Jumat, 29 Mei 2020

Kostratani Samuturu Dampingi Proses Penyaluran Bantuan Pupuk di Kab. Kolaka

Kostratani Samuturu Dampingi Proses Penyaluran Bantuan Pupuk di Kab. Kolaka



Sigapnews.com, Kolaka (Sultra) - Pandemi Covid-19 telah merenggut puluhan ribu jiwa, menjangkiti jutaan manusia di 212 negara, termasuk di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan Pemerintah memberlakukan social distancing (pembatasan social) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. 

Dengan pembatasan social dan PSBB, masyarakat diminta untuk tinggal di rumah, melakukan pekerjaan dari rumah. 

Kondisi pembatasan social dan PSBB juga berdampak pada banyak sektor usaha diantaranya sektor pariwisata, sektor retail, sektor  angkutan umum mengalami penurunan omzet bahkan terhenti.

Khusus untuk sektor pertanian sebagai penyedia pangan bagi masyarakat, sektor ini jangan sampai menurun, Pangan adalah kebutuhan dasar manusia, yang harus selalu terpenuhi. Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab dari presiden untuk memastikan stok pangan cukup untuk 267 juta masyarakat Indonesia.

“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan, tegas Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Jika pangan tidak  tersedia cukup, maka dikhawatirkan akan  timbul kepanikan dan kegelisahan pada masyarakat. Untuk itu tak hentinya Mentan SYL menyerukan agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan di tengah pandemi ini. 

Sebagai upaya membantu petani agar tidak mengalami kendala dalam kegiatan budidaya demi menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat ditengah pandemi covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan 417,15 ton pupuk NPK non subsidi bagi petani yang terdampak Covid-19. 

Bantuan ini merupakan  stimulus kepada pelaku usaha tani agar tetap berproduksi di tengah pandemi wabah Covid-19.  

Terdapat lima daerah yang menjadi target penyaluran pupuk non subsidi yang merupakan daerah sentra produksi padi yaitu Kabupaten Konawe, Kabupaten Bombana, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Kolaka.


Kabupaten Kolaka yang difasilitasi oleh Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura termasuk salah satu yang mendapat bantuan pupuk sebanyak 48.150 Kg  yang tersebar di tujuh Kecamatan, 19 kelompok tani dengan total luas lahan 321 Ha . 

Kecamatan Samaturu melalui kantor Kontratani /Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Samaturu juga mendapat bantuan empat desa, salah satunya Desa Wowa Tamboli sebanyak 2.535 Kg pupuk NPK Non subsidi yang telah di salurkan mulai tanggal 23 Mei 2020 ke petani penggarap/buruh tani dengan harapan petani terus menanam dan memproduksi demi kedaulatan pangan. 


Ketua Kelompok Tani penerima bantuan,  Asiah mengatakan sangat gembira dengan adanya bantuan ini.  “Bantuan pupuk ini sangat membantu kami, apalagi di tengah wabah Covid-19 perekonomian semakin sulit. Namun, hidup harus terus berjalan, petani harus tetap menanam agar bahan pokok tetap tersedia. Bantuan pupuk ini rencananya kami gunakan pada musim tanam kedua sekitar bulan juli.” ungkap Nurasia. Jumat (29/5/2020).

Sementara itu Kepala BPP Samaturu Suharso mengatakan bantuan stimulan berupa pupuk NPK non subsidi ini diberikan kepada petani yang masuk dalam kategori petani pemula, petani penggarap, dengan kepemilikan lahan kurang dari 1 hektar dan terdaftar dalam Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian. Untuk penerima bantuan ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra telah berkoordinasi dengan tim gugus kabupaten melalui Dinas Pertanian setempat yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian tentang usulan calon petani penerima bantuan. 

Dalam penyaluran bantuan pupuk ini, Penyuluh Pertanian yang wilayah binaannya mendapat bantuan pupuk, terjun langsung ke lapangan mengawal dan membantu penyerahan bantuan pupuk ini. “Sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, kami masih ke lapangan membantu penyaluran pupuk, dan kami lanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Walau masih libur dan di tengah kondisi pandemi ini, kami penyuluh selalu semangat untuk mendampingi petani, melihat dan mengawal kegiatan pertanian dengan tetap memperhatikan protocol covid-19 yaitu memakai masker dan menjaga jarak,” kata Popalayah, Penyuluh Pertanian yang wilayah binaannya yaitu Desa Wowa Tamboli yang juga mendapat bantuan pupuk.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan,” jelas Dedi. 

Dedi menambahkan pula bahwa untuk dapat terus aktif bekerja, insan pertanian harus selalu sehat dan menjaga kesehatan diri dan keluarga dan lingkunganya.(BBPP-BK).

Penulis : Popalayah (BPP Samaturu)
Editor : Risna Ardhayanti

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved