-->

Kamis, 17 September 2026

Dokter Andre dan Jalan Panjang Orang-Orang Kuat


Sidoarjo, Sigapnews.com, Pertarungan politik 2024–2025 boleh saja telah berlalu. Namun, bagi sebagian orang, berakhirnya sebuah kontestasi bukan berarti berakhir pula perjuangan. Justru dari sanalah babak berikutnya dimulai.

Di tengah banyak tokoh yang memilih mengambil jeda setelah melewati kerasnya Pileg dan Pilkada serentak, Dokter Andre terlihat mengambil arah berbeda. Ia tetap bergerak, menjaga jejaring, memperkuat aktivitas sosial, sekaligus mengembangkan dunia usaha yang selama ini menjadi bagian dari kiprahnya.

Bagi orang-orang yang mengikuti aktivitasnya, ritme Dokter Andre memang sulit disebut melambat. Dunia medis, bisnis, sosial, hingga pergerakan kemasyarakatan dijalankan secara beriringan. Posisi sebagai Dewan Pakar LSM LIRA Sidoarjo menjadi salah satu ruang baru baginya untuk mengaktualisasikan gagasan, kepedulian, dan perhatian terhadap berbagai persoalan publik.

Kontestasi politik memang telah usai, tetapi dinamika sosial tidak pernah berhenti. Karena itu, Dokter Andre memilih tetap berada di tengah masyarakat. Ia membangun komunikasi, memperluas jaringan, dan menjaga hubungan dengan berbagai elemen.

Bahkan, horizon 2029 mulai menjadi bagian dari pembicaraan tentang langkah politik berikutnya. Bukan sekadar tentang perebutan panggung kekuasaan, tetapi tentang bagaimana modal sosial, pengalaman, dan jejaring yang telah dibangun dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang lebih luas.

Pengamat sekaligus aktivis senior Abdullah Amas melihat perjalanan tersebut sebagai gambaran tentang apa yang ia sebut sebagai “jalan orang-orang kuat.”

“Jalan orang-orang kuat seperti Dokter Andre bukanlah jalan pencitraan sesaat. Ini adalah jalan kontribusi sebesar-besarnya untuk umat dan sesama, yang tahan uji di tengah terpaan gelombang politik maupun dinamika sosial,” ujar Amas.

Menurut pandangan tersebut, kekuatan Dokter Andre tidak semata berada pada satu bidang. Pengalaman di dunia medis bertemu dengan aktivitas bisnis, kehidupan sosial, serta jejaring kemasyarakatan yang terus berkembang.

Di titik itulah modal sosial menjadi penting. Bukan hanya tentang seberapa besar seseorang dikenal, tetapi sejauh mana kehadirannya mampu membangun hubungan, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Kini, setelah melewati satu fase politik yang penuh tekanan, Dokter Andre kembali menata langkah. Tidak terburu-buru, tetapi juga tidak berhenti.

Jika 2024–2025 menjadi fase ujian, maka perjalanan menuju 2029 akan menjadi ruang pembuktian berikutnya. Sebab, jalan panjang orang-orang kuat bukan hanya tentang bagaimana memenangkan sebuah pertarungan, melainkan bagaimana tetap berdiri, bekerja, dan memberi arti setelah pertarungan itu selesai.

(Redho)

Sabtu, 15 Agustus 2026

Jasa “Aku Temani Healing”, Lelly Asal Sidoarjo Dibanjiri Pelanggan, Tarif Mulai Rp25 Ribu


Sidoarjo, Sigapnews.com, Tidak semua orang memiliki teman yang selalu bisa diajak menemani berbagai aktivitas. Mulai dari sekadar ngopi, kulineran, berbelanja, berolahraga, hingga mengunjungi tempat wisata.

Melihat kebutuhan tersebut, seorang perempuan asal Sidoarjo yang akrab disapa Lelly menghadirkan jasa unik bernama “Aku Temani Healing”. Layanan tersebut kini mulai diminati masyarakat, khususnya kaum hawa di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Lelly yang aktif melalui akun TikTok “hi, ini lelly” mengaku telah menjalani profesi tersebut sekitar satu tahun. Konsepnya sederhana, yakni memberikan jasa sebagai teman bagi orang-orang yang membutuhkan pendamping untuk melakukan berbagai aktivitas.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly. Minggu (16/8/2026). 

Menurutnya, kebutuhan pelanggan cukup beragam. Ada yang membutuhkan teman untuk menghilangkan stres dan sekadar bercerita, ada yang ingin ditemani menghadiri kondangan, berbelanja, menonton konser, berolahraga, hingga menemani ketika berobat ke rumah sakit.

Namun, aktivitas yang paling sering diminta pelanggan adalah nongkrong sambil ngopi. Dalam kesempatan tersebut, tidak jarang pelanggan kemudian mencurahkan berbagai cerita pribadi kepada Lelly.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengarkan. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tuturnya.

Lelly mengatakan, setiap pelanggan bebas menentukan bentuk pendampingan yang diinginkan. Ada yang hanya membutuhkan teman berada di lokasi, sementara lainnya ingin ditemani sekaligus berbincang layaknya bersama seorang teman.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Untuk tarif, Lelly memasang biaya Rp25 ribu per jam khusus layanan menemani pelanggan di rumah sakit. Sementara untuk layanan pendampingan lainnya, tarif yang dikenakan sebesar Rp100 ribu untuk tiga jam.

Adapun biaya transportasi, makan, maupun jajan selama kegiatan menjadi tanggungan pelanggan.

Meski konsep jasanya terkesan santai, Lelly menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas. Ia menetapkan batasan yang jelas agar hubungan dengan pelanggan tetap berada dalam konteks jasa pendampingan.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” tegasnya.

Tidak hanya menjaga batas profesional, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Lelly mengaku melakukan skrining terhadap calon pelanggan sebelum menerima permintaan jasa.

Ia bahkan tidak keberatan memberikan identitas diri apabila diperlukan oleh calon pelanggan sebagai bagian dari upaya membangun rasa aman dan saling percaya.

Lelly menyadari bahwa layanan yang dijalankannya memiliki tantangan tersendiri. Baik dirinya maupun pelanggan sama-sama bertemu dengan orang yang sebelumnya belum dikenal.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly.

Kini, Lelly terus mengembangkan layanan “Aku Temani Healing” melalui media sosial. Ia aktif membuat konten untuk memperkenalkan konsep jasa tersebut kepada masyarakat sekaligus membuka peluang bagi mereka yang membutuhkan teman untuk menjalani aktivitas tanpa harus merasa sendirian.

(Redho)

Sabtu, 15 Februari 2025

Polisi Sidoarjo Tingkatkan Pengamanan Tradisi Nyadran di Balongdowo

Sidoarjo, Sigapnews.com, Satpolairud Polresta Sidoarjo dan Polsek Candi melaksanakan pengamanan kegiatan Nyadran, tradisi ruwatan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi yang berlangsung Sabtu (15/2/2025).

Kegiatan Nyadran Desa Balongdowo merupakan sebagai ungkapan rasa syukur warga setempat, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan kupang. Mulai pagi hari sibuk menyiapkan pesta perayaan. Wajah-wajah sumringah terpancar sampai malam, menandakan antusiasme tinggi dalam menjalani tradisi ini.

Iring-iringan perahu dengan start dari Desa Balongdowo menuju ke Makam Dewi Sekardadu, Kepetingan, Sawohan disambut meriah warga yang berjajar di tepi aliran sungai.

Sementara untuk mengamankan tradisi nyadran tersebut, anggota polisi tampak siaga dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban.

"Masyarakat dan peserta nyadran kami himbau untuk turut menjaga keamanan, ketertiban serta mewaspadai bila mendadak terjadi cuaca ekstrem," ujar Kasat Polairud Polresta Sidoarjo Kompol Ludwi Yarsa Pramono.

(Redho)

Jumat, 14 Februari 2025

Kasus Ibu di Sidoarjo Siram Air Panas Anak Kandung, Ini Kronologi dan Tindak Lanjutnya

Sidoarjo, Sigapnews.com, Kesal terhadap ulah buah hatinya sendiri, RA seorang ibu yang tinggal di wilayah Candi, Sidoarjo, pada akhir Januari 2025 lalu tega menyiram air panas dan melakukan kekerasan fisik pada anaknya yang berusia tiga tahun tersebut.

Atas perbuatan yang telah dilakukan RA, kini diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo. Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, Jumat (14/2/2025), menjelaskan kronologi tindak kekerasan fisik yang dilakukan pelaku terhadap korban anak kandungnya.

"Tersangka mengetahui korban ngompol, lalu tersangka melepas sprei, selanjutnya sprei tersebut di taruh di tempat cucian kemudian di rendam dengan air sabun. 

"Tidak lama kemudian tersangka merasa kesal karena korban menangis di tempat cucian sprei, sehingga tersangka tersulut emosi hingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban," jelasnya.

Kekerasan fisik yang dilakukan tersangka terhadap anaknya, adalah dengan cara menyiram air panas dari dispenser mengenai kepala dan punggung korban sebanyak dua kali. 

Lalu tersangka memasak air hingga mendidih kemudian tersangka menyiramkan air panas dari kompor tersebut mengenai kepala, wajah dan punggung korban sebanyak dua kali. 

"Tidak hanya menyiram air mendidih, kekerasan fisik dilakukan ibunya berlanjut dengam memukul punggung dan tangan korban beberapa kali menggunakan sapu lantai stenlis hingga ujung sapunya bengkok dan korban menangis kesakitan," terang Kombes. Pol. Christian Tobing.

Tidak lama kemudian tersangka menyuruh pembantunya meneruskan mencuci sprei. Setelah itu tersangka menyuruh pembantunya memandikan korban. 

Lalu tersangka pergi ke apotik beli salep, karena melihat kondisi korban merah melepuh di wajahnya, dan setelah tubuh korban diolesi salep namun kondisinya semakin melepuh. Hingga korban dibawa ke rumah sakit.

Kasus ini ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 80 ayat (2) dan atau ayat (4) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

(Redho)

Senin, 03 Februari 2025

Kolaborasi Polsek dan Koramil Krembung, Sosialisasi Nasionalisme di SMKI Rejeni

Sidoarjo, Sigapnews.com, Polsek Krembung bersama Koramil Krembung melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa-siswi SMKI Rejeni, Selasa (4/1/2025).

Hadirnya TNI-Polri di sekolah tersebut guna memberikan edukasi kepada pelajar tentang Nasionalisme, serta mewaspadai bahaya kenakalan remaja.

Kanit Binmas Polsek Krembung Aiptu Adin menjelaskan, bahwa pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme kepada pelajar di era kemajuan teknologi seperti saat ini adalah sebagai antisipasi pengaruh kenakalan remaja. Seperti tindakan perundungan, tawuran, narkoba dan sebagainya.

Karenanya melalui program Wayang Pandawa (Wayae Nyangkruk Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa) yang dijalankan Polsek Krembung, diharapkan dapat mencegah terjadinya kenakalan anak dan remaja. Sehingga dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolsek Krembung AKP Nanang Mulyono mengatakan Program Wayang Pandawa ini terlahir berlatar belakang adanya tindakan bullying di sekolah, tawuran remaja, bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pornografi, penyalahgunaan media sosial dan lainnya.

"Untuk mewaspadai bahaya kenakalan anak dan remaja kami mengajak pihak orang tua juga sekolah turut berperan mengedukasi dengan nilai-nilai positif tentang ajaran agama, pendidikan dan moral," ujarnya.

Minggu, 26 Januari 2025

Persiapan Matang, Keamanan Imlek di Klenteng Teng Swie Bio Jadi Fokus Kapolsek Krian


Sidoarjo, Sigapnews.com, Kapolsek Krian melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi perayaan untuk memastikan kesiapan dan keamanan dalam perayaan Imlek yang akan berlangsung. Senin (27/1/2025). 

Kapolsek Krian dan Koramil melakukan peninjauan langsung ke lokasi perayaan untuk memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan baik.

"Kami ingin memastikan bahwa perayaan Imlek berlangsung dengan aman dan lancar. Kami juga ingin memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan baik," Ujar Kapolsek Krian Kompol I.G.P.Atma Giri,S.H.M.H.

Koramil Krian  juga menambahkan bahwa kegiatan patroli dan cek kesiapan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Krian.

Polsek Krian akan terus melakukan patroli dan memantau keamanan di wilayah Krian, terutama pada saat perayaan Imlek,".

"Kami berharap perayaan Imlek di Klenteng Teng Swie Bio dapat berlangsung dengan aman dan lancar, tandas Kapolsek.

(Redho) 
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved