-->

Rabu, 19 Agustus 2026

Dandim Soppeng Sambut Pangdam XIV/Hasanuddin, Sinergi TNI dan Pemda Diperkuat


Soppeng, Sigapnews.com, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto menyambut kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam kunjungan kerja di Kabupaten Soppeng, Rabu (19/8/2026).

Pangdam XIV/Hasanuddin tiba di Makodim 1423/Soppeng, Jalan Merdeka Nomor 122, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, sekitar pukul 15.03 Wita. Kedatangan Pangdam didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko.

Dandim Letkol Inf. Eko Yuliyanto bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXI Kodim 1423/Soppeng Ny. Dias Eko Yuliyanto berada di barisan depan menyambut kedatangan Pangdam.

Penyambutan turut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Soppeng.

Sejumlah pejabat daerah yang hadir antara lain Ketua DPRD Soppeng H.A. Muh. Farid, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, Kajari Soppeng Sulta D. Sitohang dan Ketua Pengadilan Negeri Soppeng Nur Kautsar Hasan.

Kunjungan kerja Pangdam menjadi momentum bagi jajaran Kodim 1423/Soppeng untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan kepolisian dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Soppeng.

Selain itu, soliditas antarlembaga juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin turut didampingi sejumlah pejabat Kodam, di antaranya Asintel Kasdam Kolonel Inf. Asyraf Aziz, Asops Kasdam Kolonel Inf. Dwi Agung Prihanto, Aster Kasdam Kolonel Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, Aslog Kasdam Kolonel Arm Novi Herdian, Kapendam Kolonel Arm Andi Akbar serta Kasmin Pangdam Letkol Arm Emil Salim.

Penyambutan di Makodim 1423/Soppeng berlangsung dalam suasana hangat dan dihadiri personel Kodim, pengurus Persit serta sekitar 200 undangan.

Kunjungan Pangdam diharapkan semakin memperkuat soliditas internal TNI sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Selasa, 18 Agustus 2026

Mantan Narapidana Korupsi Jadi Jurnalis, Akbar Polo Soroti Integritas dan Potensi Penyalahgunaan Media


Makassar, Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma Dg Polo, menyoroti fenomena keterlibatan mantan narapidana kasus korupsi dalam dunia jurnalistik di Makassar.

Menurut Akbar, persoalan tersebut tidak semestinya dilihat semata-mata dari sisi hak seseorang untuk kembali bekerja setelah menjalani hukuman. Namun, ketika profesi jurnalistik dijadikan pilihan, terdapat tuntutan yang jauh lebih besar menyangkut integritas, independensi, kredibilitas, dan tanggung jawab kepada publik.

“Dunia jurnalistik dibangun di atas kepercayaan masyarakat. Karena itu, siapa pun yang memilih menjadi wartawan harus memahami bahwa media bukan alat untuk menyerang, menekan, apalagi membangun kepentingan pribadi,” kata Akbar.

Ia menegaskan, seseorang yang pernah menjalani hukuman pidana tetap memiliki hak untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidananya. Namun, hak tersebut tidak serta-merta menghapus kewajiban untuk menjaga standar etik dalam profesi yang dipilih.

Akbar menilai, latar belakang hukum seseorang dapat menjadi perhatian publik, khususnya apabila yang bersangkutan kemudian memiliki atau menggunakan media untuk memberitakan pihak tertentu. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai independensi dan kepentingan di balik pemberitaan.

“Yang perlu diperiksa bukan sekadar siapa orangnya, tetapi bagaimana praktik jurnalistiknya. Apakah pemberitaan dilakukan berdasarkan fakta, verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan publik, atau justru media digunakan sebagai alat untuk menyerang pihak tertentu?” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memberikan kemerdekaan pers sekaligus menempatkan wartawan pada tanggung jawab profesional. Kebebasan pers, kata dia, tidak boleh dipahami sebagai kebebasan tanpa batas.

“Pers harus kritis, tetapi tetap berdasarkan fakta. Kritik boleh keras, tetapi jangan berubah menjadi fitnah, intimidasi, pemerasan, atau pembentukan opini untuk kepentingan tertentu,” tegas Akbar.

Menurutnya, Dewan Pers dan organisasi profesi jurnalistik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas insan pers. Standar kompetensi, kode etik, verifikasi informasi, hak jawab, dan keberimbangan pemberitaan harus menjadi bagian dari budaya jurnalistik.

Akbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menganggap setiap orang yang memiliki media atau mengaku sebagai wartawan otomatis memiliki legitimasi moral untuk melakukan pemberitaan.

“Jangan sampai media kehilangan fungsi kontrol sosial karena berubah menjadi alat kepentingan pribadi. Kalau itu terjadi, yang rusak bukan hanya nama seorang wartawan, tetapi kepercayaan masyarakat terhadap pers secara keseluruhan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan ajakan untuk mengucilkan atau menghukum seseorang untuk kedua kalinya karena masa lalunya. Sebaliknya, kritik tersebut ditujukan agar setiap orang yang masuk ke dunia jurnalistik memahami konsekuensi moral dari profesinya.

“Kalau seseorang sudah menjalani hukuman dan kemudian memilih menjadi wartawan, silakan. Tetapi setelah masuk ke dunia pers, jangan merasa kebal terhadap kritik dan aturan etik. Masa lalu harus menjadi pelajaran, bukan alasan untuk menggunakan media sebagai senjata,” ujar Akbar.

Akbar berharap insan pers di Makassar bersama organisasi wartawan, perusahaan media, dan Dewan Pers terus memperkuat profesionalisme agar kebebasan pers tetap menjadi instrumen kontrol sosial yang sehat.

Penulis: Akbar Hasan Noma, S.Sos. ( Dg Polo) 

Pemerhati Profesi Jurnalis dan Ketua DPD PJI Sulawesi Selatan

Minggu, 16 Agustus 2026

Tengah Malam di TMP Salotungo, Wabup Selle KS Dalle Kenang Jasa 155 Pahlawan


Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah keheningan malam, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle bersama jajaran Forkopimda mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Salotungo, Watansoppeng, Senin (17/8/2026) dini hari.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 00.00 WITA tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Soppeng. Apel dipimpin Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto selaku Inspektur Upacara.

Wabup Selle KS Dalle hadir bersama Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal.

Suasana semakin khidmat ketika cahaya obor menerangi pusara para pahlawan. Seluruh peserta berdiri memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan mereka dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak 155 pahlawan dimakamkan di TMP Salotungo. Mereka terdiri atas 45 anggota Angkatan Bersenjata, lima Pegawai Negeri Sipil, 100 Pejuang Rakyat, dan lima Pahlawan Tak Dikenal.

Renungan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan doa. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan merupakan tanggung jawab generasi penerus untuk dilanjutkan melalui pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Kehadiran Wabup Selle KS Dalle dalam prosesi tersebut juga memperlihatkan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Sebelumnya, Wabup Selle KS Dalle juga mengambil bagian dalam rangkaian Pawai Obor atau Taptu HUT ke-81 RI di Kota Watansoppeng. Ia memimpin apel sekaligus menyalakan obor sebelum ribuan peserta dilepas oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng.

Dari pawai obor hingga renungan suci, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Soppeng berlangsung dengan pesan yang sama: kemerdekaan harus terus dijaga dan diisi dengan pengabdian demi bangsa, daerah, dan generasi mendatang.

(Yund)

Bupati Suwardi Haseng Lepas Ribuan Peserta Taptu, Watansoppeng Jadi Lautan Obor


Soppeng, Sigapnews.com, Ribuan obor menyala dan menerangi pusat Kota Watansoppeng saat pawai Taptu dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026) malam.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle melepas langsung ribuan peserta pawai obor dari halaman Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Jalan Merdeka Nomor 1, Watansoppeng.

Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari jajaran TNI-Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam tradisi Taptu yang digelar setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Suwardi Haseng Lepas Langsung Barisan Taptu

Sebelum pawai dimulai, kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle. Setelah itu, Bupati Suwardi Haseng bersama jajaran Forkopimda secara resmi melepas peserta.

Turut hadir Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, S.Sos., Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto serta unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah.

Suasana semakin hangat ketika Bupati, Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda menyambut peserta dengan senyum dan lambaian tangan. Sejumlah peserta bahkan terlihat menghampiri pimpinan daerah untuk berjabat tangan.

Ribuan Peserta, Satu Semangat Kemerdekaan

Peserta Taptu berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kodim 1423/Soppeng, Polres Soppeng, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, perangkat OPD, TP PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, pelajar SD hingga SMA sederajat, mahasiswa, organisasi kepemudaan serta masyarakat.

Ribuan peserta kemudian bergerak membawa obor mengelilingi pusat Kota Watansoppeng. Cahaya obor yang memenuhi barisan menciptakan pemandangan spektakuler sekaligus menjadi simbol semangat perjuangan para pahlawan.

Taptu Bukan Sekadar Pawai Obor

Tradisi Taptu menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan.

Berbagai elemen masyarakat yang berjalan bersama dalam satu barisan memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan perbedaan.

Kemeriahan pawai obor juga menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat Soppeng menyambut 81 tahun Indonesia merdeka.

Dilanjutkan Renungan Suci

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Soppeng kemudian dilanjutkan dengan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Salotungo pada pukul 23.30 Wita.

Renungan Suci menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Semangat yang terpancar dari ribuan obor di Watansoppeng diharapkan menjadi energi positif untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama membangun Kabupaten Soppeng.

(Red)

Sabtu, 15 Agustus 2026

Jasa “Aku Temani Healing”, Lelly Asal Sidoarjo Dibanjiri Pelanggan, Tarif Mulai Rp25 Ribu


Sidoarjo, Sigapnews.com, Tidak semua orang memiliki teman yang selalu bisa diajak menemani berbagai aktivitas. Mulai dari sekadar ngopi, kulineran, berbelanja, berolahraga, hingga mengunjungi tempat wisata.

Melihat kebutuhan tersebut, seorang perempuan asal Sidoarjo yang akrab disapa Lelly menghadirkan jasa unik bernama “Aku Temani Healing”. Layanan tersebut kini mulai diminati masyarakat, khususnya kaum hawa di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Lelly yang aktif melalui akun TikTok “hi, ini lelly” mengaku telah menjalani profesi tersebut sekitar satu tahun. Konsepnya sederhana, yakni memberikan jasa sebagai teman bagi orang-orang yang membutuhkan pendamping untuk melakukan berbagai aktivitas.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly. Minggu (16/8/2026). 

Menurutnya, kebutuhan pelanggan cukup beragam. Ada yang membutuhkan teman untuk menghilangkan stres dan sekadar bercerita, ada yang ingin ditemani menghadiri kondangan, berbelanja, menonton konser, berolahraga, hingga menemani ketika berobat ke rumah sakit.

Namun, aktivitas yang paling sering diminta pelanggan adalah nongkrong sambil ngopi. Dalam kesempatan tersebut, tidak jarang pelanggan kemudian mencurahkan berbagai cerita pribadi kepada Lelly.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengarkan. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tuturnya.

Lelly mengatakan, setiap pelanggan bebas menentukan bentuk pendampingan yang diinginkan. Ada yang hanya membutuhkan teman berada di lokasi, sementara lainnya ingin ditemani sekaligus berbincang layaknya bersama seorang teman.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Untuk tarif, Lelly memasang biaya Rp25 ribu per jam khusus layanan menemani pelanggan di rumah sakit. Sementara untuk layanan pendampingan lainnya, tarif yang dikenakan sebesar Rp100 ribu untuk tiga jam.

Adapun biaya transportasi, makan, maupun jajan selama kegiatan menjadi tanggungan pelanggan.

Meski konsep jasanya terkesan santai, Lelly menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas. Ia menetapkan batasan yang jelas agar hubungan dengan pelanggan tetap berada dalam konteks jasa pendampingan.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” tegasnya.

Tidak hanya menjaga batas profesional, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Lelly mengaku melakukan skrining terhadap calon pelanggan sebelum menerima permintaan jasa.

Ia bahkan tidak keberatan memberikan identitas diri apabila diperlukan oleh calon pelanggan sebagai bagian dari upaya membangun rasa aman dan saling percaya.

Lelly menyadari bahwa layanan yang dijalankannya memiliki tantangan tersendiri. Baik dirinya maupun pelanggan sama-sama bertemu dengan orang yang sebelumnya belum dikenal.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly.

Kini, Lelly terus mengembangkan layanan “Aku Temani Healing” melalui media sosial. Ia aktif membuat konten untuk memperkenalkan konsep jasa tersebut kepada masyarakat sekaligus membuka peluang bagi mereka yang membutuhkan teman untuk menjalani aktivitas tanpa harus merasa sendirian.

(Redho)

Jumat, 14 Agustus 2026

Nurmal Idrus Soroti Tantangan Bankir di Era Digital, SDM Jadi Penentu Daya Saing


Soppeng, Sigapnews.com, Perubahan teknologi dan tuntutan industri perbankan yang semakin kompleks mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang lebih kompeten dan adaptif.

Hal tersebut menjadi sorotan Ketua Program Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, saat tampil sebagai pembicara dalam Forum Diskusi “Pengembangan SDM Perbankan & Sosialisasi Program Magister Manajemen (S2)” di Kantor Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Bank Sulselbar Cabang Soppeng dan UNIPOL Soppeng itu mengangkat tema “Sinergi Akademik dan Industri Perbankan: Akselerasi Kompetensi SDM Menuju Perbankan Daerah yang Unggul dan Berdaya Saing.”

Nurmal menilai transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia perbankan. Di tengah kondisi tersebut, kemampuan teknis saja dinilai belum cukup untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri.

“Perubahan teknologi, tuntutan pelayanan nasabah, transformasi digital, serta semakin kompleksnya tantangan manajemen menuntut tenaga profesional perbankan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” kata Nurmal.

Ia menegaskan, bankir masa kini dituntut memiliki kemampuan yang lebih komprehensif, mulai dari manajemen, kepemimpinan, analisis hingga kemampuan mengambil keputusan strategis.

“Dunia perbankan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menurut Nurmal, peningkatan kapasitas melalui pendidikan tinggi menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh para profesional perbankan. Program Magister Manajemen, kata dia, dapat menjadi ruang untuk memperdalam wawasan sekaligus mengembangkan kemampuan profesional.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan S2 tidak semata-mata diperuntukkan bagi kalangan akademisi. Para praktisi dan profesional yang berkecimpung dalam bidang keuangan, pemasaran, SDM, kepemimpinan maupun pengambilan keputusan juga membutuhkan penguatan kompetensi manajerial.

Forum tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Menurut Nurmal, hubungan yang semakin erat antara kampus dan perbankan dapat membantu memastikan pengembangan SDM sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Andi Yusri Nuralam, SE, turut memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Nurmal Idrus juga membawakan materi dengan tema serupa di hadapan para bankir BRI Cabang Soppeng. Antusiasme peserta dalam dua forum tersebut menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu pengembangan SDM di sektor perbankan.

Nurmal berharap sinergi akademik dan industri dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan SDM perbankan daerah yang semakin profesional, adaptif dan memiliki daya saing.

(Yund/JOIN)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved