-->

Minggu, 15 Januari 2023

Sejumlah Ruang Lingkup Bidang Pertahanan Jadi Bahasan Pertemuan Bilateral Prabowo Dengan Dubes Kazakhstan


Jakarta, Sigapnews.com, - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Kazakhstan H.E. Mr Daniyar Sarakenov membahas upaya membangun kerja sama pertahanan kedua negara.

Menhan Prabowo Subianto menjelaskan, dalam membangun kerja sama pertahanan, Indonesia berpedoman pada tiga pilar kebijakan yaitu membangun rasa saling percaya, membangun kapasitas pertahanan, dan mendorong kemandirian industri pertahanan. 

Menhan Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Kazakhstan H.E. Daniyar Sarakenov yang telah berperan penting dan aktif dalam mensukseskan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang pertahanan.

Menhan Prabowo berharap dapat menjajaki berbagai potensi kerjasama seperti pengembangan pendidikan militer, pengembangan teknologi pertahanan, dan peluang lain yang dapat dijajaki bersama.

“Dalam bidang industri pertahanan, Indonesia berharap dapat menjalin kerja sama melalui mekanisme alih teknologi. Mudah-mudahan kedepannya Indonesia dan Kazakhstan dapat mengembangkan produksi bersama,” kata Prabowo, Senin, 16 Januari 2023.

Letter of Intent antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Kazakhstan tentang Kerja Sama Bilateral di Bidang Pertahanan telah ditandatangani secara sirkuler pada tanggal 29 Juni 2021 di Jakarta oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, M. Herindra dan pada tanggal 3 September 2021 di Nur Sutan oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Kazakhstan. 

Ruang lingkup kerjasama tersebut meliputi kunjungan pejabat tinggi dan pejabat tingkat operasional, promosi kerjasama pendidikan dan pelatihan, pertukaran pengalaman di bidang kegiatan pemeliharaan perdamaian, serta bidang kerjasama lain yang dapat disepakati bersama.

(Red/Hendra)

Senin, 11 Juli 2022

Jamaah Haji Panik Aliran Listrik Padam di Terowongan Mina

Dokumentasi Google.

SIGAPNEWS.COM
- Prosesi puncak pelaksanaan ibadah haji 1443 H saat menuju jamarat untuk melontar jumroh, jamaah haji dikejutkan dan menjadi panik akibat terjadi insiden putusnya aliran listrik menyebabkan mati lampu di sepanjang terowongan Mina.

Peristiwa ini terjadi saat jamaah haji hendak menuju lantai 3 Jamarat pada Minggu, 10 Juli 2022 sekira pukul 05.15 Waktu Arab Saudi (WAS).
Atas peristiwa tersebut,

Wartawan salah satu media (ag) langsung menghubungi Petugas Haji Daerah Kabupaten Soppeng A. Wadeng untuk konfirmasi insiden tersebut di

“Terkait insiden terowongan Mina, kami tidak tahu sama sekali, karena jamaah Soppeng tidak lewat disitu.

Dikatakan A. Wadeng saat kejadian tersebut jamaah haji Soppeng sedang ber
istirahat di tenda.

Selanjutnya, A. Wadeng mengatakan bahwa seluruh jamaah haji Soppeng tidak ada yang terdampak insiden matinya lampu di terowongan Mina dan saat ini sehat wal Afiat.(")

Selasa, 10 Mei 2022

Megawati Hadiri Gala Dinner Presiden Korea Selatan


Seoul, Sigapnews.com,- Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama sejumlah tamu VVIP menghadiri acara jamuan makan malam yang digelar Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di Hotel Shilla, Kota Seoul, Selasa (10/5/2022).

Presiden Yoon dilantik hari ini di Gedung National Assembly dan Megawati turut menyaksikan prosesi inaugurasi Presiden ke-20 Korsel. Gala dinner lalu dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara pelantikan presiden.

Pada kesempatan Gala Dinner, Megawati didampingi Dubes Indonesia untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, dan dua pengurus pusat PDIP. Yakni Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri.

Presiden Yoon tiba diiringi tamu VVIP yang duduk semeja. Antara lain Mr. Douglas Emhoff suami Kamala Harris yang merupakan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Yukio Hatoyama (Mantan PM Jepang), Miyuki Hatoyama (Istri dari Yukio Hatoyama), Presiden Singapura Halimah Yacob, Mohamed Abdullah Alhabshee (suami dari Halimah Yacob) dan Faustin Archange Touadera (Presiden Afrika Tengah).

Usai mendengarkan lagu kebangsaan Korsel, Presiden menyampaikan pidato sekitar 5 menit. Dalam pidatonya, dia menyapa dan menyebut nama para tamu VVIP yang hadir, termasuk Megawati, Ketua Dewan Pengarah BPIP itu.

Usai pidato, Presiden Yoon mengajak semua tamu untuk bersulang minuman. Presiden Yoon mendatangi tamu VVIP satu persatu untuk bersulang termasuk dengan Megawati. Memegang gelas berisi jus jeruk peras, Megawati menerima tanda bersulang dari Presiden Yoon.

Presiden Yoon lalu mempersilahkan para tamunya untuk makan. 

Megawati sendiri duduk bersebelahan dengan istri presiden yang merupakan Ibu Negara Korsel, Kim Kun-Hee. Keduanya tampak berbincang dengan akrab.

Published : HB

Megawati Tampil Berkebaya Merah Di Acara Pelantikan Presiden Korsel


Seoul, Sigapnews.com,- Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hadir dan menyaksikan langsung prosesi pelantikan Presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru, Yoon Suk Yeol, pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat.

Pelantikan Presiden Yoon sendiri dilakukan di plaza depan Gedung Parlemen Korsel di Kota Seoul. Megawati hadir ke lokasi itu dari tempat penginapan di Lotte Hotel Seoul, dengan iring-iringan protokol tamu negara. 

Tampak Megawati hadir dengan didampingi Bendahara DPP PDIP Olly Dondokambey bersama istri Rita Dondokambey. 

Lalu ada juga Duta Besar RI untuk Korsel Gandi Sulistyanto. Megawati memakai baju kebaya berwarna merah. 

Megawati diposisikan duduk di deretan kursi bagian depan. Bersamanya adalah Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, Presiden Singapura Halimah Yacob, Presiden Afrika Tengah Faustin-Archange Touadéra, Mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, serta Douglas Emhoff, suami Kamala Harris yang merupakan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS).

Touadéra berada di sebelah kanan Megawati, sementara Emhoff di sisi kirinya. 

Deretan kursi Megawati dan yang lainnya itu diapit atau berada diantara kursi yang diduduki oleh Presiden Yoon dan istri, serta kursi yang ditempati mantan Presiden Moon Jae In dan istri. 

Saat memasuki lokasi pelantikan, Megawati melambaikan tangan ke arah sekitar 40 ribu warga dan pejabat Korsel yang mengikuti langsung prosesi pelantikan, yang hadir di halaman Gedung Parlemen tersebut. 

Sejak pagi hari, puluhan ribu warga tersebut sudah hadir di lokasi acara. 

Sembari menunggu acara pelantikan dimulai, pembawa acara mewawancarai sejumlah masyarakat yang hadir secara terbuka, baik itu yang berprofesi sebagai artis, sutradara, hingga supir taksi.

Usai wawancara dengan beberapa penonton yang hadir, sejak sekitar pukul 10.00, digelar konser musik dan atraksi menari dengan penampil anak-anak dan remaja melambai-lambaikan bendera Korea Selatan.

Tepat sekitar pukul 11.00 siang waktu setempat, acara pelantikan Presiden Yoon dimulai. 

Tampak sang presiden berkeliling memberi salam kepada para tamu dan undangan, termasuk kepada Megawati.

Dalam pidatonya, Presiden Yoon menyampaikan salam kepada para tamu kehormatan yang hadir, termasuk kepada Megawati.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada…. Yang Mulia Ibu Diah Permata Megawati Soekarnoputri..”

“….Yang datang dari luar negeri untuk merayakan kesempatan ini dan tamu-tamu terhormat lainnya atas kehadiran mereka,” kata Presiden Yoon.

Di dalam pidatonya, Presiden Yoon bicara berbagai isu. Dari masalah domestik Korea, pandemi covid, hingga isu global termasuk mengenai hubungan dengan Korea Utara. 

Presiden Yoon berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan dengan Korea Utara dengan mengedepankan perdamaian.

Usai pelantikan, Megawati dan rombongan kembali ke tempat istirahat. 

Dijadwalkan pada sore hari, Megawati menghadiri perjamuan makan malam yang diadakan oleh Presiden Yoon.

Published : HB

Senin, 11 Mei 2020

Kasus Korupsi Mandek, Laksus Nilai Kinerja Kejati Sulsel Jalan Ditempat



Sigapnews.com, Makassar - Aktivis Aktikorupsi Sulsel menilai kinerja Kejaksaan Tinggi Sulsel dalam kurun waktu delapan bulan belakangan ini, sangat lemah dalam memberantas kasus korupsi.

"Kurun waktu delapan bulan belakangan ini, kami tidak melihat ada perkembangan yang menggembirakan dari Kejati Sulsel dalam memberantas kasus korupsi. Ada sejumlah kasus korupsi yang ditangani terkesan mandek dan jalan ditempat," tegas Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel (LAKSUS), Muh Ansar di Posko Gugus Covid-19 Batas Kota Gowa - Makassar, Jl. Sultan Hasanuddin

"Dirinya menguraikan beberapa kasus yang dia nilai mandek adalah dugaan korupsi DAK Bulukumba senilai Rp 41 M, kasus DAK Kabupaten Enrekang, kasus dugaan korupsi proyek RSUD Padjonga Daeng Ngalle tahun 2018 senilai Rp 15 miliar, kasus pembebasan lahan Rumah Sakit Internasional Kabupaten Takalar Rp12 miliar di Galesong Utara, Takalar, kasus pemeliharaan jalan beton di PUPR Takalar tahun 2019 dan sejumlah kasus korupsi lainnya.

"Kasus Kasus tersebut sudah banyak saksi saksi yang diperiksa. Tapi hasilnya hingga saat ini tidak jelas dan terkesan jalan di tempat. 

Kami jelas mempertanyakan komitmen kejati. beberapa kasus yang lembaga kami laporkan juga sampai saat ini tidak ada kejelasan, bakal lanjut atau tidak ," tegas Muh Ansar.

Muh Ansar meminta agar Jaksa  Agung segera mengevaluasi kinerja Kajati Sulsel. 

"Kami merasa prihatin dengan kondisi ini, Laksus meminta Jaksa Agung segera mengevaluasi Kajati Sulsel terkait dengan masalah ini kami akan segera melayangkan surat ke Kejagung," kunci Muh Ansar.

Sumber : GowaMo

Rabu, 11 Maret 2020

Pengamanan Jalur Lalulintas Raja dan Ratu Belanda, Polres Sergai dan Kodim 0204/DS Apel Bersama


Sigapnews.com, Sergai - Polres Serdang Bedagai Bersama Kodim 0204/DS melaksanakan apel kesiapan pengamanan jalur Lalulintas tamu kenegaraan Raja dan Ratu Belanda bertempat Lapangan Apel Koramil 10 Sei Rampah Desa Seirampah, Rabu(11/3/2020) sekira pukul 09:00WIB.

Dalam apel gabungan kesiapan pengamanan Raja dan Ratu Belanda dipimpin oleh Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum  yang di wakili Kabag Ops Polres Sergai, Kompol Sofyan,S.H dan turut hadir Danramil 09 Teluk Mengkudu, Kapten Inf Rohani, Danramil 07 Perbaungan, Kap. Inf. Sucipto, Danramil 10 Sei Rampah, Lettu Inf. M. Arif, Kapolsek Firdaus, AKP Ridwan,S.H, Personil TNI Kodim 0204/DS sebanyak 82 Personil dan Personil Polri Polres Serdang Bedagai sebanyak 75 Personil.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum diwakili Kabag Ops Polres Sergai, Kompol Sofyan,S.H dalam arahan mengatakan bahwa kita akan melakukan Pengamanan Raja & Ratu Belanda yang akan melintas di Wilayah Hukum Polres Sergai untuk menuju ke Bandara Kualanamu Internasional Airport hari Kamis (12/03/2020)

"Setiap personil bertanggung jawab atas Pengamanan Di Objeknya dan 
lakukan Pengamanan Sesuai SOP dengan membelakangi Objek yang diamankan,"kata Kabag Ops Kompol Sofyan SH

Ia menambahkan, Setiap personil harus peduli dengan Lingkungan Objek Pengamanan jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan akan  kita lakukan Gladi untuk pelaksanaan pengamanan Raja dan Ratu Belanda,"Ungkap Kapolres Sergai diwakili Kabag Ops Kompol Sofyan SH. (RH)

Rabu, 09 Oktober 2019

Gubernur Sulsel Akan Kerjasama dengan University of Tasmania melalui The Institute for Marine and Antarctic Studies Terkait SDA Kelautan dan Perikanan Sulsel


SIGAPNEWS.COM, Tasmania - Pemerintah Sulsel akan menjalin kerjasama dengan University of Tasmania melalui The Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS). Kerjasama ini dalam bentuk riset dan kajian untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Sulsel.

IMAS dikenal sebagai institut yang sukses melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya maritim di Australia.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Prof. HM Nurdin Abdullah dan rombongan di kampus IMAS, Rabu 9 Oktober 2019, Excecutive Director IMAS Mr. Terry Bailey, menjelaskan, kampus mereka masuk ranking keempat di dunia dan tingkat pertama di Australia dalam bidang perikanan, budidaya ikan, dan kelautan. 

"Hasil penelitian diserahkan ke pemerintah dan pemerintah membuat kebijakan berdasarkan hasil riset," jelas Bailey.

Berdasarkan hasil riset IMAS, kini pihak swasta di Tasmania telah sukses mengembangkan budidaya ikan salmon di air tawar.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah mengatakan, Sulsel memiliki potensi perikanan dan kelautan yang bisa dikerjasamakan.

"Saya minta IMAS menjalin kolaborasi dengan pemerintah Sulsel dan Unhas dalam bidang penelitian dan budidaya ikan," jelas Nurdin Abdullah. 

Pada kunjungan ini, rombongan dipimpin oleh Nurdin Abdullah didampingi Konsulat Australia di Makassar, Aron Corbett.

Selain jalin kerjasama dalam bidang perikanan, Gubernur juga meminta IMAS melakukan riset dan untuk pengembangan dua sektor lain yang potensial di Sulsel.

"Saya minta IMAS melakukan riset untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan," jelasnya.

Menurut Nurdin, harus ada langkah yang terukur untuk menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan untuk menutupi kebutuhan nasional dan bahkan kebutuhan dunia.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Nurdin Abdullah akan mengirim beberapa staf dari Pemprov Sulsel yang memiliki disiplin ilmu dan kemampuan memadai dalam penelitian untuk belajar di IMAS.

"Harus dari staf Pemprov supaya program ini jalan," jelas Nurdin Abdullah usai pertemuan dengan Terry dan timnya.

Menanggapi pernyataan Nurdin Abdullah, Terry Bailey, mengaku siap bekerjasama dengan Pemerintah Sulsel dalam penelitian dan kajian untuk pengembangan sumber daya yang tersedia di Sulsel.

Terry Bailey didampingi Mr Peter Craven, Chairmen Tasmanian Chairman Australia Indonesia Business Counsil; Mr Cameron Parsons, Acting Director Global Engagement; Prof Ted Lefroy, Acting Directur Tasmanian Instutute of Agriculture, Dr Quinn Fitzgibbon, Senior Research Fellow IMAS. 

Dinyatakan juga, bahwa Terry dan timnya siap ke Makassar dalam waktu dekat untuk merealisasikan program yang ditawarkan Gubernur Sulsel.(*)

Selasa, 08 Oktober 2019

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah : Pemerintah Tasmania dan University of Tasmanian Telah Melakukan Sinergitas Kembangkan Ekonomi Masyarakat


SIGAPNEWS.COM, Tasmania - Pemerintah Negara Bagian Tasmania, Australia menyiapkan lahan 54 hektare sebagai tempat untuk implementasi hasil penelitian para dosen University of Tasmania.

Lahan sebanyak itu dimiliki bersama pemerintah dan kampus dengan komposisi saham masing-masing 50 persen. Di lahan ini kebanyakan ditanam pakan ternak untuk mendukung sektor utama penghasilan negara bagian di Kepulauan Tasmania itu, peternakan. 

Pemerintah dan masyarakat Negara Bagian Tasmania mengembangkan peternakan sapi dan domba. Di daerah ini terdapat industri susu segar dan keju dengan bahan baku susu sapi. Di pinggir jalan yang dilalui, kita hanya lihat hamparan rumput yang di tengah-tengahnya ada pengembalaan sapi atau domba.

Dosen peneliti University of Tasmania yang juga penanggungjawan Tasmanian Institute of Agriculture (TIA), Doug Clark, menjelaskan semua hasil penelitian tentang pertanian dari para dosen di Universitu of Tasmania diimplementasi pada lahan 54 hektare itu. 

"Sebelum dilepas ke masyarakat umum hasil penelitian dan temuan para dosen diujicoba di kahan ini," jelasnya kepada Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah yang melakukan kunjungan kerja ke Tasmania.

Kunjungan kerja Gubernur Sulsel ke Australia dan Tasmania atas undangan Pemerintah Australia melalui Konjen di Makassar. Konsul Australia di Makassar Aron Corbett terus mendampingi rombongan Nurdin Abdullah dalam kunjungan kerja ini.

Menurut Clark, para dosen di University of Tasmania terus melakukan inovasi untuk mendukung program pemerintah dan para petani. "Kalau masyarakat dan pengusaha ada punya bibit, kami Uji coba di lahan ini dengan tujuan menghasilkan bibit-bibit yang unggul," sebutnya. 

Hamparan lahan 54 hektare itu  dikembangkan aneka macam rumput, untuk pakan sapi dan domba. Laboratorium pertanian ini hanya menggunakan empat orang tenaga kerja. 

Semuanya dilakukan dengan mekanisasi. Penyiraman dilakukan dengan pompanisasi air yang tersedia pada dam penampungan yang ada di tengah-tengah perkebunan. 

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Pemerintah Tasmania dan University of Tasmanian telah melakukan sinergitas untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

"Inilah yang selalu saya jelaskan tripelhelix. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan pengusaha," katanya.

Di Tasmania, jelas Nurdin Abdullah, kebijakan pemerintah untuk pengembangan sektor ekonomi selalu didasarkan pada hasil riset.

 "Ini yang kita lakukan di Bantaeng dulu. Dapurnya pemerintah ada di perguruan tinggi," tegasnya.

Di Tasmania pemerintah mengembangkan peternakan karena potensinya mendukung. "Potensi kita di Sulsel sektor pertanian dan perikanan. Kita akan ajak kampus untuk melakukan konsentrasi penelitian sektor pertanian dan perikanan ini," jelas Nurdin Abdullah.(*). 
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved