Kamis, 23 April 2020

Kerjasma P4S Kawat Duri Dengan The Research Institute of Humanity and Nature (RIHN) Jepang Teliti Sorghum

Kerjasma P4S Kawat Duri  Dengan The Research Institute of Humanity and Nature (RIHN) Jepang Teliti Sorghum



Sigapnews.com, Menteri Pertanian Syahrul menyampaikan bahwa petani harus tetap produktif ditengah pandemi covid-19. Sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun karena kita harus pastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kami percaya pola hidup buruk bisa kita lawan dengan mendorong diverifikasi pangan dengan mencoba menghidupkan pangan-pangan lokal disetiap wilayah, kemudian kita harus berani mencoba membangun home-home industri pertanian disetiap kecamatan melaui Kostratani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga menambahkan Kementan membentuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang menjadi kawah candradimuka para petani millenial yang bakal menjadi job creator pertanian dengan bisnis yang kompetitif.

P4S memang selama ini dikenal sebagai pusat pembelajaran bagi petani atau sarana berbagi bagi petani di daerah.

Pusat Pelatihan pertanian Perdesaan Swadaya (P4S)  Kawat Duri (Kawan Tanti Dukungan Mandiri) berlokasi di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo dan The Research Institute of Humanity and Nature (RIHN) Jepang, melakukan penelitian adaptasi Sorghum di lahan P4S Kawat Duri seluas 1 ha. Menurut Ketua P4S Kawat Duri, R. Widjadja Teguh Tjahyono, kerjasama penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui adaptasi Sorgum terkait kandungan gizi sebagai pangan alternatif pengganti beras dan dan biomass berupa batang dan daun untuk pakan ternak.


Sorgum menempati pangan urutan kelima dunia setelah gandum, beras, jagung, dan barley, ujar peneliti senior SEAMEO Biotrop Bogor, Profesor Supriyanto. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah kering dan minim unsur hara. Bahkan, kata Supriyanto, sorgum bisa bertahan di tanah dengan kandungan garam tinggi termasuk di pinggir pantai. Dibanding nasi alias beras, sorgum diklaim jauh lebih unggul dalam hal nilai gizi. Data Kemeterian Kesehatan mencatat bahwa sorgum memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1 yang lebih tinggi dibanding beras. Sorgum juga diklaim baik dikonsumsi penyandang diabetes lantaran kandungan gulanya yang rendah.
Tujuan lain kerjasama ini adalah untuk membangkitkan minat masyarakat sekitar menanam sorgum, karena di samping pangan, sorgum juga menyimpan aneka manfaat lain seperti sebagai pakan ternak, energi (etanol), serat, pupuk, obat-obatan (kandungan komponen bioaktif seperti polifenol, flavonoid, sterol, dan tanin yang dimiliki sorgum baik untuk membantu pemulihan pasien kanker kolon) serta sebagai bahan baku industri kertas dan papan partikel meja atau dinding.(HRI/AL Az) BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved