-->

Jumat, 22 Agustus 2025

Kolaborasi ASN dan Kementan, Kunci Ketahanan Pangan Nasional



Gowa, Sigapnews.com,- Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melanjutkan kunjungan kerjanya ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jum'at (22/08/2025). 

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup BBPP Batangkaluku dalam rangka memperkuat peran strategis mereka dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi terbaik dalam hal ketahanan pangan selama dua dekade terakhir. Dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian terbukti membawa hasil nyata.

"Sekarang ini petani bahagia, produksi meningkat, ketahanan pangan kita kuat, stok kita tertinggi selama 20 tahun, produksi kita tertinggi selama 7 tahun, dan itu kata BPS, kata Bulog,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa ketahanan dan swasembada pangan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi lintas pihak. 

“Mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," ujarnya.

Hal senada disampaikan Nurul Qomariyah, Plt. Sekretaris BPPSDMP. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa semua pihak wajib berkolaborasi dalam rangka mencapai swasembada pangan.

"Dengan kolaborasi, beberapa hal yang tidak berada di bawah wewenang Kementan, dapat dilakukan oleh Kementerian lain yang berada dalam kolaborasi," terangnya.

Lanjut Nurul Qomariyah, setiap ASN wajib menerapkan core values ASN dalam setiap aspek kegiatan terlebih dalam mewujudkan swasembada pangan.

Selain itu, Ia menginstruksikan kepada seluruh ASN BBPP Batangkaluku agar wajib mengetahui output dari amanah Menteri Pertanian kepada BPPSDMP yaitu Brigade Pangan.

"BPPSDMP saat ini mempunyai tanggung jawab terhadap penumbuhan dan pendampingan Brigade Pangan. Jadi swasembada pangan sangat diperhatikan mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi termasuk regenerasi petani dan penyuluh," terangnya.

Tidak hanya core values ASN, Nurul Qomariyah juga memberikan informasi terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), Disiplin Pegawai, larangan Judi Online, Pengembangan Karir dan Tugas Belajar.

Melalui pembinaan ini, ASN BBPP Batangkaluku diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan demikian, visi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

(Red/Yun) 

Selasa, 29 Juli 2025

DPK Soppeng Gelar Bimtek Sasar Pustakawan dan Pegiat Literasi


Soppeng, Sigapnews.com, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tingkat Kabupaten Soppeng tahun 2025 yang dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Lalabata.

Acara yang berlangsung pada Selasa (29/7) ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pustakawan, guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, serta masyarakat umum yang peduli terhadap peningkatan literasi.

Ketua panitia Bimtek, Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mencari, mengelola, dan menggunakan informasi secara efektif.

“Kami berharap peserta dapat memperoleh kemampuan yang relevan dan siap diaplikasikan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga mempersiapkan para pustakawan dan pegiat literasi menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan agar mampu memberikan pelayanan terbaik.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Abdullah, SE, dalam sambutannya yang mewakili Bupati menegaskan pentingnya literasi informasi di era digital.

“Literasi informasi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap individu".

"Melalui Bimtek ini, kami ingin mendorong budaya literasi yang lebih kuat di Kabupaten Soppeng,” katanya.

Abdullah juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang cerdas dan adaptif terhadap teknologi.

Selama Bimtek berlangsung, lima narasumber menghadirkan materi mulai dari teknik pencarian informasi yang efektif, pengelolaan data dan arsip digital, pemanfaatan teknologi informasi dalam literasi, hingga pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pejabat, termasuk akademisi Dr. Nurmal Idrus, Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Nur Alim, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Hj. A. Musniati, S.Sos., M.Si.

Dengan diselenggarakannya Bimtek Literasi Informasi 2025 ini, diharapkan kualitas layanan perpustakaan dan kemampuan literasi masyarakat di Kabupaten Soppeng semakin meningkat.

Hal ini menjadi langkah penting menuju terciptanya generasi yang melek informasi dan siap bersaing di era digital.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng bertanggung jawab atas pengelolaan perpustakaan dan arsip daerah serta pengembangan literasi informasi masyarakat. Dinas ini berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

(Yun/*)

Rabu, 16 Juli 2025

Kolaborasi Bupati Soppeng dan BGN, Makan Bergizi Gratis, Masa Depan Anak Lebih Sehat


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam acara sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis yang diadakan di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (16/7/2025).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menyampaikan sambutan hangat kepada Direktur BGN, dan menekankan pentingnya program ini dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Soppeng.

Ia menyoroti keselarasan program ini dengan prioritas pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak.

“Kehadiran dan dukungan Badan Gizi Nasional sangat berharga dalam memastikan keberhasilan program penting ini. Olehnya itu, saya ucapkan selamat datang di Bumi Latemmamala” ujar H. Suwardi Haseng.

Program Makan Bergizi Gratis, yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024, bertujuan untuk meringankan beban keuangan keluarga sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Menanggapi hal tersebut, Kabupaten Soppeng telah melaksanakan program percontohan di 7 (tujuh) sekolah diantaranya 2 SD, 3 SMP, dan 2 SMA/SMK sejak Maret 2025, yang telah menjangkau 3.409 siswa.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Soppeng berencana untuk secara bertahap memperluas program ini ke seluruh sekolah di wilayah tersebut.

Olehnya itu, Bupati Soppeng mendorong peserta untuk aktif berpartisipasi dalam sesi tersebut guna meningkatkan pemahaman mereka tentang program ini.

“Mari kita jadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai ikhtiar bersama untuk mewujudkan masa depan Kabupaten Soppeng yang SETARA (sehat, maju, dan berdaya saing),” pungkas H. Suwardi Haseng.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi, Dr. Gunalan, AP. menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (PMG) merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Program ini memiliki tujuan umum untuk meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi kelompok sasaran, serta tujuan khusus untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, memenuhi kebutuhan gizi, dan meningkatkan pola makan sehat.

Lebih dari sekadar penyediaan makanan, PMG dirancang untuk memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Soppeng.

Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti dapur umum atau Satuan Pelaksana Program Makan Bergizi (SPBG), menjadi kunci keberhasilan program ini.

Bapak Gunalan, juga memaparkan alokasi dana sebesar Rp.277.200.000.000,- untuk Soppeng, yang akan dialirkan ke 3 titik SPBG atau dapur umum.

Olehnya itu, Pemerintah Daerah hanya perlu menyiapkan yayasan dan 47 relawan, sementara seluruh infrastruktur akan ditangani oleh BGN.

Dana ini diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal melalui pembelian bahan pangan dari petani, peternak, dan UMKM. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka stunting.

Dengan komitmen bersama ini, PMG diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Soppeng, menciptakan generasi yang sehat dan produktif, serta mempersiapkan Soppeng untuk menghadapi bonus demografi di masa mendatang.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Soppeng, Pj. Sekda, para Staf Ahli, para Asisten Setda, para Kepala SKPD, para Camat, para Kepala Desa/Lurah se Kab. Soppeng, Perwakilan Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA sederajat.

(Humaskab) 

Bupati Soppeng Bagikan 93 Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa SDN 7 Salotungo


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, hari ini menunjukan komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng dengan menyerahkan langsung 93 seragam sekolah gratis kepada seluruh siswa kelas 1 SDN 7 Salotungo, Rabu (16/7/2025).

Penyerahan simbolis ini menandai keberhasilan program pendidikan yang tetap berjalan optimal meskipun dengan prinsip efisiensi anggaran.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Asis, S.Pd.I, Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, atas perhatian dan kepeduliannya terhadap pendidikan di Kabupaten Soppeng.

“Bantuan ini sangat berarti dan menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan di sekolah kami. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 7 Salotungo,” ucap Abdul Asis.

Sementara itu, Bupati Soppeng menyampaikan bahwa pembagian seragam dan sepatu gratis ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di Soppeng.

“Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah dan meningkatkan semangat belajar siswa.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi kemajuan daerah.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program distribusi 5.043 paket seragam sekolah gratis kepada siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Soppeng pada Senin, 14 Juli 2025.

Program ini merupakan realisasi janji kampanye Bupati dan prioritas utama pembangunan daerah.

Paket seragam yang diberikan lengkap, termasuk baju, celana/rok, dasi, topi, label nama, dan sepatu. Rincian bantuan meliputi 2.844 pasang seragam SD (1.489 pasang untuk laki-laki dan 1.355 pasang untuk perempuan) dan 2.199 pasang seragam SMP (1.022 pasang untuk laki-laki dan 1.177 pasang untuk perempuan), serta 5.043 pasang sepatu.

(Red/SE)

Selasa, 15 Juli 2025

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Realisasikan Janji Kampanye, Seragam Gratis untuk Pelajar SD dan SMP


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan dengan membagikan 5.043 paket seragam sekolah gratis kepada siswa baru jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Soppeng. Senin (14/7/2025).

Program ini merupakan realisasi janji kampanye Bupati dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas pendidikan.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menegaskan bahwa pembagian seragam dan sepatu gratis ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayahnya.

“Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Ia berharap program ini dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi secara maksimal dan berkontribusi dalam menciptakan generasi unggul demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

Seragam yang diedarkan meliputi baju, celana atau rok, dasi, topi, label nama, serta sepatu. Untuk jenjang SD, paket seragam telah diserahkan ke masing-masing sekolah dan mulai didistribusikan langsung kepada siswa mulai tanggal 15 Juli 2025.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr Nur Alim, menambahkan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan data siswa baru yang terdaftar, dengan cadangan seragam untuk mengantisipasi siswa yang belum terdata.

Rincian bantuan seragam sekolah adalah sebagai berikut: untuk SD sebanyak 2.844 pasang (1.489 untuk siswa laki-laki dan 1.355 untuk siswa perempuan), dan untuk SMP sebanyak 2.199 pasang (1.022 untuk siswa laki-laki dan 1.177 untuk siswa perempuan).

Sepatu yang dibagikan berjumlah total 5.043 pasang, sesuai dengan jumlah penerima di kedua jenjang tersebut.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah serta meningkatkan semangat belajar para siswa.

Pemerintah daerah berjanji akan terus mendukung peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk membangun daerah melalui berbagai program yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Melalui kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan generasi muda.

(Red/Yun) 

Kamis, 03 Juli 2025

"Mereka Bukan Sekadar Anak, Tapi Amanah Cahaya", Pesan Menyentuh dari Pengawas Pendidikan Soppeng di SDN 7 Salotungo


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana pagi di SDN 7 Salotungo, Kecamatan Lalabata, terasa berbeda. Bukan hanya karena momen penetapan peserta didik baru, tetapi karena sebuah sambutan yang menyentuh hati dari Pengawas Gugus 1 Kabupaten Soppeng, Sudirman, S.Sos., S.Pd., yang menggugah kesadaran banyak pihak tentang makna sejati pendidikan. Kamis (3/7/2025).

Dalam acara yang dihadiri oleh Koordinator Wilayah UPT Kecamatan Lalabata, para orang tua siswa kelas 1, serta panitia SPMB SDN 7 Salotungo, Sudirman menyampaikan pesan yang jauh melampaui rutinitas administratif.

“Anak-anak yang pagi ini telah ditetapkan menjadi bagian dari keluarga besar SDN 7 Salotungo, bukanlah sekadar angka dalam daftar.

"Mereka adalah amanah langit, benih-benih yang dikirim Tuhan untuk tumbuh dalam taman ilmu dan cinta,” ujarnya dengan penuh keteduhan.

Lebih dari sekadar pidato, kata-katanya menyentuh aspek spiritual pendidikan.

Ia menggambarkan pendidikan sebagai bentuk zikir yang paling nyata, setiap goresan pena guru, pelukan orang tua, hingga langkah kecil anak menuju sekolah adalah ibadah yang tak kasat mata.

Sudirman juga mengapresiasi kesiapan dan kekompakan panitia penerimaan siswa baru.

Menurutnya, SDN 7 Salotungo menunjukkan bukan hanya efisiensi dalam proses, tetapi juga ketulusan dalam menyambut masa depan anak bangsa.

“Saya menyaksikan bukan hanya proses, tapi ketulusan. Bukan hanya panitia, tapi para penjaga cahaya,” katanya haru.

Kepada para orang tua, beliau berpesan agar bersama-sama menjaga cahaya fitrah anak-anak.

Ia menekankan pentingnya pertemuan antara ilmu dan cinta sebagai dasar pendidikan yang utuh.

“Ilmu tanpa cinta akan melahirkan kehampaan, dan cinta tanpa ilmu akan tersesat di jalan. Maka, di sekolah inilah keduanya akan bertemu: ilmu sebagai jalan, dan cinta sebagai pelita.”

Sambutan ditutup dengan harapan agar SDN 7 Salotungo terus menjadi sekolah yang membentuk akal sekaligus jiwa.

“Semoga sekolah ini menjadi ladang amal yang tumbuh subur, tempat para guru menjadi petani cahaya, dan anak-anak menjadi bunga-bunga ruhani yang kelak akan mekar di taman bangsa.”, pungkasnya.

Acara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Di tengah derasnya arus zaman, SDN 7 Salotungo menghadirkan keteduhan yang menegaskan kembali bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang angka dan nilai, melainkan tentang cahaya dan harapan.

(Red/YUN)

Momen Menegangkan yang Dinanti, 92 Calon Siswa Dinyatakan Lolos di SDN 7 Salotungo


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana haru dan penuh ketegangan menyelimuti pelataran SDN 7 Salotungo pada Kamis pagi, (3/7/2025) saat pengumuman resmi penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025/2026 diumumkan.

Dalam sebuah forum terbuka yang dihadiri oleh para orang tua, tokoh pendidikan, dan jajaran sekolah, Dian Permatasari, SE selaku Ketua Panitia SPMB membacakan hasil seleksi dengan penuh ketegasan namun tetap humanis.

“Kami percaya bahwa tidak ada anak yang tidak layak mendapatkan pendidikan bermutu,” ungkap Dian dalam sambutannya.

Setelah melalui proses seleksi administratif dan verifikasi data yang ketat, panitia memutuskan bahwa seluruh 92 calon siswa, terdiri dari 50 laki-laki dan 42 perempuan, dinyatakan lolos dan resmi diterima sebagai murid baru SDN 7 Salotungo.

“Atas dasar komitmen inklusivitas dan kesiapan lembaga, seluruh calon peserta didik kami terima dengan tangan terbuka,” lanjut Dian.

Dian juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam proses pendidikan ke depan.

Ia berharap semangat bersama ini dapat menjadi fondasi bagi pendidikan dasar yang berkualitas.

“Pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.” tandasnya.

Dengan hasil ini, SDN 7 Salotungo kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dasar yang berkomitmen pada mutu pendidikan, akses terbuka, dan pendekatan kolaboratif.

Momen ini tidak hanya menjadi berita gembira bagi para siswa dan orang tua, tapi juga menandai awal perjalanan pendidikan yang baru dan penuh harapan.

(Yun)

Selasa, 01 Juli 2025

Sosialisasi Pendidikan di Soppeng, Sinergi Guru dan Kebijakan Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025


Soppeng, Sigapnews.com, Dalam upaya meningkatkan kemampuan guru dalam perencanaan kurikulum berbasis regulasi terbaru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng menggelar kegiatan sosialisasi di SD IT Ar-Raihan. Selasa (1/7/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Muhammad Husni, S. Pd., M. Pd., yang menjadi pembicara utama pada rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut mengangkat topik “Implikasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 dan Penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (K2A) serta Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan”.

Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 menegaskan peran penting guru yang diberi tugas sebagai kepala satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan integrasi Koding serta Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan yang kontekstual dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kompetensi abad ke-21.

Muhammad Husni menekankan, “Penyusunan kurikulum bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan proses strategis yang menuntut pemikiran pedagogis yang reflektif dan responsif terhadap dinamika peserta didik dan perkembangan global.

"Kurikulum harus lahir dari kebutuhan dan identitas lokal, namun tetap sejalan dengan visi nasional pendidikan Indonesia".

"Guru sebagai perancang pembelajaran harus mampu menerjemahkan kebijakan ini ke dalam praktik yang bermakna di kelas.”ujarnya.

Selain Muhammad Husni, acara ini juga dihadiri oleh Koordinator Wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Lalabata Drs. Jamal, M. Si., Pengawas Gugus 1 Kabupaten Soppeng Drs. Sudirman, S. Sos., Ketua Gugus 1 Kabupaten Soppeng Abdul Asis, S. Pd. I., dan Kepala SD IT Ar-Raihan Faisal Bakhtiar, S. Pd.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas fungsi untuk mengawal implementasi kebijakan pendidikan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Peserta yang terdiri dari guru-guru berbagai satuan pendidikan dasar di Gugus 1 menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti materi dan berdiskusi kritis terkait tantangan serta strategi penerapan kurikulum adaptif dan kontekstual.

Para guru dibekali kemampuan menyusun modul ajar dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), memilih Dimensi Profil Lulusan, hingga melakukan asesmen pembelajaran secara menyeluruh.

Melalui forum ini, KKG diharapkan menjadi wadah pengembangan profesionalisme guru sekaligus ruang strategis untuk memastikan transformasi kebijakan nasional dapat terlaksana efektif di tingkat akar rumput pendidikan.

Diharapkan hasil sosialisasi ini mendorong peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian Profil Pelajar Pancasila dan penguatan budaya sekolah yang transformatif.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kapasitas pendidik, inovasi kurikulum, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dinas ini terus berupaya memastikan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan perkembangan nasional.

(Yun/*)

Senin, 30 Juni 2025

Mabbaca Doang Salama, Menari dengan Doa dan Nilai Hidup


Soppeng, Sigapnews.com, Di tengah semarak Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Soppeng, SDN 3 Lemba mempersembahkan sebuah karya tari yang tidak hanya indah secara artistik, tetapi juga sarat nilai edukatif: "Mabbaca Doang Salama’", yang berarti membaca doa keselamatan dalam budaya Bugis.

Tari ini mengangkat nilai-nilai spiritual, budaya, dan moral yang menyatu dalam gerak dan irama.

Dalam kisah yang ditampilkan, dua karakter anak menjadi pusat cerita: satu rajin dan tekun, satunya lagi malas dan abai terhadap nilai-nilai kehidupan.

Melalui visualisasi gerak yang lembut dan penuh makna, ditunjukkan bagaimana doa dan kerja keras menjadi jalan menuju keberkahan hidup.

Setiap gerakan tari mencerminkan perjalanan batin: dari kelalaian menuju kesadaran, dari permainan menuju tanggung jawab.

Alunan doa yang dibacakan dengan khusyuk menjadi jembatan antara nilai agama dan budaya lokal, seolah mengingatkan bahwa dalam tradisi kita terdapat pesan luhur untuk generasi masa depan.

Lebih dari sekadar lomba, penampilan ini menjadi media pembelajaran karakter yang mengajarkan pentingnya keikhlasan, disiplin, dan penghargaan terhadap warisan leluhur.

Di balik balutan kostum dan koreografi, tersembunyi semangat bahwa anak-anak Indonesia bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penjaganya.

Dengan meraih Juara 3, SDN 3 Lemba membuktikan bahwa pendidikan sejati tak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di panggung, dalam gerak, dan dalam jiwa yang terus belajar menghargai nilai-nilai kehidupan.

(Red)

Nur Rahma Yasmar, Siswi SDN 161 Karya, Juara 1 FLS2N Kategori Nyanyi Solo Tingkat Kabupaten Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Nur Rahma Yasmar, siswi SDN 161 Karya Kecamatan Lilirilau, berhasil meraih Juara 1 kategori nyanyi solo tingkat Sekolah Dasar dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Soppeng.

Prestasi ini ditorehkan dalam ajang yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, yang diikuti oleh peserta berbakat dari seluruh penjuru kabupaten. Senin (30/6/2025).

Penampilan Nur Rahma berhasil mencuri perhatian juri dan penonton berkat kualitas vokal yang jernih, teknik yang matang, serta ekspresi penghayatan yang menyentuh hati.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasinya dalam berlatih, serta dukungan penuh dari keluarga, sekolah, dan guru pendampingnya, Rosmawati R.

Putri bungsu dari Yasir Opu Daeng Makati dan Sumartini ini menunjukkan bahwa dengan latihan dan dukungan yang tepat, prestasi gemilang dapat diraih.

Kepala SDN 161 Karya, Huriah, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Nur Rahma.

“Ini menunjukkan bahwa siswa kami punya potensi besar dan mampu bersaing di tingkat kabupaten, bahkan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Nur Rahma akan mewakili Kabupaten Soppeng di ajang FLS2N tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Prestasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni maupun bidang lainnya.

SDN 161 Karya merupakan salah satu sekolah dasar di Kabupaten Soppeng yang berkomitmen mendukung pengembangan bakat siswa melalui pendidikan berkualitas dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Sekolah ini terus berupaya mencetak generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.

(Yun/JOIN)

Kamis, 26 Juni 2025

Siber GO, Ketika Siswa SDN 161 Karya Jadi Guru Digital


Soppeng, Kamis siang, 26 Juni 2025. Pukul 14.00 WITA. Di balik layar komputer dan gadget, wajah-wajah muda tampak antusias. 

Mereka bukan sekadar peserta webinar biasa. Kali ini, mereka adalah bintang utama. Siswa-siswi SDN 161 Karya, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Soppeng yang tengah menapaki jejak sebagai Sekolah Rujukan Google, tampil percaya diri membagikan ilmu dalam sebuah webinar bertajuk Siber GO, singkatan dari Siswa Berbagi Tentang Google.

Webinar ini bukan acara biasa. Ini adalah episode pertama dari rangkaian yang digagas untuk menumbuhkan literasi digital sejak dini, dari siswa untuk siswa. 

Dan yang membuatnya istimewa: narasumbernya adalah empat siswa kelas 5 Palakka SDN 161 Karya. Mereka adalah Andi Dewi Shakila Jahra, Almira Qaireen Agloia, Akifah Naila Azzahra, dan Alya Nadia Putri, empat nama yang hari itu menjelma menjadi “guru digital” bagi ratusan peserta yang hadir via Google Meet dan menyaksikan lewat YouTube.

Di bawah panduan hangat sang moderator, Dewi Soraya, S.Pd., M.Pd., guru sekaligus mentor mereka, satu per satu dari para narasumber cilik ini menyampaikan materi dengan bahasa mereka sendiri, sederhana, segar, dan jujur dari pengalaman nyata.

Andi Dewi membuka sesi dengan memperkenalkan cara memanfaatkan Gmail dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 

Bukan sekadar mengirim pesan, tapi bagaimana email bisa menjadi sarana berlatih menyusun kalimat, membaca instruksi, hingga berinteraksi dengan guru secara formal.

Kemudian Almira memperkenalkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan Google Sites.” 

Ia menunjukkan bagaimana membuat portofolio digital yang tidak hanya menarik, tapi juga mencerminkan kebiasaan positif seperti disiplin, percaya diri, dan kreatif.

Akifah melanjutkan dengan berbagi cara menyusun naskah ceramah menggunakan Google Docs. 

“Kita bisa menulis bersama, mengedit bersama,” katanya sembari menunjukkan fitur kolaboratif yang ternyata mampu menyatukan ide teman-teman sekelasnya.

Terakhir, Alya membawakan materi tentang membuat mind mapping untuk pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). 

Ia menggambarkan bagaimana satu tema bisa bercabang menjadi berbagai subtopik, dan semuanya bisa divisualisasikan indah hanya dengan Google Docs.

Yang menarik, bukan hanya materi mereka yang membuat takjub. 

Cara mereka menyampaikan, menjawab pertanyaan, hingga menyapa peserta menunjukkan bahwa anak-anak ini telah akrab dengan dunia presentasi digital, sesuatu yang bahkan tak semua orang dewasa miliki.

Salah satu yang turut menyimak dan memberikan apresiasi adalah Dr. Nur Alim, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng. 

“Kita perlu terus memberi ruang seperti ini untuk anak-anak kita,” ujar dia. 

“Mereka bukan hanya belajar teknologi, tapi juga belajar keberanian, tanggung jawab, dan berbagi pengetahuan, ”katanya.

Webinar Siber GO mungkin hanya berdurasi satu jam lebih. Tapi dampaknya terasa lebih panjang. Tak hanya peserta yang mendapat ilmu baru, tetapi juga para guru dan orang tua yang melihat betapa pentingnya memberi ruang eksplorasi bagi siswa di era digital ini.

Di akhir acara, ratusan komentar masuk di kolom chat, pujian, pertanyaan, dan ucapan terima kasih. Sebuah bukti bahwa anak-anak, ketika diberi kesempatan, bisa menjadi agen perubahan.

Dan ini baru episode pertama. SDN 161 Karya tampaknya baru saja membuka jalan, jalan di mana anak-anak menjadi penggerak literasi digital dari ruang kelas mereka sendiri.

(@RS) 

Rabu, 11 Juni 2025

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Soppeng Sukses Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2025


Soppeng, Sigapnews.com, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kabupaten Soppeng sukses menggelar Lomba Bertutur sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Lomba Pengembangan Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2025.

Lomba yang berlangsung selama dua hari (11-12/6) ini diikuti oleh siswa-siswi SD/MI/Sederajat tingkat kabupaten, dengan tujuan utama meningkatkan minat membaca dan melestarikan budaya lokal melalui cerita rakyat.

Lomba Bertutur yang dinilai oleh tiga dewan juri yakni Megawati, S.Hum, MM, Andi Astati, S.Pd, M.Pd, dan Heriady, S.Sos, MM, menghasilkan pemenang yang diumumkan pada Kamis, 12 Juni 2025.

Juara pertama diraih oleh Raniah Iffah Humairah dari UPTD SPF SDN 100 Dare Bunga-Bungae Kelurahan Pajalesang Kecamatan Lilirilau dengan nilai 2590.

Posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh Nur Afiqah Azzahra dari UPTD SPF SDN 17 Bila dan Aliqah Syua dari UPTD SPF SDN 135 Salebbo Mario.

Tak hanya itu, panitia juga menetapkan tiga juara harapan yakni Aina Talita Zahra, Anugrah Agung Prasetya, dan Zhafira masing-masing membawa pulang Juara Harapan I, II, dan III dengan nilai yang bersaing ketat.

Ahmad, pelaksana kegiatan dari Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Soppeng, menjelaskan bahwa lomba bertutur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca dan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga memperluas wawasan peserta dan menanamkan nilai moral serta cinta budaya sejak dini.

“Kami berharap para pemenang menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan bertutur dan melestarikan warisan budaya kita,” ujarnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan lomba ini, DPK Soppeng berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang memajukan literasi dan budaya di kalangan pelajar.

Lomba Bertutur ini menjadi wadah ekspresi yang penting bagi generasi muda untuk memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari identitas daerah.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Soppeng berkomitmen meningkatkan kualitas literasi dan pelestarian budaya lokal melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya pelajar di tingkat dasar hingga menengah.

(Red)

Sabtu, 31 Mei 2025

Dua Siswa SDN 212 Rompegading Siap Tampil di FLS2N Tingkat Kecamatan Liliriaja


Soppeng, Sigapnews.com, Dua siswa berbakat dari SD Negeri 212 Rompegading siap mengharumkan nama sekolah dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Liliriaja, yang akan digelar pada 10 Juni 2025 mendatang. Mereka terpilih mewakili Gugus 20 Wilayah Tiga Liliriaja.

Dua siswa tersebut adalah Aura Azizah, siswi kelas V yang akan berlaga di cabang lomba menyanyi solo, dan Muhammad Alfian Reski, siswa kelas III yang akan bersaing dalam lomba kriya.

Keduanya merupakan siswa berprestasi yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang seni.

Kepala SDN 212 Rompegading, Linda Ramadhani, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada kedua siswanya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan anak-anak yang mengikuti lomba bisa lebih bersemangat, serta mampu kembali mewakili hingga ke tingkat kabupaten dan mengharumkan nama sekolah,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025).

Partisipasi dalam FLS2N ini bukan hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak dini.

Dukungan dari sekolah, guru, dan orang tua diharapkan menjadi penyemangat tambahan bagi Aura dan Alfian agar dapat memberikan penampilan terbaik mereka.

SDN 212 Rompegading sendiri terus berkomitmen untuk mendorong prestasi siswa di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan mengembangkan potensi generasi muda.

Kepala sekolah berharap, keberhasilan siswa dalam ajang ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

SDN 212 Rompegading, yang berlokasi di Soppeng, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai sekolah yang menanamkan nilai-nilai karakter, seni, dan budaya dalam setiap proses pembelajarannya, guna mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi.

(Red)

Rabu, 28 Mei 2025

Wisuda Bermakna di Tengah Kesederhanaan, Pesantren Al Wutsqo Depok Tetap Istiqomah di Tengah Larangan Wisuda Berlebihan


Depok, Sigapnews.com, Di tengah seruan pemerintah untuk meniadakan wisuda yang berlebihan, Pesantren Al Wutsqo Depok tetap menggelar prosesi wisuda ke-27 dengan penuh makna dalam suasana yang sederhana dan khidmat.

Acara tersebut digelar pada Kamis (29/5/2025) di Museum Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Wisuda ini menjadi wujud adaptasi pesantren terhadap Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang perayaan wisuda secara berlebihan mulai dari jenjang TK hingga MA/SMA.

Meski dilaksanakan secara sederhana, momen tersebut tetap terasa hangat dan membanggakan bagi para santri dan orang tua mereka.

Dalam sambutannya, Abi Adnan selaku pengurus Pesantren Al Wutsqo menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda ini tidak hanya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi para santri atas perjalanan belajar mereka.

“Kami ingin tetap menjaga esensi dari prosesi wisuda. Bukan sekadar seremoni, tapi menjadi pengingat akan tanggung jawab ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya hafalan juz 30 sebagai fondasi spiritual dan mental santri dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Setiap santri wajib menyetor hafalan juz 30. Ini bukan beban, tapi bekal agar mereka kuat saat terjun ke masyarakat. Kami juga mendorong mereka untuk terus mengejar beasiswa,” tambahnya.

Acara turut dihadiri oleh jajaran pengurus, para ustadz dan ustadzah, serta kepala madrasah Ir. Taufik.

Kehadiran para wali santri dari berbagai daerah, termasuk dari Subang, semakin menambah kekhidmatan acara.

Beberapa bahkan rela menempuh perjalanan sejak pagi demi menyaksikan langsung putra-putri mereka diwisuda.

Salah satu momen haru terjadi ketika Dhya Faiha, putri dari Agung Sedayu, pengurus DPN PPWI bidang UMKM dan Pewarta Warga mengikuti prosesi.

Agung menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah, prosesi wisuda ini sangat berkesan. Terlebih lagi digelar di lokasi yang sarat nilai budaya seperti Museum Betawi Setu Babakan,” tuturnya.

Pesantren Al Wutsqo menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari komitmen baru dalam menuntut ilmu dan berkontribusi bagi bangsa.

Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, Al Wutsqo berkomitmen melahirkan generasi yang berilmu, bertakwa, dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Red)

IGTKI-PGRI Soppeng Rayakan HUT ke-75, Bunda PAUD Ajak Perkuat Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Soppeng, Sigapnews.com, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng merayakan Hari Ulang Tahun ke-75 dengan menggelar acara di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng. Rabu (28/5/2025).

Acara ini dihadiri oleh 250 guru TK se-Kabupaten Soppeng serta sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi pendidikan.

Dalam Perayaannya, Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru PAUD yang terus bersemangat dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah dan organisasi pendidikan, untuk memperkuat sinergi demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Soppeng.

“Semangat dan motivasi para pendidik PAUD adalah kunci terciptanya pendidikan yang berkualitas. Mari kita perkuat kerja sama yang produktif untuk mewujudkan generasi masa depan yang unggul,” ujar Hj. Suarni.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nuralim, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya peran guru TK dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Ia menyebut guru PAUD memiliki peran mulia dan penuh kesabaran dalam mendidik anak-anak. “Guru PAUD luar biasa sabar dan penuh kasih dalam mendidik murid-muridnya,” ungkap Nuralim dengan penuh haru.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak usia dini.

Sekretaris IGTKI-PGRI Kabupaten Soppeng, Musdalifah, S.Pd.I., S.Pd., M.Si., menyatakan komitmen organisasi untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan PAUD di wilayah tersebut.

“Mari kita terus jalin kerja sama dengan semua pihak agar pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng semakin maju dan berkualitas,” ujarnya.

Acara ditutup oleh Ketua Panitia, Gusnaini, S.Pd., yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi guru TK secara profesional dan moral.

Ia menekankan bahwa guru TK adalah ujung tombak dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan saing berdaya demi mewujudkan Indonesia maju.

Hadir pula dalam acara tersebut jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Koordinator Wilayah UPTD Kecamatan se-Kabupaten Soppeng, serta perwakilan organisasi pendidikan seperti PGRI, IGI, HIMPAUDI, dan IGRA.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai tanda penghargaan kepada seluruh tamu undangan.

IGTKI-PGRI Kabupaten Soppeng merupakan organisasi yang menaungi guru taman kanak-kanak di wilayah Soppeng.

Organisasi ini aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pelatihan, kegiatan pengembangan kompetensi guru, dan sinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi pendidikan lainnya.

(Red/Yun)

Minggu, 25 Mei 2025

Tadarus Usai Ujian, Menanamkan Spirit Religius di SDN 2 Masewali


Soppeng, Sigapnews.com, Di banyak sekolah, hari-hari setelah Ujian Akhir Semester (UAS) kerap diisi dengan kegiatan santai. 

Suasana cenderung lengang, beberapa siswa bahkan mulai merasa “libur” sebelum waktunya. Namun, pemandangan berbeda hadir di SD Negeri 2 Masewali, Kabupaten Soppeng. Senin (26/5/2025). 

Alih-alih membiarkan waktu berlalu tanpa arah, para siswa kelas VI di sekolah ini justru larut dalam kegiatan yang penuh makna yakni membaca Al-Qur’an bersama di ruang kelas mereka.

Dipandu langsung oleh wali kelas, Ibu Hj. Nuryadi, S.Pd SD, kegiatan tadarus ini bukan sekadar rutinitas pasca-ujian. 

Ia menjadi ruang refleksi, pembiasaan, dan pembentukan karakter spiritual siswa.

Setiap pagi setelah UAS, sekitar satu jam dihabiskan untuk bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci. 

Suasana khusyuk menyelimuti ruangan, wajah-wajah kecil itu tampak serius dan penuh semangat. 

Tidak ada kompetisi, tidak pula tekanan. Hanya ketulusan belajar dan kebersamaan yang menguatkan.

“Kami ingin anak-anak tetap terbiasa dalam suasana belajar meskipun ujian telah selesai". 

"Dengan membaca Al-Qur’an bersama, mereka tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga menambah pemahaman tentang nilai-nilai agama,” ujar Bu Nuryadi pada Senin, 26 Mei 2025.

Apa yang dilakukan SDN 2 Masewali mencerminkan filosofi pendidikan yang holistik, yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan jiwa. 

Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketekunan, kecintaan terhadap kitab suci, dan pengelolaan waktu, perlahan ditanamkan lewat kebiasaan sederhana ini.

Rencananya, kegiatan ini akan terus dilanjutkan hingga menjelang pembagian rapor. 

Sebuah upaya kecil, namun penuh makna, untuk memastikan bahwa ruang-ruang belajar tetap hidup, bukan hanya oleh angka dan materi pelajaran, tetapi juga oleh nilai dan iman.

Di tengah arus modernisasi pendidikan, kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa sekolah masih bisa (dan seharusnya) menjadi tempat membentuk karakter, bukan hanya tempat mengejar nilai. 

Dan kadang, langkah sederhana seperti membaca Al-Qur’an bersama bisa jadi pondasi kuat dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

(Red) 

Rabu, 21 Mei 2025

SDN 3 Lemba, Pendidikan Berkualitas dan Karakter Unggul Diganjar Penghargaan Nasional Kemendikbud


Lemba, Sigapnews.com, SDN 3 Lemba Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter siswa yang unggul.

Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd, mengatakan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas penghargaan ini. Ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh guru dan staf SDN 3 Lemba dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa yang hebat,” ujarnya.

Falmunadi menambahkan bahwa penghargaan ini diraih di tengah transisi kepemimpinan Menteri Pendidikan yang baru, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi sekolah".

Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sangat selaras dengan visi dan misi SDN 3 Lemba yang fokus pada pembentukan karakter dan prestasi siswa.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa yang hebat sehingga dapat menjadi teladan bagi sekolah lain,” tambah Falmunadi.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas sekolah untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

Sebagai institusi Pendidikan Dasar, SDN 3 Lemba bertekad untuk menjadi contoh dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi dapat menghasilkan prestasi gemilang yang memberi dampak positif bagi dunia pendidikan.

SDN 3 Lemba merupakan Sekolah Dasar Negeri yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik dengan menanamkan nilai karakter dan prestasi akademik.

Berlokasi di Kota Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan, SDN 3 Lemba terus berinovasi demi mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.

(Red)

Selasa, 13 Mei 2025

Menggugah Kebersamaan: Strategi SDN 7 Salotungo dalam SPMB 2025/2026

Salotungo, Sigapnews.com, Menyambut Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026, SD Negeri 7 Salotungo tampil dengan pendekatan berbeda yang menonjolkan nilai kebersamaan dan kerjasama tanpa promosi berlebihan.

Sekolah ini memilih untuk mengedepankan semangat kolaboratif yang tulus sebagai dasar dalam menghadirkan pendidikan yang membahagiakan dan inklusif.

Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, Abdul Asis, S.Pd I, menjelaskan bahwa semangat menerima siswa baru bukan didasarkan pada persaingan, melainkan oleh komitmen bersama seluruh pihak di sekolah.

“Kami memilih berjalan bersama, bukan berlari sendiri. Di Salotungo, seluruh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga para orang tua saling terhubung dalam satu napas: mendidik anak-anak bangsa dengan cinta dan tanggung jawab,” ujarnya. Selasa (13/5/2025).

Suasana SPMB di SDN 7 Salotungo berjalan dengan pendekatan low profile namun memberikan dampak besar.

Tanpa baliho atau selebaran promosi, informasi tentang sekolah disebarkan dari mulut ke mulut dan dari hati ke hati.

Orang tua dan siswa yang datang tidak hanya mencari tempat belajar, namun juga rumah kedua yang penuh kepercayaan dan kebersamaan.

Ketua Komite Sekolah, tokoh masyarakat, serta guru-guru berperan aktif dalam proses penyambutan, bukan sekadar sebagai petugas administrasi, melainkan sebagai penjaga semangat kolektif, memberikan senyum hangat dan ruang dialog yang nyaman.

Lebih dari sekedar pendaftaran, SPMB di SDN 7 Salotungo menjadi momen reflektif tentang peran sebuah institusi pendidikan dalam masyarakat.

Sekolah ini menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya bukan terletak pada fasilitas mewah, melainkan pada ketulusan interaksi dan kekuatan hubungan manusia.

Irwan, S.Pd, Ketua TPPK sekaligus Wakil Ketua Tim Penerimaan Peserta Didik Baru menambahkan, “Kami percaya, kebersamaan yang tulus adalah magnet terbaik".

"Ketika masyarakat melihat bahwa sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat tumbuh bersama, maka kepercayaan pun datang dengan sendirinya.” ujarnya.

Dengan filosofi “melayani tanpa menonjolkan diri”, SDN 7 Salotungo membuktikan bahwa kekuatan sekolah terletak pada kekuatan kebersamaan yang hidup di dalamnya, menjadikan sekolah ini sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan penuh makna dan nilai.

SD Negeri 7 Salotungo adalah unit pelaksana Teknis Daerah Satuan pendidikan formal (UPTD SPF) yang berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif, bermutu, dan berbasis nilai-nilai kebersamaan.

Berlokasi di Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau Kabupaten Soppeng, sekolah ini mengedepankan pendekatan kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

(Red)

Semboyan Polisi Cilik SDN 7 Salotungo Cerminkan Visi Pemerintah Daerah, Jadi Daya Tarik bagi Peserta Didik Baru

Soppeng, Sigapnews.news, Program Polisi Cilik (Pocil) di SD Negeri 7 Salotungo yang berada di bawah binaan Polres Soppeng, tidak hanya menjadi ajang pembinaan kedisiplinan dan karakter, namun juga menjadi daya tarik utama sekolah ini bagi para orang tua dan peserta didik baru. Selasa (13/5/2025). 

Di balik keberhasilan program ini, tertanam semboyan bermakna dalam yang dipegang teguh oleh para pembina dan pelatih: Dongiri Temmatipa, Salipuri Temmadinging, Wesse Temmakapa.

Semboyan ini merupakan cerminan filosofi lokal Bugis yang sarat makna. Dongiri Temmatipa, berarti “membimbing dan membina”, menegaskan pentingnya peran pemerintah dan institusi pendidikan dalam memberikan perhatian dan arah yang tepat kepada anak-anak sebagai generasi penerus.

Selanjutnya, Salipuri Temmadinging, yang berarti “menyelimuti atau menaungi dari hawa dingin”, menggambarkan upaya pemeliharaan kesehatan fisik dan mental peserta didik, menciptakan lingkungan yang nyaman dan sejahtera.

Adapun Wesse Temmakapa, bermakna “mengusahakan kerukunan dan kedamaian”, menjadi prinsip penting dalam membangun kekompakan dan toleransi, baik dalam tim Pocil maupun dalam kehidupan sosial di sekolah.

Program Pocil SDN 7 Salotungo tidak hanya melatih baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepemimpinan sejak dini. Hal ini turut didukung oleh para pelatih internal sekolah yang berdedikasi, yakni Eria Yuliana, S. Pd, Armi Nugraha, S. Pd, dan Israwati, S. Pd.

Di bawah pembinaan langsung dari Polres Soppeng serta kepala sekolah Abdul Asis, S. Pd I, program Pocil telah menjadi ikon pembinaan karakter dan menjadi salah satu alasan utama meningkatnya jumlah pendaftar di SDN 7 Salotungo setiap tahunnya.

Dengan mengusung semboyan lokal yang sarat makna dan pembinaan yang berkelanjutan, SDN 7 Salotungo menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Soppeng: membangun masyarakat yang sejahtera, sehat, dan rukun, dimulai dari bangku sekolah dasar.

(Red/*) 

Minggu, 11 Mei 2025

Komitmen Bupati Soppeng: Wujudkan Pendidikan Vokasi Berkualitas Lewat Kerjasama Unhas

 


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menyambut baik pengembangan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Ompo, Soppeng.

Hal itu terungkap saat audiensi antara Pemda Soppeng dan perwakilan Unhas yang digelar pada Minggu (11/05/2025) yang membahas tindak lanjut perencanaan kampus Unhas di Ompo, termasuk status lokasi kampus, penambahan ruang kelas, dan peningkatan jumlah mahasiswa.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama FV Unhas, Prof. Dr. Ir. Zainuddin, M.Si, Ketua Prodi Agribisnis Pangan Pipi Dian Sari Nurland, S.E., M.Si., Ph.D., Ketua Prodi Teknologi Akuakultur dan Pasca Panen Perikanan Dr. Ir. Hasni Y. Azis, M.P., serta perwakilan Prodi Agribisnis Peternakan, Aprisal Nur, S.Pt., M.Si.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ir. Hasni Y. Azis, M.P. melaporkan bahwa status lahan dan gedung Fakultas Vokasi di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Sidrap telah dihibahkan kepada Unhas, sedangkan proses hibah untuk gedung di Kabupaten Barru masih berlangsung.

Saat ini, kampus FV Unhas di Ompo memiliki empat ruang kelas, dua di antaranya dibangun oleh Pemda Soppeng pada tahun 2021 dan dua lainnya memanfaatkan gedung eks pasar ikan dan gedung BBI Ompo.

Unhas juga telah menyiapkan beberapa opsi untuk penambahan ruang kelas guna menampung jumlah mahasiswa yang terus meningkat.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE., menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Fakultas Vokasi Unhas di Soppeng dan menegaskan komitmennya agar kerjasama ini berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk mencari strategi efektif dalam meningkatkan minat masyarakat Soppeng untuk menempuh pendidikan vokasi di Unhas, salah satunya melalui peningkatan sosialisasi," ujar Bupati Suwardi.

Ia juga menegaskan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, menghasilkan lulusan yang terampil, dan turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.

Bupati menambahkan akan mempelajari lebih lanjut Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Unhas dan Pemda Soppeng yang telah ditandatangani pada tahun 2021 untuk memastikan sinergi yang optimal.

Pengembangan Fakultas Vokasi Unhas di Ompo menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi di Kabupaten Soppeng.

Dengan dukungan penuh dari Pemda dan Unhas, diharapkan kolaborasi ini dapat menghadirkan peluang pendidikan berkualitas yang lebih luas dan mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

Universitas Hasanuddin merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing.

Fakultas Vokasi Unhas fokus pada pendidikan yang aplikatif dan siap kerja, mendukung pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan terampil.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved