-->

Kamis, 05 November 2026

Warisan Gagasan Almarhumah Terus Hidup, TK Negeri Lamung Patue Pertahankan Program HADIR


Soppeng, Sigapnews.com, Dedikasi seorang pendidik tidak hanya dikenang melalui masa pengabdiannya, tetapi juga dari gagasan dan inovasi yang terus memberikan manfaat meski sosok pencetusnya telah tiada.

Semangat tersebut ditunjukkan keluarga besar TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng dengan tetap menjalankan program HADIR (Hebatnya Ayah dan Ibu Mengajar), sebuah program yang mendorong keterlibatan langsung orang tua dalam proses pembelajaran anak di lingkungan sekolah.

Program yang digagas almarhumah Andi Tenri Seno, S.Pd., itu kini terus dilanjutkan oleh Kepala TK Negeri Lamung Patue, Jumrah, S.Pd., sebagai bentuk penghargaan terhadap pemikiran dan pengabdian almarhumah di dunia pendidikan anak usia dini.

Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan HADIR menghadirkan Nur Fatmi, S.Pd., M.Pd., atau yang akrab disapa Ibu Uci, ibunda dari Mikayla, peserta didik Kelompok B3.

Ibu Uci berkesempatan mengambil peran sebagai tenaga pengajar dengan memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak, khususnya materi pengenalan angka 1 sampai 20.

Dengan pendekatan yang menyenangkan, pembelajaran dikemas melalui lagu dan permainan edukatif. Anak-anak diajak bernyanyi sambil menyebutkan angka dalam bahasa Inggris, kemudian mengasah kemampuan berhitung melalui gambar berbagai jenis buah, di antaranya melon, anggur, dan semangka.

Keseruan semakin terasa ketika anak-anak diminta menghitung jumlah buah dan menyebutkan hasilnya dalam bahasa Inggris. Hadiah yang disiapkan bagi peserta yang mampu menjawab dengan tepat turut menambah motivasi dan semangat belajar.

Metode tersebut membuat suasana kelas lebih hidup. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi.

Kepala TK Negeri Lamung Patue, Jumrah, S.Pd., menegaskan bahwa program HADIR akan terus dipertahankan karena memiliki nilai edukasi sekaligus menjadi salah satu warisan gagasan positif dari almarhumah Andi Tenri Seno.

Ia mengenang almarhumah sebagai sosok pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan sekolah dan senantiasa mengayomi seluruh tenaga pendidik.

"Program HADIR ini merupakan ide cemerlang almarhumah Ibu Andi Tenri Seno, S.Pd. Kami sebagai penerus hanya melanjutkan program kerja dan gagasan baik yang telah beliau rintis. Kami berharap program ini tetap berjalan karena manfaatnya sangat besar, terutama dalam membangun keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak," ungkap Jumrah.

Jumrah juga mengapresiasi kesediaan Ibu Uci yang telah berpartisipasi langsung dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kualitas pendidikan anak.


Sementara itu, Wali Kelas B3, Hj. Amriani, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran orang tua sebagai pengajar memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih variatif.

Baginya, program HADIR bukan sebatas menghadirkan orang tua di ruang kelas, melainkan membangun hubungan yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.

DOA DAN KENANGAN UNTUK ALMARHUMAH

Komitmen melanjutkan program HADIR juga menjadi momentum bagi keluarga besar TK Negeri Lamung Patue untuk mengenang jasa almarhumah Andi Tenri Seno, S.Pd.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa terima kasih atas dedikasinya, seluruh guru bersama-sama membacakan Surah Al-Fatihah dan mengirimkan doa untuk almarhumah. Pembacaan dipimpin oleh Ibu Asri Bungawli, S.Pd.

Almarhumah dikenang sebagai pribadi yang baik, penuh perhatian, serta selalu memberikan dukungan dan pengayoman kepada para guru. Nilai-nilai kebersamaan yang diwariskannya masih menjadi bagian dari semangat keluarga besar sekolah dalam menjalankan tugas pendidikan.

Kini, gagasan tersebut terus berlanjut melalui program HADIR. Setiap kehadiran orang tua yang berbagi ilmu di ruang kelas menjadi bukti bahwa pemikiran baik akan tetap hidup ketika diteruskan dan dikembangkan bersama.

Bagi TK Negeri Lamung Patue, mempertahankan program HADIR bukan sekadar menjalankan agenda sekolah, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa seorang pendidik yang telah meletakkan fondasi kebersamaan antara sekolah dan keluarga.

Sebuah pesan sederhana yang terus diwujudkan: pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan kehadiran, perhatian, dan cinta dari kedua orang tua.

(Yund)

Kasus Korupsi Bantuan Korban Banjir Samosir, Fitri Agust Karo-Karo Dijatuhi Vonis 1 Tahun Penjara


Medan, Sigapnews.com, Perkara korupsi bantuan penguatan ekonomi bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2024, memasuki babak putusan. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara terhadap Fitri Agust Karo-Karo.

Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan pada Kamis (5/11/2026). Fitri Agust Karo-Karo yang saat perkara berlangsung menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Samosir dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam putusannya, terdakwa dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp50 juta. Apabila denda tidak dibayarkan, terdakwa harus menjalani pidana kurungan selama dua bulan.

Selain hukuman pokok, Majelis Hakim juga menetapkan kewajiban pembayaran uang pengganti sebesar Rp60 juta. Jika tidak dibayarkan, harta benda terdakwa dapat disita dan dilelang. Apabila tidak memiliki harta benda yang mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Besaran vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang sebelumnya meminta hukuman empat tahun penjara, denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp516.298.000.

Sidang putusan ini dimonitor langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Akwan Annas, S.H., M.H., bersama Koordinator Tim JPU Herman Ronald M.P., S.H., M.H., yang juga menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.

Turut hadir dalam persidangan anggota Tim JPU, Modana Hutajulu, S.H. dan Arina Pandiangan, S.H.

Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti dalam perkara tersebut dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk digunakan dalam penanganan perkara terkait lainnya.

Putusan ini diambil setelah Majelis Hakim mempertimbangkan seluruh fakta hukum yang terungkap selama proses persidangan, termasuk keterangan para saksi, ahli, alat bukti surat dan barang bukti yang diajukan oleh JPU.

Kejaksaan Negeri Samosir menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi secara profesional, objektif, transparan dan akuntabel.

Selama persidangan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.

(Red)

MTQ ke-V Kabupaten Soppeng Digelar, Suwardi Haseng Dorong Lahirnya Generasi Cinta Al-Qur’an


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang religius, berkarakter, dan penuh nilai-nilai kebajikan.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQ) ke-V Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Lapangan Andi Mattoliang, Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri, Kamis malam (5/11/2026).

Ajang keagamaan tingkat kabupaten ini diikuti 241 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng. Pelaksanaannya berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 November 2026, dengan mempertandingkan sejumlah cabang, antara lain Tilawah, Tartil, Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Khat Qur’an.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan bahwa MTQ harus menjadi sarana membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dari sisi mental, moral, dan spiritual, juga harus menjadi perhatian utama.

“Pembangunan fisik daerah yang selama ini gencar kita lakukan tidak akan lengkap tanpa diimbangi oleh pembangunan mental dan spiritual masyarakatnya,” ungkapnya.

Menurut Suwardi, generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan daerah. Karena itu, ia berharap MTQ dapat menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh tanggung jawab, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi memang penting, namun esensi MTQ jauh lebih besar, yakni mengagungkan kalam Allah SWT dan mempererat tali persaudaraan.

Kepada dewan hakim, Bupati meminta agar penilaian dilakukan secara profesional, jujur, objektif, adil, dan transparan. Dengan demikian, peserta terbaik yang terpilih nantinya dapat membawa nama baik Kabupaten Soppeng pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Pemerintah Kecamatan Donri-Donri, pemerintah desa, masyarakat, serta para sponsor yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ.

Mengusung tema “Melalui MTQ Kita Wujudkan Masyarakat Soppeng yang Qur’ani Menuju Soppeng Sukses Setara, Religius dan Berdaya Saing”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.

MTQ ke-V bukan sekadar panggung untuk melahirkan juara, melainkan juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Qur’ani demi masa depan Kabupaten Soppeng yang lebih religius dan berdaya saing.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng Lepas 276 Kontingen PORPROV, Tiga Pesan Jadi Bekal Atlet Soppeng Menuju Arena


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan atlet sekaligus mengukir prestasi di tingkat provinsi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., secara resmi melepas 276 personel kontingen Kabupaten Soppeng dalam sebuah prosesi pelepasan yang berlangsung di Soppeng, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Suwardi tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh atlet yang akan berlaga di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo pada 7–14 November 2026.

Bupati meminta para atlet menjadikan perjuangan meraih prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik daerah sebagai prinsip selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam PORPROV bukan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus menunjukkan potensi putra-putri terbaik Kabupaten Soppeng.

"Saudara-saudara sekalian bukan sekadar peserta pertandingan, tetapi membawa nama daerah, kehormatan daerah, serta harapan masyarakat Kabupaten Soppeng," ujar Suwardi.

Tiga Pesan Bupati untuk Atlet

Pesan pertama, Bupati meminta seluruh atlet berjuang sungguh-sungguh dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan atlet dari daerah lain.

Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat, melainkan juga disiplin, latihan, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus berjuang.

Pesan kedua, seluruh atlet diminta menjaga sportivitas dan kehormatan daerah. Bertandinglah secara jujur, hormati lawan, patuhi keputusan wasit dan juri, serta terima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Menang dengan terhormat adalah kebanggaan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada adalah bagian dari jiwa seorang olahragawan sejati," tegasnya.

Pesan ketiga, menjaga nama baik Kabupaten Soppeng di mana pun berada. Bupati berharap para atlet menunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, serta mampu menghargai sesama, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Suwardi juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang dan pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, PORPROV diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Kabupaten Soppeng agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Soppeng, pelatih, ofisial, manajer cabang olahraga, dan seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan kontingen.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelepasan Kontingen, Adi Setiadi, yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Soppeng, melaporkan bahwa kontingen Soppeng diperkuat 276 personel.

Jumlah tersebut terdiri atas 170 atlet, 45 pelatih, 39 ofisial, dan 22 manajer cabang olahraga yang akan mengikuti 19 cabang olahraga.

Di Kabupaten Wajo, Soppeng akan mengikuti pencak silat, petanque, bola basket, tenis lapangan, akuatik, tenis meja, balap motor, bola tangan, berkuda panahan, dan bulutangkis.

Sementara di Kabupaten Bone, atlet Soppeng akan berlaga pada cabang olahraga catur, bola voli, panjat tebing, biliar, panahan, esports, atletik, karate, dan menembak.

Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama pertandingan, panitia telah menyiapkan 24 pondokan, terdiri atas sembilan pondokan di Kabupaten Wajo dan 15 pondokan di Kabupaten Bone.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati secara simbolis memasangkan jaket dan topi kontingen kepada perwakilan atlet. Selanjutnya dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Bupati kepada Ketua Kontingen, Adi Setiadi.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan swafoto bersama seluruh atlet dan jajaran kontingen.

Dengan kekuatan 170 atlet yang akan bertanding pada 19 cabang olahraga, Kabupaten Soppeng kini bersiap menghadapi persaingan PORPROV XVIII 2026 dengan membawa harapan besar untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Soppeng Sukses, Soppeng Juara, Soppeng Berprestasi!

(Yund)

Rabu, 04 November 2026

Bupati Suwardi Haseng Bersama Jajaran Pemkab Soppeng Ikuti Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (5/11/2026), di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dalam kegiatan itu, Suwardi Haseng didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BKAD, Kepala Balibangda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Rakor yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota, pimpinan DPRD, serta jajaran perangkat daerah tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki sistem pemerintahan sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi.

Salah satu agenda penting adalah penandatanganan komitmen bersama antara Kemendagri, KPK, BPKP, LKPP, kepala daerah, dan ketua DPRD. Kesepakatan tersebut menitikberatkan pada penguatan integritas, peningkatan efektivitas pengawasan, serta perbaikan tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus dalam pemaparannya menegaskan pentingnya kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan dapat dipercaya masyarakat.

Pimpinan KPK RI, Dr. Johanis Tanak, membahas penguatan integritas kepala daerah melalui upaya pencegahan korupsi dan pembenahan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sementara itu, BPKP memberikan perhatian pada penguatan pengendalian intern dan manajemen risiko sebagai langkah memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi lainnya dibahas melalui dua sesi panel yang menghadirkan narasumber dari KPK, Kemendagri, BPKP, dan LKPP. Pembahasan mencakup pemetaan risiko korupsi, pengawasan pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan, serta pencegahan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

Forum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya lembaga pengawasan. Kepemimpinan yang berintegritas, sistem administrasi yang baik, dan pengawasan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Dengan mengikuti rakor ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan semakin memperkuat langkah pembenahan birokrasi dan pengawasan internal, sehingga seluruh program pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sesuai aturan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Perluas Gerakan Literasi hingga Desa dan Komunitas, Pemkab Soppeng Fokus Bangun SDM Berkualitas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng itu berlangsung di Aula Kantor Camat Lalabata, Kamis (5/11/2026), dengan mengusung tema “Literasi untuk Kecerdasan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Pelaksanaan kegiatan ini didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.

Bimtek tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan gerakan literasi, tidak hanya melalui lingkungan sekolah dan perpustakaan, tetapi juga hingga tingkat desa, kelurahan, keluarga, dan komunitas masyarakat.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Bunda Literasi dari delapan kecamatan, pengelola perpustakaan sekolah, desa, kelurahan dan kecamatan, pengelola perpustakaan khusus Lapas, pegiat literasi hingga insan pers.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Andi Herill Dolly, S.E., menyebut keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Bunda Literasi Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia Pemkab Soppeng, Abdullah, S.E., M.M., mewakili Sekretaris Daerah sekaligus membacakan sambutan Sekda.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa literasi informasi menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan arus informasi digital.

Kemampuan literasi saat ini tidak cukup hanya sebatas membaca dan menulis. Masyarakat juga dituntut memiliki kecakapan dalam mencari, memahami, mengolah, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.

Terlebih, derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital membuat masyarakat harus semakin cermat dalam membedakan informasi yang benar dengan berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Karena itu, penguatan literasi dipandang penting untuk membentuk masyarakat yang berpikir kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk memperkuat kapasitas peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Materi utama disampaikan Dr. Andi Bunga Tongeng, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus Founder Komunitas Literasi Gowa Menyala.

Selain itu, turut memberikan materi Dr. H. Nur Alim, S.Pd., M.Pd., Syamsuddin, S.E., M.Si., dan Achmad Saifuddin Fahri, S.P., M.Agb.

Kehadiran para narasumber diharapkan memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, serta strategi praktis bagi peserta dalam mengembangkan program literasi yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Keterlibatan Hj. Suarni Suwardi sebagai Bunda Literasi Kabupaten Soppeng juga menjadi bagian penting dalam mendorong gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, budaya membaca dan kecakapan informasi diharapkan dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang melalui sekolah, perpustakaan, pemerintah desa dan kelurahan hingga berbagai komunitas masyarakat.

Pemkab Soppeng berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti Bimtek, tetapi juga mampu menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan budaya literasi.

Dengan penguatan gerakan literasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, Soppeng diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, produktif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, berpengetahuan dan memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng Andi Herill Dolly, S.E., Camat Lalabata Risqun, S.STP., M.Si., serta para pengelola perpustakaan desa, kelurahan, sekolah dan Rutan.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved