-->

Selasa, 11 Agustus 2026

Satu Lokasi, Selisih 15 Menit, Satresnarkoba Polres Soppeng Bekuk Dua Terduga, 11 Paket Sabu Diamankan


Soppeng, Sigapnews.com, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Soppeng kembali membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, dua pria diamankan di lokasi yang sama hanya dalam rentang waktu 15 menit.

Penangkapan berlangsung di kawasan BTN Cahaya, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin malam (10/8/2026).

Penindakan pertama dilakukan sekitar pukul 21.00 Wita. Polisi mengamankan pria berinisial RI alias ID (44).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua sachet plastik bening yang diduga berisi sabu dengan berat keseluruhan 0,58 gram. Barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam bungkus rokok.

Belum berselang lama, sekitar pukul 21.15 Wita, polisi kembali melakukan penindakan di kawasan yang sama. Seorang pria berinisial NP alias IP (42) turut diamankan.

Dari tangan NP, petugas menemukan sembilan sachet plastik bening yang diduga berisi sabu dengan berat sekitar 2,49 gram, serta satu batang kaca pireks.

Dengan demikian, dalam dua penindakan tersebut polisi mengamankan sedikitnya 11 sachet diduga sabu dengan total berat sekitar 3,07 gram.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti personel Satresnarkoba Polres Soppeng melalui serangkaian penyelidikan terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan BTN Cahaya.

Kanit 2 Satresnarkoba Polres Soppeng, IPDA Ibrahim Rahman, S.E., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama personel hingga berhasil mengamankan kedua terduga beserta barang bukti.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberikan ruang bagi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Soppeng.

Ia juga meminta masyarakat aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian. Identitas dan informasi masyarakat tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” tegasnya.

Kedua terduga pelaku bersama barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Soppeng untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam perkara tersebut, keduanya diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap lebih jauh dugaan jaringan dan asal-usul narkotika tersebut.

(Red)

Senin, 10 Agustus 2026

Wabup Selle Serahkan KUA-PPAS Perubahan 2026, Belanja Soppeng Tembus Rp1,04 Triliun


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyerahkan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Selasa (11/8/2026).

Penyerahan dokumen tersebut menjadi langkah awal pembahasan perubahan anggaran daerah yang akan menentukan arah kebijakan fiskal Pemerintah Kabupaten Soppeng hingga penghujung tahun anggaran.

Dalam rancangan perubahan tersebut, belanja daerah Soppeng diproyeksikan mencapai Rp1.041.956.265.676 atau sekitar Rp1,04 triliun.

Selle menyampaikan dokumen tersebut di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Soppeng, jajaran Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Pj. Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta kepala SKPD lingkup Pemkab Soppeng.

Menurut Selle, perubahan KUA-PPAS bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen anggaran. Penyesuaian dilakukan sebagai respons terhadap dinamika selama pelaksanaan APBD 2026.

“Perubahan KUA dan PPAS dilakukan sebagai respons terhadap berbagai perkembangan yang terjadi selama pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026,” kata Selle.

Ia menyebut sejumlah faktor menjadi pertimbangan, mulai dari perubahan asumsi ekonomi makro, kebijakan pemerintah pusat, evaluasi program dan kegiatan, hingga kemampuan keuangan daerah.

Pendapatan Dipatok Rp975,7 Miliar

Pada sisi pendapatan, Pemkab Soppeng memproyeksikan penerimaan daerah dalam perubahan 2026 sebesar Rp975.729.265.202.

Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp211.706.780.963, sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp764.022.484.239.

Selle mengingatkan bahwa target tersebut belum bersifat final. Angka pendapatan masih dapat mengalami perubahan selama pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS bersama DPRD berlangsung.

“Target pendapatan tersebut masih berpotensi mengalami penyesuaian selama proses pembahasan Perubahan KUA-PPAS berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp86.268.408.338 yang bersumber dari SiLPA Tahun 2025.

Untuk pengeluaran pembiayaan, pemerintah daerah mengalokasikan Rp20.041.407.864 untuk pembayaran cicilan pokok utang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Enam Target Makro Disesuaikan

Perubahan anggaran juga dibarengi penyesuaian sejumlah indikator makro pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi Soppeng tahun 2026 ditargetkan 4,92 persen. Angka kemiskinan diproyeksikan berada pada kisaran 6,19 persen hingga 5,29 persen.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan 3,15 persen, PDRB per kapita Rp75,59 juta, Gini Rasio 0,368, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 73.

Selle menjelaskan, penyesuaian tersebut mengacu pada sasaran pembangunan jangka menengah dalam RPJMD Soppeng 2025–2029, sekaligus mempertimbangkan perkembangan ekonomi domestik dan nasional.

Wabup Dorong Pembahasan Segera

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap DPRD segera membahas dan menyepakati rancangan perubahan KUA-PPAS tersebut.

Langkah itu dinilai penting agar penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap agar perubahan KUA-PPAS ini dapat segera dilakukan pembahasan dan disepakati bersama DPRD, agar proses penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dilakukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku,” tutur Selle.

Rapat paripurna turut dihadiri para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Soppeng, kepala bagian Setda, serta insan pers.

Selanjutnya, DPRD Soppeng akan membahas dokumen tersebut bersama pemerintah daerah sebelum nantinya menjadi pijakan dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

(Red)

Wabup Selle Buka Pesona Baru Lejja, Nginep di Glamping Bisa Lanjut Berendam di Air Panas VIP


Soppeng, Sigapnews.com, TWA Lejja tak lagi sekadar tempat berendam air panas. Destinasi wisata alam andalan Kabupaten Soppeng itu kini mulai menawarkan pengalaman menginap di tengah alam melalui fasilitas camping ground dan glamour camping (glamping).

Fasilitas tersebut diperkenalkan Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, Senin (10/8/2026), saat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di TWA Lejja.

Yang membuat konsep ini menarik, lokasi glamping berada cukup dekat dengan kolam air panas VIP.

Wisatawan bisa bermalam dalam suasana alam, kemudian menikmati air panas tanpa harus keluar dari kawasan wisata.

Dari Wisata Sehari Jadi Tempat Menginap

Kehadiran glamping memberi warna baru bagi TWA Lejja.

Selama ini, wisatawan umumnya datang untuk menikmati air panas kemudian kembali pulang. Dengan adanya camping ground dan glamping, pengunjung memiliki pilihan untuk memperpanjang waktu tinggal.

Keluarga dapat menikmati suasana malam bersama, komunitas bisa menggelar kegiatan, sementara pencinta alam mendapat ruang untuk menikmati Lejja dengan cara yang berbeda.

Fasilitas pendukung juga mulai disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Camping ground dilengkapi toilet serta fasilitas barbecue yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dan bersantai.

Dekat Kolam VIP, Pengalaman Wisata Makin Lengkap

Konsep glamping yang berada dekat kolam air panas VIP menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan.

Pengunjung dapat menikmati suasana alam pada malam hari, lalu melanjutkan aktivitas dengan berendam di air panas.

Perpaduan antara menginap di alam dan menikmati air panas membuat TWA Lejja memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam.

Tak hanya menjadi destinasi untuk berkunjung, Lejja mulai memiliki konsep wisata yang mendorong pengunjung untuk tinggal lebih lama.

Diperkenalkan Saat HKAN 2026

Pengenalan fasilitas tersebut berlangsung di tengah rangkaian HKAN 2026 yang dihadiri Forkopimda Soppeng, BBKSDA Sulawesi Selatan, KPH Walanae, anggota DPRD Soppeng, kelompok pencinta alam, Sispala dan tokoh masyarakat.

Selain memperkenalkan potensi wisata, kegiatan HKAN juga diisi aksi penanaman pohon.

Pesan yang dibawa cukup jelas: pengembangan wisata di kawasan konservasi harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Selle Dorong Lejja Jadi Destinasi Lebih Lama

Dengan hadirnya camping ground dan glamping, TWA Lejja memiliki modal baru untuk memperluas daya tariknya.

Wisatawan kini tidak hanya ditawarkan air panas, tetapi juga pengalaman bermalam, menikmati suasana alam, barbecue hingga berkumpul bersama keluarga dan komunitas.

Lejja perlahan mengubah pola wisata: bukan lagi sekadar datang, berendam, lalu pulang tetapi datang, menikmati alam, menginap, dan kembali menikmati air panas keesokan harinya.

(Yund)

Kemarau Mengintai, Wagub Fatmawati dan Wabup Selle Bawa “Senjata” untuk Petani Ganra


Soppeng, Sigapnews.com, Musim kemarau mulai menjadi ancaman bagi lahan pertanian. Namun petani di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, kini mendapat tambahan amunisi untuk menghadapi persoalan pengairan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyerahkan 10 paket mesin pompa air kepada lima kelompok tani di Kampung Kenari Bakke, Dusun Bakke, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena datang saat petani menghadapi tantangan ketersediaan air akibat musim kemarau.

Bukan sekadar mesin pompa, setiap paket dilengkapi satu unit mesin pompa air Shark 8 PK, selang pengisapan sepanjang 6 meter dan selang pembuangan sepanjang 100 meter.

Lima kelompok tani yang menerima bantuan yakni Kelompok Tani Lakelling, Labotto Ulu, Mallanroe dan Lapallempa dari Desa Ganra serta Kelompok Tani Mallitutue dari Desa Donri-Donri.

Fatmawati dan Selle hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Keduanya melihat dukungan sarana pengairan menjadi salah satu kebutuhan penting petani agar aktivitas pertanian tidak terganggu ketika pasokan air mulai terbatas.

Bagi petani Ganra, keberadaan pompa air ini diharapkan menjadi solusi praktis untuk menjaga pengairan lahan. Terlebih, sektor pertanian menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Wabup Selle: Jangan Sampai Petani Berhenti Gara-gara Air

Pendampingan Wabup Selle dalam agenda tersebut mempertegas perhatian Pemkab Soppeng terhadap kebutuhan petani di daerah.

Bantuan dari Pemprov Sulsel diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani, bukan hanya untuk menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi pertanian.

Penyerahan pompa air sekaligus menjadi agenda penutup kunjungan kerja Wagub Fatmawati Rusdi di Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya, Fatmawati menyerahkan bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras kepada 40 perempuan di Soppeng. Setelah itu, ia melakukan monitoring penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di UPTD Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata.

Tiga agenda tersebut menyasar persoalan yang langsung dirasakan masyarakat: membuka peluang ekonomi bagi perempuan, memperkuat penanganan stunting, dan menjaga produktivitas petani.

Dalam kegiatan di Ganra, Fatmawati dan Selle didampingi Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muh. Taufan, anggota DPRD Fraksi NasDem, Penjabat Sekda Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., jajaran pimpinan SKPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Soppeng, Camat Ganra Nurul Azmi, S.IP., M.M., Kapolsek Ganra Ipda Muhtadi, S.Sos., M.M., para kepala desa, unsur BPP dan penyuluh pertanian.

Dengan 10 paket pompa air tersebut, petani Ganra kini memiliki tambahan peralatan untuk menghadapi musim kemarau. Tinggal bagaimana bantuan itu dikelola dan dimanfaatkan bersama agar benar-benar berdampak pada produktivitas lahan dan pendapatan petani.

(Yund)

Wabup Selle KS Dalle: Stunting Tak Bisa Diselesaikan Hanya dengan Angka


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali menegaskan pentingnya kerja nyata dalam penanganan stunting. Menurutnya, persoalan stunting tidak boleh berhenti pada angka statistik dan laporan administratif.

Selle menekankan bahwa pemerintah harus mengetahui secara jelas kondisi anak-anak di lapangan agar setiap intervensi benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.

“Jangan hanya melihat angka. Kita harus tahu kondisi riil anak-anak di lapangan,” tegas Selle, saat mendampingi Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi di Puskesmas Sewo, Senin (10/8/2026). 

Bagi Wabup, data menjadi pijakan penting dalam menentukan langkah pemerintah. Namun, data tersebut harus menggambarkan kondisi sebenarnya, termasuk anak yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi gizi, kesehatan, pola asuh dan lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan pekerjaan satu instansi. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai pemerintah desa dan kecamatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga keluarga.

Selle menilai keberhasilan penanganan stunting akan sangat menentukan kualitas generasi Soppeng ke depan.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi dan berat badan anak. Ini menyangkut masa depan mereka,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tidak bekerja sekadar memenuhi target program, tetapi memastikan setiap intervensi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Soppeng memperkuat percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis data dan kondisi faktual di lapangan.

Sikap Selle ini sebelumnya juga terlihat saat membuka Rembuk Tematik Stunting Kabupaten Soppeng. Saat itu, ia meminta kecamatan dan desa berani menyampaikan laporan faktual mengenai anak-anak yang telah mendapatkan penanganan serta progres penanganan stunting di wilayah masing-masing.

Wabup Selle ingin satu hal: jangan sampai data terlihat bagus, tetapi masih ada anak yang luput dari penanganan.

(Yund)

Wabup Selle Buka Peluang Bantuan Tambahan, 40 Perempuan Soppeng Ditantang Buktikan Mesin Bisa Menghasilkan


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memberikan suntikan semangat kepada 40 perempuan penerima bantuan peralatan menjahit di Kabupaten Soppeng.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Selle juga membuka peluang adanya tambahan bantuan jika para penerima mampu menunjukkan hasil dari program tersebut.

Hal itu disampaikan Selle saat menghadiri kegiatan Piloting Ruang Bersama Indonesia bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi di Soppeng, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 20 mesin jahit dan 20 mesin obras diberikan kepada 40 perempuan dari Kelurahan Jennae dan Desa Ganra. Masing-masing wilayah mendapat jatah 20 penerima.

Di hadapan peserta, Selle menyampaikan bahwa keberhasilan memanfaatkan bantuan dapat membuka jalan untuk mendapatkan dukungan berikutnya.

“Kalau ini berhasil, Ibu Wagub akan tambah lagi. Insya Allah,” ujar Selle.

Pernyataan tersebut sontak menjadi kabar menggembirakan bagi para peserta. Namun, di balik peluang itu terdapat pesan yang jelas: bantuan harus benar-benar dimanfaatkan.

Selle Ingin Mesin Segera Berproduksi

Selle mendorong para penerima tidak berhenti pada pelatihan. Mesin yang sudah berada di tangan harus segera digunakan untuk membuat produk yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, keterampilan menjahit yang telah diperoleh akan lebih berarti apabila mampu dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan.

Para penerima dapat mengembangkan usaha secara mandiri maupun membentuk kelompok produksi.

Dengan demikian, bantuan pemerintah tidak hanya menjadi fasilitas sesaat, tetapi bisa menjadi modal awal untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Fatmawati Ingatkan Jangan Dijual

Wakil Gubernur Sulsel Hj. Fatmawati Rusdi turut mengingatkan para penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya.

“Perempuan harus berdaya dan mandiri, minimal membantu ekonomi keluarga. Alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar produktif, jangan sampai dijual,” tegas Fatmawati.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa mesin jahit dan mesin obras yang diberikan bukan sekadar bantuan barang.

Ada target yang lebih besar: melahirkan perempuan yang produktif, mandiri, dan mampu membantu ekonomi rumah tangga.

Kini perhatian tertuju kepada 40 penerima bantuan di Jennae dan Ganra. Jika mesin mulai berproduksi dan usaha berkembang, bukan tidak mungkin bantuan berikutnya kembali mengalir ke Soppeng.

Wabup Selle sudah membuka peluang. Kini giliran para penerima membuktikan hasilnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj. Sekda Soppeng H. Andi Haeruddin, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Hj. Suarni Suwardi, Kepala DP3AP2KB Soppeng Hj. Andi Husniati, S.Sos., M.M., serta sejumlah pejabat lainnya.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved