-->

Kamis, 05 November 2026

Bupati Suwardi Haseng Lepas 276 Kontingen PORPROV, Tiga Pesan Jadi Bekal Atlet Soppeng Menuju Arena


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan atlet sekaligus mengukir prestasi di tingkat provinsi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., secara resmi melepas 276 personel kontingen Kabupaten Soppeng dalam sebuah prosesi pelepasan yang berlangsung di Soppeng, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Suwardi tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh atlet yang akan berlaga di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo pada 7–14 November 2026.

Bupati meminta para atlet menjadikan perjuangan meraih prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik daerah sebagai prinsip selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam PORPROV bukan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus menunjukkan potensi putra-putri terbaik Kabupaten Soppeng.

"Saudara-saudara sekalian bukan sekadar peserta pertandingan, tetapi membawa nama daerah, kehormatan daerah, serta harapan masyarakat Kabupaten Soppeng," ujar Suwardi.

Tiga Pesan Bupati untuk Atlet

Pesan pertama, Bupati meminta seluruh atlet berjuang sungguh-sungguh dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan atlet dari daerah lain.

Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat, melainkan juga disiplin, latihan, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus berjuang.

Pesan kedua, seluruh atlet diminta menjaga sportivitas dan kehormatan daerah. Bertandinglah secara jujur, hormati lawan, patuhi keputusan wasit dan juri, serta terima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Menang dengan terhormat adalah kebanggaan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada adalah bagian dari jiwa seorang olahragawan sejati," tegasnya.

Pesan ketiga, menjaga nama baik Kabupaten Soppeng di mana pun berada. Bupati berharap para atlet menunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, serta mampu menghargai sesama, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Suwardi juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang dan pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, PORPROV diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Kabupaten Soppeng agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Soppeng, pelatih, ofisial, manajer cabang olahraga, dan seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan kontingen.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelepasan Kontingen, Adi Setiadi, yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Soppeng, melaporkan bahwa kontingen Soppeng diperkuat 276 personel.

Jumlah tersebut terdiri atas 170 atlet, 45 pelatih, 39 ofisial, dan 22 manajer cabang olahraga yang akan mengikuti 19 cabang olahraga.

Di Kabupaten Wajo, Soppeng akan mengikuti pencak silat, petanque, bola basket, tenis lapangan, akuatik, tenis meja, balap motor, bola tangan, berkuda panahan, dan bulutangkis.

Sementara di Kabupaten Bone, atlet Soppeng akan berlaga pada cabang olahraga catur, bola voli, panjat tebing, biliar, panahan, esports, atletik, karate, dan menembak.

Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama pertandingan, panitia telah menyiapkan 24 pondokan, terdiri atas sembilan pondokan di Kabupaten Wajo dan 15 pondokan di Kabupaten Bone.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati secara simbolis memasangkan jaket dan topi kontingen kepada perwakilan atlet. Selanjutnya dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Bupati kepada Ketua Kontingen, Adi Setiadi.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan swafoto bersama seluruh atlet dan jajaran kontingen.

Dengan kekuatan 170 atlet yang akan bertanding pada 19 cabang olahraga, Kabupaten Soppeng kini bersiap menghadapi persaingan PORPROV XVIII 2026 dengan membawa harapan besar untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Soppeng Sukses, Soppeng Juara, Soppeng Berprestasi!

(Yund)

Minggu, 01 November 2026

Bhayangkara Cup III Berakhir Sukses, Suwardi Haseng Sebut Soppeng Makin Diperhitungkan di Dunia Otomotif Sulsel


Soppeng, Sigapnews.com, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Soppeng dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif. Kesuksesan penyelenggaraan ajang tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E.

Suwardi menilai keberhasilan kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Larakkiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, merupakan hasil kerja sama dan komitmen berbagai pihak, khususnya Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto bersama AMS Racing.

Apresiasi itu disampaikan Bupati saat menghadiri penutupan kejuaraan, Minggu (1/11/2026). Ia mengaku bangga karena Soppeng mampu menghadirkan kompetisi otomotif tingkat provinsi yang diikuti pembalap dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Suwardi menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, IMI Sulawesi Selatan, KONI Soppeng, AMS Racing, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bhayangkara Cup III memiliki nilai strategis bagi daerah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga membuka ruang pembinaan atlet muda dan memberikan hiburan bagi masyarakat.

“Berkat kerja keras saudara-saudara sekalian, event ini tidak hanya sukses melahirkan bibit-bibit pembalap berbakat, tetapi juga berhasil menghibur masyarakat sekaligus memperkuat posisi Soppeng sebagai destinasi utama olahraga otomotif di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan ini menjadi awal bagi penyelenggaraan event-event otomotif berikutnya dengan skala yang lebih besar, sehingga Soppeng semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga.

Suwardi juga menyampaikan selamat kepada para pembalap yang berhasil meraih gelar juara serta memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan.

Persaingan di lintasan Sirkuit Larakkiang berlangsung kompetitif hingga menghasilkan para juara dari sejumlah kelas yang dipertandingkan.

Athar Al Gifary asal Jawa Barat tampil sebagai pembalap terbaik dengan meraih Juara Umum Open setelah mengumpulkan 184 poin.

M. Zidane dari Blitar harus puas di posisi kedua dengan 173 poin, sementara Reyfaldo Bilqis asal Jambi menempati urutan ketiga dengan 157 poin.

Prestasi Athar semakin lengkap setelah berhasil mengamankan gelar Juara Umum Lokal Sulawesi dengan raihan 100 poin.

Adapun Juara Umum Taksi diraih Aril Salontahe dari Manado dengan 94 poin. Sementara pembalap kebanggaan tuan rumah, Zaky Aras, berhasil merebut Juara Umum Mini Moto dengan perolehan 86 poin.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto secara resmi mengakhiri seluruh rangkaian Kejurprov Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026 setelah seluruh perlombaan selesai dilaksanakan.

Penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, KONI, IMI Sulawesi Selatan, dan AMS Racing.

Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat melalui kegiatan yang positif.

Suksesnya Bhayangkara Cup III juga menjadi catatan tersendiri bagi Soppeng. Selain melahirkan para juara, kejuaraan ini memperkuat citra daerah sebagai salah satu wilayah yang potensial menjadi tuan rumah kompetisi olahraga otomotif di Sulawesi Selatan.

(Yund)

Sabtu, 31 Oktober 2026

Tekan Balap Liar, Polres Soppeng Jadikan Bhayangkara Cup III Wadah Pembinaan Generasi Muda


Soppeng, Sigapnews.com, Mengubah potensi balap liar menjadi prestasi olahraga menjadi salah satu pesan penting di balik penyelenggaraan AMS Racing Bhayangkara Cup III Grasstrack dan Motocross 2026 yang digelar Polres Soppeng.

Berlangsung di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (31/10/2026), kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kecintaan terhadap dunia otomotif melalui jalur kompetisi yang resmi, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap perkembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya di bidang olahraga otomotif.

Ia menilai, hobi balap motor yang tidak tersalurkan dengan baik berpotensi mendorong anak muda melakukan aksi balap liar di jalan umum. Karena itu, kehadiran kompetisi resmi diharapkan menjadi alternatif sekaligus sarana pembinaan bagi para pecinta otomotif.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mengurangi aksi balap liar yang kerap membahayakan keselamatan para pengguna jalan," tegasnya.

Menurut Iptu Firman, Bhayangkara Cup III juga memberikan kesempatan kepada pembalap lokal untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur potensi mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, TNI-Polri, komunitas otomotif, insan pers, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada panitia, personel pengamanan, tenaga medis, dan marshal yang telah bekerja memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Di sisi lain, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan bahwa penyelenggaraan Bhayangkara Cup III merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh rider agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Kapolres berharap, kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai agenda olahraga semata, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet otomotif potensial dari Kabupaten Soppeng yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III menjadi gambaran bahwa olahraga otomotif dapat diarahkan sebagai sarana pembinaan, pencegahan balap liar, sekaligus ruang untuk membangun generasi muda yang berprestasi dan sadar keselamatan berlalu lintas.

(Yund/JOIN)

Polemik Data Atlet Biliar Sulsel Mengemuka, NONO: KONI Harus Pastikan Pedum Dijalankan


Sulsel, Sigapnews.com, Dugaan ketidaksesuaian pendataan atlet cabang olahraga biliar di Sulawesi Selatan menjadi perhatian sejumlah insan olahraga dari berbagai kabupaten/kota. Mereka meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel segera turun tangan menyikapi persoalan yang diduga berkaitan dengan penerapan Pedoman Umum (Pedum).

Persoalan tersebut bermula dari adanya dugaan perbedaan antara data awal atlet dengan data akhir yang tercantum dalam daftar Entry By Name. Perubahan data yang dipersoalkan itu dinilai membutuhkan penjelasan terbuka, terutama menyangkut dasar administrasi, mekanisme verifikasi, serta pihak yang memiliki kewenangan melakukan perubahan.

Sejumlah pembina dan pelatih biliar daerah menduga terdapat proses perubahan data yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, mereka mempertanyakan kemungkinan adanya atlet tertentu yang dapat memenuhi persyaratan melalui perubahan data yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Situasi tersebut memunculkan desakan agar seluruh proses pendataan atlet POBSI Sulsel diperiksa secara menyeluruh.

Resky Putra Pratama, S.H., yang akrab disapa NONO, selaku Wakil Ketua III POBSI Kabupaten Soppeng, menilai persoalan ini harus disikapi secara serius dan tidak boleh dibiarkan menjadi polemik tanpa kejelasan.

Menurutnya, setiap tahapan administrasi dalam olahraga harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada perbedaan antara data awal dan data akhir, tentu harus ada penjelasan. Perubahan data bukan sesuatu yang bisa dilakukan begitu saja tanpa dasar administrasi yang jelas. Apalagi jika perubahan tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan atlet," ujar NONO, Sabtu (31/10/2026).

NONO mengungkapkan bahwa pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota membutuhkan proses panjang. Para pelatih dan pengurus daerah berupaya menyiapkan atlet agar mampu bersaing melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Karena itu, ia menilai penerapan aturan harus dilakukan secara konsisten tanpa memberikan ruang bagi dugaan perlakuan khusus kepada pihak tertentu.

"Semua daerah punya tanggung jawab membina atlet. Kami ingin hasil pembinaan itu dihargai melalui kompetisi yang berjalan sesuai aturan. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada atlet yang mendapatkan kemudahan, sementara daerah lain harus mengikuti seluruh persyaratan," tegasnya.

Ia menambahkan, prinsip fair play harus menjadi dasar sejak proses pendaftaran hingga penetapan atlet, bukan hanya menjadi slogan ketika pertandingan berlangsung.

Baginya, Pedum KONI Sulsel merupakan acuan yang harus dihormati oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan event olahraga.

Untuk mendapatkan kejelasan, sejumlah insan biliar kabupaten/kota meminta KONI Sulsel mengambil langkah konkret melalui tiga tuntutan.

Pertama, meminta Ketua Umum KONI Sulsel membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri dugaan penyimpangan data atlet pada cabang olahraga biliar.

Kedua, meminta pengurus POBSI Sulsel membuka data awal dan data akhir atlet, termasuk dokumen Entry By Name, sehingga seluruh proses perubahan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan.

Ketiga, meminta audit terhadap mekanisme pendataan serta verifikasi ulang dokumen atlet yang dipersoalkan berdasarkan Pedum KONI Sulsel.

NONO menegaskan, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan memastikan tidak ada aturan yang dilanggar dalam proses penetapan atlet.

"Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Biarkan KONI melakukan pemeriksaan berdasarkan dokumen dan fakta. Jika memang tidak ada penyimpangan, sampaikan secara terbuka. Namun, apabila ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindak lanjut sesuai aturan," katanya.

Ia berharap persoalan ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan membangun kepercayaan antarpengurus POBSI kabupaten/kota.

"Jangan sampai kepercayaan insan biliar daerah hilang karena tidak adanya transparansi. Kami ingin biliar Sulsel maju, tetapi kemajuan itu harus dibangun di atas aturan, kejujuran, dan sportivitas," tutup NONO.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya mendapatkan klarifikasi dari pengurus POBSI Sulsel dan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel masih terus dilakukan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait agar dugaan tersebut dapat diklarifikasi secara terbuka dan pemberitaan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan.

(Yund) 

Sabtu, 24 Oktober 2026

Raih Emas dan Perunggu di Kejurnas Gateball 2026, Pergatsi Sulsel Bidik Prestasi di PON 2028


Jakarta, Sigapnews.com, Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan atlet menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 setelah menorehkan prestasi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball XIII Tahun 2026.

Kontingen Sulawesi Selatan sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kejuaraan yang berlangsung di Lapangan RS Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta, pada 19–24 Oktober 2026.

Medali emas diraih pada nomor beregu campuran, sedangkan medali perunggu diperoleh dari nomor tunggal putra. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pergatsi Sulsel untuk meningkatkan daya saing atlet dalam menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Kejurnas Gateball XIII diikuti 747 atlet dari 28 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Selasa (20/10/2026).

Ketua Pengprov Pergatsi Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, M.M., menyebut hasil tersebut sebagai buah kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus. Namun, ia menegaskan bahwa capaian itu juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembinaan.

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh pengurus. Kami bersyukur Sulsel bisa membawa pulang medali emas dan perunggu dari kejuaraan sebesar ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, prestasi di Cibubur tidak boleh membuat tim cepat berpuas diri. Pergatsi Sulsel harus memanfaatkan hasil kejuaraan tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.

Emas Beregu Campuran Jadi Modal Evaluasi

Keberhasilan meraih emas pada nomor beregu campuran menjadi salah satu pencapaian yang disoroti Pergatsi Sulsel. Nomor ini menuntut kekompakan, ketepatan strategi, konsentrasi, serta komunikasi yang solid antarpemain.

Hasbi menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama tim dalam olahraga gateball.

“Gateball itu olahraga tim. Emas di beregu campuran lahir dari kekompakan, strategi yang tepat, dan komunikasi yang baik antarpemain di lapangan. Itu yang kami banggakan dari anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, medali perunggu pada nomor tunggal putra turut memperlihatkan potensi atlet Sulsel yang masih bisa dikembangkan melalui program pembinaan berkelanjutan.

“Perunggu di tunggal putra juga capaian yang patut dihargai. Ini bukti atlet kita punya bekal untuk naik level, asal pembinaannya terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam Kejurnas Gateball XIII, Sulawesi Selatan mengikuti tujuh nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, double campuran, triple campuran, beregu campuran, triple putra, dan beregu putra.

Dari tujuh nomor tersebut, Sulsel berhasil mengamankan dua medali. Hasil pada nomor yang belum menghasilkan medali akan menjadi catatan penting untuk mengevaluasi efektivitas latihan, strategi pertandingan, dan kesiapan atlet.

“Kejurnas ini ajang pembuktian pembinaan yang kita lakukan. Medali yang kita dapat jadi motivasi, sementara nomor yang belum berhasil kita jadikan bahan evaluasi. Kita akan perkuat latihan dan kesiapan atlet,” tutur Hasbi.

Bidik Babak Kualifikasi PON XXII/2028

Usai Kejurnas Gateball XIII, Pergatsi Sulsel kini mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Hasbi menegaskan, raihan medali di tingkat nasional bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi dan memastikan atlet tampil dengan kesiapan yang lebih baik saat menghadapi babak kualifikasi.

“Capaian di Kejurnas ini bukan garis akhir, melainkan modal untuk melangkah ke Babak Kualifikasi PON. Kami ingin atlet Sulsel datang dengan persiapan yang matang,” katanya.

Evaluasi hasil pertandingan di Cibubur diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun program latihan yang lebih terarah. Peningkatan kemampuan individu, kekompakan tim, ketepatan strategi, dan mental bertanding menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Pergatsi Sulsel juga berharap atlet dan pelatih mampu menjaga konsistensi pembinaan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Hasbi mendorong agar olahraga gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, gateball tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mengandung nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

“Kami ingin gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulsel. Olahraga ini mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan, dan itu nilai yang baik bagi generasi muda,” ujarnya.

Raihan satu medali emas dan satu medali perunggu di Kejurnas Gateball XIII Tahun 2026 menjadi pijakan bagi Pergatsi Sulsel untuk melanjutkan pembinaan sekaligus membenahi kekurangan yang masih ada.

Dengan evaluasi yang terarah, latihan yang konsisten, dan persiapan yang lebih matang, Sulawesi Selatan berharap mampu meningkatkan daya saing atlet saat menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028. (*)

Kamis, 08 Oktober 2026

Nonton Balap di Soppeng Bisa Dapat Umrah, Bhayangkara Cup III Siapkan Banyak Doorprize


Soppeng, Sigapnews.com, Ada alasan tambahan bagi masyarakat untuk datang langsung ke Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete. Selain menyaksikan aksi para rider di lintasan, penonton Bhayangkara Cup III Kejurprov Grasstrack & Motocross 2026 juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Salah satu hadiah yang paling mencuri perhatian adalah doorprize berupa kesempatan mendapatkan umrah.

Bhayangkara Cup III akan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kabupaten Soppeng.

Kejuaraan ini diprediksi berlangsung sengit karena akan mempertemukan pembalap dari berbagai daerah. Rider dari Pulau Jawa, Sumatra dan sejumlah wilayah di Sulawesi dijadwalkan ikut ambil bagian.

Namun, panitia memastikan kemeriahan tidak hanya terpusat di lintasan.

Berbagai doorprize telah disiapkan khusus bagi masyarakat yang hadir sebagai penonton. Selain hadiah utama berupa kesempatan mendapatkan umrah, tersedia pula sepeda listrik, uang tunai, perlengkapan rumah tangga dan puluhan hadiah lainnya.

Ketua Panitia Bhayangkara Cup III, Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., mengatakan pihaknya ingin menjadikan event tersebut sebagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat datang dan menikmati event ini. Bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga ikut merasakan kemeriahan yang kami siapkan, termasuk doorprize bagi penonton,” kata Iptu Firman, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung sukses dan meriah.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Sadri berharap Bhayangkara Cup III mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Soppeng.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet dan pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami juga mengajak masyarakat untuk datang memberikan dukungan,” ujarnya.

Kehadiran rider dari berbagai daerah membuat persaingan di lintasan diperkirakan semakin menarik. Para pembalap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menaklukkan setiap tantangan lintasan demi menjadi yang terbaik.

Di sisi lain, penonton juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III bukan hanya menjadi panggung bagi para pembalap, tetapi juga menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Soppeng dan sekitarnya.

Datang untuk menyaksikan balapan, siapa tahu pulang membawa keberuntungan.

📍 Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Soppeng
📅 31 Oktober–1 November 2026

Jangan lewatkan aksi para rider dan kesempatan mengikuti doorprize dengan hadiah menarik, termasuk kesempatan mendapatkan umrah.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved