-->

Selasa, 15 September 2020

Penyuluh Pertanian Di Jeneponto Tetap Semangat Dampingi Petani Panen Padi Ditengah Pandemi



Jeneponto (Sulsel), Sigapnews.com, - Berlokasi di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, para penyuluh pertanian masih semangat melaksanakan tugasnya mendampingi petani meski masih ditengah pandemi covid 19.

Hal ini sesuai seruan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyerukan kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja menjaga aktivitas pembangunan pertanian untuk terus bergerak dan memastikan ketersediaan pasokan pangan Nasional aman dan terkendali. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa sektor pertanian yang terus didorong oleh pemerintah untuk terus tumbuh berkembang walau dengan kondisi pandemi covid 19. “Yang meningkat itu hanya pertanian, pertumbuhannya 16,4%, ini sangat luar biasa ditengah pandemi covid 19,” ujar Syahrul.

Seruan dari Syahrul ini dilanjutkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengeluarkan himbauan agar para Penyuluh Pertanian tetap beraktivitas mendampingi petani. “Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan,“ tegas Dedi.



Hal ini kemudian ditaati oleh para Penyuluh Pertanian se-Indonesia, khususnya Penyuluh Pertanian yang bertugas di BPP Binamu. Pendampingan terhadap Kelompok Tani Sidenre IV di Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Propinsi Sulawesi Selatan yang melakukan panen tanaman padi.

Dengan varietas yang ditanam yaitu Inpari 42 dan penerapan teknologi yang tepat maka diperoleh hasil panen yang meningkat.

Berdasarkan data hasil ubinan yang dilakukan oleh Erma Bahri, SP salah satu Penyuluh Pertanian di BPP Binamu, berat ubinan 6,5 kg, estimasi produktivitasnya adalah 10,4 ton/Ha.

Ditengah pandemi covid 19 ini penyuluh tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Yakni untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan tetap bekerja sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Beliau juga mengatakan bahwa panen yang dilaksanakan ditengah pandemi ini sangat berpengaruh terhadap penyuluh, utamanya masalah hal keakraban, dimana tidak ada lagi yang namanya makan bersama dengan petani, canda tawa dengan petani sangat dibatasi karena adanya sistem jaga jarak, namun begitu tidak menurunkan semangat kami untuk terus hadir bersama petani, karena  hal pencegahan penyebaran covid memang perlu dilakukan demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.

"Bekerja sambil berolahraga, kami tetap jaga jarak satu sama lainnya, mengurangi kerumunan orang, serta berjemur pagi hari sambil bekerja di lahan pertanian,” tambahnya.

Penulis : Ferial, SP
Editor : Al Az /QQ

Rabu, 01 Juli 2020

Dr. Sabir : Dengan Kostratani Semua Fungsional di Kecamatan Akan Bergerak dan Berperan, Tidak Hanya Penyuluh Pertanian



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian saat ini melalui gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Simpul gerakan yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian adalah lewat koordinasi, sinergi, dan penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian akan berpusat di kecamatan atau yang disebut sebagai Kostratani.

Kegiatan ini merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian.

Tujuan jangka panjang kostratani adalah mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Sedangkan program jangka pendeknya adalah untuk meningkatkan penguatan sarana prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM, dan penyelenggaraan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian meminta para Penyuluh dan mendorong petani pertanian di daerah untuk membangun Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) atau petani asosiasi. Hadirnya asosiasi petani di desa akan ikut memperlengkapi memajukan 5 fungsi Kostratani di setiap kecamatan.

“Yang harus dipertimbangkan adalah pembangunan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga tanggung jawab petani dan masyarakat, termasuk pihak swasta. Oleh karena itu disebut sebagai gerakan, “tegas Dedi Nursyamsi yang juga Pananggung Jawab KostraTani Nasional.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa ada 3 pola dukungan untuk implementasi KEP pendukung KostraTani: 1) Manajemen berjamaah yang mengelola pertanian dari hulu hingga hilir, pertanian hulu harus mengakses modal untuk mencoba tengkulak; 2) Inovasi teknologi pertanian sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan; dan 3) gerakan bekerja sama menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang dikenal dengan KostraTani.

Sejalan dengan arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Kepala BBPP Batangkaluku Dr. Sabir, S.Pt., M.Si saat melakukan kunjungan kerja ke BPP Bangkala Kab. Jeneponto berpesan agar para penyuluh pertanian memaksimalkan peran BPP dengan mewujudkan fungsi Konstratani. Rabu (1/7/2020).

Menurut Sabir, Peran kostratani adalah, 1) Pusat data dan informasi, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian. 3) pusat pembelajaran, 4) pusat konsultasi bisnis dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Lebih lanjut Sabir mengatakan penyelenggaraan Kostratani dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP. Nantinya BPP akan berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. BPP akan menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian.

“Dengan Kostratani semua fungsional di kecamatan juga akan bergerak dan berperan, tidak hanya penyuluh pertanian, tetapi juga fungsional lainnya seperti mantri tani, POPT, petugas medik veteriner, paramedik veteriner, petugas penjaga pintu air, petugas IT, pengawas alsintan, Koramil, dan Polsek,” kata Sabir.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Minggu, 28 Juni 2020

Semua Personil Polres Jeneponto Dinyatakan ODP, Uji Swab Tenggorokan Akan Dilakukan


ILLUSTRASI

Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Semua personel Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, dinyatakan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid-19.

Mereka berstatus ODP setelah seorang anggota Polres Jeneponto berinisial AS dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab.

"Atas kasus ini semua anggota Polres Jeneponto menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Tim Gugus covid-19 Jeneponto," ujar Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Dia mengungkapkan, dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 di lingkup Polres Jeneponto, seluruh personel akan menjalani pengambilan swab tenggorokan.

"Dalam waktu dekat semua anggota Polres Jeneponto akan menjalani pemeriksaan swab," ucapnya. 

Ferdiansyah menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan seluruh anggota Polres Jeneponto.

"Seluruh anggota Polres Jeneponto yang masuk di area Mapolres diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak," paparnya.

Bukan hanya itu, kata Ferdiansyah, pihaknya juga mulai membatasi jam besuk keluarga untuk tahanan Polres Jeneponto. (Mus).

AS Anggota Polres Jeneponto Dinyatakan Positif Covid 19 Dikarantina di RS Bhayangkara



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Satu orang anggota Polres Jeneponto yang sebelumnya reaktif lewat rapid test sudah dipastikan positif covid-19.

Polisi tersebut berinisial AS yang bertugas di Polres Jeneponto. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19, Letkol Inf Irfan Amir, Jum'at (26/6/2020).

Irfan mengatakan, AS dinyatakan positif terpapar covid-19, setelah hasil swabnya dinyatakan positif.

"Hasil koordinasi saya dengan Kapolres Jeneponto membenarkan, AS dinyatakan positif," ujarnya.

Dia mengungkapkan, AS menjalani pengambilan swab di RS Bhayangkara. Hasil swab AS keluar pada Kamis (25/6/2020) kemarin.

"Kemarin hasil swabnya keluar," katanya.
 
Setelah dinyatakan positif covid-19, kemudian AS langsung dikarantina oleh RS Bhayangkara.

"Setelah dinyatakan positif oleh RS Bhayangkara AS langsung dirawat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota polisi di Polres Jeneponto terpapar virus corona atau covid-19.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19, Letkol Inf Irfan Amir mengatakan, bahwa AS merupakan klaster dari daerah terpapar Makassar.

"Iya habis tugas ke Makassar, diduga dapat di Makassar," ungkapnya. (Mus).

Pasien Positif Yang Meninggal Dimakamkan di TPU, Pemkab Belum Miliki Lahan Untuk Jenazah Covid 19


Tempat Pekuburan Umum di Desa Pallegu Kec. Bangkala, Kab.Jeneponto (Foto Istimewa).

Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Kabupaten Jeneponto sejauh ini belum punya tempat pemakaman khusus pasien Covid-19. Salah satu pasien yang meninggal di ruang isolasi Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang (RSUD) Jeneponto, telah dimakamkan, Minggu (28/6/2020).

Jenazah Almarhumah berinisial F, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kampung halamannya di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala dengan protap penangan Covid-19.

"Sesuai dengan protap penanganan covid-19 jenazah harus dimakamkan secara covid-19. Dan diminta pihak keluarga harus menerima itu. Iya dikebumikan di kampung pasien itu," ungkap Mustaufiq, selaku Jubir Penanganan dan Percepatan Penyebaran Covid-19 Jeneponto.

Mustaufiq mengungkapkan, proses pemakaman jenazah tersebut  dilakukan oleh petugas rumah sakit dan tim gugus tugas."Jadi tim rumah sakit dan tim gugus tugas kita sudah siapkan jenazah untuk dimakamkan," jelasnya.

Mustaufiq berujar, jenazah tersebut dimakamkan di TPU karena Pemkab Jeneponto saat ini belum memiliki lahan atau tempat khusus untuk jenazah covid-19 dimakamkan.

"Kalau Jeneponto belum ada disediakan pemakaman khusus untuk pasien yang meninggal karena covid-19," bebernya.

Diketahui, pasien Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan seorang perempuan berumur 63 tahun. Pasien tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil swab.

Pasien positif Covid-19 meninggal itu diumumkan pada Kamis (25/6/2020) lalu. Sebelum meninggal dan dinyatakan positif Covid-19, pasien tersebut mengalami hipertensi dan stroke. (Mus).

Setelah 3 Hari Dinyatakan Positif, Pasien Usia 63 Tahun di Jeneponto Meninggal Dunia



Sigapnews.com, Jeneponto (Sulsel) - Pasien yang dinyatakan positif virus corona (covid-19) meninggal dunia pada Minggu (28/6/2020), setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang.

Pasien tersebut berinisial F berusia 63 tahun jenis kelamin perempuan warga Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diumumkan positif covid-19 pada Kamis (25/6/2020).

Juru Bicara (Jubir) Gugur Tugas Penanganan dan Pecegahan Covid-19 di Jeneponto, Mustaufiq, mengatakan, pasien inisial F, berusia 63 tahun meninggal dunia di rumah sakit "Sekitar pukul 07.00 Wita, " ujarnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya pasien F akan dirujuk ke kota Makassar untuk mendapatkan penanganan karena pasien juga mengalami hipertensi dan stroke.

"Keluhan utamanya F itu penyakit penyerta stroke dan hipertensi, jadi karena ada gejala pneumonia sehingga dilakukan swab dan dinyatakan positif covid-19," ungkapnya.

"Untuk riwayat perjalanan saya belum dapat hasil trackingnya. Kami belum dapat informasi lebih lanjut," pungkasnya. (Mus)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved