-->

Kamis, 10 September 2026

Das’ad Latif Hadir di Polres Soppeng, Akhlak Rasulullah Jadi Bekal Polisi Layani Masyarakat


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana Mapolres Soppeng, Kamis (10/9/2026), terasa berbeda. Jajaran Polres Soppeng tidak hanya berkumpul dalam agenda kedinasan, tetapi mengikuti tausiah dan doa bersama dengan menghadirkan dai nasional Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, tersebut diikuti personel Polres Soppeng bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tamu undangan dan masyarakat.

Tema yang diangkat yakni “Merajut Keakraban dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi, Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Kehadiran Das’ad Latif menjadi momentum bagi jajaran Polres Soppeng untuk memperkuat pembinaan rohani sekaligus mengingat kembali pentingnya akhlak dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan tugas anggota Polri tidak cukup hanya dijalankan berdasarkan aturan dan kemampuan profesional.

Ada tanggung jawab moral yang harus melekat pada setiap personel ketika berhadapan dengan masyarakat.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang bagaimana kita menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi juga bagaimana kita menjaga sikap, ucapan dan perilaku ketika berhadapan dengan masyarakat,” ujar Hari Budiyanto.

Ia menyebut keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pegangan bagi personel dalam membangun karakter yang jujur, sabar, bertanggung jawab dan menghargai sesama.

Menurutnya, pembinaan rohani menjadi salah satu ruang bagi anggota untuk melakukan refleksi terhadap tugas yang telah dijalankan sekaligus memperbaiki diri.

“Semoga apa yang kita dapatkan hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas,” katanya.

Hari juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Polisi, kata dia, harus mampu hadir dengan pendekatan yang humanis tanpa mengurangi profesionalisme dalam menjalankan kewenangan.

“Kita ingin setiap personel hadir dengan sikap yang humanis, profesional dan berintegritas, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus kita jaga,” tegasnya.

Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif dalam tausiahnya mengajak jajaran Polres Soppeng menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

Pesan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tetapi juga bagaimana seseorang menjalankan amanah dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Bagi anggota Polri, pesan itu memiliki relevansi kuat karena tugas kepolisian bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sikap, ucapan dan tindakan seorang personel menjadi bagian dari wajah institusi di mata publik.

Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Kapolres Soppeng kemudian menyerahkan cinderamata kepada Ustaz Das’ad Latif sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan tausiah yang diberikan.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Farid, S.Sos., Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, unsur Forkopimda, para pejabat utama Polres Soppeng, personel, tokoh agama, tamu undangan dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.40 Wita dan berlangsung tertib serta kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Soppeng berupaya menempatkan pembinaan moral sebagai bagian dari penguatan profesionalisme personel.

Sebab, bagi polisi yang setiap hari bersentuhan dengan masyarakat, kemampuan menjalankan tugas harus berjalan beriringan dengan akhlak, integritas dan amanah.

(Yund) 

Suarni Suwardi: Sejarah Soppeng Jangan Hanya Jadi Pajangan, Harus Jadi Identitas


Soppeng, Sigapnews.com, Ada banyak cara mengenalkan sebuah daerah. Namun bagi Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, langkah pertama yang paling penting justru mengenali apa yang dimiliki daerah itu sendiri.

Pesan tersebut disampaikan Suarni saat mengajak pengurus Dekranasda mengunjungi Villa Yuliana di Watansoppeng, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan itu menjadi momentum untuk melihat kembali salah satu warisan sejarah yang selama ini berdiri di tengah kota.

Suarni mengatakan, masyarakat jangan sampai hanya mengenal sebuah bangunan karena sering melihatnya. Lebih penting dari itu adalah memahami cerita dan nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

“Kalau kita ingin orang lain mengenal dan bangga dengan Soppeng, tentu kita sendiri harus lebih dulu mengenal dan bangga dengan sejarah, budaya dan potensi yang kita miliki,” ujar Suarni.

Villa Yuliana, menurutnya, merupakan salah satu bagian dari sejarah Soppeng yang perlu terus dikenalkan. Bangunan peninggalan masa kolonial tersebut tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga menyimpan jejak perjalanan masa lalu daerah.

Keberadaan museum di dalam Villa Yuliana semakin memperkuat fungsinya sebagai ruang untuk mengenal sejarah dan budaya Soppeng.

“Kadang kita setiap hari melihat sesuatu di sekitar kita, tetapi belum tentu kita tahu cerita dan nilainya. Karena itu, penting bagi kita untuk datang, melihat dan mengenal lebih dekat sejarah daerah sendiri,” katanya.

Identitas yang Bisa Dijual

Suarni melihat sejarah dan budaya bukan sesuatu yang harus disimpan dalam lemari masa lalu. Justru, keduanya dapat menjadi identitas yang membuat Soppeng memiliki karakter ketika diperkenalkan kepada masyarakat luar.

Menurutnya, sektor pariwisata membutuhkan cerita. Sebuah tempat akan lebih menarik ketika pengunjung tidak hanya melihat bangunan atau pemandangan, tetapi juga mengetahui kisah yang ada di baliknya.

“Potensi wisata kita harus kita kenali dan kita banggakan. Kalau masyarakatnya sendiri mau datang dan mengenal, tentu akan lebih mudah bagi kita memperkenalkan Soppeng kepada orang lain,” ujarnya.

Ia berharap perhatian terhadap sejarah tidak berhenti pada generasi sekarang. Anak-anak muda perlu diberi ruang untuk mengenal berbagai peninggalan, tradisi dan kebudayaan daerah agar tidak kehilangan hubungan dengan identitasnya sendiri.

Di sisi lain, kekayaan sejarah dan budaya juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kerajinan.

Sebagai Ketua Dekranasda, Suarni melihat banyak cerita lokal yang dapat diterjemahkan menjadi karya kreatif. Motif, simbol, tradisi maupun kisah sejarah dapat dikembangkan menjadi produk yang membawa karakter Soppeng.

Dengan begitu, kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Suarni menegaskan bahwa membangun kebanggaan terhadap daerah harus dimulai dari masyarakat sendiri.

“Jangan sampai orang dari luar lebih dulu mengenal potensi daerah kita, sementara kita sendiri kurang mengenalnya. Kita harus menjadi orang pertama yang mencintai, menjaga dan memperkenalkan kekayaan Soppeng,” tuturnya.

Kunjungan ke Villa Yuliana pun menjadi sebuah pesan bahwa warisan sejarah tidak boleh sekadar menjadi latar belakang kota.

Ia harus dikenali, dirawat, diceritakan dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini.

Bagi Suarni, ketika masyarakat sudah mengenal sejarahnya, akan tumbuh rasa memiliki. Dari rasa memiliki itulah lahir kebanggaan untuk menjaga budaya, mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan Soppeng lebih luas.

Sebab, kekayaan daerah bukan hanya sesuatu yang diwariskan untuk dikenang, tetapi juga modal untuk membangun masa depan.

(Yund) 

Rabu, 09 September 2026

Pekerja Rentan dan Kader Kesehatan Soppeng Diperkuat Jaminan Sosial


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperluas perhatian terhadap kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi namun belum sepenuhnya terlindungi jaminan sosial.

Pemkab Soppeng bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare menandatangani Rencana Kerja Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan dan Kader Kesehatan di D’Malaka Cafe, Rabu (9/9/2026).

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin, mengatakan perlindungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas pekerjaan setiap hari.

Menurutnya, pekerja rentan dan kader kesehatan memiliki posisi penting di tengah masyarakat. Namun, pekerjaan mereka tetap memiliki risiko yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan dampak ekonomi bagi keluarga.

“Kerja sama ini adalah komitmen nyata Pemkab Soppeng untuk memastikan para pekerja rentan dan kader kesehatan dapat bertugas tanpa rasa waswas,” kata Andi Haeruddin.

Ia menegaskan, jaminan sosial dibutuhkan bukan hanya ketika musibah terjadi, tetapi sebagai langkah antisipasi agar keluarga pekerja tidak langsung kehilangan ketahanan ekonomi.

“Perlindungan ini penting agar keluarga mereka tetap tangguh dan terhindar dari risiko kemiskinan jika terjadi musibah kerja,” ujarnya.

Dorong Perlindungan Lebih Luas

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare, Sahid Wahid, menyambut positif langkah Pemkab Soppeng tersebut.

Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam memperluas perlindungan bagi pekerja, khususnya kelompok pekerja yang selama ini berada di sektor informal.

“Sinergi ini memastikan negara hadir memberikan kepastian jaminan, sehingga para pekerja dapat beraktivitas dengan tenang dan produktif,” ujar Sahid.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Soppeng, Adi Syamsul, juga berharap cakupan perlindungan dapat terus diperluas hingga masyarakat di wilayah pelosok.

Menurutnya, perlindungan pekerja tidak boleh hanya terkonsentrasi pada sektor formal. Pekerja informal yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sehari-hari juga membutuhkan kepastian perlindungan ketika menghadapi risiko kerja.

Upaya tersebut sekaligus melanjutkan berbagai program perlindungan pekerja yang telah dikembangkan Pemkab Soppeng. Salah satunya SIBALIPERI, program yang mendorong semangat gotong royong ASN untuk membantu memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian kepada pekerja rentan atau informal.

Soppeng juga telah memiliki regulasi khusus terkait perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor pertanian melalui Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2023. Regulasi tersebut mencakup antara lain kepesertaan, manfaat JKK, JKM, JHT dan JP, hingga mekanisme klaim.

Penandatanganan rencana kerja tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP-NAKERTRANS Kabupaten Soppeng Andi Dhamrah dan Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng Drs. Dipa, M.Si.

Pemkab Soppeng berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi benar-benar memperluas akses perlindungan bagi masyarakat pekerja.

Dengan demikian, pekerja rentan dan kader kesehatan dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang, sementara keluarga mereka memiliki perlindungan ketika risiko pekerjaan terjadi.

(Yund) 

Bupati Suwardi Haseng Mulai “Memanaskan” Fisik Calon Jemaah Haji Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Perjalanan menuju Baitullah tidak hanya membutuhkan bekal ilmu agama. Kondisi fisik dan kesehatan juga harus dipersiapkan sejak jauh hari.

Pesan itulah yang ditekankan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng saat meluncurkan Outbound Manasik Haji dan Manasik Kesehatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Soppeng Estimasi 1448 H/2027 M, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Hajj Health Adventure, Petualangan Sehat Menuju Baitullah”, program ini menjadi pendekatan baru dalam pembinaan calon jemaah. Manasik tidak hanya diisi materi tata cara ibadah, tetapi dipadukan dengan latihan fisik dan edukasi kesehatan.

Ratusan calon jemaah mengikuti kegiatan yang diawali senam jantung sehat dan senam lansia di Taman Gapis Watansoppeng.

Di hadapan para calon jemaah, Suwardi mengingatkan bahwa menjadi tamu Allah merupakan sebuah kehormatan. Karena itu, kesempatan tersebut harus dipersiapkan dengan kesungguhan.

“Para calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalankannya dengan kondisi fisik yang baik,” ujar Suwardi.

Ia meminta calon jemaah tidak menunggu keberangkatan untuk mulai menjaga kebugaran.

“Tidak perlu menunggu menjelang keberangkatan untuk mulai mempersiapkan diri,” tegasnya.

Menurut Suwardi, aktivitas fisik secara teratur, istirahat yang cukup serta mengikuti pembinaan tenaga kesehatan harus mulai menjadi kebiasaan calon jemaah.

Bupati juga memberi pesan agar manasik tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas. Materi, latihan dan simulasi harus benar-benar dipahami karena akan menjadi bekal ketika jemaah menghadapi kondisi nyata di Tanah Suci.

Suwardi bahkan menekankan agar program tersebut tidak berhenti setelah seremoni launching. Pembinaan harus berlangsung berkelanjutan hingga calon jemaah berangkat.

Pemkab Soppeng akan memperkuat sinergi dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, RSUD Latemmamala, puskesmas, pembimbing manasik dan seluruh pihak terkait.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan para calon jemaah mendapatkan pembinaan dan pelayanan yang baik, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, lancar, sehat, dan memperoleh predikat haji mabrur,” katanya.

Tak hanya soal kesehatan, Suwardi juga mengingatkan pentingnya kekompakan. Para calon jemaah diminta saling membantu, saling mengingatkan dan menjaga disiplin selama proses persiapan hingga berada di Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.HI mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, RSUD Latemmamala serta puskesmas.

Menurut Musriadi, konsep outbound dirancang untuk memberikan pembekalan yang lebih aplikatif kepada calon jemaah, terutama dalam menghadapi tantangan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah.

Jemaah lanjut usia dan calon jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program tersebut.

Materi fikih manasik kemudian dipadukan dengan aktivitas fisik dan edukasi kesehatan agar pembinaan berlangsung lebih interaktif dan tidak monoton.

Bupati Suwardi Haseng selanjutnya secara resmi menyatakan program tersebut dimulai.

Bagi calon jemaah Soppeng, perjalanan menuju Baitullah kini dimulai lebih awal—bukan hanya dengan mempersiapkan ilmu ibadah, tetapi juga dengan melatih tubuh agar siap menjalani setiap tahapan perjalanan suci.

(Yund) 

Bupati Suwardi Haseng di Leworeng: Jangan Rajin Memperingati Maulid, Tapi Lupa Meneladani Rasulullah


Soppeng  Sigapnews.com, Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengulang kisah kelahiran Rasulullah. Nilai yang diwariskan Nabi harus hadir dalam kehidupan nyata.

Pesan itu disampaikan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Leworeng, Kecamatan Donri-donri, Rabu (9/9/2026) malam.

Suwardi mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah, terutama dalam membangun persaudaraan, menjaga persatuan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang harmonis tidak lahir hanya dari kesamaan, tetapi dari kemampuan menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan.

"Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam hidup berbangsa dan bernegara. Mari bersama menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah untuk memajukan Bumi Latemmamala yang kita cintai bersama," kata Suwardi.

Dari pesan keagamaan itu, Suwardi mengingatkan bahwa pembangunan juga membutuhkan semangat yang sama: kebersamaan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pembangunan kebutuhan dasar masyarakat, mulai jalan dan jembatan, dukungan alat dan mesin pertanian hingga pembangunan irigasi.

Tetapi pembangunan tidak akan berjalan maksimal jika masyarakat hanya ditempatkan sebagai penonton.

Suwardi meminta warga ikut mengambil bagian, menjaga hasil pembangunan dan memperkuat gotong royong di lingkungan masing-masing.

"Pembangu­nan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat," tegasnya.

Ia pun menempatkan Yassisoppengi sebagai salah satu modal sosial penting bagi Soppeng.

Semangat saling membantu, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, menurut Suwardi, harus terus dipertahankan. Bukan hanya di tengah kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan proses pembangunan.

"Dengan semangat Yassisoppengi, gotong royong, dan kepedulian yang tinggi, kita akan memiliki fondasi yang kokoh untuk bersama-sama membangun Bumi Latemmamala yang kita cintai ini menjadi daerah yang lebih maju, berdaya saing dan penuh berkah," ujarnya.

Peringatan Maulid di Masjid Nurul Huda akhirnya tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Dari Leworeng, Suwardi membawa pesan bahwa keteladanan Rasulullah harus diterjemahkan menjadi persaudaraan, kepedulian dan kerja bersama untuk membangun Soppeng.

Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Suwardi didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian H. Asis Dahlan, Camat Donri-donri, kepala desa serta tokoh masyarakat.

(Yund) 

Bukan Sekadar Aplikasi, Pemkab Soppeng Dorong Aparatur Beralih ke Administrasi Digital


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mendorong perubahan pola kerja aparatur melalui digitalisasi administrasi pemerintahan.

Langkah ini tidak sekadar memperkenalkan aplikasi baru, tetapi diarahkan untuk mengubah kebiasaan kerja aparatur dari sistem manual menuju administrasi yang lebih cepat, efisien, tertib, dan terintegrasi.

Tiga instrumen menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut, yakni Email Dinas, Tanda Tangan Elektronik (TTE), dan SRIKANDI.

Penguatan pemanfaatannya dilakukan melalui sosialisasi secara bertahap oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng.

Terbaru, sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Marioriwawo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diikuti unsur kecamatan serta perangkat pelayanan terkait, termasuk sekretaris kecamatan, kasubag umum dan kepegawaian, kepala tata usaha, dan operator.

Sebelumnya, sosialisasi telah dilaksanakan di Kecamatan Marioriawa pada 1 September, Kecamatan Ganra pada 2 September dengan peserta gabungan Ganra dan Donri-Donri, Kecamatan Lilirilau pada 3 September, serta Kecamatan Liliriaja pada 8 September dengan peserta gabungan Liliriaja dan Citta.

Agenda selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Lalabata pada 10 September 2026 dengan peserta gabungan Kecamatan Lalabata dan sejumlah SKPD.

Tiga Instrumen untuk Mengubah Pola Kerja

Dalam kegiatan tersebut, aparatur dibekali pemahaman mengenai penggunaan Email Dinas, TTE, dan SRIKANDI sesuai kebutuhan administrasi pemerintahan.

Email Dinas diarahkan sebagai sarana komunikasi resmi kedinasan. SRIKANDI digunakan untuk mendukung pengelolaan surat-menyurat dan arsip dinamis secara elektronik. Sedangkan TTE dimanfaatkan untuk proses pengesahan dokumen secara digital.

Pemanfaatan ketiganya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap proses administrasi berbasis kertas.

Dokumen yang sebelumnya harus dicetak, ditandatangani secara manual, dikirim dalam bentuk fisik, kemudian disimpan sebagai arsip, secara bertahap diarahkan ke sistem elektronik.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kabupaten Soppeng, Ali Imran Mallawi, S.Sos., M.Si., mengatakan keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kemampuan aparatur dalam menggunakan sistem secara konsisten.

Menurutnya, digitalisasi tidak boleh dipahami hanya sebagai pergantian dokumen kertas menjadi dokumen elektronik.

Teknologi harus mampu mendorong perubahan pola kerja agar proses administrasi pemerintahan menjadi lebih cepat, efisien, terintegrasi, aman, dan akuntabel.

Materi teknis dalam sosialisasi disampaikan oleh Eka Saputra, S.Kom., MM., Pranata Komputer Ahli Muda, dan Noviyanto, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama.

Melalui SRIKANDI, pengelolaan persuratan dan arsip diharapkan semakin tertib serta mudah ditelusuri. TTE memberikan kemudahan dalam proses pengesahan dokumen tanpa harus selalu bergantung pada tanda tangan manual.

Sementara Email Dinas memperkuat komunikasi resmi antarunit kerja melalui saluran yang diperuntukkan bagi kepentingan kedinasan.

Aparatur Harus Beradaptasi

Pemkab Soppeng menargetkan digitalisasi tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

Aparatur di setiap unit kerja didorong untuk benar-benar menerapkan sistem tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.

Tantangannya bukan hanya memastikan aparatur bisa menggunakan aplikasi, tetapi memastikan mereka terbiasa menggunakannya.

Perubahan kebiasaan itu menjadi bagian penting dari transformasi birokrasi. Semakin konsisten sistem digital digunakan, semakin besar peluang proses administrasi menjadi lebih ringkas dan mudah dikendalikan.

Selain mendukung pekerjaan internal pemerintahan, perubahan tersebut diharapkan ikut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Administrasi yang lebih tertib dan efisien dapat membantu aparatur memberikan pelayanan secara lebih cepat dan efektif.

Diskominfo bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng terus memberikan pendampingan dan fasilitasi agar pemanfaatan Email Dinas, TTE, dan SRIKANDI dapat berjalan secara konsisten.

Pada akhirnya, transformasi digital bukan hanya soal aplikasi.

Yang sedang dibangun adalah budaya kerja baru aparatur—lebih adaptif terhadap teknologi, lebih efisien dalam bekerja, dan lebih siap memberikan pelayanan di era digital.

(Yund) 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved