-->

Kamis, 03 September 2020

Sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementan Turut Maksimalkan Peran BPP Kepulauan Selayar



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, -  Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir, Kamis (03/09) menggelar Sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Serta Balai Pelatihan Penyuluhan (BPP) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan melalui Video Telekonferensi  via Aplikasi Zoom.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pertanian, Agussalim yang sekaligus membuka sosialisasi menyampaikan bahwa Kab. Kepulauan selayar memiliki 10 BPP, diantaranya, BPP Bontomarannu, BPP Bontomanai, BPP Bontomatene, BPP Bontosikuyu, BPP Buki, BPP Pasilambena, BPP Pasimarannu, BPP Pasimasunggu, BPP Pasimasunggu Timur, dan BPP Takabonerate.



Yang saat ini semua bisa hadir dalam sosialisasi Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian.

Beliau juga berharap para penyuluh aktif memaksimalkan peran BPP, terutama peran untuk memperkuat pelaporan data dan informasi dengan pengiriman melalui aplikasi pelaporan program utama Kementan yang harus dilaporkan setiap minggunya.

Dikesempatan yang sama Fitriani Kabid. Program dan Evaluasi BBPP Batangkaluku mengatakan sebagaimana salah satu tujuan Kostratani adalah untuk  mengoptimalisasi tugas fungsi dan peran BPP sebagai  pusat gerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan, dengan demikian kostratani ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

“Salah satu dari 5 peran kostratani saat ini adalah peran BPP sebagai pusat data dan informasi, dimana semua data tersebut nantinya akan terkoneksi/terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) di kementerian pertanian,”tuturnya.



Data yang dimaksud adalah yang terkait dengan program utama kementan yang nantikan akan secara periodik dilaporkan melalui aplikasi laporan utama kementerian pertanian.

“Sosialisasi yang merupakan bagian dari pendampingan BBPP Batangkaluku terhadap model BPP kostratani di Kab. Kepulauan Selayar, dan berharap dapat membekali para penyuluh pertanian yang ada di BPP mengenai cara penginputan data khususnya komoditas strategis menggunakan aplikasi laporan utama kementan melalui aplikasi laporan Utama di alamat http://laporanutama.pertanian.go.id,”katanya.

Sementara arahan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian  (BBPP) Batangkaluku, Sabir, Sebagaimana tujuan pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani  dan meningkatkan ekspor.

Tujuan pembangunan pertanian ini  bisa kita wujudkan dengan cara peningkatan profuktivitas,  perbaikan kualitas dan kontinyutas produk, hal ini bisa kita capai tentunya dengan kerja  keras kita  sebagai insan pertanian.

Oleh karena itu kita sebagai insan pertanian dituntut untuk bekerja keras , bisa bekerja luar biasa dengan cara luar biasa dalam rangka untuk tetap berswasembada pangan dan dalam rangka tetap menyediakan pangan bagi  untuk 267 jiwa, hal ini bisa kita capai bersama dengan salah satu program unggulan kementerian pertanian saat ini adalah adanya kostratani.

Kegiatan dilanjutkan dengan panduan singkat aplikasi dengan cara login dan penginputan data pada aplikasi laporan Utama Kementan.

Petugas BPP Kostratani harus login ke Kostratani  dengan username dan password yang telah dibagikan dan bisa mengentry data dan informasi sesuai dengan username yang tersedia di layar komputer.

Kali ini, dipandu oleh widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Hari Ismanto.
Dan diakhiri dengan acara tanya jawab. (Al-Az). 

Kamis, 23 Juli 2020

Rumah Tim Investigasi GoWa-MO di Teror Preman



Gowa (Sulsel), Beritarepublik.com, - Seorang pria bernama Muh Nasution Bin Mansyur Maman (26) warga Jalan Karang Pado (Pinus), Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa, dijerujikan oleh Reskrim Polsek Tinggi Moncong, Kamis (23/7/2020).

Nasution diduga melakukan tindakan pengancaman dan penganiayaan, tindakan pelaku ini dilaporkan oleh para korban dan diterima langsung petugas SPKT yakni Aiptu  Ansar dengan nomor STPL/22/7/2020/Sulsel /Res.Gowa dengan dugaan tindak pidana pengancaman sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 335 jo 336 KUH Pidana

Kronologi pengancaman dan penganiayaan Nasution ini bermula pada hari rabu tanggal
(22/7/2020) sekitar pukul 16.00 sore hari.

Dalam pengaruh minuman keras pelaku mengendarai sebuah mobil brio berwarna kuning bernomor plat DD 1634 KJ, dengan kecepatan tinggi dari arah jalan Mangerangi menuju ke jalan S Dg Jarung (malino), tepat depan rumah Agung, pelaku hampir menabrak anak salah satu staf kecamatan Tinggimoncong bernama Bahtiar.

Melihat kejadian tersebut, Siswanto menegur pelaku bahwa ada apa", namun pelaku yang hampir menabrak anak tersebut tidak terima ditegur, bahkan pelaku malah menggertak Siswanto, apa kau telaso (bahasa kotor, red), ungkapnya kepada media.

Lanjut jelasnya, setelah itu teman terduga pelaku yang ikut berada dalam mobil langsung turun meminta maaf bahwa temannya dalam pengaruh minuman beralkohol.

Tak berselang lama kemudian pelaku pulang dan kembali lagi ke TKP langsung mengancam Siswanto dengan sebilah parang dan mengejarnya sampai kedalam rumah

Setiap warga yang mengingatkan pelaku juga di ancam dengan sebilah parang bahkan salah satu warga bernama Dg Sila sempat dipukul pada bagian mata sebelah kanannya hingga mengalami luka memar,"tuturnya

"Tidak hanya sampai disitu seorang perempuan bernama winda juga sempat diburu pelaku dengan sebilah parang terhunus

Setelah kejadian tersebut pelaku pergi entah kemana, namun kembali lagi ke TKP menitip pesan ke Siswanto dengan nada menantang "silahkan kau melapor ke kantor polsek Tinggimoncong karena dikantor tersebut anggotaji itu semua, ujar Siswanto," sambil meniru dialeg bahasa dari pelaku

Setelah pelaku melakukan pengancaman dan penganiayaan dan menitip pesan ancaman, pelaku sedang bersantai di Polsek Tinggi Moncong,"tutupnya

Sekedar diketahui rumah TKP dan korban adalah keluarga dari Heri Dg Sore anggota tim investigasi dan dokumentasi Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" yang sedang menginvestigasi sebuah kasus  di Polsek Tinggi Moncong.

Sosialisasi Konstratani di Kab.Gowa, Kepala BBPP Batangkaluku Harap Optimalisasi Fungsi BPP



Sigapnews.com, Gowa (Sulsel), - Kementerian Pertanian meningkatkan tugas, fungsi dan peran BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) di tingkat kecamatan sebagai KostraTani, dengan memberi peluang menjadi BPP model sesuai syarat dan ketentuan. 

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi KOSTRATANI di BPP Bonto-Bonto, Kab. Gowa, Prov. Sulawesi Selatan. Hadir dalam kegiatan sosialisasi Kostratani adalah Kepala BBPP Batangkaluku, Kepala Dinas TPH Kab. Gowa,  Camat Bontomanai, dan Dinas Pertanian Provinsi Selatan. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Dr. Sabir, S.Pt., M.Si menjelaskan bahwa peran Kostratani diantaranya adalah : 1) pusat data dan informasi, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian, 3) pusat pembelajaran, 4) pusat konsultasi agribisnis dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan.

"Pusat data artinya di tingkat BPP sudah harus tersedia data yang bisa diinput dan terintegrasi dengan agriculture war room (AWR) dan Agricutural Operation Room (AOR). Pusat pembelajaran, artinya di BPP harus memiliki demplot sebagai pembelajaran. Pusat pergerakan pembangunan pertanian, artinya SDM yang ada harus mampu mengawal program pertanian. Pusat Konsultasi, oleh karenanya SDM BPP khusunya penyuluh harus bisa berperan sebagai konsultan. Untuk bisa berperan sebagai konsultan, penyuluh harus memiliki keahlian," jelas Sabir. 


Lebih lanjut Sabir menjelaskan bahwa Agribisnis dibangun diatas empat subsistem,  diantaranya adalah subsistem agroinput, agroproduksi, agroprosesing, agroniaga ditambah subsistem penunjang seperti jasa angkutan, dan permodalan. Olehnya itu, maka setiap penyuluh dituntut agar memahami sistem agribisnis dari hulu sampai hilir.

Saat ini terdapat 50 BPP model yang menjadi binaan BPPSDMP yang melaksanakan fungsi penyuluhan pertanian selaras era 4.0 dan terus membuka peluang BPP lain menjadi KostraTani.

Dari 50 BPP model Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) yang  menjadi tanggung jawab BBPP Batangkaluku adalah BPP Bonto-Bonto dan BPP Galesong.

Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa semua insan pertanian harus all out dalam membangun pertanian. "Kita semua harus All out dalam membangun pertanian demi kebutuhan pangan 267 juta  masyarakat Indonesia. Kementan membuka peluang pengembangan BPP model menjadi Kostratani. Syarat utama, lokasi dekat kantor UPT Kementan, karena wajib intensif komunikasi dan intensif pelatihan. Harus ada listrik, jaringan internet dan komputer," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference di Jakarta, Rabu (22/7).

"Syarat lain calon BPP model, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi sehingga dapat dilaporkan ke AWR Kementan. Dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota juga sangat penting," kata Dedi Nursyamsi.

KostraTani yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

KostraTani ideal, katanya, didukung data dan informasi di BPP misalnya data luas tambah tanam, data panen, dan data lain. Ada program utama dari 11 unit kerja eselon satu Kementan, terkoneksi dengan AWR Kementan, termasuk laporan-laporan kegiatan di BPP.

Menanggapi arahan Kepala BPPSDM Kementan, Kepala Dinas TPH Kab. Gowa Sugeng Priyatno mengapresiasi Kementan memilih BPP Bonto-Bonto sebagai BPP Model. "Kami sangat berterimakasih dengan dijadikannya BPP Bonto-Bonto sebagai BPP Model dan semoga kedepannya semakin banyak lagi BPP di Kabupaten Gowa yang dijadikan BPP Model," ungkap Sugeng.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Rabu, 22 Juli 2020

PDAM Gowa Lanjutkan Pemasangan Gratis Untuk 1.115 MBR



Gowa, Sigapnews.com, - Perusahaan Daerah air minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa kembali memberikan  kemudahan bagi warga yang kurang mampu yang masuk dalam kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menjadi pelanggan.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal mengatakan program pemasangan sambungan baru ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau warga yang tergolong kurang  mampu.

“Untuk program ini kita memang tidak memberikan beban kepada masyarakat dengan menggratiskan biaya  pemasangan barunya. Namun, syaratnya harus warga yang tergolong kurang mampu dari segi penghasilan,” kata  Hasanuddin Kamal, Rabu (22/7/2020).

Ia menjelaskan, program yang bersentuhan dengan masyarakat berpenghasilan rendah ini sudah berjalan sejak awal bulan Juli ini dan diupayakan akan rampung pada Agustus mendatang.

“Saat ini sudah ada 40 persen yang terealisasi, insya Allah Agustus sudah rampung semua,”ucapnya.

Adapun jumlah masyarakat penerima pemasangan sambungan secara gratis ini, kata H Hasanuddin Kamal, itu berjumlah 1.015 KK yang tersebar di beberapa Kecamatan yang ada di kabupaten Gowa.

“Sebenarnya yang kita usulkan ke kementerian PUPR itu ada 1.050, namun yang diterima hanya 1.015 KK. Program ini sudah kita lakukan sejak 2017 lalu,” sambungnya.

Diketahui, program pemasangan baru secara gratis dari PDAM Gowa ini ditujukan kepada masyarakat yang  tergolong kurang mampu agar dapat menikmati sarana air bersih untuk dikomsumsi
(Rilis GoWa-MO). 

Senin, 20 Juli 2020

Pelayanan Disdukcapil Gowa Menuai Kritikan




Gowa, Sigapnews.com, - Diduga Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tidak profesional dan tidak proporsional dalam memberikan pelayanan prima, karena memiliki data yang kurang bahkan tidak akurat, malahan sangat menyusahkan warga masyarakat yang butuh pelayanan, Sungguminasa, Senin (20/7). 

Sejumlah warga yang berkepentingan untuk mengurus dokumen kependudukan hanya bisa mengeluh dan terpaksa pulang dengan wajah kecewa.

Hal ini memantik serta memicu awak media untuk melakukan pemantauan. Diduga kalau sistem pengurusan di Disdukcapil Gowa masih kurang relevan dengan muara profesionalismenya, seolah sistem online dijalankan tidak sesuai prosedural, bahkan hanya menambah beban masyarakat saat melakukan pengurusan data.

Salah seorang warga masyarakat Gowa yang berinisial An 25 tahun, saat melakukan pengurusan di kantor Disdukcapil gowa, mendapat pelayanan yang sangat tidak menyenangkan. Pasalnya, surat keterangan (Suket) yang produk dari kantor Disdukcapil Gowa, diantarkan ke petugas loket untuk mendapatkan KTP asli.

"Pada saat saya hendak mengambil KTP tersebut, Sekretaris Disdukcapil (Sekdis)  mengatakan, maaf pak, tidak boleh kalau bukan suket aslinya. Ini karena saat itu, saya hanya memperlihatkan melalui WA lewat sebuah handphone saja," jelas An menirukan perkataan Sekdis Dukcapil.
 
An menambahkan, dirinya kembali pulang dan mengambil suket asli tersebut, yang di peroleh dari pemiliknya, karena pemilik Suket asli saat itu tidak dapat hadir terkait kondisi Keluarganya lagi sakit.

Lanjutnya, setelah dia tiba kembali  di kantor Disdukcapil Gowa, Sekdis Edy Sucipto saat ditemui, masih tidak memberi KTP tersebut dengan alasan harus bersama pemilik, paling tidak, salah satu yang ada namanya tertera di Kartu keluarga (KK).

Di tempat terpisah, Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Wartawan Indonesia (AWPI) Sulsel Hariadi Daeng Talli mengatakan, sangat jelas bahwa aturan ini sangat miris dan tidak manusiawi , karena aturan yang dibuat seolah menyulitkan pengguna KTP.  

"Bagaimana jadinya kalau pihak keluarga yang ada di KK, sementara keluarganya semua berada diluar daerah, tentu kasus seperti ini sangat menyulitkan dan kemungkinan besar yang bersangkutan tidak dapat memiliki KTP, di saat pemiliknya lagi sakit dan KTP tersebut harus digunakan jika rumah sakit memerlukan saat itu," urai Daeng Talli, di Kantor Sekretariat DPD AWPI, Jalan Mangka Daeng Bombong, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Senin (20/7).

Diuraikannya, tentu kasus tersebut sangat menyulitkan pemohon E- KTP disebabkan tidak adanya kebijakan perihal pengguna E-KTP, lagi dalam kondisi sakit dan minta untuk dapat terwakili.

"Saya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya bapak Bupati Gowa, Pak Adnan Purichta Ichsan untuk segera mengambil sikap terkait kasus ini," harapnya.

Minggu, 19 Juli 2020

Giat Musda I PTRTU DPD Sulsel



Gowa,  Sigapnews.com, - Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I  Persatuan Tekhnisi Refrigrasi dan Tata Udara (PTRTU) DPD Sulsel, di sekertariat di jalan Minasaupa blok f20/12

Ketua PTRTU DPD Sulsel, Muhammad Rusdi Hamid mengatakan asosiasi ini telah kurang lebih 2 tahun hadir dan berkiprah di Sulsel. Adapun tujuan dari eksistensinya, salah satunya adalah menciptakan lapangan kerja untuk meminimalisir pengangguran di daerah ini.

Menurutnya, umumnya diantara semua anggota yang masuk dalam asosiasi ini telah mempunyai sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bidang Air Conditioner (AC). Sekiranya, katanya, ada yang masuk menjadi anggota dan belum mempunyai keahlian tentang teknisi AC, maka akan dilakukan bimbingan terhadap anggota tersebut.

Dalam Musda ini, dirinya pun memaparkan akan melakukan rutinitas Bakti Sosial (Baksos) cleaning AC di tempat-tempat ibadah.

"Selain Baksos, maka kami juga akan melakukan program kerja pelatihan, training sekaligus pembinaan untuk perkenalan dunia Heating Ventilation Air Conditioner ( HVAC) bagi remaja putus sekolah. Juga, bagi mereka yang belum punya pekerjaan, agar bisa dilatih menjadi teknisi AC," urai Muhammad Rusdi Hamid, Sekretariat PTRTU, Perumahan Minada Upa Blok F 20 / 12, Minggu (19/7).

Diuraikannya, pelaksanaan pelatihan tersebut dilakukan secara gratis. Dirinya juga berharap agar ke depannya pemerintah setempat dapat menyupport kegiatan yang positif ini.

"Tiap pelatihan yang kami lakukan itu secara gratis," jelasnya.

Sekadar diketahui, turut hadir dalam giat ini, yakni: DPD Makassar, DPC Gowa, DPC Maros, DPC Bone, DPC Je'neponto dan DPC Barru.

Pengurus PTRTU DPD SULSEL
ketua : Muhammad Rusdi Hamid
Wakil ketua : Hamka
Penasehat 1: Herry Rotikan
Penasehat 2: Radjab
HUMAS : 1. Anwar Kamran
                  2. Indra syarif

(SR)

Jumat, 17 Juli 2020

Ini Cara Membuat SIM Baru dan Perpanjangan di Satuan Lantas Polres Gowa di Masa Kebiasaan Baru



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, -Dalam masa kebiasaan baru dan anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan Sat Lantas Polres Gowa Tetap membuka unit pelayanan SIM baru dan Perpanjangan Jum'at 17/07/2020.

Ipda Ardiansyah mengungkapkan kami tetap beroperasi melayani masyarakat yang hendak membuat SIM baru dan SIM perpanjangan dengan Aturan Sebagai berikut :

1. Untuk pelayanan SIM,
setiap peralatan sarana dan prasarana akan di lakukan proses penyemprotan secara rutin dan berkala sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19.

2. Mengatur posisi antrian Pemohon SIM.
3.Operasional pelayanan SIM Senin s/d Jum'at Pukul 08.00 wita - 13.00 wita
4. untuk Hari Sabtu pukul 08.00 wita s/d 12.00 wita.

Aturan untuk pemohon SIM

1. Pemohon wajib menggunakan masker
2. Mencuci tangan sebelum masuk loket pelayanan SIM
3. Pemeriksaan suhu tubuh
4. Phisical distancing

Selain itu si pemohon SIM wajib menggunakan Handsanitizer yang telah di siapkan oleh petugas setelah menggunakan benda seperti kertas, pulpen, tempat duduk antrian dll.

Di ruang yang berbeda Kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari SH hal tersebut kami lakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19 di kabupaten Gowa serta sebagai pelayanan prima terhadap pemohon SIM, dengan menghadirkan ruang pelayanan yang bersih, sehat dan steril kita dapat menekan angka penularan Covid 19, tutup Kasat Lantas Polres Gowa.

Kamis, 16 Juli 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Diskusi Bertajuk Teknologi Penggorengan Hampa Udara



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, - Kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, tetap produktif di tengan pandemi Covid-19. Kegiatan DIDESAKU (Diskusi Dengan Widyaiswara Batangkaluku) merupakan salah satu wujud nyata bahwa sektor pertanian tidak pernah berhenti, terutama dalam memberikan pelayanan pelatihan kepada insan pertanian walaupun secara virtual.

Kegiatan DIDESAKU (Diskusi Dengan Widyaiswara Batangkaluku) pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 bertema Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Dr. Sabir, S.Pt., M.Si, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, A. Amal Hayat M, SP., M.Si.

Materi DIDESAKU pada kesempatan ini dibawakan oleh Widyaiswara Ahli Muda Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Hari Ismanto, STP.

Hari Ismanto memberikan Materi tentang Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) merupakan salah satu solusi pada saat terjadi panen raya buah, sayur atau produk perikanan. Pada saat panen raya, biasa terjadi harga jual di tingkat petani menurun drastis.

Dijelaskan bahwa, "Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) merupakan salah satu cara untuk memproduksi makanan yang sehat dan bermutu tinggi.

"Pada mesin Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) ini bekerja pada suhu dan tekanan rendah, yang artinya produk yang diproses atau digoreng menggunakan alat tersebut utamanya produk pertanian yang peka terhadap panas, akan menjadi renyah dengan rasa, begitupun aroma dan warna tidak jauh berbeda dengan bahan aslinya.

Dikatakannya bahwa "Penggorengan vakum memiliki beberapa keuntungan, diantaranya : mengurangi kadar minyak dalam produk gorengan, mempertahankan warna alami dan rasa (lebih baik daripada penggorengan konvensional), dan  mengurangi efek negatif dari kualitas minyak. Terang Hari Irwanto.

"Beberapa komoditi pertanian yang cocok diproses dengan teknologi penggorengan hampa antara lain (1) buah : nangka, nanas, salak, apel, durian, melon, dll (2) sayur : wortel, jamur, kacang panjang, bawang dll, (3) seafood : ikan tuna, teri, udang".

"Teknologi Penggorengan Hampa Udara (Vacuum Frying) diharapkan dapat diterapkan pada wilayah dengan komoditas-komoditas lokalitas yang melimpah, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian tersebut.

"Dengan demikian diharapkan pula dapat memunculkan UMKM baru pada sentra-sentra produk pertanian. (Al-Az). 

Rabu, 15 Juli 2020

Personil Polres Gowa Kirim 2 Truk Bantuan Ke Lokasi Bencana Masamba



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, - Bantuan kemanusiaan Polres Gowa dan warga Kabupaten Gowa yang telah dikumpulin di posko kemanusiaan Polres Gowa diberangkatkan menuju lokasi bencana alam di Masamba malam kemarin.

Usai seluruh bantuan di-packing di Aula Endra Dharma Laksana  selanjutnya Kasubag Sarpras Polres Gowa IPTU Aslamuddin bersama dua personil mengawal bantuan menuju lokasi. 

Adapun jenis bantuan yang telah dikumpulkan berupa, Beras 470 Kg, Supermie 370 dos, air minum gelas 560 dos, Susu kotak 5 dos, susu beruang 2 Pak, pempers anak 5 pak, sabun cuci /rinso 10 dos, Pakaian layak pakai 45 karung.

Seluruh bantuan tersebut dinaikkan ke dalam dua buah truk kemudian diberangkatkan pada Rabu malam (15/07/2020) pukul 24.00 WITA dan rencana bantuan akan tiba di lokasi bencana pada pukul 09.00 WITA hari ini Kamis (16/07/2020), ungkap Kapolres Gowa AKBP. Boy Samola.

Kapolres Gowa saat dikonfirmasi terkait bantuan yang diberikan mengatakan,"kami membuka posko kemanusiaan ini  dalam sehari dan alhamdulillah ada 2 buah truk yang mengangkut seluruh bantuan, " ungkap AKBP Boy Samola yang jua merupakan mantan Kapolres Di Luwu Utara tersebut.

Semua bantuan berasal  dari para personil Polres Gowa dan jajaran serta warga Gowa kemudian kami satukan dan dikirim malam kemarin dan saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi buat seluruh anggota dan masyarakat yang peduli terhadap sesama ditengah bencana yang melanda saudara saudara kita di Masamba, pungkasnya. (Red). 

Bertani On Cloud, Puslatan Edukasi Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Padat



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, -Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian melaksanakan kegiatan training online dengan tema Membuat Pupuk Organik Padat. Rabu (15/7/2020). 

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Ir.Bustanul Arifin Caya M.DM. 

Dalam sambutannya, Kapuslatan menyampaikan bahwa saat ini kondisi tanah secara umum memiliki kandungan bahan organik yang sangat terbatas, padahal di sisi lain bahan organik sangat melimpah di sekitar petani. 

Padahal dengan mengolah bahan organik menjadi pupuk organik dan kemudian hasilnya diaplikasikan ke lahan pertanian, maka akan banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh pateni. 

"Ada banyak manfaat penggunaan pupuk organik, diantaranya adalah memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Manfaat lainnya adalah akan memperbaiki kualitas tanaman yang dihasilkan sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi," lanjut Bustanul.

Lebih lanjut Bustanul menjelaskan Trend kebutuhan dunia saat ini terhadap hasil pertanian sudah mengarah kepada produk pertanian yang sehat. Salah satu cara untuk mendapatkan produk pertanian yang sehat adalah dengan melakukan budidaya secara organik. Kebutuhan dasar dalam budidaya tanaman organik adalah pukul organik padat. 

Oleh karenanya, melalui training online yang dilaksanakan oleh Puslatan dapat membantu Penyuluh dan Petani untuk mampu memproduksi pukul organik secara mandiri.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Jamaluddin Al Afgani, S.Pd., MP. Widyaiswara BBPP Batangkaluku dengan bidang spesialisasi Pertanian Organik. Dalam pemaparannya, Jamal menjelaskan bahwa membuat pupuk organik padat sangatlah mudah, memiliki manfaat yang besar terhadap tanah dan tanaman, serta hasil produksi tanamannya menyehatkan.

"Saat ini sudah banyak masyarakat yang membuat pupuk organik padat, tetapi bahan baku utamanya masih lebih dominan kotoran ternak. Padahal bahan baku yang melimpah di sekitar petani adalah bahan organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Oleh karenanya kami memperkenalkan metode membuat pupuk organik yang mudah dilakukan dengan bahan baku utama dari limbah pertanian dan kotoran ternak," jelas Jamal.


Kita berharap bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang memahami cara membuat pupuk organik padat sehingga selain menjaga lingkungan dari sampah organik, juga tanah menjadi lebih sehat. Sebagaimana hasil penelitian Badan Litbang yang menjelaskan bahwa akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus tanpa diimbangi penggunaan pupuk organik, maka kadar C organik tanah khususnya lahan sawah rata-rata kurang dari 2%. Hal ini menunjukkan bahwa tanah sangat miskin unsur hara yang dibutuhkan oleh Tanaman. Akibatnya adalah terjadinya penurunan produksi dan kebutuhan pupuk anorganik semakin meningkat. Untuk memperbaiki kondisi tanah, maka minimal ada dua strategi yang harus dilakukan; (1) berikan bahan organik sebanyak mungkin; dan (2) jangan berikan bahan yang bisa merusak tanah," tutup Jamal.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo senantiasa menghimbau agar masyarakat memproduksi pangan yang sehat. 

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi juga senantiasa mengajak kepada Penyuluh agar terus mengembangkan kemampuan di bidang Pertanian, termasuk dalam pembuatan pupuk organik.

"Saya menghimbau kepada para penyuluh, teruslah belajar untuk meningkatkan keterampilan. Bantu petani kita agar dapat membuat pupuk organik secara mandiri. Kalau semua petani mampu membuat  pupuk organik, maka lambat laun produksi akan meningkat dan ketergantungan akan pupuk anorganik akan semakin kecil," jelas Dedy.

Kepala BBPP Batangkaluku, DR. Sabir, S.Pt., M.Si saat menutup kegiatan training menjelaskan bahwa ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika mampu membuat pupuk organik secara mandiri, diantaranya adalah kesuburan tanah akan terjadi, produksi pertanian meningkat dan hasil pertanian semakin sehat untuk dikonsumsi.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Bupati Gowa : "Kabupaten GOWA Harus Menjadi Percontohan Pengembangan Family Farming"



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com, - Kementerian Pertanian melalui BBPP Batangkaluku dan BPTP Sulsel melakukan audience dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Iksan Yasin Limpo, terkait kegiatan pendampingan Program Utama Kementan di Kab. Gowa.  Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Gowa, Kadis TPH Kab. Gowa (Sugeng Priyanto), Kepala BBPP Batangkaluku ( Dr. Sabir, S.Pt., M.Si), dan Kepala BPTP Sulsel (Dr. Ir. Abdul Wahid, M.Si).Rabu (15/7/2020).

Dalam arahannya, Bupati Gowa meminta agar BBPP Batangkaluku dan BPTP Sulsel membantu masyarakat Gowa dalam pengembangan family farming.

"Kami berharap agar BBPP Batangkaluku dan BPTP Sulsel membantu masyarakat Gowa dalam pengembangan family farming. Kami mengharapkan ada percontohan family farming di setiap Kecamatan sehingga Kabupaten Gowa bisa menjadi rujukan dalam pengembangan Family Farming," ujar Adnan.

Family farming merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) guna mewujudkan ketahanan pangan sekaligus sebagai peluang usaha kreatif untuk masyarakat .

Kepala BPTP Sulsel, Abdul Wahid yang hadir dalam audience  mengatakan bahwa program family farming yang dikembangkan berdasarkan konsep pertanian perkotaan atau urban farming itu dirancang untuk memenuhi kecukupan pangan keluarga dan dioptimalkan sebagai produksi pangan rumah tangga.

"Program ini bentuk implementasi pembangunan pertanian masa kini dan masa depan dengan berbagai permasalahan yang semakin kompleks," ujarnya.

Menurut Wahid, Program family farming yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, ternak, pengomposan sampah, dan tanaman hias itu saat ini sudah mulai diterapkan di kawasan Taman Agro Esukasi di BPTP Sulsel. Selain itu, Badan Litbang melalui  BB Padi telah merekomendasikan model pertanaman padi secara hidroponik. Model pertanaman ini dinilai sangat cocok untuk lahan terbatas, sekaligus untuk kebutuhan estetika. selain itu agar dapat menyediakan kecukupan pangan masyarakat pada kondisi lahan terbatas seiring peningkatan konsumsi," lanjutnya.

Kepala BBPP Batangkaluku, Dr. Sabir menjelaskan bahwa selama ini BBPP Batangkaluku sudah rutin berkolaborasi dengan Dinas TPH Kab. Gowa dalam khususnya dalam pengawalan program utama Kementerian pemanfaatan lahan pekarangan, salah satu melalui kerjasama dengan Kostratani BPP Bonto-Bonto.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa dalam kondisi Covid-19 seperti saat ini, semua negara mengalami dampak secara ekonomi, termasuk Indonesia, semua bisnis berhenti dan mengalami kerugian, dan satu-satunya bisnis yang harus terus berjalan adalah pertanian. Oleh karenanya semua masyarakat agar tetap produktif di tengah Pandemi dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

"Dampak Corona membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, yang miskin menjadi semakin miskin. Maka salah satu solusinya adalah dengan cara bertani. Jika kita mau tidak miskin, tidak sengsara, rahmat Tuhan ada di sekitar kita. Maka tanamlah yang bisa ditanam, sehingga bertani bisa membuat orang terhindar dari kemiskinan, minimal bisa menyiapkan pangan secara mandiri," ungkap SYL.

"Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan kita. Misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Dengan menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, juga bisa memberikan tambahan penghasilan," ungkap SYL.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Termasuk dalam memanfaatkan lahan pekarangan, edukasi petani agar memanfaatkan lahan pekarangan, bahkan petani diedukasi agar bisa memproduksi sendiri sarana produksinya, seperti pupuk organi dari limbah rumah tangga," ungkap Dedi.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Selasa, 14 Juli 2020

Wakapolres Gowa Pimpin Rapat Anev Quick Wins Renstra Polri 2020



Gowa (Sulsel), Sigapnews.com,-Maksimalkan kegiatan Quick Wins, Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa  didampingi kabag Ren Kompol H Mas'ud memimpin pelaksanaan Rapat Analisa dan Evaluasi Quick Wins Resntra Polri B.06 TA 2020 Polres Gowa yang bertempat di Aula Endra Dharmalaksana. (14/07/2020)

Protokol Kesehatan tetap dijalankan dalam kegiatan rapat ini, dengan memperhatikan physical distancing serta pemakaian masker setiap anggota untuk meminimalisir penyabaran covid-19. 

Dalam kegiatan tersebut Wakapolres Gowa melakukan evaluasi kepada seluruh Personil yang mengawaki operator tentang capaian kegiatan setiap fungsi penaggung jawab Quick Wins serta kendala apa saja yang dihadapi selama kegiatan Quick Wins dilaksanakan.

Lebih lanjut Wakapolres  Gowa menekankan kepada masing-masing Satuan Fungsi dan Bagian agar agar betul – betul serius  dalam Pengisian Laporan dan Teknis Pembuatan Laporan Perwabku Program Quick Wins, yang mana dalam pelaksanaan harus membuat rencana aksi dan hasil laporan terkait dengan program tersebut, jelas waka polres.

Pelaksana program Quick Wins Polri agar bekerja lebih ekstra lagi dalam mendukung keberhasilan Program yang di amanatkan oleh pimpinan Polri, guna terciptanya Polri yang Promoter ( Profesional, Modern dan Terpercaya ) untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Diakhir Rapat Wakapolres Gowa memberi apresiasi kepada seluruh operator Quick Wins Polres Gowa atas kinerjanya selama ini, “Saya harapkan kedepannya para operator tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan Quick Wins, sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dan peringkat yang lebih tinggi lagi baik di tingkat Polda maupun tingkat pusat”. Imbuhnya

HUMAS POLRES GOWA

Sabtu, 11 Juli 2020

Peduli Covid -19, BPN Gowa Distribusikan Bantuan Untuk Dapur Umum TNI, POLRI



Gowa (Sulsel) -Sigapnews.com, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Gowa, Awaluddin SH., MH bersama pejabat utama pada Jumat pagi (10/07/2020) pukul 09.40 WITA  menyambamgi Dapur Umum TNI Polri peduli dampak Covid-19.

Sebanyak 120 rak telur, Mega Mie 15 Ball, dan sebanyak 6 karung beras (25kg) diserahkan langsung Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Gowa untuk kepentingan logistik dapur umum TNI/POLRI.

Bantuan tersebut diterima langsung Wakapolres Gowa KOMPOL Muhammad Fajri tepatnya di ruang dapur umum yang selama ini menjadi lokasi penyiapan makanan siap saji untuk masyarakat yang terdampak covid 19 di Kabupaten Gowa.

Wakapolres Gowa mewakili Kapolres Gowa dan seluruh personil, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dan kepedulian BPN Gowa untuk dapur umum ini semoga semua bantuan yang diberikan menjadi berkah bagi masyarakat Kab Gowa dimasa Covid-19 ini " tutur KOMPOL Muh Fajri.

Kamis, 09 Juli 2020

Sebanyak 72.200 Siswa di Kabupaten Gowa Dapat Kuota Internet, 7,5 GB Persiswa



Sigapnews.com, Gowa (Sulsel) - Sebanyak 72.200 siswa di Kabupaten Gowa pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah atas diberikan kuota internet sebanyak 7,5 giga byte (GB). 

Pemberian kuota internet gratis ini untuk mendukung aktivitas sistem belajar mengajar dalam jaringan (daring) di rumah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Termasuk sebagai kesiapan Pemerintah Kabupaten Gowa menjelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021 yang dijadwalkan pada 13 Juli 2020 mendatang. 

"Mengingat kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa masih cukup tinggi. Sehingga tidak dimungkinkan untuk melakukan belajar mengajar dengan sistem tatap muka di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam saat penyerahan kuota internet di Baruga karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Kamis (9/7)

Pemberian kuota gratis ke siswa mengunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berdasarkan instruksi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Tujuannya untuk memotivasi siswa mengikuti pembelajaran meskipun dengan sistem daring. 

Salam menyebutkan, dari total siswa yang diberikan kuota gratis sekitar 76 persen telah tersalurkan, sementara 24 persen belum. Hal ini lantaran beberapa siswa berada di daerah yang belum memilliki jaringan. 

"Itu yang paling banyak. Penyebab ke dua masih ada anak kita yang belum punya alat komunikasi berupa handphone," katanya. 

Sementara untuk siswa yang yang belum tercover akan dilakukan pembelajaran berbasis rumah. Pembelajaran ini, siswa akan dikunjungi oleh guru-guru agar tetap bisa memenuhi haknya di masa pandemi Covid-19 ini.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten Gowa, H. Muchlis mengatakan, dengan adanya kuota gratis tersebut pembelajaran bisa tetap berjalan dengan baik dan berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya khususnya untuk proses belajar daring.

"Kami titip pesan kepada Korwil dan kepala sekolah untuk senantiasa memperkaya konten dan aplikasi yang dikembangkan dalam sistem pembelajaran di tengah Covid-19 ini," harap Muchlis.

Sementara, Rosiana mewakili orang tua siswa mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kuota internet tersebut. Apalagi menurut dirinya memiliki tiga anak yang mengikuti pembelajaran sistem internet membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

"Ini sangat bermanfaat karena memang kuota internet ini sudah merupakan kebutuhan tambahan," ucapnya warga BTN Ando Tonro Permainan ini.

Penyerahan Kuota internet ini diserahkan langsung oleh Manager Branch Telkomsel Makassar, Andi Reza  kepada Sekkab Gowa, H. Muchlis yang kemudian diserahkan kepada perwakilan kepala sekolah, siswa dan orang tua siswa.

Rabu, 08 Juli 2020

Kapolres Gowa Hadiri Launching Gerakan Sejuta Masker



Sigapnews.com, Gowa -Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian hadir langsung melaunching Gerakan Sejuta Masker di wilayah Kabupaten Gowa.

Peresmian aksi serentak penggunaan masker ini berlangsung di Gedung Haji Bate, Jalan Tumanurung, Kecamatan Somba Opu, Rabu, 8 Juli 2020, pukul 16.00 Wita sore.

Kapolres Gowa Akbp Boy FS Samola, SIK., MH mengatakan, gerakan ini sebagai langkah tegas pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker sebagai bentuk proteksi diri pada penularan virus corona atau Covid-19.

“Penyebaran virus melalui droplet sangat rentan jika kita tidak menggunakan masker. Sehingga dengan memakai masker sangat mudah untuk kita tertular virus,” katanya.

Kehadiran langsung Mendagri pada launching Gerakan Sejuta Masker ini sebagai bentuk dukungan kepada Polres Gowa serta Pemkab Gowa dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 secara serius.

“Kami sangat berterimakasih karena Bapak Mendagri menyempatkan hadir pada kegiatan ini, dimana beliau adalah mantan Kapolri Negara Republik Indonesia yang banyak memberi perubahan pada institusi Polri,” ujarnya.

Adapun Gerakan Sejuta Masker ini bukan hanya menyasar masyarakat di Kabupaten Gowa saja, tetapi juga masyarakat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

HUMAS POLRES GOWA

Kapolres Gowa Terima Penghargaan Dari Mendagri Dalam Mendukung Program Sejuta Masker



Sigapnews.com, Gowa -Kapolres Gowa AKBP Boy Samola pada pelaksanaan launching sejuta masker yang digelar di gedung Haji Bate pada Rabu (08/07/2020) menerima piagam penghargaan dari Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian.

Penyerahan piagam tersebut diserahkan langsung oleh menteri dalam negeri saat dilakukannya launching sejuta masker yang turut dihadiri, Wagub Sulsel, Wakapolda Sulsel dan Kasdam XIV Hasanuddin serta sejumlah tokoh di Kabupaten Gowa .

Saat memberi sambutannya Mendagri  mengucapkan terima kasih dan apresiasi buat forkopimda Gowa yang telah mendukung program sejuta masker yang digagasnya.

Saya berharap program sejuta masker ini dapat juga dilakukan Propinsi lain dan saya berterima kasih kepada Bupati Gowa dan seluruh Forkopimda Gowa yang ikut mendukung program nasional dalam memutus mata rantai Covid -19 khususnya di Kab Gowa, ungkap Mendagri saat memberi sambutan.

Kapolres Gowa usai menerima penghargaan berharap penggunaan masker ini dapat dibudayakan di Kab Gowa agar penularan Covid-19 dapat diminimalisir, harap AKBP Boy Samola.

HUMAS POLRES GOWA

Mendagri Launching Gerakan Sejuta Masker Pemkab Gowa



Sigapnews.com, Gowa -Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian melaunching Gerakan Sejuta Masker Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa di Gedung Haji Bate Sungguminasa, Rabu (8/7).

Mendagri dalam sambutannya mengaku mengapresiasi Gerakan Sejuta Masker ini. Menurutnya, selama ini pemerintah masih hanya fokus dan sudah melakukan pada tahap sosialisasi yang cukup lama.

Bahkan beberapa daerah, kata Tito Karnavian juga sudah mengeluarkan Peraturan Bupati ataupun Peraturan Daerah (Perda) tanpa ada intervensi untuk melakukan gerakan pembagain masker.

"Saat ini yang belum ada itu aksinya karena masyakat kita belum semuanya punya masker. Sehingga harus ada intervensi pemerintah untuk membagikan masker. Jangan hanya buat baliho ajakan pake masker tapi gak ada yang membagikan masker," jelasnya.

Mantan Kapolri ini menilai bahwa pembagain ini salah satu cara yang efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dirinya menjelaskan bahwa penularan Covid-19 ini melalui tiga aspek, yaitu droplet, benda atau objek dan melalui aerosol.

"Sehingga salah satu yang bisa mencegah itu adalah penggunaan masker. Karena pengguna masker itu relatif bisa mengatasi yang ketiga itu," tandasnya.

Ia berharap gerakan sejuta masker ini bisa diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Dirinya juga yakin jika ini bisa diikuti daerah lainnya maka kurva kasus Covid-19 di Indonesia bisa diturunkan bahkan hingga 50 persen.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih Kepada Mendagri telah menjadikan Kabupaten Gowa sebagai lokasi launching Gerakan Sejuta Masker.

"Gerakan sejuta masker ini merupakan ide beliau dan menjadi tantangan bagi Kabupaten Gowa. Kami berterimakasih 
menunjuk Kabupaten Gowa. Kami ingin menjadi contoh daerah yang bisa disiplin memakai masker," ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malagnni dan jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa serta pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(JN)

Wabup Gowa Serahkan Ranperda Wajib Masker Untuk Dibahas



Sigapnews.com, Gowa -Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni menyerahkan rencana peraturan daerah (Ranperda) Wajib Masker untuk dibahas lebih lanjut oleh pihak legislatif. 

Ranperda Wajib Masker tersebut diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Rafiuddin didampingi para wakil ketua dan jajaran DPRD lainnya. Penyerahan ranperda tersebut menerapkan protokol kesehatan ketat olehnya kegiatan tersebut berlangsung terbatas, di Ruang Ketua DPRD Gowa, Rabu (8/7). 

Wabup Gowa mengatakan, ranperda tentang wajib masker dan penerapan protokol kesehatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19. Aturan wajib masker tersebut dianggap perlu karena melihat kondisi masyarakat yang sejauh ini belum secara keseluruhan menerapkan protokol kesehatan salah satunya wajib masker. 

"Kita berharap mudah-mudahan dengan selesainya perda di Kabupaten Gowa ini, masyarakat bisa lebih patuh utamanya dalam menerapkan protokol dengan baik. Pakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan," katanya. 

Menurutnya, perda tersebut akan mendisiplinkan masyarakat karena dalam perda ini tentunya akan disiapkan sanksi-sanksi yang bersifat wajib untuk diterapkan. 

"Pihak DPRD yang akan membahas sanksi apa yang nantinya akan diberlakukan. Intinya sebelum diterapkan kita terlebih dahulu kita akan sosialisasi. Kita harap ranperda ini bisa segara disahkan untuk diterapkan di Kabupaten Gowa," harapnya. 

Sementara, Ketua DPRD Gowa Rafiuddin mengatakan, pihaknya akan mengatur jadwal sesuai dengan mekanisme yang ada. Terlebih dahulu perda ini akan dibahas, kemudian dilanjutkan melalui rapat paripurna dengan agenda pandangan umum dan masuk pembahasan-pembahasan. 

"Kita akan prioritaskan perda pakai masker ini supaya lebih cepat untuk kita sahkan," ujarnya. 

Raperda wajib masker ini dibentuk karena sifatnya tiba-tiba yaitu karena adanya wabah. Sehingga setelah wabah ini selesai maka akan dicabut kembali dengan mekanisme yang ada. 

"Perda ini sifatnya sementara tidak pakai jagka waktu sekian tahun. Perda ini bgitu kita melihat pandemi sudah selesai maka akan dicabut dengan mekanisme yang ada," ujarnya 

Ia pun berharap agar masyarakat dapat mentaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai langkah dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Langkah yang digagas Pemkab Gowa ini pun diharapkan dapat menjadi contoh untuk diterapkan di kabupaten/kota yang dianggap sebagai wilayah episentrum penyebaran di Sulsel. 

"Kita sudah mengedukasi masyarakat untuk memakai masker tapi banyak sekali yang masih bandel, tidak memperhatikan protokol kesehatan  Makanya dengan perda ini masyarakat bisa lebih paham dan mentaati aturan yang ada," tegasnya. (*)

Sore Ini, Mendagri Launching Gerakan Sejuta Masker Pemkab Gowa



Sigapnews.com, Gowa -- Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian dijadwalkan hadir langsung melaunching Gerakan Sejuta Masker yang digagas Pemerintah Kabupaten Gowa. 

Peresmian aksi serentak penggunaan masker ini akan berlangsung di Gedung Haji Bate, Jalan Tumanurung, Kecamatan Somba Opu, Rabu, 8 Juli 2020, pukul 16.00 Wita (sore ini). 

Bupati Gowa Adnan Purichta Icshan mengatakan, gerakan ini sebagai langkah tegas pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker sebagai bentuk proteksi diri pada penularan virus corona atau Covid-19. 

"Penyebaran virus melalui droplet sangat rentan jika kita tidak menggunakan masker. Sehingga dengan memakai masker sangat mudah untuk kita tertular virus," katanya, Rabu (8/7) . 

Kehadiran langsung Mendagri pada launching Gerakan Sejuta Masker ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemkab Gowa dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 secara serius. 

"Kami sangat berterimakasih karena Bapak Mendagri menyempatkan hadir pada kegiatan kita ini," ujarnya. 

Gerakan Sejuta Masker ini lanjut Adnan, bukan hanya menyasar masyarakat di Kabupaten Gowa saja, tetapi juga masyarakat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar. 

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad menyebutkan bahwa Kabupaten Gowa sudah siap melaksanakan Gerakan Sejuta Masker ini. 

"Soal kesiapan pemerintah daerah prinsipnya sudah siap. Jumlah masker yang tercatat sudah melampaui 1 juta lembar," ungkapnya. 

Bahkan dirinya menyebutkan hingga saat ini bantuan masih terus bertambah. Sehingga dirinya belum bisa memastikan jumlah real masker yang sudah terkumpul. (*)

Polres Gowa Kembali Raih Prestasi Bidang Pengelolaan Keuangan semester I TA 2020



Sigapnews.com, Gowa -Pada Acara analisa dan evaluasi capaian kinerja dan anggaran Polri semester I TA.
2020 lewat video conference, Polres Gowa berhasil mencapai kinerja terbaik ke 2 dari 1.561 satuan kerja jajaran kepolisian Negara Republik Indonesia, yang dipaparkan langsung Kepala Pusat Keuangan Polri di Jakarta pada selasa (07/07/2020).

Polres Gowa memperoleh Nilai Indikator kinerja pelaksaan Anggaran sebesar 89,94 dari 13 indikator penilaian dari kementrian keuangan Republik Indonesia

Kapolres Gowa AKBP BOY FS SAMOLA mengatakan pencapaian kinerja ini adalah bentuk nyata hasil kerjasama yang solid, utamanya pada Seksi Keuangan di Polres Gowa. Tentunya ini bukanlah akhir dari upaya yang sudah kita lakukan, tapi ini merupakan awal yang memang harus kita pertahankan dan harus lebih kita tingkatkan lagi," ujarnya. (*)
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved