-->

Sabtu, 14 November 2020

Wahidin: Penyerangan Rumah Alm. Imam Rianse Sabotase Pihak Lain untuk Menyudutkan Paslon RAPI



Muna (Sultra), Sigapnews.com, - Juru Bicara (Jubir) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Rajiun - La Pili (RaPi) Wahidin menyayangkan kejadian penyerangan oleh Orang tak dikenal rumah Alm. Imam Rianse pada Jumat malam (13/11/2020) di Jalan Dr. Sutomo.

Melalui pesan selulernya, Wahidin menyampaikan bahwa ekskalasi konflik menjelang Pilkada Muna semakin hari semakin mengkhawatirkan. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pihak khususnya aparat Kepolisisan agar memberikan tindakan tegas terhadap para provokator dibalik kejadian - kejadian kerusuhan yang terjadi.

"Saya kira masyarakat kita ini sudah cerdas. Tidak mungkin melakukan tindakan - tindakan kekerasan jika hanya didasari oleh fanatisme buta pada figur yang didukungnya. Sudah pasti ada yang perintahkan dan itu pasti provokatornya, olehnya kami minta Polisi untuk segera menangkap otak intelektual dibalik kejadian - kejadian ini" tegasnya.

Lanjut Wahidin, terkait penyerangan rumah Alm. Imam Rianse di jalan Dr.Sutomo, dirinya berani menjamin itu bukan tindakan dari pihaknya. Menurutnya, tidak ada alasan yang logis bagi pihaknya untuk menyerang rumah Imam Rianse.

"Jadi jangan percaya opini sesat yang dibangun oleh pihak lawan kami. Kami justru menduga penyerangan Rumah Alm. Imam Rianse adalah sabotase untuk menjatuhkan paslon RaPi. Coba kita pikir secara logis, siapa yang diuntungkan secara politik atas kejadian penyerangan di rumah Alm. Imam Rianse itu. Kami pihak RaPi tidak mungkin melakukan tindakan yang secara politik merugikan Paslon RaPi. Olehnya kami pikir, penyerangan itu pasti dilakukan oleh pihak yang ingin menggagalkan kemenangan Paslob RaPi. Jika ini benar, maka saya anggap mereka terlalu kejam. Rela melakukan segala hal bahkan menyerang rumah pendukung mereka sendiri hanya untuk menjatuhkan Paslon RaPi". Paparnya

"Mereka mau mengarahkan tuduhan penyerangan rumah Alm. Imam Rianse ke pihak RaPi. Hanya karena ada Baliho Rusman - Bahrun yang dirobohkan. Itukan alasan bodoh dan tidak berdasar. Publik bisa menilai, siapa dalang dibalik penyerangan tersebut. Itu sangat jelas desain pihak lain untuk menyudutkan dan menjatuhkan paslon RaPi. Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh masyarakat Muna agar tidak memilih Calon Bupati yang ingin menghancurkan Muna dengan menciptakan konflik hanya demi kepentingan politik pribadinya. Semoga akal dan nurani kita bisa sejalan agar mampu menetapkan pilihan kita pada Pasangan RaPi demi kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat Muna. Mari sambut pemimpin baru Kabupateb Muna dalam situasi yang damai", tutup Wahidin. (KARDONO).

Rabu, 11 November 2020

Umar Bonte Pecat Zuhdi Mulkian Secara Tidak Terhormat


La Ode Muhram  Jadi Ketua KNPI Muna (Foto Istimewa). 


Muna (Sultra), Sigapnews.com, - Zuhdi Mulkian dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara

Pemecatan Zuhdi Mulkian tertuang dalam surat keputusan (SK) DPD KNPI Sultra Nomor: KEP.073/DPD KNPI-SULTRA/XI/2020, tertanggal 9 November 2020, ditandatangani oleh Ketua DPD KNPI Sultra, La Ode Umar Bonte, dan Wakil Sekretaris, Marsono.

“Zuhdi Mulkian kita cabut mandatnya, kita pecat secara tidak terhormat, karena sejak awal memang kita sudah tidak tertarik karena memang orang itu tidak bisa berorganisasi,” kata Ketua KNPI Sultra, La Ode Umar Bonte, saat dihubungi, Rabu 11 November 2020

Dalam penyampaiannya Umar Bonte bahwa memimpin sebuah organisasi sebesar KNPI dibutuhkan sosok berkualitas yang memiliki pemikiran jauh kedepan dalam membantu pemerintah membangun daerah.

“Bukan orang yang mau memperbudak diri kepada kekuasaan,” ujar Umar Bonte.

Karena itu, kata dia, dirinya mendorong salah satu figur yang memang memiliki kualitas dan kapabilitas, memiliki keinginan untuk berorganisasi. Menurutnya, karena KNPI adalah organisasi besar maka dibutuh sosok berjiwa besar, cerdas, dan potensial.

“Setelah saya SK-kan Zuhdi Mulkian yang pada akhirnya saya pecat itu, KNPI Muna lama vakum. Tidak jalan, dia lebih mengurus, ikut-ikut bupati tidak urus organisasi.”

“Saya melihat, jangankan mengurus organisasi sebesar KNPI, urus dirinya saja susah. Makanya saya berpikir, sudahlah, kita cari orang yang berkualitas saja. Kita ganti dengan orang yang lebih berkualitas,” kata Umar Bonte sambil tertawa.

Untuk menggantikan Zuhdi Mulkian, Umar Bonte sebagai Ketua DPD KNPI Sultra mengangkat La Ode Muhram, SH., MH. Bagi Umar Bonte, Muhram diyakini memiliki kualitas dan kapabilitas dalam memimpin KNPI Muna.

“Harapannya, KNPI Muna kedepan, pertama memperbaiki struktur, mengabdi kepada masyarakat, bekerja bersama membangun daerah tetapi tidak dikendalikan oleh kekuasaan,” ujarnya.

Kedua, kata dia, KNPI Muna tidak boleh takut dengan kekuasaan. “Seperti yang lama kan,adoohh, menghadap bupati saja gemetar. Makanya kita butuh orang yang tegas dan mampu bekerja sama dengan rakyat, bukan dengan kekuasaan,” katanya. (Don).

Selasa, 20 Oktober 2020

Istri Pejabat Kadis DPMD Muna All Out Mendukung Pasangan Rajiun - La Pili Sebagai Bupati Muna


Risna Djuli selaku Anggota DPRD Kabupaten Muna saat menyampaikan orasi Politik untuk kemenangan Paslon RAPI (Foto Don). 


Muna (Sultra), Sigapnew.com, - Menjelang satu bulan lebih pesta Demokrat di Kabupaten Muna pasangan RAPI melakukan kampanye di berbagai kecamatan di Kabupaten Muna salah satunya Kecamatan Kabawo sekaligus di dampingi dengan Para Politisi Partai Pengusung. 

Salah satu Politisi Hanura Risna Djuli selaku Anggota DPRD Kabupaten Muna  mengatakan bahwa Pasangan Rajiun La Pili adalah pasangan yang bisa membawa perubahan Daerah Kabupaten Muna  kedepan yang lebih baik sehingga saya mendukung Punuh pasangan ini.

Istri pejabat Kadis DPMD Kab.Muna itu mengatakan bahwa saya berada disini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan buat saya sebagai kader Partai Hanura dan saya berharap kepada seluruh masyakarat terkhusus masyarakat Kabawo, jangan lupa kedepan pada Tanggal 9 Desember 2020 untuk  memilih pasangan RAPI,  karena  pasangan inilah benar - benar ingin membangun Daerah Kabupaten Muna. Jelasnya. Rabu (20/10/2020). 

Lanjut dalam Orasi Risna Djuli mengatakan insya Allah ketika pasangan ini akan menjadi Bupati Muna kedepan maka akan  membawa sebuah perubahan dan kesejahteraan masyarakat. Terangnya. 

Dan Slogan RAPI  ini bukan sekadar Slogan biasa, tapi  slogan ini yang sangat luar biasa sehingga saya mendukung penuh pasangan ini. Tandasnya. 

"Dan Demi sebuah  perubahan Besar di Kabupaten Muna kedepan, maka marilah kita antarkan pasangan ini Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muna
2021 -2026. Imbuhnya. 

Risna selaku Politisi Hanura  mengatakan bahwa  Rajiun dan La Pili ini merupakan Calon Bupati dan wakil Bupati Muna yang tepat. Tuturnya. 

"Dan Kehadiran mereka adalah tidak lain dan tidak bukan, hanyalah semata-mata ingin membawa sebuah perubahan besar di Kabupaten Muna, Karena kita ketahui bersama bahwa Rajiun Tumada  benar - benar terbukti telah memberikan  pengabdiannya yang nayata terhadap daerah Kabupaten Muna Barat selama menjadi Bupati Muna Barat. "Kata Istri Kadis DPMD itu.

Jadi saya mengajak seluruh masyarakat dan simpatisan masyakarat Kecamatan Kabawo  untuk mendukung dan  memilih pasangan RAPI pada tanggal 9 Desember mendatang dan saat menuju TPS Pilihlah Nomor urut 2. "Pungkasnya menutup.

Reporter: KARDONO

Senin, 19 Oktober 2020

Ketua GGSM Rajiun Sebut Ribuan Warga Sambut Paslon RAPI di Watopute



Muna (Sultra), Sigapnews.com, - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Nomor urut 2 (Dua), La Ode M. Rajiun Tumada dan H. La Pili disambut ribuan masyarakat Kecamatan Watopute.

Adaman Dewaputra Selaku Ketua GGSM (Garuda Gerakan Suara Muda) Rajiun menyampaikan bahwa puluhan ribu warga Watopute yang hadir menyambut pasangan Rajiun La Pili merupakan harapan besar dan keinginan warga Untuk Mengantarkan Dan memenangkan Pasangan RAPI pada Pilkada Tahun ini Untuk menjadi Bupati Muna

Keinginan Warga Watopute bahwa kedepan pasangan RAPI ini menjadi Pemimpin Muna. Sehingga ribuan warga Watopute hari ini adalah menunjukkan salah satu  bukti  bahwa warga inginkan menganti Bupati Muna ” kata Adaman Dewaputra.

Adaman Dewaputra Mengatakan bahwa kalangan milenial Watopute solid memenangkan pasangan Rajiun dan La Pili menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2021-2026.
Karna Pemimpin selama ini Yang ada Dikabupatan muna Hanya Memberikan Janji namun tidak ada Bukti.

Maka dari itu Kami kaum milenial Watopute tetap ingin solid dan konsisten mendukung dan memenangkan pasangan  RAPI di Pilkada kabupaten Muna.

"Saya sangat yakin dan percaya pasangan RAPI ini merupakan pasangan pemimpin yang ideal untuk membawah Muna bangkit dan sejahtera Kedepan ,” ucapnya.

Sementara itu , La Ode Zul Zain mengatakan bahawa  kaum milenial Watopute menilai pasangan RAPI ini  adalah pasangan kolaborasi pemimpin yang dapat membawah Muna Maju Kedepan , Makmur, Bangkit dan Sejahtera.“Rajiun dan La Pili merupakan pasangan yang tepat untuk Muna karna pasangan lahir dari hati nurani mereka semata mata ingin membangun Muna ke arah yg lebih Baik lagi.

"Dan Kami siap memenangkan dan
mengantarkan Pasangan Rajiun La Pili untuk menjadi Bupati Muna kedepan. Tuturnya.

Reporter : Don Sultra

Kamis, 15 Oktober 2020

Rajiun La Pili Kampanye, Zahril Baitul Orasi Siap Menangkan Paslon RAPI di Pilkada Muna


Zahril Baitul Siap Menangkan Paslon RAPI di Pilkada Muna (Foto Don).


MUNA (Sultra), Sigapnew.com, - Partai Politik Hati Nurani Rakyat (Hanura) Yang Merupakan Pemilik Kursi Terbanyak Anggota DPRD Kabupaten Muna Mendukung Rajiun La Pili.

Salah Satu Anggota DPRD Muna Zahril Baitul mengungkapkan partainya mengusung Pasangan La Ode M Rajiun Tumada dan H La Pili yang Akronimnya RAPI Nomor Urut 2 untuk melawan Petahana Sekaligus ingin Memutusakan kekuasaan Dinasti yang Ada Dikabupatan Muna.

Zahril Baitul Menyampaikan Dalam Orasi Politiknya Bahwa Dengan bersatunya dua mantan bupati Muna dengan petahana hari ini, membuktikan oligarki kekuasaan yang dibangun akan bertahun-tahun. Maka Dari itu Untuk bersama Bersama memenangkan Pasangan Rajiun-La Pili mari kita lawan oligarki ini dan memenangkan RAPI menjadi bupati dan wakil bupati periode 2021-2026,” katanya pada kampanye paslon RAPI


Sahril juga menyampaikan dengan majunya La Ode M Rajiun Tumada sebagai bupati Muna hari ini, suatu kesyukuran bagi seluruh masyarakat Muna Lanjut dia, dirinya sudah mengenal betul sosok Rajiun, sebab dirinya pernah menjadi anggota DPRD Mubar.


“Sejak jadi anggota DPRD Mubar, saya sudah mengenal sosok La Ode M Rajiun Tumada adalah orang yang berpegang teguh dengan komintmennya. Rajiun juga ini adalah sosok orang yang memberikan janji, tetapi kalau berjanji insyaallah janji itu ditepati. Berbeda dengan kubu sebelah mudah berjanji, tetapi sangat susah menepati janji-janjinya,” jelasnya.


Dia menambahkan, sejak awal dirinya memantau perkembangan dari pertemuan-pertemuan, pasangan yang berakronim RAPI ini sangat nampak bahwa kekuatan pasangan ini makin bertambah dari waktu ke waktu. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Muna untuk bersama-sama berkomitmen dan memenangkan Rajiun-La Pili pada Pilkada yang akan di helat 9 Desember 2020 nanti.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Muna secara keseluruhan, pada 9 Desember 2020 nanti coblos Nomor 2 Dan , kita bersama-sama mengantarkan pasangan RAPI dan sekaligus mencabut mandat Rusman Emba sebagai Bupati Muna,” katanya.


Mantan Politisi PAN ini juga membeberkan bahwa sejak awal paslon Rajiun-La Pili diupayakan dan membangun Sebuah konspirasi untuk menghalangi mereka. Tetapi, atas izin Allah , pasangan ini mendapatkan dukungan enam parpol dengan jumlah 16 kursi di DPRD Muna
Dan ini Adalah Tanda tanda Sebuah Kemenangan bagi pasangan RAPI

“Maka Dari Itu , mari kita bersepakat dan berkomitmen untuk mengganti bupati Muna Pada Tanggal 9 Desember 2020 nanti . Dan kita kibarkan panji-panji kemenangan dan perubahan di seluruh pelosok Desa Dan Kota Kabupaten Muna ini yang Kita Cintai ini,” tegasnya


DON SULTRA.

Selasa, 13 Oktober 2020

Politisi Hanura Yakin Pasangan RAPI Menang dan Terpilih Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna



Muna (Sultra), Sigapnews.com, -Pilkada Kabupaten Muna pasangan Calon Bupati Muna, Lm Rajin Tumada dan H. La Pili di Kecamatan Tongkuno disambut dengan baik oleh masyarakat kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.

Salah satu politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Muna, LM Sahlan menyampaikan Kepada masyarakat Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno untuk memilih pasangan calon (Paslon) LM Rajiun Tumada-La Pili sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 nanti, karena mereka adalah pasangan yang serasi yang bisa membangun daerah kabupaten Muna ini dalam Orasinya. 

Sebab menurutnya, keadaan  Desa Walengkabola kini sangat terisolir dan kumuh, itu karena akses jalan yang menghubungkan antara Desa Walengkabola dan Desa Lapadidi mengalami rusak total sehingga sangat tersolir sekali desa ini, katanya dalam orasi politisi ini. 

Sahlan menyampaikan bahwa satu kampung terisolir, ini sangat tidak masuk diakal. Dibeberapa tahun lalu Desa Lapadidi dan Desa Walengkabola adalah satu, tetapi hari ini justru sangat terisolir, tidak saling menghubungkan,”  ungakapanya. 

Maka dari  itu, mariah bersama sama  memilih pasangan yang jiwa membangun bukan yang hanya menjanji.

"Dan saya yakin sekali jika paslon berakronim RAPI terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna, masalah jalan rusak di Desa Walengkabola segara akan ditutaskan, tegasnya. 

Rajiun - La Pili , kata anggota DPRD Muna itu, bukan hanya pasangan biasa saja , akan tetapi Pasangan yang RAPI dalam berbagai segi apa saja kedepan pasti akan selalu RAPI."Diajaran Agama pun dianjurkan Manusia untuk senantiasa tertib dan RAPI dalam menjalankan ibadah. sehingga wajib hukumnya untuk semua meRAPIkan diri dan Pilihan di 9 Desember 2020 nanti. Paparnya. 

“Insha Allah Bupati dan Wakil Bupati Muna tahun 2021-2026. Semoga doa kita bersama diijabah oleh Allah, RAPI akan menjadi pemimpin Muna yang lebih baik dan  akan menjadikan Muna yang sejahtera, Aamiin,” pungkas Sahlan.


(Don Sultra) 

Politisi Hanura Yakin Pasangan RAPI Menang dan Terpilih Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna



Muna (Sultra), Sigapnews.com, -Pilkada Kabupaten Muna pasangan Calon Bupati Muna, Lm Rajin Tumada dan H. La Pili di Kecamatan Tongkuno disambut dengan baik oleh masyarakat kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.

Salah satu politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Muna, LM Sahlan menyampaikan Kepada masyarakat Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno untuk memilih pasangan calon (Paslon) LM Rajiun Tumada-La Pili sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 nanti, karena mereka adalah pasangan yang serasi yang bisa membangun daerah kabupaten Muna ini dalam Orasinya. 

Sebab menurutnya, keadaan  Desa Walengkabola kini sangat terisolir dan kumuh, itu karena akses jalan yang menghubungkan antara Desa Walengkabola dan Desa Lapadidi mengalami rusak total sehingga sangat tersolir sekali desa ini, katanya dalam orasi politisi ini. 

Sahlan menyampaikan bahwa satu kampung terisolir, ini sangat tidak masuk diakal. Dibeberapa tahun lalu Desa Lapadidi dan Desa Walengkabola adalah satu, tetapi hari ini justru sangat terisolir, tidak saling menghubungkan,”  ungakapanya. 

Maka dari  itu, mariah bersama sama  memilih pasangan yang jiwa membangun bukan yang hanya menjanji.

"Dan saya yakin sekali jika paslon berakronim RAPI terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna, masalah jalan rusak di Desa Walengkabola segara akan ditutaskan, tegasnya. 

Rajiun - La Pili , kata anggota DPRD Muna itu, bukan hanya pasangan biasa saja , akan tetapi Pasangan yang RAPI dalam berbagai segi apa saja kedepan pasti akan selalu RAPI."Diajaran Agama pun dianjurkan Manusia untuk senantiasa tertib dan RAPI dalam menjalankan ibadah. sehingga wajib hukumnya untuk semua meRAPIkan diri dan Pilihan di 9 Desember 2020 nanti. Paparnya. 

“Insha Allah Bupati dan Wakil Bupati Muna tahun 2021-2026. Semoga doa kita bersama diijabah oleh Allah, RAPI akan menjadi pemimpin Muna yang lebih baik dan  akan menjadikan Muna yang sejahtera, Aamiin,” pungkas Sahlan.


(Don Sultra) 

Minggu, 11 Oktober 2020

Masyarakat Tampo Siap Antarkan Rajiun - La Pili (RAPI) Menjadi Bupati Muna 2021-2026.


Pasangan RAPI Siap Membangun MUNA (Foto Don). 

Siagapnew.com. Pilkada Kabupaten Muna pasangan Calon Bupati Muna, LM Rajin Tumada dan H. La Pili di Kecamatan Napabalano Tampo disambut Dengan baik masyarakat. Mereka  sangat menginginkan agar pasangan Akronim RAPI bisa menjadi pemimpin di Bumi Sowite  ditahun 2021 - 2026 dan akan membawa perubahan kedepan untuk kabupaten Muna.

Salah satu warga menegaskan, Bahwa sosok Rajiun Tumada- La Pili adalah orang yang tegas dan disiplin Dan  mementingkan   kepentingan masyarakatnya. Tak hanya itu, emak emak yang ikut terlibat dalam kampanye trsebut histeris mengangkat dua jari dan menarikan Rajiun- La Pili Bupati Muna.

"Kami harapkan Rajiun- La Pili bisa memimpin Muna kedepan dan membawah perubahan mendatang,",Singkatnya

Sementara itu, H La Pili mengungkapkan bahwa berbagai macam kepanikan telah timbul dari lawan politik, kami datang sebagi penantang sejati sehingga bisa melahirkan pertarungan yang sehat. mereka juga sempat berharap melawan kotak kosong namun hasilnya nihil. apalagi pasangan RAPI diisukan tidak mendapatkan kendaraan politik namun faktanya terbalik.

"Kursi kami lebih banyak dibanding mereka, yakni 16 kursi melawan 14 kursi. Dan ini menjadi bahwa tanda tanda kemenangan rapi sudah didepan mata," Bebernya. 

Lanjut Mantan Anggota DPRD Provinsi itu, kami juga mendapat informasi bahwa Rajiun disebut sebut sebagai pemimpin yang oteriter, padahal buktinya beliau adalah bupati yang tegas dan disiplin akan tugasnya. Banyak program yang sudah dituntaskan selama menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Laworo.

"Kami sebagai calon bupati Muna menyampaikan bahwa 9 Desember adalah pertaruhan nasib, olehnya itu kita jangan salah memilih pemimpin. Jadilah pemilih yang bijak yang mengedepankan asas demokrasi yang sehat tanpa ada provokasi," tandasnya. 

(Don Sultra).

Senin, 05 Oktober 2020

Kepala Dinas Pecat Honorer Dimuna Iksan Selaku Anggota DPRD Muna Angkat Suara



Sekretaris Komisi 1 Moh. Iksanuddin Makmun, SE, SH, MH Anggota DPRD Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Foto Don). 

Muna (Sultra), Singapnew.com, -Maraknya tenaga Honorer yang di pecat atau di berhentikan beberapa minggu terakhir ini mengundang reaksi keras anggota DPRD Kabupaten Muna, salah satunya dari Sekretaris Komisi 1 Moh Iksanuddin Makmun, SE,SH,MH.

Dia mengetahui perihal ini dari beberapa media daring yang beredar dan viral beberapa hari lalu.

Iksan selaku ketua Fraksi Gerindara mengungkapkan, Sungguh picik jalan pikiran pimpinan yang telah mengeluarkan SK Pemecatan bagi beberapa tenaga honorer yang ada di beberapa Dinas, Bagaimana tidak orang yang sudah mengabdikan dirinya beberapa tahun, bahkan saya dengar ada yang sudah sampai lebih 10 Tahun dengan penghasilan seadanya alias di bawah UMR tiba tiba di berhentikan dengan Alasan yangg tidak jelas. Ujarnya. 

Anggota DPRD Ketua fraksi Gerindra ini mengungkap bahwa, Sebagian kabar yang beredar di berhentikan karena berbeda arah politik dengan pimpinan mereka dalam menghadapi kontestasi pilkada yang Alan dihelat pads 9 desember yang akan datang, bebernya. 

" Ini Pimpinan mereka, Memecat kerjanya, urus politik atau menjalankan tugas Pemerintahan?, katanya. 

Kalau betul isu itu maka ini bentuk pemimpin yang hilang Rasa kemanusiaannya dalam kata lain hasrat politiknya mengalalkan rasa kemanusiaanya, ungkap Iksan saat di temui di kantor DPRD Kabupaten Muna. Selasa (6/10/2020) 

Beberapa minggu lalu saya mendengar ada Sat Pol PP Honor yang di pecat, kemudia dari Pemadam Kebakaran, dan hari ini saya membaca pasutri dari Dinas Lingkungan Hidup juga Ikut di berhentikan, Ada apa ini menjelang Pilkada terjadi fenomena pemecatan Honorer Seperti sekarang ini.

Iksan Mengatakan, Kalau alasannya karena netralitas hari ini juga ada salah satu Kabid yang lagi Viral juga karna mengkampanyekan salah satu paslon dan menggunakan fasilitas umum tenang tenang saja dan jauh dari kata sanksi. 

Kalau mereka yang di pecat tersebut mendukung salah satu Calon, ya itu wajar saja dan mereka itu punya hak Politik dari hati nuraninya mereka, Kenapa harus kebakaran jenggot, ungkap Politisi Gerindra yang selalu memperjuangkan keadilan masyarakat ini. 

Maka dari  itu bagi honerer  yang di berhentikan dengan alasan yang tidak jelas itu silahkan datang untuk membuat pengaduan secara lisan atau tulisan di Kantor DPRD Kab Muna.

Dan kita akan panggil  dinas terkait untuk kita lakukan Hearing agar Dinas dinas yang terkait yang melakukan pemecatan tersebut menjelaskan kepada kita ada apa sebenarnya.

Masalah seperti ini agar tidak menjadi Bola liar dan pembicaraan di tengah masyarakat, Dan Kita ini menghadapi perhelatan pilkada mari kita hadapi dengan riang gembira jangan membuat hal-hal yang bikin gaduh di masyarakat yang akan menggangu konduktifitas masyarakat Kabupaten Muna, Ungkap Ketua fraksi Gerindra itu.

(Don Sultra)

Fasilitas Pemerintah Gedung Barugano Wuna Dijadikan Posko Kemenangan L.M Rusaman Emba dan Bahrun Labuta


Rumah adat Barughano Wuna Kabupaten Muna Provunsi Sulawesi Tenggara. (Foto dokumen) 

Muna (Sultra), Sigapnews.com, - 
Rumah adat Barughano Wuna yang Merupakan Fasilitas Pemerintah yang terletak di Jalan By Pass Kota Raha, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna diduga kuat dijadikan posko rapat konsolidasi tim pemenangan salah satu pasangan calon Bupati Muna. 

Dugaan itu terkuak melalui video singkat yang terekam oleh kamera handphone salah satu oknum yang hadir pada konsolidasi tersebut.

Dalam Video tersebut adalah di duga oknum salah satu Kabid di DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) yang ada di kabupaten Muna mengajak para simpatisan untuk memenangkan petahana LM Rusman Emba di Pilkada Muna yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Adanya video berdurasi yang beberapa menit itu membuktikan bahwa bangunan Barughano Wuna sudah disalah gunakan.

“Dengan kerja teman-teman, dab Rahmat Allah Yang Maha Kuasa sehingga 9 Desember Pak Rusman Emba bisa kembali menjadi Bupati Muna,” ujar Ikhsan pada video itu yang diamini oleh rekan-rekannya.

Hingga berita ditayangkan, Ikhsan belum dapat dikonfirmasi.

(Don)

Kamis, 01 Oktober 2020

Penetapan Nomor Urut di Pilkada Muna, Paslon RAPI Dapat Angka Hoki Nomor Urut 2


Rajiun Tumada dan H. Lapili berpose usai di tetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Periode 2021-2025 dengan No Urut 2 (foto Don) 

Muna (Sultra), Sigapnew.com, - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati, La Ode M Rajiun Tumada dan H La Pili mendapat nomor urut 2 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna tahun 2020.

Penetapan nomor urut 2 ini kepada pasangan  Rajiun La Pili  ini, berdasarkan berita acara Nomor 82/PL.02.03-BA/7403/KPU-KAB/X/2020 tentang rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon pada pemilihan bupati dan wakil bupati Muna tahun 2020. Dan dilaksanakan di Aula KPU Muna. 

Calon Bupati Muna, La Ode M Rajiun Tumada dan Wakilnya H La Pili menyampaikan ucapan terima kasih banyak  kepada pimpinan dan komisioner KPU serta Bawaslu Kabupaten Muna, yang selalu melanjutkan proses dan tahapan penyelenggaraan dan pengawasan di Pilkada Muna ini.

Mantan Atlet Karate Dunia ini menyampaikan, bahwa nomor urut 2 ini merupakan angka Kemenangan dan sangat   dinantikan semua para pendukung dan tim pasangan RAPI ini, dan akan menjadi angka kemenagan untuk pasangan calon (paslon) RAPI pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Angka  2 ini adalah angka kemenangan kami (RAPI). Angka 2 ini jauh hari sebelumnya, saya  sudah nantikan  mendapatkan angka ini.ujarnya.

"Ini adalah angka hoki dan keberuntungan buat saya, pada saat Pilkada di Mubar saya mendapat angka nomor  2 sehingga Iksan Ridwan Bae saya kalahkan  dan sekarang di Muna saya dapat lagi angka nomor 2 insya Allah saya menang ," kata La Ode M Rajiun Tumada saat ditemui di Kantor KPU Muna, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut Rajiun mengatakan bahwa dengan nomor urut 2 yang merupakan angka hokinya, dirinya meyakini akan menang dan menumbangkan petahana di Pilkada Muna 2020. Sebab, berdasarkan tiga lembaga survei yang ada, presentase secara keseluruhan paslon RAPI unggul mencapai 71,2 persen.

"Insyaallah kami menang telak.Dan saya Yakin di Kecamatan Katobu pasangan RAPI menang Telak.

Rajiun berpesan kepada seluruh simpatisan dan pendukungnya, dalam pelaksanaan tahapan pilkada ini, masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19. 

Tak lupa juga, dirinya mengajak seluruh masyarakat Muna untuk memilih dan memenangkan nomor urut 2 Rajiun-La Pili pada Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember nanti kalau Muna ingin maju. Ungkapnya.


Penulis : Kardono.

Senin, 03 Agustus 2020

Rajiun Didukung Tokoh Penggerak PKS di Pilkada Muna



Muna (Sultra), Sigapnews.com, -Setelah banyak pertimbangan yang dilakukan Tokoh Penggerak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Muna, Mereka kini nyatakan sikap mendukung H. La Pili-Rajiun Tumada untuk unjuk panggung di perhelatan Pilkada Muna 2020 mendatang.

Hal itu di ungkapkan kader PKS La Pili, menurutnya, Mayoritas mulai dari tokoh penggerak PKS yang ada di Kecamatan se Kabupaten Muna siap mendukung Rajiun dan dirinya jika kedepannya dikehendaki untuk tampil di pesta demokrasi.

"Saya sudah lakukan sosialisasi di semua kecamatan, dan mereka (pemilih PKS) siap mendukung saya dengan Rajiun maju di Pilkada Muna. diluar itu mereka tidak inginkan dengan alasan banyak pertimbangan." Katanya

Ditanya soal istimewanya Rajiun di matanya mereka, La Pili membeberkan, Bahwa sosok Rajiun adalah pemimpin yang memiliki kharismatik tegas dan berprestasi sehingga Mantan Kasat Pol PP Provinsi itu sangat di butuhkan oleh masyarakat Muna.

Kata La Pili, Kita butuh pemimpin yang kuat dan berperesatsi, Jadi harus penataan pembangun yang luar biasa dimana ketegasannya dalam menyelesaikan masalah masalah yang ada di Bumi Sowite.

"Contohnya pasar, Apalagi para pedagang yang sampai hari ini belum menerima solusi sehingga banyak menimbulkan polemik. Berarti dalam hal ini ada ketidaktegasan pada pemimpin." Ucapnya

La Pili juga menyindir soal pemilihan Kepala Desa yang sampai hari ini tidak terlaksana. Sebab ia menganggap bahwa yang menjabat pelaksana Kades bisa jadi tidak fokus pada pembangunan Desa beda halnya dengan Kades Definitif.

"Daerah lain sudah laksanakan kades, kenapa di Muna belum, padahal kalau semua ditempati dengan kades difinitif kemungkinan besar persoalan yang ada di desa semua bisa terlaksana dan fokus pada pembangunan desa." Pungkasnya.

Don.
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved