-->

Kamis, 22 Oktober 2026

Wakili Sulawesi Selatan, Nur Syifa Nadiastuti Sabet Penghargaan Best Influencer PPBN 2026


Jakarta, Sigapnews.com, Nur Syifa Nadiastuti berhasil mengharumkan nama Sulawesi Selatan setelah meraih penghargaan Best Influencer dalam ajang Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan batik sekaligus mendorong pelestarian budaya Indonesia.

Perempuan berusia 23 tahun yang akrab disapa Syifa ini tidak hanya aktif sebagai influencer, tetapi juga membawa gagasan inovatif melalui advokasi JatiBatik, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat mengenali motif batik berdasarkan nilai dan karakter yang ingin direpresentasikan.

Selain itu, platform tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat menemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di sekitar mereka.

Bagi Syifa, perkembangan teknologi digital merupakan peluang untuk menjadikan batik lebih dekat dengan generasi muda. Ia ingin mengubah cara masyarakat mengenal batik, dari sekadar produk fesyen menjadi warisan budaya yang memiliki filosofi, identitas, dan nilai sejarah.

“Batik bukan sekadar kain atau fashion, tetapi memiliki filosofi, identitas, dan proses panjang yang melibatkan keterampilan para pembatik. Melalui JatiBatik, saya ingin membantu masyarakat memahami makna setiap motif sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan apresiasi terhadap batik Indonesia,” ujar Syifa.

Berbekal Prestasi dan Pengalaman

Syifa merupakan lulusan Sarjana Manajemen Universitas Negeri Jakarta. Saat ini, ia bekerja di bidang pemasaran PT Brilian Indah Gemilang sekaligus menjalankan aktivitas sebagai influencer dengan lebih dari 125 ribu pengikut di Instagram melalui akun @nursyifanadiastuti dan 50 ribu pengikut di TikTok.

Pengalamannya di berbagai bidang turut memperkuat kiprahnya. Ia tercatat telah meraih lebih dari 150 penghargaan, pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Negeri Jakarta, Duta Universitas Negeri Jakarta, serta Duta Museum Listrik PLN.

Ia juga aktif sebagai pembicara dan juri dalam berbagai kegiatan tingkat nasional maupun internasional.

Ketertarikannya terhadap perjalanan dan kekayaan budaya Nusantara mendorongnya untuk memperkenalkan beragam potensi Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara.

Melalui PPBN 2026, Syifa berupaya membawa semangat tersebut ke dalam gerakan pelestarian batik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dorong Generasi Muda Peduli Batik

Menurut Syifa, tantangan pelestarian batik tidak berhenti pada upaya meningkatkan jumlah orang yang mengenakannya. Kesadaran untuk memahami filosofi motif, menghargai proses produksi, dan mengapresiasi keterampilan pembatik juga perlu diperkuat.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata, mulai dari mempelajari makna motif batik hingga mendukung UMKM lokal yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

Ia meyakini budaya dan teknologi dapat saling melengkapi. Dengan pemanfaatan platform digital dan inovasi AI, informasi mengenai batik diharapkan lebih mudah diakses, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Putra Putri Batik Nusantara telah diselenggarakan sejak 2011 dan memiliki lebih dari 280 alumni yang tersebar di 38 provinsi serta terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara.

Pada 2026, penyelenggaraan PPBN mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur. Tema tersebut menyoroti keterkaitan batik dengan identitas daerah, pariwisata, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam karantina nasional yang berlangsung pada 22–28 September 2026 di Jakarta, para finalis memperoleh pembekalan tentang pengetahuan batik, komunikasi, kepemimpinan, diplomasi budaya, personal branding, dan pengembangan diri.

Terima Kasih kepada Keluarga dan Para Pendukung

Keberhasilan Syifa tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada ibunya yang selalu mendampingi perjalanan kariernya serta mengenang mendiang ayahnya sebagai sumber semangat untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

Apresiasi juga diberikan kepada pasangan, teman-teman, para pengikut media sosial, serta manajemen PT Brilian Indah Gemilang yang telah memberikan dukungan dan izin selama proses pemilihan berlangsung.

Sejumlah mitra dan sponsor turut mendapat apresiasi, di antaranya UMKM batik Trissia Dewi, Organ Batik Sinaga, Batik ISTINANA, A’BATE’ Lontara, Marika Batik, Aurana Rent, serta para mitra tata rias, videografi, dan pihak lainnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua APINDO Sulawesi Selatan, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan RI, Wali Kota Jakarta Timur, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, dan sejumlah pihak lainnya.

Ke depan, Syifa berharap penghargaan Best Influencer PPBN 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi batik melalui konten kreatif, inovasi JatiBatik, dan kolaborasi dengan pembatik serta UMKM lokal.

Ia ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga mengenakan batik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan ikut menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

Dengan semangat tersebut, Syifa berharap batik terus berkembang sebagai identitas bangsa yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat bagi para pelaku budaya dan ekonomi kreatif di Indonesia.

(Redho Fitriyadi)

Minggu, 18 Oktober 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Ikuti Jalan Sehat Meriahkan HUT Sulsel ke-357


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi provinsi yang diikuti berbagai unsur pemerintah daerah.

Bupati Suwardi Haseng hadir bersama Pj Sekda Andi Haeruddin, para Asisten, Staf Ahli dan sejumlah kepala dinas lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng. Partisipasi tersebut menjadi bentuk keterlibatan Pemkab Soppeng dalam memeriahkan peringatan hari jadi sekaligus mempererat kebersamaan antarpemerintah daerah.

Jalan Sehat Anti Mager mengajak peserta untuk meningkatkan aktivitas fisik dan membudayakan pola hidup sehat. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dalam suasana yang lebih santai di luar agenda resmi pemerintahan.

Peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan tahun ini turut dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan lainnya, di antaranya Kirab Swasembada Pangan, Pasar Murah, Job Fair, serta lomba memasak nasi goreng yang diikuti sejumlah kepala daerah.

Rangkaian agenda tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang mencakup olahraga, sektor pangan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, hingga informasi kesempatan kerja.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama jajaran pejabat daerah dalam kegiatan jalan sehat ini menambah semarak peringatan hari jadi provinsi. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Melalui peringatan ini, semangat hidup sehat, kebersamaan, dan partisipasi dalam pembangunan diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Selatan yang semakin maju dan sejahtera.

(Red)

Rabu, 07 Oktober 2026

Pocil Soppeng Terima Piagam dari Polda Sulsel, Kasat Lantas Dorong Siswa Terus Berprestasi


Soppeng, Sigapnews.com, Kerja keras dan partisipasi Polisi Cilik (Pocil) Polres Soppeng dalam ajang lomba tingkat Polda Sulawesi Selatan mendapat apresiasi.

Para siswa peserta Pocil menerima piagam penghargaan dari Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel. Penghargaan tersebut diserahkan Kasat Lantas Polres Soppeng IPTU Asdar, S.Sos., M.M., di halaman SDN 7 Salotungo, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Pemberian piagam itu menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan para pelajar yang telah membawa nama Polres Soppeng dalam lomba Polisi Cilik yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan keberadaan Pocil bukan sekadar kegiatan seremonial maupun perlombaan. Program tersebut dinilai menjadi wadah untuk membangun karakter anak sejak usia dini.

“Keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan Polisi Cilik bukan hanya tentang mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan,” kata Hari Budiyanto.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti pembinaan Pocil dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai pelajar yang disiplin dan mampu memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembiasaan tertib berlalu lintas juga penting dilakukan sejak anak-anak. Dengan memahami aturan sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai disiplin yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal bagi anak-anak dalam kehidupan mereka ke depan,” lanjutnya.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan jajaran personel Polres Soppeng yang telah berperan dalam memberikan pendampingan serta pembinaan kepada para peserta Pocil.


Kasat Lantas Polres Soppeng IPTU Asdar mengatakan penghargaan dari Polda Sulsel tersebut harus dimaknai sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kedisiplinan.

Menurut Asdar, menjadi anggota Pocil bukan hanya soal kemampuan mengikuti gerakan atau tampil dalam perlombaan. Lebih penting, para peserta harus mampu membawa nilai-nilai disiplin tersebut ke lingkungan sekolah.

“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus disiplin, bertanggung jawab dan menjadi pelajar yang mampu memberikan contoh positif kepada lingkungan sekitarnya,” ujar Asdar.

Ia berharap para peserta Pocil Soppeng dapat terus menjaga semangat, kedisiplinan dan sikap positif yang telah dibangun selama mengikuti program tersebut.

Penyerahan piagam berlangsung aman, tertib dan kondusif.

(Yund)

Senin, 05 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Kawal Dukungan Gizi untuk Soppeng, Bantuan Susu Disiapkan Tepat Sasaran


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE., menegaskan perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan kehadirannya dalam pelepasan distribusi bantuan produk susu untuk masyarakat di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pelepasan bantuan berlangsung di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (5/10/2026).

Suwardi hadir bersama Kepala DP3APPKB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, sementara Menteri PPPA RI Arifah Fauzi mengikuti secara daring.

Bantuan merupakan hasil sinergi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, PT Nestlé Indonesia, Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten/kota serta Muslimat NU Sulsel.

Untuk Sulsel, sebanyak 5.000 boks atau 177.500 pcs produk susu dialokasikan untuk didistribusikan kepada masyarakat di 24 kabupaten/kota.

Distribusi tidak dilakukan secara umum. Pemerintah menggunakan data penerima yang telah didata dan diverifikasi berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah.

Bagi Soppeng, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam sasaran program.

Bupati Suwardi Haseng memastikan penyaluran di wilayahnya akan dikoordinasikan secara berjenjang. Pemerintah daerah akan melibatkan perangkat terkait hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan untuk memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang telah ditetapkan.

Ketepatan sasaran menjadi perhatian penting karena bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Yang mendapatkan bantuan ini by name by address,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, bantuan yang terlihat sederhana bagi sebagian masyarakat dapat memiliki arti besar bagi keluarga yang membutuhkan, khususnya mereka yang tinggal di desa dan wilayah perkampungan.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi meminta pemerintah daerah tidak hanya berkonsentrasi pada distribusi. Edukasi kepada keluarga serta pemantauan terhadap anak penerima juga perlu dilakukan.

“Pemenuhan hak anak ini tidak mungkin dilakukan hanya pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, keluarga, posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Soppeng akan mengawal proses distribusi sekaligus memperhatikan pendampingan dan pemantauan terhadap penerima.

Suwardi berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga sasaran dan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas gizi serta tumbuh kembang anak di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Minggu, 04 Oktober 2026

Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Tekadnya Jelas: Petani Harus Jadi Prioritas


Makassar, Sigapnews.com, Kepemimpinan baru DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan resmi dimulai. Irjen Pol. (Purn.) Burhanuddin Andi dipercaya menjadi Ketua DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Makassar, Ahad (4/10/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua, Burhanuddin tidak berbicara panjang mengenai jabatan. Ia justru menyampaikan satu komitmen yang menjadi pijakan awal kepemimpinannya.

“Siap mewakafkan diri untuk HKTI.”

Menurut Burhanuddin, kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan setelah menerima amanah. Ia menyatakan siap mengalokasikan waktu, pikiran dan tenaga untuk membesarkan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan petani.

“Saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.

Burhanuddin menilai HKTI Sulsel memiliki modal organisasi yang kuat. Pengurus DPC telah terbentuk di 24 kabupaten/kota, dengan sebagian besar ketuanya berasal dari kalangan kepala daerah.

Namun, ia mengingatkan bahwa struktur yang besar tidak akan berarti apabila tidak diikuti kerja nyata.

“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” tegasnya.

Karena itu, Burhanuddin ingin HKTI lebih aktif mendengar suara petani.

Persoalan yang muncul di lapangan harus menjadi bahan kerja organisasi. Aspirasi petani tidak cukup hanya dicatat, tetapi perlu dikawal agar menemukan solusi.

Terpilihnya Burhanuddin menjadi bagian dari konsolidasi besar HKTI Sulsel. Musda tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI dari 24 kabupaten/kota.

Kekuatan jaringan tersebut menjadi modal penting untuk membangun gerakan organisasi yang lebih terkoordinasi.

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding sebelumnya juga menekankan pentingnya menjadikan struktur organisasi sebagai kekuatan untuk menghasilkan kerja yang dirasakan langsung oleh petani.

Pesan tersebut sejalan dengan visi awal Burhanuddin.

Ia ingin HKTI hadir di tengah persoalan petani, bukan hanya di ruang rapat.

Dengan jaringan organisasi yang sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota, HKTI Sulsel memiliki ruang yang luas untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus memperjuangkan kebutuhan petani.

Burhanuddin Andi lahir di Soppeng, 26 April 1959 dan merupakan lulusan Akpol 1983.

Sepanjang kariernya di Polri, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Bengkulu, Kapolda Sulselbar dan Koorsahli Kapolri.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke ruang pengabdian yang berbeda.

Setelah purna tugas dari kepolisian, Burhanuddin memilih mengambil bagian dalam organisasi yang memiliki perhatian langsung terhadap sektor pertanian dan kehidupan petani.

Tantangan kepemimpinannya pun sudah terbentang.

Membangun HKTI yang kuat secara organisasi sekaligus memastikan petani benar-benar merasakan kehadiran dan manfaatnya.

(Yund)

Bupati Suwardi Haseng Pimpin HKTI Soppeng, Perkuat Organisasi Petani di 24 Kabupaten/Kota Sulsel


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., mendapat amanah baru di luar pemerintahan. Ia resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Soppeng periode 2026–2031.

Pengukuhan Suwardi bersama jajaran pengurus DPC HKTI Soppeng berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulawesi Selatan.

Dalam kepengurusan tersebut, Suwardi didampingi Musdar Asman, S.Pd., M.Si., sebagai sekretaris dan Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., sebagai bendahara. Sementara posisi wakil ketua dipercayakan kepada H. Asis Dahlan dan HAM Zulkarnain.

Pengukuhan seluruh pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan dilakukan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Momentum tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan HKTI di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Di tingkat provinsi, Musda menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Burhanuddin Andi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel. Burhanuddin terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Menariknya, sejumlah kepala daerah juga dipercaya memimpin DPC HKTI di wilayah masing-masing. Di antaranya Darmawangsyah Muin di Gowa, Paris Yasir di Jeneponto, Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman di Bone, Andi Rosman di Wajo, Chaidir Syam di Maros, Sofyan Syam di Pangkep, Andi Ina Kartika Sari di Barru, Azizah Irma Wahyudianti Irwan di Pinrang dan Syaharuddin Alrif di Sidrap.

Sementara sejumlah DPC lainnya dipercayakan kepada tokoh daerah, seperti Andi Suharmika Hasir di Makassar, Mohammad Firdaus Dg Manye di Takalar, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin di Bantaeng, Muhammad Natsir Ali di Kepulauan Selayar, Achmad Fauzan Guntur di Sinjai hingga Irwan Bachri Syam di Luwu Timur.

Struktur baru HKTI Sulsel selanjutnya berada dalam koordinasi DPN HKTI yang diisi sejumlah tokoh nasional. Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjabat Ketua Dewan Penasihat.

Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko menempati posisi Ketua Dewan Kehormatan, dengan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan.

Di jajaran eksekutif, Sudaryono dipercaya sebagai Ketua Umum DPN HKTI dan Abdul Kadir Karding sebagai Sekretaris Jenderal.

Kegiatan di Makassar tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda serta Ketua DPN Pengusaha Tani Yasir Machmud.

Bagi Soppeng, masuknya Suwardi Haseng sebagai Ketua DPC HKTI bukan sekadar tambahan jabatan organisasi. Posisi tersebut menempatkan kepala daerah secara langsung dalam wadah yang memiliki perhatian terhadap kepentingan petani dan penguatan sektor pertanian.

Dengan terbentuknya DPD dan 24 DPC, HKTI Sulsel kini memiliki struktur organisasi lengkap di seluruh kabupaten/kota. Di Soppeng, organisasi tersebut akan berada di bawah kepemimpinan Suwardi Haseng untuk periode lima tahun ke depan.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved