Minggu, 19 April 2020

Kementan Gelar Pelatihan Kehumasan Via Online, Diikuti 178 Peserta Seluruh Indonesia

Kementan Gelar Pelatihan Kehumasan Via Online, Diikuti 178 Peserta Seluruh Indonesia


Sigapnews.com, Jakarta - Kementerian Pertanian terus berupaya memberikan informasi yang valid sesuai fakta terkait kondisi pertanian terkini kepada masyarakat.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa informasi harus tersampaikan ke masyarakat bahwa stok pangan aman meskipun bangsa kita sedang menghadapi musibah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi dalam arahannya saat membuka kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara online menyampaikan bahwa tenaga kehumasan harus mampu men-desiminasi informasi.

"Informasi harus di desiminasikan, harus disampaikan secara benar sesuai dengan fakta kepada masyarakat sehingga isu-isu nasional, begitu juga dengan program kementerian pertanian dan BPPSDMP bisa diketahui masyarakat secara luas," tegas Prof. Dedi.

Kegiatan ini diikuti oleh 178 orang yang berasal dari UPT. BPPSDMP yang tersebar di seluruh Indonesia, Minggu (19/4/2020).

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, Phd dan Redaktur Media Indonesia, Eko Suprihatno.

Dalam pemaparannya Kuntoro menjelaskan bahwa Berita kementan yang disebarkan oleh rekan-rekan humas haruslah proporsional dan profesional.

Termasuk didalamnnya isu nasional yang berkembang saat ini dan program kementerian pertanian.

"Penggunaan media sosial dengan sejumlah konten terus di manfaatkan generasi milenial, sehingga menjadi sasaran kementan dalam menyebarkan berita.

Menjadi hal penting dalam menderaskan informasi pertanian untuk menarik minat para generasi milenial," tutur Kuntoro.

Selain itu, Redaktur Media Indonesia, Eko Suprihatno menjelaskan bahwa Unsur berita seperti kaidah penulisan jurnalistik dan penentuan angel menjadi hal yang harus diperhatikan.

"Ini perlu diperhatikan dan dipahami setiap penulis berita di media mainstream. Etika wajib diperhatikan dalam setiap penulisan, jangan sampai ada celah yang berpotensi memunculkan tuntutan hukum,” pesan Eko.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP Kementan dengan tujuan untuk  memberikan pemahaman merata kepada tim kehumasan Bada SDM Kementan, khususnya yang menangani pemberitaan agar memahami kaidah penulisan standar jurnalistik.(WLN8/JML) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved