Rabu, 29 Oktober 2025
Selasa, 28 Oktober 2025
Admin
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Mentan Amran dan KSP Qodari Pastikan Kebijakan Presiden Prabowo di Lapangan
Lampung Utara, Sigapnews.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (29/10).
Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran dan KSP Qodari berdialog langsung dengan distributor dan petani setempat guna memastikan harga pupuk di lapangan benar-benar mengalami penurunan sesuai instruksi pemerintah.
Distributor di kios yang dikunjungi menyampaikan bahwa harga pupuk bersubsidi kini turun secara signifikan.
“Ini perintah Bapak Presiden. Presiden sayang petani, makanya harga pupuk diturunkan 20 persen. Ini pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun ekstrem,” ujar Mentan Amran saat sidak.
Para petani di lokasi menyambut baik kebijakan tersebut. Eko, salah satu petani di Kotabumi Utara, mengatakan bahwa kebijakan penurunan harga pupuk telah memberi dampak langsung terhadap biaya produksi mereka.
“Benar, harga pupuk turun. Urea sekarang Rp90 ribu per sak, sebelumnya Rp125 ribu. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri Pertanian,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa hasil temuan di lapangan membuktikan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menekan harga pupuk.
“Hari ini terbukti bahwa harga pupuk turun 20 persen. Keputusan dibuat di Jakarta, dan hanya dalam beberapa hari sudah terealisasi di Kotabumi. Baik distributor maupun petani mengonfirmasi langsung, ini nyata,” kata Qodari.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, yang berlaku mulai 22 Oktober 2025.
Kebijakan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 mengenai Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Penurunan harga berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Menurut Mentan Amran, kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam revitalisasi sektor pupuk nasional tanpa menambah beban subsidi APBN.
“Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran.
"Kami merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa tambahan subsidi,” ungkapnya.
Kementerian Pertanian memastikan akan terus melakukan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar kebijakan penurunan harga ini benar-benar dirasakan oleh seluruh petani di Indonesia.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk agar musim tanam mendatang dapat berjalan optimal.
(Red)
Admin
Efektivitas Kebijakan Pupuk Subsidi, Mentan dan KSP Temui Distributor di Lampung
Lampung Utara, Sigapnews.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (29/10).
Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran dan KSP Qodari berdialog langsung dengan distributor dan petani setempat guna memastikan harga pupuk di lapangan benar-benar mengalami penurunan sesuai instruksi pemerintah.
Distributor di kios yang dikunjungi menyampaikan bahwa harga pupuk bersubsidi kini turun secara signifikan.
“Ini perintah Bapak Presiden. Presiden sayang petani, makanya harga pupuk diturunkan 20 persen. Ini pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun ekstrem,” ujar Mentan Amran saat sidak.
Para petani di lokasi menyambut baik kebijakan tersebut. Eko, salah satu petani di Kotabumi Utara, mengatakan bahwa kebijakan penurunan harga pupuk telah memberi dampak langsung terhadap biaya produksi mereka.
“Benar, harga pupuk turun. Urea sekarang Rp90 ribu per sak, sebelumnya Rp125 ribu. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri Pertanian,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa hasil temuan di lapangan membuktikan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menekan harga pupuk.
“Hari ini terbukti bahwa harga pupuk turun 20 persen. Keputusan dibuat di Jakarta, dan hanya dalam beberapa hari sudah terealisasi di Kotabumi. Baik distributor maupun petani mengonfirmasi langsung, ini nyata,” kata Qodari.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, yang berlaku mulai 22 Oktober 2025.
Kebijakan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 mengenai Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Penurunan harga berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Menurut Mentan Amran, kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam revitalisasi sektor pupuk nasional tanpa menambah beban subsidi APBN.
“Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran.
"Kami merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa tambahan subsidi,” ungkapnya.
Kementerian Pertanian memastikan akan terus melakukan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar kebijakan penurunan harga ini benar-benar dirasakan oleh seluruh petani di Indonesia.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk agar musim tanam mendatang dapat berjalan optimal.
(Red)
Admin
Dari SDN 3 Lemba untuk Sesama, Ase Budu Jadi Bukti Nyata Peduli dan Berbagi
Sabtu, 25 Oktober 2025
Admin
Petani Sidrap Didorong Tinggalkan Cara Konvensional, Brigade Pangan Jadi Motor Modernisasi
Sidrap, Sigapnews.com, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah konkret mewujudkan modernisasi dan regenerasi petani melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) di berbagai daerah.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan motivasi dan pembinaan pengelola Brigade Pangan (BP) yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pancalautan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan yang diikuti 60 pengelola Brigade Pangan dari empat kelompok ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementan untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian modern di kalangan petani dan penyuluh, sekaligus memperkuat regenerasi petani muda yang adaptif terhadap inovasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan hanya soal penggunaan mesin, tetapi juga perubahan cara berpikir petani agar lebih efisien dan berdaya saing.
“Modernisasi bukan sekadar penggunaan mesin, tapi perubahan cara berpikir petani. Kita ingin lahir petani muda yang tangguh, inovatif, dan profesional. Dengan alsintan, efisiensi meningkat, produksi naik, kesejahteraan petani terwujud,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, Kementan mendorong petani meninggalkan metode tanam konvensional seperti tanam benih langsung (tabela) yang dinilai kurang efisien, dan beralih ke tanam pindah (transplanting) menggunakan rice transplanter.
Teknologi ini terbukti mampu menekan kehilangan hasil, mempercepat tanam, serta meningkatkan kualitas pertanaman.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak modernisasi pertanian di lapangan.
“Brigade Pangan adalah ujung tombak di lapangan. Mereka memastikan alsintan digunakan efektif, mempercepat tanam, dan membantu petani beradaptasi dengan teknologi".
"Kami ingin setiap alsintan yang disalurkan benar-benar menjadi sumber produktivitas dan semangat regenerasi,” katanya.
Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh pembekalan tentang pemanfaatan alsintan untuk percepatan tanam, efisiensi tenaga kerja, serta peningkatan indeks pertanaman.
Selain itu, mereka juga dimotivasi menjadi agen perubahan yang menularkan praktik pertanian modern di wilayahnya masing-masing.
Kepala BBPP Batangkaluku sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Sidrap, Jamaluddin Al Afgani, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari strategi membangun sistem pertanian tangguh dan mandiri.
“Kita ingin para pengelola Brigade Pangan memanfaatkan alsintan secara maksimal dan menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam penggunaan rice transplanter,” ujarnya.
“Dengan dukungan penuh Kementan, Brigade Pangan diharapkan memperkuat kerja sama antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah demi mewujudkan swasembada pangan nasional,” tambahnya.
Brigade Pangan sendiri merupakan kelompok kerja yang beranggotakan petani, penyuluh, dan pengelola alsintan.
Mereka berperan membantu petani mulai dari olah tanah hingga panen secara kolektif.
Keberadaannya dinilai menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, sekaligus pendorong transformasi menuju pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan teknologi, Kementan optimistis regenerasi petani dan kemandirian pangan nasional dapat terwujud.
BBPP Batangkaluku bersama Brigade Pangan siap menjadi pelopor pertanian modern menuju swasembada pangan yang berdaulat dan berkelanjutan.
(Red)
Admin
Hangatnya Persahabatan di Rakernas IWO Perkuat Ikatan Jurnalis Sebelum Kembali ke Daerah
JAKARTA Sigapnews.com, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) tahun 2025 di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat yang digelar pada Rabu (22-23 Oktober 2025) telah resmi berakhir.
Delegasi dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk Pengurus Daerah (PD) IWO Soppeng, kini bersiap kembali ke daerah masing-masing dengan membawa bekal hasil kerja dan yang lebih penting, semangat persatuan yang membara.
Rombongan PD IWO Soppeng yang dipimpin langsung oleh Ketua Andi Mull Makmun, terlihat bergegas menuju Bandara Soekarno Hatta pada hari Jumat (24/25).
Mereka meninggalkan Ibu Kota dengan rasa optimisme yang tinggi untuk mengimplementasikan hasil Rakernas yang bertema, Adaptasi Kekuatan Digital, Perkuat Kepemimpinan tersebut.
Andi Mull Makmun dan rombongan juga menyempatkan diri berpamitan langsung kepada Ketua Umum IWO Pusat, Dwi Cristianto. Momen pamitan itu bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan komitmen PD Soppeng untuk terus berada di barisan terdepan dalam memajukan organisasi.
Alhamdulillah, banyak hal penting yang kami dapatkan dalam kegiatan Rakernas ini sebagai acuan untuk kami di daerah, ujar Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun.
Kami siap melaksanakan setiap hasil Rakernas untuk memperkuat sinergi dan profesionalisme jurnalis online di Soppeng.
Dalam Rakernas ini, salah satu momen paling menarik adalah terjalinnya Persahabatan Lintas Pulau. Bagaimana para Ketua IWO dari ujung barat hingga timur, yang selama ini hanya berinteraksi melalui grup pesan atau panggilan video, akhirnya bertemu langsung.
Mereka bertukar pengalaman mengenai tantangan media di daerah masing-masing mulai dari adaptasi teknologi di pulau terpencil hingga isu etika jurnalistik di kota besar.
(The yund)
Jumat, 24 Oktober 2025
Admin
Bupati Soppeng Pimpin Rakor Percepatan Pengelolaan Sampah dan Evaluasi Program Strategis Nasional
Kamis, 23 Oktober 2025
Admin
Dari Soppeng untuk Sulsel, SDN 1 Lamappoloware Ukir Prestasi di Lomba Membaca Estafet 2025
Makassar, Sigapnews.com, Tim dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lamappoloware, Kabupaten Soppeng, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Membaca Estafet Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan berhasil meraih Juara 3.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Umum Provinsi, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, pada Selasa (21/10/2025).
Tim SDN 1 Lamappoloware yang menjadi perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kabupaten Soppeng terdiri atas empat siswa: Sitti Ariqah Zahra Ghinayah, Iklima Assyfatun Haifa, Afifa Althafu Nisa, dan Khalil Ahnaf Zhadiq.
Dalam perlombaan tersebut, keempat siswa tampil kompak dan ekspresif, menunjukkan kemampuan membaca yang baik, penguasaan intonasi, serta kerja sama tim yang solid.
Penampilan mereka berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan tim ini menempati posisi ketiga pada tingkat provinsi.
Selama proses lomba, tim didampingi oleh Kepala Sekolah SDN 1 Lamappoloware, Yuliawati, S.Pd, dan guru pembina, Andi Marwaningsi, S.Pd, yang aktif memberikan bimbingan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Kepala Sekolah Yuliawati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak berlatih dengan tekun dan bersemangat tinggi.
"Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, guru pembina Andi Marwaningsi, S.Pd, menilai lomba membaca estafet sebagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak dini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca dan melatih kepercayaan diri anak-anak dalam tampil di depan umum. Kami berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.
Lomba membaca estafet sendiri merupakan ajang yang dirancang untuk mengasah kemampuan literasi, kefasihan membaca, dan kerja sama antarsiswa.
Dalam lomba ini, peserta membaca teks secara bergantian sesuai urutan tim, sehingga kekompakan dan ketepatan waktu menjadi kunci keberhasilan.
Keberhasilan SDN 1 Lamappoloware ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat Kabupaten Soppeng.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang literasi dan bahasa Indonesia.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen SDN 1 Lamappoloware dalam membina karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, serta berprestasi di tingkat provinsi.
(Yun)
Admin
Pesan Wamenko Otto Hasibuan di Rakernas IWO 2025, Kebebasan Pers Harus Sejalan dengan Etika dan Hukum
JAKARTA Sigapnews.com Disela suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) 2025 yang berlangsung di Grand Cemara, Menteng, Jakarta, pada 22–23 Oktober 2025. Dalam momentum tersebut, Ketua IWO Bogor, Brodin, memberikan kenang-kenangan khusus untuk Ketua IWO Soppeng, Sulawesi Selatan, Andi Mull Makmun dan jajarannya.
Pemberian kenang-kenangan itu bukan sekadar seremonial, melainkan simbol persahabatan panjang antara dua pengurus daerah IWO yang terjalin lintas pulau. Sahabat saya, Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun, sejak Mubes IWO di Jakarta tahun 2017 lalu hingga saat ini, sering berkomunikasi aktif, ujar Brodin usai acara.
Brodin menambahkan, meski Bogor dan Soppeng dipisahkan jarak ribuan kilometer, kedekatan dan komunikasi awak media di era digital membuat hubungan antar jurnalis yang juga anggota IWO semakin erat. Jarak bukan halangan. Dengan kemajuan teknologi, kami bisa terus saling berkoordinasi dan bertukar informasi, tuturnya.
Pertemuan langsung antara keduanya terjadi dalam rangkaian Rakernas IWO yang juga dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan. Dalam sambutannya, Otto menegaskan peran penting media dalam menjaga demokrasi dan memperkuat kepemimpinan nasional di era digital.
Pers itu independen, tapi kebebasan harus sejalan dengan tanggung jawab, etika, dan hukum, ujar Otto. Ia menekankan bahwa media online kini menjadi ujung tombak dalam mencerdaskan masyarakat dan memperkuat demokrasi yang sehat.
Rakernas IWO 2025 mengusung tema “Adaptasi Kekuatan Digital, Perkuat Kepemimpinan. Kegiatan ini dihadiri oleh 33 Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Wilayah (PW) IWO dari seluruh Indonesia, yang berkumpul untuk menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan jurnalisme digital yang terus berkembang.
Bagi Brodin, momen Rakernas bukan hanya wadah diskusi organisasi, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antar jurnalis. Persahabatan kami menjadi bukti bahwa semangat jurnalis di IWO tidak hanya sebatas kegiatan jurnalistik, tetapi juga persaudaraan dan kebersamaan lintas daerah, ungkap jurnalis di PRMN Grup ini.
Sementara itu, Andi Mull Makmun menyambut hangat kenang-kenangan yang diberikan Brodin. Ia mengapresiasi kebersamaan yang sudah terjalin selama delapan tahun terakhir. Hubungan ini bukan sekadar antarorganisasi tapi sudah seperti saudara. Inilah kekuatan jurnalis IWO, saling mendukung dan menguatkan, katanya.
Rakernas IWO 2025 pun menjadi momentum berharga, tidak hanya dalam membahas arah strategis organisasi, tetapi juga mempertegas semangat solidaritas dan persahabatan para awak media di tubuh IWO yang terus tumbuh dari Sabang sampai Merauke.
(The Yund)
Rabu, 22 Oktober 2025
Admin
Sambut Ketua Se-Indonesia, IWO Gelar Rakernas 2025, Dibuka oleh Wamenko Prof. Otto Hasibuan
JAKARTA Sigapnews.com Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) Tahun 2025 yang dihadiri seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) dari berbagai daerah di Indonesia, berlangsung meriah.
Acara Rakernas IWO yang digelar selama dua hari, 22-23 Oktober 2025, berlangsung di Grend Cemara Hotel Jakarta pusat, dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Prof. Otto Hasibuan.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gamelan oleh Prof. Otto Hasibuan yang disaksikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PP IWO Dwi Cristianto dan Sekretaris Jenderal IWO Telli Nathalia serta para Ketua IWO Seluruh Indonesia"
Kehadiran para Ketua PW (Pengurus Wilayah) dan PD (Pengurus Daerah) dari seluruh Indonesia menunjukkan kekompakan organisasi.
Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Dwi Cristianto, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kekompakan yang ditunjukkan oleh para KSB yang hadir dalam Rakernas tersebut.
Sementara itu, Prof. Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengungkapkan rasa bangganya dapat menghadiri kegiatan Rakernas IWO tersebut.
Prof. Otto Hasibuan secara khusus meminta para wartawan yang tergabung di IWO Dwi Cristianto untuk senantiasa memegang teguh kode etik jurnalistik serta berpegang teguh pada Undang-Undang Pers dalam menjalankan tugasnya
Wamenko juga mengapresiasi kehadiran para Ketua IWO dari seluruh Indonesia yang datang dengan semangat tinggi, serta mengajak IWO untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa.
juga mengajak media untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi, kata Otto, bukan berarti kehilangan independensi, melainkan bentuk sinergi dalam memberikan informasi yang konstruktif.
Pemerintah terbuka terhadap kritik. Justru dari kritik itulah kami bisa memperbaiki diri. Tapi tentu, kritik harus tetap berlandaskan pada data dan niat baik, tandasnya
Rakernas IWO 2025 ini dipadati oleh seluruh Ketua PD-PW Ikatan Wartawan Online (IWO), yang tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas.
Red/The Yund
Admin
Kementan Tanamkan Nilai Cinta Pertanian di Kalangan Santri Sejak Usia Muda
Gowa, Sigapnews.com, Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi petani terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk dengan menyasar kalangan santri.
Melalui kegiatan pembelajaran luar kelas atau outing class, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku kembali menjadi tempat edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian.
Sebanyak 17 santri dari Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) As-Shafa mengikuti kegiatan tersebut pada Rabu (22/10/2025).
Dalam kunjungan ini, para santri diajak melihat langsung aktivitas pertanian, mengenal berbagai jenis tanaman, dan mempelajari teknik budidaya hidroponik serta pengolahan pupuk organik.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya membangun pertanian masa depan bukan hanya dari sisi teknologi dan infrastruktur, tetapi juga dari aspek mentalitas dan karakter generasi penerus.
“Masa depan pertanian ada di tangan anak muda. Jangan hanya jadi penonton. Turun ke lapangan, pahami realita petani, dan jadilah bagian dari solusi,” tegas Amran.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa usia petani di Indonesia saat ini semakin tua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat, karena itu, regenerasi petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Petani yang ada saat ini sebagian besar sudah lanjut usia, sedangkan kebutuhan pangan tidak berkurang, sehingga itulah mengapa regenerasi petani sangat penting untuk keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.
Selama kegiatan, para santri tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari instruktur BBPP Batangkaluku, tetapi juga aktif bertanya dan mencatat berbagai hal baru yang mereka pelajari.
Suasana belajar yang santai dan interaktif membuat kegiatan berlangsung menyenangkan.
Pembina RTQ As-Shafa, Surya Agusti Nintyas, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada para santri untuk belajar langsung di lingkungan pertanian.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan baru bagi anak-anak binaannya.
“Kami membawa 17 santri dengan tujuan agar mereka bisa meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian.
"Alhamdulillah, kami disambut dengan baik dan dibawa berkeliling mengenal berbagai tanaman. Ini pengalaman pertama yang sangat berharga bagi para santri,” tuturnya.
Surya menambahkan, pihaknya berencana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh santri di lingkungan pesantren.
“Harapan kami setelah pulang dari sini, anak-anak bisa mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan.
"Di pondok, kami memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam, bahkan bisa diterapkan di rumah masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BBPP Batangkaluku menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pelatihan bagi petani dan penyuluh, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya sektor pertanian sejak dini.
Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap dunia pertanian, sekaligus memperkuat semangat regenerasi petani di masa depan.
Kegiatan serupa rencananya akan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian di berbagai daerah, sebagai bagian dari program nasional untuk membangun SDM pertanian unggul, tangguh, dan berdaya saing global.
(Red)
Admin
Pentingnya Generasi Muda dalam Pertanian, Kunjungan Belajar Santri Ke UPT Kementan
Gowa, Sigapnews.com,- UPT Pelatihan Kementerian Pertanian (Kementan), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku kembali menjadi tujuan pembelajaran luar kelas bagi generasi muda. Kali ini, sebanyak 17 santri dari Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) As-Shafa melakukan kunjungan outing class untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian, Rabu (22/10/2025).
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, membangun pertanian masa depan bukan hanya soal teknologi dan infrastruktur, tetapi juga soal mentalitas dan karakter para pelaku utamanya.
"Masa depan pertanian ada di tangan anak muda. Jangan hanya jadi penonton. Turun ke lapangan, pahami realita petani, dan jadilah bagian dari solusi," tegasnya.
Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.
"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut hangat oleh tim BBPP Batangkaluku. Para santri diajak berkeliling area balai, mengamati beragam jenis tanaman, dan mendapatkan penjelasan langsung mengenai teknik budidaya tanaman hidroponik dan pengolahan pupuk organik.
Suasana belajar berlangsung santai dan interaktif, membuat para santri antusias bertanya dan mencatat hal-hal baru yang mereka temui.
Pembina RTQ As-Shafa, Surya Agusti Nintyas, menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan pendampingan dari pihak BBPP Batangkaluku.
"Kami membawa 17 santri dengan tujuan agar mereka bisa meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian.
"Alhamdulillah, kami disambut dengan baik dan dibawa berkeliling mengenal berbagai tanaman yang dijelaskan secara detail. Ini menjadi pengalaman pertama yang berharga bagi para santri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Surya berharap agar pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan ini dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantren.
“Harapan kami setelah pulang dari sini, anak-anak bisa menerapkan ilmu yang mereka dapatkan, apalagi kami juga memiliki lahan di pondok.
"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan di sana, bahkan di rumah masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan outing class ini, BBPP Batangkaluku tidak hanya menjadi tempat pelatihan bagi petani dan penyuluh, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan santri untuk mengenal pentingnya pertanian sejak dini.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam membangun generasi muda yang peduli dan cinta terhadap sektor pertanian.
(Red)
Selasa, 21 Oktober 2025
Admin
Ultah Perkawinan ke-35, HM Djadi Galajapo Promosikan Donor Organ
Surabaya, Komedian HM Djadi Galajapo, membuat gebrakan lagi. Menandai ulang tahun perkawinannya yang ke-35 dengan Meliana Prastianingsih, 21 Oktober 1990 – 21 Oktober 2025, mendeklarasikan Gerakan Donor Organ Tubuh setelah meninggal dunia. Deklarasi ini dihadiri sejumlah sahabatnya di Depot Pecel Bu Kus, Jl. Bharata jaya XX, Senin (20/10).
“Setiap momen penting dalam kehidupan saya selalu ditandai dengan gerakan yang bermakna dan bermanfaat bagi sesama” ujarnya.
Djadi beralasan, menyandang sebutan sebagai Imam Besar Pelawak Indonesia harus memberi teladan yang baik untuk masyarakat, khususnya insan pelawak Indonesia. Ia menyebut, pada bulan Maret 2024 lalu, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-60, menerbitkan bukunya yang ke-8 yang ia beri judul “60 Fatwa Imam Besar Pelawak Indonesia”.
Pada tahun-tahun sebelumnya, di setiap momen khusus dalam kehidupannya, ia juga membuat berbagai gerakan positif.
Antara lain, Gerakan Takut Dosa, Gerakan Artis Anti-maksiat, Gerakan Aksi Kemanusiaan, Gerakan Donor Darah, Gerakan Waras (wani bertindak rasional) dan sejumlah “Gerakan” lain yang diharapkan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Djadi tidak main-main dengan deklarasinya. Lewat info sahabatnya, jurnalis Achmad Pramudito yang sudah 6 tahun menjadi donor mata bersama istri dan anak-anaknya, ia langsung menghubungi Bank Mata di RS Mata Undaan Surabaya, untuk mendaftarkan diri bersama istrinya.
Sedangkan untuk donor organ tubuh lainnya, ia berencana dalam waktu dekat akan mendatangi RSUD Dr Soetomo untuk bertanya lebih lanjut tentang persyaratannya. Ia juga sudah beberapa tahun sebagai aktivis senior pendonor darah.
“Tekad saya, hidup donor darah, mati donor organ tubuh. Hidup penuh bahagia, mati penuh keindahan” ujarnya serius, disertai senyumnya yang khas.
(Redho)
Senin, 20 Oktober 2025
Admin
Pengadilan Niaga Medan Kokohkan Keabsahan IWO, Tolak pihak Yang Mengaku - aku
Kuasa Hukum IWO Jamhari Kusnadi, S.E., S.H., M.H. mengatakan apresiasi kepada Pengadilan Niaga Medan atas putusan ini yang dinilai cermat. Putusan yang diterima melalui e-court pada Senin, 20 Oktober 2025 adalah adil dan menujukkan kebijaksanaan majelis hakim.
Puji Tuhan! Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengadilan Niaga Medan, khususnya kepada Majelis Hakim yang memberikan putusan, atas profesionalisme, ketelitian, dan kebijaksanaan dalam memimpin persidangan perkara ini.
Kami percaya bahwa proses peradilan telah berjalan dengan transparan dan berkeadilan, kata Jamhari.
Majelis Hakim yang mengadili gugatan KI terhadap IWO sebagai Tergugat dan Kementerian Hukum RI sebagai Turut Tergugat dipimpin oleh Hakim Ketua Vera Yetti Magdalena, S.H.,M.H. dengan dua hakim anggota, yakni Erianto Siagian, S.H.,M.H. dan Zufida Hanum, S.H.,M.H..
Gugatan KI terhadap Tergugat IWO dan Turut Tergugat Kementerian Hukum RI diajukan ke Pengadilan Niaga Medan oleh Yudhistira, mantan anggota IWO yang telah dicabut keanggotaannya pada Agustus 2023 lalu. Ia mengklaim hak cipta atas banner dengan logo IWO.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim, yakni Hakim Ketua Vera Yetti Magdalena, S.H.,M.H. dengan dua hakim anggota, yakni Erianto Siagian, S.H.,M.H. dan Zufida Hanum, S.H.,M.H. atas putusan yang telah diambil. Kami meyakini bahwa putusan ini mencerminkan keadilan dan kebijaksanaan, serta mempertimbangkan semua fakta dan bukti yang diajukan selama persidangan. tambah Jamhari.
Dalam petikan putusan yang diterima IWO pada Senin, 20 Oktober 2025 melalui e-court dinyatakan. Eksepsi dari Tergugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) Yang artinya, permohonan IWO bahwa Pengadilan Niaga Medan tidak memiliki kewenangan mengadili gugatan KI tersebut ditolak oleh Majelis Hakim.
Dengan ditolaknya argumentasi IWO tersebut, maka Pengadilan Niaga Medan berhak mengadili dan memutuskan perkara KI dengan IWO sebagai Tergugat dan Kementerian Hukum RI sebagai Turut Tergugat, dengan keputusan. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard); Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 486.000.
Semoga putusan ini dapat menjadi preseden yang baik dan berkontribusi positif bagi perkembangan sistem peradilan di Indonesia, harap Jamhari Kusnadi, S.E., S.H., M.H., yang juga adalah Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Pengurus Pusat (PP) IWO dan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum (PBH) IWO.
Minggu, 19 Oktober 2025
Admin
Andi Mull. Tak Ada Kata Panik, IWO Soppeng Solid Ikuti Rakernas Dwi Cristianto
Acara penting bagi organisasi wartawan digital ini akan berlangsung pada 22-23 Oktober 2025, bertempat di Hotel Grend Cemara, Jakarta Pusat.
Dipimpin langsung oleh Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun, tim solid ini bertolak ke ibukota dengan membawa spirit "SATU KOMANDO" yang telah menjadi pijakan organisasi selama tujuh tahun terakhir.
Kehadiran mereka di Rakernas adalah simbol pemantapan barisan dan komitmen terhadap organisasi.
Rakernas IWO kali ini mengusung tema relevan dengan perkembangan zaman: "IWO : Adaptasi Kekuatan Digital, Perkuat Kepemimpinan".
Tema ini menjadi fokus utama IWO Soppeng, seperti yang diungkapkan oleh Andi Mull Makmun. "Tema yang diusung oleh IWO pusat adalah perwujudan komitmen kami dalam mematangkan organisasi untuk menghadapi tantangan era digital," jelasnya. Senin, (20/10/2025).
Persiapan IWO Soppeng terbilang matang, mencakup perumusan materi diskusi hingga penyiapan plakat untuk dibagikan kepada para ketua dari seluruh Nusantara.
Semuanya telah kami persiapkan jauh hari, terkait apa yang akan kita bahas dan diskusikan demi kemajuan organisasi," tambah Andi Mull, menjamin partisipasi aktif timnya.
Menanggapi dinamika internal yang sempat mencuat mengenai adanya dua organisasi IWO di Soppeng, Andi Mull Makmun bersikap tenang dan lugas. Ia menilai hal tersebut sebagai dinamika organisasi yang wajar. "Kami santai saja menanggapi ini.
Kami sudah berjalan tujuh tahun, biar masyarakat yang menilai. Saya tegaskan, tidak ada itu kata 'PANIK' bagi kami," tegasnya, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menggunakan kecerdasan dalam memilah informasi di tengah derasnya arus berita.
Rombongan inti IWO Soppeng yang berangkat ke Rakernas Jakarta terdiri dari:
- Ketua: Andi Mull Makmun
- Sekretaris: Andi Tahang
- Wakil Sekretaris: Samsuni
- Bendahara: Andi Wahyudi
Mohon doanya agar kami "SUKSES" dalam mengikuti Rakernas ini. Kami meyakini, IWO di bawah kepemimpinan Dwi Cristianto lah yang kami akui secara sah!" pungkas Andi Mull, mempertegas sikap organisasinya.
Rakernas ini dipastikan akan menjadi ajang konsolidasi akbar, yang rencananya akan dihadiri oleh seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) pengurus IWO dari berbagai provinsi di Indonesia.
(Achmad Mario Humas IWO Soppeng)
Sabtu, 18 Oktober 2025
Admin
Puskesmas Pacongkan dan Tanjongge Kekurangan Volume Jadi Temuan BPK Perwakilan Sulsel
Sigapnews.com,Soppeng – Proyek Pemeliharaan gedung Puskesmas Tanjonge dan Proyek Pemeliharaan Gedung Puskesmas Pacongkang Kabupaten Soppeng mengalami kekurangan Volume hingga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi selatan.
Dikutip dari Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi selatan, Nomor : 27.B/LHP/XIX.MKS/05/2025 Tanggal 23 Mei 2025, kedua proyek itu mengalami kekurangan Volume masing-masing senilai 50 Juta Rupiah.
Proyek itu dianggarkan dari APBD Soppeng Tahun Anggaran 2024 Dan masing-masing menelan Anggaran 164 Juta Rupiah setiap Puskesmas.
Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Puskesmas Tanjonge dikerjakan oleh CV FP dengan jangka waktu kerja selama 60 Hari kalender, terhitung mulai tanggal 1 juli 2024 hingga tanggal 29 Agustus 2024.
Sementara Pekerjaan gedung Puskesmas Pacongkang dikerjakan oleh CV MB Dengan jangka waktu kerja selama 60 Hari kalender, terhitung mulai tanggal 29 Oktober 2024 hingga tanggal 27 desember 2024.
Selain itu, di waktu Yang sama, dua proyek pemeliharaan gedung Puskesmas lainnya juga mengalami kekurangan Volume, Yakni Puskesmas takalalla dan puskesmas Ganra, Namun kontraktornya sudah melakukan pengembalian ke Kas Daerah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak Terkait, Baik dari dinas kesehatan Maupun dari pelaksana kegiatan. Namun wartawan terus berupaya melakukan klarifikasi untuk pemberitaan selanjutnya.
(Lp SL)
Admin
DPRD Sulsel Komisi B Silaturahmi ke Soppeng, Bahas Ketahanan Pangan dan Evaluasi Anggaran
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ajang reuni karena baik Bupati maupun Wakil Bupati Soppeng sebelumnya pernah menjadi bagian dari Komisi B DPRD Provinsi Sulsel.
Kunker yang dipimpin oleh pimpinan Komisi B (Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris) beserta seluruh anggota ini bertujuan untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan bertukar pikiran mengenai arah kebijakan, strategi, serta potensi sektor pertanian di Kabupaten Soppeng. Kunjungan ini juga merupakan bagian dari rangkaian evaluasi anggaran tahun 2025 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel.
Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan para legislator ke "Bumi Latemmamala". Ia menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Soppeng mencapai 30,35%, terbesar dibanding sektor lainnya. Ini menunjukkan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah, tegas Bupati Suwardi.
Bupati memaparkan, Kabupaten Soppeng memiliki potensi sumber daya lahan yang signifikan, dengan luas lahan sawah mencapai 29.256,30 hektar (19,5%) dan lahan perkebunan/kering seluas 41.631,77 hektar (27,75%) dari total wilayah. Komoditas unggulan utamanya adalah padi, jagung dan kakao.
Pada tahun 2024, produksi padi tercatat 247.785 ton, jagung 182.033 ton, dan kakao 6.279 ton. Hingga Oktober 2025, luas tanam padi telah mencapai 39.192 hektar dengan luas panen 57.258 hektar, sementara luas tanam jagung mencapai 26.356 hektar dengan luas panen 42.710 hektar. Serapan hasil panen hingga Juli 2025 untuk beras mencapai 288,8 ton dan gabah 83.934,2 ton.
Guna meningkatkan ketahanan dan swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng melaksanakan sejumlah program strategis. Salah satu andalannya adalah program “Listrik Masuk Sawah, yang diintegrasikan dengan pompanisasi, pembangunan irigasi air tanah (dangkal dan dalam) serta penyediaan sumber air alternatif untuk mengatasi kekeringan.
Beberapa kegiatan pembangunan pertanian tahun 2025 yang bersumber dari APBN antara lain:
· Optimasi Lahan Rawa (2.574 hektar) dan Lahan Non Rawa (1.393 hektar).
· Penyediaan Alsintan (traktor, combine harvester).
· Pengembangan kawasan budidaya jagung (1.076 ha), padi gogo (150 ha), padi sawah (1.456 ha), peremajaan kakao (100 ha), dan pengembangan pala (350 ha).
Melalui APBD Provinsi Sulsel, dialokasikan program Mandiri Benih Jagung (250 hektar) dan Mandiri Benih Padi (6.440 hektar) yang masih dalam proses pelaksanaan.
Sementara dari APBD Kabupaten Soppeng, fokus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan prasarana pertanian, seperti jalan produksi perkebunan, jalan usaha tani, jaringan irigasi tersier, pembangunan sumur air tanah tenaga listrik, serta fasilitasi pompanisasi listrik
Kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi diskusi yang hangat dan humanis. Sejumlah anggota Komisi B DPRD Sulsel menyampaikan dukungan dan masukan konstruktif untuk memperkuat visi-misi pembangunan pertanian di Soppeng.
Mereka berkomitmen untuk mengawal program-program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Soppeng agar mendapatkan dukungan anggaran yang optimal di tingkat provinsi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng turut didampingi oleh jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng.
Admin
Bupati Soppeng Manfaatkan Rakor untuk Diskusi Intensif dengan Wakil Ketua KPK
Jumat, 17 Oktober 2025
Admin
Dukungan Penuh Legislator, Komisi B DPRD Sulsel Komitmen Kawal Anggaran Pembangunan Pertanian Soppeng
SOPPENG Sigapnews. com Rombongan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Komisi B melakukan kunjungan kerja bertajuk Silaturahmi ke Kabupaten Soppeng. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle bertempat di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Jumat malam ( 17/20/2025)
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kehangatan. Selain menjadi ajang berdiskusi, pertemuan ini juga menjadi momen reuni karena baik Bupati maupun Wakil Bupati Soppeng pernah menjadi bagian dari Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Rombongan Komisi B yang dipimpin oleh Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris Komisi B beserta para anggota, hadir untuk melakukan sharing informasi, diskusi, dan pertukaran pikiran terkait arah kebijakan, strategi, serta potensi sektor pertanian di Kabupaten Soppeng. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan evaluasi anggaran tahun 2025 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan para legislator ke Bumi Latemmamala. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
“Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Soppeng mencapai 30,35%, terbesar dibanding sektor lainnya. Ini menunjukkan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Bupati Suwardi.
Kabupaten Soppeng memiliki potensi sumber daya lahan yang besar, dengan luas lahan sawah mencapai 29.256,30 hektar (19,5%) dan lahan perkebunan atau lahan kering sebesar 41.631,77 hektar (27,75%) dari total luas wilayah. Komoditas unggulan daerah ini meliputi padi, jagung, dan kakao.
Produksi padi pada tahun 2024 tercatat mencapai 247.785 ton, jagung 182.033 ton, dan kakao 6.279 ton. Hingga Oktober 2025, luas tanam padi mencapai 39.192 hektar dengan luas panen 57.258 hektar, sedangkan luas tanam jagung mencapai 26.356 hektar dengan luas panen 42.710 hektar.
Sementara itu, serapan hasil panen di Kabupaten Soppeng hingga Juli 2025 tercatat beras sebesar 288,8 ton dan gabah mencapai 83.934,2 ton.
Lebih lanjut, Bupati Soppeng memaparkan sejumlah program strategis dalam upaya meningkatkan ketahanan dan swasembada pangan di daerah. Salah satu program andalan adalah “Listrik Masuk Sawah”, yang bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan mengatasi persoalan kekeringan di wilayah pertanian.
Program ini diintegrasikan dengan kegiatan pompanisasi, pembangunan irigasi air tanah dangkal maupun dalam, serta penyediaan sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang mengalami cekaman kekeringan.
Beberapa kegiatan pembangunan pertanian di tahun 2025 yang bersumber dari APBN antara lain:
- Optimasi Lahan Rawa seluas 2.574 hektar dan lahan non rawa 1.393 hektar.
- Penyediaan alat dan mesin pertanian seperti traktor dan combine harvester.
- Pengembangan kawasan budidaya jagung 1.076 hektar, padi gogo 150 hektar, padi sawah 1.456 hektar, peremajaan kakao 100 hektar, dan pengembangan pala 350 hektar.
Sementara melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan, dialokasikan program Mandiri Benih Jagung seluas 250 hektar dan Mandiri Benih Padi seluas 6.440 hektar yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan.
Dari APBD Kabupaten Soppeng, fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan prasarana pertanian seperti jalan produksi perkebunan, jalan usaha tani, jaringan irigasi tersier, pembangunan sumur air tanah tenaga listrik, serta fasilitasi pompanisasi listrik masuk sawah
(The yun)
Admin
Bupati Soppeng, Momen Integritas di Depan KPK, Tiga Pilar Johanis Tanak
MAKASSAR -Sigapnews.com Komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan kembali digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, hadir langsung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2025 yang diprakarsai oleh Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Pertemuan penting yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Kamis (16/10/2025) ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak.
Rakor tersebut menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh kepala daerah, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, dan inspektur daerah dari se-Sulawesi Selatan.
Dalam arahannya, Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak, menjabarkan strategi tiga pilar KPK dalam memberantas korupsi, pencegahan untuk menutup celah, pendidikan untuk menanamkan integritas, dan penindakan untuk efek jera.
Ia menekankan bahwa pendidikan antikorupsi kini terus diperluas hingga menyentuh anak usia dini dan bahkan keluarga pejabat negara.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menegaskan bahwa Rakor ini adalah momentum emas bagi pemerintah daerah untuk kembali mematri janji integritas.
Rakor ini adalah pengingat bahwa integritas adalah pondasi utama dalam menjalankan amanah rakyat. Kami di Pemerintah Kabupaten Soppeng bertekad menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas di setiap sektor, ujar Bupati Suwardi Haseng.
Bupati Soppeng juga mengingatkan bahwa perjuangan melawan korupsi bukanlah tugas tunggal aparat penegak hukum. Ia menekankan perlunya dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
Bupati berharap agar sinergi antara KPK, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat terus diperkuat.
Harapan kami, setiap kebijakan pembangunan, baik di Sulawesi Selatan maupun khususnya di Kabupaten Soppeng, dapat berjalan dengan prinsip yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Ini adalah janji kami kepada masyarakat, pungkasnya.



.jpg)

















FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram