-->

Kamis, 23 Juli 2020

Sosialisasi Konstratani di Kab.Gowa, Kepala BBPP Batangkaluku Harap Optimalisasi Fungsi BPP



Sigapnews.com, Gowa (Sulsel), - Kementerian Pertanian meningkatkan tugas, fungsi dan peran BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) di tingkat kecamatan sebagai KostraTani, dengan memberi peluang menjadi BPP model sesuai syarat dan ketentuan. 

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi KOSTRATANI di BPP Bonto-Bonto, Kab. Gowa, Prov. Sulawesi Selatan. Hadir dalam kegiatan sosialisasi Kostratani adalah Kepala BBPP Batangkaluku, Kepala Dinas TPH Kab. Gowa,  Camat Bontomanai, dan Dinas Pertanian Provinsi Selatan. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Dr. Sabir, S.Pt., M.Si menjelaskan bahwa peran Kostratani diantaranya adalah : 1) pusat data dan informasi, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian, 3) pusat pembelajaran, 4) pusat konsultasi agribisnis dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan.

"Pusat data artinya di tingkat BPP sudah harus tersedia data yang bisa diinput dan terintegrasi dengan agriculture war room (AWR) dan Agricutural Operation Room (AOR). Pusat pembelajaran, artinya di BPP harus memiliki demplot sebagai pembelajaran. Pusat pergerakan pembangunan pertanian, artinya SDM yang ada harus mampu mengawal program pertanian. Pusat Konsultasi, oleh karenanya SDM BPP khusunya penyuluh harus bisa berperan sebagai konsultan. Untuk bisa berperan sebagai konsultan, penyuluh harus memiliki keahlian," jelas Sabir. 


Lebih lanjut Sabir menjelaskan bahwa Agribisnis dibangun diatas empat subsistem,  diantaranya adalah subsistem agroinput, agroproduksi, agroprosesing, agroniaga ditambah subsistem penunjang seperti jasa angkutan, dan permodalan. Olehnya itu, maka setiap penyuluh dituntut agar memahami sistem agribisnis dari hulu sampai hilir.

Saat ini terdapat 50 BPP model yang menjadi binaan BPPSDMP yang melaksanakan fungsi penyuluhan pertanian selaras era 4.0 dan terus membuka peluang BPP lain menjadi KostraTani.

Dari 50 BPP model Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) yang  menjadi tanggung jawab BBPP Batangkaluku adalah BPP Bonto-Bonto dan BPP Galesong.

Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa semua insan pertanian harus all out dalam membangun pertanian. "Kita semua harus All out dalam membangun pertanian demi kebutuhan pangan 267 juta  masyarakat Indonesia. Kementan membuka peluang pengembangan BPP model menjadi Kostratani. Syarat utama, lokasi dekat kantor UPT Kementan, karena wajib intensif komunikasi dan intensif pelatihan. Harus ada listrik, jaringan internet dan komputer," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference di Jakarta, Rabu (22/7).

"Syarat lain calon BPP model, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi sehingga dapat dilaporkan ke AWR Kementan. Dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota juga sangat penting," kata Dedi Nursyamsi.

KostraTani yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

KostraTani ideal, katanya, didukung data dan informasi di BPP misalnya data luas tambah tanam, data panen, dan data lain. Ada program utama dari 11 unit kerja eselon satu Kementan, terkoneksi dengan AWR Kementan, termasuk laporan-laporan kegiatan di BPP.

Menanggapi arahan Kepala BPPSDM Kementan, Kepala Dinas TPH Kab. Gowa Sugeng Priyatno mengapresiasi Kementan memilih BPP Bonto-Bonto sebagai BPP Model. "Kami sangat berterimakasih dengan dijadikannya BPP Bonto-Bonto sebagai BPP Model dan semoga kedepannya semakin banyak lagi BPP di Kabupaten Gowa yang dijadikan BPP Model," ungkap Sugeng.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Rabu, 22 Juli 2020

PDAM Gowa Lanjutkan Pemasangan Gratis Untuk 1.115 MBR



Gowa, Sigapnews.com, - Perusahaan Daerah air minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa kembali memberikan  kemudahan bagi warga yang kurang mampu yang masuk dalam kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menjadi pelanggan.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal mengatakan program pemasangan sambungan baru ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau warga yang tergolong kurang  mampu.

“Untuk program ini kita memang tidak memberikan beban kepada masyarakat dengan menggratiskan biaya  pemasangan barunya. Namun, syaratnya harus warga yang tergolong kurang mampu dari segi penghasilan,” kata  Hasanuddin Kamal, Rabu (22/7/2020).

Ia menjelaskan, program yang bersentuhan dengan masyarakat berpenghasilan rendah ini sudah berjalan sejak awal bulan Juli ini dan diupayakan akan rampung pada Agustus mendatang.

“Saat ini sudah ada 40 persen yang terealisasi, insya Allah Agustus sudah rampung semua,”ucapnya.

Adapun jumlah masyarakat penerima pemasangan sambungan secara gratis ini, kata H Hasanuddin Kamal, itu berjumlah 1.015 KK yang tersebar di beberapa Kecamatan yang ada di kabupaten Gowa.

“Sebenarnya yang kita usulkan ke kementerian PUPR itu ada 1.050, namun yang diterima hanya 1.015 KK. Program ini sudah kita lakukan sejak 2017 lalu,” sambungnya.

Diketahui, program pemasangan baru secara gratis dari PDAM Gowa ini ditujukan kepada masyarakat yang  tergolong kurang mampu agar dapat menikmati sarana air bersih untuk dikomsumsi
(Rilis GoWa-MO). 

Senin, 20 Juli 2020

Pelayanan Disdukcapil Gowa Menuai Kritikan




Gowa, Sigapnews.com, - Diduga Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tidak profesional dan tidak proporsional dalam memberikan pelayanan prima, karena memiliki data yang kurang bahkan tidak akurat, malahan sangat menyusahkan warga masyarakat yang butuh pelayanan, Sungguminasa, Senin (20/7). 

Sejumlah warga yang berkepentingan untuk mengurus dokumen kependudukan hanya bisa mengeluh dan terpaksa pulang dengan wajah kecewa.

Hal ini memantik serta memicu awak media untuk melakukan pemantauan. Diduga kalau sistem pengurusan di Disdukcapil Gowa masih kurang relevan dengan muara profesionalismenya, seolah sistem online dijalankan tidak sesuai prosedural, bahkan hanya menambah beban masyarakat saat melakukan pengurusan data.

Salah seorang warga masyarakat Gowa yang berinisial An 25 tahun, saat melakukan pengurusan di kantor Disdukcapil gowa, mendapat pelayanan yang sangat tidak menyenangkan. Pasalnya, surat keterangan (Suket) yang produk dari kantor Disdukcapil Gowa, diantarkan ke petugas loket untuk mendapatkan KTP asli.

"Pada saat saya hendak mengambil KTP tersebut, Sekretaris Disdukcapil (Sekdis)  mengatakan, maaf pak, tidak boleh kalau bukan suket aslinya. Ini karena saat itu, saya hanya memperlihatkan melalui WA lewat sebuah handphone saja," jelas An menirukan perkataan Sekdis Dukcapil.
 
An menambahkan, dirinya kembali pulang dan mengambil suket asli tersebut, yang di peroleh dari pemiliknya, karena pemilik Suket asli saat itu tidak dapat hadir terkait kondisi Keluarganya lagi sakit.

Lanjutnya, setelah dia tiba kembali  di kantor Disdukcapil Gowa, Sekdis Edy Sucipto saat ditemui, masih tidak memberi KTP tersebut dengan alasan harus bersama pemilik, paling tidak, salah satu yang ada namanya tertera di Kartu keluarga (KK).

Di tempat terpisah, Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Wartawan Indonesia (AWPI) Sulsel Hariadi Daeng Talli mengatakan, sangat jelas bahwa aturan ini sangat miris dan tidak manusiawi , karena aturan yang dibuat seolah menyulitkan pengguna KTP.  

"Bagaimana jadinya kalau pihak keluarga yang ada di KK, sementara keluarganya semua berada diluar daerah, tentu kasus seperti ini sangat menyulitkan dan kemungkinan besar yang bersangkutan tidak dapat memiliki KTP, di saat pemiliknya lagi sakit dan KTP tersebut harus digunakan jika rumah sakit memerlukan saat itu," urai Daeng Talli, di Kantor Sekretariat DPD AWPI, Jalan Mangka Daeng Bombong, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Senin (20/7).

Diuraikannya, tentu kasus tersebut sangat menyulitkan pemohon E- KTP disebabkan tidak adanya kebijakan perihal pengguna E-KTP, lagi dalam kondisi sakit dan minta untuk dapat terwakili.

"Saya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya bapak Bupati Gowa, Pak Adnan Purichta Ichsan untuk segera mengambil sikap terkait kasus ini," harapnya.

Minggu, 19 Juli 2020

Giat Musda I PTRTU DPD Sulsel



Gowa,  Sigapnews.com, - Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I  Persatuan Tekhnisi Refrigrasi dan Tata Udara (PTRTU) DPD Sulsel, di sekertariat di jalan Minasaupa blok f20/12

Ketua PTRTU DPD Sulsel, Muhammad Rusdi Hamid mengatakan asosiasi ini telah kurang lebih 2 tahun hadir dan berkiprah di Sulsel. Adapun tujuan dari eksistensinya, salah satunya adalah menciptakan lapangan kerja untuk meminimalisir pengangguran di daerah ini.

Menurutnya, umumnya diantara semua anggota yang masuk dalam asosiasi ini telah mempunyai sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bidang Air Conditioner (AC). Sekiranya, katanya, ada yang masuk menjadi anggota dan belum mempunyai keahlian tentang teknisi AC, maka akan dilakukan bimbingan terhadap anggota tersebut.

Dalam Musda ini, dirinya pun memaparkan akan melakukan rutinitas Bakti Sosial (Baksos) cleaning AC di tempat-tempat ibadah.

"Selain Baksos, maka kami juga akan melakukan program kerja pelatihan, training sekaligus pembinaan untuk perkenalan dunia Heating Ventilation Air Conditioner ( HVAC) bagi remaja putus sekolah. Juga, bagi mereka yang belum punya pekerjaan, agar bisa dilatih menjadi teknisi AC," urai Muhammad Rusdi Hamid, Sekretariat PTRTU, Perumahan Minada Upa Blok F 20 / 12, Minggu (19/7).

Diuraikannya, pelaksanaan pelatihan tersebut dilakukan secara gratis. Dirinya juga berharap agar ke depannya pemerintah setempat dapat menyupport kegiatan yang positif ini.

"Tiap pelatihan yang kami lakukan itu secara gratis," jelasnya.

Sekadar diketahui, turut hadir dalam giat ini, yakni: DPD Makassar, DPC Gowa, DPC Maros, DPC Bone, DPC Je'neponto dan DPC Barru.

Pengurus PTRTU DPD SULSEL
ketua : Muhammad Rusdi Hamid
Wakil ketua : Hamka
Penasehat 1: Herry Rotikan
Penasehat 2: Radjab
HUMAS : 1. Anwar Kamran
                  2. Indra syarif

(SR)

Jumat, 17 Juli 2020

Ini Cara Membuat SIM Baru dan Perpanjangan di Satuan Lantas Polres Gowa di Masa Kebiasaan Baru



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, -Dalam masa kebiasaan baru dan anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan Sat Lantas Polres Gowa Tetap membuka unit pelayanan SIM baru dan Perpanjangan Jum'at 17/07/2020.

Ipda Ardiansyah mengungkapkan kami tetap beroperasi melayani masyarakat yang hendak membuat SIM baru dan SIM perpanjangan dengan Aturan Sebagai berikut :

1. Untuk pelayanan SIM,
setiap peralatan sarana dan prasarana akan di lakukan proses penyemprotan secara rutin dan berkala sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19.

2. Mengatur posisi antrian Pemohon SIM.
3.Operasional pelayanan SIM Senin s/d Jum'at Pukul 08.00 wita - 13.00 wita
4. untuk Hari Sabtu pukul 08.00 wita s/d 12.00 wita.

Aturan untuk pemohon SIM

1. Pemohon wajib menggunakan masker
2. Mencuci tangan sebelum masuk loket pelayanan SIM
3. Pemeriksaan suhu tubuh
4. Phisical distancing

Selain itu si pemohon SIM wajib menggunakan Handsanitizer yang telah di siapkan oleh petugas setelah menggunakan benda seperti kertas, pulpen, tempat duduk antrian dll.

Di ruang yang berbeda Kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari SH hal tersebut kami lakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19 di kabupaten Gowa serta sebagai pelayanan prima terhadap pemohon SIM, dengan menghadirkan ruang pelayanan yang bersih, sehat dan steril kita dapat menekan angka penularan Covid 19, tutup Kasat Lantas Polres Gowa.

Kamis, 16 Juli 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Diskusi Bertajuk Teknologi Penggorengan Hampa Udara



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, - Kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, tetap produktif di tengan pandemi Covid-19. Kegiatan DIDESAKU (Diskusi Dengan Widyaiswara Batangkaluku) merupakan salah satu wujud nyata bahwa sektor pertanian tidak pernah berhenti, terutama dalam memberikan pelayanan pelatihan kepada insan pertanian walaupun secara virtual.

Kegiatan DIDESAKU (Diskusi Dengan Widyaiswara Batangkaluku) pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 bertema Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Dr. Sabir, S.Pt., M.Si, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, A. Amal Hayat M, SP., M.Si.

Materi DIDESAKU pada kesempatan ini dibawakan oleh Widyaiswara Ahli Muda Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Hari Ismanto, STP.

Hari Ismanto memberikan Materi tentang Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) merupakan salah satu solusi pada saat terjadi panen raya buah, sayur atau produk perikanan. Pada saat panen raya, biasa terjadi harga jual di tingkat petani menurun drastis.

Dijelaskan bahwa, "Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) merupakan salah satu cara untuk memproduksi makanan yang sehat dan bermutu tinggi.

"Pada mesin Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) ini bekerja pada suhu dan tekanan rendah, yang artinya produk yang diproses atau digoreng menggunakan alat tersebut utamanya produk pertanian yang peka terhadap panas, akan menjadi renyah dengan rasa, begitupun aroma dan warna tidak jauh berbeda dengan bahan aslinya.

Dikatakannya bahwa "Penggorengan vakum memiliki beberapa keuntungan, diantaranya : mengurangi kadar minyak dalam produk gorengan, mempertahankan warna alami dan rasa (lebih baik daripada penggorengan konvensional), dan  mengurangi efek negatif dari kualitas minyak. Terang Hari Irwanto.

"Beberapa komoditi pertanian yang cocok diproses dengan teknologi penggorengan hampa antara lain (1) buah : nangka, nanas, salak, apel, durian, melon, dll (2) sayur : wortel, jamur, kacang panjang, bawang dll, (3) seafood : ikan tuna, teri, udang".

"Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) diharapkan dapat diterapkan pada wilayah dengan komoditas-komoditas lokalitas yang melimpah, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian tersebut.

"Dengan demikian diharapkan pula dapat memunculkan UMKM baru pada sentra-sentra produk pertanian. (Al-Az). 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved