-->

Senin, 29 Juni 2020

Seruan Dukungan Untuk Janda Miskin Korban Pemukulan Berencana



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Seorang janda bernama Andi Mahlia berumur 60 tahun yang beralamat di Desa Witingtasi Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang telah mengalami pemukulan oleh dua orang yang juga merupakan sepupunya. Keduanya adalah Andi Hasma dan Andi Zohra.

Kini Andi mahlia berstatus sebagai tahanan kota Kejaksaan Negeri Pinrang begitu pula dengan kedua penyerang. Selasa (30/6/2020)

Pemukulan berencana ini ditengarai oleh tuduhan pelaku terhadap korban bahwa korban pernah meneriaki orang tua pelaku dengan cara tidak terhormat sehingga pelaku merasa tersinggung dengan mendatangi kediaman korban untuk klarifikasi.

Berikut kronologinya :
Pada tanggal 28 Februari 2020 tepatnya pada Jumat sore, kediaman Andi Mahlia didatangi oleh tiga orang keluarganya yang masing-masing adalah Andi Hasma, Andi Mustafa dan Andi Kumala. Maksud kedatangan mereka untuk mengklarifikasi lontaran ucapan yang dikeluarkan oleh Andi Mahlia kepada orang tua Andi Hasma.

Ditengah berlangsungnya klarifikasi datanglah seorang Andi Zohra secara langsung mencakar wajah Andi Mahlia yang mana tindakan ini memicu Andi Hasma yang juga saudara kandung dari Andi Zohra untuk ikut mencakar wajah Andi Mahlia. Dirinya yang merasa tertekan sontak melakukan pembelaan dengan menangkis serangan tersebut. 

Tidak sampai disitu Andi Hasma semakin membrutal dengan melemparkan cabai yang sudah disiapkan oleh Andi Sohra, lalu setelah itu Andi Hasma menarik rambut korban hingga wajahnya terbentur tiang. Saat itu wajah Andi Hasma juga mengalami luka akibat benturan yang dialaminya pada tiang rumah.

Setelah pemukulan bertubi-tubi tersebut membuat Andi Mahlia lemah tak berdaya, Andi Hasma malah merobek celana dalam korban sebagai upaya serangan terakhir.

Selama berlangsungnya penyerangan ini Andi Mustafa dan Andi Kumala tidak melakukan upaya peleraian hingga datanglah Andi Nurhuda, Andi Wahdaniah dan Mamming untuk melerai sehingga pemukulan ini berakhir.

Tanpa sepatah katapun pelaku kakak beradik didampingi oleh kedua anggota keluarganya yaitu andi Mustafa serta Andi Kumala meninggalkan TKP.

Pada hari sabtu tanggal 1 Maret 2020 hari sabtu
Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Suppa dengan menyertakan barang bukti berupa cabai dan celana dalam serta bukti luka pada wajahnya. 

Namun anehnya berita acara pemeriksaan(BAP) yang dikirimkan pihak Polsek Suppa ke Kejaksaan Negeri Pinrang tidak melampirkan barang bukti berupa cabai padahal saat proses pelaporan, barang bukti yang diajukan korban diterima oleh pihak Polsek Suppa.

Bukti tersebut jelas adanya setelah penyidik Bhabinkhamtibnas Polsek Suppa bernama Bapak M mengambilnya lalu menyerahkan ke DIT reskrim Polsek Suppa atas nama Bapak J namun menurut Kapolsek Suppa cabai tersebut tidak ada karena cabai tersebut tidak bisa dipungut lagi lantaran berbentuk cair.

Yang menjadi persolan adalah pihak kejaksaan meminta cabai tersebut sebagai bukti yang dipaparkan oleh Korban pada penyidikan tahap II.

Bukti cabai ini jelas sangat berpengaruh dalam pertimbangan hakim untuk ketukpalu namun dihalang-halangi oleh pihak yang memberikan BAP yaitu Polsek Suppa.

Selain itu korban saat ini berstatus sebagai tahanan kota Kejaksaan Negeri Pinrang lantaran laporan yang juga diajukan oleh pihak penyerang ke Polsek Suppa dan diterima oleh pihak Kejari Pinrang atas dasar bukti luka (akibat dari upayanya menarik rambut dan menyeret korban).

Sebagai penutup kami dari pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung Andi Mahlia dalam bentuk doa agar beliau tabah dan kuat dalam menghadapi kasusnya ini dan juga agar status hukumannya sebagai tahanan kota dapat dicabut oleh Kejaksaan Negeri Pinrang serta besar harapan kami agar Kajari Pinrang mempercepat proses peradilan atas kasus ini sebagai bagian dari prinsip profesionalitas kerja. (Sofyan).

Kamis, 28 Mei 2020

Inovasi Ditengah Pandemi Covid 19, Beternak Ayam Tanpa Vaksinasi



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Peran penting generasi muda saat ini mendorong Kementerian Pertanian untuk menarik minat anak muda untuk terlibat dalam program petani milenial. 

Lahirnya petani milenial ini diharapkan dapat mendukung pembangunan pertanian yang saat ini telah mengalami kemajuan, baik dari segi teknologi maupun sumberdaya yang ada. 

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, estafet petani selanjutnya berada pada pundak generasi muda. Sebab, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

“Generasi milenial adalah masa depan sektor pertanian. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka,” paparnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mempertegas pendapat Menteri SYL. Menurutnya, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. 

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” ujarnya, 

Salah satu petani milenial yang berasal dari Kelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Rasyid Ridho melakukan inovasi dengan beternak ayam broiler semi organik (tanpa melakukan vaksinasi). 

Pada umumnya beternak ayam (unggas) secara komersial diawali dengan melakukan vaksinasi pada saat tiba di kandang atau DOC beumur 4 –  5 hari setelah penetasan dan pemberian vitamin, ini merupakan kewajiban bagi peternak ayam broiler untuk mecegah terjadinya stres dan menjaga ketahanan tubuh ternak ayam sehingga tahan terhadap serangan penyakit. 

Namun berbeda Ridho, sapaan akrab petani milenial tersebut. Dirinya beternak tanpa vaksinasi, baik vaksin ND maupun Vaksin Gumboro tanpa penggunaan obat-obatan lainnya yang bersifat kimia.

Pada hari pertama DOC tiba di kandang langsung diberikan air gula merah dengan tujuan untuk memulihkan stamina anak ayam pada saat diperjalanan dan hari kedua diberikan air gula yang diselingi dengan jamu - jamuan yang terbuat dari tanaman rimpang  yang difermentasi seperti jahe, kunyit, temu lawak, temu ireng dan kencur yang biasa disebut empon – empon. 


Menurut Ridho, manfaat dari jamu ini untuk ternak antara lain dapat mengoptimalkan kerja organ pencernaan, mengobati gangguan pencernaan ternak, mencegah gangguan parasit/cacing pada ternak dan sebagai anti bakteri sehingga ternak tidak mudah terserang penyakit salah satunya mencegah virus H5N1 (yang biasa disebut flu burung) yang menyerang ternak unggas. 

Selain itu bermanfaat juga untuk meningkatkan nafsu makan pada ternak dan membantu mempercepat penyerapan nutrisi sehingga perkembangan ternak ayam broiler lebih cepat. Selain pemberian jamu – jamuan tersebut juga diberikan air rebusan daun pepaya sebagai pencegahan penyakit CRD atau ngorok. 

Alasan Ridho beternak ayam potong semi organik (tanpa menggunakan vaksin) karena melihat dari segi ekonomis bisa mengurangi biaya produksi dan yang terpenting nilai manfaat yaitu  daging ayam bebas dari residu antibiotik,  rendah kolestrol, serat daging ayam lebih halus dan memiliki rasa aroma yang lebih enak.


“Dengan masih mewabahnya covid 19, masyarakat mencari pangan yang aman, salah satunya dengan konsumsi ayam potong semi organik.  

Alhamdulillah, ayam potong kami kemarin menjelang lebaran sangat diminati masyarakat di sekitar sini, walaupun harga jualnya lebih tinggi dari ayam potong pada umumnya. ujarnya, Kamis (28/5/2020).  

Dengan beternak ayam potong semi organik, kami mengajak masyarakat untuk bisa hidup sehat, dan marilah bersama-sama hidup sehat dengan mengkonsumsi daging ayam sehat,”ujar Ridho. (BBPP-BK).

Penulis : Sumarni 
Editor : Rezky Yulianti

Kamis, 21 Mei 2020

Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid 19, Penyuluh dan Poktan Gencar Lakukan Olah Tanam Hingga Produksi



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) -Kabupaten Pinrang merupakan salah satu sentra produksi pangan Nasional yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai daerah sentra produksi pangan, beberapa Kelompok Tani (Poktan) melakukan percepatan tanam padi di lapangan khususnya di Wilayah kerja BPP Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Bulan April – Mei saatnya panen raya dan berdasarkan data, realisasi tanam Tahun 2020 mencapai luasan 2.264,84 Ha dari 3.715,00 Ha dengan produktvitas 6,95 ton/ha.

Dalam rangka mendukung dan menjaga Ketahanan Pangan, kegiatan percepatan tanam dilakukan oleh beberapa Poktan yang ada di Kecamatan Lembang yang didampingi langsung oleh penyuluh pertanian mulai dari pengolahan tanah dan penanaman padi sampai pada kegiatan panen. Ada beberapa jenis varietas yang digunakan yaitu varietas Inpari 4, Inpari 30, Inpari 32 dan varietas Mekongga. Kamis (21/5/2020).

Menurut Muhammad Said SP, penyuluh pertanian sekaligus Kepala BPP Lembang bahwa wilayah BPP-nya mempunyai pengairan teknis irigasi dan sebahagian pengairan desa, sehingga para penyuluh setempat selalu memotivasi dan menginspirasi para petani untuk tetap bersemangat melakukan pengolahan tanah dan olah tanam.

“Kita beruntung bahwa sebagian lahan pertanian Poktan di Wilayah BPP Lembang memiliki pengairan teknis sehingga membantu mencukupi ketersediaan air dilahan pertanian. Mengingat adanya prediksi dari Badan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya potensi kekeringan maka perlu segera lakukan percepatan tanam”, ujar Said.

“Himbauan Pak Mentan untuk tetap mendampingi Petani di lapangan tetap kami lakukan demi menjaga Ketahanan Pangan. Semangat dan motivasi selalu diberikan kepada petani, jika lahan mereka kosong setelah panen segera kami dampingi untuk langsung di tanami” , tegas Said.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan walau kekeringan melanda, pertanian tidak boleh terhenti. Tetap lakukan percepatan tanam dan penuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Makanya, petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” jelas Dedi. (BBPP-BK).

Penulis :Sumarni dan Rezky Yulianti
Editor : Jamaluddin Al Afgani

Kamis, 14 Mei 2020

Petani Millenial Alumni Magang Jepang Menerapkan Ilmunya Ditengah Pandemi Covid 19



Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang dituangkan ke dalam Nota Kesepakatan Bersama (MOU) antara Kementerian Pertanian Cq. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan Asosiasi Petani Jepang (JAEC) dalam melaksanakan kegiatan petani muda Indonesia yang melakukan magang ke Jepang. 

Tujuan program kegiatan magang ke Jepang ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjawab permasalahan pengembangan SDM petani. 


Sesuai dengan tujuan program, kegiatan magang dipandang dapat menjadi solusi bagi peserta untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan mental pemagang dalam mengelola usaha pertanian yang berorientasi agribisnis dan meningkatkan kemampuan teknis manajerial calon pemagang dalam mengelola agribisnis sesuai dengan komoditinya serta menumbuh kembangkan etos kerja bagi pemagang dan lingkungan usahanya.


Abdul Rasyid Ridho adalah salah satu alumni Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Tani Calon Magang Jepang yang dilaksanakan di BBPP Batangkaluku Tahun 2018. 

Ridho sapaan akrab dari Abdul Rasyid, lolos seleksi mengikuti  magang di Jepang  selama satu tahun di Provinsi Aichi Jepang. 

Sekembalinya ke Indonesia tanggal 28 Februari 2020, ia langsung mempraktekkan pengalaman kerja yang didapatkan selama di Jepang. 


Setibanya di kampung halaman, tepatnya di desa Langnga Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Ridho begitu semangatnya  langsung menerapkan keterampilan didapatkan selama magang di Jepang yaitu mengolah lahan sawahnya seluas 4 ha dan beternak ayam ras 300 ekor juga itik sekitar 300 ekor. 

“Sangat banyak pengalaman yang didapatkan selama magang di Jepang, bukan hanya dibidang ilmu pertanian tetapi etos kerja masyarakat Jepang, budaya dan yang terpenting adalah relasi dari berbagai Negara seperti Thailand, Philipina dan Jerman yang sampai saat ini kami sering berkomunikasi tentang perkembangan pertanian di Negara masing-masing”, ujar Ridho. Kamis (14/5/2020).

“Pengalaman yang paling berkesan selama di Jepang adalah ketika kami diwawancarai dan diliput di TV Jepang terkait dengan pertanian terpadu dan sebagai anggota tetap pemasok sayur disalah satu toko swalayan di provinsi tersebut dan kami juga menjadi petani termuda di provinsi Aichi”, imbuhnya. 

Ridho berharap ilmunya dapat membantu dan memotivasi teman-temannya untuk bisa mencintai pertanian dan terjun ke pertanian di usia muda. Karena pertanian saat ini sudah maju, mandiri dan modern. Ridho meyakini dengan semakin banyaknya petani muda milenial yang terjun ke pertanian, akan semakin maju pula pertanian di Indonesia. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir.  

“Saat pandemi covid 19 yang masih dihadapi sejumlah negara termasuk Indonesia, sektor pertanian semakin dibutuhkan untuk memenuhi ketahanan pangan. Pertanian seperti apa yang dibutuhkan, pertanian yang efektif, efisien dan transparan yang dapat dilakukan melalui petani milenial yang modern” ujar SYL. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi melalui aplikasi zoom dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, menambahkan, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. 

"Sumberdaya Manusia Pertanian merupakan penggerak utama pembangunan pertanian. Untuk itu kita harus mampu mencetak generasi muda dibidang pertanian yang maju, mandiri dan modern”, tegas Dedi.BBPP-BK.

Penulis : Sumarni dan Rezky Yulianti
Editor : Jamaluddin /Risna

Jumat, 08 Mei 2020

APD Untuk Tenaga Medis di Gowa dan Pangkep Dari Nasdem SulSel



Sigapnews.com, Pinrang - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu kembali menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Masker, hand sanitizer ke DPD Partai NasDem Gowa Dan Pangkep Jumat (08/05/2020).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di rumah aspirasi RMS, Corowali Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto Pinrang.

Penyerahan itu diterima langsung perwakilan DPD Partai NasDem Gowa Dan Pangkep untuk disalurkan kepada tim gugus Covid-19 di kabupaten Gowa dan pangkep guna membantu percepatan penanganan penyebaran virus Corona di kedua kabupaten tersebut.

Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif yang mewakili Rusdi Masse diserahkan kepada ketua DPD Partai NasDem Gowa H. Azhar Usman didampingi anggota DPRD Prov sulsel Fraksi NasDem Captain Hariadi bersama Fraksi NasDem Gowa Dan ketua OKK NasDem pangkep Kadir emo.

Syahar mengatakan bahwa RMS merasa prihatin dengan kondisi para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani virus corona (Covid-19) hingga saat ini belum ditopang APD yang lengkap

“Sebagai partai yang selalu menjujung tinggi restorasi. Malam ini, Nasdem kembali Distribusikan APD Ke Kabupaten Gowa dan Pangkep untuk digunakan para petugas medis dalam penanganan Covid19 “ujar Syaharuddin Alrif

lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini menjelaskan, gotong royong dan kemanusiaan adalah hal yang melatarbelakangi NasDem memberikan bantuan tersebut.

“Partai NasDem menyadari bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanggulangan virus corona atau Covid-19 harus selalu terlindungi dalam melaksanakan tugasnya” Ungkap syahar.

Ketua DPD NasDem Gowa mengatakan bantuan ketua DPW NasDem Sulsel ini yang kami terima dapat meringankan beban tenaga medis yang berada di garda depan dalam penanggulangan virus corona.

“Bantuan RMS ini kami akan salurkan kepada tenaga Medis di Kabupaten Gowa, Apa yang NasDem lakukan ini atas nama kemanusiaan dan gotong royong,” tutupnya.

Kamis, 07 Mei 2020

Bahan Pokok Aman Di Pinrang, Peyuluh dan Petani Mampu Penuhi Stock Pangan


Sigapnews.com, Pinrang (Sulsel) - Bulan Ramadhan di tengah pandemi Covid 19  memberikan berkah tersendiri bagi penyuluh dan petani khususnya di Kabupaten Pinrang. Kegiatan panen yang sampai saat ini masih berlangsung, khususnya di Kecamatan Mattiro Sompe, Kecamatan Lanrisang dan sebahagian Kecamatan Mattiro Bulu mampu memenuhi kebutuhan dan stok pangan di Kabupaten tersebut.

Plt. Kepala BPP Mattiro Sompe Sofyan, SP mengatakan bahwa kegiatan panen komoditi padi diwilayah Mattiro Sompe telah dimulai akhir Bulan April ini sampai dengan awal Bulan Juni 2020 mendatang dengan produktivitas rata-rata mencapai 6.94 Ton/Ha. Hal ini membuktikan bahan pokok pangan aman di Kabupaten Pinrang selama bulan Ramadhan.



Sebagai Koordinator Penyuluh, Sofyan selalu memberikan semangat dan motivasi kepada petani dalam melakukan pekerjaannya di tengah pandemi covid 19 yang bertepatan dengan  bulan suci Romadhan. “Tugas kita ini adalah tugas yang mulia  dan Allah memberikan ujian sekaligus berkah bagi kita dibulan Suci ini, apabila kita mampu melewatinya maka pahala kita juga berlipat-lipat ganda,”  ujarnya, Jumat (8/5/2020).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo memastikan kebutuhan bahan pokok aman selama Bulan Ramadhan ini. Setidaknya ada 11 komoditas inti yang dijaga ketersediaannya oleh Kementerian Pertanian. Beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi juga kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng. Insya Allah, stok (bahan pangan) kita masih aman. Ini penting untuk kami sampaikan kepada bapak ibu kepala daerah,” ujar Syahrul.



Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi  juga menegaskan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, pada suatu kesempatan juga mengatakan bahwa Kabupaten Pinrang adalah salah satu Kabupaten yang menjadi penyangga pangan Nasional, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja pemerintah yang bekerjasama dengan petani dalam mengembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura . “Semoga kabupaten Pinrang semakin Jaya, Maju dan Sejahtera,” ujar Andi Irwan.

Penulis ; Sumarni
Editor : Rezky Yulianti

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved