-->

Kamis, 08 Oktober 2026

Warga Binaan Rutan Watansoppeng Kini Bisa Tempuh Paket A, B dan C, Dr. Nur Alim Buka Program Pendidikan


Soppeng, Sigapnews.com, Warga binaan Rutan Kelas IIB Watansoppeng mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C yang diselenggarakan bersama PKBM Rumah Amma, Kamis (8/10/2026).

Program pendidikan nonformal yang disertai penguatan literasi tersebut resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.

Program ini ditujukan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Melalui kegiatan belajar tersebut, mereka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembukaan program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pembinaan warga binaan selama berada di Rutan.

Warga Binaan Diberi Kesempatan Melanjutkan Pendidikan

Pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM Rumah Amma mencakup Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Kegiatan belajar dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan didampingi tiga tutor. Selain materi pendidikan sesuai jenjang, warga binaan juga mendapatkan penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, dan berpikir kritis.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, kesempatan belajar harus tetap terbuka agar setiap orang dapat meningkatkan kualitas diri, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Rutan Watansoppeng dan PKBM Rumah Amma dalam menghadirkan layanan pendidikan langsung di lingkungan Rutan.

PKBM Rumah Amma Dorong Semangat Belajar

Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjangkau warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, tidak hanya untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga untuk memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan.

Menurutnya, latar belakang dan kondisi seseorang tidak seharusnya menghilangkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki masa depan.

Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan semakin percaya diri dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Menjadi Bekal Setelah Masa Pembinaan

Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pendidikan kesetaraan tersebut.

Ia menilai pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karena memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kemampuan diri.

Dedi berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan dimanfaatkan oleh warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola dan tutor PKBM Rumah Amma, serta warga binaan peserta program.

Kerja sama antara Rutan Watansoppeng, PKBM Rumah Amma, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng diharapkan memperluas akses pendidikan bagi warga binaan.

Dengan tersedianya pembelajaran Paket A, B dan C, warga binaan kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan keterampilan, dan menyiapkan langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

(Yund)

Soppeng Perkuat Deteksi Kanker Serviks, Layanan Pap Smear dan HPV DNA Resmi Diluncurkan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat upaya pencegahan kanker serviks dengan menghadirkan layanan pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA.

Layanan tersebut resmi diluncurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng melalui kegiatan skrining di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Soppeng, Kamis (8/10/2026).

Peluncuran ini sekaligus menjadi ajakan kepada perempuan di Soppeng agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan tidak menunda pemeriksaan hanya karena belum merasakan gejala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Muhammad Evinuddin, mengatakan deteksi dini memiliki peran penting dalam menghadapi kanker serviks.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai muncul keluhan sebelum melakukan pemeriksaan.

“Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau gejala. Lebih baik mengetahui lebih awal daripada terlambat mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Menurutnya, tersedianya layanan Pap Smear dan HPV DNA diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan deteksi dini.

Dinas Kesehatan menyiapkan empat tempat layanan Pap Smear di Labkesda Kabupaten Soppeng. Masyarakat juga dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, untuk mendapatkan informasi dan layanan skrining.

Selain pemeriksaan, kegiatan tersebut diisi sharing session bersama dr. Wiwi, Sp.OG. Materi yang disampaikan membahas pencegahan, deteksi dini hingga penanganan kanker serviks.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengingatkan agar perempuan tidak mengabaikan kesehatan dirinya sendiri.

Ia mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam keluarga sehingga menjaga kesehatan pribadi juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Jangan merasa takut, malu, ataupun ragu untuk melakukan pemeriksaan. Skrining bukan berarti kita sedang sakit, tetapi merupakan langkah bijak untuk mengetahui kondisi kesehatan kita sedini mungkin,” katanya.

Suarni juga meminta kader PKK ikut mengambil peran dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, informasi tentang pentingnya skrining perlu terus disampaikan kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar agar semakin banyak perempuan memahami manfaat pemeriksaan dini.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah organisasi perempuan di Kabupaten Soppeng, yakni Dharma Wanita, Adhyaksa Darmakarini, Bhayangkari, Persit Chandra Kirana, Aisyah dan Wahdah Islamiyah.

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watansoppeng, Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Soppeng, tenaga kesehatan serta kader PKK.

Muhammad Evinuddin menyampaikan apresiasi terhadap dukungan TP PKK dan organisasi perempuan yang ikut menggerakkan program skrining tersebut.

Ia berharap layanan yang telah diluncurkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebatas kegiatan launching.

Dengan semakin mudahnya akses pemeriksaan, perempuan di Soppeng diharapkan berani mengambil langkah deteksi dini. Sebab, pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu tubuh memberikan tanda atau keluhan.

(Yund)

Dishub Soppeng Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Persoalan Lalu Lintas Dibahas Bersama


Soppeng, Sigapnews.com, Penanganan persoalan lalu lintas dan angkutan jalan di Kabupaten Soppeng tidak cukup hanya mengandalkan satu instansi. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

Hal itu menjadi salah satu fokus Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Kamis (8/10/2026).

Forum yang berlangsung di Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang/Jasa, Kantor Gabungan Dinas Soppeng, tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, kepolisian, Jasa Raharja dan stakeholder terkait untuk membahas kondisi serta penanganan lalu lintas di Kabupaten Soppeng.

Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kepala Dinas Perhubungan Soppeng Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp., Kasat Lantas Polres Soppeng, Kepala Cabang Jasa Raharja Watampone, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah.

Di antaranya Dinas PMPTSP, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.

Mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Lancar”, forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan transportasi dan lalu lintas yang berkembang di masyarakat.

Plt. Kepala Dishub Soppeng Muhammad Ihsan menegaskan, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan memiliki keterkaitan dengan banyak sektor.

“Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi, koordinasi dan komitmen bersama dari seluruh stakeholder agar berbagai persoalan lalu lintas dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Ihsan.

Sejumlah persoalan menjadi bahan pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus kendaraan, kondisi dan fasilitas jalan, pengaturan lalu lintas, angkutan jalan hingga kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat menghindari pola penanganan yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap instansi diharapkan mengambil peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dishub Soppeng juga menekankan agar keberadaan Forum LLAJ tidak sebatas menjadi agenda koordinasi tanpa tindak lanjut.

Hasil pembahasan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang kemudian diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama stakeholder juga dapat memetakan persoalan, mengevaluasi kondisi lalu lintas serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan transportasi yang dihadapi masyarakat.

Penguatan koordinasi lintas instansi diharapkan mampu mendorong sistem lalu lintas dan angkutan jalan di Soppeng yang lebih tertib, aman dan lancar, sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat saat menggunakan jalan.

(Yund)

Nonton Balap di Soppeng Bisa Dapat Umrah, Bhayangkara Cup III Siapkan Banyak Doorprize


Soppeng, Sigapnews.com, Ada alasan tambahan bagi masyarakat untuk datang langsung ke Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete. Selain menyaksikan aksi para rider di lintasan, penonton Bhayangkara Cup III Kejurprov Grasstrack & Motocross 2026 juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Salah satu hadiah yang paling mencuri perhatian adalah doorprize berupa kesempatan mendapatkan umrah.

Bhayangkara Cup III akan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kabupaten Soppeng.

Kejuaraan ini diprediksi berlangsung sengit karena akan mempertemukan pembalap dari berbagai daerah. Rider dari Pulau Jawa, Sumatra dan sejumlah wilayah di Sulawesi dijadwalkan ikut ambil bagian.

Namun, panitia memastikan kemeriahan tidak hanya terpusat di lintasan.

Berbagai doorprize telah disiapkan khusus bagi masyarakat yang hadir sebagai penonton. Selain hadiah utama berupa kesempatan mendapatkan umrah, tersedia pula sepeda listrik, uang tunai, perlengkapan rumah tangga dan puluhan hadiah lainnya.

Ketua Panitia Bhayangkara Cup III, Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., mengatakan pihaknya ingin menjadikan event tersebut sebagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat datang dan menikmati event ini. Bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga ikut merasakan kemeriahan yang kami siapkan, termasuk doorprize bagi penonton,” kata Iptu Firman, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung sukses dan meriah.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Sadri berharap Bhayangkara Cup III mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Soppeng.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet dan pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami juga mengajak masyarakat untuk datang memberikan dukungan,” ujarnya.

Kehadiran rider dari berbagai daerah membuat persaingan di lintasan diperkirakan semakin menarik. Para pembalap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menaklukkan setiap tantangan lintasan demi menjadi yang terbaik.

Di sisi lain, penonton juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III bukan hanya menjadi panggung bagi para pembalap, tetapi juga menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Soppeng dan sekitarnya.

Datang untuk menyaksikan balapan, siapa tahu pulang membawa keberuntungan.

📍 Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Soppeng
📅 31 Oktober–1 November 2026

Jangan lewatkan aksi para rider dan kesempatan mengikuti doorprize dengan hadiah menarik, termasuk kesempatan mendapatkan umrah.

(Yund)

Rabu, 07 Oktober 2026

Polres Soppeng Perkuat Pengamanan Bank, Pamobvit Turun Langsung Pantau Situasi


Soppeng, Sigapnews.com, Aktivitas perbankan menjadi perhatian Satuan Samapta Polres Soppeng dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Unit Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) turun langsung melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah kantor bank, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Tiga kantor perbankan menjadi sasaran patroli, masing-masing Bank Sulselbar Cabang Soppeng, BRI Cabang Soppeng dan BNI KCP Soppeng.

Patroli tersebut dilakukan personel Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Soppeng, yakni Aiptu Hermansyah, Bripka Erick K., Briptu Satya Aditya A.Y., serta Bripda Fikri.

Kehadiran personel di lokasi diarahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan. Petugas memantau lingkungan sekitar bank dan berkomunikasi dengan petugas keamanan.

Imbauan kewaspadaan juga disampaikan kepada petugas keamanan, karyawan dan masyarakat. Mereka diminta memperhatikan kondisi lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas atau situasi yang dianggap mencurigakan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan objek vital merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengamanan objek vital merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga aktivitas masyarakat, khususnya pada lokasi yang memiliki tingkat aktivitas pelayanan publik dan transaksi yang cukup tinggi,” kata AKBP Hari Budiyanto.

Ia meminta personel tidak hanya hadir secara formal, tetapi mampu melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan.

“Kami mengingatkan personel untuk melaksanakan pemantauan secara aktif, berkomunikasi dengan petugas keamanan dan segera merespons apabila menemukan hal-hal yang memerlukan perhatian,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, pengamanan harus tetap mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi kewaspadaan di lapangan.

“Pengamanan harus dilakukan secara profesional, proporsional dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Patroli Pamobvit tersebut berlangsung tertib. Dari hasil pemantauan, situasi di seluruh objek vital yang menjadi sasaran pengamanan terpantau aman dan kondusif.

(Yund)

Wakapolres Soppeng Cek Kesiapan Polsek Lalabata Jelang Audit Kinerja Itwasda


Soppeng, Sigapnews.com, Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., turun langsung ke Mapolsek Lalabata dalam rangka Pra Audit Kinerja Itwasda Tahap II Aspek Pelaksanaan dan Pendalaman Tahun Anggaran 2026, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.20 Wita tersebut berlangsung di Mapolsek Lalabata, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Kedatangan Wakapolres Soppeng bersama rombongan disambut Kapolsek Lalabata AKP Asep Sibli, Sm.Hk. Turut hadir Kasiwas Polres Soppeng Iptu Alimuddin, S.Sos., bersama para Kasubsi jajaran Siwas Polres Soppeng, para Kanit, serta personel Polsek Lalabata.

Pra audit ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, administrasi, serta program kerja kepolisian di tingkat satuan kewilayahan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres memberikan arahan kepada personel Polsek Lalabata agar lebih teliti dalam menjalankan tugas dan memastikan seluruh administrasi serta pelaksanaan kegiatan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penekanan juga diberikan terhadap pentingnya tertib administrasi dan kesiapan personel dalam menghadapi proses audit kinerja.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengawasan dan pra audit merupakan bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Pengawasan bukan semata-mata untuk menemukan kekurangan, tetapi menjadi sarana evaluasi agar setiap personel dan satuan kerja dapat memperbaiki pelaksanaan tugasnya. Setiap administrasi dan kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran agar terbuka terhadap hasil evaluasi dan menjadikannya sebagai bahan pembenahan.

“Saya berharap seluruh personel menyikapi kegiatan ini secara terbuka dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan ketelitian, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Pra Audit Kinerja Itwasda Tahap II di Mapolsek Lalabata tersebut berakhir sekitar pukul 11.50 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman serta tertib.

(Yund)

Pocil Soppeng Terima Piagam dari Polda Sulsel, Kasat Lantas Dorong Siswa Terus Berprestasi


Soppeng, Sigapnews.com, Kerja keras dan partisipasi Polisi Cilik (Pocil) Polres Soppeng dalam ajang lomba tingkat Polda Sulawesi Selatan mendapat apresiasi.

Para siswa peserta Pocil menerima piagam penghargaan dari Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel. Penghargaan tersebut diserahkan Kasat Lantas Polres Soppeng IPTU Asdar, S.Sos., M.M., di halaman SDN 7 Salotungo, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Pemberian piagam itu menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan para pelajar yang telah membawa nama Polres Soppeng dalam lomba Polisi Cilik yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan keberadaan Pocil bukan sekadar kegiatan seremonial maupun perlombaan. Program tersebut dinilai menjadi wadah untuk membangun karakter anak sejak usia dini.

“Keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan Polisi Cilik bukan hanya tentang mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan,” kata Hari Budiyanto.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti pembinaan Pocil dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai pelajar yang disiplin dan mampu memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembiasaan tertib berlalu lintas juga penting dilakukan sejak anak-anak. Dengan memahami aturan sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai disiplin yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal bagi anak-anak dalam kehidupan mereka ke depan,” lanjutnya.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan jajaran personel Polres Soppeng yang telah berperan dalam memberikan pendampingan serta pembinaan kepada para peserta Pocil.


Kasat Lantas Polres Soppeng IPTU Asdar mengatakan penghargaan dari Polda Sulsel tersebut harus dimaknai sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kedisiplinan.

Menurut Asdar, menjadi anggota Pocil bukan hanya soal kemampuan mengikuti gerakan atau tampil dalam perlombaan. Lebih penting, para peserta harus mampu membawa nilai-nilai disiplin tersebut ke lingkungan sekolah.

“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus disiplin, bertanggung jawab dan menjadi pelajar yang mampu memberikan contoh positif kepada lingkungan sekitarnya,” ujar Asdar.

Ia berharap para peserta Pocil Soppeng dapat terus menjaga semangat, kedisiplinan dan sikap positif yang telah dibangun selama mengikuti program tersebut.

Penyerahan piagam berlangsung aman, tertib dan kondusif.

(Yund)

Senin, 05 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Kawal Dukungan Gizi untuk Soppeng, Bantuan Susu Disiapkan Tepat Sasaran


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE., menegaskan perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan kehadirannya dalam pelepasan distribusi bantuan produk susu untuk masyarakat di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pelepasan bantuan berlangsung di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (5/10/2026).

Suwardi hadir bersama Kepala DP3APPKB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, sementara Menteri PPPA RI Arifah Fauzi mengikuti secara daring.

Bantuan merupakan hasil sinergi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, PT Nestlé Indonesia, Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten/kota serta Muslimat NU Sulsel.

Untuk Sulsel, sebanyak 5.000 boks atau 177.500 pcs produk susu dialokasikan untuk didistribusikan kepada masyarakat di 24 kabupaten/kota.

Distribusi tidak dilakukan secara umum. Pemerintah menggunakan data penerima yang telah didata dan diverifikasi berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah.

Bagi Soppeng, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam sasaran program.

Bupati Suwardi Haseng memastikan penyaluran di wilayahnya akan dikoordinasikan secara berjenjang. Pemerintah daerah akan melibatkan perangkat terkait hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan untuk memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang telah ditetapkan.

Ketepatan sasaran menjadi perhatian penting karena bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Yang mendapatkan bantuan ini by name by address,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, bantuan yang terlihat sederhana bagi sebagian masyarakat dapat memiliki arti besar bagi keluarga yang membutuhkan, khususnya mereka yang tinggal di desa dan wilayah perkampungan.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi meminta pemerintah daerah tidak hanya berkonsentrasi pada distribusi. Edukasi kepada keluarga serta pemantauan terhadap anak penerima juga perlu dilakukan.

“Pemenuhan hak anak ini tidak mungkin dilakukan hanya pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, keluarga, posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Soppeng akan mengawal proses distribusi sekaligus memperhatikan pendampingan dan pemantauan terhadap penerima.

Suwardi berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga sasaran dan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas gizi serta tumbuh kembang anak di Kabupaten Soppeng.

(Red)

HUT TNI ke-81, Kapolsek Liliriaja Bawa Kue ke Koramil, Sinergi TNI-Polri Makin Solid


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum mempererat kebersamaan dan soliditas TNI-Polri di wilayah Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, S.Sos., bersama personel Polsek Liliriaja mendatangi Mako Koramil 1423-04/Liliriaja di Kelurahan Appanang, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memberikan ucapan selamat secara langsung kepada jajaran TNI dalam momentum Dirgahayu TNI ke-81.

Rombongan Polsek Liliriaja disambut Danramil 1423-04/Liliriaja Kapten Inf. Aries Hasan bersama personel Koramil. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Liliriaja menyerahkan kue ucapan Dirgahayu TNI ke-81 kepada Danramil secara simbolis.

Penyerahan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus cerminan kuatnya hubungan dan sinergitas antara TNI dan Polri, khususnya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Liliriaja.

Kapolsek bersama Danramil dan jajaran juga terus mendorong terjalinnya komunikasi serta koordinasi yang baik di tingkat kewilayahan. Soliditas kedua institusi dinilai penting untuk memastikan setiap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dihadapi secara bersama.

“Sinergitas TNI-Polri bukan hanya pada momentum tertentu, tetapi harus terus dijaga dan diperkuat demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” menjadi semangat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kunjungan berlangsung aman, tertib, khidmat dan lancar.

Momentum HUT ke-81 TNI pun menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI dan Polri di tingkat kewilayahan akan semakin kokoh ketika dibangun melalui komunikasi, kebersamaan dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

(Yund)

Minggu, 04 Oktober 2026

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, TKN Lamung Patue Ajak Anak Kenali Proses Produksi Air Wetzo


Soppeng, Sigapnews.com, Kegiatan belajar di TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng berlangsung dengan cara yang berbeda, Senin (5/10/2026). Para peserta didik diajak keluar dari ruang kelas untuk mengenal lebih dekat proses pengolahan air minum di CV. Aresota Jaya, Jalan Daeng Bora Kelu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Outing Class dengan tema pembelajaran “Air”. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi melihat langsung bagaimana air diolah hingga menjadi air minum dalam kemasan gelas Wetzo.

Sejak tiba di lokasi, suasana penuh keceriaan terlihat dari wajah para peserta didik. Rasa penasaran semakin bertambah ketika mereka diperlihatkan berbagai tahapan produksi yang berlangsung di CV. Aresota Jaya.

Pimpinan CV. Aresota Jaya, Hj. Hernawati, menyambut langsung rombongan TKN Lamung Patue. Anak-anak bersama para guru kemudian mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi air gelas Wetzo.

Mereka menyaksikan proses penyaringan dan pengolahan air, pengisian air ke dalam gelas, penutupan serta pengepresan gelas, hingga proses pengemasan ke dalam dos.

Anak-anak tampak serius memperhatikan mesin yang bekerja. Sesekali rasa ingin tahu mereka muncul melalui pertanyaan sederhana yang membuat kegiatan berlangsung semakin interaktif.

Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata

Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd, mengatakan Outing Class merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada peserta didik.

“Anak-anak sangat senang karena mereka bisa melihat langsung proses pembuatan air gelas Wetzo. Selama ini mereka hanya mengenal air melalui pembelajaran di kelas. Hari ini mereka bisa melihat bagaimana air disaring, diproses, dimasukkan ke gelas, ditutup, dipres, hingga dikemas,” ungkap Jumrah.

Menurutnya, pengalaman langsung akan membantu anak lebih mudah memahami materi karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat prosesnya.

Jumrah berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak sekaligus membangun keberanian untuk bertanya dan mengamati lingkungan di sekitarnya.

Air Tak Sekadar untuk Diminum

Guru TKN Lamung Patue, Hj. Amriani, S.Pd, menilai kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasi tentang pentingnya air bagi kehidupan.

“Anak-anak dapat memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan. Manusia membutuhkan air, begitu juga hewan dan tumbuhan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut anak-anak juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan air, tidak menggunakannya secara berlebihan serta bersyukur atas sumber daya yang diberikan Tuhan.

Menurut Amriani, pembelajaran melalui pengalaman langsung akan meninggalkan kesan lebih kuat bagi anak.

“Anak-anak melihat, mendengar, mengamati dan bertanya secara langsung. Itu menjadi pengalaman yang tentu berbeda dibandingkan hanya belajar melalui gambar atau cerita,” katanya.

Raja: Ternyata Air yang Diminum Ada Prosesnya

Salah seorang peserta didik, Raja, tampak menikmati kegiatan tersebut. Ia mengaku senang bisa melihat tempat pembuatan air Wetzo secara langsung.

“Saya senang datang ke pabrik Wetzo. Saya bisa melihat bagaimana air dibuat, dimasukkan ke gelas, ditutup, lalu dimasukkan ke dalam dos. Saya juga senang bisa minum air Wetzo langsung di tempat pembuatannya,” ujar Raja.

Keceriaan anak-anak semakin terasa ketika mereka melihat produk yang telah selesai dikemas dan siap dibawa menggunakan kendaraan untuk didistribusikan.

Bagi mereka, pengalaman tersebut menjadi pengetahuan baru bahwa air minum yang biasa dikonsumsi sehari-hari tidak langsung berada dalam kemasan, melainkan melalui sejumlah tahapan sebelum siap digunakan.

Belajar, Mengamati dan Bersama-sama

Outing Class ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kemampuan peserta didik. Anak-anak belajar berkomunikasi ketika bertanya dan menjawab, melatih kemampuan berpikir melalui pengamatan, sekaligus belajar mengikuti aturan ketika berada di lingkungan produksi.

Kegiatan bersama teman dan guru juga memperkuat kemampuan sosial dan emosional mereka.

Dengan pendekatan pembelajaran seperti ini, materi tentang air tidak lagi sekadar menjadi tema di dalam kelas. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana air diproses dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng ke CV. Aresota Jaya akhirnya menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan.

Bukan sekadar berkunjung, anak-anak belajar bahwa dari setiap gelas air yang mereka minum, ada proses, pengetahuan dan orang-orang yang bekerja di baliknya.

(Red)

Tiga Ekskavator PETI Dibakar, Aktivis Madina Pertanyakan Kinerja Satgas


Panyabungan, Sigapnews.com, Pembakaran tiga unit ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memunculkan pertanyaan serius dari kalangan aktivis.

Bagi sejumlah pegiat lingkungan dan pemuda, insiden tersebut bukan sekadar persoalan pembakaran alat berat. Peristiwa itu dinilai mencerminkan tingginya keresahan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penanganan PETI di wilayah Madina.

Ketua AMPEL Kabupaten Madina, Dahler Lubis, S.Pd., mengatakan keresahan warga terhadap aktivitas PETI telah berlangsung cukup lama.

Ia menyebut keberadaan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan di tengah masyarakat.

“Ini merupakan akumulasi kemarahan masyarakat akibat persoalan PETI yang dinilai belum tertangani secara efektif,” kata Dahler di Panyabungan, Minggu (5/10/2026).

Menurut Dahler, aktivitas PETI yang menggunakan alat berat dan diduga berlangsung di kawasan Mandailing Julu harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Terlebih, lokasi aktivitas tersebut disebut berada tidak jauh dari Masjid Al-Muhtadin Jambur Tarutung.

Warga, kata dia, memiliki kekhawatiran terhadap dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan dan bangunan masjid.

Pembakaran Jadi Alarm bagi Satgas PETI

Dahler menilai pembakaran tiga ekskavator harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan unsur Forkopimda yang terlibat dalam Satgas PETI.

“Insiden ini merupakan tamparan keras bagi Satgas PETI. Masyarakat melihat adanya jarak antara operasi penertiban dengan kondisi aktivitas PETI di lapangan,” ujarnya.

Ia mempertanyakan mengapa aktivitas PETI masih dapat ditemukan di lapangan meskipun operasi penertiban telah dilakukan.

Dahler juga meminta agar evaluasi tidak berhenti pada kegiatan razia atau penertiban sesaat.

Menurutnya, aparat perlu mengungkap mata rantai aktivitas PETI secara menyeluruh, mulai dari pemilik alat berat, pengendali kegiatan hingga sumber pembiayaannya apabila ditemukan bukti keterlibatan.

“Satgas diperkuat berbagai unsur, tetapi masyarakat masih melihat aktivitas PETI berlangsung. Ini harus dievaluasi secara terbuka,” katanya.

Polisi Diminta Buka Kepemilikan Ekskavator

Desakan pengusutan juga datang dari Sekretaris Forum KLIK SK (Kajian Lingkungan dan Studi Kerakyatan), Arif Azka Batubara.

Ia meminta kepolisian tidak hanya menangani peristiwa pembakaran, tetapi juga menelusuri asal-usul dan kepemilikan tiga ekskavator yang berada di lokasi.

“Kapolres jangan main-main. Segera selidiki dan proses hukum pemilik alat berat serta pihak yang terbukti membiayai kegiatan PETI di Kotanopan,” tegas Arif.

Menurutnya, informasi mengenai pemilik alat berat penting untuk mengungkap lebih jauh dugaan jaringan PETI di kawasan tersebut.

Namun, ia menegaskan seluruh pihak yang disebut dalam penyelidikan tetap harus diproses berdasarkan bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.

Aktivitas Reklamasi Eks Lokasi PETI Dipertanyakan

Sorotan lain disampaikan Ketua SIPLAH (Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup), Ahmad Rifai Nasution.

Ia menyoroti aktivitas reklamasi di lahan yang disebut sebagai eks lokasi PETI di wilayah Kotanopan.

Lokasi tersebut sebelumnya disebut berkaitan dengan pelaksanaan turnamen Maraginda Hakim Nasution Cup I.

Ahmad meminta pemerintah daerah dan aparat terkait memastikan legalitas kegiatan tersebut, termasuk dokumen dan dasar hukum reklamasi.

Ia juga menyinggung dugaan keterlibatan Kepala Desa Singengu berinisial GD.

Namun, Ahmad mengingatkan bahwa dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan dokumen resmi.

“Kalau memang ada aktivitas reklamasi tanpa dasar hukum dan dokumen yang sah, harus ada pemeriksaan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah tidak membiarkan munculnya pertanyaan baru di tengah persoalan PETI yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.

Jika Daerah Tak Jelas, Laporan Dibawa ke Pusat

Para aktivis menyatakan sedang menyiapkan data dan dokumen untuk dibawa ke institusi penegak hukum tingkat pusat.

Laporan tersebut, menurut mereka, akan diarahkan untuk meminta kejelasan mengenai dugaan aktivitas PETI, kepemilikan alat berat, sumber pembiayaan, serta persoalan lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

“Jika persoalan ini tidak mendapatkan kejelasan di tingkat daerah, kami akan membawa laporan dan data yang kami miliki ke tingkat pusat. Semua harus diuji berdasarkan bukti dan proses hukum,” kata Ahmad.

Para aktivis berharap peristiwa pembakaran tiga ekskavator tidak berhenti sebagai kasus kerusakan atau pembakaran alat berat semata.

Mereka meminta aparat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pintu masuk untuk mengungkap secara menyeluruh siapa saja yang berada di balik aktivitas PETI, sepanjang dapat dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terkait perkembangan penyelidikan, status tiga ekskavator yang dibakar, serta identitas pemilik alat berat tersebut.

(Magrifatulloh)

Bupati Suwardi Haseng Pimpin HKTI Soppeng, Perkuat Organisasi Petani di 24 Kabupaten/Kota Sulsel


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., mendapat amanah baru di luar pemerintahan. Ia resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Soppeng periode 2026–2031.

Pengukuhan Suwardi bersama jajaran pengurus DPC HKTI Soppeng berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulawesi Selatan.

Dalam kepengurusan tersebut, Suwardi didampingi Musdar Asman, S.Pd., M.Si., sebagai sekretaris dan Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., sebagai bendahara. Sementara posisi wakil ketua dipercayakan kepada H. Asis Dahlan dan HAM Zulkarnain.

Pengukuhan seluruh pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan dilakukan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Momentum tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan HKTI di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Di tingkat provinsi, Musda menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Burhanuddin Andi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel. Burhanuddin terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Menariknya, sejumlah kepala daerah juga dipercaya memimpin DPC HKTI di wilayah masing-masing. Di antaranya Darmawangsyah Muin di Gowa, Paris Yasir di Jeneponto, Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman di Bone, Andi Rosman di Wajo, Chaidir Syam di Maros, Sofyan Syam di Pangkep, Andi Ina Kartika Sari di Barru, Azizah Irma Wahyudianti Irwan di Pinrang dan Syaharuddin Alrif di Sidrap.

Sementara sejumlah DPC lainnya dipercayakan kepada tokoh daerah, seperti Andi Suharmika Hasir di Makassar, Mohammad Firdaus Dg Manye di Takalar, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin di Bantaeng, Muhammad Natsir Ali di Kepulauan Selayar, Achmad Fauzan Guntur di Sinjai hingga Irwan Bachri Syam di Luwu Timur.

Struktur baru HKTI Sulsel selanjutnya berada dalam koordinasi DPN HKTI yang diisi sejumlah tokoh nasional. Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjabat Ketua Dewan Penasihat.

Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko menempati posisi Ketua Dewan Kehormatan, dengan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan.

Di jajaran eksekutif, Sudaryono dipercaya sebagai Ketua Umum DPN HKTI dan Abdul Kadir Karding sebagai Sekretaris Jenderal.

Kegiatan di Makassar tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda serta Ketua DPN Pengusaha Tani Yasir Machmud.

Bagi Soppeng, masuknya Suwardi Haseng sebagai Ketua DPC HKTI bukan sekadar tambahan jabatan organisasi. Posisi tersebut menempatkan kepala daerah secara langsung dalam wadah yang memiliki perhatian terhadap kepentingan petani dan penguatan sektor pertanian.

Dengan terbentuknya DPD dan 24 DPC, HKTI Sulsel kini memiliki struktur organisasi lengkap di seluruh kabupaten/kota. Di Soppeng, organisasi tersebut akan berada di bawah kepemimpinan Suwardi Haseng untuk periode lima tahun ke depan.

(Yund)

Sabtu, 03 Oktober 2026

Bukan di Panggung, Bupati Suwardi Memilih Duduk Bersama Warga di Meja Domino di Desa Ganra


Soppeng, Sigapnews.com, Ada pemandangan berbeda dalam Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah yang datang membuka atau menyaksikan pertandingan. Ia memilih berada di tengah masyarakat, menikmati suasana turnamen dan berbaur dengan warga tanpa jarak.

Di arena yang dipenuhi peserta dan penonton, suasana berlangsung cair. Sapaan, obrolan dan canda mewarnai pertandingan yang mempertemukan 192 pasangan peserta tersebut.

Tak terlihat batas antara pejabat dan masyarakat. Suwardi hadir dalam suasana yang sederhana, menyatu dengan warga yang sedang menikmati salah satu permainan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Soppeng.

Turnamen domino pun seolah berubah menjadi ruang silaturahmi. Meja-meja pertandingan menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan, mulai dari warga biasa, pemuda, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintahan.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal tidak hanya ditujukan untuk mencari juara.

Menurutnya, turnamen menjadi momentum memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” katanya.

Andi Wahyu juga menyambut baik kehadiran Bupati Soppeng yang dinilainya menunjukkan kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Bagi warga Ganra, momen tersebut memberi warna tersendiri bagi pelaksanaan PORDI Ganra Cup I. Kompetisi memang tetap menjadi tujuan, tetapi suasana kekeluargaan justru menjadi bagian yang paling terasa.

Di tengah persaingan meraih kemenangan, masyarakat tetap dipertemukan dalam satu ruang yang sama.

Meja domino menjadi simbol sederhana bahwa jabatan bisa ditanggalkan sejenak, sementara kebersamaan tetap menjadi milik semua orang.

(Red)

Jumat, 02 Oktober 2026

Supriansa Jelaskan Mekanisme Perpanjangan DPD II Golkar Jelang Musda


Makassar, Sigapnews.com,– Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Supriansa, buka suara terkait mekanisme perpanjangan masa kepengurusan DPD II Partai Golkar di sejumlah kabupaten/kota menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).

Supriansa menegaskan, perpanjangan tersebut memiliki dasar dalam aturan internal partai. Kebijakan itu ditempuh untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan meski masa jabatan sejumlah kepengurusan DPD II telah berakhir.

Menurut Supriansa, ketentuan tersebut mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP Partai Golkar Nomor JUKLAK-2/DPP/GOLKAR/I/2020 tentang Musyawarah dan Rapat-Rapat Partai Golkar.

Selain itu, mekanisme tersebut juga merujuk pada Pasal 25 ayat (4) Anggaran Dasar Partai Golkar yang mengatur masa jabatan definitif pengurus DPD tingkat kabupaten/kota selama lima tahun sejak ditetapkan dalam Musda.

“Jika masa jabatan lima tahun tersebut berakhir namun Musda belum dapat dilaksanakan, misalnya karena agenda politik nasional atau sedang dalam penataan organisasi, maka untuk menjaga kesinambungan organisasi, kepengurusan daerah yang telah habis masa baktinya diperpanjang secara otomatis hingga pelaksanaan Musda ditetapkan, kecuali jika DPP mengambil keputusan lain,” ujar Supriansa saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Ia menjelaskan, perpanjangan tersebut berbeda dengan kondisi ketika terjadi pengunduran diri pengurus sebelum masa jabatan berakhir.

Jika pengurus DPD II mengundurkan diri karena alasan tertentu, DPD I Partai Golkar Sulsel akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) setelah melakukan koordinasi dengan DPP Partai Golkar.

“Lain halnya jika ada DPD II yang mengundurkan diri karena alasan tertentu, maka DPD Provinsi akan menunjuk Plt setelah berkoordinasi dengan DPP,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI tersebut menegaskan, mekanisme perpanjangan kepengurusan itu bukan kebijakan yang hanya berlaku di Sulawesi Selatan. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari tata kelola organisasi Partai Golkar secara nasional.

Supriansa meminta seluruh pengurus dan kader DPD II Golkar di Sulsel tetap fokus menjalankan program kerja serta menjaga konsolidasi menjelang Musda.

“Perpanjangan ini memberikan kepastian hukum dan tata kelola agar seluruh pengurus di daerah tetap bekerja maksimal. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kekompakan, mesin partai terus bergerak, dan konsolidasi organisasi menyambut Musda nanti berjalan mulus serta kondusif,” pungkasnya.

(Yund)

Batik Lontara Warnai Pelayanan, BRI Soppeng Rayakan Hari Batik Nasional



Soppeng, Sigapnews.com, Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi insan BRI Soppeng untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya Nusantara. Jumat (2/10/2026), para pegawai Kantor Cabang BRI Soppeng kompak mengenakan busana batik saat menjalankan aktivitas pelayanan kepada nasabah.

Tidak sekadar mengenakan batik, para pekerja BRI Soppeng turut menampilkan keberagaman motif dari berbagai daerah. Batik khas Jawa berpadu dengan batik Sulawesi Selatan bernuansa Lontara, menciptakan suasana pelayanan yang berbeda dari biasanya.

Pemandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat hadir di tengah aktivitas pelayanan perbankan. Motif Lontara yang identik dengan kekayaan budaya Sulawesi Selatan menjadi salah satu sentuhan yang menarik perhatian dalam peringatan Hari Batik Nasional di BRI Soppeng.

Pemimpin Cabang BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, mengatakan penggunaan batik merupakan bentuk apresiasi terhadap karya dan budaya bangsa.

“Melalui penggunaan batik dengan beragam tema budaya, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kekayaan Indonesia,” ujar Habibi.

Ia menyebut setiap daerah memiliki karakter dan cerita tersendiri yang tercermin melalui motif batiknya. Karena itu, penggunaan batik di lingkungan kerja diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi turut menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Habibi juga menilai penggunaan batik dapat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan industri kreatif, termasuk para perajin dan pelaku usaha batik di berbagai daerah.

“Mengenakan batik bukan hanya tentang pakaian, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai budaya dan karya bangsa sendiri,” katanya.

Menurutnya, semangat mencintai dan melestarikan batik perlu terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja dan pelayanan publik.

Peringatan Hari Batik Nasional di BRI Soppeng akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenakan pakaian bermotif khas Nusantara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan budaya lokal, kebanggaan nasional dan semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan balutan batik, para insan BRI Soppeng tetap menjalankan aktivitas pelayanan seperti biasa sembari membawa pesan sederhana: mencintai budaya Indonesia dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.

(Red)

Kasi Intel Kejari Soppeng Beri Penerangan Hukum, Pejabat hingga Kades Diingatkan Soal Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng, Nazamuddin, SH, MH, memberikan penerangan hukum kepada jajaran pemerintahan Kabupaten Soppeng, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Gabungan Dinas Kantor Bupati Soppeng tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

Penerangan hukum itu diikuti pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, lurah hingga kepala desa se-Kabupaten Soppeng.

Dalam pemaparannya, Nazamuddin mengingatkan aparatur pemerintahan agar memahami batas kewenangan serta ketentuan hukum dalam menjalankan tugas, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.

Sejumlah potensi pelanggaran yang menjadi perhatian di antaranya suap, gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, manipulasi administrasi hingga penggelembungan anggaran atau mark-up.

Nazamuddin menegaskan, penerangan hukum merupakan bagian dari fungsi Intelijen Kejaksaan dalam melakukan langkah preventif. Namun, apabila upaya pencegahan tidak diindahkan, Kejari Soppeng dapat mengambil langkah penindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Jika upaya-upaya preventif ini tidak berhasil, maka akan dilakukan langkah lebih lanjut berupa tindakan represif atau penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Nazamuddin.

Mewakili Bupati Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemahaman hukum menjadi hal penting bagi aparatur agar pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan transparan, akuntabel dan taat aturan.

Pemkab Soppeng berharap sinergi bersama Kejari Soppeng terus diperkuat guna mencegah munculnya persoalan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui tagline “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, Kejari Soppeng mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk menjadikan kepatuhan terhadap hukum sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas dan kewenangan.

(Yund)

Kamis, 01 Oktober 2026

Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Siswa SDN 3 Lemba Diuji Ingatan Sejarah


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SDN 3 Lemba, Kabupaten Soppeng, Kamis (1/10/2026), diwarnai kegiatan literasi sejarah yang melibatkan seluruh siswa.

Setelah mengikuti upacara, siswa diberikan tugas sesuai jenjang kelas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk menguji sejauh mana siswa mampu mengingat dan memahami materi yang berkaitan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Siswa kelas 1, 2 dan 3 mendapat tugas menyebutkan dua nama Pahlawan Revolusi Republik Indonesia. Sementara siswa kelas 4, 5 dan 6 diminta menuliskan tiga isi amanah yang disampaikan dalam upacara.

Guru SDN 3 Lemba, Sumarni, mengatakan pemberian tugas disesuaikan dengan kemampuan siswa pada masing-masing jenjang.

“Untuk kelas rendah, mereka mengenal sejarah melalui nama-nama Pahlawan Revolusi. Sedangkan kelas tinggi kami arahkan untuk menyimak amanah upacara dan menuliskan kembali apa yang mereka pahami,” kata Sumarni.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembiasaan literasi di sekolah. Siswa dilatih tidak hanya mendengar atau mengikuti kegiatan, tetapi juga mengingat informasi dan menyampaikannya kembali.

Melalui kegiatan itu, siswa diharapkan semakin mengenal tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam sejarah bangsa serta memahami pentingnya menghargai jasa para pahlawan.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga dimanfaatkan SDN 3 Lemba untuk menghadirkan pembelajaran yang sederhana namun memiliki nilai sejarah. Dari tugas menyebutkan nama pahlawan hingga menuliskan pesan upacara, siswa diajak mengenal kembali sejarah Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekolah dalam menanamkan nilai kebangsaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan sejak dini.

(Yund)

Rabu, 30 September 2026

Bukan Sekadar Upacara, Polres Soppeng Jadikan Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perkuat Pengabdian


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi jajaran Polres Soppeng untuk kembali meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Upacara peringatan digelar di halaman Mapolres Soppeng, Kamis (1/10/2026), dipimpin Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos. Seluruh personel yang hadir mengikuti rangkaian upacara dengan tertib.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menekankan bahwa makna Hari Kesaktian Pancasila harus tercermin dalam pelaksanaan tugas setiap anggota Polri.

Ia mengatakan, Pancasila memiliki peran penting sebagai nilai pemersatu di tengah keberagaman masyarakat. Karena itu, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap profesional, bertanggung jawab dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Pancasila merupakan nilai yang menyatukan kita dalam keberagaman. Karena itu, semangat tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar Hari Budiyanto.

Selain menjalankan tugas secara profesional, Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga soliditas antaranggota. Kekompakan internal dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal.

Di tengah masyarakat, personel juga diharapkan mampu membangun komunikasi dan hubungan yang baik. Kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pelayanan, perlindungan dan pengayoman.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Jajaran Polres Soppeng menjadikannya sebagai pengingat untuk terus membawa semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap pelaksanaan tugas.

(Yund)

Pilketos Serentak di Soppeng, Wabup Selle: Belajar Demokrasi Sejak di Bangku Sekolah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan menjadi momentum pendidikan demokrasi bagi para pelajar. Di Soppeng, kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle, di SMAN 1 Soppeng, Rabu (30/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Selle memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pilketos serentak yang dinilainya mampu memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada siswa.

Ia meminta para pelajar memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang belajar, bukan sekadar ajang memilih siapa yang akan memimpin OSIS.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” kata Selle.

Menurutnya, suasana pemilihan harus dibangun secara positif. Para siswa diminta mengikuti seluruh proses dengan penuh antusias, tetapi tetap menjaga ketertiban dan rasa saling menghargai.

Selle menyebut Pilketos sebagai gambaran sederhana dari proses demokrasi yang lebih luas.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menimbulkan perpecahan di antara siswa. Siapa pun kandidat yang dipilih, seluruh peserta didik diharapkan tetap menjaga kebersamaan setelah proses pemungutan suara selesai.

Menurutnya, kedewasaan dalam berdemokrasi justru terlihat ketika seseorang mampu menghormati pilihan orang lain dan menerima hasil pemilihan secara sportif.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami tahapan pemilihan, tata tertib, hak dan kewajiban pemilih, serta pentingnya menjaga integritas selama proses berlangsung.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, pembukaan Pilketos turut dihadiri sejumlah unsur terkait, mulai dari Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping hingga undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi di sekolah membutuhkan dukungan bersama. Pelajar diberikan kesempatan untuk memahami bahwa sebuah proses pemilihan tidak hanya berbicara tentang memenangkan kandidat, tetapi juga menyangkut aturan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap pilihan.

Wabup Selle berharap Pilketos serentak mampu melahirkan lebih dari sekadar pengurus OSIS baru. Ia ingin proses tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang mampu berdemokrasi secara santun, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi bagaimana prosesnya dapat menjadi pembelajaran bagi anak-anak kita,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

(Yund)

Senin, 28 September 2026

Polres Soppeng Dorong Personel Gunakan Identitas Kependudukan Digital


Soppeng, Sigapnews.com, Polres Soppeng mendorong personelnya memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital melalui pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Pendaftaran dan aktivasi IKD bagi personel Polres Soppeng tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Selasa (29/9/2026).

Pelayanan ini tidak hanya menjadi bagian dari penertiban administrasi kependudukan personel, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan IKD sebagai identitas kependudukan yang dapat diakses melalui telepon seluler.

IKD memungkinkan masyarakat mengakses identitas dan sejumlah dokumen kependudukan secara digital. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam mengakses dokumen kependudukan tanpa harus selalu membawa dokumen fisik.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pemanfaatan IKD sejalan dengan perkembangan pelayanan publik yang semakin mengandalkan teknologi digital.

“Ini merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi personel dalam mengakses identitas kependudukan secara digital. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan,” ujar Kapolres.

Selama kegiatan berlangsung, petugas Dukcapil Kabupaten Soppeng memberikan pelayanan langsung kepada personel, mulai dari proses pendaftaran hingga aktivasi IKD.

Hari Budiyanto juga mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan tersebut di lingkungan Polres Soppeng.

“Kami mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah memberikan pelayanan langsung kepada personel. Sinergi seperti ini tentunya membantu dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan mudah diakses,” pungkasnya.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved