Jumat, 24 April 2020

Petani Kec.Takkalala Kab. Wajo Panen Jagung Perdana di Masa Pendemi Covid-19

Petani Kec.Takkalala  Kab. Wajo Panen Jagung Perdana di Masa Pendemi Covid-19


Sigapnews.com, Wajo (Sulsel) - Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab dari presiden untuk memastikan stok pangan cukup untuk 267 juta masyarakat Indonesia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa ditengah pandemi covid 19, pejabat daerah beserta jajarannya diharapkan secara langsung memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing, Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersedian pangan nasional aman dan terkendali.

Sektor lain mungkin mengalami penurunan bahkan terhenti sebagai imbas dari pendemi covid-19. tapi sektor pertanian harus terus berjalan karena berkaitan dengan pangan yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus  selalu terpenuhi.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Salah satu insan pertanian yang tetap aktif ditengah pandemi Covid-19 adalah para anggota kelompok tani Berkah yang diketuai oleh Samsu Rijal. Didampingi penyuluh Pertanian lapangan Muh. Fadly S.ST, saat melakukan panen perdana jagung varietas Bisi-18 pada lahan sawah tadah hujan seluas 1,5 Ha milik anggota Kelompok, di Desa Ceppaga, Kecamatan Takkalalla, Kab. Wajo sejak hari kamis, 22/04/2020. Jumat. 22/04.

Pada panen perdana ini juga hadir  Camat Takkalalla, Sandi Borahim, S.STP, Pemimpin Pertanian Kecamatan Takkalalla, Guspiani Ibnur, S.Pt, M.Si,  dan Kapolsek Takkalalla Bambang Purwanto, SH.

“Sesuai arahan Mentan, pejabat daerah juga diharapkan untuk turun langsung memastikan ketersediaan pangan di daerah masing-masing, untuk itulah kami hadir di sini,” kata Sandi Borahim.

“Dari hasil ubinan diperoleh provitas 4,6 ton/Ha, angka ini relatif masih kecil, namun dapat dimaklumi karena komoditi jagung ini baru pertama kali di tanam di kelompok tani ini, sehingga masih membutuhkan bimbingan dalam hal teknis budidaya jagung, dan ini tugas kami untuk melakukan pembimbingan” ungkap Guspiani.

Saat ini harga jagung kering Pipilan Rp. 2.000/Kg.  Meskipun harga jagung anjlok turun, ini tidak memupus harapan Ketua Kelompok Tani bersama anggotanya untuk tetap menanam jagung di musim tanam berikutnya. Mereka berharap bantuan benih jagung bisa datang  tepat waktu dan juga ada bantuan corn sheller dari instansi setempat dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo. 

“ini diharapkan kiranya dapat menjadi pendorong dan pemompa semangat petani di Kecamatan Takkalalla untuk dapat terus meningkatkan produksi tanaman jagung. Apalagi semakin banyaknya peternakan ayam petelur yang berkembang di wilayah ini yang hasil jagung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” tutur Samsu Rijal. 

"Kami berharap harga jagung bisa stabil, minimal sama dengan harga dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah, minimal dikisaran harga Rp. 3000/Kg," ungkap Samsu Rijal. (GUS-RSN) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved