Rabu, 22 April 2020

Penyuluh Soppeng Tetap Dampingi Petani Sediakan Pangan, Meskipun Ditengah Ancaman Covid 19

Penyuluh Soppeng Tetap Dampingi Petani Sediakan Pangan, Meskipun Ditengah Ancaman Covid 19


Sigapnew.com, Pandemi Covid-19 telah merenggut puluhan ribu jiwa, menjangkiti jutaan manusia di 212 negara, termasuk di Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan Pemerintah memberlakukan social distancing (pembatasan social) untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Dengan pembatasan social, masyarakat diminta untuk tinggal di rumah, melakukan pekerjaan dari rumah.

Kondisi pembatasan sosial juga berdampak pada banyak sektor usaha, diantaranya sektor pariwisata, sektor retail, sektor angkutan umum, yang rata-rata mengalami penurunan omzet bahkan ada yang terhenti.

Khusus untuk sektor pertanian sebagai penyedia pangan bagi masyarakat, sektor ini jangan sampai menurun. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia, yang harus selalu terpenuhi, Kementrian Pertanian mendapat tanggung jawab dari Presiden untuk memastikan stok pangan cukup untuk 267 juta masyarakat Indonesia.

“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan," tegas Mentan, Syahrul Yasin Limpo.

Mentan menegaskan bahwa ditengah pandemic covid 19, pejabat daerah beserta jajarannya diharapkan secara langsung memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersedian pangan nasional aman dan terkendali.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Di tengah kondisi pandemic covid-19, penyuluh dan petani adalah garda terdepan penyediaan pangan, Dedi meminta agar petani dan penyuluh tetap aktif bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan.
Pesan Mentan dan Kepala BPPSDMP ini menjadi penyemangat bagi seluruh insan pertanian, khususnya penyuluh dan petani. Ditengah kekhawatiran akan corona, mereka tetap aktif turun ke lahan.

Seperti yang dilakukan oleh Susi Artaty, SP, penyuluh pertanian Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. pada tanggal 22 April 2020, mendampingi petani binaanya, Iqbal, melakukan panen padi di Kelompok tani Buludongi, pada lahan seluas 1 Ha.Varietas yang ditanam adalah Inpari-32 dengan produktivitas 7,3 ton /Ha.

Adapun potensi luas lahan yang akan panen di wilayah kelurahan Jennae adalah 89 Ha. Hasil panen ini dijual kepada pedagang pengumpul dengan harga Rp. 4.800/kg.

“Rasa kekhawatiran pasti ada disaat saya harus keluar rumah, turun ke lapangan mendampingi petani. Tapi hal tersebut saya lawan dengan selalu berdoa dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan yaitu memakai masker dan rajin cuci tangan, Ini sudah tugas kami untuk mendampingi petani, memastikan kegiatan budidaya tetap jalan.” kata Susi. (RSN/JML) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved