Jumat, 24 April 2020

A. Nurlina Penyuluh Pertanian : Kami Senang Bisa Dampingi Petani Panen Padi Meski Ditengah Pendemi Covid-19

A. Nurlina Penyuluh Pertanian : Kami Senang Bisa Dampingi Petani Panen Padi Meski Ditengah Pendemi Covid-19



Sigapnews.com, Soppeng (Sulsel) - Beras adalah salah satu bahan pangan sumber energi dan pada umumnya merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ada istilah yang mengatakan “belum kenyang kalau belum makan nasi”, ini menggambarkan bagaimana nasi menjadi kebutuhan pokok kita. Dari hasil data perhitungan terakhir bulan Desember Tahun 2019, data konsumsi beras untuk seluruh wilayah Indonesia adalah 2,5 juta ton per bulan. Jumlah tersebut mencukupi sebanyak 260 juta penduduk di Indonesia, dan terjadi peningkatan konsumsi beras tahun 2020 seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sabtu. (25/04). 


Sudah menjadi tugas dari Kementerian Pertanian untuk terus mengawal ketersediaan pangan utamanya beras bagi 267 juta jiwa masyarakat. 

Bukan tugas yang mudah untuk menjamin ketersediaan pangan ditengah wabah covid 19, tetapi bukan menjadi alasan untuk berhenti  melakukan tugas memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menyampaikan tetap produktif ditengah pandemi covid-19, sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Kita harus pastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.


Hal senada juga selalu disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi kepada seluruh pelaku pertanian agar roda pembangunan senantiasa tetap bergerak untuk dapat mempertahankan ketersediaan pangan di Negara tercinta ini.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, Ini membuktikan pertanian tidak berhenti. Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen dan pemprosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan”, ujar Dedi. 


Langkah nyata dilapangan yang dilakukan penyuluh saat ini adalah melakukan pendampingan kegiatan bercocok tanam petani. Hj. A. Nurlina,SP, penyuluh dari BPP Liliriaja Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan, yang aktif  dalam kesehariannya sebagai penyuluh pertanian, mendampingi kegiatan panen kelompok taninya ditengah wabah covid 19.

Kegiatan panen komoditas padi varietas Mekongga dilakukan Hari Kamis, tanggal 23 April 2020 di Kelompok tani Malitutue Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng dengan luas lahan panen 0,70 Ha dan potensi panen 98 Ha, provitas mencapai 7 ton/Ha. 

Menurut  A. Nurlina, “Kami senang bisa mendampingi petani dilahan, apalagi pada saat melihat mereka panen, ada perasaan bangga dan haru tersendiri melihat hasil panen mereka apalagi kalau hasil panennya mencapai hasil yang maksimal.  Hasil panen  petani kami ini, biasanya langsung dijual ke pedagang pengumpul dengan harga Rp.4.600/Kg. 

“Sebelum dan setelah merebaknya virus korona, keseharian kami tidak ada yang berubah, saya tetap mendampingi petani dilahan. Ada sedikit perasaan cemas dengan merebaknya wabah korona tapi tidak menjadikan kami patah semangat dalam mendampingi petani. Semoga dengan semangat dan kinerja kami sebagai penyuluh, ketersediaan pangan tetap terjaga.” ujar A. Nurlina.(QQ) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved