-->

Kamis, 05 November 2026

MTQ ke-V Kabupaten Soppeng Digelar, Suwardi Haseng Dorong Lahirnya Generasi Cinta Al-Qur’an


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang religius, berkarakter, dan penuh nilai-nilai kebajikan.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQ) ke-V Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Lapangan Andi Mattoliang, Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri, Kamis malam (5/11/2026).

Ajang keagamaan tingkat kabupaten ini diikuti 241 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng. Pelaksanaannya berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 November 2026, dengan mempertandingkan sejumlah cabang, antara lain Tilawah, Tartil, Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Khat Qur’an.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan bahwa MTQ harus menjadi sarana membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dari sisi mental, moral, dan spiritual, juga harus menjadi perhatian utama.

“Pembangunan fisik daerah yang selama ini gencar kita lakukan tidak akan lengkap tanpa diimbangi oleh pembangunan mental dan spiritual masyarakatnya,” ungkapnya.

Menurut Suwardi, generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan daerah. Karena itu, ia berharap MTQ dapat menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh tanggung jawab, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi memang penting, namun esensi MTQ jauh lebih besar, yakni mengagungkan kalam Allah SWT dan mempererat tali persaudaraan.

Kepada dewan hakim, Bupati meminta agar penilaian dilakukan secara profesional, jujur, objektif, adil, dan transparan. Dengan demikian, peserta terbaik yang terpilih nantinya dapat membawa nama baik Kabupaten Soppeng pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Pemerintah Kecamatan Donri-Donri, pemerintah desa, masyarakat, serta para sponsor yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ.

Mengusung tema “Melalui MTQ Kita Wujudkan Masyarakat Soppeng yang Qur’ani Menuju Soppeng Sukses Setara, Religius dan Berdaya Saing”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.

MTQ ke-V bukan sekadar panggung untuk melahirkan juara, melainkan juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Qur’ani demi masa depan Kabupaten Soppeng yang lebih religius dan berdaya saing.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng Lepas 276 Kontingen PORPROV, Tiga Pesan Jadi Bekal Atlet Soppeng Menuju Arena


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan atlet sekaligus mengukir prestasi di tingkat provinsi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., secara resmi melepas 276 personel kontingen Kabupaten Soppeng dalam sebuah prosesi pelepasan yang berlangsung di Soppeng, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Suwardi tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh atlet yang akan berlaga di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo pada 7–14 November 2026.

Bupati meminta para atlet menjadikan perjuangan meraih prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik daerah sebagai prinsip selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam PORPROV bukan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus menunjukkan potensi putra-putri terbaik Kabupaten Soppeng.

"Saudara-saudara sekalian bukan sekadar peserta pertandingan, tetapi membawa nama daerah, kehormatan daerah, serta harapan masyarakat Kabupaten Soppeng," ujar Suwardi.

Tiga Pesan Bupati untuk Atlet

Pesan pertama, Bupati meminta seluruh atlet berjuang sungguh-sungguh dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan atlet dari daerah lain.

Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat, melainkan juga disiplin, latihan, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus berjuang.

Pesan kedua, seluruh atlet diminta menjaga sportivitas dan kehormatan daerah. Bertandinglah secara jujur, hormati lawan, patuhi keputusan wasit dan juri, serta terima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Menang dengan terhormat adalah kebanggaan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada adalah bagian dari jiwa seorang olahragawan sejati," tegasnya.

Pesan ketiga, menjaga nama baik Kabupaten Soppeng di mana pun berada. Bupati berharap para atlet menunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, serta mampu menghargai sesama, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Suwardi juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang dan pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, PORPROV diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Kabupaten Soppeng agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Soppeng, pelatih, ofisial, manajer cabang olahraga, dan seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan kontingen.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelepasan Kontingen, Adi Setiadi, yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Soppeng, melaporkan bahwa kontingen Soppeng diperkuat 276 personel.

Jumlah tersebut terdiri atas 170 atlet, 45 pelatih, 39 ofisial, dan 22 manajer cabang olahraga yang akan mengikuti 19 cabang olahraga.

Di Kabupaten Wajo, Soppeng akan mengikuti pencak silat, petanque, bola basket, tenis lapangan, akuatik, tenis meja, balap motor, bola tangan, berkuda panahan, dan bulutangkis.

Sementara di Kabupaten Bone, atlet Soppeng akan berlaga pada cabang olahraga catur, bola voli, panjat tebing, biliar, panahan, esports, atletik, karate, dan menembak.

Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama pertandingan, panitia telah menyiapkan 24 pondokan, terdiri atas sembilan pondokan di Kabupaten Wajo dan 15 pondokan di Kabupaten Bone.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati secara simbolis memasangkan jaket dan topi kontingen kepada perwakilan atlet. Selanjutnya dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Bupati kepada Ketua Kontingen, Adi Setiadi.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan swafoto bersama seluruh atlet dan jajaran kontingen.

Dengan kekuatan 170 atlet yang akan bertanding pada 19 cabang olahraga, Kabupaten Soppeng kini bersiap menghadapi persaingan PORPROV XVIII 2026 dengan membawa harapan besar untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Soppeng Sukses, Soppeng Juara, Soppeng Berprestasi!

(Yund)

Rabu, 04 November 2026

Bupati Suwardi Haseng Bersama Jajaran Pemkab Soppeng Ikuti Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (5/11/2026), di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dalam kegiatan itu, Suwardi Haseng didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BKAD, Kepala Balibangda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Rakor yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota, pimpinan DPRD, serta jajaran perangkat daerah tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki sistem pemerintahan sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi.

Salah satu agenda penting adalah penandatanganan komitmen bersama antara Kemendagri, KPK, BPKP, LKPP, kepala daerah, dan ketua DPRD. Kesepakatan tersebut menitikberatkan pada penguatan integritas, peningkatan efektivitas pengawasan, serta perbaikan tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus dalam pemaparannya menegaskan pentingnya kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan dapat dipercaya masyarakat.

Pimpinan KPK RI, Dr. Johanis Tanak, membahas penguatan integritas kepala daerah melalui upaya pencegahan korupsi dan pembenahan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sementara itu, BPKP memberikan perhatian pada penguatan pengendalian intern dan manajemen risiko sebagai langkah memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi lainnya dibahas melalui dua sesi panel yang menghadirkan narasumber dari KPK, Kemendagri, BPKP, dan LKPP. Pembahasan mencakup pemetaan risiko korupsi, pengawasan pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan, serta pencegahan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

Forum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya lembaga pengawasan. Kepemimpinan yang berintegritas, sistem administrasi yang baik, dan pengawasan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Dengan mengikuti rakor ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan semakin memperkuat langkah pembenahan birokrasi dan pengawasan internal, sehingga seluruh program pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sesuai aturan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Perluas Gerakan Literasi hingga Desa dan Komunitas, Pemkab Soppeng Fokus Bangun SDM Berkualitas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng itu berlangsung di Aula Kantor Camat Lalabata, Kamis (5/11/2026), dengan mengusung tema “Literasi untuk Kecerdasan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Pelaksanaan kegiatan ini didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.

Bimtek tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan gerakan literasi, tidak hanya melalui lingkungan sekolah dan perpustakaan, tetapi juga hingga tingkat desa, kelurahan, keluarga, dan komunitas masyarakat.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Bunda Literasi dari delapan kecamatan, pengelola perpustakaan sekolah, desa, kelurahan dan kecamatan, pengelola perpustakaan khusus Lapas, pegiat literasi hingga insan pers.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Andi Herill Dolly, S.E., menyebut keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Bunda Literasi Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia Pemkab Soppeng, Abdullah, S.E., M.M., mewakili Sekretaris Daerah sekaligus membacakan sambutan Sekda.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa literasi informasi menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan arus informasi digital.

Kemampuan literasi saat ini tidak cukup hanya sebatas membaca dan menulis. Masyarakat juga dituntut memiliki kecakapan dalam mencari, memahami, mengolah, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.

Terlebih, derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital membuat masyarakat harus semakin cermat dalam membedakan informasi yang benar dengan berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Karena itu, penguatan literasi dipandang penting untuk membentuk masyarakat yang berpikir kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk memperkuat kapasitas peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Materi utama disampaikan Dr. Andi Bunga Tongeng, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus Founder Komunitas Literasi Gowa Menyala.

Selain itu, turut memberikan materi Dr. H. Nur Alim, S.Pd., M.Pd., Syamsuddin, S.E., M.Si., dan Achmad Saifuddin Fahri, S.P., M.Agb.

Kehadiran para narasumber diharapkan memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, serta strategi praktis bagi peserta dalam mengembangkan program literasi yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Keterlibatan Hj. Suarni Suwardi sebagai Bunda Literasi Kabupaten Soppeng juga menjadi bagian penting dalam mendorong gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, budaya membaca dan kecakapan informasi diharapkan dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang melalui sekolah, perpustakaan, pemerintah desa dan kelurahan hingga berbagai komunitas masyarakat.

Pemkab Soppeng berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti Bimtek, tetapi juga mampu menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan budaya literasi.

Dengan penguatan gerakan literasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, Soppeng diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, produktif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, berpengetahuan dan memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng Andi Herill Dolly, S.E., Camat Lalabata Risqun, S.STP., M.Si., serta para pengelola perpustakaan desa, kelurahan, sekolah dan Rutan.

(Red)

Kasi Humas Polres Soppeng dan Insan Pers Satu Frekuensi, Kawal Informasi Publik Lewat Semangat Kebersamaan


Soppeng, Sigapnews.com, Membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya melalui pelayanan di lapangan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi. Prinsip inilah yang terus dibangun Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, S.Sos., S.H., bersama insan pers.

Kedekatan tersebut terlihat dalam suasana silaturahmi dan diskusi santai bersama awak media online Wartasulselnews.com dan Kabartujuhsatu.news di Warkop Abadi, Jalan Kemakmuran, Kamis (5/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan media dalam mendukung penyampaian informasi yang objektif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.

AKP H. Husain memandang insan pers sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan media sangat membantu menyampaikan berbagai program, kegiatan, serta pesan-pesan kamtibmas agar dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas.

"Media adalah perpanjangan tangan kami untuk menyapa masyarakat secara luas. Melalui sinergi yang terbangun erat, semangat Polisi Bersama Masyarakat benar-benar kami wujudkan agar informasi yang sampai ke warga tidak hanya cepat, tetapi juga menyejukkan dan mencerahkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Humas Polres Soppeng terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi melalui publikasi kegiatan kepolisian yang humanis, penyampaian perkembangan kamtibmas, serta respons terhadap berbagai persoalan dan pengaduan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penyampaian informasi yang benar dan terverifikasi menjadi kebutuhan penting. Karena itu, kolaborasi dengan insan pers juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menangkal hoaks dan menjaga ruang informasi publik tetap sehat.

Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa.

Melalui komunikasi yang terbuka dan hubungan kemitraan yang terjaga, Polres Soppeng berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat pun menjadi landasan untuk terus membangun kedekatan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan suasana Kabupaten Soppeng yang aman, damai, serta harmonis.

(Red)

Pemkab Soppeng dan BNI Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan, 100 Siswa Terima Tabungan


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi generasi muda.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, Rabu (4/11/2026). Dalam kegiatan bertema “Mimpi yang Diberi Ruang” tersebut, sebanyak 100 siswa menerima bantuan buku tabungan melalui program Cerdas Menabung.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. H. Dipa, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BNI atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Dipa, ditegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan lembaga pendidikan.

Menurut Bupati, pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, terus berkomitmen mendorong pemerataan akses pendidikan agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi.

"Kehadiran program BNI Sahabat Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar. Bantuan apresiasi siswa berprestasi, pembukaan rekening bagi siswa, serta fasilitas melalui program CSR diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak kita untuk terus belajar lebih giat," demikian sambutan Bupati.

Bupati juga berpesan kepada seluruh siswa agar memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, terus meningkatkan semangat belajar, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.

Sementara itu, Drs. H. Dipa, M.Si., memberikan motivasi kepada para siswa dengan mengutip pesan Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya menggantungkan cita-cita setinggi langit.

Ia menyampaikan tiga pesan penting, yakni berani bercita-cita tinggi, tidak takut menghadapi kegagalan, serta menerapkan standar maksimal dalam proses belajar dan meraih prestasi.

"Jangan menggunakan standar minimal, tetapi pakailah standar maksimal. Kalau kita belajar, harus memiliki standar maksimal dan berusaha menjadi yang terbaik. Sebagaimana tema kegiatan ini, Mimpi yang Diberi Ruang," pesannya.

Selain penyerahan 100 buku tabungan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi di tingkat nasional maupun daerah.

Suci Nurhikmah, siswi Sekolah Rakyat Dasar (SRD), menerima penghargaan atas keberhasilannya meraih Juara II kategori Cerita Pendek jenjang SRD tingkat nasional.

Nur Aeny R., siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), memperoleh penghargaan The Best Intelligensia serta Ana'dara Malebbi Kalollo Margaretta Sulselbar 2026 kategori Remaja C.

Sementara Putri Sheril Mahera, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng 2026, yakni Best Performance, Best Photogenic, Favorite, dan Best Colour III kategori Dewasa.

BNI juga menyalurkan bantuan melalui program Cerdas Sekolah kepada siswi, program Peduli Bersama kepada Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, serta menyerahkan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah.

Branch Manager BNI Cabang Sengkang, Hj. Sri Wahyuningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program menyambut HUT BNI ke-80.

Ia menegaskan bahwa BNI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menanggapi harapan pihak sekolah agar bantuan buku tabungan dapat menjangkau seluruh siswa, Sri Wahyuningsih menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi catatan bagi pihak BNI.

Selain itu, BNI juga berencana menjalin kerja sama dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng dalam pengembangan sistem absensi sekolah digital berbasis Face ID.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng, Arni Arjilla, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNI Cabang Soppeng dan Cabang Sengkang atas dukungan yang diberikan.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga seluruh siswa, baik yang telah berprestasi maupun yang belum, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memiliki tabungan.

Arni juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng beserta jajaran terhadap keberlangsungan dan pengembangan Sekolah Rakyat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufik Ramli, S.STP., M.M., Pimpinan BNI Soppeng M. Pagi Ressa, Pimpinan BNI Cabang Cabenge Rosidayanti, Tim Leader Hasbianto, serta jajaran civitas akademika dan siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Soppeng.

Melalui sinergi tersebut, Pemkab Soppeng berharap keterlibatan dunia usaha dalam mendukung sektor pendidikan semakin meningkat, sehingga pemerataan kesempatan belajar dapat terus diwujudkan dan melahirkan generasi Soppeng yang unggul, mandiri, serta berdaya saing.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved