-->

Jumat, 17 April 2026

Kades Leworeng Apresiasi Penyuluhan Mahasiswa Unipol Terkait Pentingnya Akurasi Data KTP dan KK


Soppeng, Sigapnews.com, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Indonesia Politeknik (UNIPOL) Soppeng Posko XVI Desa Leworeng menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Pentingnya Kepemilikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Negara” yang berlangsung pada Kamis malam, 16 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Soppeng, yakni Asriadi, A.Ma., S.Sos, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai dasar hukum, fungsi, serta urgensi administrasi kependudukan dalam kehidupan masyarakat modern.

Dalam pemaparannya, Asriadi menjelaskan bahwa sistem administrasi kependudukan di Indonesia berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Dokumen kependudukan seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), dan akta pencatatan sipil merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Disdukcapil sebagai bukti autentik identitas penduduk.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 yang mengatur formulir dan buku administrasi kependudukan, serta Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 yang menjadi pedoman utama dalam pencatatan nama pada dokumen kependudukan.

Aturan terbaru tersebut mulai berlaku pada 21 April 2022, yang menetapkan ketentuan bahwa nama pada dokumen kependudukan harus minimal dua kata, maksimal 60 karakter, tidak boleh disingkat, serta harus mudah dibaca.

Ketentuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Asriadi menegaskan bahwa administrasi kependudukan yang sah memiliki peran vital dalam memberikan kepastian hukum serta perlindungan hak sipil warga negara.

Data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan nasional, regional, maupun lokal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting kepada Disdukcapil, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, maupun perubahan data lainnya.

“Dokumen seperti KIA, KTP, KK, akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan adalah kebutuhan dasar administrasi yang wajib dimiliki setiap warga negara. Ini sangat penting untuk mendukung berbagai layanan publik,” ungkapnya.

Menurutnya, kepemilikan dokumen kependudukan juga berperan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pelayanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pendidikan, perbankan, bantuan sosial, hingga kebutuhan administrasi seperti SIM dan NPWP.

Dengan adanya sistem administrasi kependudukan berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) serta Identitas Kependudukan Digital (IKD), pemerintah terus berupaya menciptakan sistem data yang lebih terintegrasi dan efisien.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Leworeng, Rusdi, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Disdukcapil Kabupaten Soppeng yang telah hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai bahwa materi yang disampaikan sangat padat, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Selain itu, ia juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNIPOL Soppeng Posko XVI yang telah menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut di desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Dukcapil atas kehadirannya. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan,” ujarnya.

Rusdi juga mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi kependudukan, terutama dalam memperbarui data sesuai dengan peristiwa yang dialami.

Hal ini penting untuk menjamin perlindungan hukum serta mempermudah akses pelayanan publik.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Ayu Alfira bersama Nur Inayatul Aini selaku moderator, menyampaikan rasa terima kasih kepada narasumber dari Disdukcapil, Kepala Desa Leworeng, tokoh masyarakat, serta Dosen Pembimbing Lapangan yang selalu memberikan dukungan dan motivasi selama pelaksanaan KKN.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya masyarakat Desa Leworeng yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan sebagai identitas resmi warga negara.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN UNIPOL Soppeng dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa.

(Red)

18 Pejabat Dilantik di Soppeng, Tapi Sosok Ini Justru Jadi Sorotan! Turun Jabatan atau Ada Skenario Besar?


Soppeng, Sigapnews.com,– Suasana di Aula Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng pada Jumat, 17 April 2026, awalnya tampak seperti pelantikan biasa. Namun siapa sangka, prosesi yang melibatkan 18 pejabat ini justru memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Plt Sekretaris Daerah, Andi Muhammad Surahman, bukan hanya soal pengambilan sumpah jabatan.

Ada pesan kuat, bahkan terkesan “peringatan halus” yang disampaikan di hadapan para pejabat yang baru saja dilantik.

Dengan nada tegas, ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar simbol atau formalitas semata.

“Ini bukan soal kursi. Ini amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata,” ujarnya lantang.

Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian. Banyak yang menilai, ini bukan sekadar arahan biasa, melainkan sinyal kuat adanya pembenahan serius dalam tubuh birokrasi Kabupaten Soppeng.

Sebanyak 18 pejabat administrator dan fungsional resmi dilantik. Pemerintah daerah menyebut ini sebagai bagian dari penataan birokrasi agar lebih profesional dan sesuai kebutuhan.

Namun, di balik itu semua, muncul satu nama yang menjadi bahan perbincangan hangat.

Perhatian publik tertuju pada Andi Walinono.

Pasalnya, ia sebelumnya menjabat sebagai Lurah Salokaraja, namun kini dilantik sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Limpomajang.

Perubahan ini langsung memicu tanda tanya besar.

Sebagian masyarakat menilai ini sebagai bentuk “penurunan jabatan”. Ada pula yang berspekulasi bahwa ini bagian dari strategi tertentu dalam penataan birokrasi.

“Kenapa harus turun? Ada apa sebenarnya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak sedikit pula yang menduga adanya faktor lain di balik keputusan tersebut.

Spekulasi pun berkembang. Apakah ini murni rotasi jabatan biasa? Atau ada pesan tersirat dari pucuk pimpinan?

Apalagi, dalam arahannya, Andi Surahman juga menyinggung pentingnya disiplin, integritas, dan pemahaman tugas secara menyeluruh.

Pesan tersebut dianggap sebagian pihak sebagai bentuk “peringatan” bagi aparatur yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Daftar Pejabat yang Dilantik

(Beberapa nama penting)

1. Awaluddin – Kepala Bidang Cipta Karya

2. Pujiarman – Kepala Bidang Perizinan

3. Andi Walinono – Kasi Pemerintahan

4. Mursin – Sekretaris Lurah
Sulfa – Kasi Pemerintahan Kecamatan

5. Mastuti – Kasi Trantibum
(dan lainnya hingga total 18 pejabat).

Pelantikan ini kini menjadi sorotan luas. Masyarakat berharap langkah ini benar-benar membawa perubahan, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa dampak nyata.

Di sisi lain, perhatian kini tertuju pada kinerja para pejabat yang baru dilantik.

Apakah mereka mampu menjawab harapan masyarakat?

Atau justru ini hanya akan menjadi cerita lama yang terulang kembali?

Satu hal yang pasti, dinamika birokrasi di Soppeng kini tengah berada di bawah sorotan tajam publik.

(Yunandar) 

Jumat Curhat di Lalabata, Kapolres Soppeng Serap Aspirasi Masyarakat


Soppeng Sigapnews.com Polres Soppeng kembali menggelar program Jumat Curhat sebagai wadah komunikasi langsung dengan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Invinite Coffee, Jalan Tuju Wali-Wali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.  Jumat, 17 April 2026, pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K bersama Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, perwakilan BPN Soppeng, para pejabat utama Polres Soppeng, Kapolsek Lalabata AKP Asep Sibli, Camat Lalabata Risqun, S.STP., M.Si, Danramil Lalabata Kapten Arh. Soekarno Halim, Lurah Lalabata Rilau H. Rama Scorpianto, Bhayangkari, personel Polres dan Polsek Lalabata, serta masyarakat setempat.

Kapolsek Lalabata AKP Asep Sibli membuka kegiatan sekaligus memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di wilayah tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Soppeng serta sesi dialog interaktif bersama masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K menyampaikan bahwa program Jumat Curhat merupakan upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan keluhan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar secara langsung permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi kami dalam meningkatkan pelayanan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta menjalin sinergi dengan TNI-Polri.

Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan informasi maupun permasalahan yang terjadi di lingkungannya,
tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan, saran, dan masukan secara langsung kepada pihak kepolisian. Suasana kegiatan berlangsung santai, terbuka, dan penuh keakraban.

Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Soppeng.

Program Jumat Curhat ini menjadi salah satu langkah Polres Soppeng dalam membangun komunikasi yang efektif dan humanis dengan masyarakat. Kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WITA dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

[The Yund]

Gemuruh Lapangan Petta Langkanang,e. 16 Tim Muda Bertarung di Al Anbiyah cup 1 Juara Dapat Hadiah 6 Juta Plus Binaan KONI


Soppeng, Sigapnews.com Gemuruh sorak sorai ratusan warga memecah suasana sore di Lapangan Petta Langkanang'E Sewo, Kelurahan Bila, Jumat (17/4/2026). Turnamen Mini Soccer Al Anbiyah Cup 1 Tahun 2026 resmi dibuka dengan momen spektakuler. tendangan perdana oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Papora) Soppeng, Dra. Hj. Suriasni, M.Pd.

Bertindak mewakili Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, Suriasni menunjukkan keberaniannya dengan menendang bola ke arah gawang,disambut ledakan antusiasme penonton yang memadati sisi lapangan. Tak hanya itu, laga perdana yang mempertemukan dua tim muda langsung berjalan sengit dan panas sejak menit awal.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kapolsek Lalabata, perwakilan Koramil, serta jajaran KONI Soppeng. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas sektor dalam memajukan olahraga usia dini di Bumi Latemmamala.

Salah satu momen kejutan datang dari perwakilan KONI Soppeng, Andi Harta Sanjaya (Anjas). Ia mengumumkan bahwa KONI akan memberikan dana pembinaan khusus bagi tim juara, sebuah tambahan insentif yang langsung disambut tepuk tangan meriah para pemain dan official tim.


Al Anbiyah Cup 1 2026 mengusung kategori Usia Di Bawah 14 Tahun (U-14). Sebanyak 16 tim terbaik dari seluruh penjuru Kabupaten Soppeng bersaing memperebutkan gelar juara. Kompetisi ini berlangsung dari 17 hingga 30 April 2026, menjadikannya ajang pencarian bakat muda terbesar dalam beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut.

Ketua Panitia, Baharuddin (akrab disapa Ambas), menegaskan bahwa turnamen ini murni untuk regenerasi pemain lokal. "Kami melarang keras mengambil pemain dari luar Soppeng. Ini wadah bagi anak-anak kita sendiri, tegasnya.

Hadiah Total Rp6 Juta dan Hiburan Meriah

Panitia menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp6 juta dengan rincian.

.Juara I : Rp2 juta + piala tetap + piala bergilir.
.Juara II : Rp1,5 juta + piala
· Juara III : Rp750 ribu + piala (gabungan dua tim)
· Penghargaan khusus: Top Skor, Tim Terbaik, Kiper Terbaik

Di luar pertandingan, malam pembukaan juga dimeriahkan oleh joker gembira dari sponsor utama Al Anbiya serta undian kupon berhadiah kulkas 1 pintu dan mesin cuci.

Turnamen ini didukung penuh oleh Al-Anbiya sebagai sponsor utama, serta kolaborasi komunitas sepak bola lokal seperti Sewo Junior, Patriot Sewo FC, dan AL Anbiya Junior FC. Rangkaian acara juga berada di bawah naungan semangat PSSI dan Sewo Putra Soppeng.

Turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah wadah pembinaan, pengembangan bakat, sekaligus ajang silaturahmi antarklub usia dini, ungkap Elin, perwakilan sponsor utama.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan jadwal pertandingan atau informasi lebih lanjut, panitia membuka kontak WhatsApp: 0853-9662-5361 (Ambas). Lokasi tetap di Lapangan Petta Langkanang'e, Soppeng.

Jangan lewatkan lahirnya bintang-bintang masa depan sepak bola Soppeng. Al Anbiyah Cup 1 2026 baru dimulai, dan laga perdananya sudah panas.

Rabu, 08 April 2026

Hari Bersejarah di HJS ke-765. Gubernur Sulsel Gelontorkan Dana Jalan, Apresiasi Bupati Temukan Sumber Air


SOPPENG Sigapnews.com  Euforia pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765 berubah menjadi momen bersejarah. Di hadapan ribuan warga yang memadati Gedung Pertemuan Kebanggaan Masyarakat Soppeng, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi mendeklarasikan kebangkitan ekonomi daerah melalui penggelontoran anggaran besar-besaran untuk proyek jalan provinsi di Bumi Latemmamala, Rabu (8/4/2026).

Proyek jalan provinsi di wilayah ini menjadi prioritas utama tahun ini. Demi kelancaran logistik dan ekonomi warga, tegas Gubernur dengan suara lantang, disambut gemuruh tepuk tangan yang menggema di seluruh ruangan.

Deklarasi ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur penghubung antar kecamatan. Kehadiran Gubernur bersama Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi menjadi penegas bahwa pemerintah provinsi serius membenahi aksesibilitas di Soppeng.

Tak hanya infrastruktur jalan, Gubernur Andi Sudirman juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, atas keberhasilannya menemukan sumber mata air baru. Temuan ini dipastikan akan meningkatkan layanan PDAM secara signifikan.

Bayangkan, ribuan rumah tangga yang selama ini kesulitan air bersih kini mulai bernapas lega. Ini terobosan luar biasa, ujar Gubernur.

Bupati Suwardi Haseng dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan HJS ke-765 bukan sekadar seremoni tahunan.

Ini refleksi nyata kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan. Mewakili Pemerintah dan Masyarakat Soppeng, kami ucapkan terima kasih tak terhingga. Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa Soppeng tidak sendiri, ucap Bupati

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran tokoh penting.Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle,Kepala BPK Perwakilan Sulsel,Para bupati tetangga,Jajaran Forkopimda,DPRD Kabupaten Soppeng serta Ribuan warga yang kompak mengenakan pakaian adat khas Soppeng.

Puncak acara ditutup dengan penyerahan bantuan strategis dari Gubernur dan Wakil Gubernur kepada Pemkab Soppeng serta jajaran TP-PKK, yang diterima langsung oleh Bupati Suwardi Haseng dan Ketua TP-PKK Kabupaten Soppeng.

(YUND)

Selasa, 07 April 2026

SIJAPEDA Resmi Diluncurkan, Dorong Transformasi Digital Layanan Publik Desa di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com– Upaya percepatan transformasi digital di tingkat desa di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu langkah konkret ditandai dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Kejaksaan Peduli Desa (SIJAPEDA) yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Soppeng.

Aplikasi tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, pada Selasa (7/4/2026) di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perangkat desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penguatan tata kelola desa berbasis digital.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta Donna Sitohang, menjelaskan bahwa SIJAPEDA merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang sempat tidak aktif.

Melalui pembaruan dan optimalisasi teknologi, aplikasi ini kini dirancang agar dapat digunakan secara maksimal oleh seluruh desa di wilayah Kabupaten Soppeng.

Ia menegaskan bahwa kehadiran SIJAPEDA menjadi wujud komitmen kejaksaan dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Aplikasi ini kami hadirkan secara gratis untuk seluruh desa tanpa biaya apapun. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan pelayanan publik yang lebih efektif dan transparan,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat desa masih menghadapi berbagai kendala dalam mengakses layanan publik, mulai dari keterbatasan informasi administrasi, akses layanan yang terbatas, hingga belum tersedianya sistem evaluasi pelayanan yang terintegrasi.

Melalui SIJAPEDA, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara digital, seperti memperoleh informasi desa secara real-time, berkomunikasi langsung dengan aparat desa, serta memberikan penilaian terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Fitur-fitur tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain menyediakan platform aplikasi, Kejaksaan Negeri Soppeng juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis serta pelatihan kepada operator desa. Hal ini dilakukan guna memastikan implementasi SIJAPEDA berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh desa.

Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dalam menghadapi era digital.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Soppeng. Ia menilai SIJAPEDA sebagai bentuk nyata kolaborasi antar lembaga dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya dalam sektor pelayanan publik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan terima kasih atas inovasi ini. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peluncuran SIJAPEDA sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah digalakkan secara nasional.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi juga dinilai mampu mengatasi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan jarak dan waktu dalam memperoleh layanan administrasi.

“Dengan aplikasi ini, pelayanan tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik aparatur desa. Masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja dan di mana saja,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan data dalam pengelolaan sistem digital. Seluruh pihak yang terlibat diminta untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi guna mencegah potensi kebocoran informasi.

Peluncuran SIJAPEDA turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua APDESI, para kepala desa, serta operator desa yang akan menjadi garda terdepan dalam pengoperasian aplikasi tersebut.

Dengan hadirnya SIJAPEDA, seluruh desa di Kabupaten Soppeng diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved