-->

Jumat, 25 September 2026

54 Peserta Ikuti Bimtek PAUDHI, Disdikbud Soppeng Tekankan Pemenuhan Hak Anak


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng kembali dilakukan. Sebanyak 54 kepala satuan PAUD dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI).

Kegiatan tersebut resmi dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Peserta berasal dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng. Bimtek dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam memastikan pemenuhan standar layanan bagi anak usia dini.

Dalam sambutannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh dipandang sebatas kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” katanya.

Ia juga mendorong kepala satuan PAUD memanfaatkan komunitas belajar sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan.

Melalui kombel, para kepala satuan PAUD dapat saling berbagi praktik baik, membahas berbagai kendala, mengevaluasi capaian, serta menyusun langkah perbaikan secara bersama.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” ujar Nur Alim.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan di setiap satuan PAUD.

Nur Alim berharap seluruh peserta dapat membawa hasil Bimtek tersebut ke satuan pendidikan masing-masing dan menerapkannya secara konsisten.

Dengan penguatan PAUDHI, layanan pendidikan anak usia dini di Soppeng diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan anak secara utuh, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Yund)

Jumat, 18 September 2026

Rektor UNIPOL Soppeng Teken Kontrak Pendanaan Riset 2026, Dorong Kampus Makin Produktif


Makassar, Sigapnews.com, Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng terus mendorong penguatan tradisi akademik melalui penelitian dan pengembangan inovasi.

Hal itu terlihat dari kehadiran Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., pada Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 di Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Tamalanrea, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi momentum bagi UNIPOL untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan karya riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Agenda itu turut dihadiri Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K)., M.MedEd., serta para pimpinan perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan.

Dukungan pendanaan riset diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi civitas akademika UNIPOL untuk mengembangkan penelitian, menghasilkan inovasi, serta meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah.

Namun bagi UNIPOL, capaian tersebut tidak hanya diukur dari seberapa banyak penelitian yang dihasilkan. Kampus juga mendorong agar hasil riset dapat diterapkan dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, menyebut pendanaan tersebut sebagai amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Penandatanganan kontrak pendanaan riset ini menjadi momentum penting bagi UNIPOL untuk terus memacu budaya inovasi di kalangan civitas akademika. Kami berkomitmen memanfaatkan riset ini agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar para dosen semakin aktif memanfaatkan peluang pendanaan penelitian untuk memperkuat rekam jejak akademik sekaligus meningkatkan kualitas publikasi.

Menurutnya, budaya penelitian yang konsisten merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing.

“Riset yang kuat akan menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan generasi yang unggul, inovatif, memiliki jiwa entrepreneurship dan siap menghadapi tantangan global,” katanya.

Dengan mengikuti Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026, UNIPOL Soppeng terus memperkuat ekosistem akademik yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan visi UNIPOL untuk menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Profesional, Entrepreneurship, dan Global.

(Red)

Kamis, 17 September 2026

NasDem Soppeng Bawa 10 Kader ke Jakarta, Belajar Langsung di “Laboratorium” Gerakan Perubahan


Jakarta, Sigapnews.com, NasDem Soppeng tak ingin kaderisasi berhenti di ruang rapat atau sekadar menjadi agenda seremonial. Sebanyak 10 kader DPD Partai NasDem Kabupaten Soppeng dikirim ke Jakarta untuk mengikuti Gerakan Perubahan 2.0 “NasDem Naik Kelas” di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, 17–20 September 2026.

Lebih dari 400 peserta dari sejumlah daerah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pengurus, kader dan Fraksi NasDem.

NasDem Soppeng mengirim 10 kader, terdiri dari empat anggota Fraksi NasDem DPRD Soppeng serta enam kader dari unsur pengurus dan sayap partai.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah NasDem Soppeng memperkuat kualitas sumber daya manusia partai.

Di ABN, para kader tidak hanya menerima materi organisasi. Mereka juga didorong memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, membangun perspektif politik yang lebih matang serta memahami bagaimana gagasan perubahan diterjemahkan menjadi kerja nyata.


Ketua DPD NasDem Soppeng Ade Irawan W menegaskan, kaderisasi merupakan proses yang harus terus berjalan.

“Tak ada alasan untuk tidak terus belajar,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Ade, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para kader di ABN diharapkan tidak berhenti di Jakarta. Setelah kembali ke Soppeng, mereka harus mampu mengimplementasikannya melalui kerja organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Insyaallah NasDem akan melahirkan tokoh penggerak yang berintegritas dengan segala gagasan dan inovasinya, tangguh dalam kemandiriannya, serta berdiri tegak untuk kehormatannya,” katanya.

Ade juga mengingatkan bahwa menjadi kader bukan sekadar memiliki posisi dalam struktur partai.

“Kader harus mampu bergerak, membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan di lapangan, sekaligus menghadirkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan publik,” ujarnya.

Karena itu, jargon “NasDem Naik Kelas” bagi NasDem Soppeng tidak hanya berbicara mengenai organisasi. Ada tuntutan peningkatan kualitas kader agar lebih siap menghadapi perubahan dan lebih mampu bekerja di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD NasDem Soppeng Ade Irawan W bersama Ketua DPW NasDem Sulsel H. Syaharuddin Alrif juga terlihat berpose bersama Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.

Momen tersebut memperlihatkan keterlibatan jajaran NasDem Soppeng dalam agenda kaderisasi yang mempertemukan kader dari berbagai wilayah.

Bagi NasDem Soppeng, perjalanan ke ABN Jakarta bukan sekadar perjalanan menghadiri kegiatan partai. Ini adalah bagian dari proses menempa kader agar semakin siap membawa gagasan, bekerja di tengah masyarakat dan meneruskan semangat gerakan perubahan di daerah.

(Red)

Rabu, 09 September 2026

Dari Soppeng ke Panggung Nasional, Andi Jo Dapat Pesan Khusus dari Bupati Suwardi


Soppeng, Sigapnews.com, Perjuangan Andi Jo Karim Mappatunru belum berakhir. Setelah melewati tahapan seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, siswa SMAN 1 Soppeng itu kini bersiap menghadapi babak Grand Final tingkat nasional.

Menjelang keberangkatannya ke Jawa Timur, Andi Jo mendapat pesan langsung dari Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng saat keduanya bertemu di ruang kerja Bupati, Rabu (9/9/2026).

“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” ujar Suwardi.

Andi Jo hadir didampingi Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru serta orang tuanya.

Bukan sekadar melepas, Suwardi memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berbincang langsung dengan Andi Jo mengenai bidang yang akan diikutinya, yakni Ekonomi.

Obrolan kemudian bergeser dari teori ke realitas yang dihadapi masyarakat.

Suwardi mencontohkan petani yang mengambil kredit untuk membiayai usaha pertanian. Begitu pula pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman bank untuk menambah modal dan mengembangkan usahanya.

Menurutnya, setiap keputusan ekonomi membutuhkan perhitungan. Modal, biaya produksi, hasil usaha dan kemampuan mengembalikan pinjaman harus diperhitungkan dengan baik.

Dari persoalan sederhana itu, pembicaraan berkembang ke ekonomi mikro, ekonomi makro dan finansial. Inflasi, suku bunga, harga serta daya beli masyarakat ikut menjadi bagian dari diskusi.

Bagi Andi Jo, percakapan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Sebelum bertanding dalam kompetisi nasional, ia mendapatkan gambaran bahwa ilmu ekonomi tidak hanya berbicara mengenai teori, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Suwardi kemudian menyampaikan pesan kepada para pelajar Soppeng agar tidak takut bermimpi dan mengejar prestasi.

Ia menilai prestasi dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam membuka peluang pendidikan dan masa depan.

Namun, Bupati mengingatkan agar siswa tidak menjadikan juara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” kata Suwardi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Soppeng, terutama para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini memberikan pembinaan kepada Andi Jo.

Menurutnya, keberhasilan seorang siswa menembus kompetisi nasional merupakan hasil dari proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak.

“Capaian ini tidak berdiri sendiri. Ada proses pendidikan, ada guru yang mendampingi dan ada keluarga yang memberikan dukungan,” ujarnya.

Andi Jo tercatat sebagai siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia berhasil melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga menembus semifinal nasional dan kemudian memastikan diri lolos ke Grand Final.

Yang lebih membanggakan, Andi Jo menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di bidang Ekonomi yang berhasil melaju ke babak final.

Grand Final OSN 2026 akan digelar secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Di babak ini, Andi Jo akan bersaing dengan 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini, tantangan baru menanti. Dari Soppeng, Andi Jo membawa satu misi: memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan di panggung nasional.

(Yund)

Minggu, 06 September 2026

Gotong Royong Lawan Keterbatasan, SDN 210 Sanrangeng Masuk 6 Besar Taman Literasi


Soppeng, Sigapnews.com, Keterbatasan anggaran tak membuat SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kehilangan akal untuk berinovasi.

Justru dengan mengandalkan semangat gotong royong, sekolah tersebut mampu mengubah ruang-ruang sederhana menjadi sarana belajar yang kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi.

Upaya itu berbuah hasil. SDN 210 Sanrangeng berhasil masuk enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut menjadi menarik karena inovasi yang dihadirkan sekolah bukan dibangun dengan sokongan anggaran besar. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua/wali murid menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunannya.

Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Salah satu ruang yang berhasil dimanfaatkan adalah lorong di antara bangunan kelas.

Lorong yang sebelumnya hanya menjadi jalur penghubung antarkelas kini disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi, lengkap dengan berbagai media pembelajaran.

Di tempat tersebut, peserta didik tidak hanya belajar membaca dan berhitung. Mereka juga diperkenalkan dengan abjad dan Aksara Lontara, melakukan aktivitas pengukuran, bermain numerasi hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menciptakan inovasi.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, taman tersebut tidak dibangun semata-mata untuk mengejar predikat dalam penilaian.

Yang lebih penting, fasilitas tersebut harus benar-benar hidup dan digunakan dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman tersebut.

Menurutnya, keberadaan Taman Literasi dan Numerasi merupakan buah dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan ketika SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng bahkan turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran.

Bagi keluarga besar SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan semata-mata soal mengejar juara.

Ada pesan yang ingin ditunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dan anggaran tidak harus berujung pada keterbatasan kreativitas.

Lorong bisa menjadi ruang belajar.

Permainan tradisional bisa menjadi media pendidikan.

Lingkungan sekolah bisa menjadi laboratorium sederhana bagi peserta didik.

Semua itu lahir dari satu modal yang tidak membutuhkan anggaran besar: kemauan untuk bergerak bersama.

SDN 210 Sanrangeng membuktikan bahwa ketika guru, sekolah dan orang tua bersatu, keterbatasan bukan lagi penghalang, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi karya.

Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik tidak boleh terbatas.

(Red)

Jumat, 04 September 2026

Gemilang di Cadika Gowa, MTsN Soppeng Rebut Juara Umum I Penggalang


Gowa, Sigapnews.com,– Kontingen MTs Negeri Soppeng menunjukkan kelasnya di ajang Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Bertanding di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, para penggalang MTsN Soppeng sukses mengunci Juara Umum I Tingkat Penggalang.

Capaian tersebut diraih melalui penampilan konsisten di sejumlah kategori lomba. Dua gelar juara pertama berhasil diamankan pada kategori Tapak Perkemahan Putra dan Tapak Perkemahan Putri.

Tak berhenti di sana, kontingen MTsN Soppeng juga meraih Juara II Yel-Yel Tingkat Penggalang.

Perolehan prestasi tersebut menjadi gambaran kuatnya kedisiplinan dan kekompakan para siswa selama mengikuti kegiatan. Ketelitian dalam mengelola tapak perkemahan berpadu dengan kreativitas serta semangat saat tampil dalam lomba yel-yel.

Di balik keberhasilan itu, terdapat persiapan dan latihan yang dilakukan secara serius. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina dan pendamping, sementara dukungan keluarga besar MTsN Soppeng menjadi energi tambahan bagi kontingen selama berada di arena perlombaan.

Slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” akhirnya menemukan pembuktiannya di Cadika Gowa.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, mengaku bangga atas perjuangan para siswa yang mampu membawa nama madrasah sekaligus Kabupaten Soppeng bersaing di tingkat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” kata Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya. Para siswa didorong untuk tidak berhenti berlatih dan terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang kepramukaan maupun bidang lainnya.

Menurutnya, kemenangan bukan semata-mata soal piala. Lebih dari itu, proses mengikuti kegiatan pramuka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama.

Dengan raihan Juara Umum I Penggalang, MTsN Soppeng sukses membawa pulang kebanggaan dari Cadika Gowa sekaligus mempertegas kiprahnya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Datang membawa semangat, bertanding dengan kekompakan, dan pulang dengan prestasi. MTsN Soppeng kembali mengharumkan nama Soppeng di level Sulsel.

(Yund)

Dari Soppeng, Rahmaningsi Taklukkan 148 Peserta BCKS dan Rebut Predikat Terbaik


Makassar, Sigapnews.com, Siapa sangka, peserta dari Kabupaten Soppeng justru tampil paling menonjol dalam persaingan ketat Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik setelah bersaing dengan 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Capaian itu diumumkan setelah seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari resmi berakhir di Makassar, Jumat (4/9/2026).

Sejak 24 Agustus 2026, para peserta ditempa melalui berbagai tahapan untuk mengukur kesiapan mereka menjadi calon pemimpin satuan pendidikan.

Rahmaningsi berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan hasil yang mengantarkannya sebagai peserta terbaik.

10 Hari Ditempa, Hasilnya Tak Main-main

Pelatihan BCKS yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar pelatihan di dalam ruangan.

Peserta dibekali materi kepemimpinan dan pengelolaan sekolah, sekaligus dihadapkan pada praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati langsung bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, mengelola sekolah, mengambil keputusan, serta menghadapi persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan kebijakan pendidikan juga diberikan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi.

Dengan pola pembelajaran tersebut, peserta dituntut bukan hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan kapasitas sebagai calon pemimpin sekolah.

Soppeng Punya Cerita

Keberhasilan Rahmaningsi menjadi peserta terbaik membawa cerita tersendiri bagi Kabupaten Soppeng.

Di tengah 148 peserta dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, kepala SDN 202 Walennae mampu menunjukkan kualitasnya hingga mendapatkan predikat terbaik.

Prestasi itu sekaligus memperkuat rekam jejak Rahmaningsi sebagai pendidik dan kepala sekolah yang aktif mendorong pengembangan pendidikan serta inovasi di daerah.

Bagi Soppeng, capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah kebutuhan menghadirkan pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas, kemampuan manajerial, dan keberanian menghadapi tantangan pendidikan.

148 peserta datang membawa kemampuan masing-masing. Namun dari pelatihan itu, nama Rahmaningsi dari Soppeng yang akhirnya mencuri perhatian.

Predikat peserta terbaik BCKS tingkat Sulsel kini menjadi buah dari 10 hari proses pembelajaran, praktik, dan evaluasi yang dijalaninya.

(Yund)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Borong 4 Medali, SDN 3 Lemba Juara Umum Perkemahan Kwarran Lalabata


Soppeng, Sigapnews.com, SDN 3 Lemba sukses mengunci posisi teratas pada kelompok penggalang SD/MI dalam Perkemahan Kwarran Lalabata 2026. Kontingen sekolah tersebut tampil konsisten dengan mengoleksi dua medali emas dan dua medali perak.

Perolehan empat medali itu membuat SDN 3 Lemba keluar sebagai Juara Umum I, sekaligus mengungguli kontingen lainnya setelah seluruh rangkaian perlombaan rampung digelar, Jumat, 29 Agustus 2026.

SDN 21 Mattabulu harus puas berada di posisi kedua dengan raihan dua emas dan satu perunggu. Sedangkan SDN 16 Liangeŋ menempati posisi ketiga dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Persaingan antar-kontingen berlangsung ketat selama perkemahan yang digelar pada 26–29 Agustus 2026 tersebut. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan, kedisiplinan dan kekompakan untuk mengumpulkan poin terbaik.

Pada kategori penggalang SMP/MTs, SMPN 2 Watansoppeng tampil sebagai juara umum dengan torehan empat emas, dua perak dan satu perunggu.

Sementara pada kategori penegak SMA/SMK/MA, SMKN 1 Soppeng menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan empat emas dan tiga perak.

Perkemahan Kwarran Lalabata 2026 dibuka Ketua Kwarcab Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M. dan ditutup Mabiran Kecamatan Lalabata Risqun, S.STP., M.Si.

Kegiatan ini dikoordinasikan Kwarran Lalabata di bawah kepemimpinan Muhammad Husni, S.Pd., M.Pd., dengan Asrianto, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua panitia.

Raihan dua emas dan dua perak menjadi bukti ketangguhan kontingen SDN 3 Lemba. Mereka bukan hanya mengumpulkan medali, tetapi juga berhasil menempatkan nama sekolah sebagai kontingen terbaik tingkat SD/MI pada Perkemahan Kwarran Lalabata tahun ini.

(Yund)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved