-->

Minggu, 04 Oktober 2026

Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Tekadnya Jelas: Petani Harus Jadi Prioritas


Makassar, Sigapnews.com, Kepemimpinan baru DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan resmi dimulai. Irjen Pol. (Purn.) Burhanuddin Andi dipercaya menjadi Ketua DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Makassar, Ahad (4/10/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua, Burhanuddin tidak berbicara panjang mengenai jabatan. Ia justru menyampaikan satu komitmen yang menjadi pijakan awal kepemimpinannya.

“Siap mewakafkan diri untuk HKTI.”

Menurut Burhanuddin, kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan setelah menerima amanah. Ia menyatakan siap mengalokasikan waktu, pikiran dan tenaga untuk membesarkan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan petani.

“Saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.

Burhanuddin menilai HKTI Sulsel memiliki modal organisasi yang kuat. Pengurus DPC telah terbentuk di 24 kabupaten/kota, dengan sebagian besar ketuanya berasal dari kalangan kepala daerah.

Namun, ia mengingatkan bahwa struktur yang besar tidak akan berarti apabila tidak diikuti kerja nyata.

“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” tegasnya.

Karena itu, Burhanuddin ingin HKTI lebih aktif mendengar suara petani.

Persoalan yang muncul di lapangan harus menjadi bahan kerja organisasi. Aspirasi petani tidak cukup hanya dicatat, tetapi perlu dikawal agar menemukan solusi.

Terpilihnya Burhanuddin menjadi bagian dari konsolidasi besar HKTI Sulsel. Musda tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI dari 24 kabupaten/kota.

Kekuatan jaringan tersebut menjadi modal penting untuk membangun gerakan organisasi yang lebih terkoordinasi.

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding sebelumnya juga menekankan pentingnya menjadikan struktur organisasi sebagai kekuatan untuk menghasilkan kerja yang dirasakan langsung oleh petani.

Pesan tersebut sejalan dengan visi awal Burhanuddin.

Ia ingin HKTI hadir di tengah persoalan petani, bukan hanya di ruang rapat.

Dengan jaringan organisasi yang sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota, HKTI Sulsel memiliki ruang yang luas untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus memperjuangkan kebutuhan petani.

Burhanuddin Andi lahir di Soppeng, 26 April 1959 dan merupakan lulusan Akpol 1983.

Sepanjang kariernya di Polri, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Bengkulu, Kapolda Sulselbar dan Koorsahli Kapolri.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke ruang pengabdian yang berbeda.

Setelah purna tugas dari kepolisian, Burhanuddin memilih mengambil bagian dalam organisasi yang memiliki perhatian langsung terhadap sektor pertanian dan kehidupan petani.

Tantangan kepemimpinannya pun sudah terbentang.

Membangun HKTI yang kuat secara organisasi sekaligus memastikan petani benar-benar merasakan kehadiran dan manfaatnya.

(Yund)

Bupati Suwardi Haseng Pimpin HKTI Soppeng, Perkuat Organisasi Petani di 24 Kabupaten/Kota Sulsel


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., mendapat amanah baru di luar pemerintahan. Ia resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Soppeng periode 2026–2031.

Pengukuhan Suwardi bersama jajaran pengurus DPC HKTI Soppeng berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulawesi Selatan.

Dalam kepengurusan tersebut, Suwardi didampingi Musdar Asman, S.Pd., M.Si., sebagai sekretaris dan Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., sebagai bendahara. Sementara posisi wakil ketua dipercayakan kepada H. Asis Dahlan dan HAM Zulkarnain.

Pengukuhan seluruh pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan dilakukan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Momentum tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan HKTI di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Di tingkat provinsi, Musda menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Burhanuddin Andi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel. Burhanuddin terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Menariknya, sejumlah kepala daerah juga dipercaya memimpin DPC HKTI di wilayah masing-masing. Di antaranya Darmawangsyah Muin di Gowa, Paris Yasir di Jeneponto, Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman di Bone, Andi Rosman di Wajo, Chaidir Syam di Maros, Sofyan Syam di Pangkep, Andi Ina Kartika Sari di Barru, Azizah Irma Wahyudianti Irwan di Pinrang dan Syaharuddin Alrif di Sidrap.

Sementara sejumlah DPC lainnya dipercayakan kepada tokoh daerah, seperti Andi Suharmika Hasir di Makassar, Mohammad Firdaus Dg Manye di Takalar, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin di Bantaeng, Muhammad Natsir Ali di Kepulauan Selayar, Achmad Fauzan Guntur di Sinjai hingga Irwan Bachri Syam di Luwu Timur.

Struktur baru HKTI Sulsel selanjutnya berada dalam koordinasi DPN HKTI yang diisi sejumlah tokoh nasional. Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjabat Ketua Dewan Penasihat.

Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko menempati posisi Ketua Dewan Kehormatan, dengan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan.

Di jajaran eksekutif, Sudaryono dipercaya sebagai Ketua Umum DPN HKTI dan Abdul Kadir Karding sebagai Sekretaris Jenderal.

Kegiatan di Makassar tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda serta Ketua DPN Pengusaha Tani Yasir Machmud.

Bagi Soppeng, masuknya Suwardi Haseng sebagai Ketua DPC HKTI bukan sekadar tambahan jabatan organisasi. Posisi tersebut menempatkan kepala daerah secara langsung dalam wadah yang memiliki perhatian terhadap kepentingan petani dan penguatan sektor pertanian.

Dengan terbentuknya DPD dan 24 DPC, HKTI Sulsel kini memiliki struktur organisasi lengkap di seluruh kabupaten/kota. Di Soppeng, organisasi tersebut akan berada di bawah kepemimpinan Suwardi Haseng untuk periode lima tahun ke depan.

(Yund)

Rabu, 30 September 2026

Pilketos Serentak di Soppeng, Wabup Selle: Belajar Demokrasi Sejak di Bangku Sekolah


Soppeng, Sigapnews.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan menjadi momentum pendidikan demokrasi bagi para pelajar. Di Soppeng, kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle, di SMAN 1 Soppeng, Rabu (30/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Selle memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pilketos serentak yang dinilainya mampu memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada siswa.

Ia meminta para pelajar memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang belajar, bukan sekadar ajang memilih siapa yang akan memimpin OSIS.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” kata Selle.

Menurutnya, suasana pemilihan harus dibangun secara positif. Para siswa diminta mengikuti seluruh proses dengan penuh antusias, tetapi tetap menjaga ketertiban dan rasa saling menghargai.

Selle menyebut Pilketos sebagai gambaran sederhana dari proses demokrasi yang lebih luas.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menimbulkan perpecahan di antara siswa. Siapa pun kandidat yang dipilih, seluruh peserta didik diharapkan tetap menjaga kebersamaan setelah proses pemungutan suara selesai.

Menurutnya, kedewasaan dalam berdemokrasi justru terlihat ketika seseorang mampu menghormati pilihan orang lain dan menerima hasil pemilihan secara sportif.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami tahapan pemilihan, tata tertib, hak dan kewajiban pemilih, serta pentingnya menjaga integritas selama proses berlangsung.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, pembukaan Pilketos turut dihadiri sejumlah unsur terkait, mulai dari Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping hingga undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi di sekolah membutuhkan dukungan bersama. Pelajar diberikan kesempatan untuk memahami bahwa sebuah proses pemilihan tidak hanya berbicara tentang memenangkan kandidat, tetapi juga menyangkut aturan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap pilihan.

Wabup Selle berharap Pilketos serentak mampu melahirkan lebih dari sekadar pengurus OSIS baru. Ia ingin proses tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang mampu berdemokrasi secara santun, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi bagaimana prosesnya dapat menjadi pembelajaran bagi anak-anak kita,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

(Yund)

Rabu, 23 September 2026

Koperasi Mawar Kembali Bangkit, Pengurus Baru Diminta Buktikan Lewat Kerja Nyata


Soppeng, Sigapnews.com, Koperasi Wanita PKK Mawar Kabupaten Soppeng kembali menggeliat setelah sempat vakum beberapa tahun. Di bawah kepengurusan baru periode 2026–2028, koperasi ini kini diarahkan untuk memperkuat usaha melalui pengembangan unit toko.

Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Rabu (23/9/2026).

RAT sekaligus menjadi forum pemilihan dan pelantikan pengurus baru. Ny. Nurjannah Chair terpilih sebagai Ketua Koperasi Wanita PKK Mawar periode 2026–2028, menggantikan Ny. Hermawati Dipa, S.Pd.

Koperasi Wanita PKK Mawar telah berbadan hukum sejak 10 Juni 1991. Hingga Tahun Buku 2025, koperasi tersebut tercatat memiliki 343 anggota.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengatakan kembalinya aktivitas Koperasi Mawar harus menjadi momentum untuk membangun organisasi secara lebih serius.

“RAT hari ini memiliki makna yang istimewa, karena bukan sekadar forum evaluasi tahunan, melainkan juga menjadi penanda kebangkitan kembali Koperasi Mawar setelah masa vakum tersebut,” ujarnya.

Hj. Suarni meminta pengurus baru menjadikan pengalaman masa vakum sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, koperasi membutuhkan pengelolaan yang amanah, jujur, transparan dan komunikasi yang terjaga dengan seluruh anggota.

Salah satu keputusan penting dalam RAT adalah perubahan fokus usaha. Koperasi Mawar yang sebelumnya bergerak pada simpan pinjam akan mengembangkan unit toko sebagai sumber pendapatan utama.

Hj. Suarni mengingatkan agar perubahan tersebut disiapkan dengan perencanaan yang matang.

Pengurus perlu menghitung kebutuhan modal, menentukan lokasi yang strategis, memilih jenis barang sesuai kebutuhan pasar serta memastikan seluruh transaksi tercatat dalam sistem keuangan yang tertib.

“Jangan hanya membuka usaha, tetapi harus dipikirkan bagaimana usaha itu bisa bertahan dan memberikan keuntungan secara berkelanjutan,” katanya.

Hj. Suarni juga mengajak seluruh pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng menjadi anggota Koperasi PKK Mawar sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan koperasi.

Sementara Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng diminta memberikan pendampingan secara konsisten. Audit dan pelatihan manajemen bagi pengurus dinilai penting agar pengelolaan koperasi semakin profesional.

Pesan Hj. Suarni kepada pengurus baru pun tegas.

“Jangan biarkan Mawar vakum lagi.”

Ia berharap kepengurusan baru segera bergerak menjalankan hasil RAT dan menjadikan Koperasi Wanita PKK Mawar sebagai wadah ekonomi yang aktif, produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota.

RAT turut dihadiri Kepala Dinas PPK & UKM Kabupaten Soppeng, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng dr. Hj. Rahmawati Selle, Ketua Dekopinda Kabupaten Soppeng serta anggota Koperasi Wanita PKK Mawar.

(Yund)

Sabtu, 12 September 2026

LEMKARI Genap 54 Tahun, Bukan Sekadar Cetak Juara tapi Bentuk Karakter Generasi Bangsa


Jakarta, Sigapnews.com, Usia 54 tahun menjadi momentum penting bagi Pengurus Besar Lemkari Karate-Do Indonesia untuk kembali meneguhkan jati diri organisasi sebagai perguruan karate yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga konsisten membangun karakter generasi muda.

HUT ke-54 LEMKARI diperingati serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (12/9/2026) pukul 12.00 WIB. Peringatan berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan, mulai dari Sekretariat PB Lemkari, kantor Pengprov hingga dojo-dojo di berbagai daerah.

Di tingkat pusat, tasyakuran digelar di Gedung KONI Pusat Lantai 8, Senayan, Jakarta. Doa bersama, pemotongan tumpeng dan silaturahmi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han.), mengatakan usia 54 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang harus menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Momentum ini bukan sekadar perayaan usia, tapi untuk mempererat kekeluargaan. Dengan tema ‘Satu Jiwa – Satu Semangat – Satu Kehormatan’, kami berharap Lemkari di usia ke-54 terus menjadi rumah besar yang berkontribusi nyata untuk bangsa,” ujarnya.

Sejak didirikan pada 12 September 1972, LEMKARI telah melewati perjalanan lebih dari lima dekade. Berbagai prestasi atlet, pelatih dan wasit menjadi bagian dari sejarah panjang perguruan tersebut di dunia karate nasional.

Namun, Bambang menegaskan bahwa keberhasilan LEMKARI tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih.

Lebih jauh, dojo-dojo LEMKARI menjadi ruang pembentukan mental dan karakter generasi muda. Disiplin, kejujuran, sopan santun, pengendalian diri dan penghormatan menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada para karateka.

Nilai tersebut tercermin dalam Sapta Prasetya LEMKARI yang menjadi pedoman bagi setiap karateka dalam menjalankan kehidupan, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

“Itulah karakter karateka sejati yang kami tanamkan di setiap dojo. Karate bukan hanya soal pukulan dan tendangan, tapi tentang bagaimana membentuk manusia yang berkarakter, disiplin, tangguh, berprestasi, dan memiliki kendali diri dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Karena itu, HUT ke-54 juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran LEMKARI, mulai dari Pengprov, Pengcab hingga pengurus ranting, agar tidak mengendurkan pembinaan generasi muda.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pembinaan usia dini dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga moral dan karakter anak bangsa.

Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen LEMKARI untuk terus melahirkan karateka yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki integritas.

Memasuki usia ke-54, LEMKARI pun menatap masa depan dengan semangat “Satu Jiwa – Satu Semangat – Satu Kehormatan”, sembari mempertahankan tradisi persaudaraan dan memperkuat kontribusinya bagi kemajuan karate serta pembentukan generasi Indonesia yang berkarakter.

(Yund)

Minggu, 06 September 2026

Suwardi Haseng Masuk Barisan Konsolidasi SOKSI Sulsel, Bupati Soppeng Hadir Bersama Elite Golkar


Makassar, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir di tengah konsolidasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan. Ia menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulsel di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Kehadiran Suwardi menarik perhatian karena ia datang bukan hanya sebagai kepala daerah. Bupati Soppeng itu juga merupakan pengurus DPD Partai Golkar Sulsel sekaligus Dewan Pembina Depicab SOKSI Kabupaten Soppeng.

Dengan posisi tersebut, Suwardi berada di tengah forum yang kembali menegaskan pentingnya peran SOKSI dalam memperkuat Partai Golkar.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel turut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun, Ketua DPD Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar serta jajaran pengurus SOKSI dan Golkar Sulsel.

Mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif,” Rakerda berlangsung selama dua hari, 6–7 September 2026.

Pesan konsolidasi terdengar cukup keras dari forum tersebut.

Andi Patarai Amir menegaskan SOKSI harus ikut mengambil tanggung jawab dalam membesarkan Partai Golkar. SOKSI, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi organisasi yang berada di belakang partai, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan yang menggerakkan dan memperkuat Golkar.

Ilham Arief Sirajuddin juga mengingatkan bahwa SOKSI memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan Golkar. Bersama KOSGORO 1957 dan MKGR, SOKSI dikenal sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar.

Sementara Mukhammad Misbakhun menekankan pentingnya memperkuat struktur, kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Ia juga mendorong SOKSI untuk kembali memperluas kiprah di tengah masyarakat.

Di tengah pesan konsolidasi itulah Suwardi Haseng hadir.

Posisi Suwardi sebagai pengurus Golkar Sulsel dan Dewan Pembina SOKSI Soppeng membuat kehadirannya tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menjadi bagian dari jaringan organisasi yang sedang didorong untuk kembali memainkan peran lebih kuat dalam perjalanan Golkar.

Kehadiran Bupati Soppeng tersebut juga menunjukkan bahwa konsolidasi SOKSI Sulsel tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi, tetapi bersentuhan dengan figur-figur yang memiliki posisi strategis di daerah.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel selanjutnya menjadi arena untuk membahas program kerja, penguatan struktur dan kaderisasi.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026), dengan arah pembahasan pada penguatan organisasi sekaligus kontribusi SOKSI terhadap dinamika sosial, ekonomi dan demokrasi di Sulawesi Selatan.

(Red) 

Sabtu, 29 Agustus 2026

HUT ke-62 PERADIN, Madiun Raya Serukan Penguatan Profesi dan Pengabdian kepada Masyarakat


Madiun, Sigapnews.com, Memasuki usia 62 tahun, Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) terus mendorong penguatan profesi advokat agar tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Malam Tirakatan dan Sarasehan HUT ke-62 PERADIN yang digelar BPC PERADIN Madiun Raya, Jumat (29/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga 21.30 WIB itu dihadiri jajaran pengurus dan anggota BPC PERADIN Madiun Raya. Suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat dengan nuansa kekeluargaan.

Ketua BPC PERADIN Madiun Raya, Kuatno, mengatakan peringatan HUT ke-62 harus dimaknai sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan ke depan.

PERADIN sendiri memiliki sejarah panjang. Organisasi tersebut lahir dari semangat para advokat yang mendirikan PERADIN di Solo pada 30 Agustus 1964. Semangat perjuangan itu, kata Kuatno, harus terus diwariskan kepada generasi advokat berikutnya.

"62 tahun adalah usia yang matang. PERADIN lahir dari keprihatinan para advokat terhadap penegakan hukum. Hari ini tugas kita melanjutkan semangat itu: menjadi advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada rakyat," ujar Kuatno.

Rangkaian acara kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan PERADIN selama lebih dari enam dekade.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi internal organisasi. Melalui sarasehan, para anggota diberikan ruang menyampaikan kritik, evaluasi dan gagasan terkait masa depan PERADIN di wilayah Madiun Raya.

Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kekompakan antaranggota, regenerasi advokat, hingga penguatan komunikasi organisasi.

Selain penguatan internal, PERADIN Madiun Raya juga menaruh perhatian terhadap aspek pengabdian sosial. Bantuan hukum prodeo dan penyuluhan hukum dinilai perlu semakin diperluas, termasuk menyentuh kalangan pelajar, pesantren dan masyarakat desa.

Forum juga menyoroti pentingnya menjaga kode etik advokat. Penegakan kode etik dipandang sebagai salah satu fondasi untuk menjaga kehormatan profesi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik.

"Melalui malam tirakatan ini, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga merenung dan meneguhkan kembali komitmen sebagai advokat pejuang keadilan. Masukan dari anggota adalah bahan bakar untuk PERADIN semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Kuatno.

BPC PERADIN Madiun Raya juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan BPW PERADIN Jawa Timur dan DPP PERADIN Pusat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat program organisasi serta mendukung terwujudnya standar profesi advokat yang semakin baik.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk para pendiri PERADIN, keberlanjutan organisasi dan tegaknya supremasi hukum di Indonesia.

Memasuki usia ke-62, PERADIN Madiun Raya menegaskan tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat. Advokat tidak hanya dituntut memahami hukum, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari perjuangan masyarakat dalam memperoleh keadilan.

(Redho)

Senin, 24 Agustus 2026

Candra Muhctar: Maulid Nabi Momentum Perkuat Akhlak dan Kepedulian


Soppeng, Sigapnews.com, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Soppeng, Mohamad Candra Muhctar, S.Pd., M.Pd., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat akhlak, keimanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Candra yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng sekaligus Ketua Fraksi Demokrat menyampaikan, keteladanan Rasulullah SAW memiliki nilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Candra, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi pengingat agar umat Islam terus berupaya menerapkan akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk membangun pribadi yang beriman, berilmu, dan berdaya guna bagi agama, bangsa, dan negara,” pesan Candra. Selasa (25/8/2026).

Ia menilai, kemajuan masyarakat tidak hanya membutuhkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus dibarengi dengan karakter serta akhlak yang baik.

Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan mampu mendorong setiap individu untuk memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Candra juga menyampaikan doa agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H membawa keberkahan bagi masyarakat Soppeng.

“Semoga cahaya Maulid membawa kedamaian, keberkahan, dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan umat Islam agar menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.

“Rasulullah lahir membawa petunjuk dan cahaya. Semoga kita termasuk umat yang setia mengikuti jalan Nabi Muhammad SAW,” tutur Candra.

Candra berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis, berakhlak, dan saling menghargai.

Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat.

(AJS)

Sabtu, 18 Juli 2026

Nahkoda Baru PBVSI Soppeng, Syahrir Ajak Seluruh Klub Bersatu Kejar Prestasi


Soppeng, Sigapnews.com, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Soppeng resmi memiliki nahkoda baru. Mantan atlet voli andalan Soppeng, Syahrir, S.E., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (MUSKABLUB) yang berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (19/7/2026).

Terpilihnya Syahrir mendapat dukungan penuh dari peserta musyawarah yang dihadiri perwakilan 21 klub voli dari total 30 klub yang diundang. Proses pemilihan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan dengan mengusung tema "PBVSI Soppeng Satu Tekad Menuju Prestasi."

Kepercayaan yang diberikan kepada mantan atlet terbaik Soppeng itu diharapkan menjadi awal kebangkitan bola voli di Bumi Latemmamala. Pengalaman panjang Syahrir sebagai atlet dinilai menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan pembinaan sekaligus menjawab tantangan prestasi olahraga voli di daerah.

Dalam sambutan perdananya usai ditetapkan sebagai ketua, Syahrir menegaskan komitmennya untuk menjadikan PBVSI Soppeng sebagai organisasi yang profesional, terbuka, dan mampu melayani seluruh klub secara adil.

Ia menilai organisasi olahraga tidak hanya bertugas menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga harus menjadi wadah yang mampu membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Organisasi ini harus dikelola dengan terbuka dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Mari tinggalkan perbedaan, kita bersatu lewat semangat gotong royong demi membawa voli Soppeng ke panggung nasional," ujar Syahrir.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Syahrir telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fondasi pengembangan bola voli Soppeng selama empat tahun ke depan.

Fokus pertama adalah membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang mulai dari desa dan kelurahan. Menurutnya, potensi atlet muda tersebar di berbagai wilayah sehingga harus diberikan ruang pembinaan sejak usia dini melalui klub-klub yang aktif.

Ia berencana menghidupkan kembali aktivitas klub di tingkat desa agar menjadi pusat pencarian bibit atlet sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap olahraga bola voli.

Selain pembinaan usia dini, Syahrir juga menargetkan terselenggaranya kompetisi secara rutin setiap tahun. Turnamen lokal dinilai menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas permainan atlet, membangun mental bertanding, sekaligus menjadi ajang evaluasi hasil latihan.

"Kalau kompetisi berjalan rutin, atlet akan terus berkembang. Klub juga memiliki motivasi untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan," katanya.

Tak kalah penting, Syahrir berkomitmen menerapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Seluruh proses administrasi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan program kerja akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh klub anggota.

Menurutnya, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun organisasi olahraga yang sehat dan mampu berkembang.

Syahrir juga menegaskan bahwa prestasi tidak mungkin diraih hanya mengandalkan pengurus PBVSI. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari KONI Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan dukungan terhadap pembinaan atlet, penyediaan sarana latihan, penyelenggaraan kejuaraan, hingga peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan.

MUSKABLUB PBVSI Soppeng turut dihadiri Kepala Dinas PAPORA Kabupaten Soppeng yang mewakili Bupati Soppeng, Sekretaris PBVSI Sulawesi Selatan, Wakil Ketua KONI Soppeng, serta para pengurus dan perwakilan klub voli dari berbagai kecamatan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya harapan terhadap kepengurusan baru agar mampu membawa PBVSI Soppeng lebih maju dan kompetitif.

Dengan latar belakang sebagai mantan atlet yang pernah mengharumkan nama daerah, Syahrir dinilai memahami persoalan yang dihadapi para atlet maupun klub di lapangan. Karena itu, kepemimpinannya diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada pembinaan dan peningkatan prestasi.

Kini, harapan besar tertumpu pada kepengurusan PBVSI Soppeng periode 2026–2030 untuk mengembalikan kejayaan bola voli Kabupaten Soppeng, mencetak atlet-atlet berbakat dari desa-desa, serta membawa nama Bumi Latemmamala bersaing di level provinsi hingga nasional.

(Red)

Minggu, 12 Juli 2026

3 Hari Digembleng, 35 Kader BKPRMI Soppeng Resmi Siap Pimpin Gerakan Dakwah Masjid


Soppeng, Sigapnews.com,– Sebanyak 35 kader muda Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Soppeng resmi menyelesaikan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 setelah menjalani proses pengkaderan intensif selama tiga hari. Kaderisasi yang berlangsung di Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge, Kecamatan Marioriawa, pada 10–12 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis BKPRMI dalam menyiapkan regenerasi pemimpin gerakan dakwah berbasis masjid.

Diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, kegiatan ini mempertemukan peserta dari unsur DPD BKPRMI, utusan DPK BKPRMI se-Kabupaten Soppeng, serta remaja masjid yang diproyeksikan menjadi penggerak organisasi di wilayahnya masing-masing.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi tentang manajemen dakwah dan keorganisasian, tetapi juga ditempa melalui berbagai sesi kepemimpinan, diskusi kelompok, Forum Group Discussion (FGD), simulasi penyusunan program kerja, hingga pembiasaan ibadah berjamaah. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan memimpin organisasi sekaligus menjaga semangat dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dr. Syamsuddin, S.S., M.Si., mengatakan LMD 1 merupakan pintu masuk bagi lahirnya kader-kader yang siap membawa perubahan positif di lingkungan masjid dan masyarakat.

"LMD 1 ini adalah kawah candradimuka bagi pemuda masjid di Soppeng agar siap menghadapi tantangan zaman dengan manajemen dakwah yang modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai Islami," ujar Syamsuddin.

Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan Islam saat ini semakin kompleks. Karena itu, kader BKPRMI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional, menyusun program yang terarah, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan umat.

Ia berharap seluruh alumni LMD 1 menjadi motor penggerak kegiatan masjid yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pembinaan generasi muda, serta mengembangkan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M.. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari meriahnya pelaksanaan kegiatan, melainkan dari sejauh mana alumni mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

"Kami berharap alumni LMD 1 ini langsung mengaktifkan program-program kreatif di masjid masing-masing setelah kembali dari sini. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan kreativitas generasi muda," kata Asri Said.

Ia menambahkan, BKPRMI membutuhkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi dalam dakwah, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan LMD 1 juga datang dari Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Darwis, S.Ag.. Menurutnya, pembinaan pemuda berbasis masjid merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

"Pemerintah sangat mengapresiasi langkah BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembinaan dari perwakilan Polres Soppeng yang memberikan penguatan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menjelang penutupan, panitia melaksanakan evaluasi akhir dan pembaiatan kader sebagai penanda resmi berakhirnya proses LMD 1. Sertifikat kelulusan diserahkan secara simbolis kepada peserta terbaik, sementara BKPRMI Soppeng memberikan plakat penghargaan kepada Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge atas dukungan dan kontribusinya sebagai lokasi penyelenggaraan.

Melalui LMD 1, BKPRMI Kabupaten Soppeng menargetkan lahirnya generasi baru pemimpin masjid yang memiliki kompetensi kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, serta semangat dakwah yang inklusif dan adaptif. Ke-35 kader yang telah dinyatakan lulus diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghidupkan masjid melalui program-program pembinaan, pemberdayaan umat, dan aktivitas kepemudaan yang kreatif di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Sabtu, 20 Juni 2026

Komitmen Bangun Sinergi, Polres Soppeng Apresiasi Pelantikan dan Rakercab PMII


Soppeng, Sigapnews.com,– Komitmen dalam membangun sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kalangan mahasiswa kembali ditunjukkan dalam kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Soppeng Masa Khidmat 2026–2027 yang berlangsung di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Jalan Salotungo, Kecamatan Lalabata, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri berbagai unsur penting daerah, mulai dari perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran organisasi kemahasiswaan, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap peran mahasiswa dalam pembangunan daerah dan penguatan kehidupan demokrasi.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Soppeng AKP Ahmad, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Polres Soppeng terhadap pengembangan organisasi kemahasiswaan yang aktif dan konstruktif.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan rapat kerja organisasi mahasiswa tersebut. Menurutnya, PMII sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari elemen strategis bangsa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, keberadaan organisasi kemahasiswaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan kapasitas intelektual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Polres Soppeng mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PMII Kabupaten Soppeng yang telah dilantik. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif,” ujar Kapolres melalui perwakilannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa stabilitas keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Melalui berbagai program edukasi, kegiatan sosial, dan penguatan literasi kebangsaan, mahasiswa dinilai dapat menjadi jembatan yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

Selain agenda pelantikan pengurus baru, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang menjadi forum strategis bagi PMII Kabupaten Soppeng dalam menyusun arah kebijakan organisasi selama satu periode kepengurusan ke depan. Melalui forum tersebut, berbagai program kerja dibahas dan dirumuskan sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengurus Cabang PMII Kabupaten Soppeng dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Soppeng. Kesepakatan kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan pendidikan politik di kalangan generasi muda serta memperkuat pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan demokrasi.

Kapolres Soppeng menilai kerja sama yang terjalin antara PMII dan Bawaslu merupakan bentuk kolaborasi positif yang dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas demokrasi di daerah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pendidikan politik sangat penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan bertanggung jawab.

“Sinergi antara organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, dan lembaga penyelenggara pemilu merupakan langkah yang sangat positif. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran demokrasi dan mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah,” katanya.

Ia juga berharap agar PMII Kabupaten Soppeng dapat terus menjadi organisasi yang aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, pengabdian sosial, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan mahasiswa.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru dan tersusunnya program kerja organisasi melalui Rakercab, PMII Kabupaten Soppeng diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai mitra strategis pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, demokratis, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan dapat terus terjalin dengan baik demi kemajuan Kabupaten Soppeng serta terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.

(Yunandar) 

Selasa, 16 Juni 2026

Ketua PWI Soppeng Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharram 1448 H sebagai Momentum Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik


Soppeng, Sigapnews.com,– Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender semata. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan bagi setiap umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, saat menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Soppeng, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, peringatan 1 Muharram merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan sejarah Islam yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Tahun Baru Islam mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang penuh makna dan pelajaran. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kualitas hidup yang lebih baik serta lebih diridhai Allah SWT,” ujar Andi Jumawi.

Ia mengatakan, semangat hijrah perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi yang semakin cepat, perubahan sosial yang dinamis, hingga berbagai persoalan ekonomi dan budaya menjadi tantangan yang membutuhkan keteguhan moral dan spiritual.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu meninggalkan hal-hal yang kurang baik menuju sesuatu yang lebih baik. Mulai dari memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan dengan keluarga, menjaga persaudaraan, hingga meningkatkan kepedulian kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Andi Jumawi menilai, nilai-nilai hijrah sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Semangat perubahan positif, menurutnya, dapat menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah.

“Kalau semangat hijrah ini mampu kita terapkan bersama, maka akan lahir masyarakat yang lebih peduli, lebih produktif, dan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Perubahan besar selalu diawali dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Jumawi turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.

Sebagai Ketua PWI Soppeng, Andi Jumawi juga menegaskan komitmen insan pers untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat, edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi yang mampu mendorong lahirnya perubahan positif di tengah kehidupan sosial.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat. Karena itu, PWI Soppeng akan terus mendukung penyebaran informasi yang membawa manfaat, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah,” jelasnya.

Menutup pesannya, Andi Jumawi memanjatkan doa agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng dan bangsa Indonesia secara umum.

“Semoga tahun baru ini menjadi awal dari berbagai kebaikan yang Allah SWT ridhai. Semoga setiap langkah kita diberikan kemudahan, setiap usaha diberkahi, dan setiap doa terbaik yang kita panjatkan dapat dikabulkan. Mari kita songsong Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah, semangat perubahan, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan,” pungkasnya.

Dengan semangat 1 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna, penuh kebermanfaatan, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan daerah.

(Yund)

Sabtu, 13 Juni 2026

Hadiri Rapimnas LMP 2026, Sahar Bawa Misi Ketahanan Pangan dan Kemajuan Daerah


Jakarta, Sigapnews.com, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Laskar Merah Putih yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Rapimnas tahun ini mengusung tema “Laskar Merah Putih Bersama Pemerintah Rawat NKRI Membangun Negeri”, yang mencerminkan semangat organisasi untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, serta kader Laskar Merah Putih dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan kuatnya soliditas organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tokoh yang hadir dalam Rapimnas adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, upaya menjaga NKRI tidak hanya dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga dengan mendukung program-program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu program prioritas pemerintah saat ini adalah swasembada pangan.

Amran menilai ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader Laskar Merah Putih untuk turut mengawal program swasembada pangan hingga ke tingkat daerah.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, dan organisasi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Macab LMP Soppeng, Sahar. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Menteri Pertanian dan menggerakkan seluruh potensi organisasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurut Sahar, swasembada pangan merupakan agenda strategis yang harus mendapat dukungan seluruh elemen bangsa. Ia menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang besar sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan target tersebut.

“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani harus didukung bersama,” kata Sahar.

Ia menegaskan bahwa LMP Soppeng siap mengawal program swasembada pangan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan negara melalui sektor pangan.

Selain itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Kader-kader LMP juga akan didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Sahar menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, LMP akan terus hadir membantu menyosialisasikan berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga berharap Rapimnas 2026 semakin memperkuat soliditas organisasi dari tingkat pusat hingga daerah sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

“Rapimnas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami berharap seluruh kader LMP semakin solid dan terus berkontribusi dalam menjaga NKRI serta mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Rapimnas Laskar Merah Putih 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, berbagai program strategis, termasuk swasembada pangan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Yund)

Minggu, 10 Mei 2026

Ketua DPW A-PPI Sumut Kunjungi DPP A-PPI, Hardep Dinilai Layak Duduki Jabatan Sekjen Pusat


Medan, Sigapnews.com,– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Sumatera Utara, Hardep yang akrab disapa Raju, bersama Pembina, Wakil Ketua Roymansyah Nasution, serta sejumlah pengurus inti A-PPI Sumut melakukan kunjungan kerja resmi ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) A-PPI di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (09/06/2026).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua DPP A-PPI, Ade Dzulhaidir, dan Sekretaris Jenderal DPP A-PPI, Agus Dwirahmadji, S.H., M.H., dalam suasana hangat penuh kekeluargaan dan semangat membangun organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP A-PPI, Ade Dzulhaidir, menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlangsungan dan kemajuan organisasi di masa mendatang. Ia mengaku telah melakukan penilaian terhadap kinerja seluruh Ketua DPW A-PPI di Indonesia dan melihat potensi besar dalam diri Hardep.

“Setelah mengamati kinerja dan dedikasi para pemimpin daerah, saya menilai Ketua DPW A-PPI Sumut, Bapak Hardep, memiliki kapasitas dan keberanian yang layak untuk naik ke tingkat nasional serta menduduki jabatan Sekretaris Jenderal DPP A-PPI.

Langkah pembaruan ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke pelosok desa serta mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah demi kesejahteraan bangsa,” tegas Ade Dzulhaidir.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Hardep menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi dan amanah yang diberikan oleh pimpinan pusat.

“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ketua DPP A-PPI Bapak Ade Dzulhaidir dan Sekjen DPP A-PPI Bapak Agus Dwirahmadji atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan jajaran pengurus Sumatera Utara.

Penghargaan ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh kader A-PPI di Sumatera Utara yang terus berjuang menegakkan kebenaran dan kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar Hardep.

Ia juga menegaskan kesiapannya apabila dipercaya mengemban amanah di tingkat pusat.

“Apabila diberikan tanggung jawab di tingkat pusat, saya siap mengabdi demi memajukan A-PPI menjadi organisasi pers yang terhormat, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Bersama pimpinan pusat, kami siap memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat bawah serta menjadi mitra kritis sekaligus pendukung pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP A-PPI, Agus Dwirahmadji, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas kinerja DPW A-PPI Sumatera Utara yang dinilai sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya dalam kedisiplinan organisasi dan advokasi terhadap wartawan.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari strategi besar organisasi dalam memperkuat eksistensi A-PPI di tengah masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan diskusi santai dan komitmen bersama untuk terus mempererat sinergi antara pengurus pusat dan daerah demi mewujudkan A-PPI yang semakin maju, profesional, dan bermanfaat bagi dunia pers serta kemajuan Indonesia.

(Tim)

Selasa, 21 April 2026

Ketua PWI Soppeng Layangkan Somasi, Polemik Pemberitaan Memanas: Tudingan Tak Berimbang Disorot Tajam


Soppeng, Sigapnews.com, Polemik di tubuh insan pers Kabupaten Soppeng kian memanas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dinilai menerbitkan pemberitaan tanpa memenuhi prinsip keberimbangan dan verifikasi jurnalistik.

Langkah tegas ini bukan tanpa alasan. Andi Jumawi menilai pemberitaan yang beredar terkait Surat Keputusan (SK) PWI Pusat dan proses pelantikan pengurus PWI Soppeng masa bakti 2025–2028 telah dipublikasikan tanpa konfirmasi kepada pihak yang berkepentingan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan publik sekaligus mencederai etika profesi jurnalistik.

Somasi itu ditujukan kepada Alimuddin, Fas Rachmat Kami, Muh. Syukur, serta Andi Baso Petta Karaeng. Mereka disebut menerbitkan informasi yang menyangkut legalitas kepengurusan PWI Soppeng tanpa melakukan verifikasi langsung kepada pengurus resmi.

“Pemberitaan tanpa konfirmasi kepada pihak yang diberitakan berpotensi melanggar prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan keberimbangan,” tegas Andi Jumawi, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, pelantikan pengurus PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028 telah dilaksanakan secara sah oleh Ketua PWI Sulawesi Selatan, H.M. Agus Salim Alwi Hamu.

Pelantikan tersebut merujuk pada SK PWI Pusat Nomor 27-PKU/PP-PWI/2025 tertanggal 26 November 2025.

Menurutnya, dokumen tersebut bukan hanya sah secara administrasi, tetapi juga ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, serta Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.

Dengan demikian, ia menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak terjadi jika proses jurnalistik dijalankan secara profesional.

Yang menjadi sorotan, kata Andi Jumawi, sejumlah pemberitaan justru menggiring opini tanpa menghadirkan klarifikasi dari pihak PWI Soppeng.

Ia menilai praktik tersebut berbahaya karena berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak utuh.

Melalui somasi tersebut, pihaknya meminta media atau individu yang menerbitkan berita dimaksud untuk memberikan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hak jawab diminta dimuat paling lambat 3 x 24 jam sejak somasi diterima.

“Kami meminta hak jawab diberikan dan dimuat dalam waktu 3 x 24 jam sejak somasi diterima,” ujarnya menegaskan.

Langkah somasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konflik pemberitaan di kalangan wartawan Soppeng tidak lagi sekadar perbedaan pandangan, tetapi telah memasuki ranah serius yang menyangkut profesionalisme dan legitimasi organisasi.

Andi Jumawi juga menyinggung bahwa Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara jelas mengatur kewajiban verifikasi, keberimbangan, serta larangan menghakimi dalam pemberitaan.

Ia menilai pemberitaan yang beredar sebelum maupun setelah pelantikan pengurus PWI Soppeng tidak mencerminkan prinsip-prinsip tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap praktik jurnalistik yang dinilai terburu-buru dan minim konfirmasi. Ia mengingatkan bahwa wartawan seharusnya menjadi penjaga akurasi informasi, bukan justru memperkeruh situasi melalui publikasi sepihak.

Di sisi lain, somasi ini juga membuka babak baru dalam dinamika internal insan pers di Soppeng. Jika hak jawab tidak diberikan dalam batas waktu yang ditentukan, bukan tidak mungkin polemik ini berlanjut ke langkah hukum berikutnya.

Untuk diketahui, surat somasi tersebut telah diterima oleh Fas Rachmat Kami pada Selasa, 21 April 2026. Dengan diterimanya surat tersebut, publik kini menunggu respons dari pihak yang disomasi, sekaligus menanti apakah polemik ini akan mereda atau justru semakin memanas.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme insan pers di daerah. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, prinsip verifikasi dan keberimbangan kembali diuji.

Pertanyaannya, apakah semua pihak siap menempatkan etika jurnalistik di atas kepentingan masing-masing?

(Yund)

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua JOIN Bersama Anggota Pers Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Jaga Kedaulatan Pemerintahan Soppeng



SOPPENG Sigapnews.com Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti momen silaturahmi yang digelar oleh Jurnalis Online Indonesia (JOIN) bersama sejumlah awak media yang tergabung dalam organisasi tersebut. Mereka kompak mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, seraya mengajak seluruh elemen pers untuk terus bersinergi dengan pemerintah 21-3-2026

Dalam suasana penuh khidmat, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) kabupaten Soppeng Herwan, SH, M. Si beserta anggota pers jajaran yang hadir mengulurkan kedua tangan, memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami sekeluarga besar Jurnalis Online Indonesia dan rekan-rekan pers mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. 

"Semoga ke depannya kita semua menjadi lebih baik, lebih profesional dan tetap bersatu, ujar Ketua JOIN saat menyampaikan pesan kebersamaan itu.

Ia juga menyampaikan harapan besar kepada Dewan Pers agar tetap bersemangat dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan. 

Menurutnya, sinergi yang solid antara pers, Dewan Pers dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga kondusifitas serta kedaulatan pemerintahan, khususnya di Kabupaten Soppeng.

"Kami berharap Dewan Pers lebih semangat lagi dalam membimbing insan pers. Mari kita bersinergi dengan pemerintah dan bersama-sama menjaga kedaulatan pemerintahan di Soppeng. 

"Kolaborasi yang baik akan melahirkan pemberitaan yang konstruktif bagi pembangunan daerah, tambahnya.

Momen halal bihalal tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpelaku jurnalistik di Soppeng. 

Mereka berkomitmen untuk terus mengedepankan kode etik jurnalistik serta mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan dan berdaulat melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

(Yunandar)Join

Senin, 02 Maret 2026

Ketua TP PKK Soppeng Bagikan Ratusan Takjil, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan



Soppeng, Sigapnews.com, emangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, bersama jajaran pengurus dengan menggelar kegiatan pembagian takjil kepada para pengguna jalan.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Masjid Agung Darussalam dan kawasan Anjungan I Mangkawani, Kabupaten Soppeng, Senin sore (2/3/2026).

Aksi berbagi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas TP PKK sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Mengusung tema “Mari Rajut Silaturahmi Dengan Berbagi Sesama”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara organisasi pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial.

Sejak sore hari, para pengurus TP PKK telah bersiap di lokasi kegiatan dengan membawa ratusan paket takjil siap saji.

Paket tersebut terdiri dari makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa, yang dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, tampak turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat. Dengan senyum ramah, ia menyapa satu per satu warga yang menerima bingkisan tersebut.

Kehadiran langsung sosok pemimpin perempuan di tengah masyarakat itu menjadi simbol kepedulian dan kedekatan antara organisasi dan warga.

Tidak sedikit pengguna jalan yang mengapresiasi langkah tersebut, terutama mereka yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat silaturahmi antara organisasi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Hj Suarni Suwardi di sela-sela kegiatan.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengguna jalan tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Ketua TP PKK dan para pengurus yang terlibat.

Bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan, pembagian takjil ini menjadi bantuan yang sangat berarti. Selain membantu mereka berbuka puasa tepat waktu, kegiatan ini juga memberikan pesan moral tentang pentingnya berbagi di bulan penuh berkah.

Suasana sore itu terasa hangat dan penuh kebersamaan. Di bawah langit senja yang mulai meredup, interaksi antara pengurus TP PKK dan masyarakat menciptakan nuansa Ramadan yang kental dengan nilai kemanusiaan.

Sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga dan perempuan, TP PKK Kabupaten Soppeng terus mendorong berbagai program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pembagian takjil ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial. TP PKK tidak hanya menjalankan fungsi administratif organisasi, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Hj Suarni Suwardi menegaskan bahwa kegiatan sosial serupa akan terus digalakkan, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya.

“Kami ingin semangat berbagi ini terus hidup, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagi, kita memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat, komunitas, dan organisasi lainnya untuk turut serta dalam aksi-aksi kebaikan.

Kegiatan pembagian takjil di Jalan Pemuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Koordinasi yang baik antar pengurus membuat kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Momentum ini menjadi cerminan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Soppeng. Ramadan pun kembali menjadi ruang refleksi sekaligus penguat solidaritas antarwarga.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, TP PKK Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat, membangun kedekatan emosional, serta menanamkan nilai berbagi sebagai budaya yang terus hidup di tengah kehidupan sosial.

(Yund)

Selasa, 17 Februari 2026

Momentum Ramadhan, LSM SIDIK Soppeng Ajak Perkuat Persatuan dan Integritas


Makassar, Sigapnews.com, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK) Kabupaten Soppeng, Mahmud Cambang, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Soppeng, dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ucapan tersebut disampaikan menyusul penetapan 1 Ramadhan 1447 H oleh pemerintah melalui sidang isbat yang menetapkan awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Mahmud Cambang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan dan semangat untuk memperbaiki diri. Semoga setiap amal ibadah yang kita laksanakan mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Sebagai pimpinan LSM yang bergerak di bidang pengawasan sosial dan investigasi, Mahmud Cambang juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, semangat Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik, transparan, dan berkeadilan.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan moral. Ini saat yang tepat bagi kita semua untuk memperkuat komitmen terhadap kejujuran dan integritas dalam setiap aspek kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat,” jelasnya.

Mahmud Cambang berharap suasana Ramadhan 1447 H dapat membawa kedamaian, persatuan, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Soppeng.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah, mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Atas nama keluarga besar LSM SIDIK Soppeng, kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan di Kabupaten Soppeng,” tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah melalui sidang isbat resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan demikian, umat Muslim di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Red)

Kamis, 05 Februari 2026

Syiar Da’i Indonesia Gelar Pelantikan dan Dialog Kebangsaan Bertema Persatuan NKRI


Jakarta, Sigapnews.com, Pengurus Pusat Syiar Da’i Indonesia (SDI) periode 2026–2029 akan menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan bertema “Meneguhkan Peran Da’i dalam Merawat Persatuan dan Keutuhan NKRI”.

Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Graha Mental Spiritual Lantai 8, Jalan H. Mas Mansyur/Awaluddin II, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Agenda pelantikan dan dialog kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi Syiar Da’i Indonesia untuk mempererat silaturahmi, menghidupkan kembali spirit perjuangan dakwah, serta memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan para da’i dan da’iyah di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Syiar Da’i Indonesia, Usman Syafruddin, menegaskan bahwa seorang pendakwah harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar dakwah yang disampaikan tidak mengarah pada sikap radikal maupun ujaran kebencian.

“Da’i harus memiliki nasionalisme yang cukup, sehingga dakwahnya membawa pesan persatuan, bukan perpecahan. Dakwah harus mengedepankan ukhuwah dan persatuan bangsa, serta semata-mata mengharap ridho Allah SWT, bukan menjadikan dakwah sebagai profesi untuk mencari keuntungan materi,” tegas Usman. Jum'at (6/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi para pendakwah untuk menanamkan kembali mindset kebangsaan, bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathon minal iman).

Selain pelantikan dan dialog kebangsaan, Syiar Da’i Indonesia juga akan mencanangkan program kerja organisasi sebagai acuan kegiatan strategis ke depan.

Program-program tersebut diharapkan mampu mempererat solidaritas antar pengurus, memperkuat koordinasi, serta menciptakan kerja sama yang solid dalam menjalankan misi dakwah kebangsaan.

“Pelantikan dan dialog kebangsaan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum strategis untuk menyatukan visi dan misi, memperluas jejaring, serta mewujudkan kepengurusan Syiar Da’i Indonesia yang solid, berjiwa nasionalis, dan religius,” tutup Usman.

Senada dengan hal tersebut, M. Nurul Syaifudin, selaku Sekretaris Jenderal Syiar Da’i Indonesia, menegaskan bahwa da’i memiliki peran strategis dalam menjaga dan merawat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, para da’i tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan dalam membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, menyerap aspirasi kebangsaan melalui dialog nasional, serta mempererat silaturahmi antar da’i dan para tokoh bangsa.

“Melalui dialog kebangsaan ini, kami ingin mendorong kolaborasi seluruh elemen, baik ulama, pemerintah, maupun masyarakat, untuk bersama-sama merawat persatuan dan membina umat,” ujar Nurul.

Dialog kebangsaan ini akan menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, di antaranya:

Dr. KH. Rusli Efendi, M.Si – Tenaga Ahli Utusan Khusus Presiden RI

Rully N. Amrullah – Direktur Amanah Daya Nusantara

KH. Jamaludin Faisal Hasyim, M.Hi – Ketua KODI DKI Jakarta

Melalui kegiatan ini, Syiar Da’i Indonesia berharap dapat memperkuat peran da’i sebagai penjaga moral bangsa, perekat persatuan umat, serta mitra strategis negara dalam mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat, dan berkeadaban.

(Red)

Rabu, 31 Desember 2025

Menggugah Kesadaran di Pergantian Tahun: Ketua JOIN Soppeng Tekankan Makna Tahun Baru sebagai Momentum Refleksi dan Komitmen



Ketua JOIN Soppeng Herwan, SH, M.Si (ist). 

Soppeng, Sigapnews.com, Pergantian Tahun Baru 2026 tidak seharusnya dimaknai sekadar sebagai perubahan angka dalam kalender atau momen perayaan seremonial semata. 

Lebih dari itu, tahun baru merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Soppeng, Herwan, SH, M.Si, dalam refleksinya menyambut Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025). 

Ia menilai bahwa euforia pergantian tahun sering kali lebih didominasi oleh pesta, hiburan, dan kembang api, sementara esensi mendalam dari pergantian waktu justru kerap terabaikan.

Menurut Herwan, tahun baru sejatinya adalah momentum penting bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menoleh ke belakang, serta mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir.

“Tahun baru seharusnya menjadi momen introspeksi. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun, apa yang berhasil kita capai, dan apa yang masih perlu diperbaiki ke depan,” ujar Herwan.

Ia menegaskan bahwa refleksi diri menjadi langkah awal yang sangat penting agar seseorang tidak terus mengulangi kesalahan yang sama. 

Dengan evaluasi yang jujur dan terbuka, setiap individu diharapkan mampu merancang langkah yang lebih baik di masa mendatang, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.

Lebih lanjut, Herwan juga menyoroti persoalan komitmen dan janji yang sering kali diucapkan namun tidak diiringi dengan kesungguhan untuk menepatinya. 

Menurutnya, janji bukan sekadar rangkaian kata, melainkan tanggung jawab moral yang mencerminkan integritas seseorang.

“Janji yang pernah kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, seharusnya diupayakan untuk dipenuhi. Dari situlah kepercayaan tumbuh. Komitmen adalah cerminan integritas dan karakter,” tegasnya.

Ia menilai bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap hubungan, baik antarindividu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa komitmen yang kuat, berbagai rencana dan tujuan bersama akan sulit terwujud.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua JOIN Soppeng, Herwan memberikan perhatian khusus terhadap peran dan tanggung jawab insan pers, terutama jurnalis online. 

Ia menegaskan bahwa komitmen dan integritas memiliki makna yang jauh lebih besar bagi seorang jurnalis karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.

Menurutnya, di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat dan tidak jarang diwarnai oleh penyebaran hoaks serta informasi yang menyesatkan. 

Kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk semakin profesional dan berhati-hati dalam menjalankan tugasnya.

“Insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kecepatan memang penting, tetapi akurasi dan keberimbangan jauh lebih utama,” katanya.

Herwan mengingatkan agar jurnalis online, khususnya di Kabupaten Soppeng, tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tidak terjebak pada sensasi semata demi mengejar klik atau popularitas.

Selain refleksi dan komitmen, Herwan juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan berbagai hal negatif yang terjadi di tahun sebelumnya. 

Kesalahan, kebiasaan buruk, konflik, serta pengalaman yang tidak membawa kebaikan, menurutnya, tidak seharusnya terus dibawa ke tahun yang baru.

“Apa yang tidak baik di tahun lalu, buanglah. Jangan dijadikan beban. Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran agar kita bisa melangkah lebih ringan dan lebih bijak di tahun yang baru,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan memperbaiki diri. 

Tahun baru, kata dia, adalah simbol harapan dan peluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

Herwan berharap, di tahun 2026, jurnalis online di Soppeng dapat semakin berperan aktif sebagai pilar informasi yang mencerdaskan masyarakat.  

Selain itu, insan pers juga diharapkan mampu menjadi mitra kritis dalam pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan publik.

Menutup refleksinya, Herwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat baru, niat yang lebih baik, serta tekad untuk terus memberi manfaat bagi sesama.

“Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai titik awal untuk berubah ke arah yang lebih baik, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan optimisme demi masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.

Pergantian Tahun Baru 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat bagi masyarakat Soppeng untuk terus melangkah maju, menjaga nilai kebersamaan, serta membangun perubahan positif di berbagai aspek kehidupan.

(Yun) 

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved