Jumat, 01 Mei 2020

Mentan SYL Sebut Ada Empat Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan Vokasi

Mentan SYL Sebut Ada Empat Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan Vokasi


Sigapnews.com, Kementerian Pertanian melalui Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan Indonesian Agriculture Forum 2020 dengan tema "Pendidikan Vokasi Pertanian : Bagaimana Peran  Strateginya dalam Ketahanan Pangan di masa Pandemi Covid-9".

Hadir sebagai pembicara Rektor IPB Bogor Prof. Dr. Arif Satria; Kepala BPPSDMP Kementan Prof. Dedi Nursyamsi; Plt Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Patdono Suwignyo; Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi; dan Ketua Kompartemen Hortikultura Kadin, Karen Tambayong. Sementara moderator telekonferensi adalah Kepala Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP] Dr. Idha Widi Arsanti.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui telekonference dan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam arahannya, Mentan mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan hal baru yang menjadi tantangan sekaligus menjadi pembelajaran yang baik, di mana Covid-19 mampu mengubah paradigma seluruh masyarakat. Pandemi Covid-19 adalah medan tempur bagi generasi milenial pertanian. Sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan. Petani dan penyuluh adalah garda terdepan Indonesia mengantisipasi virus Corona, seperti halnya tenaga medis. Pangan bukan cuma soal perut, tapi juga penentu stabilitas nasional.

"Covid dan vokasi adalah bagian dari cerita baru dunia, di mana Covid mengubah ke arah yang lebih digital, kita mengurangi pertemuan fisik menjadi komitmen melalui digital," ungkap Mentan, Sabtu (2/4/2020).

"Transformasi pendidikan di sektor pertanian belumlah maksimal apabila hanya menyangkut kelembagaan, maka ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi yakni pengembangan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis," lanjut SYL.

Mentan SYL menuturkan bahwa terdapat empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi, diantaranya adalah : (1) karakter yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa yang tangguh; (2) Kompetensi, maka Polbangtan dan SMKPP harus menciptakan generasi milenial yang mampu bekerjasama dengan orang lain; (4) Memiliki sifat kritis,  baik pada dirinya, dengan lingkungan, juga pada permasalahan yang dihadapi namun tetap sejalan dengan jiwa kebangsaan; serta berfikir kreatif untuk berinovasi dengan meningkatkan literasi tentang sektor pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar dan sarana prasarana melalui dunia digital," tutur SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang hadir sebagai salah satu Narasumber pada Seminar ini menuturkan bahwa pembangunan SDM juga menjadi salah satu program prioritas Kementan. Hal ini sejalan dengan pembangunan SDM yang menjadi visi misi Presiden. Dan inilah yang membuat kita terus berupaya menghadirkan petani milenial.

“Kementan fokus mempercepat regenerasi petani ini, salah satunya melalui pendidikan vokasi. Dari pendidikan vokasi ini akan mendorong lahirnya petani milenial yang entrepreneurship,” ujar Dedi.(JML) BBPP BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved