-->

Kamis, 12 Februari 2026

SDN 7 Salotungo Lantunkan “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik”, Mengenang Keteladanan Abah Guru Sekumpul

SDN 7 Salotungo Lantunkan “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik”, Mengenang Keteladanan Abah Guru Sekumpul

Soppeng, Sigapnews.com,— Halaman SD Negeri 7 Salotungo dipenuhi suasana khidmat dan penuh cinta saat seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan Bershalawat dengan melantunkan “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik”, karya ulama kharismatik Kalimantan Selatan, KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang lebih dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai dari Martapura. Kamis (12/2/2026). 

Lantunan shalawat menggema lembut, dipandu langsung oleh Abdul Asis, S. Pd I Kepala SDN 7 Salotungo, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan hati. Anak-anak duduk rapi, guru-guru khusyuk, seakan seluruh jiwa dipertemukan dalam satu rasa: cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Sambutan Kepala Sekolah: 

Shalawat sebagai Pendidikan Hati
Dalam sambutannya, Kepala SDN 7 Salotungo menyampaikan bahwa shalawat bukan sekadar lantunan syair, tetapi bagian dari pendidikan jiwa.

“Shalawat adalah cara kita menyebut nama Rasulullah ﷺ dengan penuh cinta. Di dalamnya ada doa, ada harapan, ada pengakuan bahwa kita ingin meneladani akhlaknya. Jika anak-anak kita dibiasakan bershalawat, maka sesungguhnya kita sedang menanam benih kelembutan dalam hati mereka,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk akhlak dan ketenangan batin.

“Shalawat mengajarkan kita rendah hati. Ia mengingatkan bahwa sehebat apa pun ilmu, tetap harus disertai adab. Dan adab tertinggi adalah meneladani Rasulullah ﷺ,” lanjutnya.
Kepala sekolah juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan shalawat sebagai bagian dari budaya sekolah, agar lingkungan pendidikan senantiasa teduh dan penuh keberkahan.

Riwayat Singkat Abah Guru Sekumpul
KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 11 Februari 1942 dan wafat pada 10 Agustus 2005. Beliau dikenal sebagai ulama besar, ahli tasawuf, dan pendidik yang memiliki pengaruh luas di Nusantara, khususnya di Kalimantan.

Sejak muda, Abah Guru dikenal memiliki kecerdasan dan ketekunan dalam menuntut ilmu. Beliau berguru kepada banyak ulama terkemuka dan dikenal memiliki kedalaman ilmu dalam bidang fikih, tauhid, dan tasawuf. Majelis taklim yang beliau pimpin di Sekumpul, Martapura, menjadi pusat pengajian yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Abah Guru Sekumpul dikenal dengan kelembutan akhlak, keteduhan tutur kata, serta kecintaannya yang mendalam kepada Rasulullah . 

Banyak syair dan shalawat yang beliau ajarkan sarat dengan nilai mahabbah (cinta) kepada Nabi, termasuk “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik” yang kini dilantunkan di berbagai majelis dan lembaga pendidikan.

Kegiatan bershalawat di SDN 7 Salotungo pun menjadi momentum mengenalkan sosok ulama teladan kepada peserta didik, sekaligus menanamkan nilai cinta, adab, dan keteladanan.

Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan agar lantunan shalawat menjadi wasilah turunnya rahmat, memperkuat akhlak, serta menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, santun, dan mencintai Rasulullah ﷺ.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved