-->

Selasa, 15 September 2020

Penyuluh Pertanian Di Jeneponto Tetap Semangat Dampingi Petani Panen Padi Ditengah Pandemi



Jeneponto (Sulsel), Sigapnews.com, - Berlokasi di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, para penyuluh pertanian masih semangat melaksanakan tugasnya mendampingi petani meski masih ditengah pandemi covid 19.

Hal ini sesuai seruan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyerukan kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja menjaga aktivitas pembangunan pertanian untuk terus bergerak dan memastikan ketersediaan pasokan pangan Nasional aman dan terkendali. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa sektor pertanian yang terus didorong oleh pemerintah untuk terus tumbuh berkembang walau dengan kondisi pandemi covid 19. “Yang meningkat itu hanya pertanian, pertumbuhannya 16,4%, ini sangat luar biasa ditengah pandemi covid 19,” ujar Syahrul.

Seruan dari Syahrul ini dilanjutkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengeluarkan himbauan agar para Penyuluh Pertanian tetap beraktivitas mendampingi petani. “Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan,“ tegas Dedi.



Hal ini kemudian ditaati oleh para Penyuluh Pertanian se-Indonesia, khususnya Penyuluh Pertanian yang bertugas di BPP Binamu. Pendampingan terhadap Kelompok Tani Sidenre IV di Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Propinsi Sulawesi Selatan yang melakukan panen tanaman padi.

Dengan varietas yang ditanam yaitu Inpari 42 dan penerapan teknologi yang tepat maka diperoleh hasil panen yang meningkat.

Berdasarkan data hasil ubinan yang dilakukan oleh Erma Bahri, SP salah satu Penyuluh Pertanian di BPP Binamu, berat ubinan 6,5 kg, estimasi produktivitasnya adalah 10,4 ton/Ha.

Ditengah pandemi covid 19 ini penyuluh tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Yakni untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan tetap bekerja sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Beliau juga mengatakan bahwa panen yang dilaksanakan ditengah pandemi ini sangat berpengaruh terhadap penyuluh, utamanya masalah hal keakraban, dimana tidak ada lagi yang namanya makan bersama dengan petani, canda tawa dengan petani sangat dibatasi karena adanya sistem jaga jarak, namun begitu tidak menurunkan semangat kami untuk terus hadir bersama petani, karena  hal pencegahan penyebaran covid memang perlu dilakukan demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.

"Bekerja sambil berolahraga, kami tetap jaga jarak satu sama lainnya, mengurangi kerumunan orang, serta berjemur pagi hari sambil bekerja di lahan pertanian,” tambahnya.

Penulis : Ferial, SP
Editor : Al Az /QQ

Rabu, 01 Juli 2020

Dr. Sabir : Dengan Kostratani Semua Fungsional di Kecamatan Akan Bergerak dan Berperan, Tidak Hanya Penyuluh Pertanian



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian saat ini melalui gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Simpul gerakan yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian adalah lewat koordinasi, sinergi, dan penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian akan berpusat di kecamatan atau yang disebut sebagai Kostratani.

Kegiatan ini merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian.

Tujuan jangka panjang kostratani adalah mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Sedangkan program jangka pendeknya adalah untuk meningkatkan penguatan sarana prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM, dan penyelenggaraan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian meminta para Penyuluh dan mendorong petani pertanian di daerah untuk membangun Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) atau petani asosiasi. Hadirnya asosiasi petani di desa akan ikut memperlengkapi memajukan 5 fungsi Kostratani di setiap kecamatan.

“Yang harus dipertimbangkan adalah pembangunan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga tanggung jawab petani dan masyarakat, termasuk pihak swasta. Oleh karena itu disebut sebagai gerakan, “tegas Dedi Nursyamsi yang juga Pananggung Jawab KostraTani Nasional.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa ada 3 pola dukungan untuk implementasi KEP pendukung KostraTani: 1) Manajemen berjamaah yang mengelola pertanian dari hulu hingga hilir, pertanian hulu harus mengakses modal untuk mencoba tengkulak; 2) Inovasi teknologi pertanian sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan; dan 3) gerakan bekerja sama menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang dikenal dengan KostraTani.

Sejalan dengan arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Kepala BBPP Batangkaluku Dr. Sabir, S.Pt., M.Si saat melakukan kunjungan kerja ke BPP Bangkala Kab. Jeneponto berpesan agar para penyuluh pertanian memaksimalkan peran BPP dengan mewujudkan fungsi Konstratani. Rabu (1/7/2020).

Menurut Sabir, Peran kostratani adalah, 1) Pusat data dan informasi, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian. 3) pusat pembelajaran, 4) pusat konsultasi bisnis dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Lebih lanjut Sabir mengatakan penyelenggaraan Kostratani dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP. Nantinya BPP akan berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. BPP akan menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian.

“Dengan Kostratani semua fungsional di kecamatan juga akan bergerak dan berperan, tidak hanya penyuluh pertanian, tetapi juga fungsional lainnya seperti mantri tani, POPT, petugas medik veteriner, paramedik veteriner, petugas penjaga pintu air, petugas IT, pengawas alsintan, Koramil, dan Polsek,” kata Sabir.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Minggu, 28 Juni 2020

Semua Personil Polres Jeneponto Dinyatakan ODP, Uji Swab Tenggorokan Akan Dilakukan


ILLUSTRASI

Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Semua personel Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, dinyatakan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid-19.

Mereka berstatus ODP setelah seorang anggota Polres Jeneponto berinisial AS dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab.

"Atas kasus ini semua anggota Polres Jeneponto menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Tim Gugus covid-19 Jeneponto," ujar Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Dia mengungkapkan, dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 di lingkup Polres Jeneponto, seluruh personel akan menjalani pengambilan swab tenggorokan.

"Dalam waktu dekat semua anggota Polres Jeneponto akan menjalani pemeriksaan swab," ucapnya. 

Ferdiansyah menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan seluruh anggota Polres Jeneponto.

"Seluruh anggota Polres Jeneponto yang masuk di area Mapolres diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak," paparnya.

Bukan hanya itu, kata Ferdiansyah, pihaknya juga mulai membatasi jam besuk keluarga untuk tahanan Polres Jeneponto. (Mus).

AS Anggota Polres Jeneponto Dinyatakan Positif Covid 19 Dikarantina di RS Bhayangkara



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Satu orang anggota Polres Jeneponto yang sebelumnya reaktif lewat rapid test sudah dipastikan positif covid-19.

Polisi tersebut berinisial AS yang bertugas di Polres Jeneponto. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19, Letkol Inf Irfan Amir, Jum'at (26/6/2020).

Irfan mengatakan, AS dinyatakan positif terpapar covid-19, setelah hasil swabnya dinyatakan positif.

"Hasil koordinasi saya dengan Kapolres Jeneponto membenarkan, AS dinyatakan positif," ujarnya.

Dia mengungkapkan, AS menjalani pengambilan swab di RS Bhayangkara. Hasil swab AS keluar pada Kamis (25/6/2020) kemarin.

"Kemarin hasil swabnya keluar," katanya.
 
Setelah dinyatakan positif covid-19, kemudian AS langsung dikarantina oleh RS Bhayangkara.

"Setelah dinyatakan positif oleh RS Bhayangkara AS langsung dirawat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota polisi di Polres Jeneponto terpapar virus corona atau covid-19.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19, Letkol Inf Irfan Amir mengatakan, bahwa AS merupakan klaster dari daerah terpapar Makassar.

"Iya habis tugas ke Makassar, diduga dapat di Makassar," ungkapnya. (Mus).

Pasien Positif Yang Meninggal Dimakamkan di TPU, Pemkab Belum Miliki Lahan Untuk Jenazah Covid 19


Tempat Pekuburan Umum di Desa Pallegu Kec. Bangkala, Kab.Jeneponto (Foto Istimewa).

Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kabupaten Jeneponto sejauh ini belum punya tempat pemakaman khusus pasien Covid-19. Salah satu pasien yang meninggal di ruang isolasi Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang (RSUD) Jeneponto, telah dimakamkan, Minggu (28/6/2020).

Jenazah Almarhumah berinisial F, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kampung halamannya di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala dengan protap penangan Covid-19.

"Sesuai dengan protap penanganan covid-19 jenazah harus dimakamkan secara covid-19. Dan diminta pihak keluarga harus menerima itu. Iya dikebumikan di kampung pasien itu," ungkap Mustaufiq, selaku Jubir Penanganan dan Percepatan Penyebaran Covid-19 Jeneponto.

Mustaufiq mengungkapkan, proses pemakaman jenazah tersebut  dilakukan oleh petugas rumah sakit dan tim gugus tugas."Jadi tim rumah sakit dan tim gugus tugas kita sudah siapkan jenazah untuk dimakamkan," jelasnya.

Mustaufiq berujar, jenazah tersebut dimakamkan di TPU karena Pemkab Jeneponto saat ini belum memiliki lahan atau tempat khusus untuk jenazah covid-19 dimakamkan.

"Kalau Jeneponto belum ada disediakan pemakaman khusus untuk pasien yang meninggal karena covid-19," bebernya.

Diketahui, pasien Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan seorang perempuan berumur 63 tahun. Pasien tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil swab.

Pasien positif Covid-19 meninggal itu diumumkan pada Kamis (25/6/2020) lalu. Sebelum meninggal dan dinyatakan positif Covid-19, pasien tersebut mengalami hipertensi dan stroke. (Mus).

Setelah 3 Hari Dinyatakan Positif, Pasien Usia 63 Tahun di Jeneponto Meninggal Dunia



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Pasien yang dinyatakan positif virus corona (covid-19) meninggal dunia pada Minggu (28/6/2020), setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang.

Pasien tersebut berinisial F berusia 63 tahun jenis kelamin perempuan warga Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diumumkan positif covid-19 pada Kamis (25/6/2020).

Juru Bicara (Jubir) Gugur Tugas Penanganan dan Pecegahan Covid-19 di Jeneponto, Mustaufiq, mengatakan, pasien inisial F, berusia 63 tahun meninggal dunia di rumah sakit "Sekitar pukul 07.00 Wita, " ujarnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya pasien F akan dirujuk ke kota Makassar untuk mendapatkan penanganan karena pasien juga mengalami hipertensi dan stroke.

"Keluhan utamanya F itu penyakit penyerta stroke dan hipertensi, jadi karena ada gejala pneumonia sehingga dilakukan swab dan dinyatakan positif covid-19," ungkapnya.

"Untuk riwayat perjalanan saya belum dapat hasil trackingnya. Kami belum dapat informasi lebih lanjut," pungkasnya. (Mus)

Sabtu, 13 Juni 2020

Banjir Melanda 2 Kabupaten di Sulsel Menelan Korban Jiwa dan Kerusakan Fasilitas Umum



Sigapnews.com, Bantaeng-Jenepinto (Sulsel) - Banjir menerjang dua kabupaten di Sulawesi Selatan. Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto menjadi wilayah terdampak akibat banjir pada Jumat (12/6) kemarin. 

Dilansir dari Sindonews, banjir diduga akibat meluapnya Sungai Calendu yang tidak mampu menampung debit banjir serta hujan di hulu sungai.


Muhammad Dadang Kurniawan dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT di Bantaeng melaporkan, lokasi terparah yang terdampak banjir yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissappu. Diperkirakan ada ribuan kepala keluarga terdampak akibat banjir.

“Saat ini kondisi air sudah surut di sejumlah titik. Namun saat banjir surut, yang tertinggal adalah timbunan lumpur hingga setebal 30 sentimeter. Warga mengungsi di gedung PKK, tetapi sudah ada sebagian yang kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa banjir,” kata Dadang pada Sabtu (13/6) ini.


Dadang menambahkan, banjir juga menelan 2 korban jiwa di Bantaeng dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Saat ini tim MRI dan ACT di Bantaeng telah mendirikan satu unit dapur umum dan pokso darurat. Posko berlokasi di Jl Garegea, Kelurahan Tappanjeng. Tim telah membagikan makanan siap saji kepada warga di sekitar lokasi. Warga saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik.

“Untuk saat ini memang hanya bantuan pangan dan makanan siap saji yang paling mendesak. Serta logistik seperti selimut dan obat-obatan. Posko akan terus berjalan, sembari kami akan terus memantau kemungkinan terjadinya banjir susulan. Karena hingga siang ini hujan masih turun meskipun dengan intensitas rendah,” jelas Dadang.

Sementara tim MRI – ACT Jeneponto masih dalam perjalanan menuju lokasi terdampak pada Sabtu siang ini. Informasi sementara dari kepala desa setempat, warga masih melakukan evakuasi karena ada 5 orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.


“Sementara tim masih menuju ke lokasi. Adapun keterangan dari kepala desa setempat yang kami hubungi sekitar jam 10 pagi, warga setempat masih dalam proses pencarian korban longsor dan korban hanyut.

Sebelumnya sudah ditemukan satu orang korban meninggal dunia dan sementara ini dalam proses pencarian 5 korban lainnya yg diketahui terdampak bencana tersebut,” ujar Muhammad Sri Sultan Arif, relawan MRI Jeneponto.

Rencananya tim juga akan memfokuskan kepada evakuasi korban terlebih dahulu sebelum menurunkan bantuan.

“Untuk sementara teman-teman relawan berinisiatif untuk terjun ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi jika dibutuhkan. Dan sebagian teman-teman relawan lainnya saat ini sedang melakukan aksi galang donasi,” kata Sultan. (Red).

Rabu, 22 April 2020

Optimis Membantu Memastikan Stok Pangan Aman, Provitas BPP Turatea Meningkat Hingga 7,04 Ton/Ha


Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab untuk memastikan stok pangan cukup dalam mewujudkan ketahanan pangan, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki akses terhadap pangan sekalipun mereka berada di rumah akibat wabah Covid-19 yang mengharuskan social distancing.

Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) Menegaskan Kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

"Saya sampaikan rasa haru dan bangga karena di saat covid-19 seperti ini, kita buktikan bahwa pertanian itu tidak boleh berhenti. Hanya dengan cara ini menghadapi tantangan covid-19 itu, sekaligus kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk siapkan pangan," ungkap Mentan.

"Kita sangat butuh agar pangan tidak bermasalah, oleh karena itu mari kita perhatikan kesejahteraan petani yang telah menyiapkan pangan untuk kita. Petani yang telah berjuang menyiapkan pangan adalah pahlawan, apalagi dalam suasana seperti saat ini" tutur Mentan.


Salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Selatan, dimana Luas panen padi pada tahun 2019 sebesar 1,01 juta hektar,  produksi gabah sebesar 5,05 juta ton GKG dan produksi beras sebesar 2,89 juta ton.

Keberhasilan yang diraih Provinsi Sulsel tentu tidak lepas dari peranan penyuluh pertanian. Salah satu Penyuluh Pertanian yang tetap mendampingi petani melakukan panen di tengah wabah pandemi Covid-19 adalah Kamaluddin, SP. Menurut Kamaluddin yang menjabat sebagai Koordinator BPP Turatea
yang beralamat di Desa Kayuloe Timur, Kec. Turatea, Kab. Jeneponto, menyatakan bahwa
pelaksanaan panen pada tanggal 20 April 2020 ini dilakukan di Lahan BPP Turatea dengan luas panen 0.3 ha dengan Varietas yang ditanam adalah Memberamo dengan sistem tanam Legowo 2:1. Hasil Ubinan yang dilakukan oleh Koordunator penyuluh 4.4 Kg dengan provitas 7.04 Ton/Ha.

"Kami berharap harga pembelian di tingkat petani bagus sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ungkapnya. "Dengan provitas lahan yang bagus, kami optimis stok pangan tetap aman," ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian  (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan COVID-19 inil." tegas Dedi. (JML)BBPP-BK.

Senin, 20 April 2020

Meskipun di Tengah Pandemi Covid 19, PPL Jeneponto Semangat Dampingi Petani di Lapangan


Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong seluruh insan pertanian di seluruh wilayah di Indonesia untuk tetap memproduksi pangan baik itu padi, jagung dan jenis pangan lainnya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah wabah Covid-19 sehingga ketersediaan pangan kita tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerukan kepada para Penyuluh Pertanian terus bekerja menjaga aktivitas pembangunan pertanian agar tetap bergerak.

Syahrul menyerukan hal tersebut untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional aman dan terkendali.

“Masyarakat harus bersatu dan saling menjaga situasi negara agar tetap kondusif, memang corona ini membuat ekonomi menurun, tapi harus diperhatikan salah-satunya lapangan kerja yang harus tetap berproduksi adalah bidang pertanian untuk menjamin ketersedian pangan di seluruh wilayah Indonesia” tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian  Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi juga menyampaikan kepada seluruh pelaku pertanian agar roda pembangunan senantiasa tetap bergerak untuk dapat mempertahankan ketersediaan pangan di Negara tercinta ini.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, Ini membuktikan pertanian tidak berhenti. Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen dan pemprosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan,” tegas Dedi.

Semangat Inilah yang memotivasi para penyuluh pertanian untuk tetap mendampingi petani dalam melaksanakan panen jagung kelompok tani Sehati dikelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto Prov. Sulawesi Selatan, ditengah diberlakukannya social distancing untuk memutus penyebaran virus covid-19.

Meskipun mereka dihantui oleh kekhawatiran di tengah wabah pandemi Covid-19 ini.

Dalam kegiatan panen tersebut di dampingi penyuluh pertanian kelurahan Bontoa, Muniarti Mustafa yang menuturkan bahwa, kegiatan panen jagung saat ini dilakukan diatas lahan seluas 2,20 ha. Varietas jagung yang dipanen yaitu Bisi 18.  dengan produksi rata-rata sekitar 11,8 Ton / ha. 

Sebagai informasi tambahan, di wilayah keluarahan Bontoa, potensi panen jagung seluas 250 Ha.

Muniarti mengungkapkan bahwa setiap akan turun ke lapangan ada terselip kekhawatiran mengenai virus Covid-19, namun rasa khawatir tersebut ditepis.

"Kami harus turun ke lapangan, mendampingi dan memberikan penyuluhan kepada petani, kami selalu ingat pesan Pak Mentan, insan pertanian harus aktif bergerak menjaga ketersediaan pangan,
Itulah penyemangat kami,” Ungkap Murniati.

Murniati juga mengingatkan kepada para penyuluh dan petani untuk selalu waspada dengan adanya Pandemi Covid 19 ini, dengan cara  menjaga kesehatan, mengkonsumsi makanan sehat, menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan, saling menjaga jarak serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.(AZR/RSN) BBPP-BK.

Mentan SYL Tegaskan Jajaran Kementan Harus Kerja Extra di Tengah Covid-19


Sigapnews.com, Jeneponto - Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab untuk memastikan stok pangan cukup untuk  267 juta masyarakat Indonesia.

Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat kunjungan ke Kabupaten Jeneponto (20/04/2020) Menegaskan  bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

"Kita takut korona, tetapi don't stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang nganggur selama satu bulan," tegas SYL.

Lebih lanjut, Mentan memegaskan bahwa Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, pejabat daerah beserta jajarannya diharapkan secara langsung harus memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan utuk memastikan ketersediaan pangan nasional aman dan terkendali dengan baik.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya saat menerima Mentan di rumah Jabatan Bupati, menyatakan bahwa saat ini harga jual jagung di tingkat petani sangat rendah, hanya berada pada kisaran harga Rp. 1.600-1.700,- per Kilo gram (Kg).

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta kepada seluruh tim satgas pangan agar bekerja lebih giat untuk membantu petani.

”Saya minta, satgas pangan agar bekerja maksimal, Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari agar lebih maksimal lagi dalam membantu petani. Harus tegas demi kesejahteraan petaniJangan sampai ada orang-orang yang bermain, dia hanya membeli tapi keuntungannya lebih besar dari petani," ungkap Mentan.

"Semua integrator harus diajak untuk stabilisasi harga, kestabilan pangan dan Kondisi antara harga pasar dengan petani harus seimbang," tutur Mentan.

Terkait dengan ketidak stabilan harga jagung di beberapa daerah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi saat dikonfirmaai menyampaikn bahwa BPPSSMP akan memaksimalkan peranan Kostratani agar ikut membantu petani dalam mengawal stabilisasi harga.

"Kostratani akan dimaksimalkan agar turut serta mengawal stabilisasi harga. Penyuluh di setiap kostratani harus mampu memfasilitasi agar setiap petani binaannya mendapatkan harga yang layak dari setiap komoditas yang dibudidayakan" jelas Dedi.(JML) BBPP-BK.

Bupati Jeneponto Terima Langsung Sumbangan APD Dari Mentan SYL Untuk Paramedis dan Masyarakat


Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja  di Kabupaten Jeneponto (20/04/2020) dalam rangka mengecek secara langsung kondisi ketersediaan pangan di daerah tersebut.

Sebelum memberikan arahan, Mentan memberikan sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) Kepada Paramedis dan Masyarakat di Kab. Jeneponto yang diterima langsung oleh Bupati Jeneponto, Drs. Iksan Iskandar, M.Si.

Dalam arahannya, SYL menegaskan bahwa dalam menghadapi wabah Covid-19, masyarakat harus mampu menjaga diri dengan mengikuti prosedur tetap yang dianjurkan oleh Pemerintah. Salah satunya adalah menjaga jarak dan menggunakan APD, Khususnya masker.

"APD ini adalah sumbangan alakadarnya dari Kementerian Pertanian, ini salah satu bentuk solidaritas Kementan kepada masyarakat, khususnya tenaga Medis, jangan dilihat jumlahnya," jelas Mentan.

"Menurut penelitian, faktor terbesar yang mampu mencegah penularan Covid-19 di Wuhan adalah kedisiplinan penggunaan masker. Oleh karenanya, mari biasakan pakai masker dan jangan lupa jaga jarak aman" tutur SYL.

"Menghadapi Covid-19, minimal kita hadapi dengan dua cara, pertama melalui pendekatan kesehatan dan ke-dua melalui keamanan pangan. Melalui pendekatan kesehatan, rekan-rekan para medis sudah bekerja secara maksimal, sedangkan pendekatan keamanan pangan menjadi tanggung jawab kita sebagai insan pertanian. Kita harus bersatu, bahu membahu untuk memastikan ketersediaan pangan agar masyarakat tidak bermasalah dengan pangan," tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa semua masyarakat harus menggunakan APD, termasuk petani.
"Kita berharap, masyarakat selalu menggunakan APD, termasuk petani saat bekerja di sawah atau di kebun. Petani harus menjaga kesehatan dan memastikan dirinya dalam keadaan aman dengan menjaga jarak dan menggunakan APD," harap Dedi.

Sementara itu, Bupati Jeneponto menyampaikan bahwa kabupaten Jeneponto sudah memiliki satu orang yang terkinfirmasi positif. "Pak Menteri, sebagai laporan kami sampaikan bahwa satu orang warga kami dinyatakan positif Corona dan baru kemarin (19/04/2020 red) hasil swabnya disampaikan ke kami. Kami ucapkan Terimakasih atas perhatian Kementan memberikan bantuan APD kepada Masyarakat Jeneponto," tutur Iksan. (JML) BBPP-BK.

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved