-->

Minggu, 06 September 2026

Gotong Royong Lawan Keterbatasan, SDN 210 Sanrangeng Masuk 6 Besar Taman Literasi


Soppeng, Sigapnews.com, Keterbatasan anggaran tak membuat SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kehilangan akal untuk berinovasi.

Justru dengan mengandalkan semangat gotong royong, sekolah tersebut mampu mengubah ruang-ruang sederhana menjadi sarana belajar yang kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi.

Upaya itu berbuah hasil. SDN 210 Sanrangeng berhasil masuk enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut menjadi menarik karena inovasi yang dihadirkan sekolah bukan dibangun dengan sokongan anggaran besar. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua/wali murid menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunannya.

Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Salah satu ruang yang berhasil dimanfaatkan adalah lorong di antara bangunan kelas.

Lorong yang sebelumnya hanya menjadi jalur penghubung antarkelas kini disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi, lengkap dengan berbagai media pembelajaran.

Di tempat tersebut, peserta didik tidak hanya belajar membaca dan berhitung. Mereka juga diperkenalkan dengan abjad dan Aksara Lontara, melakukan aktivitas pengukuran, bermain numerasi hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menciptakan inovasi.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, taman tersebut tidak dibangun semata-mata untuk mengejar predikat dalam penilaian.

Yang lebih penting, fasilitas tersebut harus benar-benar hidup dan digunakan dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman tersebut.

Menurutnya, keberadaan Taman Literasi dan Numerasi merupakan buah dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan ketika SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng bahkan turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran.

Bagi keluarga besar SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan semata-mata soal mengejar juara.

Ada pesan yang ingin ditunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dan anggaran tidak harus berujung pada keterbatasan kreativitas.

Lorong bisa menjadi ruang belajar.

Permainan tradisional bisa menjadi media pendidikan.

Lingkungan sekolah bisa menjadi laboratorium sederhana bagi peserta didik.

Semua itu lahir dari satu modal yang tidak membutuhkan anggaran besar: kemauan untuk bergerak bersama.

SDN 210 Sanrangeng membuktikan bahwa ketika guru, sekolah dan orang tua bersatu, keterbatasan bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi karya.

Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik tidak boleh terbatas.

(Red)

Suwardi Haseng Masuk Barisan Konsolidasi SOKSI Sulsel, Bupati Soppeng Hadir Bersama Elite Golkar


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir di tengah konsolidasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan. Ia menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulsel di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Kehadiran Suwardi menarik perhatian karena ia datang bukan hanya sebagai kepala daerah. Bupati Soppeng itu juga merupakan pengurus DPD Partai Golkar Sulsel sekaligus Dewan Pembina Depicab SOKSI Kabupaten Soppeng.

Dengan posisi tersebut, Suwardi berada di tengah forum yang kembali menegaskan pentingnya peran SOKSI dalam memperkuat Partai Golkar.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel turut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun, Ketua DPD Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar serta jajaran pengurus SOKSI dan Golkar Sulsel.

Mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif,” Rakerda berlangsung selama dua hari, 6–7 September 2026.

Pesan konsolidasi terdengar cukup keras dari forum tersebut.

Andi Patarai Amir menegaskan SOKSI harus ikut mengambil tanggung jawab dalam membesarkan Partai Golkar. SOKSI, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi organisasi yang berada di belakang partai, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan yang menggerakkan dan memperkuat Golkar.

Ilham Arief Sirajuddin juga mengingatkan bahwa SOKSI memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan Golkar. Bersama KOSGORO 1957 dan MKGR, SOKSI dikenal sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar.

Sementara Mukhammad Misbakhun menekankan pentingnya memperkuat struktur, kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga mendorong SOKSI untuk kembali memperluas kiprah di tengah masyarakat.

Di tengah pesan konsolidasi itulah Suwardi Haseng hadir.

Posisi Suwardi sebagai pengurus Golkar Sulsel dan Dewan Pembina SOKSI Soppeng membuat kehadirannya tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menjadi bagian dari jaringan organisasi yang sedang didorong untuk kembali memainkan peran lebih kuat dalam perjalanan Golkar.

Kehadiran Bupati Soppeng tersebut juga menunjukkan bahwa konsolidasi SOKSI Sulsel tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi, tetapi bersentuhan dengan figur-figur yang memiliki posisi strategis di daerah.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel selanjutnya menjadi arena untuk membahas program kerja, penguatan struktur dan kaderisasi.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026), dengan arah pembahasan pada penguatan organisasi sekaligus kontribusi SOKSI terhadap dinamika sosial, ekonomi dan demokrasi di Sulawesi Selatan.

(Red) 

Warga Diduga ODGJ di Panincong Ditangani Aparat, PSC Soppeng Lanjutkan Penanganan


Soppeng, Sigapnews.com, Seorang warga di Dusun Labuleng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mendapat penanganan setelah diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa, Minggu (6/9/2026) sore.

Respons terhadap kondisi tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Panincong dan Desa Patampanua, Brigpol Darwis, bersama Babinsa dan pemerintah setempat sekitar pukul 15.30 Wita.

Warga yang diketahui bernama Bahtiar itu diamankan petugas untuk memastikan situasi tetap terkendali. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis serta keselamatan warga yang bersangkutan dan lingkungan sekitar.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Bahtiar kemudian dijemput oleh PSC Soppeng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui layanan khusus kejiwaan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah setempat dan layanan kesehatan dalam menghadapi warga yang membutuhkan penanganan khusus.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kepolisian harus hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk persoalan sosial yang membutuhkan penanganan secara tepat.

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan semua pihak. Warga yang membut
uhkan penanganan khusus harus kita perlakukan dengan baik dan tidak boleh mendapatkan perlakuan yang dapat memperburuk kondisinya,” ujar Hari Budiyanto.

Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar proses penanganan berjalan aman sekaligus memberikan akses terhadap layanan yang sesuai.

“Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah setempat serta tenaga layanan kesehatan. Kolaborasi seperti ini penting agar setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan warga yang diduga membutuhkan penanganan khusus.

Masyarakat diminta segera menghubungi Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat atau pihak layanan kesehatan agar kondisi tersebut dapat ditangani oleh pihak yang memiliki kompetensi.

Penanganan Bahtiar di Panincong menjadi contoh pentingnya kehadiran aparat di tingkat kewilayahan, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam merespons persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan koordinasi cepat.

(Yund)

Maulid Kemenag Soppeng Satukan Lintas Agama, Andi Ibrahim Bawa Pesan Persaudaraan


Soppeng, Sigapnews.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Minggu (6/9/2026), menjadi momentum memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Tidak hanya dihadiri kalangan umat Islam, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur lintas agama. Kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk duduk bersama, membangun komunikasi dan merawat persaudaraan.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, menekankan pentingnya menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, Maulid seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.

“Meneladani akhlak beliau di era modern ini tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan bagaimana kita mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam menjadi karya nyata yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan ummat,” kata Andi Ibrahim.

Ia menyebut empat sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh dan fathonah, sebagai nilai penting yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika peringatan Maulid dikemas dengan melibatkan berbagai unsur agama.

Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, menilai keterlibatan lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat harmoni dan toleransi di Kabupaten Soppeng.

“Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang Rasulullah, tetapi juga bagaimana nilai akhlak beliau dapat memperkuat hubungan antarsesama,” menjadi semangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Andi Ibrahim juga mengingatkan prinsip khairunnas anfahum linnas, bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam konteks kehidupan masyarakat yang beragam, pesan tersebut tidak berhenti pada hubungan sesama umat, tetapi juga dapat menjadi landasan untuk membangun kepedulian, saling menghormati dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Rangkaian Maulid turut diisi peluncuran miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur, penyerahan bantuan UPZ Kemenag Soppeng kepada mustahik, sirah Rasulullah serta Hikmah Maulid oleh Ketua IKA DDI, Dr. KH. Arham Basid, Lc., M.A.

Dari Kantor Kemenag Soppeng, pesan yang ingin ditegaskan bukan sekadar tentang kemeriahan Maulid, tetapi tentang bagaimana keteladanan Rasulullah dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

(Red)

Sabtu, 05 September 2026

GITA MANESA Tampil di BRISIK Soppeng, Kepala MAN 1 Ikut Naik Panggung


Soppeng, Sigapnews.com, Kreativitas pelajar MAN 1 Soppeng mendapat ruang di panggung BRISIK (BRI Bermusik) yang digelar BRI Cabang Watansoppeng, Sabtu malam (5/9/2026).

Kelompok ekstrakurikuler musik GITA MANESA MUSIK tampil di hadapan pengunjung dan menunjukkan kemampuan bermusik mereka dalam ajang yang rutin digelar setiap Sabtu malam tersebut.

Penampilan para siswa MAN 1 Soppeng berlangsung penuh energi. Panggung BRISIK yang menjadi ruang bagi musisi dan talenta lokal Soppeng malam itu dipenuhi suasana hiburan sekaligus kreativitas anak muda.

Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., turut hadir memberikan dukungan langsung kepada para siswa.

Menurut Musmuliadi, kesempatan tampil di ruang publik menjadi pengalaman penting bagi peserta didik. Selain mengembangkan bakat, kegiatan semacam ini dapat melatih keberanian, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan bekerja dalam tim.

“Madrasah harus memberi ruang seluas-luasnya bagi siswa. Ada yang menonjol di bidang akademik, riset, keagamaan, olahraga, hingga seni. Semua potensi ini wajib kita fasilitasi dan arahkan ke hal yang positif,” ujar Musmuliadi.

Ada kejutan ketika Musmuliadi kemudian ikut naik ke panggung.

Ia menerima tantangan untuk menyumbangkan suara dan memilih membawakan lagu dangdut karya Rhoma Irama, “Boleh Saja”.

Penampilan tersebut langsung mengundang respons meriah dari penonton. Kehadiran kepala madrasah di atas panggung bersama para siswa menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat.

Musmuliadi mengatakan, seni dan musik dapat menjadi sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat selama tetap berada dalam koridor nilai yang baik.

“Bermusik itu boleh saja, asal membawa manfaat, tidak melupakan kewajiban, dan tetap di dalam koridor nilai yang baik. Seni justru bisa jadi media dakwah dan pesan kemanusiaan yang lebih santai dan mudah diterima masyarakat,” katanya.

Ia menilai keberadaan BRISIK menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda Soppeng untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka.

Karena itu, Musmuliadi menyampaikan apresiasi kepada BRI Cabang Watansoppeng yang telah memberikan kesempatan kepada GITA MANESA untuk tampil.

Ia berharap kolaborasi antara dunia perbankan, madrasah dan generasi muda tersebut dapat terus berjalan sehingga semakin banyak talenta pelajar yang mendapat kesempatan untuk tampil dan berkembang.

Malam itu, GITA MANESA tidak hanya membawa musik ke panggung BRISIK. Mereka juga membawa pesan bahwa bakat anak muda akan tumbuh ketika diberikan ruang untuk tampil dan diapresiasi.

(Yund)

Bupati Soppeng Ingatkan Warga: Persatuan Adalah Kekuatan Membangun Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Di hadapan jamaah, Suwardi mengajak masyarakat tidak memaknai Maulid hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, termasuk dalam membangun persatuan di tengah perbedaan.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ujar Suwardi.

Suwardi kemudian menyinggung Piagam Madinah sebagai salah satu contoh keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun tatanan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurut Suwardi, nilai persatuan tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan. Semangat tersebut dinilai menjadi modal sosial untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Pembangunan Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Suwardi menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sosial.

Bagi Suwardi, persatuan bukan hanya nilai dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menjadi energi bersama untuk membangun Soppeng agar semakin maju dan berdaya saing.

“Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar pembangunan di Bumi Latemmamala dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menggelar peringatan Maulid sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus ruang mempererat silaturahmi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lilirilau bersama unsur Forkopimcam, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah serta jamaah.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved