Senin, 27 April 2020

Meski Wabah Covid-19, Petani di Kab. Bone Terus Lakukan Panen Padi

Meski Wabah Covid-19, Petani di Kab. Bone Terus Lakukan Panen Padi



Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Ketersediaan pangan, khususnya beras yang merupakan makanan pokok masyarakat kita menjadi penting untuk tetap selalu ada di tengah mewabahnya virus covid-19. 

Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan. 

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

"Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi. 

Dedi menambahkan pula bahwa,"untuk dapat terus aktif bekerja, insan pertanian harus selalu sehat dan menjaga kesehatan diri dan keluarga dan lingkunganya.

Pesan inilah yang selalu memotivasi para petani dan penyuluh untuk tetap beraktivitas di lahan, sama seperti sebelum mewabahnya virus covid-19. 

“Kami tetap turun mendampingi petani dalam kegiatan budidaya dan panen, ini tupoksi kami sebagai penyuluh. 


"Ke-khawatiran ada, namun ini di tepis dengan cara menerapkan protokol kesehatan saat turun ke lapangan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan, “ Kata Andi Sepalawan yang kerap di sapa Asep Penyuluh Pertanian Desa Awang Cenrana saat ditemui mendampingi petani di wilayah binaannya melakukan panen padi, Senin (27/4/2020).

Saat ini musim panen masih berlangsung di beberapa daerah di Sulawesi Selatan,  salah satunya di Kabupaten Bone, tepatnya di Kelompok Tani Mappideceng, Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana. 

Informasi dari Pak Asep selaku penyuluh pendamping,  luas panen di wilayah kelompok tani Mappideceng adalah 40 Ha. Varietas yang ditanam adalah ciherang dengan produktivitas kurang lebih 6 ton / Ha. 


Pemanenan dilakukan dengan menggunakan Combine Harvester, sehingga pekerjaan pemanenan lebih cepat selesai dan tingkat kehilangan hasil lebih kecil serta jumlah orang yang dibutukan untuk kegiatan panen tidak banyak sehingga meminimalkan interaksi orang-orang di lahan.

Hasil panen petani ini biasanya sebagian disimpan untuk konsumsi rumah tangga, sebagian dijual ke pedagang pengumpul. 

Saat ini harga gabah Rp. 4.300 /kg. “Insya Allah setelah panen akan dilakukan penanaman padi lagi oleh petani. Ini sesuai arahan pak Mentan agar jangan sampai ada lahan yang menganggur lama,” tutur Asep.(RSN) BBPP-BP.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved