-->

Selasa, 08 September 2026

Gerak Cepat Polisi bersama Tim Gabungan Tangani Karhutla, Titik Api Kembali Muncul


Soppeng, Sigapnews.com, Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polres Soppeng dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali muncul di wilayah Kabupaten Soppeng, Rabu (9/9/2026).

Begitu kembali ditemukan titik api di lokasi yang sebelumnya terbakar, personel Polres Soppeng bersama tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan. Langkah cepat tersebut dilakukan guna mencegah api kembali membesar dan meluas ke kawasan sekitar.

Karhutla kali ini merupakan lanjutan dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Meskipun upaya pemadaman telah dilakukan, kondisi di lapangan masih menyisakan sejumlah titik api sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

Tim gabungan dipimpin Kepala Dinas Kehutanan. Personel kepolisian turut berada di lapangan melakukan pemadaman, penyisiran serta pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali berkembang.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kepolisian akan terus bergerak cepat setiap kali ditemukan adanya titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.

“Setiap munculnya titik api harus segera ditangani. Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, penanganan Karhutla tidak hanya berhenti pada proses pemadaman, tetapi juga membutuhkan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan api benar-benar padam.

Kapolres turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika melihat titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Gerak cepat personel Polres Soppeng bersama tim gabungan diharapkan mampu mengendalikan titik api dan mencegah Karhutla kembali meluas ke kawasan lainnya.

(Yund)

Polres Soppeng Gelar Patroli Gabungan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif


Soppeng, Sigapnews.com,  Polres Soppeng melaksanakan patroli gabungan piket fungsi dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Soppeng.

Patroli dilaksanakan pada Selasa malam (8/9/2026), mulai pukul 20.20 WITA hingga 23.10 WITA, dengan menyasar sejumlah lokasi aktivitas masyarakat di Kecamatan Lalabata.

Kegiatan dipimpin Pamapta 1 SPKT Polres Soppeng, Aiptu Fitra Jaya Rubba, bersama personel piket fungsi.

Dalam pelaksanaannya, personel mendatangi sejumlah lokasi, di antaranya Cafe Stuju dan Cafe Kuyolo di Jalan Kesatria, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata.

Petugas melakukan pemantauan situasi serta menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas.

Patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat pada malam hari berlangsung tertib dan aman.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, patroli akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas Kamtibmas.

“Polres Soppeng akan terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujar Kapolres.

Selain patroli, personel juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan, informasi maupun meminta bantuan kepolisian.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi yang disambangi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Polres Soppeng memastikan kegiatan patroli preventif akan terus diintensifkan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

(Yund)

Wakapolres dan Kabag Sumda Pimpin Penghormatan Terakhir Aipda Ashar Ladai


Soppeng, Sigapnews.com, Kepergian Aipda Ashar Ladai, Bintara Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng, diiringi penghormatan terakhir dari keluarga besar Polri melalui upacara pemberangkatan dan pemakaman secara kedinasan, Selasa (8/9/2026).

Almarhum dimakamkan di Pekuburan Keluarga Batumemmanae, Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh suasana duka.

Dalam prosesi tersebut, Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., bertindak sebagai pimpinan upacara pemberangkatan jenazah. Sementara upacara pemakaman dipimpin Kabag Sumda Polres Soppeng Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H.

Upacara pemberangkatan dimulai sekitar pukul 14.30 WITA. Wakapolres memimpin langsung rangkaian penghormatan sebagai bentuk penghargaan institusi terhadap jasa dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Setelah jenazah tiba di lokasi pemakaman, prosesi dilanjutkan dengan upacara pemakaman yang dipimpin Kompol Sulaeman Abu. Sejumlah personel Polres Soppeng, Polsek Ganra, Lilirilau dan Donri-Donri, personel Satuan Lalu Lintas, personel gabungan jajaran Polres Soppeng, regu penembak salvo Satuan Sabhara, serta Bhayangkari turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Rangkaian upacara berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghormatan. Prosesi diawali laporan perwira upacara, penghormatan kepada almarhum, pembacaan riwayat singkat, hingga penurunan jenazah ke liang lahat.

Suasana semakin haru ketika penghormatan terakhir dilakukan dengan tembakan salvo. Keluarga kemudian melakukan penaburan bunga sebelum jenazah dimakamkan dan prosesi ditutup dengan doa bersama.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kepergian Aipda Ashar Ladai merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Polri.

“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Polres Soppeng, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Aipda Ashar Ladai,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Kapolres berharap seluruh pengabdian dan amal baik almarhum selama menjalankan tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan serta menjadikan pengabdian almarhum sebagai teladan bagi anggota yang masih melanjutkan tugas.

“Kita hormati jasa dan pengabdian almarhum. Jadikan apa yang telah beliau berikan kepada institusi sebagai motivasi bagi kita yang masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian,” tambahnya.

Prosesi pemberangkatan dan pemakaman selesai sekitar pukul 16.20 WITA. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib dan lancar.

Di bawah pimpinan Wakapolres Soppeng pada pemberangkatan dan Kabag Sumda pada pemakaman, keluarga besar Polres Soppeng mengantarkan Aipda Ashar Ladai menuju peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri.

(Yund)

Hari Khidmat Perdana Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail: Pelayanan Jemaah Harus Jadi Amanah


Makassar, Sigapnews.com, Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk pertama kalinya diperingati di Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026). Momentum perdana tersebut menjadi penegasan pentingnya pelayanan yang profesional dan transparan kepada jemaah.

Peringatan digelar di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel dan dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, H Ikbal Ismail.

Sejumlah pejabat Kemenhaj turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kepala Seksi Petugas Haji Reguler Kemenhaj RI Aruji Maswatu, Kepala Bagian Tata Usaha H Muflihuddin Syam, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H Asa Afiif, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Pengendalian Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah H Slamat Mustafa, serta Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar H Zulkifli Hijaz.

Ikbal mengatakan peringatan tahun ini memiliki arti tersendiri karena menjadi Hari Khidmat pertama sejak 8 September ditetapkan sebagai Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah.

"Alhamdulillah, pada siang hari ini kita bisa berkumpul untuk memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia," kata Ikbal.

Ia menjelaskan, penetapan Hari Khidmat tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 81. Sementara tanggal 8 September dipilih dengan merujuk pada momentum pembentukan Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92 Tahun 2025.

Menurut Ikbal, lahirnya Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari gagasan untuk menghadirkan lembaga yang secara khusus menangani penyelenggaraan haji dan umrah.

Dengan adanya kementerian khusus tersebut, ia berharap pelayanan kepada jemaah dapat semakin fokus, terarah, terukur, dan profesional.

Ikbal mengingatkan seluruh jajaran Kemenhaj agar tidak memandang pelayanan jemaah hanya sebagai pekerjaan administratif dan rutinitas kelembagaan.

Menurutnya, setiap proses yang berkaitan dengan jemaah harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut amanah masyarakat yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

"Kita harus berpikir bagaimana bersama-sama memastikan jemaah dapat berangkat dengan nyaman. Dalam pengelolaan anggaran, bagaimana bisa lebih efisien. Dalam perekrutan petugas, bagaimana dilakukan secara transparan," ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak cukup hanya dilihat dari jumlah jemaah yang berhasil diberangkatkan. Kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan, efisiensi anggaran hingga integritas petugas juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ikbal juga menyoroti proses rekrutmen petugas haji.

Ia menyebut seleksi petugas haji tahun ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

Sistem tersebut dinilai dapat membuat proses seleksi lebih terbuka karena hasil ujian dapat dipantau secara langsung.

"Tidak ada lagi titip-menitip. Kita bekerja sama dengan BKN dalam rekrutmen ini, semuanya by system dan transparan," tegas Ikbal.

Menurutnya, transparansi dalam rekrutmen merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Haji dan Umrah.

Ia berharap petugas yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Peringatan Hari Khidmat perdana tersebut juga diisi dengan doa yang dipimpin H Husni.

Dalam doanya, H Husni mengajak jajaran Kemenhaj mensyukuri amanah yang diberikan untuk melayani jemaah haji dan umrah atau Dhuyufur Rahman.

Ia memohon agar amanah tersebut menjadi ladang pahala bagi seluruh jajaran yang menjalankan tugas pelayanan.

"Jadikanlah tugas yang kami emban ini sebagai ladang pahala bagi kami untuk kami tuai di akhirat kelak," demikian doa yang dipanjatkan.

Doa juga dipanjatkan bagi seluruh jemaah agar diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci serta memperoleh ibadah yang mabrur dan makbul.

Peringatan perdana Hari Khidmat Kemenhaj Sulsel akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan jemaah.

(Red)

Senin, 07 September 2026

Dua Kasus Korupsi Disorot MUAK, Kajari Lutim Pastikan Ada Tersangka


Luwu Timur, Sigapnews.com, Penanganan dua perkara dugaan korupsi di Kabupaten Luwu Timur kembali menjadi perhatian publik. Aliansi MUAK (Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi) mendesak Kejaksaan Negeri Luwu Timur segera memberikan kepastian hukum dalam kasus Seragam Sekolah Gratis dan Ambulans Garda Sehat.

Desakan tersebut disampaikan saat MUAK menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Senin (7/9/2026).

Aksi berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Massa membawa sejumlah atribut aksi, mulai dari mobil komando, bendera, spanduk hingga baliho berbentuk kue ulang tahun yang menggambarkan dua perkara yang menjadi sorotan mereka.

Namun, bukan sekadar aksi massa, pertemuan tersebut berlanjut dalam audiensi bersama Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Berty Oktavianus, SH.

Dalam forum itu, Ketua Aliansi MUAK, Iskar LHI, secara langsung meminta penjelasan mengenai perkembangan penyidikan, terutama proses pemeriksaan dan perhitungan kerugian negara.

Pertanyaan tersebut disampaikan karena kedua perkara telah menjalani proses penyidikan selama beberapa bulan, tetapi hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan kepada publik.

Menjawab hal itu, Kajari Luwu Timur mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPK RI dan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kasi Pidsus.

Menurut Berty, proses penanganan perkara harus memenuhi seluruh ketentuan hukum, termasuk berkaitan dengan perhitungan kerugian negara.

“Dua kasus ini sudah kami koordinasikan dengan BPK RI dan BPKP Provinsi Sulsel oleh Kasi Pidsus. Untuk penetapan tersangka, sesuai KUHAP baru kami harus memenuhi semua, termasuk perhitungan kerugian negara,” ujar Berty.

Pertanyaan berikutnya yang disampaikan MUAK adalah kapan proses tersebut akan masuk pada tahapan ekspose.

Kajari memberikan jawaban yang cukup jelas.

“Sudah ada jadwal dan akan dilaksanakan ekspose,” tegas Berty.

Pernyataan itu menjadi salah satu poin penting dalam audiensi karena selama ini masyarakat menunggu kepastian mengenai arah akhir penyidikan kedua perkara tersebut.

Bahkan, Kajari tidak hanya berbicara mengenai jadwal ekspose.

Ia juga menyampaikan adanya temuan dalam kedua perkara tersebut.

“Dua kasus ini dipastikan ada temuan kerugian negara dan dipastikan ada tersangka,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut massa MUAK.

“Siap! Kami selalu mendukung!” seru massa.

Bagi MUAK, dukungan terhadap Kejaksaan tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi kontrol masyarakat.

MUAK menilai proses hukum terhadap perkara yang berkaitan dengan penggunaan anggaran publik harus dikawal hingga tuntas dan tidak berhenti pada tahap penyidikan.

Dengan adanya pernyataan Kajari bahwa jadwal ekspose telah tersedia, perhatian MUAK kini diarahkan pada pelaksanaan ekspose tersebut.

MUAK meminta hasil ekspose nantinya segera ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Terlebih, Kajari telah menyatakan secara terbuka bahwa kedua perkara tersebut memiliki temuan kerugian negara dan akan terdapat tersangka.

Artinya, publik kini tidak lagi sekadar menunggu perkembangan penyidikan, tetapi menanti realisasi dari pernyataan tersebut.

Ekspose disebut sudah terjadwal.

Temuan kerugian negara disebut telah ada.

Tersangka juga dipastikan akan ada.

Kini tinggal menunggu satu hal: kapan ekspose benar-benar digelar dan siapa yang akan mempertanggungjawabkan perkara tersebut di hadapan hukum?

MUAK memastikan tetap melakukan pengawalan terhadap perkembangan dua perkara itu sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat.

Audiensi kemudian diakhiri dengan foto bersama antara Kajari Luwu Timur dan perwakilan Aliansi MUAK.

Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa perbedaan posisi antara aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat sipil tetap dapat dipertemukan melalui ruang dialog terbuka.

Namun setelah audiensi berakhir, publik kini menunggu aksi nyata dari janji yang telah disampaikan.

(Tim)

Minggu, 06 September 2026

Gotong Royong Lawan Keterbatasan, SDN 210 Sanrangeng Masuk 6 Besar Taman Literasi


Soppeng, Sigapnews.com, Keterbatasan anggaran tak membuat SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kehilangan akal untuk berinovasi.

Justru dengan mengandalkan semangat gotong royong, sekolah tersebut mampu mengubah ruang-ruang sederhana menjadi sarana belajar yang kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi.

Upaya itu berbuah hasil. SDN 210 Sanrangeng berhasil masuk enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut menjadi menarik karena inovasi yang dihadirkan sekolah bukan dibangun dengan sokongan anggaran besar. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua/wali murid menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunannya.

Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Salah satu ruang yang berhasil dimanfaatkan adalah lorong di antara bangunan kelas.

Lorong yang sebelumnya hanya menjadi jalur penghubung antarkelas kini disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi, lengkap dengan berbagai media pembelajaran.

Di tempat tersebut, peserta didik tidak hanya belajar membaca dan berhitung. Mereka juga diperkenalkan dengan abjad dan Aksara Lontara, melakukan aktivitas pengukuran, bermain numerasi hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menciptakan inovasi.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, taman tersebut tidak dibangun semata-mata untuk mengejar predikat dalam penilaian.

Yang lebih penting, fasilitas tersebut harus benar-benar hidup dan digunakan dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman tersebut.

Menurutnya, keberadaan Taman Literasi dan Numerasi merupakan buah dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan ketika SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng bahkan turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran.

Bagi keluarga besar SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan semata-mata soal mengejar juara.

Ada pesan yang ingin ditunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dan anggaran tidak harus berujung pada keterbatasan kreativitas.

Lorong bisa menjadi ruang belajar.

Permainan tradisional bisa menjadi media pendidikan.

Lingkungan sekolah bisa menjadi laboratorium sederhana bagi peserta didik.

Semua itu lahir dari satu modal yang tidak membutuhkan anggaran besar: kemauan untuk bergerak bersama.

SDN 210 Sanrangeng membuktikan bahwa ketika guru, sekolah dan orang tua bersatu, keterbatasan bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi karya.

Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik tidak boleh terbatas.

(Red)

Suwardi Haseng Masuk Barisan Konsolidasi SOKSI Sulsel, Bupati Soppeng Hadir Bersama Elite Golkar


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir di tengah konsolidasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan. Ia menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulsel di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Kehadiran Suwardi menarik perhatian karena ia datang bukan hanya sebagai kepala daerah. Bupati Soppeng itu juga merupakan pengurus DPD Partai Golkar Sulsel sekaligus Dewan Pembina Depicab SOKSI Kabupaten Soppeng.

Dengan posisi tersebut, Suwardi berada di tengah forum yang kembali menegaskan pentingnya peran SOKSI dalam memperkuat Partai Golkar.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel turut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun, Ketua DPD Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar serta jajaran pengurus SOKSI dan Golkar Sulsel.

Mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif,” Rakerda berlangsung selama dua hari, 6–7 September 2026.

Pesan konsolidasi terdengar cukup keras dari forum tersebut.

Andi Patarai Amir menegaskan SOKSI harus ikut mengambil tanggung jawab dalam membesarkan Partai Golkar. SOKSI, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi organisasi yang berada di belakang partai, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan yang menggerakkan dan memperkuat Golkar.

Ilham Arief Sirajuddin juga mengingatkan bahwa SOKSI memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan Golkar. Bersama KOSGORO 1957 dan MKGR, SOKSI dikenal sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar.

Sementara Mukhammad Misbakhun menekankan pentingnya memperkuat struktur, kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga mendorong SOKSI untuk kembali memperluas kiprah di tengah masyarakat.

Di tengah pesan konsolidasi itulah Suwardi Haseng hadir.

Posisi Suwardi sebagai pengurus Golkar Sulsel dan Dewan Pembina SOKSI Soppeng membuat kehadirannya tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menjadi bagian dari jaringan organisasi yang sedang didorong untuk kembali memainkan peran lebih kuat dalam perjalanan Golkar.

Kehadiran Bupati Soppeng tersebut juga menunjukkan bahwa konsolidasi SOKSI Sulsel tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi, tetapi bersentuhan dengan figur-figur yang memiliki posisi strategis di daerah.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel selanjutnya menjadi arena untuk membahas program kerja, penguatan struktur dan kaderisasi.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026), dengan arah pembahasan pada penguatan organisasi sekaligus kontribusi SOKSI terhadap dinamika sosial, ekonomi dan demokrasi di Sulawesi Selatan.

(Red) 

Warga Diduga ODGJ di Panincong Ditangani Aparat, PSC Soppeng Lanjutkan Penanganan


Soppeng, Sigapnews.com, Seorang warga di Dusun Labuleng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mendapat penanganan setelah diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa, Minggu (6/9/2026) sore.

Respons terhadap kondisi tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Panincong dan Desa Patampanua, Brigpol Darwis, bersama Babinsa dan pemerintah setempat sekitar pukul 15.30 Wita.

Warga yang diketahui bernama Bahtiar itu diamankan petugas untuk memastikan situasi tetap terkendali. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis serta keselamatan warga yang bersangkutan dan lingkungan sekitar.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Bahtiar kemudian dijemput oleh PSC Soppeng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui layanan khusus kejiwaan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah setempat dan layanan kesehatan dalam menghadapi warga yang membutuhkan penanganan khusus.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kepolisian harus hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk persoalan sosial yang membutuhkan penanganan secara tepat.

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan semua pihak. Warga yang membut
uhkan penanganan khusus harus kita perlakukan dengan baik dan tidak boleh mendapatkan perlakuan yang dapat memperburuk kondisinya,” ujar Hari Budiyanto.

Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar proses penanganan berjalan aman sekaligus memberikan akses terhadap layanan yang sesuai.

“Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah setempat serta tenaga layanan kesehatan. Kolaborasi seperti ini penting agar setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan warga yang diduga membutuhkan penanganan khusus.

Masyarakat diminta segera menghubungi Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat atau pihak layanan kesehatan agar kondisi tersebut dapat ditangani oleh pihak yang memiliki kompetensi.

Penanganan Bahtiar di Panincong menjadi contoh pentingnya kehadiran aparat di tingkat kewilayahan, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam merespons persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan koordinasi cepat.

(Yund)

Maulid Kemenag Soppeng Satukan Lintas Agama, Andi Ibrahim Bawa Pesan Persaudaraan


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Minggu (6/9/2026), menjadi momentum memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Tidak hanya dihadiri kalangan umat Islam, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur lintas agama. Kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk duduk bersama, membangun komunikasi dan merawat persaudaraan.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, menekankan pentingnya menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, Maulid seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.

“Meneladani akhlak beliau di era modern ini tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan bagaimana kita mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam menjadi karya nyata yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan ummat,” kata Andi Ibrahim.

Ia menyebut empat sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh dan fathonah, sebagai nilai penting yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika peringatan Maulid dikemas dengan melibatkan berbagai unsur agama.

Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, menilai keterlibatan lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat harmoni dan toleransi di Kabupaten Soppeng.

“Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang Rasulullah, tetapi juga bagaimana nilai akhlak beliau dapat memperkuat hubungan antarsesama,” menjadi semangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Andi Ibrahim juga mengingatkan prinsip khairunnas anfahum linnas, bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam konteks kehidupan masyarakat yang beragam, pesan tersebut tidak berhenti pada hubungan sesama umat, tetapi juga dapat menjadi landasan untuk membangun kepedulian, saling menghormati dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Rangkaian Maulid turut diisi peluncuran miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur, penyerahan bantuan UPZ Kemenag Soppeng kepada mustahik, sirah Rasulullah serta Hikmah Maulid oleh Ketua IKA DDI, Dr. KH. Arham Basid, Lc., M.A.

Dari Kantor Kemenag Soppeng, pesan yang ingin ditegaskan bukan sekadar tentang kemeriahan Maulid, tetapi tentang bagaimana keteladanan Rasulullah dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

(Red)

Sabtu, 05 September 2026

Tiga Figur di Balik Mesin IAS, Nurmal Idrus: Komposisinya Punya Kekuatan Berbeda


Makassar, Sigapnews.com, Struktur baru Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menarik perhatian. Tiga nama disebut menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi strategis Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara.

Mereka adalah Supriansa, Rahman Pina, dan Amirullah Nur Saenong.

Supriansa disebut diproyeksikan sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, sementara Amirullah Nur Saenong diarahkan mengisi posisi Bendahara.

Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menilai munculnya tiga nama tersebut menunjukkan adanya kalkulasi organisasi dan politik yang cukup matang.

Menurutnya, ketiganya mempunyai kekuatan berbeda sehingga dapat saling menopang dalam menjalankan kepengurusan Golkar Sulsel.

“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 

Nurmal melihat Supriansa memiliki kapasitas politik yang dibutuhkan untuk mengisi posisi Ketua Harian.

Posisi tersebut, kata dia, akan menjadi sangat penting karena IAS membutuhkan figur yang dapat membantu menggerakkan organisasi sekaligus menjembatani berbagai kepentingan di internal partai.

“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.

Menurut Nurmal, Ketua Harian harus mampu menjadi penggerak ketika Ketua DPD I sedang menjalankan aktivitas politik di luar urusan teknis organisasi.

“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Rahman Pina dinilai mempunyai pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan posisi Sekretaris.

Pengalamannya dalam organisasi politik dan sebagai pimpinan DPRD disebut menjadi modal penting untuk mengelola kerja organisasi.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” kata Nurmal.

Ia menilai Sekretaris harus memiliki kemampuan menerjemahkan arah politik Ketua menjadi agenda organisasi.

“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” tambahnya.

Untuk posisi Bendahara, Amirullah Nur Saenong dinilai membawa fungsi yang tidak kalah penting.

Nurmal menyebut keberhasilan sebuah organisasi politik juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan secara profesional.

“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” jelasnya.

Ia menilai Golkar Sulsel membutuhkan tata kelola keuangan yang kuat dan transparan agar seluruh agenda organisasi dapat berjalan secara efektif.

“Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” katanya.

Jika ketiga nama tersebut benar-benar ditetapkan, Nurmal menilai IAS sudah memiliki fondasi awal yang cukup kuat.

Namun, menurut dia, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah KSB terbentuk.

Struktur di bawahnya harus mampu mengakomodasi kekuatan-kekuatan yang ada di Golkar Sulsel agar tidak muncul kembali sekat internal.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat,” ujarnya.

Nurmal mengingatkan bahwa Golkar Sulsel memiliki banyak figur dengan kapasitas politik masing-masing. Tantangannya adalah menempatkan seluruh kekuatan tersebut dalam satu garis organisasi.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai empat posisi teratas dalam struktur organisasi harus menjadi simpul yang mampu menjaga komunikasi dan soliditas seluruh kelompok.

“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.

Munculnya tiga nama tersebut sekaligus membuka babak baru dalam dinamika internal Golkar Sulsel. Setelah komposisi KSB mulai terbaca, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana IAS menyusun struktur lengkap tanpa meninggalkan kekuatan-kekuatan yang selama ini menjadi bagian dari mesin politik Golkar di Sulawesi Selatan.

(Red)

GITA MANESA Tampil di BRISIK Soppeng, Kepala MAN 1 Ikut Naik Panggung


Soppeng, Sigapnews.com, Kreativitas pelajar MAN 1 Soppeng mendapat ruang di panggung BRISIK (BRI Bermusik) yang digelar BRI Cabang Watansoppeng, Sabtu malam (5/9/2026).

Kelompok ekstrakurikuler musik GITA MANESA MUSIK tampil di hadapan pengunjung dan menunjukkan kemampuan bermusik mereka dalam ajang yang rutin digelar setiap Sabtu malam tersebut.

Penampilan para siswa MAN 1 Soppeng berlangsung penuh energi. Panggung BRISIK yang menjadi ruang bagi musisi dan talenta lokal Soppeng malam itu dipenuhi suasana hiburan sekaligus kreativitas anak muda.

Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., turut hadir memberikan dukungan langsung kepada para siswa.

Menurut Musmuliadi, kesempatan tampil di ruang publik menjadi pengalaman penting bagi peserta didik. Selain mengembangkan bakat, kegiatan semacam ini dapat melatih keberanian, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan bekerja dalam tim.

“Madrasah harus memberi ruang seluas-luasnya bagi siswa. Ada yang menonjol di bidang akademik, riset, keagamaan, olahraga, hingga seni. Semua potensi ini wajib kita fasilitasi dan arahkan ke hal yang positif,” ujar Musmuliadi.

Ada kejutan ketika Musmuliadi kemudian ikut naik ke panggung.

Ia menerima tantangan untuk menyumbangkan suara dan memilih membawakan lagu dangdut karya Rhoma Irama, “Boleh Saja”.

Penampilan tersebut langsung mengundang respons meriah dari penonton. Kehadiran kepala madrasah di atas panggung bersama para siswa menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat.

Musmuliadi mengatakan, seni dan musik dapat menjadi sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat selama tetap berada dalam koridor nilai yang baik.

“Bermusik itu boleh saja, asal membawa manfaat, tidak melupakan kewajiban, dan tetap di dalam koridor nilai yang baik. Seni justru bisa jadi media dakwah dan pesan kemanusiaan yang lebih santai dan mudah diterima masyarakat,” katanya.

Ia menilai keberadaan BRISIK menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda Soppeng untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka.

Karena itu, Musmuliadi menyampaikan apresiasi kepada BRI Cabang Watansoppeng yang telah memberikan kesempatan kepada GITA MANESA untuk tampil.

Ia berharap kolaborasi antara dunia perbankan, madrasah dan generasi muda tersebut dapat terus berjalan sehingga semakin banyak talenta pelajar yang mendapat kesempatan untuk tampil dan berkembang.

Malam itu, GITA MANESA tidak hanya membawa musik ke panggung BRISIK. Mereka juga membawa pesan bahwa bakat anak muda akan tumbuh ketika diberikan ruang untuk tampil dan diapresiasi.

(Yund)

Bupati Soppeng Ingatkan Warga: Persatuan Adalah Kekuatan Membangun Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Di hadapan jamaah, Suwardi mengajak masyarakat tidak memaknai Maulid hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, termasuk dalam membangun persatuan di tengah perbedaan.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ujar Suwardi.

Suwardi kemudian menyinggung Piagam Madinah sebagai salah satu contoh keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun tatanan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurut Suwardi, nilai persatuan tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan. Semangat tersebut dinilai menjadi modal sosial untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Pembangunan Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Suwardi menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sosial.

Bagi Suwardi, persatuan bukan hanya nilai dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menjadi energi bersama untuk membangun Soppeng agar semakin maju dan berdaya saing.

“Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar pembangunan di Bumi Latemmamala dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menggelar peringatan Maulid sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus ruang mempererat silaturahmi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lilirilau bersama unsur Forkopimcam, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah serta jamaah.

(Red)

345 Mustahik Terima ZIS, Bupati Soppeng Dorong Kemandirian Ekonomi


Soppeng, Sigapnews.com, Sebanyak 345 mustahik menerima bantuan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng. Bantuan senilai total Rp131 juta tersebut disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta.

Penyaluran berlangsung di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (5/9/2026), dan dihadiri langsung Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE.

Turut hadir Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus, unsur Forkopimda, perwakilan Kemenag, perwakilan Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, Camat, Kepala Desa dan lurah dari tiga kecamatan, serta para muzakki dan penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi menyampaikan bahwa penyaluran ZIS kali ini menyasar 342 penerima manfaat dengan berbagai bentuk bantuan.

Selain bantuan untuk fakir miskin dan siswa kurang mampu, BAZNAS mulai memberikan perhatian pada sektor pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” kata Satturi.

Adapun bantuan yang diberikan sekitar Rp300 ribu untuk fakir miskin, Rp250 ribu bagi siswa kurang mampu disertai tas sekolah, serta Rp1,5 juta bagi pelaku UMKM.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng mengapresiasi langkah BAZNAS yang mulai mengarahkan sebagian bantuan ZIS untuk kegiatan produktif.

Menurutnya, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi dalam membantu mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” ujar Suwardi.

Ia meminta para mustahik memanfaatkan bantuan yang diterima secara bijak. Bantuan untuk kebutuhan pokok diharapkan dapat meringankan beban keluarga, sementara bantuan modal usaha dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Suwardi berharap pola pemberdayaan tersebut mampu membuat penerima manfaat secara perlahan keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

Bagi Suwardi, keberhasilan program ZIS bukan hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada kehidupan penerima.

Ia berharap para mustahik yang saat ini menerima bantuan dapat berkembang menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Jangan melihat bantuan ini hanya dari nominalnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah melalui sesama umat Muslim,” pesannya.

Ia kemudian mengajak penerima bantuan untuk menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan dan, bagi yang memiliki usaha, menjadikannya sebagai modal produktif.

“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng yang dinilainya masih dapat ditingkatkan.

Suwardi menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar. Ia membandingkannya dengan Kabupaten Barru yang disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.

Menurutnya, Soppeng memiliki potensi besar karena jumlah masyarakat dan pelaku usaha yang cukup banyak.

Karena itu, ia mengimbau ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab agar menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.

Suwardi juga meminta masyarakat yang memberikan zakat secara langsung kepada keluarga atau pihak yang berhak tetap melaporkannya kepada BAZNAS agar dapat dicatat sebagai bagian dari potensi zakat daerah.

“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” ujarnya.

Suwardi menegaskan pentingnya pengelolaan dana ZIS secara transparan, amanah dan tepat sasaran. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meningkatkan penghimpunan zakat.

Jika dana yang dihimpun semakin besar, ia berharap nilai bantuan yang diberikan kepada masyarakat juga dapat meningkat.

“Kalau nanti meningkat, bisa menjadi Rp1 juta per orang bagi fakir miskin dan siswa-siswi,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng berakhir pada September. Pemerintah daerah akan membentuk panitia rekrutmen dan membuka pendaftaran pengurus secara transparan dan terbuka.

Kegiatan penyaluran ZIS tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.

Suwardi berharap bantuan yang bersumber dari dana umat tersebut benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup dan membangun kemandirian ekonomi.

(Red)

Jumat, 04 September 2026

RSUP Wahidin Turun Langsung Cek Layanan RSUD La Temmamala, Kanker hingga Stroke Jadi Perhatian


Soppeng, Sigapnews.com,– Bukan sekadar kunjungan biasa. Tim RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar turun langsung menelusuri kesiapan sejumlah layanan di RSUD La Temmamala Soppeng dalam rangka memperkuat jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Visitasi dan advokasi tersebut berlangsung di RSUD La Temmamala, Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan jajaran manajemen rumah sakit, tenaga medis, dokter serta kepala ruangan yang berkaitan dengan pelayanan KJSU-KIA.

Ketua Tim Visitasi, dr. Abdul Muis, Sp.S(K), mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

“Visitasi ini dalam rangka mendukung penguatan RS Jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan KIA,” ujarnya.

Direktur RSUD La Temmamala, dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, menyambut kedatangan tim RSUP Wahidin. Ia berharap proses visitasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Visitasi atas kesediaannya datang di RSUD La Temmamala untuk penguatan RS Jejaring. Kami berharap melalui visitasi ini dapat memperoleh masukan, arahan dan saran terkait pengembangan pelayanan di RS,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur juga memaparkan dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD La Temmamala.

Salah satunya adalah bantuan CT-Scan yang diterima pada 2026. Alat tersebut telah diresmikan Bupati Soppeng dan kini telah difungsikan untuk menunjang pelayanan medis.

Kehadiran CT-Scan menjadi salah satu penguatan penting bagi rumah sakit, terutama dalam mendukung proses diagnosis berbagai penyakit secara lebih cepat dan akurat. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menyebut fasilitas CT-Scan tersebut sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di RSUD La Temmamala.

Usai pemaparan, Tim Visitasi RSUP Wahidin tidak hanya berada di ruang pertemuan. Tim langsung melakukan telusur lapangan ke sejumlah unit pelayanan.

IGD Umum, IGD PONEK, Poliklinik, ruang rawat inap dan kamar bersalin menjadi beberapa lokasi yang ditinjau.

Penelusuran kemudian berlanjut ke sejumlah fasilitas penunjang dan layanan khusus, yakni Radiologi, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, Cathlab Jantung, Rehabilitasi Medik Neurologi hingga Kamar Operasi.

Tim juga melihat secara langsung layanan Hemodialisa, ICU, CVCU dan NICU.

Telusur tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia serta pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit yang berkaitan dengan pengampuan KJSU-KIA.

Bagi RSUD La Temmamala, proses tersebut menjadi momentum untuk mendapatkan gambaran objektif sekaligus masukan dari rumah sakit rujukan tingkat lebih tinggi.

Setelah seluruh rangkaian penelusuran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Exit Conference.

Dalam agenda tersebut, Tim Visitasi memaparkan hasil temuan dan evaluasi selama proses telusur. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi bersama jajaran RSUD La Temmamala untuk menyusun rencana tindak lanjut.

Penguatan jejaring ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan RSUD La Temmamala dalam menangani berbagai kasus prioritas, sekaligus memperkuat sistem rujukan sehingga masyarakat Soppeng memiliki akses pelayanan kesehatan yang semakin lengkap tanpa harus selalu mencari layanan ke luar daerah.

Dengan dukungan fasilitas baru, termasuk CT-Scan, serta pendampingan melalui jejaring KJSU-KIA, RSUD La Temmamala diharapkan terus meningkatkan mutu pelayanan dan kapasitas tenaga kesehatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Visitasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Direktur RSUD La Temmamala beserta jajaran manajemen, Ketua Komite Medik, para dokter spesialis, dokter umum serta kepala ruangan yang terlibat dalam pelayanan.

Sumber: Humas RSUD La Temmamala

Gemilang di Cadika Gowa, MTsN Soppeng Rebut Juara Umum I Penggalang


Gowa, Sigapnews.com,– Kontingen MTs Negeri Soppeng menunjukkan kelasnya di ajang Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Bertanding di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, para penggalang MTsN Soppeng sukses mengunci Juara Umum I Tingkat Penggalang.

Capaian tersebut diraih melalui penampilan konsisten di sejumlah kategori lomba. Dua gelar juara pertama berhasil diamankan pada kategori Tapak Perkemahan Putra dan Tapak Perkemahan Putri.

Tak berhenti di sana, kontingen MTsN Soppeng juga meraih Juara II Yel-Yel Tingkat Penggalang.

Perolehan prestasi tersebut menjadi gambaran kuatnya kedisiplinan dan kekompakan para siswa selama mengikuti kegiatan. Ketelitian dalam mengelola tapak perkemahan berpadu dengan kreativitas serta semangat saat tampil dalam lomba yel-yel.

Di balik keberhasilan itu, terdapat persiapan dan latihan yang dilakukan secara serius. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina dan pendamping, sementara dukungan keluarga besar MTsN Soppeng menjadi energi tambahan bagi kontingen selama berada di arena perlombaan.

Slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” akhirnya menemukan pembuktiannya di Cadika Gowa.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, mengaku bangga atas perjuangan para siswa yang mampu membawa nama madrasah sekaligus Kabupaten Soppeng bersaing di tingkat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” kata Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya. Para siswa didorong untuk tidak berhenti berlatih dan terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang kepramukaan maupun bidang lainnya.

Menurutnya, kemenangan bukan semata-mata soal piala. Lebih dari itu, proses mengikuti kegiatan pramuka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama.

Dengan raihan Juara Umum I Penggalang, MTsN Soppeng sukses membawa pulang kebanggaan dari Cadika Gowa sekaligus mempertegas kiprahnya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Datang membawa semangat, bertanding dengan kekompakan, dan pulang dengan prestasi. MTsN Soppeng kembali mengharumkan nama Soppeng di level Sulsel.

(Yund)

Dari Soppeng, Rahmaningsi Taklukkan 148 Peserta BCKS dan Rebut Predikat Terbaik


Makassar, Sigapnews.com, Siapa sangka, peserta dari Kabupaten Soppeng justru tampil paling menonjol dalam persaingan ketat Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik setelah bersaing dengan 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Capaian itu diumumkan setelah seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari resmi berakhir di Makassar, Jumat (4/9/2026).

Sejak 24 Agustus 2026, para peserta ditempa melalui berbagai tahapan untuk mengukur kesiapan mereka menjadi calon pemimpin satuan pendidikan.

Rahmaningsi berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan hasil yang mengantarkannya sebagai peserta terbaik.

10 Hari Ditempa, Hasilnya Tak Main-main

Pelatihan BCKS yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar pelatihan di dalam ruangan.

Peserta dibekali materi kepemimpinan dan pengelolaan sekolah, sekaligus dihadapkan pada praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati langsung bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, mengelola sekolah, mengambil keputusan, serta menghadapi persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan kebijakan pendidikan juga diberikan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi.

Dengan pola pembelajaran tersebut, peserta dituntut bukan hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan kapasitas sebagai calon pemimpin sekolah.

Soppeng Punya Cerita

Keberhasilan Rahmaningsi menjadi peserta terbaik membawa cerita tersendiri bagi Kabupaten Soppeng.

Di tengah 148 peserta dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, kepala SDN 202 Walennae mampu menunjukkan kualitasnya hingga mendapatkan predikat terbaik.

Prestasi itu sekaligus memperkuat rekam jejak Rahmaningsi sebagai pendidik dan kepala sekolah yang aktif mendorong pengembangan pendidikan serta inovasi di daerah.

Bagi Soppeng, capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah kebutuhan menghadirkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas, kemampuan manajerial, dan keberanian menghadapi tantangan pendidikan.

148 peserta datang membawa kemampuan masing-masing. Namun dari pelatihan itu, nama Rahmaningsi dari Soppeng yang akhirnya mencuri perhatian.

Predikat peserta terbaik BCKS tingkat Sulsel kini menjadi buah dari 10 hari proses pembelajaran, praktik, dan evaluasi yang dijalaninya.

(Yund)

Kamis, 03 September 2026

Nyaris Terbang ke Jakarta, 928 Gram Sabu Diselipkan di Selangkangan Digagalkan di Kualanamu


Deli Serdang, Sigapnews.com, Nyaris lolos ke Jakarta, seorang pria berinisial SAL alias AL (50) harus berurusan dengan polisi setelah membawa 928 gram bruto sabu ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sabu hampir satu kilogram itu disembunyikan dengan cara diselipkan di bagian selangkangan. Modus tersebut terungkap setelah personel Subnit I Unit I Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) dan melakukan pengawasan di area pintu masuk bandara, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Informasi awal diterima polisi sekitar pukul 04.30 WIB terkait dugaan adanya pengiriman sabu melalui Bandara Kualanamu.

Sekitar pukul 05.00 WIB, petugas bergerak. Seorang pria yang identitasnya sesuai dengan data pada boarding pass kemudian dicurigai dan diperiksa.

Kecurigaan polisi terbukti.

Dari pemeriksaan, SAL mengakui membawa sembilan bungkus plastik bening berukuran besar yang diduga berisi sabu dengan berat total 928 gram bruto. Paket tersebut diselipkan di bagian selangkangannya.

Dijanjikan Rp30 Juta untuk Bawa Sabu ke Jakarta

Dalam pemeriksaan awal, SAL mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengambilan barang itu disebut dilakukan atas arahan seseorang berinisial AMI, yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Paket diduga diserahkan di kawasan underpass Jalan Ring Road.

Untuk membawa hampir satu kilogram sabu dari Sumatera Utara menuju Jakarta, SAL disebut dijanjikan upah Rp30 juta.

Polisi kini tidak berhenti pada penangkapan sang kurir. Modus pengiriman secara estafet tersebut tengah didalami untuk membongkar siapa pemasok dan pengendali jaringan di balik paket sabu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kasatres Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan komitmen jajarannya memberantas peredaran gelap narkotika.

Menurut Fery, informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang telah membantu Polri dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Deli Serdang dalam memberantas peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Ia menegaskan, tertangkapnya seorang kurir bukan berarti kasus selesai. Polisi akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang berada di belakang pengiriman tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun pihak-pihak lain yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika,” ujarnya.

Fery juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan imbalan besar untuk menjadi kurir narkotika.

“Jangan sampai besarnya imbalan menghancurkan masa depan, karena kehancuran itu saya pastikan nyata,” tegasnya.

SAL beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Hampir satu kilogram sabu gagal terbang ke Jakarta. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa Bandara Kualanamu bukan jalur aman bagi jaringan narkotika. Polisi kini memburu mata rantai lain di balik pengiriman tersebut.

(RZ)

Bupati Soppeng: Maulid Nabi Jangan Sekadar Seremonial, Jadikan Teladan dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Polres Soppeng menjadi momentum bagi Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng untuk menyampaikan pesan penting tentang keteladanan, integritas, dan pentingnya menjaga kedamaian daerah.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, serta sejumlah unsur Forkopimda, Suwardi mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan Maulid sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Budi Haryanto, serta unsur Forkopimda lainnya.

Suwardi mengapresiasi pelaksanaan Maulid yang digelar Polres Soppeng. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menelusuri perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat manusia.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan,” kata Suwardi.

Ia kemudian mengingatkan empat sifat Rasulullah SAW yang dinilai sangat penting diterapkan dalam pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sifat siddiq mengajarkan kejujuran, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh menekankan pentingnya menyampaikan dan berkomunikasi dengan baik, sementara fathanah bermakna kecerdasan.

Bupati menilai keempat sifat tersebut merupakan modal penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang prima, serta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

“Ketika seluruh masyarakat, pemerintah dan aparat mampu mengintegrasikan ketakwaan dan akhlak mulia ini ke dalam sanubari, maka tugas menjaga keamanan bukan lagi sekadar profesi, melainkan ladang ibadah yang bernilai pahala jariah,” ujarnya.

Menurut Suwardi, menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran yang sama dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, sekaligus menjaga komunikasi dan sinergi antarelemen masyarakat.

Bupati berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi energi bersama dalam membangun Soppeng yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.

“Mari kita teladani keluhuran budi pekerti Nabi Besar Muhammad SAW dalam memelihara kedamaian di bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” pungkas H. Suwardi.

(Yund)

Patroli Malam Satlantas Soppeng Bikin Pengendara Brong Tak Berkutik, 31 Motor Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Aksi penggunaan knalpot brong di wilayah Kota Watansoppeng kembali menjadi sasaran penertiban aparat kepolisian. Dalam patroli malam yang digelar Kamis (3/9/2026), 31 unit sepeda motor ditemukan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penertiban dilakukan Satlantas Polres Soppeng melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli dimulai sekitar pukul 21.00 Wita dan menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polres Soppeng.

Puluhan kendaraan tersebut ditertibkan setelah personel mendapati penggunaan knalpot yang menghasilkan suara bising dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Kegiatan dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng IPDA Fahril Nurdin, S.H. bersama sejumlah personel Satlantas.

Bukan sekadar razia, patroli tersebut menjadi langkah kepolisian untuk mengantisipasi gangguan ketertiban sekaligus menciptakan suasana berkendara yang lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan, penertiban knalpot brong dilakukan bukan hanya untuk memberikan tindakan kepada pelanggar, tetapi juga menjaga kenyamanan masyarakat.

“Penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi bukan semata-mata persoalan penindakan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menjaga ketertiban, keselamatan dan kenyamanan bersama. Suara kendaraan yang terlalu bising juga dapat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan harus tetap memperhatikan ketentuan teknis dan aturan lalu lintas yang berlaku.

Kapolres pun mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Mari kita sama-sama menjaga Soppeng tetap aman, tertib dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara,” ujarnya.

Dengan diamankannya 31 kendaraan dalam satu kali patroli, kepolisian menunjukkan bahwa penggunaan knalpot brong masih menjadi perhatian dalam upaya menjaga Kamseltibcarlantas di Kabupaten Soppeng.

Polres Soppeng memastikan patroli dan penertiban akan terus dilakukan secara terukur guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

(Yund)

Semarak Maulid di Dishub Soppeng, Pesan Al-Amin Jadi Bekal ASN dalam Melayani


Soppeng, Sigapnews.com, Nuansa religius sekaligus kebersamaan terasa kuat di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Soppeng, Kamis (3/9/2026). Jajaran pegawai berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Mengangkat tema “Meneladani Etos Kerja Sang Al-Amin”, kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WITA tersebut tidak hanya diisi dengan tausiyah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya amanah dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Hikmah Maulid disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra, KM. Sulaiman, S.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jajaran Dishub Soppeng meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama sifat Al-Amin yang berarti dapat dipercaya.

Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dengan tugas ASN yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kepentingan dan pelayanan masyarakat.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang melaksanakan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menjaga amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan dan tugas yang diberikan kepada seorang aparatur merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab serta integritas.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari jajaran Dishub Soppeng yang menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum evaluasi sekaligus memperkuat semangat pengabdian.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp, mengatakan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan seluruh pegawai.

“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita berharap seluruh jajaran dapat mengambil hikmah dan keteladanan Rasulullah untuk diterapkan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” kata Ihsan.

Ia menegaskan bahwa semangat keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi diterjemahkan dalam budaya kerja di lingkungan Dishub.

“Semoga momentum ini semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Menariknya, suasana Maulid juga semakin meriah dengan adanya lomba menghias pohon telur antarbidang.

Kreativitas dan kekompakan masing-masing bidang terlihat dalam kegiatan tersebut. Dari hasil penilaian, Bidang Sarana dan Prasarana berhasil meraih juara pertama, disusul Bidang Lalu Lintas.

Bagi jajaran Dishub Soppeng, peringatan Maulid tahun ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di dalamnya terdapat pesan agar setiap pegawai mampu membawa nilai Rasulullah SAW ke dalam pekerjaan.

Amanah dalam menjalankan tugas, jujur dalam bekerja, bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dan tulus dalam memberikan pelayanan menjadi nilai yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan Dishub Soppeng.

Dengan semangat Al-Amin, jajaran Dishub Soppeng diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved