-->

Sabtu, 29 Agustus 2026

Legislator Golkar Andi Wahda Hadir di Tengah Keceriaan Merdeka Sport Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Kehadiran Legislator Partai Golkar, Hj. Andi Wahda Adam, SE, memberi warna tersendiri dalam kegiatan Komunitas Merdeka Sport (MS) di Taman Kalong Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026).

Andi Wahda Adam yang akrab disapa AW hadir di tengah puluhan anggota komunitas yang didominasi kaum ibu. Bukan sekadar menyaksikan, kehadirannya menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang dibangun Merdeka Sport dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan diawali dengan senam bersama. Setelah itu, suasana Taman Kalong berubah semakin meriah saat peserta mengikuti sejumlah permainan rakyat.

Lomba jalan lurus, duduk di kursi hingga goyang bola membuat suasana penuh tawa. Para peserta saling memberikan semangat, sementara aksi spontan dalam setiap permainan menjadi hiburan tersendiri.

Di tengah keceriaan tersebut, AW memberikan apresiasi terhadap kekompakan anggota Merdeka Sport. Menurutnya, keberadaan komunitas olahraga seperti MS memiliki nilai positif karena tidak hanya mendorong masyarakat menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi.

AW berharap aktivitas seperti ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

Semangat berolahraga, menurutnya, tidak semestinya hanya muncul ketika ada momentum tertentu. Kegiatan olahraga secara rutin justru dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Sementara itu, instruktur Merdeka Sport Andi Baji Hasan mengatakan permainan rakyat sengaja dihadirkan untuk memberikan suasana berbeda dalam kegiatan komunitas.

“Lomba jalan lurus, lomba duduk di kursi, goyang bola menjadi permainan yang mengasyikkan dan penuh tantangan,” kata Andi Baji Hasan.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Andi Wahda Adam yang dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi anggota komunitas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Andi Wahda. Kehadirannya tentu memberikan semangat bagi kami,” ujarnya.

Tak berhenti pada kegiatan olahraga dan permainan rakyat di Taman Kalong, Merdeka Sport kini mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.

Komunitas tersebut dijadwalkan ambil bagian dalam lomba senam di Kabupaten Pangkep.

Andi Baji Hasan mengatakan, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Merdeka Sport untuk mengukur kemampuan sekaligus membawa nama Soppeng di tingkat yang lebih luas.

Ia pun berharap seluruh anggota tetap disiplin berlatih dan menjaga kekompakan menjelang perlombaan.

“Semoga anak-anak tetap semangat latihan, kompak dan bisa memberikan yang terbaik saat mengikuti lomba di Pangkep,” harapnya.

Kehadiran Andi Wahda Adam di tengah kegiatan Merdeka Sport menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas olahraga masyarakat. Dari Taman Kalong, semangat itu terus dibangun melalui olahraga, silaturahmi dan kebersamaan.

(Yund)

BPKPD Soppeng Gerak Cepat Usai Disorot, LSM Sidik: Jangan Berhenti di Bersih-Bersih


Soppeng, Sigapnews.com, Sorotan LSM Sidik terhadap kondisi lantai 3 Pusat Pertokoan Kota Soppeng mendapat respons cepat dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Sejumlah personel BPKPD turun melakukan kerja bakti membersihkan area lantai 3 pada Jumat sore. Tanaman liar yang tumbuh di sejumlah bagian kawasan dibersihkan, termasuk lumut yang mulai menutupi dinding.

Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, mengapresiasi respons cepat tersebut. Namun, ia meminta pemerintah tidak berhenti pada persoalan kebersihan.

Menurut Mahmud, yang lebih penting saat ini adalah bagaimana pemerintah mengubah area tersebut menjadi ruang yang produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

“Gerak cepat ini kami apresiasi. Tetapi jangan berhenti pada bersih-bersih. Setelah bersih, harus ada konsep pemanfaatan yang jelas,” ujar Mahmud. Sabtu (29/8/2026). 

Ia menilai lantai 3 Pusat Pertokoan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Mahmud juga meminta pemerintah segera memanfaatkan sejumlah los yang masih kosong.

“Daripada kosong, lebih baik dibuka ruang bagi pelaku UMKM. Banyak masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berjualan dan mengembangkan usahanya,” katanya.

Meski demikian, Mahmud mengingatkan dinas terkait agar tidak keliru dalam menerapkan pola pemanfaatan los.

Ia meminta pemerintah memastikan ruang tersebut benar-benar diberikan kepada pelaku UMKM dan tidak menjadi objek sewa kembali.

“Harus tegas. Jangan hanya atas nama pemanfaatan, kemudian dipersewakan kepada pelaku UMKM. Kalau memang untuk masyarakat dan UMKM, berikan akses yang jelas dan transparan kepada mereka,” tegasnya.

Mahmud berharap pemerintah daerah segera menyusun terobosan untuk menghidupkan kembali lantai 3 Pusat Pertokoan.

Baginya, membersihkan kawasan hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah membuat fasilitas tersebut kembali ramai, produktif, dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Soppeng.

(Yund)

Bupati Soppeng Sapa 270 Siswa SRT, Tak Hanya Cek Kesehatan, Asrama dan Air Bersih Ikut Disorot


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyapa langsung para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) saat meninjau pelaksanaan registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Bupati di tengah para siswa menjadi bagian dari peninjauan langsung untuk memastikan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar.

Sebanyak 270 siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan didampingi kepala desa, lurah, serta keluarga masing-masing.

Mereka terdiri dari 76 siswa SRD, 130 siswa SRMP, dan 64 siswa SRMA.

Suwardi menyapa dan melihat langsung kondisi para siswa yang akan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu. Dari total tersebut, terdapat enam siswa yang belum mengikuti registrasi karena sedang sakit, masing-masing dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.

Tak hanya menyapa siswa, Bupati kemudian mengecek fasilitas asrama yang nantinya menjadi tempat tinggal mereka.

Sapa Siswa, Bupati Langsung Cek Asrama

Dalam peninjauan tersebut, Suwardi meminta sejumlah pekerjaan finishing di asrama segera diselesaikan.

Ia menekankan pentingnya memastikan tempat tinggal siswa aman dan nyaman sebelum digunakan.

Menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang layak, tetapi juga tempat tinggal yang mampu memberikan rasa aman selama mereka menjalani pendidikan.

Perhatian Bupati kemudian tertuju pada ketersediaan air bersih.

Suwardi meminta pihak penyedia, Waskita, memastikan kebutuhan air bersih seluruh siswa tetap tercukupi selama asrama digunakan.

Masjid SRT Dinilai Sudah Sangat Baik

Bupati juga menyempatkan diri meninjau masjid yang berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terpadu.

Setelah melihat kondisi bangunan dan fasilitasnya, Suwardi menilai masjid tersebut sudah sangat baik dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas siswa.

Dengan peninjauan tersebut, Bupati ingin memastikan SRT tidak hanya siap dari sisi pendidikan, tetapi juga mampu memberikan fasilitas kehidupan yang aman, nyaman dan layak bagi para siswa.

Bupati menyapa siswanya, mengecek kesehatannya, melihat tempat tinggalnya, hingga memastikan air bersih tersedia. Pesannya jelas: anak-anak SRT harus mendapatkan fasilitas yang benar-benar siap digunakan.

(Red)

Jumat, 28 Agustus 2026

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin Tegas: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Api Bisa Jadi Bencana


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 Masehi di Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Jumat (28/8/2026), dimanfaatkan Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos., untuk menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat terkait ancaman kebakaran.

Mahmuddin meminta warga tidak mengambil jalan pintas dengan membakar saat membuka atau membersihkan lahan. Di tengah musim kemarau, cara tersebut dinilai berisiko memicu api yang sulit dikendalikan.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Mahmuddin di hadapan masyarakat yang hadir dalam kegiatan Maulid.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun. Puntung rokok yang dibuang sembarangan di kawasan kering, rumput dan semak belukar dapat menjadi pemicu kebakaran.

Menurut Mahmuddin, pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai kelalaian kecil berubah menjadi kebakaran besar yang merusak lingkungan, mengancam permukiman dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Kalau melihat ada titik api atau kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar,” pesan Kapolsek.

Mahmuddin menegaskan bahwa menjaga wilayah dari ancaman kebakaran bukan hanya tanggung jawab kepolisian maupun pemerintah. Masyarakat harus ikut mengambil peran dengan meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Peringatan itu disampaikan usai Mahmuddin menghadiri rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Rajut Silaturahmi, Tebar Kepedulian, Tingkatkan Kebersamaan.”

Dalam kegiatan tersebut, Mahmuddin juga memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Liliriaja yang baru. Sebelumnya, ia pernah dipercaya menjabat Kapolsek Lalabata dan Kasat Intelkam Polres Soppeng.

Hikmah Maulid disampaikan Al Ustadz Sudarmin Pattola Palallo, S.Pd.I. Kegiatan dihadiri Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., MM., Danramil 1423-04/Liliriaja, Kepala KUA Kecamatan Liliriaja Ahlidin, S.Ag., M.A., Kepala Desa Pattojo, Ketua BPD Desa Pattojo bersama anggota, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim serta jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

Peringatan Maulid berlangsung aman dan lancar. Namun, pesan Kapolsek jelas, di tengah musim kemarau, jangan bermain-main dengan api.

(Yund)

Puluhan Lost Kosong di Pusat Pertokoan Watansoppeng, LSM Sidik Bongkar Kondisi Lantai 3: Aset Daerah Diparkir?

Soppeng, Sigapnews.com, Pusat Pertokoan Watansoppeng kembali menjadi perhatian. Setelah dilakukan penertiban terhadap sejumlah lost yang terbuat dari kayu dan tidak difungsikan, kondisi di lapangan justru memunculkan pertanyaan baru mengenai masa depan pemanfaatan fasilitas tersebut.

Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, turun langsung memantau kondisi Pusat Pertokoan Watansoppeng pada Jumat sore (28/8/2026).

Hasil pantauannya, khususnya di gedung bagian utara, cukup mengundang perhatian. Dari sejumlah lost yang ada, Mahmud menyebut hanya satu yang terlihat masih berfungsi sebagai tempat usaha, yakni tukang jahit.

"Hanya satu yang nampak difungsikan, yaitu tukang jahit. Yang lain sudah tertutup," ujar Mahmud.

Menurutnya, terdapat puluhan lost yang kini dalam kondisi tertutup dan tidak dimanfaatkan.

"Ada puluhan yang sudah tertutup dan lost tidak difungsikan," katanya.

Ada Label Pengawasan BPKPD

Mahmud juga menemukan sejumlah lost yang telah ditempeli kertas bertuliskan:

"DIBAWAH PENGAWASAN BPKPD — DIAMBIL ALIH UNTUK DITATA ULANG PEMANFAATANNYA."

Bagi Mahmud, tulisan tersebut semestinya menjadi awal dari penataan baru, bukan sekadar penanda bahwa lost sedang berada dalam pengawasan.

Ia mempertanyakan bagaimana desain penataan tersebut dan kapan masyarakat dapat kembali mengetahui kepastian pemanfaatan fasilitas itu.

"Kalau diambil alih untuk ditata ulang, tentu harus ada kejelasan bagaimana pemanfaatannya ke depan," ujarnya.

Dari Tempat Kuliner Berubah Jadi Bangunan Tak Terurus

Kondisi lebih memprihatinkan disebut terlihat di lantai tiga.

Area yang sebelumnya pernah diramaikan pedagang kuliner dan pelaku usaha kini terlihat tidak terawat. Bagian tangga mulai ditumbuhi lumut, pelesteran mengalami kerusakan, sementara sejumlah titik di lantai dan dinding mulai ditumbuhi tanaman liar.

Padahal, sejumlah meteran listrik masih terlihat terpasang.

Menurut Mahmud, kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi fasilitas yang belum dikelola secara maksimal.

"Di lantai tiga, sejumlah meteran listrik masih terpasang. Hanya saja sebagian besar lantai dan dinding sudah ditumbuhi pohon liar," ungkapnya.

Pertanyaan Besarnya: Mengapa Tidak Dimanfaatkan?

Mahmud menilai Pusat Pertokoan Watansoppeng memiliki potensi besar jika dikelola dengan konsep yang tepat.

Gedung tersebut, kata dia, dapat menjadi ruang usaha bagi UMKM, pusat kuliner, ruang ekonomi kreatif maupun tempat aktivitas produktif masyarakat.

Apalagi, menurutnya, terdapat masyarakat yang sebenarnya ingin mendapatkan tempat usaha.

Masalahnya, mereka tidak mengetahui prosedur dan harus berhubungan dengan siapa untuk mengajukan pemanfaatan.

"Terus terang saja, banyak masyarakat yang ingin menempati, hanya saja mereka tidak tahu ke mana harus berhubungan," katanya.

BPKPD dan Dinas UKM Didesak Bergerak

Mahmud meminta BPKPD serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng segera mengambil langkah.

Ia menilai pemerintah harus menyampaikan secara transparan status setiap lost, mekanisme pemanfaatan, persyaratan serta rencana pengelolaan ke depan.

"Jangan tinggal diam. Kalau memang ada penataan ulang, masyarakat perlu tahu seperti apa konsepnya dan bagaimana mereka bisa ikut memanfaatkannya," tegas Mahmud.

Ia juga menyoroti pembangunan fasilitas yang mengatasnamakan pengembangan UMKM.

Mahmud mengingatkan agar anggaran pemberdayaan UMKM tidak hanya menghasilkan bangunan, tetapi harus benar-benar menciptakan ruang usaha yang bisa diakses masyarakat.

"Utamanya terkait pembangunan UMKM, jangan dibangun dan dianggarkan hanya untuk keluarga pejabat," tegasnya.

Aset Dibangun dengan Uang Rakyat, Jangan Dibiarkan Mati

Mahmud berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Pusat Pertokoan Watansoppeng.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan. Fasilitas tersebut harus hidup, produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika tidak, aset yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi justru berpotensi berubah menjadi bangunan kosong yang terus membutuhkan biaya pemeliharaan.

"Kami berharap pemerintah serius menata kembali pemanfaatannya. Jangan sampai aset yang dibangun untuk masyarakat justru tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Mahmud.


(Yund) 

Kamis, 27 Agustus 2026

Kekeringan di Soppeng, Polwan Polres Turun Langsung Bawa Bantuan Air Bersih


Soppeng, Sigapnews.com, Kekeringan yang mulai menyulitkan warga mendapatkan air bersih mendapat perhatian dari jajaran Polwan Polres Soppeng.

Memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78, personel Polwan Polres Soppeng turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah Tompo Tobani, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Jumat (28/8/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi wujud kepedulian kepolisian terhadap warga yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia setiap hari. Karena itu, kehadiran Polwan di lokasi diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Polwan Polres Soppeng untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir dalam penanganan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.

Ia menegaskan, momentum Hari Jadi Polwan ke-78 harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Polwan merupakan bagian dari kekuatan Polri yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hari Budiyanto.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polwan yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih terjadi.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengambil langkah yang diperlukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujarnya.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polwan Polres Soppeng kepada masyarakat.

Melalui aksi sosial itu, Polwan menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Polwan tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved