-->

Rabu, 25 Maret 2026

Terobosan Dahsyat. Soppeng Siap Rp67 Miliar dari Pusat, Listrik Masuk Sawah Resmi Digulir demi Swasembada Pangan

Terobosan Dahsyat. Soppeng Siap Rp67 Miliar dari Pusat, Listrik Masuk Sawah Resmi Digulir demi Swasembada Pangan


SOPPENG Sigapnews.com Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak lagi sekadar bicara visi. Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di ruang pimpinan Kantor Bupati, Kamis (25/3/2026), dimatangkanlah langkah monumental: optimalisasi lahan non rawa dengan suntikan dana pusat Rp67 miliar serta program listrik masuk sawah yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, secara tegas menyebut bahwa pertemuan ini adalah tindak lanjut langsung dari kesepakatan strategis dengan Kementerian Pertanian. Kami tidak mau sekadar wacana. Listrik masuk sawah adalah solusi nyata atas kekurangan air saat musim tanam. Tahun ini, kita wujudkan, ujarnya dengan penuh keyakinan di hadapan jajaran Tim LPPM Universitas Hasanuddin, PLN, para kepala dinas, hingga koordinator penyuluh pertanian dari delapan kecamatan.

Yang membuat langkah ini luar biasa adalah sinkronisasi total antara program pusat dan daerah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran fantastis Rp67 miliar untuk program Optimasi Lahan (OPLAH). Namun Soppeng tidak sekadar menjadi pelaksana. Kabupaten ini memastikan agar intervensi pusat benar-benar menyentuh akar masalah. keterbatasan energi dan Air

Ketua Tim Penyusun SID LPPM Unhas, Andang Suryana Soma, Ph.D. memaparkan bahwa pendekatan teknis kali ini berbeda. Tidak ada lagi tebang pilih. Lokasi dan kelompok penerima manfaat akan ditentukan berdasarkan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang dikumpulkan langsung oleh penyuluh lapangan. Ini jaminan ketepatan sasaran, tegasnya.

Dukungan paling krusial datang dari PLN Cabang Soppeng. Manajer PLN, Ria Fitriani Rachman, menyatakan kesiapen penuh untuk membangun jaringan instalasi listrik guna mendukung program tersebut. Listrik masuk sawah bukan sekadar penerangan. Ini adalah energi produktif yang akan menggerakkan pompanisasi, irigasi modern, dan menjamin tanam sepanjang tahun. Kami siap berkontribusi untuk swasembada pangan nasional, ujarnya.

Para penyuluh pertanian yang hadir pun menyambut dengan antusias. Mereka menilai bahwa kolaborasi antara Pemkab Soppeng, Unhas dan PLN kali ini menghadirkan harapan baru. Seorang koordinator PPL dari Kecamatan Lilirilau mengungkapkan, Selama ini petani non rawa sering terbatas akses air. Dengan listrik masuk sawah, kami optimistis produksi padi bisa meningkat drastis.

FGD ini tidak sekadar diskusi biasa. Ia menjadi momen bersejarah di mana program APBN bertemu dengan visi daerah, lalu dikawal oleh riset akademisi dan infrastruktur kelistrikan. Semua bergerak dalam satu peta jalan yang sama. menjadikan Soppeng sebagai lumbung pangan baru yang tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim.

Dengan persiapan SID yang matang, dana yang sudah dianggarkan, serta komitmen semua pihak, langkah besar ini diyakini akan menjadi titik balik sektor pertanian Soppeng. Bukan lagi cerita biasa.ini adalah gerakan kolektif menuju kemandirian pangan yang dimulai dari aliran listrik di sawah dan tekad yang tidak pernah padam.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved