-->

Senin, 29 Juni 2020

Seruan Dukungan Untuk Janda Miskin Korban Pemukulan Berencana



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Seorang janda bernama Andi Mahlia berumur 60 tahun yang beralamat di Desa Witingtasi Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang telah mengalami pemukulan oleh dua orang yang juga merupakan sepupunya. Keduanya adalah Andi Hasma dan Andi Zohra.

Kini Andi mahlia berstatus sebagai tahanan kota Kejaksaan Negeri Pinrang begitu pula dengan kedua penyerang. Selasa (30/6/2020)

Pemukulan berencana ini ditengarai oleh tuduhan pelaku terhadap korban bahwa korban pernah meneriaki orang tua pelaku dengan cara tidak terhormat sehingga pelaku merasa tersinggung dengan mendatangi kediaman korban untuk klarifikasi.

Berikut kronologinya :
Pada tanggal 28 Februari 2020 tepatnya pada Jumat sore, kediaman Andi Mahlia didatangi oleh tiga orang keluarganya yang masing-masing adalah Andi Hasma, Andi Mustafa dan Andi Kumala. Maksud kedatangan mereka untuk mengklarifikasi lontaran ucapan yang dikeluarkan oleh Andi Mahlia kepada orang tua Andi Hasma.

Ditengah berlangsungnya klarifikasi datanglah seorang Andi Zohra secara langsung mencakar wajah Andi Mahlia yang mana tindakan ini memicu Andi Hasma yang juga saudara kandung dari Andi Zohra untuk ikut mencakar wajah Andi Mahlia. Dirinya yang merasa tertekan sontak melakukan pembelaan dengan menangkis serangan tersebut. 

Tidak sampai disitu Andi Hasma semakin membrutal dengan melemparkan cabai yang sudah disiapkan oleh Andi Sohra, lalu setelah itu Andi Hasma menarik rambut korban hingga wajahnya terbentur tiang. Saat itu wajah Andi Hasma juga mengalami luka akibat benturan yang dialaminya pada tiang rumah.

Setelah pemukulan bertubi-tubi tersebut membuat Andi Mahlia lemah tak berdaya, Andi Hasma malah merobek celana dalam korban sebagai upaya serangan terakhir.

Selama berlangsungnya penyerangan ini Andi Mustafa dan Andi Kumala tidak melakukan upaya peleraian hingga datanglah Andi Nurhuda, Andi Wahdaniah dan Mamming untuk melerai sehingga pemukulan ini berakhir.

Tanpa sepatah katapun pelaku kakak beradik didampingi oleh kedua anggota keluarganya yaitu andi Mustafa serta Andi Kumala meninggalkan TKP.

Pada hari sabtu tanggal 1 Maret 2020 hari sabtu
Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Suppa dengan menyertakan barang bukti berupa cabai dan celana dalam serta bukti luka pada wajahnya. 

Namun anehnya berita acara pemeriksaan(BAP) yang dikirimkan pihak Polsek Suppa ke Kejaksaan Negeri Pinrang tidak melampirkan barang bukti berupa cabai padahal saat proses pelaporan, barang bukti yang diajukan korban diterima oleh pihak Polsek Suppa.

Bukti tersebut jelas adanya setelah penyidik Bhabinkhamtibnas Polsek Suppa bernama Bapak M mengambilnya lalu menyerahkan ke DIT reskrim Polsek Suppa atas nama Bapak J namun menurut Kapolsek Suppa cabai tersebut tidak ada karena cabai tersebut tidak bisa dipungut lagi lantaran berbentuk cair.

Yang menjadi persolan adalah pihak kejaksaan meminta cabai tersebut sebagai bukti yang dipaparkan oleh Korban pada penyidikan tahap II.

Bukti cabai ini jelas sangat berpengaruh dalam pertimbangan hakim untuk ketukpalu namun dihalang-halangi oleh pihak yang memberikan BAP yaitu Polsek Suppa.

Selain itu korban saat ini berstatus sebagai tahanan kota Kejaksaan Negeri Pinrang lantaran laporan yang juga diajukan oleh pihak penyerang ke Polsek Suppa dan diterima oleh pihak Kejari Pinrang atas dasar bukti luka (akibat dari upayanya menarik rambut dan menyeret korban).

Sebagai penutup kami dari pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung Andi Mahlia dalam bentuk doa agar beliau tabah dan kuat dalam menghadapi kasusnya ini dan juga agar status hukumannya sebagai tahanan kota dapat dicabut oleh Kejaksaan Negeri Pinrang serta besar harapan kami agar Kajari Pinrang mempercepat proses peradilan atas kasus ini sebagai bagian dari prinsip profesionalitas kerja. (Sofyan).

Kamis, 28 Mei 2020

Inovasi Ditengah Pandemi Covid 19, Beternak Ayam Tanpa Vaksinasi



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Peran penting generasi muda saat ini mendorong Kementerian Pertanian untuk menarik minat anak muda untuk terlibat dalam program petani milenial. 

Lahirnya petani milenial ini diharapkan dapat mendukung pembangunan pertanian yang saat ini telah mengalami kemajuan, baik dari segi teknologi maupun sumberdaya yang ada. 

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, estafet petani selanjutnya berada pada pundak generasi muda. Sebab, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

“Generasi milenial adalah masa depan sektor pertanian. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka,” paparnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mempertegas pendapat Menteri SYL. Menurutnya, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. 

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” ujarnya, 

Salah satu petani milenial yang berasal dari Kelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Rasyid Ridho melakukan inovasi dengan beternak ayam broiler semi organik (tanpa melakukan vaksinasi). 

Pada umumnya beternak ayam (unggas) secara komersial diawali dengan melakukan vaksinasi pada saat tiba di kandang atau DOC beumur 4 –  5 hari setelah penetasan dan pemberian vitamin, ini merupakan kewajiban bagi peternak ayam broiler untuk mecegah terjadinya stres dan menjaga ketahanan tubuh ternak ayam sehingga tahan terhadap serangan penyakit. 

Namun berbeda Ridho, sapaan akrab petani milenial tersebut. Dirinya beternak tanpa vaksinasi, baik vaksin ND maupun Vaksin Gumboro tanpa penggunaan obat-obatan lainnya yang bersifat kimia.

Pada hari pertama DOC tiba di kandang langsung diberikan air gula merah dengan tujuan untuk memulihkan stamina anak ayam pada saat diperjalanan dan hari kedua diberikan air gula yang diselingi dengan jamu - jamuan yang terbuat dari tanaman rimpang  yang difermentasi seperti jahe, kunyit, temu lawak, temu ireng dan kencur yang biasa disebut empon – empon. 


Menurut Ridho, manfaat dari jamu ini untuk ternak antara lain dapat mengoptimalkan kerja organ pencernaan, mengobati gangguan pencernaan ternak, mencegah gangguan parasit/cacing pada ternak dan sebagai anti bakteri sehingga ternak tidak mudah terserang penyakit salah satunya mencegah virus H5N1 (yang biasa disebut flu burung) yang menyerang ternak unggas. 

Selain itu bermanfaat juga untuk meningkatkan nafsu makan pada ternak dan membantu mempercepat penyerapan nutrisi sehingga perkembangan ternak ayam broiler lebih cepat. Selain pemberian jamu – jamuan tersebut juga diberikan air rebusan daun pepaya sebagai pencegahan penyakit CRD atau ngorok. 

Alasan Ridho beternak ayam potong semi organik (tanpa menggunakan vaksin) karena melihat dari segi ekonomis bisa mengurangi biaya produksi dan yang terpenting nilai manfaat yaitu  daging ayam bebas dari residu antibiotik,  rendah kolestrol, serat daging ayam lebih halus dan memiliki rasa aroma yang lebih enak.


“Dengan masih mewabahnya covid 19, masyarakat mencari pangan yang aman, salah satunya dengan konsumsi ayam potong semi organik.  

Alhamdulillah, ayam potong kami kemarin menjelang lebaran sangat diminati masyarakat di sekitar sini, walaupun harga jualnya lebih tinggi dari ayam potong pada umumnya. ujarnya, Kamis (28/5/2020).  

Dengan beternak ayam potong semi organik, kami mengajak masyarakat untuk bisa hidup sehat, dan marilah bersama-sama hidup sehat dengan mengkonsumsi daging ayam sehat,”ujar Ridho. (BBPP-BK).

Penulis : Sumarni 
Editor : Rezky Yulianti

Kamis, 21 Mei 2020

Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid 19, Penyuluh dan Poktan Gencar Lakukan Olah Tanam Hingga Produksi



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) -Kabupaten Pinrang merupakan salah satu sentra produksi pangan Nasional yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai daerah sentra produksi pangan, beberapa Kelompok Tani (Poktan) melakukan percepatan tanam padi di lapangan khususnya di Wilayah kerja BPP Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Bulan April – Mei saatnya panen raya dan berdasarkan data, realisasi tanam Tahun 2020 mencapai luasan 2.264,84 Ha dari 3.715,00 Ha dengan produktvitas 6,95 ton/ha.

Dalam rangka mendukung dan menjaga Ketahanan Pangan, kegiatan percepatan tanam dilakukan oleh beberapa Poktan yang ada di Kecamatan Lembang yang didampingi langsung oleh penyuluh pertanian mulai dari pengolahan tanah dan penanaman padi sampai pada kegiatan panen. Ada beberapa jenis varietas yang digunakan yaitu varietas Inpari 4, Inpari 30, Inpari 32 dan varietas Mekongga. Kamis (21/5/2020).

Menurut Muhammad Said SP, penyuluh pertanian sekaligus Kepala BPP Lembang bahwa wilayah BPP-nya mempunyai pengairan teknis irigasi dan sebahagian pengairan desa, sehingga para penyuluh setempat selalu memotivasi dan menginspirasi para petani untuk tetap bersemangat melakukan pengolahan tanah dan olah tanam.

“Kita beruntung bahwa sebagian lahan pertanian Poktan di Wilayah BPP Lembang memiliki pengairan teknis sehingga membantu mencukupi ketersediaan air dilahan pertanian. Mengingat adanya prediksi dari Badan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya potensi kekeringan maka perlu segera lakukan percepatan tanam”, ujar Said.

“Himbauan Pak Mentan untuk tetap mendampingi Petani di lapangan tetap kami lakukan demi menjaga Ketahanan Pangan. Semangat dan motivasi selalu diberikan kepada petani, jika lahan mereka kosong setelah panen segera kami dampingi untuk langsung di tanami” , tegas Said.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan walau kekeringan melanda, pertanian tidak boleh terhenti. Tetap lakukan percepatan tanam dan penuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Makanya, petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” jelas Dedi. (BBPP-BK).

Penulis :Sumarni dan Rezky Yulianti
Editor : Jamaluddin Al Afgani

Kamis, 14 Mei 2020

Petani Millenial Alumni Magang Jepang Menerapkan Ilmunya Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang dituangkan ke dalam Nota Kesepakatan Bersama (MOU) antara Kementerian Pertanian Cq. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan Asosiasi Petani Jepang (JAEC) dalam melaksanakan kegiatan petani muda Indonesia yang melakukan magang ke Jepang. 

Tujuan program kegiatan magang ke Jepang ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjawab permasalahan pengembangan SDM petani. 


Sesuai dengan tujuan program, kegiatan magang dipandang dapat menjadi solusi bagi peserta untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan mental pemagang dalam mengelola usaha pertanian yang berorientasi agribisnis dan meningkatkan kemampuan teknis manajerial calon pemagang dalam mengelola agribisnis sesuai dengan komoditinya serta menumbuh kembangkan etos kerja bagi pemagang dan lingkungan usahanya.


Abdul Rasyid Ridho adalah salah satu alumni Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Tani Calon Magang Jepang yang dilaksanakan di BBPP Batangkaluku Tahun 2018. 

Ridho sapaan akrab dari Abdul Rasyid, lolos seleksi mengikuti  magang di Jepang  selama satu tahun di Provinsi Aichi Jepang. 

Sekembalinya ke Indonesia tanggal 28 Februari 2020, ia langsung mempraktekkan pengalaman kerja yang didapatkan selama di Jepang. 


Setibanya di kampung halaman, tepatnya di desa Langnga Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Ridho begitu semangatnya  langsung menerapkan keterampilan didapatkan selama magang di Jepang yaitu mengolah lahan sawahnya seluas 4 ha dan beternak ayam ras 300 ekor juga itik sekitar 300 ekor. 

“Sangat banyak pengalaman yang didapatkan selama magang di Jepang, bukan hanya dibidang ilmu pertanian tetapi etos kerja masyarakat Jepang, budaya dan yang terpenting adalah relasi dari berbagai Negara seperti Thailand, Philipina dan Jerman yang sampai saat ini kami sering berkomunikasi tentang perkembangan pertanian di Negara masing-masing”, ujar Ridho. Kamis (14/5/2020).

“Pengalaman yang paling berkesan selama di Jepang adalah ketika kami diwawancarai dan diliput di TV Jepang terkait dengan pertanian terpadu dan sebagai anggota tetap pemasok sayur disalah satu toko swalayan di provinsi tersebut dan kami juga menjadi petani termuda di provinsi Aichi”, imbuhnya. 

Ridho berharap ilmunya dapat membantu dan memotivasi teman-temannya untuk bisa mencintai pertanian dan terjun ke pertanian di usia muda. Karena pertanian saat ini sudah maju, mandiri dan modern. Ridho meyakini dengan semakin banyaknya petani muda milenial yang terjun ke pertanian, akan semakin maju pula pertanian di Indonesia. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir.  

“Saat pandemi covid 19 yang masih dihadapi sejumlah negara termasuk Indonesia, sektor pertanian semakin dibutuhkan untuk memenuhi ketahanan pangan. Pertanian seperti apa yang dibutuhkan, pertanian yang efektif, efisien dan transparan yang dapat dilakukan melalui petani milenial yang modern” ujar SYL. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi melalui aplikasi zoom dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, menambahkan, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. 

"Sumberdaya Manusia Pertanian merupakan penggerak utama pembangunan pertanian. Untuk itu kita harus mampu mencetak generasi muda dibidang pertanian yang maju, mandiri dan modern”, tegas Dedi.BBPP-BK.

Penulis : Sumarni dan Rezky Yulianti
Editor : Jamaluddin /Risna

Jumat, 08 Mei 2020

APD Untuk Tenaga Medis di Gowa dan Pangkep Dari Nasdem SulSel



Sigapnews.com, Pinrang - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu kembali menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Masker, hand sanitizer ke DPD Partai NasDem Gowa Dan Pangkep Jumat (08/05/2020).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di rumah aspirasi RMS, Corowali Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto Pinrang.

Penyerahan itu diterima langsung perwakilan DPD Partai NasDem Gowa Dan Pangkep untuk disalurkan kepada tim gugus Covid-19 di kabupaten Gowa dan pangkep guna membantu percepatan penanganan penyebaran virus Corona di kedua kabupaten tersebut.

Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif yang mewakili Rusdi Masse diserahkan kepada ketua DPD Partai NasDem Gowa H. Azhar Usman didampingi anggota DPRD Prov sulsel Fraksi NasDem Captain Hariadi bersama Fraksi NasDem Gowa Dan ketua OKK NasDem pangkep Kadir emo.

Syahar mengatakan bahwa RMS merasa prihatin dengan kondisi para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani virus corona (Covid-19) hingga saat ini belum ditopang APD yang lengkap

“Sebagai partai yang selalu menjujung tinggi restorasi. Malam ini, Nasdem kembali Distribusikan APD Ke Kabupaten Gowa dan Pangkep untuk digunakan para petugas medis dalam penanganan Covid19 “ujar Syaharuddin Alrif

lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini menjelaskan, gotong royong dan kemanusiaan adalah hal yang melatarbelakangi NasDem memberikan bantuan tersebut.

“Partai NasDem menyadari bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanggulangan virus corona atau Covid-19 harus selalu terlindungi dalam melaksanakan tugasnya” Ungkap syahar.

Ketua DPD NasDem Gowa mengatakan bantuan ketua DPW NasDem Sulsel ini yang kami terima dapat meringankan beban tenaga medis yang berada di garda depan dalam penanggulangan virus corona.

“Bantuan RMS ini kami akan salurkan kepada tenaga Medis di Kabupaten Gowa, Apa yang NasDem lakukan ini atas nama kemanusiaan dan gotong royong,” tutupnya.

Kamis, 07 Mei 2020

Bahan Pokok Aman Di Pinrang, Peyuluh dan Petani Mampu Penuhi Stock Pangan


Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Bulan Ramadhan di tengah pandemi Covid 19  memberikan berkah tersendiri bagi penyuluh dan petani khususnya di Kabupaten Pinrang. Kegiatan panen yang sampai saat ini masih berlangsung, khususnya di Kecamatan Mattiro Sompe, Kecamatan Lanrisang dan sebahagian Kecamatan Mattiro Bulu mampu memenuhi kebutuhan dan stok pangan di Kabupaten tersebut.

Plt. Kepala BPP Mattiro Sompe Sofyan, SP mengatakan bahwa kegiatan panen komoditi padi diwilayah Mattiro Sompe telah dimulai akhir Bulan April ini sampai dengan awal Bulan Juni 2020 mendatang dengan produktivitas rata-rata mencapai 6.94 Ton/Ha. Hal ini membuktikan bahan pokok pangan aman di Kabupaten Pinrang selama bulan Ramadhan.



Sebagai Koordinator Penyuluh, Sofyan selalu memberikan semangat dan motivasi kepada petani dalam melakukan pekerjaannya di tengah pandemi covid 19 yang bertepatan dengan  bulan suci Romadhan. “Tugas kita ini adalah tugas yang mulia  dan Allah memberikan ujian sekaligus berkah bagi kita dibulan Suci ini, apabila kita mampu melewatinya maka pahala kita juga berlipat-lipat ganda,”  ujarnya, Jumat (8/5/2020).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo memastikan kebutuhan bahan pokok aman selama Bulan Ramadhan ini. Setidaknya ada 11 komoditas inti yang dijaga ketersediaannya oleh Kementerian Pertanian. Beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi juga kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng. Insya Allah, stok (bahan pangan) kita masih aman. Ini penting untuk kami sampaikan kepada bapak ibu kepala daerah,” ujar Syahrul.



Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi  juga menegaskan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, pada suatu kesempatan juga mengatakan bahwa Kabupaten Pinrang adalah salah satu Kabupaten yang menjadi penyangga pangan Nasional, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja pemerintah yang bekerjasama dengan petani dalam mengembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura . “Semoga kabupaten Pinrang semakin Jaya, Maju dan Sejahtera,” ujar Andi Irwan.

Penulis ; Sumarni
Editor : Rezky Yulianti

Rabu, 29 April 2020

Meskipun Ditengah Wabah Covid 19, Penyuluh di Mattiro Bulu Kab.Pinrang Tetap Eksis Kawal Petani Penangkar Benih Padi


Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Benih tanaman yang baik adalah salah satu faktor keberhasilan dalam berbudidaya. Benih tanaman memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produksi dan mutu dari hasil budidaya tanaman yang pada akhirnya dapat lebih meningkatkan pendapatan petani.

Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab seorang penyuluh pertanian untuk selalu mendampingi para petani dalam melakukan kegiatan berbudidaya tanaman, salah satunya adalah pendampingan kepada penangkar-penangkar benih.

Penangkar benih padi yang sampai saat ini tetap eksis ditengah wabah covid 19 salah satunya berada di Kabupaten Pinrang tepatnya di Kecamatan Mattiro Bulu.

Penangkaran benih padi dengan varietas Inpari 46 dilakukan oleh  Kelompok Tani Reso Pammase Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan

Ketua kelompok tani penangkar benih adalah Drs.Amiruddin dengan luas lahan penangkaran yang di kelola mencapai 25 Ha.

Menurut Amiruddin, usaha penangkaran benihnya telah dilakukan sejak tahun 2007.

Yang menjadi motivasi Amiruddin dalam melakukan penangkaran benih adalah untuk memenuhi kebutuhan benih dikelompoknya.

“Alhamdulillah, dengan penangkaran benih ini kebutuhan benih kelompok kami dapat terpenuhi, sehingga lebih menghemat waktu dan biaya, ungkap Amiruddin, Rabu 29/4/2020.

Amiruddin berharap agar selanjutnya dapat menjadi unit produksi benih sumber yang berorientasi agribisnis”, ujarnya.

Juga di katakan bahwa dirinya dan kelompoknnya senantiasa mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Bapak Andi Calo Kerrang, SP, M.Si, begitupun pendampingan dari penyuluh juga senantiasa ia dapatkan.

Menurutnya, sampai saat ini masih di rasakan dan mereka (Kadis dan penyuluh red) senantiasa mengingatkan kepada diri dan kelompoknya untuk selalu menjaga kesehatan dan rajin-rajin cuci tangan jika selesai melakukan kegiatan di lapangan”, tutur Amiruddin.

Sementara Kegiatan pendampingan dan pengawalan terhadap penangkaran benih padi di Kelompok Tani Reso Pammase secara intensif dilakukan oleh Penyuluh, Azis Thaba, SP, M.Agr, dari BPP Mattiro Bulu.

Kelompok tani tersebut merupakan salah satu kelompok tani wilayah binaan BPP Mattiro Bulu.

Menurut Azis, kegiatan pendampingan dan pengawalan petani menjadi tugas utama mereka, meskipun ditengah wabah covid 19 ini, mereka tetap kelapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran covid 19. 

Lanjut Aziz mengatakan “Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang petani mandiri benih,  Kadis Pertanian kami akan memprogramkan kegiatan koorporasi penangkaran benih sebagai lanjutan untuk pengembangan pengembangan penangkaran benih. 

Bahkan ditengah situasi covid 19 ini tidak mengurangi intensitas kunjungan ke kelompoktani, ia turun langsung mendampingi, mengawal dan memantau langsung perkembangan tanaman, terang Azis.

Menurutnya, langkah ini sesuai dengan instruksi dari Pak Menteri Pertanian, bahwa kita tidak boleh diam saja, kebutuhan pangan masyarakat harus kita penuhi. Disitulah peran kami sebagai penyuluh untuk tetap aktif dilapangan, Namun yang terpenting, tetap menjaga jarak dengan petani serta memakai masker pada saat melakukan pendampingan dengan mengacu pada Instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk menerapan protokol kesehatan di lahan pertanian”, papar Azis.

Untuk diketahui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga meminta kepada para insan pertanian untuk terus aktif bergerak dan tidak berhenti dalam mengawal ketersediaan pangan rakyat Indonesia. Menteri yang akrab disapa SYL ini juga menegaskan, hal penting dalam menghadapi virus corona adalah mematuhi protokol kesehatan, seperti pemakaian masker.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi  yang selalu mengingatkan petani dan penyuluh untuk mengenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan pakai air yang mengalir.

Penulis : Rezky Yulianti
Sumber data : Azis Thaba, SP, M.Agr (Penyuluh dari BPP Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang).

Rabu, 22 April 2020

Kartini Pangan Ditengah Pandemi Covid 19, Berjuang Demi Kebutuhan Pangan



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Pada Tanggal 21 April 2020 senantiasa kita, Bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Raden Ajeng Kartini yang dikenal dengan Hari Kartini. 

Lahir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879, RA.Kartini merupakan sosok pahlawan wanita yang begitu aktif memperjuangkan kesetaraan hak perempuan 
yang semangat perjuangannya sampai saat ini masih kita rasakan. 

Beliau juga aktif memperjuangkan emansipasi wanita, penyetaraan wanita dengan kaum laki-laki. Wanita yang juga memiliki  peran besar dalam sendi kehidupan, dan sampai saat ini dibuktikan dengan lahirnya wanita-wanita yang hebat disektor Pertanian. 

Sektor pertanian memiliki pelaku utama salah satunya adalah penyuluh pertanian. Banyak dari penyuluh pertanian wanita yang merupakan Kartini-Kartini masa kini dengan sosok-sosok tangguh dilapangan yang setiap saat mendampingi petani dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia hingga dimasa wabah covid-19 ini. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta kepada para insan pertanian untuk terus aktif bergerak dan tidak berhenti dalam mengawal ketersediaan pangan rakyat Indonesia. “Tetap produktif ditengah pandemi covid-19, Sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Kita harus pastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,”ujar Mentan. 

Senada dengan anjuran Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. 

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” Jelas Dedi.

Banyak penyuluh Kartini masa kini yang tersebar di Indonesia yang walaupun ditengah penyebaran wabah covid 19, mereka senantiasa berada dilapangan mendampingi petani.

Salah satunya adalah Penyuluh Pertanian Ibu Melati Azharida,S.Pt dari BPP  Tiroang Kecamatan Tiroang  Kabupaten Pinrang,Provinsi Sulawesi Selatan.


Beliau adalah salah satu dari sekian banyak penyuluh Kartini di Kabupaten Pinrang. 
Ditengah wabah covid 19 ini, beliau tetap melaksanakan tugas pendampingan dan penyuluhan ke petani binaannya dengan melaksanakan himbauan Menteri Pertanian untuk tetap bekerja dan produktif ditengah pandemi covid 19 tapi tetap mengikuti anjuran Pemerintah untuk mencegah penyebaran covid 19. 

“Saya dan teman-teman penyuluh dilapangan sampai hari ini, menjalankan kewajiban kami sebagai penyuluh pertanian bagian dari Kementerian Pertanian untuk tetap produktif, tetap mendampingi petani dilahan dalam rangka kegiatan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, “ujar Melati, (21/4/2020). 

“Habis Gelap Terbitlah Terang, Biarkan kami penyuluh dan petani sebagai penerang pangan ditengah kegelapan wabah covid 19 ini. Biarkan kami tetap turun ke sawah penuhi kebutuhan pangan, kalian tetap dirumah,” Pungkasnya.(QQ/Al Az) BBPP-BK.

Kamis, 16 April 2020

Penganiayaan Warga Wiring Tasi, PMII Pinrang Minta Aparat Tangani Kasus Secara Profesional


Korban A dengan luka di wajah (Foto Isrimewa)

Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) -Ketua Cabang PMII Kabupaten Pinrang (Trigosal ariadi)
meminta kepada pihak aparat untuk menangani secara serius dan profesionalis aparat dalam menangani kasus tindak penganiayaan salah satu warga di desa wiring tasi yang berinisial (A) pada hari Sabtu 29 Maret 2020 pukul 16.00 lalu.

Ketua Cabang PMII Pinrang (Trigosal Ariadi)
"Secara tidak langsung aparat tidak serius dan profesional dalam menangani kasus ini, dikarenakan sudah 1 bulan kasus ini tidak memiliki kejelasan", ucapnya, Kamis (16/4/2020).


Korban A dengan luka di lengan (Foto Istimewa)

Kasus ini dimana korban yang awalnya menjadi korban dan kembali dituntut sebagian tersangka oleh penganiaya korban (A)

"Kinerja aparat menurut korban (A), tidak profesional, tidak terjadi keseimbangan, dan menurutnya tidak memiliki keadilan dalam penanganan kasus penganiayaan ini”, ungkapnya.(Sf).

Rabu, 15 April 2020

Menjadikan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern, Kostratani Gencar Sediakan Stok Pangan, Ditengah Pandemi Covid 19

Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Kementerian Pertanian melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) ditingkat kecamatan bertujuan untuk menghidupkan kembali serta memperkuat peran serta kapasitas petugas Balai Penyuluhan Pertanian Tingkat Kecamatan.

Ditengah covid 19 ini, program Kostratani gencar untuk menyediakan stok kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Tak henti-hentinya Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo, menghimbau agar ketersediaan pangan harus tetap terjaga ditengah situasi penyebaran wabah Covid -19.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Bapak Dedi Nursyamsi. Beliau menyampaikan kepada seluruh pelaku pertanian agar roda pembangunan senantiasa tetap bergerak untuk dapat mempertahankan ketersediaan pangan di Negara tercinta ini.

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern.

Apalagi disaat ini, corona atau Covid-19 yang sedang menyerang, peran Kostratani menjadi sangat meningkat dalam menyediakan stok pangan,” tegas Kepala BPPSDMP.

BPP memiliki peran penting dalam mendukung program Kostratani yaitu sebagai pusat data dan informasi pertanian ditingkat Kecamatan, dan ditengah kondisi wabah covid 19 ini, pendataan dan monitoring oleh penyuluh terhadap luas tanam, produktivitas dan luas panen tetap berjalan sebagaimana biasanya.

Salah satunya adalah BPP Mattiro Sompe yang terletak di Kecamatan Langnga Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.

BPP Mattiro Sompe sebagai BPP Kostratani dengan Koordinator BPP, Sofyan, SP sekaligus penyuluh pertanian yang tetap melaksanakan pendataan luas tanam, jadwal panen dan produktivitas diwilayah binaannya walaupun dengan kondisi pandemi covid 19.

Dari hasil monitoring dilapangan oleh Sofyan, data luas tanam dari bulan Januari  sampai Maret 2020 sekitar 5.150.00 Ha di 8 (delapan) Kelurahan/Desa dan mulai panen pada akhir April – Mei 2020 dengan produktivitas hasil panen diperkirakan mencapai 6-7 ton/Ha dan jadwal panen yang berkesinambungan khususnya di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian tetap melakukan tugasnya turun kelapangan.

"Pendataan terhadap kegiatan dilapangan tetap harus kami lakukan, karena sudah menjadi kewajiban kami untuk terus bergerak memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat dan mendampingi petani dilapangan” ujar Sofyan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa “Jika kami semangat, petani juga ikut semangat sehingga walaupun dengan adanya wabah covid 19 ini, kegiatan penanaman dilahan tidak terganggu. Protokoler pencegahan wabah covid  19 tetap dilaksanakan, dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, sering cuci tangan dan tetap menjaga kesehatan sehingga terhindar dari penularan covid 19 tutur Sofyan.(SUM/QQ) BBPP-BK.

Selasa, 07 April 2020

Berawal Dari Magang, Pemuda Tani Asal Pinrang Sukses Dalam Mengelola Usaha Tani


Usaha Ayam petelur milik Bahtiar (Foto Al-Az).

Sigapnews.com, Pinrang - Pertanian harus terus berjalan, demikianlah ungkapkan Menteri Pertanian yang sering digaungkan dalam memotivasi seluruh insan pertanian di negeri ini. 

Salah satu tumpuan besar dalam memajukan pertanian di negeri ini adalah generasi muda yang biasa disebut petani milenial. 

Salah satu generasi milenial yang sukses dalam menjalankan bisnis di Bidang Pertanian adalah Bahtiar yang Lahir di Kabupaten Pinrang, provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 08-06-1989.

Bahtiar pemuda tani asal kabupaten Pinrang yang sukses kelolala usaha tani (foto Al-Az).

Bahtiar memulai bisnis di Bidang Pertanian setelah mengikuti Program Magang Jepang yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2014.

Menurut Bahtiar, pada mulanya dia mengikuti pelatihan kewirausahaan bagi pemuda tani pada tahun 2011 di BBPP Batangkaluku.

"Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan bagi pemuda tani akhirnya saya bisa lolos seleksi untuk diberangkatkan ke Jepang tahun 2012-2014, ujarnya ke awak media kabartujuhsatu.com, Selasa (7/4/2020).

Setelah kembali dari Jepang, Bahtiar memulai usaha di bidang pertanian dengan menanam padi, jagung dan beternak sapi sekaligus mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S)  Alam Indah di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang Prov. Sulawesi Selatan.

Awal kesuksesan Bahtiar dimulai ketika kelompok Tani tempat dia bernaung mendapat bantuan alat panen padi (Combine Harvester). 

"Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan alat panen padi (Combine Harvester), alat ini saya kelola secara profesional bersama anggota kelompok tani lainnya, karena saya melihat prospeknya yang bagus, maka saya memberanikan diri untuk membeli 1 unit Combine Harvester yang besar, ungkap Bahtiar.

"Dari hasil keuntungan combine inilah saya gunakan kembali untuk menambah armada 1 unit combine harvester, sehingga saat ini sudah ada tiga armada, 1 unit milik kelompok dan 2 unit milik pribadi, terang Bahtiar.

Dikatakannya bahwa, Dari tiga unit Combine yang beroperasi saat ini, Bahtiar mempekerjakan 21 karyawan. 

"Alhamdulillah, satu unit combine harvester rata-rata menghasilkan 45 juta per bulan dengan keuntungan bersih 30 Juta/unit, ungkap Bahtiar. 

Menurutnya, Rata-rata combine harvester miliknya beroperasi normal selama 7 bulan dalam 1 tahun. Hal ini karena 2 armada miliknya beroperasi di tempat lain yang sedang panen. 

Satu kesyukuran bagi kita di Sulsel, lanjut Bahtiar, karena hampir sepanjang tahun ada panen, sehingga alat bisa beroperasi secara maksimal, katanya dengan rasa bersyukur.

Dijelaskan Bahtiar bahwa, meskipun sedang musim Covid 19, tetapi karena permintaan petani cukup tinggi untuk panen sehingga armadanya tetap beroperasi, tukasnya. 

"Kita tetap maksimalkan, agar padi petani aman, dan tentu keamanan pangan juga terjaga karena panen tepat waktu, tambah Bahtiar.

Saat ini Bahtiar memperlebar sayap bisnisnya dengan membangun peternakan ayam petelur. 

"Alhamdulillah setelah menambah jenis usaha ayam petelur dan kini  sudah mulai berproduksi, walaupun pada awalnya kami membeli bibit muda sebanyak 2.000 ekor dengan harga 57.000 per ekor, dan saat ini Kandang tersebut dikelolah oleh 2 orang karyawan, jelas Bahtiar. 

Bahtiar berharap, semoga semakin banyak  generasi muda yang terjun ke bidang pertanian. 

"Semoga di era 4.0 ini lebih banyak lagi kaum muda millenial yang cinta pertanian dan dapat bekecimpun di dunia pertanian, harapnya.

"Pertanian itu sangat menjanjikan, dan ke depan, siapa yang menguasai pertanian, maka dialah yang akan menguasai dunia, tandasnya.

"Maju terus Petani Milenial, bangsa ini membutuhkan karya terbaikmu, pungkasnya.(JML) BBPP-BK.

Minggu, 19 Januari 2020

Sebuah Mobi Pick Up Di SPBU Pinrang Terbakar, Dedi Alami Luka Bakar


Sigapnews.Com – Sebuah mobil pick up Grand Max warna putih bernomor polisi DP-8112-DB terbakar di SPBU Bungi Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sabtu (9/11/2019) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Praditya Negara mengatakan, mobil tersebut sedang mengisi BBM jenis premium tiba tiba terjadi percikan api disekitar tangki mobil lalu membesar dan membakar mobil tersebut.

“Bahkan api sempat merembet kebagian pompa SPBU, beruntung warga setempat serta para sopir beramai ramai memadamkan api menggunakan pasir dan air hingga petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi memadamkan api,” ungkap Dharma.

Satu orang sopir jadi korban pada insiden itu. Korban bernama Dedy (33) warga Kampung Patambia Desa Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

“Dedi mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan. Dedi dirawat sementara di RS Pratama dan akan dirujuk ke RS Lasinrang” ujar Dharma.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bone itu menduga penyebab kejadian akibat kosleting pada pengapian pompa elektrik / pengisapan tangki rakitan.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian itu meski kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dengan rincian mobil pick up grand max terbakar pada bagian bodi depan dan bagian bawah.

“Uang tunai enam juta rupiah, handpone merk Oppo seharga satu juta lima ratus ribu rupiah, dan dokumen pribadi,” pungkas Dharma

Berikut foto mobil dan bagian SPBU yang ikut terbakar:. 


© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved