Kamis, 30 April 2020

Harga Jagung Anjlok : Gubernur NA : Ada Permainan Pedagang

Harga Jagung Anjlok : Gubernur NA : Ada Permainan Pedagang


Sigapnews.com, Makassar - Harga jagung di tingkat petani anjlok hingga setengahnya dari Rp 3.150 menjadi Rp 1.500 per kilogram. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengatakan, penurunan ini dikarenakan adanya pengumpul dan pedagang yang mempermainkan harga.

'Jagung (harga) ini ada permainan di tingkat pedagang, pengumpul,” kata Nurdin, Kamis (30/4).

Nurdin mengaku sudah mendapatkan informasi dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk bahwa harga jagung masih berkisar Rp 3.150 dan tidak mengalami perubahan harga.

“Kemarin saya sudah undang pimpinan cabang Pokphand yang mengatakan, kita tidak pernah membeli jagung di bawah Rp 3.150. Oleh karena itu, mungkin kita akan ada di antara petani dan industri,” lanjut NA.

Nurdin juga meminta agar pihak terkait melakukan reaktualisasi soal harga jagung di tingkat petani. Nurdin tak mau para petani terus merugi karena adanya permainan harga.

“Makanya kalau dia (pengumpul/pedagang) tidak segera melakukan reaktualisasi, terutama harga di tingkat petani, kita ambil alih nanti,” tegasnya.

Menurut dia, masalah serupa sering terjadi dari tahun-ke tahun dan ironisnya harga anjlok di saat petani sedang melakukan panen. Sementara, pada saat masa tanam harga justru naik tinggi.

“Kita akan ambil alih. Kenapa? Karena sudah sekian lama petani tetap menderita, ketika panen raya harganya pada jatuh,” pungkasnya. (H45).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved