-->

Jumat, 27 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Wali Kota Makassar: Peran Besar Putra-Putri Soppeng di Balik Pembangunan Kota


Makassar, Sigapnews.com,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dalam sebuah forum silaturahmi warga Soppeng di Kota Makassar.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Makassar selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari kontribusi besar putra-putri asal Kabupaten Soppeng.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3/2026).

Acara itu dihadiri ratusan warga Soppeng perantauan, termasuk Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar lahir dari kontribusi pemikiran para akademisi asal Soppeng.

Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga intelektual, khususnya guru besar, yang berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Soppeng adalah daerah yang paling banyak menyumbangkan guru besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar. Banyak kebijakan yang saya ambil berasal dari masukan para akademisi asal Soppeng,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran para akademisi ini tidak hanya memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas keputusan yang diambil pemerintah.

Tidak hanya dalam ranah pemikiran, Munafri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya lima figur muda berdarah Soppeng yang dipercaya mengisi posisi penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Kelima figur tersebut menempati jabatan eselon II atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ia menilai kinerja mereka sangat profesional dan berdampak signifikan terhadap efektivitas jalannya pemerintahan.

“Saat ini saya dibantu oleh lima sosok muda asal Soppeng di posisi eselon II. Mereka memiliki kinerja yang luar biasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kita bersama,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku merasa bangga sekaligus terharu atas pengakuan tersebut.

Ia menilai keberhasilan warga Soppeng di perantauan menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia daerahnya.

Menurut Suwardi, momentum halalbihalal ini menjadi simbol kuatnya solidaritas warga Soppeng, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mereka mampu memberikan dampak positif di daerah lain.

“Kami memerlukan dukungan kuat dari seluruh warga Soppeng, termasuk yang berada di perantauan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah. Kontribusi bapak dan ibu sekalian sangat kami harapkan,” tuturnya.

Suwardi juga berharap hubungan antara Makassar dan Soppeng dapat terus terjalin dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Acara halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah, khususnya melalui peran diaspora, mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. 


(Yunandar) 

Monopoli Terselubung di Soppeng, Pembatasan Gabah Kecam Petani Untungkan Penggilingan

Soppeng, Sigapnews.com, Kabar dugaan tentang pembatasan distribusi gabah yang beredar secara tidak resmi di Kabupaten Soppeng memicu gelombang kecurigaan. Kebijakan yang belum jelas payung hukumnya ini dinilai tidak hanya mengganggu stok pangan, tetapi justru menjadi celah bagi praktik monopoli terselubung yang menguntungkan segelintir pengusaha penggilingan sekaligus menelikung petani.

Pemerhati pertanian setempat, Andi Mallingkara, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai kebijakan mengunci gabah di satu wilayah merupakan bentuk perampasan hak petani untuk memperoleh harga terbaik di pasar.

"Kalau gabah tidak boleh keluar, petani kehilangan pilihan. Mereka terpaksa menjual ke pembeli lokal, dan di situlah posisi tawar mereka melemah. Ini bukan distribusi, ini soal siapa yang menguasai harga, tegasnya kepada media ini, Jumat (27/3/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Andi Malik, peniadaan kompetisi antar daerah akan membuka lebar celah bagi segelintir penggilingan untuk membentuk kartel harga. Petani tidak memiliki alternatif, sementara penggilingan dapat leluasa menekan harga di tingkat petani.

Mereka yang punya modal dan infrastruktur akan menjadi satu-satunya pintu pembeli. Itu bukan lagi pasar sehat, itu monopoli, imbuhnya.

Andi Malik juga menyoroti bahwa selama ini mekanisme distribusi lintas daerah justru menjadi penjaga utama stabilitas harga. Jika akses tersebut ditutup, petani Soppeng akan terperangkap dalam ekosistem yang seluruh aturan mainnya ditentukan oleh segelintir pemodal.

Ia pun mengingatkan risiko jangka panjang dari kebijakan yang tidak berpihak pada petani. Jangan sampai kebijakan yang dilahirkan justru melahirkan kartel lokal. Ini berbahaya bagi ekosistem pertanian kita. Petani yang seharusnya dilindungi, justru menjadi korban, ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Soppeng maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dasar hukum dan urgensi wacana pembatasan distribusi gabah tersebut. Namun, polemik ini telah meruncing di kalangan petani yang mulai resah, bahwa kepentingan mereka bisa dikorbankan demi menjaga pasokan bagi penggilingan lokal.

"Kebijakan harus berpihak pada petani. Kalau petani dirugikan, sektor pertanian kita akan melemah dalam jangka panjang, pungkas Andi Mallingkara.

(Yunandar) 

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Soppeng Manfaatkan PSBM 2026 untuk Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HJS ke 765 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Yunandar)

Selasa, 24 Maret 2026

Perkuat Kepastian Hukum, Perseroda Lamataesso Mattappaa Gandeng Kejari Soppeng



Soppeng, Sigapnews.com PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda) Kabupaten Soppeng resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Nota kesepahaman ditandatangani di Aula Kejari Soppeng, Rabu (25/3/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kejari Soppeng, Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., dan Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman. Turut hadir jajaran dari kedua instansi, antara lain Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Nurfatimah Ahmad, S.H., M.H., serta para direktur dan komisaris Perseroda.

Dalam kerja sama ini, Kejari Soppeng akan memberikan pendampingan hukum yang mencakup bantuan hukum litigasi, pertimbangan hukum (legal opinion), review kontrak, konsultasi regulasi, penagihan piutang, penyelamatan aset, pendampingan kegiatan usaha dan investasi, serta penyelesaian sengketa melalui mediasi dan negosiasi.

Kajari Soppeng, Sulta D. Sitohang, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Perseroda yang secara proaktif mengajukan pendampingan hukum.

Kami siap mendampingi agar setiap langkah usaha Perseroda optimal, aman, dan memberi manfaat bagi daerah serta masyarakat, ujarnya.

Ia juga menyinggung keterlibatan PT Lamataesso Mattappaa dalam program Kejari Soppeng sebelumnya, seperti Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) pada Pasar Ramadhan SUKSES 2026.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

Dalam waktu dekat kami akan menghadapi proses penghapusan aset akibat beban neraca keuangan dan penyusutan aset yang tidak lagi produktif. Begitu pula dengan rencana pengembangan usaha ke depan, semua membutuhkan bimbingan hukum agar tetap sesuai ketentuan, jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola perusahaan dan mitigasi risiko hukum di lingkungan PT Lamataesso Mattappaa sebagai badan usaha milik daerah.

Metamorfosis Soppeng Masuki Usia ke 765 Tahun, Dari Jalan Berlumpur Menjadi Denyut Perkotaan Modern di Kaki Pegunungan


Soppeng, Sigapnews.com Dalam balutan pesona alam pegunungan yang diselimuti hamparan pelangi, Kabupaten Soppeng menorehkan babak baru dalam sejarahnya. Di usianya yang ke-765 tahun, 23 Maret 2026, daerah ini telah bertransformasi signifikan, dari kawasan dengan akses jalan berlumpur yang menyusahkan menjadi pusat denyut perekonomian dan gaya hidup perkotaan yang modern.

Perubahan paling nyata terlihat pada infrastruktur jalan. Jika dulu warga harus berjuang melintasi lintasan becek dan licin ditemani tiupan angin sepoi-sepoi, kini jalan berkelok di kaki gunung telah dilapisi aspal dan beton kokoh. 

Kemudahan akses ini secara langsung menghubungkan perkampungan terpencil dengan pusat kota, meruntuhkan batas geografis yang sebelumnya membatasi mobilitas warga.

Peningkatan infrastruktur ini turut berdampak pada geliat ekonomi. Hamparan hijau pertanian yang masih asri kini berpadu dengan semaraknya sektor perdagangan dan pariwisata. Deretan pedagang kaki lima serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat mengalami peningkatan omzet, menjadikan roda ekonomi di Bumi Latemmamala semakin berdenyut kencang. Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi lokal pun tercatat kian ramai, menambah semarak perayaan hari jadi ke-765 Soppeng.

Salah satu warga, H.OLLENG yang beraktivitas sebagai wirausaha dan owner Warkop Olleng di jln Pemuda no 2 turut menyuarakan optimisme di momen bersejarah ini. 

Ia menyampaikan ucapan selamat untuk Ultah Soppeng seraya mengamini perubahan besar yang terjadi di daerah kelahirannya.

Dulu jalannya sungguh menyusahkan karena berlumpur. Sekarang, semuanya mudah dilalui. Warga pegunungan kini bisa berbaur dengan gaya dan irama perkotaan, ujar pak aji Olleng saat ditemui di Kediamannya.

Meski mengalami modernisasi, Soppeng tetap menjaga ikon uniknya. Di jantung kota, pemandangan langka masih bisa disaksikan. kelelawar bergelantungan di pohon asam tua yang berada tepat di pusat keramaian.sebuah harmoni antara pertumbuhan kota dan kelestarian alam yang sulit ditemukan di wilayah lain.

Dari kaki pegunungan membentang pelangi hingga pusat kota yang modern, Soppeng mencatatkan Metamorfosis yang membanggakan di usianya yang ke-765 tahun, menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif mampu berjalan selaras dengan akar budaya dan keindahan alam.

Soppeng, dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala, terus berkomitmen mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

(Yunandar) 

Senin, 23 Maret 2026

Soppeng di Puncak Usia ke-765 Tahun Mengukuhkan Tradisi, Menyongsong Kejayaan Agropolitan



SOPPENG, Sigapnews.com
Soppeng  genap berusia 765 tahun. Lebih dari sekadar angka, perjalanan panjang ini menjadi bukti ketangguhan masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai luhur sekaligus melompat menuju kemajuan yang berkelanjutan. dipadukan dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas daerah berjuluk Tana Iddengngeng ini. Senin 23-3-2026

Tema Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berpijak pada kearifan lokal dan potensi pertanian modern.

Bupati Soppeng H Suwardi Haseng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yang telah mengakar kuat. 

Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata. Artinya, kerja keras, ketekunan dan keikhlasan adalah kunci utama untuk meraih keberkahan serta kemajuan bersama.

Momentum bersejarah ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Bumi La Temmamala dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. 

"Kami tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga membangun karakter yang berakar pada budaya kita, ujar Bupati

Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menggenjot program unggulan berbasis agropolitan, sebuah konsep pembangunan yang menjadikan pertanian sebagai motor penggerak ekonomi perkotaan. 

Dengan wilayah yang didominasi lahan produktif, Soppeng bertransformasi menjadi kawasan yang tidak hanya mandiri pangan tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Semoga di usia ke-765 Tahun ini, Soppeng semakin sejahtera, unggul, dan tetap menjaga persatuan demi masa depan yang lebih gemilang. Bersama kita wujudkan Soppeng yang lebih baik, sehat, maju dan berdaya saing berbasis agropolitan,tandas Bupati

Suasana kebersamaan masyarakat soppeng begitu terasa, mencerminkan semangat (SOPPENG SETARA) yang terus dijaga hingga tujuh setengah abad lebih perjalanan negeri ini.

(Yunandar) 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved