, ofisial, manajer cabang olahraga, dan seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan kontingen.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelepasan Kontingen, Adi Setiadi, yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Soppeng, melaporkan bahwa kontingen Soppeng diperkuat 276 personel.

Jumlah tersebut terdiri atas 170 atlet, 45 pelatih, 39 ofisial, dan 22 manajer cabang olahraga yang akan mengikuti 19 cabang olahraga.

Di Kabupaten Wajo, Soppeng akan mengikuti pencak silat, petanque, bola basket, tenis lapangan, akuatik, tenis meja, balap motor, bola tangan, berkuda panahan, dan bulutangkis.

Sementara di Kabupaten Bone, atlet Soppeng akan berlaga pada cabang olahraga catur, bola voli, panjat tebing, biliar, panahan, esports, atletik, karate, dan menembak.

Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama pertandingan, panitia telah menyiapkan 24 pondokan, terdiri atas sembilan pondokan di Kabupaten Wajo dan 15 pondokan di Kabupaten Bone.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati secara simbolis memasangkan jaket dan topi kontingen kepada perwakilan atlet. Selanjutnya dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Bupati kepada Ketua Kontingen, Adi Setiadi.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan swafoto bersama seluruh atlet dan jajaran kontingen.

Dengan kekuatan 170 atlet yang akan bertanding pada 19 cabang olahraga, Kabupaten Soppeng kini bersiap menghadapi persaingan PORPROV XVIII 2026 dengan membawa harapan besar untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Soppeng Sukses, Soppeng Juara, Soppeng Berprestasi!

(Yund)

Rabu, 04 November 2026

Bupati Suwardi Haseng Bersama Jajaran Pemkab Soppeng Ikuti Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (5/11/2026), di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dalam kegiatan itu, Suwardi Haseng didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BKAD, Kepala Balibangda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Rakor yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota, pimpinan DPRD, serta jajaran perangkat daerah tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki sistem pemerintahan sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi.

Salah satu agenda penting adalah penandatanganan komitmen bersama antara Kemendagri, KPK, BPKP, LKPP, kepala daerah, dan ketua DPRD. Kesepakatan tersebut menitikberatkan pada penguatan integritas, peningkatan efektivitas pengawasan, serta perbaikan tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus dalam pemaparannya menegaskan pentingnya kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan dapat dipercaya masyarakat.

Pimpinan KPK RI, Dr. Johanis Tanak, membahas penguatan integritas kepala daerah melalui upaya pencegahan korupsi dan pembenahan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sementara itu, BPKP memberikan perhatian pada penguatan pengendalian intern dan manajemen risiko sebagai langkah memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi lainnya dibahas melalui dua sesi panel yang menghadirkan narasumber dari KPK, Kemendagri, BPKP, dan LKPP. Pembahasan mencakup pemetaan risiko korupsi, pengawasan pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan, serta pencegahan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

Forum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya lembaga pengawasan. Kepemimpinan yang berintegritas, sistem administrasi yang baik, dan pengawasan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Dengan mengikuti rakor ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan semakin memperkuat langkah pembenahan birokrasi dan pengawasan internal, sehingga seluruh program pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sesuai aturan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Perluas Gerakan Literasi hingga Desa dan Komunitas, Pemkab Soppeng Fokus Bangun SDM Berkualitas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng itu berlangsung di Aula Kantor Camat Lalabata, Kamis (5/11/2026), dengan mengusung tema “Literasi untuk Kecerdasan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Pelaksanaan kegiatan ini didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.

Bimtek tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan gerakan literasi, tidak hanya melalui lingkungan sekolah dan perpustakaan, tetapi juga hingga tingkat desa, kelurahan, keluarga, dan komunitas masyarakat.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Bunda Literasi dari delapan kecamatan, pengelola perpustakaan sekolah, desa, kelurahan dan kecamatan, pengelola perpustakaan khusus Lapas, pegiat literasi hingga insan pers.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Andi Herill Dolly, S.E., menyebut keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Bunda Literasi Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia Pemkab Soppeng, Abdullah, S.E., M.M., mewakili Sekretaris Daerah sekaligus membacakan sambutan Sekda.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa literasi informasi menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan arus informasi digital.

Kemampuan literasi saat ini tidak cukup hanya sebatas membaca dan menulis. Masyarakat juga dituntut memiliki kecakapan dalam mencari, memahami, mengolah, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.

Terlebih, derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital membuat masyarakat harus semakin cermat dalam membedakan informasi yang benar dengan berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Karena itu, penguatan literasi dipandang penting untuk membentuk masyarakat yang berpikir kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk memperkuat kapasitas peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Materi utama disampaikan Dr. Andi Bunga Tongeng, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus Founder Komunitas Literasi Gowa Menyala.

Selain itu, turut memberikan materi Dr. H. Nur Alim, S.Pd., M.Pd., Syamsuddin, S.E., M.Si., dan Achmad Saifuddin Fahri, S.P., M.Agb.

Kehadiran para narasumber diharapkan memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, serta strategi praktis bagi peserta dalam mengembangkan program literasi yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Keterlibatan Hj. Suarni Suwardi sebagai Bunda Literasi Kabupaten Soppeng juga menjadi bagian penting dalam mendorong gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, budaya membaca dan kecakapan informasi diharapkan dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang melalui sekolah, perpustakaan, pemerintah desa dan kelurahan hingga berbagai komunitas masyarakat.

Pemkab Soppeng berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti Bimtek, tetapi juga mampu menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan budaya literasi.

Dengan penguatan gerakan literasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, Soppeng diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, produktif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, berpengetahuan dan memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng Andi Herill Dolly, S.E., Camat Lalabata Risqun, S.STP., M.Si., serta para pengelola perpustakaan desa, kelurahan, sekolah dan Rutan.

(Red)

Kasi Humas Polres Soppeng dan Insan Pers Satu Frekuensi, Kawal Informasi Publik Lewat Semangat Kebersamaan


Soppeng, Sigapnews.com, Membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya melalui pelayanan di lapangan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi. Prinsip inilah yang terus dibangun Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, S.Sos., S.H., bersama insan pers.

Kedekatan tersebut terlihat dalam suasana silaturahmi dan diskusi santai bersama awak media online Wartasulselnews.com dan Kabartujuhsatu.news di Warkop Abadi, Jalan Kemakmuran, Kamis (5/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan media dalam mendukung penyampaian informasi yang objektif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.

AKP H. Husain memandang insan pers sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan media sangat membantu menyampaikan berbagai program, kegiatan, serta pesan-pesan kamtibmas agar dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas.

"Media adalah perpanjangan tangan kami untuk menyapa masyarakat secara luas. Melalui sinergi yang terbangun erat, semangat Polisi Bersama Masyarakat benar-benar kami wujudkan agar informasi yang sampai ke warga tidak hanya cepat, tetapi juga menyejukkan dan mencerahkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Humas Polres Soppeng terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi melalui publikasi kegiatan kepolisian yang humanis, penyampaian perkembangan kamtibmas, serta respons terhadap berbagai persoalan dan pengaduan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penyampaian informasi yang benar dan terverifikasi menjadi kebutuhan penting. Karena itu, kolaborasi dengan insan pers juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menangkal hoaks dan menjaga ruang informasi publik tetap sehat.

Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa.

Melalui komunikasi yang terbuka dan hubungan kemitraan yang terjaga, Polres Soppeng berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat pun menjadi landasan untuk terus membangun kedekatan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan suasana Kabupaten Soppeng yang aman, damai, serta harmonis.

(Red)

Pemkab Soppeng dan BNI Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan, 100 Siswa Terima Tabungan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi generasi muda.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, Rabu (4/11/2026). Dalam kegiatan bertema “Mimpi yang Diberi Ruang” tersebut, sebanyak 100 siswa menerima bantuan buku tabungan melalui program Cerdas Menabung.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. H. Dipa, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BNI atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Dipa, ditegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan lembaga pendidikan.

Menurut Bupati, pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, terus berkomitmen mendorong pemerataan akses pendidikan agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi.

"Kehadiran program BNI Sahabat Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar. Bantuan apresiasi siswa berprestasi, pembukaan rekening bagi siswa, serta fasilitas melalui program CSR diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak kita untuk terus belajar lebih giat," demikian sambutan Bupati.

Bupati juga berpesan kepada seluruh siswa agar memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, terus meningkatkan semangat belajar, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.

Sementara itu, Drs. H. Dipa, M.Si., memberikan motivasi kepada para siswa dengan mengutip pesan Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya menggantungkan cita-cita setinggi langit.

Ia menyampaikan tiga pesan penting, yakni berani bercita-cita tinggi, tidak takut menghadapi kegagalan, serta menerapkan standar maksimal dalam proses belajar dan meraih prestasi.

"Jangan menggunakan standar minimal, tetapi pakailah standar maksimal. Kalau kita belajar, harus memiliki standar maksimal dan berusaha menjadi yang terbaik. Sebagaimana tema kegiatan ini, Mimpi yang Diberi Ruang," pesannya.

Selain penyerahan 100 buku tabungan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi di tingkat nasional maupun daerah.

Suci Nurhikmah, siswi Sekolah Rakyat Dasar (SRD), menerima penghargaan atas keberhasilannya meraih Juara II kategori Cerita Pendek jenjang SRD tingkat nasional.

Nur Aeny R., siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), memperoleh penghargaan The Best Intelligensia serta Ana'dara Malebbi Kalollo Margaretta Sulselbar 2026 kategori Remaja C.

Sementara Putri Sheril Mahera, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng 2026, yakni Best Performance, Best Photogenic, Favorite, dan Best Colour III kategori Dewasa.

BNI juga menyalurkan bantuan melalui program Cerdas Sekolah kepada siswi, program Peduli Bersama kepada Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, serta menyerahkan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah.

Branch Manager BNI Cabang Sengkang, Hj. Sri Wahyuningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program menyambut HUT BNI ke-80.

Ia menegaskan bahwa BNI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menanggapi harapan pihak sekolah agar bantuan buku tabungan dapat menjangkau seluruh siswa, Sri Wahyuningsih menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi catatan bagi pihak BNI.

Selain itu, BNI juga berencana menjalin kerja sama dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng dalam pengembangan sistem absensi sekolah digital berbasis Face ID.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, Arni Arjilla, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNI Cabang Soppeng dan Cabang Sengkang atas dukungan yang diberikan.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga seluruh siswa, baik yang telah berprestasi maupun yang belum, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memiliki tabungan.

Arni juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng beserta jajaran terhadap keberlangsungan dan pengembangan Sekolah Rakyat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufik Ramli, S.STP., M.M., Pimpinan BNI Soppeng M. Pagi Ressa, Pimpinan BNI Cabang Cabenge Rosidayanti, Tim Leader Hasbianto, serta jajaran civitas akademika dan siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng.

Melalui sinergi tersebut, Pemkab Soppeng berharap keterlibatan dunia usaha dalam mendukung sektor pendidikan semakin meningkat, sehingga pemerataan kesempatan belajar dapat terus diwujudkan dan melahirkan generasi Soppeng yang unggul, mandiri, serta berdaya saing.

(Yund)

Pererat Kedekatan dengan Anak Usia Dini, TK Negeri Lamung Patue Kunjungi Polres Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com,– Upaya mengenalkan lingkungan kepolisian kepada anak-anak sejak usia dini dilakukan TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng melalui kegiatan Outing Class ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Soppeng, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta didik Kelompok B1 dan B4 ini bukan sekadar kunjungan rekreasi, tetapi menjadi sarana pembelajaran langsung untuk memperkenalkan tugas dan fungsi kepolisian sekaligus menanamkan pemahaman bahwa polisi merupakan sahabat anak.

Dengan menggunakan kendaraan odong-odong, rombongan berangkat dalam suasana penuh kegembiraan. Anak-anak tampak antusias sepanjang perjalanan dengan bernyanyi dan bersorak bersama para bunda serta ibu wali kelas yang mendampingi.

Tiba di Polres Soppeng, rombongan disambut ramah oleh BRIGPOL Heriani, S.H., Ba Sat Lantas. Ia menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan tersebut dan mengapresiasi keberanian anak-anak yang datang dengan penuh semangat untuk mengenal lebih dekat lingkungan kepolisian.

Dalam kesempatan itu, anak-anak diberikan pengenalan sederhana mengenai tugas polisi, mulai dari menjaga keamanan, membantu masyarakat, mengatur lalu lintas hingga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan yang ditekankan adalah anak-anak tidak perlu merasa takut terhadap polisi. Sebab, polisi hadir sebagai sahabat yang siap membantu masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.

Penjelasan tersebut juga disampaikan BRIGPOL Fitri Novitasari, Ba Sat Lantas. Ia memperkenalkan pentingnya menaati aturan lalu lintas serta mengajak anak-anak mengenal peran polisi dalam menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Kegembiraan anak-anak semakin bertambah ketika mereka diberi kesempatan melihat langsung kendaraan operasional kepolisian. Bahkan, beberapa anak mendapatkan pengalaman menaiki sepeda motor polisi dan mobil patroli.

Salah satu momen paling menarik terjadi ketika Ananda Raja mendapat kesempatan berada di dalam mobil patroli. Dengan penuh keberanian, ia mencoba membunyikan sirene mobil polisi. Aksi spontan tersebut membuat suasana semakin meriah dan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Tidak ingin melewatkan kesempatan istimewa tersebut, anak-anak juga mempersembahkan lagu "Ada Bapak Polisi" yang dilanjutkan dengan Tepuk Pistol. Penampilan penuh semangat itu menjadi bentuk apresiasi sederhana kepada jajaran kepolisian yang telah menyambut mereka dengan penuh kehangatan.

Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Soppeng, Kasat Lantas, dan seluruh jajaran Polres Soppeng atas penerimaan serta pelayanan yang diberikan kepada rombongan sekolah.

Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung seperti ini sangat penting bagi perkembangan anak. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan di luar sekolah.

Ibu Asri Bunga Wali, S.Pd., menambahkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertama rombongan sekolah mendatangi kantor Polres Soppeng yang baru. Sebelumnya, TK Negeri Lamung Patue juga pernah melakukan kegiatan serupa di kantor Polres yang lama.

Ia mengenang, pada kunjungan terdahulu anak-anak diperkenalkan dengan sejumlah ruang pelayanan kepolisian, termasuk tempat pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Pengalaman tersebut memberikan pemahaman awal mengenai berbagai bentuk pelayanan polisi kepada masyarakat.

Sementara itu, kisah Ananda Fara menjadi salah satu cerita yang menyentuh dalam kegiatan tersebut. Fara pernah bercerita kepada teman-temannya bahwa ayahnya merupakan seorang polisi yang bertugas mengatur lalu lintas. Meski sang ayah telah meninggal dunia, kenangan dan kebanggaan terhadap pengabdiannya tetap melekat di hati Fara.

Bahkan, sosok sang ayah menjadi inspirasi baginya untuk bercita-cita menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan).

Ibu Dian Ekawati, S.Pd., juga mengingatkan bahwa polisi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian memberikan berbagai pelayanan, seperti pengurusan SIM, SKCK, sidik jari, serta pelayanan lainnya.

Menjelang akhir kunjungan, anak-anak menerima bingkisan dari Polres Soppeng yang diserahkan langsung oleh Bapak Kasat Lantas bersama jajaran anggota Sat Lantas. Pemberian tersebut semakin menambah kebahagiaan peserta didik sebelum mengakhiri kegiatan.

Melalui kunjungan ini, TK Negeri Lamung Patue berharap anak-anak semakin mengenal profesi kepolisian dan memahami pentingnya kedisiplinan, keselamatan, serta kepatuhan terhadap aturan.

Bagi anak-anak, kunjungan tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, pengalaman bertemu polisi, menaiki kendaraan patroli, mendengar sirene, hingga menyanyikan lagu tentang polisi akan menjadi kenangan berharga dalam perjalanan tumbuh kembang mereka.

TK Negeri Lamung Patue dan Polres Soppeng: Membangun Kedekatan, Menanamkan Keberanian, dan Menghadirkan Polisi sebagai Sahabat Anak.

Selasa, 03 November 2026

Wujudkan Cabenge Lebih Tertata, Pemkab Soppeng Libatkan Berbagai Pihak dalam Penyusunan RDTR


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mematangkan perencanaan penataan Kawasan Perkotaan Cabenge melalui penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan wilayah yang terarah, berdaya saing, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pembahasan tersebut berlangsung melalui Konsultasi Publik I penyusunan materi teknis dan rancangan peraturan kepala daerah RDTR Kawasan Perkotaan Cabenge Kabupaten Soppeng, di D'Kayangan Resort & Cafe, Selasa (3/11/2026).

Mewakili Bupati Soppeng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, M.Si., menyampaikan bahwa penyusunan RDTR dan KLHS merupakan tahapan penting dalam menentukan arah pemanfaatan ruang dan pengembangan kawasan perkotaan.

Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Tim ILASP, tim konsultan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses penyusunan dokumen tersebut.

Menurut Dipa, perencanaan kawasan perkotaan harus mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan infrastruktur, permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan pelayanan dasar masyarakat. Namun, seluruh rencana tersebut harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan serta potensi kerawanan bencana.

Banjir Sungai Walanae Jadi Perhatian Khusus

Dalam arahannya, Dipa memberikan perhatian khusus terhadap potensi banjir di kawasan sekitar Sungai Walanae yang melintasi wilayah sekitar perencanaan.

Ia meminta agar tim penyusun melakukan kajian mendalam terhadap potensi luapan sungai, kemungkinan genangan di kawasan permukiman, serta dampaknya terhadap lahan produktif dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, identifikasi dan pemetaan kawasan rawan banjir harus didukung data teknis yang akurat sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pemanfaatan ruang.

Pengaturan kawasan sempadan sungai, penyediaan drainase, serta langkah mitigasi bencana lainnya juga diharapkan menjadi bagian dari perencanaan RDTR.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan masyarakat. Sebaliknya, penataan ruang harus mampu mengurangi risiko bencana dan mencegah munculnya persoalan lingkungan di masa mendatang.

Ajak Pemangku Kepentingan Berikan Masukan

Selain aspek kebencanaan, penyusunan KLHS diharapkan memperhatikan perlindungan kawasan ekologis, pengelolaan sumber daya air, persampahan, sanitasi, serta keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Dipa juga mengajak seluruh peserta konsultasi publik untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, dan mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu diakomodasi dalam dokumen perencanaan.

Partisipasi pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, serta asosiasi profesi dinilai penting agar RDTR yang dihasilkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap dokumen RDTR dan KLHS Kawasan Perkotaan Cabenge nantinya tidak hanya menjadi pedoman pembangunan, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang secara konsisten.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen mendorong pembangunan yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan melalui sinergi antarperangkat daerah serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

Dengan perencanaan yang matang, Kawasan Perkotaan Cabenge diharapkan berkembang menjadi kawasan yang tertata, produktif secara ekonomi, nyaman dihuni, memiliki lingkungan yang terjaga, serta lebih tangguh menghadapi risiko bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah, serta pejabat pemerintah provinsi dan Kabupaten Soppeng.

Turut hadir para pimpinan perangkat daerah, Camat Lilirilau dan Camat Ganra, para lurah dan kepala desa, tim konsultan penyusunan RDTR, Tim Project Management Unit (PMU) ILASP beserta tenaga ahli dan tim teknis, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, asosiasi profesi, serta seluruh peserta konsultasi publik.

(Yund)

Sosialisasi PIJAR Bunda PAUD di Citta, Hj. Suarni Suwardi Ajak Perkuat Inovasi dan Kualitas Pendidikan Anak


Soppeng, Sigapnews.com, Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu perhatian Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Melalui Portal PIJAR, seluruh Bunda PAUD diharapkan semakin aktif mendokumentasikan program, kegiatan, dan inovasi di wilayah masing-masing.

Harapan tersebut disampaikan Hj. Suarni Suwardi saat membuka Sosialisasi Aplikasi PIJAR Bunda PAUD tingkat Kecamatan Citta yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Citta, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas Bunda PAUD dalam memanfaatkan teknologi informasi sekaligus membangun koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah kecamatan, desa, lembaga PAUD, dan berbagai pemangku kepentingan.

Camat Citta, Hasnawati, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter, kecerdasan, dan kepribadian generasi penerus.

Menurutnya, keberhasilan layanan PAUD tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak.

Ia berharap Portal PIJAR dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan informasi, komunikasi, koordinasi, dan pendataan sehingga pelayanan PAUD semakin berkualitas.

Hasnawati juga mengajak seluruh Bunda PAUD desa agar memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, satuan PAUD, Posyandu, serta unsur terkait dalam mendukung program wajib belajar satu tahun prasekolah.

Dalam kesempatan itu, Hj. Suarni Suwardi juga mengingatkan bahwa Apresiasi Bunda PAUD direncanakan kembali dilaksanakan pada 2027. Karena itu, persiapan perlu dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kualitas kegiatan dan memaksimalkan penggunaan Portal PIJAR.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Soppeng telah mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Bunda PAUD Desa Citta berhasil meraih Juara I, sedangkan Kecamatan Lilirilau dan Lalabata masing-masing memperoleh Juara II dan Juara III kategori Bunda PAUD Kecamatan.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan prestasi pada pelaksanaan apresiasi berikutnya.

Hj. Suarni berharap keberhasilan Bunda PAUD Desa Citta dapat menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan berbagai program dan inovasi yang berdampak langsung terhadap pendidikan anak.

Ia juga mengingatkan seluruh Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar segera memiliki akun Portal PIJAR, memahami cara penggunaannya, serta konsisten mengunggah dokumentasi kegiatan.

Dengan pemanfaatan platform tersebut, setiap aktivitas dan inovasi tidak hanya menjadi catatan kegiatan, tetapi juga dapat dibagikan sebagai referensi dan inspirasi bagi pengembangan PAUD di daerah lain.

Kegiatan ini dihadiri Camat Citta, Bunda PAUD Kecamatan Citta, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Soppeng beserta jajaran, serta Bunda PAUD dan Ketua Pokja Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kecamatan Citta.

(Yund)

Penuh Keceriaan, TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng Gelar Outing Class di Rutan Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana berbeda terlihat dalam kegiatan belajar TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng. Kali ini, ruang belajar anak-anak berpindah ke lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Soppeng melalui kegiatan Outing Class yang dikemas dengan berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan. Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik Kelompok B3, A1, dan A2, didampingi wali kelas serta orang tua murid. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman baru, mengenal lingkungan sekitar, sekaligus belajar menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.

Keceriaan sudah terlihat sejak rombongan memulai perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, anak-anak diajak berkeliling Kota Soppeng menggunakan odong-odong.

Dengan wajah penuh kegembiraan, mereka menikmati perjalanan sambil menyanyikan lagu "Saya Pergi Tamasya". Gelak tawa dan nyanyian anak-anak menciptakan suasana akrab antara peserta didik, guru, dan orang tua.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Rutan Kelas IIB Soppeng di Jalan Pengayoman, Watansoppeng, yang berada tepat di depan lingkungan sekolah mereka.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut ramah oleh jajaran pegawai Rutan serta mahasiswa yang sedang menjalani kegiatan magang.

Pengelola Data dan Informasi Rutan Kelas IIB Soppeng, Andi Santi Malfianti, menyampaikan apresiasi atas kunjungan keluarga besar TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng.

Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi anak-anak melalui pengenalan lingkungan Rutan secara edukatif.

Sambutan berikutnya disampaikan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Arman, S.Sos. Ia memberikan pengenalan mengenai keberadaan dan fungsi Rutan dengan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Anak-anak diperkenalkan pada lingkungan Rutan sekaligus diberikan pesan tentang pentingnya menaati aturan, menjaga sikap, menghormati orang lain, dan membiasakan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemahaman tentang aturan perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa tumbuh menjadi pribadi yang tertib dan bertanggung jawab.

Sementara itu, guru TK Negeri Lamung Patue, Hj. Amriani, S.Pd., mengingatkan seluruh peserta didik agar mengikuti kegiatan dengan tertib serta menyimak setiap arahan yang diberikan.

Suasana semakin semarak ketika Hj. Amriani mengajak anak-anak meneriakkan yel-yel sekolah.

"TK Lamung Patue, mana suaranya?"

"Ini suaraku!"

"Mana semangatnya?"

"Ini semangatku! Yes, yes, yes!"

Dengan suara lantang dan penuh semangat, anak-anak menjawab setiap seruan guru mereka.

Kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu bertema antiperundungan (anti-bullying). Melalui lagu tersebut, peserta didik diajak membangun kebiasaan saling menyayangi, tidak mengejek, tidak mengganggu teman, serta saling membantu dan menghargai satu sama lain.

Tidak berhenti pada pengenalan lingkungan, pihak Rutan Kelas IIB Soppeng juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan kreativitas dan keterampilan anak-anak.

Aktivitas mewarnai gambar menjadi salah satu kegiatan yang disambut antusias. Anak-anak diberikan kesempatan menuangkan imajinasi melalui pilihan warna dan kreativitas masing-masing.

Selanjutnya, mereka juga mengikuti kegiatan menanam sayuran kangkung. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung tentang cara mengenal tanaman, proses menanam, serta pentingnya merawat tumbuhan.

Pembelajaran tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan Outing Class ini menjadi gambaran bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman langsung melalui kunjungan dan interaksi dengan lingkungan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperluas wawasan anak.

Melalui kegiatan tersebut, TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng bersama Rutan Kelas IIB Soppeng menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan keceriaan, edukasi, kreativitas, dan penanaman nilai-nilai karakter bagi generasi sejak usia dini.

(Yund)

BNI Perkuat Kepedulian Pendidikan di Soppeng, 100 Siswa Sekolah Rakyat Dapat Tabungan


Soppeng, Sigapnews.com, Dukungan terhadap dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana mempersiapkan generasi muda agar memiliki pengetahuan, karakter, dan kemandirian. Komitmen tersebut ditunjukkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat di SRT 1 Soppeng, Rabu (4/11/2026).

Melalui kegiatan bertema “Mimpi yang Diberi Ruang” tersebut, BNI menyerahkan buku tabungan kepada 100 siswa, memberikan apresiasi kepada peserta didik berprestasi, serta mengajak warga sekolah meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 BNI tahun 2026.

Branch Manager BNI Kantor Cabang Sengkang, Wiwik Sri Wahyuningsih, mengatakan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi BNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pendidikan.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan dukungan yang tidak hanya mendorong kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, memperluas wawasan, dan menanamkan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka.

Karena itu, BNI menghadirkan edukasi literasi keuangan melalui pemberian buku tabungan kepada 100 siswa. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kebiasaan menabung sekaligus membentuk pemahaman tentang pentingnya mengelola keuangan sejak usia dini.

Program BNI Sahabat Sekolah Rakyat juga dijalankan melalui empat pilar, yaitu Cerdas Belajar, Cerdas Mengelola Keuangan, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Keempat pilar tersebut menjadi landasan kegiatan dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, kemandirian finansial, penguatan lingkungan sekolah, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng menyambut positif keterlibatan BNI dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Soppeng, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia perbankan dan sektor pendidikan merupakan bagian penting dari semangat gotong royong untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat dan diwujudkan melalui program-program berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh peserta didik maupun lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng, Taufik Ramli, S.STP., M.M., Branch Manager BNI Kantor Cabang Sengkang Wiwik Sri Wahyuningsih, Pimpinan BNI Cabang Soppeng M Pagi Ressa dan staf, Kepala SRT 1 Soppeng Arni Arjilla, S.Pd., serta guru dan tenaga kependidikan.

Melalui BNI Sahabat Sekolah Rakyat, BNI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, sejalan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara.

Program ini diharapkan menjadi dorongan bagi para siswa untuk tidak hanya memiliki cita-cita tinggi, tetapi juga membangun kebiasaan baik, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mandiri serta berdaya saing.

(Yund)

Suarni Suwardi Dorong Digitalisasi Bunda PAUD, Portal PIJAR Jadi Andalan Persiapan Apresiasi 2027


Soppeng, Sigapnews.com, Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Bunda PAUD dalam menghadapi Apresiasi Bunda PAUD Tahun 2027. Pemanfaatan teknologi digital melalui Portal PIJAR menjadi salah satu perhatian utama untuk mendukung peningkatan prestasi Kabupaten Soppeng.

Hal tersebut disampaikan Hj. Suarni saat membuka Sosialisasi Aplikasi PIJAR Bunda PAUD se-Kecamatan Ganra dan Lilirilau di Aula Kantor Kecamatan Ganra, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa setiap kegiatan dan inovasi yang dilaksanakan Bunda PAUD perlu didokumentasikan secara sistematis. Dokumentasi tersebut selanjutnya diunggah melalui Portal PIJAR agar berbagai program yang telah berjalan dapat diketahui, dipublikasikan, dan menjadi bahan evaluasi.

Menurut Hj. Suarni, persiapan menghadapi Apresiasi Bunda PAUD tidak boleh dilakukan secara mendadak. Seluruh Bunda PAUD harus mulai membangun kesiapan dari sekarang, termasuk meningkatkan pemahaman dalam mengoperasikan platform digital tersebut.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Soppeng memiliki capaian positif pada pelaksanaan Apresiasi Bunda PAUD sebelumnya.

Bunda PAUD Desa Citta berhasil meraih Juara I tingkat desa se-Sulawesi Selatan. Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Lilirilau meraih Juara II dan Bunda PAUD Kecamatan Lalabata meraih Juara III tingkat kecamatan se-Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan prestasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

“Harapan kita pada tahun 2027 mendatang, prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Ia selanjutnya mengajak seluruh Bunda PAUD desa dan kelurahan agar segera membuat akun, mempelajari penggunaan Portal PIJAR, serta rutin mengunggah dokumentasi kegiatan dan inovasi di wilayah masing-masing.

Hj. Suarni berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan Portal PIJAR secara optimal, sehingga seluruh program Bunda PAUD dapat terdokumentasi dengan baik dan memiliki nilai publikasi.

Upaya ini diharapkan semakin memperkuat peran Bunda PAUD dalam mendorong peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini, sekaligus membangun tata kelola program yang lebih baik di Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Ganra, Camat Lilirilau, Bunda PAUD Kecamatan Ganra dan Lilirilau, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Soppeng beserta pengurus, serta Bunda PAUD dan Ketua Pokja Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kecamatan Ganra dan Lilirilau.

(Yund)

Bunda PAUD Hj. Suarni Suwardi Dorong Peningkatan Kualitas Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Soppeng mendapat perhatian langsung dari Bunda PAUD, Hj. Suarni Suwardi. Selasa (3/11/2026), ia mengunjungi tiga satuan PAUD untuk melihat perkembangan pelaksanaan Program Revitalisasi.

Kunjungan tersebut menyasar KB Sipadecengi di Kelurahan Macanre, TK As’Adiyah Lompengeng di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, serta TK Pergis Ganra di Desa Ganra, Kecamatan Ganra.

Di setiap lokasi, Hj. Suarni Suwardi memantau kondisi sarana dan prasarana serta perkembangan pelaksanaan revitalisasi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pendidikan yang dibenahi dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak.

Menurut Hj. Suarni, peningkatan fasilitas PAUD merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Anak-anak perlu mendapatkan ruang belajar dan bermain yang aman, nyaman, serta mampu menunjang proses tumbuh kembang mereka.

Ia berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan tenaga pendidik maupun peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain dukungan fasilitas, ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pengelola PAUD, guru, orang tua, dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Pemantauan ini sekaligus menegaskan perhatian Bunda PAUD Kabupaten Soppeng terhadap penguatan layanan pendidikan sejak usia dini. Sebab, kualitas pendidikan pada tahap awal kehidupan menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi masa depan yang unggul.

Dengan adanya program revitalisasi tersebut, diharapkan satuan PAUD di Kabupaten Soppeng semakin mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan ramah anak.

(Yund)

Bupati dan Wabup Soppeng Hadiri Launching Aksi Stop Stunting 2026, Kader dari 70 Desa/Kelurahan Dilibatkan


Makassar, Sigapnews.news, Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle dalam Launching Aksi Stop Stunting (ASS) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Suwardi Haseng didampingi Wakil Bupati Selle KS Dalle yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Soppeng, serta Kepala Dinas Kesehatan, Retno Saputra Swedye, S.KM., M.Kes.

Tidak hanya di tingkat kabupaten, dukungan terhadap program tersebut juga melibatkan kader kesehatan dari 70 desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng. Para kader mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, beserta jajaran pengurus TP PKK.

Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Selatan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan kader dalam menjalankan berbagai intervensi penanganan stunting. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur juga membagikan sepeda kepada sejumlah kader yang berhasil menjawab pertanyaan, baik peserta yang hadir langsung maupun yang mengikuti kegiatan secara daring.

Launching ASS 2026 tersebut diikuti lebih dari 500 peserta secara langsung dari berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pimpinan pemerintah daerah, TPPS, organisasi perangkat daerah, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, organisasi perempuan, tenaga ahli, perguruan tinggi, instansi vertikal, organisasi profesi, perbankan hingga kader Aksi Stop Stunting.

Sementara itu, lebih dari 2.000 peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting, yang terdiri atas kepala puskesmas se-Sulawesi Selatan, TP PKK kecamatan serta kader ASS dari desa dan kelurahan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan paket intervensi Aksi Stop Stunting dan paket Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan masalah gizi.

Keterlibatan kader dari 70 desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng menjadi salah satu bentuk penguatan pelaksanaan program hingga ke tingkat masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas kader dan sinergi lintas sektor, intervensi penanganan stunting diharapkan dapat berjalan lebih responsif, terarah dan tepat sasaran.

(Yund)

Senin, 02 November 2026

Bangun Kesadaran Berlalu Lintas, Satlantas Polres Soppeng Turun ke Jalan Bagikan Brosur Operasi Patuh Pallawa 2026


Soppeng, Sigapnews.com, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng terus menggencarkan sosialisasi keselamatan berkendara dalam rangka Operasi Patuh Pallawa 2026. Kali ini, personel Satlantas menyasar para pengendara dan pengguna jalan dengan membagikan brosur berisi imbauan tertib berlalu lintas, Selasa (3/11/2026).

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya mengajak masyarakat lebih memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Tidak hanya membagikan brosur, petugas juga menyampaikan pesan-pesan edukatif secara langsung kepada pengendara. Materi sosialisasi meliputi kepatuhan terhadap rambu dan aturan lalu lintas, etika berkendara, serta pentingnya mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Operasi Patuh Pallawa 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin masyarakat sekaligus membangun budaya berlalu lintas yang lebih baik.

Ia menegaskan, pendekatan edukasi dan persuasif perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap aturan yang diterapkan bertujuan melindungi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban karena adanya petugas,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres menginstruksikan personel agar mengutamakan pelayanan yang humanis selama operasi berlangsung. Edukasi kepada masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang baik antara kepolisian dan pengguna jalan.

Polres Soppeng berharap kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta meminimalkan risiko kecelakaan dan fatalitas korban di wilayah Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Satlantas Polres Soppeng di bawah pimpinan Kasat Lantas IPTU Asdar, S.Sos., M.M., dan berjalan aman, tertib dan lancar.

(Yund)

Sigap! Polres Soppeng Turun Tangan Tangani Kebakaran Lahan di Litae


Soppeng, Sigapnews.com, Jajaran Polres Soppeng menunjukkan respons cepat terhadap laporan darurat dari masyarakat. Tim PAMAPTA bersama piket fungsi langsung diterjunkan untuk mendatangkan lokasi kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Litae, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Senin (2/11/2026).

Kehadiran aparat di lokasi bertujuan untuk melakukan penanganan awal, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta memastikan api tidak merembet ke area sekitar yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Poin Penting Penanganan Kebakaran Lahan di Litae:
Respon Cepat (Quick Response): Petugas langsung bergerak sigap menuju lokasi begitu menerima laporan warga demi mencegah dampak yang lebih luas.

Koordinasi Lintas Instansi: Petugas di lapangan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengoptimalkan penanggulangan dan pengendalian situasi.

Penegasan Kapolres Soppeng: AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa kecepatan respons dan kesiapsiagaan personel sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Imbauan Tegas: Kepolisian mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan dan meminta segera melapor jika menemukan titik api.

Polres Soppeng terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi ancaman bencana maupun situasi darurat lingkungan lainnya.

(Yund)

Minggu, 01 November 2026

Dandim 1423 Soppeng Sambut Siswa TK Lamung Patue, Kisah Bian Ingin Jadi Penjaga Langit Indonesia Curi Perhatian


Soppeng, Sigapnews.com,– Keceriaan dan mimpi masa depan mewarnai kunjungan peserta didik TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng ke Markas Kodim 1423 Soppeng, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan Outing Class tersebut, siswa Kelompok B2 dan B5 mendapat kesempatan mengenal lebih dekat kehidupan prajurit TNI. Kedatangan mereka disambut langsung Komandan Kodim 1423 Soppeng, Letkol Inf Eko Yulianto, bersama jajaran personel.

Sambutan hangat Dandim membuat suasana kunjungan berlangsung akrab. Anak-anak tampak antusias ketika diajak berinteraksi dan berbincang mengenai berbagai hal, termasuk cita-cita yang ingin mereka raih ketika dewasa.

Di hadapan para siswa, Letkol Inf Eko Yulianto memberikan motivasi agar mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berani, rajin belajar, dan memiliki semangat untuk menggapai impian.

Momen menarik terjadi ketika Dandim menanyakan siapa di antara anak-anak yang bercita-cita menjadi anggota TNI. Pertanyaan tersebut langsung memancing respons antusias dari peserta didik.

Salah satu jawaban yang mencuri perhatian datang dari Bian. Dengan penuh percaya diri, ia mengaku ingin menjadi anggota TNI Angkatan Udara.

"Aku ingin menjadi TNI Angkatan Udara kalau sudah besar nanti. Aku ingin naik pesawat, menjaga langit Indonesia, dan membanggakan orang tua," ungkap Bian polos.

Jawaban tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kunjungan itu. Di balik kesederhanaan ungkapan seorang anak, tersimpan mimpi besar untuk kelak mengabdi kepada bangsa dan negara.

Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Dandim 1423 Soppeng beserta seluruh jajaran atas penerimaan dan perhatian yang diberikan kepada peserta didik.

Ia menilai kunjungan tersebut memiliki nilai edukasi tersendiri karena anak-anak dapat melihat langsung lingkungan TNI, berinteraksi dengan prajurit, sekaligus mengenal nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Bapak Dandim beserta seluruh anggota. Anak-anak mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Mereka bisa melihat langsung lingkungan TNI, berinteraksi dengan para prajurit, serta belajar tentang keberanian, kedisiplinan, dan cinta tanah air," tutur Jumrah.

Ia berharap pembelajaran di luar kelas dapat terus dikembangkan agar anak-anak memperoleh pengalaman nyata yang mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter mereka.

Sementara itu, Guru Kelompok B2, Arliana, S.Pd., mengaku bangga melihat semangat dan keberanian anak didiknya selama mengikuti kegiatan.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya menikmati suasana kunjungan, tetapi juga menunjukkan antusiasme ketika berinteraksi dengan anggota TNI. Bahkan, mereka turut menyanyikan lagu "Komando Latihan Pertempuran" dengan penuh semangat.

"Anak-anak sangat senang. Mereka begitu antusias bertemu langsung dengan anggota TNI. Kami juga melihat keberanian dan rasa percaya diri mereka semakin tumbuh. Pengalaman seperti ini tentu menjadi pembelajaran yang membekas bagi anak-anak," ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari metode pembelajaran TK Negeri Lamung Patue untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan nyata.

Melalui kunjungan ini, anak-anak diperkenalkan bahwa profesi prajurit TNI bukan hanya tentang seragam dan tugas menjaga keamanan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta pengabdian kepada negara.

Dari Markas Kodim 1423 Soppeng, anak-anak pulang membawa pengalaman baru. Dan bagi Bian, kunjungan itu mungkin menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan mimpinya menjadi prajurit TNI AU, sang penjaga langit Indonesia.

(Red)

Melahirkan Lembaga Badan Amil Zakat Kabupaten Soppeng yang Lebih Profesional dan Terpercaya


Oleh: Abdul Rasyid, S.H., M.H.

(Mahasiswa Program Doktoral UIN Alauddin Makassar)

Dalam tahapan seleksi Anggota BAZNAS Kabupaten Soppeng, Penulis tergelitik untuk membuat catatan kritis mengenai arah dan masa depan BAZNAS Kabupaten Soppeng kedepannya.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng memegang peran strategis dalam menggerakkan potensi ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di tengah tuntutan zaman yang dinamis, institusi pengelola zakat tidak lagi sekadar menjadi lembaga sosial berbasis sukarela, melainkan dituntut bertransformasi menjadi lembaga publik modern. Pengelolaan zakat yang profesional secara inheren dapat menciptakan kepercayaan masyarakat secara luas. Tanpa adanya profesionalisme, potensi zakat yang besar akan layu sebelum berkembang akibat keraguan publik. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Soppeng harus mengambil langkah baru dan melahirkan inovasi baru dalam menciptakan akuntabilitas serta transparansi yang menyeluruh demi kemaslahatan masyarakat Bumi Latemmamala.

II. Landasan Yuridis dan Kajian Normatif

Secara normatif-hukum, eksistensi dan operasionalisasi BAZNAS Kabupaten Soppeng memiliki landasan legalitas yang kuat dalam sistem tata negara Indonesia. Pengelolaan zakat secara nasional diatur di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang kemudian diturunkan secara teknis melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014.

Melalui kacamata normatif, keprofesionalan BAZNAS ditakar dari kepatuhannya terhadap asas-asas hukum yang tertuang dalam Pasal 2 UU No. 23/2011, yaitu: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi, dan akuntabilitas. Secara hukum, BAZNAS Soppeng wajib melaksanakan audit berlapis:

Audit Keuangan: Dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan tidak adanya fraud atau penyalahgunaan anggaran.

Audit Syariah: Dilakukan oleh Kementerian Agama RI guna menjamin bahwa distribusi zakat tepat sasaran kepada delapan golongan (asnaf).

Kepatuhan terhadap instrumen hukum ini bukan sekadar kewajiban birokrasi, melainkan tameng legalitas untuk melindungi dana umat.

III. Kajian Sosiologis: Membangun Kepercayaan Melalui Inovasi

Secara sosiologis, institusi zakat hidup dan berinteraksi di dalam tatanan masyarakat. Di Kabupaten Soppeng, kultur religiusitas berpadu erat dengan nilai kearifan lokal seperti Sitiroang, Slebbiang, sipatokkong (saling melihat, saling mengisi, dan saling menegakkan).

Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa tantangan terbesar lembaga filantropi Islam saat ini adalah krisis kepercayaan (crisis of trust). Masyarakat sering kali memilih menyalurkan zakatnya secara langsung kepada kerabat karena belum melihat transparansi radikal dari lembaga formal—hal ini juga ditegaskan oleh tokoh masyarakat H. Justan Matta dan Hatta di sela diskusi santai di warung kopi pada Senin, 2 November 2026.

Di sinilah pengelolaan zakat yang profesional bertindak sebagai katalis utama dalam menciptakan dan merawat kepercayaan masyarakat. Kepercayaan sosial tidak muncul dari imbauan lisan, melainkan dari pembuktian tata kelola. Sadar akan hal tersebut, BAZNAS Soppeng wajib merancang inovasi baru dan langkah baru dalam menciptakan akuntabilitas serta transparansi. Inovasi ini tidak lagi terbatas pada pelaporan berkala konvensional, melainkan mengadopsi ekosistem pelaporan digital berbasis aplikasi yang dapat diakses publik kapan saja. Ketika jarak sosiologis terkikis oleh keterbukaan informasi yang mutlak dan program pemberdayaan ekonomi yang nyata di lapangan, masyarakat dengan sendirinya akan menaruh legitimasi penuh kepada BAZNAS.

IV. Kajian Filosofis: Hakikat Zakat sebagai Pilar Keadilan

Secara filosofis, zakat bukan sekadar mekanisme pemindahan uang dari si kaya ke si miskin. Filantropi Islam dalam zakat mengandung dimensi transendental (hablun minallah) dan dimensi sosial (hablun minannas) yang mendalam. Kebijakan pengelolaan zakat pada hakikatnya adalah manifestasi dari sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang sejalan dengan tujuan syariat (Maqashid Asy-Syariah) yaitu kemaslahatan umat (jalb al-masalih).

Amil zakat secara filosofis bertindak sebagai "jembatan suci". Profesionalisme amil bukan sekadar tentang keahlian teknis, melainkan sebuah panggilan spiritual untuk menjaga amanah umat. Amil di BAZNAS Soppeng harus memiliki kompetensi yang tersertifikasi (misalnya melalui BNSP) sekaligus integritas moral yang kokoh. Ketika pengelolaan zakat dijalankan secara profesional, keadilan distributif akan mewujud, mengikis kesenjangan sosial, dan memastikan harta tidak hanya berputar di kalangan tertentu saja (QS. Al-Hasyr: 7).

Melahirkan BAZNAS Kabupaten Soppeng yang profesional dan terpercaya merupakan satu kesatuan utuh yang melibatkan tiga dimensi penting:

Normatif: Mematuhi UU No. 23/2011 dan PP No. 14/2014 dengan menjaga kedisiplinan audit keuangan eksternal dan audit syariah.

Sosiologis: Menyadari bahwa pengelolaan zakat yang profesional dapat menciptakan kepercayaan masyarakat, yang menuntut BAZNAS Soppeng untuk terus menghadirkan langkah baru dan inovasi baru dalam menciptakan akuntabilitas serta transparansi informasi bagi publik.

Filosofis: Menjaga kesucian tugas pengelolaan zakat demi menegakkan keadilan ekonomi dan kemaslahatan umat di Bumi Latemmamala.

V. Rekomendasi Strategis

Guna mewujudkan transformasi tersebut, berikut beberapa rekomendasi strategis bagi BAZNAS Kabupaten Soppeng ke depan:

Inovasi Platform Transparansi Real-Time: Mengembangkan terobosan teknologi berupa dasbor publik (situs web/aplikasi) yang memperlihatkan arus masuk uang ZIS dan titik penyalurannya secara transparan setiap hari.

Langkah Baru Sertifikasi Amil: Melakukan standardisasi kompetensi secara menyeluruh dengan mewajibkan sertifikasi resmi dari BNSP bagi seluruh amil pelaksana.

Model Pemberdayaan Zakat Produktif Lokal: Melahirkan inovasi program ekonomi berbasis klaster (misalnya klaster pertanian atau UMKM khas Soppeng) yang memiliki indikator dampak terukur untuk membuktikan akuntabilitas kemanfaatan zakat.

Publikasi Hasil Audit Secara Terbuka: Mengumumkan hasil audit laporan keuangan (opini WTP) dan audit syariah secara berkala di media massa lokal agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan transparansi yang otentik.

Integrasi Data Bersama Pemkab: Membangun langkah kolaboratif melalui integrasi data mustahik dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) daerah guna menjamin akuntabilitas penyaluran agar tepat sasaran dan objektif.

Bhayangkara Cup III Berakhir Sukses, Suwardi Haseng Sebut Soppeng Makin Diperhitungkan di Dunia Otomotif Sulsel


Soppeng, Sigapnews.com, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Soppeng dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif. Kesuksesan penyelenggaraan ajang tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E.

Suwardi menilai keberhasilan kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Larakkiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, merupakan hasil kerja sama dan komitmen berbagai pihak, khususnya Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto bersama AMS Racing.

Apresiasi itu disampaikan Bupati saat menghadiri penutupan kejuaraan, Minggu (1/11/2026). Ia mengaku bangga karena Soppeng mampu menghadirkan kompetisi otomotif tingkat provinsi yang diikuti pembalap dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Suwardi menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, IMI Sulawesi Selatan, KONI Soppeng, AMS Racing, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bhayangkara Cup III memiliki nilai strategis bagi daerah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga membuka ruang pembinaan atlet muda dan memberikan hiburan bagi masyarakat.

“Berkat kerja keras saudara-saudara sekalian, event ini tidak hanya sukses melahirkan bibit-bibit pembalap berbakat, tetapi juga berhasil menghibur masyarakat sekaligus memperkuat posisi Soppeng sebagai destinasi utama olahraga otomotif di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan ini menjadi awal bagi penyelenggaraan event-event otomotif berikutnya dengan skala yang lebih besar, sehingga Soppeng semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga.

Suwardi juga menyampaikan selamat kepada para pembalap yang berhasil meraih gelar juara serta memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan.

Persaingan di lintasan Sirkuit Larakkiang berlangsung kompetitif hingga menghasilkan para juara dari sejumlah kelas yang dipertandingkan.

Athar Al Gifary asal Jawa Barat tampil sebagai pembalap terbaik dengan meraih Juara Umum Open setelah mengumpulkan 184 poin.

M. Zidane dari Blitar harus puas di posisi kedua dengan 173 poin, sementara Reyfaldo Bilqis asal Jambi menempati urutan ketiga dengan 157 poin.

Prestasi Athar semakin lengkap setelah berhasil mengamankan gelar Juara Umum Lokal Sulawesi dengan raihan 100 poin.

Adapun Juara Umum Taksi diraih Aril Salontahe dari Manado dengan 94 poin. Sementara pembalap kebanggaan tuan rumah, Zaky Aras, berhasil merebut Juara Umum Mini Moto dengan perolehan 86 poin.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto secara resmi mengakhiri seluruh rangkaian Kejurprov Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026 setelah seluruh perlombaan selesai dilaksanakan.

Penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, KONI, IMI Sulawesi Selatan, dan AMS Racing.

Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat melalui kegiatan yang positif.

Suksesnya Bhayangkara Cup III juga menjadi catatan tersendiri bagi Soppeng. Selain melahirkan para juara, kejuaraan ini memperkuat citra daerah sebagai salah satu wilayah yang potensial menjadi tuan rumah kompetisi olahraga otomotif di Sulawesi Selatan.

(Yund)

Sabtu, 31 Oktober 2026

Tekan Balap Liar, Polres Soppeng Jadikan Bhayangkara Cup III Wadah Pembinaan Generasi Muda


Soppeng, Sigapnews.com, Mengubah potensi balap liar menjadi prestasi olahraga menjadi salah satu pesan penting di balik penyelenggaraan AMS Racing Bhayangkara Cup III Grasstrack dan Motocross 2026 yang digelar Polres Soppeng.

Berlangsung di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (31/10/2026), kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kecintaan terhadap dunia otomotif melalui jalur kompetisi yang resmi, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap perkembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya di bidang olahraga otomotif.

Ia menilai, hobi balap motor yang tidak tersalurkan dengan baik berpotensi mendorong anak muda melakukan aksi balap liar di jalan umum. Karena itu, kehadiran kompetisi resmi diharapkan menjadi alternatif sekaligus sarana pembinaan bagi para pecinta otomotif.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mengurangi aksi balap liar yang kerap membahayakan keselamatan para pengguna jalan," tegasnya.

Menurut Iptu Firman, Bhayangkara Cup III juga memberikan kesempatan kepada pembalap lokal untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur potensi mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, TNI-Polri, komunitas otomotif, insan pers, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada panitia, personel pengamanan, tenaga medis, dan marshal yang telah bekerja memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Di sisi lain, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan bahwa penyelenggaraan Bhayangkara Cup III merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh rider agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Kapolres berharap, kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai agenda olahraga semata, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet otomotif potensial dari Kabupaten Soppeng yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III menjadi gambaran bahwa olahraga otomotif dapat diarahkan sebagai sarana pembinaan, pencegahan balap liar, sekaligus ruang untuk membangun generasi muda yang berprestasi dan sadar keselamatan berlalu lintas.

(Yund/JOIN)

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto Resmi Buka Bhayangkara Cup III, 129 Rider Ikuti Final Kejurprov 2026


Soppeng, Sigapnews.com, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., resmi membuka Bhayangkara Cup III Final Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Grasstrack dan Motocross 2026 di Sirkuit Larakiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 129 rider dari berbagai daerah dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, S.E.

Penyelenggaraan ajang otomotif tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Polres Soppeng dan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif sekaligus menyediakan ruang kompetisi positif bagi generasi muda.

Bupati Suwardi Haseng turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Bhayangkara Cup III sebagai bagian dari upaya menghadirkan kegiatan olahraga yang berdampak bagi masyarakat dan membuka kesempatan bagi para atlet otomotif untuk mengembangkan prestasi.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, ini diikuti pembalap dari Kabupaten Soppeng maupun sejumlah daerah lainnya. Berbagai kelas dipertandingkan, mulai dari Trail Standar, Bebek Standar, Bebek Modifikasi, Trail Tune Up, Mini Trail, Mini Moto, Adventure hingga kelas FFA dan kategori lainnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Daniel Mario Halashon Sigalingging, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng Nahruddin, S.Ag., M.H., pimpinan BUMN/BUMD, para Pejabat Utama Polres Soppeng, Ketua KONI Soppeng Andi Muh. Sadri, Ketua Panitia IPTU Firman, S.H., M.H., Owner Noor Travel Muh. Akbar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan bahwa Bhayangkara Cup III tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan dan keterampilan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga otomotif.

Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aksi balap liar sekaligus membangun budaya kompetisi yang profesional dan mengutamakan keselamatan.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Kapolres juga mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Melalui Bhayangkara Cup III, sinergi Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, KONI, dan komunitas otomotif diharapkan semakin memperkuat pembinaan olahraga otomotif di daerah.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarpembalap dan komunitas otomotif, menghadirkan hiburan bagi masyarakat, serta memberikan ruang bagi lahirnya atlet-atlet potensial dari Kabupaten Soppeng.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved