-->

Rabu, 28 Oktober 2026

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI


Madina, Sigapnews.com, Pelaksanaan Madina Super League 2026 di Lapangan Mangga Dua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah muncul dugaan promosi produk tembakau dalam rangkaian pertandingan. Persoalan tersebut memicu desakan agar pihak penyelenggara memberikan klarifikasi dan otoritas sepak bola bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan tersebut.

Sorotan mencuat setelah pada waktu istirahat babak pertama pertandingan, Selasa (27/10/2026), terdengar pengumuman melalui pengeras suara yang menyebutkan bahwa penonton yang memiliki rokok merek Apel Royal berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai.

Pengumuman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan penyelenggara terhadap ketentuan promosi produk tembakau, terutama karena kegiatan olahraga dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Sejumlah pihak menilai, apabila kegiatan tersebut terbukti merupakan bagian dari promosi atau aktivasi sponsor produk tembakau, maka legalitasnya perlu diperiksa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta ketentuan organisasi sepak bola yang relevan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Mandailing Natal, Parlin Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi inisiatif swasta yang menyelenggarakan kegiatan olahraga bagi masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

"Pada prinsipnya, kami mengapresiasi inisiatif pihak swasta dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga yang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.

Namun demikian, setiap kegiatan olahraga harus tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Parlin Lubis.

Terkait pemberitaan mengenai dugaan promosi produk tembakau dalam Madina Super League 2026, Parlin berharap pihak penyelenggara memberikan klarifikasi.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Askab PSSI Mandailing Natal untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Terkait pemberitaan mengenai dugaan promosi produk tembakau dalam Madina Super League 2026, kami berharap pihak penyelenggara dapat memberikan klarifikasi dan terlebih dahulu kami akan berkoordinasi ke Askab PSSI Madina," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan dugaan promosi produk tembakau dalam turnamen itu memerlukan penjelasan lebih lanjut dari penyelenggara dan koordinasi dengan pihak terkait.

Persoalan ini juga berkaitan dengan ketentuan pengendalian produk tembakau di Indonesia.

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur berbagai pembatasan terkait iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau.

Ketentuan tersebut perlu dicermati untuk menilai apakah pengumuman pemberian hadiah kepada penonton yang memiliki produk rokok tertentu termasuk bentuk promosi yang dilarang.

Penilaian hukum perlu mempertimbangkan bentuk kegiatan, pihak yang menyelenggarakan promosi, sasaran promosi, serta ketentuan spesifik yang berlaku. Oleh karena itu, dugaan pelanggaran tersebut perlu diperiksa berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia.

Selain regulasi pemerintah, ketentuan PSSI maupun peraturan kompetisi yang berlaku juga perlu ditelusuri untuk memastikan apakah Madina Super League 2026 berada di bawah naungan atau yurisdiksi organisasi sepak bola tersebut dan apakah terdapat ketentuan khusus mengenai sponsor produk tembakau.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari panitia penyelenggara mengenai pengumuman hadiah yang dikaitkan dengan rokok merek Apel Royal tersebut masih perlu diperoleh.

Klarifikasi diperlukan untuk menjelaskan apakah pengumuman tersebut merupakan bagian dari kerja sama sponsor, kegiatan promosi yang direncanakan, atau bentuk aktivitas lain yang dilakukan selama pertandingan.

Pihak penyelenggara juga perlu menjelaskan identitas pihak yang memberikan hadiah, mekanisme pemberian hadiah, serta hubungan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan turnamen.

Di sisi lain, koordinasi antara Dispora Madina dan Askab PSSI diharapkan dapat memperjelas aspek regulasi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

Pemeriksaan secara objektif menjadi penting agar persoalan ini tidak berhenti pada polemik di ruang publik, tetapi memperoleh kejelasan berdasarkan fakta, ketentuan hukum, dan aturan olahraga yang berlaku.

Prinsipnya, penyelenggaraan kompetisi sepak bola bukan hanya menyangkut pertandingan dan hiburan masyarakat, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan penonton, serta tanggung jawab penyelenggara dalam menjaga integritas kegiatan olahraga.

(Magrifatulloh).

Selasa, 27 Oktober 2026

Percepat OPLAH Non-Rawa 2026, Bupati Soppeng Soroti Sinergi dan Target Lahan 8.315 Hektare


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta percepatan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa 2026 dilakukan melalui penguatan koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Program dengan sasaran lahan seluas 8.315,58 hektare dan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng.

Arahan itu disampaikan Suwardi dalam Pertemuan Koordinasi Percepatan Kegiatan OPLAH Non-Rawa 2026 di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target. Seluruh pihak yang terlibat diminta memperkuat sinergi agar berbagai tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target,” ujar Suwardi.

Ia juga menaruh harapan agar program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama petani yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian daerah.

“Saya berharap seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan kerja sama sehingga program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para petani dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng. Insya Allah manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

OPLAH Non-Rawa 2026 di Kabupaten Soppeng memiliki cakupan lahan 8.315,58 hektare dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran kegiatan, termasuk tim teknis, pengawas, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Pertemuan koordinasi tersebut diikuti ratusan peserta dari tim teknis OPLAH Non-Rawa, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, tim pengawas, serta kelompok tani pelaksana.

Turut hadir unsur PLN UP3 Parepare, PLN ULP Soppeng, PLN ULP Pajalassang, dan Bank Mandiri Cabang Soppeng.

Sebanyak 172 kelompok tani tercakup dalam agenda koordinasi percepatan program tersebut. Keterlibatan kelompok tani diharapkan mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus memperkuat upaya optimalisasi lahan pertanian.

Besarnya cakupan program menuntut pelaksanaan yang terencana dan terkoordinasi. Selain percepatan, pengawasan terhadap kegiatan serta evaluasi pencapaian target menjadi hal penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.

Koordinasi lintas sektor juga diharapkan membantu mengantisipasi kendala teknis yang berpotensi menghambat kegiatan. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh petani.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap OPLAH Non-Rawa 2026 menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan lahan, memperkuat produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan program ini nantinya diharapkan tidak hanya tercermin dari pencapaian target luas lahan, tetapi juga dari manfaat yang diperoleh petani serta peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Pedagang Tak Boleh Berlama-lama Berhenti Berjualan, Bupati Suwardi Haseng Siapkan Pasar Darurat Batu-Batu


Soppeng, Sigapnews.com, Perhatian terhadap nasib pedagang pascakebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, ditunjukkan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan menyiapkan lokasi berjualan sementara. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali menjalankan usaha dan memulihkan penghasilan mereka.

Suwardi kembali meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan area di belakang pasar yang terbakar disiapkan untuk menjadi pasar darurat bagi para pedagang.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap lokasi tersebut sudah bisa digunakan pada hari pasar berikutnya. Dengan adanya tempat berjualan sementara, pedagang diharapkan tidak harus menunggu hingga seluruh proses pemulihan pasar selesai untuk kembali beraktivitas.

“Pedagang harus segera bisa kembali berjualan. Kami sementara menyiapkan tempat di belakang pasar yang terbakar. Mudah-mudahan pada hari pasar berikutnya, tempat itu sudah bisa digunakan,” ujar Suwardi.

Kebakaran yang melanda pasar tersebut bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Bagi pedagang, kesempatan untuk kembali berjualan menjadi kebutuhan mendesak agar roda ekonomi keluarga tetap berjalan.

Karena itu, selain menyiapkan lokasi darurat, Pemkab Soppeng juga mengupayakan bantuan bagi pedagang yang mengalami kerugian besar. Penanganan bantuan tersebut akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Suwardi menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polres Soppeng, TNI, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pembersihan sisa kebakaran.

Apresiasi juga diberikan kepada jajaran Pemkab Soppeng, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para pelajar yang bergotong royong membersihkan area pasar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai mencerminkan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurut Suwardi, kerja sama lintas instansi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak kebakaran, mulai dari pembersihan lokasi hingga persiapan tempat berjualan sementara.

Upaya pemulihan juga telah dibahas dalam rapat darurat secara daring yang dipimpin Suwardi pada Minggu (25/10/2026). Rapat tersebut melibatkan Penjabat Sekretaris Daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait untuk mengoordinasikan langkah penanganan.

Koordinasi selanjutnya dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Suwardi menyebutkan, laporan kebakaran telah disampaikan kepada gubernur untuk dibahas bersama, termasuk kemungkinan dukungan bagi pemulihan pasar dalam jangka menengah dan panjang.

“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Beliau berkomitmen untuk membahas penanganan bersama, termasuk langkah-langkah yang diperlukan untuk pemulihan dalam jangka menengah dan jangka panjang,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap penyiapan pasar darurat dapat menjadi langkah awal bagi pedagang untuk bangkit setelah kebakaran. Sembari menunggu penanganan lanjutan, keberadaan lokasi sementara diharapkan mampu menjaga aktivitas jual beli dan membantu masyarakat kembali memperoleh pendapatan.

Suwardi juga mengajak para pedagang dan warga terdampak untuk tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Pemkab Soppeng berupaya mengoordinasikan berbagai kebutuhan pemulihan agar aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Batu-Batu dapat kembali berjalan secara bertahap.

(Red)

Senin, 26 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Bersama Forkopimda Hadiri Apel Operasi Patuh 2026, Keselamatan Lalu Lintas Jadi Prioritas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat dukungan terhadap upaya menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2026 di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (26/10/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.30 WITA tersebut dipimpin Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., dan sejumlah perwakilan instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel gabungan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026 di wilayah Kabupaten Soppeng.

Kehadiran Bupati Suwardi Haseng mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah kepolisian dalam meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Namun, upaya mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib tidak hanya bergantung pada petugas, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Rangkaian apel ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel Satlantas Polres Soppeng, Kodim 1423 Soppeng, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Soppeng. Penyematan tersebut menjadi simbol kesiapan personel dalam menjalankan tugas selama operasi berlangsung.

Sejumlah unsur turut ambil bagian dalam apel, meliputi personel Polres Soppeng, Kodim 1423 Soppeng, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PSC Kabupaten Soppeng, serta gabungan siswa SMA.

Dalam arahannya, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan pentingnya pelaksanaan operasi yang mengedepankan profesionalisme, ketegasan, dan pendekatan humanis. Menurutnya, penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Disiplin berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran setiap pengguna jalan, bukan hanya karena adanya petugas. Saya menginstruksikan seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, tegas, humanis, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan agar seluruh personel melaksanakan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Edukasi kepada pengendara dinilai penting untuk membangun kebiasaan tertib berlalu lintas, bukan sekadar kepatuhan ketika petugas berada di lapangan.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menekan pelanggaran serta mengurangi potensi kecelakaan. Dengan demikian, keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak hanya terlihat dari pelaksanaan penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Masyarakat Kabupaten Soppeng pun diimbau untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi dokumen kendaraan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Apel Gelar Pasukan berakhir pukul 08.50 WITA dalam keadaan tertib. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal kesiapan personel gabungan dalam mendukung Operasi Patuh 2026 demi terciptanya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Minggu, 25 Oktober 2026

Baru Dilantik Jadi Wakil Ketua Golkar Sulsel, Suwardi Haseng Langsung Berpacu ke Lokasi Kebakaran Pasar Batu-Batu


Soppeng, Sigapnews.com, Kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, menjadi alasan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., segera meninggalkan agenda lanjutan Partai Golkar di Makassar dan kembali ke daerahnya, Minggu (25/10/2026).

Usai dilantik sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Four Points Makassar, Suwardi memilih tidak menghadiri acara syukuran HUT Golkar di Pinisi Point. Ia langsung bertolak ke Soppeng untuk meninjau kondisi pasar yang dilanda kebakaran pada Sabtu (24/10/2026).

Sekitar pukul 20.00 WITA, Suwardi tiba di lokasi kebakaran. Kedatangannya ditujukan untuk melihat langsung kondisi pascakejadian sekaligus memastikan jajaran pemerintah daerah bergerak menangani dampak musibah yang menimpa masyarakat dan pedagang.

Keputusan untuk segera pulang diambil di tengah rangkaian agenda politik yang masih berlangsung. Setelah menyelesaikan prosesi pelantikan, Suwardi memilih memprioritaskan peninjauan di wilayahnya.

Di lokasi, ia didampingi Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin dan Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan. Turut hadir Kasat Intelkam Polres Soppeng, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng H. Asis Dahlan, aparat keamanan, serta masyarakat setempat.

Koordinasi Dilakukan Sebelum Tiba di Lokasi

Penanganan kebakaran telah dikoordinasikan Suwardi dari Makassar melalui sambungan video call. Ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng bergerak cepat tanpa menunggu kepulangannya.

Arahan tersebut mencakup pengamanan lokasi, pemantauan kondisi pascakebakaran, pendataan warga dan pedagang terdampak, serta identifikasi kebutuhan mendesak masyarakat.

Pendataan menjadi salah satu tahapan penting agar pemerintah daerah memperoleh gambaran mengenai dampak kebakaran dan dapat menyiapkan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Bagi para pedagang, kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu bukan hanya menyisakan kerusakan bangunan, tetapi juga berpotensi mengganggu mata pencaharian dan aktivitas ekonomi keluarga mereka.

Karena itu, penanganan pascakebakaran membutuhkan tindak lanjut yang terukur. Selain memastikan keamanan lokasi, pemerintah daerah perlu mengawal pendataan kerugian, menyiapkan bantuan sesuai kebutuhan, serta merumuskan langkah pemulihan agar kegiatan perdagangan dapat kembali berjalan.

Kehadiran Suwardi di lokasi menjadi bagian dari respons awal pemerintah daerah terhadap musibah tersebut. Selanjutnya, masyarakat terdampak menantikan langkah konkret yang dapat membantu mereka melewati masa sulit dan memulihkan aktivitas ekonomi pascakebakaran.

(Red)

Selidiki Kebakaran Pasar Batu-Batu, Polres Soppeng Turunkan Tim Labfor Polda Sulsel


Soppeng, Sigapnews.com, Polres Soppeng terus berupaya mengungkap penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu yang berada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan bukti ilmiah, kepolisian melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tim Labfor melakukan penelusuran di lokasi kebakaran untuk mengumpulkan petunjuk, memeriksa bukti yang ditemukan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Olah TKP dipimpin Kasubdit Fisika Komputer Forensik Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Wiji Purnomo, S.T., M.H. Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turut hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Soppeng dan Kapolsek Marioriawa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Jumiar, S.T., M.M., Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., serta Koordinator Pasar Batu-Batu Japri, S.Sos.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa penyelidikan kebakaran Pasar Batu-Batu harus dilakukan secara cermat dan profesional. Menurutnya, pemeriksaan ilmiah diperlukan agar penyebab kejadian tidak disimpulkan hanya berdasarkan asumsi.

“Penanganan peristiwa ini tidak boleh didasarkan pada dugaan semata. Kami bersama Tim Labfor Polda Sulsel berupaya mengungkap penyebab kebakaran melalui pemeriksaan secara ilmiah dan pengumpulan bukti yang relevan. Kami ingin memastikan setiap tahapan penyelidikan berjalan profesional, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait juga diperlukan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran yang memengaruhi aktivitas perdagangan dan mata pencaharian masyarakat.

Pelibatan Tim Labfor menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelidikan melalui analisis terhadap temuan di lokasi kejadian. Bukti yang terkumpul nantinya dapat membantu penyidik menyusun gambaran mengenai rangkaian peristiwa dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di tengah perhatian masyarakat terhadap kebakaran tersebut, kepastian penyebab kejadian menjadi hal yang dinantikan. Namun, hasil pemeriksaan harus terlebih dahulu dianalisis sebelum kesimpulan resmi dapat disampaikan.

Hingga olah TKP dilaksanakan, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan. Polres Soppeng menegaskan bahwa proses penyelidikan akan mengacu pada hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Pengungkapan yang menyeluruh diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak, sekaligus memastikan bahwa setiap kemungkinan penyebab ditelusuri secara objektif.

Polres Soppeng pun menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, mengedepankan pembuktian ilmiah, serta menjalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

(Yund)

Sabtu, 24 Oktober 2026

KAHMI Sulsel Canangkan Graha Hijau Hitam, Perkuat Regenerasi di Usia 60 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Memperkuat keberlanjutan organisasi dan menyiapkan generasi penerus menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Di Sulawesi Selatan, semangat tersebut diwujudkan melalui langkah awal pembangunan Graha Hijau Hitam yang diharapkan menjadi pusat aktivitas, pertukaran gagasan, dan penguatan kaderisasi.

Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan menandai langkah tersebut melalui kegiatan Kick Off Graha Hijau Hitam yang dirangkaikan dengan syukuran Milad KAHMI ke-60 di Hotel MaxOne, Makassar, Sabtu malam (24/10/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan gagasan yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Graha Hijau Hitam direncanakan menjadi rumah bersama keluarga besar HMI dan KAHMI, sekaligus ruang untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mengembangkan tradisi intelektual.

Sekretaris Umum MW KAHMI Sulsel, Dr. Hidayah Muhallim, S.Sos., M.A., dalam laporan panitia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan agar rencana pembangunan graha dapat berlanjut hingga tahap realisasi.

Ketua Umum HMI Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas, menilai Graha Hijau Hitam perlu memiliki peran lebih luas daripada sekadar menjadi fasilitas organisasi.

Ia berharap gedung tersebut nantinya mampu menjadi ruang pembinaan kader, pengembangan pemikiran, serta tempat lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Graha Hijau Hitam harus menjadi lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami berharap tempat ini menjadi laboratorium pergerakan, ruang untuk mengembangkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan keberlanjutan perjuangan HMI dan KAHMI bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan graha memiliki arti strategis bagi keberlanjutan gerakan Hijau Hitam. Interaksi antara kader dan alumni diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman, memperluas wawasan, dan mendorong lahirnya generasi penerus yang siap menghadapi perubahan zaman.

Dengan demikian, keberadaan Graha Hijau Hitam diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial.

Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan jajaran Majelis Daerah dan keluarga besar Hijau Hitam terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dari jajaran Majelis Daerah maupun keluarga besar Hijau Hitam. Kebersamaan dan dukungan ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Graha Hijau Hitam sebagai rumah bersama bagi keluarga besar HMI dan KAHMI,” ungkapnya.

Fadriaty juga mengapresiasi upaya panitia yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan peluncuran awal pembangunan tersebut.

“Kami hanya berusaha memfasilitasi launching atau kick off ini dengan ikhtiar semaksimal mungkin melalui kerja-kerja panitia yang luar biasa. Semoga ke depan gedung ini bisa segera terbangun seperti yang kita rencanakan,” tambahnya.

Dukungan berbagai elemen menjadi kekuatan awal untuk mendorong terwujudnya rencana tersebut. Ke depan, kesinambungan upaya dan keterlibatan seluruh pihak diharapkan dapat mengantarkan pembangunan Graha Hijau Hitam dari tahap gagasan menuju realisasi.

Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Qomar, mengingatkan pentingnya menjadikan Milad ke-60 sebagai momentum untuk merawat kebersamaan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Momentum Milad ke-60 KAHMI harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan memastikan kontribusi KAHMI tetap relevan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Syamsul Qomar turut mengapresiasi penyelenggaraan perayaan Milad KAHMI ke-60 oleh MW KAHMI Sulsel. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai perayaan paling megah dan spektakuler dibandingkan perayaan yang diselenggarakan Majelis Wilayah KAHMI lainnya di Indonesia.

“Sejauh ini, perayaan Milad KAHMI yang dilaksanakan KAHMI Sulsel malam ini adalah yang paling megah dan spektakuler dari seluruh Majelis Wilayah di Indonesia. Keren!” ujarnya.

Perayaan tersebut dihadiri ratusan anggota KAHMI dan kader HMI, bersama sejumlah tokoh nasional, tokoh daerah, dan unsur pemerintahan.

Hadir di antaranya perwakilan Menteri Pertanian RI, perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.

Turut hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama suaminya, IAS, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Ketua KPU dan Bawaslu Sulawesi Selatan, jajaran pengurus Majelis Daerah KAHMI se-Sulawesi Selatan, serta Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Sulawesi Selatan.

Kehadiran para tokoh dan keluarga besar Hijau Hitam tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi organisasi.

Memasuki enam dekade perjalanan, KAHMI menghadapi tantangan untuk menjaga nilai perjuangan sekaligus memastikan keberlanjutan peran organisasi. Rencana pembangunan Graha Hijau Hitam menjadi salah satu ikhtiar untuk menjawab tantangan tersebut, dengan harapan menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan mendorong pengabdian yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Polres Soppeng Amankan Pria Terkait Kebakaran Pasar Batu-Batu, Barang Bukti Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Kepolisian Resor (Polres) Soppeng mengamankan seorang pria berinisial Muh. Ashar (29) yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sabtu malam (24/10/2026).

Pria tersebut diamankan Tim URC Resmob Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Soppeng sekitar pukul 22.00 Wita, setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah lapak dan kios di pasar tersebut.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Api diduga bermula dari salah satu lapak di bagian dalam pasar sebelum menjalar ke sejumlah lapak dan kios lainnya, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Sat Reskrim Polres Soppeng bergerak mengumpulkan informasi dan menelusuri dugaan keterlibatan pihak tertentu. Dari hasil penyelidikan awal, petugas kemudian mengidentifikasi seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Tim URC Resmob selanjutnya mendatangi kediaman pria itu di wilayah Kecamatan Marioriawa dan membawanya ke Mapolres Soppeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses pengamanan, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, yakni satu buah korek api berwarna oranye dan satu botol berisi bensin.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada penyidik, pria tersebut mengaku membeli bensin, menyiramkannya ke salah satu lapak kios di bagian tengah pasar, kemudian menyalakan korek api. Meski demikian, keterangan tersebut masih perlu didalami dan dicocokkan dengan alat bukti serta hasil penyelidikan lainnya.

Informasi awal juga menyebutkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penanganan medis terkait kondisi kejiwaan. Aspek tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan lanjutan, termasuk melalui penilaian tenaga profesional yang berwenang untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Penilaian tersebut penting agar proses hukum berjalan secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku. Status hukum serta pertanggungjawaban pidana yang bersangkutan tetap harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum, bukan semata-mata berdasarkan pengakuan awal.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut secara serius mengingat dampaknya terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi para pedagang.

“Setiap peristiwa yang menimbulkan kerugian dan keresahan masyarakat harus ditangani secara serius, profesional, dan berdasarkan fakta. Kami berkomitmen mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memperhatikan setiap aspek yang relevan dalam proses pemeriksaan,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, pengamanan terhadap pria tersebut bukan akhir dari penanganan perkara. Penyidik masih akan mendalami keterangan yang diperoleh, memeriksa barang bukti, serta mengumpulkan informasi tambahan guna memastikan penyebab dan rangkaian peristiwa kebakaran terungkap secara utuh.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait identitas, kondisi kesehatan, dan dugaan keterlibatan seseorang dalam peristiwa tersebut.

“Di tengah situasi seperti ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, silakan sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Hingga berita ini disusun, pria tersebut masih diamankan di Mapolres Soppeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus tersebut guna memastikan setiap fakta terungkap melalui proses hukum yang profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Red)

Kamis, 22 Oktober 2026

Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School Perkuat Kompetensi Profesional Hadapi Tantangan Hukum Bisnis


Surabaya, Sigapnews.com, Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Pengembangan Kompetensi dalam Dinamika Perkembangan Hukum Bisnis” secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu malam (21/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Surabaya tersebut diikuti hampir 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini juga mendapat dukungan dari sembilan tokoh nasional lintas sektor sebagai bentuk apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis antara LKHAI dan JIMLY School.

Webinar ini menjadi ruang edukasi dan diskusi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan hukum bisnis sekaligus mendorong peningkatan kompetensi profesional dalam menghadapi perubahan regulasi, kemajuan teknologi, serta dinamika dunia usaha yang semakin kompleks.

Didukung Sembilan Tokoh Nasional Lintas Sektor

Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari unsur dunia usaha, KADIN, akademisi, hingga tokoh musik nasional. Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan pendidikan hukum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Sembilan tokoh yang menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi tersebut yakni:

Dr. H. Edi Purwanto, S.TP., M.M., Direktur PT Brawijaya Multi Usaha (PT BMU).
H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP., Ketua Umum KADIN Jawa Timur.
Roy Jeconiah, penyanyi dan musisi rock Boomerang.
Dr. Agus Andi Subroto, S.TP., M.M., Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan.
Dhian Satria Yudha, S.Kom., M.Kom., Direktur Eksekutif Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya (AMN Surabaya).
Prof. Dr. Suparji, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Teknik UNESA.
Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR).
Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., Wakil Rektor III Universitas Widya Gama Malang.
Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., Ketua LPJK Kementerian Pekerjaan Umum.

Para tokoh tersebut berharap kerja sama LKHAI dan JIMLY School dapat melahirkan berbagai program pendidikan hukum, pelatihan kompetensi tersertifikasi, serta seminar strategis yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas profesional di Indonesia.

Hampir 200 Peserta dari Berbagai Instansi

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan hampir 200 orang yang berasal dari beragam latar belakang instansi pemerintah, perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, praktisi hukum, hingga pelaku usaha.

Peserta di antaranya berasal dari sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Bhayangkara Surabaya.

Selain itu, kegiatan ini diikuti perwakilan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan RS Menur Surabaya, para praktisi hukum, pelaku dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Pancasila.

Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa pemahaman hukum bisnis menjadi kebutuhan lintas profesi, tidak hanya bagi advokat dan praktisi hukum, tetapi juga bagi aparatur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan aktivitas ekonomi.

Pembina LKHAI: Kompetensi Menjadi Kebutuhan Mutlak

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia sekaligus Pembina LKHAI, R. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan penting di tengah perubahan regulasi dan perkembangan dunia usaha.

“Pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan penting di tengah dinamika perkembangan hukum dan dunia usaha. Melalui kegiatan webinar seperti ini, kita berharap para peserta dapat memperluas wawasan, meningkatkan pemahaman, serta mengikuti perkembangan regulasi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemahaman hukum bisnis tidak hanya diperlukan oleh kalangan praktisi hukum, tetapi juga oleh pelaku usaha dan berbagai pihak yang berperan dalam kegiatan ekonomi.

“Pemahaman hukum bisnis tidak hanya dibutuhkan oleh praktisi hukum, tetapi juga oleh pelaku usaha dan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, ruang diskusi dan edukasi seperti ini perlu terus dikembangkan,” tambahnya.

Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Lutfil Hakim, pemerhati ekonomi dan bisnis sekaligus Ketua PWI Jawa Timur, serta Prof. Dr. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., Direktur LSP JIMLY sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana Rachmatika Ramadhani, S.Psi., yang juga menjabat Direktur Utama PT Forjasi Lentera Indonesia.

Sementara itu, jalannya diskusi dipandu Direktur Eksekutif LKHAI, Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., dengan dukungan notulis Rouli D. Marbun, S.H., M.H., dan Siti Julaicha, S.E., MSA., M.H.

LKHAI Dorong Edukasi Hukum Berkelanjutan

R. Mohammad Ali Zaini berharap webinar tersebut menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan program edukasi hukum yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu webinar saja. Ke depan, LKHAI dapat terus menghadirkan berbagai forum edukasi, baik melalui webinar, talk show, maupun kegiatan lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.

Penyelenggaraan webinar secara daring dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas akses pendidikan dan diskusi hukum bagi masyarakat di berbagai wilayah tanpa terkendala batas geografis.

Melalui kolaborasi LKHAI dan JIMLY School, penguatan kompetensi profesional di bidang hukum bisnis diharapkan dapat terus dikembangkan melalui sinergi akademisi, praktisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan demikian, peningkatan pemahaman hukum diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga mendukung terciptanya aktivitas bisnis yang lebih profesional, adaptif, dan berlandaskan kepastian hukum.

(Redho Fitriyadi)

Rabu, 21 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Lantik Pengurus Saka Bhayangkara, Generasi Muda Didorong Jadi Pelopor Kamtibmas


Soppeng, Sigapnews.com, Polres Soppeng terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus Saka Bhayangkara Polres Soppeng masa bakti 2026–2028 yang dipimpin langsung Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., Rabu (21/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Aspol, Jalan Samudera, Watansoppeng, mulai pukul 09.45 WITA. Momentum ini diharapkan memperkuat pembinaan anggota Pramuka agar memiliki karakter yang tangguh, disiplin, serta mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka, dilanjutkan pembacaan surat penetapan pengurus, pengucapan ikrar dan sumpah kesanggupan, penyematan pin Saka Bhayangkara, serta penandatanganan naskah pelantikan.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng selaku Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bhayangkara menegaskan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, Saka Bhayangkara memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk mengenal nilai-nilai ketertiban, membangun kepemimpinan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Melalui Saka Bhayangkara, kami berharap generasi muda dapat mengembangkan potensi diri, membangun jiwa kepemimpinan, serta menanamkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jadilah generasi yang mampu memberikan contoh positif, menaati aturan, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.

Kapolres juga mengharapkan pengurus yang baru dilantik mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program kerja yang bermanfaat. Kekompakan, kesungguhan, dan tanggung jawab dinilai menjadi modal utama untuk memastikan kegiatan pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Ia menekankan, upaya menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, turut dibutuhkan untuk membangun lingkungan yang aman dan kondusif.

Oleh karena itu, anggota Saka Bhayangkara diharapkan mampu menjadi contoh dalam menaati aturan, menjaga solidaritas, serta menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menanamkan kesadaran hukum serta semangat pengabdian sejak dini.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., para Kabag, Kasat, Kasi, perwira Polres Soppeng, instruktur Krida Saka Bhayangkara, serta pengurus dan peserta Saka Bhayangkara Polres Soppeng.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.30 WITA. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Polres Soppeng berharap Saka Bhayangkara semakin berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pelopor terciptanya kamtibmas di Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Soppeng Dorong Percepatan RDTR, Kepastian Tata Ruang Jadi Kunci Pengembangan Investasi


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Region II yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Claro Hotel Makassar, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyediaan dokumen tata ruang di wilayah Indonesia Timur, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.

Rakor ini diikuti jajaran Kementerian ATR/BPN bersama sejumlah bupati dan wali kota. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan pakta integritas oleh Direktur Jenderal Tata Ruang ATR/BPN, Dr. Ir. Suyus Windayana, bersama para kepala daerah.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng menegaskan bahwa percepatan penyusunan RDTR memiliki arti penting bagi daerah. Menurutnya, perencanaan tata ruang yang jelas diperlukan agar pembangunan berjalan sesuai peruntukan dan pengembangan wilayah dapat dilakukan secara terarah.

“RDTR ini penting agar pembangunan daerah lebih terarah. Kita ingin pemanfaatan ruang tetap tertata sesuai peruntukannya. Kita berharap penyusunannya bisa dipercepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Suwardi.

RDTR menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengatur penggunaan ruang secara terperinci, termasuk untuk kawasan permukiman, perdagangan, pertanian, dan pengembangan investasi.

Ketersediaan dokumen ini juga berperan dalam memberikan kepastian mengenai peruntukan lahan. Dengan demikian, pemerintah memiliki pedoman dalam mengendalikan pemanfaatan ruang, sementara masyarakat dan pelaku usaha memperoleh kejelasan dalam merencanakan aktivitas di suatu kawasan.

Pada Tahun Anggaran 2026, percepatan penyusunan RDTR di wilayah Region II mendapat dukungan teknis melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses penyusunan dokumen tata ruang yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

Bagi Kabupaten Soppeng, penyelesaian RDTR menjadi bagian penting dalam menyiapkan arah pembangunan yang selaras dengan potensi wilayah. Perencanaan yang matang diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan secara optimal tanpa mengabaikan ketentuan pemanfaatan ruang.

Melalui keikutsertaan dalam rakor ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan komitmennya untuk mendukung percepatan penataan ruang. Selanjutnya, proses penyusunan dan penyelesaian dokumen RDTR diharapkan berjalan sesuai target agar manfaatnya dapat mendukung pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat secara luas.

(Red)

Minggu, 18 Oktober 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Ikuti Jalan Sehat Meriahkan HUT Sulsel ke-357


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi provinsi yang diikuti berbagai unsur pemerintah daerah.

Bupati Suwardi Haseng hadir bersama Pj Sekda Andi Haeruddin, para Asisten, Staf Ahli dan sejumlah kepala dinas lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng. Partisipasi tersebut menjadi bentuk keterlibatan Pemkab Soppeng dalam memeriahkan peringatan hari jadi sekaligus mempererat kebersamaan antarpemerintah daerah.

Jalan Sehat Anti Mager mengajak peserta untuk meningkatkan aktivitas fisik dan membudayakan pola hidup sehat. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dalam suasana yang lebih santai di luar agenda resmi pemerintahan.

Peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan tahun ini turut dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan lainnya, di antaranya Kirab Swasembada Pangan, Pasar Murah, Job Fair, serta lomba memasak nasi goreng yang diikuti sejumlah kepala daerah.

Rangkaian agenda tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang mencakup olahraga, sektor pangan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, hingga informasi kesempatan kerja.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama jajaran pejabat daerah dalam kegiatan jalan sehat ini menambah semarak peringatan hari jadi provinsi. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Melalui peringatan ini, semangat hidup sehat, kebersamaan, dan partisipasi dalam pembangunan diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Selatan yang semakin maju dan sejahtera.

(Red)

Jumat, 16 Oktober 2026

Duta Anti Narkoba Siti Rafika Hardhiansari Hadiri Undangan Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba


Surabaya, Sigapnews.com, Dalam Rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2026 dengan tema Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda, Generasi sehat tanpa Narkoba, GMDM DPD Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Talkshow di The Central Mall Gunawangsa Tidar, Jl. Tidar 350 Surabaya

Kegiatan Talkshow ini merupakan Sinergitas dengan Korwil Madas Nusantara Jawa Timur, terkait dengan PenandaTanganan PKS dengan Bakornas GMDM DPD Provinsi Jawa Timur sehubungan dengan Edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN), dengan memberikan sosialisasi/ penyuluhan di lingkungan Masyarakat dan lingkungan sosial. 

Kegiatan dihadiri Bakesbangpol Kota Surabaya, yang diwakili Drs. Ridwan Mubarun, M.Si. menjabat sebagai Sekretaris Badan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Ketua GMDM DPD Provinsi Jatim, Yayuk Sri Wahyuni ngsih, ST. SH, beserta jajaran pengurus DPD Provinsi Jatim maupun DPW Kota Surabaya, DPW Kota Blitar, DPW Kab.Gresik, DPW Kab. Malang, Korwil Madas Nusantara,H.Romlan, Duta Anti Narkoba Jawa Timur Siti Rafika Hardhiansari S,Si  & Pegiat Anti Narkoba Garda Semeru, Forum Pers Independent (FPII), Komunitas JJ Angels Line Dance dan Ratusan Siswa SMP/ SMA/ SMK di Kota Surabaya. 

Hadir pula di Lokasi Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba yaitu Duta Anti Narkoba Jawa Timur yang juga Seorang Aktivis Perempuan & Mitra Polri sekaligus Mitra BNN  Siti Rafika Hardhiansari

Talk show P4GN selaku moderator, Ketua DPW Kota Blitar,Joko Nurbatin.

- Pemateri pertama, Bahaya Dampak Narkoba dan Solusinya dari Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya,Rahmatika Ramadhan, S.Sos., M.I.Kom. 

- Pemateri ke dua, Aspek Hukum dalam P4GN disampaikan Ipda Gatot Supriyanto, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. 

Mbak Rafika sapaan akrabnya hadir dan mendukung penuh kegiatan Talkshow Generasi Sehat Tanpa Narkoba sesuai arahan Bapak Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto untuk kita semua bersatu untuk Berantas Peredaran Narkoba & sesuai Asta Cita no 7 Bapak Presiden Prabowo yaitu tentang Pemberantasan Narkoba. 

Di tengah tengah kesibukannya Mbak Rafika hadir untuk memberi Suport Semangat kepada adik2 SMP SMA & Mahasiswa yang hadir untuk bersama berani mengatakan tidak pada Narkoba. 

Tema Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada tanggal 28 Oktober 2026, Generasi Sehat Tanpa Narkoba harus terus kita gaungkan agar Generasi muda kita paham betapa Bahayanya Peredaran Gelap Narkoba dan Penyalahgunaan Narkoba, tutur Mbak Rafika Hardhiansari yang Hari Lahirnya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.

BNNK Surabaya mempunyai Program Salam Manis yang sangat bagus yaitu Sadar Lapor Mandiri, Akses Mudah, Aman & Humanis. Artinya jika pengguna/ pemakai narkoba sadar & lapor secara Mandiri ke BNNK Surabaya insyaAllah tidak akan ditahan (tidak dipenjara) dan akan direhabilitasi sampai sembuh secara Gratis (tanpa dipungut biaya). Karena sesungguhnya mereka (pemakai) adalah korban penyalahgunaan narkoba. 

Di hadapan awak media sebelum pamit untuk berkegiatan Jumat Berkah mbak Rafika menyampaikan, Mari kita sukseskan Program Salam Manis dari Kepala BNNK Surabaya KombesPol Heru Prasetyo untuk Generasi Sehat Tanpa Narkoba dan Mewujudkan Surabaya, Jatim & Indonesia Bersinar (Bersih Dari Narkoba) ucap Rafika Hardhiansari

(Redho)

Rabu, 14 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Lantik 54 ASN di Soppeng, Simak Daftar Lengkap Nama dan Jabatannya


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 54 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gabungan Dinas, Watansoppeng.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan organisasi dan jabatan di lingkup Pemkab Soppeng, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pejabat fungsional, termasuk kepala sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi Haseng menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan peningkatan kinerja bagi seluruh pejabat yang menerima amanah baru. Ia juga meminta agar pelaksanaan tugas pemerintahan senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkan data pelantikan, sebanyak 18 orang mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama, 4 orang pejabat administrator, 10 orang pejabat pengawas, 11 orang kepala sekolah, serta 11 orang pejabat fungsional.

Berikut nama-nama ASN beserta jabatan yang dipercayakan kepada mereka.

A. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Dra. Hj. Suriasni, M.Pd. – Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng.
Abdullah, SE., MM. – Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia pada Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng.
Drs. H. Dipa, M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng.
Andi Makkaraka, S.Sos., M.Si. – Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng.
Andi Ibrahim Harta, SH., M.Si. – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng.
Andi Agusalim, S.STP., M.Si. – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Soppeng.
Dra. Hj. Andi Nur Lina, MM. – Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng.
A. Zulkifli Nurdin, SH. – Sekretaris DPRD Kabupaten Soppeng.
Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si. – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Soppeng.
Shahrani, S.IP. – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Soppeng.
Taufik Ramli, S.STP., MM. – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng.
Drs. Kanaruddin, M.Si. – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng.
Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si. – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng.
Abdul Chair, AP. – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Soppeng.
Hj. A. Husniati, S.Sos., MM. – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Soppeng.
Ariyadin Arif, S.T.P., M.Si. – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.
Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si. – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.
dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ. – Direktur UPT Rumah Sakit Umum Daerah La Temmamala Kabupaten Soppeng.
B. Pejabat Administrator dan Pengawas
A. Akmal Hasnan Ramli, S.STP. – Kepala Bidang Ketenagakerjaan pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Soppeng.
Zulhidayah, S.Si., MM. – Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Soppeng.
Roslinda, SP. – Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng.
Achmad Syaifuddin Fachri, SP., M.Agb. – Kepala Bidang Pemerintahan, Pembangunan Manusia, Perekonomian dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Soppeng.
Helianisyah, SE. – Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng.
Hj. Rahmawati, SKM., MM. – Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Soppeng.
Wiwik Astuty, ST., M.Si. – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Kelurahan Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa.
Andi Surya Anggreni, S.Sos. – Kepala Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat pada Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata.
Zainal Rahman, S.ST. – Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan Marioriawa.
Amri, S.IP. – Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat pada Kecamatan Lilirilau.
Sufiriongi, S.IP. – Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Kecamatan Lilirilau.
Andi Asham Mahi, S.IP. – Kepala Seksi Pemerintahan pada Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata.
Hj. Fitri Yani, SE. – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau.
Nurjayanti, S.STP. – Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng.
C. Kepala Sekolah
Arissaputra, S.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 240 Walemping.
Muhammad Ali Ramli, S.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 37 Kabaro.
Masykurah, S.Pd.SD. – Kepala UPTD SPF SDN 260 Kampung Baru.
Mardiana, S.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 17 Bila.
Nurul Muhlisa, S.Si., M.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 166 Laburawung.
Hasnidar, S.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 33 Solie.
Marlina, S.Pd.SD. – Kepala UPTD SPF SDN 261 Watang Belo.
Hj. Arianti, S.Pd.SD. – Kepala UPTD SPF SDN 242 Balubue.
Bintang, S.Pd.SD. – Kepala UPTD SPF SDN 241 Addagange.
Arisal Purnama, S.Pd. – Kepala UPTD SPF SDN 276 Latappere.
Asdawati, S.Pd. – Kepala TK Negeri Samaturue Salotungo.
D. Pejabat Fungsional
dr. Hariati Hamzah, Sp.MK. – Dokter Ahli Pertama pada UPT RSUD La Temmamala.
Helida Hatta, S.Gz. – Nutrisionis Ahli Pertama pada UPT RSUD La Temmamala.
Jumaini, S.Tr.Kes., Ftr. – Fisioterapis Penyelia pada UPT RSUD La Temmamala.
Inayah Sri Anshari, S.Kep.Ns., M.Kes., Sp.Kep.MB. – Perawat Ahli Muda pada UPT RSUD La Temmamala.
Suardi Y, S.Pd.Gr. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 29 Cenrana.
Herna Ningsih, S.Pd., M.Pd. – Guru Ahli Muda pada UPTD SPF SDN 269 Allangkiangenge.
Vera Tri Utami, S.Pd.Gr., M.Pd. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 236 Taletting.
Astri Purnamasari, S.Pd.Gr., M.Pd. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 138 Congko.
Ambo Amang, S.Pd., M.Pd. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 11 Umpungeng.
Sultan, S.Pd., M.Pd. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 11 Umpungeng.
Sandi Muhardiansyah, S.Pd.Gr., M.Pd. – Guru Ahli Pertama pada UPTD SPF SDN 143 Limpotenga.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pejabat yang dilantik untuk memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan efektivitas kerja, serta mendorong pelayanan publik yang semakin baik.

Dengan penempatan pejabat sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih optimal.

(Red)

Kamis, 08 Oktober 2026

Warga Binaan Rutan Watansoppeng Kini Bisa Tempuh Paket A, B dan C, Dr. Nur Alim Buka Program Pendidikan


Soppeng, Sigapnews.com, Warga binaan Rutan Kelas IIB Watansoppeng mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C yang diselenggarakan bersama PKBM Rumah Amma, Kamis (8/10/2026).

Program pendidikan nonformal yang disertai penguatan literasi tersebut resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.

Program ini ditujukan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Melalui kegiatan belajar tersebut, mereka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembukaan program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pembinaan warga binaan selama berada di Rutan.

Warga Binaan Diberi Kesempatan Melanjutkan Pendidikan

Pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM Rumah Amma mencakup Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Kegiatan belajar dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan didampingi tiga tutor. Selain materi pendidikan sesuai jenjang, warga binaan juga mendapatkan penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, dan berpikir kritis.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, kesempatan belajar harus tetap terbuka agar setiap orang dapat meningkatkan kualitas diri, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Rutan Watansoppeng dan PKBM Rumah Amma dalam menghadirkan layanan pendidikan langsung di lingkungan Rutan.

PKBM Rumah Amma Dorong Semangat Belajar

Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjangkau warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, tidak hanya untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga untuk memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan.

Menurutnya, latar belakang dan kondisi seseorang tidak seharusnya menghilangkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki masa depan.

Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan semakin percaya diri dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Menjadi Bekal Setelah Masa Pembinaan

Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pendidikan kesetaraan tersebut.

Ia menilai pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karena memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kemampuan diri.

Dedi berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan dimanfaatkan oleh warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola dan tutor PKBM Rumah Amma, serta warga binaan peserta program.

Kerja sama antara Rutan Watansoppeng, PKBM Rumah Amma, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng diharapkan memperluas akses pendidikan bagi warga binaan.

Dengan tersedianya pembelajaran Paket A, B dan C, warga binaan kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan keterampilan, dan menyiapkan langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

(Yund)

Soppeng Perkuat Deteksi Kanker Serviks, Layanan Pap Smear dan HPV DNA Resmi Diluncurkan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat upaya pencegahan kanker serviks dengan menghadirkan layanan pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA.

Layanan tersebut resmi diluncurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng melalui kegiatan skrining di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Soppeng, Kamis (8/10/2026).

Peluncuran ini sekaligus menjadi ajakan kepada perempuan di Soppeng agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan tidak menunda pemeriksaan hanya karena belum merasakan gejala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Muhammad Evinuddin, mengatakan deteksi dini memiliki peran penting dalam menghadapi kanker serviks.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai muncul keluhan sebelum melakukan pemeriksaan.

“Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau gejala. Lebih baik mengetahui lebih awal daripada terlambat mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Menurutnya, tersedianya layanan Pap Smear dan HPV DNA diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan deteksi dini.

Dinas Kesehatan menyiapkan empat tempat layanan Pap Smear di Labkesda Kabupaten Soppeng. Masyarakat juga dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, untuk mendapatkan informasi dan layanan skrining.

Selain pemeriksaan, kegiatan tersebut diisi sharing session bersama dr. Wiwi, Sp.OG. Materi yang disampaikan membahas pencegahan, deteksi dini hingga penanganan kanker serviks.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengingatkan agar perempuan tidak mengabaikan kesehatan dirinya sendiri.

Ia mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam keluarga sehingga menjaga kesehatan pribadi juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Jangan merasa takut, malu, ataupun ragu untuk melakukan pemeriksaan. Skrining bukan berarti kita sedang sakit, tetapi merupakan langkah bijak untuk mengetahui kondisi kesehatan kita sedini mungkin,” katanya.

Suarni juga meminta kader PKK ikut mengambil peran dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, informasi tentang pentingnya skrining perlu terus disampaikan kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar agar semakin banyak perempuan memahami manfaat pemeriksaan dini.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah organisasi perempuan di Kabupaten Soppeng, yakni Dharma Wanita, Adhyaksa Darmakarini, Bhayangkari, Persit Chandra Kirana, Aisyah dan Wahdah Islamiyah.

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watansoppeng, Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Soppeng, tenaga kesehatan serta kader PKK.

Muhammad Evinuddin menyampaikan apresiasi terhadap dukungan TP PKK dan organisasi perempuan yang ikut menggerakkan program skrining tersebut.

Ia berharap layanan yang telah diluncurkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebatas kegiatan launching.

Dengan semakin mudahnya akses pemeriksaan, perempuan di Soppeng diharapkan berani mengambil langkah deteksi dini. Sebab, pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu tubuh memberikan tanda atau keluhan.

(Yund)

Dishub Soppeng Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Persoalan Lalu Lintas Dibahas Bersama


Soppeng, Sigapnews.com, Penanganan persoalan lalu lintas dan angkutan jalan di Kabupaten Soppeng tidak cukup hanya mengandalkan satu instansi. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

Hal itu menjadi salah satu fokus Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Kamis (8/10/2026).

Forum yang berlangsung di Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang/Jasa, Kantor Gabungan Dinas Soppeng, tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, kepolisian, Jasa Raharja dan stakeholder terkait untuk membahas kondisi serta penanganan lalu lintas di Kabupaten Soppeng.

Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kepala Dinas Perhubungan Soppeng Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp., Kasat Lantas Polres Soppeng, Kepala Cabang Jasa Raharja Watampone, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah.

Di antaranya Dinas PMPTSP, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.

Mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Lancar”, forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan transportasi dan lalu lintas yang berkembang di masyarakat.

Plt. Kepala Dishub Soppeng Muhammad Ihsan menegaskan, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan memiliki keterkaitan dengan banyak sektor.

“Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi, koordinasi dan komitmen bersama dari seluruh stakeholder agar berbagai persoalan lalu lintas dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Ihsan.

Sejumlah persoalan menjadi bahan pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus kendaraan, kondisi dan fasilitas jalan, pengaturan lalu lintas, angkutan jalan hingga kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat menghindari pola penanganan yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap instansi diharapkan mengambil peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dishub Soppeng juga menekankan agar keberadaan Forum LLAJ tidak sebatas menjadi agenda koordinasi tanpa tindak lanjut.

Hasil pembahasan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang kemudian diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama stakeholder juga dapat memetakan persoalan, mengevaluasi kondisi lalu lintas serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan transportasi yang dihadapi masyarakat.

Penguatan koordinasi lintas instansi diharapkan mampu mendorong sistem lalu lintas dan angkutan jalan di Soppeng yang lebih tertib, aman dan lancar, sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat saat menggunakan jalan.

(Yund)

Nonton Balap di Soppeng Bisa Dapat Umrah, Bhayangkara Cup III Siapkan Banyak Doorprize


Soppeng, Sigapnews.com, Ada alasan tambahan bagi masyarakat untuk datang langsung ke Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete. Selain menyaksikan aksi para rider di lintasan, penonton Bhayangkara Cup III Kejurprov Grasstrack & Motocross 2026 juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Salah satu hadiah yang paling mencuri perhatian adalah doorprize berupa kesempatan mendapatkan umrah.

Bhayangkara Cup III akan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kabupaten Soppeng.

Kejuaraan ini diprediksi berlangsung sengit karena akan mempertemukan pembalap dari berbagai daerah. Rider dari Pulau Jawa, Sumatra dan sejumlah wilayah di Sulawesi dijadwalkan ikut ambil bagian.

Namun, panitia memastikan kemeriahan tidak hanya terpusat di lintasan.

Berbagai doorprize telah disiapkan khusus bagi masyarakat yang hadir sebagai penonton. Selain hadiah utama berupa kesempatan mendapatkan umrah, tersedia pula sepeda listrik, uang tunai, perlengkapan rumah tangga dan puluhan hadiah lainnya.

Ketua Panitia Bhayangkara Cup III, Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., mengatakan pihaknya ingin menjadikan event tersebut sebagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat datang dan menikmati event ini. Bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga ikut merasakan kemeriahan yang kami siapkan, termasuk doorprize bagi penonton,” kata Iptu Firman, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung sukses dan meriah.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Sadri berharap Bhayangkara Cup III mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Soppeng.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet dan pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami juga mengajak masyarakat untuk datang memberikan dukungan,” ujarnya.

Kehadiran rider dari berbagai daerah membuat persaingan di lintasan diperkirakan semakin menarik. Para pembalap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menaklukkan setiap tantangan lintasan demi menjadi yang terbaik.

Di sisi lain, penonton juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III bukan hanya menjadi panggung bagi para pembalap, tetapi juga menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Soppeng dan sekitarnya.

Datang untuk menyaksikan balapan, siapa tahu pulang membawa keberuntungan.

📍 Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Soppeng
📅 31 Oktober–1 November 2026

Jangan lewatkan aksi para rider dan kesempatan mengikuti doorprize dengan hadiah menarik, termasuk kesempatan mendapatkan umrah.

(Yund)

Rabu, 07 Oktober 2026

Polres Soppeng Perkuat Pengamanan Bank, Pamobvit Turun Langsung Pantau Situasi


Soppeng, Sigapnews.com, Aktivitas perbankan menjadi perhatian Satuan Samapta Polres Soppeng dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Unit Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) turun langsung melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah kantor bank, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Tiga kantor perbankan menjadi sasaran patroli, masing-masing Bank Sulselbar Cabang Soppeng, BRI Cabang Soppeng dan BNI KCP Soppeng.

Patroli tersebut dilakukan personel Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Soppeng, yakni Aiptu Hermansyah, Bripka Erick K., Briptu Satya Aditya A.Y., serta Bripda Fikri.

Kehadiran personel di lokasi diarahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan. Petugas memantau lingkungan sekitar bank dan berkomunikasi dengan petugas keamanan.

Imbauan kewaspadaan juga disampaikan kepada petugas keamanan, karyawan dan masyarakat. Mereka diminta memperhatikan kondisi lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas atau situasi yang dianggap mencurigakan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan objek vital merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengamanan objek vital merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga aktivitas masyarakat, khususnya pada lokasi yang memiliki tingkat aktivitas pelayanan publik dan transaksi yang cukup tinggi,” kata AKBP Hari Budiyanto.

Ia meminta personel tidak hanya hadir secara formal, tetapi mampu melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan.

“Kami mengingatkan personel untuk melaksanakan pemantauan secara aktif, berkomunikasi dengan petugas keamanan dan segera merespons apabila menemukan hal-hal yang memerlukan perhatian,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, pengamanan harus tetap mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi kewaspadaan di lapangan.

“Pengamanan harus dilakukan secara profesional, proporsional dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Patroli Pamobvit tersebut berlangsung tertib. Dari hasil pemantauan, situasi di seluruh objek vital yang menjadi sasaran pengamanan terpantau aman dan kondusif.

(Yund)

Wakapolres Soppeng Cek Kesiapan Polsek Lalabata Jelang Audit Kinerja Itwasda


Soppeng, Sigapnews.com, Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., turun langsung ke Mapolsek Lalabata dalam rangka Pra Audit Kinerja Itwasda Tahap II Aspek Pelaksanaan dan Pendalaman Tahun Anggaran 2026, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.20 Wita tersebut berlangsung di Mapolsek Lalabata, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Kedatangan Wakapolres Soppeng bersama rombongan disambut Kapolsek Lalabata AKP Asep Sibli, Sm.Hk. Turut hadir Kasiwas Polres Soppeng Iptu Alimuddin, S.Sos., bersama para Kasubsi jajaran Siwas Polres Soppeng, para Kanit, serta personel Polsek Lalabata.

Pra audit ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, administrasi, serta program kerja kepolisian di tingkat satuan kewilayahan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres memberikan arahan kepada personel Polsek Lalabata agar lebih teliti dalam menjalankan tugas dan memastikan seluruh administrasi serta pelaksanaan kegiatan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penekanan juga diberikan terhadap pentingnya tertib administrasi dan kesiapan personel dalam menghadapi proses audit kinerja.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengawasan dan pra audit merupakan bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Pengawasan bukan semata-mata untuk menemukan kekurangan, tetapi menjadi sarana evaluasi agar setiap personel dan satuan kerja dapat memperbaiki pelaksanaan tugasnya. Setiap administrasi dan kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran agar terbuka terhadap hasil evaluasi dan menjadikannya sebagai bahan pembenahan.

“Saya berharap seluruh personel menyikapi kegiatan ini secara terbuka dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan ketelitian, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Pra Audit Kinerja Itwasda Tahap II di Mapolsek Lalabata tersebut berakhir sekitar pukul 11.50 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman serta tertib.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved