-->

Selasa, 27 Oktober 2026

Investasi Pabrik Pala Rp164 Miliar Dilirik Investor, Suwardi Haseng Terima LoI di SIBF 2026


Makassar, Sigapnews.com, Peluang pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Soppeng semakin terbuka. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima Letter of Intent (LoI) dari PT Firmansyah Khatulistiwa Group untuk penjajakan rencana pembangunan pabrik pengolahan pala dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp164 miliar.

Penyerahan dokumen minat investasi tersebut berlangsung dalam rangkaian Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 di Claro Hotel Makassar, Rabu (28/10/2026).

LoI diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M., sebagai langkah awal penjajakan rencana investasi di Kabupaten Soppeng.

Kehadiran rencana investasi ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan potensi perkebunan melalui sektor industri. Tidak hanya mengandalkan penjualan hasil panen, komoditas pala diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

SIBF 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor. Dalam forum tersebut, sebanyak 43 proyek investasi potensial di wilayah Sulawesi dipromosikan untuk menarik minat dunia usaha dan memperkuat iklim investasi regional.

Bagi Kabupaten Soppeng, rencana pembangunan pabrik pala berpotensi memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. Kebutuhan bahan baku industri dapat membuka peluang pasar bagi petani, terutama apabila perusahaan nantinya membangun pola kemitraan yang berkelanjutan dengan kelompok tani dan pemasok lokal.

Di sisi lain, kegiatan industri juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja, baik secara langsung di lingkungan pabrik maupun melalui usaha pendukung seperti transportasi, pergudangan, dan distribusi.

Nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp164 miliar turut membuka peluang masuknya aktivitas ekonomi baru ke daerah. Namun, besarnya manfaat yang akan dirasakan masyarakat nantinya tetap bergantung pada realisasi proyek, kepastian operasional perusahaan, serta sejauh mana petani dan tenaga kerja lokal dilibatkan.

Penjajakan ini sekaligus menjadi momentum bagi Soppeng untuk memperkuat daya tarik investasi berbasis potensi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kemitraan yang saling menguntungkan, komoditas pala berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.

Meski demikian, penyerahan LoI masih merupakan tahap awal dan belum dapat dimaknai sebagai kepastian pembangunan pabrik. Tahapan selanjutnya menjadi penting untuk memastikan rencana investasi tersebut dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Red)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Raih Emas dan Perunggu di Kejurnas Gateball 2026, Pergatsi Sulsel Bidik Prestasi di PON 2028


Jakarta, Sigapnews.com, Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan atlet menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 setelah menorehkan prestasi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball XIII Tahun 2026.

Kontingen Sulawesi Selatan sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kejuaraan yang berlangsung di Lapangan RS Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta, pada 19–24 Oktober 2026.

Medali emas diraih pada nomor beregu campuran, sedangkan medali perunggu diperoleh dari nomor tunggal putra. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pergatsi Sulsel untuk meningkatkan daya saing atlet dalam menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Kejurnas Gateball XIII diikuti 747 atlet dari 28 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Selasa (20/10/2026).

Ketua Pengprov Pergatsi Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, M.M., menyebut hasil tersebut sebagai buah kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus. Namun, ia menegaskan bahwa capaian itu juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembinaan.

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh pengurus. Kami bersyukur Sulsel bisa membawa pulang medali emas dan perunggu dari kejuaraan sebesar ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, prestasi di Cibubur tidak boleh membuat tim cepat berpuas diri. Pergatsi Sulsel harus memanfaatkan hasil kejuaraan tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.

Emas Beregu Campuran Jadi Modal Evaluasi

Keberhasilan meraih emas pada nomor beregu campuran menjadi salah satu pencapaian yang disoroti Pergatsi Sulsel. Nomor ini menuntut kekompakan, ketepatan strategi, konsentrasi, serta komunikasi yang solid antarpemain.

Hasbi menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama tim dalam olahraga gateball.

“Gateball itu olahraga tim. Emas di beregu campuran lahir dari kekompakan, strategi yang tepat, dan komunikasi yang baik antarpemain di lapangan. Itu yang kami banggakan dari anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, medali perunggu pada nomor tunggal putra turut memperlihatkan potensi atlet Sulsel yang masih bisa dikembangkan melalui program pembinaan berkelanjutan.

“Perunggu di tunggal putra juga capaian yang patut dihargai. Ini bukti atlet kita punya bekal untuk naik level, asal pembinaannya terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam Kejurnas Gateball XIII, Sulawesi Selatan mengikuti tujuh nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, double campuran, triple campuran, beregu campuran, triple putra, dan beregu putra.

Dari tujuh nomor tersebut, Sulsel berhasil mengamankan dua medali. Hasil pada nomor yang belum menghasilkan medali akan menjadi catatan penting untuk mengevaluasi efektivitas latihan, strategi pertandingan, dan kesiapan atlet.

“Kejurnas ini ajang pembuktian pembinaan yang kita lakukan. Medali yang kita dapat jadi motivasi, sementara nomor yang belum berhasil kita jadikan bahan evaluasi. Kita akan perkuat latihan dan kesiapan atlet,” tutur Hasbi.

Bidik Babak Kualifikasi PON XXII/2028

Usai Kejurnas Gateball XIII, Pergatsi Sulsel kini mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Hasbi menegaskan, raihan medali di tingkat nasional bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi dan memastikan atlet tampil dengan kesiapan yang lebih baik saat menghadapi babak kualifikasi.

“Capaian di Kejurnas ini bukan garis akhir, melainkan modal untuk melangkah ke Babak Kualifikasi PON. Kami ingin atlet Sulsel datang dengan persiapan yang matang,” katanya.

Evaluasi hasil pertandingan di Cibubur diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun program latihan yang lebih terarah. Peningkatan kemampuan individu, kekompakan tim, ketepatan strategi, dan mental bertanding menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Pergatsi Sulsel juga berharap atlet dan pelatih mampu menjaga konsistensi pembinaan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Hasbi mendorong agar olahraga gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, gateball tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mengandung nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

“Kami ingin gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulsel. Olahraga ini mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan, dan itu nilai yang baik bagi generasi muda,” ujarnya.

Raihan satu medali emas dan satu medali perunggu di Kejurnas Gateball XIII Tahun 2026 menjadi pijakan bagi Pergatsi Sulsel untuk melanjutkan pembinaan sekaligus membenahi kekurangan yang masih ada.

Dengan evaluasi yang terarah, latihan yang konsisten, dan persiapan yang lebih matang, Sulawesi Selatan berharap mampu meningkatkan daya saing atlet saat menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028. (*)

Kamis, 22 Oktober 2026

Wakili Sulawesi Selatan, Nur Syifa Nadiastuti Sabet Penghargaan Best Influencer PPBN 2026


Jakarta, Sigapnews.com, Nur Syifa Nadiastuti berhasil mengharumkan nama Sulawesi Selatan setelah meraih penghargaan Best Influencer dalam ajang Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan batik sekaligus mendorong pelestarian budaya Indonesia.

Perempuan berusia 23 tahun yang akrab disapa Syifa ini tidak hanya aktif sebagai influencer, tetapi juga membawa gagasan inovatif melalui advokasi JatiBatik, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat mengenali motif batik berdasarkan nilai dan karakter yang ingin direpresentasikan.

Selain itu, platform tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat menemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di sekitar mereka.

Bagi Syifa, perkembangan teknologi digital merupakan peluang untuk menjadikan batik lebih dekat dengan generasi muda. Ia ingin mengubah cara masyarakat mengenal batik, dari sekadar produk fesyen menjadi warisan budaya yang memiliki filosofi, identitas, dan nilai sejarah.

“Batik bukan sekadar kain atau fashion, tetapi memiliki filosofi, identitas, dan proses panjang yang melibatkan keterampilan para pembatik. Melalui JatiBatik, saya ingin membantu masyarakat memahami makna setiap motif sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan apresiasi terhadap batik Indonesia,” ujar Syifa.

Berbekal Prestasi dan Pengalaman

Syifa merupakan lulusan Sarjana Manajemen Universitas Negeri Jakarta. Saat ini, ia bekerja di bidang pemasaran PT Brilian Indah Gemilang sekaligus menjalankan aktivitas sebagai influencer dengan lebih dari 125 ribu pengikut di Instagram melalui akun @nursyifanadiastuti dan 50 ribu pengikut di TikTok.

Pengalamannya di berbagai bidang turut memperkuat kiprahnya. Ia tercatat telah meraih lebih dari 150 penghargaan, pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Negeri Jakarta, Duta Universitas Negeri Jakarta, serta Duta Museum Listrik PLN.

Ia juga aktif sebagai pembicara dan juri dalam berbagai kegiatan tingkat nasional maupun internasional.

Ketertarikannya terhadap perjalanan dan kekayaan budaya Nusantara mendorongnya untuk memperkenalkan beragam potensi Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara.

Melalui PPBN 2026, Syifa berupaya membawa semangat tersebut ke dalam gerakan pelestarian batik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dorong Generasi Muda Peduli Batik

Menurut Syifa, tantangan pelestarian batik tidak berhenti pada upaya meningkatkan jumlah orang yang mengenakannya. Kesadaran untuk memahami filosofi motif, menghargai proses produksi, dan mengapresiasi keterampilan pembatik juga perlu diperkuat.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata, mulai dari mempelajari makna motif batik hingga mendukung UMKM lokal yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

Ia meyakini budaya dan teknologi dapat saling melengkapi. Dengan pemanfaatan platform digital dan inovasi AI, informasi mengenai batik diharapkan lebih mudah diakses, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Putra Putri Batik Nusantara telah diselenggarakan sejak 2011 dan memiliki lebih dari 280 alumni yang tersebar di 38 provinsi serta terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara.

Pada 2026, penyelenggaraan PPBN mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur. Tema tersebut menyoroti keterkaitan batik dengan identitas daerah, pariwisata, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam karantina nasional yang berlangsung pada 22–28 September 2026 di Jakarta, para finalis memperoleh pembekalan tentang pengetahuan batik, komunikasi, kepemimpinan, diplomasi budaya, personal branding, dan pengembangan diri.

Terima Kasih kepada Keluarga dan Para Pendukung

Keberhasilan Syifa tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada ibunya yang selalu mendampingi perjalanan kariernya serta mengenang mendiang ayahnya sebagai sumber semangat untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

Apresiasi juga diberikan kepada pasangan, teman-teman, para pengikut media sosial, serta manajemen PT Brilian Indah Gemilang yang telah memberikan dukungan dan izin selama proses pemilihan berlangsung.

Sejumlah mitra dan sponsor turut mendapat apresiasi, di antaranya UMKM batik Trissia Dewi, Organ Batik Sinaga, Batik ISTINANA, A’BATE’ Lontara, Marika Batik, Aurana Rent, serta para mitra tata rias, videografi, dan pihak lainnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua APINDO Sulawesi Selatan, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan RI, Wali Kota Jakarta Timur, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, dan sejumlah pihak lainnya.

Ke depan, Syifa berharap penghargaan Best Influencer PPBN 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi batik melalui konten kreatif, inovasi JatiBatik, dan kolaborasi dengan pembatik serta UMKM lokal.

Ia ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga mengenakan batik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan ikut menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

Dengan semangat tersebut, Syifa berharap batik terus berkembang sebagai identitas bangsa yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat bagi para pelaku budaya dan ekonomi kreatif di Indonesia.

(Redho Fitriyadi)

Rabu, 21 Oktober 2026

Tutup Semarak Hari Santri 2026, Kapolres Soppeng Ajak Santri Jadi Pelopor Kerukunan


Soppeng, Sigapnews.com, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri penutupan Semarak Hari Santri Tahun 2026 yang digelar Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Soppeng di Lapangan Lade Welonge, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut menjadi puncak rangkaian Semarak Hari Santri yang berlangsung selama tiga hari, sejak 20 hingga 22 Oktober 2026. Berbagai perlombaan keagamaan dan olahraga antarsantri dari pondok pesantren se-Kabupaten Soppeng digelar untuk memperkuat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan.

Kapolres Soppeng hadir bersama Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M., Ketua FKPP Kabupaten Soppeng Ustaz Najamuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., perwakilan Dandim 1423/Soppeng, Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., Kapolsek Marioriawa AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Marioriawa Mukhlis, S.Ag., M.H., Kepala Desa Laringgi Eka Wahyuni, S.E., serta para pimpinan pondok pesantren.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda melalui lingkungan pesantren. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial.

AKBP Hari Budiyanto menyampaikan bahwa momentum Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada seremoni dan perlombaan semata, tetapi menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Semarak Hari Santri bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan sportivitas, dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Kami berharap para santri terus mengembangkan ilmu, menjaga persaudaraan, serta mengambil peran positif dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menambahkan, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, serta pengelola pondok pesantren perlu terus diperkuat.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar menjadi agen perekat sosial di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu agama, pendidikan, dan karakter yang kuat, para santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati.

Penutupan Semarak Hari Santri 2026 berlangsung tertib dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan keluarga besar pondok pesantren di Kabupaten Soppeng.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Soppeng mengajak masyarakat menjadikan semangat Hari Santri sebagai landasan untuk memperkuat toleransi, menjaga persatuan, serta membangun sinergi dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Bumi Latemmamala.

(Red)

Selasa, 20 Oktober 2026

Peringati HUT ke 62, Golkar Ziarah di TMP Kalibata, Putri Nabila Damayanti Hadir Bersama DPP AMPG


Jakarta, Sigapnews.com,- Partai Golkar menggelar upacara dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (20/10/2026). Agenda ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 dengan tema "Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera'. 

Tampak Upacara langsung di pimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Setelah Upacara  Perhormatan, dilanjutkan dengan doa bersama serta tabur bunga di pusara para pahlawan nasional dan tokoh-tokoh Partai Golkar Termasuk makam Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Wakil Presiden ke-3 RI Adam Malik, dan Sudharmono. 

Adapun kegiatan yang lain dalam rangka HUT ke 62 Partai Golkar juga diadakan Aksi donor darah dan pemberian santunan di Kantor DPP Partai Golkar pada hari ini.

Putri Nabila Damayanti, SH selaku Wabendum Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPP AMPG menyampaikan selamat ulang tahun Partai Golkar ke 62 . 

"Selamat Ulang Tahun Partai Golkar ke 62, Golkar makin solid dan dicintai oleh masyarakat," ucap Putri. 

Putri juga ikut mendoakan para pahlawan dan juga tokoh nasional Golkar yang dimakamkan di TPU Kalibata.

"Semoga kami generasi muda dapat melanjutkan perjuangan dan semangat kebangsaan oleh para sepuh yang terdahulu, dan semoga amal para pahlawan diterima disisiNya, Aamiiin," ungkap putri.

Tampak hadir juga Ketua Umum DPP AMPG H. Said Aldi Al Idrus, SE beserta jajaran dan satgas AMPG yang selalu siap mensukseskan setiap agenda Golkar.

Putri sekilas menceritakan kepada awak media, Dalam Perjuangannya, Partai Golkar telah menempuh kedewasaan yang sangat mumpuni.

Sebagai _catch-all party_, Partai Golkar terbuka untuk semua golongan. Inilah kekuatan sejati Golkar sebagai partai tengah yang merangkul semua lapisan masyarakat, tanpa sekat suku, agama, dan golongan. Golkar hadir untuk semua, dan semua ada di Golkar.

"Kader-kader Golkar adalah kader-kader yang brilian, yang diplomasi, serta lobi politiknya dapat dirasakan manfaatnya bagi Indonesia saat ini. Di tengah dinamika politik nasional, Golkar terbukti mampu menjadi perekat, penjaga stabilitas, dan kekuatan penyeimbang yang mengedepankan karya, bukan sekadar kata," ungkapnya. 

"Dalam rangka HUT Golkar yang ke-62, sangat perlu kader-kader Partai Golkar menempuh pendidikan yang telah diadakan oleh Partai Golkar yaitu Golkar Institute. Golkar Institute adalah kawah candradimuka untuk mencetak kader yang unggul, berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa," harap Putri Nabila Damayanti, SH menutupi.

Dirgahayu Partai Golkar ke-62! Golkar Solid, Indonesia Maju Suara Golkar Suara Rakyat. (MG)

#putrinabiladamayantish

Sabtu, 17 Oktober 2026

Kaos Camidu di Forum Nasional Golkar, H. Ismail H. Cedang Tunjukkan Kedekatan dengan Akar Rakyat


Makassar, Kabartujuhsatu.news, Di tengah agenda Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar se-Indonesia yang berlangsung di Makassar, 16–17 Oktober 2026, sosok H. Ismail H. Cedang menarik perhatian dengan penampilan sederhana yang sarat makna.

Mengenakan jaket kuning kebanggaan Partai Golkar, anggota DPRD Kabupaten Soppeng tiga periode tersebut tampak tetap mempertahankan identitas lokalnya melalui kaos bertuliskan “Camidu”, nama warung kopi rakyat yang dikenal sebagai salah satu ruang kebersamaan masyarakat Soppeng.

Penampilan itu sekilas terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat Soppeng, khususnya di daerah pemilihan Lalabata–Ganra, kaos tersebut seolah menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun forum yang dihadiri, kedekatan dengan masyarakat tetap memiliki arti penting.

H. Ismail bukan sosok baru dalam panggung politik Kabupaten Soppeng. Kepercayaan masyarakat yang mengantarkannya duduk di kursi DPRD selama tiga periode berturut-turut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan politiknya.

Kepercayaan tersebut tentu tidak terlepas dari proses panjang membangun hubungan dengan masyarakat. Sebab, dalam politik, mempertahankan kepercayaan pemilih membutuhkan lebih dari sekadar janji dan komunikasi menjelang pemilihan. Kehadiran, konsistensi, serta kepedulian terhadap aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan tersebut.

Latar belakangnya sebagai pengusaha juga menjadi salah satu sisi yang mewarnai perjalanan H. Ismail. Dunia usaha dan aktivitas politik menuntut kemampuan membangun komunikasi, merawat jaringan, serta menjaga kepercayaan dalam berbagai lingkungan.

Di tengah tanggung jawab sebagai wakil rakyat, kedekatan dengan masyarakat menjadi nilai yang perlu terus dipelihara. Jabatan publik bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.

Tulisan “Camidu” pada kaos yang dikenakannya di forum nasional Golkar itu menjadi detail yang menarik perhatian. Bagi sebagian orang, mungkin hanya sebuah identitas warung kopi. Namun, warung kopi di tengah kehidupan masyarakat sering kali memiliki makna lebih luas: tempat bertukar pikiran, membangun komunikasi, dan merawat kebersamaan tanpa sekat jabatan maupun status sosial.

Camidu, yang dimaknai sebagai “Catatmi Dulu”, lekat dengan nuansa keseharian masyarakat Soppeng. Identitas lokal seperti ini menjadi pengingat bahwa kehidupan politik tidak pernah benar-benar terpisah dari ruang-ruang sederhana tempat masyarakat menyampaikan pandangan dan harapan mereka.

Di tengah forum yang membahas strategi pemenangan pemilu dan penguatan kapasitas kader, simbol lokal tersebut menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan lingkungan asal.

Bagi seorang wakil rakyat, kemampuan mengikuti dinamika politik nasional memang penting. Namun, memahami kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan tetap menjadi tanggung jawab yang tidak boleh dikesampingkan.

Kehadiran H. Ismail H. Cedang dalam Rakornis dan Bimtek Partai Golkar se-Indonesia merupakan bagian dari agenda penguatan strategi politik dan peningkatan kapasitas kader dalam menghadapi kontestasi pemilu mendatang.

Forum tersebut menjadi ruang bagi kader partai untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan strategi, serta memahami dinamika politik yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah.

Bagi kader yang juga mengemban jabatan sebagai anggota legislatif, peningkatan kapasitas tersebut idealnya berjalan seiring dengan penguatan fungsi representasi, pengawasan, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat tidak hanya ditentukan oleh lamanya menduduki jabatan atau kuatnya loyalitas politik. Lebih dari itu, masyarakat menantikan bagaimana amanah yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi perjuangan aspirasi dan manfaat nyata bagi daerah.

Kaos Camidu yang dikenakan H. Ismail di tengah forum nasional Golkar menjadi potret kecil tentang identitas lokal yang tetap melekat di tengah aktivitas politik yang lebih luas.

Sebuah pengingat bahwa di balik jaket partai dan forum politik nasional, ada masyarakat di daerah yang menitipkan harapan.

Sebab, jabatan bisa memberikan ruang untuk berbuat lebih banyak, tetapi kepercayaan rakyatlah yang memberikan makna pada jabatan itu sendiri.

(Red)

Rabu, 14 Oktober 2026

Kepala MAN 1 Soppeng Bangga, Falihah Tembus Grand Final OPI IPB 2026 dan Raih Golden Ticket


Soppeng, Sigapnews.com, Kebanggaan menyelimuti keluarga besar MAN 1 Soppeng setelah salah satu siswinya, Falihah Shobiroh R. Hasruddin, berhasil menembus Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) IPB Tahun 2026 sekaligus mengantongi Golden Ticket.

Prestasi membanggakan tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah di Kabupaten Soppeng mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi.

Keberhasilan Falihah turut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saat pertemuan di Ruang Kerja Bupati Soppeng, Rabu (14/10/2026).

Bupati menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Falihah menunjukkan besarnya potensi generasi muda Soppeng yang perlu terus didukung melalui pembinaan, pemberian kesempatan, serta perhatian terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan berani berkompetisi di berbagai bidang.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian yang diraih anak didiknya.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar MAN 1 Soppeng menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa atas keberhasilan salah satu peserta didik kami menembus Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) IPB Tahun 2026 sekaligus berhasil mengamankan Golden Ticket,” ungkap Musmuliadi.

Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih secara instan. Ada kerja keras, ketekunan, serta semangat belajar Falihah yang didukung oleh pendampingan guru, peran orang tua, dan komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan peserta didik.

Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan meraih pencapaian di tingkat nasional.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin,” tegasnya.

Musmuliadi menambahkan, MAN 1 Soppeng akan terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, karakter, kreativitas, dan daya saing.

“MAN 1 Soppeng akan terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dari madrasah di Kabupaten Soppeng, kita buktikan bahwa prestasi dan inovasi mampu menembus panggung nasional,” tuturnya.

Keberhasilan Falihah Shobiroh R. Hasruddin diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya sekaligus mendorong dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng untuk semakin serius mengembangkan potensi siswa, terutama dalam bidang penelitian, kreativitas, dan inovasi.

Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Soppeng bahwa madrasah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang tumbuhnya generasi muda yang mampu menghasilkan karya dan berprestasi di tingkat nasional.

(Red)

Sabtu, 10 Oktober 2026

Pj Sekda Andi Haeruddin Terima Piagam Penghargaan untuk Pemkab Soppeng di Harkopnas Sulsel 2026


Luwu Timur, Sigapnews.com, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin, menerima piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas pelaksanaan verifikasi dan validasi tercepat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Andi Haeruddin menerima piagam itu mewakili pemerintah daerah.

Dalam piagam bertanggal 30 September 2026 tersebut, Pemkab Soppeng tercatat sebagai penerima penghargaan kategori Kepala Daerah dengan Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Tercepat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Penghargaan ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026, yang dipusatkan di Sorowako bersamaan dengan peringatan Harkopnas ke-79.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, anggota DPRD provinsi, para kepala daerah, ketua DPRD kabupaten/kota, serta kepala dinas yang membidangi koperasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat peran koperasi dalam mendukung pemasaran produk UMKM. Koperasi juga diharapkan menjadi saluran distribusi stimulus dan bantuan pemerintah agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut menegaskan bahwa pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Koperasi diarahkan untuk menyalurkan barang bersubsidi sekaligus menampung hasil produksi warga, mulai dari sektor pertanian dan peternakan hingga produk UMKM.

Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan mampu memperluas akses pemasaran produk lokal dan memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat.

Penerimaan penghargaan oleh Pj Sekda Andi Hairuddin menandai pengakuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Soppeng.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved