Selasa, 26 Mei 2020

Alsintan Percepat Tanam di Parigi Mautong

Alsintan Percepat Tanam di Parigi Mautong



Sigapnews.com, Parigi Mautong (Sulteng) - Pandemi Covid-19 membawa berbagai dampak di seluruh dunia. Badan Pangan dunia (FAO) memberikan peringatan bahwa akibat Covid-19 dunia akan mengalami krisis pangan, sementara itu BMKG juga memprediksi bahwa beberapa bulan ke depan akan terjadi kemarau panjang.

Mengantisipasi hal tersebut Presiden Jokowi dalam rapat dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) agar Kementan melakukan langkah kongkrit untuk menjamin ketersedian pangan terutama dimasa pandemi Covid 19 ini.

Menindaklanjuti arahan tersebut Mentan SYL baru-baru ini meresmikan gerakan percepatan tanam di seluruh Indonesia. 

Mentan meminta kepada seluruh penyuluh, petani dan seluruh insan tani yang ada di Indonesia agar segera melakukan gerakan percepatan tanam padi dan jagung secara serentak.

Mentan SYL dalam arahannya mengatakan bahwa ada beberapa cara yang dilakukan dalam menghadapi hal tersebut, yakni dengan melakukan percepatan penanaman secara maksimal.

Selain itu juga " agar mempersiapkan lahan-lahan pertanian yang ada sehingga yang sudah panen disiapkan untuk tanam kembali”.

Menegaskan kembali dalam menghadapi pandemi covid-19 pemerintah dan semua pihak terkait harus tetap menjaga ketersedian pangan untuk 267 juta jiwa penduduk indonesia.

Selaras dengan Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi bahwa maslah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan hidup matinya  suatu bangsa, dimana petani tetap semangat tanam, semangat Olah dan semangat panen ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah covid-19.

Sementara itu,  Ni Komang Suardani, Penyuluh pertanian kecamatan Saousu, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan alumni sertifikasi alsintan di BBPP Batangkaluku, I Wayan Nardi. Mereka berdua melakukan aktivitas pendampingan dan pengolahan lahan untuk percepatan tanam di Kelompok Tani (Poktan) tani UPJA Tani Baru yang dipimpin oleh I Wayan Darmawan, di Desa Sausu.

Menangapi hal tersebut penyuluh pertanian bersama Poktan dan pak Wayan Nardi dengan segera melakukan pengolahan lahan sawah untuk segera tanam. Kelompok tani yang berdomisili di desa Sousu, Kec. Sausu, Kab. Parigi Mautong, Sulteng, menguasai lahan 25 Ha lahan dengan jumlah anggota 20 orang.


Melalui pesan singkat (WA) 20/05 Penyuluh Pertanian “saat ini kami sedang melakukan olah tanah persiapan penanaman dan tanam padi. Dari 25 Ha dari jumlah lahan yang ada di kelompok dampingan kami seluruhnya diolah yang nantinya akan ditanami padi varietas Mikonga. Pengolahan untuk persiapan tanam kami lakukan karena mengoptimalkan potensi air yang ada didaerah kami, kalau sampai terlambat konsekuensinya gagal panen, "tuturnya.

Penyuluh sebagai insan pertanian harus tetap melakukan tupoksi kami. Mendampingi dan mendorong petani untuk melakukan percepatan taman. mengingat pandemi covid-19 masih merebak tentunya kami tidak ingin krisis pangan melanda daerah kami, apalagi musim kemarau sudah dekat, sehingga harus mengoptimalkan sumberdaya yang ada. 

Pengolahan lahan maupun tanaman padi yang dilakukan semuanya mengunakan Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN) baik itu traktor roda 4 dan Alat tanam Padi (Rice Transplanter). Penggunaan Alsintan tentunya membuat pekerjaan lebih cepat selesai serta jumlah orang yang dibutukan untuk kegiatan panen tidak banyak sehingga meminimalkan interaksi orang-orang di lahan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pengolahan lahan dan tanam kami seluruhnya mengunakan ALSINTAN, hal ini sangat membantu kami dalam pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien dalam bekerja. Selain itu kami memiliki SDM yang handal sebagai operator ALSINTAN. SDM kami ini merupakan alumni sertifikasi ALSINTAN yang sudah dinyatakan Kompeten sebagai operator, sehingga kami jadi dimudahkan” Tuturnya

Sementara itu Wayan Nardi Sebagai Alumni Sertifikasi ALSINTAN menuturkan “sebagai operator yang sudah dinyatakan kompeten dalam sertifikasi yang diikuti, saya merasa memiliki tanggung jawab penuh dalam pemanfaatan Alsintan yang ada di wilayah saya. Selama ini Penggunaan ALSINTAN dalam olah tanah, tanam dan panen yang ada di daerah saya saya selalu dipercaya untuk menjalankan Alsintan sebagai operator, tentunya ini sebagai tanggung jawab saya untuk membantu petani maupun poktan dalam menggarap lahannya untuk mempercepat pekerjaan mereka. 

Selain itu Ketua Poktan, I Wayan Darmawan yang memanfaatkan Alsintan mengatakan, sejak adanya SDM yang handal dalam pengoperasian ALSINTAN dirinya merasa sangat terbantu “Pengolahan lahan yang sebelumnya kami harus mendatangkan operator dari luar anggota poktan, sehingga perlu menyiapkan dana lebih untuk mengharap lahan di Poktan kami.

Penggunaan alsintan dalam mengolah tanah, tanam ataupun panen sangat membatu dan efisien dari segi waktu, biaya dan hasil serta kami selalu didampingi dan diarahkan oleh penyuluh pertanian. Sinergi yang baik ini Secara bersama-sama kami akan terus melakukan sinergi ini untuk menjaga ketersedian pangan Lokal dan Nasional,” Tutupnya. (BBPP-BK).

Penulis    : Mahardhika Atmaja 
Sumber   : I Wayan Nardi (Alumni Sertifikasi Alsintan BBPP-BK 2020)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved