-->

Jumat, 17 April 2026

18 Pejabat Dilantik di Soppeng, Tapi Sosok Ini Justru Jadi Sorotan! Turun Jabatan atau Ada Skenario Besar?


Soppeng, Sigapnews.com,– Suasana di Aula Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng pada Jumat, 17 April 2026, awalnya tampak seperti pelantikan biasa. Namun siapa sangka, prosesi yang melibatkan 18 pejabat ini justru memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Plt Sekretaris Daerah, Andi Muhammad Surahman, bukan hanya soal pengambilan sumpah jabatan.

Ada pesan kuat, bahkan terkesan “peringatan halus” yang disampaikan di hadapan para pejabat yang baru saja dilantik.

Dengan nada tegas, ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar simbol atau formalitas semata.

“Ini bukan soal kursi. Ini amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata,” ujarnya lantang.

Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian. Banyak yang menilai, ini bukan sekadar arahan biasa, melainkan sinyal kuat adanya pembenahan serius dalam tubuh birokrasi Kabupaten Soppeng.

Sebanyak 18 pejabat administrator dan fungsional resmi dilantik. Pemerintah daerah menyebut ini sebagai bagian dari penataan birokrasi agar lebih profesional dan sesuai kebutuhan.

Namun, di balik itu semua, muncul satu nama yang menjadi bahan perbincangan hangat.

Perhatian publik tertuju pada Andi Walinono.

Pasalnya, ia sebelumnya menjabat sebagai Lurah Salokaraja, namun kini dilantik sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Limpomajang.

Perubahan ini langsung memicu tanda tanya besar.

Sebagian masyarakat menilai ini sebagai bentuk “penurunan jabatan”. Ada pula yang berspekulasi bahwa ini bagian dari strategi tertentu dalam penataan birokrasi.

“Kenapa harus turun? Ada apa sebenarnya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak sedikit pula yang menduga adanya faktor lain di balik keputusan tersebut.

Spekulasi pun berkembang. Apakah ini murni rotasi jabatan biasa? Atau ada pesan tersirat dari pucuk pimpinan?

Apalagi, dalam arahannya, Andi Surahman juga menyinggung pentingnya disiplin, integritas, dan pemahaman tugas secara menyeluruh.

Pesan tersebut dianggap sebagian pihak sebagai bentuk “peringatan” bagi aparatur yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Daftar Pejabat yang Dilantik

(Beberapa nama penting)

1. Awaluddin – Kepala Bidang Cipta Karya

2. Pujiarman – Kepala Bidang Perizinan

3. Andi Walinono – Kasi Pemerintahan

4. Mursin – Sekretaris Lurah
Sulfa – Kasi Pemerintahan Kecamatan

5. Mastuti – Kasi Trantibum
(dan lainnya hingga total 18 pejabat).

Pelantikan ini kini menjadi sorotan luas. Masyarakat berharap langkah ini benar-benar membawa perubahan, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa dampak nyata.

Di sisi lain, perhatian kini tertuju pada kinerja para pejabat yang baru dilantik.

Apakah mereka mampu menjawab harapan masyarakat?

Atau justru ini hanya akan menjadi cerita lama yang terulang kembali?

Satu hal yang pasti, dinamika birokrasi di Soppeng kini tengah berada di bawah sorotan tajam publik.

(Yunandar) 

Rabu, 15 April 2026

Tak Disangka! Selisih Nilai Mencolok, Rahmatullah Jadi Sorotan Utama Warga Desa Libureng

Rahmatullah Calon Kades Libureng Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru (ist). 

Barru, Sigapnews.com, Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, kini menjadi sorotan masyarakat setelah panitia resmi mengumumkan hasil seleksi bakal calon kepala desa. Pengumuman tersebut tertuang dalam berita acara bernomor 14/Pilkades/IV/2026 tertanggal 11 April 2026.

Hasil seleksi ini langsung memunculkan diskusi hangat di tengah warga, terutama terkait perolehan nilai para kandidat yang dinilai memiliki selisih cukup signifikan.

Dalam pengumuman tersebut, yang diterima Redaksi Rabu (15/4/2026), Rahmatullah mencatatkan diri sebagai peserta dengan nilai tertinggi, yakni 466 poin. Capaian ini menempatkannya di posisi teratas sekaligus menjadi perhatian utama masyarakat desa.

Di posisi kedua, Muhammad Syamsul memperoleh 392 poin, disusul Mapran dengan 384 poin, serta Jibril, S.Pd. yang meraih 376 poin. Selisih nilai yang cukup lebar antara peringkat pertama dan kandidat lainnya menjadi bahan perbincangan di berbagai kalangan warga.

Sejumlah masyarakat menilai bahwa perbedaan skor tersebut mencerminkan adanya keunggulan yang cukup menonjol dari kandidat teratas, baik dari sisi kemampuan, pengalaman, maupun kesiapan dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Biasanya selisih nilai tidak sejauh ini. Kondisi seperti ini cukup menarik dan menunjukkan ada kandidat yang benar-benar unggul,” ujar salah satu warga yang mengikuti perkembangan proses Pilkades.

Pihak panitia Pilkades menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Tahapan penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari verifikasi administrasi, ujian tertulis, hingga wawancara sebagai tahap akhir penentuan skor.

Ketua panitia, Abubakar, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa proses seleksi berjalan secara transparan dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Ia memastikan bahwa seluruh hasil yang diumumkan merupakan murni hasil penilaian objektif panitia.

“Kami menjalankan seluruh tahapan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas. Tidak ada intervensi dari pihak luar,” tegasnya.

Dengan perolehan nilai tertinggi tersebut, Rahmatullah kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam lanjutan proses Pilkades Libureng. Konsistensi penampilannya dalam setiap tahapan seleksi disebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkannya pada posisi puncak.

Sementara itu, masyarakat Desa Libureng terus mengikuti perkembangan proses pemilihan dengan penuh antusias. Harapan terhadap pemimpin desa yang mampu membawa perubahan positif pun mulai mengemuka di kalangan warga.

Meski hasil seleksi telah diumumkan, tahapan Pilkades masih akan berlanjut hingga hari pemungutan suara. Hal ini membuat dinamika politik di tingkat desa tersebut masih sangat terbuka dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan situasi yang semakin dinamis, Pilkades Desa Libureng kini menjadi salah satu agenda lokal yang paling banyak diperbincangkan, sekaligus mencerminkan tingginya partisipasi dan perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat Desa.

(Red)

Selasa, 07 April 2026

SIJAPEDA Resmi Diluncurkan, Dorong Transformasi Digital Layanan Publik Desa di Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com– Upaya percepatan transformasi digital di tingkat desa di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu langkah konkret ditandai dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Kejaksaan Peduli Desa (SIJAPEDA) yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Soppeng.

Aplikasi tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, pada Selasa (7/4/2026) di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perangkat desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penguatan tata kelola desa berbasis digital.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta Donna Sitohang, menjelaskan bahwa SIJAPEDA merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang sempat tidak aktif.

Melalui pembaruan dan optimalisasi teknologi, aplikasi ini kini dirancang agar dapat digunakan secara maksimal oleh seluruh desa di wilayah Kabupaten Soppeng.

Ia menegaskan bahwa kehadiran SIJAPEDA menjadi wujud komitmen kejaksaan dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Aplikasi ini kami hadirkan secara gratis untuk seluruh desa tanpa biaya apapun. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan pelayanan publik yang lebih efektif dan transparan,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat desa masih menghadapi berbagai kendala dalam mengakses layanan publik, mulai dari keterbatasan informasi administrasi, akses layanan yang terbatas, hingga belum tersedianya sistem evaluasi pelayanan yang terintegrasi.

Melalui SIJAPEDA, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara digital, seperti memperoleh informasi desa secara real-time, berkomunikasi langsung dengan aparat desa, serta memberikan penilaian terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Fitur-fitur tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain menyediakan platform aplikasi, Kejaksaan Negeri Soppeng juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis serta pelatihan kepada operator desa. Hal ini dilakukan guna memastikan implementasi SIJAPEDA berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh desa.

Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dalam menghadapi era digital.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Soppeng. Ia menilai SIJAPEDA sebagai bentuk nyata kolaborasi antar lembaga dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya dalam sektor pelayanan publik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan terima kasih atas inovasi ini. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peluncuran SIJAPEDA sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah digalakkan secara nasional.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi juga dinilai mampu mengatasi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan jarak dan waktu dalam memperoleh layanan administrasi.

“Dengan aplikasi ini, pelayanan tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik aparatur desa. Masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja dan di mana saja,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan data dalam pengelolaan sistem digital. Seluruh pihak yang terlibat diminta untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi guna mencegah potensi kebocoran informasi.

Peluncuran SIJAPEDA turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua APDESI, para kepala desa, serta operator desa yang akan menjadi garda terdepan dalam pengoperasian aplikasi tersebut.

Dengan hadirnya SIJAPEDA, seluruh desa di Kabupaten Soppeng diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

(Red)

Jumat, 03 April 2026

Soppeng Melangkah Maju, Pengeboran Sumber Air Bersih sebagai Bukti Kepedulian Pemerintah Daerah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan krisis air bersih yang telah lama membayangi masyarakat. Pada Jumat (3/4/2026), Bupati Suwardi Haseng memimpin langsung pengeboran perdana sumber air bersih di kawasan sekitar Rumah Jabatan Bupati, menandai dimulainya babak baru penyediaan air bersih yang berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar warga Watansoppeng, terutama saat musim kemarau.

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Suwardi Haseng memulai proses pengeboran yang disaksikan jajaran pejabat dan masyarakat setempat.

Pemilihan lokasi di dataran tinggi merupakan keputusan visioner. Selain memiliki potensi cadangan air yang menjanjikan, lokasi ini memungkinkan distribusi air lebih efisien ke wilayah permukiman sekitar.

Langkah ini menegaskan pendekatan pemerintah daerah yang tidak hanya fokus pada penyediaan layanan, tetapi juga pada strategi jangka panjang yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Bupati Suwardi Haseng menekankan bahwa air bersih adalah fondasi utama kehidupan. “Ini bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini akan diekspansi ke berbagai wilayah lain yang mengalami persoalan serupa, disesuaikan dengan hasil pengeboran tahap awal.

Selama ini, layanan air bersih di Kabupaten Soppeng masih sangat bergantung pada PDAM yang belum menjangkau seluruh wilayah secara optimal. Krisis air kerap terjadi saat musim kemarau, menurunkan pasokan dan menimbulkan dampak pada aktivitas sehari-hari.

Melalui program pengeboran ini, pemerintah daerah menghadirkan solusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber air terbatas.

Bupati Suwardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan kualitas hidup warganya secara menyeluruh.

Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kesehatan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, serta terciptanya layanan publik yang lebih merata.

Langkah cepat dan terukur ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang modern, sehat, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng kini membuktikan bahwa melalui visi, strategi, dan kolaborasi, tantangan lama dapat diubah menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat.

Proyek pengeboran sumber air bersih ini menjadi simbol nyata keberhasilan dan arah pembangunan yang terus bergerak maju.

(Yunandar)

Rabu, 01 April 2026

Anggaran Terbatas, Komitmen Tak Surut, Bupati Soppeng Serahkan LKPJ 2025


Soppeng, Sigapnews.com,  Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Rabu (1/4/2026).

Dokumen LKPJ tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, disaksikan oleh anggota dewan, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2025 merupakan laporan strategis yang menggambarkan capaian kinerja pada tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Ia menyebutkan, laporan tersebut tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi refleksi awal terhadap pelaksanaan visi pembangunan daerah, yakni “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.”

“LKPJ ini menjadi gambaran awal bagaimana arah pembangunan mulai dijalankan, sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kinerja ke depan,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Soppeng dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam keterbatasan,” tegas Suwardi.

Ia menambahkan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi tantangan untuk meningkatkan efektivitas program dan kegiatan pemerintah.

Dalam pemaparan LKPJ, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Soppeng tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp1,149 triliun.

Rinciannya meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp191,96 miliar. 

Pendapatan transfer: Rp953,71 miliar
Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp3,82 miliar

Data tersebut menunjukkan bahwa pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, peningkatan PAD terus menjadi fokus untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari Rp1,142 triliun, yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis pembangunan.

Adapun rinciannya:

Belanja operasi: Rp907,44 miliar
Belanja modal: Rp114,68 miliar
Belanja tidak terduga: Rp3,18 miliar
Belanja transfer: Rp117,21 miliar

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain mengandalkan APBD, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menjalankan program tugas pembantuan dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng menerima alokasi dana sebesar Rp49,23 miliar dari Kementerian Pertanian.

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan konsep pembangunan berbasis agropolitan.

Rapat paripurna penyerahan LKPJ merupakan bagian penting dari mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

Melalui forum ini, DPRD memiliki peran strategis dalam melakukan pembahasan, evaluasi, serta memberikan rekomendasi terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, LKPJ Tahun Anggaran 2025 akan dibahas melalui mekanisme internal DPRD, termasuk pembentukan panitia khusus (pansus) untuk melakukan kajian mendalam.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.

(Yunandar)

Jumat, 27 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Wali Kota Makassar: Peran Besar Putra-Putri Soppeng di Balik Pembangunan Kota


Makassar, Sigapnews.com,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dalam sebuah forum silaturahmi warga Soppeng di Kota Makassar.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Makassar selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari kontribusi besar putra-putri asal Kabupaten Soppeng.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3/2026).

Acara itu dihadiri ratusan warga Soppeng perantauan, termasuk Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa banyak kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar lahir dari kontribusi pemikiran para akademisi asal Soppeng.

Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga intelektual, khususnya guru besar, yang berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Soppeng adalah daerah yang paling banyak menyumbangkan guru besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar. Banyak kebijakan yang saya ambil berasal dari masukan para akademisi asal Soppeng,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran para akademisi ini tidak hanya memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, tetapi juga memperkuat kualitas keputusan yang diambil pemerintah.

Tidak hanya dalam ranah pemikiran, Munafri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya lima figur muda berdarah Soppeng yang dipercaya mengisi posisi penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Kelima figur tersebut menempati jabatan eselon II atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ia menilai kinerja mereka sangat profesional dan berdampak signifikan terhadap efektivitas jalannya pemerintahan.

“Saat ini saya dibantu oleh lima sosok muda asal Soppeng di posisi eselon II. Mereka memiliki kinerja yang luar biasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kita bersama,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku merasa bangga sekaligus terharu atas pengakuan tersebut.

Ia menilai keberhasilan warga Soppeng di perantauan menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia daerahnya.

Menurut Suwardi, momentum halalbihalal ini menjadi simbol kuatnya solidaritas warga Soppeng, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mereka mampu memberikan dampak positif di daerah lain.

“Kami memerlukan dukungan kuat dari seluruh warga Soppeng, termasuk yang berada di perantauan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah. Kontribusi bapak dan ibu sekalian sangat kami harapkan,” tuturnya.

Suwardi juga berharap hubungan antara Makassar dan Soppeng dapat terus terjalin dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Acara halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah, khususnya melalui peran diaspora, mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. 


(Yunandar) 

Kamis, 26 Maret 2026

Bupati Soppeng Manfaatkan PSBM 2026 untuk Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HJS ke 765 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Yunandar)

Sabtu, 21 Maret 2026

Idul Fitri Bukan Sekadar Ibadah Tapi Energi Kebersamaan, Bupati Soppeng : Kebersamaan Jadi Fondasi Kemajuan


Soppeng, Sigapnews.com, Pagi itu, langit di atas Masjid Agung Darussalam Watansoppeng tampak cerah meski diawali hujan gemercik, seolah memberi ruang bagi ribuan doa yang akan terangkat bersamaan.

Sejak fajar belum sepenuhnya meninggi, arus manusia sudah mulai bergerak menuju satu titik: rumah ibadah yang menjadi pusat perayaan Idul Fitri di Kabupaten Soppeng.

Sabtu, 21 Maret 2026, bukan sekadar penanda 1 Syawal 1447 Hijriah. Ia menjelma menjadi momentum kolektif tentang pulang, tentang pertemuan, dan tentang makna kebersamaan yang terasa semakin nyata setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng, masyarakat datang berbondong-bondong. Ada yang berjalan kaki, ada yang beriringan dengan kendaraan, dan tak sedikit pula perantau yang kembali dari kota besar, membawa rindu yang akhirnya menemukan tempatnya pagi itu.

Masjid tak lagi cukup menampung. Jamaah meluber hingga ke halaman, memenuhi Lapangan Gasis, menjangkau Gedung Lapatau, bahkan merentang ke ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Pengayoman serta pelataran Masjid Agung..

Saf-saf panjang terbentuk rapi, menciptakan lanskap spiritual yang sulit diabaikan, sebuah “lautan umat” dalam arti yang sesungguhnya.

Namun yang paling terasa bukan hanya jumlahnya, melainkan suasananya, Hening.
Khidmat dan penuh kesadaran.

Di tengah ribuan manusia yang berdiri sejajar, perbedaan menjadi tak lagi relevan. Semua kembali ke satu titik yang sama: fitrah.

Dalam khutbahnya, Dr. Musmuliadi mengingatkan bahwa Ramadan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Bahwa nilai-nilai yang dibangun selama sebulan terakhir, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, tidak boleh berhenti saat takbir usai.

“Ramadan melatih kita menjadi manusia yang lebih baik. Tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankannya setelah hari ini,” pesannya, yang menggema di antara jamaah.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara tentang makna spiritual Idul Fitri, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, Idul Fitri adalah ruang refleksi tentang bagaimana hubungan antar manusia bisa diperbaiki, bagaimana kepedulian sosial bisa diperkuat, dan bagaimana kebersamaan bisa menjadi fondasi kemajuan.

“Ini bukan hanya soal kembali suci secara individu, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan sebagai masyarakat,” ujarnya.

Di balik suasana religius itu, ada narasi lain yang ikut mengemuka: perkembangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025. Angka harapan hidup juga naik menjadi 74,21 tahun. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dengan PDRB tumbuh dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,65 persen.

Capaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi indikator bahwa ada proses yang berjalan bahwa pembangunan di Soppeng bergerak, meski tidak tanpa tantangan.

Sejumlah penghargaan nasional turut mengiringi, mulai dari Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan hingga UHC Award kategori Madya di sektor kesehatan. Bahkan, survei dari Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan skor 80,48—masuk dalam zona hijau.

Namun, pemerintah tidak menutup mata.

Keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi pekerjaan rumah. Tantangan tetap ada, dan justru di situlah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah semua itu, satu hal menjadi benang merah: kebersamaan.

Idul Fitri tahun ini di Soppeng bukan hanya tentang salat berjamaah. Ia adalah ruang pertemuan, antara masa lalu dan masa depan, antara individu dan komunitas, antara harapan dan realitas.

Ketika takbir terakhir berkumandang dan jamaah mulai saling bersalaman, yang tersisa bukan hanya rasa lega setelah Ramadan. Tapi juga energi baru, energi untuk melanjutkan kehidupan dengan semangat yang lebih utuh.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari Idul Fitri: bukan hanya kembali ke fitrah, tetapi juga melangkah ke depan dengan kesadaran yang lebih dalam tentang arti menjadi bagian dari satu sama lain.

(Yunandar)

Selasa, 17 Maret 2026

Wakil Bupati Soppeng Tutup Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Perputaran Ekonomi Tembus Rp3,2 Miliar



Soppeng, Sigapnews.com Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, resmi menutup kegiatan Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Selasa, 17 Maret 2026 malam.

Penutupan dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah, antara lain Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yuliyanto, Kasie Intel  Kejaksaan Negeri Soppeng Nazamuddin, kepala SKPD, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Anarchi Arus Bakti

Ketua panitia, Agus Copli, menyebut total perputaran uang mencapai Rp3,2 miliar selama 20 hari pelaksanaan, belum termasuk tambahan dua hari hingga penutupan.

Sebanyak 87 pelaku UMKM terlibat aktif. Mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga menguji daya saing produk, strategi pemasaran, hingga pelayanan kepada konsumen.

UMKM kita sebenarnya kuat. Mereka hanya butuh ruang dan kesempatan yang setara, kata Agus.

Plt. Direktur Perseroda PT Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, menegaskan event ini menjadi langkah awal Perseroda dalam mengambil peran penguatan ekonomi lokal.

Dengan persiapan yang hanya dua pekan, kegiatan tetap berjalan lancar dan mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Selle KS Dalle menilai Pasar Ramadhan SUKSES telah menjadi ekosistem pembelajaran bagi pelaku usaha, khususnya pemula.

Menurutnya, pengalaman selama kegiatan berlangsung menjadi modal penting bagi UMKM untuk naik kelas.

Di sini mereka belajar langsung, dari produksi, pemasaran, sampai menghadapi konsumen. Ini proses yang sangat berharga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, berkomitmen terus mendorong pengembangan UMKM melalui kegiatan serupa yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pasar Ramadhan SUKSES pun diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya ramai secara pengunjung, tetapi juga kuat dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

(Yun)

Senin, 16 Maret 2026

Dari Berbelanja hingga Bernyanyi. Selfi Yamma Muda Meriahkan Pasar Ramadhan Soppeng



SOPPENG Sigapnews.com  Kehadiran penyanyi ibu kota asal Soppeng, Selfi Yamma, menjadi kejutan tersendiri bagi Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, saat mengunjungi Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Lapangan Gasis, Senin malam (16/3/2026).

Di hadapan ribuan pengunjung yang memadati kawasan pasar ramadhan tersebut, Suwardi mengaku kedatangan Selfi merupakan doa yang terkabul.

Kami memang berdoa dan berharap pasar ramadhan ini disambangi artis. Ternyata doa kami dikabulkan karena keluarga kami Selfi mudik dan semoga berkenan menghibur warga pada malam ini, ujar Suwardi.

Selfi dikenal sebagai artis kelahiran Soppeng yang rutin pulang kampung, terutama menjelang Lebaran. Orang tuanya menetap di Cabbenge, Kecamatan Lilirilau. Setiap berada di kampung halaman, ia kerap menyempatkan diri menghibur masyarakat dan keluarga besarnya.

Di atas panggung, Selfi menyapa masyarakat dengan bahasa Bugis bercirikan logat khas Soppeng yang kental.

Saya tidak akan eksis di dunia hiburan bila bukan karena dukungan keluarga dan masyarakat Soppeng. Tugas saya adalah menghibur ketika berada di kampung, meskipun malam ini awalnya hanya ingin berbelanja kuliner, tuturnya.

Malam itu, suara merdu Selfi mengalun bak angin lembut yang menyejukkan keramaian pasar. Lantunan lagu Bugis yang dibawakannya seolah mengikat perhatian pengunjung yang memadati Lapangan Gasis.

Balutan busana muslim berwarna hitam semakin menegaskan pesona gadis Bugis tersebut di atas panggung, menjadikan suasana Pasar Ramadhan SUKSES 2026 kian semarak oleh tepuk tangan dan sorakan pengunjung.

(Yund)

Bupati Soppeng Undang Ratusan Anak Yatim dan Santri Buka Puasa di Rumah Jabatan



SOPPENG Sigapnews.com  Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu, 15 Maret 2026.

Sebanyak 125 anak yatim dan santri dari berbagai pondok pesantren serta rumah tahfidz di Kabupaten Soppeng diundang langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, untuk berbuka puasa bersama di rujab bupati. Mereka hadir didampingi 25 pembina dari sejumlah lembaga pendidikan keagamaan.

Para santri dan anak yatim tersebut berasal dari beberapa lembaga, di antaranya Pondok Pesantren Yasrib Lapajung, Darunnain Pesse, DDI Pattojo, Hidayatullah Ganra, Siratal Mustaqim, Darussalihin, As’adiyah Kebo, Pondok Tahfidz Welongnge, serta MI Pergis Ganra.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berbagi kebersamaan dengan para santri dan anak yatim di bulan suci Ramadan.

Saya merasa sangat bahagia sore ini. Bukan karena saya seorang bupati, tetapi karena rumah jabatan ini dipenuhi anak-anak hebat yang sedang menempuh jalan mulia sebagai penjaga Al-Qur’an. Saya memahami perjalanan hidup anak-anakku kadang tidak selalu mudah. Namun percayalah, kalian tidak pernah sendiri. Ada guru, pembina, masyarakat, dan pemerintah daerah yang selalu mendoakan serta mendukung langkah kalian, ujarnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh KH Sulaiman Usman. Dalam tausiah tersebut, ia mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak amal, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Setelah itu, zikir dan doa bersama dipimpin oleh Ustads Junaidi.

Menjelang waktu magrib, seluruh hadirin berbuka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Suasana kebersamaan terasa kental saat para santri, pembina, dan jajaran pemerintah daerah duduk bersama menikmati hidangan makan malam.

Pada akhir kegiatan, Bupati Soppeng menyerahkan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu serta para pembina dan pendamping dari pondok pesantren dan rumah tahfidz yang hadir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di bulan Ramadan.


-(Yund)

Rabu, 11 Maret 2026

Bupati Soppeng Buka Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2027 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanah dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang disusun setiap tahun dengan berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.

RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 sendiri merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng 2025–2029.

Menurutnya, Musrenbang yang dilaksanakan saat ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran melalui penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

“Musrenbang menjadi momentum penting untuk menyepakati agenda pembangunan strategis daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD. Melalui forum ini pula masyarakat diberikan ruang partisipasi untuk terlibat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Dukungan juga akan diperkuat pada sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana guna meningkatkan nilai tambah produksi.

Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat dibiayai oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, serta kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh dukungan pembiayaan dari APBN maupun APBD Provinsi.

“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan.

(Yunandar)

Sabtu, 07 Maret 2026

Safari Ramadhan di Soppeng, Nurdin Halid dan Bupati Suwandi Haseng Berbagi Sembako, Perkuat Hubungan dengan Warga Lilirilau


Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar, Nurdin Halid, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan kepedulian sosial dengan menggelar Safari Ramadhan dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, di Cabbenge, Minggu (8/3/2026).

Acara yang dihadiri sekitar 500 warga ini menjadi momen penting bagi warga Lilirilau untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional sekaligus kader Partai Golkar.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian paket sembako Ramadhan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nurdin Halid.

Menurut Suwardi, NH adalah sosok yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam membina kader serta memperhatikan masyarakat.

“Salah satu buktinya adalah hari ini beliau datang bersilaturahmi dengan masyarakat Lilirilau,” ujar Suwardi Haseng di hadapan warga yang antusias.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa Nurdin Halid merupakan salah satu tokoh yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024.

Dukungan ini, menurut Suwardi, menjadi kunci kesuksesannya hingga kini.

“Pak NH adalah salah satu orang yang mendorong saya menjadi calon kepala daerah, mengurus partai, dan membantu sampai berhasil,”terang Suwardi yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Nurdin Halid dalam sambutannya juga berbagi cerita mengenai proses awal dukungan terhadap Suwardi Haseng sebelum Pilkada Soppeng 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan internal keluarga dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pilkada untuk menentukan kesiapan Suwardi maju sebagai calon kepala daerah.

“Setelah melalui pembicaraan, diputuskan beliau maju dan kita dukung tidak setengah-setengah,” kata Nurdin Halid, menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mendukung kader Partai Golkar.

Selain itu, Nurdin Halid menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjunginya dalam berbagai agenda tahun ini. “Itu karena saya bersaudara dengan bupatinya,” ujar Nurdin disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi dan peran sebagai anggota DPR RI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia bahkan meminta Bupati Soppeng mengumpulkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memaparkan rencana pembangunan, agar peluang penganggaran bisa dioptimalkan.

“Supaya kami bisa melihat peluang penganggaran melalui tugas kami di DPR RI,” ujarnya.

Acara silaturahmi ditutup dengan penyerahan sembako Ramadhan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain itu, penyerahan Buku Koperasi Merah Putih dari anggota DPR RI Komisi VI dari dapil Sulawesi Selatan II.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas bagi Nurdin Halid dan Bupati Suwardi Haseng, sekaligus memperkuat hubungan antara kader partai dengan konstituen.

Dengan agenda seperti ini, diharapkan hubungan antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat Soppeng semakin erat, mendukung terciptanya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Yund)

Kamis, 26 Februari 2026

Pemkab Soppeng dan BRI Teken MoU Digitalisasi Keuangan Desa, Disaksikan Bupati Soppeng


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah dan desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Watansoppeng dengan Pemerintah Desa se-Kabupaten Soppeng.

Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Cabang BRI Watansoppeng, Rabu (25/2/2026), dan disaksikan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama jajaran pejabat daerah serta perwakilan pemerintah desa.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding yang sebelumnya telah disepakati antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BO Watansoppeng pada 22 Desember 2025, tentang Layanan Jasa Perbankan.

Dalam kesempatan tersebut, penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, bersama BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi.

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa

BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan perbankan di lingkungan pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Menurutnya, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas keuangan pemerintah desa, pembiayaan pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“BRI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan yang modern dan berbasis digital,” ujarnya.

Rahmatulloh juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Implementasi digitalisasi sistem pembayaran, khususnya dalam pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, diyakini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalisir potensi kebocoran anggaran.

Strategi Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Digitalisasi sistem keuangan desa diharapkan tidak hanya berdampak pada tata kelola yang lebih profesional, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan sistem pembayaran non-tunai dan terintegrasi, proses pelaporan dan monitoring keuangan desa akan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diawasi.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan BRI. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan profesional.

“Kerja sama ini harus diimplementasikan secara optimal di seluruh desa di Kabupaten Soppeng. Kita ingin memastikan setiap desa mampu mengelola keuangannya dengan baik demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Transformasi Digital Bukan Lagi Pilihan

Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah dan desa. Menurutnya, transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Ia optimistis, dengan dukungan perbankan yang kuat serta komitmen seluruh pemerintah desa, sistem pengelolaan keuangan di Kabupaten Soppeng akan semakin modern dan transparan.

Penandatanganan MoU dan PKS ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan BRI, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng meyakini kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam peningkatan PAD, percepatan pembangunan desa, maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.


(Yund) 

Selasa, 24 Februari 2026

Munafri Dorong Penyelesaian Tapal Batas Makassar–Gowa di Forum Kemendagri


Makassar, Sigapnews.com, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti kegiatan Reboan Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah antar Kepala Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Rabu (25/2/2026).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dr. Cheka Virgowansyah, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam forum strategis tersebut, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan sejumlah pokok pikiran dan usulan terkait dinamika pemerintahan dan kebutuhan riil masyarakat di Kota Makassar.

Munafri menegaskan bahwa hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan Ditjen Otda Kemendagri selama ini berjalan dengan sangat baik.

"Kami menjaga hubungan baik dengan Dirjen Otda berjalan dengan sangat baik. Dan kami harap ini bisa dilanjutkan terus supaya pola koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu bisa berjalan lebih maksimal lagi," kata Munafri, mengawali pembicaraan.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Appi memaparkan persoalan batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menyebut, tahun ini Pemkot Makassar mulai menyelesaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Namun, masih terdapat wilayah yang beririsan dengan Kabupaten Gowa dan belum tuntas secara administrasi batas wilayahnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan perbatasan.

"Sementara ada wilayah yang masih beririsan dengan Pemerintah Kabupaten Gowa yang belum selesai batas wilayahnya," tuturnya.

"Kami berharap ini bisa ditengahi untuk menentukan batas wilayah termasuk batas administrasi yang ada," sambung politisi Golkar itu.

Ia menambahkan, di kawasan perbatasan terdapat sejumlah perumahan yang secara geografis berada di area irisan, sehingga warganya kerap kebingungan dalam mengurus administrasi maupun menjalankan aktivitas ekonomi, apakah harus ke Kabupaten Gowa atau ke Kota Makassar.

"Nah, persoalannya nanti ketika pengurusan administrasi ini ada yang berbeda, ini yang akan memberatkan masyarakat di sekitar wilayah tersebut," terang Appi.

Adapun usulan lain yang diangkat yakni selain tapal batas wilayah antara Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa, khususnya terkait kondisi administrasi kependudukan warga Makassar yang berdomisili di wilayah perbatasan dan secara geografis melintasi Kabupaten Gowa.

Selain itu, Appi juga mengusulkan rencana pembentukan kecamatan baru di Kota Makassar, sebagai respons atas pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup signifikan.

Dimana, wacana perubahan atau penambahan daerah pemilihan (dapil) yang disesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), guna memastikan representasi politik yang lebih proporsional.

Meski demikian, seluruh poin yang disampaikan tersebut masih sebatas usulan dan akan melalui pembahasan lebih lanjut sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Senin, 23 Februari 2026

MoU Pengamanan Aset Daerah, Pemkab Soppeng Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pendampingan Hukum


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng resmi memperkuat sinergi dalam pengamanan dan pengelolaan aset daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan aset serta mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H Suwardi Haseng, SE menegaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah harus dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menyoroti masih adanya potensi aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tidak boleh ada aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kami minta segera dikembalikan. Ini demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan aset daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan hukum dalam menjaga kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan, pendampingan hukum, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Soppeng Sulta D Sitohang, SH, MH menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa, guna memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai regulasi.

Ia menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan membangun sistem tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kajari Soppeng kepada Bupati Soppeng dan sebaliknya.

Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Momen ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kolaborasi strategis dalam pengamanan aset, pendampingan hukum, serta penguatan sistem pengawasan internal pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi terkait manajemen pengelolaan desa, pencegahan tindak pidana korupsi, serta diskusi interaktif bersama peserta yang terdiri dari perangkat desa dan unsur pemerintah daerah.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang tertib, pengelolaan anggaran yang transparan, serta langkah-langkah preventif untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran dan aset secara profesional serta meminimalisir risiko hukum di kemudian hari.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Kamis, 19 Februari 2026

Proyek SPAM di Soppeng, Bupati Suwardi Akhiri Krisis Air Bersih


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng memimpin langsung rapat expose pemaparan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) di Ruang Rapat Pimpinan Kabupaten Soppeng, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Direksi PDAM Soppeng, Wakil Bupati Soppeng Ir Selle Ks Dalle, Sekretaris Daerah Andi Muhammad Surahman, para kepala dinas terkait, serta pihak investor.

Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng meningkatkan infrastruktur dasar, khususnya pembenahan sistem manajemen air bersih secara menyeluruh guna mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Setara”.

Dalam pemaparannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa proyek SPAM dengan skema BOT merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat membutuhkan langkah terobosan yang terukur dan berkelanjutan.

“Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” ujar Suwardi Haseng kepada media, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak akan menjadi beban utang daerah karena menggunakan skema investasi murni melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta.

Bupati Suwardi Haseng menjelaskan, melalui skema Build Operate Transfer (BOT), investor akan membangun dan mengelola infrastruktur dalam jangka waktu 30 tahun sebelum seluruh aset diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.

Model pembiayaan ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam pengelolaan fiskal daerah karena tidak menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sesuai regulasi, pada akhir masa kerja sama, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama.

Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang selama ini kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan, sehingga menyebabkan tekanan air tidak stabil hingga ke rumah warga.

“Kami akan mengganti jaringan pipa lama guna memastikan distribusi air lebih lancar dan tekanan tetap stabil,” jelas Hasanuddin.

Kedua, penyediaan sumber air baru guna mengantisipasi potensi kekeringan. Dalam proyek ini direncanakan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng.

Menurut Hasanuddin, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih setiap tahun.

Hasanuddin menegaskan bahwa proyek peningkatan SPAM PDAM Soppeng mengedepankan tiga prinsip utama, yakni:

Zero APBD (tanpa membebani keuangan daerah),

Penerapan teknologi modern dan transparan,

Peningkatan cakupan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi seluruh warga.

Ia menyambut baik langkah Bupati Soppeng yang dinilai berani dan visioner dalam menyelesaikan persoalan prioritas daerah.

“Perombakan total SPAM PDAM Soppeng ini memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Dengan skema kerja sama strategis ini, kami optimistis pelayanan air bersih akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan peningkatan kualitas layanan air bersih tidak lagi sekadar wacana, melainkan segera terealisasi secara konkret dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan hadirnya investor melalui skema BOT 30 tahun, pembangunan infrastruktur air bersih diharapkan berjalan masif tanpa membebani APBD, sekaligus menjamin keberlanjutan pelayanan publik.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju visi pembangunan “Soppeng Setara”.

(Yund)

Selasa, 17 Februari 2026

Sambut Ramadhan 1447 H, Lurah Botto Ajak Warga Waspada Potensi Gangguan Keamanan Rumah Sebelum ke Masjid


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menyampaikan ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kelurahan Botto, dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Botto, H. Munadir Nurdin, S.Sos, pada Rabu (18/2/2026).

Dalam keterangannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ini saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, H. Munadir Nurdin juga mengimbau agar warga memakmurkan masjid dengan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.

Ia berharap malam-malam Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bernilai positif seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kelurahan Botto turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan suci berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa suasana Ramadhan yang aman dan kondusif akan sangat mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya saat meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat tarawih maupun kegiatan ibadah lainnya. Pemeriksaan kompor, setrika, serta peralatan listrik sebelum berangkat ke masjid dinilai penting guna mencegah risiko kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Karena itu, pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kelompok masyarakat atau relawan yang memiliki tradisi membangunkan sahur agar tetap menjaga etika dan ketertiban.

Menurutnya, semangat membangunkan sahur harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga lainnya.

Pemerintah Kelurahan Botto berharap Ramadhan tahun ini dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong antarwarga. Suasana yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis selama bulan suci.

Menutup pernyataannya, H. Munadir Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah masyarakat diterima oleh Allah SWT serta menjadikan Ramadhan sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto,” tutupnya.

(Andi Asrul)

Senin, 16 Februari 2026

Bupati Soppeng Resmikan Mushallah Al Amin, Tonggak Baru Pembinaan Umat


Soppeng, Sigapnews.com,  Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE secara resmi meresmikan Mushallah Al Amin yang terletak di Sumpang Saloe, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, pada Senin (16/02/2026).

Peresmian mushallah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara diawali dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng sebagai tanda resmi dimulainya pemanfaatan rumah ibadah tersebut.

Kegiatan itu turut disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta warga setempat yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Mushallah Al Amin.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia pembangunan yang telah bekerja keras, bergotong royong, serta menunjukkan semangat kebersamaan hingga mushallah tersebut dapat berdiri dengan baik dan nyaman digunakan untuk beribadah.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan juga sebagai simbol kekuatan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Mushallah ini harus menjadi pusat peradaban. Tempat membangun akhlak, memperkuat persatuan, serta melahirkan generasi yang beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia berharap Mushallah Al Amin tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta wadah berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan Sumpang Saloe dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana keagamaan. Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas keagamaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

"Pemerintah daerah, kata dia, akan terus bersinergi dengan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong".

Dengan diresmikannya Mushallah Al Amin Sumpang Saloe, diharapkan keberadaannya dapat semakin memakmurkan syiar Islam serta mempererat kebersamaan antarwarga di Kabupaten Soppeng.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan mushallah tersebut, sekaligus harapan agar rumah ibadah itu senantiasa membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Sumber: Humas Pemda

Jumat, 13 Februari 2026

Bupati Soppeng Gelar Diskusi dengan RSUD La Temmamala untuk Pelayanan Lebih Baik


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Soppeng terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hal tersebut ditunjukkan oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., yang menggelar pertemuan bersama jajaran manajemen RSUD La Temmamala pada Kamis, 12 Februari 2026.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama rumah sakit tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal, cepat, tepat, dan humanis.

Menurutnya, rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh jajaran manajemen, tenaga medis, hingga staf administrasi dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan responsif.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal prosedur medis, tetapi juga soal sikap, empati, dan kecepatan dalam melayani masyarakat. Kita ingin masyarakat Soppeng merasakan pelayanan yang semakin baik dan profesional,” tegasnya.

Selain menyoroti peningkatan mutu layanan, Bupati juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Ia berharap seluruh tenaga kesehatan dapat menjaga integritas serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, H. Suwardi Haseng turut memberikan motivasi dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama ini dalam melayani masyarakat.

“Tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan. Dedikasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini patut diapresiasi. Tetaplah semangat dan terus berikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari sistem administrasi, manajemen antrean, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kenyamanan pasien.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembenahan yang dilakukan pihak rumah sakit demi terciptanya layanan kesehatan yang prima.

Pihak manajemen RSUD La Temmamala menyambut baik arahan dan dukungan tersebut. Mereka menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan serta memperkuat koordinasi internal guna memastikan pelayanan berjalan secara efektif dan efisien.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Soppeng semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, aman, dan berkualitas.

Pemerintah daerah menargetkan terwujudnya sistem pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

(Yun)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved