-->

Rabu, 29 Juli 2026

LSM SIDIK Kawal Proyek Revitalisasi SDN 7 Salotungo Senilai Rp2 Miliar, Tegaskan Pengawasan Demi Kualitas Pekerjaan


Soppeng, Sigapnews.com, Lembaga Swadaya Masyarakat Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (LSM SIDIK) mulai melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi SDN 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng. Proyek yang memiliki nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar tersebut dikerjakan melalui mekanisme swakelola dan menjadi salah satu program peningkatan sarana pendidikan di daerah.

Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, turun langsung ke lokasi proyek untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Menurutnya, pengawasan dilakukan sejak tahap awal pelaksanaan agar pekerjaan berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) serta memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan lapangan, Mahmud mengamati sejumlah pekerjaan awal, di antaranya pemasangan sloof dan pengerjaan rangka baja atap bangunan. Seluruh perkembangan proyek juga didokumentasikan sebagai bahan evaluasi pada monitoring berikutnya.

Mahmud menegaskan bahwa proyek yang menggunakan anggaran negara harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menilai pengawasan sejak dini merupakan langkah penting untuk meminimalkan potensi penyimpangan maupun pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

"Kami turun langsung untuk memastikan revitalisasi SDN 7 Salotungo benar-benar dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang negara justru menghasilkan pekerjaan yang tidak berkualitas," ujar Mahmud Cambang. Rabu (29/7/2026). 

Ia menambahkan, kehadiran LSM SIDIK di lapangan bukan untuk mencari kesalahan pelaksana proyek, melainkan memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai aturan sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, bangunan sekolah yang direvitalisasi harus memiliki kualitas konstruksi yang baik agar aman, kokoh, dan mampu digunakan dalam jangka panjang oleh guru maupun peserta didik.

Mahmud juga menyampaikan bahwa hasil dokumentasi lapangan akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan. Jika dalam proses pengawasan ditemukan pekerjaan yang dinilai belum sesuai dengan ketentuan teknis, pihaknya akan lebih dahulu menyampaikan masukan kepada pelaksana agar dilakukan perbaikan.

"Ini baru tahap awal. Semua item pekerjaan yang kami lihat sudah kami dokumentasikan. Kalau nantinya ada hal-hal yang perlu dibenahi, tentu akan kami komunikasikan dengan pelaksana. Yang kami kawal adalah uang negara, sehingga setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan dengan hasil pekerjaan yang sesuai standar. Tidak boleh ada ruang untuk pekerjaan asal jadi," tegasnya.

LSM SIDIK menyatakan akan terus melakukan pemantauan hingga proyek revitalisasi SDN 7 Salotungo selesai, sebagai bagian dari peran serta masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran publik agar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Terima Kunjungan Forum Ponpes,Bupati Siap Dukung Peringatan Hari Santri 2026



SOPPENG Sigapnews.com Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menerima kunjungan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng di ruang kerjanya, Kantor Bupati Soppeng, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana peringatan Hari Santri yang akan digelar pada 22 Oktober 2026 mendatang.

Rombongan dipimpin Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng, Najamuddin, S.Ag., M.Pd.I., didampingi sejumlah pimpinan pondok pesantren, yakni H. Muh. Taslim Basri Daud, Lc (Pimpinan Ponpes Yasrib Soppeng), H. A. Darwis, S.Ag., M.Ag. (Kementerian Agama Soppeng), KM. Sulaeman, S.Pd.I. (Pimpinan Ponpes Pergi Ganra), serta H. Supriadi, Lc (Wakil Pimpinan DDI Pattojo).

Najamuddin menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Soppeng.

Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Santri. Kami juga berharap Bupati Soppeng dapat hadir pada kegiatan tersebut, ujar Najamuddin

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pengembangan pendidikan pesantren selama ini

Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren di Soppeng. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang, katanya.

Najamuddin menambahkan, peringatan Hari Santri di Kabupaten Soppeng rencananya akan digelar secara bertahap di setiap kecamatan, dengan titik awal kegiatan di Kecamatan Marioriawa

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyambut baik rencana kegiatan itu dan menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pesantren.

Pesantren punya peran besar dalam membentuk anak-anak kita, bukan hanya dari sisi ilmu agama tapi juga akhlaknya. Pemerintah daerah tentu akan terus memberi perhatian agar pesantren di Soppeng bisa berkembang dengan baik, ujar Suwardi.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan undangan secara resmi kepada Bupati Soppeng untuk menghadiri peringatan Hari Santri 2026

(Yund)

Bupati Soppeng Serahkan KUA-PPAS 2027, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,12 Persen di Tengah Tantangan Fiskal




Soppeng Sigapnews.com Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi memasuki tahapan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 dengan penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Senin (29/7/2026).

Penyerahan dokumen anggaran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Soppeng, H. Naspidin, dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD setempat. Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta kepala desa se-Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng memaparkan sejumlah target indikator makro pembangunan Kabupaten Soppeng pada 2027. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 4,83 persen hingga 6,12 persen, dengan tingkat kemiskinan diproyeksikan turun ke angka 5,84-6,19 persen dan tingkat pengangguran terbuka hanya 2,67-2,95 persen.

Sementara itu, PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp82,97 juta hingga Rp83,89 juta, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada rentang 74,75-75,36 poin.

Bupati Suwardi juga memaparkan proyeksi struktur APBD Tahun Anggaran 2027. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp949,88 miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp206,76 miliar dan pendapatan transfer Rp743,12 miliar. Sementara belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp950,67 miliar.

Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp30 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok utang program PEN sebesar Rp20,04 miliar serta pembayaran utang daerah lainnya sebesar Rp9,16 miliar.

Meskipun berbagai indikator menunjukkan tren positif, Bupati Suwardi mengingatkan bahwa tantangan fiskal masih membayangi. Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih relatif tinggi, ruang fiskal daerah terbatas, sementara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik terus meningkat.

Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus melakukan penguatan Pendapatan Asli Daerah, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD dapat berjalan konstruktif, sehingga menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Yund)

Sabtu, 25 Juli 2026

Kejari Soppeng Jadi yang Pertama di Sulsel Jalin Kerja Sama dengan BHP Makassar


Soppeng, Sigapnews.com, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng mencatatkan capaian penting dengan menjadi Kejaksaan Negeri pertama di Sulawesi Selatan yang menjalin kerja sama resmi dengan Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula Kantor BHP Makassar, Jumat (24/7/2026).

Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Soppeng dengan BHP Makassar, khususnya dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pengelolaan harta peninggalan dan penyelamatan aset.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pemberian bantuan hukum, pendampingan hukum, penyelesaian sengketa terkait perwalian dan pengampuan, pengamanan serta penyelamatan aset, hingga pengelolaan harta peninggalan yang tidak terurus. Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen memperkuat tata kelola pengurusan harta peninggalan agar berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepastian hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan hukum kepada masyarakat sekaligus menjaga aset agar tidak menjadi objek penguasaan oleh pihak yang tidak berhak.

"Kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memberikan kepastian hukum. Sebagai Kejaksaan Negeri pertama di Sulawesi Selatan yang menjalin sinergi dengan Balai Harta Peninggalan, kami ingin memastikan tidak ada aset masyarakat maupun negara yang terbengkalai atau dikuasai secara melawan hukum. BHP berperan sebagai pengelola harta peninggalan, sementara Kejaksaan memberikan dukungan hukum melalui kewenangan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara," ujar Kajari Soppeng.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan harta peninggalan yang lebih tertib, aman, dan memberikan perlindungan hukum bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Sementara itu, Kepala Balai Harta Peninggalan Makassar memberikan apresiasi atas inisiatif Kejari Soppeng yang dinilai menjadi pelopor di Sulawesi Selatan. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi Kejaksaan Negeri lainnya dalam membangun sinergi kelembagaan untuk memberikan pelayanan hukum yang lebih efektif.

Melalui kerja sama ini, Kejari Soppeng dan BHP Makassar berkomitmen meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga penyelesaian persoalan hukum di bidang perdata, pengelolaan harta peninggalan, serta perlindungan aset dapat dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Kamis, 23 Juli 2026

Dugaan Pelanggaran Anggota Disorot, Kasat Resnarkoba Polres Gowa Janji Proses Transparan


Gowa, Sigapnews.com, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polresta Gowa, Kompol Ismail, S.H., M.M., menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan anggotanya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap dugaan insiden yang melibatkan dua oknum personel Satresnarkoba Polresta Gowa. Menurut Kompol Ismail, setiap laporan yang diterima akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.

"Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Kompol Ismail.

Ia menjelaskan, penyelesaian secara damai antara pihak-pihak yang berselisih tidak menghentikan proses pemeriksaan internal. Polri tetap berkewajiban melakukan pembinaan, pengawasan, serta penegakan disiplin dan kode etik apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan personel.

Kompol Ismail menegaskan seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan fakta serta alat bukti. Ia juga memastikan tidak ada toleransi terhadap anggota yang terbukti melanggar aturan maupun kode etik profesi.

"Kami mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada institusi Polri menyelesaikan proses klarifikasi dan pemeriksaan secara menyeluruh agar setiap persoalan dapat diputuskan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan respons atas tuntutan Front Aktivis Kerakyatan (FAKTA) Sulawesi Selatan yang meminta Sipropam dan Siwas Polresta Gowa mengusut dugaan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan dua oknum anggota Satresnarkoba terhadap seorang warga sipil. Organisasi tersebut juga mendesak evaluasi terhadap pimpinan Satresnarkoba apabila ditemukan adanya kelalaian dalam melakukan pengawasan terhadap personel.

Kasat Resnarkoba Polresta Gowa memastikan seluruh laporan masyarakat akan ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Red)

Selasa, 21 Juli 2026

Bupati Soppeng Bikin Terobosan, Soppeng Jadi Penerima Program ICARE Rp60 Miliar


Soppeng, Sigapnews.com,– Terobosan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam memperkuat sektor pertanian kembali membuahkan hasil. Kabupaten Soppeng berhasil masuk dalam daftar daerah penerima Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) dengan nilai sekitar Rp60 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat 20 Brigade Pangan Milenial.

Capaian tersebut menjadi angin segar bagi dunia pertanian di Kabupaten Soppeng. Program yang didukung pendanaan Bank Dunia itu merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan petani dan penggunaan teknologi mekanisasi.

Keberhasilan Soppeng memperoleh program tersebut tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI. Proses itu kemudian berlanjut dengan kunjungan Direktur ICARE Bram Kusbiantoro bersama perwakilan Bank Dunia, Mr. Joel, ke Kabupaten Soppeng pada pertengahan Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan verifikasi lapangan terhadap kesiapan lokasi serta calon penerima manfaat. Hasilnya, Soppeng dinyatakan memenuhi kriteria untuk melaksanakan Program ICARE.

Direktur ICARE Bram Kusbiantoro menjelaskan bahwa Program ICARE hanya dijalankan di tiga provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat. Di Sulawesi Selatan sendiri, hanya empat kabupaten yang ditetapkan sebagai penerima, yaitu Soppeng, Gowa, Barru, dan Enrekang.

"Soppeng dinilai memiliki potensi dan kesiapan dalam mengembangkan pertanian modern berbasis korporasi. Karena itu, penguatan Brigade Pangan menjadi salah satu fokus utama program," jelas Bram.

Melalui Program ICARE, sekitar Rp60 miliar akan dialokasikan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern bagi 20 Brigade Pangan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses tanam dan panen, serta mendorong efisiensi usaha tani.

Program kini memasuki tahap sosialisasi ICARE Project Implementation Unit (PIU) yang dilaksanakan Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng.

Dalam sambutan Bupati Soppeng yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah H. Andi Haeruddin, ditegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Soppeng merupakan peluang besar untuk mempercepat transformasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan daya saing hasil pertanian daerah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng juga berkomitmen mengawal pelaksanaan Program ICARE agar tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, mengatakan program akan difokuskan di Kecamatan Lalabata, Ganra, Marioriawa, dan Donri-Donri.

Menurutnya, penerima manfaat diprioritaskan bagi petani milenial berusia maksimal 40 tahun sebagai bagian dari upaya regenerasi petani sekaligus mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu menguasai teknologi modern.

Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026. Kehadiran 20 Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produksi pangan dan percepatan modernisasi pertanian di Kabupaten Soppeng.

Masuknya Program ICARE senilai sekitar Rp60 miliar menjadi salah satu capaian strategis Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng. Selain menghadirkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, program ini juga mempertegas posisi Soppeng sebagai salah satu daerah yang dipercaya mengembangkan pertanian modern di Sulawesi Selatan.

(Yund)

Senin, 20 Juli 2026

Listrik Masuk Sawah Jadi Misi Baru Bupati Soppeng, Jemput Dukungan PLN Demi Produktivitas Petani


Soppeng, Sigapnews.com, Program Listrik Masuk Sawah kini menjadi salah satu fokus baru Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendorong modernisasi sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, program tersebut diproyeksikan menjadi solusi bagi ribuan hektare sawah tadah hujan yang selama ini terkendala keterbatasan akses air.

Keseriusan itu ditunjukkan Bupati Suwardi Haseng dengan menemui langsung General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, Senin (20/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, Suwardi didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan. Turut hadir Manager PLN ULP Pajalesang Muh. Faisal Hasan bersama jajaran PLN.

Pertemuan itu difokuskan pada pembahasan perluasan jaringan listrik menuju kawasan pertanian sebagai fondasi utama pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah. Pemerintah Kabupaten Soppeng menilai, tanpa dukungan jaringan listrik, pemanfaatan pompa air untuk mengalirkan air dari sungai maupun sumur bor tidak dapat berjalan maksimal.

Bupati Suwardi Haseng mengatakan, sebagian besar lahan persawahan di Kabupaten Soppeng masih mengandalkan air hujan. Kondisi tersebut membuat petani menghadapi tantangan setiap kali musim kemarau tiba karena pasokan air menjadi terbatas.

"Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam. Upaya tersebut membutuhkan dukungan jaringan listrik yang memadai. Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap," ujar Suwardi.

Menurutnya, Listrik Masuk Sawah bukan sekadar menghadirkan jaringan listrik hingga ke area pertanian. Program tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan tersedianya listrik, petani dapat memanfaatkan pompa air listrik yang lebih hemat biaya operasional dibandingkan mesin berbahan bakar minyak. Ketersediaan air yang lebih stabil juga akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga lahan yang sebelumnya hanya ditanami saat musim hujan berpotensi menghasilkan panen lebih dari satu kali dalam setahun.

Selain berdampak pada peningkatan produksi pangan, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Soppeng.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran PLN bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng juga membahas kebutuhan pengembangan jaringan distribusi listrik di sejumlah kawasan pertanian yang menjadi prioritas. Langkah ini menjadi tahap awal untuk menyusun skema kolaborasi agar program dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi teknis di lapangan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, Listrik Masuk Sawah bukan hanya proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian daerah. Melalui sinergi dengan PLN, Pemkab optimistis petani akan memiliki akses energi yang lebih baik untuk mendukung produktivitas, mengurangi ketergantungan terhadap musim, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Bumi Latemmamala.

(Yund)

Sabtu, 18 Juli 2026

Nahkoda Baru PBVSI Soppeng, Syahrir Ajak Seluruh Klub Bersatu Kejar Prestasi


Soppeng, Sigapnews.com, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Soppeng resmi memiliki nahkoda baru. Mantan atlet voli andalan Soppeng, Syahrir, S.E., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (MUSKABLUB) yang berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (19/7/2026).

Terpilihnya Syahrir mendapat dukungan penuh dari peserta musyawarah yang dihadiri perwakilan 21 klub voli dari total 30 klub yang diundang. Proses pemilihan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan dengan mengusung tema "PBVSI Soppeng Satu Tekad Menuju Prestasi."

Kepercayaan yang diberikan kepada mantan atlet terbaik Soppeng itu diharapkan menjadi awal kebangkitan bola voli di Bumi Latemmamala. Pengalaman panjang Syahrir sebagai atlet dinilai menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan pembinaan sekaligus menjawab tantangan prestasi olahraga voli di daerah.

Dalam sambutan perdananya usai ditetapkan sebagai ketua, Syahrir menegaskan komitmennya untuk menjadikan PBVSI Soppeng sebagai organisasi yang profesional, terbuka, dan mampu melayani seluruh klub secara adil.

Ia menilai organisasi olahraga tidak hanya bertugas menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga harus menjadi wadah yang mampu membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Organisasi ini harus dikelola dengan terbuka dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Mari tinggalkan perbedaan, kita bersatu lewat semangat gotong royong demi membawa voli Soppeng ke panggung nasional," ujar Syahrir.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Syahrir telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fondasi pengembangan bola voli Soppeng selama empat tahun ke depan.

Fokus pertama adalah membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang mulai dari desa dan kelurahan. Menurutnya, potensi atlet muda tersebar di berbagai wilayah sehingga harus diberikan ruang pembinaan sejak usia dini melalui klub-klub yang aktif.

Ia berencana menghidupkan kembali aktivitas klub di tingkat desa agar menjadi pusat pencarian bibit atlet sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap olahraga bola voli.

Selain pembinaan usia dini, Syahrir juga menargetkan terselenggaranya kompetisi secara rutin setiap tahun. Turnamen lokal dinilai menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas permainan atlet, membangun mental bertanding, sekaligus menjadi ajang evaluasi hasil latihan.

"Kalau kompetisi berjalan rutin, atlet akan terus berkembang. Klub juga memiliki motivasi untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan," katanya.

Tak kalah penting, Syahrir berkomitmen menerapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Seluruh proses administrasi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan program kerja akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh klub anggota.

Menurutnya, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun organisasi olahraga yang sehat dan mampu berkembang.

Syahrir juga menegaskan bahwa prestasi tidak mungkin diraih hanya mengandalkan pengurus PBVSI. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari KONI Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan dukungan terhadap pembinaan atlet, penyediaan sarana latihan, penyelenggaraan kejuaraan, hingga peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan.

MUSKABLUB PBVSI Soppeng turut dihadiri Kepala Dinas PAPORA Kabupaten Soppeng yang mewakili Bupati Soppeng, Sekretaris PBVSI Sulawesi Selatan, Wakil Ketua KONI Soppeng, serta para pengurus dan perwakilan klub voli dari berbagai kecamatan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya harapan terhadap kepengurusan baru agar mampu membawa PBVSI Soppeng lebih maju dan kompetitif.

Dengan latar belakang sebagai mantan atlet yang pernah mengharumkan nama daerah, Syahrir dinilai memahami persoalan yang dihadapi para atlet maupun klub di lapangan. Karena itu, kepemimpinannya diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada pembinaan dan peningkatan prestasi.

Kini, harapan besar tertumpu pada kepengurusan PBVSI Soppeng periode 2026–2030 untuk mengembalikan kejayaan bola voli Kabupaten Soppeng, mencetak atlet-atlet berbakat dari desa-desa, serta membawa nama Bumi Latemmamala bersaing di level provinsi hingga nasional.

(Red)

Rabu, 15 Juli 2026

Dua Siswi SMA Negeri 13 Bone Sabet Medali di POPKAB 2026, Bukti Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone Terus Cetak Atlet Berprestasi


Bone, Sigapnews.com, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda binaan Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Bone 2026 cabang olahraga karate. Dua atlet putri berhasil mempersembahkan medali bagi Kecamatan Tanete Riattang Barat, sekaligus mengharumkan nama SMA Negeri 13 Bone sebagai sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Adalah Nur Adelia yang sukses meraih medali perak (Juara II) pada nomor Kata Perorangan Kadet Putri. Penampilannya yang konsisten sejak babak penyisihan hingga final mampu mengantarkannya menjadi salah satu karateka terbaik pada kategori tersebut.

Sementara itu, rekannya Nur Aqilah juga tampil membanggakan dengan meraih medali perunggu (Juara III) pada nomor Kumite Kadet Putri +54 Kg. Semangat juang dan determinasi tinggi yang ditunjukkannya di setiap pertandingan menjadi modal penting hingga berhasil naik podium.

Keberhasilan kedua atlet tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone terus menunjukkan hasil positif. Melalui latihan yang rutin, disiplin, dan berkesinambungan, dojo ini kembali membuktikan kemampuannya dalam melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing pada ajang olahraga tingkat kabupaten.

Pelatih Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone, Senpai Muldiyana, mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan buah dari kerja keras para atlet selama menjalani proses latihan.

"Teruslah mengasah kemampuan dan jangan cepat berpuas diri. Prestasi hari ini adalah awal dari perjalanan menuju pencapaian yang lebih tinggi. Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone akan terus berkomitmen melahirkan bibit-bibit atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan," ujar Senpai Muldiyana, Rabu (15/7/2026).

Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dengan disiplin, menjaga sportivitas, dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.

Prestasi Nur Adelia dan Nur Aqilah tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan dojo, tetapi juga membawa nama baik SMA Negeri 13 Bone. Sebagai pelajar yang mampu menyeimbangkan pendidikan dan prestasi olahraga, keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi di bidang akademik maupun nonakademik.

Kontribusi kedua atlet tersebut juga memberikan dampak positif bagi kontingen Kecamatan Tanete Riattang Barat, yang berhasil meraih predikat Juara Umum III pada cabang olahraga karate di POPKAB Bone 2026. Raihan tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama antara atlet, pelatih, pemerintah kecamatan, dan seluruh pihak terkait mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Dukungan penuh turut diberikan oleh Camat Tanete Riattang Barat yang hadir langsung di arena pertandingan. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi para atlet yang sedang berjuang mengharumkan nama kecamatan. Camat menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, orang tua, dan pihak sekolah atas dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama mengikuti kejuaraan.

Ajang POPKAB Bone sendiri merupakan salah satu kompetisi olahraga pelajar bergengsi di Kabupaten Bone yang menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial untuk dipersiapkan menuju kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.

Dengan capaian dua medali pada POPKAB Bone 2026, eksistensi Dojo INKANAS BPI BRIMOB Bone semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat pembinaan karate yang konsisten melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Diharapkan, prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar di tingkat provinsi hingga nasional serta memotivasi generasi muda Bone untuk terus berprestasi melalui olahraga.

(Red)

Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi, Digitalisasi, dan Fokus pada Mutu Belajar dalam Forum K3SD Lalabata


Soppeng, Sigapnews.news, Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Lalabata yang digelar di SDN 5 Mattiropole, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum penyampaian sejumlah arah kebijakan pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alim menyoroti keikutsertaan perdana Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng dalam forum K3SD. Menurutnya, kehadiran SRT menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman antarsatuan pendidikan.

"Semakin banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman, semakin besar peluang kita meningkatkan mutu pendidikan bersama," ujarnya.

Dr. Nur Alim juga meluruskan persepsi terkait penerapan sistem absensi digital SETARA. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut bukan bertujuan mempersulit guru maupun aparatur sipil negara (ASN), melainkan untuk membangun budaya disiplin serta memastikan efektivitas waktu kerja.

Selain itu, ia menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Menurutnya, pemanfaatan laptop dan berbagai perangkat teknologi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar sekolah mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Nur Alim mengajak seluruh sekolah membenahi lingkungan masing-masing, mulai dari membersihkan halaman, memperbaiki pagar, hingga menata taman demi menciptakan suasana belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkarnain, mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi hingga melupakan esensi pendidikan.

"Saat ini tantangan pendidikan bukan lagi kekurangan aturan, tetapi bagaimana memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak," katanya.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, serta perubahan karakter peserta didik menuntut para kepala sekolah untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.

Andi Zulkarnain juga mendorong K3SD menjadi wadah berbagi praktik-praktik baik antarsekolah, bukan sekadar forum penyampaian informasi.

"Tidak ada sekolah yang sempurna. Tetapi setiap sekolah pasti memiliki praktik baik. K3SD harus menjadi tempat saling belajar, bukan sekadar tempat menyampaikan informasi," ujarnya.

Menutup penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya rapat atau laporan administrasi, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan peserta didik.

"Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat atau laporan yang disusun, tetapi ketika anak-anak pulang dari sekolah membawa ilmu, karakter yang baik, dan semangat untuk terus belajar. Itulah tujuan utama pendidikan," pungkasnya.

(Yund)

Selasa, 14 Juli 2026

Kepala Bank Sulselbar Soppeng Besuk Istri Andi Mull Makmun di RSUD Latemmamala, Wujud Nyata Kepedulian dan Eratnya Ikatan Kekeluargaan


Soppeng, Sigapnews.com,– Di tengah padatnya aktivitas memimpin Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Kepala Cabang Bank Sulselbar Soppeng, Andi Yusri Nur Alam, yang akrab disapa Andi Riri, menyempatkan diri mengunjungi Hj. Andi Herawati Tahir, istri dari tokoh pers Soppeng sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng dan Pendiri Pena Jurnalis Nusantara (PJN), Andi Mull Makmun, yang saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng, Selasa (14/7).

Kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk silaturahmi, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian dan nilai-nilai kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan salah satu lembaga perbankan daerah.

Dalam kesempatan itu, Andi Yusri Nur Alam hadir bersama sejumlah anggota keluarga besarnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga pasien yang telah beberapa hari mendampingi Hj. Andi Herawati selama menjalani perawatan medis.

Suasana penuh keakraban tampak menyelimuti ruang perawatan. Selain memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga, rombongan juga memanjatkan doa bersama agar Hj. Andi Herawati segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.

Kedatangan Andi Yusri memiliki makna tersendiri. Diketahui, hubungan antara dirinya dengan Hj. Andi Herawati bukan hanya sebatas hubungan pertemanan, melainkan juga masih memiliki ikatan keluarga yang cukup dekat. Hubungan kekeluargaan tersebut menjadi salah satu alasan kuat untuk hadir memberikan dukungan secara langsung.

Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Soppeng. Di tengah berbagai kesibukan dan tuntutan pekerjaan, perhatian terhadap keluarga yang sedang menghadapi cobaan tetap menjadi prioritas.

Bagi keluarga pasien, kunjungan tersebut menjadi penyemangat yang sangat berarti. Kehadiran sanak keluarga diyakini mampu memberikan energi positif bagi pasien untuk tetap optimistis menjalani masa perawatan.

Andi Mull Makmun menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Andi Yusri Nur Alam bersama keluarga besarnya. Menurutnya, dukungan yang datang dari keluarga dan sahabat merupakan kekuatan besar yang membantu mereka menghadapi situasi tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Andi Yusri Nur Alam beserta keluarga yang telah meluangkan waktu untuk datang membesuk dan memberikan doa. Perhatian seperti ini memiliki arti yang sangat besar bagi kami. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah SWT dan silaturahmi keluarga senantiasa terjaga," ujar Andi Mull Makmun.

Ia menambahkan bahwa perhatian yang diberikan menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan tidak hanya terjalin dalam suasana suka, tetapi juga semakin kuat ketika salah satu anggota keluarga sedang menghadapi ujian.

Kunjungan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan sebelum akhirnya rombongan berpamitan setelah memberikan semangat kepada Hj. Andi Herawati beserta keluarga yang mendampingi.

Momen itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya diwujudkan melalui capaian profesional di lingkungan kerja, tetapi juga melalui kepedulian, empati, dan kemampuan menjaga hubungan sosial yang harmonis dengan keluarga maupun masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Yund)

Kepala MAN 1 Soppeng Jenguk Istri Sahabat di RSUD Latemmamala, Pimpin Doa Kesembuhan


Soppeng, Sigapnews.com,– Di tengah kesibukannya memimpin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menunjukkan kepedulian dan empati dengan menjenguk Hj. Herawati Tahir, istri dari sahabatnya, Andi Mull Makmun, yang sedang menjalani perawatan di RSUD Latemmamala Soppeng, Selasa malam (14/07/2026).

Dr. Musmuliadi yang akrab disapa Ustadz Musmuliadi datang langsung ke ruang perawatan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga. Mengenakan kopiah yang menjadi ciri khasnya, ia memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar Hj. Herawati segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.

Suasana ruang perawatan pun berlangsung khidmat saat doa dipanjatkan, menghadirkan ketenangan dan harapan bagi keluarga yang mendampingi pasien.

Persahabatan antara Dr. Musmuliadi dan Andi Mull Makmun telah terjalin sejak lama. Keduanya dikenal memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung dalam berbagai kesempatan.

Andi Mull Makmun, yang dikenal sebagai tokoh pers, pemilik media sulselinfo.com, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng, sekaligus pendiri dan Ketua Pena Jurnalis Nusantara (PJI), menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan sahabatnya tersebut.

"Kehadiran beliau di saat seperti ini menjadi penyemangat yang sangat berarti bagi kami sekeluarga. Beliau bukan hanya seorang pimpinan dan tokoh agama, tetapi juga sahabat yang selalu hadir memberikan dukungan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa dan kepedulian beliau," ujar Andi Mull Makmun.

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata nilai-nilai persaudaraan dan silaturahmi, sekaligus mengingatkan pentingnya saling menguatkan dan mendoakan ketika menghadapi ujian kehidupan.

(Yund)

Senin, 13 Juli 2026

Hari Pertama Sekolah, Wakil Bupati Soppeng Beri Semangat Siswa di Desa Goarie


Soppeng, Sigapnews.com,– Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, mengawali tahun ajaran baru dengan mengunjungi salah satu sekolah di Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Senin (13/7/2026). Kehadirannya pada hari pertama masuk sekolah disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan para siswa.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap dunia pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta didik agar memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan optimisme.

Dalam arahannya, Selle KS Dalle mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

"Hari ini kita kembali membuka lembaran baru. Jadikan setiap hari di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan meraih cita-cita yang lebih tinggi," ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter sebagai fondasi utama menuju kesuksesan.

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati turut didampingi oleh salah seorang kepala dusun di Desa Goarie yang juga merupakan imam masjid di lingkungan sekitar sekolah. Kehadiran tokoh masyarakat tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda.

Tak hanya menyapa para siswa, Selle KS Dalle juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang kembali menjalankan tugas mendidik pada awal tahun ajaran baru.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, hingga masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh guru yang terus mengabdikan diri mendidik anak-anak kita. Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap lahir generasi Soppeng yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," katanya.

Suasana penuh keakraban tampak selama kunjungan berlangsung. Para siswa terlihat antusias mengikuti arahan dan motivasi yang disampaikan Wakil Bupati, sementara para guru menyambut baik perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah untuk memulai proses belajar mengajar dengan penuh semangat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle Takziah ke Rumah Duka Ramlan Kadir, Wujudkan Kepedulian dan Empati kepada Masyarakat


Soppeng, Sigapnews.com,– Komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle. Di sela-sela padatnya agenda pemerintahan, ia menyempatkan diri melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Ramlan Kadir, alumni SMAN 1 Soppeng Angkatan 1990, yang beralamat di Ujung, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, tepatnya di depan SMP Negeri 2 Soppeng, Senin (13/7/2026).

Kedatangan Wakil Bupati disambut langsung oleh Lurah Lemba, Andi Dewa Lestari, S.IP., bersama keluarga besar almarhum serta para pelayat yang telah lebih dahulu memenuhi rumah duka. Suasana haru tampak menyelimuti lokasi saat Selle KS Dalle menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati tampak berbincang dengan keluarga almarhum sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap tabah menghadapi musibah. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang mengalami masa kehilangan.

Turut hadir dalam takziah itu Kepala Desa Paroto, Makmur, bersama sejumlah tokoh masyarakat, kerabat, sahabat almarhum, serta warga sekitar yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan masih kuatnya nilai gotong royong, persaudaraan, dan solidaritas sosial yang menjadi karakter masyarakat Kabupaten Soppeng.

Di hadapan para pelayat, Ir. Selle KS Dalle mengajak seluruh masyarakat menjadikan setiap musibah sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Menurutnya, takziah bukan sekadar tradisi sosial, melainkan juga bentuk kepedulian, silaturahmi, sekaligus momentum untuk saling menguatkan di tengah ujian.

"Di setiap rumah duka, kita diingatkan bahwa hidup hanyalah persinggahan. Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan waktunya dipanggil menghadap Sang Pencipta. Karena itu, mari kita senantiasa memperbanyak amal kebaikan dan menjaga silaturahmi. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum, melapangkan kuburnya, serta memberikan kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ujar Selle KS Dalle.

Ucapan belasungkawa tersebut diamini oleh seluruh pelayat yang hadir. Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa ketika para pelayat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Bagi keluarga besar almarhum, kehadiran Wakil Bupati menjadi perhatian yang sangat berarti. Mereka mengaku merasa terhibur dan mendapatkan kekuatan moril karena di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, pimpinan daerah masih meluangkan waktu untuk hadir secara langsung menyampaikan belasungkawa.

Keluarga almarhum pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Wakil Bupati Soppeng beserta rombongan yang telah datang bertakziah. Menurut mereka, perhatian yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam urusan pembangunan, tetapi juga dalam momentum kemanusiaan yang dirasakan masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati di rumah duka juga menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Di berbagai kesempatan, jajaran pemerintah daerah terus berupaya hadir tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi juga ketika warga menghadapi musibah maupun kesulitan.

Diketahui, pada hari yang sama Ir. Selle KS Dalle melaksanakan takziah di tiga rumah duka yang berbeda di wilayah Kabupaten Soppeng. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus wujud empati kepada masyarakat yang tengah kehilangan anggota keluarga tercinta.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi saling menguatkan ketika ada warga yang berduka merupakan warisan budaya yang hingga kini tetap hidup dan menjadi kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Soppeng.

Melalui kehadiran secara langsung di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap hubungan antara pemerintah dan warga semakin erat, sehingga semangat kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan dapat terus terjaga dalam setiap kondisi, baik saat masyarakat merasakan kebahagiaan maupun ketika menghadapi duka.

(Yund)

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Minggu, 12 Juli 2026

3 Hari Digembleng, 35 Kader BKPRMI Soppeng Resmi Siap Pimpin Gerakan Dakwah Masjid


Soppeng, Sigapnews.com,– Sebanyak 35 kader muda Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Soppeng resmi menyelesaikan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 setelah menjalani proses pengkaderan intensif selama tiga hari. Kaderisasi yang berlangsung di Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge, Kecamatan Marioriawa, pada 10–12 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis BKPRMI dalam menyiapkan regenerasi pemimpin gerakan dakwah berbasis masjid.

Diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, kegiatan ini mempertemukan peserta dari unsur DPD BKPRMI, utusan DPK BKPRMI se-Kabupaten Soppeng, serta remaja masjid yang diproyeksikan menjadi penggerak organisasi di wilayahnya masing-masing.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi tentang manajemen dakwah dan keorganisasian, tetapi juga ditempa melalui berbagai sesi kepemimpinan, diskusi kelompok, Forum Group Discussion (FGD), simulasi penyusunan program kerja, hingga pembiasaan ibadah berjamaah. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan memimpin organisasi sekaligus menjaga semangat dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dr. Syamsuddin, S.S., M.Si., mengatakan LMD 1 merupakan pintu masuk bagi lahirnya kader-kader yang siap membawa perubahan positif di lingkungan masjid dan masyarakat.

"LMD 1 ini adalah kawah candradimuka bagi pemuda masjid di Soppeng agar siap menghadapi tantangan zaman dengan manajemen dakwah yang modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai Islami," ujar Syamsuddin.

Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan Islam saat ini semakin kompleks. Karena itu, kader BKPRMI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional, menyusun program yang terarah, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan umat.

Ia berharap seluruh alumni LMD 1 menjadi motor penggerak kegiatan masjid yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pembinaan generasi muda, serta mengembangkan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M.. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari meriahnya pelaksanaan kegiatan, melainkan dari sejauh mana alumni mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

"Kami berharap alumni LMD 1 ini langsung mengaktifkan program-program kreatif di masjid masing-masing setelah kembali dari sini. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan kreativitas generasi muda," kata Asri Said.

Ia menambahkan, BKPRMI membutuhkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi dalam dakwah, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan LMD 1 juga datang dari Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Darwis, S.Ag.. Menurutnya, pembinaan pemuda berbasis masjid merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

"Pemerintah sangat mengapresiasi langkah BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembinaan dari perwakilan Polres Soppeng yang memberikan penguatan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menjelang penutupan, panitia melaksanakan evaluasi akhir dan pembaiatan kader sebagai penanda resmi berakhirnya proses LMD 1. Sertifikat kelulusan diserahkan secara simbolis kepada peserta terbaik, sementara BKPRMI Soppeng memberikan plakat penghargaan kepada Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge atas dukungan dan kontribusinya sebagai lokasi penyelenggaraan.

Melalui LMD 1, BKPRMI Kabupaten Soppeng menargetkan lahirnya generasi baru pemimpin masjid yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta semangat dakwah yang inklusif dan adaptif. Ke-35 kader yang telah dinyatakan lulus diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghidupkan masjid melalui program-program pembinaan, pemberdayaan umat, dan aktivitas kepemudaan yang kreatif di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Wastra Soppeng Bersinar di Panggung Nasional, Bupati Suwardi Apresiasi Karya Perajin Daerah


Makassar, Sigapnews.com,– Kebanggaan kembali dirasakan Kabupaten Soppeng. Wastra khas daerah bermotif "Lagosi Caddi Kalong" tampil memikat pada penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Momen istimewa itu berlangsung saat selendang wastra karya perajin Soppeng dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, pada acara penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan HUT Dekranas dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dekranas menjadi wadah penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan Indonesia sekaligus mendorong produk-produk daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, dan craft Otti Dituta. Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya Hj. Nurlela, didesain oleh Mijel Soppeng, dan diperagakan oleh Riska Nasrika.

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, tampilnya wastra khas Soppeng pada ajang nasional menjadi bukti bahwa hasil karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu menarik perhatian dan layak bersaing di tingkat yang lebih luas.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Ia berharap momentum HUT Dekranas menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk terus berinovasi, sehingga kekayaan budaya dan kerajinan khas Soppeng semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

(Yund)

Jumat, 10 Juli 2026

Jalan Sehat Sulsel Anti Mager, Bupati Soppeng Perkuat Semangat Kebersamaan Bersama TP PKK


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turut memeriahkan kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026). Bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, serta rombongan TP PKK dan Dekranasda, Bupati tampak berbaur dengan ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Para peserta menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulsel hingga Lapangan Hasanuddin, Makassar.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah. Ribuan peserta berjalan bersama sambil menikmati kebersamaan dalam semangat hidup sehat yang diusung melalui gerakan "Sulsel Anti Mager". Berbagai layanan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata, turut disediakan panitia, disertai doorprize dengan hadiah utama satu unit mobil.

Bagi rombongan Kabupaten Soppeng, keikutsertaan dalam jalan sehat ini menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar. Sebelumnya, mereka mengikuti syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, hingga fashion show Wastra Nusantara yang menampilkan beragam karya kerajinan khas Kabupaten Soppeng.

Usai kegiatan, Bupati H. Suwardi Haseng menyempatkan diri berfoto bersama anggota TP PKK dan jajaran Dekranasda Kabupaten Soppeng. Momen tersebut mencerminkan kekompakan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung program PKK, pelestarian budaya, dan pengembangan produk unggulan daerah.

Keikutsertaan Bupati Soppeng bersama rombongan tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap gerakan masyarakat hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah dalam momentum HKG PKK dan HUT Dekranas tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

(Red)

Suwardi Haseng Bongkar Pembahasan Internal Golkar Sulsel, Singgung Bocoran Musda DPD II


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengungkap adanya pembahasan penting di balik Rapat Konsultasi Persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar, Jumat (10/7/2026) malam.

Suwardi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, mengaku tidak mengikuti jalannya rapat sejak awal karena masih menghadiri agenda di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Meski datang setelah rapat utama selesai, Suwardi mengungkap dirinya masih sempat bergabung dalam pembahasan bersama jajaran pimpinan partai di ruang Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.

"Saya telat dan sudah bubar rapat baru saya tiba karena sebelumnya saya ikut acara di rumah jabatan gubernur. Tetapi saya masuk di ruangan Pak Ketua bersama Armin dengan yang lain. Banyak hal yang dibahas, termasuk bocoran mengenai Musda DPD II nantinya," kata Suwardi kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa selain membahas kesiapan pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, pertemuan itu juga menyinggung agenda Musda DPD II Partai Golkar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Namun, Suwardi belum bersedia mengungkap lebih jauh isi pembahasan maupun "bocoran" yang dimaksud. Ia juga belum menjelaskan apakah pembicaraan tersebut berkaitan dengan jadwal pelaksanaan, mekanisme pemilihan, ataupun dinamika politik internal menjelang Musda DPD II.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Persiapan Musda XI berdasarkan Surat Undangan Nomor 03/DPD-I/PG/VII/2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muhidin Moh. Said bersama Plt Sekretaris Rahman Pina.

Rapat tersebut dihadiri Pengurus Harian, Panitia Pengarah Musda XI, serta Panitia Pelaksana Musda XI dengan agenda utama melakukan konsultasi dan pemantapan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musda XI.

Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan menjadi momentum strategis karena akan menentukan kepemimpinan partai untuk periode berikutnya sekaligus menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi. Setelah Musda tingkat provinsi digelar pada tanggal 18 Juli 2026, agenda selanjutnya diperkirakan akan berlanjut pada pelaksanaan Musda DPD II di seluruh kabupaten dan kota.

Hingga berita ini diterbitkan, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil rapat konsultasi.

(AJS)

Rabu, 08 Juli 2026

Mutasi Perdana Era Suwardi Haseng, 222 Pejabat Pemkab Soppeng Resmi Dilantik, Penataan Birokrasi Dimulai


Soppeng, Sigapnews.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng memulai langkah besar dalam penataan birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 222 pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026).

Mutasi ini menjadi yang pertama dalam masa pemerintahan Bupati H. Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle. Selain sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pelantikan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Ratusan pejabat yang dilantik berasal dari berbagai perangkat daerah. Mereka terdiri atas 66 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, enam Kepala UPTD Puskesmas, serta 37 kepala sekolah yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Setelah pembacaan Surat Keputusan Bupati oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), seluruh pejabat mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal yang memimpin doa, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta keluarga pejabat yang dilantik.

Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang harus dipandang sebagai proses pembinaan karier aparatur sipil negara. Menurutnya, perpindahan jabatan tidak hanya bertujuan mengisi kekosongan posisi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak ada yang nonjob. Ada yang mendapat promosi jabatan dan ada pula yang bergeser. Ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pejabat tidak terlalu lama berada pada posisi yang sama," tegas Suwardi di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Bupati juga menjelaskan bahwa lima pejabat yang menjadi perwakilan dalam pengambilan sumpah merupakan aparatur yang sebelumnya berstatus nonjob. Kini mereka kembali memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan baru sesuai kebutuhan organisasi.

Menurut Suwardi, setiap mutasi telah melalui proses evaluasi yang mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, integritas, dan kebutuhan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pejabat dapat segera bekerja, beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, serta menunjukkan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja, membangun komunikasi yang baik, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas," ujarnya.

Salah satu hal yang menarik dalam pelantikan kali ini adalah kehadiran para kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Bupati sengaja mengundang mereka agar dapat mengenal pejabat-pejabat yang akan bertugas di wilayah masing-masing sehingga koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa maupun kelurahan dapat berjalan lebih efektif.

Mutasi perdana ini masih difokuskan pada pejabat administrator dan pengawas atau eselon III dan IV. Sementara jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II belum mengalami perubahan.

Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian. Untuk tingkat kecamatan, Andi Lukman Saransi dipercaya sebagai Camat Liliriaja, Andi Ahmad Masykur sebagai Camat Marioriwawo, A. Massalangka Raya sebagai Camat Marioriawa, Andi Nurhadi Hatang sebagai Camat Donri-Donri, Nurul Azmi sebagai Camat Ganra, dan Hasnawati sebagai Camat Citta.

Pada lingkungan Sekretariat Daerah dan OPD, Jumiar dipercaya sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Fajar Mu'min Arafah sebagai Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Sudirman sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat, Nur Inaya sebagai Sekretaris Bappelitbangda, Andi Zulkarnain sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol, serta Nasyithah Usman sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di sektor kesehatan, enam pejabat memperoleh amanah memimpin UPTD Puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sementara di sektor pendidikan, sebanyak 37 kepala sekolah mulai dari jenjang TK Negeri, SD Negeri hingga SMP Negeri juga dilantik untuk mengisi jabatan baru sebagai bagian dari peningkatan kualitas manajemen pendidikan.

Usai prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara sumpah jabatan, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Para pejabat satu per satu menerima ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, rekan kerja, hingga anggota keluarga yang hadir memberikan dukungan.

Pelantikan ini menandai dimulainya penataan birokrasi pada masa pemerintahan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle. Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru mampu menunjukkan kinerja terbaik, memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan disiplin aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan komposisi pejabat yang telah diperbarui melalui mutasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis roda pemerintahan akan berjalan lebih efektif, adaptif terhadap tantangan pembangunan, dan mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved