-->

Rabu, 17 Juni 2026

Curi HP Mewah dan Uang Tunai, Warga Lalabata Dicokok Tim URC Polres Soppeng

Soppeng, Sigapnews.com, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Soppeng berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di rumah bendahara salah satu pesantren di Kabupaten Soppeng. Seorang pria berinisial Y (49) diamankan setelah diduga menjadi pelaku dalam aksi pencurian tersebut.

Terduga pelaku ditangkap pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di Kampung Tobone, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah informasi terkait keberadaan pelaku.

Kasus ini bermula dari laporan korban yang kehilangan satu unit telepon genggam Samsung S23 Ultra warna hitam dan uang tunai sekitar Rp1,5 juta. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (6/6/2026) dini hari di rumah korban yang berada di lingkungan pesantren.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara membobol jendela yang dilengkapi pengaman besi. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban dan meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp21,5 juta. Laporan yang diterima kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Soppeng melalui Unit Reaksi Cepat untuk mengungkap pelaku.

Saat diamankan, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari hasil interogasi awal, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Polisi juga berhasil mengamankan satu unit Samsung S23 Ultra yang diduga merupakan hasil pencurian, meskipun kondisinya telah mengalami kerusakan.

Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Soppeng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kasus tersebut guna melengkapi alat bukti serta mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Polres Soppeng menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing.

(Yund)

Selasa, 16 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Sambut Hangat Jemaah Haji Kloter 21 yang Kembali ke Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana kebahagiaan dan penuh hari menyelimuti Gedung Lapatau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan pada Selasa (16/6/2026) malam, saat 332 jemaah haji asal Soppeng yang tergabung dalam Kloter 21 tiba kembali di kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan para jemaah disambut langsung oleh Bupati Suwardi Haseng bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga jemaah yang sejak sore telah memadati area penyambutan di Gedung Lapatau.

Momen tersebut berlangsung penuh emosional dengan tangis haru, pelukan hangat, dan lantunan takbir yang mengiringi pertemuan kembali para jemaah dengan keluarga mereka.

Kehadiran Bupati Suwardi Haseng di tengah masyarakat menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah sekaligus ungkapan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar.

Dalam pernyataannya, Suwardi Haseng menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah haji asal Soppeng yang tergabung dalam Kloter 21 dapat kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia menilai kepulangan para jemaah merupakan kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Soppeng, khususnya keluarga yang selama beberapa pekan menantikan kehadiran orang-orang tercinta.

“Alhamdulillah, malam ini kita dapat menyambut kembali saudara-saudara kita yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta daerah,” ujar Suwardi Haseng di hadapan para jemaah dan keluarga yang hadir.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual yang memiliki makna mendalam bagi setiap muslim, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat setelah kembali ke daerah.

Momen paling mengharukan terjadi saat bus yang membawa rombongan jemaah memasuki halaman Gedung Lapatau. Sejumlah anggota keluarga tampak tak mampu menahan air mata ketika melihat kerabat mereka turun dari kendaraan. Pelukan erat dan ucapan syukur terus terdengar di tengah suasana yang dipenuhi rasa bahagia.

Di sela-sela kegiatan penyambutan, Bupati Suwardi Haseng juga menyempatkan diri menyapa dan bersalaman dengan para jemaah yang baru tiba. Ia berbincang dengan beberapa jemaah mengenai perjalanan ibadah mereka selama berada di Tanah Suci. Sejumlah jemaah dan anggota keluarga bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen bersama bupati melalui swafoto.

Kehangatan yang terjalin antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin menambah kekhidmatan suasana penyambutan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga para jemaah kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing untuk pulang ke rumah.

Kepulangan jemaah haji Kloter 21 ini menjadi momentum penuh syukur bagi masyarakat Kabupaten Soppeng. Selain menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, momen tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas keselamatan seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah dalam keadaan sehat.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap para jemaah dapat membawa semangat dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

(Yund)

Ketua PWI Soppeng Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharram 1448 H sebagai Momentum Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik


Soppeng, Sigapnews.com,– Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender semata. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan bagi setiap umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, saat menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Soppeng, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, peringatan 1 Muharram merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan sejarah Islam yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Tahun Baru Islam mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang penuh makna dan pelajaran. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kualitas hidup yang lebih baik serta lebih diridhai Allah SWT,” ujar Andi Jumawi.

Ia mengatakan, semangat hijrah perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi yang semakin cepat, perubahan sosial yang dinamis, hingga berbagai persoalan ekonomi dan budaya menjadi tantangan yang membutuhkan keteguhan moral dan spiritual.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu meninggalkan hal-hal yang kurang baik menuju sesuatu yang lebih baik. Mulai dari memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan dengan keluarga, menjaga persaudaraan, hingga meningkatkan kepedulian kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Andi Jumawi menilai, nilai-nilai hijrah sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Semangat perubahan positif, menurutnya, dapat menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah.

“Kalau semangat hijrah ini mampu kita terapkan bersama, maka akan lahir masyarakat yang lebih peduli, lebih produktif, dan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Perubahan besar selalu diawali dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Jumawi turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.

Sebagai Ketua PWI Soppeng, Andi Jumawi juga menegaskan komitmen insan pers untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat, edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi yang mampu mendorong lahirnya perubahan positif di tengah kehidupan sosial.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat. Karena itu, PWI Soppeng akan terus mendukung penyebaran informasi yang membawa manfaat, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah,” jelasnya.

Menutup pesannya, Andi Jumawi memanjatkan doa agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng dan bangsa Indonesia secara umum.

“Semoga tahun baru ini menjadi awal dari berbagai kebaikan yang Allah SWT ridhai. Semoga setiap langkah kita diberikan kemudahan, setiap usaha diberkahi, dan setiap doa terbaik yang kita panjatkan dapat dikabulkan. Mari kita songsong Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah, semangat perubahan, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan,” pungkasnya.

Dengan semangat 1 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna, penuh kebermanfaatan, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan daerah.

(Yund)

Senin, 15 Juni 2026

Diskominfo Soppeng Terima Kunker DPRD Pangkep, Bahas Integrasi Satu Data Indonesia


Soppeng, Sigapnews.com, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Lounge Kantor Bupati Soppeng, Senin (15/6/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim, H. Mantiri Mashud Hadade, SH, tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi sekaligus bertukar pengalaman terkait pengelolaan pusat data, sistem informasi, serta strategi komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pusat data, informasi, dan komunikasi publik,” ujar Mantiri.

Kepala Diskominfo Kabupaten Soppeng, Drs. Kanaruddin, M.Si, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital dan keterbukaan informasi publik.

Dalam pemaparannya, Kanaruddin menjelaskan bahwa Diskominfo Soppeng menjalankan tugas dan fungsi melalui tiga bidang utama, yakni Bidang Humas dan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Bidang Aplikasi dan Informatika, serta Bidang Statistik dan Persandian.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses mengenai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Penyebarluasan informasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi pemerintah daerah, media massa, layanan live streaming kegiatan pemerintahan, hingga pemanfaatan videotron,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Statistisi Ahli Muda Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Soppeng, Wettoing, SE., M.Si, memaparkan perkembangan Portal Satu Data Kabupaten Soppeng yang telah terbentuk sejak Desember 2025.

Ia menyampaikan bahwa portal tersebut saat ini tengah dalam proses integrasi dengan Satu Data Indonesia. Untuk mendukung proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyampaikan surat kepada Bappenas dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, rombongan Komisi I DPRD Pangkep bersama jajaran Diskominfo Soppeng meninjau langsung ruang server dan Soppeng Command Center (SCC).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta melihat berbagai fasilitas pendukung pengelolaan data dan teknologi informasi, termasuk sistem jaringan serta pusat pemantauan CCTV yang menjadi bagian dari upaya penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Soppeng.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah dalam pengembangan teknologi informasi, pengelolaan data yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital.

(Yund)

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Soppeng, Bupati Jadi Contoh Responden Pertama


Soppeng, Sigapnews.com,– Pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai pada Senin (15/6/2026). Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menjadi responden pertama dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng.

Pendataan perdana berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng dan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat. Kegiatan tersebut menandai dimulainya proses pencacahan ekonomi secara menyeluruh yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Soppeng hingga akhir Agustus mendatang.

SE2026 merupakan program nasional yang bertujuan mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Muhammad Rismat menjelaskan, BPS Kabupaten Soppeng telah menyiapkan 243 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah. Seluruh petugas tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan teknis guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai standar dan menghasilkan data yang berkualitas.

“Pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi yang ada,” ujarnya.

Keterlibatan Bupati Soppeng sebagai responden pertama dinilai menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya saat pencanangan SE2026, Suwardi Haseng menegaskan bahwa data yang akurat memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun program dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Suwardi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas lapangan.

Sebagai informasi, sebelum pendataan dimulai, BPS Kabupaten Soppeng telah melaksanakan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Grand Saota, Soppeng, pada 11 Juni 2026. Secara keseluruhan, BPS Sulawesi Selatan menurunkan 8.776 petugas untuk menyukseskan pelaksanaan sensus di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

(Yund)

Kunjungan Kedua. Wakil Bupati soppeng Selle Ks Dalle ke Sekolah Rakyat. Apresiasi Percepatan PT Waskita Karya


Soppeng Sigapnews.com Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng, Senin (15 06/2026). Kunjungan kedua ini dinilai tepat dan membangkitkan semangat baru bagi para pekerja PT Waskita Karya di lapangan.

Kedatangan Wakil Bupati disambut langsung perwakilan PT Waskita Karya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pencapaian progres pembangunan serta langkah-langkah percepatan. Hasil menggembirakan terlihat dari laporan kemajuan fisik proyek yang telah mencapai 80 persen dari target keseluruhan.

Wakil Bupati Selle KS Dalle mengaku kagum dengan kecepatan kerja kontraktor pelaksana. Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa dari PT Waskita Karya. Capaian 78 persen ini membuktikan komitmen dan profesionalisme mereka. Ini kunjungan kedua saya dan setiap kali datang, saya selalu melihat loncatan progres yang signifikan,ujarnya di sela-sela tinjauan.

Tak hanya membahas progres, pertemuan itu juga menyoroti kelengkapan perabot (furniture dan fasilitas pendukung) yang akan dipasang pasca pembangunan. Wakil Bupati menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana internal sekolah harus sejalan dengan rampungnya konstruksi, agar gedung tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.

Perwakilan PT Waskita Karya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kunjungan pimpinan daerah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi seluruh pekerja yang terus berupaya menyelesaikan sisa kurang lebih 20 persen pekerjaan tepat waktu, ucapnya.

Dengan capaian saat ini, Sekolah Rakyat Soppeng ditargetkan dapat beroperasi penuh pada awal tahun ajaran mendatang. Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi yang terjalin dan berharap penyelesaian akhir proyek berlangsung mulus tanpa kendala berarti.

(YUND)

Sabtu, 13 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Angkat Suara Terkait Banyaknya Plt Kepsek di Soppeng Sebut Warisan Pemerintahan Sebelumnya


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Suwardi Haseng akhirnya angkat suara terkait masih banyaknya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang memimpin sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Soppeng. Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah persoalan yang muncul pada masa pemerintahannya saat ini, melainkan merupakan kondisi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Soppeng disebut terus melakukan langkah-langkah pembenahan secara bertahap guna memastikan seluruh sekolah nantinya dipimpin oleh kepala sekolah definitif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Dikutip dari media Kabartujuhsatu.news, pada Minggu (14/6/2026), Suwardi menjelaskan bahwa keberadaan Plt kepala sekolah dalam jumlah yang cukup banyak merupakan kondisi yang telah diwarisi dari periode pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan penataan sesuai prosedur serta regulasi yang berlaku.

“Banyaknya Plt kepala sekolah yang ada saat ini merupakan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Namun demikian, kami terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan bahwa sejak dirinya bersama jajaran pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan, proses penataan dan pengisian jabatan kepala sekolah terus menjadi perhatian serius. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepemimpinan di setiap sekolah dapat berjalan secara efektif, profesional, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi, pengisian jabatan kepala sekolah bukanlah proses yang dapat dilakukan secara instan. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh setiap calon kepala sekolah, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi, kompetensi, hingga ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Karena itu, pemerintah daerah harus berhati-hati dalam melakukan penetapan kepala sekolah agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia menekankan bahwa kualitas dan kompetensi calon kepala sekolah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam setiap proses pengangkatan.

“Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menetapkan sekitar 40 kepala sekolah definitif. Ini merupakan bagian dari upaya yang terus kami lakukan untuk memperkuat tata kelola pendidikan di daerah,” ungkapnya.

Penetapan puluhan kepala sekolah definitif tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepemimpinan di lingkungan sekolah sekaligus mendorong peningkatan kinerja lembaga pendidikan. Dengan adanya kepala sekolah definitif, berbagai program pengembangan sekolah dapat dijalankan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Suwardi juga menjelaskan bahwa jabatan kepala sekolah pada dasarnya merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, proses penunjukannya harus melalui mekanisme yang jelas dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

“Perlu dipahami bahwa status kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru sesuai regulasi yang ada. Jadi seluruh proses penetapannya harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Selain melakukan penataan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta mutu layanan pembelajaran bagi peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian khusus terhadap berbagai kebutuhan dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Di akhir keterangannya, Suwardi berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses pengisian jabatan kepala sekolah membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah diatur oleh peraturan perundang-undangan. Ia optimistis bahwa kebutuhan kepala sekolah definitif di seluruh sekolah akan dapat terpenuhi secara bertahap.

Dengan langkah-langkah pembenahan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap sistem pendidikan di daerah semakin kuat, tata kelola sekolah semakin baik, dan kualitas pendidikan dapat terus meningkat demi menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

(Yunandar/JOIN)

Hadiri Rapimnas LMP 2026, Sahar Bawa Misi Ketahanan Pangan dan Kemajuan Daerah


Jakarta, Sigapnews.com, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Laskar Merah Putih yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Rapimnas tahun ini mengusung tema “Laskar Merah Putih Bersama Pemerintah Rawat NKRI Membangun Negeri”, yang mencerminkan semangat organisasi untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, serta kader Laskar Merah Putih dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan kuatnya soliditas organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tokoh yang hadir dalam Rapimnas adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, upaya menjaga NKRI tidak hanya dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga dengan mendukung program-program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu program prioritas pemerintah saat ini adalah swasembada pangan.

Amran menilai ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader Laskar Merah Putih untuk turut mengawal program swasembada pangan hingga ke tingkat daerah.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, dan organisasi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Macab LMP Soppeng, Sahar. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Menteri Pertanian dan menggerakkan seluruh potensi organisasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurut Sahar, swasembada pangan merupakan agenda strategis yang harus mendapat dukungan seluruh elemen bangsa. Ia menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang besar sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan target tersebut.

“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani harus didukung bersama,” kata Sahar.

Ia menegaskan bahwa LMP Soppeng siap mengawal program swasembada pangan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan negara melalui sektor pangan.

Selain itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Kader-kader LMP juga akan didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Sahar menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, LMP akan terus hadir membantu menyosialisasikan berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga berharap Rapimnas 2026 semakin memperkuat soliditas organisasi dari tingkat pusat hingga daerah sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

“Rapimnas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami berharap seluruh kader LMP semakin solid dan terus berkontribusi dalam menjaga NKRI serta mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Rapimnas Laskar Merah Putih 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, berbagai program strategis, termasuk swasembada pangan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Yund)

Kamis, 11 Juni 2026

Tak Hanya Asuransi, Kerja Sama Pemkab Soppeng–Askrindo Juga Jamin Kelancaran Proyek Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus memperkuat upaya pengelolaan risiko pembangunan daerah melalui kerja sama dengan PT Askrindo Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penjaminan Suretyship dan Asuransi Umum yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Soppeng, Kamis (11/6/2026).

Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Branch Manager Class I Makassar PT Askrindo, Danny Supriyanto Aditya.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng membuka ruang bagi perusahaan asuransi untuk berkontribusi dalam memberikan layanan penjaminan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seluruh perusahaan asuransi untuk membantu masyarakat Soppeng dalam bidang penjaminan dan asuransi umum,” ujarnya.

Kerja sama tersebut mencakup layanan penjaminan suretyship yang berfungsi memberikan jaminan atas pelaksanaan kontrak pekerjaan, khususnya dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Skema ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kegagalan pelaksanaan kontrak oleh penyedia jasa sekaligus meningkatkan kepastian penyelesaian proyek pembangunan daerah.

Selain penjaminan proyek, kesepakatan itu juga mencakup layanan asuransi umum yang memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko, seperti kerusakan aset, kebakaran, kecelakaan, hingga risiko lain yang dapat memengaruhi jalannya program pembangunan dan pelayanan publik.

Dari pihak Askrindo, kegiatan tersebut turut dihadiri Corporate Secretary Syafruddin, Regional Head 7 Makassar Ceri Fertiliawan, Technical Head Branch Office Makassar Andi Zaiful, Business Head Branch Office Makassar Fery Antho, serta Nurafni dari Askrindo Connect Bosowasi.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng yang hadir antara lain Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Soppeng.

Sebelumnya, pada April 2026, Askrindo juga menyerahkan bantuan Mobil Pintar (MoPi) kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan literasi dan pendidikan anak.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Soppeng berharap pengelolaan risiko pembangunan dapat semakin kuat, pelaksanaan proyek pemerintah lebih terjamin, serta akses masyarakat terhadap layanan penjaminan dan asuransi semakin luas.

(Yund) 

Pesan Tegas Bupati Soppeng Saat Lepas Petugas Sensus Ekonomi: Data Menentukan Masa Depan Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menyediakan data yang akurat dan komprehensif guna mendukung pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan pada kegiatan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng di Aula Grand Saota, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, jajaran BPS Kabupaten Soppeng, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para petugas sensus yang akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran sangat penting dalam memotret kondisi perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut akan menjadi landasan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.

Menurutnya, keberadaan data yang valid dan akurat menjadi kebutuhan mendasar bagi pemerintah dalam menyusun program yang tepat sasaran. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi ekonomi yang dimiliki daerah, sekaligus mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha.

“Data hasil sensus bukan sekadar angka statistik. Data tersebut menjadi fondasi dalam merancang kebijakan pembangunan yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Kita tidak bisa membangun daerah ini dengan mengira-ngira. Kita membutuhkan basis data yang riil untuk mendongkrak sektor-sektor potensial dan memajukan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Bupati menilai bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat erat kaitannya dengan kualitas data yang dimiliki pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan sensus. Mulai dari pimpinan OPD, camat, lurah dan kepala desa, kepala dusun hingga ketua RT/RW diminta memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarinstansi guna memastikan seluruh proses pendataan dapat berlangsung tanpa hambatan. Dukungan pemerintah di tingkat wilayah dinilai sangat penting untuk membantu petugas sensus menjangkau seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi yang ada di masyarakat.

Selain dukungan dari pemerintah, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam memberikan data akan sangat menentukan kualitas hasil sensus yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Bupati memastikan bahwa data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh petugas sensus.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan akurat. Informasi yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Kepada para petugas sensus, Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta menjaga profesionalisme selama berada di lapangan. Ia berharap setiap petugas mampu mengumpulkan data secara objektif sehingga hasil sensus memiliki tingkat validitas yang tinggi.

Selain itu, para petugas juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas pendataan yang akan berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Di akhir sambutannya, Bupati Suwardi Haseng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad dan memperkuat kolaborasi demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan pembangunan daerah yang lebih baik.

Dengan tersedianya data ekonomi yang lengkap dan akurat, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, serta meningkatkan daya saing Kabupaten Soppeng di masa mendatang.

Mengusung semangat “Sensus Akurat, Kebijakan Tepat”, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat basis data pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng secara berkelanjutan.

(Red)

Rabu, 10 Juni 2026

Ekonomi Soppeng Melejit 9,39%, LAKI Ingatkan Transparansi Anggaran Harus Diperketat


Soppeng, Sigapnews.com, Lompatan impresif pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng yang menembus angka 9,39% pada Triwulan I 2026 memantik respons positif dari berbagai elemen masyarakat sipil. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kabupaten Soppeng.

​Ketua DPC LAKI Soppeng, Hamka, memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng. Menurutnya, angka pertumbuhan yang jauh melampaui rata-rata Provinsi Sulsel (6,88%) dan Nasional (5,61%) ini merupakan bukti nyata dari efektifnya akselerasi infrastruktur dan optimalisasi sektor pertanian.

​"Angka 9,39 persen ini adalah prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Soppeng di awal tahun 2026. Kami dari DPC LAKI melihat bahwa kebijakan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan produktivitas tani dan geliat UMKM di bawah komando H. Suwardi Haseng sudah mulai menampakkan hasil yang konkret," ujar Hamka saat dimintai tanggapannya, Rabu (10/6/2026).

​Meski demikian, sebagai lembaga pengawas instansi publik dan pemberantasan korupsi, LAKI Soppeng juga memberikan catatan penting agar pertumbuhan ekonomi yang meroket ini dibarengi dengan transparansi anggaran yang ketat.

​Hamka menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur yang merata dan program bantuan pertanian harus dijaga dari segala potensi kebocoran anggaran agar asas kemanfaatannya benar-benar tepat sasaran.

​"Sesuai dengan pernyataan optimisme dari lingkungan Pemkab Soppeng bahwa kesejahteraan ini harus dirasakan langsung di dapur-dapur warga, maka kuncinya ada pada transparansi dan pengawasan. 

Kami di LAKI akan terus mengawal jalannya roda pemerintahan ini agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi berbanding lurus dengan tata kelola keuangan daerah yang bersih (good governance)," tegasnya.

​Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan kuat Soppeng yang dipicu oleh beberapa sektor utama, termasuk iklim usaha yang kondusif yang berhasil menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. 

Posisi Soppeng bahkan sukses mengungguli sejumlah kota besar di Sulawesi Selatan seperti Makassar yang berada di angka 6,61% dan Parepare di angka 5,82%.

​Dengan sinergi antara kerja keras pemerintah daerah dan pengawasan yang ketat dari elemen masyarakat, Kabupaten Soppeng diprediksi akan terus menjadi motor penggerak utama perekonomian di jazirah Sulawesi Selatan. (**)

Selasa, 09 Juni 2026

Bupati Soppeng dan Dandim 1423/Soppeng Pastikan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Komandan Kodim (Dandim) 1423/Soppeng, Letkol Inf. Eko Yulianto, melakukan peninjauan pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan koperasi yang telah rampung dikerjakan dan dipersiapkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dalam kegiatan itu, Bupati dan Dandim turut didampingi Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., serta Babinsa Desa Ganra.

Rombongan meninjau sejumlah bagian gedung dan memastikan fasilitas yang tersedia telah siap digunakan untuk menunjang operasional koperasi. Gedung yang menjadi salah satu sarana penguatan ekonomi masyarakat desa tersebut kini telah mencapai tahap penyelesaian penuh.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih telah selesai 100 persen. Menurutnya, keberadaan gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus wadah pengembangan berbagai usaha produktif yang dikelola secara bersama oleh warga desa.

“Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih telah rampung sepenuhnya dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program penguatan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memberikan apresiasi atas percepatan penyelesaian pembangunan gedung tersebut. Ia menilai keberadaan koperasi desa memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang terorganisasi dan berkelanjutan. Selain itu, program tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan koperasi berbasis desa sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif,” kata Bupati.

Sementara itu, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, dukungan terhadap penguatan kelembagaan ekonomi desa merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga.

“TNI siap mendukung program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan gedung tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap Koperasi Desa Merah Putih Desa Ganra dapat segera beroperasi dan menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi desa, memperluas peluang usaha warga, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra juga menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana pendukung ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat dan mandiri.

(Yund)

Minggu, 07 Juni 2026

Hadiri Tasyakuran Brigjen Faizal, Suwardi Haseng: Kekompakan Masyarakat Kunci Kemajuan Kabupaten Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara tasyakuran dan silaturahmi yang digelar Brigjen Pol Faizal di kediaman keluarganya di Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Minggu malam (7/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban itu dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, para alumni sekolah, sahabat, hingga keluarga besar Brigjen Faizal. Kehadiran para tamu dari berbagai latar belakang mencerminkan eratnya hubungan sosial yang selama ini terjalin antara Brigjen Faizal dan masyarakat Kabupaten Soppeng.

Tasyakuran tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur setelah Brigjen Faizal menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya memiliki nilai religius sekaligus sosial yang sangat penting.

Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu kekuatan yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat dan memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Momentum seperti ini sangat baik untuk menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antar sesama. Persatuan dan kekompakan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun daerah,” ujar Suwardi Haseng dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan dukungan program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat yang dilandasi semangat persatuan dan gotong royong. Karena itu, kegiatan yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwardi juga menyampaikan rasa bangga terhadap Brigjen Faizal yang dinilai sebagai salah satu putra terbaik Kabupaten Soppeng. Kiprah dan prestasinya di institusi Kepolisian Republik Indonesia hingga mencapai jenjang perwira tinggi dianggap menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

“Pak Brigjen Faizal adalah salah satu putra terbaik Soppeng yang berhasil mengharumkan nama daerah. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Soppeng,” katanya.

Menurut Suwardi, keberhasilan tokoh-tokoh daerah yang mampu berkiprah di tingkat nasional merupakan aset penting yang dapat memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus berupaya meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi positif bagi daerah asalnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tasyakuran dan silaturahmi tersebut dapat terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia meyakini bahwa hubungan sosial yang harmonis akan menjadi energi positif dalam mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Soppeng yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sementara itu, suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertukar kabar, mempererat hubungan persaudaraan, serta memperkuat jaringan silaturahmi yang selama ini telah terjalin.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan masih tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Melalui momentum tasyakuran tersebut, diharapkan semangat persatuan dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh sebagai fondasi dalam membangun Kabupaten Soppeng yang lebih baik di masa mendatang.

(Yund)

Sekolah-Sekolah Mulai Beralih ke Lereng Hijau? Fenomena Ini Bikin Peta Wisata Edukasi Soppeng Jadi Perbincangan


Soppeng, Sigapnews.com, Wisata Alam Lereng Hijau belakangan ini semakin sering menjadi tujuan kegiatan rekreasi dan pembelajaran luar kelas bagi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Soppeng. Fenomena tersebut menarik perhatian publik setelah beberapa sekolah dari Kecamatan Lalabata diketahui memilih destinasi wisata alam tersebut sebagai lokasi kegiatan bersama peserta didik.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, sekolah-sekolah seperti SDN 7 Salotungo, SDN 9 Mallanroe, hingga SDN 13 Palakka tercatat menggelar kegiatan wisata edukasi di kawasan Lereng Hijau. Minggu (7/6/2026).

Kehadiran rombongan pelajar yang datang secara bergantian membuat destinasi tersebut semakin ramai diperbincangkan masyarakat.

Meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Banyak pihak mulai mencoba membaca fenomena ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar tren wisata biasa. Sebab, selama ini terdapat sejumlah destinasi lain yang dikenal memiliki dukungan dan perhatian yang lebih besar dari berbagai pihak, namun justru tidak terlihat menjadi pilihan utama bagi sebagian sekolah.

Lereng Hijau sendiri berkembang sebagai destinasi yang menawarkan suasana alam terbuka dengan lingkungan yang masih asri. Hamparan pepohonan, udara yang sejuk, serta ruang yang luas menjadi daya tarik tersendiri bagi kegiatan yang melibatkan banyak peserta didik.

Bagi sekolah, faktor kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi kegiatan luar ruangan. Selain itu, suasana yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan alam dinilai memiliki nilai edukatif yang tidak bisa diperoleh sepenuhnya di dalam ruang kelas.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pilihan sekolah sering kali menjadi indikator menarik untuk membaca tren sebuah destinasi wisata. Berbeda dengan kunjungan individu yang dapat dipengaruhi banyak faktor sesaat, keputusan sekolah biasanya melalui proses pertimbangan yang lebih matang, mulai dari fasilitas, aksesibilitas, hingga kenyamanan peserta didik selama berada di lokasi.

“Ketika sekolah memilih sebuah tempat, biasanya mereka mempertimbangkan banyak hal. Jadi kalau sebuah destinasi mulai sering dipilih, tentu ada nilai tambah yang dirasakan,” ungkap seorang pemerhati pariwisata lokal.

Fenomena ini kemudian melahirkan diskusi yang cukup hangat di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah popularitas Lereng Hijau merupakan efek viral sesaat atau justru tanda bahwa preferensi masyarakat terhadap wisata edukasi sedang berubah.

Di era digital saat ini, pengalaman pengunjung memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sebuah destinasi wisata. Satu pengalaman positif dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial, grup percakapan, hingga rekomendasi dari mulut ke mulut. Efek inilah yang sering kali membuat sebuah tempat berkembang tanpa promosi besar-besaran.

Banyak pihak menilai bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam industri pariwisata. Ketika pengunjung merasa puas, mereka akan dengan sukarela menjadi promotor yang memperkenalkan destinasi tersebut kepada orang lain. Sebaliknya, fasilitas yang besar sekalipun tidak selalu menjamin tingginya minat pengunjung apabila pengalaman yang diberikan tidak sesuai harapan.

Karena itu, meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau dianggap sebagai fenomena yang layak dicermati. Terlebih, sekolah merupakan kelompok pengunjung yang cukup selektif dalam menentukan tujuan kegiatan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada data resmi yang dapat memastikan apakah telah terjadi pergeseran besar dalam peta wisata edukasi di Kabupaten Soppeng. Namun satu hal yang sulit dibantah adalah semakin seringnya nama Lereng Hijau muncul dalam berbagai aktivitas sekolah.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Lereng Hijau akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi yang diperhitungkan di daerah tersebut. Pada akhirnya, pilihan para sekolah mungkin sedang menyampaikan pesan sederhana bahwa kualitas pengalaman pengunjung tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

Kini pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat Soppeng adalah: ketika sekolah diberikan kebebasan untuk memilih tujuan wisatanya sendiri, mengapa nama Lereng Hijau semakin sering muncul dibandingkan sebelumnya? Jawaban atas pertanyaan itulah yang tampaknya akan terus menjadi bahan diskusi menarik dalam perkembangan dunia pariwisata lokal.

(Yund)

Sabtu, 06 Juni 2026

Bupati Soppeng Beri Pesan Khusus kepada Pensiunan Guru, Isinya Jadi Sorotan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya dalam menjaga hubungan dan sinergi dengan para insan pendidikan yang telah memasuki masa purnabakti. Hal tersebut terlihat saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan silaturahmi Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Soppeng di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (6/6).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan para purnakaryawan pendidikan yang selama puluhan tahun telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi IPPK Kabupaten Soppeng untuk memperkenalkan eksistensi organisasi yang menjadi wadah resmi para purnakaryawan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Organisasi ini menghimpun para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari guru, dosen, hingga tenaga administrasi dan struktural yang pernah mengabdi dalam dunia pendidikan.

Ketua IPPK Kabupaten Soppeng, H. Andi Asis, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Menurutnya, para anggota IPPK masih memiliki semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pendidikan di daerah meskipun telah memasuki masa pensiun.

“Kami ingin IPPK tetap aktif, produktif, dan memberi manfaat meskipun para anggotanya telah memasuki masa purnabakti. Silaturahmi ini menjadi ruang bagi kami untuk bertukar gagasan serta memperoleh masukan demi kemajuan pendidikan di Soppeng,” ujarnya.

Andi Asis menambahkan bahwa pengalaman panjang yang dimiliki para purnakaryawan pendidikan merupakan modal penting yang dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng. Karena itu, pihaknya berharap hubungan baik dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin sehingga berbagai gagasan dan pemikiran yang dimiliki para anggota IPPK dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh anggota IPPK atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi Haseng, keberhasilan pembangunan pendidikan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari peran besar para guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mendidik generasi muda.

“Pengabdian Bapak dan Ibu guru serta tenaga kependidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan kita. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa para purnakaryawan pendidikan bukanlah sosok yang berhenti berkontribusi setelah memasuki masa pensiun. Sebaliknya, pengalaman, wawasan, serta pemikiran yang mereka miliki masih sangat dibutuhkan dalam memberikan masukan dan inspirasi bagi generasi penerus maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik.

Ia berharap semangat pengabdian yang selama ini melekat pada diri para pendidik tetap terjaga dan terus menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan para purnakaryawan pendidikan merupakan aset berharga yang memiliki nilai strategis bagi kemajuan Kabupaten Soppeng.

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan para anggota IPPK terkait berbagai isu pendidikan, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, serta peluang kolaborasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Sebagai organisasi yang menaungi para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, IPPK memiliki peran penting dalam menjaga semangat kebersamaan serta menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pandangan dan masukan konstruktif terkait pengembangan pendidikan.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan para purnakaryawan pendidikan dapat terus terjalin dengan baik. Sinergi yang dibangun tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas jasa-jasa para pendidik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan mereka untuk mendukung kemajuan pendidikan serta pembangunan daerah di masa mendatang.

(Yund)

Selasa, 02 Juni 2026

Kakak, Besok Kami Mencari Kalian di Sekolah, Tapi Kalian Sudah Tidak Ada...” Tangis Bilqis Pecah di Pelepasan Kelas VI SD Negeri 118 Ujung


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana haru menyelimuti acara pelepasan siswa Kelas VI SD Negeri 118 Ujung yang digelar dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Acara yang seharusnya menjadi momen perayaan kelulusan itu berubah menjadi lautan emosi ketika seorang siswi kelas V, Bilqis Tiffani Tafeng, menyampaikan sambutan perpisahan yang begitu menyentuh hati. Selasa (2/6/2026).

Di hadapan para guru, orang tua siswa, tamu undangan, dan seluruh siswa yang hadir, Bilqis berdiri dengan penuh keberanian. Mengenakan seragam sekolah yang rapi, siswi kecil itu awalnya tampak tenang saat menggenggam naskah sambutannya. Namun tak lama kemudian, suaranya mulai bergetar ketika menyampaikan pesan kepada kakak-kakak kelas yang akan meninggalkan sekolah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka.

"Kakak, hari ini kami tersenyum melihat kakak memakai pakaian yang indah. Kami ikut bangga karena kakak sudah lulus. Tapi di dalam hati kami, ada sedih yang tidak bisa kami sembunyikan," ucap Bilqis.

Kalimat pembuka itu langsung membuat suasana ruangan menjadi hening. Para siswa yang semula bercengkerama mulai memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Bilqis. Para guru yang duduk di deretan depan tampak menyimak dengan penuh perhatian.

Bilqis kemudian menatap satu per satu siswa kelas VI yang duduk mengikuti prosesi pelepasan. Matanya mulai berkaca-kaca ketika membayangkan hari-hari sekolah yang akan berbeda setelah kakak-kakak kelasnya tidak lagi hadir di lingkungan sekolah.

"Besok pagi saat kami datang ke sekolah, kami mungkin masih melihat kelas kakak. Kami masih melihat kursi tempat kakak duduk. Kami masih melihat halaman tempat kakak bermain. Tapi kami tidak akan melihat kakak lagi."

Ucapan tersebut sontak membuat banyak siswa terdiam. Beberapa siswa kelas VI terlihat menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya mulai mengusap mata yang mulai basah oleh air mata.

Dalam sambutannya, Bilqis mengungkapkan bahwa selama ini kakak-kakak kelas VI bukan sekadar siswa yang lebih tua. Mereka adalah sosok yang setiap hari hadir dalam perjalanan masa kecil adik-adik kelas di sekolah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kenangan yang akan terus tersimpan.

"Kami sedih karena mulai besok tidak ada lagi kakak yang menyapa kami di gerbang sekolah. Tidak ada lagi kakak yang kami lihat saat upacara. Tidak ada lagi kakak yang kami kagumi ketika tampil di depan sekolah."

Kata-kata sederhana tersebut justru menjadi bagian yang paling menyentuh. Banyak orang tua siswa yang hadir tampak mulai mengusap air mata. Sebagian guru bahkan terlihat menundukkan kepala karena larut dalam suasana haru.

Bilqis kemudian mengungkapkan bahwa selama ini dirinya dan teman-temannya sering menjadikan kakak-kakak kelas VI sebagai panutan. Mereka melihat sosok kakak kelas sebagai gambaran diri mereka di masa depan.

"Kakak mungkin tidak tahu, tapi kami sering ingin menjadi seperti kakak. Kami ingin pintar seperti kakak. Kami ingin berani seperti kakak. Kami ingin suatu hari nanti bisa berdiri di tempat kakak hari ini."

Kalimat itu kembali disambut keheningan. Tak sedikit siswa kelas VI yang mulai menangis karena merasa dihargai dan dikenang oleh adik-adik kelas mereka.

Menurut sejumlah guru yang hadir, momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan sepanjang pelaksanaan acara pelepasan siswa di sekolah itu. Sambutan yang disampaikan Bilqis dianggap mewakili perasaan banyak siswa yang harus berpisah dengan teman, kakak kelas, dan lingkungan yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun.

Tidak berhenti sampai di situ, Bilqis juga menyampaikan harapan besar bagi masa depan para lulusan SD Negeri 118 Ujung. Dengan penuh ketulusan, ia mendoakan agar seluruh kakak kelasnya dapat meraih cita-cita yang selama ini mereka impikan.

"Kalau nanti kakak sudah besar, sudah menjadi dokter, guru, polisi, tentara, pengusaha, atau apa pun cita-citanya, tolong jangan lupa bahwa dulu kakak pernah berlari-lari di halaman sekolah ini. Pernah belajar di kelas ini. Pernah dipanggil namanya oleh guru-guru yang sangat sayang kepada kakak."

Ucapan tersebut membuat suasana semakin emosional. Beberapa orang tua siswa tampak tidak mampu lagi menahan tangis. Momen yang awalnya dipenuhi senyum kebahagiaan berubah menjadi ruang penuh kenangan dan rasa syukur.

Bilqis lalu berhenti sejenak untuk menenangkan dirinya. Dengan suara yang lirih dan sesekali terputus karena menahan tangis, ia menyampaikan doa terakhir untuk kakak-kakak kelasnya.

"Kakak, kami tidak punya hadiah yang mahal untuk diberikan. Kami hanya punya doa. Semoga Allah menjaga setiap langkah kakak. Semoga kakak berhasil meraih semua cita-cita. Dan semoga suatu hari nanti kakak kembali ke sekolah ini untuk bercerita kepada kami tentang mimpi yang sudah menjadi kenyataan."

Tepuk tangan panjang langsung menggema di seluruh ruangan setelah kalimat tersebut selesai diucapkan. Banyak siswa, guru, dan orang tua berdiri memberikan apresiasi atas keberanian dan ketulusan Bilqis dalam menyampaikan pesan perpisahan.

Pada bagian akhir sambutannya, Bilqis menyampaikan satu kalimat yang menjadi puncak emosi acara tersebut.

"Kalau rindu punya suara, mungkin hari ini suara itu adalah suara kami. Suara adik-adik yang belum siap berpisah dengan kakak-kakak yang kami sayangi."

Kalimat itu seolah menjadi representasi perasaan seluruh siswa yang hadir. Tidak sedikit yang terlihat menangis haru, termasuk beberapa guru yang selama ini mendampingi perjalanan para siswa sejak awal masuk sekolah.

Kepala sekolah dan para guru mengaku bangga melihat ketulusan yang ditunjukkan para siswa. Menurut mereka, pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, rasa hormat, kasih sayang, dan hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Acara pelepasan Kelas VI SD Negeri 118 Ujung akhirnya berlangsung dengan penuh kenangan. Para siswa saling bersalaman, berpelukan, dan mengabadikan momen bersama guru serta teman-teman mereka.

Hari itu, Bilqis Tiffani Tafeng tidak sekadar menyampaikan sambutan perpisahan. Ia menyampaikan suara hati yang mewakili kerinduan banyak adik kelas kepada kakak-kakak yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Sebuah pesan sederhana yang mengingatkan bahwa setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan.

Bagi keluarga besar SD Negeri 118 Ujung, momen tersebut akan dikenang sebagai salah satu peristiwa paling menyentuh yang pernah terjadi dalam perjalanan sekolah. Sebab di balik kelulusan dan perpisahan, tersimpan cerita tentang persahabatan, keteladanan, dan kasih sayang yang tumbuh di antara generasi-generasi siswa yang pernah belajar di tempat yang sama.

(Red)

Jumat, 29 Mei 2026

ASN Soppeng Mulai Mengeluh Diam-Diam! Aplikasi Setara Disebut Bikin Pegawai Lebih Takut Absen Daripada Terlambat Kerja”


Soppeng, Sigapnews.com, Polemik aplikasi absensi digital “Setara” kini makin ramai diperbincangkan masyarakat di Soppeng. Setelah sebelumnya menuai sorotan soal aturan jam pulang pada hari Jumat, kini publik kembali dibuat terkejut setelah mengetahui sistem absensi ASN dan PPPK dilakukan hingga empat kali dalam sehari.

Mulai dari absensi masuk pagi, absensi saat jam istirahat, absensi setelah istirahat, hingga absensi pulang sore,  seluruh pegawai diwajibkan aktif memantau aplikasi setiap hari kerja.

Di tengah upaya pemerintah mendorong disiplin digital, suara-suara keluhan mulai terdengar pelan dari kalangan ASN sendiri. Terutama guru dan pegawai lapangan yang merasa ritme absensi semakin menyita perhatian mereka saat bekerja.

“Kadang kami lebih khawatir soal titik absensi daripada pekerjaan utama di lapangan,” ungkap salah seorang ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keluhan serupa juga mulai ramai dibicarakan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah sistem pengawasan digital seperti ini benar-benar efektif meningkatkan pelayanan atau justru menambah tekanan administratif baru di lingkungan birokrasi.

Ketua LSM LIDIK, Gasali Makkaraka, menilai pemerintah perlu segera mengevaluasi pola penggunaan aplikasi tersebut sebelum menimbulkan kejenuhan di kalangan pegawai.

“Digitalisasi itu penting, tetapi jangan sampai ASN lebih sibuk mengejar notifikasi absensi dibanding melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan aplikasi secara intens hingga empat kali sehari mulai menimbulkan kesan birokrasi yang terlalu kaku.

“Publik mendukung disiplin pegawai. Tetapi kalau sistem terasa terlalu menekan, itu justru bisa berdampak pada psikologis kerja ASN,” tambahnya.

Sorotan paling keras datang dari kalangan guru ASN yang bertugas jauh dari pusat kota. Mereka mengaku ritme absensi digital terasa cukup memberatkan, khususnya pada hari Jumat yang waktunya sering beririsan dengan salat Jumat serta perjalanan pulang.

“Kami ini fokus mengajar siswa. Kadang suasana kelas terganggu hanya karena memikirkan jadwal absensi berikutnya,” ujar seorang guru. Jum'at (29/5/2026).

Di media sosial lokal, pembahasan mengenai aplikasi Setara mulai berkembang liar. Sebagian masyarakat mendukung pengawasan disiplin ASN, namun tidak sedikit pula yang meminta pemerintah daerah lebih bijak dalam menerapkan sistem digital.

Beberapa warga bahkan mulai membandingkan ketatnya pengawasan absensi dengan berbagai persoalan birokrasi lain yang dianggap belum sepenuhnya dibenahi, seperti distribusi tenaga guru, pelayanan administrasi, hingga penempatan pegawai.

“Jangan hanya ASN yang dituntut disiplin per menit. Sistem pelayanan publik juga harus dibenahi serius,” tulis salah satu komentar warga yang ramai diperbincangkan.

Gazali kembali mengingatkan agar pemerintah tidak menutup mata terhadap suara publik yang mulai berkembang di tengah masyarakat.

“Yang berbahaya kalau aplikasi akhirnya terasa lebih menekan daripada membantu. Teknologi harus jadi solusi, bukan sumber keresahan baru,” tegasnya.

Kini desakan evaluasi terhadap aplikasi Setara mulai bermunculan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengkaji ulang efektivitas absensi empat kali sehari agar transformasi digital tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan kerja ASN di lapangan.

Sebab jika tidak dievaluasi dengan baik, sistem yang awalnya dibuat untuk meningkatkan disiplin dikhawatirkan justru berubah menjadi simbol birokrasi yang terlalu sibuk mengawasi, tetapi kurang memahami kondisi nyata pegawai dan pelayanan masyarakat sehari-hari.

(**)

PLT Terus, Kepsek Tak Bergeser” Polemik Jabatan di Soppeng Dinilai Cermin Birokrasi Pendidikan yang Kehilangan Arah


Soppeng, Sigapnews.com, Polemik penataan jabatan kepala sekolah di Kabupaten Soppeng kini bukan lagi sekadar pembicaraan internal dunia pendidikan. Isu tersebut telah berkembang menjadi kritik terbuka terhadap cara birokrasi daerah mengelola kewenangan, menjalankan regulasi, hingga menjaga rasa keadilan di lingkungan guru dan tenaga pendidikan.

Di tengah aturan periodisasi kepala sekolah yang seharusnya menjadi instrumen regenerasi dan evaluasi kepemimpinan, justru muncul kondisi yang dianggap bertolak belakang dengan semangat reformasi birokrasi.

Sejumlah kepala sekolah disebut masih bertahan dalam posisi strategis meski masa periodisasinya menjadi sorotan, sementara di sisi lain banyak jabatan lain dibiarkan berstatus Pelaksana Tugas (PLT) dalam waktu panjang tanpa kepastian definitif.

Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah penataan jabatan benar-benar dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan aturan, atau justru dipengaruhi faktor kedekatan serta kepentingan kelompok tertentu.

Kritik paling keras datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Fraksi PDI Perjuangan, Ardi Doma, secara terbuka meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan objektif sebelum persoalan tersebut semakin merusak kepercayaan publik terhadap birokrasi pendidikan.

“Kalau memang tidak mampu menata secara profesional dan objektif, serahkan kepada orang yang benar-benar memahami tata kelola pendidikan dan regulasi jabatan,” tegas Ardi. Jum'at (29/5/2026). 

Menurutnya, polemik ini sudah melampaui urusan administrasi biasa. Persoalan tersebut dinilai telah menyentuh marwah birokrasi pendidikan dan menyangkut rasa keadilan bagi para guru yang selama ini berharap adanya sistem promosi yang sehat dan transparan.

“Guru-guru melihat semuanya. Mereka bisa membedakan mana kebijakan yang lahir dari aturan dan mana kebijakan yang hanya lahir dari bisikan kelompok tertentu. Jangan sampai birokrasi kehilangan wibawa karena terlalu banyak mendengar pembisik yang tidak memahami regulasi,” ujarnya.

Ardi menilai lambannya penataan jabatan kepala sekolah dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Terlebih ketika muncul kesan bahwa sebagian pihak tetap nyaman menikmati jabatan, sementara yang lain harus bertahan lama dalam status PLT tanpa kejelasan arah karier.

“Ini berbahaya. Publik bisa menangkap kesan bahwa ada pihak tertentu yang dipertahankan terus, sedangkan yang lain hanya dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” katanya.

Di ruang-ruang publik, mulai dari warung kopi hingga forum diskusi masyarakat, isu tersebut semakin ramai diperbincangkan. Bahkan muncul sindiran satir yang menyebut birokrasi pendidikan jangan sampai terlihat seperti “sibuk menikmati fasilitas jabatan tetapi lupa menyelesaikan pekerjaan utama.”

Sejumlah pemerhati pendidikan juga mulai angkat suara. Mereka menilai ketidakjelasan penataan jabatan dapat berdampak serius terhadap motivasi guru-guru potensial yang selama ini berharap promosi dilakukan berdasarkan kompetensi dan rekam jejak kinerja.

“Yang paling berbahaya ketika guru mulai percaya bahwa prestasi dan pengabdian tidak lagi cukup untuk mendapat kesempatan. Kalau persepsi itu tumbuh, maka semangat kompetisi sehat di dunia pendidikan bisa rusak,” ujar seorang pemerhati pendidikan di Soppeng.

Kondisi jabatan PLT yang berlangsung terlalu lama juga dinilai dapat mengganggu efektivitas pengambilan kebijakan di sekolah. Sebab pejabat berstatus PLT umumnya memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengambil keputusan strategis.

Akibatnya, banyak sekolah dinilai berjalan dalam situasi serba menunggu. Program pengembangan pendidikan menjadi kurang maksimal karena kepemimpinan tidak berjalan dalam posisi definitif yang kuat dan stabil.

Di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip meritokrasi birokrasi. Sebab jika aturan periodisasi diterapkan, maka seharusnya kebijakan tersebut berlaku secara merata tanpa pengecualian.

“Jangan sampai aturan hanya tajam kepada sebagian orang, tetapi tumpul kepada pihak lain. Itu yang membuat publik bertanya-tanya,” kata seorang tokoh masyarakat.

Hingga kini, tekanan publik terus mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng agar segera membuka secara transparan dasar evaluasi, periodisasi, serta mekanisme penempatan kepala sekolah.

Publik menilai keterbukaan penting dilakukan untuk menghindari berkembangnya asumsi liar yang dapat merusak citra pemerintahan daerah maupun dunia pendidikan itu sendiri.

Sebab jika polemik ini terus dibiarkan tanpa penjelasan yang terang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan kepala sekolah semata, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme birokrasi pendidikan di Kabupaten Soppeng.

(**)

Senin, 25 Mei 2026

Soppeng Kembali Bikin Bangga! Pemkab Raih WTP 2025, Bupati Suwardi: Ini Hasil Kerja Bersama


Soppeng, Sigapnews.com, Soppeng kembali mencuri perhatian di tingkat Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Soppeng sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Tak tanggung-tanggung, Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah pertama di Sulsel yang menerima opini WTP tahun ini bersama Makassar.

Penyerahan opini bergengsi tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Senin (25/5/2026), dan diterima langsung oleh Suwardi Haseng bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Suwardi Haseng tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, opini WTP bukan sekadar penghargaan biasa, melainkan bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Soppeng berjalan dengan baik dan transparan.

“Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Disiplin, integritas, dan komitmen menjadi kunci utama,” ujar Suwardi.

Bupati Soppeng itu juga mengingatkan seluruh OPD agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga profesionalisme dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu, menjelaskan bahwa opini WTP diberikan melalui proses pemeriksaan ketat terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.

Menurutnya, ada empat indikator penting yang menjadi penilaian utama BPK, mulai dari kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap aturan, hingga kecukupan pengungkapan laporan keuangan.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini semakin memperkuat citra Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan terbaik di Sulawesi Selatan.

Kini masyarakat berharap capaian tersebut bisa sejalan dengan peningkatan pembangunan dan pelayanan publik yang semakin dirasakan langsung oleh warga.

(Yund)

Kamis, 21 Mei 2026

Bupati Soppeng Turun Tangan Bahas Lahan Eks HGU dan Revisi RTRW, Ada Sejumlah Lokasi Jadi Sorotan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng mulai bergerak serius menangani persoalan pertanahan dan tata ruang yang selama ini menjadi perhatian publik. Dalam sebuah rapat penting yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (21/5/2026).

Dalam kesempatan itu Bupati Soppeng memimpin langsung Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun Anggaran 2026.

Rapat tersebut menjadi sorotan karena membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penanganan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) hingga revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Soppeng yang kini memasuki tahap penting.

Sejumlah unsur penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Forkopimda, Kantor Pertanahan, organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, lurah, hingga kepala desa. Kehadiran lintas sektor itu menunjukkan bahwa persoalan agraria dan tata ruang kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Rakor ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 April 2026 lalu. Fokus utamanya adalah optimalisasi peran GTRA dalam merespons berbagai persoalan strategis pertanahan yang dinilai berpengaruh terhadap pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa reforma agraria bukan sekadar program administratif, tetapi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program strategis nasional.

“Persoalan lahan eks HGU harus segera mendapat perhatian serius agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya di hadapan peserta rapat.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut antara lain lahan milik PT Coppo Bina Atakka di Desa Sering, PT Sering Raya di Desa Sering, serta eks HGB PTPN di Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja. Diketahui, sejumlah hak atas lahan tersebut telah berakhir masa berlakunya namun hingga kini belum diperpanjang.

Tak hanya itu, rapat juga membahas revisi RTRW Kabupaten Soppeng yang disebut-sebut akan menjadi dasar penting arah pembangunan daerah ke depan. Saat ini proses revisi RTRW telah memasuki tahap persetujuan substansi.

Bupati meminta seluruh instansi terkait agar lebih aktif dan maksimal dalam memberikan dukungan serta keterlibatan terhadap proses revisi tersebut agar dapat segera dituntaskan sesuai target.

Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota GTRA Kabupaten Soppeng atas komitmen dan kerja sama yang terus dibangun dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria di daerah.

Ia berharap rapat koordinasi itu mampu melahirkan langkah konkret dan solusi nyata bagi penyelesaian persoalan pertanahan serta mendukung visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden.

(Yund) 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved