Kamis, 12 Februari 2026
Rabu, 04 Februari 2026
Admin
Workshop Literasi Keuangan Dorong Penguatan UMKM dan Pariwisata Soppeng
Selasa, 27 Januari 2026
Admin
Bupati Soppeng Tegaskan Perlindungan Kesehatan dengan UHC Award Madya
Jakarta, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menerima penghargaan UHC Awards 2026 kategori Madya dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di JIExpo Convention Centre (JIEXPO Kemayoran), Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen daerah dalam memperluas perlindungan jaminan kesehatan masyarakat.
Penghargaan kategori Madya diberikan kepada pemerintah daerah yang memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya cakupan kepesertaan JKN minimal 98 persen dari total jumlah penduduk, tingkat keaktifan peserta minimal 85 persen dengan porsi PBI/PBPU Pemda minimal 10 persen dari total penduduk, atau tingkat keaktifan minimal 80 persen dengan porsi PBPU Pemda minimal 25 persen, status UHC Prioritas Kabupaten/Kota, serta status pembayaran iuran PBPU Pemda lunas hingga September 2025.
Capaian tersebut sejalan dengan perkembangan program JKN di Kabupaten Soppeng. Sebelumnya, dalam kunjungan silaturahmi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Indira Azis Rumalutur, S.Si., SE., MM., AAK, bersama rombongan ke Kantor Bupati Soppeng pada Senin, 10 Maret 2025, disampaikan bahwa kepesertaan JKN di Soppeng telah mencapai 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 77,92 persen.
Per 31 Desember 2025 Kepesertaan JKN di Soppeng telah mencapai di atas 98 persen, dengan tingkat keaktifan telah mencapai 80,21 persen.
Saat menerima penghargaan UHC Awards 2026, H.Suwardi Haseng menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.
> “Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi pengakuan atas kerja kolektif seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat Soppeng dalam membangun sistem perlindungan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut memiliki makna langsung bagi masyarakat.
> “Bagi kami, penghargaan ini adalah tentang rakyat. Tentang bagaimana masyarakat bisa berobat tanpa rasa takut biaya, tanpa hambatan administrasi, dan tanpa rasa khawatir ditolak layanan,” lanjutnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem jaminan kesehatan daerah.
> “Ke depan, kami ingin jaminan kesehatan benar-benar hadir sebagai perlindungan nyata bagi setiap keluarga di Soppeng,” tegas Bupati Soppeng.
Penghargaan UHC Awards 2026 kategori Madya ini menjadi penegasan posisi Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong universalitas jaminan kesehatan nasional, baik dari sisi cakupan kepesertaan, keberlanjutan pembiayaan, maupun komitmen kebijakan daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
(**)
Kamis, 22 Januari 2026
Admin
FORUM KONSULTASI PUBLIK JALIN ASPIRASI UNTUK RANCANGAN PEMBANGUNAN SOPPENG 2027
Soppeng, Sigapnews.com Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida (daring dan luring) dari Ruang Rapat Gabungan SKPD ini bertujuan menjaring masukan strategis dari seluruh pemangku kepentingan daerah.22-1-2026
Forum dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle. Dalam sambutannya, beliau menegaskan peran vital forum ini sebagai wadah memadukan gagasan dan aspirasi untuk mewujudkan pembangunan Soppeng yang lebih baik dan berkelanjutan.
Forum konsultasi publik ini adalah starting point yang sangat menentukan. Pada fase akselerasi RPJMD 2025-2029 ini, konsistensi perencanaan dan ketepatan strategi akan diuji untuk memastikan tercapainya target pembangunan,” ujar Wakil Bupati.
Beliau mengakapi bahwa penyusunan RKPD 2027 menghadapi tantangan keterbatasan ruang fiskal. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang sangat selektif dan fokus pada program prioritas yang memiliki daya ungkit tinggi serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 mengusung tema ,Percepatan Pembangunan Ekonomi, Penguatan Infrastruktur, dan Pembangunan Manusia untuk Kemandirian Desa.” Tema ini akan diwujudkan melalui tiga pilar utama
1. Percepatan Ekonomi Desa: Mengembangkan sektor unggulan dan mendorong Koperasi Merah Putih sebagai kekuatan ekonomi baru berbasis gotong royong di desa dan kelurahan.
2. Penguatan Infrastruktur: Memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan publik yang mendukung ekonomi dan kualitas hidup.
3. Pembangunan SDM: Meningkatkan kualitas manusia melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten juga mendorong optimalisasi skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta pelibatan investasi swasta dan masyarakat dalam pembiayaan pembangunan.
Forum ini dihadiri oleh unsur DPRD Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, seluruh pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala desa, perwakilan BUMN/BUMD, instansi vertikal serta tokoh dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, pemuda, perempuan, pers dan organisasi profesi.
Melalui forum partisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk merancang RKPD 2027 yang berkualitas, terarah, berorientasi hasil, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Soppeng.
(The yund)
Rabu, 21 Januari 2026
Admin
Perbincangan di Warkop Soppeng Soroti Pola Pendidikan: Sekolah Dinilai Terlalu Memanjakan Siswa
Soppeng, Sigapnews.com,– Perbincangan warga di sejumlah warung kopi (warkop) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, belakangan ini ramai menyoroti perubahan pola pengelolaan sekolah.
Topik yang dibahas bukan lagi soal prestasi akademik, peringkat kelas, atau kejuaraan lomba, melainkan soal peran satpam dan petugas kebersihan di lingkungan sekolah yang dinilai berlebihan.
Sejumlah warga menilai kehadiran satpam dan cleaning service secara penuh di sekolah justru mengurangi pembelajaran tanggung jawab bagi siswa. Hal itu terungkap dari obrolan santai warga saat menikmati kopi di warkop-warkop sekitar kota.
“Sekarang sekolah terlalu dimanja,” ujar seorang warga saat ditemui di salah satu warkop di Soppeng, sembari menyeruput kopi.
Ia menilai siswa kini datang ke sekolah dalam kondisi bersih dan pulang tanpa pernah terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan sekolah.
Menurut warga tersebut, hampir seluruh urusan ketertiban dan kebersihan sekolah saat ini ditangani oleh petugas khusus. “Ada satpam jaga pintu, ada cleaning service sapu kelas. Anak-anaknya tidak tahu lagi sapu itu pegangannya di mana,” katanya.
Warga membandingkan kondisi tersebut dengan situasi sekolah di masa lalu. Dahulu, kata mereka, sekolah-sekolah di Soppeng tidak memiliki satpam, namun tetap berjalan tertib dan aman. Guru piket dan kepala sekolah berperan langsung dalam menjaga kedisiplinan siswa.
“Dulu tidak ada satpam, tapi aman-aman ji. Guru piket jalan, kepala sekolah tegas, anak-anak langsung tertib. Sekarang satpam ada, tapi ribut tetap ada,” ujar warga lainnya.
Selain soal keamanan, persoalan kebersihan juga menjadi sorotan utama. Warga menilai budaya piket kelas dan kerja bakti yang dulu menjadi bagian dari pendidikan karakter kini mulai ditinggalkan.
“Kalau dulu kelas kotor, siswa yang bersihkan. Sekarang malah dibiarkan, katanya ada cleaning service. Ini sekolah atau hotel?” ucap seorang warga dengan nada heran.
Dalam diskusi tersebut, warga sepakat bahwa kebersihan dan ketertiban yang tercipta karena layanan petugas dinilai berbeda maknanya dengan kesadaran yang tumbuh dari tanggung jawab siswa sendiri. Mereka menilai siswa saat ini cenderung patuh karena diawasi, bukan karena kesadaran pribadi.
“Anak-anak sekarang mungkin bersih, tapi tidak peduli. Tertib karena dijaga, bukan karena sadar,” kata salah satu warga.
Warga juga menyinggung persoalan efisiensi anggaran. Menurut mereka, keberadaan satpam dan petugas kebersihan di sekolah-sekolah yang relatif sudah tertib dinilai kurang tepat, sementara di fasilitas umum lain seperti kantor pemerintahan, terminal, dan taman kota justru masih kekurangan tenaga keamanan dan kebersihan.
“Ini bukan soal kasihan atau tidak. Ini soal logika penempatan. Ada tempat yang lebih butuh,” tegas seorang warga. Rabu (21/1/2025).
Sebagai solusi, warga menyarankan agar sekolah yang sudah mampu menjaga ketertiban dan kebersihan secara mandiri dapat mengurangi ketergantungan pada satpam dan cleaning service.
Peran tersebut dinilai bisa dialihkan ke instansi atau fasilitas umum yang lebih membutuhkan.
Selain itu, warga berharap sekolah kembali mengaktifkan budaya piket kelas, kerja bakti, dan gotong royong sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.
“Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat dilayani,” ujar warga lainnya menutup perbincangan.
Warga pun menyimpulkan bahwa kebersihan dan kenyamanan fisik semata tidak menjamin keberhasilan pendidikan.
Menurut mereka, sekolah yang mampu menanamkan rasa peduli, tanggung jawab, dan disiplin sejak dini justru dinilai lebih berhasil dalam mendidik generasi muda.
(Red)
Senin, 19 Januari 2026
Admin
Dari Batam, Bupati Soppeng Suwardi Haseng Siap Dorong Pembangunan Nasional dari Daerah
Batam, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 yang digelar di Grand Lotus Ballroom, Hotel Aston Batam, Minggu (18/1/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus menyelaraskan arah pembangunan kabupaten dengan kebijakan strategis Pemerintah Pusat.
Rakernas XVII APKASI tahun ini mengusung tema “Satu Misi, Satu Aksi Membangun Negeri” dengan subtema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”. Forum nasional ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk menyatukan aspirasi pemerintah kabupaten se-Indonesia agar sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Pembukaan Rakernas secara resmi dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, dan dihadiri sejumlah tokoh penting pemerintahan daerah. Tampak hadir Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Rudy Mas’ud, serta para bupati dari berbagai wilayah di Tanah Air.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan pentingnya Rakernas APKASI sebagai forum koordinasi nasional dalam merumuskan langkah strategis pembangunan daerah yang terintegrasi dengan kebijakan pusat.
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa partisipasi Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam Rakernas APKASI bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan bentuk keseriusan daerah dalam mengambil peran aktif sebagai penggerak pembangunan nasional.
“Rakernas APKASI merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan menyatukan visi antarwilayah. Kolaborasi antarpemerintah daerah sangat vital, terutama dalam mendukung dan menyukseskan program nasional Asta Cita Presiden demi kemajuan Indonesia yang dimulai dari daerah,” ujar Bupati Suwardi Haseng saat dihubungi wartawan, Senin malam (19/1/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kerja bersama lintas daerah agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat lokal.
Bupati Suwardi Haseng juga menambahkan bahwa Rakernas APKASI memberikan kesempatan bagi pemerintah kabupaten untuk bertukar gagasan, menyampaikan tantangan daerah, serta merumuskan solusi bersama dalam menghadapi dinamika pembangunan nasional yang terus berkembang.
Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, keikutsertaan dalam Rakernas XVII APKASI diharapkan mampu menghasilkan manfaat konkret, mulai dari perolehan kerangka kebijakan baru, peningkatan kapasitas pemerintahan daerah, hingga perluasan jejaring kerja sama baik antardaerah maupun dengan pemerintah pusat.
“Target akhirnya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng, khususnya di Bumi Latemmamala,” tambahnya.
Selain mengikuti rangkaian utama Rakernas, Bupati Soppeng juga menghadiri sesi Welcome Dinner bersama para kepala daerah lainnya. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang diskusi santai namun substantif guna membangun kesepahaman awal serta mempererat komunikasi sebelum pelaksanaan rapat kerja secara intensif.
Rakernas XVII APKASI dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda pembahasan isu-isu strategis daerah, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, serta perumusan rekomendasi nasional yang akan menjadi rujukan bersama bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.
Dengan keikutsertaan aktif dalam Rakernas ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap berkontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
(Red)
Senin, 12 Januari 2026
Admin
Program Ase Budu SDN 3 Lemba, Mengajarkan Empati Sejak Usia Dini
Soppeng, Sigapnews.com, Peserta didik SD Negeri 3 Lemba kembali melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan melalui program Ase Budu (Aksi Sejuta Butir Beras untuk Dhuafa) pada awal semester genap tahun 2026. Program yang bersifat berkelanjutan ini menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran karakter, empati, dan kepedulian sosial bagi peserta didik sejak usia dini.
Kegiatan penyaluran bantuan dilakukan dengan pendampingan oleh Andi Rahmayuddin, S.Pd. (Guru Kelas 4B), Riswan Asmari, S.Pd., M.Pd. (Guru PJOK), serta Hj. Musdalifah Salama, S.Sos (Kepala Perpustakaan SDN 3 Lemba). Peserta didik terlibat langsung dalam proses pendistribusian, mulai dari menyiapkan bantuan hingga menyerahkannya kepada kaum dhuafa.
Sasaran pertama penyaluran bantuan adalah Pak Anis, seorang kaum dhuafa yang tinggal di wilayah Jerae. Pak Anis hidup bersama adiknya sebagai kakak beradik. Kondisi Pak Anis yang telah lanjut usia dan sering sakit-sakitan membuatnya tidak mampu lagi bekerja.
Sementara itu, sang adik berusaha mencukupi kebutuhan hidup dengan bekerja serabutan sebagai tukang bersih di berbagai rumah warga.
Sasaran kedua adalah Ibu Hasmawati, kaum dhuafa yang tinggal di pertengahan pemukiman BTN. Ibu Hasmawati tinggal di sebuah gubuk yang kondisinya sudah reok dan nyaris roboh. Beliau mengalami kebutaan dan hidup bersama cucunya, anak dari anak tirinya.
Kondisi kesehatannya membuat ia tidak lagi dapat beraktivitas. Sebelumnya, Ibu Hasmawati dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menggantungkan hidup sebagai tukang cuci di rumah-rumah warga.
Sasaran ketiga penyaluran bantuan adalah Ibu Kumiati, salah satu tenaga pendidik non-guru di SDN 3 Lemba. Sehari-hari, Ibu Kumiati membantu pekerjaan dapur dan kebersihan sekolah. Ia tinggal seorang diri di rumahnya dan menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan. Bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan perhatian dari keluarga besar sekolah atas dedikasinya selama ini.
Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd., menyampaikan bahwa program Ase Budu memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial kepada anak-anak. Mereka belajar langsung bahwa berbagi adalah bagian dari karakter mulia yang harus terus dipupuk,” ujarnya. Selasa (13/1/2025).
Sementara itu, guru pendamping Andi Rahmayuddin, S.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan langsung peserta didik menjadi pengalaman belajar yang bermakna.
“Anak-anak tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga belajar memahami kondisi kehidupan masyarakat. Dari sini tumbuh rasa syukur dan kepedulian yang diharapkan melekat dalam diri mereka hingga dewasa,” tuturnya.
Melalui program Ase Budu, SDN 3 Lemba berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara peserta didik dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban kaum dhuafa, tetapi juga membentuk generasi yang peduli, berempati, dan berakhlak mulia.
(Red)
Kamis, 08 Januari 2026
Admin
Sambut TKA 2025, K3S Gugus 3 Soppeng Matangkan Persiapan Siswa Kelas VI
Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) siswa kelas VI Sekolah Dasar, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 3 Kabupaten Soppeng menggelar rapat pemantapan pada Kamis, 8 Januari 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Dapur Fildzah Cenrana, dengan SD Negeri 21 Mattabulu bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Rapat strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 14 sekolah dasar yang tergabung dalam wilayah Gugus 3 Kabupaten Soppeng.
Kehadiran para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan TKA sebagai salah satu indikator pencapaian standar kelulusan siswa sekolah dasar.
Pertemuan K3S Gugus 3 ini dipandu langsung oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan Kabupaten Soppeng, di antaranya:
Muhammad Arzak, S.Pd., Kepala SDN 21 Mattabulu selaku tuan rumah
Drs. Jamal, M.Si., Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Lalabata
Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pendamping
Andi Muh. Zulkarnain, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng
Kehadiran unsur kepala sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan ini memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Soppeng.
Agenda utama rapat K3S Gugus 3 kali ini adalah koordinasi teknis pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) bagi siswa kelas VI.
Mengingat TKA memiliki peran penting dalam mengukur capaian kompetensi peserta didik di akhir jenjang sekolah dasar, para peserta rapat melakukan sinkronisasi materi, jadwal, serta mekanisme pelaksanaan tes.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan TKA dapat berjalan secara objektif, terstandar, dan adil di seluruh sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Kabupaten Soppeng.
Dalam arahannya, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muh. Zulkarnain, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pihak sekolah, pengawas, dan pemangku kebijakan pendidikan.
“Sinergi yang kuat antara sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan sangat diperlukan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng tetap terjaga dan terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Arzak, S.Pd., selaku Kepala SDN 21 Mattabulu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan kepala sekolah Gugus 3. Semoga melalui pertemuan di Dapur Fildzah ini, persiapan TKA semakin matang dan mampu menghasilkan capaian terbaik bagi anak didik kita,” ungkapnya.
Kegiatan rapat berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh kebersamaan.
Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang membahas berbagai kendala dan solusi dalam proses pembelajaran, khususnya menjelang akhir tahun ajaran.
Melalui rapat pemantapan ini, K3S Gugus 3 Kabupaten Soppeng berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir tahun 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan gambaran objektif terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar di wilayah tersebut.
(Red)
Rabu, 31 Desember 2025
Admin
Menggugah Kesadaran di Pergantian Tahun: Ketua JOIN Soppeng Tekankan Makna Tahun Baru sebagai Momentum Refleksi dan Komitmen
Soppeng, Sigapnews.com, Pergantian Tahun Baru 2026 tidak seharusnya dimaknai sekadar sebagai perubahan angka dalam kalender atau momen perayaan seremonial semata.
Lebih dari itu, tahun baru merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Soppeng, Herwan, SH, M.Si, dalam refleksinya menyambut Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025).
Ia menilai bahwa euforia pergantian tahun sering kali lebih didominasi oleh pesta, hiburan, dan kembang api, sementara esensi mendalam dari pergantian waktu justru kerap terabaikan.
Menurut Herwan, tahun baru sejatinya adalah momentum penting bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menoleh ke belakang, serta mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir.
“Tahun baru seharusnya menjadi momen introspeksi. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun, apa yang berhasil kita capai, dan apa yang masih perlu diperbaiki ke depan,” ujar Herwan.
Ia menegaskan bahwa refleksi diri menjadi langkah awal yang sangat penting agar seseorang tidak terus mengulangi kesalahan yang sama.
Dengan evaluasi yang jujur dan terbuka, setiap individu diharapkan mampu merancang langkah yang lebih baik di masa mendatang, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.
Lebih lanjut, Herwan juga menyoroti persoalan komitmen dan janji yang sering kali diucapkan namun tidak diiringi dengan kesungguhan untuk menepatinya.
Menurutnya, janji bukan sekadar rangkaian kata, melainkan tanggung jawab moral yang mencerminkan integritas seseorang.
“Janji yang pernah kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, seharusnya diupayakan untuk dipenuhi. Dari situlah kepercayaan tumbuh. Komitmen adalah cerminan integritas dan karakter,” tegasnya.
Ia menilai bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap hubungan, baik antarindividu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa komitmen yang kuat, berbagai rencana dan tujuan bersama akan sulit terwujud.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua JOIN Soppeng, Herwan memberikan perhatian khusus terhadap peran dan tanggung jawab insan pers, terutama jurnalis online.
Ia menegaskan bahwa komitmen dan integritas memiliki makna yang jauh lebih besar bagi seorang jurnalis karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.
Menurutnya, di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat dan tidak jarang diwarnai oleh penyebaran hoaks serta informasi yang menyesatkan.
Kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk semakin profesional dan berhati-hati dalam menjalankan tugasnya.
“Insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kecepatan memang penting, tetapi akurasi dan keberimbangan jauh lebih utama,” katanya.
Herwan mengingatkan agar jurnalis online, khususnya di Kabupaten Soppeng, tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tidak terjebak pada sensasi semata demi mengejar klik atau popularitas.
Selain refleksi dan komitmen, Herwan juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan berbagai hal negatif yang terjadi di tahun sebelumnya.
Kesalahan, kebiasaan buruk, konflik, serta pengalaman yang tidak membawa kebaikan, menurutnya, tidak seharusnya terus dibawa ke tahun yang baru.
“Apa yang tidak baik di tahun lalu, buanglah. Jangan dijadikan beban. Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran agar kita bisa melangkah lebih ringan dan lebih bijak di tahun yang baru,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan memperbaiki diri.
Tahun baru, kata dia, adalah simbol harapan dan peluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik.
Herwan berharap, di tahun 2026, jurnalis online di Soppeng dapat semakin berperan aktif sebagai pilar informasi yang mencerdaskan masyarakat.
Selain itu, insan pers juga diharapkan mampu menjadi mitra kritis dalam pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan publik.
Menutup refleksinya, Herwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat baru, niat yang lebih baik, serta tekad untuk terus memberi manfaat bagi sesama.
“Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai titik awal untuk berubah ke arah yang lebih baik, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan optimisme demi masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
Pergantian Tahun Baru 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat bagi masyarakat Soppeng untuk terus melangkah maju, menjaga nilai kebersamaan, serta membangun perubahan positif di berbagai aspek kehidupan.
(Yun)
Selasa, 30 Desember 2025
Admin
Rp20 Miliar per Tahun untuk PPPK Paruh Waktu: Alarm Dini bagi APBD Daerah
Soppeng, Sigapnews.com, Estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp20 miliar per tahun untuk pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi sinyal penting dalam membaca arah dan daya tahan APBD daerah. Rabu (31/12/2025).
Dalam kerangka ekonomi pemerintahan, angka tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai statistik biasa, melainkan sebagai alarm dini fiskal yang menuntut kewaspadaan kebijakan.
Belanja gaji memiliki karakter yang khas: bersifat wajib, berulang, dan sulit dikurangi. Ketika sebuah kebijakan kepegawaian mulai menyerap puluhan miliar rupiah setiap tahun, maka konsekuensinya bukan hanya pada tahun berjalan, tetapi pada struktur anggaran jangka menengah.
Di titik inilah logika fiskal bekerja—setiap penambahan belanja rutin hari ini otomatis mengurangi ruang pilihan anggaran di masa depan.
Secara teoritis, belanja transisi seharusnya bersifat sementara dan terukur. Namun tanpa desain kebijakan yang jelas, belanja tersebut berisiko berubah menjadi komitmen permanen. Ketika komitmen itu telah tertanam dalam APBD, koreksi menjadi jauh lebih sulit, bahkan ketika kondisi fiskal daerah mengalami tekanan.
Rp20 miliar per tahun juga harus dibaca dalam konteks peluang yang hilang (opportunity cost). Dana sebesar itu, jika tidak dikelola dengan cermat, berpotensi menggeser alokasi belanja untuk pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas layanan publik, maupun program ekonomi produktif. Dengan kata lain, persoalannya bukan hanya mampu membayar, tetapi apa yang harus dikorbankan.
Karena itu, perencanaan jangka menengah menjadi kunci. Pemerintah daerah dituntut menyusun peta jalan yang jelas: berapa lama skema ini dijalankan, bagaimana mekanisme evaluasinya, dan apa indikator keberhasilannya. Tanpa peta jalan tersebut, kebijakan kepegawaian berisiko berjalan otomatis, sementara APBD menanggung beban tanpa kendali strategis.
Alarm dini fiskal bukanlah ajakan untuk menghentikan kebijakan, melainkan peringatan agar kebijakan dijalankan dengan disiplin anggaran. Dalam praktik tata kelola modern, kehati-hatian fiskal justru menjadi syarat utama agar kebijakan sosial dan kepegawaian dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, kemampuan APBD bukan hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi dari kecermatan mengelola kewajiban. Rp20 miliar per tahun untuk PPPK Paruh Waktu adalah angka yang sah secara kebijakan, namun hanya akan menjadi rasional secara ekonomi jika diiringi perencanaan matang, evaluasi berkala, dan keberanian menjaga keseimbangan antara kepastian sosial dan ketahanan fiskal daerah.
(Yun)
Minggu, 28 Desember 2025
Admin
Wabup Soppeng Ir. Selle KS Dalle Diganjar Ucapan Spesial dari Keluarga Besar SDN 7 Salotungo pada Usia 53 Tahun
Soppeng, Sigapnews.com, Keluarga Besar SDN 7 Salotungo menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik atas milad ke-53 Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian beliau dalam mendukung pembangunan Kabupaten Soppeng, khususnya pada sektor pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai wujud refleksi dan penghargaan terhadap perjalanan kepemimpinan Ir. Selle KS Dalle yang dinilai konsisten menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan publik yang berlandaskan nilai kemanusiaan, integritas, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Kepala SDN 7 Salotungo, Abd Asis, S.Pd.I, mewakili seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, menyampaikan bahwa sosok Wakil Bupati Soppeng dipandang sebagai figur pemimpin yang memiliki kepedulian nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan serta pembinaan karakter generasi muda di Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan tidak hanya tercermin melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui dukungan moral dan keberpihakan pada penguatan nilai-nilai pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan peradaban.
“Sebagai insan pendidikan, kami melihat Ir. Selle KS Dalle sebagai pemimpin yang memahami pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Komitmen beliau menjadi energi positif bagi sekolah-sekolah di daerah,” ungkap Abd Asis.
Memasuki usia ke-53, Ir. Selle KS Dalle dinilai berada pada fase kematangan kepemimpinan yang ditandai dengan akumulasi pengalaman, kejernihan berpikir, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan strategis.
Dalam perspektif pendidikan, fase ini menjadi titik penting lahirnya kebijakan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat dengan nilai etik, humanis, dan berorientasi jangka panjang.
Keluarga Besar SDN 7 Salotungo memaknai milad ini bukan semata sebagai perayaan bertambahnya usia, melainkan sebagai momentum reflektif atas kontribusi nyata seorang pemimpin daerah dalam meneguhkan nilai-nilai pelayanan publik yang berkeadaban.
Pendidikan sebagai fondasi peradaban, lanjutnya, membutuhkan kehadiran pemimpin yang mampu membaca dinamika zaman, memahami kebutuhan riil di lapangan, serta menjembatani visi besar pembangunan daerah dengan realitas sosial masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Keluarga Besar SDN 7 Salotungo turut mendoakan agar Ir. Selle KS Dalle senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin, serta keteguhan integritas dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Soppeng.
Harapannya, setiap kebijakan yang diambil ke depan terus berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta peningkatan martabat masyarakat secara menyeluruh.
Lebih jauh, pihak sekolah menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan sebagai kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Dukungan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan sekolah diyakini akan melahirkan generasi Soppeng yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi tersebut, Keluarga Besar SDN 7 Salotungo optimistis Kabupaten Soppeng akan terus tumbuh dan berkembang di atas fondasi ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, serta kepemimpinan daerah yang visioner dan tercerahkan.
(Yun)
Sabtu, 27 Desember 2025
Admin
Ketulusan Aiptu Muhammad Ishak, Mengabdi dengan Hati, Berpangkat dengan Prestasi
Soppeng, Sigapnews.com, Ketulusan dalam mengabdi dan bekerja dengan hati kembali membuahkan hasil. Sosok anggota Kepolisian Resor (Polres) Soppeng, Polda Sulawesi Selatan, yang dikenal sederhana, humanis, dan dekat dengan masyarakat, kembali mencuri perhatian publik.
Adalah Aipda Muhammad Ishak, S.Sos, yang saat ini menjabat sebagai Danpos Lantas Cabenge Polres Soppeng, resmi menerima kenaikan pangkat menjadi Ajun Inspektur Polisi Dua (Aiptu).
Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi Polri atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah ia tunjukkan selama bertugas.
Tidak semata dinilai dari kinerja formal, capaian ini juga mencerminkan pengakuan atas nilai-nilai kemanusiaan dan ketulusan yang secara konsisten ia terapkan dalam kesehariannya sebagai aparat penegak hukum.
Nama Aiptu Muhammad Ishak bukanlah sosok asing bagi masyarakat Soppeng. Beberapa tahun lalu, ia sempat menjadi perbincangan luas di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan dirinya ikut menggali kubur bersama warga di salah satu pemakaman umum. Saat itu, ia masih mengenakan seragam dinas lengkap.
Aksi spontan tersebut menuai banyak pujian dari warganet. Banyak yang menilai, tindakan itu mencerminkan figur polisi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, menyatu tanpa sekat jabatan maupun atribut kedinasan.
Kepada awak media, Minggu (28/12/2025), Aiptu Muhammad Ishak mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan institusi kepadanya. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah tujuan utama dalam pengabdiannya sebagai anggota Polri.
“Alhamdulillah, dengan keikhlasan mengabdi kepada masyarakat, dedikasi, serta loyalitas dalam bertugas, saya mendapatkan percepatan kenaikan pangkat selama tiga periode, dari Aipda menjadi Aiptu,” ungkapnya dengan penuh kerendahan hati.
Pria yang merupakan mantan personel Pasukan Brimob Polda Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai sosok yang disiplin, pekerja keras, dan tidak pernah membeda-bedakan masyarakat dalam memberikan pelayanan maupun bantuan.
Dalam menjalankan tugas di bidang lalu lintas maupun di luar jam dinas, Aiptu Muhammad Ishak kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari kerja bakti, pendampingan warga yang mengalami musibah, hingga hadir dalam momen duka cita masyarakat.
Bagi Aiptu Muhammad Ishak, profesi polisi bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah amanah dan ladang ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pengabdianku adalah ibadahku. Apa yang saya lakukan semata-mata karena tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa viralitas bukanlah tujuan dari setiap tindakan yang ia lakukan. Menurutnya, yang terpenting adalah kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam situasi resmi maupun dalam kondisi kemanusiaan.
“Bekerja dengan ikhlas saja. Soal dikenal atau tidak, itu bukan tujuan. Yang penting masyarakat merasakan kehadiran kita,” tambahnya.
Kenaikan pangkat yang diraih Aiptu Muhammad Ishak turut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Investigasi dan Monitoring LHI, Mahmud Cambang, menilai bahwa sosok tersebut merupakan contoh nyata polisi humanis yang bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Beliau adalah representasi polisi yang menjalankan tugas bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai pengabdian sejati kepada masyarakat,” ujar Mahmud.
Dengan capaian tersebut, Aiptu Muhammad Ishak berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjadi motivasi bagi rekan-rekan sesama anggota Polri untuk bekerja lebih profesional, humanis, dan penuh empati.
“Saya berharap apa yang saya capai ini bisa menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik dan tetap rendah hati dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Kisah Aiptu Muhammad Ishak kembali menegaskan bahwa ketulusan, keikhlasan, dan pengabdian tanpa pamrih tidak pernah luput dari perhatian. Nilai-nilai tersebut akan selalu mendapatkan tempat terhormat, baik di mata masyarakat maupun institusi yang dilayani.
(Yun)
Kamis, 25 Desember 2025
Admin
Wisata Air Panas Lejja Jadi Pilihan Libur Keluarga Kasat Reskrim Polres Soppeng
Soppeng, Sigapnews.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Soppeng, AKP Dodie Rama Putra, SH, MH, memanfaatkan waktu libur bersama keluarga dengan mengunjungi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Soppeng, yakni Kawasan Wisata Alam Air Panas Lejja, yang terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kamis (25/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan AKP Dodie Rama Putra bersama sang istri, Ny. Ika Dodie, serta ketiga buah hati mereka, Raja Dika Ar Rafi, Atu Dika Az Zahra, dan Rania Dika An Nafi.
Momen ini menjadi ajang kebersamaan keluarga di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab AKP Dodie sebagai perwira Polri.
Diketahui, AKP Dodie Rama Putra yang belum lama ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng, sengaja mengajak keluarganya dari Kabupaten Bone untuk menikmati keindahan alam dan suasana tenang yang ditawarkan Kawasan Wisata Air Panas Lejja.
Kawasan ini memang dikenal luas sebagai destinasi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Air Panas Lejja memiliki panorama alam yang masih asri, dikelilingi hutan hijau yang terjaga, serta udara pegunungan yang sejuk.
Keunikan utama kawasan ini terletak pada kolam-kolam pemandian air panas alami yang mengandung belerang, yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Aliran air panas yang terus mengalir tanpa henti menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Selama berada di lokasi wisata, anak-anak AKP Dodie tampak menikmati suasana alam Lejja. Mereka terlihat antusias bermain dan berenang di kolam air panas, sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
Keindahan lingkungan serta pengalaman berendam di air panas alami memberikan kesan mendalam bagi mereka.
Selain keindahan alam, Kawasan Wisata Air Panas Lejja juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti villa penginapan, area istirahat, serta kuliner khas daerah yang semakin menambah kenyamanan pengunjung.
Fasilitas tersebut menjadikan Lejja sebagai destinasi wisata keluarga yang lengkap dan ramah bagi semua kalangan.
AKP Dodie Rama Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, Air Panas Lejja merupakan aset daerah yang sangat berharga dan memiliki daya tarik luar biasa untuk terus dikembangkan.
“Potensi wisata alam di Kabupaten Soppeng sangat luar biasa. Air Panas Lejja menawarkan suasana yang masih alami, ekosistem yang terjaga, serta keunikan sumber air panas yang terus mengalir tanpa henti. Ini adalah kekayaan alam yang patut kita jaga bersama,” ungkap AKP Dodie.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak pengelola kawasan wisata, yakni Perusahaan Lamateeso Soppeng, yang dinilai konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata tersebut.
“Kami mengapresiasi Perusahaan Lamateeso Soppeng yang terus berupaya mengelola kawasan ini dengan baik, menjaga kelestarian alamnya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.
Sebagai informasi, Kawasan Wisata Alam Air Panas Lejja merupakan salah satu destinasi andalan Kabupaten Soppeng yang hampir tidak pernah sepi pengunjung, khususnya pada akhir pekan dan musim liburan.
Keindahan alam, udara sejuk pegunungan, serta manfaat kesehatan dari air panas belerang menjadi magnet utama yang terus menarik minat wisatawan.
Dengan potensi yang dimiliki, Air Panas Lejja diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat lokal Kabupaten Soppeng.
Rabu, 24 Desember 2025
Admin
Kepemimpinan Tanpa Hiruk Pikuk, Suwardi–Selle Memilih Bekerja, Bukan Berjanji
Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah iklim politik yang kerap diwarnai oleh retorika berlebihan, janji populis, dan pencitraan, Pemerintah Kabupaten Soppeng justru menampilkan wajah kepemimpinan yang berbeda.
Di bawah komando Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, roda pemerintahan dijalankan dengan pendekatan yang tenang, minim polemik, namun berorientasi pada hasil nyata.
Bagi duet Suwardi–Selle, politik tidak berhenti pada kemenangan elektoral atau sekadar pemenuhan janji kampanye.
Kepemimpinan dimaknai sebagai amanah untuk bekerja, melayani, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prinsip tersebut tercermin dalam filosofi yang kerap digaungkan secara sederhana namun bermakna: politik boleh berjanji, tetapi kepemimpinan wajib menepati.
Bekerja dalam Senyap, Hasil yang Berbicara
Alih-alih membangun narasi besar melalui kata-kata, Suwardi–Selle memilih membangun kepercayaan publik lewat kerja konkret.
Program-program pembangunan dirancang secara terukur, dilaksanakan bertahap, dan dievaluasi secara berkelanjutan.
Pendekatan ini membuat banyak capaian pemerintah daerah berbicara dengan sendirinya tanpa perlu dikemas dalam euforia berlebihan.
Dalam praktiknya, berbagai kebijakan diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga upaya menjaga stabilitas sosial dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Kami memilih bekerja dalam diam. Biar hasil yang berbicara lantang,” menjadi pesan moral yang menggambarkan karakter kepemimpinan keduanya: fokus, tenang, dan bertanggung jawab.
Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Kolaborasi
Salah satu ciri menonjol kepemimpinan Suwardi–Selle adalah kemampuan menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika sosial dan politik.
Hubungan antara eksekutif dan legislatif dijaga tetap harmonis, sementara koordinasi lintas sektor, baik dengan perangkat daerah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat terus diperkuat.
Kolaborasi dipandang sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Soppeng membuka ruang dialog dan partisipasi publik, sehingga kebijakan yang lahir tidak bersifat elitis, melainkan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Pendekatan ini juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program-program pemerintah, karena mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bagian dari prosesnya.
Pelayanan Publik yang Lebih Responsif dan Berkelanjutan
Dalam bidang pelayanan publik, Suwardi–Selle mendorong perubahan paradigma birokrasi dari sekadar melayani secara administratif menjadi melayani secara solutif.
Aparatur pemerintah dituntut lebih responsif, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya.
Pelayanan tidak lagi berhenti pada pemenuhan prosedur, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Setiap kebijakan dan program pembangunan dirancang agar tidak bersifat jangka pendek, melainkan memiliki dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Soppeng.
Politik Dewasa, Kepemimpinan Berintegritas
Pendekatan kepemimpinan yang dijalankan Suwardi–Selle menegaskan bahwa politik yang dewasa adalah politik yang menghadirkan solusi, bukan sensasi.
Di tengah tuntutan publik akan pemerintahan yang bersih dan efektif, model kepemimpinan seperti ini menjadi relevan dan dibutuhkan.
Tanpa hiruk pikuk pencitraan, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus diarahkan untuk tetap berpijak pada nilai integritas, kerja nyata, dan keberlanjutan pembangunan.
Tujuan akhirnya jelas: menghadirkan kesejahteraan yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Kepemimpinan Suwardi–Selle menjadi pengingat bahwa dalam politik dan pemerintahan, kepercayaan publik tidak dibangun dari janji yang lantang, melainkan dari kerja yang konsisten dan hasil yang nyata.
(Red)
Jumat, 19 Desember 2025
Admin
Bhabinkamtibmas Polsek Lalabata Lakukan Pengawasan, Pastikan Kelancaran Program MBG di Kelurahan Lemba
Soppeng, Sigapnews.com Bhabinkamtibmas Polsek Lalabata yang membawahi wilayah Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, Aipda Budiaman, melaksanakan kegiatan sambang ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng pada hari Jumat (19/12/2025).
Kegiatan sambang ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pemenuhan gizi anak sekolah, sekaligus untuk memastikan proses penyaluran bantuan sosial tersebut berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
Dalam kunjungannya, Aipda Budiaman menyampaikan bahwa penyaluran MBG untuk sementara waktu dihentikan seiring dengan dimulainya masa libur sekolah. Penyesuaian ini dilakukan agar program selaras dengan kalender pendidikan.
Penyaluran MBG untuk sementara sampai hari ini karena anak sekolah akan libur. Insya Allah akan dilanjutkan kembali pada tanggal 5 Januari 2025 setelah anak sekolah masuk sekolah, jelas Aipda Budiaman.
Ia menambahkan bahwa selama proses penyaluran berlangsung sebelumnya, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa ditemukan kendala berarti. Masyarakat dan pihak terkait juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan, kualitas makanan, serta ketertiban saat penyaluran nantinya kembali dilaksanakan.
Kapolsek Lalabata Polres Soppeng, Iptu Mammuddin, S.Sos., menegaskan bahwa kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan sosial seperti program MBG sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Kami menilai program Makan Bergizi Gratis ini sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah. Oleh karena itu, Polsek Lalabata berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar penyalurannya berjalan aman, lancar, dan tidak menimbulkan permasalahan di lapangan, ujar Iptu Mammuddin.
Lebih lanjut, Kapolsek Lalabata berharap kerja sama antara pihak kepolisian, pemerintah, pengelola dapur MBG, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Dengan sinergi tersebut, program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
(Yun)
Senin, 15 Desember 2025
Admin
Bangun Demokrasi Sejak Dini, KPU Soppeng Edukasi Pemilih Pemula di Kampus STAI Al Gazali
Soppeng, Sigapnews.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat partisipasi dan kualitas pemilih.
Hari ini, KPU Soppeng sukses menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang secara spesifik menargetkan mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Soppeng, yang masuk dalam segmen vital yakni Kelompok Pemilih Pemula.
Acara edukatif ini diselenggarakan dengan khidmat di Aula Kampus STAI Al Gazali, yang berlokasi di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada hari Senin, 15 Desember 2025.
Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III STAI Al Gazali, serta arahan dari Erwin Harianto selaku Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) kampus.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada KPU Soppeng yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Kampus STAI Al Gazali untuk menjadi tuan rumah dan mitra dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan yang sangat strategis ini,” ujar Erwin Harianto.
Beliau juga menegaskan bahwa inisiatif KPU ini sangat relevan. “Memberikan pendidikan tentang hak pilih dan demokrasi adalah kewajiban kita bersama. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memahami bahwa hak pilih mereka adalah instrumen suci untuk menentukan kualitas kepemimpinan dan kebijakan publik di masa depan,” tambahnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Inti acara dilanjutkan dengan arahan dari Ketua KPU Kabupaten Soppeng, Bapak Risal. Beliau secara khusus menyoroti pentingnya kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika politik tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang.
“Esensi sejati dari Pendidikan Pemilih ini ialah untuk membentuk pemilih yang cerdas dan berkarakter,” tutur Risal dengan penekanan. “Pemilih cerdas adalah mereka yang mampu menganalisis rekam jejak, visi, dan misi calon, bukan sekadar memilih karena ikut-ikutan, tekanan, atau bahkan politik uang. Kami berharap adik-adik mahasiswa mampu menjadi duta literasi politik yang independen dan rasional.”
Risal menekankan bahwa menggunakan hak pilih di Pemilu dan Pemilihan bukan sekadar rutinitas lima tahunan.
“Kami menekankan pentingnya menggunakan hak pilih. Hak pilih merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara untuk menentukan pemimpin yang akan mengelola negara dan daerah ini. Jika kita golput, kita menyerahkan nasib kita kepada pilihan orang lain. Partisipasi aktif, kritis, dan bertanggung jawab adalah wujud nyata dari nasionalisme dan kepedulian terhadap masa depan bangsa,” pungkasnya, menyerukan pentingnya kontribusi pemilih pemula dalam menghasilkan Pemilu yang berintegritas.
Kegiatan dilanjutkan dengan dipandu oleh Haswinardi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Soppeng.
“Kami dari KPU Soppeng kembali menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kampus STAI Al Gazali yang telah menyediakan fasilitas yang representatif dan menyambut kami dengan baik untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini,” ungkap Haswinardi.
Ia juga berpesan kepada peserta, “Kegiatan seperti ini tentu sangat penting dan fundamental buat adik-adik sekalian, terkhusus yang masuk dalam kategori segmentasi pemilih pemula, agar kalian memiliki basis pengetahuan yang kuat sebelum memasuki bilik suara.”
Sementara Narasumber utama, A. Mappasessu, Sekretaris KAHMI Soppeng, memaparkan materi bertema “Suara Hari Ini, Masa Depan Bangsa Hari Esok”. Materi ini sarat akan pesan moral dan kebangsaan, memuat tujuh poin penting yang menyoroti peran strategis pemilih pemula;
1. Demokrasi tidak lahir seketika, ia dirawat dengan kesadaran.
2. Pemilih Pemula adalah penjaga estafet demokrasi.
3. Suara bukan sekedar kertas, melainkan keputusan sejarah.
4. Tumbuhkan kesadaran, bukan sekadar pengetahuan.
5. Demokrasi berkelanjutan bergantung pada pemilih muda.
6. Demokrasi: dari ide ke masa depan Indonesia.
7. Demokrasi Indonesia mewujud pada Pancasila dan UUD 1945.
Di akhir pemaparannya, beliau menyampaikan subtansi esensial tentang filosofi dan implikasi moral dari tindakan “memilih” dalam Pemilu dan Pemilihan.
"Memilih bukan sekadar mencoblos gambar di bilik suara," tegas Mappasessu. "Ini adalah perwujudan kedaulatan moral kita. Filosofinya, setiap suara yang kita berikan membawa konsekuensi etis: apakah kita memilih berdasarkan nurani untuk kemaslahatan umat, atau memilih karena bujuk rayu sesaat. Implikasi moralnya, pilihan kita hari ini akan menentukan kualitas pembangunan yang dinikmati oleh generasi kita yang akan datang. Pemilih pemula harus menjadi benteng moral demokrasi." Penyampaian yang mendalam ini sukses membangkitkan kesadaran kritis para peserta.
Sesi terakhir, yakni sesi tanya jawab dan diskusi, berlangsung sangat interaktif. Peserta dengan antusias, kritis, dan lugas melontarkan pertanyaan dan berdiskusi intensif dengan narasumber. Topik-topik yang dibahas meliputi isu integritas pemilu, cara menangkal informasi hoaks, hingga peran konkret mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi, menandakan tingginya minat politik di kalangan pemilih pemula STAI Al Gazali.
Acara ini dihadiri lengkap oleh jajaran Komisioner KPU Soppeng lainnya, termasuk Lanyala Soewarno (Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM), Muh. Hasbi (Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi), serta Sitti Rahmawati (Kasubag Parmas dan SDM), bersama staf KPU Kabupaten Soppeng.
(Yun)
Selasa, 28 Oktober 2025
Admin
Dari SDN 3 Lemba untuk Sesama, Ase Budu Jadi Bukti Nyata Peduli dan Berbagi
Kamis, 23 Oktober 2025
Admin
Dari Soppeng untuk Sulsel, SDN 1 Lamappoloware Ukir Prestasi di Lomba Membaca Estafet 2025
Makassar, Sigapnews.com, Tim dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lamappoloware, Kabupaten Soppeng, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Membaca Estafet Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan berhasil meraih Juara 3.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Umum Provinsi, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, pada Selasa (21/10/2025).
Tim SDN 1 Lamappoloware yang menjadi perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kabupaten Soppeng terdiri atas empat siswa: Sitti Ariqah Zahra Ghinayah, Iklima Assyfatun Haifa, Afifa Althafu Nisa, dan Khalil Ahnaf Zhadiq.
Dalam perlombaan tersebut, keempat siswa tampil kompak dan ekspresif, menunjukkan kemampuan membaca yang baik, penguasaan intonasi, serta kerja sama tim yang solid.
Penampilan mereka berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan tim ini menempati posisi ketiga pada tingkat provinsi.
Selama proses lomba, tim didampingi oleh Kepala Sekolah SDN 1 Lamappoloware, Yuliawati, S.Pd, dan guru pembina, Andi Marwaningsi, S.Pd, yang aktif memberikan bimbingan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Kepala Sekolah Yuliawati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak berlatih dengan tekun dan bersemangat tinggi.
"Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, guru pembina Andi Marwaningsi, S.Pd, menilai lomba membaca estafet sebagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak dini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca dan melatih kepercayaan diri anak-anak dalam tampil di depan umum. Kami berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.
Lomba membaca estafet sendiri merupakan ajang yang dirancang untuk mengasah kemampuan literasi, kefasihan membaca, dan kerja sama antarsiswa.
Dalam lomba ini, peserta membaca teks secara bergantian sesuai urutan tim, sehingga kekompakan dan ketepatan waktu menjadi kunci keberhasilan.
Keberhasilan SDN 1 Lamappoloware ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat Kabupaten Soppeng.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang literasi dan bahasa Indonesia.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen SDN 1 Lamappoloware dalam membina karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, serta berprestasi di tingkat provinsi.
(Yun)
Selasa, 14 Oktober 2025
Admin
HUT ke-61 Partai Golkar, Komitmen Sosial untuk Soppeng yang Lebih Sejahtera
Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Soppeng menggelar serangkaian kegiatan sosial dengan tema “Golkar Solid, Indonesia Maju.”
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk menegaskan komitmennya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam ranah politik, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan sosial tersebut digelar di Kantor DPD II Partai Golkar Soppeng, Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, dan berlangsung sejak Rabu (15/10/2025).
Sejumlah kegiatan meliputi pasar murah, aksi donor darah, hingga pembagian paket sembako bagi masyarakat di seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng.
Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, menyampaikan bahwa semangat peringatan HUT kali ini tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata kepedulian terhadap warga.
“Golkar lahir dan tumbuh bersama rakyat. Maka setiap langkah kami harus memberi arti. Kebersamaan ini harus terus terjaga, bukan hanya saat perayaan, tapi dalam setiap pengabdian,” ujar Andi Kaswadi Razak.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Wahda, S.E., menegaskan bahwa momen HUT ke-61 ini menjadi refleksi atas kiprah panjang Partai Golkar yang terus berupaya berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
“HUT Golkar bukan semata soal usia, tapi tentang kedewasaan dalam melayani. Kami ingin keberadaan Golkar benar-benar memberi manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat Soppeng,” ujarnya di sela kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dengan pasar murah yang digelar sejak pukul 08.00 hingga 11.30 Wita. Warga yang hadir dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Panitia juga menyediakan isi ulang gas LPG 3 kg gratis bagi warga yang berbelanja dengan menunjukkan KTP atau fotokopinya.
Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat karena membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah pada siang harinya, pukul 13.00 hingga 17.00 Wita, yang melibatkan tenaga medis, relawan, serta kader partai.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk nyata solidaritas kader Golkar terhadap sesama.
Tidak berhenti di situ, pada Jumat (17/10/2025), Partai Golkar Soppeng juga akan menggelar pembagian paket sembako secara serentak di seluruh kecamatan.
Kegiatan ini bertujuan menjangkau masyarakat di pelosok agar bantuan yang diberikan benar-benar merata dan dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan.
Sebagai penutup rangkaian perayaan, akan digelar hiburan rakyat bertajuk “Yoker Gembira” di Hark Café & Eatery Malaka, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 Wita.
Acara ini dikemas dengan suasana santai dan penuh keakraban antara kader Golkar dan masyarakat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi tanpa sekat.
Momentum peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Kabupaten Soppeng ini menunjukkan wajah humanis partai yang terus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang peduli terhadap rakyat.
Di bawah kepemimpinan H. Andi Kaswadi Razak, Golkar Soppeng menegaskan komitmennya untuk tetap solid, peduli, dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat menuju cita-cita besar: Indonesia Maju.
(Red/YUN)
Jumat, 10 Oktober 2025
Admin
Sinergi Tanpa Batas, TNI-Polri Soppeng Olahraga Bersama di Momen HUT ke-80 TNI
Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 Tahun 2025, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. bersama personel Polres Soppeng dan Bhayangkari menghadiri kegiatan Senam Sehat Bersama Rakyat yang digelar di Lapangan Sepak Bola H. Andi Panne, Kelurahan Macanre, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, pada Jumat (10/10/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan Dandim 1423/Soppeng serta menjadi bentuk nyata sinergitas dan kekompakan antara TNI dan Polri dalam menjaga soliditas di tengah masyarakat.
Acara tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara aparat keamanan dan warga.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyampaikan bahwa kegiatan senam sehat ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang olahraga bersama, tetapi juga wadah memperkuat hubungan emosional dan kebersamaan antara TNI, Polri, serta masyarakat Kabupaten Soppeng.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus memperkuat kebersamaan dan sinergitas antara TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Soppeng.
"Sinergi ini adalah kunci dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat,” ujar AKBP Aditya.
Kegiatan senam sehat tersebut diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta, mulai dari anggota TNI, Polri, Bhayangkari, hingga masyarakat umum.
Seluruh peserta tampak kompak mengikuti setiap gerakan senam yang berlangsung di tengah suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Selain senam bersama, acara juga diwarnai dengan kegiatan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Para peserta saling berinteraksi dan bersilaturahmi, memperlihatkan keharmonisan dan kekompakan antara dua institusi penjaga keamanan negara tersebut.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta melaksanakan foto bersama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara TNI-Polri dan masyarakat Kabupaten Soppeng.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI dan Polri semakin kokoh serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan di wilayah Kabupaten Soppeng.
(Red/Yun)
















.jpg)





FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram