-->

Rabu, 05 Agustus 2026

Pecah Rekor! Siswa SMAN 1 Soppeng Jadi Satu-satunya Wakil Sulsel di Semifinal OSN Ekonomi 2026


Soppeng, Sigapnews.com,– Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Soppeng. Seorang siswanya, Andi Jo Karim Mappatunru, sukses menembus babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang SMA/MA/SMK Tahun 2026 bidang Ekonomi. Yang lebih membanggakan, ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan yang berhasil lolos pada bidang tersebut. Rabu (5/8/2026).

Nama Andi Jo tercantum dalam pengumuman resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu dari 100 peserta terbaik nasional yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak semifinal OSN bidang Ekonomi.

Siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng itu merupakan putra ketiga pasangan H. Andi Zulkarnain dan Hj. Zulhidayah Baharuddin. Berasal dari Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Andi Jo kini menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, sekaligus masyarakat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi ketat pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) yang digelar pada 27–29 Juli 2026. Dari 13.542 peserta yang mengikuti OSN-P di seluruh Indonesia, hanya 900 peserta yang dinyatakan lolos ke semifinal nasional, atau masing-masing 100 peserta untuk sembilan bidang lomba.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dengan siswa-siswa terbaik di Indonesia. Capaian Andi Jo juga memperkuat reputasi SMAN 1 Soppeng sebagai salah satu sekolah yang konsisten melahirkan peserta didik berprestasi di tingkat nasional.

Babak semifinal OSN Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Seluruh masyarakat Soppeng pun menaruh harapan besar agar Andi Jo kembali menorehkan prestasi dan melangkah hingga babak final, membawa nama Sulawesi Selatan semakin bersinar di kancah nasional.

(Yund)

Rabu, 15 Juli 2026

Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi, Digitalisasi, dan Fokus pada Mutu Belajar dalam Forum K3SD Lalabata


Soppeng, Sigapnews.news, Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Lalabata yang digelar di SDN 5 Mattiropole, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum penyampaian sejumlah arah kebijakan pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alim menyoroti keikutsertaan perdana Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng dalam forum K3SD. Menurutnya, kehadiran SRT menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman antarsatuan pendidikan.

"Semakin banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman, semakin besar peluang kita meningkatkan mutu pendidikan bersama," ujarnya.

Dr. Nur Alim juga meluruskan persepsi terkait penerapan sistem absensi digital SETARA. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut bukan bertujuan mempersulit guru maupun aparatur sipil negara (ASN), melainkan untuk membangun budaya disiplin serta memastikan efektivitas waktu kerja.

Selain itu, ia menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Menurutnya, pemanfaatan laptop dan berbagai perangkat teknologi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar sekolah mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Nur Alim mengajak seluruh sekolah membenahi lingkungan masing-masing, mulai dari membersihkan halaman, memperbaiki pagar, hingga menata taman demi menciptakan suasana belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkarnain, mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi hingga melupakan esensi pendidikan.

"Saat ini tantangan pendidikan bukan lagi kekurangan aturan, tetapi bagaimana memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak," katanya.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, serta perubahan karakter peserta didik menuntut para kepala sekolah untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.

Andi Zulkarnain juga mendorong K3SD menjadi wadah berbagi praktik-praktik baik antarsekolah, bukan sekadar forum penyampaian informasi.

"Tidak ada sekolah yang sempurna. Tetapi setiap sekolah pasti memiliki praktik baik. K3SD harus menjadi tempat saling belajar, bukan sekadar tempat menyampaikan informasi," ujarnya.

Menutup penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya rapat atau laporan administrasi, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan peserta didik.

"Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat atau laporan yang disusun, tetapi ketika anak-anak pulang dari sekolah membawa ilmu, karakter yang baik, dan semangat untuk terus belajar. Itulah tujuan utama pendidikan," pungkasnya.

(Yund)

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Kamis, 02 Juli 2026

Kontingen Soppeng Tampil Memukau di Defile PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026, Bupati Ikut Berjalan Bersama Guru


Sidrap, Sigapnews.com, Kontingen Kabupaten Soppeng tampil memukau pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Dengan kekuatan 2.513 peserta defile, Soppeng menjadi salah satu kontingen terbesar yang ikut memeriahkan pembukaan ajang tersebut.

Penampilan kontingen semakin mencuri perhatian saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memilih berjalan bersama para guru di tengah barisan defile. Kehadirannya mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap insan pendidikan.

Sepanjang memasuki arena stadion, kontingen Soppeng tampil kompak dan penuh semangat. Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya, sementara sejumlah peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kebersamaan melalui foto.

Identitas Kabupaten Soppeng juga ditampilkan melalui kostum kalong dan kakatua putih yang dikenakan peserta di barisan depan. Kalong yang telah lama menjadi ikon daerah semakin mempertegas ciri khas kontingen saat melintas di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026, terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Selain mengikuti defile, Kontingen Soppeng juga ambil bagian pada seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya. Kehadiran Bupati dalam barisan defile menjadi suntikan semangat bagi seluruh kontingen yang membawa nama Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Minggu, 28 Juni 2026

Bupati Soppeng Lepas 149 Atlet PGRI ke Porsenijar Sulsel 2026, Optimistis Raih Juara Umum


Soppeng, Sigapnews.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan dukungan penuh terhadap perjuangan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng yang akan berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Sebanyak 149 atlet yang akan bertanding pada sembilan cabang olahraga dan seni, serta mengikuti ekshibisi domino, resmi dilepas oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Senin.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2 hingga 6 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin PGRI yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para guru, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta memperkuat persaudaraan antarpendidik dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Acara pelepasan berlangsung penuh semangat dan dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, official, serta seluruh anggota kontingen yang akan membawa nama Kabupaten Soppeng pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa seluruh atlet dan official harus berangkat dengan kepercayaan diri tinggi. Menurutnya, kontingen Kabupaten Soppeng memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah lain dan tidak boleh berangkat hanya dengan status sebagai peserta.

"Jangan pernah merasa datang hanya untuk meramaikan kegiatan. Datanglah dengan semangat untuk memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi. Tunjukkan bahwa guru-guru Kabupaten Soppeng mampu bersaing, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi teladan dalam setiap pertandingan," tegasnya.

Ia menilai Porsenijar bukan sekadar perlombaan mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang membangun kebersamaan antarguru yang selama ini menjadi bagian penting dalam organisasi PGRI. Karena itu, semangat kompetisi harus tetap dibingkai dengan rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga nama baik daerah.

Selain memberikan motivasi, Suwardi juga mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga kesehatan dan kondisi fisik selama berada di arena pertandingan. Menurutnya, persiapan fisik sama pentingnya dengan kemampuan teknik yang dimiliki setiap atlet.

Dengan gaya khas yang mengundang senyum peserta, Bupati bahkan mengingatkan para atlet agar tidak menghabiskan waktu begadang hanya untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

"Jangan dulu menonton Piala Dunia. Fokus menjaga stamina karena lawan juga sedang mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kalau ingin menang, fisik harus tetap prima," ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan seluruh peserta.

Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi selama berada di Kabupaten Sidrap. Ia meminta seluruh official dan anggota kontingen saling berkoordinasi agar setiap kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan dapat segera ditangani.

Bahkan, apabila diperlukan, ia menyarankan memanfaatkan dukungan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) guna membantu kelancaran komunikasi selama berlangsungnya Porsenijar.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi mengungkapkan rencananya untuk hadir pada malam pembukaan Porsenijar di Kabupaten Sidrap. Kehadirannya selain mengikuti agenda resmi juga menjadi momentum bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang merupakan sahabat lamanya ketika sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah harus diwujudkan tidak hanya melalui fasilitas, tetapi juga dengan kehadiran langsung untuk memberikan semangat kepada kontingen yang sedang berjuang membawa nama Kabupaten Soppeng.

Suwardi juga menyampaikan optimismenya terhadap besarnya dukungan masyarakat. Ia mengapresiasi rencana kehadiran sekitar 2.500 penggembira yang siap memberikan dukungan langsung kepada kontingen Soppeng selama pertandingan berlangsung.

Ia bahkan mengajak masyarakat asal Kabupaten Soppeng yang kini menetap di Kabupaten Sidrap untuk turut hadir memberikan semangat kepada para atlet.

"Kehadiran masyarakat akan menjadi kekuatan tersendiri bagi para atlet. Mari kita dukung keluarga kita yang sedang berjuang mengharumkan nama Kabupaten Soppeng," katanya.

Perhatian Bupati juga tertuju kepada kepemimpinan kontingen. Kepada Ketua Kontingen Nur Alim, ia berpesan agar terus menjaga semangat seluruh anggota tim.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen bukan hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga dipengaruhi kepemimpinan yang mampu membangun kekompakan dan motivasi seluruh anggota.

"Kalau ketua kontingen bersemangat, seluruh anggota juga akan ikut bersemangat. Karena itu, bangun kekompakan sejak awal hingga seluruh pertandingan selesai," pesannya.

Di akhir sambutannya, Suwardi Haseng memasang target tinggi bagi kontingen Kabupaten Soppeng. Ia berharap seluruh atlet mampu memberikan penampilan terbaik sehingga target menjadi juara umum Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 dapat diwujudkan.

Sementara itu, jajaran PGRI Kabupaten Soppeng menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas perhatian dan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen. Dukungan tersebut dinilai menjadi suntikan motivasi bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah.

Ketua Kontingen Nur Alim menjelaskan bahwa Kabupaten Soppeng menurunkan 149 atlet yang akan mengikuti sembilan cabang olahraga dan seni, ditambah partisipasi pada ekshibisi domino yang turut memeriahkan pelaksanaan Porsenijar tahun ini.

Ia optimistis seluruh atlet telah melakukan persiapan dengan baik dan siap memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Soppeng.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, kesiapan para atlet, serta ribuan masyarakat yang akan memberikan semangat langsung di Sidrap, kontingen PGRI Kabupaten Soppeng menatap Porsenijar Sulawesi Selatan 2026 dengan penuh optimisme. Seluruh elemen berharap perjuangan para guru di arena olahraga dan seni mampu berbuah prestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat provinsi.

(Yunandar)

Rabu, 24 Juni 2026

Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng Berlangsung Meriah, 40 Siswa Siap Melangkah ke Jenjang SD


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng yang digelar pada Selasa (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Malaka Raya No. 24, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang bersama-sama merayakan keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan usia dini.

Sebanyak 40 siswa resmi dilepas pada acara tersebut setelah menyelesaikan masa belajar mereka di TK Putra III Malaka. Mereka kini siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan bekal pengetahuan, karakter, dan keterampilan yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di taman kanak-kanak.

Acara dihadiri oleh Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, Ketua Komite Sekolah Ramlan, SE, Kepala TK Putra III Malaka A. Wikrawardani, S.Pd., para guru, staf sekolah, serta seluruh orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat kepada putra-putri mereka.

Kepala TK Putra III Malaka, A. Wikrawardani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah menjalin kerja sama dan memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendidik anak-anak mereka.

“Pelepasan 40 siswa tahun ini menjadi kebanggaan bagi kami. Keberhasilan anak-anak tidak lepas dari dukungan dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua. Kami berharap seluruh siswa yang dilepas hari ini dapat terus berkembang, menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berakhlak baik, serta mampu meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, berbagai program pembelajaran yang diterapkan di TK Putra III Malaka tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan moral, sosial, dan kreativitas siswa.

Sementara itu, Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, menegaskan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan seseorang di masa depan.

Ia berharap para orang tua terus memberikan perhatian, pendampingan, dan motivasi kepada anak-anak mereka agar semangat belajar tetap terjaga saat memasuki lingkungan sekolah dasar.

“Pendidikan yang diberikan sejak usia dini akan menjadi pondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, peran keluarga dan sekolah harus terus berjalan beriringan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ramlan, SE. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Menurutnya, keberhasilan para siswa saat ini merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, sekolah, dan orang tua yang selama ini terus mendukung proses pendidikan anak.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang berhasil memukau para tamu undangan. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki.

Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, tarian modern, pembacaan puisi perpisahan, hingga hafalan surah-surah pendek dan doa sehari-hari. Penampilan para siswa berkali-kali mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Momen yang paling mengharukan terjadi saat para siswa membawakan puisi perpisahan untuk guru dan orang tua mereka. Tidak sedikit orang tua yang tampak terharu menyaksikan anak-anak yang sebelumnya masih pemalu kini mampu tampil percaya diri di hadapan banyak orang.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali kelulusan kepada 40 siswa secara bergantian sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di TK Putra III Malaka. Satu per satu siswa maju ke depan panggung untuk menerima medali dan penghargaan yang diserahkan oleh pihak sekolah.

Setelah prosesi pelepasan selesai, seluruh peserta kegiatan melaksanakan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran sekolah, pengurus yayasan, komite, guru, siswa, dan orang tua murid. Momen tersebut menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang oleh seluruh keluarga besar TK Putra III Malaka.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para siswa resmi menutup perjalanan mereka di bangku taman kanak-kanak dan bersiap memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti akhir acara, menandai awal langkah baru bagi generasi penerus bangsa yang diharapkan kelak mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

(Red)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved