-->

Rabu, 29 April 2020

Meskipun Ditengah Wabah Covid 19, Penyuluh di Mattiro Bulu Kab.Pinrang Tetap Eksis Kawal Petani Penangkar Benih Padi

Meskipun Ditengah Wabah Covid 19, Penyuluh di Mattiro Bulu Kab.Pinrang Tetap Eksis Kawal Petani Penangkar Benih Padi


Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Benih tanaman yang baik adalah salah satu faktor keberhasilan dalam berbudidaya. Benih tanaman memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produksi dan mutu dari hasil budidaya tanaman yang pada akhirnya dapat lebih meningkatkan pendapatan petani.

Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab seorang penyuluh pertanian untuk selalu mendampingi para petani dalam melakukan kegiatan berbudidaya tanaman, salah satunya adalah pendampingan kepada penangkar-penangkar benih.

Penangkar benih padi yang sampai saat ini tetap eksis ditengah wabah covid 19 salah satunya berada di Kabupaten Pinrang tepatnya di Kecamatan Mattiro Bulu.

Penangkaran benih padi dengan varietas Inpari 46 dilakukan oleh  Kelompok Tani Reso Pammase Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan

Ketua kelompok tani penangkar benih adalah Drs.Amiruddin dengan luas lahan penangkaran yang di kelola mencapai 25 Ha.

Menurut Amiruddin, usaha penangkaran benihnya telah dilakukan sejak tahun 2007.

Yang menjadi motivasi Amiruddin dalam melakukan penangkaran benih adalah untuk memenuhi kebutuhan benih dikelompoknya.

“Alhamdulillah, dengan penangkaran benih ini kebutuhan benih kelompok kami dapat terpenuhi, sehingga lebih menghemat waktu dan biaya, ungkap Amiruddin, Rabu 29/4/2020.

Amiruddin berharap agar selanjutnya dapat menjadi unit produksi benih sumber yang berorientasi agribisnis”, ujarnya.

Juga di katakan bahwa dirinya dan kelompoknnya senantiasa mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Bapak Andi Calo Kerrang, SP, M.Si, begitupun pendampingan dari penyuluh juga senantiasa ia dapatkan.

Menurutnya, sampai saat ini masih di rasakan dan mereka (Kadis dan penyuluh red) senantiasa mengingatkan kepada diri dan kelompoknya untuk selalu menjaga kesehatan dan rajin-rajin cuci tangan jika selesai melakukan kegiatan di lapangan”, tutur Amiruddin.

Sementara Kegiatan pendampingan dan pengawalan terhadap penangkaran benih padi di Kelompok Tani Reso Pammase secara intensif dilakukan oleh Penyuluh, Azis Thaba, SP, M.Agr, dari BPP Mattiro Bulu.

Kelompok tani tersebut merupakan salah satu kelompok tani wilayah binaan BPP Mattiro Bulu.

Menurut Azis, kegiatan pendampingan dan pengawalan petani menjadi tugas utama mereka, meskipun ditengah wabah covid 19 ini, mereka tetap kelapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran covid 19. 

Lanjut Aziz mengatakan “Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang petani mandiri benih,  Kadis Pertanian kami akan memprogramkan kegiatan koorporasi penangkaran benih sebagai lanjutan untuk pengembangan pengembangan penangkaran benih. 

Bahkan ditengah situasi covid 19 ini tidak mengurangi intensitas kunjungan ke kelompoktani, ia turun langsung mendampingi, mengawal dan memantau langsung perkembangan tanaman, terang Azis.

Menurutnya, langkah ini sesuai dengan instruksi dari Pak Menteri Pertanian, bahwa kita tidak boleh diam saja, kebutuhan pangan masyarakat harus kita penuhi. Disitulah peran kami sebagai penyuluh untuk tetap aktif dilapangan, Namun yang terpenting, tetap menjaga jarak dengan petani serta memakai masker pada saat melakukan pendampingan dengan mengacu pada Instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk menerapan protokol kesehatan di lahan pertanian”, papar Azis.

Untuk diketahui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga meminta kepada para insan pertanian untuk terus aktif bergerak dan tidak berhenti dalam mengawal ketersediaan pangan rakyat Indonesia. Menteri yang akrab disapa SYL ini juga menegaskan, hal penting dalam menghadapi virus corona adalah mematuhi protokol kesehatan, seperti pemakaian masker.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi  yang selalu mengingatkan petani dan penyuluh untuk mengenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan pakai air yang mengalir.

Penulis : Rezky Yulianti
Sumber data : Azis Thaba, SP, M.Agr (Penyuluh dari BPP Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved