Sabtu, 25 April 2020

Pastikan Lahan Pertanian Tetap Produktif, Penyuluh Dampingi Petani Tanam Jagung

Pastikan Lahan Pertanian Tetap Produktif, Penyuluh Dampingi Petani Tanam Jagung



Sigapnews.com, Selayar (Sulsel) - Jagung atau dengan nama latin Zea mays L. ini merupakan salah satu jenis tanaman yang juga sebagai bahan makanan pokok penduduk di dunia, termasuk Amerika Tengah, selatan juga termasuk Indonesia. Selain sebagai makanan pokok manusia, Jagung juga biasa dijadikan sebagai bahan pakan ternak, sebagai minyak makan, tepung maizena bahkan dijadikan bahan di industri kosmetika serta farmasi.

Jika dilihat dari produksi jagung enam tahun terakhir, tercatat peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data BPS, produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton pada 2014, kemudian meningkat pada tahun 2015 menjadi 19,6 juta ton. Tahun 2016, produksi jagung masih menunjukkan tren peningkatan tajam dengan capaian produksi 23,6 juta ton, dan puncaknya pada tahun 2017 produksi jagung sudah mencapai 28,94 juta ton. Tahun 2019 produksi jagung mencapai 29,93 juta ton.

Tingginya kebutuhan akan jagung membuat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginstruksikan kepada Satgas Pangan agar mengawal harga jagung.

”Saya minta, satgas pangan agar bekerja maksimal, Bupati, Kadis, Kapolres, Dandim, Kajari agar lebih maksimal lagi dalam membantu petani,
harus tegas demi kesejahteraan petani, jangan sampai ada orang-orang yang bermain, dia hanya membeli tapi keuntungannya lebih besar dari petani," ungkap Mentan.

"Semua integrator harus diajak untuk stabilisasi harga, kestabilan pangan dan Kondisi antara harga pasar dengan petani harus seimbang," tutur Mentan.

Di sisi lain, Mentan meminta kepada Petani agar memenuhi semua syarat-syarat yang dibutuhkan dalam menjual jagung dengan harga yang layak. "Tolong diperhatikan, kalau menjual jagung, diusahakan untuk melakukan penanganan pascapanen. Lakukan pengertian sehingga kadar airnya sesuai dengan kebutuhan industri, dan pasti harganya bagus," tegas Mentan.

Terkait dengan ketidak stabilan harga jagung di beberapa daerah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa BPPSDMP akan memaksimalkan peranan Kostratani agar ikut membantu petani dalam mengawal stabilisasi harga. 

"Kostratani akan dimaksimalkan agar turut serta mengawal stabilisasi harga. Penyuluh di setiap kostratani harus mampu memfasilitasi agar setiap petani binaannya mendapatkan harga yang layak dari setiap komoditas yang dibudidayakan. Petani harus mengawal dan membina cara pengolahan pascapanen yang baik sehingga kualitas produk, khususnya kadar air sesuai dengan kebutuhan pasar," jelas Dedi.

Bagi petani, perhatian serius dari Menteri Pertanian dan Kepala BPPSDMP Kementan adalah motivasi tersendiri untuk tetap menanam jagung. 


Seperti yang dilakukan oleh Abd  Rauf, anggota Kelompok Tani Hutan Perahu Sikamaseang yang beralamat di Desa  Bontoborusu, Kec. Bontoharu, Kab Kepulauan Selayar, Provinsi Sulsel, tetap menanam jagung Varietas pulut Lokal (23 April 2020) pada lahan seluas  0,75 ha. 

Didampingi oleh penyuluh pertanian Sitti Hadijah M.Jarir, Rauf menyatakan bahwa kegiatan memang tetap dilakukan meskipun ada wabah Corona, ujarnya, Ahad 26/4/2020.

"Sebenarnya ada, kekhawatiran, tapi kami tetap semangat demi memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi perhatian pemerintah terhadap jagung sangat bagus," Jelas Rauf.

Hadijah menyatakan bahwa petani tetap dimotivasi menanam agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

"Kami sebagai penyuluh senantiasa memotivasi petani untuk tetap produktif di tengah wabah Covid-19. Mereka harus tetap beraktivitas sambil menjaga semua anjuran pemerintah terkait prosedur menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19," tutur Hadijah.(JML/STDJ) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved