Rabu, 29 April 2020

Memulai Usaha Dengan Modal Rp. 2,5 Juta, Petani Milenial Sukses Meraih Omset 180 Juta Perbulan

Memulai Usaha Dengan Modal Rp. 2,5 Juta, Petani Milenial Sukses Meraih Omset 180 Juta Perbulan


Sigapnews.com, Syaifuddin Muslimin yang akrab dipanggil "EFU" adalah salah satu petani millenial yang sukses dalam bidang peternakan. Efu yang baru berusia 30 tahun memulai bisnis beternak ayam kampung tahun 2017 dengan jumlah 100 ekor hanya untuk persiapan lebaran.

"Awalnya hanya pengen coba-coba untuk menghadapi lebaran tahun 2017, sehingga dua bulan sebelum lebaran beli bibit dan pakan dengan modal Rp. 2.5 juta untuk 100 ekor. Menjelang lebaran saya bawa ke pasar dan dalam 1 hari langsung habis dengan harga 70 ribu per ekor sehingga mendapatkan 7 juta untuk 100 ekor. Saya sangat kaget dan bersyukur, akhirnya sejak saat itu saya bertekad untuk melanjutkan bisnis ini," ungkap Efu, Rabu (29/4/2020).

Menurut Efu, modal awal yang digunakan untuk menjalankan usaha peternakannya menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Karena potensi bisnisnya sudah terbayang, maka saya mengajukan pinjaman dengan fasilitas KUR sebesar Rp. 25 juta dengan tempo 12 bulan. Alhamdulillah usahanya berkembang dan setiap tahun pinjaman diperbaharui untuk meningkatkan skala usaha," Tutur Efu.

Keberadaan fasilitas KUR, sangat dirasakan manfaatnya oleh Efu. Menurutnya, setiap tahun usahanya terus mengalami peningkatan.

"Saat ini penjualan per bulan rata-rata 3.000 ekor. Harga per ekor untuk wilayah makassar saat ini adalah Rp. 60 ribu sehingga total omset perbulan rata-rata mencapai 180 juta. Modal untuk setiap ekor rata-rata Rp. 26 ribu sudah termasuk harga bibit, pakan, vaksin dll. Adapun upah kerja dibayar Rp. 1000 per ekor per bulan. Sehingga rata-rata keuntungan bersih dalam 1 bulan adalah 90 juta untuk 3000 ekor," jelas Efu.

Menurut Efu, sistem pemasaran yang digunakan lebih banyak secara online atau penjualan melalui sosial media. Apalagi di tengah kondisi Wana Covid-19, orang lebih banyak menggunakan pemesanan secara online.

"Kita berupaya meringkas jalur distribusi agar konsumen bisa mendapatkan pasokan daging ayam yang sehat dan terjangkau, apalagi di masa pandemi ini masyarakat diminta tetap di rumah saja, kita melayani pengantaran sampai ke rumah-rumah," ujar  Efu.

Sukses menjalankan peternakan ayam kampung, Efu melanjutkan pendidikan  Program Doktoral di Universitas Muslim Indonesia jurusan manajemen.  Ia berpesan  bahwa masa depan adalah milik segelintir orang yang masih merelakan tangannya kotor untuk dipakai bertani dan beternak.

Sejalan dengan perkembangan Petani Milenial, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman mereka," ujar SYL.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia," tegas Dedi. (JML)BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved