-->

Selasa, 22 September 2020

Pastikan Produksi Terus Berjalan, BPP Benteng Bontoharu Dampingi Petani Binaan Panen Padi



Selayar (Sulsel), Sigapnews.com, - Jubair, A.Md, Salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bontoharu terus dampingi petani binaannya dalam melakukan panen padi yang saat ini sedang berlangsung dibeberapa desa di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa (22/9/2020). 

Menurutnya, meski dimasa pandemi covid-19 yang sudah memasuki masa new normal, namun pendampingan kepada petani tidak boleh kendor atau menurun, perhatian dan semangat kepada petani harus terus diberikan guna memberikan motivasi kepada mereka agar terus punya semangat untuk tingkatkan produksi.

“Panen dikepulauan selayar ini sudah dilakukan hampir serentak diberbagai kecamatan, kami sebagai penyuluh bersama-sama turun kesawah lakukan panen, namun tidak lupa tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan demi keselamatan dan kesehatan kita bersama”,katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa pertanian tidak boleh berhenti guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” tegas SYL.

Peran penyuluh harus dioptimalkan dalam mendampingi petani kecil agar keberpihakan terhadap petani kecil benar-benar terwujud. Dan salah satu langkah penyuluh yang dapat diambil agar pendampingan benar-benar dirasakan oleh petani adalah dengan memberikan solusi permasalahan yang sedang dan selalu dihadapi petani disuatu wilayah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menegaskan, tugas pertanian di saat pandemi harus lebih giat lagi dan tetap produktif.

Di mana para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan.

Salahuddin, petani dari Poktan Cinta Alam 2, Dusun Palemba, Desa Kalepadang, Kecamatan Bontoharu saat ditemui dilapangan mengatakan saat ini kami sudah mulai panen sekitar 1 ha, dengan luas lahan 11 Ha menggunakan varitas ciherang.

“Kami sangat berterimkasih kepada para penyuluh yang selalu setiap mendampingi kami selaku petani, selain itu memberikan solusi dan keluhan/permasalahan kami dilapangan, setelah panen ini rencananya akan kami segera olah untuk persiapan tanam berikutnya sehingga produksi tidak terhenti”,ujarnya.

Rabu, 09 September 2020

Semangat Petani Bontobaru Kepulauan Selayar Panen Padi di Masa New Normal




Selayar, Sigapnews.com, - Petani di Desa Bontobaru Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan gelar panen padi. Panen padi dimulai pada september dan diperkirakan akan berakhir pada oktober 2020 mendatang. Rabu, (09/09/2020).

Dengan semangat luar biasa petani Desa Bontobaru ini terus berupaya meningkatkan hasil produksinya, dari masa pandemi covid -19 hingga menuju masa new normal saat ini.

Ketersediaan pangan di era new normal harus dipastikan aman baik khususnya di kabupaten kepulauan selayar  maupun di daerah lainnya.  Namun meski new normal tetap harus melaksanakan protokoler Kesehatan. 

 Petani tetap bekerja dan pergi ke sawah untuk terus berproduksi, dengan tetap menjaga social and physical distancing serta pola hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan.

Hamaruddin Petani dari Poktan Sinar Baru mengatakan sangat bersyukur sekali saat ini bisa panen kembali seperti biasanya, meski menuju masa new normal namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan untuk saling mejaga satu sama lainnya.

“Saat ini sudah panen sekitar 1 hektar dengan padi varietas ciherang,  provitas 7,04 ton/hektar, potensi lahan 25 hektar dan untuk didaerah kecamatan lainnya perkiraan panen hingga oktober mendatang,”ungkapnya.

Penyuluh Pertanian Kec. Pastim, Darmawati,  menyampaikan agar para petani melaksanakan anjuran dan instruksi sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 yang telah disampaikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

“Petani kita luar biasa, memiliki rasa optimis bahwa di era new mormal ini produksi akan semakin meningkat dan harus tetap semangat untuk melaksanakan panen padi serta tidak menjadikan pandemi covid 19 sebagai halangan bagi petani untuk melakukan proses panen,”katanya.


Beliau juga berharap kepada para petani agar tetap melakukan aktivitas sesuai dengan protokol pencegahan covid 19, agar petani tetap aman dalam berusahatani.
Pemerintah berharap kondisi saat ini bukan menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi.

 Tentunya pemerintah juga akan terus mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian harus tetap berproduksi pada setiap kondisi apapun. Pangan tidak boleh berhenti. Pertanian Indonesia "Maju, Mandiri, Modern".

Penulis :  Al Aziz
Sumber : Darmawati Penyuluh Pertanian Kab.Kep.Selayar/ Hari Ismanto

Kamis, 03 September 2020

Sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementan Turut Maksimalkan Peran BPP Kepulauan Selayar



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, -  Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir, Kamis (03/09) menggelar Sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Serta Balai Pelatihan Penyuluhan (BPP) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan melalui Video Telekonferensi  via Aplikasi Zoom.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pertanian, Agussalim yang sekaligus membuka sosialisasi menyampaikan bahwa Kab. Kepulauan selayar memiliki 10 BPP, diantaranya, BPP Bontomarannu, BPP Bontomanai, BPP Bontomatene, BPP Bontosikuyu, BPP Buki, BPP Pasilambena, BPP Pasimarannu, BPP Pasimasunggu, BPP Pasimasunggu Timur, dan BPP Takabonerate.



Yang saat ini semua bisa hadir dalam sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian.

Beliau juga berharap para penyuluh aktif memaksimalkan peran BPP, terutama peran untuk memperkuat pelaporan data dan informasi dengan pengiriman melalui aplikasi pelaporan program utama Kementan yang harus dilaporkan setiap minggunya.

Dikesempatan yang sama Fitriani Kabid. Program dan Evaluasi BBPP Batangkaluku mengatakan sebagaimana salah satu tujuan Kostratani adalah untuk  mengoptimalisasi tugas fungsi dan peran BPP sebagai  pusat gerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan, dengan demikian kostratani ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

“Salah satu dari 5 peran kostratani saat ini adalah peran BPP sebagai pusat data dan informasi, dimana semua data tersebut nantinya akan terkoneksi/terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) di kementerian pertanian,”tuturnya.



Data yang dimaksud adalah yang terkait dengan program utama kementan yang nantikan akan secara periodik dilaporkan melalui aplikasi laporan utama kementerian pertanian.

“Sosialisasi yang merupakan bagian dari pendampingan BBPP Batangkaluku terhadap model BPP kostratani di Kab. Kepulauan Selayar, dan berharap dapat membekali para penyuluh pertanian yang ada di BPP mengenai cara penginputan data khususnya komoditas strategis menggunakan aplikasi laporan utama kementan melalui aplikasi laporan Utama di alamat http://laporanutama.pertanian.go.id,”katanya.

Sementara arahan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian  (BBPP) Batangkaluku, Sabir, Sebagaimana tujuan pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani  dan meningkatkan ekspor.

Tujuan pembangunan pertanian ini  bisa kita wujudkan dengan cara peningkatan profuktivitas,  perbaikan kualitas dan kontinyutas produk, hal ini bisa kita capai tentunya dengan kerja  keras kita  sebagai insan pertanian.

Oleh karena itu kita sebagai insan pertanian dituntut untuk bekerja keras , bisa bekerja luar biasa dengan cara luar biasa dalam rangka untuk tetap berswasembada pangan dan dalam rangka tetap menyediakan pangan bagi  untuk 267 jiwa, hal ini bisa kita capai bersama dengan salah satu program unggulan kementerian pertanian saat ini adalah adanya kostratani.

Kegiatan dilanjutkan dengan panduan singkat aplikasi dengan cara login dan penginputan data pada aplikasi laporan Utama Kementan.

Petugas BPP Kostratani harus login ke Kostratani  dengan username dan password yang telah dibagikan dan bisa mengentry data dan informasi sesuai dengan username yang tersedia di layar komputer.

Kali ini, dipandu oleh widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Hari Ismanto.
Dan diakhiri dengan acara tanya jawab. (Al-Az). 

Rabu, 17 Juni 2020

Manfaatkan Lahan Ditengah Pandemi, P2L Sebagai Solusi Ketersediaan Pangan Bagi Keluarga



Sigapnews.com, Selayar (Sulsel) - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam setiap kesempatan, meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, menjaga ketersediaan stok pangan. Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, pertanian tidak boleh berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan.

Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa, begitu kata Syahrul.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, langkah itu penting terutama pada saat pandemi  virus corona atau Covid-19.

Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung ini, kita harus terus menggenjot produksi pangan lokal. Saya minta petani, penyuluh, dan petani milenial, untuk terus tanam.


Jangan biarkan sejengkal tanah tidak tanam, jangan sampai ada waktu kosong untuk tidak tanam. Dimana saja, kapan saja, kita harus tanam, tanam, dan tanam. Utamanya, tanam komoditas pangan lokal. Apalagi Indonesia kaya akan pangan lokal seperti singkong, jagung, ubi, dan lainnya," ujar Dedi

Diverifikasi pangan
dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku dengan satu jenis makanan pokok, sehingga terdorong untuk mengonsumsi makanan pokok lainnya yang mengandung gizi tinggi.

Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah atau dikenal dengan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dikembangkan dengan tujuan meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga dengan memanfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman. 

Seperti kegiatan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, di Desa Laiyolo Baru Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar, yang menanam mentimun, kacang panjang, kangkung dan bayam di pekarangan sekitar rumah yang tidak digunakan, Rabu (17/6).

Hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. (BBPP-BK).

Penulis : Hari Ismanto

Kamis, 21 Mei 2020

Didampingi Penyuluh, Petani Selayar Lakukan Percepatan Tanam Antisipasi Musim Kemarau



Sigapnews.com, Selayar (Sulsel) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini memprakirakan ada sekitar 9,9% daerah Zona Musim yang akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli. Sementara itu, perkiraan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan September. 

Oleh sebab itu petani diminta segera melakukan percepatan tanam padi untuk  mengantisipasi kemungkinan kekurangan air pada saat kemarau. Percepatan masa tanam diharapkan nantinya bisa iku menjaga kestabilan pangan di beberapa waktu ke depan. 

"Dengan adanya percepatan tanam, petani dapat menghindari gagal panen dan punya stok beras lagi untuk bulan berikutnya. Namun, apabila terlambat tanam, maka petani akan menghadapi ancaman kekurangan air pada musim kemarau," Kata Nur Samsi Penyuluh Pertanian Kab. Kepulauan Selayar. Kamis (21/5/2020).


Menurutnya upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan petani dari kerugian akibat kemarau  dengan cara  terus mensosialisasikan dan mendorong agar petani segera melakukan percepatan tanam

 "Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kemarau akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan yaitu Agustus dan September, Kondisi tersebut harus dimanfaatkan oleh petani untuk melakukan percepatan tanam," jelasnya. 

Percepatan tanam dilakukan oleh Poktan 
Bontomanai, Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu,  Kab. Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penanaman yang didampingi langsung oleh Nur Samsi ini mulai tanam pada luas lahan  0,5 Ha , rencana tanam 8 Hektar dengan varietas padi Inpari 42.

Sebelum memasuki musim kemarau memang perlu dilakukan diantisipasi dari sekarang, apalagi dimasa pandemi Covid -19 saat dimana kita diharuskan untuk tetap dirumah saja, tetapi sebagai petani harus terjun ke sawah untuk melakukan penanaman kembali demi memenuhi kebutuhan keluarga  serta tetap menjaga ketersediaan pangan. 

Juslianto Ketua Poktan Bontomanai mengatakan bahwa mesti terus beraktivitas diluar rumah tentunya tetap mematuhi instruksi pemerintah dengan menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabur serta menjaga kesehatan, itu kami utamakan demi Kesehatan keluarga kami. 

Sebagaimana pernyataan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi kekeringan panjang, antara lain percepatan musim tanam, mempercepat penyediaan benih, pupuk hingga obat-obatan, dan menyiapkan sejumlah wadah penampung air yang nantinya bisa mengaliri area pertanian. Ketersediaan air pun bisa dipastikan tetap ada, meski terjadi kekeringan.

Serta yang hal selalu diingatkan oleh Kepala BPPSDMP agar insan pertanian untuk menjaga kesehatan diri dan mematuhi protocol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, sering mencuci tangan serta menghindari kerumunan, saat beraktivitas di lapangan. (BBPP-BK).

Penulis  : Al AzIz
Sumber : Nur Samsi (Penyuluh Pertanian Kab. Kepulauan Selayar)

Rabu, 20 Mei 2020

Poktan Mekar Jaya Didampingi Penyuluh Lakukan Percepatan Tanam Padi



Sigapnews.com, Selayar (Sulsel) - Beberapa daerah di Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau panjang di masa yang akan datang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan ada sekitar 9,9% daerah Zona Musim (ZOM) yang akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli.

Sementara itu, sekitar 64,9 % memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan 18,7% baru memasuki puncak musim kemarau pada bulan September.

BMKG menyebut musim kemarau tahun ini akan menjadi musim kemarau terkering dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan hal tersebut Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi hal tersebut.

Merespon hal itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi kekeringan panjang, antara lain percepatan musim tanam, mempercepat penyediaan benih, pupuk hingga obat-obatan, dan menyiapkan sejumlah wadah untuk menampung air yang mengairi area pertanian.
Ketersediaan air pun bisa dipastikan tetap ada, meski terjadi kekeringan.

“Pada masa Covid-19, bukan hanya soal kesehatan yang perlu diperhatikan, namun  Ketahanan Pangan dalam negeri mesti jadi prioritas karena akan lebih berperan dalam jangka panjang. Kalau medical, 2-3 bulan sembuh, tapi ke depan urusan pangan 1-2 tahun ke depan bisa bersoal," ujar SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya  suatu bangsa. Makanya, petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” jelas Dedi.

Percepatan tanam dilakukan oleh Poktan Mekar Jaya Dusun Padangoge Desa Kelepadang Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Penanaman dilakukan dan didampingi langsung oleh penyuluh BPP Benteng-Bontoharu, Jubair,A.Md, pada lahan seluas 0,4 Ha dengan varietas padi Inpari 42.

Menurut jubair, penanaman ini dilakukan dalam rangka menghadapi musim kemarau sehingga perlu dilakukan percepatan tanam agar kebutuhan air bagi tanaman padi dapat terpenuhi dari ketersediaan air yang ada.

“Saat ini, kita menghadapi musim kemarau panjang, sehingga perlu memang dilakukan pertanaman padi segera, agar tanaman padi dapat tumbuh optimal dengan ketersediaan air yang ada. Sesuai dengan instruksi dari Menteri Pertanian, segera lakukan percepatan tanam untuk menjaga pangan tetap tersedia di tengah wabah covid 19 dan di tengah musim kemarau panjang” ujar Jubair. Rabu (20/5/2020).

Pangan tidak boleh terhenti, karena kebutuhan untuk makan tidak bisa ditawar. Mari bersama-sama bekerja menjaga ketahanan pangan salah satunya dengan melakukan percepatan tanam. Seluruh insan pertanian menjadi garda terdepan saat ini, tetap bekerja dan jaga kesehatan serta kebersihan diri dan lingkungan.(BBPP-BK).

Penulis : Rezky Yulianti
Editor : Jamaluddin Al Afgani
Sumber : Masri Azis

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved