-->

Jumat, 25 September 2026

54 Peserta Ikuti Bimtek PAUDHI, Disdikbud Soppeng Tekankan Pemenuhan Hak Anak


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng kembali dilakukan. Sebanyak 54 kepala satuan PAUD dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI).

Kegiatan tersebut resmi dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Peserta berasal dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng. Bimtek dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam memastikan pemenuhan standar layanan bagi anak usia dini.

Dalam sambutannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh dipandang sebatas kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” katanya.

Ia juga mendorong kepala satuan PAUD memanfaatkan komunitas belajar sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan.

Melalui kombel, para kepala satuan PAUD dapat saling berbagi praktik baik, membahas berbagai kendala, mengevaluasi capaian, serta menyusun langkah perbaikan secara bersama.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” ujar Nur Alim.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan di setiap satuan PAUD.

Nur Alim berharap seluruh peserta dapat membawa hasil Bimtek tersebut ke satuan pendidikan masing-masing dan menerapkannya secara konsisten.

Dengan penguatan PAUDHI, layanan pendidikan anak usia dini di Soppeng diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan anak secara utuh, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Yund)

Jumat, 18 September 2026

Rektor UNIPOL Soppeng Teken Kontrak Pendanaan Riset 2026, Dorong Kampus Makin Produktif


Makassar, Sigapnews.com, Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng terus mendorong penguatan tradisi akademik melalui penelitian dan pengembangan inovasi.

Hal itu terlihat dari kehadiran Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., pada Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 di Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Tamalanrea, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi momentum bagi UNIPOL untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan karya riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Agenda itu turut dihadiri Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K)., M.MedEd., serta para pimpinan perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan.

Dukungan pendanaan riset diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi civitas akademika UNIPOL untuk mengembangkan penelitian, menghasilkan inovasi, serta meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah.

Namun bagi UNIPOL, capaian tersebut tidak hanya diukur dari seberapa banyak penelitian yang dihasilkan. Kampus juga mendorong agar hasil riset dapat diterapkan dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, menyebut pendanaan tersebut sebagai amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Penandatanganan kontrak pendanaan riset ini menjadi momentum penting bagi UNIPOL untuk terus memacu budaya inovasi di kalangan civitas akademika. Kami berkomitmen memanfaatkan riset ini agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar para dosen semakin aktif memanfaatkan peluang pendanaan penelitian untuk memperkuat rekam jejak akademik sekaligus meningkatkan kualitas publikasi.

Menurutnya, budaya penelitian yang konsisten merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing.

“Riset yang kuat akan menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan generasi yang unggul, inovatif, memiliki jiwa entrepreneurship dan siap menghadapi tantangan global,” katanya.

Dengan mengikuti Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026, UNIPOL Soppeng terus memperkuat ekosistem akademik yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan visi UNIPOL untuk menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Profesional, Entrepreneurship, dan Global.

(Red)

Kamis, 17 September 2026

NasDem Soppeng Bawa 10 Kader ke Jakarta, Belajar Langsung di “Laboratorium” Gerakan Perubahan


Jakarta, Sigapnews.com, NasDem Soppeng tak ingin kaderisasi berhenti di ruang rapat atau sekadar menjadi agenda seremonial. Sebanyak 10 kader DPD Partai NasDem Kabupaten Soppeng dikirim ke Jakarta untuk mengikuti Gerakan Perubahan 2.0 “NasDem Naik Kelas” di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, 17–20 September 2026.

Lebih dari 400 peserta dari sejumlah daerah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pengurus, kader dan Fraksi NasDem.

NasDem Soppeng mengirim 10 kader, terdiri dari empat anggota Fraksi NasDem DPRD Soppeng serta enam kader dari unsur pengurus dan sayap partai.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah NasDem Soppeng memperkuat kualitas sumber daya manusia partai.

Di ABN, para kader tidak hanya menerima materi organisasi. Mereka juga didorong memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, membangun perspektif politik yang lebih matang serta memahami bagaimana gagasan perubahan diterjemahkan menjadi kerja nyata.


Ketua DPD NasDem Soppeng Ade Irawan W menegaskan, kaderisasi merupakan proses yang harus terus berjalan.

“Tak ada alasan untuk tidak terus belajar,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Ade, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para kader di ABN diharapkan tidak berhenti di Jakarta. Setelah kembali ke Soppeng, mereka harus mampu mengimplementasikannya melalui kerja organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Insyaallah NasDem akan melahirkan tokoh penggerak yang berintegritas dengan segala gagasan dan inovasinya, tangguh dalam kemandiriannya, serta berdiri tegak untuk kehormatannya,” katanya.

Ade juga mengingatkan bahwa menjadi kader bukan sekadar memiliki posisi dalam struktur partai.

“Kader harus mampu bergerak, membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan di lapangan, sekaligus menghadirkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan publik,” ujarnya.

Karena itu, jargon “NasDem Naik Kelas” bagi NasDem Soppeng tidak hanya berbicara mengenai organisasi. Ada tuntutan peningkatan kualitas kader agar lebih siap menghadapi perubahan dan lebih mampu bekerja di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD NasDem Soppeng Ade Irawan W bersama Ketua DPW NasDem Sulsel H. Syaharuddin Alrif juga terlihat berpose bersama Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.

Momen tersebut memperlihatkan keterlibatan jajaran NasDem Soppeng dalam agenda kaderisasi yang mempertemukan kader dari berbagai wilayah.

Bagi NasDem Soppeng, perjalanan ke ABN Jakarta bukan sekadar perjalanan menghadiri kegiatan partai. Ini adalah bagian dari proses menempa kader agar semakin siap membawa gagasan, bekerja di tengah masyarakat dan meneruskan semangat gerakan perubahan di daerah.

(Red)

Rabu, 09 September 2026

Dari Soppeng ke Panggung Nasional, Andi Jo Dapat Pesan Khusus dari Bupati Suwardi


Soppeng, Sigapnews.com, Perjuangan Andi Jo Karim Mappatunru belum berakhir. Setelah melewati tahapan seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, siswa SMAN 1 Soppeng itu kini bersiap menghadapi babak Grand Final tingkat nasional.

Menjelang keberangkatannya ke Jawa Timur, Andi Jo mendapat pesan langsung dari Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng saat keduanya bertemu di ruang kerja Bupati, Rabu (9/9/2026).

“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” ujar Suwardi.

Andi Jo hadir didampingi Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru serta orang tuanya.

Bukan sekadar melepas, Suwardi memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berbincang langsung dengan Andi Jo mengenai bidang yang akan diikutinya, yakni Ekonomi.

Obrolan kemudian bergeser dari teori ke realitas yang dihadapi masyarakat.

Suwardi mencontohkan petani yang mengambil kredit untuk membiayai usaha pertanian. Begitu pula pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman bank untuk menambah modal dan mengembangkan usahanya.

Menurutnya, setiap keputusan ekonomi membutuhkan perhitungan. Modal, biaya produksi, hasil usaha dan kemampuan mengembalikan pinjaman harus diperhitungkan dengan baik.

Dari persoalan sederhana itu, pembicaraan berkembang ke ekonomi mikro, ekonomi makro dan finansial. Inflasi, suku bunga, harga serta daya beli masyarakat ikut menjadi bagian dari diskusi.

Bagi Andi Jo, percakapan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Sebelum bertanding dalam kompetisi nasional, ia mendapatkan gambaran bahwa ilmu ekonomi tidak hanya berbicara mengenai teori, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Suwardi kemudian menyampaikan pesan kepada para pelajar Soppeng agar tidak takut bermimpi dan mengejar prestasi.

Ia menilai prestasi dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam membuka peluang pendidikan dan masa depan.

Namun, Bupati mengingatkan agar siswa tidak menjadikan juara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” kata Suwardi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Soppeng, terutama para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini memberikan pembinaan kepada Andi Jo.

Menurutnya, keberhasilan seorang siswa menembus kompetisi nasional merupakan hasil dari proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak.

“Capaian ini tidak berdiri sendiri. Ada proses pendidikan, ada guru yang mendampingi dan ada keluarga yang memberikan dukungan,” ujarnya.

Andi Jo tercatat sebagai siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia berhasil melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga menembus semifinal nasional dan kemudian memastikan diri lolos ke Grand Final.

Yang lebih membanggakan, Andi Jo menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di bidang Ekonomi yang berhasil melaju ke babak final.

Grand Final OSN 2026 akan digelar secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Di babak ini, Andi Jo akan bersaing dengan 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini, tantangan baru menanti. Dari Soppeng, Andi Jo membawa satu misi: memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan di panggung nasional.

(Yund)

Minggu, 06 September 2026

Gotong Royong Lawan Keterbatasan, SDN 210 Sanrangeng Masuk 6 Besar Taman Literasi


Soppeng, Sigapnews.com, Keterbatasan anggaran tak membuat SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kehilangan akal untuk berinovasi.

Justru dengan mengandalkan semangat gotong royong, sekolah tersebut mampu mengubah ruang-ruang sederhana menjadi sarana belajar yang kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi.

Upaya itu berbuah hasil. SDN 210 Sanrangeng berhasil masuk enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut menjadi menarik karena inovasi yang dihadirkan sekolah bukan dibangun dengan sokongan anggaran besar. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua/wali murid menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunannya.

Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Salah satu ruang yang berhasil dimanfaatkan adalah lorong di antara bangunan kelas.

Lorong yang sebelumnya hanya menjadi jalur penghubung antarkelas kini disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi, lengkap dengan berbagai media pembelajaran.

Di tempat tersebut, peserta didik tidak hanya belajar membaca dan berhitung. Mereka juga diperkenalkan dengan abjad dan Aksara Lontara, melakukan aktivitas pengukuran, bermain numerasi hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menciptakan inovasi.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, taman tersebut tidak dibangun semata-mata untuk mengejar predikat dalam penilaian.

Yang lebih penting, fasilitas tersebut harus benar-benar hidup dan digunakan dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman tersebut.

Menurutnya, keberadaan Taman Literasi dan Numerasi merupakan buah dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan ketika SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng bahkan turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran.

Bagi keluarga besar SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan semata-mata soal mengejar juara.

Ada pesan yang ingin ditunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dan anggaran tidak harus berujung pada keterbatasan kreativitas.

Lorong bisa menjadi ruang belajar.

Permainan tradisional bisa menjadi media pendidikan.

Lingkungan sekolah bisa menjadi laboratorium sederhana bagi peserta didik.

Semua itu lahir dari satu modal yang tidak membutuhkan anggaran besar: kemauan untuk bergerak bersama.

SDN 210 Sanrangeng membuktikan bahwa ketika guru, sekolah dan orang tua bersatu, keterbatasan bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi karya.

Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik tidak boleh terbatas.

(Red)

Jumat, 04 September 2026

Gemilang di Cadika Gowa, MTsN Soppeng Rebut Juara Umum I Penggalang


Gowa, Sigapnews.com,– Kontingen MTs Negeri Soppeng menunjukkan kelasnya di ajang Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Bertanding di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, para penggalang MTsN Soppeng sukses mengunci Juara Umum I Tingkat Penggalang.

Capaian tersebut diraih melalui penampilan konsisten di sejumlah kategori lomba. Dua gelar juara pertama berhasil diamankan pada kategori Tapak Perkemahan Putra dan Tapak Perkemahan Putri.

Tak berhenti di sana, kontingen MTsN Soppeng juga meraih Juara II Yel-Yel Tingkat Penggalang.

Perolehan prestasi tersebut menjadi gambaran kuatnya kedisiplinan dan kekompakan para siswa selama mengikuti kegiatan. Ketelitian dalam mengelola tapak perkemahan berpadu dengan kreativitas serta semangat saat tampil dalam lomba yel-yel.

Di balik keberhasilan itu, terdapat persiapan dan latihan yang dilakukan secara serius. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina dan pendamping, sementara dukungan keluarga besar MTsN Soppeng menjadi energi tambahan bagi kontingen selama berada di arena perlombaan.

Slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” akhirnya menemukan pembuktiannya di Cadika Gowa.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, mengaku bangga atas perjuangan para siswa yang mampu membawa nama madrasah sekaligus Kabupaten Soppeng bersaing di tingkat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” kata Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya. Para siswa didorong untuk tidak berhenti berlatih dan terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang kepramukaan maupun bidang lainnya.

Menurutnya, kemenangan bukan semata-mata soal piala. Lebih dari itu, proses mengikuti kegiatan pramuka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama.

Dengan raihan Juara Umum I Penggalang, MTsN Soppeng sukses membawa pulang kebanggaan dari Cadika Gowa sekaligus mempertegas kiprahnya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Datang membawa semangat, bertanding dengan kekompakan, dan pulang dengan prestasi. MTsN Soppeng kembali mengharumkan nama Soppeng di level Sulsel.

(Yund)

Dari Soppeng, Rahmaningsi Taklukkan 148 Peserta BCKS dan Rebut Predikat Terbaik


Makassar, Sigapnews.com, Siapa sangka, peserta dari Kabupaten Soppeng justru tampil paling menonjol dalam persaingan ketat Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik setelah bersaing dengan 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Capaian itu diumumkan setelah seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari resmi berakhir di Makassar, Jumat (4/9/2026).

Sejak 24 Agustus 2026, para peserta ditempa melalui berbagai tahapan untuk mengukur kesiapan mereka menjadi calon pemimpin satuan pendidikan.

Rahmaningsi berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan hasil yang mengantarkannya sebagai peserta terbaik.

10 Hari Ditempa, Hasilnya Tak Main-main

Pelatihan BCKS yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar pelatihan di dalam ruangan.

Peserta dibekali materi kepemimpinan dan pengelolaan sekolah, sekaligus dihadapkan pada praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati langsung bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, mengelola sekolah, mengambil keputusan, serta menghadapi persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan kebijakan pendidikan juga diberikan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi.

Dengan pola pembelajaran tersebut, peserta dituntut bukan hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan kapasitas sebagai calon pemimpin sekolah.

Soppeng Punya Cerita

Keberhasilan Rahmaningsi menjadi peserta terbaik membawa cerita tersendiri bagi Kabupaten Soppeng.

Di tengah 148 peserta dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, kepala SDN 202 Walennae mampu menunjukkan kualitasnya hingga mendapatkan predikat terbaik.

Prestasi itu sekaligus memperkuat rekam jejak Rahmaningsi sebagai pendidik dan kepala sekolah yang aktif mendorong pengembangan pendidikan serta inovasi di daerah.

Bagi Soppeng, capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah kebutuhan menghadirkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas, kemampuan manajerial, dan keberanian menghadapi tantangan pendidikan.

148 peserta datang membawa kemampuan masing-masing. Namun dari pelatihan itu, nama Rahmaningsi dari Soppeng yang akhirnya mencuri perhatian.

Predikat peserta terbaik BCKS tingkat Sulsel kini menjadi buah dari 10 hari proses pembelajaran, praktik, dan evaluasi yang dijalaninya.

(Yund)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Borong 4 Medali, SDN 3 Lemba Juara Umum Perkemahan Kwarran Lalabata


Soppeng, Sigapnews.com, SDN 3 Lemba sukses mengunci posisi teratas pada kelompok penggalang SD/MI dalam Perkemahan Kwarran Lalabata 2026. Kontingen sekolah tersebut tampil konsisten dengan mengoleksi dua medali emas dan dua medali perak.

Perolehan empat medali itu membuat SDN 3 Lemba keluar sebagai Juara Umum I, sekaligus mengungguli kontingen lainnya setelah seluruh rangkaian perlombaan rampung digelar, Jumat, 29 Agustus 2026.

SDN 21 Mattabulu harus puas berada di posisi kedua dengan raihan dua emas dan satu perunggu. Sedangkan SDN 16 Liangeŋ menempati posisi ketiga dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Persaingan antar-kontingen berlangsung ketat selama perkemahan yang digelar pada 26–29 Agustus 2026 tersebut. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan, kedisiplinan dan kekompakan untuk mengumpulkan poin terbaik.

Pada kategori penggalang SMP/MTs, SMPN 2 Watansoppeng tampil sebagai juara umum dengan torehan empat emas, dua perak dan satu perunggu.

Sementara pada kategori penegak SMA/SMK/MA, SMKN 1 Soppeng menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan empat emas dan tiga perak.

Perkemahan Kwarran Lalabata 2026 dibuka Ketua Kwarcab Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M. dan ditutup Mabiran Kecamatan Lalabata Risqun, S.STP., M.Si.

Kegiatan ini dikoordinasikan Kwarran Lalabata di bawah kepemimpinan Muhammad Husni, S.Pd., M.Pd., dengan Asrianto, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua panitia.

Raihan dua emas dan dua perak menjadi bukti ketangguhan kontingen SDN 3 Lemba. Mereka bukan hanya mengumpulkan medali, tetapi juga berhasil menempatkan nama sekolah sebagai kontingen terbaik tingkat SD/MI pada Perkemahan Kwarran Lalabata tahun ini.

(Yund)

Bupati Soppeng Sapa 270 Siswa SRT, Tak Hanya Cek Kesehatan, Asrama dan Air Bersih Ikut Disorot


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyapa langsung para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) saat meninjau pelaksanaan registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Bupati di tengah para siswa menjadi bagian dari peninjauan langsung untuk memastikan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar.

Sebanyak 270 siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan didampingi kepala desa, lurah, serta keluarga masing-masing.

Mereka terdiri dari 76 siswa SRD, 130 siswa SRMP, dan 64 siswa SRMA.

Suwardi menyapa dan melihat langsung kondisi para siswa yang akan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu. Dari total tersebut, terdapat enam siswa yang belum mengikuti registrasi karena sedang sakit, masing-masing dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.

Tak hanya menyapa siswa, Bupati kemudian mengecek fasilitas asrama yang nantinya menjadi tempat tinggal mereka.

Sapa Siswa, Bupati Langsung Cek Asrama

Dalam peninjauan tersebut, Suwardi meminta sejumlah pekerjaan finishing di asrama segera diselesaikan.

Ia menekankan pentingnya memastikan tempat tinggal siswa aman dan nyaman sebelum digunakan.

Menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang layak, tetapi juga tempat tinggal yang mampu memberikan rasa aman selama mereka menjalani pendidikan.

Perhatian Bupati kemudian tertuju pada ketersediaan air bersih.

Suwardi meminta pihak penyedia, Waskita, memastikan kebutuhan air bersih seluruh siswa tetap tercukupi selama asrama digunakan.

Masjid SRT Dinilai Sudah Sangat Baik

Bupati juga menyempatkan diri meninjau masjid yang berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terpadu.

Setelah melihat kondisi bangunan dan fasilitasnya, Suwardi menilai masjid tersebut sudah sangat baik dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas siswa.

Dengan peninjauan tersebut, Bupati ingin memastikan SRT tidak hanya siap dari sisi pendidikan, tetapi juga mampu memberikan fasilitas kehidupan yang aman, nyaman dan layak bagi para siswa.

Bupati menyapa siswanya, mengecek kesehatannya, melihat tempat tinggalnya, hingga memastikan air bersih tersedia. Pesannya jelas: anak-anak SRT harus mendapatkan fasilitas yang benar-benar siap digunakan.

(Red)

Minggu, 23 Agustus 2026

Aswan Jaya Sakti Resmi Sarjana, Perjuangan D3 hingga S1 Berbuah Nilai A


Makassar, Sigapnews.com, Satu lagi capaian membanggakan ditorehkan Aswan Jaya Sakti. Di tengah kesibukannya sebagai wartawan dan pemilik media online Mitrabuser.com, Aswan berhasil menuntaskan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Dipa Makassar.

Aswan dinyatakan lulus ujian skripsi dengan nilai A dalam ujian yang digelar di kampus Universitas Dipa Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Senin (24/8/2026).

Dalam ujian tersebut, Aswan mempresentasikan sekaligus mempertahankan skripsinya yang berjudul “Aplikasi Pengelolaan Berkas Nikah Berbasis Web pada Kantor Urusan Agama Kec. Ganra Menggunakan Algoritma Boyer-Moore.”

Nilai A menjadi penutup manis perjalanan akademiknya yang dimulai dari Soppeng hingga ke Kota Makassar.

Aswan merupakan lulusan SMAN 1 Soppeng tahun 2020. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi D3 di STMIK Amika Soppeng.

Selama tiga tahun, Aswan berhasil menyelesaikan pendidikan D3 hingga 2023. Tidak berhenti di sana, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Universitas Dipa Makassar pada 2024.

Sekitar dua tahun kemudian, pendidikan S1 tersebut berhasil dituntaskannya dengan hasil membanggakan.

Saat menjalani ujian skripsi, Aswan mengaku mendapat pertanyaan dari ketua sidang sekaligus penguji pertama mengenai aplikasi yang dibuatnya.

“Ketua sidang sekaligus penguji satu hanya bertanya, disuruh menjelaskan aplikasi yang saya buat,” ujar Aswan.

Menariknya, keberhasilan tersebut diraih sembari tetap menjalankan aktivitas jurnalistik. Aswan dikenal sebagai wartawan sekaligus pemilik media online yang tergabung di Organisasi pers Jurnalis Online Indonesia (JOIN) dan aktif menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Bagi Aswan, gelar sarjana ini bukanlah akhir perjalanan. Justru menjadi modal untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi dan jurnalistik.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan dapat memberikan manfaat lebih luas dan melahirkan karya-karya yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dari Soppeng ke Makassar, tiga tahun menempuh D3, dilanjutkan dua tahun S1. Kini Aswan Jaya Sakti resmi menyandang gelar sarjana dengan skripsi bernilai A.

(Red)

Rabu, 05 Agustus 2026

Pecah Rekor! Siswa SMAN 1 Soppeng Jadi Satu-satunya Wakil Sulsel di Semifinal OSN Ekonomi 2026


Soppeng, Sigapnews.com,– Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Soppeng. Seorang siswanya, Andi Jo Karim Mappatunru, sukses menembus babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang SMA/MA/SMK Tahun 2026 bidang Ekonomi. Yang lebih membanggakan, ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan yang berhasil lolos pada bidang tersebut. Rabu (5/8/2026).

Nama Andi Jo tercantum dalam pengumuman resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu dari 100 peserta terbaik nasional yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak semifinal OSN bidang Ekonomi.

Siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng itu merupakan putra ketiga pasangan H. Andi Zulkarnain dan Hj. Zulhidayah Baharuddin. Berasal dari Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Andi Jo kini menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, sekaligus masyarakat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi ketat pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) yang digelar pada 27–29 Juli 2026. Dari 13.542 peserta yang mengikuti OSN-P di seluruh Indonesia, hanya 900 peserta yang dinyatakan lolos ke semifinal nasional, atau masing-masing 100 peserta untuk sembilan bidang lomba.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dengan siswa-siswa terbaik di Indonesia. Capaian Andi Jo juga memperkuat reputasi SMAN 1 Soppeng sebagai salah satu sekolah yang konsisten melahirkan peserta didik berprestasi di tingkat nasional.

Babak semifinal OSN Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Seluruh masyarakat Soppeng pun menaruh harapan besar agar Andi Jo kembali menorehkan prestasi dan melangkah hingga babak final, membawa nama Sulawesi Selatan semakin bersinar di kancah nasional.

(Yund)

Rabu, 15 Juli 2026

Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi, Digitalisasi, dan Fokus pada Mutu Belajar dalam Forum K3SD Lalabata


Soppeng, Sigapnews.news, Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Lalabata yang digelar di SDN 5 Mattiropole, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum penyampaian sejumlah arah kebijakan pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alim menyoroti keikutsertaan perdana Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng dalam forum K3SD. Menurutnya, kehadiran SRT menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman antarsatuan pendidikan.

"Semakin banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman, semakin besar peluang kita meningkatkan mutu pendidikan bersama," ujarnya.

Dr. Nur Alim juga meluruskan persepsi terkait penerapan sistem absensi digital SETARA. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut bukan bertujuan mempersulit guru maupun aparatur sipil negara (ASN), melainkan untuk membangun budaya disiplin serta memastikan efektivitas waktu kerja.

Selain itu, ia menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Menurutnya, pemanfaatan laptop dan berbagai perangkat teknologi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar sekolah mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Nur Alim mengajak seluruh sekolah membenahi lingkungan masing-masing, mulai dari membersihkan halaman, memperbaiki pagar, hingga menata taman demi menciptakan suasana belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkarnain, mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi hingga melupakan esensi pendidikan.

"Saat ini tantangan pendidikan bukan lagi kekurangan aturan, tetapi bagaimana memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak," katanya.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, serta perubahan karakter peserta didik menuntut para kepala sekolah untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.

Andi Zulkarnain juga mendorong K3SD menjadi wadah berbagi praktik-praktik baik antarsekolah, bukan sekadar forum penyampaian informasi.

"Tidak ada sekolah yang sempurna. Tetapi setiap sekolah pasti memiliki praktik baik. K3SD harus menjadi tempat saling belajar, bukan sekadar tempat menyampaikan informasi," ujarnya.

Menutup penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya rapat atau laporan administrasi, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan peserta didik.

"Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat atau laporan yang disusun, tetapi ketika anak-anak pulang dari sekolah membawa ilmu, karakter yang baik, dan semangat untuk terus belajar. Itulah tujuan utama pendidikan," pungkasnya.

(Yund)

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Turun Tangan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat dengan Sistem 24 Jam


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Yund) 

Kamis, 02 Juli 2026

Kontingen Soppeng Tampil Memukau di Defile PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026, Bupati Ikut Berjalan Bersama Guru


Sidrap, Sigapnews.com, Kontingen Kabupaten Soppeng tampil memukau pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Dengan kekuatan 2.513 peserta defile, Soppeng menjadi salah satu kontingen terbesar yang ikut memeriahkan pembukaan ajang tersebut.

Penampilan kontingen semakin mencuri perhatian saat Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memilih berjalan bersama para guru di tengah barisan defile. Kehadirannya mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap insan pendidikan.

Sepanjang memasuki arena stadion, kontingen Soppeng tampil kompak dan penuh semangat. Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya, sementara sejumlah peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kebersamaan melalui foto.

Identitas Kabupaten Soppeng juga ditampilkan melalui kostum kalong dan kakatua putih yang dikenakan peserta di barisan depan. Kalong yang telah lama menjadi ikon daerah semakin mempertegas ciri khas kontingen saat melintas di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026, terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Selain mengikuti defile, Kontingen Soppeng juga ambil bagian pada seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya. Kehadiran Bupati dalam barisan defile menjadi suntikan semangat bagi seluruh kontingen yang membawa nama Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Minggu, 28 Juni 2026

Bupati Soppeng Lepas 149 Atlet PGRI ke Porsenijar Sulsel 2026, Optimistis Raih Juara Umum


Soppeng, Sigapnews.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng menunjukkan dukungan penuh terhadap perjuangan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng yang akan berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Sebanyak 149 atlet yang akan bertanding pada sembilan cabang olahraga dan seni, serta mengikuti ekshibisi domino, resmi dilepas oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Senin.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2 hingga 6 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin PGRI yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para guru, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta memperkuat persaudaraan antarpendidik dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Acara pelepasan berlangsung penuh semangat dan dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, official, serta seluruh anggota kontingen yang akan membawa nama Kabupaten Soppeng pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa seluruh atlet dan official harus berangkat dengan kepercayaan diri tinggi. Menurutnya, kontingen Kabupaten Soppeng memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah lain dan tidak boleh berangkat hanya dengan status sebagai peserta.

"Jangan pernah merasa datang hanya untuk meramaikan kegiatan. Datanglah dengan semangat untuk memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi. Tunjukkan bahwa guru-guru Kabupaten Soppeng mampu bersaing, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi teladan dalam setiap pertandingan," tegasnya.

Ia menilai Porsenijar bukan sekadar perlombaan mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang membangun kebersamaan antarguru yang selama ini menjadi bagian penting dalam organisasi PGRI. Karena itu, semangat kompetisi harus tetap dibingkai dengan rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga nama baik daerah.

Selain memberikan motivasi, Suwardi juga mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga kesehatan dan kondisi fisik selama berada di arena pertandingan. Menurutnya, persiapan fisik sama pentingnya dengan kemampuan teknik yang dimiliki setiap atlet.

Dengan gaya khas yang mengundang senyum peserta, Bupati bahkan mengingatkan para atlet agar tidak menghabiskan waktu begadang hanya untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

"Jangan dulu menonton Piala Dunia. Fokus menjaga stamina karena lawan juga sedang mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kalau ingin menang, fisik harus tetap prima," ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan seluruh peserta.

Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi selama berada di Kabupaten Sidrap. Ia meminta seluruh official dan anggota kontingen saling berkoordinasi agar setiap kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan dapat segera ditangani.

Bahkan, apabila diperlukan, ia menyarankan memanfaatkan dukungan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) guna membantu kelancaran komunikasi selama berlangsungnya Porsenijar.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi mengungkapkan rencananya untuk hadir pada malam pembukaan Porsenijar di Kabupaten Sidrap. Kehadirannya selain mengikuti agenda resmi juga menjadi momentum bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang merupakan sahabat lamanya ketika sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah harus diwujudkan tidak hanya melalui fasilitas, tetapi juga dengan kehadiran langsung untuk memberikan semangat kepada kontingen yang sedang berjuang membawa nama Kabupaten Soppeng.

Suwardi juga menyampaikan optimismenya terhadap besarnya dukungan masyarakat. Ia mengapresiasi rencana kehadiran sekitar 2.500 penggembira yang siap memberikan dukungan langsung kepada kontingen Soppeng selama pertandingan berlangsung.

Ia bahkan mengajak masyarakat asal Kabupaten Soppeng yang kini menetap di Kabupaten Sidrap untuk turut hadir memberikan semangat kepada para atlet.

"Kehadiran masyarakat akan menjadi kekuatan tersendiri bagi para atlet. Mari kita dukung keluarga kita yang sedang berjuang mengharumkan nama Kabupaten Soppeng," katanya.

Perhatian Bupati juga tertuju kepada kepemimpinan kontingen. Kepada Ketua Kontingen Nur Alim, ia berpesan agar terus menjaga semangat seluruh anggota tim.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen bukan hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga dipengaruhi kepemimpinan yang mampu membangun kekompakan dan motivasi seluruh anggota.

"Kalau ketua kontingen bersemangat, seluruh anggota juga akan ikut bersemangat. Karena itu, bangun kekompakan sejak awal hingga seluruh pertandingan selesai," pesannya.

Di akhir sambutannya, Suwardi Haseng memasang target tinggi bagi kontingen Kabupaten Soppeng. Ia berharap seluruh atlet mampu memberikan penampilan terbaik sehingga target menjadi juara umum Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 dapat diwujudkan.

Sementara itu, jajaran PGRI Kabupaten Soppeng menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas perhatian dan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen. Dukungan tersebut dinilai menjadi suntikan motivasi bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah.

Ketua Kontingen Nur Alim menjelaskan bahwa Kabupaten Soppeng menurunkan 149 atlet yang akan mengikuti sembilan cabang olahraga dan seni, ditambah partisipasi pada ekshibisi domino yang turut memeriahkan pelaksanaan Porsenijar tahun ini.

Ia optimistis seluruh atlet telah melakukan persiapan dengan baik dan siap memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Soppeng.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, kesiapan para atlet, serta ribuan masyarakat yang akan memberikan semangat langsung di Sidrap, kontingen PGRI Kabupaten Soppeng menatap Porsenijar Sulawesi Selatan 2026 dengan penuh optimisme. Seluruh elemen berharap perjuangan para guru di arena olahraga dan seni mampu berbuah prestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat provinsi.

(Yunandar)

Rabu, 24 Juni 2026

Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng Berlangsung Meriah, 40 Siswa Siap Melangkah ke Jenjang SD


Soppeng, Sigapnews.com, Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng yang digelar pada Selasa (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Malaka Raya No. 24, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang bersama-sama merayakan keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan usia dini.

Sebanyak 40 siswa resmi dilepas pada acara tersebut setelah menyelesaikan masa belajar mereka di TK Putra III Malaka. Mereka kini siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan bekal pengetahuan, karakter, dan keterampilan yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di taman kanak-kanak.

Acara dihadiri oleh Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, Ketua Komite Sekolah Ramlan, SE, Kepala TK Putra III Malaka A. Wikrawardani, S.Pd., para guru, staf sekolah, serta seluruh orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat kepada putra-putri mereka.

Kepala TK Putra III Malaka, A. Wikrawardani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah menjalin kerja sama dan memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendidik anak-anak mereka.

“Pelepasan 40 siswa tahun ini menjadi kebanggaan bagi kami. Keberhasilan anak-anak tidak lepas dari dukungan dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua. Kami berharap seluruh siswa yang dilepas hari ini dapat terus berkembang, menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berakhlak baik, serta mampu meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, berbagai program pembelajaran yang diterapkan di TK Putra III Malaka tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan moral, sosial, dan kreativitas siswa.

Sementara itu, Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, menegaskan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan seseorang di masa depan.

Ia berharap para orang tua terus memberikan perhatian, pendampingan, dan motivasi kepada anak-anak mereka agar semangat belajar tetap terjaga saat memasuki lingkungan sekolah dasar.

“Pendidikan yang diberikan sejak usia dini akan menjadi pondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, peran keluarga dan sekolah harus terus berjalan beriringan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ramlan, SE. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Menurutnya, keberhasilan para siswa saat ini merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, sekolah, dan orang tua yang selama ini terus mendukung proses pendidikan anak.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang berhasil memukau para tamu undangan. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki.

Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, tarian modern, pembacaan puisi perpisahan, hingga hafalan surah-surah pendek dan doa sehari-hari. Penampilan para siswa berkali-kali mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Momen yang paling mengharukan terjadi saat para siswa membawakan puisi perpisahan untuk guru dan orang tua mereka. Tidak sedikit orang tua yang tampak terharu menyaksikan anak-anak yang sebelumnya masih pemalu kini mampu tampil percaya diri di hadapan banyak orang.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali kelulusan kepada 40 siswa secara bergantian sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di TK Putra III Malaka. Satu per satu siswa maju ke depan panggung untuk menerima medali dan penghargaan yang diserahkan oleh pihak sekolah.

Setelah prosesi pelepasan selesai, seluruh peserta kegiatan melaksanakan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran sekolah, pengurus yayasan, komite, guru, siswa, dan orang tua murid. Momen tersebut menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang oleh seluruh keluarga besar TK Putra III Malaka.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para siswa resmi menutup perjalanan mereka di bangku taman kanak-kanak dan bersiap memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti akhir acara, menandai awal langkah baru bagi generasi penerus bangsa yang diharapkan kelak mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

(Red)

Senin, 15 Juni 2026

Kunjungan Kedua. Wakil Bupati soppeng Selle Ks Dalle ke Sekolah Rakyat. Apresiasi Percepatan PT Waskita Karya


Soppeng Sigapnews.com Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng, Senin (15 06/2026). Kunjungan kedua ini dinilai tepat dan membangkitkan semangat baru bagi para pekerja PT Waskita Karya di lapangan.

Kedatangan Wakil Bupati disambut langsung perwakilan PT Waskita Karya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pencapaian progres pembangunan serta langkah-langkah percepatan. Hasil menggembirakan terlihat dari laporan kemajuan fisik proyek yang telah mencapai 80 persen dari target keseluruhan.

Wakil Bupati Selle KS Dalle mengaku kagum dengan kecepatan kerja kontraktor pelaksana. Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa dari PT Waskita Karya. Capaian 78 persen ini membuktikan komitmen dan profesionalisme mereka. Ini kunjungan kedua saya dan setiap kali datang, saya selalu melihat loncatan progres yang signifikan,ujarnya di sela-sela tinjauan.

Tak hanya membahas progres, pertemuan itu juga menyoroti kelengkapan perabot (furniture dan fasilitas pendukung) yang akan dipasang pasca pembangunan. Wakil Bupati menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana internal sekolah harus sejalan dengan rampungnya konstruksi, agar gedung tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.

Perwakilan PT Waskita Karya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kunjungan pimpinan daerah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi seluruh pekerja yang terus berupaya menyelesaikan sisa kurang lebih 20 persen pekerjaan tepat waktu, ucapnya.

Dengan capaian saat ini, Sekolah Rakyat Soppeng ditargetkan dapat beroperasi penuh pada awal tahun ajaran mendatang. Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi yang terjalin dan berharap penyelesaian akhir proyek berlangsung mulus tanpa kendala berarti.

(YUND)

Sabtu, 13 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Angkat Suara Terkait Banyaknya Plt Kepsek di Soppeng Sebut Warisan Pemerintahan Sebelumnya


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Suwardi Haseng akhirnya angkat suara terkait masih banyaknya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang memimpin sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Soppeng. Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah persoalan yang muncul pada masa pemerintahannya saat ini, melainkan merupakan kondisi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Soppeng disebut terus melakukan langkah-langkah pembenahan secara bertahap guna memastikan seluruh sekolah nantinya dipimpin oleh kepala sekolah definitif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Dikutip dari media Kabartujuhsatu.news, pada Minggu (14/6/2026), Suwardi menjelaskan bahwa keberadaan Plt kepala sekolah dalam jumlah yang cukup banyak merupakan kondisi yang telah diwarisi dari periode pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan penataan sesuai prosedur serta regulasi yang berlaku.

“Banyaknya Plt kepala sekolah yang ada saat ini merupakan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Namun demikian, kami terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan bahwa sejak dirinya bersama jajaran pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan, proses penataan dan pengisian jabatan kepala sekolah terus menjadi perhatian serius. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepemimpinan di setiap sekolah dapat berjalan secara efektif, profesional, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi, pengisian jabatan kepala sekolah bukanlah proses yang dapat dilakukan secara instan. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh setiap calon kepala sekolah, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi, kompetensi, hingga ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Karena itu, pemerintah daerah harus berhati-hati dalam melakukan penetapan kepala sekolah agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia menekankan bahwa kualitas dan kompetensi calon kepala sekolah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam setiap proses pengangkatan.

“Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menetapkan sekitar 40 kepala sekolah definitif. Ini merupakan bagian dari upaya yang terus kami lakukan untuk memperkuat tata kelola pendidikan di daerah,” ungkapnya.

Penetapan puluhan kepala sekolah definitif tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepemimpinan di lingkungan sekolah sekaligus mendorong peningkatan kinerja lembaga pendidikan. Dengan adanya kepala sekolah definitif, berbagai program pengembangan sekolah dapat dijalankan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Suwardi juga menjelaskan bahwa jabatan kepala sekolah pada dasarnya merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, proses penunjukannya harus melalui mekanisme yang jelas dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

“Perlu dipahami bahwa status kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada guru sesuai regulasi yang ada. Jadi seluruh proses penetapannya harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Selain melakukan penataan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta mutu layanan pembelajaran bagi peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian khusus terhadap berbagai kebutuhan dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Di akhir keterangannya, Suwardi berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses pengisian jabatan kepala sekolah membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah diatur oleh peraturan perundang-undangan. Ia optimistis bahwa kebutuhan kepala sekolah definitif di seluruh sekolah akan dapat terpenuhi secara bertahap.

Dengan langkah-langkah pembenahan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap sistem pendidikan di daerah semakin kuat, tata kelola sekolah semakin baik, dan kualitas pendidikan dapat terus meningkat demi menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

(Yunandar/JOIN)

Diananda Djiwa Mustika, Putri Selle KS Dalle, Rayakan Kelulusan dengan Meluncurkan Buku “Wisuda Impian”


Makassar, Sigapnews.com, Momen kelulusan sekolah dasar menjadi lebih istimewa bagi Diananda Djiwa Mustika. Putri Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, tidak hanya berhasil menuntaskan pendidikan dasarnya, tetapi juga meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Wisuda Impian.

Peluncuran buku tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Akhirussanah Al-Biruni Mandiri School yang digelar di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (13/6/2026). Di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan, Diananda memperkenalkan karya tulisnya sebagai bagian dari capaian akademik dan literasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Karya tersebut lahir melalui program unggulan Al-Biruni Mandiri School, yakni “Satu Siswa Satu Buku”. Program ini mendorong setiap siswa yang akan menyelesaikan pendidikan untuk menghasilkan karya tulis berupa cerpen, novel, atau bentuk tulisan lainnya sebagai hasil proses pembelajaran mereka.

Diananda menjadi salah satu dari 32 siswa yang berhasil menyelesaikan program tersebut. Pencapaiannya menerbitkan buku di usia 12 tahun menjadi bukti bahwa semangat literasi dapat ditanamkan sejak dini dan berkembang melalui lingkungan pendidikan yang mendukung.

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang hadir bersama istrinya, dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., mengaku bangga dan terharu menyaksikan putrinya merayakan kelulusan sekaligus meluncurkan buku pertamanya.

“Hati kami dipenuhi syukur dan haru. Menyaksikan putri tercinta menuntaskan pendidikan dasarnya sekaligus meluncurkan buku pertamanya adalah kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata,” ujarnya.

Menurut Selle, budaya menulis yang diterapkan sekolah merupakan langkah penting dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak-anak. Ia menilai keterampilan menulis tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian dalam menyampaikan ide kepada publik.

“Saya kira momen ini sungguh luar biasa. Kita patut bangga dan mengapresiasi Al-Biruni Mandiri School yang telah mendorong anak-anak untuk berkarya sejak dini. Para pendidik memfasilitasi dan mendampingi anak-anak untuk berani menuangkan ide-idenya dalam sebuah karya tulis,” katanya.

Ia juga berharap model pendidikan berbasis literasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Selle menyampaikan pesan penuh harapan kepada putrinya agar terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan karya yang dihasilkan.

Program “Satu Siswa Satu Buku” selama ini menjadi salah satu identitas Al-Biruni Mandiri School dalam membangun budaya literasi. Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan jejak intelektual berupa karya tulis yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Keberhasilan Diananda Djiwa Mustika meluncurkan buku Wisuda Impian menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah hambatan untuk berkarya. Kelulusannya dari sekolah dasar sekaligus menjadi langkah awal sebagai penulis muda yang diharapkan terus melahirkan karya-karya bermanfaat di masa depan.

(Yunandar/JOIN)

Minggu, 07 Juni 2026

Sekolah-Sekolah Mulai Beralih ke Lereng Hijau? Fenomena Ini Bikin Peta Wisata Edukasi Soppeng Jadi Perbincangan


Soppeng, Sigapnews.com, Wisata Alam Lereng Hijau belakangan ini semakin sering menjadi tujuan kegiatan rekreasi dan pembelajaran luar kelas bagi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Soppeng. Fenomena tersebut menarik perhatian publik setelah beberapa sekolah dari Kecamatan Lalabata diketahui memilih destinasi wisata alam tersebut sebagai lokasi kegiatan bersama peserta didik.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, sekolah-sekolah seperti SDN 7 Salotungo, SDN 9 Mallanroe, hingga SDN 13 Palakka tercatat menggelar kegiatan wisata edukasi di kawasan Lereng Hijau. Minggu (7/6/2026).

Kehadiran rombongan pelajar yang datang secara bergantian membuat destinasi tersebut semakin ramai diperbincangkan masyarakat.

Meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Banyak pihak mulai mencoba membaca fenomena ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar tren wisata biasa. Sebab, selama ini terdapat sejumlah destinasi lain yang dikenal memiliki dukungan dan perhatian yang lebih besar dari berbagai pihak, namun justru tidak terlihat menjadi pilihan utama bagi sebagian sekolah.

Lereng Hijau sendiri berkembang sebagai destinasi yang menawarkan suasana alam terbuka dengan lingkungan yang masih asri. Hamparan pepohonan, udara yang sejuk, serta ruang yang luas menjadi daya tarik tersendiri bagi kegiatan yang melibatkan banyak peserta didik.

Bagi sekolah, faktor kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi kegiatan luar ruangan. Selain itu, suasana yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan alam dinilai memiliki nilai edukatif yang tidak bisa diperoleh sepenuhnya di dalam ruang kelas.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pilihan sekolah sering kali menjadi indikator menarik untuk membaca tren sebuah destinasi wisata. Berbeda dengan kunjungan individu yang dapat dipengaruhi banyak faktor sesaat, keputusan sekolah biasanya melalui proses pertimbangan yang lebih matang, mulai dari fasilitas, aksesibilitas, hingga kenyamanan peserta didik selama berada di lokasi.

“Ketika sekolah memilih sebuah tempat, biasanya mereka mempertimbangkan banyak hal. Jadi kalau sebuah destinasi mulai sering dipilih, tentu ada nilai tambah yang dirasakan,” ungkap seorang pemerhati pariwisata lokal.

Fenomena ini kemudian melahirkan diskusi yang cukup hangat di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah popularitas Lereng Hijau merupakan efek viral sesaat atau justru tanda bahwa preferensi masyarakat terhadap wisata edukasi sedang berubah.

Di era digital saat ini, pengalaman pengunjung memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sebuah destinasi wisata. Satu pengalaman positif dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial, grup percakapan, hingga rekomendasi dari mulut ke mulut. Efek inilah yang sering kali membuat sebuah tempat berkembang tanpa promosi besar-besaran.

Banyak pihak menilai bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam industri pariwisata. Ketika pengunjung merasa puas, mereka akan dengan sukarela menjadi promotor yang memperkenalkan destinasi tersebut kepada orang lain. Sebaliknya, fasilitas yang besar sekalipun tidak selalu menjamin tingginya minat pengunjung apabila pengalaman yang diberikan tidak sesuai harapan.

Karena itu, meningkatnya kunjungan sekolah ke Lereng Hijau dianggap sebagai fenomena yang layak dicermati. Terlebih, sekolah merupakan kelompok pengunjung yang cukup selektif dalam menentukan tujuan kegiatan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada data resmi yang dapat memastikan apakah telah terjadi pergeseran besar dalam peta wisata edukasi di Kabupaten Soppeng. Namun satu hal yang sulit dibantah adalah semakin seringnya nama Lereng Hijau muncul dalam berbagai aktivitas sekolah.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Lereng Hijau akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi yang diperhitungkan di daerah tersebut. Pada akhirnya, pilihan para sekolah mungkin sedang menyampaikan pesan sederhana bahwa kualitas pengalaman pengunjung tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

Kini pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat Soppeng adalah: ketika sekolah diberikan kebebasan untuk memilih tujuan wisatanya sendiri, mengapa nama Lereng Hijau semakin sering muncul dibandingkan sebelumnya? Jawaban atas pertanyaan itulah yang tampaknya akan terus menjadi bahan diskusi menarik dalam perkembangan dunia pariwisata lokal.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved