-->

Kamis, 26 Februari 2026

Pemkab Soppeng dan BRI Teken MoU Digitalisasi Keuangan Desa, Disaksikan Bupati Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah dan desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Watansoppeng dengan Pemerintah Desa se-Kabupaten Soppeng.

Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Cabang BRI Watansoppeng, Rabu (25/2/2026), dan disaksikan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama jajaran pejabat daerah serta perwakilan pemerintah desa.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding yang sebelumnya telah disepakati antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BO Watansoppeng pada 22 Desember 2025, tentang Layanan Jasa Perbankan.

Dalam kesempatan tersebut, penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, bersama BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi.

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa

BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan perbankan di lingkungan pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Menurutnya, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas keuangan pemerintah desa, pembiayaan pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“BRI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan yang modern dan berbasis digital,” ujarnya.

Rahmatulloh juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Implementasi digitalisasi sistem pembayaran, khususnya dalam pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, diyakini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalisir potensi kebocoran anggaran.

Strategi Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Digitalisasi sistem keuangan desa diharapkan tidak hanya berdampak pada tata kelola yang lebih profesional, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan sistem pembayaran non-tunai dan terintegrasi, proses pelaporan dan monitoring keuangan desa akan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diawasi.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan BRI. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan profesional.

“Kerja sama ini harus diimplementasikan secara optimal di seluruh desa di Kabupaten Soppeng. Kita ingin memastikan setiap desa mampu mengelola keuangannya dengan baik demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Transformasi Digital Bukan Lagi Pilihan

Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah dan desa. Menurutnya, transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Ia optimistis, dengan dukungan perbankan yang kuat serta komitmen seluruh pemerintah desa, sistem pengelolaan keuangan di Kabupaten Soppeng akan semakin modern dan transparan.

Penandatanganan MoU dan PKS ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan BRI, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng meyakini kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam peningkatan PAD, percepatan pembangunan desa, maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.


(Yund) 

Selasa, 24 Februari 2026

Munafri Dorong Penyelesaian Tapal Batas Makassar–Gowa di Forum Kemendagri


Makassar, Sigapnews.com, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti kegiatan Reboan Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah antar Kepala Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Rabu (25/2/2026).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dr. Cheka Virgowansyah, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam forum strategis tersebut, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan sejumlah pokok pikiran dan usulan terkait dinamika pemerintahan dan kebutuhan riil masyarakat di Kota Makassar.

Munafri menegaskan bahwa hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan Ditjen Otda Kemendagri selama ini berjalan dengan sangat baik.

"Kami menjaga hubungan baik dengan Dirjen Otda berjalan dengan sangat baik. Dan kami harap ini bisa dilanjutkan terus supaya pola koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu bisa berjalan lebih maksimal lagi," kata Munafri, mengawali pembicaraan.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Appi memaparkan persoalan batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menyebut, tahun ini Pemkot Makassar mulai menyelesaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Namun, masih terdapat wilayah yang beririsan dengan Kabupaten Gowa dan belum tuntas secara administrasi batas wilayahnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan perbatasan.

"Sementara ada wilayah yang masih beririsan dengan Pemerintah Kabupaten Gowa yang belum selesai batas wilayahnya," tuturnya.

"Kami berharap ini bisa ditengahi untuk menentukan batas wilayah termasuk batas administrasi yang ada," sambung politisi Golkar itu.

Ia menambahkan, di kawasan perbatasan terdapat sejumlah perumahan yang secara geografis berada di area irisan, sehingga warganya kerap kebingungan dalam mengurus administrasi maupun menjalankan aktivitas ekonomi, apakah harus ke Kabupaten Gowa atau ke Kota Makassar.

"Nah, persoalannya nanti ketika pengurusan administrasi ini ada yang berbeda, ini yang akan memberatkan masyarakat di sekitar wilayah tersebut," terang Appi.

Adapun usulan lain yang diangkat yakni selain tapal batas wilayah antara Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa, khususnya terkait kondisi administrasi kependudukan warga Makassar yang berdomisili di wilayah perbatasan dan secara geografis melintasi Kabupaten Gowa.

Selain itu, Appi juga mengusulkan rencana pembentukan kecamatan baru di Kota Makassar, sebagai respons atas pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup signifikan.

Dimana, wacana perubahan atau penambahan daerah pemilihan (dapil) yang disesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), guna memastikan representasi politik yang lebih proporsional.

Meski demikian, seluruh poin yang disampaikan tersebut masih sebatas usulan dan akan melalui pembahasan lebih lanjut sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana Ingatkan Personel Jaga Profesionalisme dan Kepercayaan Publik


Soppeng, Sigapnews.com, Polres Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga profesionalisme dan integritas seluruh personel melalui pengarahan khusus yang menyasar anggota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng. Pengarahan dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., serta didampingi Wakapolres Kompol Sudarmin.

Pengarahan ini melibatkan personel dari sejumlah satuan fungsi yang memiliki intensitas tinggi dalam pelayanan publik, yakni Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Sat Narkoba.

Tekankan Budaya Polri sebagai Pedoman Utama

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Budaya Polri bukan sekadar slogan, melainkan pedoman utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Budaya tersebut berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila, Tri Brata, dan Catur Prasetya.

Menurutnya, disiplin, tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme harus melekat kuat dalam diri setiap personel Polri, terutama bagi anggota yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Budaya Polri harus kita pahami bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam bertugas. Disiplin, tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme itu harus melekat dalam diri setiap personel,” tegas Kapolres di hadapan peserta pengarahan.

Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap citra dan marwah institusi kepolisian. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan saling mengingatkan dan mengawasi agar tetap bekerja sesuai aturan dan nilai-nilai Polri.

Pengawasan Internal Jadi Kunci Jaga Integritas

Selain penegasan budaya kerja, pengarahan juga membahas pentingnya pengawasan dan pengendalian (waskat) secara berkelanjutan. Kapolres menekankan bahwa fungsi pengawasan internal memiliki peran strategis dalam memastikan setiap personel tetap berada di jalur profesionalisme.

“Pengawasan internal adalah kunci untuk menjaga integritas institusi dan kepercayaan publik. Semua personel harus memahami bahwa setiap tindakan akan dicatat dan dievaluasi,” tambahnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi pelanggaran serta memperkuat sistem kontrol internal di lingkungan Polres Soppeng.

Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Polri

Kapolres juga mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Peningkatan pelayanan yang profesional dan berintegritas diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Polres Soppeng menegaskan bahwa setiap personel memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik institusi, menjadi teladan disiplin, serta memastikan setiap tindakan selaras dengan nilai-nilai luhur Polri.

Kegiatan pengarahan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Soppeng dalam mewujudkan institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya di tengah masyarakat.

(Yund) 

Mewakili Kapolres, Kapolsek Lalabata Hadiri Pembukaan Pasar Ramadhan Sukses 2026, Apresiasi Penyelenggara

Soppeng, Sigapnews.com, Kabupaten Soppeng menyambut hangat bulan suci Ramadhan dengan digelarnya Pasar Ramadhan Sukses 2026. Acara yang diselenggarakan oleh PT Lamataesso Mattappa Perseroda bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng ini dibuka secara resmi oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, di Lapangan Gasiss Watansoppeng, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Selasa (24/2/2026).

Hadir mewakili Kapolres Soppeng, Kapolsek Lalabata AKP Mahmudin, S.Sos, untuk memastikan pengamanan dan kelancaran kegiatan berjalan dengan tertib. Selain itu, pembukaan pasar Ramadhan juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh pemerintahan, dan pelaku UMKM Kabupaten Soppeng.

Acara dimulai pada pukul 17.25 WITA dengan pembacaan Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Agus S.Kom, dan Direktur Perseroda PT Lamataesso, Musdar Asman, S.Pd., M.Si. Puncak acara adalah sambutan Bupati Soppeng sekaligus membuka secara resmi Pasar Ramadhan Sukses 2026.

Untuk menambah kemeriahan, Music Patrol Zaelot Community dari Lajaroko, Kecamatan Marioriawa tampil menghibur pengunjung. Penutupan acara ditandai dengan doa bersama dan buka puasa bersama para tamu undangan.

Kapolsek Lalabata, AKP Mahmudin, menyampaikan apresiasinya kepada PT Lamataesso Mattappa Perseroda atas upaya mereka mendukung ekonomi lokal melalui penyediaan 87 tenant UMKM yang menawarkan berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan khas Soppeng.

“Pasar Ramadhan Sukses 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM Kabupaten Soppeng,” ujar AKP Mahmudin.

Pasar Ramadhan Sukses 2026 akan berlangsung selama 20 hari, mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026, dengan berbagai kegiatan dan promo menarik bagi masyarakat. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan terkendali, dibantu pengamanan personil Polres Soppeng sesuai Sprin Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/123/II/PAM.3/2026.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyatakan bahwa Pasar Ramadhan Sukses 2026 merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan pihak swasta untuk meningkatkan ekonomi lokal. Kehadiran berbagai tenant UMKM diharapkan mendorong kreativitas masyarakat sekaligus memperkenalkan produk unggulan Soppeng kepada publik.

“Pasar Ramadhan ini menjadi simbol kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan. Dengan keamanan terjaga, hiburan menarik, dan dukungan penuh bagi UMKM lokal, pasar ini diprediksi menjadi destinasi utama masyarakat Soppeng selama bulan puasa,” kata H. Suwardi Haseng.

Acara ini sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi, membangun ekonomi kreatif, dan menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat Soppeng di bulan yang penuh berkah.

(Yund) 

Senin, 23 Februari 2026

MoU Pengamanan Aset Daerah, Pemkab Soppeng Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pendampingan Hukum


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng resmi memperkuat sinergi dalam pengamanan dan pengelolaan aset daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan aset serta mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H Suwardi Haseng, SE menegaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah harus dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menyoroti masih adanya potensi aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tidak boleh ada aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kami minta segera dikembalikan. Ini demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan aset daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan hukum dalam menjaga kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan, pendampingan hukum, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Soppeng Sulta D Sitohang, SH, MH menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa, guna memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai regulasi.

Ia menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan membangun sistem tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kajari Soppeng kepada Bupati Soppeng dan sebaliknya.

Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Momen ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kolaborasi strategis dalam pengamanan aset, pendampingan hukum, serta penguatan sistem pengawasan internal pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi terkait manajemen pengelolaan desa, pencegahan tindak pidana korupsi, serta diskusi interaktif bersama peserta yang terdiri dari perangkat desa dan unsur pemerintah daerah.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang tertib, pengelolaan anggaran yang transparan, serta langkah-langkah preventif untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran dan aset secara profesional serta meminimalisir risiko hukum di kemudian hari.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Kamis, 19 Februari 2026

Proyek SPAM di Soppeng, Bupati Suwardi Akhiri Krisis Air Bersih


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng memimpin langsung rapat expose pemaparan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) di Ruang Rapat Pimpinan Kabupaten Soppeng, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Direksi PDAM Soppeng, Wakil Bupati Soppeng Ir Selle Ks Dalle, Sekretaris Daerah Andi Muhammad Surahman, para kepala dinas terkait, serta pihak investor.

Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng meningkatkan infrastruktur dasar, khususnya pembenahan sistem manajemen air bersih secara menyeluruh guna mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Setara”.

Dalam pemaparannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa proyek SPAM dengan skema BOT merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat membutuhkan langkah terobosan yang terukur dan berkelanjutan.

“Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” ujar Suwardi Haseng kepada media, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak akan menjadi beban utang daerah karena menggunakan skema investasi murni melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta.

Bupati Suwardi Haseng menjelaskan, melalui skema Build Operate Transfer (BOT), investor akan membangun dan mengelola infrastruktur dalam jangka waktu 30 tahun sebelum seluruh aset diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.

Model pembiayaan ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam pengelolaan fiskal daerah karena tidak menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sesuai regulasi, pada akhir masa kerja sama, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama.

Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang selama ini kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan, sehingga menyebabkan tekanan air tidak stabil hingga ke rumah warga.

“Kami akan mengganti jaringan pipa lama guna memastikan distribusi air lebih lancar dan tekanan tetap stabil,” jelas Hasanuddin.

Kedua, penyediaan sumber air baru guna mengantisipasi potensi kekeringan. Dalam proyek ini direncanakan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng.

Menurut Hasanuddin, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih setiap tahun.

Hasanuddin menegaskan bahwa proyek peningkatan SPAM PDAM Soppeng mengedepankan tiga prinsip utama, yakni:

Zero APBD (tanpa membebani keuangan daerah),

Penerapan teknologi modern dan transparan,

Peningkatan cakupan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi seluruh warga.

Ia menyambut baik langkah Bupati Soppeng yang dinilai berani dan visioner dalam menyelesaikan persoalan prioritas daerah.

“Perombakan total SPAM PDAM Soppeng ini memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Dengan skema kerja sama strategis ini, kami optimistis pelayanan air bersih akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan peningkatan kualitas layanan air bersih tidak lagi sekadar wacana, melainkan segera terealisasi secara konkret dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan hadirnya investor melalui skema BOT 30 tahun, pembangunan infrastruktur air bersih diharapkan berjalan masif tanpa membebani APBD, sekaligus menjamin keberlanjutan pelayanan publik.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju visi pembangunan “Soppeng Setara”.

(Yund)

Dekat dengan Masyarakat, Kapolsek Marioriawa Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Saat Safari Ramadhan


Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadhan, Kapolsek Marioriawa, AKP Ichsan, SH., MM., melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan Kamtibmas pada Kamis (19/2/2026) pukul 19.30 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Riyadh Al Shalihin, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa.

Kehadiran Kapolsek bersama jajaran personel Polsek Marioriawa menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama bulan penuh berkah ini.

Dalam pelaksanaannya, Kapolsek didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Manorang Salo, Aiptu Zainal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah bersama masyarakat setempat.

Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa kental ketika aparat kepolisian dan warga berbaur tanpa sekat dalam ibadah.

Usai shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan kamtibmas oleh AKP Ichsan.

Dalam arahannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadhan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, menghindari segala bentuk pelanggaran hukum, serta bersama-sama menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan penuh berkah,” ujar AKP Ichsan di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan, seperti penyalahgunaan petasan, balap liar, hingga tindak kriminalitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

Kegiatan Safari Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, dengan pengamanan yang dilakukan oleh personel Polsek Marioriawa.

Sementara itu, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari Ramadhan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Marioriawa.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, Safari Ramadhan bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.

“Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

"Kehadiran anggota di tengah-tengah masyarakat bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan dan upaya membangun komunikasi yang harmonis demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Soppeng,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat semakin terjalin erat.

Momentum bulan suci Ramadhan pun diharapkan menjadi sarana memperkokoh persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Marioriawa.

(Yund)

Rabu, 18 Februari 2026

Sinergi Satlantas Polres Soppeng dan Masyarakat, Pengaturan Lalu Lintas di Masjid-Masjid


Soppeng, Sigapnews.com, Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng melaksanakan kegiatan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas (Pamturlalin) pada pelaksanaan Sholat Tarawih, Rabu (18/2/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.30 WITA tersebut difokuskan di sejumlah masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat di wilayah Kabupaten Soppeng.

Adapun lokasi pengamanan meliputi Masjid Agung Darussalam Soppeng, Masjid Raya Lama Soppeng, Masjid Lapajung, Masjid Nurul Amanah Balubu, Masjid Taqwa Kalenrunnge, Masjid Nurul Qalam Parbet, Masjid Salotungo, serta Masjid Nurul Huda Lolloe.

Personel Satlantas tampak disiagakan di titik-titik strategis sekitar area masjid guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, membantu jamaah yang hendak menyeberang jalan, serta mencegah terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan lalu lintas lainnya.

Kehadiran aparat kepolisian tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas keagamaan.

“Pengamanan Sholat Tarawih ini adalah bentuk nyata pelayanan kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan khusyuk, tanpa terganggu oleh persoalan lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan lainnya,” ujar Kapolres.

Menurutnya, intensitas kegiatan masyarakat pada malam hari selama Ramadhan mengalami peningkatan signifikan, sehingga kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Soppeng, AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

“Kami melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar masjid, membantu penyeberangan jamaah, serta memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap tertib dan mematuhi aturan. Namun demikian, kami tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Pamturlalin ini akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan Ramadhan sebagai upaya preventif dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polres Soppeng.

Secara umum, pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas Sholat Tarawih pada malam tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Arus kendaraan terpantau terkendali, sementara jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan rasa nyaman.

Melalui kegiatan ini, Polres Soppeng berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin, sehingga suasana Ramadhan yang penuh kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh warga.

(Yund)

Jakarta Selatan Antusias Ikuti Mendongeng Sambut Ramadhan Bersama Kak Harris



Jakarta Selatan, Sigapnews.com- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, ribuan anak memadati kawasan Jalan Lebak Bulus 1, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan mendongeng tahunan ini kembali digelar sebagai ruang edukatif yang memadukan literasi, hiburan, dan pembentukan karakter.

Acara semakin semarak dengan kehadiran pendongeng nasional, Harris Rizki, yang akrab disapa Kak Harris. Dengan gaya ekspresif, intonasi dinamis, serta interaksi langsung bersama peserta, Kak Harris berhasil menghidupkan suasana dan membuat ribuan anak terpukau. Gelak tawa dan tepuk tangan menggema di lokasi acara sejak awal penampilan.

Anak-anak tampak antusias mengikuti alur cerita yang sarat pesan moral tentang kejujuran, keberanian, kepedulian, serta pentingnya menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.

Ketua penyelenggara, Nita, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral. Dongeng menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, apalagi menjelang Ramadhan, ujar Nita.

Menurutnya, kehadiran Kak Harris memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Pendekatan komunikatif dan penuh energi membuat anak-anak tidak sekadar mendengar tetapi juga terlibat aktif dalam setiap cerita.

Para guru dan orang tua turut mendampingi, menciptakan suasana yang kondusif dan edukatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi dan pendidikan karakter di wilayah Jakarta Selatan. Melalui dongeng, anak-anak diajak memahami makna sabar, berbagi dan saling menghormati nilai-nilai yang selaras dengan semangat Ramadhan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pesan inspiratif agar anak-anak menyambut bulan suci dengan semangat beribadah serta berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 17 Februari 2026

Momentum Ramadhan, LSM SIDIK Soppeng Ajak Perkuat Persatuan dan Integritas


Makassar, Sigapnews.com, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK) Kabupaten Soppeng, Mahmud Cambang, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Soppeng, dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ucapan tersebut disampaikan menyusul penetapan 1 Ramadhan 1447 H oleh pemerintah melalui sidang isbat yang menetapkan awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Mahmud Cambang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan dan semangat untuk memperbaiki diri. Semoga setiap amal ibadah yang kita laksanakan mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Sebagai pimpinan LSM yang bergerak di bidang pengawasan sosial dan investigasi, Mahmud Cambang juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, semangat Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik, transparan, dan berkeadilan.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan moral. Ini saat yang tepat bagi kita semua untuk memperkuat komitmen terhadap kejujuran dan integritas dalam setiap aspek kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat,” jelasnya.

Mahmud Cambang berharap suasana Ramadhan 1447 H dapat membawa kedamaian, persatuan, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Soppeng.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah, mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Atas nama keluarga besar LSM SIDIK Soppeng, kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan di Kabupaten Soppeng,” tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah melalui sidang isbat resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan demikian, umat Muslim di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Red)

Sambut Ramadhan 1447 H, Lurah Botto Ajak Warga Waspada Potensi Gangguan Keamanan Rumah Sebelum ke Masjid


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menyampaikan ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kelurahan Botto, dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Botto, H. Munadir Nurdin, S.Sos, pada Rabu (18/2/2026).

Dalam keterangannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ini saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, H. Munadir Nurdin juga mengimbau agar warga memakmurkan masjid dengan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.

Ia berharap malam-malam Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bernilai positif seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kelurahan Botto turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan suci berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa suasana Ramadhan yang aman dan kondusif akan sangat mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya saat meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat tarawih maupun kegiatan ibadah lainnya. Pemeriksaan kompor, setrika, serta peralatan listrik sebelum berangkat ke masjid dinilai penting guna mencegah risiko kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Karena itu, pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kelompok masyarakat atau relawan yang memiliki tradisi membangunkan sahur agar tetap menjaga etika dan ketertiban.

Menurutnya, semangat membangunkan sahur harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga lainnya.

Pemerintah Kelurahan Botto berharap Ramadhan tahun ini dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong antarwarga. Suasana yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis selama bulan suci.

Menutup pernyataannya, H. Munadir Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah masyarakat diterima oleh Allah SWT serta menjadikan Ramadhan sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto,” tutupnya.

(Andi Asrul)

Senin, 16 Februari 2026

Bupati Soppeng Resmikan Mushallah Al Amin, Tonggak Baru Pembinaan Umat


Soppeng, Sigapnews.com,  Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE secara resmi meresmikan Mushallah Al Amin yang terletak di Sumpang Saloe, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, pada Senin (16/02/2026).

Peresmian mushallah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara diawali dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng sebagai tanda resmi dimulainya pemanfaatan rumah ibadah tersebut.

Kegiatan itu turut disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta warga setempat yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Mushallah Al Amin.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia pembangunan yang telah bekerja keras, bergotong royong, serta menunjukkan semangat kebersamaan hingga mushallah tersebut dapat berdiri dengan baik dan nyaman digunakan untuk beribadah.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan juga sebagai simbol kekuatan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Mushallah ini harus menjadi pusat peradaban. Tempat membangun akhlak, memperkuat persatuan, serta melahirkan generasi yang beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia berharap Mushallah Al Amin tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta wadah berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan Sumpang Saloe dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana keagamaan. Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas keagamaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

"Pemerintah daerah, kata dia, akan terus bersinergi dengan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong".

Dengan diresmikannya Mushallah Al Amin Sumpang Saloe, diharapkan keberadaannya dapat semakin memakmurkan syiar Islam serta mempererat kebersamaan antarwarga di Kabupaten Soppeng.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan mushallah tersebut, sekaligus harapan agar rumah ibadah itu senantiasa membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Sumber: Humas Pemda

Minggu, 15 Februari 2026

Bupati Soppeng Antar Kepulangan Ahmad Gunawan, Korban Penembakan di Papua Tengah ke Peristirahatan Terakhir


Soppeng, Sigapnews.com,  Suasana duka mendalam menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jera’E Sumber Jati, Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (14/2/2026).

Ratusan pelayat memadati area pemakaman untuk mengantarkan kepergian almarhum Ahmad Gunawan bin Abd. Samad, warga Kabupaten Soppeng yang meninggal dunia akibat insiden penembakan oleh orang tak dikenal di Desa Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (12/2/2026) lalu.

Sejak pagi hari, keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat umum telah berdatangan ke rumah duka sebelum bersama-sama mengantar jenazah menuju lokasi pemakaman.

Isak tangis keluarga pecah ketika jenazah diturunkan ke liang lahat. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh khidmat, memohon agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Prosesi pemakaman berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat setempat. Suasana hening menyelimuti area TPU saat doa bersama dipimpin tokoh agama sebelum jenazah ditimbun tanah.

Banyak pelayat tampak menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya tak kuasa membendung air mata.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, sebagai bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap keluarga korban.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Latemmamala itu diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi keluarga yang tengah dilanda duka mendalam.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Suwardi Haseng dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa salah satu warganya di tanah rantau.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi duka keluarga korban, tetapi juga duka seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng.

“Kita semua merasa kehilangan. Ini bukan hanya musibah bagi keluarga almarhum, tetapi juga bagi kita semua sebagai masyarakat Soppeng,” tambahnya.

Kabar meninggalnya Ahmad Gunawan akibat tindak kekerasan di Papua Tengah sebelumnya sempat mengguncang masyarakat Soppeng.

Ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai saluran komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Banyak warga yang menyampaikan doa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa tragis ini menjadi perhatian serius karena melibatkan warga daerah yang menjadi korban kekerasan di luar wilayah asalnya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut serta menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir dalam prosesi pemakaman juga menyampaikan harapan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan saling mendoakan demi keselamatan warga yang merantau mencari nafkah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, melalui pernyataannya, juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

Dukungan moril dari masyarakat diharapkan dapat menjadi penguat di tengah rasa kehilangan yang mendalam.

Duka yang menyelimuti Soppeng hari ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Namun, kebersamaan dan solidaritas masyarakat menjadi cahaya penguat di tengah kesedihan yang mendalam.

(Yund)

Turnamen Domino Bupati Cup II 2026 di Soppeng, H Suwardi Haseng VS Ketua Pordi


Soppeng, Sigapnews.com,– Open Tournament Domino Bupati Cup II Soppeng 2026 kembali mencuri perhatian masyarakat. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 14–15 Februari 2026 ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Lade, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa.

Sejak pagi hari, lokasi turnamen sudah dipadati ribuan peserta dan penonton. Panitia menyiapkan sedikitnya 10 tenda terowongan besar untuk menaungi ratusan meja pertandingan. Ribuan pasangan pemain domino tampak serius menyusun strategi, namun tetap menjaga suasana yang tertib dan penuh sportivitas.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Latemmamala tersebut menjadi bukti dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga domino yang kini semakin diminati masyarakat.

Terpantau, Bupati terlihat bermain domino partner wakil Ketua DPRD H. Nasfidin melawan Ketua PORDI Soppeng, Andi Syamsul Rijal dan partner.

Suasana penuh keakraban tampak jelas, menunjukkan sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan masyarakat.

Usai bermain domino, Bupati Soppeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.

“Saya berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan permainan yang profesional. Turnamen ini bukan hanya soal juara, tapi juga mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Turnamen ini terbuka untuk peserta dari berbagai daerah. Sejumlah pemain dari kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan bahkan luar provinsi turut ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai kompetisi lintas daerah yang bergengsi.

Dari sisi hadiah, panitia menyiapkan total prize pool sebesar Rp250 juta. Juara 1 mendapatkan Rp100 juta, Juara 2 Rp50 juta, Juara 3 Rp25 juta, Juara 4 Rp15 juta, dan hadiah berjenjang hingga peringkat 64.

Dengan biaya pendaftaran Rp250 ribu per pasangan, turnamen ini dinilai cukup terjangkau dibandingkan total hadiah yang diperebutkan. Tak heran, antusiasme peserta sangat tinggi.

Selain menjadi ajang olahraga intelektual, kegiatan ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga jasa parkir merasakan peningkatan penghasilan selama pelaksanaan turnamen.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap event ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan profesional ke depannya, sekaligus memperkuat posisi Soppeng sebagai salah satu pusat olahraga domino di Sulawesi Selatan.

(Yund)

Jumat, 13 Februari 2026

Bupati Soppeng Gelar Diskusi dengan RSUD La Temmamala untuk Pelayanan Lebih Baik


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Soppeng terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hal tersebut ditunjukkan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., yang menggelar pertemuan bersama jajaran manajemen RSUD La Temmamala pada Kamis, 12 Februari 2026.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama rumah sakit tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal, cepat, tepat, dan humanis.

Menurutnya, rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh jajaran manajemen, tenaga medis, hingga staf administrasi dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan responsif.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal prosedur medis, tetapi juga soal sikap, empati, dan kecepatan dalam melayani masyarakat. Kita ingin masyarakat Soppeng merasakan pelayanan yang semakin baik dan profesional,” tegasnya.

Selain menyoroti peningkatan mutu layanan, Bupati juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Ia berharap seluruh tenaga kesehatan dapat menjaga integritas serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, H. Suwardi Haseng turut memberikan motivasi dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama ini dalam melayani masyarakat.

“Tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan. Dedikasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini patut diapresiasi. Tetaplah semangat dan terus berikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari sistem administrasi, manajemen antrean, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kenyamanan pasien.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembenahan yang dilakukan pihak rumah sakit demi terciptanya layanan kesehatan yang prima.

Pihak manajemen RSUD La Temmamala menyambut baik arahan dan dukungan tersebut. Mereka menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan serta memperkuat koordinasi internal guna memastikan pelayanan berjalan secara efektif dan efisien.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Soppeng semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, aman, dan berkualitas.

Pemerintah daerah menargetkan terwujudnya sistem pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

(Yun)

Kamis, 12 Februari 2026

SDN 7 Salotungo Lantunkan “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik”, Mengenang Keteladanan Abah Guru Sekumpul

Soppeng, Sigapnews.com,— Halaman SD Negeri 7 Salotungo dipenuhi suasana khidmat dan penuh cinta saat seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan Bershalawat dengan melantunkan “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik”, karya ulama kharismatik Kalimantan Selatan, KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang lebih dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai dari Martapura. Kamis (12/2/2026). 

Lantunan shalawat menggema lembut, dipandu langsung oleh Abdul Asis, S. Pd I Kepala SDN 7 Salotungo, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan hati. Anak-anak duduk rapi, guru-guru khusyuk, seakan seluruh jiwa dipertemukan dalam satu rasa: cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Sambutan Kepala Sekolah: 

Shalawat sebagai Pendidikan Hati
Dalam sambutannya, Kepala SDN 7 Salotungo menyampaikan bahwa shalawat bukan sekadar lantunan syair, tetapi bagian dari pendidikan jiwa.

“Shalawat adalah cara kita menyebut nama Rasulullah ﷺ dengan penuh cinta. Di dalamnya ada doa, ada harapan, ada pengakuan bahwa kita ingin meneladani akhlaknya. Jika anak-anak kita dibiasakan bershalawat, maka sesungguhnya kita sedang menanam benih kelembutan dalam hati mereka,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk akhlak dan ketenangan batin.

“Shalawat mengajarkan kita rendah hati. Ia mengingatkan bahwa sehebat apa pun ilmu, tetap harus disertai adab. Dan adab tertinggi adalah meneladani Rasulullah ﷺ,” lanjutnya.
Kepala sekolah juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan shalawat sebagai bagian dari budaya sekolah, agar lingkungan pendidikan senantiasa teduh dan penuh keberkahan.

Riwayat Singkat Abah Guru Sekumpul
KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 11 Februari 1942 dan wafat pada 10 Agustus 2005. Beliau dikenal sebagai ulama besar, ahli tasawuf, dan pendidik yang memiliki pengaruh luas di Nusantara, khususnya di Kalimantan.

Sejak muda, Abah Guru dikenal memiliki kecerdasan dan ketekunan dalam menuntut ilmu. Beliau berguru kepada banyak ulama terkemuka dan dikenal memiliki kedalaman ilmu dalam bidang fikih, tauhid, dan tasawuf. Majelis taklim yang beliau pimpin di Sekumpul, Martapura, menjadi pusat pengajian yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Abah Guru Sekumpul dikenal dengan kelembutan akhlak, keteduhan tutur kata, serta kecintaannya yang mendalam kepada Rasulullah . 

Banyak syair dan shalawat yang beliau ajarkan sarat dengan nilai mahabbah (cinta) kepada Nabi, termasuk “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik” yang kini dilantunkan di berbagai majelis dan lembaga pendidikan.

Kegiatan bershalawat di SDN 7 Salotungo pun menjadi momentum mengenalkan sosok ulama teladan kepada peserta didik, sekaligus menanamkan nilai cinta, adab, dan keteladanan.

Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan agar lantunan shalawat menjadi wasilah turunnya rahmat, memperkuat akhlak, serta menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, santun, dan mencintai Rasulullah ﷺ.

Selasa, 10 Februari 2026

Bontangku Resmi Kembali di Hari Pers Nasional 2026, Perkuat Literasi Digital Kalimantan Timur


Bontang, Sigapnews.com,– Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan media digital di Kalimantan Timur. Bertepatan dengan hari istimewa bagi insan pers Indonesia, platform media massa modern Bontangku resmi mengumumkan keaktifannya kembali dengan formasi tim yang lebih solid serta legalitas formal di bawah naungan PT Okin Kreatif Digital.

Kembalinya Bontangku bukan sekadar aktivasi ulang platform media, tetapi menandai transformasi besar dalam manajemen, struktur organisasi, serta arah pengembangan bisnis perusahaan yang kini berorientasi pada ekosistem digital terintegrasi.

Perjalanan Bontangku dimulai sejak 18 Mei 2018 sebagai pionir informasi berbasis media sosial di Kota Bontang. Dalam kurun waktu tersebut, Bontangku dikenal luas sebagai sumber informasi cepat dan relevan bagi masyarakat.

Seiring dinamika industri media digital, Bontangku terus berbenah. Puncaknya terjadi pada Oktober 2023 ketika platform ini resmi bergabung dalam Ekosistem Promedia, sebuah jaringan media nasional yang memperkuat kapasitas pemberitaan, distribusi konten, serta integrasi informasi lintas daerah.

Langkah strategis tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan jurnalisme yang lebih mendalam, terverifikasi, dan terhubung secara nasional.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Momentum ini kami jadikan titik balik untuk menghadirkan jurnalisme yang lebih cerdas, inovatif, dan inklusif bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Muhammad Olifiansyah, Pimpinan Redaksi sekaligus Direktur Utama PT Okin Kreatif Digital. Rabu (11/2/2026).

Kebangkitan Bontangku kali ini juga ditandai dengan penguatan aspek legal dan manajerial. Sejak 19 November 2025, perusahaan secara resmi memiliki payung hukum tetap melalui PT Okin Kreatif Digital.

Transformasi ini memperluas peran Bontangku tidak hanya sebagai portal berita, tetapi juga sebagai pusat industri kreatif yang mencakup:

Periklanan digital

Produksi film dan animasi

Desain multimedia

Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Manajemen konten digital

Dengan struktur hukum yang kuat, Bontangku kini siap bersaing dalam industri media modern yang menuntut profesionalisme, transparansi, dan inovasi berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Olifiansyah sebagai Pimpinan Redaksi sekaligus Direktur Utama, Bontangku didukung oleh Handika Pratama Putra selaku Komisaris Utama.

Operasional pemberitaan dikelola oleh Rizky Maulizar sebagai Redaktur Pelaksana, bersama tim kontributor berita yang terdiri dari:

Dani Putra Hermawan

Muhammad Hasyim Muzakki

Fergi Julian

Sementara itu, penulisan konten kreatif didukung oleh:

Khusnul Khotimah

Siti Nur Amalia

Kualitas visual dan produksi multimedia dipercayakan kepada Rusli Azis sebagai fotografer dan videografer. Distribusi serta jangkauan informasi di media sosial dikelola oleh tim digital yang terdiri dari:

Agustian Saputra

Muhammad Reihan Wahyudi

Mauluddin Khan

Rasdiana

Nurul Azmi

Di sisi manajemen internal, perusahaan diperkuat oleh:

Eny Ardhika Putri (HRD)

Laila Salsabila (Sekretaris Redaksi)

Dewi Anjani (Finance & Accounting)

Pendampingan aspek hukum dilakukan oleh R. Imam Rahmat Sjafi’i, SH., M.Kn selaku Penasehat Hukum.

Komitmen di Tengah Pembangunan IKN
Kembalinya Bontangku hadir di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Momentum ini dinilai sebagai peluang besar bagi media lokal untuk mengambil peran strategis dalam membangun literasi informasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital daerah.

Dengan mengusung motto “Membangun Wawasan Luas Dari Kalimantan Timur”, Bontangku berkomitmen menjadi pusat ekosistem digital yang menginspirasi kemajuan masyarakat.

“Vakumnya kami di masa lalu adalah bagian dari proses pendewasaan. Hari ini, di Hari Pers Nasional, kami kembali dengan komitmen penuh untuk memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat kepada siapa saja,” pungkas Olifiansyah.

Bontangku diterbitkan secara resmi oleh PT Okin Kreatif Digital yang beralamat di:

Dusun Wonosari, RT.09, RW.05
Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari
Kabupaten Malang

Dengan fondasi hukum yang kuat, tim profesional, serta jaringan media nasional, Bontangku optimistis dapat menjadi salah satu media digital terdepan di Kalimantan Timur sekaligus bagian dari penggerak literasi informasi nasional.

(Red)

Gubernur Sulsel Dorong Pertumbuhan Ekonomi Takalar Lewat Peningkatan Jalan Galesong


Takalar, Sigapnews.com,– Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Takalar Or H Firdaus Daeng Manye secara resmi memulai pengerjaan peningkatan infrastruktur jalan dengan melakukan peletakan aspal pertama pada proyek perbaikan Jalan Paket 2 di ruas Galesong, Desa Pa’lalakang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Selasa (10/2/2026).

Peningkatan Jalan Poros Galesong Utara ini menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena berfungsi sebagai jalur utama penghubung antar Desa di wilayah pesisir Kabupaten Takalar.

Selain itu, ruas jalan tersebut juga berperan penting sebagai penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan, perdagangan, dan transportasi yang terhubung langsung dengan Kota Makassar.

Pelaksanaan proyek peningkatan jalan ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, adalah fondasi penting untuk menggerakkan ekonomi daerah. Pengerjaan Jalan Paket 2 ini merupakan wujud komitmen dan janji Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Ia menambahkan, Pemprov Sulsel akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pemerintah provinsi akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa dimulainya pengerjaan jalan ini menjadi kado istimewa Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar, karena waktu pelaksanaan ground breaking bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun daerah tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini pengerjaan jalan Bontoramba–Galesong sepanjang 11,06 kilometer sudah mulai dikerjakan. Ground breaking preservasinya dilakukan langsung oleh Bapak Gubernur Sulsel dan bertepatan dengan hari jadi Takalar. Ini adalah kado istimewa untuk masyarakat Takalar, khususnya warga Galesong,” ungkap Firdaus Daeng Manye.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Takalar.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Takalar sangat penting agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata,” ujarnya.

Firdaus Daeng Manye berharap peningkatan infrastruktur Jalan Poros Galesong ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus memperlancar konektivitas antara Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

“Jalan Galesong ini merupakan jalur penghubung penting ke Kota Makassar. Kami berharap peningkatan jalan ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, kelancaran transportasi, serta peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Takalar,” jelasnya.

Dengan dimulainya pengerjaan Jalan Paket 2 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Rabu, 04 Februari 2026

Workshop Literasi Keuangan Dorong Penguatan UMKM dan Pariwisata Soppeng




Soppeng,Sigapnews.com Guna mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, PT Jamkrida Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Soppeng serta PT Bank Sulselbar Cabang Soppeng menyelenggarakan Workshop Literasi Keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Watansoppeng, pada Rabu (4/2/2026).

Workshop ini diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan pariwisata. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Soppeng, Dra. H. A. Nur Lina, M.Si. yang mewakili Bupati Soppeng.

Dalam sambutannya, Nur Lina menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan upaya strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM di Kabupaten Soppeng. Ia menyoroti peran krusial UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan hari ini diharapkan dapat memberi semangat dan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus berinovasi, berkreasi, berkolaborasi, dan berkarya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kepariwisataan, ujar Nur Lina.

Ia juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Soppeng atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung UMKM kreatif sebagai pilar utama pemajuan ekonomi daerah.

Kepala Disparpora Kabupaten Soppeng, Dra. Hj. Suriasni, M.Pd., menambahkan bahwa workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang sudah memiliki produk unggulan, tetapi masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan.

Dengan literasi keuangan yang baik, UMKM akan lebih siap berkembang, naik kelas, dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata, kata Suriasni.

Workshop menghadirkan narasumber dari PT Bank Sulselbar Cabang Soppeng dan PT Jamkrida Sulsel. Materi yang dibahas meliputi pengelolaan keuangan usaha, akses pembiayaan perbankan, serta peran lembaga penjaminan dalam mendukung UMKM.

Hadir dalam acara tersebut Andi Ridha Wahyuda (Pemimpin Seksi Pemasaran PT Bank Sulselbar Cabang Soppeng), Agustinus Rimba (Kepala Bagian Penjaminan dan Pemasaran PT Jamkrida Sulsel), dan Alfius Alexander (Kepala Seksi Pemasaran Jamkrida Sulsel).

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Diharapkan, workshop ini dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku UMKM Soppeng dalam mengelola usaha secara berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga penjaminan.

Jumat, 23 Januari 2026

Pemekaran Luwu Raya, Jawaban atas Ketimpangan Pelayanan Publik


Luwu Raya, Sigapnews.com,– Wacana pemekaran wilayah Luwu Raya kembali menguat dan menjadi sorotan publik di Sulawesi Selatan. Sejumlah tokoh masyarakat menilai pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Luwu Raya bukan didorong kepentingan elite politik semata, melainkan kebutuhan objektif untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Tokoh masyarakat Luwu, Andi Taufiq Aris (ATA), menegaskan bahwa luas wilayah Luwu Raya dengan karakter sosial, geografis, dan ekonomi yang sangat beragam selama ini menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif. Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2025).

Menurut Andi Taufiq Aris, jarak yang jauh antara pusat pemerintahan dan wilayah pelayanan masyarakat kerap menjadi hambatan utama dalam percepatan layanan publik.

Rentang kendali yang panjang membuat pelayanan administrasi, pembangunan, hingga pengambilan keputusan strategis tidak berjalan optimal.

“Wilayah yang luas dan rentang kendali yang panjang membuat pelayanan publik sering kalah cepat dari jarak. Ini bukan soal keinginan segelintir orang, tetapi kebutuhan riil masyarakat di Luwu Raya,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan, terlebih dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, efisien, dan merata.

Dalam konteks desain administrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Taufiq Aris menyebut beban pemerintahan saat ini semakin kompleks.

Dengan jumlah wilayah dan populasi yang besar, keberadaan pusat kendali pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

Pemekaran wilayah Luwu Raya diyakini dapat memperpendek jalur koordinasi birokrasi serta mempercepat pengambilan keputusan di tingkat daerah.

Hal ini dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pembangunan.

Lebih jauh, pemekaran wilayah juga dinilai sebagai instrumen penting untuk mewujudkan keadilan pembangunan.

Dengan wilayah administrasi yang lebih proporsional, pemerintah daerah hasil pemekaran diharapkan mampu menyusun kebijakan dan penganggaran yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan lokal.

“Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar akan jauh lebih responsif jika dikelola oleh pemerintahan yang memahami konteks lokal secara langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini ketimpangan pembangunan masih dirasakan di sejumlah wilayah Luwu Raya akibat keterbatasan jangkauan dan fokus kebijakan dari pusat pemerintahan yang ada.

Andi Taufiq Aris menilai bahwa penundaan pemekaran Luwu Raya sama artinya dengan menunda solusi atas persoalan pelayanan publik dan ketimpangan pembangunan yang telah berlangsung cukup lama.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemekaran tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan matang. Kesiapan daerah harus dilihat secara komprehensif, mulai dari aspek fiskal, sumber daya manusia, hingga desain kelembagaan pemerintahan.

“Pemekaran tidak hanya soal politik, tetapi kesiapan anggaran, aparatur, dan sistem pemerintahan. Dengan perencanaan yang matang dan kesiapan yang memadai, pemekaran Luwu Raya bukan hanya layak dilakukan, tetapi memang sudah waktunya,” tegasnya.

Wacana pemekaran Luwu Raya sejatinya bukan isu baru. Aspirasi ini telah bergulir selama bertahun-tahun dan terus menjadi bagian dari diskursus publik di Sulawesi Selatan. Hingga kini, harapan masyarakat masih menunggu keputusan dan kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sejumlah kalangan berharap pemerintah pusat dapat melihat aspirasi pemekaran Luwu Raya secara objektif, dengan mempertimbangkan kepentingan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved