-->

Minggu, 16 Agustus 2026

Bupati Suwardi Haseng Lepas Ribuan Peserta Taptu, Watansoppeng Jadi Lautan Obor


Soppeng, Sigapnews.com, Ribuan obor menyala dan menerangi pusat Kota Watansoppeng saat pawai Taptu dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026) malam.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle melepas langsung ribuan peserta pawai obor dari halaman Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Jalan Merdeka Nomor 1, Watansoppeng.

Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari jajaran TNI-Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam tradisi Taptu yang digelar setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Suwardi Haseng Lepas Langsung Barisan Taptu

Sebelum pawai dimulai, kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle. Setelah itu, Bupati Suwardi Haseng bersama jajaran Forkopimda secara resmi melepas peserta.

Turut hadir Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, S.Sos., Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto serta unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah.

Suasana semakin hangat ketika Bupati, Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda menyambut peserta dengan senyum dan lambaian tangan. Sejumlah peserta bahkan terlihat menghampiri pimpinan daerah untuk berjabat tangan.

Ribuan Peserta, Satu Semangat Kemerdekaan

Peserta Taptu berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kodim 1423/Soppeng, Polres Soppeng, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, perangkat OPD, TP PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, pelajar SD hingga SMA sederajat, mahasiswa, organisasi kepemudaan serta masyarakat.

Ribuan peserta kemudian bergerak membawa obor mengelilingi pusat Kota Watansoppeng. Cahaya obor yang memenuhi barisan menciptakan pemandangan spektakuler sekaligus menjadi simbol semangat perjuangan para pahlawan.

Taptu Bukan Sekadar Pawai Obor

Tradisi Taptu menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan.

Berbagai elemen masyarakat yang berjalan bersama dalam satu barisan memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan perbedaan.

Kemeriahan pawai obor juga menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat Soppeng menyambut 81 tahun Indonesia merdeka.

Dilanjutkan Renungan Suci

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Soppeng kemudian dilanjutkan dengan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Salotungo pada pukul 23.30 Wita.

Renungan Suci menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Semangat yang terpancar dari ribuan obor di Watansoppeng diharapkan menjadi energi positif untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama membangun Kabupaten Soppeng.

(Red)

Sabtu, 15 Agustus 2026

Jasa “Aku Temani Healing”, Lelly Asal Sidoarjo Dibanjiri Pelanggan, Tarif Mulai Rp25 Ribu


Sidoarjo, Sigapnews.com, Tidak semua orang memiliki teman yang selalu bisa diajak menemani berbagai aktivitas. Mulai dari sekadar ngopi, kulineran, berbelanja, berolahraga, hingga mengunjungi tempat wisata.

Melihat kebutuhan tersebut, seorang perempuan asal Sidoarjo yang akrab disapa Lelly menghadirkan jasa unik bernama “Aku Temani Healing”. Layanan tersebut kini mulai diminati masyarakat, khususnya kaum hawa di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Lelly yang aktif melalui akun TikTok “hi, ini lelly” mengaku telah menjalani profesi tersebut sekitar satu tahun. Konsepnya sederhana, yakni memberikan jasa sebagai teman bagi orang-orang yang membutuhkan pendamping untuk melakukan berbagai aktivitas.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly. Minggu (16/8/2026). 

Menurutnya, kebutuhan pelanggan cukup beragam. Ada yang membutuhkan teman untuk menghilangkan stres dan sekadar bercerita, ada yang ingin ditemani menghadiri kondangan, berbelanja, menonton konser, berolahraga, hingga menemani ketika berobat ke rumah sakit.

Namun, aktivitas yang paling sering diminta pelanggan adalah nongkrong sambil ngopi. Dalam kesempatan tersebut, tidak jarang pelanggan kemudian mencurahkan berbagai cerita pribadi kepada Lelly.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengarkan. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tuturnya.

Lelly mengatakan, setiap pelanggan bebas menentukan bentuk pendampingan yang diinginkan. Ada yang hanya membutuhkan teman berada di lokasi, sementara lainnya ingin ditemani sekaligus berbincang layaknya bersama seorang teman.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Untuk tarif, Lelly memasang biaya Rp25 ribu per jam khusus layanan menemani pelanggan di rumah sakit. Sementara untuk layanan pendampingan lainnya, tarif yang dikenakan sebesar Rp100 ribu untuk tiga jam.

Adapun biaya transportasi, makan, maupun jajan selama kegiatan menjadi tanggungan pelanggan.

Meski konsep jasanya terkesan santai, Lelly menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas. Ia menetapkan batasan yang jelas agar hubungan dengan pelanggan tetap berada dalam konteks jasa pendampingan.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” tegasnya.

Tidak hanya menjaga batas profesional, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Lelly mengaku melakukan skrining terhadap calon pelanggan sebelum menerima permintaan jasa.

Ia bahkan tidak keberatan memberikan identitas diri apabila diperlukan oleh calon pelanggan sebagai bagian dari upaya membangun rasa aman dan saling percaya.

Lelly menyadari bahwa layanan yang dijalankannya memiliki tantangan tersendiri. Baik dirinya maupun pelanggan sama-sama bertemu dengan orang yang sebelumnya belum dikenal.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly.

Kini, Lelly terus mengembangkan layanan “Aku Temani Healing” melalui media sosial. Ia aktif membuat konten untuk memperkenalkan konsep jasa tersebut kepada masyarakat sekaligus membuka peluang bagi mereka yang membutuhkan teman untuk menjalani aktivitas tanpa harus merasa sendirian.

(Redho)

Jumat, 14 Agustus 2026

Nurmal Idrus Soroti Tantangan Bankir di Era Digital, SDM Jadi Penentu Daya Saing


Soppeng, Sigapnews.com, Perubahan teknologi dan tuntutan industri perbankan yang semakin kompleks mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang lebih kompeten dan adaptif.

Hal tersebut menjadi sorotan Ketua Program Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, saat tampil sebagai pembicara dalam Forum Diskusi “Pengembangan SDM Perbankan & Sosialisasi Program Magister Manajemen (S2)” di Kantor Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Bank Sulselbar Cabang Soppeng dan UNIPOL Soppeng itu mengangkat tema “Sinergi Akademik dan Industri Perbankan: Akselerasi Kompetensi SDM Menuju Perbankan Daerah yang Unggul dan Berdaya Saing.”

Nurmal menilai transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia perbankan. Di tengah kondisi tersebut, kemampuan teknis saja dinilai belum cukup untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri.

“Perubahan teknologi, tuntutan pelayanan nasabah, transformasi digital, serta semakin kompleksnya tantangan manajemen menuntut tenaga profesional perbankan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” kata Nurmal.

Ia menegaskan, bankir masa kini dituntut memiliki kemampuan yang lebih komprehensif, mulai dari manajemen, kepemimpinan, analisis hingga kemampuan mengambil keputusan strategis.

“Dunia perbankan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menurut Nurmal, peningkatan kapasitas melalui pendidikan tinggi menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh para profesional perbankan. Program Magister Manajemen, kata dia, dapat menjadi ruang untuk memperdalam wawasan sekaligus mengembangkan kemampuan profesional.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan S2 tidak semata-mata diperuntukkan bagi kalangan akademisi. Para praktisi dan profesional yang berkecimpung dalam bidang keuangan, pemasaran, SDM, kepemimpinan maupun pengambilan keputusan juga membutuhkan penguatan kompetensi manajerial.

Forum tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Menurut Nurmal, hubungan yang semakin erat antara kampus dan perbankan dapat membantu memastikan pengembangan SDM sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Andi Yusri Nuralam, SE, turut memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Nurmal Idrus juga membawakan materi dengan tema serupa di hadapan para bankir BRI Cabang Soppeng. Antusiasme peserta dalam dua forum tersebut menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu pengembangan SDM di sektor perbankan.

Nurmal berharap sinergi akademik dan industri dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan SDM perbankan daerah yang semakin profesional, adaptif dan memiliki daya saing.

(Yund/JOIN)

Fiskal Terbatas, Bupati Soppeng Kunci Anggaran Perubahan 2026 untuk Program Prioritas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama DPRD Soppeng resmi menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam rapat paripurna DPRD Soppeng, Jumat (14/8/2026).

Di balik kesepakatan itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng memberikan penekanan khusus mengenai penggunaan anggaran daerah. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemerintah harus semakin cermat menentukan program yang akan dibiayai.

Suwardi menegaskan, pemerintah tidak ingin keterbatasan fiskal berdampak pada pelayanan dasar masyarakat.

“Dalam kondisi kemampuan keuangan daerah yang terbatas, Pemerintah Kabupaten Soppeng tetap menempatkan pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Bupati meminta perangkat daerah melakukan penajaman terhadap program dan kegiatan yang diusulkan dalam perubahan anggaran.

Program yang tidak mendesak, kurang produktif atau tidak memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat harus dikendalikan. Sementara program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan target pembangunan harus mendapat perhatian.

Usulan OPD Bakal Disaring Lebih Ketat

Tak hanya meminta OPD lebih selektif, Suwardi juga menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memperketat proses verifikasi.

Setiap usulan perubahan anggaran harus diuji berdasarkan kebutuhan riil, urgensi, indikator kinerja dan kesesuaiannya dengan prioritas pembangunan.

“Setiap usulan perubahan anggaran harus benar-benar berbasis kebutuhan riil, memiliki indikator kinerja yang jelas, serta selaras dengan prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah,” kata Suwardi.

Ia meminta kesepakatan perubahan KUA-PPAS tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman bagi seluruh OPD dalam menyusun program, kegiatan dan subkegiatan.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, kepala SKPD, camat, lurah, kepala desa dan insan pers.

Setelah kesepakatan tersebut, masing-masing perangkat daerah akan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Tahapan selanjutnya yakni pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Dengan arah kebijakan tersebut, Pemkab Soppeng berupaya memastikan keterbatasan anggaran tidak mengurangi kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong belanja daerah menjadi lebih selektif, efisien dan tepat sasaran.

(Red)

Kamis, 13 Agustus 2026

Semarak HUT RI ke-81, Ribuan Peserta Padati Jalanan Watansoppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Ribuan peserta memadati sejumlah ruas jalan utama Kota Watansoppeng, Jumat (14/8/2026) pagi, dalam kegiatan jalan santai memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Gasis Watansoppeng tersebut berlangsung semarak. Sebelum berjalan santai, peserta terlebih dahulu mengikuti senam bersama.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi Haseng, bersama Wakil Ketua TP PKK Soppeng dr. Hj. Rahmawati Selle, Ketua Bhayangkari Soppeng dan jajaran Forkopimda secara resmi melepas ribuan peserta.

Menariknya, para pejabat yang hadir tidak hanya berdiri di garis start. Hj. Suarni Suwardi bersama unsur Forkopimda turut bergabung dalam barisan dan berjalan bersama peserta hingga menyusuri rute yang telah disiapkan.

Sejumlah pimpinan daerah dan pejabat lainnya juga ikut meramaikan kegiatan, termasuk Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufan, Kajari Soppeng, Kapolres Soppeng serta para pimpinan SKPD.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur pemerintah daerah, TP PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, jajaran kecamatan hingga para pelajar.

Dari Lapangan Gasis, rombongan bergerak melewati Jalan Pemuda, Jalan Bila Selatan, Jalan Bakti, Jalan Bila Utara dan Jalan Merdeka. Peserta kemudian kembali ke Lapangan Gasis dengan jarak tempuh sekitar 2,5 kilometer.

Padatnya barisan peserta membuat suasana Kota Watansoppeng semakin semarak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perempuan, aparatur pemerintahan dan masyarakat.

Usai jalan santai, kemeriahan dilanjutkan dengan sejumlah lomba olahraga dan permainan tradisional yang diikuti unsur Forkopimda serta kepala SKPD.

Jalan santai ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan dan kegembiraan masyarakat.

(Yund)

BGN Sulsel Evaluasi Dapur MBG di Soppeng, Dapur yang Disuspend Diminta Segera Berbenah


Soppeng, Sigapnews.com, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Selatan melakukan evaluasi langsung terhadap sejumlah dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng, Kamis (13/8/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar kelayakan, kebersihan, keamanan pangan, serta persyaratan operasional yang telah ditetapkan.

Tim dipimpin Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KAPPG) Regional BGN Sulsel, Handayani, S.KM., MPH, bersama Kepala Regional SPPI BGN Muh. Abdi, Korwil dan jajaran SPPI. Rombongan turut didampingi Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.

Kunjungan diawali dengan pemeriksaan terhadap dua dapur MBG di Kecamatan Marioriwawo, tepatnya di wilayah Takkalala.

Di lokasi, tim BGN mengecek berbagai aspek, mulai dari kondisi bangunan, peralatan, alat masak, kelengkapan operasional hingga administrasi. Sejumlah persyaratan pendukung juga menjadi perhatian, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi penjamah makanan, sertifikasi halal, kualitas chef atau koki, serta kondisi kesehatan relawan yang bertugas di dapur.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi sejumlah dapur yang diperiksa secara umum cukup baik. Namun, masih terdapat beberapa dapur yang dinilai perlu melakukan pembenahan agar dapat memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.

Dapur yang sebelumnya disuspend atau dihentikan sementara operasionalnya menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi tersebut. Pengelola didorong segera memperbaiki berbagai kekurangan sehingga dapat memenuhi ketentuan dan kembali menjalankan pelayanan sesuai standar.

Usai pemeriksaan di Marioriwawo, rombongan bersama Wakil Bupati Soppeng menuju Kantor Bupati Soppeng untuk mengikuti Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian, Plh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta sejumlah pimpinan SKPD yang tergabung dalam Satgas MBG Daerah.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan pemerintah pusat dan daerah terhadap pelaksanaan MBG, termasuk memastikan persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Setelah mengikuti rapat daring, tim BGN kembali melanjutkan pemantauan ke dapur MBG di Kecamatan Lalabata. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fasilitas, peralatan, kelengkapan operasional serta persyaratan pendukung lainnya.

Rangkaian kegiatan berlanjut hingga malam hari. Setelah jamuan makan malam di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, tim BGN bersama Wakil Bupati kembali turun ke lapangan untuk memantau dua dapur MBG di Kecamatan Liliriaja.

Pemantauan dari sejumlah lokasi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi antara BGN, pemerintah daerah, Satgas MBG, yayasan dan mitra pelaksana.

Pemerintah daerah bersama seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus meningkatkan pengawasan dan evaluasi secara berkala. Setiap kekurangan yang ditemukan diminta segera diperbaiki agar kualitas pelayanan MBG tetap terjaga.

Evaluasi lapangan ini sejalan dengan langkah BGN yang memperketat pengawasan terhadap dapur MBG yang belum memenuhi persyaratan. BGN sebelumnya juga menegaskan bahwa dapur yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk persyaratan higiene sanitasi, dapat dikenai tindakan tegas.

Dengan pembenahan dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Soppeng diharapkan semakin optimal dalam memenuhi standar serta mendukung pemenuhan gizi anak-anak hingga ke wilayah perdesaan.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved