Soppeng, Sigapnews.com Dalam balutan pesona alam pegunungan yang diselimuti hamparan pelangi, Kabupaten Soppeng menorehkan babak baru dalam sejarahnya. Di usianya yang ke-765 tahun, 23 Maret 2026, daerah ini telah bertransformasi signifikan, dari kawasan dengan akses jalan berlumpur yang menyusahkan menjadi pusat denyut perekonomian dan gaya hidup perkotaan yang modern.
Perubahan paling nyata terlihat pada infrastruktur jalan. Jika dulu warga harus berjuang melintasi lintasan becek dan licin ditemani tiupan angin sepoi-sepoi, kini jalan berkelok di kaki gunung telah dilapisi aspal dan beton kokoh.
Kemudahan akses ini secara langsung menghubungkan perkampungan terpencil dengan pusat kota, meruntuhkan batas geografis yang sebelumnya membatasi mobilitas warga.
Peningkatan infrastruktur ini turut berdampak pada geliat ekonomi. Hamparan hijau pertanian yang masih asri kini berpadu dengan semaraknya sektor perdagangan dan pariwisata. Deretan pedagang kaki lima serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat mengalami peningkatan omzet, menjadikan roda ekonomi di Bumi Latemmamala semakin berdenyut kencang. Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi lokal pun tercatat kian ramai, menambah semarak perayaan hari jadi ke-765 Soppeng.
Salah satu warga, H.OLLENG yang beraktivitas sebagai wirausaha dan owner Warkop Olleng di jln Pemuda no 2 turut menyuarakan optimisme di momen bersejarah ini.
Ia menyampaikan ucapan selamat untuk Ultah Soppeng seraya mengamini perubahan besar yang terjadi di daerah kelahirannya.
Dulu jalannya sungguh menyusahkan karena berlumpur. Sekarang, semuanya mudah dilalui. Warga pegunungan kini bisa berbaur dengan gaya dan irama perkotaan, ujar pak aji Olleng saat ditemui di Kediamannya.
Meski mengalami modernisasi, Soppeng tetap menjaga ikon uniknya. Di jantung kota, pemandangan langka masih bisa disaksikan. kelelawar bergelantungan di pohon asam tua yang berada tepat di pusat keramaian.sebuah harmoni antara pertumbuhan kota dan kelestarian alam yang sulit ditemukan di wilayah lain.
Dari kaki pegunungan membentang pelangi hingga pusat kota yang modern, Soppeng mencatatkan Metamorfosis yang membanggakan di usianya yang ke-765 tahun, menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif mampu berjalan selaras dengan akar budaya dan keindahan alam.
Soppeng, dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala, terus berkomitmen mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian lingkungan dan budaya.
(Yunandar)
























FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram