-->

Rabu, 01 April 2026

Anggaran Terbatas, Komitmen Tak Surut, Bupati Soppeng Serahkan LKPJ 2025


Soppeng, Sigapnews.com,  Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Rabu (1/4/2026).

Dokumen LKPJ tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, disaksikan oleh anggota dewan, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2025 merupakan laporan strategis yang menggambarkan capaian kinerja pada tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Ia menyebutkan, laporan tersebut tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi refleksi awal terhadap pelaksanaan visi pembangunan daerah, yakni “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.”

“LKPJ ini menjadi gambaran awal bagaimana arah pembangunan mulai dijalankan, sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kinerja ke depan,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Soppeng dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam keterbatasan,” tegas Suwardi.

Ia menambahkan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi tantangan untuk meningkatkan efektivitas program dan kegiatan pemerintah.

Dalam pemaparan LKPJ, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Soppeng tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp1,149 triliun.

Rinciannya meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp191,96 miliar. 

Pendapatan transfer: Rp953,71 miliar
Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp3,82 miliar

Data tersebut menunjukkan bahwa pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, peningkatan PAD terus menjadi fokus untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari Rp1,142 triliun, yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis pembangunan.

Adapun rinciannya:

Belanja operasi: Rp907,44 miliar
Belanja modal: Rp114,68 miliar
Belanja tidak terduga: Rp3,18 miliar
Belanja transfer: Rp117,21 miliar

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain mengandalkan APBD, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menjalankan program tugas pembantuan dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng menerima alokasi dana sebesar Rp49,23 miliar dari Kementerian Pertanian.

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan konsep pembangunan berbasis agropolitan.

Rapat paripurna penyerahan LKPJ merupakan bagian penting dari mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

Melalui forum ini, DPRD memiliki peran strategis dalam melakukan pembahasan, evaluasi, serta memberikan rekomendasi terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, LKPJ Tahun Anggaran 2025 akan dibahas melalui mekanisme internal DPRD, termasuk pembentukan panitia khusus (pansus) untuk melakukan kajian mendalam.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.

(Yunandar)

Jumat, 27 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Wali Kota Makassar: Peran Besar Putra-Putri Soppeng di Balik Pembangunan Kota


Makassar, Sigapnews.com,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dalam sebuah forum silaturahmi warga Soppeng di Kota Makassar.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Makassar selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari kontribusi besar putra-putri asal Kabupaten Soppeng.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3/2026).

Acara itu dihadiri ratusan warga Soppeng perantauan, termasuk Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar lahir dari kontribusi pemikiran para akademisi asal Soppeng.

Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga intelektual, khususnya guru besar, yang berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Soppeng adalah daerah yang paling banyak menyumbangkan guru besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar. Banyak kebijakan yang saya ambil berasal dari masukan para akademisi asal Soppeng,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran para akademisi ini tidak hanya memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas keputusan yang diambil pemerintah.

Tidak hanya dalam ranah pemikiran, Munafri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya lima figur muda berdarah Soppeng yang dipercaya mengisi posisi penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Kelima figur tersebut menempati jabatan eselon II atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ia menilai kinerja mereka sangat profesional dan berdampak signifikan terhadap efektivitas jalannya pemerintahan.

“Saat ini saya dibantu oleh lima sosok muda asal Soppeng di posisi eselon II. Mereka memiliki kinerja yang luar biasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kita bersama,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku merasa bangga sekaligus terharu atas pengakuan tersebut.

Ia menilai keberhasilan warga Soppeng di perantauan menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia daerahnya.

Menurut Suwardi, momentum halalbihalal ini menjadi simbol kuatnya solidaritas warga Soppeng, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mereka mampu memberikan dampak positif di daerah lain.

“Kami memerlukan dukungan kuat dari seluruh warga Soppeng, termasuk yang berada di perantauan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah. Kontribusi bapak dan ibu sekalian sangat kami harapkan,” tuturnya.

Suwardi juga berharap hubungan antara Makassar dan Soppeng dapat terus terjalin dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Acara halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah, khususnya melalui peran diaspora, mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. 


(Yunandar) 

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Soppeng Manfaatkan PSBM 2026 untuk Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HJS ke 765 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Yunandar)

Sabtu, 21 Maret 2026

Idul Fitri Bukan Sekadar Ibadah Tapi Energi Kebersamaan, Bupati Soppeng : Kebersamaan Jadi Fondasi Kemajuan


Soppeng, Sigapnews.com, Pagi itu, langit di atas Masjid Agung Darussalam Watansoppeng tampak cerah meski diawali hujan gemercik, seolah memberi ruang bagi ribuan doa yang akan terangkat bersamaan.

Sejak fajar belum sepenuhnya meninggi, arus manusia sudah mulai bergerak menuju satu titik: rumah ibadah yang menjadi pusat perayaan Idul Fitri di Kabupaten Soppeng.

Sabtu, 21 Maret 2026, bukan sekadar penanda 1 Syawal 1447 Hijriah. Ia menjelma menjadi momentum kolektif tentang pulang, tentang pertemuan, dan tentang makna kebersamaan yang terasa semakin nyata setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng, masyarakat datang berbondong-bondong. Ada yang berjalan kaki, ada yang beriringan dengan kendaraan, dan tak sedikit pula perantau yang kembali dari kota besar, membawa rindu yang akhirnya menemukan tempatnya pagi itu.

Masjid tak lagi cukup menampung. Jamaah meluber hingga ke halaman, memenuhi Lapangan Gasis, menjangkau Gedung Lapatau, bahkan merentang ke ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Pengayoman serta pelataran Masjid Agung..

Saf-saf panjang terbentuk rapi, menciptakan lanskap spiritual yang sulit diabaikan, sebuah “lautan umat” dalam arti yang sesungguhnya.

Namun yang paling terasa bukan hanya jumlahnya, melainkan suasananya, Hening.
Khidmat dan penuh kesadaran.

Di tengah ribuan manusia yang berdiri sejajar, perbedaan menjadi tak lagi relevan. Semua kembali ke satu titik yang sama: fitrah.

Dalam khutbahnya, Dr. Musmuliadi mengingatkan bahwa Ramadan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Bahwa nilai-nilai yang dibangun selama sebulan terakhir, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, tidak boleh berhenti saat takbir usai.

“Ramadan melatih kita menjadi manusia yang lebih baik. Tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankannya setelah hari ini,” pesannya, yang menggema di antara jamaah.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara tentang makna spiritual Idul Fitri, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, Idul Fitri adalah ruang refleksi tentang bagaimana hubungan antar manusia bisa diperbaiki, bagaimana kepedulian sosial bisa diperkuat, dan bagaimana kebersamaan bisa menjadi fondasi kemajuan.

“Ini bukan hanya soal kembali suci secara individu, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan sebagai masyarakat,” ujarnya.

Di balik suasana religius itu, ada narasi lain yang ikut mengemuka: perkembangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025. Angka harapan hidup juga naik menjadi 74,21 tahun. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dengan PDRB tumbuh dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,65 persen.

Capaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi indikator bahwa ada proses yang berjalan bahwa pembangunan di Soppeng bergerak, meski tidak tanpa tantangan.

Sejumlah penghargaan nasional turut mengiringi, mulai dari Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan hingga UHC Award kategori Madya di sektor kesehatan. Bahkan, survei dari Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan skor 80,48—masuk dalam zona hijau.

Namun, pemerintah tidak menutup mata.

Keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi pekerjaan rumah. Tantangan tetap ada, dan justru di situlah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah semua itu, satu hal menjadi benang merah: kebersamaan.

Idul Fitri tahun ini di Soppeng bukan hanya tentang salat berjamaah. Ia adalah ruang pertemuan, antara masa lalu dan masa depan, antara individu dan komunitas, antara harapan dan realitas.

Ketika takbir terakhir berkumandang dan jamaah mulai saling bersalaman, yang tersisa bukan hanya rasa lega setelah Ramadan. Tapi juga energi baru, energi untuk melanjutkan kehidupan dengan semangat yang lebih utuh.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari Idul Fitri: bukan hanya kembali ke fitrah, tetapi juga melangkah ke depan dengan kesadaran yang lebih dalam tentang arti menjadi bagian dari satu sama lain.

(Yunandar)

Selasa, 17 Maret 2026

Wakil Bupati Soppeng Tutup Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Perputaran Ekonomi Tembus Rp3,2 Miliar



Soppeng, Sigapnews.com Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, resmi menutup kegiatan Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Selasa, 17 Maret 2026 malam.

Penutupan dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah, antara lain Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yuliyanto, Kasie Intel  Kejaksaan Negeri Soppeng Nazamuddin, kepala SKPD, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Anarchi Arus Bakti

Ketua panitia, Agus Copli, menyebut total perputaran uang mencapai Rp3,2 miliar selama 20 hari pelaksanaan, belum termasuk tambahan dua hari hingga penutupan.

Sebanyak 87 pelaku UMKM terlibat aktif. Mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga menguji daya saing produk, strategi pemasaran, hingga pelayanan kepada konsumen.

UMKM kita sebenarnya kuat. Mereka hanya butuh ruang dan kesempatan yang setara, kata Agus.

Plt. Direktur Perseroda PT Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, menegaskan event ini menjadi langkah awal Perseroda dalam mengambil peran penguatan ekonomi lokal.

Dengan persiapan yang hanya dua pekan, kegiatan tetap berjalan lancar dan mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Selle KS Dalle menilai Pasar Ramadhan SUKSES telah menjadi ekosistem pembelajaran bagi pelaku usaha, khususnya pemula.

Menurutnya, pengalaman selama kegiatan berlangsung menjadi modal penting bagi UMKM untuk naik kelas.

Di sini mereka belajar langsung, dari produksi, pemasaran, sampai menghadapi konsumen. Ini proses yang sangat berharga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, berkomitmen terus mendorong pengembangan UMKM melalui kegiatan serupa yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pasar Ramadhan SUKSES pun diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya ramai secara pengunjung, tetapi juga kuat dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

(Yun)

Senin, 16 Maret 2026

Dari Berbelanja hingga Bernyanyi. Selfi Yamma Muda Meriahkan Pasar Ramadhan Soppeng



SOPPENG Sigapnews.com  Kehadiran penyanyi ibu kota asal Soppeng, Selfi Yamma, menjadi kejutan tersendiri bagi Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, saat mengunjungi Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Lapangan Gasis, Senin malam (16/3/2026).

Di hadapan ribuan pengunjung yang memadati kawasan pasar ramadhan tersebut, Suwardi mengaku kedatangan Selfi merupakan doa yang terkabul.

Kami memang berdoa dan berharap pasar ramadhan ini disambangi artis. Ternyata doa kami dikabulkan karena keluarga kami Selfi mudik dan semoga berkenan menghibur warga pada malam ini, ujar Suwardi.

Selfi dikenal sebagai artis kelahiran Soppeng yang rutin pulang kampung, terutama menjelang Lebaran. Orang tuanya menetap di Cabbenge, Kecamatan Lilirilau. Setiap berada di kampung halaman, ia kerap menyempatkan diri menghibur masyarakat dan keluarga besarnya.

Di atas panggung, Selfi menyapa masyarakat dengan bahasa Bugis bercirikan logat khas Soppeng yang kental.

Saya tidak akan eksis di dunia hiburan bila bukan karena dukungan keluarga dan masyarakat Soppeng. Tugas saya adalah menghibur ketika berada di kampung, meskipun malam ini awalnya hanya ingin berbelanja kuliner, tuturnya.

Malam itu, suara merdu Selfi mengalun bak angin lembut yang menyejukkan keramaian pasar. Lantunan lagu Bugis yang dibawakannya seolah mengikat perhatian pengunjung yang memadati Lapangan Gasis.

Balutan busana muslim berwarna hitam semakin menegaskan pesona gadis Bugis tersebut di atas panggung, menjadikan suasana Pasar Ramadhan SUKSES 2026 kian semarak oleh tepuk tangan dan sorakan pengunjung.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved